Artikelilmiahs
Menampilkan 2.701-2.720 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2701 | 12478 | C1B011040 | ANALISIS KINERJA KEUANGAN PENDEKATAN RGEC TERHADAP PERTUMBUHAN LABA (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SWASTA DEVISA NASIONAL YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap pertumbuhan laba pada bank devisa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan selama periode Januari 2010 sampai Desember 2013. Teknik pengumpulan data yang digunakan metode dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian internet. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linier dengan asumsi klasik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), dan Net Interest Margin (NIM) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Equity ( ROE), dan Rasio Kecukupan Modal (CAR) berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. | The purpose of this research was to analyze the effect of Loan to Deposit Ratio (LDR), Non Performing Loan (NPL), Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Interest Margin (NIM), and Capital Adequacy Ratio (CAR) toward profit growth on foreign exchange bank listed in Indonesia Stock Exchange. This research was conducted during the period January 2010 until December 2013. Data collection techniques used the method of documentation, literature review and internet search. The technique of data analysis used was linear multiple regression with classical assumption. The results of this research showed that Non Performing Loan (NPL), Return on Asset (ROA), and Net Interest Margin (NIM) had no significant effect on profit growth, while the Loan to Deposit Ratio (LDR), Return on Equity (ROE), and Capital Adequacy Ratio (CAR) had significant effect on profit growth. | |
| 2702 | 12479 | C1C011042 | Perbandingan Relevansi Nilai Informasi Akuntnasi Pada Tingkat Adopsi IFRS Yang Berbeda : Analisis Lintas Negara Indonesia dan Kanada | Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbandingan relevansi nilai informasi akuntansi pada tingkat IFRS yang berbeda. Penelitian ini menggunakan nilai laba per saham dan nilai buku per saham sebagai proxy untuk relevansi nilai dan juga harga saham sebagai kualitas informasi akuntansi. Penelitian ini menggunakan laporan keuangan dari 106 perusahaan yang terkait dengan lembaga keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Toronto Stock Exchange. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan kekuatan penjelas dari Adjusted R2, analisis deskriptif, uji asumsi klasik (seperti normalitas, multikolinearitas, heterocedastisity dan linearitas), chow test, dan regresi linier. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa relevansi nilai pada adopsi penuuh IFRS lebih relevan daripada tingkat adopsi konvergensi IFRS. | This study aims to analyze comparison the difference of IFRS adoption level towards value relevance on financial statement. This study uses the value earning per share and book value per share as a proxy for the value relevance and also stock price as quality of accounting information. This research used financial statement of 106 companies related to the financial institutions listed in Indonesia Stock Exchange and Toronto Stock Exchange. Sample was selected using purposive sampling method. Analysis method used explanatory power of Adjusted R2, descriptive analysis, the assumptions of classical test (such as normality, multicolinearity, heterocedastisity and linearity), chow test, and linear regression. The result of this research concluded that value relevance on fully adopted IFRS is more relevant than adoption level of IFRS convergence | |
| 2703 | 12565 | G1B011065 | ANALISIS KEMAMPUAN MEMBAYAR (ABILITY TO PAY) DAN KEMAUAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) TERHADAP PREMI BPJS KESEHATAN BAGI PENDERES GULA KELAPA DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Ability dan willingness to pay (ATP-WTP) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang mengikuti jaminan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis ATP dan WTP responden terhadap premi BPJS kesehatan. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data melalui wawancara dengan kuesioner. Jumlah populasi sebanyak 6.512 pekerja penderes gula kelapa, jumlah sampel 105 responden, diambil melalui teknik Simple random sampling. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat kesesuaian antara ATP, WTP dan premi BPJS kesehatan. ATP dan WTP dihitung dengan menggunakan perhitungan disposable income. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata ATP 1 yaitu sebesar Rp. 61.203,00 (perkeluarga) dan ATP 2 yaitu sebesar Rp. 231.444,00 (perkeluarga), sedangkan WTP yaitu sebesar Rp. 36.679,00 (perkeluarga). Secara keseluruhan hasil analisis Penderes gula kelapa memiliki WTP < ATP 1 < ATP 2 dalam satu keluarga. Sedangkan berdasarkan premi per keluarga dengan rata-rata 2 anggota dan 4 anggtota keluarga ATP 2 lebih besar dari premi sedangkan WTP lebih rendah dari premi. Pemerintah seharusnya merumuskan kembali premi BPJS dalam respon terhadap karakteristik yang unik (pendapatan sektor informal) penderes gula kelapa dalam rangka mendukung pelaksanaan universal health coverage pada tahun 2019. | ATP and WTP influence health insurance enrollment for the uninsurance. the study was aimed to analyze ATP and WTP of BPJS health premiums. Particulary among palm sugar farmers. It was is quantitative descriptive study with cross-sectional study approach from 6512 palm sugar farmers and 105 respondents had been surveid by using simple random sampling. ATP and WTP were calculated by using disposable income measurement. Study result showed that the mean of WTP 1 was Rp. 61203.00 (for family) and the mean of ATP 2 was Rp. 231,444.00 (for family), while WTP was Rp. 36679.00 (for family). It from that WTP <ATP 1 <ATP 2 in palm sigar farmers household. More over for household with 2 and 4 members the ATP 2 was higher than the premium, while the WTP was lower than the premium. The goverment should reformulated BPJS premiums in the respond to the unique characterictic palm sugar farmers (informal sector income) in order to support the implementation of universal health coverage by 2019. | |
| 2704 | 12480 | E1A009136 | PERBUATAN MELAWAN HUKUM TANPA HAK MENGUASAI TANAH DAN BANGUNAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Semarang No. 51 / Pdt.G / 2011 / PN. Smg) | ABSTRAK PERBUATAN MELAWAN HUKUM TANPA HAK MENGUASAI TANAH DAN BANGUNAN (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Semarang No.51/Pdt.G/2011/PN.Smg) OLEH YANUAR RIZKY NADESA E1A009136 Penelitian ini mengkaji dan menjawab permasalahan mengenai bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir unsur-unsur perbuatan melawan hukum tanpa hak menguasai tanah dan bangunan dan bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan ganti kerugian akibat perbuatan melawan hukum tanpa hak menguasai tanah dan bangunan pada putusan Pengadilan Negeri Semarang No.51/Pdt.G/2011/PN.Smg. Penelitian ini merupakan jenis penelitian normatif yang bersifat deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah inventarisasi data sekunder yang akan disajikan dalam bentuk uraian yang akan dibahas secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis paparkan pada Bab IV yang mengacu pada rumusan masalah, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut: Mengenai unsur bertentangan (melanggar) hak orang lain, tergugat telah menguasai tanah dan bangunan milik penggugat tanpa dasar/alasan hukum yang jelas, sehingga merugikan penggugat. Mengenai unsur bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku, penggugat sudah melaksanakan kewajibannya sebagai pembeli yang beriktikad baik yang harus mendapat perlindungan hukum, maka tergugat harus segera mengosongkan tanah dan bangunan tersebut. Mengenai unsur bertentangan dengan kesusilaan, tidak termasuk. Mengenai unsur bertentangan dengan keharusan yang harus diindahkan dalam pergaulan masyarakat mengenai orang lain atau benda, perbuatan tergugat sangat merugikan orang lain tanpa kepentingan yang layak dan tidak memperhatikan kepentingan penggugat. Sedangkan mengenai ganti rugi Majelis Hakim menolak tuntutan ganti kerugian materiil dan immateriil karena berdasarkan bukti-bukti yang diajukan Penggugat, ternyata tidak satu buktipun diantaranya yang dapat membuktikan kerugian materiil dan immateriil seperti dalil dalam gugatannya. Kata kunci : unsur, ganti rugi | ABSTRACT TORT WITHOUT RIGHT TO DOMINATE THE LAND AND BUILDING (Judical review of Semarang District Court Decision No.51 / Pdt.G / 2011 / PN.Smg) BY YANUAR RIZKY NADESA E1A009136 This research study and answer the problems of how the legal considerations judge in qualify elements of tort without the right to control the land and buildings and how the legal considerations judge in granting compensation as a result of an unlawful act without the right to control the land and buildings in the District Court of Semarang No. .51 / Pdt.G / 2011 / PN.Smg. This research is descriptive normative research . Data used is secondary data which includes primary legal materials , secondary law and tertiary legal materials. Data collection techniques used are secondary data inventory which will be presented in the form of a description to be addressed systematically. Based on the results of research and discussion the authors describe in Chapter IV which refers to the formulation of the problem , the authors concluded: Regarding the contradictory elements (breaking) the rights of others, the defendant had taken control of the land and buildings owned by the plaintiff without the base / clear legal reasons, to the detriment of the plaintiff. Regarding the elements contrary to the legal obligations of the perpetrator, the plaintiff has been carrying out his duty as a buyer of good will who should be protected by law, the defendant must immediately vacate the land and the building. Regarding the elements contrary to morality, are not included. Regarding the elements contrary to the imperatives that must be heeded in the association community about other people or objects, acts the defendant is very harmful to others without the benefit of a decent and do not consider the interests of the plaintiff. As for the judges rejected compensation claims for material and immaterial damages because based on the evidence submitted Plaintiff, evidende was not one of them who can prove loss of material and immaterial as the argument of the lawsuit. Keywords : elements, compensation | |
| 2705 | 12502 | F1D010013 | Analisis Dinamika Pengembangan Industri Kerajinan Tenun Ikat Di Kota Tegal Dalam Perspektif Ekonomi Politik | Penelitian ini membahas tentang dinamika pengemabangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal dalam perspektif ekonomi politik. Tujuan dari penelitiani ini adalah, untuk menjelaskan dan mendeskripsikan dinamika pengembangan industri kerajinan tenun ikat PT. Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex di Kota Tegal dalam perspektif ekonomi politik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pemilihan informan dalam penelitia menggunakan metode purposive sampling dan snow ball sampling. Berkaitan dengan itu, sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data skunder. Pengumpulan data tersebut dilakukan dengan menggunakan cara wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian ini didasarkan pada teori ekonomi politik dalam kaitannya dengan pengembangan industri kerajinan tenun ikat PT. Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex di Kota Tegal pada tahun 2013-2014. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa pengembangan kerajinan tenun ikat di Kota Tegal tidak terlepas dari keterkaitan antar aktor, yaitu Pemerintah Kota Tegal, PT. Asaputex Jaya, Perusahaan Sampurnatex serta industri kerajinan tenun ikat rumahan. Bentuk relasi antar aktor tersebut tidak terlepas dari aspek kekuasaan dan kepentingan dalam kaitan dengan pengembangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal. Alhasil, terdapat pihak yang diuntungkan dan dirugikan dalam proses pengembangan industri kerajinan tenu ikat di Kota Tegal. Adapun beberapa pihak yang diuntungkan adalah, Pemerintah Kota Tegal, PT. Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex. Sedangkan pihak yang dirugikan adalah industri kerajinan tenun ikat rumahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan industri kerjajinan tenun ikat di Kota Tegal melahirkan bentuk relasi antar aktor yang saling berkaitan satu sama lain, yaitu Pemerintah Kota Tegal, Industri Perusahaan Besar dan Industri kerajinan tenun ikat rumahan. Keterkaitan antar aktor tersebut dilatarbelakangi oleh aspek kekuasaan dan aspek kepentingan. Aspek kekuasaan ditunjukan dengan adaya pihak-pihak yang lebih dominan dan diuntungan dari adanya upaya pengembangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal, yaitu Pemerintah Kota Tegal, PT, Asaputex Jaya dan Perusahaan Sampurnatex, serta adanya pihak yang dirugikan yaitu industri kerajinan tenun ikat rumahan. Sedangkan aspek kepentingan ditunjukan dengan adanya motif yang melatarbelakangi terbentuknya relasi masing-masing pihak dalam upaya pengembangan industri kerajinan tenun ikat di Kota Tegal. | This study discusses the dynamics of development of weaving industry in Tegal in the perspective of political economy. The purpose of this study is to explain and describe the dynamics of the development of weaving industry such as PT. Asaputex Jaya and Company Sampurnatex in Tegal in the perspective of political economy. This study use qualitative method, with case study approach. The technique of selecting informants is purposive sampling and snow ball sampling. The data collection is done by using interview, observation and documentation study. The context of this political economy study is the development of weaving industry PT. Asaputex Jaya and Company Sampurnatex in Tegal in 2013-2014. The results of study show that the development of weaving in Tegal is inseparable from the linkages between actors, namely the City of Tegal, PT. Asaputex Jaya, Company Sampurnatex and weaving cottage industry. The relations between these actors can not be separated from the aspect of power and interests in connection with the development of weaving industry in Tegal. As a result, there are winners and losers in the process of development of the craft industry tenu belt in Tegal. The winners are PT. Asaputex Jaya and Sampurnatex Company. Meanwhile, the losers is weaving cottage industry. The study concluded that industrial development of weaving industry in Tegal emerge a relations between actors who are related to each other, namely the City of Tegal, Large Enterprise and Industry Industrial weaving home. The relations between actors is motivated by power and interest. Economic power was should that the emerging of dominant and could take advantage of the development effort weaving industry in Tegal, namely the City of Tegal, PT, Asaputex Jaya and Sampurnatex Company, vis a vis the losers, weaving cottage industry. While aspects of the interest shown by the economic motive behind the establishment of relations of each party in the development of weaving industry in Tegal. | |
