Artikelilmiahs

Menampilkan 2.761-2.780 dari 48.729 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
276112539C1K011032THE INFLUENCE OF FINANCIAL PERFORMANCE ON FINANCIAL DISTRESS OF BANK
(Empirical Study on Banking Companies Listed In Indonesia Stock Exchange)
Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengukuran kinerja keuangan CAR (Capital Adequacy Ratio), ROA (Return On Asset), Asset Growth, LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non-Performing Loan), and BOPO (Operating Expense to Operating Income) terhadap kondisi kesulitan keuangan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2010 hingga 2013.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan di Indonesia yang beroperasi dan ikut dalam rating bank yang dilakukan oleh majalah infobank pada tahun 2010-2013, serta dipublikasikan pada setiap bulan Juni tahun 2011-2014. Pengambilan sample penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, sebanyak 24 perusahaan perbankan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan dengan jangka waktu penelitian 2010-2013. Metode analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah regresi logistik.
Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil parsial CAR dan ROA berpengaruh signifikan negatif terhadap kesulitan keuangan bank dan NPL berpengaruh signifikan positif terhadap kesulitan keuangan bank. Sementara itu, Asset Growth berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan terhadap kesulitan keuangan bank, kemudian LDR dan BOPO berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kesulitan keuangan bank. Hasil estimasi regresi logistik menunjukkan kemampuan prediksi dari enam variabel independen terhadap kesulitan keuangan dari sektor perbankan sebesar 78% dan 22% sisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model ini.
This research was conducted to examine the measurement of the financial performance CAR (Capital Adequacy Ratio), ROA (Return on Assets), Asset Growth, LDR (Loan to Deposit Ratio), NPL (Non-Performing Loan), and BOPO (Operating Expense to Operating Income) on the financial distress of banking Companies listed in Indonesia Stock Exchange in the period 2010 to 2013.
The population in this study is Indonesia Banking Company that operate and participate in the rating of bank conducted by infobank magazine in 2010-2013, and published in June of each year from 2010 to 2013. The sample of this research was extracted by method of purposive sampling with 24 samples banks adjusted with determined criteria for 2010-2013. The analytical method used to test the research hypotheses was the logistic regression.
The result of analysis indicated that the partial results of CAR and ROA have significantly negative influence on the financial distress and NPL has significantly positive influence on the financial distress of bank. In the mean time the Asset Growth has negative but not significantly influence on the financial distress of bank, then LDR and BOPO have positive but not significant influence on the financial distress of bank. The results of logistic regression estimates showed the prediction ability of the six independent variables on financial distress of the banking sector amounted to 78% and 22% remains are affected by other factors outside of this model.
276212536C1K011012Financial Performance Analysis of the Water Utilities (PDAM)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan Utilitas Air Minum (PDAM) di Kabupaten Purbalingga 2010-2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, kajian literatur dan wawancara. Teknik-teknik analisis yang digunakan adalah analisis rasio keuangan berdasarkan Kepmendagri No 47 tahun 1999 dan analisis kuadrat terkecil sebagai sarana menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja keuangan PDAM Kabupaten Purbalingga 2010-2014 telah di kinerja yang baik, dan hipotesis pertama diterima. Hipotesis kedua, yang menyatakan bahwa kinerja keuangan PDAM Kabupaten Purbalingga di 2010-2014 cenderung meningkat diterima. Rata kinerja PDAM Kabupaten Purbalingga pada tahun 2015 termasuk kategori baik ditolak karena hal ini termasuk dalam kategori sangat baik.This research intended to analyze the financial performance of the Water Utilities (PDAM) in Purbalingga Regency 2010-2014. The data collection techniques used were documentation, literature review and interview. The analysis techniques used were financial ratio analysis based on Kepmendagri No 47 1999 and least square analysis as a means of testing the hypothesis. The results of this research show that financial performance of PDAM of Purbalingga Regency from 2010 to 2014 has been in good performance, and the first hypothesis was accepted. The second hypothesis, which states that the financial performance of PDAM of Purbalingga Regency in 2010 to 2014 tended to increase was accepted. The performance score of PDAM of Purbalingga Regency in 2015 belongs to good category was rejected because it is included in very good category.
276312538H1L010070RANCANG BANGUN SISTEM PENILAIAN TERPADU SEKOLAH BERPRESTASI (STUDI KASUS DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KABUPATEN KEBUMEN)Sistem penilaian terpadu sekolah berprestasi merupakan suatu sistem yang dibentuk dengan tujuan untuk mengelola dan menyimpan data nilai sekolah dasar dalam menentukan sekolah berprestasi di Kabupaten Kebumen. Adanya sistem ini semakin memudahkan pegawai di bagian Pendidikan Dasar (DIKDAS) pada Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga dalam menangani masalah penilaian sekolah berprestasi. Sistem penilaian ini dibuat dengan menggunakan database MYSQL, dan bahasa pemrograman Hypertext Preprocessor (PHP). Sistem pendukung keputusan ini dibuat menggunakan teknik penskoran yang tertuang pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 11 Tahun 2009 dengan beberapa penyesuaian terhadap masalah yang ada.Integrated valuation achivement school system is a system which made for manage and keep the value data of elementary school to make centain a benefit school in kebumen. This system will make it easier for employee in the base education system (DIKDAS) at departement of education youth and sport to handle problem in valuation benefit school. This system is made by using database Mysql, and programing language Hypertext Preprocessor (PHP). This valuation system is made by using scoring technique that include in the rule of national education ministry (Permendiknas) number 11 of 2009 with some adjustment to another problem.
276412552G1B011007HUBUNGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA DENGAN TIPE MENSTRUASI PADA PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMASSemakin banyaknya tenaga kerja wanita yang bekerja, maka semakin banyak pula wanita yang menjalani peran ganda, yaitu tenaga kerja wanita menjalani dua peran sekaligus karena selain berperan di dalam keluarga, wanita tersebut juga berperan di dalam pekerjaannya. PKL adalah pedagang yang menggunakan bahu jalan atau trotoar sebagai tempat untuk berdagang. Asal mula kata pedagang kaki lima berasal dari bahasa inggris “feet” yang artinya kaki, dimana ukuran 1 feet adalah sekitar 21 cm. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan tipe menstruasi pada PKL di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mempelajari hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan tipe menstruasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh PKL wanita usia subur (WUS) 15-49 tahun berjumlah 44 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling sebanyak 31 orang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kelelahan kerja dengan tipe menstruasi pada responden (p value = 0,021). Saran dalam penelitian ini adalah peningkatan pemberian informasi mengenai tipe menstruasi normal dan tidak normal serta pemberian informasi tentang kelelahan kerja.Increasing number of women workers who work, the more the women who underwent the dual role of women workers underwent two roles at once because in addition to a role in the family, women also play a role in his work. Street vendors are traders who use the shoulder of the road or sidewalk as a place to trade. The origin of the word hawkers according to the English language is derived from "feet" which means foot, where size 1 feet is approximately 21 cm. The purpose of this study for determine the relations between levl of fatigue working with type menstruating at street vendors in Subdistrict of North Purwokerto, Banyumas District. This research uses analytical observational study with cross sectional approach to study the relations between level of fatigue working with type menstruating. The population in this study were all street vendors women of reproductive age 15-49 years old. Sampling was done by simple random sampling technique. A total of 31 samples is a major sample then coupled with a backup sample of 10% of the main sample. The results showed an association between the level of job burnout with the type of menstruation in respondents (p value = 0.021). Suggestions in this research is to increase the provision of information about the type of normal and abnormal menstruation and provision of information about fatigue working.
