Artikelilmiahs

Menampilkan 29.701-29.720 dari 50.086 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2970133048J1A016064The Translation Techniques and Readability of Medical Terms in The Good Doctor Season 1 (2017) Television SeriesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penerjemahan dan tingkat keterbacaan pada penerjemahan istilah medis dalam serial televisi The Good Doctor Season 1 (2017). Analisis ini dilakukan dengan menggunakan teori teknik penerjemahan oleh Molina dan Albir (2002) dan teori Translation Quality Assessment (TQA) by Nababan, Nuraeni, dan Sumardiono (2012). Data dari penelitian ini adalah 200 istilah-istilah medis baik dalam bahasa Inggris dan Indonesia dari 18 episode serial televisi The Good Doctor Season 1 (2017). Dalam melakukan analisis ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif dan total sampling. Hasil dari kuesioner yang dibagikan kepada tujuh responden juga menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada 11 teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah. Terdapat enam teknik tunggal dan lima teknik kombinasi yang terdiri dari borrowing (69%), established equivalence (12%), amplification (8.5%), established equivalence + borrowing (pure) (2%), amplification + borrowing (pure) (2%), reduction (1.5%), reduction + borrowing (naturalized) (1.5%), naturalized borrowing + pure borrowing (1.5%), generalization (1%), particularization (0.5%), dan reduction + borrowing (naturalized) (0.5%). Teknik yang paling sering digunakan adalah borrowing. Teknik tersebut diterapkan pada 138 data dan banyak digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan penyakit yang diderita oleh pasien sedangkan teknik yang paling sedikit digunakan adalah teknik paericularization dan teknik reduction + borrowing (pure) yang diterapkan pada 1 datum untuk setiap teknik dan digunakan oleh penerjemah untuk menerjemahkan kata sifat untuk bagian-bagian tubuh manusia. Selain itu, tingkat keterbacaan data didominasi oleh keterbacaan sedang yang memiliki total 54% istilah medis, dan 46% data termasuk dalam keterbacaan tinggi. Dengan demikian, terjemahan istilah kedokteran pada umumnya dapat dipahami oleh pembaca, namun ada bagian terjemahan yang perlu dibaca lebih lanjut. Teknik borrowing sebagai teknik mayoritas memiliki tingkat keterbacaan sedang karena beberapa hasil terjemahan istilah medis kurang umum digunakan oleh para pembaca sehingga untuk memahami arti istilah medis tersebut, pembaca harus membacanya beberapa kali.This study aims to analyze translation techniques and the readability level of translation of medical terms in The Good Doctor Season 1 (2017) Television Series. The analysis is conducted using a theory of translation technique by Molina and Albir (2002) and a theory of Translation Quality Assessment (TQA) by Nababan, Nuraeni, and Sumardiono (2012). The data of this research are 200 medical terms both in English and Indonesian from 18 episodes of The Good Doctor Season 1 (2017) Television Series. In doing this analysis, the researcher used descriptive qualitative methods and total sampling. The results of the questionnaires distributed to seven respondents were also taken into consideration in conducting this research. The results of this study indicate that there are 11 translation techniques used by translators. There are six single techniques and five combination techniques consisting of borrowing (69%), established equivalence (12%), amplification (8.5%), established equivalence + borrowing (pure) (2%), amplification + borrowing (pure) ( 2%), reduction (1.5%), reduction + borrowing (naturalized) (1.5%), naturalized borrowing + pure borrowing (1.5%), generalization (1%), particularization (0.5%), and reduction + borrowing (naturalized) (0.5%). The technique that is mostly used is borrowing. The technique was applied to 138 data and was widely used by translators to translate the disease suffered by the patient while the least used techniques were the particularization technique and the reduction + borrowing (pure) technique which was applied to 1 datum for each technique and used by translator to translate adjectives for parts of the human body. Moreover, the readability level of data is predominantly medium readable which has a total of 54% of medical terms, and 46% of the data belong to high readable. Thus, the translation of medical terms is generally can be understood by the readers, but there is part of the translation that needs to be read more. Borrowing technique as majority technique has a medium readability level because some of the results of the translation of medical terms are not commonly used by readers so that to understand the meaning of these medical terms, readers have to read them several times.
2970233049B1A017106Pengaruh Ketinggian Tempat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanam Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.)Cabai rawit merupakan salah satu tanaman holtikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penanaman cabai rawit harus memperhatikan kondisi lingkungan. Kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi cabai rawit. Salah satu pertumbuhan tanaman cabai rawit dipengaruhi oleh ketinggian tempat yang berbeda. Ketinggian tempat menyebabkan perbedaan kondisi iklim seperti temperatur, kelembaban, dan intensitas cahaya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh ketinggian berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanam cabai rawit, serta untuk menentukan ketinggian tempat yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil cabai rawit. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilaksanakan di tiga lokasi ketinggian tempat yang berbeda yaitu Sumampir, Kabupaten Banyumas (±100 m dpl), Sumbang, Kabupaten Banyumas (±500 m dpl), dan Serang, Kabupaten Purbalingga (±1.000 m dpl). Variabel yang digunakan terdiri atas ketinggian tempat sebagai variabel bebas dan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit sebagai variabel terikat. Data hasil penelitian, kemudian dianalisis dengan Analisis Varian ANOVA pada taraf uji 95% dan 99%. Jika hasil ANOVA menunjukkan berbeda nyata, maka dilakukan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) dengan taraf uji 5%. Untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan dengan pertumbuhan dan hasil tanam dilakukan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanam. Ketinggian tempat yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman yaitu pada ketinggian 100 m dpl dan 500 m dpl. Ketinggian tempat untuk memperoleh hasil tanam yang terbaik pada ketinggian 500 m dpl. Hubungan ketinggian tempat dengan pertumbuhan dan hasil tanam menunjukkan bahwa semakin tinggi ketinggian tempat, akan menurunkan pertumbuhan dan hasil tanam. Kata kunci: Cabai rawit, Ketinggian Tempat, PertumbuhanCayenne pepper is a horticultural crop that has high economic value. Cayenne pepper planting must pay attention to environmental conditions. Environmental conditions greatly affect the growth and production of cayenne pepper. One of the growth of cayenne pepper plants is influenced by different altitudes. The altitude causes differences in climatic conditions such as temperature, humidity, and light intensity. The purposes of the study was to determine the effect of different altitudes on the growth and yield of cayenne pepper, as well as to determine the best altitude for the growth and yield of cayenne pepper. The study was conducted using a completely randomized design (CRD). The study was conducted at three different altitudes, namely Sumampir, Banyumas Regency (±100 m asl), Sumbang, Banyumas Regency (±500 m asl), and Serang, Purbalingga Regency (±1,000 m asl). The variables used consisted of altitude as the independent variable and growth and yield of cayenne pepper as the dependent variable. The research data were then analyzed by ANOVA Analysis of Variance at the 95% and 99% test levels. If the ANOVA results showed a significant difference, then an honest significant difference test (BNJ) with a test level of 5% was employed. To determine the relationship between environmental conditions with growth and crop yields, regression analysis was carried out. The results showed that altitude affected plant growth and crop yields. The best altitude for plant growth is at an altitude of 100 m above sea level and 500 m asl. The best altitude for planting cayenne pepper is 500 m asl. The relationship between altitude and plant growth and yield shows that the higher the altitude, the lower the growth and yield of crops. Keywords: Altitude, Cayenne pepper, Growth
