Artikelilmiahs

Menampilkan 29.741-29.760 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2974133090L1C016069POTENSI KANDUNGAN KARBON TERSIMPAN DI KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE BAROS, KABUPATEN BANTUL,DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTAKawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros yang terletak di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan mangrove yang memiliki peranan besar sebagai penyimpan karbon sehingga perlu dilakukkan pelestarian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi karbon tersimpan pada tegakan di Kawasan Konservasi Hutan Mangrove Baros, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukan vegetasi di kawasan tersebut terdapat 4 spesies antara lain spesies Rhizophora apiculata, Bruguiera ghymnorhiza, Avicennia lannata, dan Nypah fruticans dengan total tingkat kerapatan sebesar 1390 (ind/ha) . Hasil penelitian potensi karbon menunjukkan spesies Avicennia lannata sebesar 183.91 (tonC/ha), Bruguiera ghymnorhiza 7.08 (tonC/ha), Rhizophora apiculata 304.10 (tonC/ha), dan Nypah fruticans 83.23 (tonC/ha), dengan total keseluruhan sebesar 578.34 (tonC/ha). Rhizophora apiculata merupakan spesies dengan total potensi carbon terbesar di kawasan tersebut.
Baros is one mangrove forest conservation area which is located in Bantul Regency, Yogyakarta, Indonesia. As a mangrove area, that area has a big role as a carbon store. This study aimed to determine the potential for the carbon stored in stands in Baros Mangrove Forest Conservation Area. The results showed that there were 4 mangrove species in the research area (Rhizophora apiculata, Bruguiera ghymnorhiza, Avicennia lannata, and Nypah fruticans) with a total density of 1.390 (ind/Ha). The total potential carbon stored in mangrove stands calculate 578.34 (tonC/Ha) with following details : Avicennia lannata 183.91 (tonC/Ha); Bruguiera ghymnorhiza 7.08 (tonC/Ha); Rhizophora apiculata 304.10 (tonC/Ha) ; and Nypah fruticans 83.23 (tonC/Ha). Rhizophora apiculata is the largest carbon store in this area.
2974233089I1A016114LITERATURE REVIEW : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KANDUNGAN KUMAN PADA AIR KOLAM RENANGLITERATURE REVIEW : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KANDUNGAN KUMAN PADA AIR KOLAM RENANG
Wahyu Retno Wulandari, Devi Octaviani, Aisyah Apriliciciliana Aryani

Latar Belakang : Kolam renang sebagai sarana umum yang sering dikunjungi oleh masyarakat dapat berpotensi menjadi sarana penyebaran bibit penyakit maupun gangguan kesehatan akibat kualitas air kolam renang yang tercemar dan kondisi sanitasi lingkungan kolam renang yang buruk. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kandungan kuman pada air kolam renang sehingga kolam renang tidak memenuhi syarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan kuman pada air kolam renang.
Metodologi : Desain penelitian yang digunakan studi kepustakaan (literature review).
Hasil Penelitian : Metode yang digunakan dalam artikel tersebut ada beberapa macam diantaranya deskriptif dengan prosedur kerja penghitungan angka kuman dengan pendekatan crossectional, deskriptif, deskriptif bersifat crossectional, observasional dengan pendekatan crossectional, dan observasional deskriptif dengan pendekatan crossectional. Terdapat 6 artikel yang sudah didapatkan dimana 2 artikel menyatakan kandungan kuman telah memenuhi syarat dan 4 artikel menyatakan kolam renang yang diteliti belum memenuhi syarat. Faktor-faktor yang dibahas dalam artikel meliputi tipe kolam renang, kondisi sanitasi kolam renang, penggunaan desinfeksi, dan adanya pengunjung.
Kesimpulan : Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kandungan kuman pada air kolam renang yaitu meliputi tipe kolam renang, kondisi sanitasi kolam renang, penggunaan desinfeksi, serta jumlah pengunjung. Sedangkan faktor yang paling berpengaruh terhadap kandungan kuman pada air kolam renang yaitu penggunaan desinfeksi.
LITERATURE REVIEW : FACTORS THAT AFFECT GERM CONTENT IN SWIMMING POOL WATER
Wahyu Retno Wulandari1, Devi Octaviani2, Aisyah Apriliciciliana Aryani3

Background : Swimming pool as a public facility that is often visited by the public can potentially be a means of spreading seeds of disease and health problems due to the quality of polluted swimming pool water and poor environmental sanitation conditions. There are several factors that can affect the germ content in the pool water so that the pool is not eligible. This study aims to find out the factors that affect the germ content in swimming pool water.
Methods : The research design used literature review.
Result : The methods used in the article are several kinds of descriptive with the procedure of calculating germ numbers with crossectional, descriptive, descriptive approaches are crossectional, observational with crossectional approach, and descriptive observational with crossectional approach. There are 6 articles that have been obtained where 2 articles state the germ content has been qualified and 4 articles state that the swimming pool studied is not yet eligible. Factors discussed in the article include the type of swimming pool, the sanitary condition of the swimming pool, the use of disinfection, and the presence of visitors.
Conclusion : Factors that affect the germ content in swimming pool water include the type of swimming pool, sanitary conditions of the swimming pool, the use of disinfection, and the number of visitors. While the most influential factor to the germ content in swimming pool water is the use of disinfection.
2974333092D1A017226Produk Fermentasi Rumen Domba yang diberi Fodder Padi Hidroponik dengan Umur Panen yang Berbeda secara In- VitroSuatu penelitian bertujuan untuk mengetahui umur panen fodder padi yang terbaik terhadap konsentrasi VFA, NH3 dan sintesis protein mikroba (SPM). telah dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan Mei 2021. Materi yang digunakan yaitu cairan rumen yang berasal dari 3 ekor domba yang diambil dari RPH Sokaraja segera setelah domba dipotong. Media yang digunakan untuk penanaman fodder padi adalah nutrisi AB Mix. Materi penelitian terdiri dari bibit padi IR-64, air dan Larutan AB mix. Alat yang digunakan yaitu nampan ukuran 35 x 28 cm sebanyak 9 buah, sprayer, gelas ukur, baskom, timbangan, pengaduk dan seperangkat alat untuk analisis VFA, NH3 berdasarkan AOAC 1990, dan untuk uji SPM berdasarkan metode Zinn dan owens (1986). Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 perlakuan yaitu (7, 14, dan 21 hari) dan setiap perlakuan diulang 6 kali dan ditambah 2 blanko sehingga terapat 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi VFA dan konsentrasi NH3 akan tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap sintesis protein mikroba (SPM). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produk fermentasi rumen (konsentrasi VFA, NH3, dan SPM) fodder padi hidroponik dapat dijadikan sebagai alternatif pakan hijauan untuk ternak pada umur panen ke- 7 hari, tetapi berdasarkan sintesis protein mikorba fodder padi hidroponik dipanen umur ke- 21 hari.

Kata kunci : Fodder padi hidoponik, umur panen, nutrisi AB mix, konsentrasi VFA, konsentrasi NH3, sintesis protein mikroba (SPM).
A study aimed to determine the best harvest age for rice fodder with respect to the concentration of VFA, NH3 and microbial protein synthesis (SPM). has been carried out from February to May 2021. The material used is rumen fluid from 3 sheep taken from Sokaraja RPH immediately after the sheep are slaughtered. The media used for planting rice fodder is AB Mix nutrition. The research material consisted of IR-64 rice seeds, water and AB mix solution. The tools used were 9 pieces of 35 x 28 cm trays, sprayer, measuring cup, basin, scales, stirrer and a set of tools for analysis of VFA, NH3 based on AOAC 1990, and for the SPM test based on the method of Zinn and Owens (1986). The study used a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments (7, 14, and 21 days) and each treatment was repeated 6 times and added 2 blanks so that there were 20 experimental units. The results showed that the age of harvest had a very significant effect (P<0.01) on the concentration of VFA and the concentration of NH3 but had no significant effect (P>0.05) on microbial protein synthesis (SPM). Based on the results of the study, it can be said that rumen fermentation product (concentrations of VFA, NH3, and SPM) hydroponic rice animal feed can be used as alternative feed for livestock at harvest age of 7 days, but based on the synthesis of hydroponic rice fodder microbial protein synthesis harvested at the age of 21 days.

