Artikelilmiahs

Menampilkan 2.801-2.820 dari 48.733 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
280112579F1C008021IMAGE BUILDING HOTEL HORISON PURWOKERTO
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis upaya Hotel Horison Purwokerto dalam membangun citra positif perusahaan dam untuk mengetahui dan menganalisis media yang digunakan Hotel Horison Purwokerto dalam membangun citra perusahaan
Penelitian ini dilakukan di Hotel Horison Purwokerto. Sasaran penelitian ini adalah pimpinan dan staf Hotel Horison Purwokerto, khususnya yang menangani masalah public relation. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Validitas data menggunakan triangulasi model sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya untuk membangun citra Hotel Horison Purwokerto pada prinsipnya adalah membuat Hotel Horison Purwokerto sama sekali berbeda dengan Hotel Dinasty, baik secara fisik maupun nonfisik. Upaya ini berhasil menjadikan Hotel Horison Purwokerto memang sama sekali berbeda dengan Hotel Dinasty. Hasil yang lebih nyata terlihat pada tercapainya target-target hotel, baik dari segi penjualan kamar (room) maupun fasilitas-fasilitas hotel. Semua itu menunjukkan adanya penerimaan positif masyarakat terhadap Hotel Horison. Media yang digunakan digunakan Hotel Horison Purwokerto dalam membangun citra perusahaan adalah media massa, yaitu surat kabar, radio, billboard, brosur, banner, serta media sosial di dunia maya, seperti facebook dan twitter. Berbagai media tersebut digunakan seoptimal mungkin untuk menginformasikan keberadaan hotel, berikut fasilitas maupun event-event yang diselenggarakan.
Saran yang diajukan adalah: upaya untuk membangun citra positif Hotel Horison harus dilakukan secara berkelanjutan, pemanfaatan media sosial agar lebih maksimal, dan melakukan inovasi-inovasi baru yang dapat menjadikan Hotel Horison terkesan unik dan berbeda dengan hotel berbintang lainnya.

Kata Kunci : Image building, Hotel Horison, Public relation.
The purpose of this research was to determine and analyze the efforts of Hotel Horison Purwokerto in building positive image of the company anda to identify and analyze the media used Horison Hotel Purwokerto in building corporate image.
This research was conducted at Horison Hotel Purwokerto. The targets of this research is the management and staff of Hotel Horison Purwokerto, particularly those dealing with public relations. Research method used qualitative. Methods of data collection used in-depth interviews and observation. Determination of informants used purposive technique. The validity of the data used triangulation of source model. Data analysis method used interactive model of analysis
The results of research show that efforts to build the image Hotel Horison Purwokerto, principally, is made Purwokerto Horison Hotel is totally different from Hotel Dynasty, both physical and nonphysical. These efforts succeeded in making Hotel Horison Purwokerto is completely different from the Hotel Dinasty. The results are more apparent on the achievement of targets hotels, both in terms of sales room and hotel facilities. All that shows the positive reception of the Hotel Horison society. Media used by Horison Purwokerto in building the company's image is the mass media, i.e newspapers, radio, billboards, brochures, banners, as well as social media in cyberspace, such as facebook and twitter. Various media was used as optimally as possible to inform the hotel's existence, the following facilities and events that are held
Suggestions proposed are: the efforts to build a positive image Hotel Horison should be done sustainability, the use of social media for more leverage, and doing new innovations that can make the Hotel Horison impressed by the unique and different from the other star hotel.

Keywords: Image building, Horison Hotel, Public relation.


280212581P2CB14030ANALISIS PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) TERHADAP NIAT PENGGUNAAN APLIKASI MOBILE DI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN.Teknologi sekarang sudah menjadi lebih canggih dan menciptakan kesempatan baru untuk bisnis. Aplikasi mobile adalah teknologi terbaru yang mmeberikan penghasilan besar untuk pembuatnya. Namun, penelitian tentang perilaku penggunaan aplikasi mobile masih kurang. Sebagian besar penelitian sebelumnya menganalisis tentang nilai konsumsi. Peneliti menemukan gap dalam bentuk bidang promosi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Word of Mouth (ewom) terhadap niat untuk menggunakan aplikasi melalui kegunaan persepsian dan kemudahan penggunaan persepsian sebagai mediator. Penelitian ini dilakukan di fakultas ekonomi dan bisnis dari Universitas Jenderal Soedirman dengan total responden 120 orang. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ewom tidak memiliki korelasi pada niat untuk menggunakan, ewom tidak memiliki korelasi pada kegunaan yang dirasakan, ewom memiliki korelasi pada persepsi kemudahan penggunaan, manfaat yang dirasakan memiliki korelasi pada niat untuk menggunakan, persepsi kemudahan penggunaan memiliki korelasi pada niat untuk menggunakan, dirasakan kemudahan penggunaan memiliki korelasi pada kegunaan yang dirasakan.
Sementara manfaat yang dirasakan tidak memediasi hubungan antara ewom dan niat untuk menggunakan, dan juga ewomn tidak memediasi hubungan antara persepsi kemudahan penggunaan dan niat untuk menggunakan.
Technology becomes more sophisticated and create new chance for business. Mobile Apllication is the newest technology which given big income for producer.But,research regarding with intention to use mobile application is lack. Most of previous research analyse about consumption value. Researcher find a gap in form of promotion. This study aim to analize impact of electronic word of mouth (ewom) toward intention to use mobile application trough perceived usefulness and perceived ease of use as mediators. This research conducted in economic and business faculty of jenderal soedirman university with total respondents are 120 people. This research using survey method with quantitative approach. Analysis tool used in this research is Structural Equation Modelling (SEM). Results showed that ewom has no correlation on intention to use, ewom has no correlation on perceived usefulness, ewom has correlation on perceived ease of use, perceived usefulness has correlation on intention to use, perceived ease of use has correlation on intention to use, perceived ease of use has correlation on perceived usefulness.
Meanwhile perceived usefulness did not mediates the relationship between ewom and intention to use, and also ewomn did not mediate the relationship between perceived ease of use and intention to use.

