Artikelilmiahs
Menampilkan 27.701-27.720 dari 50.190 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27701 | 31062 | H1A016028 | KLASIFIKASI OBJEK ALZHEIMER CITRA OTAK MAGNETIC RESONANCE IMAGE (MRI) DENGAN METODE BACKPROPAGATION NEURAL NETWORK BERDASARKAN CLINICAL DEMENTIA RATING (CDR) | Otak adalah organ yang berfungsi untuk mengatur segala aktivitas dan fungsi tubuh manusia. Berbagai penyakit dapat menyerang otak. Salah satu penyakit yang dapat menyerang otak adalah Alzheimer. Alzheimer adalah penyakit Neurodegenerative yang ditandai dengan penurunan kognitif yang progresif bersamaan dengan penurunan kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari. Diagnosa Alzheimer dapat dilakukan setelah dideteksinya bentuk-bentuk lain dari demensia, diagnosis pasti hanya dapat dilakukan setelah studi post-mortem (otopsi) dari jaringan otak. Studi post-mortem ini dapat dilakukan dengan menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hasil MRI dapat dilakukan segmentasi agar didapat data yang dapat digunakan untuk menentukan objek Alzheimer. Penelitian ini melakukan klasifikasi dengan menggunakan metode Backpropagation Neural Network berdasarkan data dari hasil segmentasi. Backpropagation Neural Network merupakan sebuah metode pengklasifikasian, konsep Backpropagation Neural Network merupakan pengklasifikasi bekerja dengan melakukan dua tahap perhitungan yaiu perhitungan lanjutan yang akan menghitung kesalahan nilai (kesalahan) antara nilai output sistem dengan nilai masing-masing dan hitungan mundur untuk memperbaiki pembobotan berdasarkan pada nilai kesalahan. Setelah dilakukan klasifikasi maka akan di dapat kelas berupa nilai dari Clinical Dementia Rating (CDR). Untuk mendapat nilai yang lebih akurat maka hasil klasifikasi akan dibandingan dengan hasil klasifikasi penelitian lain yang menggunakan metode yang berbeda. | The brain is an organ that functions to regulate all activities and functions of the human body. Various diseases can attack the brain. One disease that can attack the brain is Alzheimer's. Alzheimer's is adisease neurodegenerative characterized by progressive cognitive deterioration together with a decreased ability to perform daily activities. A diagnosis of Alzheimer's can be made after the detection of other forms of dementia, a definite diagnosis can only be made after astudy post-mortem (autopsy) of brain tissue. This postmortem study can be performed using Magnetic Resonance Imaging (MRI). MRI results can be segmented in order to obtain data that can be used to determine the Alzheimer's object. This study performs a classification using themethod Backpropagation Neural Network based on the data from the segmentation results. Backpropagation Neural Network is a classification method, the concept of Backpropagation Neural Network is a classifier that works by performing two stages of calculations, namely advanced calculations that will calculate the error value (error) between the system output value with their respective values and a countdown to correct the weighting based on the error value . After classification, you will get a class in the form of a value from the Clinical Dementia Rating (CDR). To get a more accurate value, the classification results will be compared with the classification results of other studies using different methods. | |
| 27702 | 31063 | I1A016081 | SYSTEMATIC LITERATURE REVEIW FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KANDUNGAN Escherichia coli PADA AIR SUMUR GALI DI PEDESAAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan Escherichia coli pada air sumur gali di pedesaan.Jenis penelitian ini menggunakan Systematic Literature ReviewHasil review dari 20 jurnal seluruh sumur yang digunakan masyarakat mengandung Escherichia coli yang melebihi baku mutu yaitu >0MPN/100 ml. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kandungan Escherichia coli pada air sumur gali seperti konstruksi sumur, jarak septictank, jarak kandang dan sumber pencemar sehingga terdapat hubungan antara konstruksi sumur, jarak septictank, jarak kandang, dan sumber pencemar terhadap keberadaan Escherichia coli. | This study aims to determine the factors that influence the Escherichia coli content in dug well water in rural areas. This research uses a Literature Review as a type of research.The review results of 20 all wells journals used by the community contained Escherichia coli which exceeds the quality standard, that is > 0MPN / 100 ml. There were several factors that can affect the content of Escherichia coli in dug well water such as well construction, septic tank distance, cage distance and pollutant sources so that there is a relationship between well construction, septic tank distance, cage distance, and pollutant sources to the existence of Escherichia coli. | |
| 27703 | 31064 | H1B016005 | PERBANDINGAN KUAT TEKAN TERHADAP MATERIAL KUSEN UPVC SUHU 50 °C, ALUMINIUM DAN KAYU KERUING | Kusen adalah suatu rangka dari balok kayu atau dari bahan lainnya, seperti plastik ataupun alumunium yang dihubungkan sedemikian rupa sesuai dengan kaidah suatu konstruksi, fungsi, serta selera. Pemasangan kusen harus benar dan baik, dalam hal ini pemasangan harus tegak lurus, leveling, dan bukaan pintu serta jendela sesuai dengan kondisi ruangan dan faktor keamanan. Alternatif penggunaan material kusen memiliki beberapa jenis bahan, yaitu kayu keruing, aluminium, dan upvc. Ketiga jenis tersebut memiliki kelebihan masing-masing yang berbeda, namun kelebihan tahan akan suhu panas terhadap daya dukung tekan belum teruji secara spesifik. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini untuk dikaji lebih mendalam sebagai acuan atau pembanding kekuatan masing-masing material agar dijadikan referensi dalam pemilihan material kusen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, yaitu dengan memanaskan material upvc dengan suhu 50 derajat celcius dan uji kuat tekan dengan material kayu keruing dan aluminium sebgai pembanding. Sampel benda uji memiliki perbedaan panjang, yaitu 20 cm, 40 cm, dan 60 cm. Hasilnya menunjukan UPVC panjang 20 cm memiliki rata-rata kuat tekan dengan nilai 33,547 MPa, UPVC panjang 40 cm memiliki rata-rata kuat tekan 35,723 MPa, dan ukuran 60 cm kuat tekannya bernilai 32,06 MPa. Untuk aluminium dengan ukuran panjang 20 cm memiliki rata-rata kuat tekan 95,744 MPa, Aluminium panjang 40 cm rata-rata kuat tekannya 96,623 MPa, dan untuk ukuran 60 cm kuat tekannya bernilai 101,02 MPa. Kayu Keruing dengan ukuran 20 cm memiliki rata-rata nilai kuat tekan 68,796 MPa, kayu keruing panjang 40 cm rata-rata kuat tekannya 46,203 MPa, dan untuk panjang 60 cm kuat tekannya bernilai 47,777 MPa. Ditinjau dari nilai kuat tekannya, benda uji material Aluminium lebih baik kekuatannya dibandingkan dengan material UPVC dan Kayu Keruing. Dengan contoh, pengujian kuat tekan dengan panjang 20 cm, pada material Aluminium memiliki nilai 95,744 MPa, UPVC memiliki nilai 33,547 MPa, dan Kayu Keruing 68,796 MPa. Pada pengujian dengan panjang 40 cm dan 60 cm juga memiliki pola yang sama yaitu Aluminium memiliki nilai kuat tekan tertinggi | Sills is from wooden beams or from other materials, such as plastic or aluminum, which are connected in such a way as in accordance with the rules of construction, function, and taste. Installation of sills must be correct and good, in this case the installation must be upright, leveling, and door and window openings in accordance with room conditions and safety factors. Alternative use of sills material has several types of materials, namely keruing wood, aluminum, and uPVC. These three types have their own different advantages, but the excess resistance to hot temperatures against the carrying capacity of the compression has not been tested specifically. Therefore, this