Artikelilmiahs
Menampilkan 27.761-27.780 dari 50.182 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27761 | 31119 | F1A016032 | Eksistensi Grup Hadrah Remaja (Studi Kasus Grup Hadrah AL-HUSAINI JR Di Desa Bendung Kecamatan Tanara Kabupaten Serang-Banten) | ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi musik hadrah di Kecamatan Tanara yang didirikan oleh KH. Moh, Romli yang dibawakan oleh AL-HUSAINI secara tradisional, yaitu dengan menggunakan alat musik yang terbuat dari kulit hewan yaitu kulit kambing. Sehingga menjadikan hiburan yang sudah eksis di Kecamatan Tanara Desa Bendung. Permasalahan yang akan diteliti adalah bagaimana peran anggota dalam menjaga konsistensi grup dan apa upaya dalam memperhankan eksistensi grup hadrah di Desa Bendung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, menganalisis dan mendeskriptifkan peraan anggota dalam menjaga konsistensi grup dan apa upaya dalam mempertahankan eksistensi grup hadrah. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian peran yang digunakan dalam menjaga konsistensi menggunakan peningkatan komunikasi dalam kelompok dan sedangkan upaya yang didapat untuk mempertahankan sebuah eksistensi terdapat 5 upaya yaitu manajemen yang baik, memiliki struktur organisasi, solid dalam mencapai tujuan, mempunyai ciri khas pengalaman yang banyak. Kata kunci : eksistensi, kesenian hadrah, AL-HUSAINI | ABSTRACT This research was motivated by Hadrah music in Tanara District which was founded by KH. Moh, Romli, who was performed by AL-HUSAINI traditionally, using a musical instrument made of animal skin, namely goat skin. So that it makes entertainment that already exists in Tanara District, Bendung Village. The problems that will be examined are how the role of members in maintaining group consistency and what are the efforts to maintain the existence of the hadrah group in Bendung Village. This study aims to determine, analyze and describe the role of members in maintaining group consistency and what are the efforts to maintain the existence of the hadrah group. The method used in this paper is descriptive qualitative. Based on the results of the research the role used in maintaining consistency using increased communication in groups and while the efforts obtained to maintain an existence have 5 efforts, namely good management, having an organizational structure, solid in achieving goals, having many characteristics of experience. Keywords: existence, art of hadrah, AL-HUSAINI | |
| 27762 | 31120 | A1D017061 | APLIKASI JAMUR PATOGEN GULMA KE GULMA BERDAUN SEMPIT DI LAPANGAN TERBATAS | Gulma adalah vegetasi yang tumbuh pada lahan tanaman budidaya dan kehadirannya dapat merugikan tanaman lain yang ada di dekat atau di sekitarnya. Pengendalian alternatif yang ramah lingkungan perlu dicari. Pengendalian gulma secara hayati dipandang lebih aman dan menguntungkan menurut segi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui virulensi jamur patogen terhadap gulma berdaun sempit; 2) Mengetahui pengaruh jamur patogen terhadap gulma berdaun sempit di lapangan terbatas; 3) Mengetahui jenis gulma yang rentan terhadap tiga jenis jamur patogen. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan Experimental Farm Fakultas Pertanain Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan mulai Agustus sampai dengan November 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi. Petak utama terdiri atas jamur patogen Chaetomium sp., Fusarium oxysporum, dan Curvularia sp. serta anak petak terdiri atas gulma Cynodon dactylon, Cyperus rotundus, Eleusin indica, Echinochola crus-galli, dan Cyperus bervifolus. Variabel yang diamati adalah gejala dan tanda penyakit, masa inkubasi, intensitas penyakit, laju infeksi, Area Under Disease Progres Curve (AUDPC), bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, dan pengamatan perkecambahan biji gulma. Hasil penelitian ini menunjukkan jamur patogen virulen terhadap gulma berdaun sempit terutama jamur Chaetomium sp. sebesar 67,16%, yang ditunjukkan dengan masa inkubasi tercepat pada C. rotundus sebesar 68,61%. Perkecambahan biji rumput grinting terendah oleh jamur Chaetomium sp. sebesar 75% dan Curvularia sp pada biji C. rotundus sebesar 0,00%. Jamur Chaetomium sp. virulen terhadap gulma berdaun sempit di lapangan terbatas, ditunjukan oleh intensitas serangan C. rotundus sebesar 78,65%, laju infeksi jamur Chaetomium sp pada C. dactylon sebesar 95,45%, nilai AUDPC