Artikelilmiahs
Menampilkan 27.741-27.760 dari 50.181 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27741 | 31096 | I1A016102 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS 3R OLEH MAHASISWA FIKES UNSOED TAHUN 2020 | Latar Belakang: Kampus merupakah salah satu tempat yang memiliki potensi produksi sampah yang tinggi dalam suatu kota, sementara mahasiswa dinilai sangat bisa diandalkan dalam menyerap dan mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan sampah. Berdasarkan survey pendahuluan di kampus FIKes Unsoed masih ditemukan sampah yang berserakan atau tidak pada tempatnya, mahasiswa masih banyak menggunakan plastik, dan tidak melakukan pemilahan sampah, padahal sudah ada peraturan mengenai larangan penggunaan plastik dalam salah satu upaya pewujudan 3R (reduce, reuse, recycle). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pengeloaan sampah berbasis 3R oleh mahasiswa FIKes Unsoed Tahun 2020. Metodologi: Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan desain studi cross sectional. Analisis data dalam penelitian meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji Kai Kuadrat, serta analisis multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil Penelitian: Variabel peraturan memiliki p-value = 0,000 (bivariate) dan p-value=0,000 (multivariat) dengan OR=5,785. Selanjutnya, variabel niat memiliki p-value = 0,000 (bivariat) dan nilai p-value 0,005 (multivariat) dengan OR= 4,853. Kesimpulan: Ada hubungan dan pengaruh antara peraturan dan niat terhadap perilaku pengelolaan sampah berbasis 3R oleh mahasiswa FIKes Unsoed tahun 2020. Selanjutnya, saran dalam penelitian ini ditujukan kepada mahasiswa FIKes Unsoed, FIKes Unsoed, dan peneliti selanjutnya. | Background: Campus is one of places that potentially has high amout of waste production at a city, while students are considered to be very reliable in absorbing and implementing knowledge and skills in waste management. Based on a preliminary survey at the Unsoed Faculty of Helath Science, trash was still found scattered or not in its place, a lot of students still use plastics, and didn’t sort the waste. This study aims to determine the factors that influence 3R-based waste management behavior by Unsoed Faculty of Health Science Students in 2020. Metodology: This quantitative study uses a cross sectional study design approach. Data analysis in this study included univariate analysis, bivariate analysis by Chi-square test, and multivariate analysis by Logistic Regression test. Results: The regulatory variable has p-value = 0,000 (bivariate) and p-value = 0,000 (multivariate) with OR = 5.785. Then, the intention variable has a p-value = 0,000 (bivariate) and a p-value of 0.005 (multivariate) with OR = 4.853. Conclusion: There is a relationship and influence between regulations and intentions on 3R-based waste management behavior by Unsoed Faculty of Health Science Students in 2020. In addition, the suggestions in this study are addressed to Unsoed Faculty of Health Science students, Unsoed Faculty of Health Science and next researchers. | |
| 27742 | 31097 | H1C013039 | KLASIFIKASI KUALITAS BERAS DENGAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN METODE CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) BERBASIS ANDROID RICE QUALITY CLASSIFICATION WITH DIGITAL IMAGES USING CONVOLUTIONAL | Beras merupakan makanan pokok bagi masyarakat Indonesia. Maka dari itu beras yang beredar di pasaran harus memiliki standar dan kualitas yang baik. Standar pengujian kualitas beras dapat dilakukan secara laboratorium dan visual. Namun pengujian tersebut hanya bisa dilakukan oleh orang yang berpengalaman dan alat yang mumpuni. Untuk empermudah hal tersebut maka perlu adanya aplikasi pada smartphone untuk endeteksi kualitas beras. Dalam hal ini penulis membuat penelitian tentang klasifikasi kualitas beras menggunakan deep learning berbasis android agar mudah digunakan menggunakan smartphone. Dalam deep learning terdapat Convolution Neural Network (CNN) yang memiliki berbagai macam arsitektur yang dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi kualitas beras berdasarkan citranya. Jenis arsitektur CNN yang digunakan pada penelitian ini adalah VGG-16Net dan MobileNetV1. Kedua arsitektur tersebut digunakan untuk melakukan pelatihan dan pengujian pada infrastruktur Google Colaboratory. Dari hasil pelatihan tersebut kemudian disimpan dalam file TensorFow Lite dan diimpor ke dalam project pada Android Studio agar dapat diimplementasikan pada aplikasi android. Berdasarkan hasil pelatihan pada Google Colaboratory dengan dataset kualitas beras pada arsitektur VGG-16Net dan MobilenNetv1 diperoleh tingkat akurasi pelatihan 1.0 . Selian itu juga dilakukan pengujian pada perangkat android menggunakan aplikasi “RqS” dengan objek dalam kondisi berada di sebuah wadah didapatkan tingkat keberhasilan dari arsitektur VGG-16Net dataset with flashlight uji with flashlight sebesar 78,89% dan dengan dataset without flashlight uji without flashlight 50% sedangkan untuk arsitektur MobileNet dataset with flashlight uji with flashlight sebesar 95,56% dan dengan dataset withouut flashlight uji without flashlight 92,22%. | Rice is the staple food for most people in Indonesia. Therefore, rice on the market must have a standard and good quality. Standard testing the quality of rice can be carried out laboratory and visually. However, this test can only be done by experienced people and qualified equipment. To make this easier, it is necessary to have an application on a smartphone to detect the quality of rice. In this case the authors make research on the identification of plant diseases using Android-based deep learning so that it is easy to use using smartphones. In the deep learning there is the Convolutional Neural Network has a variety op architectures that can be used to classification rice quakit based on their image. CNN archchitectures types used in the classification of rice quality are VGG16Net and MobileNet. Both architectures are used for training and testing on the Google Colaboratory infrastructures. Then the training data is stored and convered inti a TensorFlow Lite file and imported a project in Android studio so that it cab be implemented in an Android application. Based on the results of training at Google Colaboratory with a dataset of rice quality on VGG-16Net and MobilenNetv1 architectures, the training accuracy level is 1.0. In addition, testing was also carried out on an Android device using the "RqS" application with the object in a container, the success rate of the VGG-16Net dataset architecture with flashlight test with flashlight was 78.89% and with the dataset without flashlight, the test without flashlight was 50%. Meanwhile, for the MobileNet architecture the dataset with flashlight, the test with flashlight was 95.56% and the dataset without flashlight was 92.22%.flashlight was 95.56% and the dataset without flashlight was 92.22%. | |
| 27743 | 31100 | K1B016034 | PERAMALAN JUMLAH CURAH HUJAN DI KALIMANTAN BARAT MENGGUNAKAN MODEL GENERALIZED SPACE TIME AUTOREGRESSIVE | Model GSTAR merupakan salah satu model space time yang sering digunakan untuk memodelkan data suatu peristiwa yang dikumpulkan berdasarkan waktu di sejumlah lokasi yang dianggap saling berkaitan. Pada penelitian ini, model GSTAR akan diaplikasikan untuk meramalkan jumlah curah hujan bulanan di Kalimantan Barat khususnya di Stasiun Sintang, Stasiun Melawi, dan Stasiun Ketapang. Adapun bobot spasial yang digunakan dalam penelitian ini yaitu bobot seragam, bobot inversi jarak, dan bobot normalisasi korelasi silang. Sementara, metode estimasi yang digunakan adalah OLS (Ordinary Least Square). Pemilihan model terbaik berdasarkan nilai RMSE terkecil menunjukkan bahwa model GSTAR (1:1) dengan ketiga bobot spasial tersebut sama baiknya karena memiliki nilai RMSE yang hampir sama, sehingga peramalan periode selanjutnya dilakukan menggunakan ketiga bobot spasial tersebut. Hasil peramalan jumlah curah hujan untuk periode selanjutnya menunjukkan bahwa jumlah curah hujan tertinggi pada ketiga lokasi tersebut diperkirakan terjadi pada bulan Januari 2019 atau Maret 2019. Sementara, jumlah curah hujan terendah diperkirakan terjadi pada bulan Agustus 2019 atau September 2019. | The GSTAR model is one of the space time models that is often used to model event data that is collected based on time in several locations that are considered to be interrelated. The purpose of this research is to forecast the rainfall data in West Kalimantan with GSTAR model. The spatial weights used in this research are uniform weight, distance inversion weight, and cross-correlation normalization weight. Model parameters are estimated using the Ordinary Least Square (OLS) method. The selection of the best model based on the smallest RMSE value shows that the GSTAR (1: 1) model with the three spatial weights is equally good because it has almost the same RMSE value, so the next period forecasting is carried out using the three spatial weights. The results of forecasting the amount of rainfall for the next periods show that the highest amount of rainfall in the three locations occur in January 2019 or March 2019. Meanwhile, the lowest amount of rainfall occur in August 2019 or September 2019. | |
