Artikelilmiahs
Menampilkan 27.721-27.740 dari 50.190 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27721 | 31079 | I1A017031 | LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RUMAH SAKIT DI INDONESIA | Latar Belakang : Persaingan global saat ini membuat berbagai rumah sakit dituntut agar memiliki kinerja yang tinggi supaya tetap kompetitif. Kinerja rumah sakit sangat berkaitan dengan kinerja tenaga kesehatan secara individu dalam organisasi. Kepuasan kerja berkaitan dengan kinerja tenaga kesehatan maka dari itu dalam meningkatkan agar rumah sakit tetap kompetitif diperlukan kepuasan kerja perawat yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan Scoping Review karena belum ditemukan penelitian sebelumnya mengenai kepuasan kerja perawat di Indonesia menggunakan metode tersebut sehingga penelitian ini diperlukan untuk mengetahui faktor kepuasan kerja perawat di Indonesia secara menyeluruh berdasarkan penelitian terdahulu. Metodologi : Metode yang digunakan adalah scoping review merupakan metode yang dapat digunakan untuk meringkas dan menyebarluaskan temuan penelitian, untuk mengidentifikasi kesenjangan penelitian, dan membuat rekomendasi untuk penelitian selanjutnya Hasil Penelitian : Berdasarkan kriteria inklusi eklusi database dan prisma cheklist maka diperoleh sebanyak 6 artikel ilmiah yang meneliti mengenai faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat rumah sakit di Indonesia yang selanjutnya 6 artikel tersebut dilakukan review. Kesimpulan : Faktor yang berhubungan secara signifikan dengan kepuasan kerja perawat rumah sakit di Indonesia adalah karakteristik pekerjaan, lingkungan kerja non fisik, dan komunikasi interpersonal. Sedangkan Faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat rumah sakit di Indonesia adalah prestasi, pengakuan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab, pengembangan potensi individu, tanggung jawab, gaji, kondisi kerja, supervisi, rekan kerja, rasa aman, dan iklim kerja Kata kunci : Kepuasan kerja, Perawat Rumah Sakit | Background: Global competition is currently required for various hopsitals to have performance in order to remain competitive. Hospital performance is closely related to the performance of individual health workers in the organization. Job satisfaction is related to health workers performance, therefore in order to improve the hospital to remain competitive, high job satisfaction of nurses is required. This research used Scoping Review approach because previous research on job satisfaction of nurses in Indonesia has not been found using this method, so this research is needed to determine the overall job satisfaction factor of nurses in Indonesia based on previous research. Methodolgy: Scoping review was used as a method, it could be used to summarize and expand research findings, to identify research gap, and make recommendation for the next research. Research results: Based on database inclusion exclusion criteria and checklist prism, six scientific article were obtained that examined the factors related to job satisfaction of hospital nurses in Indonesia which further was reviewed. Conclusions: Factors that significantly related to job satisfaction of hospital nurses in Indonesia were job charateristic, non-physical work environment, and interpersonal communication. While factors that related to job satisfaction of hospital nurses in Indonesia were achievement, recognition, the job itself, responsible, individual potentional development, responsible, salary, working condition, supervision, co-workers, sense of secure, and working climate. Keyword: job satisfaction, hospital nurses | |
| 27722 | 31080 | F1A016039 | Alasan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Melakukan Graduasi Mandiri dari Kepesertaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Benda Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes | Kemiskinan merupakan masalah kompleks yang ditandai dengan rendahnya kualitas hidup, pendidikan dan kesehatan masyarakatnya. Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang menjadi komponen utama, yaitu bidang pendidikan dan kesehatan, dengan adanya syarat-syarat tertentu untuk mendapatkan bantuan tersebut. Graduasi Mandiri atau KPM yang keluar dari kepersertaan PKH dengan secara sukarela, dikarenakan keluarga KPM dengan sadar dan ikhlas bahwa dirinya sudah tidak layak lagi untuk mendapatkan bantuan PKH. Fokus kajian pada penelitian ini adalah ingin mengetahui dan menjelaskan alasan serta kondisi kesehatan dan pendidikan KPM yang graduasi mandiri PKH di Desa Benda Kecamatan Sirampog. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian berupa deskripstif kualitatif. Hasil dari penelitian yaitu alasan-alasan KPM yang melakukan graduasi mandiri, dimana mereka sebagian melakukan graduasi selain sudah mampu, mereka juga memiliki usaha serta karena permasalahan stiker “Keluarga Miskin” yang nantinya dipasang disetiap rumah KPM PKH. Untuk kondisi kesehatan serta pendidikan baik, dilihat dari partisipasi KPM yang menghadiri fasilitas kesehatan dan membiayai anak-anak mereka dalam melanjutkan pendidikan seperti di perguruan tinggi dan pondok pesantren. Kata Kunci : Kemiskinan, Program Keluarga Miskin (PKH), Graduasi Mandiri | ABSTRACT Poverty is a complex problem characterized by low quality of life, education and public health. The Family Hope Program (PKH) is one of the programs that provides cash assistance to Very Poor Households (RTSM) which is the main component, namely the education and health sectors, with certain conditions for obtaining this assistance. Independent Graduation or KPM that leaves PKH voluntarily, because the KPM family is aware and sincere that they are no longer eligible for PKH assistance. The focus of the study in this study was to find out and explain the reasons and health and education conditions for KPM who graduated independently from PKH in Benda Village, Sirampog District. This study uses a qualitative approach with a qualitative descriptive research method. The results of the study were the reasons for KPMs who graduated independently, where some of them graduated apart from being able, they also had a business and because of the problem with the “Poor Family” sticker that would later be installed in every KPM PKH house. For good health and education conditions, it can be seen from the participation of KPM who attend health facilities and finance their children in continuing their education such as in universities and Islamic boarding schools. Keywords: Poverty, Poor Family Program (PKH), Independent Graduation | |
