Artikelilmiahs

Menampilkan 2.781-2.800 dari 48.733 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
278112559C1J010006FACTORS AFFECTING RICE PRODUCTION IN GAMBARSARI VILLAGE KEBASEN SUB DISTRICT BANYUMAS REGENCY IN PLANTING SEASON OCTOBER - MARCH 2013/2014Penelitian ini berjudul “Faktor - Faktor Yang Memengaruhi Produksi Padi Di Desa Gambarsari Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas Musim Tanam Oktober - Maret 2013/2014”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari faktor – faktor produksi seperti luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap hasil produksi tanaman padi, khususnya di Desa Gambarsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini juga untuk mengetahui apakah skala produksi usaha tani padi sudah berada dalam skala produksi yang naik, serta untuk mengetahui apakah faktor – faktor usaha tani padi seperti luas lahan, bibit, pupuk, pestisida dan luas lahan sudah mencapai tingkat efisiensi.
Hasil dari analisis menunjukan bahwa faktor - faktor produksi seperti: luas lahan, bibit, pupuk, pestisida berpengaruh positif tehadap hasil produksi tanaman padi, sedangkan tenaga kerja tidak berpengaruh terhadap hasil produksi tanaman padi. Dari penjumlahan elastisitas faktor – faktor produksi diperoleh nilai sebesar 1,031 hal ini menunjukan bahwa usaha tani padi di Desa Gambarsari Kecamatan Kebasen berada pada kondisi Increasing Return to Scale artinya apabila terjadi
penambahan faktor produksi sebesar 1% maka akan menaikan output sebesar 1,031persen dan usaha tani padi layak untuk dikembangkan. Penggunaan faktor produksi luas lahan, bibit, pupuk, pestisida secara ekonomis tidak mencapai efisien, karena nilai NPM masih kurang dari satu dari masing - masing variabel independen.
This study entitled "Factors Affecting Rice Production in Gambarsari village Kebasen District Banyumas Regency in Planting Season from October to March 2013/2014". The purpose of this study is to determine the effect of production factors such as land, seed, fertilizer, pesticides and labor on rice production, particularly in Gambarsari village, Kebasen District, Banyumas. This study is also determining whether the rice farming production scale is already in the rising scale products, as well as to determine whether land, seed, fertilizer, pesticide and land are in the level of efficient.
Results of the analysis show that the production factors such as land, seed, fertilizer, pesticides give positive influence on rice production, while labor does not affect the rice production. The sum elasticity factor is 1.031 and this shows that rice farming in Gambarsari village Kebasen District is in Increasing Return to Scale condition which means that if there is an additional production factor by 1% then it will increase output by 1,031 percent and rice farming is feasible to develop. Production factor usage such as land, seed, fertilizer, pesticides have not yet reached economically efficient, because the value of each NPM still less than one.
278212560B1J011080DETEKSI MOLEKULER GEN LATEN LMP-1 EPSTEIN-BARR VIRUS PADA PENDERITA KARSINOMA NASOFARINGKarsinoma nasofaring (KNF) adalah tumor ganas sel epitel nasofaring yang berlokasi pada daerah cekungan Rosenmuelleri dan tempat bermuara saluran eustachii. Faktor risiko KNF yaitu genetik dan lingkungan, sedangkan faktor penyebab utamanya yaitu infeksi Epstein-Barr Virus (EBV). Daur infeksi EBV yaitu fase litik dan laten. Infeksi EBV pada KNF menunjukkan pola infeksi fase laten II yang akan mengekspresikan LMP-1 dan EBNA-1. LMP-1 berperan dalam transformasi sel dan meningkatkan regulasi sitokin IL-10 yang memproliferasi sel B dan menghambat respon imun lokal. Deteksi gen LMP-1 menggunakan metode PCR konvensional dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis KNF terutama penapisan awal infeksi EBV pada KNF. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan identifikasi gen LMP-1 sebagai petanda biologi molekuler diagnosis KNF dengan teknik PCR konvensional dan mengetahui sensitivitas gen laten LMP-1 sebagai petanda biologi molekuler yang potensial untuk diagnosis KNF.
Penelitian ini adalah penelitian seran lintang (cross sectional) dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Sampel penelitian berupa jaringan darah vena penderita KNF dengan terdiagnosis pasti dari hasil biopsi oleh unit Patologi Anatomi yang diambil di Poli THT RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Sebanyak 22 sampel penelitian diisolasi menggunakan kit Purelink® DNA/RNA viral (Invitrogen), yang kemudian digunakan sebagai templat untuk amplifikasi gen LMP-1 dengan metode PCR konvensional. Variabel bebas yang diamati adalah ukuran amplikon DNA fragmen gen LMP-1 sedangkan variabel tergantung dalam penelitian ini adalah eksistensi gen LMP-1 EBV. Analisis sensitivitas metode PCR dan hasil identifikasi gen LMP-1 menggunakan metode deskriptif dengan cara membandingkan hasil deteksi yang didapatkan dalam penelitian dengan hasil dari penelitian sebelumnya yang berkaitan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen LMP-1 EBV sebagai petanda biologi molekuler dalam diagnosis KNF dapat dideteksi menggunakan teknik PCR konvensional. Amplikon DNA yang dihasilkan berukuran 142 bp. Sensitivitas PCR konvensional dalam mendeteksi gen LMP-1 EBV menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi daripada LMP-1 EBV delesi 30 pb dan LMP-2A EBV.
Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a malignant tumor of epithelial cells of the nasopharynx, located in the basin area and empties Rosenmuelleri eustachian channels. KNF risk factors are genetic, environment, and the main factors is an infection of Epstein-Barr Virus (EBV). Recycling EBV infection is latent and lytic phase. EBV infection in NPC shows the pattern of the latent phase of infection II which will express LMP-1 and EBNA-1. LMP-1 plays a role in cell transformation and improving the regulatory cytokine IL-10 that proliferation B cells and inhibit the immune response locally. LMP-1 gene detection using conventional PCR method can be used for the diagnosis of NPC especially early screening of EBV infection in NPC. The purpose of this study was to identify genes LMP-1 EBV as a marker of molecular biology diagnosis of NPC with conventional PCR technique and knowing the sensitivity conventional PCR method in detecting latent LMP-1 EBV gene as a potential marker of molecular biology to the diagnosis of NPC.This research is seran latitude (cross-sectional) with consecutive sampling technique. The research sample is venous blood from NPC patients with a definite diagnosis of biopsy by Anatomical Pathology unit taken in Poli THT RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. A total of 22 samples were isolated using the kit Purelink® DNA/RNA viral (Invitrogen), which is then used as a template for LMP-1 gene amplification by conventional PCR methods. The independent variable is the observed gene fragment DNA amplicon size LMP-1, while the dependent variable in this study is the existence of LMP-1 EBV genes. Analysis of the sensitivity of the PCR method and the results of LMP-1 gene identification using descriptive method by comparing the detection results obtained in the study with the results of previous studies related. The results showed that LMP-1 EBV gene as a marker of molecular biology in the diagnosis of NPC can be detected using conventional PCR technique. The resulting DNA amplicon size of 142 bp. Conventional PCR sensitivity in the detection of LMP-1 EBV gene showed a higher sensitivity compared to LMP-1 EBV gene deletion of 30 bp and LMP-2A EBV.
278312561P2DA14014DERAJAD KEASAMAN, AMONIA, DAN SINTESIS PROTEIN MIKROORGANISME CAIRAN RUMEN SAPI PERAH YANG DIBERI SUMBER PROTEIN LEGUMINOSA DALAM RANSUM BERBASIS INDEKS SINKRONISASI PROTEIN DAN ENERGIPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara leguminosa sebagai sumber protein dengan level indeks sinkronisasi protein dan energi (SPE), leguminosa sebagai sumber protein, dan level indeks SPE dalam ransum sapi perah terhadap derajad keasaman (pH), ammonia (N-NH3) dan sintesis protein mikroorganisme (SPM). Tekhnik in vitro diadopsi untuk menentukan laju degradasi protein dan bahan organik (BO) bahan pakan (hijauan dan konsentrat) untuk menentukan indeks SPE kombinasi perlakuan ransum serta pengaruhnya terhadap pH, NH3 dan SPM. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola faktorial (2x3), faktor pertama adalah 2 jenis leguminosa (daun turi dan daun lamtoro) dan faktor kedua adalah 3 level indeks SPE (0,4; 0,5; dan 0,6), terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara leguminosa dan indeks SPE hanya berpengaruh terhadap pH (P<0,05), leguminosa dan indeks SPE masing-masing berpengaruh nyata (P<0,05) dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap N-NH3 dan SPM. Kesimpulan penelitian yaitu interaksi antara jenis leguminosa dan indeks SPE hanya berpengaruh terhadap pH dan tertinggi (mendekati 7) dicapai oleh cairan rumen yang mendapat daun turi dengan level indeks SPE 0,53. Lamtoro merupakan leguminosa yang lebih baik dibandingkan dengan turi ditinjau dari kemampuanya dalam meningkatkan SPM. Indeks SPE yang terbaik dalam menghasilkan SPM yaitu pada level 0,6.The study was aimed to assess the effect of the interaction between the legume as a source of protein with levels of synchronization protein and energy (SPE) index, legume as a source of protein, and the levels of SPE index in the diet of dairy cattles on rumen fluid acidity (pH), ammonia (N-NH3), and microbial protein synthesis (MPS). In vitro techniques was adopted to determine the rate of degradation of feedstuffs (forage and concentrate) protein and organic matter (OM) to determine the index SPE of diets treatment combinations and its effect on pH, NH3 and SPM. The research was used a completely randomized design (CRD) with factorial design (2x3), the first factor was the 2 types of legume (Sesbania leaves and leucaena leaves) and the second factor was the third level of the index SPE (0.4, 0.5, and 0.6), consisting of 6 treatment combinations and each was 4 replicates. The results showed that the interaction between the legume and SPE index only affected the pH (P <0.05), legume and SPE indexes respectively significantly (P <0.05) and highly significant (P <0.01) affected N-NH3 and SPM. The conclusion of the study are, the interaction between the type of legume and SPE indexs only affect the pH and the highest (approaching 7) is achieved by the rumen fluid that gets sesbania leaves with SPE index of level 0.53. Leucaena is a legume that is better than sesbania in terms of their ability to increase MPS. SPE index is the best in producing MPS of level 0.6.
278412562F1D008038Politik Implementasi Surat Edaran Bupati Banyumas No.523/2645/2008 tentang Penangkapan Ikan Ilegal di Desa Babakan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas

Penelitian ini menjelaskan tentang politik implementasi Surat Edaran (SE) Bupati Banyumas Nomor 523/2645/2008 tentang Larangan Penangkapan Ikan Illegal di Desa Babakan Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan aspek-aspek politik dalam implementasi SE tentang Larangan Penangkapan Ikan secara Illegal dan faktor yang mendukung dan menghambat proses implementasi tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Adapun teknik analisis data yang diterapkan menggunakan metode analisis interaktif menurut Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sasaran utama dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa Babakan dan masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Logawa di Desa Babakan dalam mengimplementasikan SE Bupati Banyumas tentang Larangan Penangkapan Ikan Illegal.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa Pemerintah Desa Babakan mengimplementasikan SE Bupati Banyumas Nomor 523/2645/2008 tentang Larangan Penangkapan Ikan Illegal. Cara implementasi dilakukan dengan berbagai cara dengan model top down yakni (1). Sosialisasi dari Kepala Desa kepada Perangkat Desa Babakan, (2). Sosialisasi dari Perangkat Desa Babakan diteruskan kepada tokoh masyarakat melalui Kepala Dusun, Ketua RW dan RT, dan (3). Muncul gerakan masyarakat di DAS Sungai Logawa untuk menjaga sungai dari aksi penangkapan ikan illegal.
Aspek-aspek politik yang terbangun dalam Politik Implementasi SE Bupati Banyumas Nomor 523/2645/2008 tentang Larangan Penangkapan Ikan Illegal melibatkan aktor lokal di Pemerintah Desa Babakan dan masyarakat desa. Aktor lokal tersebut adalah kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat. Relasi ini terbangun dari pola sosialisasi yang dilakukan secara formal dalam acara pertemuan warga maupun informal dalam kegiatan keseharian. Relasi ini dipengaruhi kuat oleh kepemimpinan Kepala Desa Babakan, Sonhaji yang memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan DAS Logawa.
Dalam proses implementasi ini ada faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung adalah (1). Kepemimpinan Kepala Desa Babakan Sonhaji yang memiliki perhatian pada kelestarian lingkungan DAS Logawa, (2). Dukungan dari perangkat desa dan pengurus RT dan RW serta masyarakat di DAS Logawa untuk mengantisipasi terjadinya penangkapan ikan illegal. Untuk faktor penghambat adalah (1) Pemerintah Desa Babakan belum memiliki peraturan desa (Perdes) untuk mengatur perlindungan lingkungan Sungai Logawa, (2). Kurangnya sosialisasi larangan penangkapan ikan illegal bagi masyarakat di desa-desa lainnya karena diketahui penangkap ikan illegal justru dari desa tetangga. Dari politik implementasi SE Bupati Nomor 523/2645/2008 memberikan hasil positif bagi terjaganya ekosistim ikan di Sungai Logawa sehingga patut ditiru oleh desa-desa lain yang berada di DAS Logawa atau sungai lain seperti Sungai Serayu, Mengaji, Kranji, Pelus dan sebagainya.
This study describes the political implementation of the Circular ( SE ) Banyumas Regent No. 523/2645/2008 on Prohibition of Illegal Fishing Village Karanglewas Babakan subdistrict , Banyumas. This study aims to identify and describe the political aspects in the implementation of the SE on the Prohibition of Fishing is Illegal and factors that support and hinder the implementation process .
This study uses qualitative descriptive method using a case study approach . The data analysis techniques are applied using interactive analysis method according to Miles and Huberman which includes data reduction , data presentation , and conclusion. The main objectives of this research are Babakan village government and communities around the Watershed ( DAS ) Logawa River in the village of Babakan in implementing SE Banyumas Regent on Prohibition of Illegal Fishing .
The study results revealed that the Government husband Babakan Village Implementing SE Banyumas Regent No. 523/2645/2008 ABOUT ban Illegal Fishing . How Implementation is done WITH THE way top-down model that is ( 1 ) . Socialization Of Village Head To The device Babakan Village , ( 2 ) . Socialization From the Village Babakan To the community leaders passed through the village head , Chairman of RW and RT , and ( 3 ) . Movement appears ' Logawa River watershed communities to review Keeping the river from the action of illegal fishing .
Political aspects are awakened in Politics Implementation SE Regent Banyumas No. 523/2645/2008 on Prohibition of Illegal Fishing involve local actors in Babakan village government and villagers. The local actor is the village head, village, and community. This relationship is awakened from socialization patterns conducted formal and informal gatherings of citizens in the activities of everyday life. This relationship is influenced strongly by the leadership of the Village Head Babakan, Sonhaji who are committed to preserving the environment Logawa watershed.
In this implementation process enabling and inhibiting factors. Supporting factors are (1). Leadership Sonhaji Babakan village chief who has the attention to environmental sustainability Logawa watershed, (2). Support from the village and RT and RW as well as the communities in the watershed Logawa to anticipate the occurrence of illegal fishing. For inhibiting factors are (1) the village government Babakan not have village regulations (Perdes) to regulate environmental protection Logawa River, (2). Lack of socialization illegal fishing ban for people in other villages because of known illegal fishing it from neighboring villages. SE political implementation of the Regent No. 523/2645/2008 provide positive results for the preservation of the fish in the river ecosystem Logawa so enviable by other villages that are in the watershed or river Logawa like Serayu, chanting, Kranji, Pelus and so on.
278512563F1B008034Implementasi Program Bantuan Operasional Sekolah di SDN 1 Karangreja Kecamatan Kutasari Kabupaten PurbalinggaPada bulan Maret dan Oktober 2005 Pemerintah Indonesia mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan merealokasi sebagian besar anggarannya ke empat program, yaitu program pendidikan, kesehatan, infrastruktur perdesaan, dan subsidi langsung tunai (SLT). Salah satu program di bidang pendidikan adalah BOS yang menyediakan bantuan bagi sekolah dengan tujuan membebaskan siswa dari iuran sekolah dalam rangka mendukung pencapaian Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) Sembilan Tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Bantuan Operasional Sekolah di SDN I Karangreja, Kecamatan Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunkan metode penelitian kualitatif. Teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi, dan observasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis interaktif dari Miles dan Hiberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian dapat disimpulkan yaitu Implementasi Program Bantuan Operasional Sekolah di SD Negeri 1 Karangreja dilakukan dengan melakukan a) perencanaan keuangan yang berupa penyusunan anggaran (budgeting) b) Kegiatan pelaksanaan pembiayaan pendidikan meliputi pembukuan (accounting) yang merupakan pembukuan terhadap pelaksanaan terhadap pembiayaan yang dilaksanakan untuk proses pendidikan. c) evaluasi berupa pemeriksaan (auditing) merupakan pemeriksaan terhadap pendapatan dan pengeluaran serta penilaian pelaksanaan pembiayaan pendidikan. d) pembiayaan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) telah baku dan tiap sekolah mengikuti prosedur atau mekanisme yang telah ditentukan oleh pemerintah pusat.In March and October 2005 the Government of Indonesia to reduce subsidies on fuel oil (BBM) and reallocate most of its budget to the four programs, namely the programs of education, health, rural infrastructure, and direct cash subsidies (SLT). One of the programs in the field of education is BOS
2
which provides assistance to schools with the aim of freeing students from school tuition in order to support the achievement of Compulsory Basic Education Program (Wajardikdas) Nine Year. This study aimed to describe the School Operational Assistance Program Implementation in SDN I Karangreja, District Kutasari Purbalingga. This study using the method of qualitative research. The technique of taking informants using purposive sampling. Techniques of collecting data using interviews, documentation, and observation. Data were analyzed using an interactive analysis of Miles and Hiberman that consists of data collection, data reduction, presenting the data and drawing conclusions. It can be concluded that implementation of the School Operational Assistance Program in Elementary School 1 Karangreja done by performing a) financial planning in the form of budgeting (budgeting). b) implementation of education financing activities include bookkeeping (accounting) which is the bookkeeping for the implementation of the financing undertaken for the educational process. c) the evaluation of the examination (auditing) is an examination of the income and expenses as well as evaluating the implementation of education funding. d) the financing of education through the School Operational Assistance (BOS) standard and each school has to follow the procedures or mechanisms that have been set by the central government.
278612564G1B011006FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS DI DESA KEDUNGPRING KECAMATAN KEMRANJEN KABUPATEN BANYUMASKasus leptospirosis di Banyumas beberapa tahun terakhir (2010-2014) cenderung meningkat. Peningkatan kasus dapat memungkinkan terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga perlu kewaspadaan dengan cara peningkatan perilaku pencegahan leptospirosis. Kedungpring merupakan desa dengan kejadian leptospirosis terbanyak di Kabupaten Banyumas (80%) pada tahun 2014. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan leptospirosis di Desa Kedungpring. Penelitian ini menggunakan desain studi observasional analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel berjumlah 86 responden, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan leptospirosis di Desa Kedungpring adalah jenis pekerjaan (p value: 0,005) dan keterpaparan informasi (p value: 0.003), sedangkan faktor yang tidak berpengaruh yaitu tingkat pendidikan, tingkat pengetahuan, sikap, sarana dan prasarana serta lingkungan rumah. Sebaiknya masyarakat terutama kelompok berisiko lebih proaktif mengakses informasi tentang leptospirosis dari berbagai sumber informasi, serta perlu peningkatan perilaku penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan perawatan luka. Disisi lain, pemerintah desa Kedungpring dan petugas kesehatan perlu meningkatkan penyebaran informasi tentang leptospirosis kepada masyarakat.Leptospirosis cases in Banyumas tended to increase in recent years (2010-2014). These conditions might occur the outbreak, so it needs public awareness to improve the prevention behaviour of leptospirosis. Kedungpring was the village with the highest leptospirosis cases in Banyumas (80%) in 2014. Therefore, this study was aims to identify the factors affecting prevention behaviour of leptospirosis in Kedungpring village. This research was observational analytic research with cross sectional study design. There were 86 respondents, selected by simple random sampling technique. Data analysis used chi-square test and logistic regression test. The results showed that the most affecting factors to the prevention behaviour of leptospirosis in Kedungpring was the type of work (p value: 0,005) and acceptance of information (p value: 0,003). Meanwhile, level of education, level of knowledge, attitudes, infrastructure, and home environment were not statistically significant affecting the prevention behaviour of leptospirosis in Kedungpring. Population at risk should pay more attention to the information regarding leptospirosis prevention from multiple sources of media, improve the utility of personal protective equipment (PPE) and wound care. Moreover, it is important for the government and health worker to improve the dissemination of leptospirosis information to public.