276512496C1B011091ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PADA PT BPR DANA MITRA SAKTI DAN PT BPR SOKA PANCA ARTHA DENGAN METODE CAMELPenelitian ini berjudul “Analisis Perbandingkan Kinerja Keuangan pada PT BPR Dana Mitra Sakti dan PT BPR Soka Panca Artha dengan Metode CAMEL”. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparatif yang meneliti tingkat kesehatan bank dan membandingkan tingkat kesehatan antara kedua BPR tersebut. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode CAMEL untuk mengevaluasi tingkat kesehatan bank yang diuji dan independent t-test menggunakan uji Mann-Whitney untuk membandingkan tingkat kesehatan kedua bank. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa PT BPR Dana Mitra Sakti dan PT BPR Soka Panca Artha dalam keadaan sehat karena rata-rata nilai CAMEL untuk setiap BPR masing berada di atas 81. Sementara itu, hasil dari pengujian hipotesis ketiga tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kinerja PT BPR Dana Mitra Sakti dan PT BPR Soka Panca Artha karena signifikansi asymptotic kedua belah pihak sebesar 0.729 lebih besar dari alpha 0,05 persen.This research entitled “ The Comparison Financial Performance Analysis of PT BPR Dana Mitra Sakti and PT BPR Soka Panca Artha using the CAMEL Method". This research is a comparative study that examined and compare the level of health between PT BPR Dana Mitra Sakti and PT BPR Soka Panca Artha. Techniques of analysis data used in this research is using the CAMEL method to evaluate the health level of the bank which are tested and the independent t-test using Mann-Whitney test to compare the level of health of both banks. The hypothesis testing result shows that PT BPR Dana Mitra Sakti and PT BPR Soka Panca Artha in a healthy state because the average of CAMEL value for each BPR respectively are above 81. Meanwhile, the result of the third hypothesis testing didn’t showed any significant difference between the performance of PT BPR Dana Mitra Sakti and PT BPR Soka Panca Artha because asymptotic significance the two sides amounted to 0,729 are bigger than alpha of 0.05 percent.
276612577G1A011052Perbedaan Lama Waktu Tercapainya Stabilitas Visus Koreksi Pada Pasien Katarak Senilis Pasca Operasi Antara Metode Fakoemulsifikasi dan SICS di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo PurwokertoKatarak merupakan salah satu penyebab kebutaan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Satu-satunya penatalaksanaan definitif katarak hanyalah operasi katarak. Terdapat dua metode yang sekarang lazim digunakan yaitu Fakoemulsifikasi dan Small Incision Cataract Surgery(SICS). Pasca operasi pasien biasanya mendapatkan kacamata dalam waktu 2 – 3 bulan menunggu visus menjadi stabil. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti perbedaan lama waktu tercapainya stabilitas visus koreksi pasien katarak senilis pasca operasi antara metode Fakoemulsifikasi dan SICS di RSUD Margono Soekarjo. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan kohort prospektif. Sampel penelitian adalah pasien katarak senilis imatur yang datang ke Klinik Mata RSUD Margono Soekarjo untuk dioperasi selama bulan Juni 2015. Metode sampling yang digunakan adalah total sampling. Jumlah sampel yang didapatkan 24 mata dengan 13 di kelompok Fakoemulsifikasi dan 11 di kelompok SICS. Analisis bivariat dengan uji nonparametrik Mann Whitney. Terdapat perbedaan rerata lama waktu tercapainya stabilitas visus koreksi pasien katarak senilis pasca operasi yang signifikan (p<0,05) antara kelompok Fakoemulsifikasi dan SICS dengan P = 0,019. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata yang bermakna pada pasien katarak senilis pasca operasi antara metode Fakoemulsifikasi dan SICS.Cataract is the leading cause of blindness worldwide, including in Indonesia. The only definitive cure for cataract is cataract surgery.There were two methods that used the most, Phacoemulsification and Small Incision Cataract Surgery (SICS). Post operation, patient usually given glassess two to three months after surgery after they had achieved visual stabilization. The aim of this study was to analyze difference in time reached of post operation senile cataract patient visual correction stability between phacoemulsification and SICS method in RSUD Margono Soekarjo. This was an analytical observational study with prospective cohort approach. The samples were senile cataract patients that underwent cataract surgery in Eye Clinic in RSUD Margono Soekarjo in June 2015. Sampling method used was total sampling. The number of samples obtained were 24 eyes which 13 in Phacoemulsification group and 11 in SICS group. Bivariate analysis used was Mann Whitney nonparametric test. There was a significant mean difference (p<0,05) in time reached of senile cataract patient visual correction stability between phacoemulsification group and SICS group with p = 0,019. It can be concluded that there is a significant mean difference in time reached of post operation senile cataract patient visual correction stability between Phacoemulsification and SICS surgery method.
276712541G1B011041KAPITASI DAN PERSEPSI KECUKUPAN KAPITASI PADA FASILITAS
KESEHATAN TINGKAT PERTAMA PROGRAM BPJS KESEHATAN
(Studi Kasus Puskesmas Kutasari Kabupaten Purbalingga)
Aspek pembiayaan yang dilakukan BPJS Kesehatan pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas) dengan menggunakan sistem kapitasi.Kapitasi adalah besaran pembayaran per-bulan berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan jumlah pelayanan yang diberikan.Kecukupan kapitasi dipengaruhi oleh utilisasi pelayanan dan biaya satuan per pelayanan. Puskesmas Kutasari mempunyai jumlah peserta BPJS Kesehatan terbesar dan utilisasi yang tinggi.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kecukupan biaya kapitasi program BPJS Kesehatan di Puskesmas Kutasari Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif.Data yang dikumpulkan berupa data sekunder (jumlah kunjungan peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Kutasari) dan data kualitatif (persepsi tenaga kesehatan dan non kesehatan Puskesmas Kutasari).Cara pengumpulan data dilakukan denga perhitungan data sekunder dan wawancara mendalam.Hasil perhitungan besaran kapitasi di Puskesmas Kutasari sebesar Rp 3.100,00.Persepsi tenaga kesehatan dan non kesehatan Puskesmas Kutasari menyatakan bahwa kapitasi yang diberikan sudah cukup.Sehingga kapitasi yang diberikan sudah cukup dilihat dari hasil perhitungan kapitasi lebih kecil dari jumlah kapitasi yang di berikan BPJS Kesehatan kepada Puskesmas Kutasari dan didukung oleh persepsi tenaga kesehatan dan non kesehatan Puskesmas Kutasari. Saran yang dapat diberikan adalah sebaiknya Puskesmas memaksimalkan dana kapitasi yang ada dengan meningkatkan kegiatan preventif dan promotif.Payment system under National Health Insurance for primary health care is based on capitation. Capitation method is the amount of payments based on the number beneficiaries without conserdering the type and volume of services. Capitation adequacy is influenced by utilization and unit cost of services. Kutasari Public Health Center has the largest number beneficiaries and higest utilization. The purpose of study was to analyze the adequacy capitation at Kutasari Public Health Center under National Health Insurance. It was a quantitative and qualitative study. For quantitative study, secondary data was collacted for analyzing adequacy of capitation. For qualitative study, indepht interview was conducted to indentify the perception health and non health staff Kutasari public health center. Based on calculation the amount of capitation was IDR 3,100. More over health and non health staff of Kutasari PHC had a positive perception toward the amount of capitation. It could be concluded that the amount of capitation was adequate for both overhead cost that had been and health care professional insentif. It is suggested to optimalized the amount of capitation by increasing preventives and promotive action.