| 27723 | 31083 | B1A016020 | HUBUNGAN ANTARA STRUKTUR MIKROSKOPIS KELENJAR HIPOFISIS DENGAN STATUS REPRODUKSI BELUT SAWAH BETINA (Monopterus albus Zuiew) PADA TINGKAT KEMATANGAN GONAD BERBEDA | Belut sawah (Monopterus albus Zuiew) merupakan jenis ikan liar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat umum dan di daerah Banyumas masih jarang dibudidayakan. Kesulitan dalam proses budidaya dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya yaitu sifat belut yang hermaprodit protogini. Proses pematangan gonad baik pada jantan ataupun betina dipengaruhi oleh kerja hormone gondatropin, yaitu FSH dan LH. Hal tersebut mendorong untuk dilakukannya pendekatan ilmiah mengenai hubungan hipofisis dengan Tingkat Kematangan Gonad (TKG) belut betina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur sel-sel sekretori pada hipofisis belut sawah betina TKG III dan IV, serta untuk mengetahui hubungan sel-sel sekretori hipofisis dengan TKG belut sawah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan mengambil sepuluh sampel untuk setiap TKG (III dan IV) dari 185 sampel belut yang diambil dari Pasar Wage, Purwokerto. Hipofisis belut yang diperoleh diproses menggunakan metode paraffin. Hasil sediaan histologi hipofisis kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif berdasarkan data persentase sel-sel asidofil dan basofil yang diperoleh. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan struktur hipofisis lebih banyak mengandung sel-sel basofil dibandingkan sel-sel asidofil, baik pada belut TKG III ataupun IV. Persentase sel basofil pada sampel TKG III mencapai nilai tertinggi sebesar 91% dan 93% pada TKG IV. Persebaran sel tidak merata, baik asidofil ataupun basofil dapat ditemukan di area adenohipofisis, yaitu Rostral Pars Distal (RPD), Proximal Pars Distal (PPD), dan Pars Intermedia (PI). Persebaran sel-sel asidofil dan basofil ke seluruh area adenohipofisis disebabkan adanya hiperplasia dan hipertropi. | Asian swamp eel (Monopterus albus Zuiew) is a type of wild fish which is widely consumed by the general public and it is rarely cultivated in Banyumas area. The difficulty in the cultivation process is influenced by several factors, one of them is the sexual status of M. albus which is protogynous hermaphrodite. The gonad maturation process in both males and females is influenced by the work of the gonadotropic hormones, namely FSH and LH. This encourages a scientific approach to the pituitary relationship with the Gonad Maturation Level (GML) of female eels. This study aims to determine the structure of pituitary secretory cells in female M. albus GML III and IV, and to determine the relationship between pituitary secretory cells and GML of M. albus. The method used in this research is purposive sampling by taking ten samples for each GML (III and IV) of M. albus taken from Pasar Wage, Purwokerto. The pituitary of M. albus that obtained was processed using the paraffin method. The result of the pituitary histology then analyzed descriptively qualitatively based on the percentage of acidophil and basophil cells obtained. The result showed that the pituitary structure contained more basophilic cells than acidophilic cells with percentage of basophil cells in GML III reached the highest value of 91% and 93% at GML IV. The distribution of cells is uneven, both acidophils and basophils can be found in the adenohypophysis area, namely Rostral Pars Distal (RPD), Proximal Pars Distal (PPD), and Pars Intermedia (PI). The spread of acidophils and basophils to all areas of the adenohypophysis is due to hyperplasia and hypertrophy. | |
| 27724 | 31084 | E1A015117 | TEKNIK PENYIDIKAN TINDAK PIDANA JOHN KEI (STUDI POLDA METRO JAYA) | Ketentuan tersebut di atas dikenal dengan asas praduga tidak bersalah (presumtion of innocence) yang menginginkan agar setiap orang yang menjalani proses perkara tetap dianggap sebagai tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan kesalahannya. Ketentuan Pasal 1 butir (1) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) menyatakan Penyidik adalah Pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui teknik penyidikan tindak pidana yang dilakukan oleh John Kei di Polda Metro Jaya dengan asas praduga tak bersalah dan kendalanya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penyidikan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya dalam pengungkapan tindak pidana yang dilakukan John Kei, sudah sesuai dengan asas praduga tak bersalah, yaitu : penyidik mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam proses penyidikan, yaitu menjunjung tinggi hak-hak tersangka sesuai dengan aturan yang berlaku sampai ada keputusan yang tetap dari pengadilan. Penyidik selalu memberikan perlakuan yang menyenangkan tidak ada penyiksaan dan juga tidak merendahkan martabat para tersangka. Dalam penegakan hukum dalam pengungkapan tindak pidana yang dilakukan John Kei, hambatan yang ada dari faktor hukumnya sendiri karena tidak menutup kemungkinan bahwa para tersangka akan dijatuhkan hukuman yang lebih ringan. | The aforementioned provision is known as the presumption of innocence, which demands that everyone who goes through the case process remains innocent until a court decision has permanent legal force stating his guilt. The provisions of Article 1 point (1) of the Criminal Procedure Code (KUHAP) states that Investigators are State Police Officers of the Republic of Indonesia or certain civil servants who are given special authority by law to carry out investigations. This study aims to determine the techniques of investigating criminal acts conducted by John Kei at Polda Metro Jaya with the presumption of innocence and constraints. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with informants, while secondary data were obtained from literature studies. The data that has been obtained are then processed and analyzed by qualitative methods and presented in the form of a systematic description. The results showed that the investigation technique carried out by the Polda Metro Jaya investigator in disclosing the criminal acts committed by John Kei was in accordance with the presumption of innocence, namely: the investigator puts forward the presumption of innocence in the investigation process, namely upholding the rights of the suspect in accordance with the rules that apply until there is a permanent decision from the court. Investigators always provide favorable treatment without torture and also not degrading the suspects' dignity. In law enforcement in disclosing crimes committed by John Kei, the obstacle comes from the legal factor itself because it does not rule out the possibility that the suspects will be given a lighter sentence. | |
| 27725 | 30897 | C1C013074 | PENGARUH KUALITAS PELAYANAN FISKUS, PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI, DAN SANKSI PAJAK TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK UMKM DI BEKASI SELATAN | Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pajak pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Bekasi Selatan. Objek penelitian ini adalah Kualitas Pelayanan Fiskus, Perkembangan Teknologi Informasi, Sanksi Perpajakan dan Kepatuhan Perpajakan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode cluster sampling dari 3.291 UMKM yang terdaftar di Desperindagkop Kota Bekasi, diambil 100 UMKM sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kualitas pelayanan otoritas pajak, (2) perkembangan teknologi informasi, dan (3) sanksi perpajakan berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak pemilik UMKM di Bekasi Selatan. | This study aims to examine the factors that affect tax compliance of Micro, Small and Medium Enterprises owners in South Bekasi. The object of this research is the Quality of Tax Authorities Services, Information Technology Development, Tax Sanctions and Tax Compliance. The sample was selected by using cluster sampling method from 3,291 UMKM registered in Desperindagkop Kota Bekasi, 100 UMKM were taken as the sample in this study. The results of this study indicate that (1) the quality of tax authorities services, (2) the development of information technology, and (3) tax sanctions affect the tax compliance of MSME owners in South Bekasi. | |