Key words: Hydroponic rice fodder, harvest age, AB mix nutrition, VFA concentration, NH3 concentration, microbial protein synthesis (SPM).
2974433093B1A017153KEANEKARAGAMAN AGLAONEMA DI KECAMATAN TEMANGGUNG, KABUPATEN TEMANGGUNG,
JAWA TENGAH
Tanaman Aglaonema atau yang sering disebut sri rejeki merupakan salah satu jenis tanaman hias. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kemiripan Aglaonema berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan metode survei dan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabelnya adalah karakter morfologi batang dan daun, parameter yang diukur meliputi, panjang batang, diameter batang, panjang helaian daun, lebar helaian daun, panjang pelepah daun, dan diameter tangkai daun, sedangkan parameter yang diamati meliputi, warna batang, jumlah batang dalam satu rumpun, bentuk batang, permukaan batang, jumlah helaian daun per rumpun, warna helaian daun, warna corak daun, bentuk helaian daun, tepi helaian daun, warna pelepah daun, tulang daun, warna urat daun, ujung daun, pangkal daun, warna tangkai daun, jumlah tangkai daun per rumpun. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan untuk mengetahui hubungan kemiripan, data dianalisis dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method Arithmatic Mean) menggunakan software MEGA 6.0. Aglaonema yang ditemukan setelah diidentifikasi terdapat 14 varian, yaitu 2 Aglaonema spesies, meliputi Aglaonema costatum var. albovariegatum (Snow White) dan Aglaonema modestum ‘Red Evergreen’, serta 12 Aglaonema hibrid, meliputi Aglaonema ‘Butterfly’, Aglaonema ‘Donna Carmen’, Aglaonema ‘Esmeralda’, Aglaonema ‘Happiness’, Aglaonema ‘Lady Valentine’, Aglaonema ‘Luilaiwan’, Aglaonema ‘Red Kochin’, Aglaonema ‘Ruay Ummata’, Aglaonema ‘Ruby Soft’, Aglaonema ‘Siam Aurora’ , Aglaonema ‘Srikandi’, dan Aglaonema ‘Venus’. Hubungan kemiripan dari jenis Aglaonema yang ditemukan paling dekat dengan indeks dissimilaritas 0,045, terdapat pada Aglaonema modestum ‘Red Evergreen’ dengan Aglaonema ‘Luilaiwan’, serta Aglaonema ‘Luilaiwan’ dengan Aglaonema ‘Siam Aurora’. Sedangkan hubungan kemiripan terjauh jauh dengan indeks dissimilaritas 0,455 antara Aglaonema ‘Butterfly’ dan Aglaonema ‘Esmeralda’.Aglaonema plant or often called sri rejeki is one type of ornamental plant. Aglaonema has considerable diversity, the pattern and color of the leaves are very diverse. This study aims to determine the diversity and similarity of Aglaonema based on morphological. This research uses survey method and purposive sampling technique. The variables were stem and leaf morphological characters, the parameters measured included stem length, stem diameter, leaf blade length, leaf blade width, and leaf midrib length, leaf stalk diameter, while the parameters observed included stem color, number of stems in one clump, stem shape, stem surface, number of leaf blades per clump, leaf blade color, leaf pattern color, leaf blade shape, leaf blade edge, leaf midrib color, leaf bone, leaf vein color, leaf tip, leaf base, leaf stalk color , number of leaf stalks per clump. Data analysis was carried out descriptively to determine the diversity of Aglaonema and to determine the similarity relationship, the data were analyzed using the UPGMA (Unweighted Pair Group Method Arithmatic Mean) method using MEGA 6.0 software. Aglaonema identified included 14 variants, consisting of 2 Aglaonema species, namely Aglaonema costatum var. albovariegatum (Snow White) and Aglaonema modestum 'Red Evergreen', as well as 12 Aglaonema hybrids, including Aglaonema 'Butterfly', Aglaonema 'Donna Carmen', Aglaonema 'Esmeralda', Aglaonema 'Happiness', Aglaonema 'Laionedy Valentine', Aglaonema 'Esmeralda' , Aglaonema 'Red Kochin', Aglaonema 'Ruay Ummata', Aglaonema 'Ruby Soft', Aglaonema 'Siam Aurora' , Aglaonema 'Srikandi', and Aglaonema 'Venus'. the similarity or similarity relationship of the Aglaonema species found to have the greatest dissimilarity of 0.045, such as Aglaonema modestum 'Red Evergreen' with Aglaonema 'Luilaiwan', and Aglaonema 'Luilaiwan' with Aglaonema 'Siam Aurora'. While the most distant relationship has a dissimilarity of 0.455, namely between Aglaonema 'Butterfly' and Aglaonema 'Esmeralda'.
2974533094B1A017144Respon Anatomis dan Fisiologis Daun Kedelai [Glycine max (L.) Merrill] Kultivar Sinabung pada Kadar Garam yang BerbedaKedelai [Glycine max (L.) Merrill] merupakan tanaman yang berperan penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui respon anatomis dan fisiologis daun kedelai kultivar Sinabung pada kadar garam yang berbeda dan mengetahui kadar garam yang optimum untuk pertumbuhan kedelai. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan kadar garam dengan 5 taraf yaitu kadar garam 0 mM, 25 mM, 50 mM, 75 mM, dan 100 mM. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Data hasil pengamatan respon anatomis dan fisiologis daun dianalisis menggunakan uji analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil ANOVA diuji lanjut menggunakan Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kadar garam yang berbeda memberi respon pada anatomis daun kedelai kultivar Sinabung yaitu menurunkan tebal mesofil dan kerapatan stoma serta meningkatkan panjang stoma epidermis atas dan bawah. Perlakuan kadar garam tidak memberikan pengaruh pada tebal epidermis, rasio palisade, lebar stoma, dan kerapatan trikoma serta fisiologi daun meliputi kadar klorofil dan kadar karoten. Pertumbuhan kedelai kultivar Sinabung optimum hingga perlakuan kadar garam 100 mM.Soybean [Glycine max (L.) Merrill] is a plant that plays an important role in meeting the nutritional needs of the community. The purpose of this study was to determine the anatomical and physiological responses of soybean leaves of the Sinabung cultivar at different salt levels and to determine the optimum salt content for soybean growth. This study used an experimental method with a completely randomized design (CRD). Treatment of salt content with 5 levels, namely 0 mM, 25 mM, 50 mM, 75 mM, and 100 mM. Each treatment was repeated 5 times, so there were 25 experimental units. Data from observations of anatomical and physiological responses of leaves were analyzed using analysis of variance (ANOVA) with an error rate of 5% and 1%. The ANOVA results were further tested using Honest Significant Difference (BNJ) with an error rate of 5%. The results showed that different salinity treatments gave a response to the anatomy of soybean leaves of the Sinabung cultivar, namely decreasing mesophyll thickness and stoma density and increasing the length of the upper and lower epidermal stoma. Treatment of salt content had no effect on epidermal thickness, palisade ratio, stoma width, and trichome density as well as leaf physiology including chlorophyll content and carotene content. Optimum growth of soybean cultivar Sinabung up to 100 mM salt content treatment.
