Artikelilmiahs

Menampilkan 27.801-27.820 dari 50.182 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2780131160E1A016085IMPLEMENTASI HUKUM PROGRAM BINA KELUARGA LANSIA (BKL) DALAM UPAYA MENINGKATAKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi hukum dan kontibusi Program Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penenlitian deskriptif. Lokasi penelitian ini di Bina Keluarga Lansia (BKL) Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas dengan responden sebanyak 27 (dua puluh tujuh) orang lansia. Pengambilan sample melalui metode simple random sampling. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode kuisioner, dokumenter, studi kepustakaan. Pengolahan data dilakukan secara coding,editing, dan tabulasi data.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi hukum program Bina Keluarga Lansia (BKL) dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas adalah efektif. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 7 (tujuh) indikator meliputi efektifnya pelaksanaan penyuluhan, efektifnya pelaksanaan kunjungan rumah, efektifnya pelaksanaan pendampingan, efektifnya pelayanan kesehatan, efektifnya pelayanan untuk mendapatkan kemudahan dalam penggunaan fasilitas, sarana, dan prasarana umum, efektifnya pemberian kemudahan dalam layanan dan bantuan hukum; efektifnya pelaksanaan bantuan sosial serta 5 (lima) indikator meliputi meningkatnya pemenuhan kebutuhan sosial, meningktaknya jaminan keamanan, meningkatnya jaminan keselamatan, meningktanya pemenuhan kebutuhan jasmani, dan meningkanya kebutuhan rohaniah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas.
This study aims to determine the implementation of law and the contribution of the Elderly Family Development Program (BKL) in an effort to improve social welfare in Purwokerto Kidul, Banyumas Regency. This research uses quantitative research methods with a sociological juridical approach and descriptive research specifications. The location of this research is the Elderly Family Development (BKL) Purwokerto Kidul, Banyumas Regency with 27 (twenty seven) elderly respondents. Sampling was taken through simple random sampling method. The data used include primary data and secondary data obtained by questionnaire methods, documentaries, literature study. Data processing is done by coding, editing, and tabulating data.
The results of this study indicate that the legal implementation of the Elderly Family Development program (BKL) in an effort to improve social welfare in Purwokerto Kidul, Banyumas Regency is effective. This is evidenced by the results of research on 7 (seven) indicators covering the effectiveness of the implementation of counseling, the effectiveness of the implementation of home visits, the effectiveness of the implementation of mentoring, the effectiveness of health services, the effectiveness of services to get the ease in using public facilities, facilities and infrastructure, the effectiveness of providing convenience in services. and legal assistance; the effectiveness of the implementation of social assistance and 5 (five) indicators covering the increased fulfillment of social needs, increased security guarantees, increased safety guarantees, increased fulfillment of physical needs, and increased spiritual needs in an effort to improve social welfare in Purwokerto Kidul, Banyumas Regency.
2780231161B1A016119Prevalensi Kolonisasi Streptococcus pneumoniae yang Berasal Dari Nasofaring Penderita Otitis Media Akut Otitis media (OM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negara berkembang. Penyakit ini disebabkan karena adanya peradangan pada telinga bagian tengah yang mencakup rongga telinga tengah, sel mastoid udara, mastoid antrum dan tabung eustachius tanpa adanya patogenesis yang spesifik. Otitis Media Akut (OMA) merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya infeksi mikroba pada bagian saluran pernapasan bagian atas dan dapat ditandai dengan adanya cairan pada telinga, penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak dibandingkan pada orang dewasa. Streptococcus pneumoniae (S. pneumonia) dan Haemophilus influenzae (H. influenzae) merupakan bakteri yang sering kali menjadi penyebab terjadinya OMA, namun S.pneumonia bersifat lebih predominan.Studi mengenai OMA pada wilayah Kabupaten Banyumas tergolong masih sangat terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian yang berutujuan untuk mengetahui prevalensi S. pneumoniae, OMA dan studi epidemiologi mengenai OMA.
Total anak yang di skrining adalah 3574 dan 166 diantaranya terinfeksi OMA, sehingga didapatkan 124 sampel swab nasofaring. Hasil pPenelitian ini menunjukan bahwa prevalensi Streptococcus pneumoniae yang dibawa oleh anak-anak penderita Otitis Media Akut usia 6-12 tahun di wilayah Kabupaten Banyumas adalah memiliki prevalensi sebesar 80%. Usia, jenis kelamin, status gizi, dan tingkat pendapatan orang tua memiliki pengaruh yang signifikan terhadap status OMA individu (p<.05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi S.pneumoniae pada penderita OMA di kabupaten Banyumas sebesar 80%. Epidemiologi S. pnuemoniae pada anak-anak usia 6-12 tahun pengidap OMA di Kabupaten Banyumas cenderung lebih banyak terjadi pada anak usia 8-9 tahun, jenis kelamin laki-laki, memiliki status gizi yang buruk, dengan jumlah anggota keluarga yang cukup padat dengan tingkat pendapatan orang tua yang rendah. Epidemiologi S. pneumoniae pada anak-anak usia 6-12 tahun pengidap OMA di Kabupaten Banyumas antara lain cenderung lebih banyak pada usia 8-9 tahun (80%), jenis kelamin laki-laki (87%), status gizi yang buruk (100%), jumlah anggota keluarga 1-5 orang (84%), dan tingkat pendapatan orang tua yang rendah (85%). Penelitian lanjutan berupa pengujian resistensi antibiotik dan serotipe dari S.pneumoniae yang dibawa oleh nasofaring anak-anak penderita OMA perlu dilakukan agar dapat diketahuipola resistensi antibiotik S. Pneumoniae
Otitis media (OM) is one of the many health problems in developing countries. The disease is caused by inflammation of the middle ear which includes the middle ear cavity, air mastoid cells, antrum mastoids and eustachian tubes in the absence of specific pathogenesis. Acute Otitis Media (OMA) is a disease caused by microbial infection of the upper respiratory tract and can be characterized by the absence of fluid in the ears, the disease is more common in children than in adults. Streptococcus pneumoniae (S. pneumonia) and Haemophilus influenzae (H. influenzae) are bacteria that are often the cause of OMA, but S. pneumonia is more predominal. The study of OMA in Banyumas regency is still very limited so it is necessary to conduct research that is in order to know the prevalence of S. pneumoniae, OMA and epidemiological studies on OMA.
The total number of children screened was 3574 and 166 were infected with OMA, resulting in 124 nasopharyngeal swab samples. The results of this study showed that the prevalence of Streptococcus pneumoniae carried by children with Acute Otitis Media aged 6-12 years in banyumas regency has a prevalence of 80%. Age, gender, nutritional status, and parental income levels have a significant influence on an individual's OMA status. The conclusion of this study is the prevalence of S.pneumoniae in OMA patients in Banyumas district by 80%. Epidemiology of S. pneumoniae in children aged 6-12 years of age with OMA in Banyumas Regency among others tends to be more at the age of 8-9 years (80%), male gender (87%), poor nutritional status (100%), the number of family members 1-5 people (84%), and low parental income level (85%). Further research in the form of antibiotic and serotype resistance testing of S.pneumoniae carried by nasopharyngeal children with OMA for known patterns of antibiotic resistance S. Pneumoniae.