| 27726 | 31085 | H1C013023 | ANALISIS PERFORMANSI LAYANAN MULTIMEDIA VIDEO CALL MENGGUNAKAN PARAMETER QUALITY OF SERVICE PADA APLIKASI DISCORD DENGAN JARINGAN Wi-Fi DAN SELULER | Pada era modern teknologi informasi dan telekomunikasi menjadi sebuah kebutuhan untuk mendukung berbagai kegiatan baik individu, organisasi maupun pekerjaan melalui internet. Fasilitas teknologi informasi dan telekomunikasi melalui internet berupa layanan triple play (voice, video, data). Metode yang digunakan di dalam penelitian ini ialah dengan melakukan pengambilan data pada aplikasi Discord untuk melakukan video call pada konektifitas Wi-Fi dan operator seluler yang kemudian dianalisis dengan parameter dari Quality of Service (QoS) untuk mengetahui seberapa besar nilai indeks performansinya. Dari hasil penelitian tugas akhir, mendapatkan nilai diantaranya rata-rata Delay mendapatkan nilai indeks performansi 4, rata-rata nilai Jitter mendapatkan nilai indeks performansi 3, rata-rata nilai Packet Loss mendapatkan nilai indeks performansi 3, dan rata-rata Packet Loss mendapatkan nilai indeks performansi 4 dari 3 konektifitas yang digunakan untuk penelitian ini. | In the modern era, information and telecommunication technology has become a necessity to support various activities of both individuals, organizations and jobs via the internet. Information technology and telecommunication facilities through the internet are in the form of triple play services (voice, video, data). The method used in this study is to collect data on the Discord application to make video calls on Wi-Fi connectivity and cellular operators which are then analyzed with parameters from Quality of Service (QoS) to determine how much the performance index value is. From the results of the final project research, get the value including the average delay getting a performance index value of 4, the average Jitter value getting a performance index value of 3, the average Packet Loss value getting a performance index value of 3, and the average Packet Loss getting a value Performance index 4 of 3 connectivity used for this study. | |
| 27727 | 31105 | F2A018011 | PENGARUH PENILAIAN KERJA, BEBAN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA ASN DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Penilaian kinerja bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan pegawai yang didasarkan pada sistem prestasi dan sistem karier, Sistem penilaian e-kinerja merupakan aplikasi elektronik berupa website yang digunakan untuk penilaian kinerja dari ASN di setiap organisasi perangkat daerah bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran dan melakukan analisis secara mendalam tentang pengaruh penilaian kerja, beban kerja dan lingkugan kerja terhadap kepuasan kerja, baik secara parsial maupun secara simultan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan atau bersifat asosiatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei.Penelitian dilaksanakan di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Populasi penelitian ini yaitu ASN yang berpangkat/golongan eselon IV sebagai staff pelaksana teknis berjumlah 159 orang. Sampel diambil secara acak (simple random sampling). Ukuran sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin sebanyak 114. Pengumpulan data dilakukan melalui Kuesioner dengan skala likert, dokumentasi dan observasi, analisis data dilakukan dengan metode analisis statistik deskriptif. Pengujian hipotesis menggunakan metode analisis regresi linier sederhana dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kerja, beban kerja, dan lingkungan kerja secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap kepuasan kerja di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas. Pengaruh secara simultan 86,9% lebih besar dibandingkan dengan pengaruh secara parsial sehingga masing-masing variabel penilaian Kerja, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja memiliki pengaruh secara nyata. Kata Kunci: Beban Kerja, Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja, Penilaian Kerja | ABSTRACT The e-Performance appraisal system is an electronic application in the form of a website that is used for performance appraisal of employees in each Regional Apparatus Organization work implementation run effectively, efficiently, transparent, and accountable. This study aims to provide an overview and conduct an in-depth analysis of the effect of job appraisals, workload, and work environment on job satisfaction, either partially or simultaneously. This type of research is a quantitative study with an associative approach. The method used in this research is the survey method. The research was carried out at the regional secretariat office of The Banyumas Regency. The population of this study were ASNs with the echelon IV class as technical staff total 159 people. Samples were taken randomly. The sample size is determined based on the Slovin formula as much as 114. Data collection is done through a questionnaire with a Likert scale, documentation, and observation. Data analysis was performed using descriptive statistical analysis methods. Hypothesis testing uses simple linear regression and multiple regression analysis methods. The results showed that the job assessment, workload, and work environment both partially and simultaneously had an effect on job satisfaction at the regional secretariat office of Banyumas Regency. The effect is simultaneously 86.9% greater than the effect partially so that each variable of work assessment, workload, and work environment has a significant effect. Keywords: Job Satisfaction, Work Assessment, Workload, Work Environment | |
| 27728 | 31086 | C1B016066 | Pengaruh Jam Kerja Fleksibel, Person Job Fit dan Kompensasi Terhadap Intensi Keluar Kerja Pada Mitra Pengemudi Grab Indonesia di Bekasi, Jawa Barat | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh jam kerja fleksibel, person job fit dan kompensasi terhadap intensi keluar kerja (studi kasus pada mitra pengemudi grab indonesia di bekasi, jawa barat). Populasi pada penelitian ini adalah mitra pengemudi Grab Indonesia wilayah Bekasi. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner dengan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data sampel diperoleh sebanyak 100 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) jam kerja fleksibel berpengaruh negatif terhadap intensi keluar kerja mitra pengemudi Grab, (2) person job fit berpengaruh negatif terhadap intensi keluar kerja mitra pengemudi Grab, (3) kompensasi berpengaruh negatif terhadap intensi keluar kerja mitra pengemudi Grab. Implikasi dari penelitian bahwa manajemen perlu memerhatikan kualitas work-life balance dengan penerapan jam kerja fleksibel serta memerhatikan KSA (Knowledge, Skill, Ability) dalam proses rekruitmen dan pemenuhan kepuasan kompensasi agar dapat menekan tingkat intensi keluar kerja pada mitra pengemudi Grab. | This study aims to determine and analize effect of flexible working time, person job fit and compensation towards turnover intention driver Grab Indonesia. The population of this research is the driver’s who are partner of Grab Indonesia in Bekasi region. The research data was obtained through questionnaires with sampling method used is purposive sampling. The data sample was obtained as many as 100 respondents. The results of this research indicates that: (1) flexible working time has a negative impact to Grab drivers partner turnover intention, (2) person job fit has a negative impact to Grab drivers partner turnover intention, (3) compensation has a negative impact to Grab drivers partner turnover intention. The implication of this research is that management needs to pay attention to the quality of work-life balance by implementing flexible working hours and paying attention to KSA (Knowledge, Skill, Ability) in the recruitment process and fulfilling compensation satisfaction in order to reduce the level of intention to leave work for Grab driver partners. | |