2974633095A1D017028KAJIAN AGIHAN SULFUR TANAH PADA TANAMAN PADI SAWAH
DI DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU HILIR WILAYAH
KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP
Penelitian bertujuan untuk mengetahui : 1) agihan (distribusi) unsur hara S di lahan sawah yang digunakan untuk budidaya tanaman padi di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, 2) rekomendasi pemupukan S di lahan sawah Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian dilaksanakan bulan November 2020 sampai Maret 2021 di Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dan Labolatorium Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan metode survei. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen dan kawasan budidaya padi, dengan sistem transek yang dibuat tegak lurus aliran Sungai Serayu. Variabel penelitian meliputi pH (H2O), pH KCl, S-tersedia dan C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukan bahwa status unsur hara S di lahan sawah Kecamatan Adipala termasuk ke dalam harkat rendah sampai sedang. Hubungan S-tersedia tanah dengan hasil tanaman memiliki koefisien determinan dengan R2= 0,3573 dan memilliki nilai positif (r= 0,209) dengan hubungan korelasinya lemah, sedangkan C-organik dengan hasil tanaman memiliki koefisiensi determinan dengan R2= 0,5479 dan memiliki nilai positif (r= 0,384) dan hubungan korelasinya lemah. Hubungan S-tersedia tanah dan C-organik memiliki koefisiensi determinan dengan R2= 0,4776 dan memiliki nilai positif (r= 0,011) dengan hubungan korelasinya sangat lemah. Rekomendasi pemupukan S di lokasi penelitian pada SLH 1 berkisar antara 10,81-18,61 kg S/ha atau setara dengan 45-77 kg ZA/ha. SLH 2 berkisar antara 12,15-20,72 kg S/ha atau setara dengan 50,63-78,86 kg ZA/ha, sedangkan pada SLH 3 berkisar antara 22,60-35 kg S/ha atau setara dengan 94,29-140 kg ZA/ha.This study aims to determine: 1) the distribution of nutrients in paddy fields used for rice cultivation in Adipala Subdistrict, Cilacap Regency, 2) S fertilization recommendations in paddy fields Adipala District, Cilacap Regency. The research was carried out from November 2020 to March 2021 in Adipala District, Cilacap Regency and the Laboratory of Soil Science and Land Resources, Faculty of Agriculture, Jenderal Sudirman University. The research used survey method. Determination of the sample was carried out based on the Homogeneous Land Unit Map and rice cultivation area, with a transect system made perpendicular to the flow of the Serayu River. The research variables included pH (H2O), KCl pH, available S and soil organic C. The results showed that the nutrient levels of S in the Adipala sub-district was classified as low to moderate. The relationship between S-available soil and crop yields has a coefficient of determination with R2= 0.3573 and has a positive value (r= 0.209) with a weak correlation, while C-organic with crop yields has a coefficient of determination with R2= 0.5479 and has a value of positive (r= 0.384) and the correlation is weak. The relationship between S-available soil and C-organic has a determinant coefficient with R2= 0.4776 and has a positive value (r= 0.011) with a very weak correlation. Recommendations for S fertilizer at the study site at LU 1 ranged from 10.81-18.61 kg S/ha or the equal of 45-77 kg ZA/ha. LU 2 ranges from 12.15-20.72 kg S/ha or equal to 50.63-78.86 kg ZA/ha, in LU 3 it ranges from 22.60-35 kg S/ha or equal to 94.29 -140 kg ZA/ha.
2974733096F1F016056DIPLOMASI INDONESIA DALAM MEMBANGUN SEKOLAH INDONESIA KOTA KINABALU (SIKK) DI SABAH MALAYSIA TAHUN 2008 Abstrak
Penelitian yang berjudul “Diplomasi Indonesia Dalam Membangun Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Di Sabah Malaysia Tahun 2008” merupakan penelitian yang berfokus pada diplomasi Indonesia dalam membangun Sekolah Indonesia Kota Kinabalu, yang bertujuan untuk memberikan fasilitas pendidikan formal bagi para anak - anak Pekerja Migran Indonesia yang berada di Sabah Malaysia pada tahun 2008. Pemerintah Indonesia mengusulkan pembangunan sekolah tersebut dikarenakan rasa keprihatinan bagi anak - anak Pekerja Migran Indonesia yang tidak bisa bersekolah di sekolah Malaysia dikarenakan keterbatasan dokumen dan biaya pendidikan yang relatif tinggi, Pemerintah Indonesia juga dibantu oleh Pemerintah Pusat di Jakarta, KBRI Malaysia dan KJRI Kota Kinabalu untuk memperlancar diplomasi tersebut. Berdasarkan analisis yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Multi Track Diplomacy, dengan menggunakan teori tersebut diplomasi ini dapat dikatakan berhasil dan berjalan dengan lancar dan pada akhirnya Sekolah Indonesia Kota Kinabalu dapat beroperasi pada tanggal 1 Desember 2008.
Abstract
The study entitled “Indonesian Diplomacy in Building Indonesia School in Kota Kinabalu (SIKK) in Sabah Malaysia in 2008” is a study that focuses on Indonesian diplomacy in building the Indonesia School in Kota Kinabalu, which aims to provide formal education facilities for the children of Indonesian Migrant Workers in Sabah Malaysia in 2008. The Indonesian government proposed the construction of the school due to concerns for the children of Indonesia Migrant Workers who cannot attend Malaysian schools due to limited documents and relatively high education costs, The Indonesia Government is also assisted by the Central Government in Jakarta, Indonesia Embassy in Malaysia and Indonesian Consulate in Kota Kinabalu to facilitate the diplomacy. Based on the analysis conducted by qualitative descriptive method using the theory of Multi Track Diplomacy, by using this theory diplomacy can be said to be successful and running smoothly and at the end the Indonesian School of Kota Kinabalu was able to operate on December 1, 2008.
2974833097D1A017235 PRODUK FERMENTASI RUMEN SAPI POTONG YANG DIBERI KULIT PISANG KEPOK (Musa paradisiaca) FERMENTASI MENGGUNAKAN Rhizopus oligosporus SEBAGAI PENGGANTI KONSENTRAT SECARA IN VITROEKA PURWATI. Penelitian yang berjudul “Produk Fermentasi Rumen Sapi Potong Yang Diberi Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Fermentasi Menggunakan Rhizopus oligosporus Sebagai Pengganti Konsentrat Secara In vitro ” telah dilaksanakan dari tanggal 11 Maret sampai 29 April 2021, bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji produk fermentasi meliputi VFA total, N-NH3, dan sintesis protein mikroba pada pakan sapi potong yang diberi kulit pisang fermentasi menggunakan Rhizopus oligosporus secara in vitro. Materi penelitian yang digunakan yaitu cairan rumen yang berasal dari 3 ekor sapi potong yang diambil dari RPH Bantarwuni segera setelah sapi dipotong. Penelitian dilaksanakan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur yaitu VFA total, N-NH3 dan sintesis protein mikroba (SPM). Data dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA) dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil analisis variansi menunjukan bahwa pemberian kulit pisang fermentasi sebagai pengganti konsentrat berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsentrasi VFA total, N-NH3 dan SPM. Penambahan tepung kulit pisang fermentasi hingga 30% pada pakan sapi potong dapat menaikkan konsentrasi VFA total tetapi menurunkan konsentrasi N-NH3. Penambahan konsentrasi kulit pisang fermentasi pada taraf 20% pada pakan sapi potong menghasilkan sintesis protein mikroba tertinggi, tetapi tidak berbeda dengan pemberian 30% sehingga dapat disimpulkan bahwa kulit pisang fermentasi sebagai pengganti konsentrat dapat digunakan sampai taraf 30% atau atau 50% dari total konsentrat 60%.EKA PURWATI. The research entitled "Beef Rumen Fermentation Products Given Kepok Banana Peel (Musa paradisiaca) Fermentation Using Rhizopus oligosporus as an In vitro Concentrate Substitute" was carried out from March 11 to April 29, 2021, at the Laboratory of Animal Nutrition and Feeding Sciences, Faculty Animal Husbandry, Jenderal Sudirman
University, Purwokerto. The purpose of this study was to examine the fermentation products including total VFA, N-NH3, and microbial protein synthesis in beef cattle feed with fermented banana peels using Rhizopus oligosporus in vitro. The research material used was rumen fluid derived from 3 beef cattle from Bantarwuni slaughterhouse. The study was carried out experimentally using a completely randomized design with 4 treatments and each treatment was repeated 5 times. The variables measured were total VFA, N-NH3 and microbial protein synthesis (SPM). The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and continued with the Honestly Significant Difference Test (BNJ). The results of the analysis of variance showed that the administration of fermented banana peel as a substitute for concentrate had a significant effect (P<0.01) on the total VFA, N-NH3 and SPM concentrations. The addition of fermented banana peel flour up to 30% in beef cattle feed can increase the total VFA concentration but decrease the N-NH3 concentration. The addition of the concentration of fermented banana peels at the level of 20% in beef cattle feed resulted in the highest microbial protein synthesis, but it was not different from giving 30% so that it could be concluded that fermented banana peels as a substitute for concentrate could be used up to 30% or 50% of the total concentrate 60%.