276812542F1F010023Lexical Cohesion Analysis on Trygve Lie’s Memorandum entitled
Memorandum of Points for Consideration in the Development of
a Twenty-Year Program for Achieving Peace through the United Nations
Penelitian berjudul " Lexical Cohesion Analysis on Trygve Lie’s Memorandum entitled Memorandum of Points for Consideration in the Development of a Twenty-Year Program for Achieving Peace through the United Nations" bertujuan untuk menemukan bagaimana konteks dan kohesi leksikal mendukung teks yang koheren terutama pada memorandum. Data utama pada penelitian ini adalah satuan unit dalam bentuk kalimat yang berisi alat kohesi terutama kohesi leksikal yang mendukung konteks dan keutuhan pada memorandum Trygve Lie.
Teknik total sampling digunakan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang relevan. Kemudian, peneliti menganalisis kalimat- kalimat tersebut menggunakan teori oleh Halliday dan Hasan tentang konteks dan kohesi, terutama kohesi leksikal. Hasil analisis tersebut disajikan menggunakan metode kualitatif.
Hasil dari penelitian menunjukan konteks memorandum yang dibagi menjadi tiga bagian; field, tenor dan mode, memiliki hubungan dengan kelas-kelas kohesi leksikal seperti, repetition, synonym and near synonym, hyponym and superordinate, general world dan collocation. Peneliti menemukan bahwa penggunaan kohesi leksikal yang paling banyak adalah repetition dan yang paling sedikit digunakan adalah general word. Penggunaan kohesi leksikal pada memorandum tersebut tidak keluar dari topik atau konteks pembahasan dan hubungan tersebut menyajikan teks yang koheren.
Kesimpulannya, penelitian ini menunjukan perbedaan penggunaan kelas leksikal kohesi pada memorandum. Tetapi, perbedaan tersebut tidak keluar dari konteks dan tetap mendukung gagasan pada konteks tersebut. Oleh karena itu, memorandum tersebut dilihat sebagai teks yang koheren.
The research entitled “Lexical Cohesion Analysis on Trygve Lie’s Memorandum entitled Memorandum of Points for Consideration in the Development of a Twenty-Year Program for Achieving Peace through the United Nations" was aimed to find out how context and lexical cohesion support the coherent text particularly in memorandum. The primary source of this research was lingual unit in the form of sentences which contain cohesive devices especially lexical cohesion that support context and unity in Trygve Lie’s memorandum.
Total sampling technique was applied in this research to obtain relevant data. Then, the researcher analyzed the sentences using Halliday and Hasan theory about context and cohesion, especially lexical cohesion. The analysis was presented by using qualitative method.
The result of the research showed the context of the memorandum which is divided into three parts; field, tenor and mode have correlation with lexical cohesion classes, such as, repetition, synonym and near synonym, hyponym and superordinate, general world and collocation. The researcher found that most of lexical cohesion used was repetition and the least used was general word. The use of lexical cohesion in the memorandum was not out the topic or context and they present the coherent text.
The conclusion of the research showed the differentiation of lexical cohesion classes’ usage in memorandum. However, that differentiation was not out of the context and still supports the idea of the context. Thus, the memorandum was seen as a coherent text.
276912544G1D011057HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN INSOMNIA PADA LANSIA DI POSYANDU KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO
Latar Belakang: Penuaan merupakan proses alami yang disertai adanya penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi satu sama lain. Peningkatan jumlah lansia akibat peningkatan usia harapan hidup tentunya akan menimbulkan beberapa masalah di bidang kesehatan,salah satunya adalah gangguan tidur. Permasalahan yang dihadapi lansia memerlukan pemecahan sebagai upaya untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi terhadap masalah dan tekanan yang menimpa mereka. Konsep untuk memecahkan masalah ini disebut ini dengan mekanisme koping.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan insomnia pada lansia di Posyandu Kelurahan Grendeng Purwokerto.
Metode: Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 74 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji Chi-Square
Hasil: Mekanisme koping yang digunakan oleh lansia adalah mekanisme koping PFC hampir seimbang dengan mekanisme koping EFC yaitu 38 lansia (51,4%) : 36 lansia (48,6%) dan lansia yang mengalami insomnia di Posyandu Kelurahan Grendeng Purwokerto sebnayak 47 lansia (63,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara mekanisme koping dengan insomnia pada lansia di Posyandu Keluarahan Grendeng Purwokerto dengan hasil analisis Chi-Square diperoleh nilai p = 0,046 (p < α = 0,05).
Kesimpulan: Mekanisme koping berhubungan insomnia pada lansia di Posyandu kelurahan Grendeng Purwokerto
Background: An aging is natural process that is accompanied by a decrease in the physical, psychological, social and interacts with each other. An increase in the number of elderly due to the increase in life expectancy will certainly lead to some problems in the health sector, one of which is a sleep disorder. The problem faced by the elderly requires solving an attempt to adjust or adapt to problems and pressures that befall them. The concept to solve this problem is called the coping mechanism.
Objective: This study aimed to determine the relationship of coping mechanisms with insomnia at the elderly posyandu (neighborhood health center) at Grendeng Purwokerto Utara.
Methods: This study used observational analytic with cross-sectional approach. The sampling technique is purposive sampling, with a total sample of 74 respondents. The instrument used in this study was a questionnaire. Data were analyzed statistically using Chi-Square test
Results: Coping mechanisms used by the elderly are coping mechanisms PFC which was comparable to EFC coping mechanism are about 38 elderly (51,4%) : 36 elderly (48,6%) and the elderly who experience insomnia at at the elderly posyandu (neighborhood health center) at Grendeng Purwokerto Utara are about 47 elderly (63,5%). There was a significant relationship between coping mechanisms with insomnia at the elderly posyandu (neighborhood health center) at Grendeng Purwokerto Utara by using result of Chi-square analysis obtained by value p = 0,046 (p <α = 0.05).