2970333052A1F017045PENGARUH VARIASI pH PELARUT DAN SUHU EKSTRAKSI TERHADAP WARNA EKSTRAK BIJI KESUMBA SERTA POTENSINYA DALAM MENGHAMBAT Bacillus subtilisTanaman kesumba (Bixa orellana L.) adalah tanaman belukar tropis yang menghasilkan biji berwarna merah. Lapisan luar dari biji kesumba mengandung kondimen warna merah-orange yang disebut dengan annatto. Biji kesumba memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami pada makanan yang aman karena mengandung senyawa karotenoid bixin dan norbixin. Ekstraksi biji kesumba menggunakan pelarut akuades dengan perlakuan variasi pH pelarut dan suhu ekstraksi berpotensi untuk menghasilkan pewarna alami yang cukup bagus, akan tetapi potensi antibakteri ekstrak biji kesumba belum diketahui terutama aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis. Penelitian ini mengkaji mengenai pengaruh pH pelarut, suhu ekstraksi maupun interaksi pH pelarut dengan suhu ekstraksi terhadap potensi pewarna alami dan aktivitas antibakteri ekstrak biji kesumba yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan dan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti yaitu pH pelarut (P) meliputi pH 4 (P1), pH 7 (P2), dan pH 9 (P3); suhu ekstraksi (S) meliputi suhu 70˚C (S1), suhu 80˚C (S2), dan suhu 90˚C (S3). Ekstraksi dilakukan secara maserasi selama 10 menit dengan kecepatan pengadukan 2000 rpm. Pengujian varibel warna menggunakan metode absorbansi pada rentang panjang gelombang 400-800 nm. Pengujian variabel antibakteri menggunakan 3 metode, yaitu metode difusi sumuran, TPC (Total Plate Count) dan MIC (Minimum Inhibitory Concentration). Bakteri patogen yang digunakan yaitu Bacillus subtilis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik ekstrak biji kesumba dengan pelarut akuades pada variasi pH pelarut dan suhu ekstraksi adalah sampel P2S2 (pH 7, suhu 80˚C). Hasil perlakuan tersebut meliputi nilai absorbansi tertinggi yaitu 1,051, aktivitas antibakteri terhadap B.subtilis dengan diameter zona hambat sebesar 5,17 mm (kekuatan hambat sedang), MIC pada konsentrasi 20% dan nilai TPC terendah pada konsentrasi 30% sebesar 6,345 cfu/ml.Kesumba plant (Bixa orellana L.) is a tropical plant that produced red seeds. The outer layer of the red seed contains condiment with the color is red-orange which is called annatto. Kesumba seed has a good potency as a natural safe dye for food because it contains carotenoid bixin and norbixin. Kesumba seed extraction using aquadest solvent which is treated with various pH solvents and extraction temperature is potential to produce good natural dye, but the antibacterial kesumba seed is not known yet especially antibacterial activity towards Bacillus subtilis. This research finds the influence of ph solvent, extraction temperature, as well as the interaction between ph solvent and extraction temperature toward natural dye potency and the activity production of antibacterial kesumba seed extraction. This research used an experimental method with a randomized block design of 9 treatment combinations and 3 repetitions. The experimented factors were pH solvent (P) included pH 4 (P1), pH 7 (P2), and pH 9 (P3); extraction temperature (S) included 70°C (S1), 80°C (S2), and 90°C (s3). Extraction was carried out by maceration for 10 minutes with a mixing speed of 2000 rpm. The color potential of the extract was measured using absorbent methods in the length of phase 400-800 nm. The potential of the extract as antibacterial was tested by looking at its ability to inhibit pathogenic bacteria using the well method to measure the inhibition zone, TPC (total plate count), and MIC (minimum inhibitory concentration). The pathogenic bacteria used were Bacillus subtilis (Gram positive bacteria). Research result show that the best treatment in kesumba seed extraction with aquades solvent was the P2S2 sample (ph 7, 80°C). The result was the highest absorbance which was 1,051, antibacterial activity towards B.subtilis in diameter blocked zone 5,17 mm (medium blocked power), MIC in 20% concentration, and the lowest TPC in 30% which was 6,345 log cfu/ml.
2970433054H1C016023STUDI GEOLOGI DAN ANALISIS DISTRIBUSI SEDIMEN BAWAH PERMUKAAN DASAR LAUT TERHADAP KEBERADAAN POTENSI ENDAPAN MINERAL PLASER DI PERAIRAN TANJUNG BERIKAT BAGIAN UTARA DAN SEKITARNYA PROVINSI BANGKA BELITUNGDaerah penelitian berada di perairan Tanjung Berikat bagian Utara, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, Indonesia. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi bawah permukaan serta potensi endapan mineral plaser yang terakumulasi pada lembah purba di daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah menggunakan analisis seismik saluran tunggal (Single Channel) serta melakukan kajian pustaka terkait daerah penelitian. Morfologi daerah penelitian berupa continental shelf dengan daerah bagian tenggara membentuk lembah. Stratigrafi daerah penelitian melihat dari pola reflektor dan kesebandingan dengan peta geologi regional lembar Bangka Selatan daerah penelitian terdapat 3 formasi yaitu alluvium, Formasi Ranggam, dan Intrusi Granit Klabat. Berdasarkan pola reflektor seismik daerah penelitian terbagi menjadi 4 garis horison dengan 3 lapisan yaitu lapisan Unit 1, Unit 2 dan Unit 3. Periode tektonik yang panjang sejak zaman Permian mengakibatkan daerah penelitian mengalami kestabilan sehingga pada pola reflektor seismik tidak menunjukkan adanya struktur geologi. Dari data pola reflektor seismik pada perlapisan unit 3 memiliki indikasi sebagai lembah purba dan sebagai tempat terakumulasinya endapan mineral plaser serta pola aliran purba yang terbentuk memiliki arah barat – timur dengan daerah limpahan atau daerah hilir ialah pada daerah timur laut – tenggara. Sehingga diketahui bahwa lapisan unit 3 memiliki potensi yang besar dalam terakumulasinya mineral plaser pada daerah penelitian.The research area is in the waters of North Tanjung Berikat, Central Bangka Regency, Bangka Belitung Province, Indonesia. The research was conducted to find out the subsurface geological conditions as well as the potential deposits of placer minerals accumulating in ancient valleys in research areas. The method used in research is to use reflection seismic analysis as well as to conduct a study of research areas related to libraries. The morphology of the research area is in the form of a continental shelf with the southeastern area forming a valley. Stratigraphy of research areas looks from reflector patterns and in comparison to regional geological maps of South Rare sheets of research areas, there are 3 formations namely alluvium, Ranggam Formation, and Klabat Granite Intrusion. Based on the seismic single-channel pattern the research area is divided into 4 horizontal lines with 3 layers namely Unit 1, Unit 2, and Unit 3 layers. The long tectonic period since the Permian age resulted in research areas experiencing stability so that in seismic reflector patterns it showed no geological structure. The seismic reflector pattern data on unit 3 layering has indications as an ancient valley and a place of accumulation of placer mineral deposits and ancient flow patterns formed to have a west-east direction with a runoff area or downstream area is in the northeastern–southeast regions. So it is known that the unit 3 layer has great potential in accumulating the placer minerals in the research area.