research is carried out to be studied more thoroughly as a reference or comparison of the strength of each material to be used as a reference in the selection of sills material. The method used in this research is an experimental method, namely by heating UPVC material with a temperature of 50 degrees Celsius and strong test compression with keruing wood material and aluminum as a comparison. Samples of test objects have differences in length, namely 20 cm, 40 cm, and 60 cm. The results showed that the 20 cm long UPVC has an average compression force with a value of 33,547 Mpa, the 40 cm long UPVC has an average compression force of 35,723 Mpa, and a 60 cm compression force size is worth 32,06 Mpa. For aluminum with a length of 20 cm has an average compression strength of 95,744 Mpa, Aluminum length 40 cm average compression strength is 96,623 Mpa, and for a size of 60 cm the compression strength is worth 101,02 Mpa. Keruing wood with a size of 20 cm has an average compression strength value of 68,796 Mpa, keruing wood length of 40 cm with an average compression strength of 46,203 Mpa, and for a length of 60 cm the compression g strength is worth 47,777 Mpa. Judging from the strong value of the compression, Aluminium material test object is better strength compared to UPVC and Keruing Wood materials. With the example, testing compression strength with a length of 20 cm, on Aluminium material has a value of 95,744 MPa, UPVC has a value of 33,547 MPa, and Keruing Wood 68,796 MPa. In testing with a length of 40 cm and 60 cm also has the same pattern that is Aluminium has the highest compression strength value | |
| 27704 | 30789 | J1B016035 | Hegemoni Kekuasaan Dalam Novel Kinanthi: Terlahir Kembali Karya Tasaro GK (Kajian Sosiologi Sastra) | Skripsi ini berjudul “Hegemoni Kekuasaan Dalam Novel Kinanthi: Terlahir Kembali Karya Tasaro GK (Kajian Sosiologi Sastra)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah menganalisis gambaran masyarakat dan menganalisis isu-isu hegemoni kekuasaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran masyarakat dan isu-isu hegemoni kekuasaan yang ada. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan fokus penelitian yaitu mendeskripsikan dan menganalisis unsur hegemoni. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, isu hegemoni yang terdapat dalam novel Kinanthi: Terlahir Kembali meliputi ideologi tokoh dan hegemoni budaya, yaitu hegemoni budaya berdasarkan kepercayaan masyarakat desa, kebudayaan Jawa, serta kebudayaan modern. Tasaro merupakan seorang penulis yang sudah sering menciptakan novel dengan latar sosial, begitu pula dengan novel Kinanthi: Terlahir Kembali yang kental sekali dengan konflik sosiologi sastra. | This thesis is entitled "Hegemoni Kekuasaan Dalam Novel Kinanthi: Terlahir Kembali Karya Tasaro GK (Kajian Sosiologi Sastra)". The formulation of the problem in this study is to analyze the image of society and to analyze the issues of hegemony of power. The purpose of this study is to determine the description of society and the existing issues of hegemony of power. The research method used is descriptive qualitative method with a research focus that is to describe and analyze the elements of hegemony. Based on the analysis that has been done, the issue of hegemony in the novel Kinanthi: Born Again includes the ideology of figures and cultural hegemony, namely cultural hegemony based on the beliefs of rural communities, Javanese culture, and modern culture. Tasaro is a writer who has often created novels with a social background, as well as the novel Kinanthi: Born Again, which is very thick with literary sociological conflicts. | |
| 27705 | 31067 | E1A016057 | KEBIJAKAN KEPOLISIAN DALAM UPAYA PENANGGULANGAN PEREDARAN MINUMAN KERAS DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN RESOR GARUT | Pemabukan akibat mengkonsumsi minuman keras merupakan penyakit masyarakat yang telah dicirikan secara jelas sebagai faktor utama timbulnya tindak kriminal. Saat ini, jenis miras oplosan menjadi fokus suatu penanganan di Polres Garut, berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia dalam Pasal 15 ayat (1) huruf c berbunyi “mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat”. Penelitian ini menganalisis mengenai kebijakan kepolisian dalam upaya penanggulangan peredaran minuman keras di wilayah hukum Polres Garut dan hambatan apa saja yang dihadapi Polres Garut dalam menaggulanginya. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis. Kebijakan kepolisian dalam upaya penanggulangan peredaran minuman keras malalui upaya penal, yaitu dilakukannya backup terhadap Satpol PP untuk menegakkan hukum terhadap pelanggaran Perda. Upaya non-penal, yaitu memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai bahaya miras, kemudian melakukan patroli secara berkala di daerah yang rawan terjadinya tindak pidana miras. Hambatan Polres Garut dalam menanggulangi peredaran miras yaitu dari faktor hukum, peraturan dalam KUHP hanya mengatur sebagian kecil sehingga belum cukup untuk dapat menanggulangi peredaran miras. Faktor penegak hukum, yaitu terbatasnya sumber daya manusia (kepolisian) dan adanya backing. Faktor sarana dan fasilitas yaitu terbatasnya kendaraan untuk melakukan patroli. Faktor masyarakat, yaitu kurangnya kesadaran masyarakat mengenai dampak negatif akibat minuman keras. Faktor budaya, yaitu meminum miras pada acara perayaan tertentu sudah menjadi suatu kebiasaan yang sulit untuk ditanggulangi. | Intoxication due to drinking is a societal disease which has been clearly characterized as a major factor in the onset of crime. Currently, this type of mixed alcohol is the focus of a treatment at the Garut Departamental Police, based on Law Number 2 of 2002 concerning the Indonesian National Police in Article 15 paragraph (1) letter c, which reads "to prevent and overcome the growth of community diseases". This study analyzes the police policy in an effort to combat the circulation of alcohol in the Garut Departamental Police jurisdiction and what obstacles are faced by the Garut Departamental Police in overcoming them. The research method used is sociological juridical with descriptive research specifications. The data used are primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews, while secondary data were obtained from literature studies. The data that has been obtained are then analyzed using qualitative methods and presented in the form of a systematic description. Police policy in an effort to combat the circulation of alcohol through penal measures, namely doing backups of Municipal Police to enforce laws against violations of Regional regulation. Non-penal efforts, namely providing counseling and socialization regarding the dangers of alcohol, then conducting regular patrols in areas prone to alcohol crime. The obstacle of the Garut Departamental Police in overcoming the circulation of alcohol is that from legal factors, the regulations in the Criminal Code only regulate a small part so that it is not enough to be able to cope with the circulation of alcohol. Law enforcement factors, namely limited human resources (police) and the existence of backing. Facility and facility factors, namely the limited number of vehicles for patrolling. Community factors, namely the lack of public awareness of the negative effects of drinking. Cultural factors, namely drinking alcohol at certain celebratory events have become a habit that is difficult to overcome. | |