Conclusion: Coping mechanism is related with insomnia at the elderly posyandu (neighborhood health center) at Grendeng Purwokerto Utara
277012547F1A010011Perilaku Kekerasan Terhadap Perempuan (Studi Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan Di Kabupaten Banyumas Tahun 2011-2013)Kekerasan adalah tindakan agresi yang menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Kasus kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Banyumas setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kabupaten Banyumas menempati peringkat sepuluh besar dalam hal kekerasan seksual berbasis gender di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lingkup kekerasan terhadap perempuan, profil korban dan pelaku, status hubungan antara pelaku dengan korban, wilayah terjadinya kasus kekerasan, dan motivasi pelaku melakukan kekerasan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan analisis data sekunder dan sumber data yang digunakan ialah data dari Polres Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : lingkup kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten Banyumas tahun 2011-2013 ialah KDRT dengan bentuk kekerasan fisik sebanyak 76 kasus. Profil pelaku kekerasan adalah pelaku pada usia 26-35 tahun sebanyak 52 kasus, dengan tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 69 kasus, dan berprofesi sebagai buruh/pegawai swasta sebanyak 95 kasus. Sedangkan korban kekerasan, sering dialami pada usia 18-25 tahun sebanyak 76 kasus, dengan tingkat pendidikan SMA/SMK sebanyak 51 kasus, dan tidak bekerja sebanyak 65 kasus. Status hubungan antara pelaku dengan korban adalah suami sebanyak 69 kasus dan wilayah yang sering terjadinya tindak kekerasan ialah pusat kota seperti Purwokerto Selatan sebanyak 24 kasus, dengan motivasi pelaku adalah ekonomi sebanyak 41 kasus. Dengan adanya penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan kontrol sosial yang diperlukan untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan. Hal ini dapat dilakukan pada semua lembaga sosial, keluarga, sekolah maupun masyarakat. Sikap peduli dengan kondisi kekerasan yang dialami oleh pihak lain akan mampu mempersempit ruang tindakan kekerasan.Violence is an act of aggression that causes suffering or hurt others. The case of violence against women in the district of Banyumas is increasing annually. The district of Banyumas ranks top 10 in terms of sexual violence gender based in the Central Java Province. This research aims to understand the scope of violence against women, profile victim and perpetrator, the status of the relationship between the offender with victims, cases areas of violence, and perpetrators motivation do violence. This research use quantitative method, with secondary data analysis and data source that used is from Banyumas Police District.
The research results show that: scope violence against women in District of Banyumas in 2011-2013 is related to domestic violence with physical forms of violence as many as 76 cases. The offender profile violence is the main entity at the age of 26-35 years as many as 52 cases, with the education level of senior or vocational high school as many as 69 cases, and work as laborers or private sector workers as many as 95 cases. While a victim of violence, often occurs at the age of 18-25 years as many as 76 cases, with the education level of senior or vocational high school as many as 51 cases, and does not work there were 65 cases. The status of the relationship between the offender in of the victims were a husband as many as 69 cases and areas that often trigger violence is the city center as South Purwokerto as many as 24 cases, with the offender motivation was economic as many as 41 cases. By the presence of this research can gave knowledge and social control that needed to reduce the number of violence against women. This can be done on all social institutions, the family, schools and the society. The attitude concerned with the condition of violence experienced by other parties will be able to narrow the act of violence.
277112545F1F008136GOD EXISTENCE PERCEIVED BY PI IN YAN MARTEL’S LIFE OF PIPenelitian yang berjudul ― God Existence Percieved in Yan Martel’s Life of Pi bertujuan untuk menemukan keberadaan Tuhan digambarkan dalam novel Life of Pie karya Yan Martel. Dalam penelitian ini, metode deskriptif qualitatif digunakan untuk menganalisis data. Sumber data dalam penelitian adalah novel Life of Pi karya Yan Martel dimana unsur-unsur sastra dianalisis dalam bentuk isu keberadaan.
Terdapat beberapa langkah yang dilakukan dalam menganalisis dan mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini. Pertama adalah menentukan novel yang akan dianalisis yakni novel Life of Pi kemudian langkah kedua adalah mendapatkan unsur-unsur penting dalam novel menggunakan unsur karya sastra dan mengelompokan data yang berhubungan dengan isu keberadaan. Langkah ketiga adalah menganalisis data menggunakan pendekatan filosofis, khususnya keberadaan. Dengan mengetahui hasil akhir dari analisis, maka langkah terakhir yaitu menyusun kesimpulan.
Dari hasil analisis, didapat kesimpulan bahwa ada 5 jalan untuk membuktikan keberadaan tuhan dalam novel Life of Pi karya Yan Martel. Pertama adalah gerakan, kedua adalah ciptaan, ketiga adalah sumber alasan, keempat adalah kebaikan, dan terakhir adalah kecerdasan.
The research entitled ― God Existence Percieved by Pi in Yan Martel’s Life of Pi is aimed to find out God existence portrayed in Yan Martel’s Life of Pi. In this research, descriptive qualitative method is used to analyze the data. The data source of this study is Yan Martel’s Life of Pi whose literary elements are analyzed in term of Existence.
There are steps done in extracting and analyzing the novel as the answer of the research question. The first is determining the novel which is going to be analyzed, that is, the Yan Martel’s Life of Pi and the second is obtaining the elements of the novels using literary devices and then classifying the data into a main classification: data that are related to anthropocentric issues and data that are related to anthropocentric norms. It is done to analyze them dealing with the research questions about the existence issues. The third is analyzing the data by connecting them with the philosophical approach, especially existence. The last step is concluding.
From the research, there is a conclusion that there are 5 ways to find out God Existence in Yan Martel’s Life of Pi, first is movement, second is creations, third is the final reason, fourth is kindness, and the last is intelligence.
277212546F1A010028Penyebaran HIV/AIDS pada Ibu Rumah Tangga
di Wilayah Kabupaten Temanggung
ABSTRAKSI
Selama ini masyarakat menganggap bahwa penyakit HIV/AIDS hanya dapat menular pada kalangan tertentu saja, seperti PSK, laki-laki penjaja seks, penasun (pengguna narkoba suntik), homoseksual, namun, pada kenyataannya saat ini penyebaran HIV/AIDS sudah menjangkiti ibu rumah tangga dan balita yang termasuk dalam masyarakat umum. Pergeseran ini membuktikan bahwa virus tersebut menyerang semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyebab ibu rumah tangga terinfeksi HIV/AIDS, pengetahuan mereka tentang HIV/AIDS, dan upaya yang mereka lakukan dalam menghadapi dan mencari kesembuhan atas penyakit yang dideritanya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif yang mengolah data dengan memaparkan secara deskritif keadaan yang terjadi pada nara sumber secara nyata. Informan utama dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang positif HIV/AIDS dengan nama yang disamarkan. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Temanggung yaitu Desa Jumo, Bengkal, dan Bansari.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa HIV/AIDS adalah penyakit yang sudah dikenal sebagian masyarakat namun mereka tidak paham tentang sumber dan cara penularannya. Ibu rumah tangga yang notabennya berkutat dalam sektor domestik yaitu mengurus rumah tangga, menjadi rentan akan penularan HIV/AIDS dilatarbelakangi oleh pasangan yang tidak setia, berganti-ganti pasangan memperbesar kemungkinan masuknya virus HIV pada tubuh seseorang. Dalam penelitian ini terdapat tiga ODHA sebagai nara sumber utama. Mereka berbagi pengalaman dan perjalanan hidupnya sebelum menjadi ODHA sampai pada saat ini. Setiap individu mempunyai karakter dan cara yang berbeda dalam menghadapi penyakit yang dideritanya. Begitu pula ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS ada yang memotivasi diri sendiri namun sikapnya tertutup dari lingkungan sekitar karena takut dikucilkan. Ia hanya terbuka pada orang-orang yang diyakini mampu untuk menerima dirinya, dengan sikap seperti itu ia membangun dan memelihara semangat untuk hidupnya. Banyak ibu rumah tangga penderita HIV/AIDS yang pesimis akan kesembuhan penyakitnya, kebanyakan dari mereka menutup diri dari lingkungan, mereka lebih memilih untuk berdiam diri dan larut dengan penyakit yang dideritanya. Sikap tertutup tersebut membuat ia akan semakin terpuruk karena ia tidak mendapatkan dukungan moril dari orang-orang terdekatnya. Di sisi lain ada penderita HIV/AIDS yang dapat menerima kondisinya, bahkan ia mampu untuk menjadi motivator bagi rekan-rekan sesama penderita HIV/AIDS maupun orang-orang di sekelilingnya. Orang-orang semacam ini mempunyai daya bangkit untuk keluar dari keterpurukan. Biasanya mereka mempunyai motivasi internal yang lebih besar daripada motivasi eksternal.