| 27729 | 31087 | G1A017014 | PENGARUH PEMBERIAN SARI MARKISA UNGU (Passiflora edulis var edulis) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN MODEL DIABETES MELITUS | Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia) dan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak. Gangguan metabolisme lemak pada DM dapat ditandai dengan peningkatan kolesterol total, trigliserida, LDL, dan penurunan HDL. Markisa ungu memiliki berbagai kandungan zat gizi yang dapat memperbaiki profil lipid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) terhadap kadar profil lipid tikus putih (Rattus norvegicus) jantan model DM. Parameter profil lipid yang digunakan terdiri dari kolesterol total, trigliserida, LDL, dan HDL. Penelitian eksperimental murni dengan post test with control group design ini menggunakan 25 ekor tikus putih jantan Galur Wistar dan dibagi dalam 5 kelompok I) kontrol normal, II) kontrol DM, dan III, IV, V perlakuan sari markisa ungu dosis1, 05; 2,1; dan 4,2 mL/200 gBB/hari melalui sonde selama 21 hari. Induksi DM dengan aloksan intraperitoneal 120 mg/kgBB dosis tunggal dan dinyatakan berhasil induksi apabila kadar glukosa darah puasa hewan coba ≥ 200 mg/dL. Profil lipid diukur menggunakan metode enzimatic-photometric. Data dianalisis menggunakan uji parametrik One Way ANOVA dan uji non parametrik Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan profil lipid antar kelompok (p>0, 05), yaitu nilai p= 0,466 pada kolesterol total, p= 0,066 pada trigliserida, p= 0,769 pada LDL, dan p= 0,092 pada HDL. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) tidak dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL serum. Namun dapat meningkatkan kadar HDL serum tikus (Rattus norvegicus) jantan model DM. | Diabetes mellitus (DM) is a metabolic disorder characterized by increased blood glucose (hyperglycemia) and impairment of metabolism carbohydrate, protein, and lipid. Impairment of metabolism lipid characterized by increased total cholesterol, trigliserid, LDL, and decreased HDL. Purple passion fruit contains much nutritions that can improved lipid profile. The aim of this study was to determine the effect of purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) on serum lipid profile of male DM rats (Rattus norvegicus). The profile lipid’s parameter were observed total cholesterol, trigliserid, LDL, and HDL. This true experimental study used 25 Wistar strain male rats (Rattus norvegicus) which were divided into 5 groups: I (normal control), II (DM control), and III, IV, V purple passion fruit juice treatment dose of 1.05ml, 2.1ml, and 4.2ml/200gBW/day, respectively, through sonde for 21 days. Diabetes induction was made intraperitoneal by a single dose of alloxan 120mg/kgBW and was successful if the blood glucose levels >200 mg/dL. Lipid profile were analyzed with enzymatic-photometric method. The result of this experiment were analyzed by One Way ANOVA parametric test and Kruskal-wallis non-parametric test. The result of this experiment is there is no significant effect lipid profile between groups (p>0, 05) with p value for total cholesterol p=0,466, trigliserid p= 0,066, LDL p= 0,769, and HDL p= 0,092. The conclusion of this study is that the present of purple passion fruit (Passiflora edulis var edulis) can not reduce levels of total cholesterol, triglicerid, and HDL levels. However, it can increase serum HDL levels of male DM rats (Rattus norvegicus). | |
| 27730 | 31075 | C1A014088 | Pengaruh Suku Bunga Kredit, Inflasi, dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Profitabilitas Perbankan Domestik di ASEAN 5 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) Tahun 2010-2018 | Perbankan menjadi salah satu sektor keuangan yang berperan penting terhadap perekonomian suatu negara. Sebagai lembaga intermediasi keuangan yang beroperasi di atas kepercayaan nasabah, perbankan harus menunjukkan kinerja yang baik agar dapat terus dipercaya oleh para nasabah maupun investor, apalagi dengan adanya integrasi sektor perbankan di ASEAN yang dapat menyebabkan persaingan perbankan meningkat. Profitabilitas yang diproksikan dengan Return on Asset (ROA) merupakan salah satu indikator yang sering digunakan dalam mengukur kinerja perbankan, namun ROA perbankan di ASEAN 5 cenderung mengalami penurunan selama 5 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga kredit, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi terhadap profitabilitas (Return on Asset) perbankan di ASEAN 5 secara bersama-sama dan juga secara parsial. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan sumber data sekunder dan menggunakan data panel yang terdiri dari 5 negara dari kuartal 1 tahun 2010 hingga kuartal 4 tahun 2018, sehingga berjumlah 180 observasi. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif dengan menggunakan software Eviews. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan menggunakan Eviews menunjukkan bahwa : variabel suku bunga kredit dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA perbankan di ASEAN 5 secara parsial, sedangkan variabel inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA perbankan di ASEAN 5 secara parsial. Hasil analisis regresi data panel juga menunjukkan bahwa variabel suku bunga kredit, inflasi, dan pertumbuihan ekonomi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA perbankan di ASEAN 5. Impilkasi dari penelitian ini adalah agar pemerintah dan perbankan dapat mengontrol dan menyesuaikan suku bunga kredit sesuai dengan keadaan, misalnya dengan menurunkan suku bunga kredit ketika pemerintah ingin membangkitkan permintaan, konsumsi, dan investasi sehingga dapat meningkatkan profitabilitas perbankan.. Pemerintah juga diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di negaranya agar profitabilitas perbankan dapat meningkat. | Banking become one of financial sector that play important role for a country’s economy. As a financial intermediary that operates on customer’s trust, bank needs to show the good performance for maintaining trust from customers and investors, moreover banking’s competition is likely to increase due to banking’s integration in ASEAN region. Return on Asset (ROA) as proxy for profitability is the most commonly used indicator for measuring banking performance, but ROA of banks in ASEAN are tend to decline over the last five years. The purpose of this research is to analyze the effect of lending interest rate, inflation, and economic growth on banking profitability (Return on Asset) in ASEAN 5 simultaneously and partially. In this study, the author uses secondary data sources and panel data consisted of 5 countries from first quarter of 2010 to fourth quarter of 2018, resulting 180 observations. This research is a quantitative research using Eviews software. Based on the results of research and data analysis that has been done using Eviews shows that : both of lending interest rate and economic growth have a positive and significant impact on ASEAN 5 banking’s ROA partially, meanwhile inflation variable has no significant effect on ASEAN 5 banking’s ROA partially. The result of panel regression analysis also shows that simultaneously lending interest rate, inflation, and economic growth have a significant effect on ASEAN 5 banking’s ROA. The implication can be given is that government and banks are expected to be able to control and adjust lending interest rate according to the country’s condition, to give an example, by lowering lending interest rate when government have to increase the demand, consumption, and investment. Economic growth also expected to be increased so that banking profitability can be incresed too. | |