280312593F1D011052POLITIK IDENTITAS KELOMPOK AMERIKA INDIAN DI AMERIKA SERIKAT: Representasi Perjuangan Kesetaraan American Indian Movement Pasca-The Civil Rights Movement Tahun 1960-anArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk antara lain: 1) memahami pola politik identitas kelompok Amerika Indian di Amerika Serikat melalui representasi perjuangan kesetaraan American Indian Movement pasca-The Civil Rights Movement tahun 1960-an; 2) memahami dan mendeskripsikan upaya American Indian Movement dalam memperjuangkan kesetaraan kelompok Amerika Indian di Amerika Serikat pasca-The Civil Rights Movement tahun 1960-an. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa bahwa politik identitas kelompok Amerika Indian merupakan representasi perjuangan dari American Indian Movement (AIM) untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan sebagai salah satu kelompok etnis di Amerika Serikat. Representasi politik identitas kelompok Amerika Indian terlihat pada pola politik identitas yang dilakukan oleh AIM baik melalui politics of difference dan politics of recognition. Upaya AIM dilakukan sebagai bentuk resistensi melalui dua cara yaitu dengan melakukan okupasi dan berkonfrontasi yang mengahasilkan sebuah perjanjian-perjanjian yang mengikat antara kelompok Amerika Indian dengan pemerintah. Kesimpulannya adalah politik identitas kelompok Amerika Indian di Amerika Serikat yang direpresentasikan oleh AIM menjadi cerminan perjuangan kelompok pribumi yang notabene minoritas untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan di mana hanya dapat diwujudkan dalam masyarakat multikultur. This research-based paper aims at: 1) understanding and describing the pattern of American Indians through the equality struggle of American Indian Movement representation post-The Civil Rights Movement in 1960’s; 2) understanding and describing the efforts of American Indian movement in struggling the equality issue of American Indians post-The Civil Rights Movement in 1960’s. By using a qualitative method and hermeneutic approach in the framework of the post-structural perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the identity politics of American Indians is represented by the struggle of American Indian Movement (AIM) to achieve recognition and equality as one of the ethnic minority groups in America. Its representation shows in the pattern of identity politics conducted by AIM through politics of difference and politics of recognition. The efforts of AIM as a from of their resistance through two ways, i.,e. occupation and confrontation that lead them to agreements for both side. In addition, American Indian’s identity politics in America that represented by AIM is becoming the reflection of the native group’s struggle as the minority to achieve recognition and equality which is only can be realised in a multicultural society.
280412582B1J010156EFEK PENAMBAHAN NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN
PLANTLET ANGGREK Rhynchostylis retusa (L.) Bl. SECARA IN VITRO
Rhynchostylis retusa (L.) Bl. merupakan salah satu anggrek alam yang masih banyak diminati oleh masyarakat karena keunikan dan keindahan bunganya. Namun keberadaan anggrek ini di alam sudah semakin langka karena eksploitasi tanpa memperhatikan kelestarian R. retusa. Melihat keberadaan R. retusa yang semakin langka, maka perlu dilakukan konservasi baik secara in situ maupun secara ex situ. Salah satu alternatif usaha untuk melestarikan R. retusa secara ex situ adalah dengan melakukan perbanyakan melalui kultur in vitro. Zat pengatur tumbuh sangat berperan untuk pertumbuhan eksplan di dalam kultur in vitro. ZPT yang sering digunakan untuk subkultur adalah NAA dan BAP. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efek penambahan NAA dan BAP terhadap pertumbuhan plantlet anggrek R. retusa secara in vitro dan menentukan kombinasi antara NAA dan BAP yang terbaik untuk memacu pertumbuhan plantlet anggrek R. retusa secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah NAA yang terdiri atas empat taraf konsentrasi, yaitu 0 ppm; 0,5 ppm; 1 ppm dan 1,5 ppm. Faktor kedua adalah BAP dengan empat taraf konsentrasi, yaitu 0 ppm; 1 ppm; 2 ppm dan 3 ppm. Kombinasi perlakuan sebanyak 16, masing-masing diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan plantlet anggrek R. retusa secara in vitro dipengaruhi oleh interaksi antara NAA dan BAP. Kombinasi perlakuan N2B2 (NAA 1 ppm dan BAP 2 ppm) merupakan kombinasi terbaik dalam memacu pertumbuhan plantlet anggrek R. retusa.Rhynchostylis retusa (L.) Bl. is one of natural orchids preferred by most people due to its flower uniqueness and beauty. However, it increasingly becomes scarce in nature because of over exploitation without any attention on its conservation. Based on the fact, both in situ and ex situ conservation isnecessarily required. Ex situ conservation can be made by means of in vitro culture propagation. On the other hands, growth regulating substances play very important role in the growth of explantin in vitro culture. Some of such substances widely used in subculture processesare NAA and BAP. This study aims to know the effect of NAA and BAP applications on the growth of R. retusa. Plantlet in vitro and to determine the best NAA and BAP combination in promoting the plantlet growth. An experiment arranged in a Completely Randomized Design (CRD) using two factors was carried out. The first factor was NAA consisting of four levels of concentrations, i.e. 0 ppm; 0.5 ppm; 1.0 ppm and 1.5 ppm, while the second factor was BAP consisting of four levels of concentrations, i.e. 0 ppm; 1.0 ppm; 2.0 ppm and 3.0 ppm, giving rise to 16 combinations. Then, as each combination was subject to three replications, 48 experimental units were generated. The results showed that plantlet growth is influenced by the interaction between NAA and BAP, where as combination of NAA 1 ppm and BAP 2 ppm reveals the best one in promoting the growth of R. retusa plantlet.
280512642G1B011054FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG PENCEGAHAN PERDARAHAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMASDerajat kesehatan wanita di Indonesia masih dianggap rendah karena Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi. SDKI, 2012 menunjukkan 359 per 100.000 kelahiran hidup dan pada tahun 2014 sebanyak 4 kasus kematian ibu di Kecamatan Pekuncen. Salah satu penyebab kematian ibu terbanyak adalah karena terjadinya perdarahan. Ibu hamil belum mendapatkan informasi yang cukup tentang pencegahan perdarahan sehingga kebutuhan informasi mereka belum terpenuhi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kebutuhan informasi tentang pencegahan perdarahan pada ibu hamil di Kecamatan Pekuncen. Jenis penelitian yang dilakukan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Januari-April 2015 sebanyak 475 orang. Sampel penelitian berjumlah 96 ibu hamil. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (Chi-Square Test). Hasil analisis data univariat menunjukkan 67,7% responden yang kebutuhan informasinya tinggi, 70,8% responden yang berpendidikan dasar, 67,7% responden yang berpengetahuan baik, 57,3% responden yang memiliki motivasi rendah dan 53,1% responden yang jumlah sumber informasinya banyak. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tingkat pendidikan berhubungan dengan kebutuhan informasi tentang pencegahan perdarahan pada ibu hamil (p value = 0,029). Disarankan bagi Institusi Kesehatan dapat melakukan kegiatan penyuluhan dengan menyediakan media promosi seperti leaflet mengenai perdarahan dan pencegahan perdarahan.Women health care in Indonesia is still considered low because of Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia wass still high. SDKI, 2012 showed 359 per 100,000 live births died and then in 2014 there were four case of maternal mortality in Pekuncen district. One of maternal mortality most cause were because the occurence of bleeding. Pregnant women have not received well informed about the prevention of bleeding so their information needs have not been. The purpose of this research was to know the factors that related with information about the prevention bleeding of pregnant women in Pekuncen district. This research used a quantitative research with cross sectional approach. The population in this research are 96 pregnant women. Simple random sampling was used as the sampling method. Data were analyzed by using univariat and bivariat (Chi- square test). The results of analysis univariat showed that is 67.7% respondents have a high information needs, 70.8% respondents have a primary education, 67.7% respondents have a good knowledge, 57.3% respondents have a low motivation and 53.1% respondents have many information source. The results of analysis bivariat showed that the level of education related to information needs about the prevention of bleeding in pregnant women (p value = 0,029). Study advice for Health Institutions can do health education by providing media promotion as leaflets about bleeding and prevention bleeding.