278712566F1A008026PETANI MENGGUGAT (STUDI TENTANG PERJUANGAN STAN AMPERA DALAM MEREBUT HAK ATAS TANAH DI DESA DARMAKRADENAN, KECAMATAN AJIBARANG)Gerakan sosial merupakan respon terhadap ketidakadilan yang dirasakan dari situasi masyarakat sebagai akibat dari sikap sewenang-wenang dari partai yang berkuasa. Di antara masyarakat petani, gerakan sosial umumnya terkait dengan isu monopoli tanah, karena tanah bagi petani tidak hanya ekonomi, tetapi juga dimensi sosial. Satu gerakan petani yang masih ada sampai hari ini adalah gerakan petani Stan Ampera Stan Ampera (SerikatTaniAmanatPenderitaan Rakyat) yang terletak di Desa Darmakradenan, Ajibarang Kabupaten. Gerakan sosial yang dilakukan Stan Ampera dimaksudkan untuk mengklaim hak atas tanah di desa Darmakradenan yang dikendalikan oleh PT Rumpun Sari Antan (RSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi perjuangan, kendala yang dihadapi, dan prestasi. Hasil ini menunjukkan bahwa organisasi petani melakukan berbagai hal dalam gerakan sosial. Dilihat dari peluang politik, petani memanfaatkan dengan baik peristiwa 1998. Pada tahun 2000 gerakan petani mengambil kesempatan ini untuk menyatakan pembentukan organisasi. Dalam hal struktur mobilisasi, gerakan mulai menggunakan organisasi sebagai struktur formal untuk memobilisasi para petani dalam perjuangan. Organisasi ini juga melakukan diskusi, pendidikan, dan mendokumentasikan perjuangan sebagai bentuk framing atau kesatuan pandangan. Hambatan yang terjadi dapat dikategorikan menjadi hambatan internal dan eksternal. Hambatan internal kurangnya pengetahuan anggota, pelindung dari sedikit orang yang dianggap karismatik, dan kurangnya aktivitas organisasi. Sementara hambatan eksternal yang berasal dari, antara lain, penampilan kampanye gelap, intimidasi dan kriminalisasi yang dilakukan oleh petani dan militer. Gerakan petani memiliki menghasilkan berbagai prestasi dalam gerakannya. Stan Ampera berhasil antara lain membebaskan biaya administrasi yang memberatkan petani pedesaan, ekonomi, dan juga sosial.The social movement is a response to the perceived injustice of the situation of society as a result of the arbitrary attitude of the ruling party. Among the farming communities, social movements are generally associated with the issue of monopoly of land, because land for farmers is not only economic but also a social dimension. One peasant movement that still exist to this day is the Stan Ampera peasant movement Stan Ampera (SerikatTaniAmanatPenderitaan Rakyat) which is located in the Darmakradenan village, Ajibarang District. Social movements are performed Stan Ampera is intended to claim the right to land in the village Darmakradenan which controlled by PT Rumpun Sari Antan (RSA). This study aims to determine the strategy of the struggle, the obstacles encountered , and the achievements. These results indicate that peasants organization do various things in the social movement. Judging from the political opportunity, peasants utilize well the events of 1998. In 2000 the peasants movement take this opportunity to declare the establishment the organization. In terms of the structure of mobilization, the movement starts to use organization as a formal structure to mobilize the peasants in the struggle. The organization also conduct discussions, education, and documenting the struggle as a form of framing or unity of the views. The barriers that occur can be categorized into internal and external obstacles. The internal barriers is the lack of knowledge of members, the patron of the few people who are considered charismatic, and lack of organizational activities. While the external barrier coming from, among others, the appearance of dark campaign, intimidation and criminalization are carried out by the grower and the military. The peasants movement has produces a wide range of achievements in its movement. Stan Ampera successfully among of freed administrative charges in rural aggravating peasants, economically, and also socially.
278812567C1B009103ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, KUALITAS PELAYANAN, CITRA MEREK DAN KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
(Studi Kasus pada Pelanggan Happy Puppy Purwokerto)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh persepsi harga , kualitas layanan , citra merek , kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan . Sampel dalam penelitian ini adalah pelanggan dari Happy Puppy Karaoke Purwokerto dan mengambil 100 orang sebagai sampel . Untuk membuktikan hipotesis penelitian ini regresi linier berganda , uji validitas instrumen , uji reliabilitas instrumen , uji asumsi klasik , dan uji statistik yang diterapkan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi harga , kualitas layanan , citra merek , kepuasan pelanggan memiliki pengaruh positif pada loyalitas pelanggan .The purposes of this research were to analyze the influence of price perception, service quality, brand image, customer satisfaction on customer loyalty. The samples in this study were the customers of Happy Puppy Karaoke Purwokerto and took 100 peoples as samples. To prove the hypothesis of this research a multiple linear regression, instrument validity test, instrument reliability test, classic assumption test, and statistical test were applied. The result of this research showed that price perception, service quality, brand image, customer satisfaction had positive influence on customer loyalty.
278912456G1A011088STIGMA DAN DISKRIMINASI SOSIAL PADA ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) YANG MENJALANI TERAPI ANTIRETROVIRAL DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTOLatar Belakang. Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS menjadikannya sorotan utama di dunia kesehatan. Dampak dari tingginya angka HIV/AIDS sendiri tidak hanya berpengaruh pada kesehatan individu, namun ekonomi, komunitas, bahkan pembangunan dan perkembangan suatu negara. Selain itu, orang dengan HIV/AIDS (ODHA) juga menerima hukuman sosial yaitu stigma dan diskriminasi, yang berdampak pada kehidupan sosial seorang ODHA. Stigma dan diskriminasi muncul karena pengetahuan masyarakat yang kurang.
Tujuan. Mendeskripsikan stigma dan diskriminasi yang dialami oleh orang dengan HIV/AIDS (ODHA)
Metode. Penelitian fenomenologi dengan metode kualitatif dan wawancara mendalam semi terstruktur sebagai metode pengumpulan data. Subjek penelitian yaitu ODHA yang sedang menjalankan terapi antiretroviral di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yang diambil menggunakan teknik purposive sampling, serta memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan dengan teknik triangulasi data.
Hasil dan Pembahasan. Hasil penelitian mendapatkan beberapa tema penelitian
yakni bentuk stigma dan diskriminasi yang dialami ODHA, dampak stigma dan diskriminasi terhadap ODHA, efek pengobatan ARV, dan pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS.
Kesimpulan. Kebanyakan ODHA masih mengalami stigma dan diskriminasi dari orang yang ada di sekitarnya. Stigma dan diskriminasi ini berdampak pada kehidupan mereka yang menutup diri mengenai status mereka, dan merasa tidak percaya diri. Stigma dan diskriminasi dapat muncul karena pengetahuan masyarakat yang kurang tentang HIV/AIDS
Background. The increasing number of people living with HIV/AIDS (PLHA) in the world making it a major focus of health. The impact of the high rates of HIV/AIDS itself not only affect the health of PLHA themselves, but the economic, community, and even the construction and development of a country. Moreover, PLHA also received social punishment that stigma and discrimination which affects the social life of the PLHA.
Purpose. To describe stigma and discrimination experienced by PLHA
Methods. Phenomenological research with qualitative methods and in-depth semi-structured interviews as a data collection methods. The subjects of this research were PLHA who was undergoing antiretroviral therapy in Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital, which choosen by using purposive sampling technique and fulfill the research criteria. Data analysis was performed with the triangulation technique.
Results and Discussion. This study got some research themes such as stigma and discrimination which experienced by the PLHA, the impact stigma and discrimination against the PLHA, the effects of ARV treatment, and public knowledge about HIV/AIDS
Conclusion. Most PLHA still experienced stigma and discrimination by people around them. Stigma and discrimination impacted to their life which make them shut themselves up regarding their status and made them feel insecure. Stigma and discrimination arised due to the lack of public knowledge about HIV/AIDS.
279012569G1D011071IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SISTEM BLOK DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOLatar Belakang: Sistem blok sudah diadopsi oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia. Jurusan Keperawatan Unsoed mulai mengimplementasikan sistem blok sejak tahun 2010 sampai sekarang. Setelah menjalankan sistem ini selama hampir 5 tahun, maka perlu dilakukan kajian terhadap implementasinya secara lebih rinci.
Tujuan: Mengetahui implementasi pembelajaran sistem blok di Jurusan Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuesioner dan uji dokumentasi 28 blok. Responden yang digunakan adalah 13 koordinator blok yang mengelola 28 blok dan penelitian ini menggunakan teknik total sampling.
Hasil: Perencanaan pembelajaran blok telah dibuat dengan lebih dahulu menentukan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dan mempertimbangkan bahan ajar terdahulu sebagai pedoman dan menganalisis dari proses belajar sebelumnya. Perencanaan pembelajaran juga dibuat sesuai dengan panduan;dengan melibatkan banyak pihak; dan workshop perencanaan pembelajaran sudah dilaksanakan pada sebagian besar blok. Hal-hal dalam implementasi yang perlu diperbaiki diantaranya penambahan sarana prasarana penunjang dan penambahan jumlah dosen. Evaluasi blok sudah diterapkan secara efektif, namun beban belajar mahasiswa masih perlu disesuaikan.
Kesimpulan: Secara umum perencanaan dan evaluasi sudah berjalan efektif, namun implementasi banyak mengalami perubahan. Penelitian ini merekomendasikan agar Jurusan Keperawatan Unsoed dapat mengimplementasikan perencanaan pembelajaran secara lebih konsisten.
Background: Block system has been adopted by many universities in Indonesia. Nursing Department of Jenderal Soedirman University has implemented block since 2010 to present. After conducted this system for almost 5 years, there should be a review of the implementation in more detail.
Purposes: This research aims to explore the implementation of block system curriculum at Nursing Department of Jenderal Soedirman University Purwokerto.
Method: This was a descriptive quantitative research using questionnaire and documentation test of 28 blocks to gained the data. By total sampling technique, 13 block coordinators who manage 28 blockswere participated as the respondents.
Result: The learning plan was designed by determining the learning outcomes, and the learning materials as the guide and analyzing the previous learning process. Lesson plans were also relevant with the guide books; involved many parties in the designing process; workshops have been conducted in most of the blocks. To improvement the implementation, learning facilities and infrastructure enhancement and the lecturer boost are needed. The evaluation has been effectively organized but the students’ learning loads requires an adjustment.
Conclusion: Generally, the planning and the evaluation process have been effectively conducted, but there were some changes in the implementation. This study recommends the Department of Nursing Unsoed to implement the learning plan in a more consistent way.
279112555C1B008092Pengaruh Sikap Kerja, Kecerdasan Emosional Dan Knowledge Management Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Purwokerto)Penelitian ini adalah survei untuk mengetahui pengaruh dari Sikap Kerja,Kecerdasan Emosional Dan Knowledge Management Terhadap Kinerja Karyawan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan AJB Bumiputera 1912 Kantor Wilayah Purwokerto sebanyak 30 karyawan. Jumlah responden yang diambil dengan metode Total Sampling dalam penelitian ini adalah 30 responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa: (1) sikap kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (2) kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan, (3) knowledge management tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
This study is a survey to determine the effect of Work Attitude, Emotional Intelligence and Knowledge Management on Employee Performance.
The population in this study were all employees of AJB Bumiputera 1912 Purwokerto Regional Office by 30 employees. The number of respondents who are taken by Total Sampling method in this research is 30 respondents.
Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression analysis showed that: (1) work attitude does not affect the employee performance, (2) emotional intelligence has no effect on the employee performance, (3) knowledge management does not affect the employee performance.
279212570G1B011055HUBUNGAN SIKAP KERJA DUDUK PEKERJA TENUN SARUNG DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSD's) DI DESA PEDURUNGAN KABUPATEN PEMALANGIndustri tenun tradisional kini sedang meningkat pesat, akan tetapi tidak diiringi dengan peningkatan pencegahan penyakit akibat kerja pada pekerjanya. Salah satu penyakit akibat kerja yang sering dirasakan adalah Musculoskeletal Disorders (MSD’s), ILO (2013) menyebutkan bahwa carpal tunnel syndrome mewakili 59% dari keseluruhan penyakit yang ditemukan pada tahun 2005 di Eropa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara sikap kerja duduk pekerja tenun sarung dengan keluhan MSD’s di Desa Pedurungan. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan pendekatan crossectional. Jumlah sampel sebanyak 50 responden. Data didapatkan melalui hasil wawancara dengan kuesioner dan pengukuran dengan metode RULA. Analisis data dilakukan secara uni variat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 11 bagian tubuh dengan keluhan MSD’s yang berhubungan dengan sikap kerja diantaranya leher atas (0.044), bahu kiri (0.007), pinggul (0.016), siku kiri (0.014), siku kanan (0.004), lengan kanan bawah (0.018), pergelangan tangan kiri (0.022), pergelangan tangan kanan (0.028), telapak tangan kanan (0.006), lutut kiri (0.022) dan lutut kanan (0.035).Disarankan pekerja sebaiknya melakukan perbaikan sikap kerja dan melakukan istirahat saat merasakan pegal atau lelah.

