Artikelilmiahs

Menampilkan 2.741-2.760 dari 48.729 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
274111591F1C011049ALIENASI DALAM FILM
(STUDI RESEPSI REMAJA PEREMPUAN DI PURWOKERTO TENTANG FILM 200 POUNDS BEAUTY)
Penelitian ini berjudul Alienasi dalam Film (Studi Resepsi Remaja Perempuan Tentang Film 200 Pounds Beauty). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui resepsi remaja perempuan terhadap alienasi yang tertuang dalam film 200 Pounds Beauty. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis yang digunakan adalah metode analisis resepsi, yang menyatakan bahwa khalayak bersifat aktif dalam memaknai teks media. Metode pengumpulan data dilakukan dengan dua cara yaitu Focus Group Discussion (FGD) dan in-depth interview (wawancara mendalam), sedangkan penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil dari penelitian ini adalah alienasi menurut pemaknaan informan sebagai sesuatu hal yang mempunyai kemungkinan besar dapat dialami oleh perempuan karena faktor konstruksi sosial, tetapi informan juga berpendapat bahwa sebagai seorang manusia, perempuan juga mempunyai kesempatan untuk memilih antara teralienasi atau bahkan memilih untuk tidak teralienasi. Dari hasil analisis spectrum of reading David Morley, remaja perempuan akhir tersebar dalam dua golongan pembaca yaitu negotiated reading dan oppotitional reading. Hal yang melatarbelakangi perbedaan pembentukan makna oleh remaja perempuan disebabkan oleh dua faktor yaitu pengalaman dan kelompok rujukan.
This research entitled Alienation in Film (Reception Study Girl Teenagers in 200 Pounds Beauty Film). This research is done to know girl teenagers reception on Alienating that is contained in 200 Pounds Beauty. It is a qualitative approach with reception analysis as its analysis method. It said that audience is active in interpreting media text. Data collection method is using two steps which are Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interview. To choose the informants this research uses purposive sampling technique.
This research shows that alienation based on informant interpretation is as a usual matter. It can happen in any girls because of social construction. But some informants say that as a human being, girls also have a chance to choose to be alienated or not. Based on spectrum of reading analysis by David Morley, girl late-teenagers are divided in two categories which are negotiated reading and oppositional reading. It is based on establishment meaning difference by girl teenagers. It is caused by two factors which is experience and reference group.
274212514B1J011037PENGARUH PEMBERIAN BIOFUNGISIDA KONSORSIUM Trichoderma DENGAN DOSIS DAN WAKTU BERBEDA TERHADAP MUNCULNYA PENYAKIT REBAH KECAMBAH Rhizoctonia solani PADA SEMAI KUBISKubis merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Salah satu penyakit pada tanaman tersebut adalah penyakit rebah kecambah yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani. Cendawan ini perlu diwaspadai karena menyerang benih yang masih berumur muda antara 1-21 hari. Salah satu alternatif pengendalian yang digunakan adalah dengan menggunakan agensia hayati yaitu Trichoderma. Telah banyak biofungisida berbahan cendawan Trichoderma yang dapat langsung diaplikasikan ke tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma terhadap munculnya penyakit rebah kecambah pada semai tanaman kubis dan untuk mengetahui dosis dan waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma yang paling baik untuk mengendalikan penyakit rebah kecambah pada semai tanaman kubis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang dicoba terdiri dari 2 jenis perlakuan yang dikombinasikan yaitu 5 dosis biofungisida konsorsium Trichoderma (0%,1%,2%,3%,4%) dan 3 waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma (3 hari sebelum semai, saat semai, 3 hari setelah semai). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan pengamatan dilakukan selama 21 hari. Variabel yang diamati adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas yaitu dosis dan waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma, dan variabel tergantung yaitu benih yang terserang penyakit rebah kecambah. Parameter utama meliputi persentase benih yang sudah berkecambah tetapi belum muncul ke permukaan tanah (pre-emergence damping-off), persentase benih yang sudah berkecambah dan sudah muncul ke permukaan tanah (post-emergence damping-off), dan persentase keparahan penyakit, sedangkan parameter pendukungnya adalah persentase daya kecambah benih, suhu dan kelembaban green house. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis dan waktu pemberian biofungisida konsorsium Trichoderma tidak mampu menekan munculnya penyakit rebah kecambah pada semai kubis.Cabbage is one of many types vegetables cultivated by farmer in Indonesia. One disease ini these plants are damping off caused by Rhizoctonia solani. This is necessary because the fungus attacks the seeds are still young age between 1-21 days. One alternative control is to use biological control that Trichoderma. Many biofungisida Trichoderma can be directly applied to the plant. The purpose of this study was to determine the effect of dose and time of applied biofungisida consortium Trichoderma to the emergence of disease plant pests on cabbage seedling and to determine the dose and time of applied biofungisida consortium Trichoderma most good for controlling plant disease in seedling cabbage. This research uses experimental methods with experimental design in the form of completely randomized design (CRD). The treatments were tasted are 2 type combined, 5 dose is bifungisida consortium Trichoderma (0%,1%,2%,3%,4%) and 3 times giving bofungicide consortium Trichoderma (3 days before seedling, when seedling, and 3 dats after seedling). Each treatment was repeated 3 times and the observations made during the 21 days. Observed variables are independent variables and the dependent variable. The independent variable is dose and time of applied biofungisida consortium Trichoderma, and dependent variable is of seed that have damping off. The main parameters include the percentage of seed that have germinated but not yet emerged from the ground (pre-emergence damping off), the percentage off seeds that have germinated and have emerged from the ground (post-emergence damping off), and the percentage of disease severity, where the supporters parameter is the percentage off seed germination, temperature and humidity at green house. The result showed that the dose and time of application biofungisida trichoderma concortium is unable to suppress the emergence of disease on cabbage seedlings.