2974933099D1A017254Pengaruh Penambahan Bahan Herbal Pada Pembuatan Telur Itik Asin Terhadap Kadar Air, Tekstur Dan Tingkat Kemasiran TelurPengaruh Penambahan Bahan Herbal pada Pembuatan Telur Itik Asin Terhadap Kadar Air, Tekstur dan Tingkat Kemasiran Telur. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan herbal pada pembuatan telur itik asin terhadap kadar air telur, tekstur telur dan tingkat kemasiran telur. Penelitian dilaksanakan mulai 24 Maret sampai dengan 2 Mei di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Materi penelitian yang digunakan adalah telur itik, tepung jahe dan tepung bawang putih, serta seperangkat alat uji kadar air, tekstur dan kemasiran. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan masing-masing diulang 4 kali. Perlakuan yang digunakan terdiri atas kontrol (P0), penambahan tepung jahe dan bawang putih masing-masing 20% jahe (P1), 15% jahe + 5% bawang putih (P2), 5% jahe + 15% bawang putih (P3) dan 20% bawang putih (P4). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dan perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Penambahan tepung jahe dan bawang putih pada adonan untuk pembuatan telur itik asin dengan konsentrasi 20% tidak mempengaruhi kadar air putih telur namun berpengaruh nyata terhadap kadar air kuning telur, tekstur dan kemasiran telur. Tekstur putih telur mengalami peningkatan dari 232,82 g perlakuan kontrol menjadi 692,58 g dengan penambahan 20% bawang putih, sedangkan kemasiran telur mengalami penurunan dari 64,07% perlakuan kontrol hingga 27,02 % dengan penambahan 5% jahe + 15% bawang putih. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung jahe dan bawang putih sampai level 20% tidak berpengaruh terhadap kadar air putih telur namun berpengaruh terhadap kuning telur, tingkat tekstur serta tingkat kemasiran telur, disamping itu pemberian herbal untuk tingkat kemasiran membuat kemasiran telur akan semakin berkurang.


RESLI APRIL LIANI. Effect of Addition of Herbal Ingredients in Making Salted Duck Eggs on Water Content, Texture and Sandiness. The aim of the study was to determine the effect of adding herbal ingredients to the manufacture of salted duck eggs on the water content of eggs, egg texture and egg sandines level. The research was carried out from March 24 to May 2 at the Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Sudirman University. The research materials used were duck eggs, ginger flour and garlic flour, as well as a set of test equipment for water content, texture and egg sandines level. The research method used was an experimental completely randomized design (CRD) with 5 treatments and each was repeated 4 times. The treatments consisted of control (P0), 20% ginger (P1), 15% ginger + 5% garlic (P2), 5% ginger +15% garlic (P3) and 20% garlic (P4). The data obtained were analyzed using analysis of variance and treatment that had a significant effect, followed by the Honestly Significant Difference (HSD) test. The addition of ginger and garlic flour to the dough for the manufacture of salted duck eggs with a concentration of 20% did not affect the water content of the egg whites but had a significant effect on the water content of the egg yolks, the texture and the sandiness of the eggs. Egg white texture increased from 232.82 g control treatment to 692.58 g with the addition of 20% garlic, while egg grit decreased from 64.07% control treatment to 27.02% with the addition of 5% ginger. + 15% garlic. Based on the research, it can be concluded that the addition of ginger and garlic flour to a level of 20% has no effect on the water content of egg whites but does affect the egg yolk, texture level and the level of saltiness of the eggs, besides that the addition of herbs for the level of saltiness makes the egg tarnishness decrease.
2975033100B1B017020THE ANTIMICROBIAL POTENCY OF SOIL FUNGI FROM
NUSAKAMBANGAN AGAINST SEVERAL
PATHOGENIC MICROBES
Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan sampel isolat jamur dari hutan dan tanah pertanian di kawasan Nusakambangan. Jamur diisolasi dan disubkultur. Jamur dikultur dalam media PDYB untuk menghasilkan senyawa antimikroba dan melalui proses ekstraksi untuk mendapatkan ekstrak miselium. Hasil penelitian ini dianalisis menggunakan ANOVA 95% untuk diameter zona hambat yang diperoleh dari ekstrak miselium jamur kemudian dilanjutkan dengan DMRT dengan taraf kesalahan 5% untuk mengetahui isolat jamur mana yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 11 dari 15 isolat jamur tanah hutan (8 isolat) dan tanah pertanian (3 isolat) di kawasan Nusakambangan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan E. coli dan S. aureus. Isolat jamur yang efektif menghambat pertumbuhan E. coli adalah 11 isolat jamur yang ditunjukkan dengan menghasilkan zona hambat berdiameter 7,12 mm-7,83 mm dan untuk menghambat pertumbuhan S. aureus adalah Trichoderma sp. ditunjukkan dengan menghasilkan diameter zona hambat sebesar 10,25 mmThis research was conducted by sampling fungal isolate from the forest and agricultural soil in Nusakambangan area. The fungal were isolated and subcultured. The fungi were cultivated in the PDYB medium to produce the antimicrobial compound and through the extraction process to get the mycelium extract. The result of this research were analyzed using ANOVA 95% for diameter of inhibition zone obtained from fungal mycelium extract and then continued with DMRT with error level 5% to know which fungal isolate that most effective in inhibiting the growth of E. coli and S. aureus. The result of research showed that 11 of 15 fungal isolates of forest soil (8 isolates) and agricultural soil (3 isolates) in Nusakambangan area can significantly affect the growth of E. coli and S. aureus. The effective fungal isolate to inhibit the growth of E. coli was 11 fungal isolates indicated by producing inhibition zone diameter of 7.12 mm-7.83 mm and for inhibit the growth of S. aureus was Trichoderma sp. indicated by producing the inhibition zone diameter of 10.25 mm.
2975133102B1A017021Identifikasi dan Uji Potensi Amilolitik Isolat Jamur Pendegradasi Sampah OrganikSampah organik merupakan sampah yang tersusun dari senyawa organik. Penumpukan sampah organik cukup menjadi masalah serius. Jamur memiliki peran penting untuk mendegradasi sampah organik dalam proses pengomposan. Biodegradasi sampah organik berkaitan erat dengan kemampuan jamur dalam menghidrolisis senyawa amilum. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui isolat jamur pendegradasi amilum yang diperoleh dari sampah organik dan mengetahui potensi amilolitik dari isolat jamur tersebut. Penelitian ini telah dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman pada Maret hingga Agustus 2021.
Sampel sampah dapur yang terdiri atas sisa makanan dan bahan organik lainnya diambil dari rumah penduduk yang terletak di Kelurahan Bancarkembar, Bobosan, Grendeng, Karangwangkal, Pabuaran, Purwanegara, dan Sumampir. Sebanyak empat belas isolat jamur berhasil diisolasi dengan metode pengenceran bertingkat. Tes screening menggunakan medium Starch Agar telah dilakukan untuk mengetahui potensi amilolitik dari seluruh jamur. Hasil menunjukkan terdapat delapan isolat jamur yang berpotensi dalam mendegradasi amilum. Sebanyak enam isolat jamur yang memiliki indeks amilolitik terbaik dengan nilai IE ≥ 1 teridentifikasi sebagai isolat Fusarium sp., Aspergilus sp., dan Penicillium sp. Isolat-isolat tersebut selanjutnya dilakukan pengukuran kadar glukosa medium dengan metode DNS. Berdasarkan uji ANOVA menunjukkan perbedaan isolat jamur berpengaruh signifikan terhadap kadar glukosa dalam medium dan dilanjutkan dengan uji BNT menunjukkan medium dari isolat jamur Fusarium sp. memiliki potensi degradasi amilum yang lebih tinggi daripada Aspergilus sp. dan Penicillium sp. dengan rata-rata kadar glukosa dari medium Fusarium sp. sebanyak 3.568,63 ppm.
compounds. The accumulation of organic waste is a serious problem. Biodegradation of organic waste is closely related to fungi ability to hydrolyze starch. The purpose of this study was to know fungi isolate which hydrolyze starch from organic waste and amylolytic potential of the isolate. This research was done on Maret until Augustus 2021 in Laboratory of Mycology and Phitophatology Biology Faculty of Jenderal Soedirman University.