Traditional tenun industry are rising rapidly, but not accompanied by an increase in the prevention of occupational diseases in the workers. One of the occupational diseases are often perceived Musculoskeletal Disorders (MSD's). ILO (2013) mentions that carpal tunnel syndrome represents 59 % of the overall disease was found in 2005 in Europe. The purpose of this study was to determine the correlation between the sitting position of tenun worker with MSD's complaint in the Pedurungan. Type of research is observational analytic crossectional. The total sample is 50 respondents. Data were obtained through interviews with questionnaires and measurements with RULA method. Data analysis was performed univariate and bivariate (chi-square test). The results showed that there are 11 parts of body with MSD’s complaints associated with the sitting position among the upper neck (0.044), left shoulder (0.007), hip (0.016), the left elbow (0.014), right elbow (0.004), right arm down (0.018), left wrist (0.022), right wrist (0.028) , right hand (0.006) , left knee (0.022) , right knee (0.035) and right foot (0.054). Suggested, workers should perform repair work attitude and do the rest when feeling sore or tired.

279312430C1B011066Analisis Pengaruh CAR, BOPO, NIM, LDR, DER dan NPL Terhadap Profitabilitas Bank Umum yang Terdaftar di Bursa Efek IndonesiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), Debt to Equity Ratio (DER) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap Return on Asset (ROA). Populasi penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2009-2013 dan konsisten menyediakan Return On Asset (ROA). Metode penelitian ini adalah purposive sampling dengan total 22 perusahaan perbankan yang digunakan sebagai data observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Debt to Equity Ratio (DER) memiliki pengaruh terhadap Return On Asset (ROA), sedangkan Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Loan (NPL) tidak memiliki pengaruh terhadap Return on Asset (ROA).The purpose of this research was to analyze the influence of Capital Adequacy Ratio (CAR), Operational Cost to Operational Revenue (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR), Debt to Equity Ratio (DER) and Non Performing Loan (NPL) towards Return on Asset (ROA). The population of this research were Banking Companies that were listed in Bursa Efek Indonesia (BEI) from 2009-2013 and consistenly provided their Return On Asset (ROA). The method of this research was purposive sampling with a total of 22 Banking Companies used as an observation data. The technique of data analysis used was linier multiple regression with classical assumption. The result indicated that Operational Cost to Operational Revenue (BOPO), Net Interest Margin (NIM), Loan to Deposit Ratio (LDR) and Debt to Equity Ratio (DER) have effects on Return on Asset (ROA), while Capital Adequacy Ratio (CAR) and Non Performing Loan (NPL) have no effects on Return on Asset (ROA).