| 2706 | 12481 | G1B011043 | Peran Bidan Dalam Pencegahan Stunting di Kabupaten Banyumas Tahun 2015 | Prevalensi stunting mengalami peningkatan tiap tahunnya. Hal ini sangat merisaukan karena dapat mengancam kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat diperlukan di masa mendatang. Pada pencegahan stunting diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Bidan sebagai tenaga pelaksana gizi memiliki peran penting untuk mencegah stunting terutama pada ibu hamil dan anak sampai usia dua tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu ingin mengetahui gambaran peran bidan dalam mencegah stunting di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 5 orang informan utama dan 10 orang informan pendukung. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan bidan mengenai pencegahan stunting meliputi pencegahan stunting selama hamil sampai anak usia dua tahun. Faktor pendorong bidan dalam menjalankan perannya untuk mencegah stunting adalah motivasi. Peran bidan sebagai pelaksana dalam mencegah stunting pada pada ibu hamill meliputi pemeriksaan kehamilan dan pemberian makanan tambahan, sedangkan pada anak sampai usia dua tahun bidan melakukan pengukuran tinggi badan dan pemberian MP-ASI hanya pada balita gizi buruk. Peran bidan sebagai pendidik pada ibu hamil adalah memberikan informasi melalui penyuluhan pada kelas ibu hamil sedangkan peran bidan sebagai pendidik pada anak sampai usia dua tahun adalah memberikan informasi melalui penyuluhan pada kelas balita. Saran yang dapat diberikan yaitu bidan sebaiknya lebih rutin melakukan pengukuran tinggi badan kepada anak usia 0-2 tahun. | The prevalence of stunting has increased each year. This is very troubling because it can threat the quality of Human Resources (HR) which is indispensable in the future. On prevention of stunting required cooperation from various parties. Midwives as implementers of nutrition has an important role to prevent stunting, especially in pregnant women and children up to the age of two years. This research uses qualitative descriptive study which is to find descriptin of the midwife's role in preventing stunting in Banyumas. The study was conducted by in-depth interviews to 5 key informants and 10supporters informant. The result showed midwife knowledge about the prevention of stunting include prevention of stunting during pregnancy until the children up to the age of two years. Midwives factor’s in their role to prevent stunting is motivation. The midwife's role as executor in preventing stunting in pregnant women include antenatal care and supplementary feeding, whereas children up to the age of two years midwives perform height measurement and provision of complementary feeding only on malnutrition children. The midwife's role as an educator in pregnant women is to provide information through counseling on maternal classes while the midwife's role as an educator in children up to the age of two years is providing information through counseling on infant class. Advice can be given that the midwife should be routinely perform height measurement for children aged 0-2 years. | |
| 2707 | 12482 | G1B011051 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS SEKSUAL IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | Kehamilan mengakibatkan berbagai perubahan yang terjadi pada ibu hamil, diantaranya perubahan fisik maupun emosional serta perubahan sosial. Salah satu dampak yang akan dikhwatirkan dalam kehamilan yaitu ibu hamil tidak melakukan aktivitas seksual padahal aktivitas seksual merupakan kebutuhan ibu hamil. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas seksual ibu hamil. Penelitian ini menggunakan rancangan crossectional pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.814 ibu hamil dengan jumlah sampel 80 ibu hamil di Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas dan dipilih secara cluster random sampling berdasarkan Desa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menggunakan analisis statistik meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square dan analisis multivariat dengan menggunakan Regresi logistik ganda. Hasil analisis univariat menunjukan umur ibu hamil 20-35 tahun (76.2%), SMA (40%), ibu rumah tangga (82.5%), >28 minggu (61.2%), tidak aktif melakukan aktivitas seksual (50%), pengetahuan tinggi (80%), kondisi fisik tidak mendukung (58.8%), kondisi psikologis mendukung(57.5%), tidak percaya mitos (62,5%), primipara (66.2%). Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan antara mitos (p=0.35) dengan aktivitas seksual ibu hamil, sedangkan yang tidak berhubungan dengan aktivitas seksual ibu hamil adalah pengetahuan, kondisi fisik, kondisi psikologis, dan paritas. Mitos merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap aktivitas seksual ibu hamil. Oleh karena itu ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan informasi mengenai aktivitas seksual bisa dilakukan dengan diskusi tentang mitos, ibu hamil dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan mitos secara rasional dan irrasional, selain itu petugas kesehatan harus meluruskan mitos yang ada di masyarakat. | Pregnancy resulted in various changes that occur in pregnant women. These changes include the physical, emotional and social changes. One of its impact is the fear of sexual activity among pregnant women, which is needed. The purpose of this research was to analyze the factors that affect the sexual activity of pregnant women in Banyumas regency. This research used the quantitative crossectional approach. The population of research was 1.814 pregnant women 80 samples in the sub-district of Banyumas and singled out based on cluster random sampling Data collection was performed by interviewing using questionnaire. To analyze the data, comprise of univaritat, bivariate used Chi-Square test, and multivariate used regression logistics test. The results of univariat showed the most pregnant women age 30-35 years old (76.2%), Senior High School (40%), housewife (82.5%), >28 week (61.2%), did not do active of activity sexual (50%), good knowledge (80%), physical conditons did not support (58.8%), psychological conditions support (57.5%), didn’t belived myth (62,5%), primipara (66.2%). The results of bivariate showed thath myth (p=0.35) was found as factor influenced to sexual activity among pregnant woment. Whereas knowledge, physical condition, psychological conditions, and parity were not. Therfore, pregnant women should increase information about seksual activity can be done with the discussion about myth, and pregnant women can solve the problem related to myth a rational and irrational. And, paramedic must correct myth that exist in society. | |