| 27706 | 31098 | F1A016025 | ISTANA BELAJAR ANAK BANTEN (ISBANBAN) STUDI KASUS DI KAMPUNG CIMOYAN KECAMATAN TAKTAKAN KOTA SERANG PROVINSI BANTEN | Pendidikan hingga saat ini menjadi permasalahan yang kompleks. Hal ini mendorong munculnya berbagai pemberdayaan di masyarakat, seperti yang dilakukan oleh Isbanban dalam menurunkan angka putus sekolah di Banten tepatnya di Kampung Cimoyan Kecamatan Taktakan Kota Serang. Isbanban melakukan pemberdayaan masyarakat bidang pendidikan nonformal yang peduli terhadap pendidikan anak-anak di pelosok desa dan kota. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan upaya yang dilakukan oleh Isbanban dalam rangka menurunkan angka putus sekolah di Kampung Cimoyan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Informan yang diperoleh berjumlah 11 orang yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Isbanban merupakan salah satu pemberdayaan masyarakat yang bergerak di bidang pendidikan. Pemberdayaan ini digunakan untuk memberdayakan seseorang dalam mengembangkan minat dan bakat yang ada, dengan kemampuan yang dimilikinya dapat dikembangkan melalui pendidikan. Pemberdayaan ini juga digunakan untuk memutus rantai putus sekolah. Adapun upaya yang dilakukan Isbanban terdiri dari beberapa tahapan pemberdayaan masyarakat, yakni seleksi wilayah, sosialisasi pemberdayaan masyarakat, proses pemberdayaan masyarakat dan pemandirian masyarakat. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat telah direncanakan beberapa program dan kegiatan. Adapun program dan kegiatan yang dimiliki Isbanban meliputi, progam minggu belajar, taman baca, Isbanban dreams scholarship. Sedangkan kegiatannya meliputi, kegiatan gema ramadhan dan Isbanban cultural festival. | Until now, education has become a complex problem. This has led to the emergence of various empowerments in the community, such as what was done by Isbanban in reducing the dropout rate in Banten, to be precise in Cimoyan Village, Taktakan District, Serang City. Isbanban conducts community empowerment in the field of non-formal education who cares about children's education in remote villages and cities. The purpose of this study was to describe the efforts made by Isbanban in order to reduce the dropout rate in Cimoyan Village. This research uses descriptive qualitative data collection techniques, namely interviews, observation and documentation. There were 11 informants who were determined using purposive sampling technique. The results of this study indicate that Isbanban is a community empowerment engaged in education. This empowerment is used to empower someone to develop existing interests and talents, with the abilities they have that can be developed through education. This empowerment is also used to break the dropout chain. The efforts carried out by Isbanban consisted of several stages of community empowerment, namely area selection, socialization of community empowerment, the process of community empowerment and community independence. The implementation of community empowerment has planned several programs and activities. The programs and activities owned by Isbanban include, week study program, reading garden, Isbanban dreams scholarship. While the activities include, echo Ramadan activities and Isbanban cultural festivals. | |
| 27707 | 31106 | H1A017021 | Rancang Bangun Plug-In Synthesizer Digital Menggunakan Framework JUCE | Musik elektronik berkembang sangat pesat saat ini. Kehadiran Digital Audio Workstation (DAW) membantu produser musik untuk memproduksi musik dengan lebih fleksibel dan efisien. Digital Audio Workstation memungkinkan kita memakai berbagai macam plug-in instrumen digital salah satunya plug-in synthesizer digital. Synthesizer digital merupakan perangkat lunak pengolah sinyal digital yang berfungsi membangkitkan sinyal dan mengolahnya sedemikian rupa sehingga menghasilkan bunyi tertentu. Terdapat banyak metode untuk membuat plug-in synthesizer digital salah satunya adalah dengan menggunakan bantuan JUCE. JUCE adalah framework berbasis C++ yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi pengolah sinyal audio berkualitas tinggi dengan cepat, termasuk plug-in audio VST, AU (dan AUv3), RTAS, dan AAX. Pembuatan antarmuka pengguna juga sangat mudah karena sudah tersedia pada library yang disediakan oleh JUCE. Pada penelitian ini penulis menggunakan framework JUCE untuk membuat plug-in synthesizer digital. Fitur yang akan dikembangkan antara lain oscillator, filter, dan envelope. Oscillator membangkitkan lima buah gelombang yaitu: sinus, gergaji, kotak, segitiga, dan derau putih. Filter yang dikembangkan terdiri dari low pass filter, high pass filter, dan band pass filter. Sedangkan untuk envelope terdiri dari empat parameter, yaitu attack, decay, sustain, dan release. Selanjutnya, dilakukan pengamatan bentuk dan spektrum frekuensi gelombang keluaran masing-masing fitur. Dari pengamatan tersebut, dapat diambil kesimpulan mengenai fungsi dan perbedaan dari setiap fitur yang dikembangkan. | Electronic music is growing very rapidly nowadays. The Digital Audio Workstation (DAW) presence helps music producers produce music more flexibly and efficiently. The Digital Audio Workstation allows us to use various plug-ins for digital instruments, one of which is a digital synthesizer plug-in. The digital synthesizer is digital signal processing software that functions to generate signals and process them in such a way as to produce certain sounds. There are many methods for making plug-in digital synthesizers, one of which is using the help of JUCE. JUCE is a C ++-based framework used to rapidly develop high-quality audio signal processing applications, including VST, AU (and AUv3), RTAS, and AAX audio plug-ins. Creating a user interface is also very easy because it is available in the library provided by JUCE. In this study, the authors used the JUCE framework to create a plug-in digital synthesizer. The features that will be developed include an oscillator, filter, and envelope. The oscillator generates five waves: sine, saw, square, triangle, and white noise. The filter developed consists of a low pass filter, a high pass filter, and a band pass filter. Meanwhile, the envelope consists of 4 parameters, namely attack, decay, sustain, and release. Furthermore, the shape and frequency spectrum of the output waves of each feature was observed. From these observations, conclusions can be drawn about the functions and differences of each developed feature. | |
| 27708 | 31107 | H1A017013 | DETEKSI LUAS RETAKAN PADA BETON MENGGUNAKAN SEGMENTASI CITRA DIGITAL DENGAN METODE OTSU THRESHOLDING | Keretakan pada beton adalah hal yang sangat sering ditemukan di semua jenis struktur beton. Keretakan pada beton ini tentunya menjadi permasalahan yang sering sekali ditemukan di sekitar. Berbagai metode telah dikembangkan untuk mengidentifikasi keretakan untuk menjadi parameter utama prediksi kelayakan beton di masa mendatang. Salah satu metode yang digunakan adalah dengan menggunakan UPV (Ultrasonic Pulse Velocity). Namun, alat ini memiliki keterbatasan pada mobilitas sehingga sulit untuk menjangkau area yang membutuhkan mobilitas tinggi. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut maka harus menggunakan metode yang berbeda, salah satu nya adalah pengolahan citra. Metode pengolahan citra ini memanfaatkan citra yang diambil dari berbagai alat seperti kamera. Kamera memiliki mobilitas tinggi dan dapat dipadukan dengan alat lain, contohnya dengan UAVs (Unmanned Aerial Vehicles). UAV dapat menjangkau area yang membutuhkan mobilitas khusus untuk mendapatkan citra dari keretakan beton. Citra yang di ambil akan diolah dengan berbagai teknik pengolahahan citra. Metode yang diusulkan oleh penulis adalah dengan menggunakan preprocessing citra dengan tuned tri-threshold fuzzy intensification operators, lalu mengunakan metode otsu thresholding sebagai processing utama, dan terakhir menggunakan postprocessing citra yaitu Deghost dan Median filter. Hasil dari proses pengolahan citra tersebut adalah luas area pixel keretakan pada beton dan prosentase keretakan beton dengan dari keselurahan citra itu sendiri. Hasil dari metode ini diharapkan menjadi parameter analisis untuk pertimbangan kelayakan dari beton untuk di masa mendatang. | Cracks in concrete are very common in all types of concrete structures. Cracks in concrete problems are often found around. Various methods have been developed to identify cracks to be the main parameter for predicting concrete's future viability. One of the used methods is by using UPV (Ultrasonic Pulse Velocity). However, this tool has limited mobility, making it difficult to reach areas that require high mobility. To overcome these limitations, we have to use different methods, one of which is image processing. This image processing method utilizes images taken from various tools such as cameras. The camera has high mobility and can be combined with other tools, for example, with UAVs (Unmanned Aerial Vehicles). UAVs can cover areas that require special mobility to obtain images of concrete cracks. Image processing techniques will process The captured image with various. The author's method is to use image preprocessing with tuned tri-threshold fuzzy intensification operators, then use the otsu thresholding method as the main processing, and finally use image postprocessing, namely Deghost and Median filters. The image processing result is the pixel area cracked in the concrete and the percentage of cracked concrete from the whole image itself. This method's results are expected to be the analysis parameters for consideration of the feasibility of concrete in the future | |
| 27709 | 31069 | I1A016062 | SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW MENGENAI FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERAN SERTA PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PASAR TRADISIONAL | Latar belakang Salah satu penyebab terjadinya kerusakan lingkungan diakibatkan oleh kurang tepatnya pengelolaan sampah. Kurang tepatnya peran serta pedagang dalam pengelolaan sampah dapat mengakibatkan kurang terjaganya kebersihan lingkungan dan menimbulkan vektor penyakit seperti lalat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan peran serta pedagang dalam pengelolaan sampah di pasar tradisional. Metodologi : Desain penelitian kepustakaan dengan metode systematic literature review (SLR) dan menggunakan sumber data sekunder. Penelusuran ilmiah menggunakan database Google Scholar dan Garuda dengan menggunakan kata kunci dan kriteria inklusi, rentang waktu penerbitan 2015-2020, fulltext, dan berkaitan dengan topik sehingga diperoleh 8 literature. Hasil penelitian : Faktor yang berhubungan dengan peran serta pedagang dalam pengelolaan sampah adalah faktor tingkat pendidikan pedagang, pengetahuan pedagang, sikap pedagang, tindakan pedagang, ketersediaan saranaa prasarana pengelolaan sampah, persepsi pedagang mengenai pengawasan pengelola pasar, persepsi mengenai peraturan pengelolaan sampah dan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah, sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah faktor usia pedagang, jenis kelamin, kepercayaan pedagang, jumlah timbulan sampah. Kesimpulan : Terdapat 8 faktor berhubungan dan faktor yang paling berhubungan dengan peran serta pedagang dalam pengelolaan sampah yaitu persepi pedagang mengenai pengawasan pengelola pasar dan persepsi pedagang mengenai peraturan pengelolaan sampah. | Background : One of causes environmental problem is a poor waste management. The lack of participation traders in waste management causes the reduces environmental cleanliness and causes disease vectors such as flies. This study aims to determine the factors related to the participation of traders in waste management in traditional markets. Methodology : The literature research design with the systematic literature review (SLR) method and used secondary data sources. Scientific searches used the Google Scholar and Garuda databases with using keywords and inclusion criteria for the 2015-2020 publication period, fulltext, and related to the topic so that 8 literature was obtained. Result : The related factors to the participation of traders in waste management were the traders’ education, traders’ knowledge, the traders’ attitudes, the traders’ actions, the availiability of waste management facilities, the traders’ perceptions of market management supervision, the traders’ perception of waste management regulations and the socialization of waste management, meanwhile that factors were not related are the traders’ age, gender, traders’ trust, and the amount of waste generation. Conclusion : There 8 factors related and the most factors related to the participation of traders in waste management are the traders’ perceptions of market management supervision and the traders’ perception of waste management regulations. | |
| 27710 | 31071 | L1A016044 | WISATA MEMIKAT PESISIR KABUPATEN KEBUMEN JAWA TENGAH | Penelitian ini berjudul “Wisata Memikat Pesisir Kabupaten Kebumen Jawa Tengah” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keindahan dan daya tarik wisata Pantai Surumanis dan Pantai Watubale. Metode yang digunakan yaitu cluster sampling. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitain ini menunjukan persepsi pengunjung terhadap daya tarik lingkungan wisata yaitu menarik, persepsi pengunjung terhadap kenyamanan aktifitas yaitu nyaman, persepsi pengunjung terhadap akses wisata yaitu mendukung dan persepsi pengunjung terhadap fasilitas atau sarana prasarana yaitu baik. Pengelola Pantai Surumanis dan Pantai Watubale dapat pengembangkan potensi wisata dengan menambah pilihan wisata dan penjualan hasil olahan atau kerajianan masyarakat setempat. | This study entitled "The Enchanting Coastal Tourism of Kebumen Regency, Central Java." This study aims to determine the beauty and tourist attraction of Surumanis Beach and Watubale Beach. The method used is cluster sampling. The data were analyzed by analysis descriptive. The results of this study indicate the visitor's perception of the attractiveness of the tourist environment, namely attractive, the visitor's perception of the comfort of the activity, namely comfort, the visitor's perception of tourist access, namely supporting and the visitor's perception of facilities or infrastructure is good. The managers of Surumanis Beach and Watubale Beach can develop tourism potential by increasing tourist options and selling processed products or crafts of the local community. | |
| 27711 | 31061 | J1C016022 | KECENDERUNGAN NEUROTIK TOKOH OSHIMA NAGI PADA DORAMA JEPANG NAGI NO OITOMA | Penelitian ini mengkaji mengenai kecenderungan neurotik tokoh utama Oshima Nagi dalam dorama Jepang Nagi no Oitoma. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan mengenai kecenderungan-kecenderungan neurotik yang dialami oleh tokoh utama Oshima Nagi pada dorama Jepang Nagi no Oitoma. Penelitian ini menggunakan teori psikoanalisis yang dikemukakan oleh Karen Horney. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik simak catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil dari penelitian ini ditemukan 23 data mengenai kecenderungan neurotik yang dibagi menjadi 3 bagian yaitu 13 data kecenderungan neurotik mendekati orang lain, 3 data kecenderungan neurotik melawan orang lain dan 7 data kecenderungan neurotik menghindari orang lain. Konflik yang muncul yaitu konflik eksternal dan konflik internal yang terjadi dikarenakan oleh kecenderungan neurotik. Kecenderungan neurotik mendekati orang lain paling banyak mempengaruhi terjadinya konflik tersebut. Kesimpulannya yang didapat yaitu kecenderungan neurotik dapat mempengaruhi dan menimbulkan adanya konflik pada kehidupan tokoh utama. | This research examines about the neurotic trends of the main character Oshima Nagi in Japanese dorama Nagi no Oitoma. The purpose of this research is to describe about the neurotic trends that experienced by the main character Oshima Nagi in Japanese dorama Nagi no Oitoma. This research use psychoanalysis theory by Karen Horney. The type of this research is qualitative descriptive. The data collection method is teknik simak catat. The data analysis method is descriptive analysis. Result of this research is discovered 23 data about neurotic trends that divided into 3 parts which is 13 data about moving toward people, 3 data about moving against people and 7 data about moving away from people. Conflict that happen in the research is external conflict and internal conflict. Neurotic trends moving toward people have a lot affect on the conflict. Conclusion about this research is neurotic trends can affect and inflict the conflict in the life of the main character. | |