274312516G1B008127PERAN PEER EDUCATOR DALAM KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI (KIE) KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA
DI SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) NEGERI 5
YOGYAKARTA
Permasalahan yang sering dihadapi remaja baik di Indonesia maupun Internasional adalah masalah kesehatan reproduksi, seperti narkoba, kehamilan tidak diinginkan, HIV/AIDS, aborsi dan lain-lain. Hal ini disebabkan karena rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Cara meningkatkan pengetahuan remaja adalah melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R). Melalui PIK R, remaja dilatih menjadi pendidik sebaya dan konselor sebaya. PIK R membantu remaja mengatasi masalahnya dan memberikan informasi yang remaja butuhkan. PIK Remaja dilaksanakan di sejumlah Sekolah Menengah, salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 5 Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran peer educator dalam komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) kesehatan reproduksi remaja di SMA Negeri 5 Yogyakarta. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan data kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, pengamatan dan telaah dokumen. Instrumen penelitian adalah peneliti sebagai instrumen pokok, pedoman wawancara, dan alat perekam suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memahami peer educatorsebagai seseorang yang memberikan informasi dan konseling remaja. Peer educator berperan sebagai informan, mendesain metode dan media dalam pelayanan informasi. Dalam konseling remaja peer educator berperan sebagai pendengar, pendamping, mendiskusikan masalah, memberikan solusi dan berkewajiban merujuk klien ketika masalah klien sudah diluar kapasitas peer educator. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan program peer educator mendapatkan dukungan yang lebih besar dari berbagai pihak untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat.The problems often faced by adolescents either in Indonesia or International is reproductive health. Such as drugs, unwanted pregnancies, HIV/AIDS, abortion etc. This is due to their lack of knowledge of reproductive health. How to improve adolescent knowledge is through the Youth Information and Counseling Center (PIK R). Through PIK R, teenagers are train to be peer educators and peer counselors. PIK R helps teenagers overcome the problem and provide information that adolescents need. PIK R applied at several high schools, one of which is SMA 5 Yogyakarta. This research aims to understand how peer educator do the role in communication, information and educationof adolescence reproductive health study in SMA 5 Yogyakarta. The research method is descriptive study with qualitative approach. In-depth interview, observation and documents references study were applied to collect data. The researchers as the main instruments, interview orientations, and voice recorder device were used as research instruments. The results shows that the informants understand the peer educator as a person who provides information and counseling teenagers. Peer educators play role as an informant, designing methods and media in the service information . In counseling, the role of peer educator as a listener, facilitator, discuss issues, provide solutions and the obligation to refer a client when the client's problem is beyond the capacity of peer educator. It is suggested that peer education program needs to gain greater support from various parties to improve the knowledge and public health.
274412518G1B011029EFEKTIVITAS METODE PELATIHAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN KONSELING KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PADA PETUGAS PENYULUH KESEHATAN DI KABUPATEN BANYUMASKonseling merupakan salah satu kegiatan penting dalam mengatasi permasalahan kesehatan remaja, namun jumlah pelayanan konseling masih terbatas. Hal ini erat kaitannya dengan terbatasnya kemampuan penyuluh kesehatan dalam menjalankan tugasnya yaitu menyebarkan informasi melalui berbagai bentuk dan saluran komunikasi, salah satunya adalah konseling. Pelatihan dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan penyuluh kesehatan dalam memberikan konseling. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan konseling kesehatan reproduksi remaja (KRR) pada petugas penyuluh kesehatan di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling sebanyak 30 orang. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dan uji pair t test. Analisis univariat menunjukkan bahwa ada peningkatan skor rata-rata pengetahuan kesehatan reproduksi remaja sebesar 14,67%, pengetahuan konseling sebesar 22,51%, sikap terhadap KRR sebesar 6,73%, sikap terhadap konseling sebesar 2,2% dan keterampilan konseling sebesar 35,7%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedan yang signifikan pada pengetahuan kesehatan reproduksi remaja (0,000<α), pengetahuan konseling (0,000<α), sikap terhadap KRR (0,003<α), dan keterampilan konseling (0,000<α), sedangkan sikap terhadap konseling menunjukkan hasil yang tidak bermakna (0,126>α). Diharapkan Dinas Kesehatan Banyumas dapat memberikan arahan teknis kepada puskesmas untuk membuka layanan konseling didukung dengan sarana yang memadai, sehingga penyuluh kesehatan dapat mengaplikasikan keterampilan konseling yang diperoleh di wilayah kerjanya masing-masing dalam rangka optimalisasi pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR).Counselling is one of the important activities to overcome adolescent health problems, however a number of counselling services are very limited. It is closely related to the limited ability of health promoter in doing one of their roles, disseminating health information in various forms and channels of communication, which one is counselling. Training program is required to optimize the ability of health promoter in giving counselling. This research aimed to know the effectiveness of training method on improving knowledge, attitudes and skills of adolescent reproductive health counselling among health promoters in Banyumas district. This research was a quasy experimental with one group pretest and posttest design. Participants of this study were as many as 30 obtained by purposive sampling technique. Data were analyzed using wilcoxon test and pair t test. Univariate analysis showed that there were increments in average scores of adolescent reproductive health knowledge (14,67%), counselling knowledge (22,51%), attitude towards adolescent reproductive health (6,73%), attitude towards counselling (2,2%) and counselling skills (35,7%). Bivariate analysis showed that there were significant difference before and after training on adolescent reproductive health knowledge (0,000<a), counselling knowledge (0,000<a), attitudes toward adolescent reproductive health (0,003<a), and counselling skills (0,000<a), while health promoters’ attitudes toward counselling showed no significant difference (0,126>a). It is expected that Banyumas Health Department can give technical direction for all public health center to open counselling service that supported by adequate facilities, so that health promoters are able to apply counselling skills got from training in order to optimize adolescent friendly health service in their respective working areas.
274512521F1C011052Representasi Eksploitasi Anak Melalui Photo Story “The Riders of Destiny” Karya Romi Perbawa From the research that has been done can be concluded that the meaning of multilevel through Barthes semiotic theory through denotative meaning, connotative meaning, myths and reading five leksia code in some of the photos in the Photo Story book The Riders of Destiny, identified signs and symbols that represent the exploitation of children in pacoa jaratradition or horse racing in the area of Sumbawa, West Nusa Tenggara in Indonesia. Children 5-12 years old become young jockey without maximum security, the right to a decent education is not provided by the parents, as well as the utilization of their small body to become a young jockey with a high risk of becoming the representation of children who are exploited for the benefit and advantage various parties.Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam pemaknaan bertingkat melalui teori semiotika Barthes, yaitu pemaknaan denotatif, konotatif, mitos serta pembacaan lima kode leksia dalam beberapa foto pada buku Photo Story The Riders of Destiny, teridentifikasi penanda dan petanda yang merepresentasikan adanya eksploitasi anak pada tradisi pacoa jara atau pacuan kuda di daerah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat di Indonesia. Anak-anak berumur 5-12 tahun menjadi joki cilik tanpa pengamanan yang maksimal, hak pendidikan yang layak tidak diberikan oleh orang tua, serta pemanfaatan tubuh kecil mereka untuk menjadi joki cilik dengan resiko yang tinggi menjadi representasi anak-anak yang dimanfaatkan untuk kepentingan dan keuntungan berbagai pihak.
274612522F1F008021THE NEGATIVE EFFECTS OF DIVORCED FAMILY DEPICTED IN JASON MRAZ’S SONG LYRICS:”LOVE FOR A CHILD, TOO MUCH FOOD, AND WHAT MAMA SAY”Penelitian ini berjudul “The Negative Effects of Divorced Family Depicted in Jason Mraz’s Song Lyrics: Love for a Child, Too Much Food and What Mama Say”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan efek negative dari perceraian terhadap anak-anak dalam keluarga.