| 27744 | 31101 | E1A115120 | PERANAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DALAM PENGUNGKAPAN KASUS TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (Studi Kasus di Kepolisian Resor Cilacap) | Ilmu kedokteran forensik adalah ilmu yang digunakan untuk keperluam hukum dengan memberikan bukti ilmiah yang dapat digunakan dalam memecahkan kejahatan khususnya kejahatan tindak pidana pembunuhan. Ilmu ini mempelajari sebab kematian, identifikasi, keadaan mayat postmortem. Berdasarkan uraian diatas maka permasalahan yang diambil dalam penulisan skripsi ini antara lain bagaimanakan peranan ilmu kedokteran forensik dalam pengungkapan kasus tindak pidana pembunuhan? Dan apakah faktor-faktor yang mempengaruhi terungkapnya suatu tindak pidana pembunuhan? Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan yuridis sosiologis. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel adalah wawancara dengan narasumber. Hasil wawancara responden kemudian diolah dan dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa ilmu kedokteran forensik sangat berperan penting dalam proses penyidikan pada perkara tindak pidana pembunuhan, untuk menentukan sebab-sebab kematian dan dijadikan alat bukti yang sah berupa visum sesuai dalam Pasal 184 KUHAP. Disimpulkan bahwa faktor hukum dan penegak hukum yang masih kurang mengerti pentingnya ilmu kedokteran forensik, kemudian faktor sarana dan prasarana yang masih kurang memadai dikarenakan belum adanya dokter forensik, alat MAMBIS dan Dactyloscopy Criminal Kit. | Forensic medicine is the science that is used for legal purposes to provide scientific evidence that can be used in solving crimes, especially crimes criminal act of murder. The science of studying the causes of death, identification, state of the bodiespostmortem. Based on the description above, problems taken in this thesis include function what is the role of forensic science in the disclosure of murder crimes? And were the factors influencing the criminal act of murder revealed? The method used is the sociological juridicial. Source data used are primary data and secondary data. The sampling method used was interviews with sources. Results of interview respondents were then processed and analyzed qualitatively. Based on the result of research an discussion, we can conclude that the science of forensic medicine is very important in the process of investigation in the criminal case of murder, to determine the causes of death and used as legal evidence in the form of vise according to Article 184 Criminal Procedure Code. It was conclude that legal and law enforcement factors that still do not understand the importance of forensic medicine, then factor infrastructure is still inadequate, namely due to the absence of forensic doctor, the tools for investigation such as MAMBIS and Dactyloscopy Criminal Kit. | |
| 27745 | 31102 | I1G018003 | PENGARUH BANK SAMPAH TERHADAP PERILAKU PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA (Literature Review) | ABSTRAK Latar Belakang : Sampah merupakan salah satu penyebab terjadinya pencemaran lingkungan yang pada akhirnya akan menyebabkan kerusakan lingkungan. Pengelolaan sampah selama ini dilakukan secara konvensional. Salah satu sumber sampah adalah kegiatan rumah tangga. Munculnya aliran sampah berasal dari pembelian barang-barang untuk di konsumsi dalam rumah tangga. Bank Sampah merupakan salah satu alternatif pengelolaan sampah di Indonesia, Dengan adanya bank sampah diharapkan mampu meningkatkan perilaku pengelolaan sampah yang baik bagi masyarakat. Metodologi : Desain penelitian ini literature review dengan pendekatan literature review. Sumber data sekunder berupa jurnal diambil dari tiga data base (Google Scholar , Reseacrch Gate dan Springer Link). Kriteria jurnal yang di review yaitu rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 5 tahun, berbahasa Indonesia dan Inggris, original artikel dan tersedia full teks. Jurnal yang layak untuk di review sebanyak 10 jurnal berbahasa Indonesia. Hasil Penelitian: Pengelolaan sampah pada masyarakat sudah dikelola dengan baik dan menunjukkan perilaku yang positif. Selain itu faktor enabling yang mempengaruhi pengelolaan sampah adalah sarana prasarana dan sosial ekonomi. Faktor predisposing yang mempengaruhi pengelolaan sampah adalah sikap dan pengetahuan. Sedangkan faktor reinforcing yang mempengaruhi pengelolaan sampah adalah peran dari tokoh masyarakat dan pemerintah. Kesimpulan: Bank sampah berpengaruh terhadap perilaku pengelolaan sampah pada masyarakat ditunjukkan masyarakat sudah pada ranah psikomotorik dimana bank sampah dapat mempengaruhi perilaku pengelolaan sampah rumah tangga seperti pemilahan sampah sampai dengan pengelolaan sampah melalui prinsip 3R Kata Kunci : Bank Sampah, Perilaku, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga | ABSTRACT Background: Garbage is one of the causes of environmental pollution which in turn will cause environmental damage. Waste management has been done conventionally. One of the sources of waste is household activities. The emergence of the flow of waste originates from the purchase of goods for household consumption. Garbage Bank is an alternative waste management in Indonesia. With the existence of a waste bank it is expected to be able to improve the behavior of good waste management for the community. Methodology: The design of this study was literature review with a literature review approach. The secondary data source in the form of journals is taken from three data bases (Google Scholar, Research Gate and Springer Link). The criteria for the journals that are reviewed are the maximum journal publication time span of 5 years, in Indonesian and English, original articles and available in full text. There are 10 journals that deserve to be reviewed in Indonesian language. Research Results: Waste management in the community is well managed and shows positive behavior. Besides that, the enabling factors that influence waste management are infrastructure and socio-economic facilities. Predisposing factors that affect waste management are attitudes and knowledge. Meanwhile, the reinforcing factor that affects waste management is the role of community leaders and government. Conclusion: Waste banks have an effect on waste management behavior in the community, shown by the community already in the psychomotor realm where waste banks can influence household waste management behavior such as sorting waste to waste management through the 3R principle. | |
| 27746 | 31104 | B1A016097 | KARAKTERISASI MOLEKULER IKAN GURAMI TAMBAGO DAN SAGO (Osphronemus goramy Lac.) DARI PAYAKUMBUH, SUMATRA BARAT BERDASARKAN MARKA RAPD | Variasi dalam sistematika dapat dibedakan menjadi dua, yakni genetik dan non genetik. Variasi non genetik dapat berupa variasi umur, jenis kelamin, dan ukuran tubuh. Variasi genetik merupakan ukuran perbedaan materi genetik dalam suatu populasi. Variasi genetik dapat berupa polimorfisme gen, variasi haplotype dan variasi lokus. Ikan Gurami (Osphronemus gourami Lac.) memiliki banyak strain yang tersebar di Indonesia, diantaranya ada strain Tambago dan strain Sago. Karakter yang khas dari Gurami Sago ini adalah warna merahnya yang bersih tanpa adanya bintil atau campuran dengan warna hitam. Ikan Gurami Tambago memiliki pola yang khas pada sisik ventral dekat anal dengan warna seperti warna tembaga. Ikan Gurami strain Sago dan strain Tambago diduga memiliki perbedaan secara genetik karena variasi morfologi yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat polimorfisme genetik pada strain ikan Gurami Sago dan ikan Gurami Tambago dan mengetahui ada tidaknya perbedaan genetik pada spesies ikan Gurami strain Tambago dan ikan Gurami strain Sago. Analisis variasi genetik dilakukann terhadap tiga strain ikan Gurami, yakni strain Sago, Tambago dan Kalimantan menggunakan marka molekuler RAPD. Penelitian ini menggunakan empat primer, diantaranya OPA 07, OPA 11, OPA 20, dan OPAH 01. Analisis data dilakukan dengan AMOVA (Analysis of Molecular Variance) menggunakan perangkat lunak Arlequin ver. 3.5. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat polimorfisme DNA pada ikan Gurami dengan menggunakan marka RAPD yang terdiri dari OPA 7, OPA 11, OPA 20 dan OPAH 1. Keragaman genetik ikan Gurami strain Tambago dan Sago tergolong rendah dikarenakan sifat alaminya sebagai ikan air tawar yang memiliki kemampuan migrasi yang terbatas. Ikan Gurami strain Tambago dan Sago tidak menunukkan perbedaan genetik yang nyata. | Variations in systematics can be divided into two groups, namely genetic and non-genetic. Non-genetic variations include variations in age, sex, and body size. Genetic variation is a measure of the difference in genetic material of a population. Genetic variations can be gene polymorphisms, haplotype variations and locus variations. Gouramy fish (Osphronemus gourami Lac.) has many distributed strains in Indonesia, including the Tambago strain and the Sago strain. The distinctive character of Sago gouramy is its clean red colour without any nodules or a mixture of black. Tambago gouramy has a distinctive pattern on the ventral scales near the anal with a copper-like colour. Gouramy strains of Sago and Tambago are thought to have genetic differences due to their morphological variations. This study aimed to look at genetic polymorphisms in strains of Sago gouramy and Tambago gouramy and to determine whether there were genetic differences in the both strains. Genetic variation analysis was carried out on three strains of gouramy, namely Sago, Tambago and Kalimantan strains using RAPD molecular markers. This study used four primers, including OPA 07, OPA 11, OPA 20, and OPAH 01. Data analysis was performed using AMOVA (Analysis of Molecular Variance) with Arlequin ver software. 3.5. The results of this study indicated that there were DNA polymorphisms in gouramy using the RAPD markers consisting of OPA 7, OPA 11, OPA 20 and OPAH 1. Gouramy fish genetic diversity in Tambago and Sago strains is low due to its natural nature as freshwater fish that have limited migration capabilities. The Tambago and Sago strains of gouramy did not show any significant genetic differences. | |
| 27747 | 31108 | H1C016014 | GEOLOGI DAN ZONASI KERENTANAN GERAKAN TANAH SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL: STUDI KASUS KECAMATAN SOREANG, KABUPATEN BANDUNG, PROVINSI JAWA BARAT | Gerakan tanah merupakan gerakan perpindahan atau gerakan lereng dari bagian atas atau perpindahan massa tanah maupun batu pada arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukan semula (Varnes, 1978). Salah satu potensi gerakan tanah berada di kecamatan Soreang dan sekitarnya, maka dilakukan penelitian di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan tingkat zonasi kerentanan bahaya gerakan tanah dengan pendekatan kondisi geologi daerah penelitian, infiltrasi dari perubahan curah hujan harian secara temporal, dan sifat tanah secara spasial. Metode yang digunakan dalam pemodelan zonasi menggunakan aplikasi TRIGRS untuk menghitung faktor keamanan lereng berbasis grid akibat infiltrasi air hujan menggunakan data sifat fisik tanah, curah hujan, data ketinggian digital DEM, kemiringan lereng, dan arah aliran lereng. Satuan batuan pada daerah penelitian berupa satuan Breksi piroklastik, satuan Lava andesit, dan satuan Aluvium. Hasil pemodelan zonasi kerentanan gerakan tanah di lokasi penelitian terdiri dari 4 zonasi berdasarkan faktor keamanan yang diperoleh dari modifikasi klasifikasi Ward, 1976 dan kestabilan lereng yang umum digunakan yaitu berupa, zona kerentanan gerakan tanah tinggi, zona kerentanan gerakan tanah menengah, zona kerentanan gerakan rendah, dan zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah. Kondisi topografi dan karakteristik tanah mempengaruhi zonasi gerakan tanah. Kondisi kemiringan lereng yang curam sampai terjal menjadi faktor yang mempengaruhi zona kerentanan tinggi sedangkan untuk kemiringan lereng yang landai hingga curam berzona aman. Kondisi curah hujan menjadi faktor pengontrol penyebab perubahan tingkat kerentanan gerakan tanah secara temporal. Tingkat kerentanan ini ada kesesuaian dengan lokasi-lokasi gerakan tanah yang terjadi didaerah tersebut, sehingga pemodelan ini dapat digunakan dalam mengkaji gerakan tanah secara spasial dan temporal. | Soil movement is a movement of displacement or slope movement from the top or mass displacement of the ground as a rocks in the upright, flattening or slanting direction from the first position (Varnes, 1978). One of potential landslide is in Soreang subdistricts, hence the research is conducted in the area. The study aims to conduct zoning level modeling of soil movement hazards susceptibility by approaching the geological conditions of research areas, temporal variation of rainfall, and soil properties. The methods for modeling use TRIGRS applications to calculate grid-based slope safety factors due to rainwater infiltration using soil physical properties data, rainfall, digital elevation data, slopes, and slope directions. The lithology on the research area are pyroclastic Brection, Lava andesite, and Aluvium. The result of modeling landslide susceptibility at the research site consists of 4 zoning based on safety factors obtained from Ward,1976 classification. and commonly used slope stability, which are high suceptibility zone, midlle suceptibility zone, low suceptibility zone, and very low suceptibility zone. Topographic conditions and soil characteristics affect the zoning of soil movement. The steep slopes condition become a factor affecting high suceptibility zones, while for slopes that gentle to steeply zoned are safe. Rainfall conditions become the controlling factor causing temporal landslide suceptibility change. This level of suceptibility is compatible with the landslide location occurring in the area, so this modeling can be used in reviewing the movement of the soil spatially and temporally. | |
| 27748 | 31110 | F2A018005 | DAMPAK PROGRAM REVITALISASI PASAR TRADISIONAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PEDAGANG DI PASAR MANIS PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS IMPACT OF THE TRADITIONAL MARKET REVITALIZATION PROGRAM ON TRADERS 'WELFARE IN THE PURWOKERTO SWEET MARKET, BANYUMAS DISTRICT | Pasar tradisional sudah ada sejak zaman dahulu dan masih mampu bertahan hingga sekarang, akan tetapi eksistensi pasar tradisional pada saat ini mulai menurun karena kondisi bangunan pasar yang memprihatinkan. Masyarakat mulai pindah berbelanja di pasar modern karena kondisi yang lebih bersih dan nyaman dibandingkan dengan kondisi pasar-pasar tradisional di saat ini. Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk membangun kembali pasar tradisional dengan merenovasi pasar tradisonal. Kebijakan revitalisasi pasar tradisional ini mungkin salah satu kebijakan pemerintah yang sangat tepat untuk membuat pasar tradisonal tetap hidup, berkembang dan disukai masyarakat. Dengan adanya revitalisasi pasar tradisional diharapkan mampu mengembalikan peran penting pasar tradisional untuk terus memasarkan produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM). Salah satu tujuan revitalisasi pasar adalah agar pasar tradisional tidak kalah saing dengan maraknya pasar-pasar modern yang sekarang ini semakin menjamur di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak program revitalisasi pasar tradisional terhadap kesejahteraan pedagang. Penelitian ini menggunakan metode evaluasi single program after only dan dengan metode penelitian kuantitatif. Program Revitalisasi di Pasar Manis Purwokerto secara signifikan tidak berdampak terhadap kesejahteraan pedagang di Pasar Manis Purwokerto, revitalisasi pasar di Pasar Manis Purwokerto lebih memfokuskan pada aspek fisik pasar, sedangkan revitalisasi manajemen, sosial, dan ekonomi sudah diupayakan namun belum maksimal sehingga tujuan revitalisasi pasar belum bisa dicapai secara maksimal juga, salah satunya yaitu meningkatkan kesejahteraan pedagang. Untuk itu perlu upaya yang lebih maksimal lagi dari berbagai pihak, antara lain pemda, UPT pasar, dan pedagang agar program revitalisasi pasar bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tujuan dari program revitalisasi pasar bisa dicapai. | Traditional markets have existed since ancient times and are still able to survive today, however, the existence of traditional markets is currently starting to decline due to the apprehensive condition of the market buildings. People have started to shop in modern markets because the conditions are cleaner and more comfortable than the conditions in traditional markets today. The government issued a policy to rebuild traditional markets by renovating traditional