| 2708 | 12484 | H1L010014 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PEMESANAN JASA BORDIR BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS OVAN PRODUCTION HOUSE) | Bidang kewirausahaan dalam penyedia jasa bordir adalah salah satu bidang yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Ovan Production House merupakan penyedia jasa bordir komputer yang dalam pengelolaan proses kegiatan jasa bordir masih menggunakan pencatatan di buku berupa data perhitungan biaya, pemesanan, pendataan pelanggan, pembayaran, hasil kerja pegawai dan laporan. Disisi lain dengan semakin berkembangnya teknologi, perangkat elektronik semakin ringkas dan dapat dibawa kemanapun guna meningkatkan mobilitas dan kemudahan mengakses informasi. Salah satu perangkat elektronik yang sering digunakan saat ini adalah handphone berbasis Android. Maka dari itu, dibutuhkan SISTEM INFORMASI PEMESANAN JASA BORDIR yang memanfaatkan perangkat handphone berbasis Android untuk melakukan pengelolaan proses kegiatan jasa bordir. Sistem ini dirancang menggunakan UML (Unified Modeling Language) serta dibangun menggunakan bahasa pemrograman java dalam teknologi Android dan database SQLite. Sistem ini telah meningkatkan kemudahan untuk mengakses dan mengelola proses tersebut dimanapun dan kapanpun dengan lebih cepat. | Entrepreneurship in embroidery services provider is one of the areas thah take advantage of developments in information technology. Ovan Production House is provider of computer embroidery services in process management activities embroidery services still use the recording in book form of data costing, ordering, customer data, payments, employee and report the results. Therefore, it takes the system to manage the process of embroidery services. On the other hand with the development of technology, electronic devices more compact and can be taken anywhere to improve the mobility and ease of access to information. One of the electronic devices that are often used today is the Android-based mobile phones. Therefore, it takes EMBROIDERY SERVICES ORDERING INFORMATION SYSTEMS that use Android-based mobile devices to manage the process of embroidery services. The system is designed using UML (Unified Modeling Language) and built using the Java programming language in Android technology and SQLite databases. This system has improved the ease to access and manage the process wherever and whenever more quickly. | |
| 2709 | 12485 | C1B011052 | PENILAIAN HARGA WAJAR SAHAM MENGGUNAKAN PENDEKATAN DIVIDEND DISCOUNT MODEL, PRICE TO BOOK VALUE DAN PRICE EARNING RATIO (Studi pada Perusahaan Rokok yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2009-2013) | This research purpose is to explain the usage of fundamental analysis with Dividend Discount Model (DDM), Price to Book Value (PBV), and Price Earning Ratio (PER) approach in determining stock intrinsic value, then its comparison with stock market value serve as a way for taking investment decision in capital market. So the investor can minimize the risk of investing in capital market. Data applied in this research is financial statements, the stock price of year-end, dividend announcement, and the stocks of cigarette company which actively trade in Indonesian Stock Exchange during time line 2009-2013. Then, data collected is analysed to applies fundamental analysis with DDM, PBV, and PER approach to look for the stock intrinsic value. Difference of stock intrinsic value with stock market value is tested by Paired T Test applies with Statistical Package For Social Science (SPSS) 16.0 version software. The Result of this research showed that the stock value of cigarette companies is in overvalued position from its intrinsic value based of DDM and PBV approach. The stock value of cigarette companies is in undervalued position from its intrinsic value based of PER approach. Based of DDM, PBV and PER approach, there are significant difference between intrinsic value stock with market value stock | This research purpose is to explain the usage of fundamental analysis with Dividend Discount Model (DDM), Price to Book Value (PBV), and Price Earning Ratio (PER) approach in determining stock intrinsic value, then its comparison with stock market value serve as a way for taking investment decision in capital market. So the investor can minimize the risk of investing in capital market. Data applied in this research is financial statements, the stock price of year-end, dividend announcement, and the stocks of cigarette company which actively trade in Indonesian Stock Exchange during time line 2009-2013. Then, data collected is analysed to applies fundamental analysis with DDM, PBV, and PER approach to look for the stock intrinsic value. Difference of stock intrinsic value with stock market value is tested by Paired T Test applies with Statistical Package For Social Science (SPSS) 16.0 version software. The Result of this research showed that the stock value of cigarette companies is in overvalued position from its intrinsic value based of DDM and PBV approach. The stock value of cigarette companies is in undervalued position from its intrinsic value based of PER approach. Based of DDM, PBV and PER approach, there are significant difference between intrinsic value stock with market value stock | |
| 2710 | 12487 | C1C011081 | ANALISIS PENGARUH DEFERRED TAX LIABILITIES, CORPORATE GOVERNANCE, DAN STRUKTUR KEPEMILIKAN TERHADAP MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah kewajiban pajak tangguhan, tata kelola perusahaan, struktur kepemilikan mempengaruhi manajemen laba. Variabel dependen manajemen laba diukur dengan perkiraan akrual diskresioner dengan menggunakan Jones Model dimodifikasi. Sampel penelitian dari 30 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama 2008-2013, dengan menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis penelitian ini digunakan analisis regresi berganda. Penelitian ini menemukan bahwa kewajiban pajak tangguhan berpengaruh positif terhadap manajemen laba. Penelitian ini juga menemukan bahwa tata kelola perusahaan dengan variabel proksi Proporsi komisaris independen memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan tata kelola perusahaan dengan variabel proksi ukuran dewan komisaris dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba. Penelitian ini juga menemukan bahwa struktur kepemilikan dengan variabel proksi kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan struktur kepemilikan dengan variabel proksi kepemilikan manajerial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap manajemen laba. | This study aims to examine whether deferred tax liabilities, corporate governance, ownership structure affect earnings management. Dependent variable earning management is measured by discretionary accrual estimated by using Jones modified model. The study sample of 30 firms listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) during 2008-2013, by using purposive sampling method. The analysis method of this study used multiregression. This study finds that deferred tax liabilities positively affect on earning management. This study also finds that corporate governance with variable proxy presence of independent of commissioner had negative significant influence to earnings management, meanwhile corporate governance with variable proxy size of commissioner and audit committee has not significant influence to earnings management. This study also finds that ownership structure with variable proxy institutional ownership has not significant influence to earnings management, meanwhile ownership structure with variable proxy managerial ownership had negative significant influence to earnings management. | |