Menggunaka teori sosiologi literature oleh Lurenson dan Swingewood. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif qualitative. Sumber penelitian dan data didapat dari lirik lagu Jason Mraz yang berjudul Love for a Child, Too Much Food, What Mama Say, buku-buku serta jurnal-jurnal ilmiah. Kemudian data yang didapat dianalisa menggunakan teori sosiologi literature.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian, secara permanen melemahkan keluarga serta hubungan antara anak dan orang tua. Perceraian seringkali menuju pada konflik dan perpecahan pengelolaan keluarga, mengurangi hubungan social, cepat kehilangan keperawanan (untuk wanita), juga berkurangnya rasa percaya diri pada remaja. Perceraian juga menjadi lebih banyak masalah dengan pasangan, serta pesimis dengan hubungan. Dan juga keinginan kecil untuk mempunyai anak. Paul Amato, dosen sociologi di Universitas Pensnsylvania menyimpulkan: perceraian menimbulkan “terganggunya hubungan orangtua dan anak, berlanjutnya perselisihan antar mantan pasangan, hilangnya dukungan emosi, ekonomi lemah, dan meningkatnya kejadian negatif.
The research is entitled “The Negative Effects of Divorced Family Depicted in Jason Mraz’s Song lyrics: “Love for a Child, Too Much Food and What Mama Say”. The purposes of the research are to find out the negative effects of divorced family to the children.

Using the theory sociology of literature Laurenson and Swingewood. This research was analyzed by descriptive qualitative approach. The source of the data is Jason Mraz’ Song lyrics entitled Love for a Child, Too Much Food, What Mama Says, books and journal. Then, the collected data were analyzed through sociology of literature theory.

The result of this study shows divorce permanently weakens the family and the relationship between children and parents. It frequently leads to destructive conflict management methods, diminished social competence and for children, the early loss of virginity, as well as diminished sense of masculinity or femininity for young adults. It also results in more trouble with dating, more cohabitation, and greater likelihood of divorce, higher expectations of divorce later in life, and a decreased desire to have children. Paul Amato, professor of sociology at Pennsylvania State University summed it up: divorce leads to “disruptions in the parent-child relationship, continuing discord between former spouses, loss of emotional support, economic hardship, and an increase in the number of other negative life events.”
274712534C1K011043THE RELATIONSHIP BETWEEN MARKET TIMING AND CAPITAL STRUCTURE: THE CASE OF MINING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX)Permasalahan utama yang ada di dalam perusahaan keuangan berkaitan dengan pilihan antara hutang dan ekuitas. Fakta mengenai salah topik penting ini adalah bahwa perusahaan perlu secara berkala menyusun kembali portofolio mereka untuk membiayai aset, operasi dan pertumbuhan perusahaan di masa depan. Perusahaan harus memperhatikan struktur modal sebagai gambaran dari efek respon pasar serta faktor sejumlah internal dan eksternal terhadap penggunaan hutang untuk menghasilkan struktur modal yang optimal. Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi struktur modal perusahaan, peneliti melakukan penelitian berjudul ”HUBUNGAN ANTARA WAKTU PASAR DAN STRUKTUR MODAL: STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)”.
Penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki dan menguji teori market timing yang memiliki efek terhadap struktur modal dengan menggunakan variable moderasi yaitu profitabilitas sebagai faktor internal dan harga minyak dunia sebagai faktor eksternal terhadap leverage perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010 - 2014. Tiga puluh empat perusahaan memenuhi kriteria menggunakan data dikumpulkan, sehingga sampel penelitian (n) diperoleh adalah sebanyak 170 data observasi. Data dianalisis dengan regresi data panel dan menggunakan regresi berganda moderasi untuk menguji hipotesis. Kesimpulannya adalah market timing memiliki efek negatif pada struktur modal, profitabilitas dan harga minyak dunia memoderasi hubungan antara market timing terhadap struktur modal perusahaan tambang yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Kesimpulan menunjukkan bahwa market timing mempengaruhi struktur modal sebanyak 20,77 persen.
A central question in corporate finance literature relates to the choice between debt and equity. The fact from the topic which critically important is that firms need to revisit their portfolio constantly to finance assets, operations and future growth. Companies should pay attention to its capital structure, which is a description of how much the effect from market response and several factors as internal and external factors to the debt usage in order to produce an optimal capital structure. Considering of many factors affecting the company's capital structure, the researcher conduct a research entitled “THE RELATIONSHIP BETWEEN MARKET TIMING AND CAPITAL STRUCTURE: THE CASE OF MINING COMPANIES LISTED IN INDONESIA STOCK EXCHANGE (IDX)”.
This study was intended to investigate and tested the market timing theory that has priority effect on capital structure moderates with profitability as internal factor and world oil price as external factor toward leverage of the Mining Companies listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) in 2010 until 2014. Thirty-four companies met the criteria using pooled data, so that the study sample (n) obtained was as many as 170 observation data. The data were analyzed by panel data regression and moderated multiple regressions were performed to test the hypotheses. The conclusions are market timing has a negative effect on capital structure, profitability and world oil price moderates the influence of market to book ratio on capital structure of mining companies listed on Indonesia Stock Exchange. The conclusion shows that market timing affect the capital structure in 20.77 percent.