2970533055C1H015043DETERMINING THE OPTIMAL DISTRIBUTION ROUTE IN MINIMIZING TRANSPORTATION COSTS USING SAVING MATRIX METHODS Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu apakah metode saving matrix dapat meminimalkan jarak dan biaya distribusi dan dalam menentukan rute, metode manakah yang dapat meminimalkan biaya distribusi yang paling optimal, nearest insert, farthest insert atau nearest neighbor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Saving matrix. Diakhir penelitian, author membandingkan metode manakah yang dapat menghasilkan biaya distribusi yang paling optimal. Penelitian ini dilakukan di Surat kabar harian Radar Tasikmalaya yang mana merupakan salah satu surat kabar terbesar di Priangan Timur yang mencakup 6 kota yaitu Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, Banjar, Pangandaran dan Ciamis.
Dari hasil yang ditunjukkan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode saving matrix dapat meminimalkan jarak dan biaya distribusi. Rute distribusi yang diusulkan menghasilkan dua rute dengan jarak tempuh sebesar 76,77% dan penghematan bahan bakar sebesar 45,14%. Setelah dianalisa menggunakan saving matrix, menghasilkan dua rute terbaik dengan total jarak 429,7 km, yang sebelumnya 1849 km. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan nearest insert pada rute 1 dapat meminimalkan biaya distribusi dan membuat jarak lebih efisien. Dan juga untuk rute 2, pendekatan nearest insert dan nearest neighbor lebih optimal dan efisien dalam jarak.
The purpose of this study is to find out whether the matrix saving method can perform distance and distribution costs and, in determining the route, which method can generate the most optimal distribution costs, closest insert, farthest insert or nearest neighbour. The method used in this study uses the Saving matrix. At the end of the study, the authors compare which can produce the most optimal distribution costs. This research was conducted in the daily newspaper Radar Tasikmalaya, one of the largest newspapers in East Priangan, covering six cities, namely Kota Tasikmalaya , Kabupaten Tasikmalaya, and Kabupaten Garut, Banjar, Pangandaran and Ciamis.
From the results shown in this study, it can be said that the application of the matrix-saving method can be distance and distribution costs. The proposed distribution route produces two routes with a mileage of 76.77% and fuel savings of 45.14%. After being analyzed using a saving matrix, the two best routes with a total distance of 429.7 km, which was previously 1849 km. Research shows that the nearest insert approach on route 1 can be used for distribution costs and make distances more efficient. Moreover, for route 2, the nearest insert approach and nearest neighbour are more optimal and efficient in the distance.
2970633056A1D116067KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI (Coffea sp.) BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI KECAMATAN PULOSARI, KABUPATEN PEMALANGPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kelas kesesuaian untuk lahan tanaman kopi berdasarkan ketinggian tempat di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, (2) mengetahui senjang hasil tanaman kopi di Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari-Maret 2021. Analisis satuan lahan dilakukan dengan metode spasial, dimana satuan peta tanah pada tahun 2013 dikelompokkan kembali menjadi beberapa satuan lahan berdasarkan kesamaan lereng, ketinggian dan penggunaan lahan, sehingga dihaluskan 12 satuan tanah. Pada setiap satuan tanah yang tersebar sampel diambil di tiga titik pengamatan sampel tanah terganggu 0-30 cm dan sampel tanah tidak terganggu 30-60 cm kemudian dicampurkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa di lahan pertanian Kecamatan Pulosari terdapat satuan tanah yang sesuai marginal (S3) untuk budidaya tanaman kopi Arabika dan Robusta dengan faktor pembatas yaitu temperatur, curah hujan, pH, kejenuhan basa, K2O dan kelerengan. Terdapat satuan tanah yang tidak sesuai untuk tanaman kopi Arabika dan Robusta dengan faktor pembatas temperatur dan kelerengan. Senjang hasil kopi menunjukan adanya rentan pada yang mengarah pada potensi produksi pada tanaman kopi arabika, sedangkan pada kopi robusta produksi aktual yang ada lebih tinggi dari nilai harapan potensi klonnya.

Kata kunci: Kopi, Kesesuaian Lahan Aktual, Kesesuaian Lahan Poensial, Senjang Hasil, Potensi Produksi
This study aims to: (1) determine the suitability class for coffee plantations based on altitude in Pulosari District, Pemalang Regency, (2) find out the gap in coffee yields in Pulosari District, Pemalang Regency. The research was carried out from January to March 2021. Land unit analysis was carried out using the spatial method, where the land map units in 2013 were regrouped into several land units based on the similarity of slopes, elevations and land use, so that 12 soil units were smoothed. In each soil unit spread out, samples were taken at three observation points, 0-30 cm disturbed soil samples and 30-60 cm undisturbed soil samples were then mixed. The results showed that in the District of agricultural land Pulosari contained unit suitable land is marginal (S3) for the cultivation of Arabica and Robusta coffee with limiting factors, namely temperature, rainfall, pH, base saturation, K2O and slope. There are soil units that are not suitable for Arabica and Robusta coffee plants with temperature and slope limiting factors. The gap in coffee yields shows that there is a vulnerability that leads to production potential in Arabica coffee plants, while in Robusta coffee the actual production is higher than the expected value of potential clones.