pada C. rotundus sebesar 81,99%, serta penurunan bobot segar akar C. kyllingia sebesar 72,57%, bobot segar tajuk C. dactylon sebesar 64,99%, bobot kering akar E. indica sebesar 68,57%, bobot kering tajuk C. dactylon sebesar 73,46%, tinggi C. dactylon sebesar 92,15%, dan jumlah daun C. dactylon sebesar 82,47%. Jenis gulma yang paling rentan terhadap aplikasi jamur patogen Chaetomium sp. di lapangan terbatas yaitu C. rotundus ditunjukan dengan intensitas penyakit sebesar 78,65%. | Weeds are vegetation grows on cultivated plant land and their presence can harm other plants near or around the weeds. Environmental friendly alternative controls need to be developed. Biological weed control is considered safer and environmentally benefit. This study aimed to 1) determine the virulence of pathogenic fungi against narrow leaf weeds; 2) know the effect of thec fungi on the weeds in limited fields; and 3) know the types of susceptible weeds to three pathogenic fungi. The study was conducted at the Plant Protection Laboratory and the Experimental Farm, Agriculture Faculty of Jenderal Soedirman University from August to November 2020. Split plot design was used with main plot consisted of the pathogenic fungi (Chaetomium sp., Fusarium oxysporum, and Curvularia sp.) and subplots consisted of the weeds (Cynodon dactylon, Cyperus rotundus, Eleusin indica, Echinochola crus-galli, and Cyperus Kyllingia). Variables observed were symptoms and signs of disease, incubation period, disease intensity, infection rate, Area Under the Disease Progress Curve (AUDPC), weeds fresh weight, weeds dry weight, weed height, number of leaves, and percentage of weed seed germination. The results of this study indicated that the virulent pathogenic fungi against narrow leaf weeds, especially Chaetomium sp. as 67.16% indicated by the fastest incubation period in C. rotundus as 68.61%. The lowest germination for C. dactylon was performed by Chaetomium sp. as 75%, and by Curvularia sp. for C. rotundus as 0,00%. Chaetomium sp. was virulent fungus against narrow leaf weeds in limited fields, indicated by the disease intensity in C. rotundus as 78.65%, infection rate in C. dactylon as 95.45%, AUDPC value in C. rotundus as 81.99%, decrease root fresh weight in C. kyllingia as 72.57%, decrease canopy fresh weight in C. dactylon as 64.99%, reduce root dry weight in E. indica as 68.57%, canopy dry weight in C. dactylon as 73.46%, high growth in C. dactylon as 92.15%, and number of C. dactylon leaves as 82.47%. The most susceptible weed towards application of Chaetomium sp. in a limited field was C. rotundus indicated by the intensity of the disease as 78.65%. | |
| 27763 | 31121 | F1B016037 | PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA TASIKMALAYA | Tata pemerintah yang baik merupakan hal penting dalam sektor organisasi publik. Hal tersebut tergantung pada kebijakan pemerintah dalam penyelenggara pelayanan publik dan memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya mempunyai tugas dalam mewujudkan pemberian pelayanan kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara Kemampuan Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya. Sasaran dalam penelitian ini adalah pegawai yang berjumlah 32 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survei dengan pengumpulan data menggunakan Kuisioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Korelasi Kendall Tau, Kendall W dan Regresi Ordinal. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program SPSS 19 for windows. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang poisitif dan signifikan antara Kemampuan Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dengan nilai korelasi 0,917 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 antara kemampuan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya serta terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara kemampuan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tasikmalaya dengan nilai signifikansi 0,005 < 0,05. Kata kunci : disiplin kerja, kemampuan kerja dan kinerja pegawai | Good governance is essential in the public sector organization. This depends on government policies in providing public services and providing good and maximum service to the community. The Department of Population and Civil Registration of the City of Tasikmalaya has a task in realizing the provision of services to the community. The purpose of this study was to determine