Kitchen waste sample that consist of food waste and other organic waste taken from homes in Bancarkembar, Bobosan, Grendeng, Karangwangkal, Pabuaran, Purwanegara, and Sumampir village. Fourteen isolate was isolated with serial dilution method. Screening test with Starch Agar medium were used to know amylolytic potential of the isolates. Result showed there were eight isolates which have potential to hydrolyze starch. Six isolates which have higher amylolitic index identified as Fusarium sp., Aspergilus sp., and Penicillium sp. The isolates were measured amount of glucose medium with DNS method. Based on ANOVA test indicated that difference of fungal isolate have sifnificant effect to amount of glucose medium. Furthemore the LSD test showed that Fusarium sp. has higher glucose medium than Aspergillus sp. and Penicillium sp. with a number of glucose medium was 3.568,63 ppm.
2975233103E1A017298TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA ROKOK TIDAK BERLABEL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI TAPAKTUAN NOMOR: 59/Pid.Sus/2019/PN TtnPerlindungan konsumen diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Ridwan Yahya selaku pelaku usaha telah
melanggar hak, kewajiban, perbuatan yang dilarang kepada konsumen terkait
penjualan rokok yang tidak mencantumkan peringatan kesehatan dalam
kemasannya. Pelaku usaha mempunyai kewajiban untuk menjamin mutu barang
dan/atau jasa yang diproduksi dan/atau diperdagangkan berdasarkan ketentuan
yang berlaku terhadap produk yang dijualnya. Pelaku usaha dilarang
memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak
memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan
peraturan perundang-undangan;
Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian yuridis normatif.
Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi
kepustakaan berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang
terkumpul akan dianalisis secara normatif kualititatif
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis mengenai
tanggung jawab hukum pelaku usaha atas memproduksi dan/atau
memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai
dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundangundangan
dan untuk mengkaji dan menganalisis penerapan sanksi hukum terhadap pelaku
usaha yang merugikan konsumen dan perlindungan hukum bagi konsumen dan
pembuktian bahwa Pelaku Usaha tersebut telah melanggar Pasal 8 Ayat (1) Huruf
a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa Terdakwa Ridwan Yahya
terbukti sah dan bersalah karena semua unsur dari Pasal 8 Ayat (1) Huruf a
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Konsumen yang dirugikan dapat menggugat Ridwan Yahya untuk memberikan
ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan atau kerugian konsumen akibat
mengkonsumsi barang dan atau jasa yang dihasilan sesuai ketentuan Pasal 19
Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan
Konsumen.

Kata Kunci: Perlindungan Konsumen, Tanggung Jawab, Pelaku Usaha.
Consumer protection is regulated in Law Number 8 Year
1999 concerning Consumer Protection. Ridwan Yahya as a business actor has
violate the rights, obligations, prohibited actions to related consumers
cigarette sales that do not include health warnings in the
the packaging. Business actors have an obligation to guarantee the quality of goods
and/or services that are produced and/or traded based on the provisions
applicable to the products it sells. Business actors are prohibited
produce and/or trade goods and/or services that are not
meet or not in accordance with the required standards and conditions
laws and regulations;
The research method used in normative juridical research.
The source of the data used is secondary data obtained from the study
bibliography in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials. Data that
collected will be analyzed normatively qualitatively
The purpose of this study is to examine and analyze the
legal responsibility of business actors for producing and/or
trade in goods and/or services that do not meet or do not comply
with the required standards and statutory provisions
and to study and analyze the application of legal sanctions against perpetrators
businesses that harm consumers and legal protection for consumers and
proof that the Business Actor has violated Article 8 Paragraph (1) Letter
a Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
Based on the results of the study showed that the Defendant Ridwan Yahya
proven valid and guilty because all elements of Article 8 Paragraph (1) Letter a
Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
Aggrieved consumers can sue Ridwan Yahya for providing
compensation for damage, pollution, and or consumer losses due to
consume goods and or services produced in accordance with the provisions of Article 19
Paragraph (1) Law Number 8 of 1999 concerning Protection
Consumer.

Keywords: Consumer Protection, Responsibility, Business Actor.
2975333106B1B016019GROWTH AND POLYPHENOLS CONTENT OF KALE IN GROWING MEDIA WITH HUMIC ACID ADDITIONKale (Brassica oleracea) mengandung beberapa nilai gizi seperti: vitamin C, pro vitamin A (karotenoid), dan beberapa senyawa milik polifenol adalah flavonoid yang bermanfaat bagi konsumennya untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Polifenol adalah molekul bioaktif yang memainkan peran penting dalam respon tanaman terhadap iradiasi ultraviolet, dan suhu tinggi. Flavonoid terdiri dari kelompok polifenol yang paling banyak dipelajari. Kelompok ini memiliki struktur dasar umum yang terdiri dari dua cincin aromatik terikat bersama oleh tiga atom karbon yang membentuk heterocycle beroksigen. Untuk mendukung pertumbuhan dan meningkatkan produktivitasnya, budidaya Kale seharusnya dilakukan di media tanam yang baik. Penambahan subtances organik seperti asam humat dalam media tanam telah terbukti meningkatkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan produktivitas di beberapa tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh asam humat pada pertumbuhan varietas tanaman dan kandungan polifenol dan untuk menentukan konsentrasi terbaik asam humat dalam meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol. Metode penelitian saat ini dilakukan secara eksperimental desain yang benar-benar acak dalam metode plot split. Plot utama adalah varietas tanaman dalam 2 tingkat: V1: Kale Nero toscana (Brassica oleracea var. palmifolia), V2: Kale siberian dwarf (Brassica oleracea Var. Sabellica). sedangkan sub plot adalah konsentrasi HA dalam 4 tingkat yaitu 0 g.kg-1, 4 g. kg-1, 8 g. kg-1, dan 12 g. kg-1 dari media tanam, Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah berat segar dan kering. Data ini diperoleh dengan menimbang akar dan tunas; panjang akar, kandungan klorofil, dan kandungan polifenol dalam kale. Data kandungan polifenol diperoleh dengan mengekstraksi bahan tanaman mengikuti metode maserasi kemudian dihitung menggunakan Folin ciochalteau spectrophotometric. Data pertumbuhan tanaman dan kandungan polifenol yang diperoleh dianalisis menggunakan (F test) dengan tingkat deviasi standar 5% dan 1%. Hasil analisis varians yang memiliki perbedaan signifikan, diikuti oleh tes perbedaan yang paling tidak signifikan (LSD). Dan untuk hasilnya adalah pengobatan asam humat meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol Kale Nero (Baoleracea var. Palmifolia) dan kale kerdil Siberia (B. oleracea Var. Sabellica).Kale (Brassica oleracea) contains some nutritional values like: vitamin C, pro vitamin A (carotenoids), and some compound belong to polyphenol are flavonoids that benefit to its consumer for the growth and health of the body. Polyphenols are bioactive molecules which play an essential role in plants response to ultraviolet irradiation, and high temperature. Flavonoids comprise the most studied group of polyphenols. This group has a common basic structure consisting of two aromatic rings bound together by three carbon atoms that form an oxygenated heterocycle. In order to support growth and increase it’s productivity, cultivation of Kale supposed to be done in good planting media. The addition of organic subtances like humic acid in planting media has proven to increase plant growth and increase productivity in several plants. The objectives of this research were to know the influence of the influence of humic acid on the growth of plant varieties and polyphenol content and to determine the best concentration of humic acid in increasing growth and polyphenol content. The current research method was carried out experimentally a completely randomize design in a split plot method. The main plot was plant’s varieties in 2 levels: V1: Kale Nero toscana (Brassica oleracea var. palmifolia), V2: Siberian dwarf Kale (Brassica oleracea Var. Sabellica). while the sub plot was the HA concentrations in 4 levels i.e 0 g.kg-1, 4 g.kg-1, 8 g.kg-1, and 12 g.kg-1 of planting medium, The parameters used in this study are fresh and dry weight. These data were obtained by weighing the roots and shoots; root’s length, chlorophyll content, and polyphenol content in kale. The data of polyphenol content was obtained by extracting the plant material following a maceration method then calculated using the Folin ciochalteau spectrophotometric. The data of plant’s growth and polyphenol content obtained was analyzed using (F test) with standard deviation rate of 5% and 1%. The results of the analysis of variance which has a significant different, followed by the least significant difference test (LSD). And for the result is the treatment of humic acid increase the growth and polyphenol content of Kale Nero (B. oleracea var. Palmifolia) and Siberian dwarf kale (B. oleracea Var. Sabellica).