Keywords: Coffee, Actual Land Suitability, Potential Land Suitability, Yield Gap, Production Potential
2970733057A1F017005SIFAT FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK SELAI DARI POMACE (AMPAS) JERUK DENGAN PENSUBSTITUSI BERUPA BUAH DAN SAYURPemanfaatan limbah dalam industri pengolahan buah jeruk relatif belum bernilai ekonomi tinggi, tetapi mempunyai prospek industri meskipun menggunakan teknologi yang relatif sederhana. Pomace jeruk merupakan limbah olahan pada pengolahan jeruk, dan solusi yang dapat dilakukan ialah dengan memanfaatkan pomace jeruk menjadi produk selai, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis bahan pensubstitusi serta proporsi pomace dengan bahan pensubstitusi yang digunakan terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik selai pomace jeruk. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diamati terdiri dari dua faktor, Jenis Bahan Pensubstitusi (J) yaitu J1 (Labu siam), J2 (Pepaya), J3 (Labu kuning), serta Proporsi Pomace dengan Bahan Pensubstitusi (P) yaitu P1 (80:20), P2 (65:35), P3 (50:50), dan P4 (35:65), variabel yang diuji pada penelitian ini yaitu TPT, kadar air, pH, gula reduksi, vitamin C, warna, aroma, flavor, daya oles, dan kesukaan, serta untuk perlakuan terbaik dilakukan analisis beta karoten. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik yaitu J1P4 (jenis bahan pensubstitusi labu siam dengan proporsi pomace dengan bahan pensubstitusi 35:65) yang memiliki karakteristik TPT sebesar 70,67ºBrix, kadar air 29,36%, pH 3,45, Gula reduksi 30,80%, vitamin C 14,08 mg/100g, beta karoten 595,77005 µg/100g, dan hasil uji organoleptik yaitu warna kuning (1,12), flavor agak enak (3,88), daya oles mudah dioles (4,24), kesukaan agak suka (3,72), dan aroma agak kuat (3,6).The utilization of waste in orange fruit processing industry is relatively low economic value, but it has industrial prospects. Orange pomace is a processed waste in citrus processing, and the solution that can be done is to use orange pomace into jam products. This study aims to determine the effect of the type of substitution material and the proportion of pomace and substituted ingredients used on the physicochemical and organoleptic properties of orange pomace jam. This study used a Randomized Block Design (RBD). The observed factors consisted of two factors, the type of substitute material (J) named J1 (Chayote), J2 (Papaya), J3 (Yellow Pumpkin), and the Proportion of pomace and substituting materials (P), named P1(80 :20), P2(65:35), P3(50:50), and P4(35:65), the variables tested in this study were TSS, water content, pH, reducing sugar, vitamin C, color, aroma, flavor, spreadability, and preference, as well as for the best treatment, beta carotene analysis was performed. The results showed that the best combination of treatment is J1P4 (the type of chayote substitute with the proportion of pomace with substitution material 35:65) which has the characteristics of TSS 70.67ºBrix, a moisture content 29.36%, pH 3.45, reducing sugar 30.80%, vitamin C 14.08 mg/100g, beta carotene 595.77005 µg/100g, and the results of the organoleptic test are yellow color (1.12), slightly good flavor (3.88), easy to smear (4.24), moderate liking (3.72), and slightly strong aroma (3.6).
2970833058K1A017060ELEKTROLISIS SENYAWA ORGANIK DALAM LIMBAH CAIR INDUSTRI TEMPE MENGGUNAKAN ELEKTRODA PbO2/Pb DENGAN RANGKAIAN SERI Limbah cair industri tempe memiliki nilai BOD dan COD yang tinggi, apabila dibuang ke badan perairan akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan menurunkan kualitas air. Oleh karena itu, perlu dilakukan penurunan nilai BOD dan COD limbah cair tempe sebelum dibuang ke badan perairan. Penurunan nilai BOD dan COD limbah cair industri tempe dapat dilakukan menggunakan metode elektrokimia. Elektrokimia merupakan salah satu metode pengolahan limbah cair yang mudah dilakukan dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh voltase, arus dan waktu elektrolisis terhadap penurunan nilai BOD dan COD limbah cair industri tempe menggunakan anoda PbO2 dan katoda Pb. Analisis sampel setelah elektrolisis menggunakan metode Winkler untuk analisis BOD dan metode titrasi Iodometri untuk analisis COD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan terbesar nilai BOD dan COD terjadi pada voltase 12 V, arus 10 A, pada waktu 180 menit, persentase penurunan BOD dan COD mencapai 100%.Tempe industrial wastewater has high BOD and COD level, if the waste is discharged directly into the water body, it can cause an environmental pollution and reduce air quality. Therefore, it is necessary to reduce the BOD and COD values of tempe industrial wastewater before discharge into the water body. Decreasing of BOD and COD values can be carried out using an electrochemical method. Electrochemical is one of the methods of wastewater treatment that is easy to do and effective. The purpose of the research was to determine the effect of voltage, current and time to decrease the BOD and COD values of tempe industrial wastewater using PbO2 as anode and Pb as cathode. Analysis of the sample after electrolysis used Winkler method for BOD analysis and Iodometric titration method for COD analysis. The results of the research showed that the largest decrease BOD and COD values occurred at voltage of 12 Volt, a current of 10 A, and electrolysis time of 180 minutes, the persentage of BOD and COD reduction reached 100%
2970933059J1D017021TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO
DI SIDANG MAJELIS UMUM KE-75 PBB DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBELAJARAN PIDATO PERSUASIF KELAS IX
Penelitian berjudul “Tindak Tutur Ilokusi dalam Pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB dan Relevansinya dengan Pembelajaran Pidato Persuasif Kelas IX” bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan jenis tindak tutur ilokusi, dan (2) Mendeskripsikan fungsi tindak tutur ilokusi yang terdapat dalam pidato Presiden Joko Widodo di Sidang Majelis Umum ke-75 PBB. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan penutur yang diduga mengandung jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi. Pada metode pengumpulan data, peneliti menggunakan metode simak dengan teknik sadap dan teknik simak bebas libat cakap. Lalu, untuk metode analisis data, peneliti menggunakan metode padan dengan teknik pilah unsur penentu dan teknik hubung banding. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 9 data berupa jenis ilokusi dan 4 dari 9 data tersebut juga ditemukan fungsi ilokusi. Jenis ilokusi dalam data tersebut terdiri dari 3 ekspresif (berbelasungkawa, menyayangkan, dan berterima kasih), 3 direktif (memohon, memerintah, mengajak), 2 komisif (berjanji), dan 1 asertif (menyatakan). Lalu, fungsi ilokusi yang ditemukan terdiri dari 2 fungsi menyenangkan, 1 fungsi kompetitif, dan 1 fungsi bekerja sama. Selain itu, hasil penelitian tersebut dapat digunakan sebagai bahan ajar teks pidato persuasif K.D. 3.3 yakni mengidentifikasi gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dalam pidato persuasif tentang permasalahan aktual yang didengar dan dibaca.The research entitled "Illocutionary Speech Actions in President Joko Widodo's Speech at the 75th UN General Assembly and Their Relevance to Persuasive Speech Learning in Class IX" aims to (1)Describe types of illocutionary speech acts, and (2)Describe functions of illocutionary speech acts in the President Joko Widodo’s speech at the 75th UN General Assembly. The form of this research is qualitative descriptive with transcripts of President Jokowi’s speech which contains the types and functions of illocutionary speech acts as a data. On the data collection method, researches used the observation method with tapping technique and proficient free listening technique. Then for data analysis method, researches use equivalent method with the determining element sorting technique and appeal linking technique. Based on the results of the analysis, it was found that 9 data were in the form of illocutionary types and 4 of the 9 data had an illocutionary function. The types of illocution in the data consist of 3 expressives (condolences, regrets, and thanks), 3 directives (begging, ordering, inviting), 2 commissive (promising), and 1 assertive (stating). Then, the illocutionary function found consists of 2 convivial functions, 1 competitive function, and 1 collaborative function. In addition, the results of the research can be used as teaching materials for K.D. 3.3, Identify mind, viewpoint, directions or messages in a persuasive speech about the actual problem that is be heard and read.
