Artikelilmiahs
Menampilkan 29.781-29.800 dari 50.086 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 29781 | 33133 | E2A019017 | SILA KE-EMPAT PANCASILA DAN IKLIM DEMOKRASI INDONESIA SAAT INI | Artikel ini membahas mengenai pemilihan kepala daerah di Indonesia dari perspektif sila ke- empat Pancasila. Mengembalikan iklim demokrasi di Indonesia berdasarkan Pancasila menjadi hal yang penting menjadi perhatian bangsa. Pemerintah dalam menjalankan demokrasi hendaknya konsisten dengan apa yang sudah disepakati dalam Pancasila. Indonesia sudah menyepakati bahwa Pancasila sebagai konsensus luhur dan satu kesatuan nilai yang harus digunakan sebagai pedoman untuk mencapai tujuan negara. Pemilu hendaknya diselenggarakan oleh lembaga perwakilan rakyat sebagai perwujudan amanat sila ke-empat. Pancasila yang mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat melalui wakil-wakilnya dan badan-badan perwakilan dalam memperjuangkan mandat rakyat sebagai konsep perwakilan yang diamanatkan oleh Pancasila. Oleh karena itu, perlu dipikirkan pemilihan kepala daerah melalui badan perwakilan rakyat, sesuai dengan amanat dari Pancasila | This article discusses about local election in Indonesia from the perspective of the fourth principle of Pancasila. Restoring the democratic climate in Indonesia based on Pancasila is an important matter of national concern. The government in carrying out democracy should be consistent with what has been agreed in the Pancasila. Indonesia has agreed that Pancasila is placed as an agreement, and a value system that must be used as a guideline for developing and achieving the country's goals. Elections should be held by people's representative body as a manifestation of the fourth precepts. Pancasila which prioritizes the principle of deliberation to reach consensus through its representatives and representative bodies in fighting for the people's mandate. Therefore, it is necessary to think about local head elections through people’s representatives body in accordance with the mandate of Pancasila. | |
| 29782 | 33134 | K1A017044 | Penurunan Kadar Surfaktan Limbah Cair Laundry Secara Elektrokimia Menggunakan Pasangan Elektroda PbO2/Pb dengan Rangkaian Seri | Limbah cair laundry memiliki kadar surfaktan yang tinggi, oleh sebab itu perlu dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke badan perairan. Salah satu metode yang digunakan untuk menurunkan kadar surfaktan limbah cair laundry yaitu elektrokimia. Pada penelitian ini telah dilakukan penentuan voltase, arus, jarak, dan waktu elektrolisis terbaik untuk menurunkan kadar surfaktan menggunakan metode elektrokimia dengan 2 pasang elektroda PbO2/Pb. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase penurunan kadar surfaktan mencapai maksimum pada voltase 12 V, arus 10 A, jarak elektroda 2 cm, serta waktu elektrolisis selama 50 menit menggunakan 1 sumber arus DC dan 20 menit menggunakan 2 sumber arus DC, dengan persentase penurunan kadar surfaktan sebesar 99,96%. | Laundry liquid waste has high surfactants levels, so it is necessary to process it before it is discarded into water bodies. One method used to reduce the surfactants levels in laundry waste water is electrochemical. In this research, the best electrolysis voltage, current, electrode distance, and time were determined to reduce surfactants levels using electrochemical method with two pairs of PbO2/Pb electrodes. The result showed that the percentage decrease in surfactants levels reached a maximum at 12 V voltage, 10 A current, electrode distance of 2 cm, and electrolysis time for 50 minutes using 1 DC current source and 20 minutes using 2 DC current source, with a percentage decrease in surfactants levels of 99.96%. | |
| 29783 | 33135 | K1C017001 | Aplikasi Teknik Reduksi ke Kutub untuk Pemodelan Sumber Anomali Magnetik di Kawasan Prospek Batuan Andesit Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga | Penelitian menggunakan metode magnetik telah dilakukan di daerah prospek batuan andesit Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan peta sebaran dan memodelkan stuktur bawah permukaan batuan beku andesit berdasarkan data anomali magnetik lokal yang telah di reduksi ke kutub. Teknik reduksi ke kutub dilakukan untuk memudahkan proses interpretasi data magnetik. Tahapan yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian adalah tahap pengolahan data, pemodelan dan interpretasi. Pengolahan data yang dilakukan yaitu koreksi harian, koreksi IGRF, reduksi ke bidang datar, reduksi efek regional, dan reduksi ke kutub. Proses reduksi ke kutub dilakukan terhadap data anomali magnetik lokal dengan memasukkan nilai sudut inklinasi dan sudut deklinasi daerah penelitian. Anomali medan magnetik lokal yang telah melalui proses reduksi ke kutub di Kawasan penelitian memiliki nilai anomali magnetik dari -1084,1 nT hingga 2038,2 nT. Anomali reduksi ke kutub menunjukkan pola yang maksimum berada di atas benda penyebab anomali serta menunjukkan pola anomali dengan batas antar anomali secara lateral digambarkan lebih tegas. Data anomali magnetik lokal hasil reduksi ke kutub dimodelkan menggunakan software Geosoft Oasis Montaj v. 8.4. Struktur geologi bawah permukaan hasil pemodelan serta interpretasi pada sayatan A-A’, B-B’, dan C-C’ menunjukkan lapisan batuan dengan ketebalan dan kedalaman yang berbeda. Diperoleh lava andesit masif dan lava andesit vesikuler/berongga dari Formasi Lava Gunungapi Slamet memiliki suseptibilitas 0,02307 (cgs) dan 0,00291 (cgs) serta batuan vulkanik dari Formasi Lava Gunungapi Slamet Tak Terurai memiliki suseptibilitas 0,00721 (cgs). Sayatan A-A’ terletak pada bagian barat daerah penelitian dimana memiliki ketebalan lava andesit masif yang besar sehingga menunjukkan daerah tersebut daerah yang paling prospek batuan andesit. | Research using magnetic methods has been carried out in the andesite rocks prospect area of Kutasari District, Purbalingga Regency.This study aims to determine the distribution map and model the subsurface structures of igneous andesite rocks based on local anomaly data that has been reduced to the pole. Technique reduced to pole is used to simplify the process of interpreting magnetic data. The steps taken to achieve the research objectives are the stages of data processing, modeling, and interpretation. Data processing is performed out are diurnal corrections, IGRF corrections, reduction to horizontal surface, upward contiuation, and reduction to the poles. The process of reduction to pole is carried out by entering the inclination angle and declination angle of the study area. The local magnetic field anomaly which has been reduced to the poles in the study area has a value that varies from -1084,1 nT to 2038.2 nT. The anomaly of reduction to the poles shows a pattern that is maximum above the object causing the anomaly and shows an anomalous pattern with the boundary between anomalies laterally defined more firmly. The local magnetic anomaly data that was reduced to the poles were modeled using Geosoft Oasis Montaj v software. 8.4. The subsurface geological structure from the modeling and interpretation of the A-A', B-B', and C-C' sections shows rock layers with different thicknesses and depths. Massive andesite lava and vesicular/hollow andesite lava were obtained from the Slamet Volcanic Lava Formation having susceptibility 0.02307 (cgs) and 0.00291 (cgs) and volcanic rock from the Slamet Undegraded Volcanic Lava Formation having 0.00721 (cgs) susceptibility. The A-A' incision is located in the western part of the study area where it has a large thickness of massive andesite lava so that it shows that the area is the area with the most prospects for andesite rock. | |
| 29784 | 33137 | J1B016055 | KAJIAN FOLKLOR UPACARA ADAT MIMITAN DI DESA PIASA KULON KECAMATAN SOMAGEDE BANYUMAS | Penelitian ini membahas mengenai kajian folklor dalam upacara adat Mimitan di Desa Piasa Kulon Kecamatan Somagede Banyumas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui asal-usul diadakannya upacara adat Mimitan, prosesi jalannya upacara, makna simbolik sesaji dan fungsi upacara adat Mimitan bagi masyarakat yang masih menggunakannya. Hasil dari analisis Kajian Mimitan di Desa Piasa Kulon Kecamatan Somagede adalah ritual Mimitan ini digolongkan menjadi folklor lisan (verbal folklor). Hal tersebut berdasarkan teori menurut Harold Burnvard. Selain itu, ditemukan juga bahwa ritual ini memiliki ciri-ciri yang sama dengan teori folklor yang dipaparkan oleh Danandjaja, ciri-ciri utama folklor adalah sebagai berikut: (a) Peyebaran dan pewarisannya dilakukan secara lisan, (b) Folklor ada (exist) dalam versi-versi bahkan varian-varian yang berbeda, (c) Folklor bersifat anonim, (d) Folklor mempunyai kegunaan dalam kehidupan bersama suatu kolektif, (e) Folklor bersifat pralogis, (f) Folklor menjadi milik bersama dari kolektif tertentu. | This research discusses the study of folklor in traditional ceremonies Mimitan in Piasa Kulon Village, Somagede, Banyumas. The purpose of this study was to determine the origin of the traditional ceremony Mimitan, the procession of the ceremony, the symbolic meaning of the offerings and the function of the traditional ceremony Mimitan for the people who still use it. The results of the analysis of the study Mimitan in PiasaKulon Village, Somagede is the ritual Mimitan is classified into verbal folklor. This is based on the theory according to Harold Burnvard. In addition, it was also found that this ritual has the same characteristics as the folklor theory presented by Danandjaja, the main characteristics of folklor are as follows: (a) The spread and its inheritance are carried out orally, (b) Folklor exists in versions and even different variants, (c) folklor is anonymous, (d) folklor has a use in the common life of a collective, (e) folklor is pralogical, (f) folklor belongs to a certain collective. | |