ABSTRAC
During this time, people assume that HIV / AIDS can only be transmitted in certain circles, such as sex workers, male sex workers, and IDUs (injecting drug users), homosexuals. In fact, the current HIV / AIDS transmission has been infecting housewife and toddlers that are included in the general public. This shift proves that the virus attacked societies without exception.
The purpose of this study is to determine the cause of housewives infected by HIV / AIDS, their knowledge about the HIV / AIDS, and their efforts in facing and seeking cures for sickness for the disease he suffered.
This research is descriptive qualitative study, which process the data by explaining the circumstances descriptively that happened to the true sources. The key informants in this study were housewives with HIV / AIDS with disguised names. This research was conducted in Village Jumo, Bengkal, and Bansari, Temanggung Regency.
The result of this study indicates that HIV / AIDS is already known by most people.
However, they do not know about the source and mode of the transmission. Housewives, who actually dwell in the domestic sector that is taking care household, become vulnerable to HIV / AIDS motivated by unfaithful partners. Multiple sexual partners increase the probabilty of entry of the HIV virus to person's body. In this study, there are three of PLWHA as the main resources. They shared experiences and the journey of his life before becoming PLWHA until today. Every individual has a different character and manner in facing her illness. Therefore, as housewife infected by HIV / AIDS, some of them motivate their self but they cover their self from the neighborhood for fear of being excommunicated. They are only being open to people who they believe accepting their self. With kind of attitude, they build and maintain passion for their life. Many housewives with HIV / AIDS are pessimistic that they will cure the disease. Most of them close themselves from the environment and they prefer to remain silent and protracted with their illness. Closed stance will make them become increasingly worse because they do not get moral supports from their closest people. On the other hand, there are some people with HIV / AIDS can accept their condition; even they are able to be a motivator for fellow sufferers of HIV / AIDS and those around them. Those kinds of people have power to rise to get out of their feeling down. They usually have the internal motivation that is greater than the external motivation.
277312548C1B011015 ANALISIS PENGARUH SUKU BUNGA SERTIFIKAT BANK INDONESIA, TINGKAT INFLASI, INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN, INDEKS BURSA ASING DAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP TINGKAT PENGEMBALIAN REKSA DANA SAHAM DI INDONESIA Penelitian ini merupakan studi empiris yang dilakukan di BAPEPAM Indonesia pada periode 2009-2014. Penelitian ini berjudul " Analisis Pengaruh Suku Bunga Sertifikat Bank Indonesia, Tingkat Inflasi, Indeks Harga Saham Gabungan, Indeks Bursa Asing dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Tingkat Pengembalian Reksadana Saham di Indonesia". Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suku bunga sertifikat bank Indonesia, tingkat inflasi, indeks harga saham gabungan, indeks bursa asing dan nilai tukar rupiah terhadap tingkat pengembalian reksadana saham di Indonesia.
Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian dari internet. Penelitian ini menggunakan model regresi berganda sebagai alat pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah Bursa Efek Indonesia, dengan menggunakan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampelnya.
Dari hasil penelitian didapatkan: (1) suku bunga SBI, tingkat inflasi, indeks bursa asing dan nilai tukar rupiah tidak berengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengembalian reksadana saham di Indonesia, (2) IHSG berpengaruh positif terhadap tingkat pengembalian reksadana saham di Indonesia.
Implikasi dari kesimpulan diatas antara lain: (1) Indeks Harga Saham Gabungan dapat digunakan untuk memprediksi tingkat pengembalian reksadana saham yang dalam penelitian ini berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengembalian reksadana saham. Sehingga investor dapat memutuskan dengan mudah akan berinvestasi dengan reksadana saham atau tidak dengan memperhitungkan IHSG, (2) IHSG memiliki hubungan positif dengan tingkat pengembalian reksadana saham jika IHSG terus meningkat maka nilai tingkat pengembalian reksadana saham akan meningkat pula, sebab para fund manager dalam setiap reksadana saham akan melihat fenomena kenaikan IHSG tersebut dan akan mengelola dana kelolaan nya untuk dialokasikan terhadap saham-saham terbaik yang ada di IHSG. Jika ini terjadi maka tingkat pengembalian reksadana saham akan meningkat pula.


This research is an empirical study on Bapepam Indonesia at the period 2009-2014. This research entitled " Analysis of BI Rates , Inflation, Composite Stock Price Index , Foreign Exchange Index and Exchange Rate on The Movements of Return Equity Funds in Indonesia " . The purpose of this research were to determine the effect of BI rates , the inflation rate , Jakarta composite index, foreign exchange index and the exchange rate on the return of equity funds in Indonesia .
Data collection techniques used the method of documentation, literature review and internet search. This research used multiple regression model as a means of testing the hypothesis. Population in this study was the Indonesia Stock Exchange, using purposive sampling as a sampling method.
The result of this research indicates that: (1) BI rate, inflation rates, foreign exchange index and the exchange rate had no significant effect the rate of return on equity funds in Indonesia; (2) JCI positive effect on the rate of return on equity funds in Indonesia.
As implications of the conclusion above, (1) Jakarta Composite Index can be used to predict the rate of return on equity funds which in this study have a significant effect on the return of equity funds. So that investors can easily decide to invest in stocks or mutual funds by taking into JCI, (2) JCI has a positive correlation with the rate of return on mutual fund shares if the stock index continued to rise, the value of the return on equity funds will increase as well, because the fund manager in each fund the stock will see the phenomenon of the rise in stock index and will manage its managed funds to be allocated to the best stocks in JCI. If this happens then the rate of return on equity funds will increase as well.