2971033060C1A017098FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN PRODUK
PAKAIAN JADI MELALUI ONLINE
(Studi Kasus pada Mahasiswi Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan FEB
Unsoed Angkatan 2017)
Internet membawa perubahan dan kemudahan di segala aspek kehidupan,
salah satunya dalam kegiatan jual beli. Internet dapat mempermudah kebutuhan
sehingga mendorong masyarakat untuk beralih dari sistem tradisional menjadi online.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menganalisis pengaruh harga, harga barang sejenis di toko offline, pendapatan (uang
saku), dan kemudahan transaksi terhadap permintaan produk pakaian jadi pada
mahasiswi IESP FEB Unsoed angkatan 2017. Variabel yang digunakan dalam
penelitian ini adalah harga, harga barang sejenis di toko offline, pendapatan (uang
saku), dan kemudahan transaksi. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis regresi
linier berganda dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner
dalam bentuk google form. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa : (1) Harga
berpengaruh negatif terhadap permintaan produk pakaian jadi melalui online pada
mahasiswi IESP FEB Unsoed 2017, (2) harga barang sejenis di toko offline
berpengaruh positif terhadap permintaan produk pakaian jadi melalui online pada
mahasiswi IESP FEB Unsoed 2017, (3) pendapatan (uang saku) berpengaruh positif
terhadap permintaan produk pakaian jadi melalui online pada mahasiswi IESP FEB
Unsoed 2017, (4) Kemudahan transaksi berpengaruh positif terhadap permintaan
produk pakaian jadi melalui online pada mahasiswi IESP FEB Unsoed 2017
The internet brings change and convenience in all aspects of life, one of which
is in buying and selling activities. The internet can facilitate needs so as to encourage
people to switch from traditional systems to online. This study uses quantitative
methods. The purpose of this study was to analyze the effect of price, the price of similar
goods in offline stores, income (pocket money), and ease of transactions on the demand
for apparel products in IESP FEB Unsoed students class 2017. The variables used in
this study were price, price of similar goods. in offline stores, income (pocket money),
and ease of transactions. The analytical method used is multiple linear regression
analysis using primary data collected through a questionnaire in the form of google
form.
Based on the results of the study it was found that: (1) Price had a negative
effect on demand for apparel products online on IESP FEB Unsoed 2017 students, (2)
prices of similar goods in offline stores had a positive effect on demand for apparel
products online on IESP FEB Unsoed 2017 students. , (3) income (pocket money) has
a positive effect on online demand for apparel products for IESP FEB Unsoed 2017
students, (4) transaction convenience has a positive effect on online demand for
apparel products for IESP FEB Unsoed 2017 students.
2971133069A1F017001Karakteristik Antioksidatif Produk Reaksi Maillard (MRPs) dan Melanoidin Nira Kelapa Melalui Model Fruktosa-Asam Amino dalam Saluran Pencernaan secara In VitroKandungan gula reduksi pada nira kelapa salah satunya adalah fruktosa. Reaksi Maillard adalah reaksi antara gula reduksi dengan asam amino selama proses pemanasan. Reaksi Maillard menghasilkan produk reaksi Maillard (MRPs) dan melanoidin yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan asam amino dan suhu pemanasan terhadap karakteristik antioksidatif produk reaksi Maillard (MRPs) dan melanoidin model fruktosa-asam amino sebelum dan selama saluran pencernaan (lambung-usus halus) secara in vitro. Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Langsung (RAL). Faktor yang diteliti meliputi jenis asam amino (A) terdiri dari lisin (A1), histidin (A2), dan arginin (A3) serta varasi suhu pemanasan (T) terdiri dari 100˚C (T1), 110˚C (T2), dan 118˚C (T3). Variabel yang diamati yaitu total fenolik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis asam amino dan suhu pemanasan dapat meningkatkan senyawa fenolik. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu jenis asam amino arginin dengan suhu pemanasan 118˚C dengan nilai total fenolik 14,39 mg GAE/100 g sampel.Fructose is one kind of reducing sugar that can be found in coconut sap. Maillard reaction is a reaction between reducing sugars and amino acids during the heating process. From this reaction, Maillard Reaction Products (MRPs) and melanoidin have antioxidant activity. This study aims to determine: 1). The effect of amino acids addition and heating temperature to the antioxidantive characteristics of MRPs and melanoidine fructose-amino-acid model 2). Antioxidant activity of MRPs and melanoidine fructose-amino acid models in a in vitro digestive system.
The experimental design used in this study was a complete randomized design. The factors studied including the type of amino acids (A) consisting of lysine (A1), histidine (A2) and arginine (A3) as well as variations in heating temperatures (T) consisting 100˚C (T1), 110˚C (T2), dan 118˚C (T3). The variables observed were total phenolic content. Data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA), further tested with DMRT teat at level 95% and the best treatment was tested using the effectiveness index test. The results of this study indicate that the variations of amino acids and heating temperatures could increase total phenolic content. The best combination of treatment is fructose-arginine with a heating temperature 118˚C with total phenolic content 14.39 mg GAE/100 g sample.
2971233061F1B016019Analisis Sistem Persampahan di Kabupaten BanyumasKebijakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat adalah pengelolaan yang dilakukan dari sumbernya yaitu masyarakat secara mandiri. Sejak 2 Januari 2019 atau setelah diterbitkannya surat edaran Bupati Banyumas, pengelolaan sampah menjadi urusan masyarakat penghasil sampah dimana pengelolaan sampah ada pada sumber sampah berbasis masyarakat secara mandiri mulai dari pemilahan, pemanfaatan sampah dan memusnahkan sampahnya di lokasi. Melibatkan pihak ketiga sebagai pengelola melalui KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Dalam pelaksanaannya residu yang dibuang ke TPA cenderung masih tinggi, karena belum berfokus pada pengelolaan terhadap sampah itu sendiri. Masih berfokus pada peningkatan kesadaran masyarakat akan sampahnya dan program Salinmas yang mempermudah pendistribusian sampah dari individu ke KSM melalui aplikasi online. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui dan menjelaskan alternatif terbaik dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas dalam bentuk rekomendasi kebijakan. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, khususnya wilayah perkotaan dan Dinas Lingkungan Hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah TPS 3R, TPST dan PDU di Kota Purwokerto serta masyarakat Kabupaten Banyumas dan Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Pemilihan Informan menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat alternatif yang telah dikaji dan diteliti melalui informan, alternatif terbaik dalam pengelolaan sampah yang bisa diterapkan di Kabupaten Banyumas adalah pengelolaan sampah menjadi bahan bangunan. Berdasarkan perhitungan menggunakan analisis biaya-manfaat atau CBR (Cost Benefit Ratio). Maka, dengan adanya pilihan alternatif tersebut dapat memberikan saran berupa rekomendasi khususnya bagi Pemerintah Dinas Lingkungan Hidup yang nantinya bisa dikembangkan lebih jauh supaya menghasilkan suatu alternatif yang maksimal dalam pelaksanaannya.