| 27712 | 31070 | J1A016056 | Translation Analysis of Sentence Containing Motivational Message in Paulho Coelho’s The Alchemist Focused on the Translation Technique and Acceptabillity | Devis Arif Wibowo. 2020. Analisis penerjemahan kalimat motivasi dalam novel The Alkemis dari Paulho Coelho focus pada teknik penerjemahan dan kebertrimaan. Skripsi. Pembimbing 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum, pembimbing 2: Nadia Gitya Yulianita, S.Pd. M.Li, penguji: R Pujo Handoyo, S.S., M.Hum, Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, 2020. Ini adalah penelitian mengenai teknik penerjemahan dan kualitas terjemahan yang berfokus pada kalimat motivasi dalam novel sang alkemis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui teknik penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan kalimat motivasi dan untuk mengetahui pengaruh teknik penerjemahan terhadap tingkat keberterimaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini juga menggunakan teknik total sampling. Data dari penelitian ini adalah semua kalimat motivasi baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah novel yang berjudul “The Alkemis. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan analisis isi berdasarkan teori teknik penerjemahan yang dikemukakan oleh Molina dan Albir serta kuesioner untuk 3 penilai untuk menilai keberterimaan penerjemahan. Hasil penelitian ini menunjukkan ada 48 kalimat motivasi yang dibagi menjadi dua jenis yakni: intrinsik (25 data) dan Ekstrinsik (23 data). Selanjutnya, peneliti menemukan 6 jenis teknik penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam menerjemahkan kalimat motivasi, yaitu: Modulasi (1 datum), Penerjemahan Harfiah (27 data), Padanan Lazim (5 data), Reduksi (8 data), Amplifikasi (4 data), Transposisi (3 Data). Teknik penerjemahan yang paling banyak digunakan adalah Penerjemahan Harfiah. Terakhir, hasil tingkat keberterimaan dari kuesioner menunjukkan bahwa penerjemahan kalimat motivasi adalah dapat diterima dengan nilai akhir 2, 80. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas terjemahan dipengaruhi oleh teknik penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah. | Wibowo, Devis Arif. 2020. Translation Analysis of Sentence Containing Motivational Message in Paulho Coelho’s The Alchemist Focused on the Translation Technique and Acceptabillity. Thesis. Supervisor 1: Dyah Raina Purwaningsih, S.S., M.Hum, Supervisor 2: Nadia Gitya Yulianita, S.Pd. M.Li, External Examiner: R Pujo Handoyo, S.S., M.Hum. A Thesis: English Literature Study Program, Faculty of Humanites, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, 2020. It is a research of translation technique and translation acceptability which focuses on the motivational sentence translation in the The Alchemist novel. This research was conducted to find out the translation techniques used by the translator in translating motivational sentence and to know the impact of translation technique on the acceptability level. This research applied descriptive qualitative method and used total sampling technique. The data of this research is sentences containing motivational sentence both in English and Indonesian. The source of data in this research is The Alchemist novel by Paulho Coelho. The data of this research were obtained by using content analysis based on the theory of translation technique proposed by Molina and Albir and questionnaire for the 3 raters to rated translation acceptability. This research shows the result of motivational sentence which were deivided into two types, they are: intrinsic (25 data) and exterinsic (23 data). Second, the researcher found 6 types of translation techniques which the translator used to translating motivational sentence, they are: Modulation (1 datum), Literal Translation (27 data), Eatablished Equivalenve (5 data), Reduction (8 data), Amplification (4 data), and Transposition (3 Data). The most frequently used translation technique is Literal Translation. The last, the result of the acceptability level shows that the motivational sentences is acceptable with the final score 2.80. Therefore, it can be conclued that the translation quality is affected by the translation technique used by the translator. | |
| 27713 | 31072 | A1A016041 | Kontribusi Pendapatan Usahatani Pembibitan Durian Terhadap Pendapatan Rumah Tangga di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen | Desa Alasmalang merupakan sentra bibit durian di Kabupaten Banyumas. Mayoritas masyarakat melakukan usahatani pembibitan durian. Penjualan bibit durian di Desa Alasmalang dilakukan secara offline maupun online. Usahatani pembibitan durian terdapat tiga strata berdasarkan tinggi tanaman bibit durian yang dimiliki petani, yaitu Strata I bibit durian dengan tinggi tanaman 30 sampai 99 cm, Strata II bibit durian dengan tinggi tanaman 100 sampai 199 cm dan Strata III bibit durian dengan tinggi tanaman sama atau lebih dari 200 cm. Pendapatan rumah tangga di pedesaan bersumber dari usahatani pembibitan durian (on farm), off farm dan non farm. Perlu adanya kajian kontribusi usahatani pembibitan durian untuk mengetahui sumbangan dari usahatani pembibitan durian masing-masing strata terhadap pendapatan rumah tangga petani, diukur dengan persentase dari pendapatan usahatani pembibitan durian terhadap pendapatan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani pembibitan durian pada strata I, II, dan III, 2) mengetahui kelayakan usahatani pembibitan durian pada strata I, II, dan III, 3) mengetahui titik impas atau break event point (BEP) usahatani pembibitan durian pada strata I, II, dan III dan 4) mengetahui besarnya kontribusi pendapatan usahatani pembibitan durian pada strata I, II, dan III terhadap pendapatan rumah tangga petani di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (disengaja) karena Desa Alasmalang merupakan sentra usahatani pembibitan durian di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada 10 sampai 29 Juni 2020 di Desa Alasmalang. Metode penelitian menggunakan metode wawancara, observasi dan studi dokumen. Metode pengambilan sampel secara stratified simple random sampling dengan strata berdasarkan tinggi bibit durian yang dimiliki petani. Terdapat 3 strata yaitu Strata I bibit durian dengan tinggi tanaman 30 sampai 99 cm, Strata II bibit durian dengan tinggi tanaman 100 sampai 199 cm dan Strata III bibit durian dengan tinggi tanaman sama atau lebih dari 200 cm. Jumlah sampel penelitian yaitu 67 orang petani. Data dianalisis menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan usahatani, pendapatan rumah tangga, R/C ratio, BEP dan kontribusi usahatani pembibitan durian terhadap pendapatan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani pembibitan durian Strata II memberikan penerimaan paling besar yaitu Rp19.909.031 per bulan dan pendapatan paling besar yaitu Rp22.791.667 per bulan, sedangkan