| 29785 | 33223 | J0A018001 | Writing Leaflet Text to Promote Baturraden Adventure Forest | Laporan tugas akhir ini ditulis berdasarkan praktik kerja yang dilakukan di Baturraden Adventure Forest selama 4 minggu. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah memproduksi leaflet dalam bahasa Inggris untuk meningkatkan promosi Baturraden Adventure Forest. Dalam mengumpulkan data yang digunakan untuk isi leaflet, penulis melakukan observasi dan wawancara kepada para staff BAF. Pengumpulan data juga dilakukan melalui dokumentasi dengan cara mempelajari booklet dan brosur terdahulu. Dalam membuat leaflet, penulis melakukan beberapa tahap yaitu menentukan tujuan promosi, menentukan media promosi yang digunakan, mengambil dan menyeleksi foto, menyusun kalimat, mendesain leaflet, dan mencetak leaflet. Leaflet berbahasa Inggris ini mempunyai enam bagian. Bagian pertama berisi cover dan petuah Jawa. Bagian kedua menjelaskan tentang pelayanan para pekerja untuk para pengunjung. Bagian ketiga menampilkan paket outbound dan river adventure. Bagian keempat berisi program dan fasilitas opsional. Bagian kelima berisi profil perusahaan, dan bagian keenam menyebutkan peta lokasi dan media sosial perusahaan. Desain leaflet menggunakan aplikasi CorelDraw dan dicetak di kertas A4. Leaflet berbahasa Inggris ini diharapkan dapat membantu para wisatawan asing untuk mengetahui informasi tentang Baruraden Adventure Forest. Selain itu, informasi berbahasa Inggris ini dapat digunakan oleh wisatawan lokal untuk lebih mengenal bahasa Inggris. | This final report is written based on a job training carried out at Baturraden Adventure Forest for 4 weeks. The purpose of this job training is to produce leaflets in English to increase the promotion of Baturraden Adventure Forest. In collecting the data, observations and interviews are conducted with BAF staff. The data is also collected through documentation by studying previous booklets and brochures. In making leaflets, there are several stages, namely determining the purpose of the promotion, determining the promotional media used, taking and selecting photos, composing sentences, designing leaflets, and printing. This English leaflet has six sections. The first part contains the cover and Javanese advice; while the second part describes the service of the workers to the visitors. The third part shows outbound packages and river adventure and the fourth section contains optional programs and facilities. Then, the fifth section contains the company profile, and the sixth section mentions the location map and company social media. The leaflets are designed using CorelDraw application and printed on A4 paper. It is hoped that these English-written leaflets can help foreign tourists to find out information about Baturraden Adventure Forest. In addition, this English information can be used by local tourists to get to know English better. | |
| 29786 | 33091 | D1A017117 | Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik Pakan Domba yang diberi Fodder Padi Hidroponik pada Umur Panen yang Berbeda Secara In Vitro | Penelitian telah dilakukan untuk mengkaji kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan domba yang diberi fodder padi hidroponik pada umur panen yang berbeda secara in vitro. Bahan yang digunakan adalah cairan rumen dari 3 ekor domba diambil segera setelah domba dipotong yang berasal dari RPH Sokaraja, nutrisi tanaman, dan bibit padi IR 64. Alat yang digunakan yaitu 9 box plastik, penyemprot, seperangkat alat in vitro. Pengukuran kecernaan bahan kering dan bahan organik menggunakan metode Sutardi (1979). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan, 6 ulangan dan 2 blangko. Perlakuan yang dilakukan yaitu P0 = umur panen 7 hari, P1 = umur panen 14 hari, dan P2 = umur panen 21 hari. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa fodder padi hidroponik pada umur panen yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik pakan secara in vitro. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa umur panen fodder padi hidroponik yang terbaik diperoleh pada umur 21 hari. | Research has been conducted to examine dry matter and organic matter digestibility of sheep feed fed with hydroponic rice fodder at different harvest ages in vitro. The materials used were rumen fluid from 3 sheeps taken immediately after the sheep were slaughtered from the Sokaraja Slaughterhouse, plant nutrition, and IR 64 rice seeds. The tools used were 9 plastic boxes, a sprayer, a set of in vitro tools. Measurement of dry matter and organic matter digestibility using the Sutardi method (1979). The study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 3 treatments, 6 replications and 2 blanks. The treatments were P0 = 7 days of harvest, P1 = 14 days of harvest, and P2 = 21 days of harvest. The results of the analysis of variance showed that hydroponic rice fodder at different harvest ages had a very significant effect (P<0.01) on the digestibility of dry matter and organic matter in vitro. Based on the research, it can be concluded that the best hydroponic rice fodder harvest age is obtained at the age of 21 days. | |
| 29787 | 33138 | A1D017043 | KAJIAN KANDUNGAN C-ORGANIK PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI DI SUB DAS SERAYU KECAMATAN SAMPANG KABUPATEN CILACAP | Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui distribusi C-organik pada lahan sawah di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, (2) mengetahui korelasi antar variabel penelitian dan hubungan antara kandungan C-organik dengan hasil padi sawah di wilayah Sub DAS Serayu Hilir Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, dan (3) menentukan rekomendasi dan takaran pupuk organik yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman padi di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap. Sebagian besar lahan sawah Kecamatan Sampang mendapat aliran air irigasi dari saluran irigasi primer Sungai Serayu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2021 sampai April 2021 di Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap dan Laboratorium Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian dilakukan dengan penentuan titik sampel sebanyak 9 diawali dengan pembuatan peta SLH (Satuan Lahan Homogen) berskala 1:50.000 dengan cara tumpang tindih Peta Administrasi, Peta Jenis Tanah, Peta Kelerengan, dan Peta Penggunaan Lahan. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit di setiap lokasi pengamatan. Pengambilan sampel tanah (survei) dilakukan pada masa vegetatif padi yaitu pada umur 45-50 hari. Sampel tanah diambil dengan melakukan pengeboran tanah pada kedalaman 0-20 cm, 20-40 cm dan 40-60 cm. Variabel ukur yang digunakan yaitu pH H2O, pH KCl, DHL (daya hantar listrik), potensial redoks, C-organik tanah, keadaan iklim, varietas tanaman padi, serta hasil tanaman padi gabah basah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran C-organik di tanah sawah Kecamatan Sampang memiliki harkat sangat rendah. Varietas tanaman padi yang dibudidayakan di Kecamatan Sampang yaitu Ciherang, HT Logawa, Inpari 32, dan IR64. Keadaan iklim di Kecamatan Sampang termasuk iklim yang optimum untuk pertanaman padi. Nilai C-organik memiliki koefisien determinan sebesar 31,7% terhadap hasil padi gabah basah. Rekomendasi pemupukan di lahan penelitian adalah dengan menambahkan salah satu dari pupuk berikut 9,11 ton pemupukan kambing/ha, 5,76 ton pemupukan ayam/ha, 6,22 ton pemupukan sapi/ha, dan 5,25 ton pemupukan jerami/ha. | This study aims to determine: (1) distribution of soil C-organic nutrients in paddy fields in Serayu Watershed Downstream, Sampang District, Cilacap Regency, (2) distribution of soil C-organic nutrient availability, C-organic in plant tissue with rice yields in Serayu Watershed Downstream, Sampang District, Cilacap Regency, and 3) Organic fertilizer recommendations in paddy soil in Serayu Watershed Downstream, Sampang District, Cilacap Regency. The rice fields of Sampang District receive irrigation water from the Serayu River primary irrigation canal. The study was conducted in December 2021 to April 2021 in Sampang District, Cilacap Regency and the Land and Land