Kata Kunci: Kebijakan, Pengelolaan Sampah, Alternatif Terbaik
Community-based waste management policies are policies that are implemented directly from the source the community. Waste management has become the business of the waste-producing community from January 2, 2019, or after the issuing of the Banyumas Regent's circular letter, where waste management is at community-based waste sources independently starting from sorting, utilizing waste, and decomposition. Using KSM to enlist the help of a third party as a manager (Non-Governmental Organizations). In practice, because it has not concentrated on waste management, the amount of residue that is disposed of to the landfill is typically high. Still focused on raising public awareness about garbage and the Salinmas initiative, which allows individuals to send waste to KSM via an internet application. The goal of this study is to determine and describe the optimal waste management option in the Banyumas Regency in the form of policy suggestions. The study took place in Banyumas Regency, particularly in urban areas and the Department of the Environment. This research employs a qualitative approach. TPS 3R, TPST, and PDU in Purwokerto City, as well as the people, are the subjects of this study. Purposive sampling was used to select informants. Interactive data analysis was employed as the analytical method. The findings revealed that, of the four choices reviewed and researched through informants, the management of waste into building materials is the best waste management option that can be implemented in Banyumas Regency. Based on cost-benefit analysis (CBR) calculations (Cost Benefit Ratio). So, with these alternative possibilities, it can provide ideas in the form of recommendations, particularly for the Government of the Environmental Service, which can then be developed further to produce an optimally implemented alternative.
Keyword: Policy, Waste Management, and the Best Alternative
2971333062F1A017009KRIMINALITAS DAN PANDEMI COVID-19 (Analisis Isi Kasus Kriminalitas Dalam Portal Berita Suara.com)
Wabah Covid-19 menimbulkan permasalahan berupa peningkatan tindak kriminalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik pelaku, korban, dan peristiwa pada pemberitaan kasus tindak kriminal di masa pandemi Covid-19 dalam Suara.com. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah metode analisis isi kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pelaku tindak kriminal di masa pandemi Covid-19 didominasi laki-laki (74%) berusia 26-45 tahun (39,71%) dikaji dengan teori gender dan teori konflik Ralf Dahrendorf; jumlah pelaku didominasi pelaku individu (76%) dikaji teori NKK; status hubungan mayoritas orang lain (50,00%) merujuk pada unrelated victims dalam teori criminal-function relationship; mayoritas pelaku memperoleh hukuman atas perbuatannya berupa hukuman penjara (58,00%) dengan analisis teori Behavioral Prevention: Incapacitation dan teori labelling; dan pelaku merupakan pelaku tidak profesional (54%) dengan adaptasi inovasi dalam teori anomie. Karakteristik korban tindak kriminal didominasi laki-laki (36,00%) dengan analisis teori nature; mayoritas berusia 26-45 tahun; kerugian korban berupa hilangnya harta benda (72,00%). Lalu, karakteristik peristiwa didominasi oleh bentuk tindak kriminal pencurian (40,00%) dengan analisis teori anomie; teori tindakan sosial Max Weber dan Teori Fraud Triangel dalam motif memenuhi kebutuhan hidup akibat dampak pandemi Covid-19 (22,00%); dan teori opportunity dalam menjelaskan tempat yakni rumah mendominasi sebagai tempat kejadian perkara (28,00%).The Covid-19 outbreak has caused problems in the form of an increase in crime. This study aims to describe the characteristics of perpetrators, victims, and events in reporting on criminal cases during the Covid-19 pandemic in Suara.com. The method used in this research is a quantitative content analysis method. The results showed that the characteristics of criminals during the Covid-19 pandemic were dominated by men (74%) aged 26-45 years (39.71%) studied by gender theory and Ralf Dahrendorf's conflict theory; the number of perpetrators is dominated by individual actors (76%) studied by the NKK theory; the relationship status of the majority of other people (50.00%) refers to unrelated victims in the theory of criminal-function relationship; the majority of the perpetrators received punishment for their actions in the form of imprisonment (58.00%) with analysis of Behavioral Prevention: Incapacitation theory and theory labeling; and actors are unprofessional actors (54%) with innovation adaptation in anomie theory. Characteristics of victims of crime are dominated by men (36.00%) with an analysis of the theory of nature; majority aged 26-45 years; loss of the victim in the form of loss of property (72.00%). Then, the characteristics of the event are dominated by the form of the crime of theft (40.00%) with anomie theory analysis; Max Weber's social action theory and Triangel's Fraud Theory in the motive of meeting the needs of life due to the impact of the Covid-19 pandemic (22.00%); and the theory opportunity in explaining the place, namely the house dominates as the scene of the case (28.00%).
2971432858C1A016066FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SEWA KAMAR KOS DI KELURAHAN KARANGWANGKAL KECAMATAN PURWOKERTO UTARATujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh luas kamar, fasilitas publik, fasilitas kamar kos dan lokasi terhadap harga sewa kamar kos di Kelurahan Karangwangkal Kecamatan Purwokerto Utara. Penelitian ini melakukan survei terhadap 60 pemilik kos di Kelurahan Karangwangkal. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer, data analisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian secara simultan luas kamar, fasilitas publik, fasilitas kamar kos dan lokasi berpengaruh signifikan terhadap harga sewa kamar kos. Luas kamar dan lokasi berpengaruh positif dan signifikan. Adapun variabel yang paling berpengaruh terhadap harga sewa kamar kos adalah variabel luas kamar.The purpose of this study was to determine the effect of room area, public facilities, boarding room facilities and location on the rental price of boarding rooms in Karangwangkal Village, North Purwokerto District. This study conducted a survey of 60 boarding house owners in Karangwangkal Village. The data used in this study are primary data, data analysis using multiple linear regression. The results of the simultaneous study of room area, public facilities, boarding room facilities and location have a significant effect on the rental price of boarding rooms. Room size and location have a positive and significant effect. , while the variable that has the most influence on the price of renting a boarding room is the variable area of the room.