280612583F1D008015PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT YAYASAN SOSIAL BINA SEJAHTERA (YSBS) DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI DI KECAMATAN KAMPUNG LAUT KABUPATEN CILACAP Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) dalam pengembangan ekonomi di Kecamatan Kampung Laut. Kemudian, melihat seperti apa hubungan YSBS dengan masyarakat dan pemerintah dalam pengembangan ekonomi di Kecamatan Kampung Laut Kabupaten Cilacap yang pada akhirnya akan menemukan seperti apa faktor penghambat dan pendukung peran YSBS dalam pengembangan ekonomi di Kecamatan kampung Laut kabupaten Cilacap.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposif sampling untuk memilih seseorang menjadi informan dengan pertimbangan tertentu yang dapat memberikan data secara maksimal. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa cara, yaitu wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi sebagai data primer dan sekunder yang kemudian akan dianalisis dan menjamin validitas data yang telah diperoleh.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, nilai agama menjadi landasan dasar atas peranan YSBS dalam mengembangkan perekonomian di Kampung Laut. Melalui nilai-nilai agama tersebut, yaitu tentang nilai-nilai kebaikan, telah membawa peranan YSBS kedalam sebuah peranan yang secara aktif, dinamis dan mendapatkan kedudukan ditengah masyarakat yang kultur dan budayanya berbeda. Peran tersebut didasari oleh panilaian dari masyarakat yang secara langsung berdasarkan cara dari kepemimpinan Romo Carolus sebagai pelaku pemberdayaan yang memegang teguh nilai-nilai kebaikan dan pluralisme sesuai dengan ajaran yang dipeluknya dan sadar akan struktur sosial yang sedang didudukinya. Berdasarkan peranan kepemimpinan dari Romo Carolus tersebutlah yang telah membawa YSBS ikut dalam kegiatan pemberdayaan.
Sikap politik dari masyarakat dengan membentuk sebuah musyawarah untuk meminta bantuan kepada YSBS supaya dapat membangun infrastruktur dan agar masyarakat dapat terbantu dalam hal mengembangkan perekonomiannya menghasilkan sebuah kerjasama yang terjalin secara positif antara YSBS dan masyarakat. Karena, YSBS sudah menjadi mitra sebagai fasilisator masyarakat dalam pembangunan infrastruktur didalam pengembangan ekonomi tersebut. Sikap ataupun cara kepemimpinan dari Romo Carolus yang telah membawa YSBS bisa diterima oleh masyarakat yang juga menjadi sebuah keunggulan bagi YSBS. Maka dari itu, apabila sosok kepemimpinan Romo Carolus menghilang atau tergantikan oleh kepemimpinan yang lain, maka akan menjadi sebuah hambatan dalam peranan YSBS.
This research-based paper aims at to make understanding about how the role of Yayasan Sosial Bina Sejahtera in the economic development on Kampung laut district. Then, to see about what kind of relationship between YSBS, society, and the government to develop economic program on the Kampung laut district Cilacap regency, which finally make to find what kind of weakness and strength factor about the role of YSBS in the economic development on Kampung laut district Cilacap regency.
The research used a qualitative method with study case approach. The way to get informan is used a purposive sampling to selected people becoming the choosen one with all of consideration who make sure believed can give to the fully of data. All the data which needed in this research was did with some of manner, that is an interview, observation, and documentation as a primer and sekunder data, and then it will be learned and make a guaranteed the validity of data which has acquired.
The result of research is showing that, religion value become a basic root in the all of YSBS role to make an economic development Kampung laut district. With all of the religious value, about the kindliness have bring the YSBS role to the inside of active, dynamic, and to get positioning in the midlle of different cultural society. The role was based with direct assessment from the society based on the way of Romo Carolus leadership as the man who make empowerment with a kindlinees principle and also pluralism living up to his learned of religious value, and he completely aware with his positioning in the social structure. Based on Romo Carolus leadership, this is make YSBS follow many of empowerment activity.
The political attitude society with make a conference to getting help of YSBS to build a infrastructure and so that society can helped in the many things of their economic development which result a positive cooperation between YSBS and the society. It can be happened because YSBS has been a partner as provider society in the infrastructure to make their economic development. The attitude or the way of Romo Carolus leadership has made YSBS accepted in the society who also become a strength of YSBS. And so, if the figure of Romo Carolus disappear or changed with another leadership man, it will be a obstruction in the role of YSBS.
280712584F1D008011Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi Gerakan Desa Membangun dalam Mewujudkan Desa Organik di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)Penelitian berjudul Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi Gerakan Desa Membangun dalam Mewujudkan Desa Organik di Desa Organik di Desa Melung Kecamatan Banyumas) ini dimaksudkan untuk mengetahui pola pemberdayaan yang dilakukan oleh gerakan desa membangun dalam mewujudkan desa organik. Pemberdayaan yang dilakukan pihak pemerintahan desa sebagai jembatan yang menghubungkan masyarakat. Pemberdayaan sebagai suatu proses yang mengharuskan masyarakt berperan aktif dalam setiap kegiatan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus dan penggunaa purposive sampling sebagai teknik pemilihan informan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara mendalam dan dokumentasi. Dalam menganalisa data, metode yang digunakan adalah metode analisis interaktif yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Alasan penulis memilih pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa organik dikarenakan pemberdayaan menjadi sesuatu yang bisa mengayomi semua masyarakat dalam segi ekonomi. Pemberdayaan masyarakat yang berbasis pertanian dikarenakan Desa Melung memiliki semua yang dibutuhkan oleh pertanian. Hal ini didorong juga oleh gerakan desa membangun yang menjadi ujung tombak dalam pemberdayaan. Proses pemberdayaan melalui beberapa tahapan yaitu penyadaran, peningkatan kapasitas dan perlindungan. Proses tersebut menempatkan masyarakat sebagai subjek atau pelaku utama. Oleh karenanya, masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap kegiatan.
Penelitian ini diharapkan akan memberikan konstribusi untuk masyarakat dan Jurusan Ilmu Politik Universitas Jendral Soedirman Jawa Tengah dengan memberikan pemahaman tentang proses pemberdayaan masyarakat melalui gerakan desa membangun dalam mewujudkan desa organik, agar dapat berguna oleh organisasi masyarakat maupun lembaga swadaya maupun instasi untuk meneliti lebih jauh.
The research have the title empowerment village society (the study of “Gerakan Desa Membangun” to have the shape an organic village in melung village Banyumas regency). This is be intended to knowing the empowerment pattern who has been workable by gerakan desa membangun to make an organic village. The empowerment who was workable by the village government as a mediator who related to the society. The empowerment as one of process who should be make the active role society in every activity.
The research used a qualitative method with a study case approximation and by use purposive sanpling as a selection informan technique. The raising of data has did by direct observation, depth interview, and documentation. The working of analysis data is using an analysis interactive method which can cover the raising of data process, data reduction, data presentation, and conclusion decision.
The reason why researcher choosing empowerment society to have the shape an organic village is caused that empowerment has became something can be servant all of society in the part economic. The empowerment society which based on agriculture because melung village have everything was needed by agriculture. This matter can also be able motivate by gerakan desa membangun who became a primary variable of empowerment. The empowerment process has did by some of stages, that is resuscitation, the increasing ability, and protection. The process was being society as the subject or prime actor. Therefore, the society was becoming a prime actor in the everything activity.
The research was expected give a real contribution for the political science society of Jenderal Soedirman university in central java with giving an understanding about the process empowerment of society by gerakan desa membangun to have the shape an organic village, in order can make useful organization society, and also institute society, or institution to examine as much deeper.