2780331162G1A017022Pengaruh Pemberian Sari Markisa Ungu (Passiflora edulis var edulis) Berbagai Dosis Terhadap Kadar Albumin Studi Uji Toksisitas Akut Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur WistarTanaman obat banyak dimanfaatkan di Indonesia sebagai pengobatan tradisional, salah satunya markisa ungu yang telah diteliti mengenai manfaatnya. Penelitian uji toksisitas ini dilakukan sebagai salah satu parameter awal untuk mengetahui keamanan sari markisa ungu sebelum dikembangkan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari markisa ungu berbagai dosis terhadap kadar albumin pada studi uji toksisitas akut tikus (Rattus norvegicus) Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan pre-post test only with control group design yang menggunakan 25 ekor tikus putih jantan Galur Wistar dan dibagi dalam 5 kelompok : A) kontrol normal (perlakuan aquadest), B) perlakuan sari markisa ungu 4,2 mL/200 gBB/hari, C) perlakuan sari markisa ungu 2 x 4,2 mL/200 gBB/hari, D) perlakuan sari markisa ungu 3 x 4,2 mL/200 gBB/hari, E) perlakuan sari markisa ungu 4 x 4,2 mL/200 gBB/hari. Perlakuan dilakukan melalui sonde lambung selama 14 hari. Kadar albumin diperiksa pada 3 periode (pre, durante dan post perlakuan/penelitian). Data dianalisis menggunakan uji parametrik Paired Sample T-test dan uji non parametrik Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar albumin pada semua kelompok, pada setiap periode pemeriksaan masih berada pada rentang kadar albumin normal. Kesimpulan: Pemberian sari markisa ungu (Passiflora edulis var edulis) hingga dosis 4 x 4,2 mL/200gBB/hari tidak berpengaruh terhadap kadar albumin tikus putih (Rattus norvegicus) Wistar pada uji toksisitas akut.Medicinal plants are widely used in Indonesia as traditional medicine, one of them is purple passion fruit which has been studied for its benefits. This toxicity test research is conducted as one of the initial parameters to determine the safety of a substance before it is developed into a medicinal product. The aim of this study was to determine the effect of various doses of purple passion fruit juice on albumin levels in the Wistar rat (Rattus norvegicus) in an acute toxicity test study. This research was an experimental study with pre-post test only with control group design using 25 males rats were randomly assigned to 5 groups A) normal control (aquadest), B) the treatment group with purple passion fruit extract dose of 4.2 mL / 200 gBB / day, C) the treatment group with purple passion fruit extract dose of 2 x 4.2 mL / 200 gBB / day, D) the treatment group with purple passion fruit extract dose of 3 x 4.2 mL / 200 gBB / day, E) the treatment group with purple passion fruit extract dose of 4 x 4.2 mL / 200 gBB / day through sonde for 14 days. Data were analyzed using the Paired Sample T-test and non-parametric Wilcoxon test. Conclusion: There was no effect of Purple passion fruit juice (Passiflora edulis var edulis) up to 4x4,2 mL/200gBB/days that given to Wistar rats (Rattus norvegicus) albumin level in this acute toxicity test.
2780431165F1B016122“IMPLEMENTASI PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) DI KELURAHAN GRENDENG, KECAMATAN PURWOKERTO UTARA, KABUPATEN BANYUMAS”Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan program KOTAKU di Kelurahan Grendeng, serta mencari factor apa saja yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program Kotaku di Kelurahan Grendeng, kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif asosiatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan Korelasi Kendall Tau (τ) c, Koefisien Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal dan untuk validitas data menggunakan teknik analisis butir, dimana merupakan teknik yang mengkorelasikan skor setiap item dengan skor total variabel, dengan menggunakan korelasi Product Moment.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program Kotaku di Kelurahan Grendeng sudah ideal. Program ini dikatakan ideal karena secara garis besar masyarakat penerima penerima telah memahami mengenai adanya program. Kesimpuln dri penelitin ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi program Kotaku yang pertama dapat dilihat dari target group, hasilnya menunjukan bahwa seluruh penerima program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) telah sesuai dan sudah baik, akan tetapi dengan kurangnya keterlibatan masyarakat umum sebagai sasaran program dapat menjadikan program Kotaku tidak efektif atau tidak dapat mencapai tujuannya secara maksimal, yang kedua dapat dilihat dari environmental factor sebagai kebijakan yang diidealisasikan yaitu factor sosial budaya yang dimana masyarakat memberikan dukungan dengan cara ikut membantu berjalannya program yang artinya respon dari masyarakat baik dan menerima adanya program tersebut. Akan tetapi dengan ketidaktahuan masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan akan membuat tujuan dari program Kotaku tidak efektif dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap lingkungan yang rapih dan tidak kumuh.
The purpose of this research is to describe the implementation of the KOTAKU program in Grendeng Village, and to find out what factors influence the successful implementation of the Kotaku program in Grendeng Village, North Purwokerto District, Banyumas Regency. This research uses associative quantitative analysis. The data analysis technique was performed using Kendall Tau Correlation (τ) c, Kendall W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression and for data validity using item analysis techniques, which is a technique that correlates the score of each item with the total variable score, usingcorrelation Product Moment.
The results showed that the Kotaku program in Grendeng Village was ideal. This program is said to be ideal because in general the recipient community understands the existence of the program. The conclusion in this study is that the factors that affect the implementation of the first Kotaku program can be seen from the target group, the results show that all the recipients of the Kotaku (City Without Slum) program are appropriate and good, but with the lack of involvement of the general public as program targets making the Kotaku program ineffective or unable to achieve its goals optimally, the second can be seen from the environmental factor as an idealized policy, namely the socio-cultural factor where the community provides support by helping to run the program which means that the response from the community is good and accepts the program . However, people's ignorance of the importance of protecting the environment will make the objectives of the Kotaku program ineffective due to the lack of public knowledge of the environment that is neat and not slum.
2780531166E1A016247PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN MIE INSTAN CAP BUNGA TEROMPET YANG DIBUAT DARI MIE KADALUWARSA BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR: 284/PID.SUS/2019/PN.MJK Perlindungan konsumen menurut Pasal 1 angka (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen. Salah satu kasus perlindungan konsumen adalah perbuatan Juni Eko Susanto selaku pemilik UD. Barokah yang menjual mie instan cap Bunga Terompet menggunakan mie kadaluwarsa yang dikemas kembali. Skripsi ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap konsumen mie instan cap Bunga Terompet yang dibuat dari mie kadaluwarsa berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier. Data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data yang digunakan adalah metode normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil peneltian ini dapat disimpulkan bahwa konsumen sudah mendapat perlindungan hukum berdasarkan Pasal 135 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Dalam putusan nomor: 284/Pid.Sus/2019/PN.Mjk, hakim tidak menggunakan Pasal 4 huruf (a) dan (c) Pasal 7 huruf (a) dan huruf (b) , dan Pasal 8 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Consumer protection according to Article 1 point (1) of Constitution Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is any effort that ensures legal certainty to provide protection to consumers. One of the consumer protection cases is the act of Juni Eko Susanto as the owner of UD. Barokah, who sells instant noodles with the stamp of Bunga Terompet, uses expired noodles that are repackaged. This thesis discusses the legal protection of instant noodles cap bunga terompet made from expired noodles based on Constitution Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
The method used in this research is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data sources used are primary legal materials, secondary legal materials, tertiary legal materials. The data obtained were presented with narrative text, and the data analysis method used was qualitative normative method.
Based on the results of this research, it can be concluded that consumers have received legal protection based on Article 135 of the Constitution of the Republic of Indonesia Number 18 of 2012 concerning Food. In the decision number: 284 / Pid.Sus / 2019 / PN.Mjk, the judge did not use Article 4 letters (a) and (c) Article 7 letters (a) and (b), and Article 8 paragraph (1) letter ( a) Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection.