Resources Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study method was conducted by determining 9 sample points by making of SLH (Homogeneous Land Unit) map with a scale of 1:50.000 by overlaying the Sampang Disctrict Administration Map, the Soil Type Map, the Slope Map, and the Land Use Map. Sampling of soil samples was carried out in composit way at each observation location. Soil sampling (survey) was carried out during the vegetative period of paddy which is at the age of 45-50 days. Soil samples were taken by drilling the soil at a depth of 0-20 cm, 20-40 cm dan 40-60 cm. The variables mesured were pH H2O, pH KCl, DHL (electrical conductivity), redox potential, C-organic, climatic conditions, plant varieties, and wet grain rice yields. The results showed that the distribution of C-organic in the rice field in Sampang District had a very low status. The paddy varieties cultivated during research in Sampang District were consisted of Ciherang, HT Logawa, Inpari 32, and IR64. The climatic condition of Sampang District were in the optimal climates for paddy cultivation when there were evaluated. The value of C-organic had a determinant coefficient of 31,7% of the yield of rice.. The organic fertilization recommendation in the research area is to add one of the fertilizers such as 9,11 ton goat manure/ha, 5,76 ton chicken manure/ha, 6,22 ton cow manure/ha, and 5,25 ton straw manure/ha. | |
| 29788 | 33139 | D1A016053 | Hubungan Motivasi dan Etos Kerja dengan Pendapatan Usaha Ternak Kambing di Kecamatan Cilongok, Banyumas | Penelitian ini betujuan untuk (1) mengetahui motivasi peternak kambing di Kecamatan Cilongok, (2) mengetahui etos kerja peternak kambing di Kecamatan Cilongok, (3) mengetahui pendapatan usaha ternak kambing di Kecamatan Cilongok, (4) menganalisis hubungan motivasi dan etos kerja dengan pendapatan usaha ternak kambing di Kecamatan Cilongok, Banyumas. Pengambilan sampel wilayah dilakukan secara sengaja atau purposive sampling yaitu di Kecamatan Cilongok yang memiliki memiliki populasi ternak kambing cukup tinggi berdasarkan data BPS (2018) Kabupaten Banyumas. Pengambilan desa dilakukan secara purposive sampling yaitu sebanyak 20% dari desa-desa yang memliki populasi ternak kambing, terpilih Desa Batuanten, Desa Cikidang, Desa Karanglo dan Desa Panembangan. Jumlah responden penelitian sebanyak 56 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peternak kambing di Kecamatan Cilongok, Banyumas memiliki motivasi dalam kategori sedang , etos kerja dalam kategori sedang dan rata-rata memperoleh pendapatan sebesar Rp. 4.316.250 per tahun. Berdasarkan hasil analisis rank spearman, motivasi dan etos kerja mempunyai hubungan yang cukup kuat dengan pendapatan peternak kambing. | This study aims to (1) determine the motivation of goat breeders in Cilongok District, (2) determine the work ethic of goat breeders in Cilongok District, (3) determine the income of goat farming in Cilongok District, (4) analyze the relationship between motivation and work ethic and income. goat livestock business in Cilongok District, Banyumas. Sampling of the area was carried out deliberately or purposive sampling, namely in Cilongok District which has a fairly high goat population based on BPS data (2018) Banyumas Regency. The village was taken by purposive sampling, namely as much as 20% of the villages that had a goat population, Batuanten Village, Cikidang Village, Karanglo Village and Panembangan Village were selected. The number of research respondents was 56 people. The results showed that the goat breeders in Cilongok District, Banyumas had medium category motivation, medium work ethic and an average income of Rp. 4,316,250 per year. Based on the results of the Spearman rank analysis, motivation and work ethic have a strong enough relationship with the income of goat breeders. | |
| 29789 | 33141 | F1A015017 | KENAKALAN REMAJA (Analisis Isi tentang Kasus Kenakalan Remaja yang Terjaring oleh Kepolisian di Propinsi Jawa Barat yang Dimuat dalam Tribunnews Periode 1 Januari 2016 – 31 Desember 2018) | Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah adolensence mempunyai arti yang lebih luas lagi yang mencakup kematangan mental, emosional sosial dan fisik. Berbicara tentang remaja ini sangat berterkaitan erat hubungannya dengan pergaulan, yang mana dewasa kini pergaulan di kalangan remaja telah mencapai pada tingkat yang kritis serta mengkhawatirkan karena anak-anak jaman sekarang terlalu bebas dalam bergaul sehingga kian kali terjerumus dalam melakukan hal-hal yang negatif seperti kenakalan remaja. Jawa Barat merupakan salah satu dari tiga propinsi yang angka kriminalitasnya paling tinggi di Indonesia yaitu berjumlah 29.351 kasus, sedangkan untuk Jawa Tengah berjumlah 10.485 kasus dan Jawa Timur berjumlah 20.368 kasus. Jumlah anak nakal di Jawa Barat sendiri pada tahun 2016 mencapai 2.592 anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik sosial pelaku kenakalan remaja berdasarkan : jenis kelamin, usia dan tingkat pendidikan, serta mendeskripsikan bentuk penyimpangan, bentuk kenakalan remaja, motif dan juga faktor-faktor pelaku melakukan tindakan kenakalan remaja. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif deksriptif dengan jenis penelitian analisis isi. Teknik sampel yang digunakan adalah total sampling atau seluruh kasus tentang kenakalan remaja yang terjaring kepolisian di Jawa Barat yang termuat dalam Tribunnews Periode 1 Januari 2016 –31 Desember 2018, yaitu sebanyak 62 kasus. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif, dengan tahap analisisnya yaitu mengumpulkan berita, pengkodingan data, pengolahan data dengan SPSS (Statistical Product and Service Solution) yang disajikan dengan tabel ditribusi frekuensi, tabel silang (crosstab), diagram, poligon, dan pie chart. Karakteristik pelaku kenakalan remaja yaitu cenderung dilakukan oleh remaja yang berjenis kelamin laki-laki, sebagian besar berusia 16-19 tahun, dan angka pelaku kenakalan remaja yang tidak sekolah atau putus sekolah lebih tinggi jika dibandingkan dengan pelaku yang masih duduk dibangku sekolah. Bentuk penyimpangan yang dilakukan yaitu sebagian besar secara berkelompok atau lebih dari dua orang, dengan kenakalan remaja yang paling sering diberitakan yaitu seputar kasus kejahatan seksual seperti pencabulan dan sodomi. Motif pelaku yang melakukan kenakalan remaja beragam yaitu karena pengaruh dari teman, iseng/coba-coba, sakit hati, dendam, hasrat seksual, dan lain-lain. Faktor pendorong yang paling mempengaruhi adalah teman sebaya. | Adolescence comes from the Latin word adolensence which means to grow or grow into adulthood. The term adolensence has a broader meaning which includes mental, emotional, social and physical maturity. Talking about teenagers is very closely related to socializing, in which now it has reached a critical and concerning point because teenagers nowdays are too free in socializing, so they are increasingly falling into negative things like delinquency. West Java is one of the three largest provinces with the highest crime rate in Indonesia, amounting to 29,351 cases, while for Central Java alone there are 10,485 cases and East Java amounting to 20,368 cases. The number of juvenile delinquents in West Java reached 2,592 in 2016. This study aims to describe the social characteristics of juvenile delinquents based on : gender, age and level of education, as well as to describe the forms of deviation, forms of juvenile delinquency, motives and also the factors of perpetrators committing juvenile delinquency. The research method used is descriptive quantitative approach with content analysis research. The sample technique used is total sampling or all cases of juvenile delinquency apprehended by the police in West Java as featured in the Tribunnews Period 1 January 2016 – 31 December 2018, as many as 62 cases. The data analysis used is descriptive statistical analysis, with the analysis stages include news collecting, data coding, data processing with SPSS (Statistical Product and Service Solution) presented with frequency distribution tables, cross tabs, diagrams, polygons, and pie charts. The social characteristics of juvenile delinquents tend to be male, mostly aged 16-19 years old, and the number of juvenile delinquents who do not attend school or drop out of school is higher than those who are still in school. The type of social deviant that are carried out are mostly in groups or more than two people, with the most frequently reported juvenile delinquency being cases of sexual crimes such as rape and sodomy. The motives of the deliquents are various, namely because of the influence of friends, curiousity, hurt, revenge, sexual desire, and others. The most significant incantive is their peer group. | |