2975433107F1B114030IMPLEMENTASI RENCANA STRATEGIS DINAS PEMUDA OLAHRAGA BUDAYA DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUMAS
(Studi Kasus Upaya Pengembangan Objek Wisata Taman Hiburan Rakyat Panglima Besar Jendral Soedirman)
ABSTRAK

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi pariwisata yang beragam, untuk memaksimalkan potensi yang ada, Industri pariwisata di Indonesia harus mendapat perhatian khusus baik dari pemerintah pusat, maupun daerah. Seperti halnya pemerintah daerah Kabupaten Banyumas melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Dinporabudpar) telah merancang Rencana Strategis untuk diimplementasikan pada tiap objek wisata yang dikelola pemerintah Kabupaten Banyumas. Taman Hiburan Rakyat Panglima Besar Jendral Soedirman adalah salah satu dari 3 (tiga) taman yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Banyumas. dibandingkan dengan taman yang lain THR Panglima Besar Jendral Soedirman merupakan taman dengan jumlah kunjungan paling sedikit dari taman yang lain. Dilihat dari laporan rekapitulasi pengunjung wisata pada tahun 2013 – 2016 rata-rata THR Panglima Besar Jendral Soedirman memiliki 14.569 pengunjung. Jumlah tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan objek wisata lain sejenis yang dikelola Pemerintah kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi rencana THR Panglima Besar Jendral Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang diarahkan pada latar individu secara holistik (utuh) berupa kata-kata dan gambar. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive dan accidental random sampling. Teknik Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif. Dan validitas data yang akan digunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian implementasi rencana strategis di THR Panglima Besar Jendral Soedirman cukup baik dimana kepatuhan implementor dalam pelaksanaan rencana strategis cukup baik, namun implementor perlu meningkatkan pemahaman terhadap isi dari rencana strategis tersebut. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi implementasi rencana strategis yakni media pemasaran yang kurang baik, kerjasama dengan stakeholder pariwisata yang kurang maksimal, kekurangan sumber daya manusia, dan kurangnya sumber daya fasilitas pada THR Panglima Besar Jendral Soedirman.
ABSTRACT
Indonesia is a country that has diverse tourism potential, to maximize the existing potential, the tourism industry in Indonesia must receive special attention from both the central and regional governments. For example, the local government of Banyumas Regency through the Regional Work Unit (SKPD) of the Youth, Sports, Culture and Tourism Office (Dinporabudpar) has designed a Strategic Plan to be implemented in each tourist attraction managed by the Banyumas Regency government. Taman Hiburan Rakyat Panglima Besar Jendral Soedirman is one of 3 (three) parks managed by the Banyumas Regency government. compared to other parks THR Panglima Besar Jendral Sudirman is the park with the least number of visits from other parks. Judging from the recapitulation report of tourist visitors in 2013 - 2016 the average THR Panglima Besar Jendral Soedirman had 14,569 visitors. This number is very far when compared to other similar tourist attractions managed by the Banyumas district government. This study aims to determine how the implementation of the THR Panglima Besar Jendral Soedirman. This study uses descriptive qualitative methods as research procedures that produce descriptive data directed at the individual background holistically (whole) in the form of words and pictures. The selection of informants used purposive and accidental random sampling techniques. Techniques Data analysis techniques use an interactive analysis model. And the validity of the data that will be used source triangulation technique. The results of the research on the implementation of the strategic plan at the THR Panglima Besar Jendral Soedirman is quite good where the compliance of the implementor in the implementation of the strategic plan is quite good, but the implementor needs to improve understanding of the contents of the strategic plan There are several factors that affect the implementation of the strategic plan, namely poor marketing media, less than optimal cooperation with tourism stakeholders, lack of human resources, and lack of facility resources at the THR Panglima Besar Jendral Soedirman.
2975533117B2A019003Kompetisi Dua Spesies Lebah Madu (Apis cerana dan Apis mellifera) Introduksi pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.)Daerah dengan iklim tropis mengalami ancaman absconding yang menyebabkan koloni lebah penyerbuk meninggalkan sarang karena penurunan kualitas lingkungan .Introduksi lebah penyerbuk dilakukan sebagai upaya meningkatkan diversifikasi yang akan berdampak pada kemampuan lebah penyerbuk merespon perubahan cuaca. Introduksi menimbulkan interaksi berupa kompetisi antar spesies lebah penyerbuk dan berdampak pada hasil penyerbukan. Apis cerana dan Apis mellifera dipilih sebagai agen penyerbuk introduksi karena daya tahan hidup yang tinggi, banyak dikembangkan, sumber pakan beragam, dan ukuran pollen base yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kompetisi yang terjadi antar spesies lebah madu yang diintroduksikan pada tanaman pertanian yang sama (cabai) dan menentukan lebah yang paling cocok untuk diintroduksikan pada tanaman pertanian tersebut. Penelitian dilakukan di desa Serang, Purbalingga dengan metode eksperimental menggunakan empat petakan yang masing-masing berisi 90 tanaman serta menggunakan rancangan acak lengkap. Variabel yang digunakan yaitu variable terikat berupa aktivitas kunjungan serta efektivitas penyerbukan dan variabel bebas berupa dua spesies introduksi dan waktu pengamatan. Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut LSD (p >/< 0,05-0,01), serta uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukan kombinasi lebah introduksi (A. cerana dan A. mellifera) meningkatkan fruit set sebesar 35,05%. Uji ANOVA untuk kompetisi antar spesies serangga penyerbuk menunjukan hasil (p<0,05) berbeda nyata yang berarti terjadi kompetisi dilihat dari aktivitas kunjungan. A. mellifera menjadi serangga penyerbuk yang paling cocok untuk di introduksikan berdasarkan hasil buah yang dihasilkan diantaranya jumlah buah perpohon 34,87 buah, berat buah 6,71 gram, jumlah biji 102,47 biji, diameter buah 1,11 cm, dan panjang buah 15,7 cm.
Areas with tropical climates have an absconding experienced, and causes the colony members of pollinators is leave the nest due to a decrease environmental quality. The introduction of pollinating bees is an effort to increase diversification which will have an impact on the ability of pollinating bees to respond to weather changes. The introduction causes interactions such as competition between pollinating bee species and has an impact on pollination results. Apis cerana and Apis mellifera were chosen as introduced pollinating agents because of their high survival rates, wide range of development, diverse feed sources, and large pollen base size. This study aims to examine how the competition that occurs between honey bee species introduced to the same agricultural crop (chili) and determine the most suitable bee to be introduced to these agricultural crops. The study was conducted in the village of Serang, Purbalingga with an experimental method using four plots containing 90 plants each and using a completely randomized design. The variables used are the dependent variable in the form of visiting activities and the effectiveness of pollination and the independent variable in the form of two introduced species and the time of observation. Data analysis used ANOVA test and LSD further test (p >/< 0.05-0.01), as well as Pearson correlation test. The results showed that the combination of introduced bees (A. cerana and A. mellifera) increased fruit set by 35.05%. The ANOVA test for competition between pollinating insect species showed significantly different results (p<0.05), which means that there was competition in terms of visiting activities. A. mellifera became the most suitable pollinator insect to be introduced based on the fruit produced including the number of fruit per tree 34.87 fruit, fruit weight 6.71 grams, number of seeds 102.47 seeds, fruit diameter 1.11 cm, and fruit length. 15.7 cm.