2780631167H1C013067ANALISIS KOORDINASI SISTEM PENGAMAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV TERHADAP GANGGUAN LAYANG - LAYANG PENYULANG DIENG 01 GARDU INDUK DIENG PT. PLN (PERSERO) UP3 PURWOKERTO Gangguan yang sering terjadi pada sistem distribusi 20 kV adalah gangguan arus hubung singkat yang disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor internal dari sistem dan faktor eksternal. Pada Penyulang Dieng- 01 pada bulan November 2019 terjadi trip pada PMT yang disebabkan oleh gangguan eksternal berupa layang- layang. Gangguan tersebut mengakibatkan munculnya gangguan arus hubung singkat, yang mengharuskan sistem pengaman pada sistem bekerja agar tidak terjadi kerusakan akibat adanya arus berlebih. Peralatan sistem pengaman utama pada penyulang Dieng- 01 terdiri dari Over Current Rellay (OCR), Ground Fault Rellay (GFR), pada PMT Outgoing dan Recloser. Pada penelitian ini dilakukan analisis koordinasi dari sistem pengaman diatas, apakah sudah sesuai dengan standar PLN dan IEC 60255 atau tidak. Pada hasil analisa sistem proteksi terdapat ketidaksesuaian grading time (selisih waktu kerja) antara relai PMT dan recloser dengan SPLN dan IEC 60255 yaitu sebesar 0,3 – 0,4 detik. Oleh karena itu dilakukan pengaturan ulang pada setting TMS untuk relai pada PMT dan recloser agar grading time (selisih waktu kerja) sesuai dengan standar. Nilai pengaturan ulang setting TMS relai PMT dengan perhitungan manual untuk gangguan 3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa masing- masing yaitu: 0.051, 0.036, dan 0.0856, sedangkan pengaturan ulang setting TMS relai pada recloser untuk gangguan 3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa masing- masing yaitu: 0.03, 0.023, dan 0.0457. Selanjutnya nilai setting TMS tersebut digunakan pada analisa gangguan layang- layang pada jarak 3,6 km jaringan sehingga diperoleh nilai waktu kerja relai pada PMT dengan perhitungan manual untuk gangguan 3 fasa, 2 fasa, dan 1 fasa masing- masing sebesar: 0.01 detik, 0.1273 detik, dan 0.21 detik.Disturbances that often occur in a 20 kV distribution system are short circuit current disturbances caused by several factors, namely internal factors of the system and external factors. At Dieng-01 Feeders in November 2019 there was a trip at PMT which was caused by external disturbances in the form of kites. It’s results in the emergence of a short circuit current, which requires the safety system to work so that damage does not occur due to excess current. The main protection system equipment in the Dieng-01 feeder consists of Over Current Rellay (OCR), Ground Fault Rellay (GFR), Outgoing PMT and Recloser. In this study, a coordination analysis of the above protection system was carried out, whether it was in accordance with the PLN and IEC 60255 standards or not. In the analysis of the protection system, there is a mismatch in the grading time (difference in working time) between the PMT and recloser relays with the SPLN and IEC 60255 standards, namely 0.3 - 0.4 seconds. Therefore, resetting the TMS settings for the relay on the PMT and recloser is made so that the grading time (working time difference) is in accordance with the standard. The value of resetting the TMS's relay of PMT settings for 3-phase, 2-phase, and 1-phase faults respectively are: 0.051, 0.036, and 0.0856, while resetting the TMS relay on the recloser settings for 3-phase, 2-phase, and 1-phase faults respectively: 0.03, 0.023, and 0.0457. Furthermore, the TMS setting value is used in the kite disturbance analysis at a distance of 3.6 km of the network so that the relay working time values at PMT for 3-phase, 2-phase and 1-phase disturbances are obtained, respectively: 0.01 seconds, 0.1273 seconds, and 0.21 seconds.
2780731168F2A016015Implementasi Program Penurunan Stunting melalui Dana Desa (Study di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas)Penurunan stunting merupakan salah satu target Sustainable Development Goals (SDGs). Stunting penting untuk segera diatasi karena dampaknya bersifat multisektoral. Pemerintah Indonesia melakukan upaya percepatan penanggulangan masalah stunting yang melibatkan 23 Kementerian/lembaga. Termasuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi melalui alokasi dana desa. Dana transfer desa didorong menjadi salah satu potensi dalam Program Penurunan Stunting. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi menerbitkan Buku Saku Desa (2018) dalam Penanganan Stunting yang memuat potensi atau kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dialokasikan dalam APBDes dan dibiayai dengan Dana Desa sebagai upaya penanganan stunting. Gununglurah menjadi desa dengan kasus stunting yang sangat tinggi di tahun 2019, yakni mencapai 200 kasus atau 32,52 persen (Desa dengan jumlah stunting terbesar di Kab. Banyumas tahun 2019). Padahal, desa Gununglurah merupakan salah satu lokus prioritas penurunan stunting semenjak tahun 2018. Masih tingginya kasus stunting di Desa Gununglurah menunjukkan gejala belum optimalnya Implementasi Program Penurunan Stunting.
Penelitian ini bertujuan untuk membahas Implementasi Program Penurunan Stunting melalui Dana Desa dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan tersebut di di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Implementasi kebijakan tersebut dilihat dari aspek kepatuhan dan aspek faktual. Selanjutnya, aspek-aspek yang digunakan untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi/sikap pelaksana, serta struktur birokrasi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan upaya analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Huberman, dan Saldana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Gununglurah sebagai implementor Program Penurunan Stunting melalui Dana Desa belum memahami secara penuh kebijakan tersebut. Dari aspek kepatuhan, pemerintah desa Gununglurah memang telah menyusun dan melaksanakan kegiatan-kegiatan berskala desa yang relevan dengan upaya penurunan stunting melalui APBDes Namun, dari aspek Faktual, pemerintah desa Gununglurah cenderung hanya mematuhi dan melaksanakan kegiatan yang direkomendasikan oleh Buku Saku Desa dalam Penurunan Stunting tanpa melihat lebih jauh kegiatan atau program apa yang sebenarnya paling dibutuhkan dan perlu diprioritaskan untuk mempercepat penurunan stunting. Dari penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor komunikasi, sumber daya, diposisi dan struktur birokrasi belum berjalan dengan baik dalam implementasi Program Penurunan Stunting melalui dana desa di Gununglurah, sehingga proses implementasinya pun belum optimal.
Stunting reduction is one of the targets of the Sustainable Development Goals (SDGs). Stunting is important to overcome immediately because the impact is multisectoral. The Indonesian government is making efforts to accelerate the response to stunting problems involving 23 ministries / agencies. Including the Ministry of Villages, Development of Underdeveloped Regions and Transmigration through the allocation of village funds. Village transfer funds are encouraged to be one of the potentials in the Stunting Reduction Program. The PDTT Village Ministry published the Village Pocket Book (2018) in Handling Stunting which contains the potential or activities that can be allocated in the APBDes and financed with the Village Fund as an effort to handle stunting. Gununglurah is a village with a very high number of stunting cases in 2019, reaching 200 cases or 32.52 percent (The village with the largest number of stunting in Banyumas Regency in 2019). In fact, Gununglurah village has been one of the priority locus for stunting reduction since 2018. The still high number of stunting cases in Gununglurah Village shows symptoms of not yet optimal implementation of the Stunting Reduction Program.