274812517F1B011024PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA STASIUN BESAR PURWOKERTOStasiun Besar Purwokerto merupakan stasiun tipe A yang berada di bawah naungan PT KAI Daops V Purwokerto. Sebagai salah satu unit pelayanan publik stasiun ini memilki peranan penting, karena Purwokerto hanya dapat diakses dengan kereta dan bus antar kota. Pihak stasiun juga terus meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitas stasiun, kondisi ini membuat menarik untuk mengkaji pelayanan yang diberikan oleh pihak stasiun. Berdasarkan fakta tersebut penlitian ini bertujuan untuk mengkaji seperti apa pengaruh kualitas pelayanan yang diberikan terhadap kepuasan pengguna di Stasiun Besar Purwokerto Penelitian ini dilakukan di Stasiun Besar Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif asosiatif dengan menggunakan metode survey. Sedangkan jumlah responden yang digunakan sebanyak seratus orang responden. Penentuan responden dilakukan secara accidental samlping. Teknik analisis yang digunakan yaitu korelasi Product Moment dan Regresi Sederhana. Setelah melakukan analisis data yang diperoleh, diketahui berdasarkan penilaian responden pada kuesioner yang diberikan kualitas pelayanan di Stasiun Besar Purwokerto masuk dalam kategori baik. Responden juga merasa puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan, hal ini berdasarkan deskripsi variabel kepuasan pengguna yang secara keseluruhan juga masuk ke dalam kategori baik. Hasil analisis hubungan antara kedua variabel menunjukan varaiabel kualitas pelayanan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna Stasiun Besar Purwokerto. Selain itu tiap dimensi yang ada dalam kualitas pelayanan seperti reliability, responsiveness, assurance. Empathy, dan tangibles secara parsial mempengaruhi kepuasan dari pengguna. Dimensi tangibles memiliki pengaruh paling besar dibandingkan dengan dimensi lain.Purwokerto Train Station is a type A train station which under supervision of PT. KAI Operational Region V Purwokerto. As one of public facilities, this train station has big role in Purwokerto because train is one of two public transportations that can be used to come to Purwokerto beside bus. Station managers improve the quality of services and facilities. The researcher is interested to research this topic related with the service given by the train station. Thus this research is aimed to discuss more about the influence of service quality toward the user statisfaction in Purwokerto Train Station. The research was done in Purwokerto Train Station. The research method used in this research was quantitative associative by using survey method. Meanwhile, the total respondents were one hundred respondents. The respondents were chosen by accidental sampling. The analytical technique used was the correlation Product Moment and Simple Regression. After the analysis was done, the data got from the respondent response on the questionaire given showed that the service quality of Purwokerto Train Station was categorized as good. The respondents also satisfied with the services given. This was based on the description of user satisfaction variable which also categorized as good. The analysis result of relation between two variables showed that service quality variable has positive and significant effect toward user satisfaction of Purwokerto Train Station. Besides, each dimension of the service quality such as reliability, responsiveness, assurance. empathy, and tangibles partially influenced the satisfaction of the user. Tangibles dimension has the biggest effect among others dimensions.
274912524F1A008084Kajian Tentang Bullying di Dunia Pendidikan pada Harian Suara Merdeka
pada tahun 2013-2014
Perubahan zaman yang semakin pesat ini membawa dampak ke berbagai aspek kehidupan terutama dalam bidang pendidikan. Fenomena yang sering terjadi di sekolah ialah bullying. Bullying terutama di sekolah, telah menjadi masalah global. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk-bentuk bullying yang terjadi dalam dunia sekolah, dan mengetahui faktor yang mendasari tindakan bullying. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi/content analisis. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bentuk bullying yang sering terjadi di dunia sekolah yang diterbitkan oleh surat kabar harian Suara Merdeka selama tahun 2013-2014 adalah pencabulan sebanyak 30%, kasus perpeloncoan, dan pemukulan masing-masing sebanyak 13,3%, kasus hukuman fisik, pelecehan seksual, dan penganiayaan masing-masing sebanyak 10%. Bentuk bullying berupa pemaksaan sebanyak 6,7%. Kasus pemerkosaan dan penghinaan masing-masing sebanyak 3,3%. Tujuan tindakan kekerasan bullying dalam dunia sekolah yang diterbitkan oleh surat kabar harian Suara Merdeka selama tahun 2013-2014 adalah hawa nafsu sebanyak 36,7%, hukuman pelanggaran sebanyak 20%, sedangkan pelonco, senoritas dan menunjukkan kekuatan/kekuasan masing-masing sebanyak 16,7%, untuk mempermalukan atau menghina sebanyak 10%.

Kata Kunci: Kasus bullying, Sekolah
Increasingly rapidly changing times have brought impact to the various aspects of life, especially in the field of education. A phenomenon that often occurs in schools is bullying. Bullying especially in schools, has become a global problem. The results obtained in this study indicate a form of bullying which often occur in the school world published by the daily newspaper Suara Merdeka during the years 2013-2014 is as much as 30% of sexual abuse, hazing cases, and beating each as much as 13.3%, punishment cases physical, sexual harassment, and abuse each as much as 10%. Forms of bullying in the form of coercion as much as 6.7%. Cases of rape and humiliation respectively by 3.3% The purpose of violence in the world of bullying in schools, published by the daily newspaper Suara Merdeka during the years 2013 to 2014 is lust as much as 36.7%, the penalty offense as much as 20%, while rookie, senoritas and show the strength/power each as much as 16.7%, to embarrass or insult as much as 10%.

Keywords: Cases of bullying, School
275012525B1J011164POLA DISTRIBUSI TUNGAU PARASIT LARVA NYAMUK Aedes sp. DI DAERAH ENDEMIS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
DI KOTA SEMARANG

Pola distribusi nyamuk Aedes sp. di suatu wilayah endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) diduga berkaitan dengan pola distribusi tungau yang memarasitinya. Jenis tungau parasit dan pola distribusinya selain ditentukan oleh jenis inangnya, diduga juga berkaitan dengan kondisi geografis suatu wilayah. Tujuan penelitian ini adalah menentukan jenis tungau parasit dan pola distribusinya di daerah endemis DBD di Kota Semarang. Metode penelitian untuk seluruh tahap percobaan menggunakan metode survai dengan teknik pengambilan sampel sratified random sampling. Strata yang dimaksud dalam penelitian ini adalah adanya wilayah endemis. Wilayah sampling untuk Kota Semarang meliputi Kecamatan Ngaliyan dan Tembalang yang merupakan daerah dengan tingkat endemisitas tertinggi pertama dan kedua untuk kasus DBD di Kota Semarang. Kecamatan Ngaliyan terdiri dari 9 kelurahan dan berdasarkan tingkat endemisitas diambil tiga kelurahan yaitu Kelurahan Ngaliyan, Kalipancur, dan Wonosari. Kecamatan Tembalang terdiri atas 12 kelurahan dan berdasarkan tingkat endemisitas diambil 3 kelurahan, yaitu Kelurahan Tembalang, Rowosari dan Bulusan. Identifikasi jenis tungau dilakukan berdasarkan buku identifikasi Krantz dan Walter (2009) dan Proctor (2006). Variabel yang diamati adalah jenis tungau dan pola distribusinya, sedangkan parameternya masing-masing adalah jumlah individu setiap jenis tungau parasit dan nilai rata-rata serta varians tungau parasit. Tingkatan distribusi tungau parsit dianalisis menggunakan Indeks K’ distribusi binominal negatif. Hasil penelitian diperoleh lima individu tungau parasit dari 2420 sampel larva nyamuk Aedes sp. yang diperiksa. Hasil identifikasi tungau parasit yang diperoleh adalah Familia Hydrachnidae dan Hydrozetidae. Pola distribusi dari jenis tungau parasit yang ditemukan di Kota Semarang bersifat mengelompok.The distribution pattern of Aedes sp. in endemic area of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is suspectedly related to the distribution pattern of parasitic mites that invested it as their host. The type of the parasitic mites andits distribution pattern not only specified by the species of the host, but also suspectedly related to the geographical condition. The purposes of this study are to determine the type of parasitic mites and their distribution pattern in endemic areas of dengue in the city of Semarang. Research methodused for all stages of the experiment is survey method,and the sampling technique used was sratified random sampling. Strata be intended in this study is presence of the endemic region. Sampling wasdone in the District Ngaliyan and Tembalang which the first and second place of highest endemicity level of dengue cases region in the city of Semarang. Ngaliyan subdistrict consists of 9 villages and by level of endemic city taken three villages: Ngaliyan, Kalipancur, and Wonosari. District Tembalang consists of 12 villages and by level of endemic city taken three villages: Tembalang, Rowosari, and Bulusan. Parasitic miteswereidentified based on identification book by Krantz & Walter (2009) and Proctor (2006). The variable observed in this research was the type of mites and their distribution patterns, andthe parameter was the number of individuals of each type of parasitic mites, the average value, and variance parasitic mites. The distribution pattern of parasitic mites were analyzed using K index negative binominal distribution. Five individual parasitic mitesobtained from 2420 samples of Aedes sp. larvaewhich were examined. The result shows that parasitic mitescome from Familly Hydrachnidae, and Hydrozetidae. The result also showsthatthe distribution pattern of the parasitic mitesare clustered in the city of Semarang.