2975633098K1B017061Analisis Survival Dengan Cox Proportional Hazard Pada Kasus Demam Tifoid RS Mekar Sari Bekasi Tahun 2020Demam Tifoid merupakan penyakit yang menyerang saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang mengkontaminasi makanan. Demam Tifoid dapat dijumpai di seluruh dunia terutama di daerah dengan sanitasi kurang baik. Tahun 2012, demam Tifoid termasuk 10 besar penyakit rawat inap di rumah sakit untuk semua golongan umur di Jawa Barat. Pada penelitian ini, dikaji faktor-faktor yang mempengaruhi lama rawat inap pasien demam Tifoid yang dirawat di rumah sakit, khususnya di RS Mekar Sari Bekasi pada Tahun 2020. Metode yang digunakan adalah regresi Cox proportional hazard. Karena terdapat data kembar (tied data) maka metode estimasi parameter yang digunakan adalah metode partial likelihood Breslow, metode Efron dan metode exact. Setelah itu, dari model-model yang dihasilkan, dipilih satu model terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur, muntah, lidah kotor, hemoglobin dan leukosit berpengaruh terhadap lama rawat inap pasien demam Tifoid di RS Mekar Sari Bekasi Tahun 2020. Pasien dengan umur lebih muda, tidak mengalami muntah, mengalami lidah kotor, kadar hemoglobin normal, dan kadar leukosit normal memiliki lama rawat inap yang lebih cepat. Typhoid fever is a disease that attacks the digestive tract and is caused by the bacteria Salmonella typhi, which is found in contaminated food. Typhoid fever is found all over the world, particularly in areas with poor sanitation. In 2012, Typhoid fever was included in the top ten diseases hospitalized for all age groups in West Java. The factors that influence the length of hospitalization for Typhoid fever patients who are treated in hospitals, especially at Mekar Sari Hospital Bekasi in 2020 be studied in this study.The method used is Cox proportional hazard regression. Because there are tied data, the parameter estimation method use is the partial likelihood Breslow method, Efron method and exact method. After that, from the resulted models, the best one is selected. Age, vomiting, dirty tongue, hemoglobin, and leukocytes were found to affect the length of hospitalization for Typhoid fever patients at Mekar Sari Hospital Bekasi in 2020. Patients who were younger, did not vomit, had a dirty tongue, normal hemoglobin levels, and normal leukocyte levels stayed in the hospital for a shorter period of time.
2975733110A1L014001PERTUMBUHAN DAN FISIOLOGI BEBERAPA VARIETAS PADI PADA GENERASI SALIBU PERTAMA DENGAN APLIKASI PUPUK HAYATI BERBEDA PADA SISTEM TANAM JAJAR LEGOWOPenelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui adanya pengaruh pemberian pupuk hayati terhadap karakter pertumbuhan dan fisiologi beberapa varietas padi salibu generasi pertama pada sistem tanam jajar legowo, 2) mengetahui adanya pengaruh varietas terhadap karakter pertumbuhan dan fisiologi padi salibu generasi pertama pada sistem tanam jajar legowo, (3) mengetahui adanya interaksi pupuk hayati dan varietas terhadap karakter pertumbuhan dan fisiologi beberapa varietas padi salibu generasi pertama, (4) mengetahui adanya korelasi antar karakter pertumbuhan dan fiosiologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret sampai bulan juli 2018 di Desa Karangtengah, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Rancangan yang digunakan adalah petak terbagi dengan dua faktor dan empat kali ulangan. Faktor pertama adalah pupuk hayati yang terdiri atas pupuk hayati Riogen, pupuk hayati Megarizo, dan kontrol. Faktor kedua adalah varietas padi yang terdiri atas Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, dan Logawa. Karakter yang diamati yaitu tinggi tanaman, waktu berbunga, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah, jumlah daun, luas daun, bobot tajuk tanaman, kerapatan stomata, dan jumlah klorofil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pupuk hayati Megarizo dapat meningkatkan panjang malai, (2) kelima varietas dapat dibedakan berdasarkan tinggi tanaman, waktu berbunga, dan jumlah gabah, (3) ada pengaruh pupuk hayati terhadap waktu berbunga, jumlah gabah, dan bobot tajuk bergantung kepada varietas yang digunakan, (4) ada hubungan korelasi yang erat satu arah antara tinggi tanaman dengan bobot tajuk, jumlah anakan produktif dengan luas daun, dan korelasi yang erat berlawanan arah antara tinggi tanaman dengan jumlah daun, tinggi tanaman dengan kerapatan stomata, jumlah gabah dengan bobot tajuk, jumlah gabah dengan jumlah klorofil, dan jumlah daun dengan luas daun.This study aims to 1) determine the effect of giving biofertilizers on the growth and physiological characters of several first-generation cross-rice varieties in the jajar legowo planting system, 2) determine the effect of varieties on the growth and physiology characters of the first generation cross-rice rice in the jajar legowo planting system, (3) knowing the interaction of biological fertilizers and varieties on the growth and physiological characters of several first-generation varieties of cross-rice rice, (4) knowing the correlation between growth and physiological characters. The research was carried out from March to July 2018 in Karangtengah Village, Kemangkon District, Purbalingga Regency. The design used was a split plot with two factors and four replications. The first factor is biological fertilizer which consists of Riogen biofertilizer, Megarizo biofertilizer, and control. The second factor is the rice variety which consists of Inpago Unsoed 1, Inpari 24, Inpari 32, Inpari 43, and Logawa. The observed characters were plant height, flowering time, number of productive tillers, panicle length, number of grain, number of leaves, leaf area, plant crown weight, stomata density, and amount of chlorophyll. The results showed that (1) Megarizo biofertilizer could increase panicle length, (2) the five varieties could be differentiated based on plant height, flowering time, and grain amount, (3) there was an effect of biofertilizer on flowering time, number of grain, and crown weight. depending on the variety used, (4) there was a strong one-way correlation between plant height and crown weight, number of productive tillers and leaf area, and a close correlation in opposite direction between plant height and number of leaves, plant height and stomata density, number of grain with crown weight, number of grain with amount of chlorophyll, and number of leaves with leaf area.
2975833111I1B017069GAMBARAN KECEMASAN ORANG TUA DALAM MEMBIMBING ANAK SEKOLAH DASAR MENJALANI PEMBELAJARAN ONLINE DI SD N II SIDABOWA GAMBARAN KECEMASAN ORANG TUA DALAM MEMBIMBING ANAK SEKOLAH DASAR MENJALANI PEMBELAJARAN ONLINE DI SD N II SIDABOWA
Vera Dwi Aprilia1 , Wahyu Ekowati2 , Meivita Dewi Purnamasari3
Latar Belakang : Penyebaran Covid-19 berdampak bagi dunia pendidikan. Kebijakan yang diambil oleh negara Indonesia yaitu meliburkan seluruh aktivitas pendidikan. Hal tersebut menimbulkan perasaan gelisah, takut dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeidentifikasi gambaran kecemasan orang tua saat membimbing anak sekolah dasar menjalani pembelajaran online saat pandemi Covid-19 di SD N II Sidabowa.
Meotode : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 173 orang tua yang memiliki anak sekolah dasar di SD N II Sidabowa. Penelitian ini menggunakan kuesioner State-Trait Anxiety Inventory. Analisa data menggunakan uji univariat.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden memiliki tingkat kecemasan tinggi 70,5%. Sebagian besar responden berusia 37-48 tahun (78,6%), mayoritas pendidikan SMA (57,2%), yang berperan mendampingi adalah ibu (79,2%), mayoritas memiliki pekerjaan informal (69,4%), mayoritas mengeluarkan biaya untuk membeli paket data sebanyak Rp50.000-100.000/bulan (74,0%), mayoritas durasi 15-30menit (74,0%), mayoritas menggunakan bentuk penugasan mengerjakan soal (95,4%) dan mayoritas dikumpulkan <1minggu (93,6%).
Kesimpulan : Responden memiliki tingkat kecemasan tinggi.
Kata Kunci : Kecemasan, orang tua.
1Mahasiswa Jurusan Keperawatan FIKes Universitas Jenderal Soedirman
2Dosen Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman
DESCRIPTION OF PARENTS' ANXIETY IN HELPING ELEMENTARY
SCHOOL CHILDREN LEARN ONLINE AT SD N II SIDABOWA
Vera Dwi Aprilia1
, Wahyu Ekowati2
, Meivita Dewi Purnamasari3
Background: The impact of the spread of Covid-19 is felt by the world of
education. The policy taken by the Indonesian state is to suspend all educational
activities. This causes feelings of restlessness, fear and anxiety. This study aims to
identify the picture of parental anxiety when guiding elementary school children
through online learning during the Covid-19 pandemic at SD N II Sidabowa.