| 27731 | 31088 | C1I016008 | THE EFFECT OF COMPANY SIZE, INSTITUTIONAL OWNERSHIP, PROFITABILITY AND LEVERAGE ON DIVIDENDS PAYOUT RATIO | Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, kepemilikan institusional, leverage, dan profitabilitas terhadap dividend payout ratio. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor keuangan di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 perusahaan dalam kurun waktu 3 tahun. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio. Sedangkan variabel ukuran perusahaan dan leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap dividend payout ratio. Implikasi dari penelitian ini adalah manajer perusahaan diharapkan dapat mengambil keputusan dividend payout ratio dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhinya, hal ini diharapkan perusahaan dapat terhindar dari masalah keagenan yang dapat menimbulkan biaya keagenan pada perusahaan, bagi investor perusahaan hal tersebut Diharapkan dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk berinvestasi pada perusahaan dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi rasio pembayaran devidend sebelum berinvestasi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor yang dapat mempengaruhi rasio pembayaran deviden pada perusahaan sektor keuangan dan diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya di bidang dividend payout ratio, selanjutnya peneliti dapat menambahkan variabel lain untuk mengetahui variabel lain yang mempengaruhi dividend payout ratio. | This study is a study that uses secondary data and this study aims to determine the effect of company size, institutional ownership, leverage, and profitability on dividend payout ratio. The population in this study were financial sector companies on the Indonesian stock exchange in the period 2016-2018. The sample in this study were 16 companies in a 3 year period. The sampling technique used was purposive sampling and the data analysis used was multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that institutional ownership and profitability have a significant positive effect on the dividend payout ratio. Meanwhile, the variable company size and leverage does not have a significant effect on the dividend payout ratio. The implication of this research is that company managers are expected to make dividend payout ratio decisions by looking at the factors that influence it, this is hoped that the company can avoid agency problems that can cause agency costs in the company, for corporate investors it is expected to be used as reference material for investing in the company by looking at the factors that affect the dividend payout ratio before investing, this study is expected to provide information about the factors that can affect the dividend payout ratio in the financial sector companies and is expected to be used as a reference for further research in the field of dividend payout ratios, further researchers can add other variables to find out other variables that affect the dividend payout ratio. | |
| 27732 | 31089 | C1A016104 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PREFERENSI MASYARAKAT TERHADAP ANGKUTAN KAWASAN MBANGUN DESA DI KABUPATEN CILACAP | Cilacap merupakan daerah dengan perkembangan yang cukup cepat, dengan didukung daerahnya yang merupakan pusat industry dan wisata. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerintah mulai membuat inovasi baru berupa transportasi umum yaitu dengan meresmikan AwasMbaDe untuk melancarkan mobilitas masyarakat. Terdapat berbagai transportasi umum di Kota Cilacap, akan tetapi peneliti tertarik untuk meneliti preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe di Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendapatan, tarif (AwasMbaDe), tarif angkutan lain, dan kualitas pelayanan terhadap preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe, serta untuk menganalisis variabel yang paling berpengaruh terhadap preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, responden yang digunakan dalam penelitian sebanyak 100 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner sedangkan teknik analisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tarif (AwasMbaDe), dan tarif angkutan lain berpengaruh secara signifikan terhadap preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe. Dalam penelitian ini pendaptan dan kualitas pelayanan tidak berpengaruh terhadap preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe..Hasil penelitian ini terdapat variabel yang sangat berpengaruh terhadap preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe adalah variabel tarif (AwasMbaDe). Implikasi penelitian ini yaitu diharapkan untuk tingkat tarif AwasMbaDe tetap menguntungkan konsumen dalam artian tarifnya terjangkau untuk semua lapisan masyarakat. Sebab apabila tarif AwasMbaDe naik satu rupiah dapat menyebabkan turunnya preferensi masyarakat pengguna AwasMbaDe. | Cilacap is an area with a fairly fast development because this is the center of industry and tourism. Encouraging economic growth, the government has started making new innovations in the form of public transportation by inaugurating AwasMbaDe to accelerate community mobility. There are various public transportations in Cilacap. However, the researcher was interested in examining the preferences of the AwasMbaDe user community. The purposes of this study were to analyze the effect of income, rates of AwasMbaDe, other transportation rates, and the service quality to the preferences of the AwasMbaDe user community, and to analyze the most influence variable of the AwasMbaDe user community preferences. In this study the researcher used descriptive qualitative method with 100 respondents. The researcher used questionnaire for the data collection technique, while the analysis technique used multiple linear regression analysis techniques. The result of this study showed that the rates (AwasMbaDe), and the other public transportation rates significantly influence the preferences of the AwasMbaDe user community. The income and service quality had no effect on the preferences of them. There was a variable that greatly influence the preferences of the AwasMbaDe user community. This variable was the rates (AwasMbaDe). When the AwasMbaDe rates increases by just one rupiah, it can cause a decrease in the preferences of the AwasMbaDe user community. Therefore, the implication of this study is the researcher hoped the AwasMbaDe rates will still benefit consumers with affordable rates for all levels of society. | |