275112526G1B011012FAKTOR-FAKTOR HIGIENE SANITASI YANG BERHUBUNGAN DENGAN ANGKA KUMAN PADA PIRING DI KANTIN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2015
Piring termasuk alat makan yang paling sering digunakan. Permukaan piring yang lebih lebar dibandingkan dengan alat makan lain, memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri yang lebih besar. Kondisi higiene sanitasi kantin yang kurang baik sangat mungkin menjadi penyebab adanya angka kuman pada alat makan terutama piring. Adanya angka kuman pada alat makan dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor higiene sanitasi yang berhubungan dengan angka kuman pada piring di kantin Universitas Jenderal Soedirman tahun 2015. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 33 sampel piring yang diperiksa sebanyak 32 (97%) mengandung angka kuman pada piring. Hasil analisis bivariat ada hubungan antara personal hygiene dengan angka kuman pada piring di kantin Universitas Jenderal Soedirman tahun 2015 (p=0,030). Tidak ada hubungan antara kondisi kesehatan penjamah (p=1,000), kondisi piring (p=0,485), kualitas air bersih (p=1,000), sarana pembuangan air limbah (p=1,000), sarana pembuangan sampah (p=1,000), kondisi tempat cuci piring(p=1,000), dan keberadaan vektor (p=0,121) dengan angka kuman pada piring di kantin Universitas Jenderal Soedirman tahun 2015. Sebaiknya perlu diadakan pelatihan bagi penjamah makanan di kantin dan perlu perbaikan kondisi sanitasi kantin agar tercipta kantin yang sehat.
Plate is the most often cutlery used. The surface of plate which more breadth as compared with other cutlery, will allow more bacterial contamination. The bad condition of the canteen higiene and sanitation, it is really possible to be the cause of the existence of the number of germs on cutlery especially a plate. The number of germs on the cutlery can cause health problems. The purpose of this research was to find out hygiene sanitation factors that related to number of germs on the plate in Jenderal Soedirman University’s canteen. The type of this research was observational with cross sectional approach. The results of the univariate analysis showed that a number of germs was found at 32 (97%) of 33 sample plates that were examined. Results of bivariate analysis showed that there was a correlation between personal hygiene with the number of germs on the plate in Jenderal Soedirman University’s canteen 2015 (p = 0.030). There were no correlation among the health condition of food handlers (p = 1.000), the condition of the plate (p = 0.485), water’s quality (p = 1.000), waste water disposal facilities (p = 1.000), garbage disposal (p = 1.000), the condition of sink (p = 1.000), and the vector existence (p = 0.121) with the number of germs on the plate in Jenderal Soedirman University’s Canteen. There should be training for food handlers in the canteen and conditions of canteen need improvement in order to create a healthy canteen.


275212527F1C008073Peranan Dalang dalam Menyampaikan Pesan Moral pada
Pertunjukan Wayang Kulit Gagrag Banyumasan di Kabupaten Banyumas
Kesenian merupakan salah satu unsur paling utama dalam kebudayaan. Melalui kesenian orang mendapat lambang-lambang yang menjadi ciri khas masyarakat. Kedudukan kesenian saat ini sangat penting dan menuntut pengembangan yang selaras dengan pengembangan kebudayaan Indonesia. Kebudayaan nasional adalah suatu kesatuan dari kebudayaan daerah termasuk didalamnya yaitu kesenian daerah. Salah satu kesenian daerah yang saat ini masih mendapat tempat di hati masyarakat Jawa khususnya wilayah Kabupaten Banyumas adalah seni pewayangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan dalang dalam menyampaikan pesann moral kepada penonton melalui pertunjukan wayang kulit gagrag Banyumasan di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil lokasi di wilayah Kabupaten Banyumas, dan menjadikan dalang yang masih aktif di wilayah Kabupaten Banyumas sebagai informan utama, dan masyarakat yang memiliki pengetahuan mengenai pertunjukan wayang kulit khususnya gagrag Banyumasan sebagai informan pendukung.
Kata kunci: Wayang kulit, dalang, pesan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (Indepth Interview), Participant as observer, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah setiap pertunjukan wayang mengandung yang dapat dijadikan sebagai panutan para penonton. Pesan moral yang terkandung dalam pertunjukan wayang kulit gagrag Banyumasan antara lain pesan agama, pendidikan, ekonomi, keamanan, politik, budaya, dan lain-lain. Hambatan yang dialami oleh dalang dalam mementaskan pertunjukan wayang adalah dari segi bahasa, namun para dalang dapat mengatasi hambatan tersebut dengan cara menyisipkan bahasa yang mudah dipahami oleh penonton. Seorang dalang harus berani keluar dari pakem Bahasa Jawa. Artinya, dalang harus melihat situasi dan kondisi penonton saat sedang menggelar pertunjukan.
Kata Kunci: Wayang kulit, dalang, pesan.
Art is one of the most important elements in culture. Throuh art, people create some symbols that become such characteristics in a society. Nowadays, art has an important position in the society and it needs to be improved along with the cultural development in Indonesia. National culture is an entity of local cultures, which also include local arts. One of the local cultures that is still popular in Javanese society, especially in Banyumas Regency, is puppet show. This research is aimed to find out the role of dalang or the puppeter in delivering moral values to the audiences through a shadow puppet show called gagrag Banyumasan in Banyumas Regency. This research takes place in Banyumas regions. The main informants of this research are some actives puppeters and the supporting informants are some expert of gagrag Banyumasan in Banyumas Regency. The technique of data collection used in this research is Indepth Interview, Participants as Observer, and Documentation.