biaya paling besar terdapat pada Strata III yaitu Rp6.111.223 per bulan. Usahatani pembibitan durian pada Strata I, Strata II dan Strata III layak diusahakan, sedangkan usahatani pembibitan durian Strata II paling layak diusahakan daripada Strata I dan III. Usahatani pembibitan durian pada Strata I, Strata II dan Strata III memberikan pendapatan kepada petani karena jumlah bibit yang dihasilkan, penerimaan yang diperoleh dan harga jual bibit lebih besar dari nilai BEP baik BEP unit produksi, BEP penerimaan maupun BEP harga. Usahatani pembibitan durian Strata II memberikan kontribusi paling besar terhadap pendapatan rumah tangga dibandingkan dengan Strata I dan Strata III. | Alasmalang Village is a durian seed center in Banyumas Regency. The majority of people do durian nursery farming. Sales of durian seeds in Alasmalang Village are carried out offline and online. There are three levels of durian nursery farming based on the height of the durian plants owned by the farmers, namely Strata I with a plant height of 30 to 99 cm, Strata II with a plant height of 100 to 199 cm and Strata III with a plant height of greater than equal to 200 cm. Household income in rural areas comes from durian breeding (on farm), off farm and non-farm. It is necessary to study the contribution of durian nursery farming to determine the contribution of a durian nursery for each stratum to farmer household income, measured by the percentage of durian nursery farm income to household income. The objectives of this study were 1) to determine the cost of production, acceptance and income of durian nursery farming in Strata I, II and III, 2) to determine the feasibility of durian nursery farming in Strata I, II and III, 3) to determine of break event point (BEP) durian nursery farming Strata I, II and III and 4) knowing the contribution of durian nursery farm income in Strata I, II and III to household income of farmers. The research location was determined purposively (deliberately) because Alasmalang Village is a durian nursery farming center in Banyumas Regency. This research was conducted from 10 to 29 June 2020 in Alasmalang Village. The research method used interview methods, observation and document study. The sampling method was stratified simple random sampling with strata based on the size of the durian seedlings owned by the farmers. There are 3 strata, namely Strata I with a plant height of 30 to 99 cm, Strata II with a plant height of 100 to 199 cm and Strata III with a plant height of greater than equal to 200 cm. The number of research samples is 67 farmers. Data were analyzed using analysis of costs, revenues, farm income, household income, R/C ratio, BEP and the contribution of durian nursery farming to household income. The results showed that the Strata II durian nursery gave the most revenue with was Rp19.909.031 per month and largest income was Rp22.791.667 per month, while the highest cost was Rp6.111.223 per month. Durian nursery farming in Strata I, Strata II and Strata III is feasible to be cultivated, while durian nursery farming Strata II is mor feasible than Strata I and Strata III. Durian nursery in Strata I, Strata II and Strata III provides income to farmers because the number of seeds produced, the revenue earned and the sellling price of durian seed is greater than the BEP value for both production unit BEP, revenue BEP and price BEP. Strata II durian nursery farming give the largest contribution to household income compared to Strata I and Strata III. | |
| 27714 | 31073 | E1A016226 | PENGAWASAN OTORITAS JASA KEUANGAN TERHADAP LAYANAN PINJAM MEMINJAM UANG BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI YANG TELAH MENDAPATKAN IZIN OPERASIONAL | Perkembangan teknologi informasi melahirkan sebuah inovasi pada industri jasa keuangan yang berbasis teknologi informasi yaitu financial technology atau fintech. Layanan fintech dalam pinjam meminjam uang adalah Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI). Kemudahan masyarakat untuk meminjam uang pada LPMUBTI, seringkali menimbulkan pertumbuhan Penyelenggara LPMUBTI yang tidak sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK adalah lembaga yang bertugas mengatur dan mengawasi Penyelenggara LPMUBTI sesuai dengan Peraturan OJK agar tidak merugikan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengawasan OJK terhadap Penyelenggara LPMUBTI dan akibat hukum terhadap Penyelenggara LPMUBTI yang tidak terdaftar dan berizin di OJK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif sistematis, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah, sistem pengawasan yang diterapkan oleh OJK terhadap Penyelenggara LPMUBTI yang telah mendapatkan izin operasional adalah sistem pengawasan dalam arti sempit, karena OJK tidak melakukan tindakan korektif melainkan pemberian sanksi bagi yang melanggar kewajiban dan larangan. Akibat hukum terhadap Penyelenggara LPMUBTI yang tidak melakukan pendaftaran dan perizinan di OJK yaitu Satgas Waspada Investasi akan memasukkan Penyelenggara ke daftar fintech yang ilegal OJK dan dilakukan pemblokiran situs maupun aplikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. | The development of information technology has resulted in an innovation in the financial services industry based on information technology, namely financial technology or fintech. Fintech services in lending and borrowing money are Peer to Peer Lending (P2P Lending). The ease for people to borrow money on P2P Lending, frequently leads to the growth of P2P Lenders that not following the regulations of the Financial Services Authority (FSA). FSA is the institution in charge of regulating and supervising P2P Lenders following the regulations of FSA so as not to harm society. This study aims to analyze the supervision system of FSA on P2P Lenders and the legal consequence for P2P Lenders who are not registered and licensed at FSA. The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collection method used were literature study and documentary study, the data obtained were presented with systematic narrative text, and the data analysis method used was qualitative normative manner. Based on the results of the study, it can be concluded that the supervisory system implemented by FSA to P2P Lenders who have obtained an operational licenses is a supervision system in the narrow sense, because FSA doesn’t take corrective action but provides administrative sanctions for violating obligations and prohibitions. The legal consequence for P2P Lenders who are not registered and licensed at FSA, is the Investment Alert Task Force will insert P2P Lenders into the FSA's illegal fintech list and block sites or applications by the Ministry of Communication and Information. | |