| 2711 | 12488 | G1B011001 | PERSEPSI KADER POSYANDU TENTANG PAPARAN INFORMASI POLA PENGASUHAN GIZI DI DESA BANJARSARI WETAN KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Pola pengasuhan anak adalah salah satu faktor tidak langsung yang mempengaruhi status gizi. Tugas kader di Posyandu adalah penggerak masyarakat, penyuluhan dan pemantauan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan persepsi kader Posyandu tentang paparan informasi pola pengasuhan gizi di Desa Banjarsari Wetan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu ingin mengetahui gambaran persepsi kader Posyandu terhadap paparan informasi tentang pola pengasuhan gizi. Penelitian dilakukan dengan wawancara mendalam kepada 4 orang informan utama dan 2 orang informan pendukung. Hasil penelitian didapatkan bahwa Kader Posyandu memiliki perhatian, minat dan kebutuhan terhadap paparan informasi pola pengasuhan gizi. Intensitas penerimaan informasi pola pengasuhan gizi yang diterima oleh kader adalah 2-3 kali perbulan tergantung keaktifan kader mengakses informasi. Kader Posyandu mendapatkan informasi pola pengasuhan gizi dari Puskesmas (bidan, TPG, dokter), Sub KB Desa, Bina Keluarga Balita dan institusi pendidikan. Isi informasi yang didapatkan mengenai pola pengasuhan gizi adalah pemberian makan anak menurut umur, pola asah asih asuh, jadwal imunisasi, mengenali penyakit anak dan pertolongan pertamanya. Metode penyampaian informasi yang palin disukai adalah simulasi. Media berupa buku pedoman kader, buku KIA, koran, internet dan beberan yang digunakan dalam penyampaian informasi pola pengasuhan gizi mudah dimengerti karena memakai bahasa yang sederhana dan gambar menarik. Namun, penyampain informasi dari TV dan radio terlalu cepat dan hanya komunikasi satu arah. Kader Posyandu Banjarsari Wetan berminat dan sudah siap untuk menjadi seorang penyuluh pola pengasuhan gizi. Saran yang dapat diberikan sebaiknya minat kader sebagai penyuluh bisa diaplikasikan dengan memanfaatkan paparan informasi pola pengasuhan gizi yang telah diterima. | Parenting is one of the indirect factors that affect nutritional status. Duty cadres in health integrated pos is community mobilization, counseling and monitoring.Therefore this research was conducted to describe cadre’s perception about the explanation of care nutritional pattern information in Banjarsari Wetan. This study was a descriptive qualitative research that used to know about perception of the cadre towards this program. This research was conducted using in-depth interview method with 4 primary informants and 2 supporting informants. As the result, Cadre have concern, interest, and needs of explanation of care nutritional pattern information. Reception intensity parenting nutritional information received by cadres was 2-3 times per month depending on the activity of cadres to access the information. The cadres received the information from Puskesmas (Midwives, doctors), part of the village KB, BKB and health institution. The information obtained was regarding age based feeding by age, asah pattern asih care, immunization schedules, recognice childhood diseases and first aid. The most favorable delivery method was simulasion. Media such as manuals cadres, KIA book, newspaper, internet and beberan use d to delivery nutrition care pattern information are easy to understand because it used simple language and interesting pictures. However the way of delivery information in TV and radio was too fast and only one-way communication. The cadres of health integrated pos in Banjarsari Wetan is interested in and ready to become a nutrition instructor. This research suggests that cadre interest can be applied by using the information that have been given to them. | |
| 2712 | 12489 | B1J011072 | AKTIVITAS ENZIM PROTEASE IKAN TAWES (Barbonymus gonionotus Bleeker) PADA pH DAN TEMPERATUR INKUBASI YANG BERBEDA | Ikan tawes (Barbonymus gonionotus Bleeker) merupakan salah satu ikan budidaya air tawar asli Indonesia. Ikan tawes selain memakan tumbuh-tumbuhan juga mampu memakan pakan jenis lainnya, seperti pelet yang kadar proteinnya relatif tinggi. Pencernaan protein pada ikan tawes dimulai pada usus bagian depan dengan menggunakan enzim pencernaan berupa protease. Setiap enzim memiliki pH dan temperatur optimal untuk kerja enzim yang maksimal dan informasi tentang hal tersebut pada ikan tawes masih kurang sehingga perlu untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas protease ikan tawes pada ukuran yang berbeda dan ukuran ikan yang memiliki aktivitas protease paling tinggi serta mengetahui pH dan temperatur inkubasi optimum untuk aktivitas protease ikan tawes. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Hewan dengan dua tahap penelitian; Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Tahap pertama terdapat 6 perlakuan yaitu 2 ukuran ikan (±33,14g dan ±1,63g) dengan 3 pH (6,8, 8,0 dan 10,0); Tahap kedua terdapat 6 perlakuan yaitu 2 ukuran ikan (±33,14g dan ±1,63g) dengan 3 temperatur (20oC, 35oC dan 50oC). Masing-masing perlakuan pada setiap tahap diulang sebanyk 6 kali. Parameter yang diukur adalah banyaknya tirosin yang dihasilkan pada hidrolisis protein oleh protease dari ekstrak kasar saluran pencernaan ikan tawes. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji BNT0,05 untuk pengaruh temperatur inkubasi. Perbedaan ukuran ikan menghasilkan aktivitas protease yang berbeda (P<0,05). Aktivitas protease paling tinggi diperoleh pada ikan tawes ukuran ±1,63g yaitu 14,821 U/mg protein. Aktivitas protease ikan tawes pada pH 6,8, 8,0 dan 10,0 menunjukan hasil berbeda tidak nyata (P>0,05), sedangkan aktivitas protease ikan tawes pada temperatur inkubasi 20oC, 35oC dan 50oC menunjukan hasil berbeda nyata (P<0,05). Aktivitas protease pada temperatur 35oC sebesar 11,504 U/mg protein lebih tinggi dibandingkan pada temperatur 20oC dan 50oC (6,752 U/mg protein dan 7,923 U/mg protein). Hasil ini dapat disimpulkan bahwa ukuran ikan, pH dan temperatur inkubasi mempengaruhi aktivitas protease ikan tawes. | Tawes fish (Barbonymus gonionotus Bleeker) is one of native freshwater aquaculture fish from Indonesia. Tawes fish does not only eat plants, but also they eat other food, such as pellets which has high protein level. Digestion of protein begins in the fore gut using digestive enzymes such as protease. Each enzyme has a range of pH and optimum temperature for maximum enzyme’s activity and information about it on tawes fish is still less and needs to be examined. The purpose of this study was to determine protease activity of tawes fish at each of different sizes and the size of tawes fish that have the highest protease activity and also determine of pH and optimum incubation temperature for protease activity in tawes fish. This research was conducted at the Laboratory of Animal Physiology at two stages; This research is using experimental method with completely randomized design (RAL). The first stage there are six treatments; two sizes of fish (±33,14g dan ±1,63g) with 3 pH (6,8, 8,0 dan 10,0); The second stage there are six treatments; two sizes of fish (±33,14g dan ±1,63g) with three temperature incubation (20oC, 35oC dan 50oC). Each treatment is repeated 6 times. Parameters measured were the number of tyrosine produced on the hydrolysis of proteins by protease from crude extract digestive tract. Data were analyzed using ANOVA at confidence level is 95% continued with BNT0,05 test for the effect of incubation temperature. Differences size of fish produce different protease activity (P<0,05). Highest protease activity was obtained at tawes fish size ±1,63g is 14.821 U / mg protein. Protease activity at pH 6,8, 8,0 and 10,0 showed nonsignificant (P>0.05), while protease activity tawes fish on incubation temperature 20oC, 35oC and 50oC showed significant (P<0.05). Protease activity at temperature 35oC is 11.504 U/mg protein higher than temperature 20oC and 50oC (6.752 U/mg protein and 7.923 U/mg protein). These results can be concluded that the size of fish, pH and incubation temperatures affect fish tawes protease activity. | |