This study aims to discuss the implementation of the Stunting Reduction Program through the Village Fund and to determine the factors that influence the implementation of the policy in Gununglurah Village, Cilongok District, Banyumas Regency. The implementation of the policy is seen from the compliance and factual aspects. Furthermore, the aspects used to see the factors that influence implementation include communication, resources, dispositions, and bureaucratic structure. The research was conducted using qualitative research methods. Data collection was carried out by interview, observation and documentation. Meanwhile, data analysis efforts were carried out using interactive analysis models from Miles, Huberman, and Saldana.
The results showed that the Gununglurah Village Government as the implementor of the Stunting Reduction Program through the Village Fund did not fully understand the policy. From the compliance aspect, the Gununglurah village government has indeed arranged and implemented village-scale activities that are relevant to efforts to reduce stunting through the APBDes. However, from the factual aspect, the Gununglurah village government tends to only comply with and carry out the activities recommended by the Village Pocket Book in Reducing Stunting without looking further at what activities or programs are actually needed most and need to be prioritized to accelerate stunting reduction in Gununglurah Village. From the research it can be concluded that factors of communication, resources, position and structure of the bureaucracy influence have not worked well in the implementation of the Stunting Reduction Program through village funds in Gununglurah, so that the implementation process is not yet optimal.
2780831169A1C014072Efesiensi Penggunaan Faktor Produksi Pada Usahatani Jagung Di Desa Karanggintung Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasDesa Karanggintung merupakan sentra produksi jagung hibrida di Kecamatan Sumbang. Permasalahan yang dihadapi para petani jagung hibrida di Desa Karanggintung yaitu tidak memperhitungkan faktor produksi yang digunakan pada usahatani jagung yang dijalankan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui biaya, dan pendapatan usahatani jagung hibrida, 2) mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida Gramaxone, herbisida Kayabas, dan tenaga kerja terhadap hasil produksi, 3) mengetahui tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, pupuk, pestisida Gramaxone, herbisida Kayabas, dan tenaga kerja pada usahatani jagung hibrida.
Metode penelitian yang digunakan yaitu survei. Pengambilan data dilakukan dari tanggal 21 April sampai 22 Mei 2019. Sasaran penelitian ini adalah petani yang menanam jagung hibrida di Desa Karanggintung pada bulan September sampai Desember 2018. Penentuan sampel untuk usahatani jagung hibrida menggunakan simple random sampling dengan jumlah 30 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan, fungsi produksi Cobb-Douglass, dan tingkat efisiensi penggunaan faktor produksi.
Hasil penelitian menunjukan rata-rata total biaya produksi jagung hibrida pada musim tanam bulan September sampai Desember 2018 sebesar Rp17.589.216 dan pendapatan sebesar Rp16.781.784 per ha. Faktor-faktor produksi usahatani jagung hibrida yang berpengaruh terhadap hasil usahatani jagung hibrida adalah luas lahan, benih, herbisida Kayabas. Penggunaan faktor produksi luas lahan, benih, dan herbisida Kayabas belum efisien.
Karanggintung Village is a center for hybrid corn production in Sumbang sub-district. The problem faced by hybrid corn farmers in Karanggintung Village is that they did not calculate the production factors used in corn farming, hence this study aims to 1) determine the costs and income of hybrid corn farming, 2) find out the effect of the use of production factors of land area, seeds, fertilizers, Gramaxone pesticides, and Kayabas herbicide on production yields, 3) figure out the efficiency level of the use of land area production factors, seeds, fertilizers, Gramaxone pesticides, Kayabas herbiced, and labor in hybrid corn farming.
The method of this research is survey. Data collection was conducted from 21st of April until 22nd of May, 2019. The data collection is using observation and questionnaire interviews. The target of this research is hybrid corn farmers in Karanggintung Village in September to December. The samples for hybrid corn farming used simple random sampling with a total of 30 people. The method of this analysis is cost and income analysis, the Cobb-Douglass production function, and the level of efficiency in the use of production factors.
The results showed that the average total cost of hybrid maize production in the planting season from September to December was IDR 17.589.216 and income was IDR 16.781.784 each hectare. The production factors of hybrid corn that affect the yield of hybrid maize are land area, seeds, and Kayabas herbiced. The use of production factors for Kayabas' land area, seeds, and herbiced is not efficient.
2780931171K1B015034IMPLEMENTASI MODEL REGRESI LOGISTIK MULTINOMIAL PADA PENGELOMPOKAN PENYAKIT TUBERKULOSISTerdapat tiga jenis tuberkulosis (TB) yang diderita oleh pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, yaitu TB paru negatif, TB paru positif, dan TB ekstra paru. Jenis TB yang diderita oleh pasien umumnya dipengaruhi oleh usia, riwayat, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan tempat tinggal pasien. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mencari hubungan antara jenis TB dengan faktor yang mempengaruhinya adalah analisis regresi. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi logistik multinomial karena jenis TB bersifat kategori, dengan jumlah responden sebanyak 156 pasien pada tahun 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan pasien menjadi faktor dominan yang berpengaruh. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pasien dengan tingkat pendidikan dasar memiliki nilai odds 5,843 kali untuk terkena jenis TB paru positif dan 2,224 untuk terkena jenis TB ekstra paru. Model regresi logistik multinomial yang didapat juga menunjukkan bahwa peluang untuk terkena penyakit TB paru positf dengan faktor tingkat pendidikan lebih besar dibandingkan dengan TB paru negatif dan TB ekstra paru.
There are three types of Tuberculosis (TB) patients at Banyumas Region Hospital, namely negative pulmonary TB, positive pulmonary TB, and extra pulmonary TB. Types of TB generally caused by age, cae of history, gender, level of education, and domicile. One of the methods that used to find a correlation between types of TB with the affect is regression analysis. This study used multinomial logistic regession analysis because types of TB is categorical and the data is 156 TB’s patients recorded at 2018/2019. The result showed that the level of education be a dominant factor to affect TB. Here, we noted that patients with basic education level have a 5,843 time odds for getting positive pulmonary TB and 2,224 times for getting extra pulmonary TB. The multinomial logistic regression model is then given as probability for getting positive pulmonary TB with factor level of education is greather than negative pulmonary TB and extra pulmonary TB.