the positive and significant influence between Work Ability and Work Discipline on Employee Performance of the Office of Population and Civil Registration of the City of Tasikmalaya. This research was conducted at the Department of Population and Civil Registration of the City of Tasikmalaya. The target of this research is employees totaling 32 people.The research method used is a survey research method with data collection using questionnaires and documentation. The data analysis technique used Kendall Tau Correlation, Kendall W and Ordinal Regression. Data processing was performed using the SPSS 19 for windows program. Based on the results of the study, it can be concluded that there is a positive and significant influence between Work Ability and Work Discipline on Employee Performance in the Department of Population and Civil Registration of the City of Tasikmalaya. The results of this study indicate that there is a very strong correlation, with a correlation value of 0.917 and a significance value of 0.000 <0.05 between work ability and work discipline on the employees performance and there is a positive and significant influence jointly between Work ability and work discipline on employee performance in the Department of Population and Civil Registration of Tasikmalaya with a significance value of 0.005 <0.05. Keywords: work discipline, work ability and employee performance | |
| 27764 | 31122 | E1A116040 | PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DALAM KASUS JENNIFER DUNN (Tinjauan Putusan Nomor 227/Pid.Sus/2018/PT.DKI) | Dalam persidangan pembuktian penuntut umum wajib mengajukan alat bukti yang sah salah satunya yaitu keterangan saksi sebagai upaya membuktikan dakwaan penuntut umum. Alat bukti saksi memiliki syarat untuk menadi alat bukti yang sah yaitu syarat formil dan syarat materiil. Penelitian ini bersumber dari adanya Putusan Nomor 227/Pid.Sus/2018/PT.DKI mengenai tindak pidana narkotika dalam kasus Jennifer Dunn. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti data sekunder. Sumber bahan hukum dalam penelitian hukum ini yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur yang relevan. Analisis bahan hukum secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini bahwa dalam pembuktian kasus Jennifer Dunn sesuai dengan prinsip-prinsip pembuktian dan memilki kekuatan pembuktian karena keterangan saksi merupakan salah satu alat bukti yang sah menurut Pasal 184 Ayat (1) KUHAP. Selain itu, dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dalam Putusan Nomor 227/Pid.Sus/2018/PT.DKI di dasarkan atas surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum, alat bukti yang sah, barang bukti di persidangan, fakta-fakta yang terungkap di persidangan sehingga hakim telah memperoleh keyakinan dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa. | In the evidentiary trial, the public prosecutor is obliged to submit valid evidence, one of which is witness statements as an effort to prove the prosecutor's indictment. Witness evidence has a requirement to use valid evidence, namely formal and material requirements. This research is derived from Decision No. 227/Pid.Sus/2018/PT. Dki about narcotics crimes in the Jennifer Dunn case. The type of research used is normative juridical that is research conducted by examining secondary data. The source of legal material in this legal research is primary legal material and secondary legal material in the form of legislation and relevant literature. Analysis of legal materials descriptively qualitative. The result of this study is that in proving the case of Jennifer Dunn in accordance with the principles of proof and has the power of proof because witness statements are one of the legal evidence tools according to Article 184 Paragraph (1) kuhap. In addition, the basis of the judge's consideration in dropping the criminal in The Verdict No. 227/Pid.Sus/2018/PT. Dki is based on the prosecutor's indictment, valid evidence, evidence in the trial, the facts revealed in the trial so that the judge has obtained a conviction in bringing criminal charges against the accused. | |