280812586P2CB14024PENGARUH KEPRIBADIAN PROAKTIF DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR DENGAN WORKAHOLIC SEBAGAI VARIABEL MEDIASISaat ini, banyak peneliti yang menaruh perhatian terhadap workaholic. Terlebih di era modern seperti saat ini, workaholic di kalangan pekerja semakin meningkat dikarenakan berubahnya sifatpe kerjaan. Kemajuan teknologi adalah salah satu penyebab meningkatnya workaholic, seperti internet dan kemunculan ponsel pintar yang memungkinkan karyawan dapat bekerja meskipun sedang tidak berada di kantor. Meskipun peneliti-peneliti terdahulu telah menaruh minatnya terhadap workaholic, sampai saat ini masih sangat jarang penelitian mengenai hubungan workaholic dengan perilaku karyawan terhadap organisasi seperti organizational citizenship behavior. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepribadian proaktif dan persepsi dukungan organisasi terhadap organizational citizenship behavior yang diuji melalui variable mediasi workaholic. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PD Bank Perkreditan Rakyat BKK Purwokerto. Sampel penelitian ini sebanyak 159 responden. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan program WarpPLS 3.0.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepribadian proaktif tidak berpengaruh terhadap organizational citizenship behavior, kepribadian proaktif berpengaruh negative terhadap workaholic, workaholic memiliki pengaruh negative terhadap organizational citizenship behavior, persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh positif terhadap organizational citizenship behavior, persepsi dukungan organisasi memiliki pengaruh negative dan signifikan terhadap workaholic, dan workaholic tidak memediasi baik pada hubungan kepribadian proaktif dengan organizational citizenship behavior serta persepsi dukungan organisasi dengan organizational citizenship behavior.
Currently, many researchers are concerned about the workaholic. Especially in today's modern era, workaholic among workers is increasing due to the changing nature of work. Advances in technology is one of the causes of increased workaholic, such as the Internet and the emergence of smart phones that allow employees to work even when not in the office. Although previous researchers have put the interest against workaholic, until today still very rare research regarding the relationship between workaholic and employee behavior towards the organization, such as organizational citizenship behavior. This study aimed to examine the effect of proactive personality and perceived organizational support to the organizational citizenship behavior tested through the mediating variables, workaholic. The population in this study were all employees of PD BPR BKK Purwokerto. The sample was determined using purposive sampling, yielding a figure of 159 respondents. This study used survey method using a quantitative approach. The tool of analysis used in the study is Partial Least Square (PLS) using WarpPLS 3.0 program. The results showed that the proactive personality has no effect on organizational citizenship behavior, proactive personality has a negative effect workaholic, workaholic has a negative effect on organizational citizenship behavior, perceived organizational support has a positive effects on organizational citizenship behavior, perceived organizational support has a negative effect on workaholic, workaholic does not mediate relationship between proactive personality and organizational citizenship, and workaholic does not mediate relationship between perceived organizational support and organizational citizenship behavior.
280912585G1G010055PENGARUH APLIKASI MEMBRAN POLIELEKTROLIT KALSIUM ALGINAT-KITOSAN TERHADAP JUMLAH PEMBULUH DARAH KAPILER PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA GINGIVA

(Kajian In Vivo pada Tikus Sprague Dawley)

Gingiva sering mengalami pelukaan baik karena penyakit periodontal, tindakan pasca pencabutan, maupun tindakan bedah dengan perlukaan. Saat ini banyak cara dan bahan penyembuhan luka, salah satunya yaitu menggunakan membran kalsium alginat-kitosan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan pengaruh aplikasi membran kalsium alginat-kitosan terhadap jumlah pembuluh darah kapiler pada proses penyembuhan luka gingiva. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental laboratoris. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 ekor tikus Sprague dawley, berumur 2-3 bulan, berat badan 200-250 gram yang dibagi secara acak menjadi 6 kelompok, yaitu: 3 kelompok perlakuan yang diberi membran kalsium alginat-kitosan dan kelompok kontrol negatif yang diberi salin. Masing-masing terdiri atas 6 ekor tikus berdasarkan periode pengamatan yaitu hari ke-3, 5 dan 7. Pada semua kelompok tikus dibuat perlukaan pada gingiva labial rahang bawah, di antara gigi insisif kanan dan kiri dengan menggunakan punch biopsy berdiameter 3 mm. Pada daerah luka, setiap kelompok diaplikasikan agen terapeutik. Pada hari ke-3, ke-5, dan ke-7 dilakukan euthanasia sesuai dengan kelompoknya. Jaringan luka dibuat preparat histologis dengan pengecatan hematoksilin eosin (HE) untuk mengamati jumlah pembuluh darah kapiler. Data jumlah pembuluh darah kapiler dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Hasil uji statistik one way ANOVA membuktikan adanya perbedaan yang bermakna (p<0,05) dan hasil uji LSD menunjukkan bahwa hampir semua berbeda bermakna (p<0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah terbukti bahwa aplikasi membran kalsium alginat-kitosan berpengaruh terhadap jumlah pembuluh darah kapiler pada proses penyembuhan luka gingiva tikus putih Sprague dawley.

Gingival are often experience lesion due to periodontal diseases, post tooth extraction or post revocation action with injury or surgery. Today many ways and wound healing materials, one which using a calcium alginate-chitosan membrane. The aim of this study was to investigate the effect of calcium alginate-chitosan membrane to the number of capillary blood vessels in the gingival wound healing process. This research was an experimental laboratory methods. The study was carried on total 30 male Sprague dawley rats as samples, 2-3 mount age, body weight 200-250 gram were divided randomly into 6 groups, the treatment group was given calcium alginate-chitosan membrane and the negative control group was given saline. Each groups consist of 6 rats by observation period of 3rd, 5th, and 7th. All rats were wounded on the mandibular labial gingiva, between right and left incisor teeth using punch biopsy (Ø 3 mm). In the area, each the therapeutic agents was applied punch biopsy. The rats were euthanasia the day 3rd, 5th, and 7th after. The wounded tissues were processed for histological preparations and stained with hematoxylin eosin method in order to observe the number of capillary blood vessel. Data on the number of capillary blood vessel was analyzed using one way ANOVA test dan Post-Hoc LSD test. Result from one way ANOVA proving the existence of significant differences (p<0,05) and different test LSD showed that nearly all significant (p<0,05). The conclusion of this study in proven that the application of calcium alginate-chitosan membrane effect to the number of capillary blood vessels the gingival wound healing process of white Sprague dawley rats.