| 27733 | 31090 | J1C016050 | KUCHIGUSE DALAM GAME KONSOL NINTENDO SWITCH KAJIAN SEMANTIS ONOMATOPE DALAM ATSUMARE: DOUBUTSU NO MORI | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengklasifikasikan onomatope bahasa Jepang, yang muncul dalam bentuk kuchiguse dari karakter-karakter binatang dalam game konsol Atsumare: Doubutsu no Mori. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan catat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa onomatope kuchiguse yang paling banyak muncul yaitu onomatope kuchiguse berdasarkan karakter, diikuti dengan giyougo, gijougo, giseigo, giongo, dan gitaigo. Kuchiguse yang dituturkan bisa berasal dari onomatope dan onomatope yang diucapkan oleh karakter-karakter binatang tidak memiliki kaitan makna dengan kalimat yang dituturkan sebelumnya. Penggunaan onomatope pada kuchiguse sebagai kosa kata dalam Atsumare: Doubutsu no Mori merupakan variasi lain dari idiolek. | This research aims to describe and classify Japanese onomatopoeia, which appear in the form of kuchiguse from animal characters in the Atsumare: Doubutsu no Mori console game. The method used is a qualitative descriptive research method with data collection techniques is the observation note technique. Based on the results of the research, it can be concluded that the onomatopoeic kuchiguse that appears the most is based on characters onomatopoeic kuchiguse, followed by giyougo, gijougo, giseigo, giongo, and gitaigo. The spoken kuchiguse can be derived from onomatopoeia and the spoken onomatopoeia by the animal characters has no meaning to the sentence previously spoken. The use of onomatopoeia of kuchiguse as vocabulary in Atsumare: Doubutsu no Mori is another variation of idiolect. | |
| 27734 | 31091 | E1A016013 | PEMBUKTIAN DIGITAL FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DIGITAL TINDAK PIDANA PENIPUAN TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2018/PN.Mks) | Perkembangan ini ada satu fenomena menarik yang timbul di masyarakat, yaitu jual beli online dimana kita dapat bertransaksi membeli barang atau jasa melalui media elektronik di dunia maya atau virtual dimana pembeli dan penjual tidak bertemu secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat bukti digital forensic dalam Putusan Pengadilan Negeri Makasar Nomor 1301/Pid.Sus/2018/PN.Mks. hanya menggunakan Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan menggunakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan untuk mengetahui apakah putusan tersebut sah jika dikaitkan dengan Pasal 184 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif yang bersifat kualitatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data primer, data sekunder dan data tersier. Metode pengumpulan dan pengolahan bahan hukum adalah studi dokumen (studi kepustakaan) serta dianalisis dengan menggunakan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menganalisa alat bukti digital forensik pada Putusan Pengadilan Negeri Makasar Nomor 1301/Pid.Sus/2018/PN.Mks. Maka berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ini memperluas dari ketentuan Pasal 184 KUHAP mengenai alat bukti yang sah. Dan hasil pemeriksaan digital forensik ini dalam persidangan disampaikan oleh Ahli, yang mana dalam Pasal 184 KUHP keterangan ahli menjadi alat bukti yang sah. | This development is an interesting phenomenon that arises in society, namely buying and selling online where we can transact to buy goods or services through electronic media in cyberspace or virtual worlds where buyers and sellers do not meet physically. This study aims to determine digital forensic evidence in the Makassar District Court Decision Number 1301 / Pid.Sus / 2018 / PN.Mks. only use the Criminal Procedure Law and use the Information and Electronic Transactions Law and to find out whether the decision is valid if it is linked to Article 184 of Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law and Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. The research method used is qualitative normative with prescriptive research specifications. Sources of legal materials used are primary data, secondary data and tertiary data. The method of collecting and processing legal materials is document study (literature study) and is analyzed using qualitative normative analysis. Based on the results of the research, analyzing digital forensic evidence in the Makasar District Court Decision Number 1301 / Pid.Sus / 2018 / PN.Mks. So based on the Criminal Procedure Code (KUHAP), Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions extends from the provisions of Article 184 of the Criminal Procedure Code regarding legal evidence. And the results of this digital forensic examination in the trial were conveyed by the Expert, which in Article 184 of the Criminal Code the expert's statement becomes valid evidence. | |
| 27735 | 31037 | H1A016022 | IMPLEMENTASI METODE DEVOPS PADA SISTEM KENDALI LAMPU JALAN UMUM ADAPTIF BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) | Saat ini besarnya konsumsi energi menjadi permasalahan utama pada kota. Salah satu sektor yang berpotensi untuk mewujudkan penghematan energi adalah pada sektor penerangan jalan umum. PJU yang menyala setiap malam telah mengonsumsi daya sekitar 30% dari konsumsi daya listrik pada banyak negara. Salah satu upaya untuk melakukan penghematan konsumsi energi pada PJU adalah dengan menambahkan sistem adaptif. Sistem adaptif dapat melakukan pendeteksian objek pada sekitar PJU dan akan mengaktifkan beberapa lampu di sekitar pengguna jalan tersebut. penambahan sistem adaptif dibutuhkan teknologi seperti Internet of Things untuk membuat sistem yang terintegrasi dengan baik. Dalam melakukan pengembangan penerangan jalan umum dengan sistem adaptif ini dibutuhkan metode yang tepat. Metode DevOps merupakan metode yang tepat, karena metode ini dapat mengoptimalkan proses kolaborasi antara development dan operation. hal ini dapat menciptakan sistem yang baik dengan performa tinggi karena pengembang lebih sering melakukan minor update. | At this time the consumption of energy is become a major problem in the city. One of the sector that can make some savings energy is public street lighting, this problem caused by public street lighting is lights up every night and has consumed about 30% of the electricty consumption in many countries. One of the effort to save energy consumption in public street lighting is adding an adaptive system so it can detect objects around the public street lighting and it will activate several lights around the objects. Furthermore, to add an adaptive system, there is a technology such as internet of things is needed to create a well-integrated sytem. In conducting the development of public street lighting with this adapive system, the right method is needed. DevOps is the right method because this method can optimize the process of collaboration between development and operation. So that system can be a good system with high performance can be created because developers often do minor updates. | |