279412571G1B011030FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA SISWA DI SMA NEGERI BATURRADENBanyumas peringkat 16 untuk kasus baru HIV dan peringkat 7 untuk kasus baru AIDS di Jawa Tengah tahun 2014. 16 remaja (11,12%) usia 15-24 di Banyumas positif HIV pada tahun 2014. Baturraden termasuk kecamatan zona merah untuk kasus baru HIV di Banyumas. Remaja di Baturraden berisiko tinggi penularan HIV/AIDS. Upaya pengendalian dan penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan pencegahan HIV/AIDS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa di SMA Negeri Baturraden. Jenis penelitian ini survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi berjumlah 531 siswa kelas X dan XI, sampel berjumlah 92 orang dengan menggunakan stratified random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data menggunakan angket. Berdasarkan analisis univariat, pengetahuan siswa (72,8%) dalam kategori baik, sikap (62,0%), ketersediaan informasi (57,6%), peran teman sebaya (57,6%), peran orang tua (55,4%), dan peran guru (54,3%) dalam kategori mendukung dan perilaku pencegahan HIV/AIDS (68,5%) dalam kategori tinggi. Berdasarkan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), ketersediaan informasi (p=0,000), dan tidak ada hubungan antara peran teman sebaya (p=1,000), peran orang tua (p=0,795), dan peran guru (p=1,000) dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa di SMA Negeri Baturraden. Berdasarkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik, pengetahuan (p=0,002), sikap (p=0,024), dan ketersediaan informasi (p=0,011) berpengaruh terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS pada siswa di SMA Negeri Baturraden. Saran bagi siswa lebih giat lagi dalam mencari informasi HIV/AIDS dan bagi guru agar lebih meningkatkan peranannya dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siswa terutama terkait dengan perilaku pencegahan HIV/AIDS.Banyumas ranked sixteen for new cases of HIV and seventh for new cases of AIDS highest in central java 2014. As many as 16 teenagers aged 15-24 in Banyumas Regency positive contracted HIV in 2014. Baturraden including into the red zone to new cases of HIV in Banyumas Regency. Teenagers in Baturraden having high risk of contagion of the HIV. One effort to control and combat HIV / AIDS is prevention of HIV/AIDS. The purpose of this study for knowing the correlation of factors that influence the behavior prevention of HIV/AIDS on students in Baturraden senior high school. This study used an analytical survey with crossectional approach. Samples amount 92 obtained by stratified random sampling based on inclusion and exclusion criterion. Data collection used question. Based on univariate knowledge (72,8%) in both categories, attitude (62,0%), availability of information (57,6%), the role of peers (57,6%), the role of parents (55,4%), and the role of teachers (54,3%) in support categories and behavior prevention of HIV/AIDS (68,5%) in high categories. Based on bivariate with Chi square test there relationship between knowledge (p=0,000), attitude (p=0,000), availability of information (p=0,000) and there no relationship between the role of peers (p=1,000), the role of parents (p=0,795), and the role of teacher (p=1,000) with behavior prevention of HIV/AIDS on students in Baturraden senior high school. Based on multivariate analysis with logistic regression, knowledge (p=0,002), attitude (0,024), availability of information (p=0,011) have an affect on behavior prevention of HIV/AIDS on students in Baturraden senior high school. Studens are more active in seeking information HIV/AIDS and teachers in order to further enchance its role in conducting guidance and counseling to students primarily related to behavior prevention of HIV/AIDS.
279512573F1F010007THE EFFECTS OF GLOBAL WARMING PHENOMENON TOWARDS AMERICAN SOCIETY DEPICTED IN MICHAEL CRICHTON’S STATE OF FEARWinahyu, Vita. 2015. The Effects of Global Warming Phenomenon towards American Society depicted in Michael Crichton’s State of Fear. Skripsi. Kementrian Reset, Teknology dan Pendidikan Tinggi, Universitas jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris. Pembimbing I: Aidatul Chusna, S.S., M.A., pembimbing II: Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A., Penguji: Lynda Susana W. A. F, S.S., M.Hum.