markets. This traditional market revitalization policy may be one of the most appropriate government policies to keep traditional markets alive, developing and being liked by the community. With the revitalization of traditional markets, it is expected to be able to restore the important role of traditional markets to continue marketing products of small and medium enterprises (SMEs). One of the goals of market revitalization is so that traditional markets are not less competitive with the rise of modern markets that are increasingly mushrooming in society. The purpose of this study was to determine the impact of the traditional market revitalization program on the welfare of traders. This study uses a single program after only evaluation method and quantitative research methods. The revitalization program at Pasar Manis Purwokerto has no significant impact on the welfare of traders at Pasar Manis Purwokerto, market revitalization at Pasar Manis Purwokerto focuses more on the physical aspects of the market, while management, social and economic revitalization has been attempted but has not been maximized so that the goal of market revitalization cannot yet achieved maximally as well, one of which is improving the welfare of traders. For this reason, it needs more maximal efforts from various parties, including the local government, UPT markets, and traders so that the market revitalization program can run as expected and the objectives of the market revitalization program can be achieved. | |
| 27749 | 31587 | I1E016045 | OBJEK WISATA KIDUNG KAMPOENGKU SEBAGAI PRASARANA MEDIA PEMBELAJARAN AKTIVITAS LUAR KELAS | Latar Belakang: Objek Wisata Kidug Kampoengku merupakan sebuah Wisata yang bisa dijadikan tempat untuk pembelajaran outdoor activity. Outdoor activity merupakan sebuah ruang lingkup Penjas yang ada di Kurikulum 2013. Penelitian ini akan menganalisis Objek Wisata Kidung Kampoengku untuk prasarana pembelajaran outdoor activity untuk mengetahui kelayakan dan faktor pendukung serta penghambat untuk pembelajaran outdoor activity yang dilakukan oleh Guru Penjasorkes SD di Kecamatan Kedungbanteng. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan untuk pengambilan data dilakukan di SD di Kecamatan Kedungbanteng. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk Pengelola dan snowball sampling untuk Guru dan siswa. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil Penelitian: Objek Wisata Kidung Kampoengku digunakan oleh Guru Penjasorkes untuk pembelajaran outdoor activity karena terdapat tiga fasilitas yang mendukung yaitu outbound, camping ground, dan spot foto. Kesimpulan: Objek Wisata Kidung Kampoengku layak digunakan sebagai prasarana pembelajaran outdoor activity karena setelah melakukan pembelajaran outdoor activity respon siswa sangat baik, serta pengembangan objek wisata terus dilakukan secara bertahap guna meningkatkan rasa kenyamanan, keamanan di objek wisata. | Background : Kidung Kampoengku tour destination is famous as a place to do outdoor learning activity. Outdoor activity is a scope of physical education 2013 curriculum. This research will analyze Kidung Kampoengku tour destination as outdoor learning activity to consider its properness, supporting factors, and threats for outdoor learning activity which done by the physical education teacher in Kedungbanteng sub-district. Methodology: This research was used qualitative method, while the data collection was done in elementary school at Kidung Kampoengku sub-district. The data collection techniques was observation, interview, and documentation. Sampling technique in this research is used purposive sampling method to manage the data and snowball sampling for the teacher and the students. The Validity checking was done by triangulation data technique. The data analyzing was used Miles and Huberman model analysis. Research Result: Kidung Kampoengku tour destination is used by physical education teacher to do outdoor learning activity because there are three facilities that support the learning process, they are : outbound, campimg ground, and photo spot. Conclusion: Kidung Kampoengku tour destination is worth to use as outdoor learning activity because the student responses was very good after doing outdoor activity at Kidung Kampoengku tour destination, ass well as the development of tour destination continues to be carried out in stages in order to increase the sense of comfort and safety in tourist objects. | |
| 27750 | 31712 | J1A016023 | Sibling Rivalry in Blume’s Superfudge | Penelitian ini berjudul Sibling Rivalry in Blume’s Superfudge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persaingan saudara kandung terjadi di Blume's Superfudge. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dalam menganalisis data. Data primer adalah novel Judy Blume yang berjudul Superfudge (1980). Superfudge adalah novel anak-anak kedua dari sekuel Seri Fudge. Penelitian ini berfokus pada psikologi yang mempelajari perilaku manusia dan penyebabnya. Selain itu, peneliti menggunakan teori Adler (1964) tentang persaingan saudara kandung untuk mengetahui karakteristik anak-anak di Blume's Superfudge. Peneliti juga menggunakan teori Hurlock (2000) tentang faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan saudara sebagai tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya tiga faktor yang ditemukan berpengaruh pada hubungan saudara yaitu sikap orang tua, kedudukan dalam urutan, dan perbedaan usia. Sikap orang tua yang menjadi harapan orang tua, prioritas orang tua, dan sikap orang tua yang berpihak pada salah satu anaknya. Setelah itu, posisi dalam tatanan yang sedang kompetitif, pemberontak, bergumul dengan posisi dan haus pujian. Terakhir adalah perbedaan usia yaitu bagaimana orang tua memperlakukan anak karena sederajat atau berbeda. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya sibling rivalry dalam novel Blume's Superfudge. | This research entitled Sibling Rivalry in Blume’s Superfudge. The purpose of the research is to find out how does siblings’ rivalry occur in Blume’s Superfudge. The researcher used descriptive qualitative method in analyzing the data. The primary data is Judy Blume’s novel entitle Superfudge (1980). Superfudge is the second children's novel from the sequel of the Fudge Series. This research focuses on psychology that studying human behavior and their causes. In addition, the researcher used Adler’s theory (1964) of sibling rivalry to find out children’s characteristics in Blume’s Superfudge. The researcher also used Hurlock’s (2000) theory of factors that influence sibling relations as an addition. The result of this research shows that only three factors that found influent sibling relation that are the attitudes of the parents, the position in the order, and the age difference. The attitude of the parents that are the expectations of the parents, parents’ priorities, and the attitude of the parents who sided with one of the children. After that, the position in the order that are being competitive, rebellious and struggle with position and eager for praise. Last is the age differences that are how parents treat the children due to close age same or different. From the explanation above, it can be concluded that there are many factors than influences the occurrence of sibling rivalry in the novel Blume’s Superfudge. | |
| 27751 | 31745 | L1A016004 | PENGARUH VARIASI MEDIA TERHADAP KINERJA TRICKLING FILTER DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK DARI LIMBAH CAIR INDUSTRI ROTI | Air limbah industri roti mengandung zat organik yang tinggi, dengan kandungan BOD 2634,1 mg/L, COD 4191,3 mg/L dan kekeruhan sebesar 1277 NTU. Keadaan ini masih melebihi standar baku mutu air limbah berdasarkan Perda Jawa Tengah No 5 Tahun 2012 dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No : 416/MENKES/PER/IX/1990. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan limbah yang tepat. Teknologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah Trickling Filter. Tujuan penelitian adalah mengetahui variasi media terbaik pada Trickling Filter (TF) dalam menurunkan kandungan bahan organik kemudian dibandingkan dengan baku mutu limbah. Variasi media yang digunakan (tanpa media (V₀); batu, kerikil, tempurung kelapa (V₁); kerikil, tempurung kelapa (V₂); batu, tempurung kelapa (V₃); batu, kerikil (V₄). Hasil penelitian menunjukkan bahwa TF mampu menurunkan kandungan bahan organik limbah cair industri roti dengan efektivitas penyisihan yang dicapai untuk BOD 96,0 - 97,9%, COD 94,8 - 98,1% dan kekeruhan 92,4 - 98,1%. Media TF yang paling efektif menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair industri roti dan yang sesuai dengan standar baku mutu air limbah yaitu kombinasi media batu, kerikil dan batu, kerikil, tempurung kelapa. | Bread industry wastewater contains high organic substances, with a BOD content of 2634.1 mg/L, COD 4191.3 mg/L and turbidity of 1277 NTU. This situation still exceeds the standard of wastewater quality based on the Central Java Regional Regulation No. 5 of 2012 and the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No: 416/MENKES/PER/IX/1990. Therefore, it is necessary to have proper waste treatment. The technology applied to this research is Trickling Filter. The research objective was to determine the best media variations in the Trickling Filter (TF) in reducing the organic matter content and comparing the waste quality standards. The variety of media used (without media (V₀); stone, gravel, coconut shell (V₁); gravel, coconut shell (V₂); stone, coconut shell (V₃); stone, gravel (V₄). The results showed that TF was able to reduce the organic matter content of the bread industry wastewater with the effectiveness of removal achieved for BOD 96.0 - 97.9%, COD of 94.8 - 98.1% and turbidity of 92.4 - 98.1%. levels of BOD and COD of liquid waste from the bread industry and in accordance with the quality standards of wastewater, namely media of stone, gravel and stone, gravel, coconut shell. Key words: Trickling Fillter; Media; BOD; COD; Bread Industry Liquid Waste. | |
| 27752 | 31898 | H1D016057 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERNAK BURUNG LOVEBIRD PADA CV BR AVIARY BERBASIS WEB | ABSTRAK RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERNAK BURUNG LOVEBIRD PADA CV BR AVIARY BERBASIS WEB Indonesia memiliki peluang usaha ternak yang masih cukup menjanjikan. Tak jarang banyak orang yang beralih profesi dari karyawan dan menjadi pengusaha ternak, khususnya peternakan burung Love Bird. Kemajuan teknologi informasi sangatlah membantu dalam pekerjaan manusia, dari perkembangan teknologi informasi tersebut, pekerjaan yang semula masih banyak menggunakan sistem manual pada saat ini sudah mulai berkurang, karena mulai beralih ke sistem yang sudah terkomputerisasi. Seperti halnya sistem informasi. Dengan adanya perancangan dan pembangunan Sistem Informasi Manajemen Ternak Burung Lovebird Pada CV Br Aviary Berbasis Web yang berkaitan dengan data ternak dimana owner atau karyawan peternakan dapat melakukan pendataan data ternak secara terkomputerisasi dan pemilik peternakan dapat melakukan pemantauan pada peternakan tersebut. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode pengembangan Waterfall, bahasa pemrograman PHP, Framework codeigniter, dan menggunakan MYSQL. Kata Kunci: Manajemen, Ternak Love Bird, Waterfall, Codeigniter, PHP, MYSQL. | ABSTRACT DESIGN AN INFORMATION SYSTEM LIVESTOCK MANAGEMENT OF LOVEBIRDS ON WEB-BASED CV BR AVIARY In Indonesia, livestock business opportunities are still quite promising. It is not uncommon for many people to switch professions from employees and become livestock entrepreneurs, especially love bird farms. Advances in information technology are very helpful in human work, from the development of information technology, the work that originally still uses manual systems at this time has begun to decrease, because it began to switch to computerized systems. As does the information system. With the design anddevelopment of LovebirdLivestockManagement Information System In CV Br Aviary Web-based related to livestock data where the owner or employees of the farm can do computerized livestock data collection and the owner of the farm can monitor the farm. The system was created using waterfall development method, PHP programming language, codeigniterframework, and using MYSQL. Keywords: Management,Livestock Love Bird, Waterfall, Codeigniter, PHP, MYSQL. | |
| 27753 | 31111 | H1C016016 | GEOLOGI DAN ZONASI KERENTANAN GERAKAN TANAH SECARA SPASIAL DAN TEMPORAL DI KECAMATAN PASIRJAMBU, KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT | Penelitian dilakukan pada Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan kajian geologi dan zona kerentanan gerakan tanah dengan pendekatan kondisi geomorfologi, stratigrafi, sifat fisik tanah secara spasial dan infiltrasi dari kondisi curah hujan secara temporal. Permodelan menggunakan perangkat lunak TRIGRS 1.0 untuk menghasilkan nilai faktor keamanan pada grid berukuran 25 m x 25 m. Geomorfologi pada daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan yaitu Satuan Punggungan Aliran Piroklastik Cikoneng, Satuan Punggungan Aliran Lava Cibodas, Satuan Punggungan Aliran Lava Tenjolaya dan Satuan Punggungan Aliran Lava Sugihmukti. Stratigrafi di daerah penelitian terbagi menjadi empat satuan yaitu Satuan Breksi Piroklastik, Satuan Lava Gunung Kendeng, Satuan Lava Tilu dan Satuan Lava Gunung Patuha. Sifat fisik tanah yang digunakan dalam permodelan TRIGRS meliputi berat isi tanah, kohesi, sudut geser dalam, permeabilitas, diffusivitas dan laju infiltrasi. Terdapat empat zona kerentanan gerakan tanah berdasarkan faktor keamanannya terdiri dari zona kerentanan gerakan tanah tinggi (FK: < 1,2), zona kerentanan gerakan tanah menengah (FK: 1,2 – 1,7), zona kerentanan gerakan tanah rendah (FK: 1,7 – 2), dan zona kerentanan gerakan tanah sangat rendah (FK: >2). Kemiringan lereng menjadi faktor penting, zona kerentanan yang tinggi umumnya berada di kemiringan lereng yang terjal. Curah hujan menjadi faktor pengontrol yang menyebabkan perubahan tingkat kerentanan gerakan tanah di tiap priode hujan. Terdapat kesesuaian antara hasil permodelan dengan lokasi yang pernah mengalami bencana gerakan tanah, sehingga permodelan ini dapat digunakan dalam mengkaji gerakan tanah secara spasial dan temporal pada daerah penelitian. | The research was conducted in Pasirjambu District, Bandung Regency, West Java Province. This research aims to produce a geological study and landslide susceptibility zones with approaches to geomorphological, stratigraphic, spatial soil physical properties and infiltration of temporal rainfall conditions. Modeling using TRIGRS 1.0 software to produce safety factor values on a grid with a size of 25 m x 25 m. Geomorphology in the study area is divided into four units, namely the Cikoneng Pyroclastic Flow Ridge Unit, Cibodas lava flow ridge unit, Tenjolaya lava flow ridge unit and Sugihmukti lava flow ridge unit. Stratigraphy in the research area is divided into four units namely pyroclastic units of breccias, lava units of Mount Kendeng, lava units of Tilu and lava units of Mount Patuha. Physical properties of soil used in TRIGRS modeling include bulk dencity, cohesion, shear of strength, permeability, diffusivity, and infiltration rate There are four zones of vulnerability to ground movement based on safety factors consisting of high ground motion susceptibility zones (FK: <1,2), medium ground motion susceptibility zones (FK: 1,2 - 1). , 7), low ground motion susceptibility zone (FK: 1,7 - 2), and very low ground movement susceptibility zone (FK:> 2). Slope is an important factor, high vulnerability zones are generally located on steep slopes. Rainfall is a controlling factor that causes changes in the level of vulnerability of landslide in each rain period. There is an agreement between the modeling results and locations that have experienced landslide disasters, so this modeling can be used in assessing spatial and temporal landslide in the study area. | |