| 27765 | 31123 | E1A017409 | PERAN DAN TANGGUNG JAWAB HAKIM PENGAWAS DAN PENGAMAT TERHADAP PERLINDUNGAN HAK-HAK NARAPIDANA (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto) | Kedudukan seorang Hakim tidak hanya bertanggung jawab atas putusan yang telah dijatuhkan, akan tetapi bertanggung jawab pula terhadap pelaksanaan putusan pengadilan. Undang – undang Nomor 48 Tahun 2009 telah memasukkan suatu lembaga dalam pelaksanaan putusan pengadilan, yaitu Hakim Pengawas dan Pengamat, sesuai dengan pelaksanaan Undang – Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang – undang Hukum Acara Pidana. Peran dan tanggung Jawab Hakim Pengawas dan Pengamat terhadap perlindungan hak – hak narapidana menjadi sangat penting, hal ini bertujuan agar terciptanya keadilan dan pemenuhan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan dan pengamatan oleh Hakim Pengawas dan Pengamat Pengadilan Negeri Purwokerto terhadap hak-hak narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto serta kendala yang dihadapi oleh Hakim Pengawas dan Pengamat Pengadilan Negeri Purwokerto dalam melaksanakan pengawasan dan pengamatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto. Penelitian yang digunakan merupakan peneletian yuridis sosiologis dan data yang digunakan adalah data skunder dan data primer. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode deduktif – induktif. Hasil penelitian diperoleh bahwa peran Hakim Pengawas dan Pengamat di Pengadilan Negeri Purwokerto dalam melaksanakan tugas pengawasan dan pengamatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Purwokerto belum terlaksana dengan baik dan lancar dikarenakan adanya kendala yang dihadapi oleh Hakim Pengawas dan Pengamat seperti faktor hukumnya sendiri, faktor penegak hukum serta faktor kebudayannya. | The position of a judge is not only responsible for the decisions that have been passed, but also responsible for the implementation of court decisions. Law Number 48 Year 2009 has included an institution in the implementation of court decisions, namely Supervisory Judges and Observers, in accordance with the implementation of Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code. The roles and responsibilities of Supervisory Judges and Observers for the protection of the rights of prisoners are very important, this is aimed at creating justice and fulfilling human rights. This study aims to determine the implementation of supervision and observation by the Supervisory Judge and Observer of the Purwokerto District Court on the rights of prisoners in the Class II A Purwokerto Correctional Institution as well as the obstacles faced by the Supervisory Judge and Observer of the Purwokerto District Court in carrying out supervision and observation in the Class Correctional Institution. II A Purwokerto. The research used was sociological juridical research and the data used were secondary data and primary data. The data obtained were analyzed using the deductive - inductive method. The results showed that the role of Supervisory Judges and Observers at the Purwokerto District Court in carrying out their supervisory and observational duties at the Class II A Purwokerto Correctional Institution has not been carried out properly and smoothly due to the obstacles faced by Supervisory Judges and Observers such as their own legal factors, law enforcement factors. as well as cultural factors. | |
| 27766 | 31124 | E1A115092 | PERMOHONAN PENETAPAN GANTI NAMA AKTA KELAHIRAN ANAK ANGKAT (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Negeri Kebumen Nomor 28/Pdt.P/2019/PN.Kbm) | Pasal 1 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan bertujuan membentuk keluarga yang Bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan perkawinan tidak lengkap apabila tidak mempunyai keturunan, bagi suami istri yang gagal dalam memperoleh keturunan anak menempuh jalan pintas dengan cara melakukan pengangkatan anak. Salah satu syarat melaksanakan pengangkatan anak yaitu akta kelahiran. Permasalahan dalam putusan ini adalah terkait pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan penetapan ganti nama akta kelahiran anak angkat terhadap Penetapan Pengadilan Negeri Kebumen Nomor 28/Pdt.P/2019/PN.Kbm. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventasrisasi, data yang terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif dan normatif kualitatif. Permohonan penetapan ganti nama akta kelahiran anak angkat dalam kasus ini dikabulkan oleh hakim | Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states that marriage aims to establish a happy and eternal family founded on the Belief in God Almighty. The purpose of marriage is incomplete if there is no offspring, child adoption provides an alternative for married women and their spouse. One of the requirements in order to adopt a child is a birth certificate. The matter of the decision is related to the legal consideration of the judge in granting the request for a name change of the adopted child on the birth certificate in the Kebumen District Court Decision Number 28 / Pdt.P / 2019 / PN.Kbm. The method used in this research is normative juridical, analytical prescriptive research specifications, library study data collection techniques with inventory, in the form of normative qualitative and narrative text. In this case, the judge granted the request for a name change of the adopted child's birth certificate. | |