277412549C1L008008THE DIFFERENT INFLUENCES OF INTELLECTUAL CAPITAL ON FINANCIAL PERFORMANCE
(A STUDY ON PRIVATE AND STATE BPR IN THE YEAR 2010 – 2013)
This research is entitled “THE DIFFERENT INFLUENCES OF INTELLECTUAL CAPITAL ON FINANCIAL PERFORMANCE (A STUDY ON PRIVATE AND STATE BPRs IN THE YEAR OF 2010-2013)”. The purpose of this research is to find out the influences of VACA, VAHU and STVA on the financial performance in private and state BPRs, and than to find out the different influences of VACA, VAHU, STVA in the private and state BPRs.
The analysis method used was doubled-regression by using Classical Assumption Test (Normality Test, Auto-correlation Test, Heteroscedasticity Test, Multicollinearity Test). Data used was financial report of Private and State BPRs in the year of 2010 - 2013.
The research result shows that VACA and STVA influence the financial performance of the company (ROA) in the private and State BPRs. Meanwhile, VAHU influences the financial performance of Private BPR but does not influence the financial performance of state BPR. There are different influences of the element of intellectual capital VACA, VAHU and STVA on the company's performance (ROA) between private and state BPRs.
This research is entitled “THE DIFFERENT INFLUENCES OF INTELLECTUAL CAPITAL ON FINANCIAL PERFORMANCE (A STUDY ON PRIVATE AND STATE BPRs IN THE YEAR OF 2010-2013)”. The purpose of this research is to find out the influences of VACA, VAHU and STVA on the financial performance in private and state BPRs, and than to find out the different influences of VACA, VAHU, STVA in the private and state BPRs.
The analysis method used was doubled-regression by using Classical Assumption Test (Normality Test, Auto-correlation Test, Heteroscedasticity Test, Multicollinearity Test). Data used was financial report of Private and State BPRs in the year of 2010 - 2013.
The research result shows that VACA and STVA influence the financial performance of the company (ROA) in the private and State BPRs. Meanwhile, VAHU influences the financial performance of Private BPR but does not influence the financial performance of state BPR. There are different influences of the element of intellectual capital VACA, VAHU and STVA on the company's performance (ROA) between private and state BPRs.
277512550G1B011003PERILAKU KELUARGA DALAM UPAYA PERBAIKAN GIZI BALITA STUNTING USIA 0-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANYUMAS KABUPATEN BANYUMASPrevalensi stunting pada balita Bulan Agustus tahun 2014 di Puskesmas Banyumas sebesar 14,88% dan data cakupan penimbangan balita di Posyandu (D/S) sebesar 89,3%. Cakupan D/S Puskesmas Banyumas termasuk kedua tertinggi di Kabupaten Banyumas, tetapi prevalensi stunting pada balita juga masih tinggi dibandingkan dengan Puskesmas lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perilaku keluarga dalam upaya perbaikan gizi balita stunting usia 0-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Banyumas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu ingin mengetahui gambaran perilaku keluarga dalam upaya perbaikan gizi balita stunting usia 0-24 bulan di Kecamatan Banyumas. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 4 orang subyek penelitian utama dan 7 orang subyek penelitian pendukung. Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku keluarga dalam pemberian makanan bergizi seimbang yaitu balita tidak diberi ASI eksklusif, kurang memperhatikan menu/jenis makanan, dan porsi makan sedikit karena balita susah makan. Pemanfaatan pelayanan kesehatan yaitu mengantar dan menimbang setiap bulan di Posyandu, pemberian vitamin A, pemberian imunisasi, berobat ke bidan/puskesmas, dan pengobatan tradisional. Saran yang dapat diberikan yaitu meningkatkan pemberian ASI eksklusif serta memperhatikan menu dan porsi makanan balita.Prevalence of stunting in toddlers at Banyumas subdistrict of 14,88 % and the data on the scope of D/S as much as 89,3%. The scope of D/S Banyumas subdistrict including the second highest in the district of Banyumas, but the prevalence of stunting in toddlers are still high relative to other clinic. The purpose of this research is to know the family behavior in an effort to improve nutrition toddlers stunting age 0-24 months in Banyumas subdistrict. This study using the kind of research that is descriptive qualitative wants to find out how the image of the family behavior in an effort to improve nutrition toddlers stunting age 0-24 months in Banyumas subdistrict. The research was done by indepth interviews to four men the subject of the main research and 7 on the subject of a supporter. The results of the study got family behavior in the provision of nutritious food that is toddler balanced they were not given exclusive breastfeeding, little regard for the menu/kinds of food, and the eat a little of a fives. The utilization of health services namely usher and weighed out every month in posyandu, the provision of vitamin A, administering immunizations, go to midwives or community health center, and folk medicine. Advice that can be given is that improve the delivery of exclusive breastfeeding and by taking into account the menu and the portion of food toddlers.
277612553H1D011005ANALISIS PERUBAHAN BIAYA OPERASI KENDARAAN (BOK) MOBIL PENUMPANG PADA PERLINTASAN SEBIDANG JALAN RAYA DENGAN JALAN REL
(Studi Kasus Ruas Jalan Jendral Soedirman Purwokerto)
Salah satu perlintasan sebidang antara jalan raya dengan kereta api di kota Purwokerto berada di ruas jalan Jendral Soedirman. Kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut dipaksa menurunkan kecepatan saat pintu palang ditutup dan menambah kecepatan saat pintu palang dibuka. Hal tersebut akan mempengaruhi meningkatnya konsumsi bahan bakar. Bahan bakar merupakan salah satu parameter untuk menghitung biaya operasi kendaraan. Akibat konsumsi bahan bakar meningkat maka biaya operasi kendaraan (BOK) meningkat. Saat kondisi palang pintu kereta api ditutup dan dibuka akan menghasilkan biaya operasi kendaraan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung selisih berapa nilai biaya operasi kendaraan (BOK) saat palang pintu kereta api ditutup dan saat dibuka pada perlintasan sebidang antara jalan raya dengan kereta api pada mobil penumpang. Data-data yang diperlukan berupa data primer yaitu data dari hasil survei langsung di lapangan dan data sekunder yaitu data dari sumber dari instansi pemerintah. Biaya operasi kendaraan ditentukan berdasarkan kondisi arus lalu lintas saat penutupan palang kereta api dan tanpa penutupan kereta api. Perhitungan biaya operasi kendaraan (BOK) untuk mobil penumpang akibat pengaruh dari kecepatan kendaraan dilakukan dengan metode PCI 1988 dan metode LAPI ITB 1996. Survei dilakukan pada jam 06.15-18.15 di Jalan Jendral Soediman. Penelitian ini menunjukan selisih BOK untuk 20 kali penutupan palang dengan volume total 227 kendaraan pada arah Timur-Barat untuk metode PCI 1988 mencapai 68.42% dan untuk metode LAPI ITB 1996 lebih mencapai 73,31% jika dibandingkan dengan total BOK kondisi tanpa penutupan palang. Selisih BOK untuk 20 kali penutupan palang dengan volume total 234 kendaraan pada arah Barat-Timur total untuk metode PCI 1988 mencapai 65,66% dan untuk metode LAPI ITB 1996 mencapai 70,85% jika dibandingkan dengan total BOK kondisi tanpa penutupan palang. Mengingat sudah sekian lama kondisi kemacetan panjang kendaraan yang terjadi ketika penutupan pintu perlintasan kereta api dilakukan dan selisih biaya operasi kendaraan pun cukup besar, apalagi dengan intensitas perjalanan kereta api dan volume kepemilikan kendaraan yang tiap tahun bertambah akan sangat menghambat kelancaran lalu-lintas dan kegiatan perekonomian sekitar, sehingga dapat dibangun perlintasan tidak sebidang dengan memperhitungkan kondisi lapangan yang ada di ruas Jalan Jendral Soedirman.One of crossings between a highway and a railway in Purwokerto is placed in Jenderal Soedirman Street. All of the vehicles which pass the street should reduce its speed when the gate in the crossing is being closed, and increase its speed when the gate is being opened. That kind of thing will influence the increasing of fuel consumption. Afuel is the one of parameter which is used to count vehicle operating cost (Biaya Operasi Kendaraan (BOK)). BOK here will be increased because of the increasing of fuel consumption itself. The operating cost will be different when the gate is being opened and closed. The purpose of this research is counting the differences of BOK to all of cars when the crossing gate is being closed and opened. There are two data that are needed in this research. The first is primary data from the result of the survey and direct observation, and the second is a data from government's document. The vehicle operating cost is determined based on a traffic condition when the crossing gate in closed or and opened condition. The calculation of BOK itself is done with two methods. The first method is PCI 1988 and the second one is LAPI ITB 1996. This research shows the differences of BOK between 06.15 a.m until 18.15 p.m in Jenderal Soedirman Street. The east-west road has volume 227 vehicle for 20 being closed, 68,53% of BOK changes based on PCI 1988 method and 73,41 based on LAPI ITB 1996 in opened gate condition. Then for west-east road it has 65,66% of BOK changes based on the PCI 1988 method and 70.85% based on LAPI ITB 1996 method in opened gate condition. A long traffic jam in crossings between a highway and a railway had been hapenned since long ago and it has a huge vehicle operating cost, especially with the increasing of the train travel intensity and the increasing of vehicle ownership. It really will make some obstacle in traffic and in economic acticities. Then this situation may lead to the underpass building by considering the situation and condition in Jendral Soedrman Street.