2781031173C1A017035FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PROFITABILITAS BANK PERKREDITAN RAKYAT (BPR) DI KABUPATEN BANYUMASPenelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh BOPO, NPL dan LDR secara bersama-sama dan secara parsial terhadap profitabilitas (ROA), serta untuk mengetahui variabel mana yang paling berpengaruh terhadap profitabilitas (ROA) BPR di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan publikasi keuangan triwulan pada 6 BPR di Kabupaten Banyumas periode tahun 2015-2019 yang terdapat pada website Otoritas Jasa Keuangan. Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan model random effect. Hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel BOPO, NPL, dan LDR berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) dan secara parsial BOPO berpengaruh negatif signifikan sedangkan NPL dan LDR tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROA) serta BOPO merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap profitabilitas (ROA) pada BPR di Kabupaten Banyumas. Implikasi dari penelitian ini dapat digunakan sebagai upaya untuk terus meningkatkan profitabilitas pada perbankan terutama BPR di Kabupaten Banyumas. Upaya yang dapat dilakukan adalah menekan nilai BOPO, menjaga nilai NPL dan LDR. Untuk meningkatkan profitabilitas (ROA) agar maksimal maka BPR di Kabupaten Banyumas harus lebih memperhatikan BOPO, karena dibandingkan NPL dan LDR variabel BOPO memiliki pengaruh yang lebih besar dan signifikan terhadap ROA. Rasio BOPO dapat ditekan melalui pengurangan biaya operasional dan peningkatan pendapatan operasional.This research aims to analyze the effect of OEOI, NPL and LDR simultaneously and partially on profitability (ROA), and determine which variables have the most significant on the profitability (ROA) of rural banks in Banyumas Regency. This study uses secondary data from quarterly financial publication reports on 6 rural banks in Banyumas Regency for the period 2015-2019 on the website Otoritas Jasa Keuangan (OJK). The analysis tool used is panel data regression with the random effect model. The results of the research have shows that the variables of OEOI, NPL, and LDR simultaneously have a significant effect on profitability (ROA) and partially OEOI has negative significant effect while NPL and LDR has no significant effect on profitability (ROA) and OEOI the most significant on profitability (ROA) at rural banks in Banyumas Regency. The implication of this research is an effort to increase profitability in banks, especially rural banks in Banyumas Regency. Efforts that can be made are to reduce the value of OEOI and maintain the value of NPL and LDR. To maximize the increase in profitability (ROA), rural banks in Banyumas Regency must pay attention to OEOI, because OEOI variables have the most significant on the profitability (ROA) compared to NPL and LDR. The OEOI ratio can be reduced by reducing operating costs and increasing operating income.
2781131172L1A016063PENGARUH PANDEMI COVID-19 TERHADAP PRODUKSI DAN PENDAPATAN NELAYAN DI TPI PPS CILACAPPandemi COVID-19 menyebabkan laju pendapatan nelayan mengalami penurunan dikarenakan distribusi yang sulit dan aktifitas di TPI semakin sepi. Selain itu, mengakibatkan aktifitas perijinan dan pelayanan berlayar bagi nelayan dibatasi dengan tidak dilakukan pelayanan langsung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui produksi perikanan tangkap dan pendapatan nelayan kapal 5 dan 6-10 GT di TPI PPS Cilacap pada saat terjadinya Pandemi Covid-19. Metode yang digunakan yaitu metode observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini yaitu Produksi perikanan di PPS Cilacap saat pandemi Covid-19 pada bulan Maret-Juni 2020 didapatkan 1.690,24 ton artinya mengalami peningkatan 19,08% pada tahun 2019. Pendapatan nelayan mengalami penurunan dari sebelum Pandemi Covid-19 karena daya serap produksi perikanan oleh pasar yang menurun.COVID-19 pandemic has caused the income rate of fishermen to decline due to difficult distribution and activities at TPI are increasingly quiet. In addition, it results in limited licensing activities and sailing services for fishermen with no direct service. The purpose of this study was to determine the capture fisheries production and income of fishermen on boats 5 and 6-10 GT at TPI PPS Cilacap at the time of the Covid-19 Pandemic. The method used is the method of observation and interviews. The results of this study were fishery production at PPS Cilacap during the Covid-19 pandemic in March - June 2020, which obtained 1,690.24 tonnes, meaning that it had increased 19.08% in 2019. Fishermen's income decreased from before the Covid-19 Pandemic due to absorption capacity. fishery production by decreasing market.
2781231174A1L114030PENGARUH PUPUK HAYATI MIKORIZA – TRICHODERMA DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP BEBERAPA SIFAT FISIK TANAH PADA BUDIDAYA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)Teknologi pemupukan dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi bawang merah dengan mensubstitusi penggunaan pupuk anorganik menggunakan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati mikoriza – trichoderma. dan pengurangan dosis pupuk anorganik terhadap beberapa sifat fisik tanah dan produksi bawang merah. Penelitian dilakukan di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas dan untuk anlisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Maret hingga Desember 2018. Penelitian berupa percobaan lapang dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama pupuk hayati mikoriza – trichoderma (H) terdiri dari pemberian dosis 0 g (H0), 10 g (H1), dan 20 g (H2). Faktor kedua pengurangan dosis pupuk anorganik terdiri dari pengurangan dosis 0%, 25%, dan 50%. Variabel yang diamati yakni sifat fisik tanah meliputi BJI, BJP, porositas, BC, BL, BG, BBW, dan jangka olah serta variabel hasil produksi meliputi tinggi tanaman, bobot segar umbi, dan bobot kering umbi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) pengaruh perlakuan mandiri pemberian pupuk hayati mikoriza – trichoderma bersifat nyata terhadap variabel batas cair, jangka olah, dan bobot kering umbi; (2) pengaruh perlakuan mandiri pengurangan dosis pupuk anorganik bersifat nyata terhadap variabel berat jenis isi, berat jenis partikel, batas gulung, batas berubah warna, dan jangka olah; (3) pengaruh interaksi pemberian pupuk hayati mikoriza – trichoderma dengan pengurangan dosis pupuk anorganik bersifat nyata terhadap berat jenis isi, berat jenis partikel, batas cair, batas lekat, batas berubah warna, jangka olah, dan tinggi tanaman.Fertilization technology can be used to increase shallot production by substituting the use of inorganic fertilizers using biological fertilizers. This study aims to determine the effect of mycorrhiza – trichoderma bio fertilizer and reducing the dosage of inorganic fertilizers on several physical properties of soil and shallot production. The research was conducted in Kaliori Village, Kalibagor District, Banyumas Regency and for soil analysis was carried out at the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from March to December 2018. The research was a field experiment using the Randomized Completely Block Design method with two factors and three times repeat. The first factor of mycorrhiza – trichoderma bio fertilizer consists of doses of 0 g, 10 g, and 20 g. The second factor in reducing the dosage of inorganic fertilizers consisted of reducing the dosage of 0%, 25%, and 50%. The variables observed were the physical properties of the soil including BJI, BJP, porosity, BC, BL, BG, BBW, and processing time as well as production yield variables including plant height, plant fresh weight, and plant dry weight. The results of this study indicate that: (1) the effect of independent treatment of mycorrhiza – trichoderma bio fertilizer is significant on the liquid limit, processing period, and plant dry weight variables; (2) the effect of independent treatment on inorganic fertilizer dosage reduction is significant on the variable density of content, specific gravity of particles, limit of rolls, limit of changing color, and processing period; (3) the effect of the interaction of mycorrhiza – trichoderma bio fertilizer with a reduction in the dosage of inorganic fertilizers is significant on density of content, particle density, liquid limit, sticky limit, color change limit, processing period, and plant height.
2781333481I1D017024EFEK LAMA PERKECAMBAHAN TERHADAP SENSORI, KANDUNGAN FENOLIK DAN PROTEIN SUSU KECAMBAH KACANG TOLO: MINUMAN ANTIDIABETESLatar Belakang : Kondisi hiperglikemi pada pasien Diabetes Melitus dapat diperbaiki dengan produk kaya antioksidan fenolik dan protein. Kacang tolo mengandung fenolik dan protein yang baik bagi kesehatan. Perkecambahan dapat meningkatkan kandungan gizi dan kualitas sensori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perkecambahan terhadap sensori, kadar fenolik, dan protein susu kecambah kacang tolo.
Metodologi: Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diuji adalah lama perkecambahan 0, 8, 10 dan 12 jam. Kadar fenolik dan protein diuji dengan uji Anova dan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test pada taraf 5%. Uji sensori dianalisis menggunakan uji Friedman dan dilanjutkan dengan uji Banding Ganda pada taraf 5%. Perlakuan terbaik ditentukan dengan Indeks Efektivitas.