Keywords: Shadow puppet, puppeter, message
The results of this research show that every puppet show has moral values that can be used as life-guides for the audience. The moral values existed in gagrag Banyumasan shadow puppet are about religious values, education, econony, safety, politic, culture, and many more. There are some obstacles faced by the puppeters in doing a puppet show such as language, but mostly the puppeters can solve this by having some words that are familiar and easy to be understood by the audience. A puppeter has to be brave enough to break through the Javanese language bond. It means that a puppeter should have a good understanding about the situation and condition of the audience when he is doing a show.
Keywords: Shadow puppet, puppeter, message
275312528C1K011018THE EFFECT OF BRAND IMAGE, SERVICE QUALITY, PERCEIVED VALUE ON CUSTOMER LOYALTY AND WOM (Word of Mouth) at APS (Ayam Penyet Suroboyo) PURWOKERTO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh citra merek, kualitas layanandan nilai yang dirasakan terhadap loyalitas pelanggan dan WOM di Ayam Penyet Suroboyo, Purwokerto. Analisis regresi digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Penelitian ini menggunakan ukuran sampel dari 136 orang yang telah menggunakan produk atau layanan di Ayam Penyet Suroboyo, Purwokerto. Akhirnya, berdasarkan analisis hasil, dapat disimpulkan bahwa citra merek, kualitas layanan dan nilai yang dirasakan memiliki efek positif terhadap loyalitas pelanggan. Kemudian loyalitas pelanggan juga memiliki efek positif pada WOM, dan menyarankan kepada manajer untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada para pengunjung.The purpose of this study was to analyze the effect of brand image, service quality and perceived value to the customer loyalty and WOM in Ayam Penyet Suroboyo, Purwokerto. Regression analysis was used to test the research hypothesis. This research using a sample size of 136 people who have used the product or service in AyamPenyetSuroboyo, Purwokerto. Finally, based on the analysis of the results, it can be concluded that brand image, service quality and perceived value have a positive effect on customer loyalty. Then customer loyalty also has a positive effect on WOM, and suggested to the manager to further enhance the quality of service to the visitors.
275412529H1C011021PERANCANGAN SISTEM MONITORING ARUS PADA GENERATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) SECARA NIRKABEL BERBASIS ARDUINO DAN ZIGBEEEnergi listrik memiliki peranan yang sangat penting dalam usaha meningkatkan mutu kehidupan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk itu keberadaan pembangkit listrik juga menjadi hal yang penting. Salah salah satu pembangkit energi listrik terbarukan saat ini adalah pembangkit litstrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Monitoring arus dilakukan untuk tetap menjaga pembangkit bekerja optimal dan efiseien secara realtime. Namun jarak dan biaya pengkabelan seringkali menjadi kendala dalam proses monitoring tersebut. Untuk itu dirancang sebuah prototype sistem monitoring arus dari generator secara nirkabel menggunakan mikrokontroler Arduino. Sebelum diterapkan secara langsung, pengujian akan dimodelkan oleh modul beban dengan total beban 40 watt . Pengujian dilakukan untuk melihat perubahan nilai arus terhadap perubahan beban. Untuk itu, pengujian akan dimodelkan pada modul beban dengan sumber dari jala-jala PLN. Untuk dapat mengetahui nilai arus rms digunakan sensor arus ACS712 dan untuk pengiriman data secara nirkabel menggunakan Xbee Series 2 berbasis protokol Zigbee. Pengujian sistem dilakukan pada rangkaian dengan beban sebesar 10 watt, 30 watt, dan 40 watt . Hasil pengukuran nilai Irms yang diperoleh dari pengujian memiliki nilai error masing-masing 9,27%, 1,39%, dan 0,29%. Hasil monitoring secara nirkabel dengan modul Xbee diperoleh data yang sama dengan sebelum data dikirim. Berdasarkan pengukuran, jarak pancar Xbee maksimal pada indoor dengan skemaruangan kamaradalah 22 meter, dan pada outdoor sejauh 120 meter dengan tanpa halangan apapun Electrical power has a very important role in the effort of increasing quality of life and economic growth in Indonesia. Therefore the existence of power plants also becomes something important. One of those renewable electrical powers is Microhydro Power Plant (MHPP). Area monitoring is done to keep the power plant works optimatically and efficiently in realtime time frame. However, the distance and wire installation cost often become the obstacles in that monitoring process. Therefore, a wireless current-monitoring system prototype using an Arduino microcontroller was designed. Before the system was applied, a test was conducted using load module with 40 watt in total. The test was conducted to see the effect of current value changes to load changes. It was modeled in load module with PLN’s net as the source. In order to define therms current value, a ACS712 current censor was used and to send the data wirelessly, an Xbee series 2 based on zigbee protocol was used. The system testing conducted on a circuit with varied loads that were 10 watt, 30 watt, and 40 watt. The Irms current measurement result derived from the test had each error value which were 9,27%, 1,39%, and 0,29%. Wirreless monitoring using Xbee module had the same result with monitoring before using that module. Maximum indoor transmit distance with room scheme was measured and the result was 22 meter, meanwhile for outdoor it was 120 meters without any line of sight.
275512535G1F011066Formulasi Sediaan Gel Antioksidan Ekstrak Etanolik Daun Alpukat (Persea americana Mill.)Ekstrak etanolik daun alpukat (Persea americana Mill) mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh carbopol 940 terhadap sifat fisik, stabilitas serta persen peredaman formula terbaik terhadap radikal DPPH.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstraksi simplisia dilakukan dengan cara maserasi selama 3x24 jam dengan pelarut etanol 70%. Gel dibuat 4 formula dengan variasi jumlah basis carbopol 940 sebesar 0,5; 1; 1,5 dan 2 gram. Sediaan gel yang terbentuk diuji sifat fisik dan stabilitasnya. Formula terbaik yang memenuhi syarat uji sifat fisik dan stabilitas selama penyimpanan diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH yang dinyatakan dalam persen peredaman. Hasil evaluasi organoleptis, pH, homogenitas dan stabilitas fisik disajikan secara deskriptif, sedangkan hasil pengukuran viskositas, daya sebar, daya lekat dan persen peredaman radikal DPPH dilakukan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) satu arah dengan taraf kepercayaan 95%, bila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji LSD atau Dunnet’s T3, khusus untuk persen peredaman dilanjutkan dengan uji HSD Tukey.
Hasil penelitian menunjukkan pengaruh bertambahnya jumlah carbopol 940 dalam sediaan gel ekstrak etanolik daun alpukat dapat meningkatkan viskositas dan daya lekat, namun dapat menurunkan daya sebar sediaan gel. Formula terbaik gel ekstrak etanolik daun alpukat adalah formula I dengan jumlah carbopol 940 0,5 gram dengan nilai viskositas sebesar 35344-43800 cps, daya sebar 5,13-5,47 cm, daya lekat 1,30-1,67 detik dan persen peredaman radikal DPPH sebesar 59,24%.