277712551F1A010046Persepsi Orang Tua Murid Terhadap TK Pertiwi Pabuwaran, Kecamatan Purwokerto UtaraPendidikan merupakan hal penting bagi manusia yang bertujuan untuk melahirkan generasi penerus yang lebih baik. Pendidikan hendaknya dimulai sejak dini mengingat bahwa usia dini merupakan masa keemasan. Salah satu bentuk pendidikan anak usia dini adalah TK. TK Pertiwi Pabuwaran merupakan TK Pertiwi yang memiliki jumlah murid terbanyak di Kecamatan Purwokerto Utara khususnya pada tahun ajaran 2014-2015. Orang tua sebagai pengambil keputusan dalam pemilihan sekolah bagi anak tentu memiliki alasan mengapa mereka memilih TK Pertiwi Pabuwaran sebagai tempat sekolah bagi anak.Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi orang tua murid terhadap fasilitas dan kualitas guru di TK Pertiwi Pabuwaran, dan faktor-faktor yang melatarbelakangi orang tua menyekolahkan anak di TK tersebut. Sasaran penelitian adalah orang tua murid TK Pertiwi Pabuwaran. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survai deskriptif. Jumlah populasi penelitian sebanyak 87 orang, sampel yang digunakan sebanyak 71 orang dengan menggunakan rumus Slovin. Pemilihan sampel penelitian menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan metode kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya persepsi orang tua terhadap fasilitas di TK Pertiwi Pabuwaran adalah baik, terutama persepsi orang tua terhadap kebersihan ruang kelas dan kelengkapan ruang kelas. Namun orang tua memiliki penilaian kurang baik pada aspek keasrian lingkungan dan luas halaman sekolah. Kemudian untuk persepsi orang tua terhadap kualitas guru, rata-rata orang tua merasa puas dengan kualitas guru yang ada di TK Pertiwi Pabuwaran, terutama persepsi orang tua terhadap cara berpakaian rapi guru, dan sopan santun guru. Kesadaran orang tua mengenai pentingnya pendidikan TK bagi anak menjadi faktor dominan yang mempengaruhi orang tua menyekolahkan anak di TK Pertiwi Pabuwaran, faktor berikutnya yaitu karena mengenal guru dan faktor biaya yang harus dikeluarkan.
Education is essential for humans that aims to give birth the next generation better. Education should be started since early remember that an early age is a golden age, because it is a period of growth and development of the brain, capability of motion, the power of speech, the formation of moral, the formation of vision and the formation of confidence. One form of early childhood education is kindergarten. Pabuwaran Pertiwi Kindergarten is the Pertiwi Kindergarten which have highest number of student in North Purwokerto Sub district especially in 2014-2015 academic years. Parents as the decision makers in the election of school for children certainly has reason why they picked Pabuwaran Pertiwi Kindergarten as a place of school for children.
The purpose of this research are to determine the perception on the facility and the quality of teachers in Pabuwaran Pertiwi Kindergarten, and the factors behind the parents send the children in that kindergarten. The research object is the parents of the student in Pabuwaran Pertiwi Kindergarten. The research use quantitative method with descriptive survey. The nu7mber of research population as many as 87 people, the sample used as many as 71 people with use formula slovin. Sample election use simple random sampling. Data collected with questionnaire and documentation method. Analysis method use frequency distribution table.
The results of research shows that in general perception parents against facilities in Pabuwaran Pertiwi Kindergarten is good, especially the perception of parents for the environment of the classroom and completeness of the classroom. But the parents have judgment less well on aspects environment and wide of school yard. Later to perception of parents on the quality of teachers, the average parents are satisfied with the quality of teachers existing in Pabuwaran Pertiwi Kindergarten, especially the perception in the way of smartly dressed teachers, and manners of teachers. Awareness of the parents on the importance of kindergarten education for the children be the dominant factor that affects parents educate children in Pabuwaran Pertiwi Kindergarten, The next because know teachers and the cost factor that must be issued.