Method : This research is a quantitative with a cross sectional approach.
Respondents in this study amounted to 173 parents who have elementary school
children in SD N II Sidabowa. This study used a State-Trait Anxiety Inventory
questionnaire. Data analysis using univariate test.
Results: The results showed that most of the respondents had a high anxiety level
of 70.5%. Most of the respondents aged 37-48 years (78.6%), the majority of high
school education (57.2%), who played a role in accompanying were mothers
(79.2%), the majority had informal jobs (69.4%), the majority issued the cost to buy
a data package is IDR 50,000-100,000 / month (74.0%), the majority of the duration
is 15-30 minutes (74.0%), the majority use the form of assignment to do questions
(95.4%) and the majority are collected <1 week ( 93.6%).
Conclusion : Respondents have a high level of anxiety.
Keywords: Anxiety, parents.
1Student of the Department of Nursing, FIKes, Jenderal Soedirman University
2Lecturer of the Department of Nursing, Faculty of Health Sciences, Jenderal
Sudirman University
2975933112E1A017394PERLINDUNGAN HUKUM BAGI TENAGA KERJA ASING
YANG TERKENA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA
SECARA SEPIHAK
(Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 347 K/Pdt.sus PHI/2020)
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan upaya terakhir yang
dilakukan oleh pengusaha kepada pekerja, segala upaya yang dilakukan
pengusaha sebelum melakukan PHK terhadap pekerja harus sesuai dengan
prosedur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
(UU 13/2003) tak terkecuali bagi Tenaga Kerja Asing (TKA). TKA dapat
dipekerjakan di Indonesia dengan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT),
terhadap PKWT tersebut sering terjadi pelanggaran oleh pengusaha yakni PHK
secara sepihak sebelum jangka waktu perjanjian berakhir. Sehingga, tujuan dari
penelitian ini adalah mengetahui dan mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam
mengeluarkan Putusan Nomor 347 K/PDT.SUS-PHI/2020 tentang PHK terhadap
TKA secara sepihak oleh pengusaha dan perlindungan hukum bagi TKA yang
terkena PHK di Indonesia.
Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
yuridis normatif, spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif, sumber
bahan hukum bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder dengan metode
penyajian data adalah deskriptif kualitatif serta metode analisis data menggunakan
kualitiatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pertimbangan hukum
hakim yang menyatakan bahwa pemohon kasasi yaitu pihak pengusaha yang
mengakhiri hubungan kerja sebelum jangka waktu berakhirnya perjanjian kerja
diwajibkan membayar ganti rugi kepada TKA sebesar gaji TKA sampai batas
waktu berakhirnya IMTA tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan di
bidang ketenagakerjaan dan perlindungan hukum bagi TKA yang terkena PHK di
Indonesia berdasarkan Pasal 62 UU 13/2003 serta TKA memiliki hak yang sama
dengan tenaga kerja dalam negeri untuk mengajukan gugatan ke PHI dan
Mahkamah Agung.
Kata kunci : Perlindungan Hukum, Pemutusan Hubungan Kerja, Tenaga Kerja
Asing

Termination of Employment (layoffs) is the last effort made by the company
to workers, all efforts made by the company before laying off workers must be in
accordance with the procedures in Law No. 13 of 2013 on Manpower (Law
13/2003) is no exception for foreign workers. Foreign workers can be employed in
Indonesia with a Certain Time Work Agreement, against the Certain Time Work
Agreement there is often a violation by the company, namely layoffs unilaterally
before the term of the agreement expires. Therefore, the purpose of this study is to
find out and review the legal considerations of judges in issuing Decree No. 347 K
/ PDT. SUS-PHI/2020 on layoffs against foreign workers unilaterally by
employers and legal protection for foreign workers affected by layoffs in
Indonesia.
The approach method used in this study is a normative juridical method, the
research specification used is descriptive, the source of legal materials of primary
legal materials and secondary legal materials with data presentation method is
qualitative descriptive as well as data analysis methods using qualitative.
Based on the results of the research shows that the legal consideration of
the judge who states that the applicant of cassation is the employer who ended the
employment relationship before the period of expiration of the employment
agreement is obliged to pay compensation to foreign workers in the amount of
foreign workers salary until the deadline of expiration of IMTA not in accordance
with with the laws and regulations in the field of employment and legal protection
for foreign workers affected by layoffs in Indonesia under Article 62 of Law
13/2003 and foreign workers has the same rights as domestic workers to file a
lawsuit to PHI and the Supreme Court.
Keywords: Legal Protection, Termination of Employment, Foreign Workers
2976033116H1C016024ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN DAN POTENSI SERPIH FORMASI KERUH DAERAH KUANTAN SINGINGI, PROVINSI RIAU, CEKUNGAN SUMATERA TENGAH Daerah penelitian terletak di Sub-cekungan Kuantan Singingi diperkirakan berbentuk cekungan memanjang dan sempit. Secara stratigrafis termasuk kedalam Formasi Keruh yang tersingkap disebelah barat daerah Kuantan Singingi, tepi Barat Laut Cekungan Sumatera Tengah. Berdasarkan hasil analisis stratigrafi dan Petrologi Organik dengan metode Tissue Preservation Index (TPI) dan Gelification Index (GI) terdapat tiga sikulus pengendapan, yaitu; Fasies Alluvial, Fasies Fluvial, Fasies Delta bagian atas dan bagian bawah. Penelitian ini difokuskan pada serpih Formasi Keruh yang dianggap berpotensi sebagai oil shale dan gas shale pada formasi keruh Eosen – Oligosen, dengan menggunakan data Total Organic Carbon (TOC), Potential Yield (PY) untuk kuantitas dan data Hidrogen Index (HI), Termal Maturity (Tmax) dan Vitrinit Reflectance (Ro) kualitas material organik dan tipe kerogen. Pada daerah Barat Laut lokasi penelitian (Manunggal, Nusariau, dan Makarya) memiliki batuan yang berpotensi sebagai oil shale, gas shale, oil & gas shale. Sedangkan pada daerah Tenggara daerah penelitian (PerkebunanTBS dan Sitiung) memiliki batuan yang berpotensi sebagai oil shale saja. Dari data analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) tingkat diagenesis batuan sumber hidrokarbon Formasi Keruh termasuk kedalam tingkat diagenesis kelompok II atau setara dengan Mesogenetik matang A. Diagenesis tingkat ini diakibatkan oleh timbunan dengan kedalaman sampai dengan ≤ 3000 m, dan menghasilkan temperatur purba sampai dengan ≤ 900CThe research area is located in the Kuantan Singingi sub-basin and is thought to be in the form of an elongated and narrow basin. Stratigraphically, it is included in the Keruh Formation which is exposed to the west of the Kuantan Singingi area, the northwestern edge of the Central Sumatra Basin. Based on the result of stratigraphic analysis and organic petrology using the Tissue Preservation Index (TPI) and Gelification Index (GI)methods. There are three depositional cycles; Alluvial facies, fluvial facies, upper and lower delta facies. This research focused on shale in the Keruh Formation which is considered to have potential as oil shale and gas shale in the Eocene – Oligocene, using Total Organic Carbon (TOC), Potential Yield (PY)data for the quantity, and Hydrogen Index (HI), Termal Maturity (Tmax) and Vitrinite Reflectance (Ro) for quality of organic material and kerogen type. In the Northwest area, the research locations (Manunggal, Nusariau, and Makarya) have rocks potency oil shale, shale gas, oil & gas shale. Whereas the Southeast area (Park. TBS and Sitiung) have rocks that have the potential to be only oil shale. From SEM data analysis, the diagenetic stage of the hydrocarbon source rock of Keruh Formation is included in Mudrock Stage II which is equivalent to a Mesogenetics mature “A”. This diagenetic process was due to the burial history with the depth of up to ≤ 3000 m, and paleotemperature up to ≤ 90 0C