281012580F1A011067Keluarga Sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) Dalam Proses Penyembuhan Penderita TB Paru, di Kecamatan Kembaran, Kabupaten BanyumasTujuan utama penelitian ini adalah mengetahui peran keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dalam proses penyembuhan penderita TB Paru. Sasaran utama penelitian ini adalah anggota keluarga inti (suami, istri, atau anak) yang menjadi PMO bagi penderita TB Paru, sedangkan sasaran pendukung adalah penderita TB Paru, penderita TB Paru yang sudah sembuh (mantan penderita), dan petugas kesehatan Puskesmas Kembaran II yang menangani penyakit TB. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Metode analisis dalam penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran keluarga sebagai PMO tidak berjalan secara maksimal, penjelasan atau pengetahuan mengenai PMO tidak diketahui oleh semua masyarakat, khususnya anggota keluarga yang anggota keluarga lainnya menderita penyakit TB Paru. PMO keluarga tidak mengetahui secara jelas terkait PMO dan penunjukkannya, akan tetapi mereka melaksanakan tugas PMO. Ketidakjelasan mengenai PMO disebabkan penjelasan terkait PMO tidak dijelaskan secara jelas oleh petugas kesehatan. Status mengenai PMO yang tidak jelas akhirnya mempengaruhi peran anggota keluarga dalam menjalankan tugas PMO. Hal tersebut pun menyebabkan kurangnya tanggung jawab anggota keluarga untuk melaksanakan tugas PMO, dan peran yang dilakukan tidak berjalan dengan optimal.
The main purpose of this research is to understand the family’s role as supervisory drink drugs of the pulmonary tuberculosis’s patients in healing process. The main targets of this research are the members of the nuclear of family such as husband, wife and children who become to be the supervisory drink drugs of the Pulmonary Tuberculosis’s Patients. In the other hand, the supporting targets are people who has Pulmonary Tuberculosis, Pulmonary Tuberculosis’s patients who are cured (former patients), and health center’s staffs who work at Kembaran II Hospital who handle this Pulmonary Tuberculosis disease. This research was conducted with Qualitative Research and using the Purposive Sampling Technique to determine the informant. The techniques of collecting data in this research are using the observation method, interview and documentation. The method of analysis in this research is using the interactive model. This research can be concluded the role of the family as supervisory drink drugs of the pulmonary tuberculosis’s patients in healing process is not running optimally, the core of knowledge as supervisory drink drugs of the pulmonary tuberculosis or even the way of the explanation towards the patients of the pulmonary tuberculosis is not known by all the people, especially the family members of the other family members who has same diseases. The Family as a supervisory drink drug of the pulmonary tuberculosis did not know clearly related to the steps as a supervisory drink drugs and the appointment as supervisory drink drugs, but they carry out the task of supervisory drink drugs of the pulmonary tuberculosis. Lack of clarity about supervisory drink drug caused an explanation regarding this is not explained clearly by health workers. The unclear status of the Supervisory Drink Drugs has ultimately influenced the role of family to do their duty as Supervisory Drink Drugs. It could also lead the lack of responsibility the family member to conduct the Supervisory Drink Drugs’ duties also in another side their role which not work maximally.
281112588F1D011005RESISTENSI KELOMPOK MUSLIM TERHADAP PRAKTIK SEKULARISME MELALUI PENOLAKAN KEBIJAKAN LAÏCITÉ DI PERANCISArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana resistensi kelompok muslim terhadap praktik sekularisme melalui penolakan kebijakan Laïcité di Perancis, memahami dan mendeskripsikan faktor-faktor kontekstual apa saja yang mendorong resistensi kelompok muslim terhadap praktik sekularisme melalui penolakan kebijakan Laïcité di Perancis. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutika dalam bingkai perspektif pascastrukturalisme dan paradigma nonpositivisme khususnya critical theory, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa ideologi sekularisme yang di tegakkan di Perancis nyatanya bukan hanya melahirkan sebuah kebijakan baru yaitu kebijakan Laïcité, tetapi juga melahirkan kontroversi di tengah masyarakat. Kebijakan Laïcité yang menegakan kesetaraan di dalam keberagaman masyarakat nyatanya menjadikan Perancis sebagai negara yang intoleransi. Tragedi WTC di Amerika Serikat pada September tahun 2001 menjadi salah satu penyebab adanya Islamophobia sehingga memunculkan adanya resistensi dari umat muslim sebagai bentuk penolakan terhadap praktik sekularisme dan kebijakan Laïcité di Perancis. Resistensi dilakukan dengan cara demonstrasi di berbagai wilayah PerancisThis research-based paper aims at understanding the triggers resistance muslim groups against the practice of secularism through the denial policy of laïcité in France, understanding and describing the contextual factors that drive any Muslim resistance groups against the practice of secularism through the denial policy of laïcité in France. By using a qualitative method and hermeneutik, approach in the framework of the pascastrukturalisme perspective and the nonpositivisme paradigm, The result of the research reveals that the ideology of secularism that is enforced in France in fact not only regulate to a new policy which is policy of laïcité, but also spawned controversy in the community. Laïcité policies that uphold equality in fact community diversity makes France an intolerance country. WTC tragedy in the United States in September, 2001 became one of the causes of Islamophobia which raises the resistance of Muslims as a form of rejection of the practice of secularism and the policy of laïcité in France. Resistance is done by way of demonstration in various regions of France.
281212587F1D011059RASISME DAN GERAKAN ABOLISI DALAM FILM “12 YEARS A SLAVE”: Representasi Perlawanan Kelompok Anti-Perbudakan terhadap Kebijakan Proslavery di Amerika Tahun 1840-An
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan rasisme dan gerakan abolisi di Amerika Serikat dan juga representasi perlawanan kelompok antiperbudakan terhadap kebijakan proslavery yang ada dalam film “12 Years A Slave”. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan semiorika dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksi, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perbudakan di Amerika terjadi karena sentimen rasial dan paham white supremacy yang mengangap bahwa ras kulit putih merupakan ras yang paling superior terutama terhadap ras kulit hitam. Perbudakan diatur melalui kebijakan proslavery. Kebijakan tersebut mengatur hak-hak budak dan juga hak majikan dari budaknya. Tidak semua setuju dengan perbudakan, dan yang menentangnya disebut dengan kelompok antiperbudakan. Kelompok ini melakukan gerakan abolisi dengan tujuan menghapuskan perbudakan. Meskipun dihapuskan rasisme di Amerika masih ada karena rasisme sudah menjadi nilai universal di Amerika. Dapat disimpulkan bahwa perbudakan terjadi karena adanya monopoli kekuasaan di sektor ekonomi dan didukung oleh sentimen rasial.This research-based paper aims at understanding and describing racism and abolitionis movement in the United States and describing the resistance of antislavery society against the proslavery policy in movie “12 Years A Slave”. By using a qualitative method and semiotics approach in the framework of the poststructuralist perspective and the deconstructive paradigm, the result of the research reveals that the slavery in the United States happened because of the racial sentiment and the white supremacy ideology which stated that the whites are more superior especially to the blacks. Slavery was regulated through the proslavery policy. The policy organized the slave’s rights and also the master’s. Not everyone was opposed to slavery. Those who didn’t was called the antislavery society. The society started the abolitionist movement with the purpose of abolishing the slavery. Despite the abolition of slavery, racism is still occur in the United States because the racism has embedded into the society. It can be concluded that the slavery happened because of economy reason and driven by the racial sentiment.