277812554G1B011022PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL SERTA PERAN BIDAN TERHADAP POLA KONSUMSI MINERAL PADA IBU HAMIL
DI WILAYAH PUSKESMAS BANYUMAS
Konsumsi mineral terutama zat besi, kalsium, dan iodium sangat dibutuhkan ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan agar kesehatan ibu dan bayi selama masa kehamilan tetap terjaga sampai bayi lahir dan tumbuh menjadi bayi yang sehat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu hamil serta peran bidan terhadap pola konsumsi mineral (zat besi, kalsium, dan iodium) pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuanitatif dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – Juli tahun 2015 di Puskesmas Banyumas dengan sampel 80 orang yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan food frequency quesioner kemudian dilakukan analisis data univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil analisis univariat menunjukkan pengetahuan seimbang antara baik dan kurang baik (50,0%), sikap baik (53,8%), peran bidan baik (55%), pola konsumsi kurang baik (52,5%). Hasil analisis bivariat menggunakan chi-square menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pola konsumsi mineral pada ibu hamil adalah pengetahuan (p=0,014). Adapun faktor yang tidak berhubungan dengan pola konsumsi mineral pada ibu hamil adalah sikap (p=0,067) dan peran bidan (p=0,857). Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda menunjukkan faktor yang paling berpengaruh terhadap pola konsumsi mineral pada ibu hamil yaitu pengetahuan (Exp(B)=3,462). Disarankan kepada ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan agar pola konsumsi mineral meningkat.Consumption of minerals, especially iron, calcium, and iodium are needed by pregnant women to meet the nutritional needs during pregnancy so that the health of mother and baby during pregnancy is maintained until the baby is born and grow into a healthy baby. The purpose of this study was to determine the influence of knowledge and attitude of pregnant women and the role of midwife to the consumption patterns of minerals (iron, calcium, and iodine) in pregnant women. This research is quantitative research survey approach using the analytic cross-sectional study design. The research was conducted in June - Juli of 2015 at the Banyumas Primary Health Center with a sample of 80 people selected by simple random sampling. Data was collected using a questionnaire and food frequency questionnaire and then conducted data analysis of univariate, bivariate, and multivariate analyzes. Result of univariate analysis showed a balanced of good knowledge and lack knowledge (50%), good attitude (53,8%), good midwife role (55%), poor comnsumption patterns (52,5%). Results using bivariate chi-square analysis showed that factors associated with mineral consumption patterns in pregnant women is knowledge (p = 0.013). The factors that are not related to mineral consumption patterns in pregnant women is the attitude (p = 0.072) and the role of midwife (0,113). Multivariate analysis using logistic regression showed that the most influential factor on the consumption patterns of minerals in pregnant women is knowledge (Exp (B) = 3.462). It is recommended to pregnant women to increase her knowledge in order to increase mineral consumption patterns.
277912557G1H011020Hubungan Asupan Protein, Zat Besi, Vitamin A dan Vitamin C dengan Kadar Hemoglobin Remaja Putri SMA Negeri 2 PurwokertoAnemia merupakan salah satu faktor risiko terbesar penyebab kematian ibu. Upaya pencegahan anemia pada remaja putri merupakan langkah pertama dalam penurunan angka kematian ibu. Salah satu faktor penyebab anemia pada remaja putri adalah asupan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan protein, zat besi, vitamin A dan vitamin C dengan kadar hemoglobin remaja putri di SMA N 2 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling dengan jumlah sampel 70 siswi. Instrumen yang digunakan adalah strip test Hb dan form food recall dan dianalisis dengan uji Pearson Product Moment. Hasil uji menunjukkan rata-rata asupan protein remaja putri adalah 46,2 g, zat besi 11,3 mg, vitamin A 2351,3 SI dan vitamin C 28,9 mg. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan asupan protein dengan kadar hemoglobin (p=0,008), ada hubungan asupan zat besi dengan kadar hemoglobin (p=0,000), tidak ada hubungan asupan vitamin A dengan kadar hemoglobin (p=0,398), tidak ada hubungan asupan vitamin C dengan kadar hemoglobin (p=0,471). Peneliti menyarankan peningkatan asupan protein, zat besi, vitamin A dan vitamin C sebagai upaya meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri.Anemia is one main risk factor causing maternal mortality. Preventing these problems is considered the first step to decrease the rate of maternal mortality. Food consumptions are the direct causes of anemia. This research aims to figure out the relationship between the consumption of protein, iron, bitamin A and C and the hemoglobin level of teenage girls in SMA N 2 Purwokerto. This research used cross sectional design. Samples were obtained using stratified random sampling with the total samples of 70 female students. The instruments used were Hb strip test and form food recall then were analyzed using Pearson Product Moment. The test results showed the average protein intake of teenage girls was 46,2 g, 11,3 mg of iron, 2351,3 SI of vitamin A and 28,9 mg of vitamin C. The results of analysis showed that there was a relationship between protein consumption and hemoglobin level (p=0,008), between iron consumption and hemoglobin (p=0,000), yet no relationship between vitamin A consumption and hemoglobin level (p=0,398), between vitamin C and hemoglobin level (p=0,471). This research suggests increased intake of protein, iron, vitamin A and C as an effort to increase hemoglobin levels in teenage girls.
278012558C1J010041ECONOMIC EFFICIENCY AND INCOME LEVEL ON METAL ELECTRIC APPLIANCES INDUSTRY IN ADIWERNA SUBDISTRICT IN TEGAL REGENCYPenelitian ini berjudul “Efisiensi Ekonomi dan Tingkat Pendapatan Pada Pengrajin Industri Logam Alat-alat Listrik di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal” Tujuan penelitian ini yaitu (1) Untuk mengetahui pendapatan bersih yang diterima oleh pengrajin industri logam alat-alat listrik (Penangkal petir, Ground rod, Klaim unimax)di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. (2) Untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi industri logam alat-alat listrik (penangkal petir,Ground rod, Klaim
2
unimax) di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. (3) Untuk mengetahui pendapatan pengrajin industri logam alat-alat listrik (penangkal petir, Ground rod, Klaim unimax) di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal dalam kaitannya dengan pemenuhan Kebutuhan Hidup Layak (KHL).
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Data primer, yaitu data yang diperoleh dari responden secara langsung dengan teknik wawancara. (2) Data sekunder, yaitu data yang diperoleh dari instansi pemerintah/lembaga yang terkait serta dari pustaka/literatur-literatur lain. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan wawancara dan kuesioner kepada pengrajin industri Logam Alat-alat listrik (Penangkal petir, Ground rod, Klaim unimax) di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pendapatan bersih industri logam Alat-alat listrik (Penangkal petir, Ground rod, Klaim unimax) sudah memberikan keuntungan bagi pengrajin logam alat-alat listrik (Penangkal petir, Ground rood, Klaim unimax) di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Industri Logam Alat-alat listrik (Penangkal petir, Ground rod, Klaim unimax) di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal sudah efisien (R/C> 1). Pendapatan pengrajin industri Logam Alat-alat listrik (Penangkal petir, Ground rod, Klaim unimax) di Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal sudah dapat memenuhi Kebutuhan Hidup Layak (KHL)
This research title is “Economic Efficiency and Income Level on Metal Metal Enterpreneur Electrical Tools in Adiwerna District, Tegal Regency. The purpose of this research is (1) 1. To determine the net income received by Metal Enterpreneur for electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal. (2) 2. To determine the economic efficiency level of metal industry for electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal. (3) 3. To determine the income of Metal Enterpreneur for electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal in connection with the fulfillment of Decent Living Needs (KHL).
Data used in this research (1) Primary data, i.e. data obtained from respondents directly with interview. (2) Secondary data, i.e. data obtained from government agencies/institutions involved and from libraries/other literature. This research used method is the method is survey method by conducting interviews and questionnaires to Metal Enterpreneur of Electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal.
This result of this study show that (a) Net income from metal industry for Electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) gives benefit for Metal Enterpreneurs of electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal. (b) Metal Industry of Electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal is efficient (R/C> 1). (c) Metal Enterpreneur income of Electric tools (Lightning rod, Ground rod, Clamp unimax) in Adiwerna, Tegal is able to fulfill the Decent Living Needs (KHL).