| 27736 | 31092 | A1D016070 | PENGGUNAAN METABOLIT SEKUNDER ASAL Beauveria bassiana UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI (Hypothenemus hampei) DI DESA PESANGKALAN KECAMATAN PAGEDONGAN, BANJARNEGARA | Penggerek buah kopi Hypothenemus hampei (PBKo) merupakan serangga hama utama tanaman kopi yang menyebabkan kerusakan produksi dan kualitas kopi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan metabolit sekunder asal jamur Beauveria bassiana untuk mengendalikan serangga hama PBKo pada pertanaman kopi organik. Penelitian telah dilaksanakan pada pertanaman kopi organik di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara mulai bulan September sampai November 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penyemprotan larutan metabolit sekunder Bio B10. Perlakuan terdiri dari (1) penyemprotan larutan metabolit sekunder (20 ml per liter air) dan (2) tanpa penyemprotan metabolit sekunder (kontrol). Percobaan diulang 20 kali. Variabel yang diamati yaitu intensitas serangan hama PBKo dan populasi kumbang PBKo yang tertangkap perangkap botol. Data dianalisis menggunakan uji T pada taraf kesalahan 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penyemprotan metabolit sekunder tidak menurunkan populasi kumbang dan intensitas serangan hama. | The coffee berry borer (CBB), Hypothenemus hampei is the main insect pest of the coffee plant which causes damage to coffee production and quality. This study aimed to assess the effectiveness of application raw secondary metabolite from Beauveria bassiana fungus to control CBB pest at organic coffee crops. The research was conducted at organic coffee crops in Pesangkalan Village, Pagedongan District, Banjarnegara from September to November 2019. The research used a completely randomized design (CRD) with spraying treatment with secondary metabolite (Bio B10) solution. The treatments consisted of (1) spraying secondary metabolite solution (20 ml per litre of water) and (2) without spraying with secondary metabolite (control). The experiment was repeated 20 times. The observed variables were the intensity of insect pest attack and number off beetle that caught in the bottle traps. Data were analyzed using the T test at error level 5%. The results showed that spraying of secondary metabolite did not reduce beetle population and and the intensity of CBB attack. | |
| 27737 | 31099 | E1A015075 | PERAN BALAI PEMASYARAKATAN TERHADAP PENJATUHAN SANKSI PIDANA OLEH HAKIM PADA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN OLEH ANAK DIBAWAH UMUR (Studi Putusan No. 11/Pid.Sis-Anak/2016/PN.Lgs) | Tindak pidana pembunuhan berencana merupakan salah satu akibat dari adanya pengaruh kemajuan baik itu ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan perkembangan pembangunan pada umumnya berdampak bagi seluruh kehidupan masyarakat, tidak terkecuali pada anak-anak. Isu mengenai perkembangan anak menjadi salah satu hal yang penting didiskusikan. Tak terkecuali isu mengenai anak-anak yang berkonflik dengan hukum. Tentunya tindakan yang dilakukan oleh anak dianggap telah meresahkan dan menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat dalam lingkungannya, terlebih warga yang memiliki anak yang masih duduk dibangku sekolah. Balai pemasyarakatan sebagai bahan pertimbangan hakim salah satunya membuat laporan penelitian kemasyarakatan dalam memutus perkara anak yang berkonflik dengan hukum. Rumusan masalah dalam penelitian ini, 1. Peran Balai Pemasyarakatan dalam penjatuhan sanksi pidana oleh hakim pada tindak pidana pembunuhan berencana yang dilakukan oleh anak dibawah umur ? 2. Dasar pertimbangan hakim yang mendasarkan pada pertimbangan dari balai pemasyarakatan dalam penjatuhan sanksi pidana terhadap tindak pidana pada putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs ? Peneliti menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah preskriptif yang disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis. Selanjutnya metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian terhadap Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs menunjukkan dimana Balai Pemasyarakatan (BAPAS) memberikan laporan hasil Penelitian Kemasyarakatan terhadap kasus ini yang mana merupakan salah satu faktor sebagai bahan pertimbangan hakim dalam hal pidana anak | Felony murder is one of the results of the influence of the progress of the good that science, technology, culture, and development, in general, have an impact for the whole life of the community, not the exception in children. Issues regarding the development of the child become one of the important things discussed. No exception the issue of children in conflict with the law. Of course, the actions performed by the child are considered to have been unsettling and cause discomfort community in the environment, especially the residents who have children that are still sitting in school. Central prison as the judge's considered one of which makes the research report community in deciding the case of children in conflict with the law. Problem formulation in this research, 1. The role of the central prison in the imposition of criminal sanctions by the judge at the criminal offense of premeditated murder committed by a child under the age ? 2. The basis of the consideration of the judges who based on the consideration of the central prison in the imposition of criminal sanctions on crime in decision No. 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs ? Researchers using the method of normative juridical research with the specification of the research prescriptive. The Data used is secondary data obtained through a literature study. Specifications research is prescriptively presented in the form of a description drawn up systematically. Furthermore, the methods of data analysis in this research using the method of normative analysis qualitative. Results of a study of Decision No. 11/Pid.Sus-Anak/2016/PN.Lgs shows where the Hall of Corrections (BAPAS) provide reports of the results of the Research Community to this case which is one of the factors for consideration by the judge in the case of criminal children.. | |
| 27738 | 31093 | D1B019012 | ANALISIS EKONOMI DAN PRODUKSI USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER MENGGUNAKAN TIPE KANDANG CLOSED HOUSE DUA LANTAI DAN TIGA LANTAI DI KABUPATEN KEBUMEN | Potensi usaha ayam broiler memiliki peluang yang besar untuk dijadikan sebuah usaha peternakan karena tingginya akan permintaan dari masyarakat untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. Perkembangan teknologi dalam pemeliharaan ayam broiler menjadikan kemudahan dan tingkat produktivitas ternak meningkat sehingga pendapatan peternak optimal. Perkembangan teknologi yaitu dengan penggunaan kandang closed house. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung pendapatan, BEP, menganalisis tingkat produksi dan mengetahui perbedaan tingkat pendapatan, BEP, dan produksi ternak pada usaha peternakan ayam broiler menggunakan kandang closed house dua lantai dan kandang closed house tiga lantai. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei di kabupaten Kebumen. Analisis ekonomi dan produksi dilakukan uji beda menggunakan uji t-student. Rata-rata pendapatan pada kandang closed house dua lantai yaitu Rp32.983.219,00/periode atau Rp1.375,00/ekor dan rata-rata pendapatan pada kandang closed house tiga lantai yaitu Rp43.826.365,00/periode atau Rp1.908,00/ekor. Rata-rata BEP ekor pada kandang closed house dua lantai yaitu 32.640 dan BEP harga Rp17.201,00/kilogram. Rata-rata BEP ekor pada kandang closed house tiga lantai yaitu 32.958 dan BEP harga yaitu Rp16.849,00. Rata-rata indeks produksi pada kandang closed house dua lantai yaitu 367,877 dan indeks produksi pada kandang closed house tiga lantai yaitu 392,576. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pendapatan, BEP, dan produksi pada kandang closed house dua lantai dan kandang closed house tiga lantai. | Broiler chicken business potential has a great opportunity to be used as a livestock business because of the demand from the public to meet their protein needs. Thu, farmer's income is optimal. Technological development is the use of closed house cages. This study aims to calculate the income, calculate BEP, analyze production levels and determine differences in income levels, BEP, and livestock production in broiler chicken farming using two-story closed house and three-story closed house cages. This research was conducted using a survey method in Kebumen district. Economic analysis and production were carried out by different tests using Student's t-test. The average income in a two-story closed house cage is IDR32,983,219.00/period or IDR1,375.00/livebird and the average income in a three-story closed house cage is IDR43,826,365.00/period or IDR1,908.00/livebird. The average BEP livebird in a two-story closed house is 32,640 and a BEP is priced at IDR17,201.00/kilogram. The average BEP livebird in a three-story closed house is 32,958 and the BEP price is IDR16,849.00. The average production index in the two-story closed house is 367,877 and the production index in the three-story closed house is 392,576. The results showed that there was no difference in income, BEP, and production in two-story closed house and three-story closed house | |