| 29790 | 33144 | L1C016043 | Analisis Hubungan Pasang dan Surut Terhadap Kelimpahan Juvenile Udang Jerbung (Penaeus merguiensis) di Perairan Pantai Teluk Penyu Cilacap | Stadia juvenil udang jerbung (Penaeus merguensis) merupakan salah satu fase kritis dalam masa hidupnya dan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, salah satunya arus pasang surut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan, rasio kelimpahan dan hubungan pasang dan surut terhadap kelimpahan juvenil udang jerbung di perairan pantai Cilacap. Metode survei ini mengumpulkan data lapang pada 3 stasiun pengamatan dan diulang tiga kali dengan karakteristik lingkungan berbeda, yaitu stasiun 1 merupakan perairan terlindung, stasiun 2 merupakan perairan terbuka dan stasiun 3 merupakan perairan estuari. Juvenil dikoleksi menggunakan larva net dengan mulut rangka berukuran 1 m2 dan mesh size 500 µm. Larva net diseret di dasar perairan pantai dan sejajar garis pantai dengan jarak 100 m, pada kedalaman 1 m. Kelimpahan rata-rata post larvae udang jerbung (Penaeus merguiensis) di perairan Pantai Teluk Penyu, Cilacap pada saat pasang diperoleh 8 indv/100 m2 dan surut didapatkan 11 indv/100 m2 . Rasio kelimpahan juvenil udang jerbung (P. merguiensis) pada saat surut lebih tinggi dibanding pada saat pasang (75:100). Hubungan kelimpahan juvenil udang jerbung (Penaeus merguiensis) saat pasang terhadap surut diperoleh korelasi sedang (r=0,576) dan secara statistik diperoleh berbeda (p<0,05). Kondisi tersebut diduga terdapat faktor lain yang mempengaruhi yaitu arus dan iklim. | The juvenile stage of white shrimp (Penaeus merguensis) is one of the critical phases and strongly is influenced by environmental conditions, one of which is tidal currents. The purpose of this study was to determine the abundance, abundance ratio and the relationship between the abundance of juvenile white shrimp during low and high. This survey method collects field data at 3 observation stations and is repeated three times with different environmental characteristics, namely station 1 is protected waters, station 2 is open water and station 3 is estuarie waters. Juveniles are collected using front rectangle frame of 1 m2 and a mesh size of 500 µm. The larvae net are dragged on the bottom of the coastal waters and parallel to the shoreline with a distance of 100 m, at a depth of 1 m. The average juvenile abundance of white shrimp (P. merguensis) at high tide was found 8 indv/100 m2 and at low tide was obtained 11 indv/100 m2. The ratio of the average abundance of the juvenile shrimp when low tide was obtained higher than during high tide (75:100). The relationship between the abundance of white shrimp (P. merguiensis) juvenile was, obtained moderate (R=0.576) and statistically the abundance of the juvenil shrimp when the high tide was obtained different to the low tide, the condition was suspected that other factors that influence are currents and seasons. | |
| 29791 | 33145 | J1B016040 | PEMILIHAN BAHASA PADA IKLAN OTA (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) | Pemilihan bahasa pada iklan OTA di media elektronik dapat dikaji dari sudut pandang bahasa, karena pada iklan tersebut menggunakan bahasa sebagai sarana penyampai pesan. Studi bahasa yang digunakan untuk mengkaji iklan OTA menggunakan sosiolinguistik, yaitu sebuah bidang ilmu bahasa yang mempelajari pengaruh lingkungan sosial terhadap bentuk pilihan bahasa yang terjadi pada masyarakat. Masalah yang dibahas dalam penelitian ini yaitu membahas wujud dan faktor-faktor penentu pilihan bahasa, serta pesan atau makna yang ingin disampaikan pengiklan dalam iklan OTA. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa tuturan yang dituturkan oleh bintang iklan maupun narator. Penulis menggunakan 35 data iklan yang ditayangkan pada media elektronik dalam kurun waktu Agustus 2018- Agustus 2020. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik sadap. Metode analisis data menggunakan padan referensial, dan hasil analisis data disajikan menggunakan metode informal. Hasil penelitian dalam iklan OTA ini berupa campur kode, yang berupa campur kode ke luar, dan campur kode campuran, serta terdapat campur kode dalam bentuk kata, frasa, klausa, dan baster. Adanya alih kode yang menggunakan bahasa asing dan menggunakan bahasa daerah. Selain itu, bentuk alih kode yang ditemukan yaitu alih kode situasional dan metafor. Terakhir berupa variasi bahasa yang sama, yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara keseluruhan, dan menggunakan bahasa dalam ragam santai atau ragam nonformal. | The research entiteld is “Pemilihan Bahasa Pada Iklan OTA (Kajian Sosiolinguistik)”. The form of this research is qualitatif description. This study is aimed to describe the forms and determinants of language choice, as well as the message or meaning that advertisers want to convey in OTA advertisements. The data source in this research uses 35 ad data displayed on electronic media between August 2018 and August 2020. Collecting using the listening method with tapping techniques. Methods of data analysis using referential equivalents, and the results of data analysis are presented using informal methods. The result of this research in the OTA advertisement is in the form of code mixing, which is mixing code out, and mixing code mixed, and there is code mixing in the form of words, phrases, clauses, and baster. There is code switching that uses foreign languages and uses regional languages. In addition, the forms of code switching that were found were situational and metaphorical code switching. The last one is a variation of the same language, which uses Indonesian and English as a whole, and uses language in casual or non-formal forms. | |
| 29792 | 33147 | F1B017094 | EFEKTIVITAS PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN BERBASIS ONLINE (Studi Kasus Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas) | Untuk mempermudah penyelenggaraan administrasi kependudukan dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan yang dilakukan secara daring, pemerintah pusat mengeluarkan suatu kebijakan yaitu pelayanan administrasi kependudukan secara daring, yang telah dikukuhkan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pelayanan Administrasi Kependudukan Secara Daring. Pelayanan administrasi kependudukan berbasis online merupakan pelayanan administrasi kependudukan yang memanfaat teknologi dalam mengurus dokumen administrasi kependudukan. Pelayanan administrasi kependudukan secara daring mulai diterapkan di Kabupaten Banyumas pada tahun 2018. Efektivitas merupakan suatu unsur dasar yang mengukur tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan dalam organisasi, kegiatan ataupun program. Dapat dikatakan efektif apabila tujuan ataupun saran seperti yang ditetapkan telah tercapai. Dalam penelitian ini menggunakan efektivitas organisasi dan ukuran efektivitas menurut Campbell (1989) dengan lima indikator yaitu keberhasilan progam, keberhasilan sasaran, kepuasan terhadap program, tingkat input dan output, dan pencapaian tujuan menyeluruh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara umum efektivitas pelayanan administrasi kependudukan berbasis online di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas dapat dikatakan sudah cukup efektif bagi masyarakat yang melek teknologi dan dapat mengakses internet. Penyampaian informasi kepada masyarakat sudah dilakukan dengan melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun melalui spanduk atau platform media sosial, pemanfaatan teknologi dan informasi telah berjalan dengan cukup baik ditambah dengan SDM yang baik, peningkatan SDM selalu dilakukan terlebih khusus pada bagian operator pengelola administrasi kependudukan melalui pelatihan dan BIMTEK. Pelayanan administrasi kependudukan juga sudah berjalan dengan baik ditandai dengan pelayanan yang cepat merespon keluhan dari masyarakat. | To facilitate the administration of population in managing population administration documents conducted online, the central government issued a policy that is online population administration services, which has been confirmed by regulation of the Minister of Home Affairs of the Republic of Indonesia Number 7 of 2019 concerning Online Population Administration Services. Online-based population administration services are population administration services that utilize technology in managing population administration documents. Online population administration services began to be implemented in Banyumas District in 2018. Effectiveness is a basic element that measures the level of success in achieving the goals set in the organization, activities or programs. It can be said to be effective if the goals or suggestions as set have been achieved. In this study using organizational effectiveness and effectiveness measures according to Campbell (1989) with five indicators namely program success, target success, satisfaction with the program, level of input and output, and achievement of overall goals. The results of this study show that in general the effectiveness of online-based population administration services in the Banyumas District Population and Civil Registry Office can be said to be quite effective for people who are technologically literate and can access the internet. The delivery of information to the public has been done by socializing either directly or through banners or social media platforms, the utilization of technology and information has been running quite well coupled with good human resources, human resources improvement is always done especially in the section of population administration management operators through training and BIMTEK. Population administration services have also been running well characterized by a service that quickly responds to complaints from the community. | |