Kata kunci: Ekokritisisme, Pemanasan Global, Efek, Aspek, Masyarakat Amerika.

Penelitian berjudul “The Effects of Global Warming Phenomenon towards American Society as Depicted in Michael Crichton’s State of Fear” bertujuan untuk menemukan dampak permasalahan lingkungan khususnya pemanasan global yang tergambar di dalam novel. Data utama dalam penelitian ini adalah novel State of Fear (2004) oleh Michael Crichton yang dianalisis dengan teori ecocriticism.
Ecocriticism adalah teori yang fokus terhadap permasalahan lingkungan dan hubungan antara sastra dan alam. Teori ini digunakan untuk menganalisis dampak pemanasan global di masyarakat Amerika seperti yang tergambar dalam novel. Kemudian, dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa ada beberapa dampak pemanasan global di beberapa aspek utama seperti lingkungan, ekonomi, politik dan sosial di masyarakat Amerika. Efek ini mengacu pada kerusakan dari bencanaalam, masalah ekonomi di bidang pertanian, industri dan pariwisata, krisis politik dan masalah kesehatan serta ekoterorism. Dampak ini merujuk pada hubungan antara manusia, alam dan lingkungan seperti yang tergambar di dalam novel.
Winahyu, Vita. 2015. The Effects of Global Warming Phenomenon towards American Society depicted in Michael Crichton’s State of Fear. Thesis. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Humanity Faculty, English Department, English Study Program, Purwokerto. Supervisor I: Aidatul Chusna, S.S., M.A., supervisor II: Ririn Kurnia Trisnawati, S.S., M.A., external examiner: Lynda Susana W. A. F, S.S., M.Hum.