281312589F1A009054Persepsi Korban Penipuan Online Shop Tentang Jual Beli Melalui Media Internet (Studi Deskriptif Korban Penipuan Online Shop di Purwokerto)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh timbulnya fenomena penipuan yang terjadi melalui online shop pada media internet. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi korban penipuan online shop tentang jual beli melalui media internet. Perkembangan teknologi internet yang pesat mendorong terciptanya berbagai media online shop. Seiring dengan perkembangan tersebut, tidak sedikit online shop banyak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis interaktif yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan beberapa hasil variasi data tentang persepsi korban penipuan online shop tentang jual beli melalui media internet, diantaranya seperti; kemudahan dalam penggunaan online shop; kepercayaan terhadap penjual dan media online shop yang digunakan; online shop yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja; ketersediaan barang yang dibutuhkan; dan harga yang cenderung murah. Berdasarkan pengalaman dan motivasi informan selama belanja melalui online shop, mereka tetap menggunakan online shop walaupun pernah mengalami penipuan. Mereka menjelaskan bahwa penipuan yang terjadi akibat dari kurangnya kewaspadaan pada saat proses transaksi jual beli.This research is motivated by the emergence of the phenomenon of fraud through online shop on the internet. In general, this research aimed to describe the perceptions of victims of online shop fraud on sale via the internet. The rapid development of internet technology encourages various online media shop. Along with these developments, there is little online shop many abused by elements who are not responsible. This research used a qualitative method with descriptive approach. Data was collected by interview and documentation. The sampling technique using purposive sampling. The analytical method using interactive analysis method that consists of data collection, data reduction, data presentation and conclusion. Validation of the data in this research using triangulation. Based on the research results, obtained some results about the perception of data variation dupe online shop about buying and selling through internet, such as; ease of use of the online shop; trust in the seller and shop online media are used; can be accessed anytime and anywhere; the availability of needed goods; and prices tend to be cheap.Based on the experience and motivation of informants for shopping at an online shop, they still use the online shop although ever experienced fraud. They explained that the fraud that occurs as a result of a lack of vigilance during the transaction process of buying and selling.
281412590F1D010034EKONOMI POLITIK DOMINASI PENGEPUL DALAM INDUSTRI MINYAK CENGKEH DI KECAMATAN TAMBAK KABUPATEN BANYUMASKabupaten Banyumas adalah salah satu sentra industri minyak cengkeh di Indonesia. Keberadaan industri minyak cengkeh di Kabupaten Banyumas tersebar di beberapa wilayah, salah satunya adalah wilayah Kecamatan Tambak. Keberlangsungan industri minyak cengkeh di Kecamatan Tambak melibatkan beberapa aktor. Aktor yang terlibat diantaranya adalah petani, pengepul daun cengkeh, produsen, pengepul minyak cengkeh, perusahaan eksportir, dan pemerintah.pengepul sebagai aktor yang terlibat merupakan aktor yang dominan atau dengan kata lain terdapat dominasi pengepul dalam industri minyak cengkeh di Kecamatan Tambak.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang diperoleh terkait penelitian ini melalui beberapa teknik pengumpulan data, antara lain wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi.
Hasil dari penelitian mengenai ekonomi politik dominasi pengepul dalam industri minyak cengkeh di Kecamatan Tambak bahwa dominasi pengepul disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor yang menjadikan pengepul dominan dalam kegiatan industri diantaranya kepentingan petani, kepentingan produsen, kekayaan pengepul, dan pengetahuan yang dimiliki pengepul. Faktor dominasi pengepul dalam industri minyak cengkeh dapat berdampak pada kegiatan industri minyak cengkeh. Dampak dari dominasi pengepul diantaranya ketergantungan produsen terhadap pengepul terkait ketersediaan bahan baku, modal, penjualan minyak cengkeh dan juga kesejahteraan produsen yang mengalami peningkatan secara lamban.
Partisipasi pemerintah sangat diperlukan untuk mengurangi dominasi pengepul. Upaya pemerintah untuk mengurangi dominasi pengepul diantaranya melalui sosialisasi maupun pembinaan Berkaitan dengan upaya yang dilakukan pemerintah, sampai saat ini nampaknya belum berdampak secara signifikan
Banyumas Regency is one of the central industry of clove oil in indonesia. The existence of clove oil industry in Banyumas spread across in several areas, one of which is in the Tambak district. Sustainability of clove oil industry in Tambak distriict involve many several aktors. The aktors involved are farmers, leaf clovers collectors, manufacturers, clove oil collectors, exporting companies, and the goverment . Collectors as a dominant aktor or in other words there is a dominance of collectors in clove oil industry in Tambak district.
This study used a qualitative method with case study approach. The data obtained related to this study through multiple data collection techniques, including in-depth interviews, observation, and documentation.
Results of research on the political economy of domination collectors in clove oil industry in the Tambak district that collectors dominance is caused by several faktors. Faktors that make collectors dominant in industrial activities including the interests of farmers, the interests of manufacturers, collectors wealth, and the collector’s knowledge. Faktors collectors dominance in clove oil industry may impact on clove oil industry activities. The impact of the dominance of collectors including producer dependency linked to the collectors of raw material availability, capital, sales of clove oil and also the welfare of producers that have been growing slowly.
Government participation is needed to reduce the dominance of collectors. Government efforts to reduce the dominance of collectors such as through socialization and guidance. In connection with the efforts of the government, until now seems to have not impacted significantly.
281512591F1D008023DINAMIKA INDUSTRI BATIK DI DESA PAPRINGAN KECAMATAN BANYUMAS DALAM PERSPEKTIF EKONOMI POLITIKPenelitian ini berjudul “Dinamika Industri Batik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas dalam Perspektif Ekonomi Politik”. Tulisan ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan perkembangan industri batik di Desa Papringan dalam perspektif ekonomi politik. Ekonomi politik dianalisis menggunakan 3 variabel, yaitu variabel nilai, kepentingan, dan kekuasaan. Penelitian ini juga menganalisis peran pemerintah desa dalam perkembangan industri batik Desa Papringan dan interaksi antar aktor yang terlibat. Selain itu, penelitian ini juga menjelaskan mengenai faktor yang mempengaruhi perkembangan industri batik di Desa Papringan Kecamatan Banyumas, baik faktor yang mendukung, maupun faktor yang menghambat.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan trianggulasi data.
Hasil penelitian ini menjelaskan proses perkembangan industri batik di Desa Papringan. Awal perkembangan industri batik Desa Papringan dimulai pada tahun 2010, dimana adanya keprihatinan dari pemerintah desa akan nasib pembatik di desanya yang selama ini hanya menjadi pengobeng (buruh batik) bagi juragan batik di Banyumas dan Sokaraja. Berbagai upaya telah dilakukan namun belum membuahkan hasil yang memuaskan. Gebrakan yang signifikan terjadi pada tahun 2013 ketika BI masuk sebagai BI dalam pengembangan batik Desa Papringan. Setelah BI menjalin kemitraan dengan Desa Papringan, terbentuklah KUB (Kegiatan Usaha Bersama) Batik Pringmas yang menjadi sarana pengembangan industri batik Desa Papringan. Faktor yang menjadi penghambat dalam perkembangan industri batik Desa Papringan adalah pola pikir masyarakat yang sudah terbiasa menjadi buruh batik. Hal inilah yang masih terus dibenahi oleh BI dengan terus mengadakan bimbingan dan pelatihan.
