Artikel Ilmiah : F1A017102 a.n. SILVIANA RAFIU

Kembali Update Delete

NIMF1A017102
NamamhsSILVIANA RAFIU
Judul ArtikelIDENTITAS KEAGAMAAN KOMUNITAS BONOKELING DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana ritual, sikap, dan perilaku keagamaan yang dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari oleh Komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Sasaran utama pada penelitian ini adalah tokoh adat/sesepuh komunitas Bonokeling, tokoh masyarakat, dan komunitas Bonokeling. Hasil penelitian menemukan, bahwa komunitas Bonokeling memiliki ritual keagamaan yang berbasis kearifan lokal yang mampu merekatkan elemen antarwarga yaitu perlon dalam acara Udunan dan unggahan. Meskipun komunitas Bonokeling memiliki corak keislaman yang berbeda dengan dengan masyarakat sekitar secara sosial mereka tetap hidup rukun, saling menghormati, saling membantu, saling bekerja sama antarwarga dengan yang lainnya. Komunitas Bonokeling memiliki corak keberagaman yang diwarnai dengan adat istiadat, mereka sangat Islami dalam berperilaku, namun secara syariat Islam tidak dilaksanakan dengan seperti orang Islam pada umumnya. Dalam kehidupan sehari-hari mereka tidak menjalankan ibadah shalat (wajib dan sunah) namun percaya dan mengakui islam sebagai agamanya dan meyakini adanya Tuhan Allah, Nabi Muhammad SAW, dan hari akhir.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to find out how religious rituals, attitudes, and behaviors are carried out in daily life by the Bonokeling Community in Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java. This research is a field research using qualitative methods. The technique of determining the informants in this study used a purposive sampling technique. The main targets in this research are traditional leaders/elders of the Bonokeling community, community leaders, and the Bonokeling community. The results of the study found that the Bonokeling community had religious rituals based on local wisdom that was able to glue elements between residents, namely perlon in the Udunan and upload events. Even though the Bonokeling community has a different Islamic style from the surrounding community, socially they still live in harmony, respect each other, help each other, cooperate with each other among residents. The Bonokeling community has a diversity pattern that is colored by customs, they are very Islamic in their behavior, but according to Islamic law they are not carried out in the same way as Muslims in general. In their daily life they do not perform prayers (compulsory and sunnah) but believe and acknowledge Islam as their religion and believe in the existence of God, the Prophet Muhammad, and the Last Day.
Kata kunciidentitas, keagamaan, komunitas bonokeling
Pembimbing 1Dr. Sulyana Dadan, S.Sos., M.A.
Pembimbing 2Dr. Rawuh Edy Priyono, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2021
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2021-08-17 11:16:05.908442
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.