| 29793 | 33148 | A1D017174 | ANALISIS MORFOLOGI, MIKROSKOPIK, DAN GENETIK UBI KAYU HASIL GRAFTING ANTAR SPESIES (Manihot glaziovii dan M. esculenta Crantz.) | Ubi kayu merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat yang efisien, murah, dan dapat digunakan sebagai suplemen bahan pangan, pakan, dan bahan baku industri. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas ubi kayu yaitu dengan teknik grafting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan pertumbuhan ubi kayu hasil grafting, mengetahui sifat mikroskopik distribusi pati di dalam jaringan batang ubi kayu hasil grafting, dan mengetahui perubahan genetik ubi kayu hasil grafting. Grafting terdiri dari tiga kombinasi yaitu Karet (batang atas) - Carvita-25 (batang bawah), Karet (batang atas) - Revita RV-1 (batang bawah), dan Carvita-25 (batang atas) – Revita RV-1 (batang bawah). Tanaman kontrol terdiri dari ubi kayu Karet, ubi kayu Revita RV-1, dan ubi kayu Carvita-25. Penelitian ini membandingkan hasil data yang didapatkan dari ubi kayu grafting dengan ubi kayu kontrol. Hasil penelitian terhadap pertumbuhan tanaman menunjukkan ubi kayu grafting memberikan pengaruh terhadap jumlah daun dan panjang tunas dan tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah tunas. Analisis morfologi menunjukkan beberapa karakter morfologi daun, batang, dan umbi ubi kayu grafting bagian atas maupun bagian bawah berbeda dibandingkan dengan ubi kayu kontrol. Uji mikroskopik pati menunjukkan bahwa distribusi pati pada bulan ke-5 secara umum memiliki jumlah yang lebih banyak, dengan ukuran pati berada pada range 2-5 µm. Distribusi pati dibandingkan dengan uji visual pati secara umum terjadi perbedaan hasil data. Analisis molekuler menunjukkan bahwa terdapat perubahan genetik grafting yang ditunjukkan dengan perbedaan pola pita DNA grafting dibandingkan dengan kontrolnya. Daya hasil tanaman menunjukkan teknik grafting ubi kayu tidak berpengaruh terhadap variabel daya hasil umbi. | Cassava is one of the root crops that can be used as an efficient, inexpensive source of carbohydrates, and can be used as a food supplement, animal feed, and industrial raw material. One way to increase cassava productivity is by grafting technique. This study aimed to determine the morphology and growth of grafted cassava, determine the microscopic traits of starch distribution in grafted cassava stem tissue, and determine genetic changes of grafted cassava. Grafting consists of three combinations, Karet (as scion) – Carvita (as rootstock), Karet (as scion) – Revita RV-1 (as rootstock), and Carvita-25 (as scion) – Revita RV-1 (as rootstock). Control plants consist of Karet, Revita RV-1, and Carvita-25. This research compared the results of data from grafted cassava with control cassava. The result of plant growth showed that grafted cassava had an effect on number of leaves and shoot length and had no effect on plant height and number of shoots. The result of morphology showed that some morphological characters of scion and rootstock of cassava leaves, stems, and tubers were different compared to control cassava. The result of microscopic test of starch showed that the distribution of starch in the 5th month in general had a higher amount, with the starch size is in the range of 2-5 µm. The distribution of starch compared with the visual test of starch in general showed differences in the results of data. The result of analysis molecular showed that there were genetic changes in grafting as indicated by differences pattern DNA bands of grafting compared to control. The result of tuber yield showed that grafted cassava had no effect on plant yield. | |
| 29794 | 33150 | E2A019018 | PEMENUHAN PERLINDUNGAN HUKUM ATAS PENANGANAN PERKARA KETENAGAKERJAAN OLEH PENGAWAS KETENAGAKERJAAN DI PROVINSI JAWA TENGAH | Perlindungan hukum terhadap tenaga kerja dimaksudkan untuk menjamin pemenuhan hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesempatan serta perlakuan tanpa diskriminasi atas dasar apapun untuk mewujudkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya dengan tetap memperhatikan perkembangan kemajuan dunia usaha. Dalam rangka pemenuhan perlindungan hukum terhadap tenaga kerja, dalam hal terjadinya pelanggaran hukum ketenagakerjaan dilaksanakan penanganan perkara ketenagakerjaan yang termasuk dalam upaya penegakan hukum ketenagakerjaan yaitu melalui upaya non penal atau yang dikenal dengan istilah tahap represif non yustisial dalam hukum ketenagakerjaan dan upaya penal atau yang dikenal dengan istilah tahap represif yustisial dalam hukum ketenagakerjaan. Metode pendekatan adalah yuridis empiris, tipe penelitian deskriptif analitis. Sumber data primer, meliputi data yang diperoleh langsung di lokasi penelitian dengan metode wawancara kepada responden atau narasumber. Sumber data sekunder, meliputi: peraturan perundang-undangan, literatur, hasil penelitian, pakar hukum, jurnal dan artikel hukum, kamus yang diperoleh dengan menggunakan studi kepustakaan. Sumber data primer dan sekunder disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis dan dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan perkara ketenagakerjaan oleh pengawas ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Tengah belum dapat memenuhi perlindungan hukum bagi tenaga kerja. Dalam penanganan perkara ketenagakerjaan dengan upaya represif non yustisial, masih ada kasus yang belum selesai karena pihak pengusaha/pengurus perusahaan tidak melaksanakan nota pemeriksaan. Dalam hal ini belum ada upaya dari pengawas ketenagakerjaan untuk melanjutkan penangana perkara ke tahap selanjutnya. Selain itu, untuk beberapa kasus sudah dianggap selesai oleh pengawas ketenagakerjaan namun belum tentu hak-hak pekerja benar-benar sudah terpenuhi. Faktor yang menghambat pelaksanaan penanganan perkara ketenagakerjaan oleh pengawas ketenagakerjaan di Provinsi Jawa Tengah antara lain dari faktor subtansi hukum bahwa pengaturan pengenaan sanksi administratif belum dapat memberikan perlindungan bagi tenaga kerja, dari faktor struktur hukum bahwa pengawas ketenagakerjaan kurang memantau pelaksanaan nota pemeriksaan oleh pengusaha atau pihak perusahaan sehingga belum maksimal untuk upaya penanganan perkara ketenagakerjaan ke tahap selanjutnya. Dan faktor budaya hukum, antara lain dari pihak pekerja masih kurangnya pengetahuan terkait hak dan kewajibannya serta kurangnya keberanian dari tenaga kerja untuk menyampaikan terjadinya suatu pelanggaran norma ketenagakerjaan sehingga seringkali terjadi melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan lain terhadap suatu perkara ketenagakerjaan. Selain itu sikap dari pekerja itu sendiri yang menjadi kurang bertanggungjawab atas pekerjaannya ketika sudah melaporkan perusahaan. Dari pihak perusahaan, sikap pengusaha/pengurus perusahaan yang tidak mau bekerjasama untuk memberikan data-data pendukung dalam penyelesaian perkara ketenagakerjaan dan adanya perlakuan tidak baik dari pengusaha/pengurus perusahaan kepada pekerja yang telah melaporkan perusahaan. | Legal protection for workers is intended to guarantee the fulfillment of workers' basic rights, opportunities, and treatment without discrimination on any basis to realize the welfare of workers/laborers and their families while taking into account the development of the progress of the business world. In the context of fulfilling legal protection for workers, in the event of a violation of labor law, the handling of labor cases is carried out as part of the efforts to enforce labor law through the non-penal code policy, or known as the non-judicial repressive stage in labor law, and the penal policy, or known as the judicial repressive stage in labor law. The method used was the empirical juridical approach, with the type of descriptive analytical research. The primary data sources includes data that was obtained directly at the research site by interviewing respondents or sources. The secondary data sources include legislation, literature, research results, legal experts, legal journals and articles, and dictionaries which were obtained through a literature study method. Primary and secondary data sources are presented in the form of narrative texts that are arranged systematically and analyzed by using the qualitative method. The results of the study indicate that the handling of labor cases by labor inspectors in Central Java Province has not been able to fulfill legal protection for workers. In handling labor cases with non-judicial repressive efforts, there are still cases that have not