This research entitled “The Dynamic of Batik Industri in the Village of Papringan in Sub district of Banyumas in the Perspective of Politic Economy”. This research intended to understand and describe the development of the batik industri in the Village of Papringan in the perspective of politic Economy. Politic economy was analyzed by using 3 variables, they were variable of value, interest, and power. This research also analyzed the role of the village government in the development of batik industri in the Village of Papringan and interaction between the actors that were involved. Beside that this research also explained about the factors that affected the development of batik industri in the Village of Papringan in Sub district of Banyumas, whether the supported factors or impeded factors.
This research used the method of qualitative by using the approach of case study. Type of data in this research used the primary and secondary data. Data had been obtained from the result of observation, interview, and documentation study. Technique of data analysis used the analysis of interactive model. Data validity in this research used the data triangulation.
The result of research explained the process of the development of batik industri in the Village of Papringan. At the beginning of the development of batik industri in the Village of Papringan started in 2010 where there was big sadness from the village government for the batik maker destiny in their villages which along this time they only became batik labors for their batik boss in Banyumas and Sokaraja. Many efforts had been conducted but had not produced the satisfied result. Significant action had been conducted in 2013 when BI entered as the BI in the development of batik industri in the Village of Papringan. After BI made the partnership with the Village of Papringan and then established KUB (Business Activity Cooperation) of Pringmas Batik that became the development infrastructure of batik industri in the Village of Papringan. The factor that impeded in the development of batik industri in the Village of Papringan was the thinking pattern of society that had been used to become the batik labor. This must be repaired by BI by doing gradual counseling and training.
281612592F1D010047PENGEMBANGAN KAMPUNG SENI PANTAI ALAM INDAH (PAI) UNTUK REVITALISASI KESENIAN LOKAL DI KOTA TEGALArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk 1) memahami dan mendeskripsikan upaya pengembangan Kampung Seni Pantai Alam Indah untuk revitalisasi Kesenian lokal di Kota Tegal; 2); Tegal mengetahui dan menjelaskan siapa saja aktor-aktor yang terlibat dalam pengembangan Kampung Seni Pantai Alam Indah untuk revitalisasi Kesenian lokal di Kota Tegal dan 3) mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual yang mendorong dan menghambat dalam pengembangan Kampung Seni Pantai Alam Indah untuk revitalisasi Kesenian lokal di Kota Tegal. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan Studi Kasus dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstrukitivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tegal yang kurang memperhatikan kesenian lokal di Kota Tegal. Terkait dalam pelaksanaannya, faktor pendukung upaya tersebut adalah potensi wisata budaya dan motivasi untuk memiliki tempat berkarya. Sedangakan faktor penghambatnya adalah 1) minimnya sumberdaya manusia untuk mengelola; 2) tidak adanya dukungan Dewan Kesenian Kota Tegal; 3) minimnya anggaran. Aktor yang terlibat dalam upaya pengembangan Kampung Seni Pantai Alam indah adalah 1) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kota Tegal; 2) Dewan Kesenian Kota Tegal (DKKT); 3) tokoh seniman terkait; 4) tokoh masyarakat. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa upaya pengembangan Kampung Seni Pantai Alam Indah yang belum berjalan baik menunjukan adanya problematika desentralsasi di Indonesia, khususnya masalah tentang kultur birokrasi dan kewenangan Pemerintah Kota Tegal sebagai daerah otonomi. Di Kota Tegal, upaya pengembangan Kampung Seni Pantai Alam Indah untuk revitalisasi Kesenian Lokal di Kota Tegal dilakukan dengan memanfaatkan potensi kebudayaan untuk mengatasi kesejahteraan dan pelestarian kesenian di Kota Tegal.This research-based paper aims at 1) to understand and describe effort to develop the “Kampung Seni Pantai Alam Indah” for the Revitalization of Local Arts in Tegal City; 2) to examine and explain anyone actor involved in the developtmen of “Kampung Seni Pantai Alam Indah” for Revitalitation of Local Arts in Tegal City; 3) to examine an explain contextual factor who encourage and impede in the development of “Kampung Seni Pantai Alam Indah” for the Revitalization of Local Arts In Tegal City By using a qualitative method and case studies approach in the framework of the pasca-structuralism perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the Goverment City of Tegal less attention to the local art in Tegal City. Related in its implementation, the advocates of these effort is the potential of cultural tourism and motivation to have a place to work. While the encourage actor is 1) lack of human resource to manage; 2) lack support from “Dewan Kesenian Kota Tegal”; 3) Lack of Budget. Actor involved in the development of “Kampung Seni Pantai Alam Indh” is 1) Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabupar) in the City of Tegal; 2) Dewan Kesenian Kota Tegal (DKKT); 3) the character of reated artist; 4) community leaders. The conclusions obtained in this research is that the development of “Kampung Seni Pantai Alam Indah” has not been show good desentralization in Indonesia especially for issue of the cultural bureaucracy and authority of the Goverment City of Tegal as region of otonoms. In Tegal City, the devlopment of “Kampung Seni Pantai Alam Indah” conducted by using potentiality to overcome the welfare and the preservation of art in the City Of Tegal.
281712594F1D010058PERAN SURAT KABAR LOKAL DALAM SOSIALISASI PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH TAHUN 2013 DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini berjudul “Peran Surat Kabar Lokal dalam Sosialisasi Pemilihan Umum Kepala Daerah Tahun 2013 di Kabupaten Banyumas” bertujuan untuk bisa memahami dan mendeskripsikan peran surat kabar lokal di Kabupaten Banyumas yaitu Radar Banyumas, Harian Banyumas, Satelit Post dan Suara Merdeka (Suara Banyumas). Penelitian ini berfokus kepada Peran surat kabar lokal dalam pemilukada Kabupaten Banyumas tahun 2013.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang di peroleh adalah dari wawancara mendalam, hasil observasi, dan dokumentasi. Data analisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi data untuk menjamin validitas data.
Penelitian ini, mendeksripsikan bagaimana peran surat kabar lokal dan apa saja faktor kontekstual yang mempengaruhi peran surat kabar lokal di Kabupaten Banyumas. Surat kabar lokal dalam sosialisasi di Kabupaten Banyumas, menggunakan beberapa metode untuk menjalankan fungsinya sebagai media. Metode yang di gunakan dalam sosialisasi yaitu menggunakan halaman khusus, kolom khusus, serta iklan yang ada dalam surat kabar. Isi dari halaman khusus adalah pemberitaan selama proses pemilukada Kabupaten Banyumas tahun 2013.
Peran surat kabar lokal di Kabupaten Banyumas, masih belum maksimal dalam menjalankan sosialisasinya. Belum semua aspek fungsi surat kabar dapat tersampaikan. Faktornya antara lain, tidak semua pasangan calon menggunakan surat kabar, pendidikan politik dalam surat kabar yang masih kurang, surat kabar tidak memberikan ruang untuk semua pasangan calon, dan surat kabar penyebarannya tidak sampai pelosok.
Dengan demikian, surat kabar seharusnya bisa menjadi wadah untuk sosialisasi, supaya masyarakat bisa menerima empat fungsi surat kabar dengan baik. Contohnya adalah bekerja sama dengan KPUD untuk lebih meningkatkan pendidikan politik, dan selalu memberikan ajakan kepada masyarakat agar tidak golput. Menampung semua hal yang terkait dengan informasi, visi misi, peraturan pemilukada, dsb.