Hasil Penelitian: Lama perkecambahan secara signifikan (p<0,05) meningkatkan kadar fenolik, kadar protein, mencerahkan warna, dan mengurangi beany flavour, tetapi tidak berpengaruh pada mutu sensori rasa dan kekentalan.
Kesimpulan: Produk susu terbaik adalah susu kecambah kacang tolo dengan lama perkecambahan 12 jam, mengandung 4,67 mg GAE/g fenolik dan 33% protein.
Background: Hyperglycemia status in diabetes mellitus patient can be improved by product which rich in antioxidant phenolic and protein Cowpeas contains phenolic and protein, which exerted health beneficial properties. Germination could improve nutrition and sensory properties. This study aims to determine the effect of germination time on sensory properties, phenolic, and protein content in cowpea sprouts milk.
Methods: This research is a randomized block design which studied germination time of: 0 hours, 8 hours, 10 hours, and 12 hours. Phenolic and protein data were analyzed using Anova test at 95% confident level continued with DMRT at 5% level if there is a significant difference. Sensory results were analyzed using Friedman test followed by Multiple Comparison test at 5% level. Effectiveness index were used to determine the best product.
Results: Germination time significantly (p<0,05) increased phenolic and protein content, improved cowpea milk colour, and reduced beany flavour but had no effect on hedonic quality in taste and viscosity.
Conclusion: The best sprout milk product was cowpea sprouts milk with 12 hours of germination time, which yield 4,67 mg GAE/g phenolic and 33% protein as the result.
2781433755J0B018002Penerjemahan Booklet Promosi Wisata Alam Banyumas Berbahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif Di Dinporabudpar BanyumasLaporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Booklet Promosi Pesona Wisata Alam Banyumas Berbahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif Di Dinporabudpar Banyumas”. Kegiatan Praktik kerja ini dilaksanakan di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas. Praktik kerja dilaksanakan tanggal 7 Desember 2020 hingga 22 Februari 2021. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah untuk menghasilkan Booklet Promosi Pesona Wisata Alam Kabupaten Banyumas berbahasa Mandarin sehingga dapat memudahkan wisatawan lokal maupun wisatawan yang berasal dari China untuk mendapatkan informasi destinasi wisata alam di Kabupaten Banyumas. Metode pengumpulan data yang digunakan ada empat yaitu, metode observasi non partisipan, metode studi dokumentasi, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Dalam menerjemahkan dokumen, penulis menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu metode komunikatif sebagai metode utama dan metode harfiah sebagai metode pendukung. Kedua metode tersebut digunakan agar pembaca lebih mudah memahami informasi mengenai promosi wisata alam di Kabupaten Banyumas. Hasil praktik kerja adalah booklet promosi pesona wisata alam Kabupaten Banyumas yang telah diterjemahkan dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Mandarin dengan baik dan diterima Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas.这价实习报告的题目是 “Penerjemahan Booklet Promosi Pesona Wisata Alam Banyumas Berbahasa Mandarin Menggunakan Metode Komunikatif Di Dinporabudpar Banyumas” 。实习时间 是从 2020 年 12 月 7 日到 2021年2 月 22 日,在 Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas。实习的目的是制作小册子 Banyumas县自然旅游魅力宣传 的中文翻译,让当地游客和中国游客更容易了解Banyumas县的自然旅游目的地信息。作者收集文件时使用四种方法,即: 菲参与观察方法,文件方法,图书研究方法,和浏览互联网方法。在翻译文件时, 作者使用了二个翻译方法,交际翻译法作为主要方法和直译翻译方法作为支持的方法。作者翻译文件让读者更容易了解有关在Banyumas县推广自然旅游的信息。实习的结果是一本宣传班尤马斯摄政区自然旅游魅力的小册子,该小册子已从印度尼西亚语翻译成普通话, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas 的文件接受了。
2781533974J1C015019Representasi Nilai-Nilai Bushido di Anime Shokugeki No Souma Karya Yuto Tsukuda (Analisis Semiotika John Fiske)Penelitian ini membahas tentang representasi nilai-nilai bushido dalam anime shokugeki no souma melalui analisis semiotika John Fiske. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode analisis menggunakan kode-kode televisi jhon fiske. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak catat. Objek dalam penelitian ini adalah anime shokugeki no souma pada season pertama karya Yuto Tsukuda. Hasil analisis menunjukan bahwa Pada level realitas melalui kode penampilan dan kostum; kode lingkungan; dan kode perilaku, tokoh-tokoh di anime shokugeki no souma di tampilkan sebagai manusia yang memiliki rasa keadilan yang tinggi. Pada level representasi, anime Shokugeki No Souma menggunakan berbagai kode teknis seperti teknik pengambilan gambar; tata cahaya; editing; dan musik latar belakang. Pada kode representasi konvensional seperti naratif; konflik; karakter; aksi; dan dialog. Anime shokugeki no souma dapat merepresentasikan seluruh nilai-nilai bushido yaitu gi (integritas), yu (keberanian), jin (kemurahan hati), rei (menghormati), makoto/shin (kejujuran dan tulus-ikhlas), meiyo (nama baik), dan chugo (kesetiaan) melalui tindakan-tindakan para tokohnya.This study discusses the representation of bushido values in the anime shokugeki no souma through John Fiske's semiotic analysis. The research method used is descriptive qualitative. The method of analysis uses the television codes of John Fiske. The data collection technique used the note-taking technique. The object of this research is the anime shokugeki no souma in the first season by Yuto Tsukuda. The results of the analysis show that at the level of reality through the code of appearance and costumes; environment code; and code of conduct, the characters in the anime shokugeki no souma are shown as humans who have a high sense of justice. At the level of representation, the anime Shokugeki No Souma uses various technical codes such as shooting techniques; lighting; edit; and background music. In conventional code representations such as narrative; conflict; character; action; and dialogue. Anime Shokugeki no Souma can represent all Bushido values, namely gi (integrity), yu (courage), jin (generosity), rei (respect), makoto/shin (honesty and sincerity), meiyo (good name), and chugo (loyalty) through the actions of the characters.
2781631176A1D016077Respon Pertumbuhan Tanaman Selada (Lactuca sativa L) terhadap Frekuensi dan Konsentrasi Pemberian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit BuahSelada merupakan salah satu sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatan produksi selada adalah dengan pemupukan. Pemupukan yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk menjaga kesuburan tanah. Keberadaan sampah buah-buahan yang melimpah memiliki potensi yang besar untuk digunakan sebagai sumber bahan baku pembuatan pupuk organik cair. Oleh karena itu penelitian inibertujuan untuk :1) Mendapatkan frekuensi POC Limbah Kulit Buah yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman selada; 2) Mendapatkan konsentrasi pemberian POC Limbah Kulit Buah yang terbaik untuk pertumbuhan tanaman selada; 3) Mendapatkan kombinasi frekuensi dan konsentrasi pemberian POC Limbah Kulit Buah yang terbaik bagi pertumbuhan tanaman selada.
Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Sayur Organik Pager Gunung, Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED mulai Mei sampai Juli 2020.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan tiga ulangan. Perlakuan pada penelitian ini adalah kombinasi antara frekuensi dan konsentrasi POC, frekuensi pemupukan terdiri dari 5 hari sekali, 10 hari sekali dan 15 hari sekali, sedangkan untuk konsentrasi POC terdiri dari 0%, 10%, 20%, dan 30%. Variabel yang diamati untuk mengetahui respon pertumbuhaan tanaman adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, bobot tanaman segar, bobot tajuk kering dan bobot akar kering. Data yang diperoleh dianilis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada α 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah kulit buah pada frekuensi 5 hari sekali dan 15 hari sekali memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan 10 hari sekali pada variabel tinggi tanaman. Pemberian POC limbah kulit buah dengan konsentrasi 0% cenderung memberikan kenaikan lebih tinggi pada pertumbuhan tanaman selada dibandingkan dengan konsentrasi 10, 20 dan 30%. Terdapat interaksi antara perlakuan frekuensi dan konsentrasi pemberian POC limbah kulit buah pada variabel panjang akar dan bobot tanaman segar
Lettuce is a vegetable that is widely consumed by Indonesian people. One of the efforts to increase lettuce production is fertilization. Environmentally friendly fertilizers are needed to maintain soil fertility. The abundance of fruit waste has great potential to be used as a source of raw material for making liquid organic fertilizers. Therefore this study aims to: 1) Obtain the best POCfrequency of rind waste for lettuce plant growth; 2) Obtaining the best concentration of POC rind waste for lettuce plant growth; 3) Obtain the best combination of frequency and concentration of POC application of rind waste for lettuce plant growth.
This research was carried out at Kebun Sayur Organik, Melung, Kedungbanteng and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, UNSOED from May to July 2020. This research design used a Complete Randomized Block Design (RAKL) consisting of three replications. The treatments in this research were combinations between frequencies and concentrations of POC, the frequenciesconsisted of 5, 10, and 15 days, while the concentrations consisted of 0, 10, 20, and 30%. The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, root length, fresh plant weight, dry shoot weight and dry root weight. The data obtained were analyzed using the F test, if there wasdiversity, followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at α 5% .
The results showed that giving POC of rind waste at a frequencies of once every 5 days and 15 days gave a better effect than once every 10 days on plant height variables. POC application of rind waste with concentration of 0% tended to provide a higher increase in lettuce plant growth than with concentrations of 10, 20 and 30%. There was an interaction between the frequencies and concentrations of POC treatment of rind waste on the variable root length and fresh plant weight.
2781731178L1B016046PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK PADA PAKAN DENGAN DOSIS BERBEDA TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA SULTANA (Oreochromis spp.)Penelitian ini berjudul Pengaruh Penambahan Probiotik pada Pakan dengan Dosis Berbeda terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Nila Sultana (Oreochromis spp.). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan, efisiensi pakan dan kelangsungan hidup ikan nila sultana (Oreochromis spp.) yang diberi pakan dengan tambahan probiotik. Penelitian dilakukan di Laboratorium FPIK Unsoed. Objek yang digunakan adalah ikan nila sultana (Oreochromis spp.) berukuran 9 - 12 cm/ekor dan berat ±20 gram/ekor yang berasal dari petani ikan di Desa Beji. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 4 pengulangan. Perlakuan terdiri dari A (Pakan tanpa tambahan probiotik), B (Pakan dengan tambahan probiotik 10 mL/kg pakan), C (Pakan dengan tambahan probiotik 15 mL/kg pakan), dan D (Pakan dengan tambahan probiotik 20 mL/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, LPS, LPR, dan EP menunjukkan perbedaan nyata, namun pada kelangsungan hidup tidak. Dosis probiotik terbaik adalah pada perlakuan C dengan hasil pertumbuhan panjang mutlak 6.04 ± 0.45 cm, berat mutlak 31.96 ± 1.49 gram, LPR 3.26 ± 2.80 %, LPS 1.94 ± 0.05 %/hari, EP 91.31 ± 4.26 %, dan kelangsungan hidup 93.33 ± 5.44 %. Kualitas air meliputi suhu berkisar 25,43 - 25,60oC, pH 7- 8, DO 5,95 - 6,90 mg/L.This study entitled The Effect of Probiotics Addition With Different Dose on The Growth Performance of Sultana Tilapia (Oreochromis spp.). The purpose of this study was to determine the growth, feed efficiency and survival rate of sultana tilapia (Oreochromis spp.) which were fed with probiotics addition. The research was conducted at the FPIK Unsoed Laboratory. The object used was sultana tilapia (Oreochromis spp.) measuring 9-12 cm length and ± 20 grams. The research used completely randomized design with 4 treatments and 4 repetitions. The treatments consisted of A (feed without additional probiotics), B (feed with additional probiotic 10 mL/kg of feed), C (feed with additional probiotic 15 mL/kg of feed), and D (feed with additional probiotic 20 mL/kg of feed). The results showed the absolute weight growth, absolute length growth, SGR, RGR, and FE were significantly different, except the survival rate. The best probiotic dose was in treatment C with the yield of absolute length 6.04±0.45 cm, absolute weight 31.96±1.49 gram, RGR 3.26±2.80 %, SGR 1.94±0.05 %/day, FE 91.31±4.26 %, and SR 93.33±5.44 %. Water quality includes an temperature ranging from 25.43-25.60oC, pH 7-8, DO 5.95-6.90 mg/L.
2781831180L1B016005IDENTIFIKASI MOLEKULER BAKTERI Aeromonas hydrophilla KOMPLEKS YANG MENGINFEKSI IKAN NILEM (Osteochillus vittatus) DI DESA BEJI DAN DESA SINGASARIPerkembangan budidaya ikan nilem dapat terhambat akibat serangan penyakit yang disebabkan bakteri Aeromonas hydrophila kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Aeromonas hydrophila kompleks yang menyerang ikan nilem di Desa Beji dan Desa Singasari. Bakteri diisolasi dari ikan nilem yang memiliki gejala penyakit bakterial di Desa Beji dan Desa Singasari. Identifikasi bakteri dilakukan untuk isolat bakteri Gram negatif yang menunjukkan karakteristik Aeromonas pada media GSP. Identifikasi bakteri dilakukan secara molekuler berdasarkan sekuen gen 16s rDNA dengan menggunakan analisis BLAST dan analisis filogenetik. Hasil menunjukkan sekuen 16s rDNA isolate bakteri yang diperoleh dari ikan nilem di Desa Beji dan Desa Singasari memiliki kemiripan 100% dengan sekuen gen dari Aeromonas hydrophila dan Aeromonas veronii di Genbank. Spesies Aeromonas hydrophila kompleks yang menyerang ikan nilem di Desa Beji dan Desa Singasari adalah Aeromonas hydrophila dan Aeromonas veronii.The development of bonylip barb (Osteochillus vittatus) culture can be hampered due to diseases caused by the bacterium Aeromonas hydrophila complex. This study aimed to identify the Aeromonas hydrophila complex bacteria that infected bonylip barb in Beji and Singasari villages. Bacteria were isolated from bonylip barb in Beji Village and Singasari Village which have symptoms of bacterial disease. Bacterial identification was carried out for Gram-negative bacterial isolates that showed Aeromonas characteristics on GSP media. The identification of bacteria was carried out molecularly based on the 16s rDNA gene sequence using BLAST analysis and phylogenetic analysis. The result of BLAST analysis showed that the 16s rDNA sequences of bacterial isolates obtained from nilem in Beji Village and Singasari Village were 100% similar to the gene sequences of Aeromonas hydrophila and Aeromonas veronii in Genbank. The result of phylogenetic analysis supports the BLAST analysis result. The Aeromonas hydrophila complex species that infected bonylip barb in Beji and Singasari villages were identified as Aeromonas hydrophila and Aeromonas veronii.