been completed because the entrepreneurs/company managements did not carry out the inspection note. In this case, there has been no effort from the labor inspectors to continue handling the case to the next stage. In addition, the labor inspectors have considered some cases as completed, but it does not necessarily mean that workers' rights have been fulfilled. Factors that hinder the handling of labor cases by labor inspectors in Central Java Province include legal substance, legal structure, and legal culture. In terms of legal substance, the arrangement for the imposition of administrative sanctions has not been able to provide protection for workers. In terms of legal structure, labor inspectors do not monitor the implementation of inspection notes by employers or companies so that efforts to handle labor cases to the next stage is not optimal. Meanwhile, in terms of legal culture factor, there is still a lack of knowledge from the worker side regarding their rights and obligations and a lack of courage from the workforce to convey the occurrence of labor norm violations so that it often involves parties who have other interests beyond the employment case. In addition, the workers become less responsible for their work when they have reported the company. From the company side, the entrepreneurs/company management does not want to cooperate to provide supporting data in the settlement of labor cases and gives bad treatments to workers who have reported the company. | |
| 29795 | 33155 | E1A016005 | PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK DALAM MENGAKSES PELAYANAN KESEHATAN PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANGAN-UNDANGAN INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum bagi anak dalam mengakses pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia dan bentuk jaminan perlindungan hukum bagi anak dalam mengakses pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang- undangan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), dan pendekatan konseptual (Conceptual Approach), serta Spesifikasi penelitian inventarisasi peraturan Perundang-undangan (hukum positif), Sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concret. Data yang digunakan adalah data sekunder melalui studi kepustakaan. Metode Pengolahan Bahan Hukum dengan reduksi data, display data, klasifikasi data. Penelitian ini disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode analisis bahan hukum secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa pengaturan perlindungan hukum bagi anak dalam dalam mengakses pelayanan kesehatan pada struktur peraturan perundang-undangan indonesia secara umum telah menunjukakan adanya taraf sinkronisasi. Hal tersebut dibuktikan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang Upaya Kesehatan Anak, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah sesuai dengan teori jenjang hukum yang artinya peraturan yang lebih tinggi menjadi pedoman bagi peraturan yang derajat lebih rendah dan peraturan yang derajat lebih rendah menjadi pedoman peraturan yang lebih tinggi. Bentuk perlindungan hukum bagi anak dalam mengakses pelayanan kesehatan dalam peraturan perundang- undangan meliputi terpenuhinya hak kesehatan anak dengan memperhatikan siklus hidup;tersedianya pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi anak dan remaja;mempersiapkan menjadi orang dewasa yang sehat dan produktif, baik sosial maupun ekonomi;agar anak usia sekolah dan remaja mendapatkan pendidikan kesehatan melalui sekolah maupun luar sekolah;memberikan perlindungan kepada anak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, dan bermanfaat, dan memberikan kepastian hukum bagi anak, orang tua/Keluarga, tenaga kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan. | This study aims to determine the synchronization of legal protection arrangements for children in accessing health services in the structure of Indonesian legislation and the form of guarantees for legal protection for children in accessing health services in the structure of Indonesian legislation. This study uses a normative juridical approach, and the conceptual approacch, as well as research specifications inventory of legislation (Positive law), synchronization of law and legal discovery in concreto. The data used is secondary data through library research. Data processing methods with data reduction,display data and data categorization.This research is presented in the form of narrative tet with qualitative data analysis methods. Based on the results of the study, it was found that the regulation of legal protection for children in accessing health services in the structure of Indonesian legislation in general has shown a level of synchronization. This is evidenced in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 25 of 2014 concerning Child Health Efforts, Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 12 of 2017 concerning the Implementation of Immunization, Government Regulation of the Republic of Indonesia Number 33 of 2012 concerning the Provision of Exclusive Breastfeeding, Law Number 36 of 2009 concerning Health, Law of the Republic of Indonesia Number 4 of 1979 concerning Child Welfare, Law of the Republic of Indonesia Number 39 of 1999 concerning Human Rights, Law of the Republic of Indonesia Number 35 of 2014 concerning Amendments to Law Number 23 2002 concerning Child Protection, the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia has been in accordance with the legal level theory, which means that higher regulations serve as guidelines for lower-level regulations and lower-level regulations serve as guidelines for higher regulations. Forms of legal protection for children in accessing health services in laws and regulations include the fulfillment of children's health rights by taking into account the life cycle; the availability of comprehensive health services for children and adolescents; preparing to become healthy and productive adults, both socially and economically; so that children school age and adolescents receive health education through school and outside of school; provide protection to children in obtaining quality, safe, and useful health services, and provide legal certainty for children, parents/families, health workers, and health service facilities. | |
| 29796 | 33152 | E1A017037 | PENEGAKAN HUKUM PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI BERDASARKAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN NOMOR 228 TAHUN 2019 TENTANG JABATAN TERTENTU YANG DAPAT DIDUDUKI OLEH TENAGA KERJA ASING (Studi Di Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat) | Penggunaan Tenaga Kerja Asing merupakan hal yang lazim digunakan di Indonesia sebagai akibat dari globalisasi dan digunakan khususnya dalam perusahaan telekomunikasi karena kurangnya keahlian yang dimiliki pekerja Indonesia. Tenaga kerja asing tersebut dipekerjakan di Indonesia untuk jabatan sesuai dengan keahliannya dan jangka waktu tertentu. Terhadap Jabatan tersebut sering terjadi penyalahgunaan jabatan seperti adanya rangkap jabatan, sehingga perlu ada penegakan hukum sesuai aturan-aturan yang sudah berlaku. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mengkaji pengawasan serta penerapan sanksi bagi perusahaan telekomunikasi yang menggunakan Tenaga Kerja Asing yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 228 Tahun 2019 tentang Jabatan Tertentu Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan. Data-data yang terkumpul diolah dan disajikan dalam bentuk teks naratif serta dianalisis dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penegakan hukum berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 228 Tahun 2019 tentang Jabatan Tertentu Yang Dapat Diduduki Oleh Tenaga Kerja Asing pada perusahaan telekomunikasi melalui fungsi pengawasan dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan dengan cara pengawasan secara langsung pada perusahaan telekomunikasi di Kota Tasikmalaya yang menggunakan TKA yaitu PT. Smartfren, Tbk dan PT. Telkomsel Indonesia. Dalam hal terjadi pelanggaran seperti adanya rangkap jabatan bagi TKA maka diterapkan sanksi berupa sanksi administratif berupa pencabutan izin penggunaan Tenaga Kerja Asing. | The application of foreign workers is the common thing to be used in Indonesia as a result of globalization and is used especially in telecommunication companies because of the lack of expertise in Indonesia workers. The foreign workers occupied in Indonesia for particular positions and period. Againts the Department there us often abuse of office such as the exsistence of double positions, so there needs to be low enforcement in accordnce with the rules taht have been applied. As of, this research has a purpose to discovering and studying surveillance and sanctions application for companies that use foreign workers that is not in accordance with Minister of Manpower Decree Number 228 of 2019 about The Positions That Can Be Occupied By Foreign Workers. This research is using judicial normative method with statutory approach. The collected data have been processed and served in narrative text and analyzed by qualitative methods. Research show that in law enforcement based on Minister of Manpower Decree Number 228 of 2019 about The Positions That Can Be Occupied By Foreign Workers towards telecommunication companies through the supervision of telecommunication companies in Tasikmalaya City that use TKA, namely PT. Smartfren, Tbk and PT. Telkom Indonesia. In the event of applied in the form of administrative sanctions in the form of revocation of permits for the use of Foreign Worker. | |