| 27767 | 31125 | C1G017010 | DETERMINANTS OF FARMER PARTICIPATION IN FARM INSURANCE IN KEMBARAN DISTRICT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah usia, pendidikan, keaktifan petani dalam kelompok, pengalaman bertani, luas lahan, dan status kepemilikan lahan mempengaruhi partisipasi petani dalam asuransi pertanian. Penelitian ini menggunakan data primer dengan sistem wawancara berdasarkan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan Taro Yamane karena telah diidentifikasi jumlah populasi dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan adalah regresi logistik untuk mengetahui apakah usia, pendidikan, keaktifan petani dalam kelompok, pengalaman bertani, luas lahan, dan status kepemilikan lahan mempengaruhi partisipasi petani dalam asuransi pertanian. Hasil dari penelitian ini yaitu, (1) usia, pendidikan, dan pengalaman bertani tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dalam asuransi pertanian, (2) keaktifan petani dalam kelompok, luas lahan, dan status kepemilikan lahan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dalam asuransi pertanian. | This study aims to find out and analyze whether the age, education, activeness of farmers in the group, experience of farming, land area, and land ownership status influence farmers' participation in farm insurance. This study used primary data with interview system based on questionnaire. The samples in this study were determined by Taro Yamane because the population numbers have been identified in this study. The analysis tool used is logistic regression to find out if the age, education, activeness of farmers in the group, farming experience, land area, and land ownership status affect farmers' participation in farm insurance. The results of this study, namely, (1) age, education, and experience of farming have no significant effect on farmers' participation in farm insurance, (2) the activeness of farmers in groups, land area, and land ownership status have a significant influence on farmers' participation in farm insurance. | |
| 27768 | 31126 | A1C113033 | ANALISIS USAHATANI CABAI RAWIT (Capsicum frutescen L.) DI KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES | Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Penelitian dilakukan di Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Pengambilan sampel menggunakan metode Two Stage Cluster Random Sampling dan diperoleh 65 responden. Metode pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan pencatatan data. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C rasio, dan break even point. Usahatani cabai rawit di Kecamatan Wanasari pada luas lahan 1 hektar mengeluarkan biaya mencapai Rp55.251.200,00 penerimaan sebesar Rp72.575.813,00 dan pendapatan yang diterima sebesar Rp17.324.612,00. Analisis R/C Ratio usahatani cabai rawit di Kecamatan Wanasari dengan nilai R/C Rasio sebesar 1,31 layak untuk dijalankan. Analisis BEP (Break Even Point) usahatani cabai rawit didapat nilai BEP unit sebesar 2549,78 Kg, dan BEP rupiah Rp31.604.880,61. | This research was conducted using a survey method. This research was conducted in Wanasari District, Brebes Regency. Sampling was done by using the Two Stage Cluster Random Sampling method and obtained 65 respondents. The method of data collection is done by interview, observation and data recording. Data analysis using analysis of costs, revenues, income, R/C ratio, and break even points. The cayenne pepper farming in Wanasari District on a land area of 1 hectare costs IDR 55,251,200.00, revenue is IDR 72,575,813.00 and the income received is IDR 17,324,612.00. Analysis of R/C Ratio of cayenne pepper farming in Wanasari District with an R / C ratio of 1.31 is feasible to run. Analysis of BEP (Break Even Points) of cayenne pepper farming, obtained the BEP unit value of 2549.78 kg, and BEP rupiah of IDR 31,604,880.61. | |