2781931177G1A017088EFEKTIVITAS EKSTRAK ETANOL SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KADAR UREUM DAN KREATININ TIKUS PUTIH (Sprague dawley) MODEL 5/6 SUBTOTAL NEFREKTOMICKD adalah kerusakan struktur atau fungsi ginjal dan/atau penurunan GFR kurang dari 60mL/min/1,73 m2 selama minimal 3 bulan dan berlangsung progresif. CKD adalah proses kerusakan ginjal dengan etiologi beragam ditandai dengan peningkatan kadar penanda ginjal dalam serum. Penanda fungsi ginjal diantaranya ureum dan kreatinin yang jika meningkat kadarnya menandakan ginjal tidak mampu mempertahankan metabolismenya dan menunjukan penurunan fungsi ginjal yang progresif. Ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi mencegah kerusakan ginjal pada CKD sehingga diduga dapat mencegah peningkatan kadar ureum dan kreatinin pada CKD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol seledri dalam mencegah peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum tikus putih (Sprague dawley) model 5/6 subtotal nefrektomi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh lima ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok A: kelompok normal (SO, n=5), kelompok B: kelompok nefrektomi (SN, n=5), sebagai kontrol sakit, kelompok C, D, dan E adalah kelompok nefrektomi dan diberikan ekstrak etanol seledri 200 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB 14 hari sebelum dan 21 hari setelah nefrektomi. Rerata kadar ureum kelompok A=31,25±2,75; B=55,25±7,81; C=53,00±7,62; D=45,00±5,48; E=45,50±5,07. Hasil uji One Way ANOVA ureum menunjukkan nilai p=0,000 (p<0,05). Rerata kadar kreatinin kelompok A=0,75±0,04; B=0,95±0,07; C=0,90±0,06; D=0,85±0,08; E=0,85±0,30. Hasil uji One Way ANOVA kreatinin menunjukkan nilai p=0,011 (p<0,05). Pemberian ekstrak etanol seledri (Apium graveolens L.) dapat mencegah peningkatan kadar ureum dan kreatinin serum tikus putih (Sprague dawley) model 5/6 subtotal nefrektomi.CKD is defined as kidney damage of structure or function and/or decreased GFR of less than 60 mL/min/1,73 𝑚2 for at least 3 months that continued progressively. CKD is a pathophysiological process with so many etiologies characterized by the increased of renal function markers levels which excreted in the urine. Renal function markers such as ureum and creatinine which when the levels are increase more than the normal levels, indicate that the renals are unable to maintain metabolism and show progressive decline in renal function. Ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) has antioxidant and anti-inflammatory effect which has potential to prevent the progression of kidney damage in CKD so the increase of ureum and creatinine levels can be prevented. This study aimed to know the effect of celery ethanol extract (Apium graveolens L.) administration in preventing the increase of ureum and creatinine serum levels on 5/6 subtotal nephrectomy model rats (Sprague dawley). The method was an experimental study with post test only with control group design. Twenty five males of white rats were randomly assigned to 5 groups. Group A: normal rats (S0, n=5), group B: sick control (SN, n=5), group C (200 mg/kgBW ethanol extract of celery), group D (250 mg/kgBW), and group E (300 mg/kgBW). On the 15th after celery extract or CMC was given, sham operation was performed in group A, while 5/6 subtotal nephrectomy was performed in group B, C, D, and E. Then the celery extract was given until the 21th day after operation. The mean of ureum concentration in group A=31,25±2,75; B=55,25±7,81; C=53,00±7,62; D=45,00±5,48; E=45,50±5,07. One Way ANOVA test of ureum shows that significant differences between groups p=0,000 (p>0.05). The mean of creatinine concentration in group A=0,75±0,04; B=0,95±0,07; C=0,90±0,06; D=0,85±0,08; E=0,85±0,30. One Way ANOVA test of creatinine shows that significant differences between groups p=0,011 (p>0.05). Administration of ethanol extract of celery (Apium graveolens L.) can prevent the increase of ureum and creatinine serum levels in 5/6 subtotal nefrectomy rats models.
2782031179G1G014036PENGARUH PENGGUNAAN VIRTUAL REALITY TERHADAP
PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ANESTESI SERTA
EKSTRAKSI PADA MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Proses pembelajaran pada studi kedokteran gigi pada umumnya
menggunakan metode pembelajaran tatap muka dan skills lab untuk mencapai pemenuhan
aspek kognitif dan psikomotor. Virtual reality adalah teknologi yang dapat memperkuat aspek
kognitif dan psikomotor pembelajaran klinis. Penelitian pendahuluan pada mahasiswa klinis
Rumah Sakit Gigi & Mulut Purwokerto menunjukkan perlu adanya bahan ajar baru terlebih
pada masa pandemi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan virtual reality dan membandingkannya terhadap metode pembelajaran
konvensional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif quasi
experimental dengan rancangan pretest and post – test group design. Sampel penelitian
merupakan mahasiswa kedokteran gigi Universitas Jenderal Soedirman jenjang sarjana yang
didapatkan menggunakan metode Proportional Random Sampling sebanyak 16 responden.
Mahasiswa dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kelompok uji (metode virtual reality), kontrol
positif (metode konvensional), dan kontrol negatif (tanpa perlakuan). Penentuan skor
pengetahuan dan keterampilan mengenai anestesi dan ekstraksi diuji melalui pemberian soal
kuesioner serta peragaan pada phantom. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu uji
statistik One Way ANOVA, post hoc LSD, dan Regresi Linear untuk melihat signifikansi
perbedaan serta Uji Kappa untuk menguji reliabilitas penguji. Hasil
penelitian menunjukkan peningkatan skor yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan
mahasiswa. Uji statistik ANOVA disertai post hoc menunjukkan perbedaan skor yang
signifikan pada pembelajaran virtual reality dibandingkan metode konvensional dengan nilai
signifikansi pengetahuan (0,005) dan keterampilan (0,001). Pembelajaran dengan metode
virtual reality mempengaruhi skor pengetahuan dan keterampilan mengenai anestesi dan
ekstraksi dibandingkan dengan metode konvensional.
The learning process in dentistry studies generally uses face-to-face learning
methods and lab skills to achieve the fulfilment of cognitive and psychomotor aspects. Virtual
reality is a technology that can strengthen the cognitive and psychomotor aspects of clinical
learning. Preliminary research on clinical students of the Dental & Oral Hospital of Purwokerto
shows the need for new teaching materials especially during this pandemic. This
study aims to determine the impact of using virtual reality compared to conventional learning
methods. This type of research is a quantitative quasi experimental study with a
pretest and post-test group design. The sample of this research was 16 dentistry students at
Jenderal Soedirman University with undergraduate degree who were obtained using the
Proportional Random Sampling method. Students were divided into three groups, namely the
test group (virtual reality method), positive control (conventional method), and negative control
(without treatment). Score of knowledge and skills regarding anaesthesia and extraction have
been tested through giving questionnaires and demonstration on phantoms. The analysis used
in this study was the One – Way ANOVA statistical test, post hoc LSD, and Linear Regression
to determine the differences between test group and Kappa test to see the reliability of
examiners. The results showed a significant increase in scores on
students' knowledge and skills. ANOVA statistical test accompanied by post hoc showed a
significant difference in scores on virtual reality learning compared to conventional methods
with a significance value of knowledge (0.005) and skills (0.001). Learning with the virtual
reality method affects the score of knowledge and skills regarding anesthesia and extraction
compared to conventional methods.