2971533063B1A017145AKTIVITAS PROTEASE SALURAN DIGESTI IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERI PAKAN SUPLEMENTASI Chlorella vulgaris DAN
Spirulina platensis DALAM SISTEM PEMELIHARAAN YANG BERBEDA
Ikan nilem (Osteochilus vittatus) merupakan ikan asli perairan Indonesia yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Penggunaan dosis Chlorella vulgaris dan Spirulina platensis yang mengandung protein tinggi untuk suplementasi pakan ikan yang dikombinasikan dengan sistem pemeliharaan menggunakan bioflok belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas protease ikan nilem yang dipengaruhi oleh pemberian pakan suplementasi C. vulgaris dan S. platensis, mendapatkan sistem pemeliharaan dan susplementasi pakan terbaik, serta interaksi keduanya untuk meningkatkan aktivitas protease ikan nilem. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, sepuluh perlakuan, dan empat kali ulangan, yaitu faktor pakan suplementasi dan sistem pemeliharaan. Ikan nilem disuplementasi dengan S. platensis (0, 2, 3, 6) g.kg-1 pakan and C. vulgaris (0, 2, 3, 4) g.kg-1 pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas protease berbeda nyata (P<0,05) pada perlakuan sistem pemeliharaan, dengan nilai rata-rata aktivitas protease pada perlakuan bioflok sebesar 5,714 ± 2,299 U.mg-1 protein. Aktivitas protease tidak berbeda nyata (P>0,05) pada perlakuan suplementasi pakan. Aktivitas protease berbeda nyata (P<0,05) pada interaksi antara perlakuan sistem pemeliharaan dengan suplementasi pakan. Sistem bioflok dapat meningkatkan aktivitas protease, namun lebih baik apabila dikombinasikan dengan pemberian tanpa suplementasi, suplementasi C. vulgaris, kombinasi C. vulgaris dan S. platensis. Nilem fish (Osteochilus vittatus) is a fish native to Indonesian waters that are widely cultivated because it has a high economic value. The use of high-protein doses of Chlorella vulgaris and Spirulina platensis for fish feed supplementation combined with a maintenance system using bioflok has not been widely studied. The study aimed to find out the difference in protease activity of nilem fish affected by supplementation of C. vulgaris and S. platensis, obtaining the best feed maintenance and susplementation system, as well as the interaction of both to increase the protease activity of nilem fish. The research was conducted experimentally using a factorial Randomized Design (RAL) with two factors, ten treatments, and four replays, namely feed supplementation factors and maintenance systems. Osteochilus vittatus were fed with S. platensis (0, 2, 3, 6) g.kg-1 of feed and C. vulgaris (0, 2, 3, 4) g.kg-1 of feed. The data obtained were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) method with an error rate of 5%. The results showed, protease activity significantly different (P<0.05) in maintenance system treatment, with an average protease activity in bioflok treatment of 5,714 ± 2,299 U.mg-1 proteins. The activity of protease does not significantly different (P>0.05) on the treatment of feed supplementation. The activity of protease significantly different (P<0.05) on interaction between the treatment of the maintenance system and feed supplementation. The bioflok system can increase protease activity, but it is better when combined with non-supplementation, supplementation of C. vulgaris, a combination of C. vulgaris and S. platensis.
2971633064F1A017011KEKERASAN DALAM PENDIDIKAN (GURU VS SISWA):
Analisis Isi Berita Kekerasan Guru dan Siswa Pada Tahun 2019
Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan kekerasan dalam pendidikan yang melibatkan guru dan siswa. Kekerasan saat ini sering ditemukan di semua jenjang pendidikan. Selain itu, saat ini munculnya kasus kekerasan yang dilakukan siswa terhadap guru pun menjadi hal yang menarik untuk diteliti. Tindak kekerasan yang dimaksud dalam penelitian yaitu yaitu kekerasan yang dilakukan guru terhadap siswa, siswa terhadap guru, dan siswa terhadap siswa. Adapun tujuan penelitian ini adalah menggambarkan karakteristik pelaku dan korban kekerasan, jenjang pendidikan tempat terjadinya kekerasan, bentuk kekerasan serta motif pelaku melakukan tindak kekerasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dalam bentuk analisis isi berita kasus kekerasan dalam pendidikan pada tahun 2019. Adapun sumber data penelitian ini diambil dari portal berita online (Detik.com, Tribunnews.com dan Kompas.com) berupa 60 kasus kekerasan dalam pendidikan di sepanjang tahun 2019. Hasil analisis data penelitian ini menunjukkan bahwa: siswa mendominasi sebagai status pelaku dan korban kekerasan dalam pendidikan; jenis kelamin laki-laki mendominasi sebagai jenis kelamin pelaku dan dan korban kekerasan dalam pendidikan; jenjang pendidikan yang paling sering ditemukan kasus kekerasan dalam pendidikan adalah jenjang pendidikan SMA; bentuk kekerasan yang sering terjadi adalah bentuk kekerasan fisik (memukul, menendang, dan lain sebagainya); adapun faktor kedisiplinan mendominasi sebagai motif pelaku melakukan kekerasan.This study was conducted to describe violence in education involving teachers and students. Violence is now often found at all levels of education. In addition, currently the emergence of cases of violence committed by students against teachers is also an interesting thing to study. The acts of violence referred to in the study are violence by teachers against students, students against teachers, and students against students. The purpose of this study is to describe the characteristics of perpetrators and victims of violence, the level of education where the violence occurred, the forms of violence and the motives of the perpetrators of committing acts of violence. This study uses quantitative research methods in the form of content analysis of news cases of violence in education in 2019. The sources of this research data are taken from online news portals (Detik.com, Tribunnews.com and Kompas.com) in the form of 60 cases of violence in education throughout Indonesia. 2019. The results of the data analysis of this study indicate that: students dominate the status of perpetrators and victims of violence in education; male sex dominates as the sex of perpetrators and victims of violence in education; the level of education that is most often found in cases of violence in education is the high school education level; forms of violence that often occur are forms of physical violence (hitting, kicking, etc.); the disciplinary factor dominates as the motive for the perpetrators to commit violence.
2971733065K1C017046EFEK PENAMBAHAN SILIKA SEKAM PADI TERHADAP KUALITAS ASPAL PEN. 60/70 DITINJAU DARI SIFAT FISIK DAN TERMALNYAPenelitian tentang Efek Penambahan Silika Sekam Padi Terhadap Kualitas Aspal Pen. 60/70 Ditinjau dari Sifat Fisik dan Termalnya sudah dilakukan untuk menentukan sifat fisik meliputi porositas dan daya serap air, dan sifat termalnya meliputi kapasitas panas dan kalor jenis paduan aspal pen. 60/70 dengan metode sol-gel. Perbandingan massa aspal dan silika sekam padi yang digunakan sebesar 1 : 1,5 dan 1 : 2. Sampel pengujian sifat fisik dianalisis dengan menggunakan metode Archimides dan pengujian sifat termal menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Penambahan konsentrasi silika
sekam padi 1,5% - 2% menunjukkan porositas dan daya serap air meningkat. Hasil termogram DSC menunjukkan bahwa penambahan massa silika sekam padi menunjukkan adanya penurunan nilai suhu melting, kapasitas panas dan kalor jenis, sedangkan nilai entalpi terjadi kenaikan dari konsentrasi silika sekam padi 1,5% - 2% pada paduan aspal pen. 60/70.