Kata kunci: Persea americana Mill, daun alpukat, gel, antioksidan, carbopol 940
Ethanolic extract of leaves of avocado (Persea americana Mill) contains flavonoids that have antioxidant activity. This study aimed to determine the effect of Carbopol 940 on the physical properties, physical stability during storage and percent radical reduction of the best formula with DPPH method.
This study was an experimental study. Simplicia extraction is done by maceration during 3x24 hours with 70% ethanol. The formulation of gels were made with variations in the number of carbopol 940 0,5; 1; 1,5 and 2 gram. The gel evaluated about the physical properties and stability. Organoleptic, pH, homogeneity and physical stability of gel are presented descriptively, while the viscosity, spread power, adhesion and percent reduction DPPH radical are analyzed using one way ANOVA test with the confidence 95% if there was a difference followed by LSD or Dunnet’s T3 test and for percent reduction followed by HSD Tukey test.
The results showed the effect of increasing concentration of Carbopol 940 in preparation gel ethanolic extract of avocado leaves can increase the viscosity and adhesion, but will dicrease the spread power of gel preparations. The best formula gel ethanolic extract of avocado leaves is formula I (0.5 g Carbopol 940) with a value of 35344-43800 cps viscosity, 5.13-5.47 cm spread power, 1.30-1.67 second adhesion power and the radical scavenging activity is 59.24%.

Keywords: Persea americana Mill, avocado leaves, gel, antioxidant, carbopol 940
275612530C1K011025Buzzer: Their Role in Consumer Decision Making (Study on #TolakReklamasiBali Hashtag By FORBALI)Tujuan penelitian ini adalah untung menganalisis pengaruh dari electronic word of mouth, kesadaran merek, citra merek, dan kepercayaan merek dalam membuat pengambilan keputusan konsumen dalam kasus untuk mengikuti ide dari organisasi Forbali dengan gerakan #TolakReklamasiBali. Penelitian ini dilakukan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, and Purwokerto. Structural Equation Model (SEM) digunakan untuk menganalisa setiap variabel. Berdasarkan hasil dari analisis SEM, dapat disimpulkan bahwa electronic word of mouth mempunyai pengaruh positif terhadap kesadaran merek dan keuntungan citra merek, kesadaran merek dan keuntungan citra merek juga memiliki pengaruh positif terhadap kepercayaan merek, dan juga kesadaran merek, keuntungan citra merek, serta kepercayaan merek mempunyai pengaruh positive terhadap pengambilan keputusan konsumen. Dapat disimpulkan, Forbali harus memberikan prioritas terhadap electronic word of mouth, kesadaran merek, keuntungan citra merek, kepercayaan merek untuk meningkatkan pengambilan keputusan konsumen.The purpose of this study was to analyze the effect of electronic word of mouth, brand awareness, brand image and brand trust to create consumer decision making in case of following the idea from Forbali organization with #TolakReklamasiBali movement. This research was conducted in Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi and Purwokerto. This research used 150 respondents. Structural Equation Modeling (SEM) was used to analyze the variables. Refers to the results of SEM analysis, it can be concluded that Electronic Word of Mouth has a positive effect on brand awareness and brand image benefit, brand awareness and brand image benefit also has a positive effect on brand trust, and so brand awareness, brand image benefit and also brand trust has a positive effect on consumer decision making. Based on the conclusion, Forbali needs to make priority on electronic word of mouth, brand awareness, brand image benefit, brand trust to increase the consumer decision making.
275712532G1B011036PERAN STAKEHOLDERS DALAM PELAKSANAAN SOSIALISASI BPJS KESEHATAN PADA PEKERJA SEKTOR INFORMAL (PENDERES GULA KELAPA DI KABUPATEN BANYUMASProgram BPJS Kesehatan secara resmi beroperasi sejak awal tahun 2014 dan ditargetkan kepesertaanya mencakup seluruh masyarakat Indonesia pada awal 2019 mendatang. Karena rendahnya kepesertaan pada pekerja sektor informal di Indonesia khususnya di Kabupaten Banyumas, maka perlu adanya peran stakeholders dalam sosialisasi BPJS Kesehatan. Penderes gula kelapa merupakan kelompok pekerja informal yang banyak ditemukan di Banyumas. Pihak BPJS Kesehatan sampai saat ini belum pernah melakukan sosialisasi langsung kepada penderes gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran stakeholders dalam pelaksanaan sosialisasi BPJS Kesehatan pada penderes gula kelapa di Kecamatan Cilongok dan Somagede, Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yaitu metode kualitatif fenomenologis menggunakan analisis konten dengan metode thematic network. Hasil penelitian: 1) stakeholder yang memiliki peran dalam pelaksanaan sosialisasi BPJS Kesehatan terdiri dari BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas, Pemerintah Kabupaten sampai Desa, kelompok dan koperasi gula kelapa, kader kesehatan dan tokoh masyarakat termasuk tokoh agama. 2) Terdapat aspek kepentingan, pengaruh, dan peran yang berbeda pada masing-masing stakeholders tersebut. 3) Hambatan yang dialami dalam pelaksanaan sosialisasi yaitu tidak efektifnya media sosialisasi yang digunakan, serta rendahnya kuantitas maupun kualitas sumber daya dalam pelaksanaan sosialisasi. Saran terkait penelitian ini adalah adanya perluasan jaringan kemitraan oleh BPJS Kesehatan dan stakeholder kunci lainnya, termasuk stakeholder tataran grassroot yang dekat dengan petani penderes gula kelapa guna mendukung pelaksanaan sosialisasi.National Health Insurance Program (BPJS Kesehatan) has been officially established in early 2014 and heading towards the universal health coverage by early 2019. Due to low participation of the program for informal sector workers, especially in Banyumas District, it assumes that role of stakeholders in the campaign of program is fully needed. So far, BPJS Kesehatan never been directly promoted to the palm sugar farmers. The purpose of this research was to analyze the role of stakeholders in the implementation of national health insurance’s campaign among informal sector workers, especially palm sugar farmer, in Cilongok and Somagede, District of Banyumas. It was a qualitative study with phenomenology approach. For data analysis, it used content analysis with thematic network method. Result of this research: 1) BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, primary health care, palm sugar farmer groups and cooperation, healthcare leader, district level of government to village, community leaders included religious leaders had the role in the implementation of national health insurance’s campaign. 2) Stakeholders had different interest, power, and role in the implementation of national health insurance’s campaign. 3) Barriers found related to campaign: Media’s campaign were not effective, lack of resources both in quantity and quality to support the campaign. It suggests to improve BPJS Kesehatan and other key stakeholder network, also with grassroot stakeholder that are closer to palm sugar farmers in order to support the implementation of campaign.