| 2713 | 12510 | G1H011012 | HUBUNGAN ANTARA INDEKS MASSA TUBUH, PENGETAHUAN GIZI, DAN CITRA TUBUH DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 2 PURWOKERTO | Anemia adalah salah satu masalah gizi utama remaja dengan prevalensi di Indonesia mencapai 23,9%. Remaja putri golongan yang rentan terhadap anemia karena mengalami pertumbuhan cepat dan menstruasi. Faktor penyebab anemia pada remaja putri yaitu indeks massa tubuh (IMT), pengetahuan gizi, dan citra tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan IMT, Pengetahuan gizi, dan citra tubuh dengan kejadian anemia remaja putri di SMAN 2 Purwokerto. Penelitian obeservasional ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional dengan besar sampel 70 orang usia 15-17 tahun yang diambil dengan metode stratified random sampling. Data pengetahuan gizi dan citra tubuh diambil dengan angket dan kadar Hemoglobin dengan strip test, kemudian dianalisa dengan chi square. Hasil analisis univariat 92,9% responden mengalami anemia, 81,4% dengan IMT normal, 51,4% berpengetahuan kurang, dan 71,4% puas pada citra tubuh. Hasil uji bivariat tidak ada hubungan IMT dengan kejadian anemia (p=1,000), tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=1,000), dan tidak ada hubungan citra tubuh dengan kejadian anemia (p=0,619). Simpulannya tidak ada hubungan IMT, pengetahuan gizi, dan citra tubuh pada remaja putri di SMAN 2 Purwokerto. Disarankan pada instansi kesehatan dan pendidikan untuk bekerja sama dalam mengadakan kegiatan penyuluhan tentang anemia ke sekolah. | Anemia is one of major adolescents nutritional problems. The prevalence of anemia in Indonesia is 23,9%. Adolescent girls are prone to anemia because of rapid growth and menstruation. Factors that cause anemia in adolescent girls are body mass index (BMI), nutritional knowledge, and body image. The purpose of this study was to determine the relationship of BMI, nutritional knowledge, and body image on the incidence of anemia among adolescent girls in SMAN 2 Purwokerto. This observational study conducted with cross sectional approach to a sample of 70 people aged 15-17 years who were taken by stratified random sampling method. Data knowledge of nutrition and body image obtained through questionnaires and Hemoglobin levels with test strips, and then analyzed with chi square. The results of univariate analysis showed that 92.9% of respondents are anemic, 81.4% with normal BMI, 51.4% less knowledgeable, and 71.4% are satisfied on body image. Bivariate test results showed that there was no correlation with the incidence of anemia BMI (p = 1.000), there was no correlation between knowledge of nutrition with anemia (p = 1.000), and no relation to body image with anemia (p = 0.619). In conclusion, there is no relationship between anemia and BMI, nutritional knowledge, and body image in young girls at SMAN 2 Purwokerto. Advice on health and education institutions to cooperate in conducting education about anemia to school. | |
| 2714 | 12490 | G1B011017 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENDAMPINGAN PENGELOLAAN SAMPAH DOMESTIK DI KELURAHAN GRENDENG PURWOKERTO UTARA | INTISARI Sampah domestik merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan dalam masyarakat yang belum tertangani. Perlu adanya perilaku pendampingan dalam pengelolaan sampah yang sesuai dengan kegiatan masyarakat. Perilaku pendampingan pengelolaan sampah merupakan tindakan yang dilakukan oleh kelompok PKK untuk mendampingi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga baik melalui 3R, bank sampah maupun koperasi barang bekas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pendampingan pengelolaan sampah domestik di kelurahan Grendeng. Metode penelitian yang dilakukan adalah cross sectional study. Penentuan jumlah sampel penelitian dilakukan dengan simple random sampling dengan total jumlah 36 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pendampingan (p=0,182), ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku pendampingan (p=0,017), tidak ada hubungan yang signifikan antara sarana prasarana dengan perilaku pendampingan (p=0,325), tidak ada hubungan yang signifikan antara niat dengan perilaku pendampingan (p=0,182), dan tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan perilaku pendampingan (p=1,000). Saran dari penelitian ini, perlu adanya intervensi terhadap peningkatan sikap agar mampu mempengaruhi perilaku pendampingan pengelolaan sampah yang dilakukan oleh kelompok PKK. | ABSTRACT Domestic waste is one of the environmental health issues in the community that have not been handled. The need for assistance in waste management behavior in accordance with community activities. Mentoring behaviors waste management is an action carried out by the PKK group to assist people in the management of household waste through 3R (reduce, reuse, recycle), cooperative banks and thrift garbage. The purpose of this study was to analyze factors associated with the behavior of domestic waste management assistance in Grendeng. The research method was a cross sectional study. Determination of the number of samples of research carried out by simple random sampling with a total number of 36 respondents. Analysis of the data used the Chi square test. Results of this study showed there no significant association between knowledge and behavior assistance (p = 0.182), there was a significant correlation between attitudes with behavior assistance (p = 0.017), there was no significant correlation between the infrastructure with the assistance of behavior (p = 0.325 ), there was no significant correlation between intention with behavior assistance (p = 0.182), and there was no significant correlation between social support and behavior assistance (p = 1.000). The result of this research have suggestion for for interventions as the need to increase the attitude to be able to influence the behavior of waste management assistance carried out by the PKK group. | |