| 27715 | 31074 | K1C015040 | IDENTIFIKASI LAPISAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA TAMANSARI KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Desa Tamansari Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang mengalami kesulitan air. Kegiatan eksplorasi lapisan pembawa air (akuifer) dilakukan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger. Metode tersebut bertujuan untuk mengetahui jenis dan kedalaman lapisan akuifer serta struktur bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas batuan. Akuisisi data geolistrik dilakukan pada empat titik sounding dengan panjang masing-masing lintasan 400 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur lapisan batuan bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas terdiri dari lapisan penutup (top soil) dengan rentang nilai resistivitas sebesar 0,18 – 155,26 Ωm, batulempung pasiran dengan nilai resistivitas sebesar 5,07 – 20,19 Ωm, batulempung karbonatan (napal) dengan nilai resistivitas sebesar 2,57 – 3,41 Ωm, batupasir lempungan dengan nilai resistivitas sebesar 2,82 – 6,26 Ωm dan breksi dengan nilai resistivitas sebesar 101,45 – 153,00 Ωm. Jenis akuifer yang diperoleh yaitu akuifer tertekan. Akuifer tertekan ditemukan pada titik sounding Sch-1, Sch-2, Sch-3, dan Sch-4 pada kedalaman 48,89 – 145,64 meter di bawah permukaan dengan ketebalan 46,11 – 84,5 meter. Akuifer tertekan merupakan akuifer yang berpotensi di daerah penelitian, adapun akuifer bebas tidak ditemukan di lokasi ini | Tamansari Village, Karanglewas District, Banyumas Regency is one of the areas experiencing water shortages. The water carrier layer exploration (aquifer) was carried out using the Schlumberger configuration geoelectric method. This method aims to determine the type and depth of the aquifer layer and subsurface structures based on the resistivity value of the rock. Geoelectric data acquisition was carried out at four sounding points with a length of 400 meters each. The results showed that the subsurface rock structure based on the resistivity value consisted of topsoil with a resistivity value range of 0.18 - 155.26 Ωm, sandstone clay with a resistivity value of 5.07 - 20.19 Ωm, claystone carbonates (marl) with a resistivity value of 2.57 - 3.41 Ωm, clay sandstones with a resistivity value of 2.82 - 6.26 Ωm and breccias with a resistivity value of 101.45 - 153.00 Ωm. The type of aquifer obtained is a confined aquifer. Confined aquifers were found at the sounding points of Sch-1, Sch-2, Sch-3, and Sch-4 at a depth of 48.89 - 145.64 meters below the surface with a thickness of 46.11 - 84.5 meters. A confined aquifer is a potential aquifer in the study area, while a free aquifer is not found this area | |
| 27716 | 31150 | C1H016031 | Mountaineer Participation : Overview of Pull Factors and Push Factors in Adventure Tourism (Behavioral Operational Perspective) | Penelitian ini merupakan studi untuk mengkaji kualitas pelayanan yang diberikan oleh Basecamp Pendakian Gunung dengan melihat gambaran factor pendorong dan factor penarik yang pendaki gunung butuhkan dan inginkan. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui gambaran factor pendorong dan factor penarik yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pendaki gunung dengan mengkaji motive, motivation dimension, ecoserv, dan mountaineering opportunity yang mempengaruhi mountaineering participation. Studi ini berfokus pada service quality yang diberikan oleh basecamp pendakian Gunung Slamet melalui jalur Bambangan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, yaitu dengan membagikan kuisioner kepada orang dan mahasiswa yang pernah mendaki Gunung Slamet melalui jalur Bambangan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1) Motivational Dimension berpengaruh secarasignifikan terhadap mountaineer participation (2) Motive tidak berpengaruh secara signifikan terhadap mountaineer participation (3) Ecoserv berpengaruh secara signifikan terhadap mountaineer participation (4) Mountainering Opportunity tidak berpengaruh secara signifikan terhadap mountaineer participation. Implokasi dari kesimpulan diatas adalah, basecamp pendakian gunung perlu untuk memperhatikan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap mountaineer participation, yaitu factor motivational dimension dan ecoserv. Dari hasil penelitian ini dapat terlihat gambaran apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh pendaki gunung terhadap faktor yang mempengaruhi partisipasi mereka untuk mendaki gunung. Sehingga dengan mengetahui faktor-faktor tersebut diharapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka dalam faktor-faktor tersebut sehingga apa yang mountaineer inginkan dan harapkan terpenuhi. | This research is a study to examine the quality of service provided in Mountaineering Basecamp by looking at the overview of the push factors and pull factors that mountaineers need and want. The purpose of this research is to find out the picture of the driving factors and pull factors needed and desired by mountaineers by studying motives, motivation dimensions, ecoserv, and mountaineering opportunities that affect mountaineering participation. This study focuses on service quality provided by mount Slamet basecamp through Bambangan. The type of data used in this study is primary data, namely by distributing questionnaires to people and students who have climbed Mount Slamet through bambangan route. Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Motivational Dimension has a significant effect on mountaineer participation (2) Motive has no significant effect on mountaineer participation (3) Ecoserv has a significant effect on mountaineer participation (4) Mountainering Opportunity has no significant effect on mountaineer participation. The implication of the conclusion above is, mountaineering basecamp needs to pay more attention to the factors that have a significant effect on mountaineer participation, there are motivational dimension and ecoserv factors. From the results of this study can be seen an overview of what mountaineers need and expect against the factors that influence their participation to climb the mountain. So by knowing these factors are expected to improve the quality of their service in those factors so that what mountaineer want and expect is fulfilled. | |
| 27717 | 30933 | K1C017040 | Sistem Pemantauan Pernapasan Menggunakan Sensor Suhu Inframerah MLX90614 | Pemantauan pernapasan dapat digunakan untuk mendiagnosa kondisi seseorang yang mengalami gangguan pernapasan. Keadaan pernapasan yang tidak normal dapat dipantau melalui laju pernapasan seseorang, yaitu jumlah pernapasan yang terjadi selama 60 detik. Penyakit pernapasan yang membutuhkan tindakan medis lebih lanjut seperti COVID-19 yang sekarang sedang menjadi pandemi, atau seperti asma yang saat ini sekitar 235 juta orang menderita asma, membutuhkan pemantauan pernapasan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan, hingga kematian. Penelitian ini menguji sistem pemantauan pernapasan untuk memantau kondisi laju pernapasan seseorang secara langsung. Sistem pemantauan ini terdiri dari LCD I2C 16x2, Wemos D1, dan sensor MLX90614. Pernapasan merupakan proses pertukaran udara atmosfer dengan paru-paru, pada saat inspirasi, udara (dengan suhu lingkungan) masuk melalui nostril dan mengalami pengkondisian dengan suhu tubuh, sehingga pada saat ekspirasi, udara keluar dengan suhu tubuh atau sekitar 36℃ - 37,5℃. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan pernapasan dapat menampilkan laju pernapasan melalui LCD dan situs web dengan rata-rata akurasi sistem diperoleh sebesar 99,06% dan rata-rata besarnya nilai error yang terdapat pada sistem diperoleh sebesar 0,94%. Pengujian sistem dilakukan dengan mengambil data laju pernapasan responden laki-laki dan perempuan sebanyak lima orang mulai dari usia 18 tahun sampai 22 tahun. Sensor MLX90614 mendeteksi perubahan suhu pada nostril kemudian data suhu dikirim dan diterima Wemos D1 untuk kemudian diolah menjadi data laju pernapasan selanjutnya ditampilkan pada situs web dan LCD I2C 16x2. | Monitoring respiratory can be used to diagnose the condition of a person with respiratory problems. Abnormal respiratory states can be monitored by means of a person's breathing rate, which is the number of breaths that occur for 60 seconds. Respiratory diseases that require further medical action such as COVID-19 which is now a pandemic, or such as asthma, which currently has around 235 million people suffering from asthma, requires respiratory monitoring to avoid unwanted risks, or even death. In this research I examine a real-time respiratory monitoring system to monitor the condition of the respiratory rate. This monitoring system consists of a LCD I2C 16x2, Wemos D1, and MLX90614 sensor. Breathing is the process of exchanging atmospheric air with the lungs, during inspiration, the air (with ambient temperature) enters through the nostrils and the temperature conditioned to body temperature, so during expiration, the air that comes out is equal to body temperature or around 36℃ - 37,5℃. The results of this study indicate that the monitoring respiratory system can display the respiratory rate through the LCD and website with an average system accuracy of 99,06% and the average error value found on the system is 0,94%. System testing was carried out by taking data on the respiratory rate of male and female respondents as many as five people ranging from 18 years to 22 years The MLX90614 sensor detects and sent temperature changes in the nostrils, then the temperature data is received by Wemos D1 to be processed into respiratory rate data, and the respiratory rate displayed on the website and LCD I2C 16x2. | |