| 27769 | 31127 | L1A016057 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN LAMUN (Thalassia hemprichii) TERHADAP BAKTERI Aeromonas hydrophila DAN Vibrio harveyi | Thalassia hemprichi merupakan jenis lamun yang memiliki potensi bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri alami akan tetapi pemanfaatannya masih belum optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui senyawa bioaktif yang ada pada daun lamun Thalassia hemprichii dan potensinya sebagai antibakteri alami terhadap bakteri Aeromonas hydrophila dan Vibrio harveyi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental dan sampling secara purposive. Terdapat 7 perlakuan yang di uji terhadap kedua kelompok bakteri yaitu ekstrak daun lamun Thalassia hemprichii dengan konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, kontrol positif (Ampicilin), kontrol negatif (Aquades) dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun lamun secara kualitatif mengandung senyawa bioaktif berupa flavonoid, tanin dan saponin. Zona hambat ekstrak daun lamun Thalassia hemprichi terhadap bakteri A. hydrophila pada pengamatan 24 jam bahwa perlakuan yang diberikan menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05) sedangkan pada pengamatan 48 jam menunjukan bahwa perlakuan yang diberikan tidak ada perbedaan yang signifikan (p ≥ 0,05). Kemudian zona hambat ekstrak daun lamun Thalassia hemprichii terhadap bakteri V. harveyi pada pengamatan 24 dan 48 jam bahwa perlakuan yang diberikan menunjukan adanya perbedaan yang signifikan (p ≤ 0,05). Potensi ekstrak daun lamun T. hemprichii terhadap bakteri A. hydrophila dan V. harveyi berdasarkan diameter zona hambatnya termasuk kategori zona hambat lemah. Rentang zona hambat yang terbentuk terhadap bakteri A. hydrophila yaitu 1,36-3,37 mm dan rentang zona hambat yang terbentuk terhadap bakteri V. harveyi yaitu 0,45-0,77 mm. | Thalassia hemprichii is a type of seagrass with bioactive potential that can be used as a natural antibacterial agent, but its utilization is still not optimal. The purpose of this study was to determine the bioactive compounds present in Thalassia hemprichii seagrass leaves and their potential as natural antibacterials against Aeromonas hydrophila and Vibrio harveyi bacteria. The method used in this research is experimental method and purposive sampling. Seven treatments were tested against the two groups of bacteria, namely Thalassia hemprichii seagrass leaf extract with a concentration of 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, positive control (Ampicillin), negative control (Aquades) with 4 replications. The results showed that the Thalassia hemprichii leaf extract qualitatively contained bioactive compounds in the form of flavonoids, tannins and saponins. Inhibition zone of Thalassia hemprichii seagrass leaf extract against A. hydrophila bacteria at 24 hours observation that the treatment given showed a significant difference (p ≤ 0.05), while at 48 hours observation showed that the treatment given was no significant difference (p ≥ 0.05). Then the zone of inhibition of Thalassia hemprichii seagrass leaf extract against V. harveyi on 24 and 48 hours of observation that the treatment given showed a significant difference (p ≤ 0.05). The potential of T. hemprichii seagrass leaves against A. hydrophila and V. harveyi based on the inhibition zone diameter was categorized as weak zone. The range of inhibition zones formed against A. hydrophila bacteria were 1.36-3.37 mm and the range of inhibition zones formed against V. harveyi bacteria were 0.45-0.77 mm. | |
| 27770 | 31129 | G1A017008 | PENGARUH EKSTRAK ETANOL DAUN KEMBANG BULAN (Tithonia diversifolia) TERHADAP KADAR GLUTATION PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIINDUKSI NICOTINAMIDE-STREPTOZOTOCIN | Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu penyebab dari berbagai komplikasi penyakit yang ditandai dengan hipeglikemia, keadaan hiperglikemia menyebabkan penurunan kadar glutation. Ekstrak daun Tihtonia diversifolia merupakan ramuan herbal yang digunakan pada masyarakat untuk penyakit diabetes melitus dan secara ilmiah mampu menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek perlindungan ekstrak daun Tithonia diversifolia dalam meningkatkan kadar glutation pada Tikus Sprague Dawley yang diinduksi nicotinamide-streptozotocin. Metode penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh satu ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok 1: kontrol sehat (SO, n=4), kelompok 2: kontrol sakit (SN, n=4), kelompok 3 (n=4), kelompok sakit dan diberikan ekstrak etanol daun kembang bulan 25 mg/kgBB selama 28 hari, kelompok 4 (n=4), kelompok sakit dan diberikan ekstrak etanol daun kembang bulan 50 mg/kgBB selama 28 hari dan kelompok 5 (n=5) adalah kelompok sakit dan diberikan ekstrak etanol daun kembang bulan 100 mg/kgBB selama 28 hari. Kadar glutation diukur setelah proses 28 hari selesai dengan mengambil spesimen serum tikus dan kemudian diukur menggunakan ELISA dalam satuan ukuran mg/dl. Hasil: Rerata Kadar glutation pada kelompok 1,2,3,4 dan 5 masing-masing adalah 207.18±60.20; 135.10±10.15; 143.68±24.27; 160.78±29.50; dan 179.84±32.82 mg/dL. Hasil uji One Way ANOVA hemoglobin menunjukkan nilai p=0,065(p>0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun Tithonia diversifolia dengan berbagai dosis tidak dapat meningkatkan kadar glutation pada tikus diabetes. | Background: Diabetes mellitus is one of the causes of various complications of diseases that date with hypeglycemia, hyperglycemia causes a decrease in glutathione levels.. Tihtonia diversifolia leaf extract is an herbal formulation used in the community for diabetes mellitus and is scientifically able to reduce blood glucose levels. Purpose: The aim of this study was to determine the protective effect of Tithonia diversifolia leaf extract in increasing glutathione levels in Sprague Dawley rats induced by nicotinamide-streptozotocin. Research method: This research is an experimental research with post test only with control group design. Twenty one white rats were divided into 5 groups. Group 1: healthy control (SO, n = 4), group 2: sick control (SN, n = 4), group 3 (n = 4), sick group and given ethanol extract of flower leaves of 25 mg / kg BW for 28 days , group 4 (n = 4), the sick group was given ethanol extract of leaves of the moon 50 mg / kgB flower for 28 days and group 5 (n = 5) was the sick group and was given ethanol extract of flower leaves of 100 mg / kgBW for 28 days . Results: Average Glutathione levels in groups 1,2,3,4 and 5 were 207.18 ± 60.20, respectively; 135.10 ± 10.15; 143.68 ± 24.27; 160.78 ± 29.49; and 179.84 ± 32.82 mg / dL. The results of the One Way ANOVA hemoglobin test showed p value = 0.065 (p> 0.05). Conclusion: Tithonia diversifolia leaf extract at various doses could not increase glutathione levels in diabetic rats. | |
| 27771 | 31109 | C1C016040 | PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DAN PENERAPAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI KULINER (STUDI KASUS PADA ROMANSA BAKERY) | Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi akuntansi menggunakan software Manager I.O serta menerapkan pengenalian persediaan persediaan bahan baku dengan metedo EOQ (Economic Order Quantity) pada industri kuliner Romansa Bakery. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode EOQ lebih efisien karena dapat menghemat biaya total persediaan tepung terigu, pisang, gula pasir, metega dan telur ayam sebesar Rp 1.398.601 setahun dibanding dengan metode perusahaan. Perusahaan dapat menetapkan persediaan pengaman (safety stock) dan titik pemesanan kembali (reorder point) untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan bahan baku. Kemudian berdasarkan analisis kelayakan (TELOS) perancangan sistem akuntansi persediaan bahan baku pada industri kuliner Romansa Bakery menggunakan software Manager I.O layak digunakan karena periode pengembalian dapat terjadi sebelum habis umur investasi. Hasil implementasi sistem yang digunakan dapat menghasilkan informasi yang real time, tidak perlu dilakukan input berulang kali karena bersifat otomatis, dan menghasilkan beragam laporan yang dibutuhkan perusahaan. | This study aims to design an accounting information system using Manager I.O software and implement identification of raw material inventory with metedo EOQ (Economic Order Quantity) in the culinary industry of Romansa Bakery. This research is a qualitative descriptive study with data collection techniques using interviews, observation and documentation. The results of this study indicate that the EOQ method is more efficient because it saves the total inventory cost of wheat flour, bananas, sugar, metega and chicken eggs by Rp 1,398,601 a year compared to the company method. Companies can establish a safety stock and a reorder point to anticipate a shortage of raw materials. Then based on the feasibility analysis (TELOS), the design of an accounting system for raw material inventories in the culinary industry of Romansa Bakery using the I.O Manager software is feasible because the payback period can occur before the investment expires. The results of the implementation of the system used can produce real time information, no need to input repeatedly because it is automatic, and produces various reports that the company needs. | |