Keyword: Ecocriticism, Global Warming, Effects, Aspects, American Society

The research entitled “The Effects of Global Warming Phenomenon towards American Society as Depicted in Michael Crichton’s State of Fear” is aimed to find out the effects of environmental problem especially global warming that described in the novel. The main data source is State of Fear (2004) by Michael Crichton which is analyzed through Ecocriticism.
Ecocriticism is the theory which concern to the environmental issue and the relation between literature and nature. It is applied to analysis the effects of global warming in American society as illustrated in the novel. Then, the analysis is explained by using descriptive qualitative method.
Based on the analysis, the research finding shows that there are many effects of global warming on the major aspects such as environmental, economical, political and social on American society. The effects leads to the damage of natural disaster, the economy problem in agriculture, industry and tourism, the political crisis and problem of health and ecoterrorism. The impact refers to the relation between human, nature and physical environment as illustrated in the novel.
279612574G1B011038FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN MALARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I SUMPIUH KABUPATEN BANYUMASMalaria adalah penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium dan ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Puskesmas 1 Sumpiuh merupakan salah satu puskesmas di Kabupaten Banyumas yang pernah mengalami Kejadian Luar biasa (KLB) malaria pada tahun 2010. Berdasarkan survey pendahuluan peneliti diketahui bahwa wilayah kerja Puskesmas 1 Sumpiuh masih menjadi wilayah endemis malaria karena masih terdapat vektor nyamuk, banyaknya tempat perindukan nyamuk yang sesuai serta adanya penderita malaria yang dapat menularkan malaria kepada orang lain. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria di wilayah Kerja Puskesmas I Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Tujuan Penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria di wilayah kerja Puskesmas I Sumpiuh Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian adalah anggota keluarga yang mewakili keluarga sebanyak 95 orang yang diambil dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan yaitu univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Kai Kuadrat (Chi Square Test). Hasil analisis bivariat diketahui bahwa sikap berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria (p value = 0,000). Faktor yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan malaria adalah Pendidikan (p value = 0,310); Status Pekerjaan (p value = 0,740); Pengetahuan (p value = 0,079); Sarana dan Prasarana Pencegahan Malaria (p value = 0,083); Lingkungan rumah (p value = 1,000) dan Keterpaparan Informasi mengenai Malaria (p value = 0,111). Masyarakat diharapkan lebih mengenali gejala malaria sehingga dapat sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan malaria lebih dini.Malaria is a disease caused by Plasmodium and transmitted by the bite of a female Anopheles mosquito. Sumpiuh 1 Primary Health Care is one health care in Banyumas who have experienced extraordinary events (KLB) malaria in 2010. Based on a preliminary survey of researchers known that Sumpiuh 1 Primary Health Care still a malaria endemic area because there are mosquito vector, the number of breeding places appropriate and the malaria patients who can transmit malaria to others. Therefore, researchers are interested in knowing the factors related with malaria prevention behavior in the region Sumpiuh 1 Primary Health Care in Banyumas Regency. The study goal was to determine the factors related with malaria prevention behaviors in Sumpiuh 1 Primary Health Care. This type of research was analytic with cross sectional approach. Subjects in the study were family members who represent the families of 95 people taken by simple random sampling technique. The analysis was univariate and bivariate frequency distribution with Chi Square Test. Results of bivariate analysis known that the attitudes associated with malaria prevention behaviors (p value = 0.000). Anothers factors did not related to malaria prevention behavior: prevention is education (p value = 0.310); Employment status (p value = 0.740); Knowledge (p value = 0.079); Malaria Prevention Infrastructures (p value = 0.083); Home environment (p value = 1.000) and Malaria Exposure Information (p value = 0.111). More people are expected to recognize the symptoms of malaria that can be as prevention and control of malaria early.
279712572F1C008058Manajemen Komunikasi Multi Stakeholder
(Studi Pengelolaan Stakeholder di Lokasi Wisata Baturraden Adventure Forrest)
Setiap perusahaan memiliki stakeholder yang harus diperhatikan, tidak terkecuali pada bisnis pariwisata. Bisnis Pariwisata memiliki kemampuan menggerakkan roda perekonomian suatu negara, namun pariwisata juga dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Pengelolaan terhadap stakeholder menjadi sangat diperlukan untuk mendukung berjalannya bisnis, khususnya di bidang pariwisata. Baturraden Adventure Forrest adalah salah satu pelaku wisata di Baturraden-Banyumas. Menyadari perlunya mengelola para stakeholder, maka diperlukan manajemen komunikasi pengelolaan stakeholder agar dapat menjaga kelangsungan usahanya.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah Baturraden Adventure Forrest dan para stakeholdernya yang sudah dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling
Dari hasi penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen komunikasi yang dilakukan oleh Baturraden Adventure Forrest dilakukan melalui tahap identifikasi kepentingan stakeholder, perencanaan dan tindakan komunikasi. Pada tahap identifikasi stakeholder didapat temuan berupa stakeholder BAF adalah Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, Dinporabudpar Kabupaten Banyumas, Pemerintah Desa Karangsalam, LMDH, PMPB, Aliansi Pariwisata Baturraden, Media Massa, Komunitas Canyoning Indonesia. Setiap stakeholder ini mempunyai kepentingan yang berbeda, namun dalam memandang pariwisata Baturraden, mereka mempunyai persamaan kepentingan. Ecotourism menjadi irisan kepentingan yang menyatukan seluruh stakeholder dengan BAF. Disini peranan komunikasi menjadi sangat penting dalam membentuk mutual understanding bagi segenap stakeholder.

The company has any stakeholder that must be considered, no exception on the business of tourism. Business tourism has the ability to move the wheel of a country economy, but tourism can also provide negative effects for the environment. Against stakeholders management is very necessary to support the business, especially in the tourism sector. Baturraden Adventure Forrest is one of an operator ecotourism in Baturraden, Banyumas. Realized the need to manage the stakeholders, the required management communication stakeholders in order to keep their business continuity.
In the research, researcher used a qualitative method. The object of this research is Baturraden Adventure Forrest (BAF) and his stakeholder already selected based on certain criteria. The technique of election the informants in this study were chosen by using techniques of sampling purposive.
From this research result can be drawn conclusion that the management of a communication that done by Baturraden Adventure Forrest carried out through identification the stakeholder's interest, planing, and the implementation of communication. At the identification stakeholder's in the form of identification obtained the finding stakeholders of BAF is Perum Perhutani KPH Banyumas Timur, Pemerintah Desa Karang Salam, LMDH, PMPB, Aliansi Pariwisata Baturraden, Mass Media, Dinpora Budpar Kabupaten Banyumas, Komunitas Canyoning Indonesia. Any stakeholders has different purposes, but they have interesting with tourism in Baturraden. They have the interest of the equation. Ecotourism into slivers the interests of all stakeholder with BAF which unites. Here the role of communication is very important in form mutual understanding for all stakeholders.

279812575F1F008013Strategies of Idiomatic Expression Translation in “The Railway Man” Movie
ABSTRAK
Furqon, Ibnu. 2015. Strategies of Idiomatic Expression Translation in“The Railway Man”Movie.Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Bahasa, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Dibimbing oleh: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum,DyahRaina Purwaningsih, S.S.,M.Hum.Diuji oleh Asrofin Nur Kholifah, S.S., M.Hum.

Key words: Strategi Penerjemahan, tipe-tipe idiom,Film The Railway Man.

Penelitian ini berjudul Strategies of Idiomatic Expression Translation in“The Railway Man” Movie.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis idiom yang ada dalam dialog film tersebut berdasarkan tipologi dari Fernando, dan untuk mengetahui strategi penerjemahan yang digunakan oleh translator dalam menerjemahkan idiom-idiom dalam film tersebut berdasarkan teori dari Baker.
Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.Pengumpulan data menggunakan metode total sampling guna memperoleh data yang relevan. Sumber data yang digunakan berupa subtitle berbahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dari film The Railway Man. 35 sampel data diperoleh dari sumber data. Data-data yang diperoleh berupa ungkapan idiom dalam film tersebut.
Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis dari 35 data, 19 data termasuk pure idiom (54,3%), 13 data (37,2%) termasuk semi-idiom, dan 8,5% datanya (3 data) merupakan literal idiom. Hasil analisis dari penerjemahan idiom menunjukkan bahwa 18 dari 35 data (51%) menggunakan strategi penerjemahan paraphrase, sedangkan strategi penerjemahan omission of a play on idiom digunakan pada 3 dari 35 datanya (9%), dan strategi omission of entire idiom digunakan sebanyak 14 kali (40%).
Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa 3 tipe idiom ditemukan dalam film tersebut. Pure idiom merupakan tipe idiom yang paling banyak dijumpai mengingat film tersebut merupakan adaptasi dari karya autobiografi dimana ada kecenderungan mempertahankan gaya bahasanya. Tiga strategi penerjemahan idiom diterapkan selain strategi penerjemahan menggunakan idiom dengan makna yang sama dehgan bentuk yang serupa, borrowing, dan strategi penerjemahan menggunakan makna yang sama dengan bentuk yang berbeda.
ABSTRACT

Furqon, Ibnu. 2015. Strategies of Idiomatic Expression Translation in“The Railway Man”Movie. English Language and Literature Study Program.English Department, Faculty of Humanities, JenderalSoedirman University, Purwokerto. Supervised by: R. PujoHandoyo, S.S., M.Hum, DyahRaina Purwaningsih, S.S., M.Hum.Examined by: AsrofinNurKholifah, S. S.,M.Hum

Key words: Translation strategy, Idiom types,The Railway Man Movie.