275812531C1K011020DETERMINANT FACTORS ISLAMIC BANK PROFITABILITY IN INDONESIA (EMPIRICAL STUDY PERIOD 2010-2014)Investigasi faktor penentu profitabilitas telah menjadi salah satu topik yang populer di kalangan peneliti dalam studi perbankan. Penelitian ini meneliti efek dari faktor-faktor yang berkontribusi terhadap profitabilitas ( ROA ) bank syariah. Sampel penelitian ini diambil dengan metode purposive sampling dengan 8 bank syariah disesuaikan dengan kriteria yang ditentukan periode 2010-2014 . Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, tinjauan pustaka dan pencarian di internet. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan regresi berganda untuk menguji hipotesis. Studi ini menggunakan profitabilitas sebagai variabel dependen, sedangkan variabel independen adalah likuiditas, deposito item, aset struktur, risiko, uang beredar, dan inflasi.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas , deposito item , aset struktur , risiko , uang beredar , inflasi mempengaruhi profitabilitas sebanyak 40 %. Penelitian ini menemukan bahwa faktor-faktor internal seperti likuiditas, item deposito, dan struktur aset berkorelasi dengan profitabilitas yang diterima oleh bank syariah. Tapi risiko tidak mempengaruhi profitabilitas. Faktor eksternal, uang beredar mempunyai hubungan positif dan inflasi mempunyai hubungan negatif tetapi kedua variabel tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.
Investigating the determinant factors of profitability has been one of the more popular topics among researchers in banking studies. This study examines the effects of factors that contribute towards the profitability (ROA) of Islamic banks. The sample of this study was extracted by purposive sampling method with 8 Islamic banks adjusted with determined criteria for 2010-2014. Data collection techniques used was method of documentation, literature review and internet search. The data was analyzed by descriptive analysis; multiple regressions were performed to test the hypotheses. This study used profitability as dependent variable, while the independent variables were liquidity, deposits items, assets structure, risk, money supply, inflation.
The result of this research showed that liquidity, deposits items, assets structure, risk, money supply, inflation affect profitability in 40%. This study finds that internal factors such as liquidity, deposits items, and assets structure correlate with profitability received by the Islamic banks. But risk does not influence profitability. The external factors, money supply have positive influence and inflation have negative influence but the both variables not significant to profitability of Islamic banks.
275912543G1B011034FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP DUKUNGAN KELUARGA DALAM KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS I SOKARAJA KABUPATEN BANYUMASKelas ibu hamil merupakan kelompok belajar bersama dengan saling berbagi
informasi dan pengetahuan tentang perawatan kehamilan, persalinan, bayi baru
lahir dan nifas. Sasaran meliputi ibu hamil dan suami atau anggota keluarga.
Pelaksanaan kelas ibu hamil di seluruh desa sudah berjalan rutin. Namun,
keluarga belum dilibatkan secara langsung. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap dukungan keluarga dalam
kelas ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-
sectional. Populasi adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas I Sokaraja ( Januari-
Mei 2015) dan sampelnya adalah ibu hamil dengan respondennya adalah salah
satu anggota keluarga ibu hamil (suami, orang tua atau mertua) sebanyak 71
responden. Analisi univariat menunjukkan bahwa pengetahuan baik(53,5%), sikap
baik (49,3%), motivasi baik (93,0%), peran tenaga kesehatan baik (53,5%), peran
tetangga baik (50,7%) dan akses informasi baik (59,2%). Analisis bivariat
menunjukkan variabel yang berhubungan yaitu variabel akses informasi dan sikap
,variabel yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan, motivasi, peran tenaga
kesehatan dan peran tetangga. Analisis multivariat Hasilnya faktor yang
berpengaruh adalah akses informasi. Sarannya yaitu diharapkan pihak puskesmas
dapat mengoptimalkan peran media informasi yang berkaitan dengan dukungan
keluarga terhadap kehamilan ibu.
Prenatal class is a group where they can share information and knowledge of
pregnancy. They can discuss any information of prenatal care, childbirth,
newborns care and postpartum. Targets of prenatal class are pregnant women and
husband or family member. Implementation of prenatal class in entire village has
been routine. However, the family has not been directly involved. This study was
aimed to determine the factors affecting to family support, this is quantitative
study with cross-sectional approach. The population is all pregnant women in the
region Community Health Center of I Sokaraja (January-May 2015),the sample is
pregnant women and responden is one of the family member of pregnant women
(husbands, parents or in-laws) were 71. Data anlalyzed by univariat and bivariate
(Chi-Square). The results of univariate analysis all of the variables is in a good
category, which are knowledge (53,5%), attitudes (49,3%), motivation (93,0%),
health worker roles (53,5%), neighbour roles (50,7%) and information access
(59,2%). The results of bivariate analysis, variables related to family support are
information access and attitude,whereas unrelated variables are knowledge,
motivation, health worker roles, neighbour roles. The results of multivariate
analysis is information access. As suggestion, community health center should
optimize media information relating family support in maternal health.
276012533G1B011013Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Optimalisasi Pengelolaan Sampah
di Kampus Fikes Unsoed
Timbulan sampah di Indonesia mengalami peningkatan sejalan dengan makin bertambahnya aktivitas masyarakat yang berasal dari sampah permukiman (rumah tangga) dan non permukiman.Sampah merupakan merupakan salah satu permasalahan yang sangat kompleks dan sangat luas, tidak hanya terjadi di daerah pemukiman saja, melainkan dapat terjadi di kawasan yang mempunyai penghuni yang padat, seperti kawasan kampus. Untuk itu perlu adanya optimalisasi pengelolaan sampah agar sampah tidak menjadi permasalahan dan mengganggu aktivitas masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi pengelolaan sampah di Kampus Fikes Unsoed.Metode yang digunakan adalah cross sectional study.Subyek penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik proportional random sampling sebanyak 74 orang.Cara pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi pengelolaan sampah di Kampus Fikes Unsoed adalah sarana dan prasarana. Jika sarana dan prasaran di Kampus Fikes Unsoed lebih baik dan melarang untuk membakar sampah maka optimalisasi pengelolaan sampah akan lebih baik.Pileup trash in indonesia increased in line with the increase in activity of the community which is from trash settlement (households) and non settlement. Garbage is one of the problems which are very complicated and very extensive, not only happened in residential areas but also it can happen in the region that have many occupants such as college. The purpose of this research was to know factors that influence the optimization of waste management in Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University. The Methods used cross sectional study. The subject of research obtained by using proportional random sampling technique as many as 74 people. The methods to collect the data was interview, observation, and documentation. The result showed that factors which were influence the optimization of waste management in Faculty of Health SciencesJenderal Soedirman University was the facilities and infrastructure. If facilities and infrastructure are well provided in Faculty of Health Science Jenderal Soedirman University and people forbidden to burn garbage, the optimization of waste management will be better.