| 27754 | 31112 | D1A017167 | PENGARUH LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU YANG BERBEDA TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNG DENGAN PENGENCER KUNING TELUR SUSU SKIM | Latar Belakang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama dan suhu penyimpanan serta interaksi keduanya terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung dengan pengencer kuning telur susu skim. Metodologi. Materi penelitian adalah semen segar yang dikoleksi 2 hari sekali dari 10 ekor ayam pelung umur 1-1,5 tahun. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan pola faktorial 5 x 2. Lama penyimpanan sebagai faktor pertama dan suhu penyimpanan sebagai faktor kedua. Faktor pertama yaitu p1 (0 menit), p2 (30 menit), p3 (60 menit), p4 (90 menit) dan p5 (120 menit), sedangkan faktor kedua yaitu s1 (suhu ruang) dan s2 (suhu dingin). Setiap perlakuan diulang tiga kali dan variabel yang diamati adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas. Hasil analisis variansi terhadap motilitas dan viabilitas menunjukkan bahwa kelompok atau periode pengoleksian, Interaksi antara lama penyimpanan dengan suhu penyimpanan, perlakuan lama penyimpanan dan perlakuan suhu penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas dan viabilitas. Hasil. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa kelompok atau periode pengoleksian berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap abnormalitas sedangkan interaksi antara lama penyimpanan dengan suhu penyimpanan dan suhu penyimpanan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas, sedangkan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap abnormalitas. Hasil uji BNJ terhadap motilitas dan viabilitas menunjukkan bahwa interaksi lama dan suhu penyimpanan sebagian besar perbandingan antar perlakuan menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01), sedangkan hasil uji BNJ terhadap abnormalitas menunjukkan bahwa antar perlakuan lama penyimpanan sebagian besar menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01). Simpulan. Kesimpulan yaitu terdapat keterkaitan terhadap motilitas, viabilitas dan tidak terdapat keterkaitan terhadap abnormalitas antara lama penyimpanan pada suhu yang berbeda. Perlakuan lama penyimpanan 0 menit pada suhu dingin menghasilkan motilitas dan viabilitas yang terbaik. Perlakuan lama penyimpanan 0, 30, 60 menit menghasilkan abnormalitas spermatozoa yang terbaik. Perlakuan penyimpanan pada suhu ruang dan dingin tidak menghasilkan perbedaan abnormalitas spermatozoa. | Background. The purpose of this research was to know the influence of time and storage temperature and their interaction on motility, viability and abnormality of Pelung Rooster Spermatozoa diluted in skim milk egg yolk diluent. Methodology. The research material was fresh semen which collected every 2 days from 10 pelung roosters aged 1-1,5 years. The study used a randomized complete block design (RCBD) with a 5 x 2 factorial pattern. In which storage time (p) was considered as the first factor and storage temperature (s) as the second factor. The first factor is consisted of p1 (0 minutes), p2 (30 minutes), p3 (60 minutes), p4 (90 minutes) and p5 (120 minutes), while the second factor consisted of s1 (room temperature) and s2 (cold temperature). Each of the treatment was replicated three times, and the observed variables were motility, viability and abnormality. The results of the analysis of variance on motility and viability showed that the group or collecting period, interaction between storage time with storage temperature, storage time and storage temperature had a very significant effect (P<0.01) on motility and viability. Results. The results of the analysis of variance showed that the group or collecting period had a very significant effect (P<0.01) on abnormality, while interaction between storage time with storage temperature and storage temperature had no significant effect (P>0.05) on abnormality, while the storage time had a very significant effect (P<0.01) on abnormality. The results of the HSD test on motility and viability showed that the interaction between time and storage temperature, most of the comparisons between treatments, showed very significant differences (P<0.01), while the results of the HSD test for abnormality showed that between treatments, most of the storage time showed very significant differences (P<0.01). Conclusion. It can be concluded that there are a relation with motility, viability and there is no relation to abnormality between storage time at different temperatures. Treatment of storage time of 0 minutes in cold temperatures produce the best motility and viability. Treatment of storage time of 0, 30, 60 minutes resulted in the lowest spermatozoa abnormality. Storage treatment at room temperature and cold did not results in differences in spermatozoa abnormality. | |
| 27755 | 31151 | B1A016115 | PREVALENSI DAN INTENSITAS Ascaridia galli PADA AYAM KAMPUNG (Gallus domesticus) YANG DIPELIHARA SECARA DILIARKAN | Ayam kampung dikenal dengan sebutan ayam lokal (Gallus domesticus). Ayam kampung mempunyai peran yang sangat besar bagi kehidupan masyarakat terutama di pedesaan, karena daging dan telur yang dihasilkan oleh ayam tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein sekaligus tambahan pendapatan. Ascaridia galli merupakan cacing yang terdapat pada usus ayam. A. galli merupakan salah satu parasit gastrointestinal paling berbahaya pada ayam kampung. A. galli memiliki siklus hidup langsung, sehingga infeksi dapat menyebar di antara ayam kampung yang berkeliaran bebas karena mereka terus menerus melakukan kontak dekat dengan kotoran dan tanah yang terkontaminasi telur infektif A. galli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan intensitas A. galli pada ayam kampung (G. domesticus) yang dipelihara secara diliarkan. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan teknik random sampling. Sampel berupa usus ayam kampung yang diambil dari lima desa yang berbeda, yaitu di Kutasari, Pabuaran, Arcawinangun, Bantarsoka, dan Karangpucung. Jumlah total sampel ayam kampung yang diambil adalah sebanyak 50 ekor. Berdasarkan perhitungan dari rumus Slovin maka rata-rata sampel yang diambil dari lima Desa yang berbeda yaitu sebanyak 10 ekor ayam. Analisis data secara kuantitatif dilakukan terhadap hasil perhitungan prevalensi dan tingkat intensitas A. galli pada ayam kampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Prevalensi A. galli pada ayam kampung (G. domesticus) yang dipelihara secara diliarkan sebesar 92% (46/50) berada pada ketegori hampir selalu dengan infeksi parah. Intensitas A. galli pada ayam kampung (G. domesticus) yang dipelihara secara diliarkan sebesar 18,59 (855/46) berada pada kategori sedang. Hal ini didukung oleh analisis data menggunakan uji t yang menunjukkan hasil berupa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai intensitas A. galli pada ayam jantan dan ayam betina maupun pada ayam berumur empat bulan dan ayam berumur lima bulan. | Free-range chicken is also known as local chicken (Gallus domesticus). Free-range chickens have a big role in people's lives, especially in rural areas, because the meat and eggs produced by these chickens can be used as a source of protein and additional income. Ascaridia galli is a worm found in the intestines of chickens. A. galli is one of the most dangerous gastrointestinal parasites in free-range chickens. A. galli has a direct life cycle, so infection can spread among free-roaming free-range chickens are in constant close contact with the feces and soil contaminated with A. galli infective eggs. This study aims to determine the prevalence and intensity of A. galli in free-range chickens (G. domesticus) that are raised in isolation. The research was conducted with a survey method with a random sampling technique. Samples were chicken intestines taken from five different villages, namely in Kutasari, Pabuaran, Arcawinangun, Bantarsoka, and Karangpucung. The total number of samples taken from free-range chickens was 50. Based on the Slovin formula's calculations, the average sample taken from five different villages in 10 chickens. Quantitative data analysis was carried out to calculate the prevalence and intensity level of A. galli in free-range chickens. The results showed that the prevalence value of A. galli in free-range chickens (G. domesticus) reared by 92% (46/50) was in the category almost always with severe infections. The intensity of A. galli in free-range chickens (G. domesticus) raised in the wild was 18.59 (855/46) in the medium category. This is supported by data analysis using the t-test, which shows no significant difference between the intensity value of A. galli in male and female chickens and in chickens aged four months and chickens aged five months. | |