Research on the Effect of Addition of Silica Rice Husk to the Quality of Asphalt Pen. 60/70 Judging from the physical and thermal properties, it has been carried out to determine the physical properties including porosity and water absorption,and the thermal properties include the heat capacity and specific heat of the asphalt pen. 60/70 by the sol-gel method. The ratio of the mass of asphalt and silica of rice husk used is 1: 1.5 and 1: 2. The samples for testing physical properties were analyzed using the Archimides method and testing for thermal properties using Differential Scanning Calorimetry (DSC). The addition
of 1.5% - 2% rice husk silica concentration showed an increase in porosity and air absorption. The results of the DSC thermogram showed that the addition of rice husk silica mass showed a decrease in melting temperature, heat capacity and specific heat, while the increase in rice husk silica concentration was 1.5% - 2% in the asphalt pen. 60/70.
2971833066H1B017033STUDI EKSPERIMEN SIFAT FISIK DAN MEKANIK BETON BERAGREGAT KASAR DARI SAMPAH PLASTIK POLYPROPYLENE (PP) YANG DISELIMUTI PASIR KASARKebutuhan infrastruktur semakin meningkat dan salah satu material yang sangat erat kaitannya dengan hal tersebut adalah beton. Bahan-bahan penyusun beton diperoleh dari alam, namun suatu saat kualitasnya akan menurun karena dilakukan eksploitasi terus menerus. Salah satu limbah yang bisa digunakan sebagai substitusi bahan penyusun beton adalah limbah plastik karena memiliki karakteristik berat jenis yang ringan, maka apabila digunakan sebagai substitusi agregat kasar alami akan menghasilkan beton ringan. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan sifat mekanik kuat tekan beton pada beton beragregat plastik PP dilapisi pasir sungai dengan gradasi lolos saringan nomor 8 dan tertahan nomor 12, beton beragregat plastik PP dilapisi pasir merapi dengan gradasi lolos saringan nomor 8 dan tertahan nomor 12, dan dengan beton beragregat alami menggunakan fas 0,3. Benda uji terdiri dari silinder 10/20 cm dan silinder 15/30 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi terjadi pada beton menggunakan agregat alami dengan nilai rata-rata kuat tekan silinder 15/30 umur 28 hari pada beton dengan agregat alami, agregat plastik PP dilapisi pasir sungai, dan agregat plastik PP dilapisi pasir merapi adalah 30,19 Mpa; 18,02 Mpa; dan 24,78 Mpa.Infrastructure needs was increase and one of material that closely related is concrete. The concrete composer was obtained in nature, but as long as time goes on the quality of material will decrease because of exploitation. One of waste that can be used as substitution of concrete composer is plastic waste because it has light density, so if plastic waste used as substitution of coarse aggregate it will produce lightweight concrete. The purpose of this research was to compare compression strength mechanical characteristic of concrete with a PP coarse aggregate coated by river sand with gradation pass number 8 and restrain number 12, concrete with a PP coarse aggregate coated by volcanic sand with gradation pass number 8 and restrain number 12 and concrete with natural coarse aggregate with w/c 0,3. Specimen object was consist of cylinder 10/20 cm and cylinder 15/30 cm. The result of this research concluded that the highest compressive strength was concrete with natural coarse aggregate and the value of compressive strength in cylinder 15/30 at concrete with natural coarse aggregate, concrete with plastic PP coated by river sand, and concrete with plastic PP coated by volcanic sand was 30,19 Mpa; 18,02 Mpa; and 24,78 Mpa.
2971933067C1C016015PENGARUH DEBT DEFAULT, UKURAN PERUSAHAAN, DAN KUALITAS AUDIT TERHADAP PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh debt default, ukuran perusahaan, dan kualitas audit terhadap penerimaan opini audit going concern. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh perusahaan sektor property, real estate, dan kontstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 16 perusahaan sampel untuk empat tahun pengamatan (2016-2019). Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) debt default tidak berpengaruh terhadap peluang penerimaan opini audit going concern; (2) ukuran perusahaan berpengaruh terhadap peluang penerimaan opini audit going concern; (3) kualitas audit tidak berpengaruh terhadap peluang penerimaan opini audit going concern. Implikasi penelitian ini yaitu dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan yang tepat dalam hal perbaikan demi keberlangsungan usaha di masa depan bagi perusahaan, keputusan melakukan investasi bagi investor ataupun pemberian pinjaman oleh kreditor, dan bagi Kantor Akuntan Publik untuk dapat memberikan jasa audit yang berkualitas dan mampu mengungkapkan opini audit going concern.This study aims to examine the effect of debt default, company size and audit quality on acceptance of going concern audit opinion. The type of research in this study is quantitative research. The population in this study are all of the property, real estate, and building construction companies that listed on Indonesia Stock Exchange. Sampling method that used in this research is purposive sampling, so obtained 16 company samples for four years (2016-2019). The data were analyzed by using descriptive statistic and logistic regression. The results of this study indicate that: (1) debt default doesn’t has an effect on the acceptance of going concern audit opinion; (2) company size has an effect on the acceptance of going concern audit opinion; (3) audit quality doesn’t has an effect on the acceptance of going concern audit opinion. The implication of this research is can be used as the basis for making the right decisions in terms of improvements for future business continuity of the company, decisions to invest for investors or providing loans by creditors, and for public accountant firm to be able to provide quality audit services and be able to express going concern audit opinion.
2972033068J0B017029Aplikasi Ayo Wisata ke Cilacap dalam Bahasa Mandarin di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten CilacapLaporan praktik kerja ini berjudul “Aplikasi Ayo Wisata ke Cilacap dalam Bahasa Mandarin di Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Cilacap”. Praktik kerja dilaksanakan pada tanggal 20 Januari hingga 20 Maret 2020. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk menerjemahkan aplikasi Ayo Wisata ke Cilacap dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin secara visual.
Penulis menggunakan tiga metode dalam mengumpulkan data yaitu jelajah internet, studi pustaka, dan observasi non partisipan. Dalam proses penerjemahan penulis melakukan penerjemahan tulis dan lisan. Penulis menggunakan metode komunikatif dan kata demi kata sebagai metode utama dan pendukung. Sedangkan dalam penerjemahan lisan penulis menggunakan metode dubbing menghasilkan video informasi pariwisata Cilacap sesuai dengan aplikasi.
This work practice report is entitled "Application for Let's Travel to Cilacap in Mandarin at the Department of Youth, Sports and Tourism of Cilacap Regency". The internship is held from January 20 to March 20, 2020. The purpose of this work practice is to visually translate the Ayo Wisata to Cilacap application from Indonesian into Mandarin.
The author uses three methods in collecting data, namely internet browsing, literature study, and non-participant observation. In the process of translating the writer performs written and oral translation. The author uses communicative and word-for-word methods as the main and supporting methods. While in oral translation, the author uses the dubbing method to produce Cilacap tourism information videos according to the application.