| 2715 | 12491 | C1C011086 | PENGARUH BUDGET BASED INCENTIVE CONTRACTS DAN BUDGET LEVEL DALAM KINERJA INDIVIDU | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis skema budget based incentive contracts dan peningkatan budget level terhadap kinerja, serta interaksi antara budget based incentive contracts dan budget level. Penelitian ini menggunakan teknik eksperimen dengan melibatkan 48 partisipan mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen 2x2 between subject. Budget based incentive contracts dimanipulasi menjadi budget linear contract dan budget fixed contract, sedangkan budget levels (performance target) dimanupulasi menjadi target 50% dan target 75%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan jenis skema budget based incentive contracts tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Sedangkan dengan adanya peningkatan budget level berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hasil lainnya menunjukkan tidak terdapat interaksi two-way yang signifikan antara budget based incentive contracts dengan budget level. | This study aims to determine the effect of different types of budget-based incentive contracts and an increase in the budget level of the performance, as well as the interaction between the budget based incentive contracts and budget level. This study used a experiment technique involving 48 participants with majors in Accounting. This study used 2x2 between subject experimental design. Budget based incentive contracts manipulated into a budget linear contract and budget fixed contract, while the budget level (performance targets) manipulated the target of 50% and 75%. The results showed that the difference in the type of scheme budget based incentive contracts no significant effect on performance. Meanwhile, with the increased budget level have a significant effect on performance. Other results showed there was no two-way interaction between budget based incentive contracts and budget level. | |
| 2716 | 12385 | F1A010066 | Hak Normatif Buruh Perempuan (Studi Tentang Pemaknaan Hak Normatif di Kalangan Buruh Perempuan Pengolah Rambut di Desa Babakan Kecamatan Kalimanah Kabupaten Purbalingga) The Normative Rights of Women Workers (A study of normative rights interpretation in hair processing workers at the Babakan village, Kalimanah district, Purbalingga regency) | Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pemaknaan hak normatif di kalangan buruh perempuan pengolah rambut di Desa Babakan, di tengah maraknya industri pengolahan rambut, baik bulu mata maupun rambut palsu di Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Sasaran utama dan lokasi penelitian adalah buruh perempuan pengolah rambut di Desa Babakan, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga. Data pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Kemudian dianalisis mengunakan analisis interaktif yang komponennya terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa kurangnya pemahaman buruh terhadap hak normatifnya berimbas pada tidak maksimalnya penerapan hak yang diterima buruh perempuan itu sendiri. Namun demikian kurangnya pemahaman buruh perempuan terhadap hak normatif ini tidak menghilangkan makna hak bagi buruh perempuan itu sendiri. Adanya hak normatif dimaknai sangat penting bagi buruh perempuan di Desa Babakan. Hak normatif yang diterima oleh para buruh perempuan di Desa Babakan dianggap sudah mampu mencukupi kebutuhan hidup para buruh. Hal ini menunjukkan bahwa pemaknaan buruh perempuan terhadap hak normatifnya merupakan bentuk pemahaman terhadap realisasi hak yang mereka terima selama bekerja sebagai buruh pengolah rambut. Hal ini secara tidak langsung memberikan gambaran kepatuhan buruh terhadap peraturan perusahaan. | This research try to know the normative rights interpretation in hair processing workers at the Babakan village, in the midst of the hair processing industry, both eyelashes and wigs at Purbalingga regency. The researchers used a qualitative research method. Target and location of this research are hair-processing women workers in the Babakan village, Kalimanah subdistrict, Purbalingga regency. The data in this research was obtained through in-depth interviews, observation and documentation. Then analysis using interactive analysis component consists of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. This research produced findings that a lack of understanding of the workers' normative rights not maximum impact on the application of labor rights received by women themselves. However, the lack of understanding of the basic rights of women workers this does not eliminate the meaning of rights for women workers themselves. Their normative rights be interpreted very important by women workers in the Babakan village. Normative rights received by women workers in the Babakan village considered able to meet the needs of the workers. This shows that the signification of the rights of women workers is a form of normative understanding of the realization of the rights they received while working as a hair-processing workers. This indirectly gives an overview of the compliance with labor regulations. | |
| 2717 | 12492 | F1D008019 | ANALISIS PERBANDINGAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MUSYAWARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA DAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN DI DESA KEDONDONG KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dan PNPM Mandiri Perkotaan di Desa Kedondong Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas. Partisipasi yang dimaksud adalah partisipasi dalam pembuatan keputusan, yang meliputi tiga aspek perbandingan yaitu; bentuk partisipasi, signifikansi partisipasi, dan aktor yang terlibat berpartisipasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan; pertama, aspek-aspek partisipasi yaitu; bentuk partisipasi di musyawarah perencanaan pembangunan desa lebih bersifat prosedural, masih diwakilkan oleh elit desa dan terdapat intervensi politik supra desa dalam keputusan, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan cenderung substantif, masyarakat sebagai sasaran program dilibatkan secara langsung. Signifikansi partisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa dalam tahap tokeinisme, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan sudah ada kendali masyarakat. Aktor yang berpartisipasi dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa meliputi kelembagaan desa dan masyarakat, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan lebih dikhususkan untuk perempuan dan masyarakat miskin sebagai sasaran penerima bantuan. Kedua, faktor pendukung dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa diantaranya; kedekatan sosial masyarakat, kebutuhan masyarakat, dan peran tokoh masyarakat, sedangkan dalam PNPM Mandiri Perkotaan diantaranya; transparansi, kepastian anggaran, dan pemberian motivasi. | This research-based paper aims to describe community participation in rural development planning deliberation and the national program of urban self-empowerment (PNPM Mandiri Perkotaan) in Kedondong Village Sokaraja District of Banyumas. Participation in question is participation in decision-making, which includes three aspects, namely the comparison; forms of participation, the significance of participation, and the actors involved participate.This study used a qualitative method with case study approach.The result of the research reveals that;first, aspects of participation, namely; forms of participation in rural development planning is more procedural, still represented by the village elite and there is political interference in the decision supra village, while the national program of urban self-empowerment tend to be substantive, society as a target program directly involved. The significance of participation in rural development planning in tokeinism stage, while the national program of urban self-empowerment there is already a community control. Actors participating in rural development planning includes village institutions and society, while the national program of urban self-empowerment is devoted to women and the poor as targeted beneficiaries. Second, supporting factors in rural development planning including; social closeness, community needs, and the role of community leaders, while the national program of urban self-empowerment including; transparency, certainty budgets, and providing motivation. | |