| 27718 | 31076 | H1B017065 | ANALISIS TINGKAT ABSORPSI BETON MUTU 25 MPA DENGAN PENAMBAHAN VARIASI BAHAN TAMBAH BERBASIS INTEGRAL CRYSTALLINE WATERPROOFING | Beton bertulang sering diaplikasikan sebagai material utama yang umum digunakan untuk pembangunan infrastruktur yang sudah seharusnya memiliki mutu yang baik. Mutu beton sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah sifat permeabilitas beton. Umumnya, permeabilitas pada beton normal cukup tinggi sehingga menyebabkan air dapat masuk ke dalam material beton dan merusak tulangan pada beton yang mengakibatkan turunnya mutu beton itu sendiri. Oleh karena itu, beton betulang harus didesain kedap air sehingga unsur-unsur perusak tidak bisa masuk menyerang tulangan beton. Teknologi untuk menjadikan beton kedap air ada berbagai sistem salah satunya adalah sistem integral crystalline waterproofing (ICW). Sistem ini bekerja dengan cara membentuk kristal panjang dan sempit, untuk mengisi pori-pori, kapiler dan microcracks dari massa beton. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan tambah berbasis ICW terhadap tingkat absorpsi beton. Bahan tambah ICW digunakan dengan variasi penambahan sebanyak 0 kg, 6 kg, 8,3 kg, dan 10 kg per m3 beton. Pengujian absorpsi pada penelitian ini mengacu pada British Standart 1881: Part 122: 1983. Hasil pengujian diperoleh penurunan tingkat absorpsi sebesar 1,61%, 10,70%, 16,08%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin banyak bahan tambah ICW yang digunakan mengakibatkan turunnya tingkat absorpsi. | Reinforced concrete is often applied as main material commonly used for infrastructure development which supposed to have good quality. The quality of concrete is influenced by several factors, one of which is the permeability of the concrete. In general, the permeability in normal concrete is high enough that it causes water be able to enter into concrete material and damage the reinforcement in the concrete which can decrease the quality of the concrete. Therefore, reinforced concrete must be designed to be waterproof so that destructive elements cannot attack the reinforcing concrete. There are various systems to make concrete waterproof, one of which is the integral crystalline waterproofing (ICW) system. This system works by forming long and narrow crystals, filling the pores, capillaries and microcracks of the concrete mass. The purpose of this research is to know the influence of adding ICW admixtures on the absorption of concrete. Variations of ICW admixtures used include 0 kg, 6 kg, 8.3 kg, and 10 kg per cubic meter of concrete. The absorption test in this in this study refers to the British Standart 1881: Part 122: 1983. The results of the absorption test decreased by 1.61%, 10.70%, 16.08%. So it can be concluded that the more addition of ICW admixtures decreasing the levels of absorption of the concrete. | |
| 27719 | 31077 | H1B017067 | Pengaruh Jumlah Kandungan Bahan Tambah Integral Crystalline Waterproofing Terhadap Kuat Tekan Beton Mutu 25 MPa | Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh jumlah kandungan bahan tambah integral crystalline waterproofing terhadap kuat tekan beton. Beton yang digunakan adalah beton mutu 25 MPa sebagai kontrol serta 3 campuran beton lainnya yang memiliki kandungan bahan tambah yang berbeda-beda. Tiga campuran lainnya mengandung bahan tambah sebesar 6 kg/m3, 8.3 kg/m3 dan 10 kg/m3. Nilai slump dijaga konstan selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan integral crystalline waterproofing meningkatkan kuat tekan beton. Pada kandungan bahan tambah 6 kg/m3, 8.3 kg/m3 dan 10 kg/m3, kuat tekan beton yang dihasilkan meningkat sebesar 0.35%, 6.27% dan 7.67% dari beton normal. | This research investigates the effects of the amount of integral crystalline waterproofing admixture on the compressive strength. The concrete used is 25 MPa quality concrete as a control and 3 other mixes which have different amount of integral crystalline waterproofing. The three mixes contained 6 kg/m3, 8.3 kg/m3 dan 10 kg/m3 admixture. Slump was kept constant throughout the experiments. The result showed that integral crystalline waterproofing admixture enhanced the compressive strength of concrete. At the integral crystalline waterproofing admixture content of 6 kg/m3, 8.3 kg/m3 dan 10 kg/m3, the compressive strength of concrete was increased by 0.35%, 6.27% and 7.27% of normal concrete. | |
| 27720 | 31078 | C1K014020 | The effect of e-trust, e-satisfaction, and e-loyalty toward online repurchase intention (study on customer of Shopee Indonesia) | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh e-trust, e-satisfaction, dan e-loyalty terhadap niat beli kembali secara online untuk pembelian pada website / aplikasi Shopee. Perlu digali lebih dalam lagi tentang pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap online repurhcase untuk mendapatkan poin yang lebih lengkap. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh langsung dari responden di Indonesia yang menggunakan website / aplikasi Shopee. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS 24. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa: (1). e-trust berpengaruh positif terhadap niat pembelian kembali secara online, (2). e-satisfaction berpengaruh positif pada niat pembelian kembali online, (3). e-loyalty berpengaruh positif terhadap niat membeli kembali secara online. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan Shopee diharapkan dapat memenuhi e-trust, e-satisfaction, dan e-loyalty pelanggannya. Ini karena faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh positif terhadap niat beli kembali secara online. Shopee harus membuat berbagai inovasi menarik untuk menarik minat konsumen melakukan pembelian kembali secara online | The purpose of this study was to determine the effect of e-trust, e-satisfaction, and e-loyalty on online repurchase intention on Shopee website / application. It needs to be explored more deeply about the influence of these variables on online repurchase intention to get a more complete point. The data in this study are primary data obtained directly from respondents in Indonesia who use the Shopee website / application. The data analysis method used is multiple linear regression analysis using SPSS 24. Based on data analysis it can be concluded that: (1). E-satisfaction has a positive effect on online repurchase intention. (2). E-trust has a positive effect on online repurchase intention, (3). E-loyalty has a positive effect on online repurchase intention on Shopee. The implication of this research is that Shopee companies are expected to fulfil their e-trust, e-satisfaction, and e-loyalty because these factors have a positive influence on online repurchase intention. Shopee has to make various interesting innovations to attract consumers to make online repurchase intention. |