| 29797 | 33153 | F1D017025 | Strategi Pemenangan William Aditya Sarana dalam Pemilihan Legislatif Tahun 2019 di Daerah Khusus Ibukota Jakarta | Setiap caleg membutuhkan suatu strategi yang matang untuk memenangkan kontestasi politik. Terlebih apabila calon tersebut merupakan figur yang baru terjun di dunia politik dan bukan berasal dari kalangan yang sudah dikenal sebelum terjun ke dunia politik. Salah satu kontestan tersebut adalah William Aditya Sarana. William memiliki latar belakang agama minoritas, etnis minoritas, memilih partai baru sebagai kendaraan politiknya, dan usia yang masih muda. Walaupun dengan latar belakang tersebut, William tetap berhasil memenangkan Pemilihan Legislatif tahun 2019 di DKI Jakarta sehingga strategi politik yang dilakukan oleh William sebagai caleg minoritas menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan dengan perspektif strukturalisme serta metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Kemudian, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis data interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil dari penelitian ini adalah strategi pemenangan yang dilakukan oleh William Aditya Sarana sebagai calon legislatif yang memiliki triple minority dan memilih partai politik baru sebagai kendaraan politiknya diantaranya yaitu 1.) membentuk tim relawan sebagai kekuatan internal yang solid, 2) menentukan segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat. Pemilihan segmentasi William dilakukan melalui pemanfaatan isu minoritas, sedangkan targeting dilakukan dengan berbasis identitas triple minority. Positioning juga dilakukan untuk membantu penciptaan identitas politik dan memperkuat identitas yang ingin dibangun atau dimunculkan ke masyarakat, diantaranya seperti pemilihan isu dan program, branding image sebagai caleg muda, bersih, dan berani, pemasangan baliho/banner yang intens dan menampilkan identitas etnis, kampanye door to door dan pembagian kartu konstituen sebagai remembering konstituen, melakukan titik temu warga, dan menggunakan metode khusus untuk mendapatkan suara di wilayah perumahan. Kemudian, gaya komunikasi kontestan politik saat berkomunikasi dengan masyarakat dapat mempengaruhi pilihan politik masyarakat, sehingga gaya komunikasi menjadi hal yang harus diperhatikan. Dalam proses komunikasi juga dibutuhkan saluran komunikasi agar pesan-pesan politik dapat disampaikan. William membedakannya saluran komunikasinya menjadi dua yaitu saluran darat (baliho, spanduk, banner, poster, surat, kaos, kalender, stiker, kartu nama, dan kartu konstituen) dan udara (media sosial). Pemanfaatan identitas triple minority yang tepat, pemanfaatan modal sosial yang baik, dan nomor urut menjadi faktor yang mendukung kemenangan William Aditya Sarana. | Each candidate needs a mature strategy to win political contestations. Especially if the candidate is a figure who has just entered the world of politics and does not come from a circle that was known before entering the world of politics. One of the contestants is William Aditya Sarana. William has a minority religious background, ethnic minorities, chooses a new party as his political vehicle, and is still young. Even with this background, William still managed to win the 2019 Legislative Election in DKI Jakarta so that the political strategy carried out by William as a minority candidate is interesting to study. This study used a constructivism paradigm and with a structuralism perspective and the method used is a qualitative research method. Then, the approach used is a case study approach. The informant selection technique used purposive sampling and snowball sampling methods. While the data collection techniques used is in-depth interviews, observation, and documentation studies. The data analysis technique used is to use interactive data analysis techniques. As for the validity of the data by using data triangulation techniques. The results of this study are the winning strategy carried out by William Aditya Sarana as a legislative candidate who has a triple minority and chooses a new political party as his political vehicle, including 1) forming a team of volunteers as a solid internal force, 2) determining segmentation, targeting, and proper positioning. The selection of William's segmentation is done through the use of minority issues, while the targeting is done based on the identity of the triple minority. Positioning is also carried out to help create a political identity and strengthen the identity that you want to build or raise to the community, such as the selection of issues and programs, branding images as young, clean, and brave candidates, installation of intense billboards/banners and displaying ethnic identities, door campaigns. door-to-door and distribution of constituent cards as constituents remembering, holding community meeting points, and using special methods to get votes in residential areas. Then, the communication style of political contestants when communicating with the public can influence the people's political choices, so that communication style becomes something that must be considered. In the communication process, communication channels are also needed so that political messages can be conveyed. William distinguishes his communication channels into two, namely landlines (billboards, banners, banners, posters, letters, t-shirts, calendars, stickers, business cards, and constituent cards) and air (social media). The right use of triple minority identity, good use of social capital, and serial numbers are factors that support William Aditya Sarana's victory. | |
| 29798 | 33157 | A1D016116 | PENGARUH VOLUME DAN FREKUENSI PENYIRAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan volume penyiraman yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai, 2) menentukan frekuensi penyiraman yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai, 3) menentukan volume dan frekuensi penyiraman yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan pada Agustus sampai Oktober 2019 di lahan pasir Pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu volume penyiraman (V) yaitu, V1 = 5 mm/siram, V2 = 10 mm/siram, V3 = 15 mm/siram. Faktor kedua yaitu frekuensi penyiraman (P) yaitu, P1 = 1 kali/hari, P2 = 2 kali/hari, P3 = 3 kali/hari. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah akar, kehijauan daun, lebar bukaan stomata, kerapatan stomata, bobot umbi segar dan kering, bobot akar segar dan kering, bobot daun segar dan kering, jumlah umbi, diameter umbi, hasil umbi segar dan hasil umbi askip. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) volume penyiraman 5 mm/siram mampu meningkatkan jumlah akar sebesar 87,88 g, 10 mm/siram = 164,89 g dan 15 mm/siram = 155,78 g dan berpengaruh terhadap kandungan klorofil memberikan hasil 5 mm/siram= 3,32 unit, 10 mm/siram = 6 unit dan 15 mm/siram = 8,5 unit. 2) Frekuensi penyiraman mampu menigkatkan bobot segar akar memberikan hasil 1 kali/hari = 0,44 g, 2 kali/hari = 2,67 g dan 3 kali/hari = 1,01 g dan berpengaruh terhadap bobot segar umbi memberikan hasil 1 kali/hari = 86,34 g, 2 kali/hari = 126,47 g dan 3 kali/hari = 133,86 g. 3) Interaksi antara volume 10 mm/siram dan frekuensi penyiraman 2 kali/hari, dan volume 10 mm/siram dan frekuensi penyiraman 3 kali/hari meningkatkan lebar bukaan stomata pagi. Interaksi antara volume 5 mm/siram dan frekuensi penyiraman 3 kali/hari meningkatkan jumlah daun. Kata kunci : Bawang merah, volume penyiraman, frekuensi penyiraman, lahan pasir pantai. | ABSTRACT This study aims to:1) determine the volume of water that can increase the growth and yield of shallots in coastal sand land,2) determine the frequency of watering that can increase the growth and yield of shallots in coastal sand land,3) determine the volume and frequency of watering that can be used. Increase the growth and yield of shallots in coastal sand lands. This research was conducted from August to October 2019 in the sand land of Jetis Beach, Banjarsari Village, Nusawungu District, Cilacap Regency, Central Java. The experimental design used was a randomized block design (RBD). The first factor is the volume of water (V), namely, V1=5 mm / flush, V2=10 mm / flush, V3=15 mm / flush. The second factor is the frequency of watering (P), namely, P1=1 times/day, P2 = 2 times/day, P3= 3 times/day. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, root length, number of roots, greenness of leaves, width of stomatal opening, density of stomata, fresh and dry tuber weight, fresh and dry root weight, fresh and dry leaf weight, number of tubers, tuber diameter, yield of fresh tubers and yield of askip tubers. The data obtained were analyzed using the F test, if there is diversity, then proceed with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) level of 5%. The results showed that: 1) volume of watering 5 mm/ flush was able to increase the number of roots by 87.88 g, 10 mm/flush = 164.89 g and 15 mm/flush = 155.78 g and the effect on chlorophyll content gave 5 results. mm/flush = 3.32 units, 10 mm/ flush = 6 units and 15 mm/flush = 8.5 units. 2) The frequency of watering was able to increase the fresh weight of the roots giving a yield of 1 time / day = 0.44 g, 2 times/day = 2.67 g and 3 times/day = 1.01 g and had an effect on the fresh weight of the tubers giving a yield of 1 times/day = 86.34 g, 2 times/day = 126.47 g and 3 times/day = 133.86 g. 3) The interaction between the volume of 10 mm/flush and the frequency of watering 2 times/day, and the volume of 10 mm/flush and the frequency of watering 3 times/day increases the width of the opening of the morning stomata. The interaction between the volume of 5 mm / flush and the frequency of watering 3 times/day increased the number of leaves. Key words: Shallots, volume of water, frequency of watering, beach sand land. | |
| 29799 | 33151 | A1A016053 | STRATEGI PEMASARAN KERIPIK SALAK DENGAN METODE ANP (ANALYTIC NETWORK PROCESS) DI PT BANJARNEGARA AGRO MANDIRI SEJAHTERA | Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu sentra produksi salak di Provinsi Jawa Tengah. Selain dipasarkan dalam bentuk buah, salak juga diolah menjadi aneka olahan seperti keripik salak. PT BAMS telah memproduksi olahan salak selama kurang lebih 4 tahun. Data penjualan produk keripik salak PT BAMS menunjukkan fluktuasi yang cukup tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang selama ini digunakan belum memberikan hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kriteria dan subkriteria strategi pemasaran pada PT BAMS, 2) Mengetahui hubungan kriteria dan subkriteria strategi pemasaran yang digunakan PT BAMS, dan 3) Menghasilkan prioritas utama pilihan strategi pemasaran yang relevan bagi PT BAMS. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus pada PT Banjarnegara Agro Mandiri Sejahtera di Kabupaten Banjarnegara. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini meliputi penentuan hubungan saling ketergantungan antar kriteria dan subkriteria, pembuatan matriks perbandingan berpasangan dan penentuan bobot prioritas antar kriteria dan subkriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan meluncurkan produk baru adalah prioritas utama perusahaan dalam menentukan strategi pemasaran. Perusahaan perlu melakukan modifikasi prosedur teknis dalam pengolahan keripik salak untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan mutu produk keripik salak dari kualitas semi premium menjadi kualitas premium serta memodifikasi desain, warna, dan bobot produk pada kemasan. Perusahaan juga perlu memberikan layanan yang baik kepada distributor maupun konsumen. | Banjarnegara District is one of the centers of salak fruit production in Central Java. Aside from being sold as it is, Salak fruit can also be processed into various food products, one of them, is Salak Chips. PT BAMS had been producing food product made of salak fruit for about 4 years. However, current sales data of salak chips shows a pretty significant fluctuation. This is an indication of a poor sales strategy. This study is meant to: 1) Finding out the criteria and sub-criteria of sales strategy on PT BAMS, 2) Finding out the relation of said criteria and sub-criteria, and 3) Determining a relevant sales strategy option that should be prioritized by PT BAMS. The study was carried out in september 2020. And the method used is “Case-Study” on PT Banjarnegara Agro Mandiri Sejahtera (BAMS), located in Banjarnegara district. The data-analysis used in this study covers the interdependence connection between criteria and sub-criteria, establishing pairwise comparison matrix and determining priority weight between criteria and sub-criteria. The study result shows that the capability of a company to release new products should be the main priority in determining sales strategy. The business firm have to make alteration to technical procedure used in the salak chips processing step in order to better and improve salak chips quality from semi premium to premium tier, as well as some revision to packaging design, color, and net weight. The company should also treat the distributor and costumer with great service. | |
| 29800 | 33154 | A1D016063 | POTENSI ASAP CAIR UNTUK MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) | Nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) merupakan salah satu hama penting pada tanaman tomat. Upaya mengendalikan hama ini ini lebih menekankan kepada penggunaan nematisida kimia sintetik yang terbukti berdampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu alternatif pengendalian yang potensial dan ramah lingkungan adalah penggunaan asap cair. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsentrasi asap cair yang efektif terhadap mortalitas nematoda puru akar di laboratorium, dan mengetahui pengaruh frekuensi aplikkasi asap cair dalam mengendalikan nematoda puru akar tanaman tomat serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Screen House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dari bulan November 2019 hingga Maret 2020. Penelitian terdiri dari 2 tahap, yaitu uji konsentrasi Asap cair terhadap mortalitas nematoda puru akar di Laboratorium dan uji frekuensi perlakuan Asap cair untuk mengendalikan nematoda puru akar pada tanaman tomat. Uji konsentrasi Asap cair dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 taraf konsentrasi yaitu 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Setiap perlakuan dilulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati yaitu mortalitas nematoda yang diamati selama 2 hari. Selanjutnya, pada uji frekuensi perlakuan Asap cair dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu 0 kali (kontrol), 2 kali, 3 kali, 4 kali, dan nematisida kimia sintetik (furadan). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Variabel yang diamati adalah tingkat kerusakan akar, populasi nematoda dalam tanah, tinggi tanaman, bobot basah tajuk, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, asap cair bersifat toksik terhadap nematoda Meloidogyne spp. konsentrasi 4% mampu menimbulkan mortalitas 98,2 %., asap cair mempunyai nilai LC95 47,94 ml/l terhadap Meloidogyne spp., aplikasi asap cair 3 sampai 4 kali mampu menurunkan populasi Meloidogyne spp. dan tingkat kerusakan akar, namun tidak mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman tomat. | Root knot nematode (Meloidogyne spp.) is one of the important pests in tomato plants. The effort to control these pests is more emphasis on the use of synthetic chemical nematicides which have been shown to have a negative impact on the environment. One of the potential and environmental friendly alternative controls is the use of liquid smoke. This research was conducted with the aim to determine the effective concentration of liquid smoke on the mortality of root knot nematodes in the laboratory, and to determine the effect of the frequency of application of liquid smoke in controlling the root knot nematodes of tomato plants and also their effect to the growth of tomato plants. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory and Screen House of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2019 to March 2020. The study consisted of 2 stages, namely the concentration of liquid smoke test on mortality of root knot nematodes in the laboratory and the frequency test on liquid smoke application to control root knot nematodes in tomato plants. The liquid smoke concentration test was carried out using a randomized block design (RBD) with 5 levels of concentration, namely 0%, 1%, 2%, 3%, and 4%. Each treatment was repeated 5 times. The observed variable was the nematode mortality which observed for 2 days. Furthermore, the frequency test on liquid smoke application was carried out using a randomized block design (RBD) with 5 treatments, namely 0 times (control), 2 times, 3 times, 4 times, and synthetic chemical nematicide (furadan). Each treatment was repeated 5 times. The variables observed were the level of root damage, nematodes population in the soil, plant height, shoot wet weight, and number of leaves. The research results showed that liquid smoke was toxic to the root knot nematodes. The liquid smoke with concentration 4% can cause 98.2% mortality., liquid smoke has an LC95 value as amount as 47.94 ml/l against Meloidogyne spp., The frequency application of liquid smoke 3 to 4 times can reduce the population of Meloidogyne spp. and the level of root damage, but not able to increase the growth of tomato plants. |