| 2718 | 12348 | G1B011059 | EFEKTIFITAS PELATIHAN SURVEILANS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN KETERAMPILAN TENAGA GIZI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BALITA DI KABUPATEN BANYUMAS | Surveilans stunting merupakan bagian dari kegiatan pelaksanaan surveilans gizi yang ditujukan untuk menanggulangi masalah stunting di masyarakat. Salah satu tugas tenaga gizi melakukan proses pencatatan dan pelaporan masalah gizi di wilayah kerja puskesmas. Program pelatihan diperlukan bagi tenaga gizi untuk mengoptimalkan keterampilan dalam melaksanakan surveilans gizi di lapangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pelatihan surveilans terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan tenaga gizi dalam upaya pencegahan stunting balita di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasy experiment dengan desain penelitian one group pretest dan posttest design. Sampel penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 35 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji paired t-test. Hasil analisis univariat menunjukkan skor rata-rata pengetahuan responden meningkat 3,22%, skor rata-rata sikap responden meningkat 0,66%, dan skor rata-rata keterampilan responden meningkat 66,39% setelah pelatihan, sedangkan analisis bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan pengetahuan tentang surveilans stunting balita sebelum dan dan sesudah pelatihan (p = 0,078), tidak ada perbedaan sikap terhadap surveilans stunting balita sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,657), dan ada perbedaan keterampilan dalam praktek melaksanakan surveilans stunting balita sebelum dan sesudah pelatihan (p = 0,000). Dengan demikian dapat disarankan untuk melakukan pelatihan lain agar dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap terkait surveilans stunting. | Stunting surveillance is part of the nutrition surveillance in order to overcome stunting problem. One of nutritionist role is to register and report nutrition problem in their public health center area. Training program is necessary to optimize nutritionist skill for doing nutrition surveillance in the field. This research was aim to observe the effectiveness of surveillance training on improving knowledge, attitudes, and skill of nutritionist to prevent stunted growth among children in Banyumas regency. This research was a quasy experiment with one group pretest and posttest design. The researcher used purposive sampling technique consisted of 35 people. This research used paired t-test to analyze univariate and bivariate data. The research showed that average score of knowledge increased 3,22%, the average score of attitudes increased 0,66%, and average score of skill increased 66,39% after training program, meanwhile bivariate analyze showed there was no improving knowledge (p = 0,078), there was no improving attitudes (p = 0,657), yet there was improving skill (p = 0,000) before and after training. It suggests to perform another training program to improve knowledge and attitudes toward stunting surveillance. | |
| 2719 | 12493 | C1C011074 | PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PENGARUH ORGANISASI PEMBELAJARAN TERHADAP KINERJA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang pengaruh organisasi pembelajaran, yang terdiri dari pengakuan dan penghargaan, pelatihan dan pengembangan, aliran informasi, visi dan strategi, dan karakteristik karyawan terhadap kinerja lembaga keuangan syariah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linier berganda, sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengakuan dan penghargaan, pelatihan dan pengembangan, aliran informasi, dan karakteristik karyawan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja lembaga keuangan syariah. Sedangkan visi dan strategi tidak berpengaruh terhadap kinerja lembaga keuangan syariah. | The purpose of this research is to test students' perceptions about the influence of the learning organization, which consists of the recognition and awards, training and development, the flow of information, vision and strategy, and employees on the performance characteristics of Islamic financial institutions. This study uses multiple linear regression analysis techniques, the samples in this study were students of the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University Purwokerto. These results indicate that recognition and awards, training and development, information flow, and the characteristics of the employees are significant positive effect on the performance of Islamic financial institutions. While the vision and the strategy does not affect the performance of Islamic financial institutions. | |
| 2720 | 12494 | C1C011072 | ANALISIS PENGARUH PENGETAHUAN, SOSIALISASI, SPPT, PELAKSANAAN SANKSI PAJAK, PELAYANAN FISKUS, DAN KESADARAN PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN P-2 (Studi Empiris pada Wajib Pajak Orang Pribadi Kabupaten Bekasi) | Pajak memiliki peranan penting bagi negara. Penerimaan pajak akan meningkat jika kepatuhan pajak meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sosialisasi, SPPT, pelaksanaan sanksi pajak, pelayanan fiskus, dan kesadaran perpajakan terhadap kepatuhan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Bekasi. Populasi pada penelitian ini ialah wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di Kabupaten Bekasi.Metode sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pengetahuan perpajakan, sosialisasi, SPPT, sanksi perpajakan, pelayanan fiskus dan kesadaran perpajakan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Pajak Bumi dan Bangunan.Pengetahuan perpajakan, pelaksanaan sanksi perpajakan, pelayanan fiskus, dan kesadaran perpajakan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan Pajak Bumi dan Bangunan. | Taxation plays an important role for the state. Tax revenue will increase if the loyality of the tax payers increases. The purpose of this study was to investigate variables knowledge, socialization, SPPT, sanction of taxation, tax service and tax payers awareness on taxpayer compliance on Land and Building Tax in Bekasi district. The population of the study included the individual tax payers registered at district Bekasi. The samples were taken using purposive sampling method and totaled 100. The data were analyzed using multiple linier regression technique. The result showed that the factors of knowledge of taxation, socialization, SPPT, sanction of taxation, tax service and tax payers awareness has significant influence simultaneously on Land and Building Tax. Knowledge of taxation, sanction of taxation, tax service and tax payers awareness has significant influence partially on Land and Building Tax |