| 27756 | 31114 | D1A017023 | PENGARUH PENAMBAHAN KUNING TELUR PADA PENGENCER SUSU SKIM DAN LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 5°C TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM PELUNG | Latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara penambahan kuning telur pada pengencer susu skim dan lama penyimpanan pada suhu 5°C terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Metodologi. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah semen segar yang dikoleksi dari 10 ekor ayam pelung. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan pola faktorial 4 x 4. Penambahan level kuning telur (p) sebagai faktor pertama dan lama penyimpanan (l) sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama terdiri atas p1 : 0% kuning telur + 100% susu skim, p2 : 5% kuning telur + 95% susu skim, p3 : 10% kuning telur + 90% susu skim, p4 : 15% kuning telur + 85% susu skim sedangkan faktor kedua terdiri atas l1 (0 jam), l2 (3 jam), l3 (6 jam), l4 (9 jam). Variabel yang diamati adalah adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas. Hasil. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa kelompok atau periode pengoleksian berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara penambahan kuning telur pada pengencer susu skim dan lama penyimpanan pada suhu 5°C berpengaruh tidak nyata (P>0,05) sedangkan penambahan kuning telur pada pengencer susu skim dan lama penyimpanan pada suhu 5°C berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa sebagian besar perbandingan antar perlakuan menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01). Simpulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat keterkaitan antara penambahan kuning telur pada pengencer susu skim dan lama penyimpanan pada suhu 5°C terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Perlakuan penambahan kuning telur 10% pada pengencer susu skim menghasilkan motilitas dan viabilitas yang terbaik sedangkan perlakuan penambahan kuning telur 5% dan 10% pada pengencer susu skim menghasilkan abnormalitas spermatozoa ayam pelung yang terbaik. Lama penyimpanan pada suhu 5°C selama 0 jam menghasilkan motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung yang terbaik. | Background. The purpose of this research was to know the interaction effect between the addition of egg yolk to the skim milk diluent and storage time at 5°C on the motility, viability and abnormality of pelung rooster spermatozoa. Methodology. The materials of this research were collected fresh semen from 10 pelung roosters. This research used was experimental using a Randomized Completely Block Design (RCBD) with a 4 x 4 factorial pattern. In which egg yolk levels (p) was considered as the first factor and storage time (l) as the second factor. Each of the treatment was replicated three times. The first factor consisted of p1: 0% egg yolk + 100% skim milk, p2: 5% egg yolk + 95% skim milk, p3: 10% egg yolk + 90% skim milk, p4: 15% egg yolk + 85% skim milk while the second factor consisted of l1 (0 h), l2 (3 hrs), l3 (6 hrs), l4 (9 hrs). The variables observed were motility, viability and abnormality. Results. The results of the analysis of variance showed that the group or collecting period had a very significant effect (P<0.01) on the motility, viability and abnormality of the spermatozoa of pelung roosters. The results of the analysis of variance showed that the interaction between adding egg yolk to skim milk diluent and storage time at 5°C had no significant effect (P>0.05) while the addition of egg yolk to the skim milk diluent, and the storage time at 5°C had a very significant effect (P<0.01) on the motility, viability and abnormality of the spermatozoa of pelung rooster. The results of the HSD test showed that most comparisons between treatments showed very significant differences (P<0.01). Conclusion. The conclusion of this study is that there is no relation between addition egg yolk to the skim milk diluent and storage time at 5°C on motility, viability and abnormality of pelung rooster spermatozoa. The treatment of adding 10% egg yolk to the skim milk diluent resulted in the best motility and viability, while the treatment of adding 5% and 10% egg yolk to the skim milk diluent resulted in the lowest abnormality of pelung rooster spermatozoa. Storage time at 5°C for 0 hours resulted in the best motility, viability and abnormality of pelung rooster. | |
| 27757 | 31113 | D1A017159 | PENGARUH JENIS KUNING TELUR DALAM PENGENCER SUSU SKIM DAN LAMA PENYIMPANAN PADA SUHU 5°C TERHADAP KUALITAS MIKROSKOPIS SEMEN AYAM PELUNG | Latar belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jenis kuning telur dan lama penyimpanan pada suhu 5°C terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Metodologi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4. Jenis kuning telur (k) sebagai faktor utama sedangkan lama penyimpanan (t) sebagai faktor kedua. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama terdiri atas k1: 10% kuning telur ayam niaga + 90% susu skim, k2 : 10% kuning telur itik + 90% susu skim, k3: 10% kuning telur puyuh + 90% susu skim, sedangkan fakor kedua terdiri atas t1 (0 jam), t2 (3 jam), t3 (6 jam), t4 (9 jam). Hasil. Hasil uji ANAVA menunjukkan kelompok atau periode pengoleksian berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antar jenis kuning telur dalam pengencer susu skim dengan lama penyimpanan pada suhu 5°C berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung sedangkan jenis kuning telur dan lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung. Hasil uji BNJ menunjukkan bahwa sebagian besar perbandingan antar perlakuan menunjukkan perbedaan sangat nyata (P<0,01). Simpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini tidak terdapat keterkaitan antara jenis kuning telur dalam pengencer susu skim dengan lama penyimpanan pada suhu 5°C. Pengencer kuning telur itik dalam susu skim menghasilkan nilai motilitas dan viabilitas spermatozoa ayam pelung yang terbaik. Pengencer kuning telur ayam niaga dan itik dalam susu skim menghasilkan nilai abnormalitas spermatozoa ayam pelung yang terbaik. Penyimpanan pada suhu 5°C selama 0 jam menghasilkan motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa ayam pelung yang terbaik. | Background. The purpose of this research was to know the interaction effect between the type of egg yolk to the skim milk diluent and storage time at 5°C on the motility, viability and abnormality of Pelung rooster spermatozoa. Methodology. The research used was experimental using randomized completely block design (RCBD) a with factorial 3 x 4 pattern. In which egg yolk type (k) was considered as the first factor and storage time (t) as the second factor. Each of the treatment was replicated three times. The first factor is k1: 10% commercial chicken egg yolk + 90% skim milk, k2: 10% duck egg yolk + 90% skim milk, k3: 10% quail egg yolk + 90% skim milk, while the second factor is storage time at temperature 5°C which consists of t1 (0 h), t2 (3 hrs), t3 (6 hrs) t4 (9 hrs). Result. The results of variance analysis showed that the interaction between type of egg yolk in skim milk diluent with long duration storage at 5°C had no significant effect (P>0.05) on motility, viability and abnormality pelung rooster spermatozoa while the type of egg yolk and the storage time at 5°C had a very significant effect (P<0.01) on the motility, viability, and abnormality of pelung rooster spermatozoa. The results of the HSD test showed that most comparisons between treatments showed very significant differences (P<0.01). Conclusion. From the results of this research It can be concluded that there are no relation between the type of egg yolk in the skim milk diluent and the storage time at 5°C. The diluent of duck egg yolk in skim milk resulted the highest of motility and viability of pelung rooster spermatozoa. The diluent of commercial chicken and duck egg yolk in skim milk resulted the lowest spermatozoa abnormality value for pelung rooster spermatozoa. Storing spermatozoa at 5°C for 0 hours resulted in the best motility, viability and abnormality of pelung rooster spermatozoa. | |
| 27758 | 31136 | L1A016042 | STIMULASI PENEMPELAN JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis) MENGGUNAKAN SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT Eucheuma denticulatum | Penelitian ini berjudul, “Stimulasi Penempelan Juvenil Kerang Hijau (Perna viridis) menggunakan Senyawa Bioaktif Rumput Laut Eucheuma denticulatum”, dilaksanakan pada bulan Juli-September 2020. Kerang hijau dan rumput laut memiliki potensi tinggi di dunia perikanan baik secara ekonomi maupun secara ekologi. Pemanfaatan rumput laut dari senyawa bioaktifnya diketahui dapat menstimulasi penempelan juvenil kerang yang dapat membantu meningkatkan produksi kekerangan Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan pengaruh senyawa bioaktif terpenoid dari ekstrak rumput laut Eucheuma denticulatum terhadap penempelan juvenil kerang. Objek penelitian ini berupa juvenil kerang hijau yang diberikan stimulasi ekstrak rumput laut dan pembanding lainnya. Metode yang digunakan yaitu eksperimental terdiri dari ekstraksi rumput laut, analisis senyawa bioaktif, pengukuran juvenil kerang, pembuatan media penempelan, dan pengamatan juvenil dengan parameter yang diamati yaitu retensi dan kelangsungan hidup. Media penempelan dibuat sebanyak empat perlakuan yaitu tali, tali+phytagel, tali+phytagel+metanol, tali+phytagel+ekstrak dan dilakukan 5 kali pengulangan. Hasil penelitian mendapatkan rendemen ekstrak Eucheuma denticulatum sebesar 1,01% dan menunjukkan bahwa ekstrak rumput laut ini memiliki kandungan terpenoid ditandai dengan terbentuknya warna