Research is about the role of local newspaper in the general election head of the year 2013 in the district of banyumas aims to can understand and described the role of local newspaper in the district of Radar Banyumas , Harian Banyumas , satelit post and the suara merdeka ( Suara Banyumas ) .This research focused on the role of local newspaper in general election district banyumas 2013 .
Research methodology that is used is qualitative with the approach phenomenology.The data in get is from in-depth interviews, observations, and documentation.Data analysis using the method of analysis interactive model miles and huberman.In this research technique used triangulation data for guarantees validity data.
This study describe the role of local newspapers in Banyumas. In this case, local newspaper in Banyumas using several methods to perform is function as a print media. The method of this study using the socialization process that appears in a main page, main coloumn, as well as ads in newspaper. The contens of the particular page was the news during the election process in Banyumas 2013.
The socialization of local newspapers in Banyumas is not in an optimal function. Not all aspects of the newspapers can be delivered. Among other factors, not all of the candidate using newspapers, the luck of education by using newspapers as a political instrument, the newspapers does not gift room for the all candidate, and not all of the newspapers deliver to all of the area in Banyumas.
Thus, the newspaper shold be a forum for socializing, so that people can accept for newspapers function. For examples the newspapers can work with the election, commission to improve political education, and always persuade the public to use their vote. To accommodate all maters relating to information, vision, mission, election regulations, etc.



281812595C1K010034The Effects of Consumer Ethnocentrism, Country of origin and Sensory Branding towards Willingness to Buy, Consumer Perception as Intervening Variable (Study in China and Indonesia)Penelitian ini fokus kepada bagaimana etnosentrisme, citra dari negara asal, sensory branding dan persepsi konsumen mempengaruhi keinginan untuk membeli. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen KFC di Tiongkok dan Indonesia sebagai sample, dengan total 150 respondents di tiap negara. Analisa PLS-SEM digunakan untuk menganalisa pengaruh antara variabel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh positif citra negara asal terhadap persepsi konsumen di Tiongkok dan juga adanya pengaruh positif antara sensory branding terhadap persepsi konsumen di Tiongkok juga adanya pengaruh positif citra negara asal dan sensory branding terhadap persepsi konsumen di Indonesia dan adanya pengaruh positif persepsi konsumen dan sensory branding terhadap keinginan untuk membeli produk KFC di Indonesia.This research focused on how the ethnocentrism, image of country origin, sensory branding, consumer perception influence consumer’s willingness to buy. The population of this research used were Chinese and Indonesian customers of KFC as sample, with total of 150 respondents. PLS SEM analysis was used to analyze the effect among variables. Finding of this research showed that there is a positive effect between country of origin and consumers' perception in China, and there is a positive effect between Sensory Branding and consumer perception in China also there is a positive effect of country of origin and sensory branding on the consumer perception in Indonesia and there is positive effect of consumer perception and sensory branding on the willingness to buy KFC product in Indonesia.
281912609C1K010008Pengaruh Atmosfer Toko dan Ekspektasi Menunggu Terhadap Perilaku Berbelanja yang Dapat Menentukan Intensi Berlangganan Tetap pada Toko Starbucks: Studi Empiris pada Masyarakat Yang Pernah Mengunjungi Starbucks di Jakarta.Pengaruh Atmosfer Toko dan Ekspektasi Menunggu Terhadap Perilaku Berbelanja yang Dapat Menentukan Intensi Berlangganan Tetap pada Toko Starbucks.
THE EFFECTS OF STORE ATMOSPHERE AND WAITING EXPECTATION TOWARDS SHOPPING BEHAVIOR THAT WILL DETERMINE THE PATRONAGE INTENTION OF THE STARBUCKS CONSUMERS.
282012639H1D010041ANALISA KELAYAKAN EKONOMI JEMBATAN SELAT SUNDARencana proyek Jembatan Selat Sunda adalah salah satu rencana pembangunan infrastruktur pada MP3EI yang membutuhkan sumber daya besar sehingga sangat perlu dilakukan analisa kelayakan ekonomi. Analisa kelayakan ekonomi perlu dilakukan untuk mengetahui kelayakan proyek tersebut untuk dilaksanakan. Analisa dilakukan dengan mencari nilai Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period dan Analisa Sensitivitas. MARR yang digunakan sebesar 11% dan Umur Rencana yang digunakan selama 150 Tahun. Hasil penelitian dengan menggunakan analisa ekonomi dan dengan asumsi asumsi data biaya dan manfaat yang berasal dari data sekunder, menunjukan bahwa proyek Jembatan Selat Sunda tidak layak untuk di kerjakan dengan nilai NPV -Rp. 63.630,30 Milyar, BCR 0,56, IRR 8,06%, dan Payback Period lebih dari Umur Rencana untuk penyetaraan Kurs Dollar bulan April 2015 dan nilai NPV - Rp. 43.120,04 Milyar, BCR 0,71, IRR 9,13% dan Payback Period lebih dari Umur Rencana untuk penyetaraan Inflasi bulan April 2015. Berdasarkan Analisa Sensitivitas, untuk menjadikan proyek Jembatan Selat Sunda dinyatakan layak, dengan nilai Benefit Cost Ratio minimal 1 apabila harga tiket masuk jalan tol minimal tiket kendaraan pribadi Rp. 742.500,00. Dengan perbandingan harga tiket kendaraan pribadi:truk kecil :truk besar adalah 1:2,6:3,6 maka harga untuk truk kecil adalah Rp. 1.930.500,00 dan truk besar adalah Rp. 2.673.000,00 (skenario 1). Biaya angkut minyak minimal Rp. 136.350,00/barrel (skenario 2), biaya angkut gas minimal Rp. 43.300,00/mmbtu (skenario 3), Investasi maksimal untuk proyek Jembatan Selat Sunda sebesar Rp. 125.800,00 Milyar (skenario 4)
The plan on Sunda Strait Bridge is one of the infrastructure development plans on MP3EI that requires huge resources, so that it is necessary to analyze the economic feasibility. The analysis of economic feasibility needs to be conducted to determine the feasibility of the project. The analysis is conducted by finding Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Interval Rate of Return (IRR), Payback Period and Sensitivity Analysis. MARR plan used is 11% and the age plan used is 150 years. The research result with using economic analysis and assumptions of cost and benefit data of secondary data, indicates that the Sunda Strait Bridge project is not feasible to be implemented with NPV of -Rp. 63.630,30 billion, BCR of 0,56, IRR of 8,06%, and Payback Period is more than the age plan to equalize Dollar exchange rate in April, 2015 and NPV of - Rp. 43.120,04 billion, BCR of 0,71, IRR of 9,13% and Payback Period is more than the age plan to equalize Inflation in April, 2015. Based on the Sensitivity Analysis to make feasible Sunda Strait Bridge project, it requires minimally 1 value of Benefit Cost Ratio, if minimum toll road ticket cost for car is Rp. 742.500,00. By comparison cost of car: small truck: big trucks is 1: 2.6: 3.6, cost for a small truck is Rp. 1,930,500.00 and large trucks is Rp. 2,673,000.00 (scenario 1). Minimum oil transportation cost is Rp. 136.350,00/barrel (scenario 2) and minimum gas transportation cost is Rp. 43.300,00/mmbtu (scenario 3). Maximum investment for Sunda Strait Bridge project is Rp. 125.800,00 billion (scenario 4).