| 27739 | 31094 | E1A016004 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (TINJAUAN YURIDIS PUTUSAN NOMOR: 109/PID.SUS/2019/PN KBM) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal yaitu : (1) proses pembuktian terhadap tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (Putusan Nomor : 109/Pid.sus/2019/PN Kbm), dan yang ke (2) untuk mengetahui hambatan dalam proses pembuktian tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (Putusan Nomor : 109/Pid.Sus/2019/PN.Kbm). Penelitian yang digunakan penulis untuk menjawab kedua hal di atas adalah peneltian hukum normatif-empiris yaitu metode penelitian yang dalam hal ini menggabungkan unsur hukum normatif yang kemudian didukung dengan penambahan data atau unsur empiris. Hasil yang dicapai setelah melakukan penelitian adalah : (1) Dalam kasus yang diteliti oleh penulis, pada proses pembuktiannya berdasarkan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, sebagai alat bukti yang sah keterangan seorang saksi korban saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa terdakwa bersalah, apabila disertai dengan suatu alat bukti yang sah lainnya”. Merujuk pada pasal tersebut di atas, digunakan alat bukti yaitu keterangan saksi korban, keterangan saksi, keterangan terdakwa dan alat bukti surat yaitu Visum et Repertum untuk membuktikan kesalahan terdakwa. Hal ini juga sudah memenuhi Pasal 183 KUHAP yang dimana untuk membuktikan kesalahan terdakwa sekurang-kurangnya menggunakan dua alat bukti yang sah. Yang ke (2) Meskipun secara umum masih banyak hambatan-hambatan dalam proses pembuktian tindak pidana KDRT khususnya dalam persoalan alat bukti, namun demikian khusus untuk kasus yang diteliti oleh penulis tidak terdapat kendala yang cukup berarti dalam membuktikan perbuatan terdakwa, hal tersebut dikarenakan ketersediaan beberapa alat bukti yang saling berkesesuaian, sehingga tidak menyulitkan hakim untuk memperoleh keyakinan bahwa terdakwa benar telah melakukan kekerasan terhadap korban. | This study aims to find out two things, namely: (1) the process of proving domestic violence crimes (Verdict Number: 109/Pid.sus/2019/PN Kbm), and the 2nd (2) to find out the obstacles in the process of proving domestic violence crimes (Verdict Number: 109/Pid.Sus/2019/PN.Kbm). The research used by the authors to answer both of the above is normative-empirical legal research which is a research method that in this case combines normative legal elements that are then supported by the addition of data or empirical elements. The results achieved after conducting the research are: (1) In the case examined by the Author, in the process of proof based on Article 55 of Law Number 23 of 2004 on the Elimination of Domestic Violence, as a valid evidence of the testimony of a victim witness alone is sufficient to prove that the defendant is guilty, if accompanied by another valid evidence". Referring to the article above, evidence is used, namely victim witness statements, witness statements, defendant testimony and letter evidence, namely Visum et Repertum to prove the defendant's wrongdoing. It has also complied with Article 183 of the Criminal Code which is to prove the defendant's wrongdoing using at least two valid evidences. The 2nd (2) Although in general there are still many obstacles in the process of proving criminal acts kdrt especially in the matter of evidence, but specifically for the case examined by the Author there are no significant obstacles in proving the actions of the accused, it is due to the availability of several evidence tools that correspond to each other, so as not to make it difficult for the judge to obtain the belief that the defendant has actually committed violence against the victim. | |
| 27740 | 31095 | J1C016057 | Problematika Chounan dalam Sistem Ie pada Pertunjukan Rakugo “Kaji Musuko” | Sistem ie merupakan sistem patrilineal Jepang yang memberi prioritas dan kedudukan sosial tertinggi kepada laki-laki, khususnya anak laki-laki pertama (chounan). Keistimewaan chounan juga disertai dengan tanggung jawab besar yang membatasi. Terjadinya pelanggaran sistem ie dapat menimbulkan permasalahan yang serius dan mendasar. Penelitian bertujuan mengetahui problematika chounan yang berlawanan dengan sistem ie dalam cerita “Kaji Musuko”. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Analisis mencakup latar belakang sosial budaya Edo, latar belakang keluarga chounan, dan satuan pemadam kebakaran Edo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh chounan menghadapi dua masalah yang berlawanan dengan dua aturan sistem ie. Keinginan chounan menjadi pemadam kebakaran yang berlawanan dengan tanggung jawabnya sebagai penerus keluarga, menjadi masalah pertama. Masalah kedua adalah reputasi buruk gaen yang bertentangan dengan tanggung jawab chounan sebagai anggota ie. Kedua hal tersebut merupakan masalah besar pada sistem ie yang berujung pada dikeluarkannya chounan dari keluarga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem ie ternyata tidak selalu memberikan keuntungan bagi chounan karena terdapatnya kewajiban besar yang membatasi kebebasan chounan, khususnya dalam memilih profesi yang sesuai dengan minat mereka. | The Ie system is a patriarchal Japanese family system that gives social standing and priority to men, especially the firstborn men. These special treatments come with some huge and restraining responsibilities. Violation of ie’s rule could stir up a big and fundamental problem within the ie. This study explored and discussed Kaji Musuko’s chounan’s problem within the ie. This study used a qualitative and descriptive method which analyzes Edo's socio-cultural background, chounan’s family background, and the Edo fire department. Results showed that chounan had faced two problems that were violating two ie’s rules respectively. The first problem came from chounan ambition to be a firefighter despite having responsibilities as the heir of the family. The second problem came from chounan’s job, the notorious gaen, which clashed with his responsibility as ie member to keep the family's honor. These two problems caused a major problem in the family and chounan was disowned as a penalty for his action. The conclusion of this study is that ie system does not always provide benefits to chounan as there are some huge responsibilities that limits chounan’s independency, especially in choosing a job that suits their interests. |