jingga-kemerahan pada larutan. Nilai retensi dan kelangsungan hidup juvenil kerang hijau menunjukkan hasil tidak signifikan (P>0,05). Kesimpulan yang diperoleh adalah perlakuan yang diberikan tidak memberikan pengaruh terhadap penempelan maupun kelangsungan hidup juvenil kerang hijau. | This study is entitled "Stimulation of Juvenile Green-mussels (Perna viridis) Attachment using Bioactive Seaweed Compounds Eucheuma denticulatum", which was conducted in July-September 2020. Green-mussels and seaweed have high potential in the world of fisheries both economically and ecologically. The utilization of seaweed from its bioactive compounds is known to stimulate the attachment of juvenile mussels, increasing Indonesian shellfish production. The purpose of this study was to determine the presence and effect of terpenoid bioactive compounds from Eucheuma denticulatum seaweed extract on juvenile attachment. The object of research was juvenile green-mussels which were given stimulation of seaweed extract and other comparisons. The method used was experimental consisting of seaweed extraction, analysis of bioactive compounds, measuring the juvenile mussels, making the attachment media, and juvenile mussels observations with observed parameters are retention and survival. The attachment media was made four treatments that are rope, rope+phytagel, rope+phytagel+methanol, rope+phytagel+extract and performed five repetitions. The results showed that the yield of Eucheuma denticulatum extract was 1,01% and showed that this seaweed extract contained terpenoids characterized by the formation of a reddish-orange color in the solution. The retention and survival of juvenile green-mussels showed insignificant results (P>0,05). The conclusion obtained was that the treatment given had no effect on the attachment or survival of juvenile green-mussels. | |
| 27759 | 31116 | G1A017015 | KORELASI ANTARA KADAR TESTOSTERON DENGAN KEMAMPUAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNSOED | Testosteron merupakan hormon seks utama pada laki-laki yang disekresikan oleh testis. Testosteron pada umumnya bertanggung jawab terhadap berbagai sifat maskulinisasi tubuh dan juga berperan pada sistem saraf pusat yaitu meningkatkan perilaku agresif, inisiatif, dan konsentrasi serta kemampuan kognitif dengan berperan dalam pertumbuhan saraf dan proses aromatisasi. Elemen pokok fungsi kognitif adalah memori. Salah satu jenis memori yaitu memori jangka pendek. Kecepatan proses kognitif diketahui bergantung pada derajat aktivasi memori jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kadar testosteron dengan kemampuan memori jangka pendek mahasiswa FK Unsoed. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 44 mahasiswa yang diambil dengan metode consecutive sampling, dengan kriteria inklusi yaitu jenis kelamin laki-laki, usia 18-25 tahun, tidak memiliki riwayat trauma kepala, dan menyetujui informed consent. Pengukuran kadar testosteron menggunakan metode Salimetrics ELISA. Pengukuran memori jangka pendek menggunakan metode Digit Span Test. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro-Wilk dan uji korelasi non-parametrik spearman. Subjek penelitian memiliki rerata kadar testosteron normal, yaitu 47,09±23,73 pg/mL dan rerata kemampuan memori jangka pendek rata-rata yaitu 10,68±2,03. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan nilai r =0,050 dan nilai p =0,749 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat korelasi antara kadar testosteron dengan kemampuan memori jangka pendek. | Testosterone is the main male sex hormone secreted by the testes. Testosterone is generally responsible for various masculinizing properties of the body and also plays a role in the central nervous system, namely increasing aggressive behavior, initiative, and concentration as well as cognitive abilities by playing a role in nerve growth and aromatization processes. An essential element of cognitive function is memory. One type of memory is short term memory. The speed of cognitive processing is known to depend on the degree of activation of short-term memory. This study aims to determine the correlation between testosterone levels and the short-term memory abilities of FK Unsoed students. This study was an analytic observational study with a cross sectional approach. The number of subjects in this study were 44 students who were taken by consecutive sampling method, with inclusion criteria, namely male gender, age 18-25 years, had no history of head trauma, and agreed to the informed consent. Testosterone levels were measured using the Salimetrics ELISA method. Short term memory measurement using the Digit Span Test method. The data normality test used the Saphiro-Wilk test and the non-parametric Spearman correlation test. The subjects of the study had a normal mean testosterone level, namely 47.09 ± 23.73 pg/mL and an average short-term memory ability of 10.68±2.03. The result of the Spearman correlation test shows the value of r = 0.050 and the value of p = 0.749, so it can be concluded that there is no correlation between testosterone levels and short-term memory abilities. | |
| 27760 | 31117 | E1A016122 | PERLINDUNGAN HUKUM PEREKAM MEDIS DALAM PELAYANAN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN | PERLINDUNGAN HUKUM PEREKAM MEDIS DALAM PELAYANAN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN Oleh: Cahyadi Ramadhani E1A016122 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum perekam medis dalam pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analitical Aproach), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan perlindungan hukum perekam medis dalam pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa antara peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar bagi pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum perekam medis dalam pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan meliputi jaminan pengaturan memperoleh perlindungan hukum; jaminan pengaturan memperoleh informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan dan/atau keluarganya; jaminan pengaturan melaksanakan tugas sesuai dengan kompetensi dan kewenangan; jaminan pengaturan memperoleh imbalan jasa; jaminan pengaturan perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia, moral, kesusilaan, serta nilai-nilai agama; jaminan pengaturan pengembangan profesi; jaminan pengaturan untuk menolak keinginan penerima pelayanan kesehatan yang bertentangan dengan standar pelayanan, standar profesi, standar prosedur operasional, kode etik, atau ketentuan perundang-undangan, dan jaminan pengaturan hak lainnya. | LEGAL PROTECTION OF MEDICAL RECORDERS IN MEDICAL RECORD SERVICES IN HEALTH SERVICES FACILITIES By: Cahyadi Ramadhani E1A016122 ABSTRACT The study aims to determine synchronization of legal protection arrangements amd forms of legal protection for medical recorders in carryng out health services. The research method used in this study is anormative juridical method with the statutory approach method (Statue Approach), analitical Approach (Analitical Aproach), and conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used are legal inventory, legal synchronization dan legal discovery in convention. The type of data used is secondary data obtained from literature and documentaries. Based on the results of the research it can be included that the regulation regarding the legal protection of medical recorders in carrying out healt services has shown a degree synchronization. This mean that between a lower level of regulation is in accordance with a higher deree regulatioan and a higher degree of regulation becomes the basis for the formation of a lower regulation. Forms a legal protection for medical recorders in carrying out helath services included guaranteeing that ther have one voice, electing and being elected in professional organizations, guaranteeing legal protection arrangements, guaranteeing arrangements for complete and correct information from service recipeints or their families, guaranteeing arrangement carry out tasks in accordance with competence and authority, guarantee service compensation arrangements, guarantee protection arrangements for occupational safety and healt, guarantee regulatory arrangenment in accordance with human dignity and values, morals, decency, and religious values, guarantee for professional development arrangements, guarantees arrangements to reject in wishes of recipients of healt services that conflict with competence, authority, professional standards, code of ethics, services standards, standard operating produces, or staturoty provisions, and guaratees for other rightsetting. |