This research is entitledStrategies of Idiomatic Expression Translation in“The Railway Man”Movie. This research is aimed to find the Idiom types in the movie’s dialogues based on Fernando typology, and to identify the translation strategy used by the translator in translating the idioms in the movie based on Baker’s theory.
The researcher used a descriptive qualitative approach. The data collection used total sampling to get the relevant data. The data sources are the subtitle of The Railway Man Movie both in English and Indonesian. There are 35 samples of the data. The data deal with the types of idiomatic expressions in the movie.
The research result analysis shows that among 35 data, 19data belong to pure idiom(54,3%), 13 data (37,2%) belong to semi-idiom, and 8,5% of the data (3 data) belong to literal idiom. The result analysis of the idioms translation also shows that 18 out of 35 data (51%) use paraphrase translation strategy,while omission of a play on idiom strategy is applied to 3 out of 35 samples of the data (9%), and omission of entire idiom strategy is used 14 times (40%).
The researcher concluded that three types of idioms are foundin the movie. Pure idiom occurred most frequently, possibly to retain the language style of a work of autobiography. Three strategies of idiomatic translation are applied excluding the use of an idiom with the same meaning and form strategy, borrowing, and using an idiom with the similar meaning but different form strategy. Paraphrase strategy is frequently used to transfer the meaning of idioms in SL without equivalents in TL.
279912576P2CB14032PENGARUH FAKTOR SOSIAL, FAKTOR PERSONAL, DAN PERSEPSI KEMUDAHAN MEMPEROLEH PRODUK TERHADAP SIKAP DAN NIAT BELI MAHASISWA PADA BARANG FASHION PALSU DI PURWOKERTO
Pengembangan teori bahwa sikap terkait dan niat beli saat sedang berevolusi dari faktor sosial, faktor pribadi, dan dirasakan kemudahan mendapatkan produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial, faktor pribadi, dan dirasakan kemudahan mendapatkan produk pada atittude dan pembelian niat pemalsuan fashion di Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei di mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Jenderal Soedirman. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 220 responden dengan metode sampling yang digunakan adalah menggunakan probabilility sampling dan teknik pengambilan sampel adalah stratified random sampling. Analisis menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM). Dari hasil analisis SEM dikenal teori pengembangan model berbasis dalam penelitian ini adalah 9 variabel dan 29 indikator. Berdasarkan uji hipotesis hasilnya diketahui bahwa ada efek terhadap faktor sosial, faktor pribadi, dan persepsi kemudahan mendapatkan produk pada sikap dan niat beli pemalsuan fashion, meskipun tidak ada efek terhadap bagian dari faktor pribadi pada sikap dan pembelian niat, seperti tidak ada pengaruh antara integritas untuk attitute pemalsuan fashion dan tidak ada pengaruh antara integritas untuk membeli niat pemalsuan fashion di Purwokerto.The development of theory that related attitude and purchase intention currently were evolved of social factors, personal factors, and perceived ease of get product. This study aimed to analyze the effect of social factors, personal factors, and perceived ease of get product on atittude and purchase intention of counterfeiting fashion in Purwokerto. This research is a quantitative study using a survey method at student of Economic and Business Faculty in Jenderal Soedirman University. Determination of the number of samples in this study were as many as 220 respondents with a sampling method used is using probabilility sampling and sampling techniques are stratified random sampling. The analysis using Structural Equation Modeling analysis (SEM). From the results of SEM analysis known model-based development theory in this study were 9 variables and 29 indicators. Based on the hypothesis test the results were known that there were effect toward social factors, personal factors, and perceived ease of get product on attitude and purchase intention of counterfeiting fashion, although there were no effect toward a part of personal factors on attitude and purchase intention, such as there was no effect between integrity to attitute of counterfeiting fashion and there was no effect between integrity to purchase intention of counterfeiting fashion in Purwokerto.
280012578F1C008071FUNGSI KOMUNIKASI VERTIKAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN
PRODUKTIFITAS KERJA PEGAWAI DI NAS KEPENDUDUKAN
DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BANYUMAS
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Penyelenggaraan Adminisrasi Kependudukan Di Kabupaten Banyumas, administrasi kependudukan adalah rangkaian penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran penduduk, pencatan sipil pengelolaan informasi Administrasi Kependudukan serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sector lain
Penelitian ini memfokuskan pada fungsi komunikasi vertikal dalam upaya meningkatkan produktifitas pegawai dan hambatan-hambatan dan upaya-upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan pelaksanaan komunikasi vertikal dalam upaya meningkatkan produktifitas pegawai yang dilaksanakan oleh Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam pemilihan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data dengan teknik wawancara mendalam, observasi dibantu dengan pemanfaatan data sekunder, penggunan model analisis interaktif dan penggunaan triangulasi sumber untuk keabsahan data.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa Komunikasi Vertikal mampu meningkatkan produktivitas kerja pegawai. Ada dua model komunikasi yang diterapkan dalam Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas, yaitu komunikasi dari atas ke bawah dan Komunikasi dari bawah ke atas. Komunikasi dari atas ke bawah pihak pimpinan lebih mendominasi, mengingat alur perintah kerja lebih banyak dilakukan dengan instruksi, Informasi mengenai berbagai kebijakan-kebijakan dinas, melakukan penilaian, pemberian penghargaan. Komunikasi dari bawah ke atas lebih banyak berupa penyampaian laporan hasil kerja maupun bentuk koordinasi antara pekerja dengan pimpinan. Hambatan dari Komunikasi Vertikal itu sendiri masih kurangnya dalam melakukan komunikasi yang baik antara atasan dan bawahan, relatif minimnya upah yang diberikan dibanding dengan volume kerja, sistem birokrasi yang menyebabkan ide dari bawah tidak sampai ke tingkat atas secara utuh.

Kata kunci: komunikasi vertikal, produktifitas pegawai

Regional Regulation No. 6 of 2010 on the Implementation of Adminisrasi Population In Banyumas regency, population administration is a series of structuring and regulating the issuance of documents and demographic data through population registration, civil paint of information management and utilization of the results of the Population Administration for public services and the development of other sectors
This study focuses on the function of vertical communication in an effort to improve employee productivity and barriers and efforts are being made to overcome obstacles to the implementation of vertical communication in an effort to increase the productivity of employees conducted by the Department of Population and Civil Registration Banyumas. The research was conducted using qualitative descriptive method. In the selection of research informants using purposive sampling techniques, data collection techniques in-depth interviews, observation aided by the use of secondary data, the use of interactive analysis model and use triangulation to the validity of the data.
Based on the research that has been made known that Vertical Communications is able to increase employee productivity. There are two communication models that are applied in the Department of Population and Civil Registration Banyumas, namely communication from the top down and bottom-up communication. Communications from the top down party leadership dominate, given the flow of orders more work done with the instructions, information about various policies department, assessment, awarding. Communications from the bottom up more in the form of submission of the report the work and the form of coordination between workers and management. Barriers of Communication Vertical itself is still a lack of doing good communication between superiors and subordinates, given the relative lack of wages compared with the volume of work, bureaucratic system which caused the idea of the bottom is not up to the top level as a whole.

Keywords: vertical communication, employee productivity