| 27772 | 31130 | E1A017023 | WALI ADHAL (Tinjauan Yuridis Penetapan Pengadilan Agama Gunungsitoli Nomor 12/Pdt.P/2020/PA.Gst) | Wali dalam pernikahan adalah orang yang berhak menikahkan seorang perempuan yang menjadi tanggung jawabnya. Wali disini merupakan syarat sah perkawinan. Pada kenyataannya terdapat wali nasab yang tidak mau atau enggan atau menolak menikahkan anak kandung perempuannya dengan alasan bahwa wali nasabnya menginginkan adanya pesta adat atau resepsi pernikahan, akan tetapi pada saat sekarang tidak dapat melakukan resepsi pernikahan atau pesta adat dikarenakan adanya pendemi covid-19. Berdasarkan hal tersebut peneliti merumuskan permasalahan yaitu bagaimanakah pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan Permohonan Penetapan Wali Adhal pada Penetapan Pengadilan Agama Gunungsitoli Nomor 12/Pdt.P/2020/PA.Gst. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian yaitu preskriptif analitis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif yang sistematis, logis dan rasional. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Penetapan Pengadilan Agama Gunungsitoli Nomor 12/Pdt.P/2020/PA.Gst, bahwa hakim mengabulkan permohonan wali adhal dikarenakan adanya penolakan dari ayah kandung Pemohon untuk menikahkan Pemohon dengan alasan yang tidak termasuk dalam alasan syar’i. Hakim dalam hal ini telah benar dalam mengabulkan permohonan Penetapan wali adhal ada tiga hal yang perlu dibuktikan yaitu wali nasab yang berhak menikahkannya benar adhal (enggan), di antara Pemohon (calon mempelai perempuan) dan calon mempelai laki-laki telah ada kesepakatan untuk menikah, dan calon mempelai laki-laki kafa’ah (sederajat, seimbang) dikaitkan dengan adat jawa dalam memilih jodoh didasarkan pada bibit, bebet dan bobot. Jika disesuaikan calon suami Pemohon telah memenuhi ketiga unsur tersebut. Sehingga hakim menetapkan kepada Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, sebagai Wali Hakim yang berhak menikahkan. Hakim mendasarkan pada Pasal 13 ayat 2 dan 3 Peraturan Menteri Agama Nomor 20 Tahun 2019 Tentang Pencatatan Perkawinan, dasar pertimbangan hakim tersebut dapat ditambahkan Pasal 23 Kompilasi Hukum Islam, Pasal 61 Kompilasi Hukum Islam dan Pasal 2 Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2005 tentang Wali Hakim. | The guardian in marriage is the person who has the right to marry a woman who is his responsibility. The guardian here is a legal condition of marriage. In fact, there are nasab guardians who do not want or are reluctant or refuse to marry off their daughters on the grounds that their guardians want a traditional party or wedding reception, but are currently unable to hold a wedding reception or traditional party due to the Covid-19 pandemic. Based on this, the researcher formulated the problem, namely how the Judge's legal consideration in granting the Request for Adhal's Guardian Appointment in the Gunungsitoli Religious Court Determination Number 12 / Pdt.P / 2020 / PA.Gst. The research method used is juridical normative with a research specification that is analytical prescriptive. The data used in this research is secondary data. The data that has been obtained are then processed and analyzed by qualitative normative methods and presented in the form of systematic, logical and rational narrative text. Based on the results of research and discussion of the Gunungsitoli Religious Court Decision Number 12 / Pdt.P / 2020 / PA.Gst, that the judge granted the guardian's request due to the refusal of the Petitioner's biological father to marry the Petitioner for reasons that were not included in syar'i reasons. The judge in this case has been correct in granting the application for the determination of the guardian, there are three things that need to be proven, namely the guardian of the lineage who has the right to marry him (reluctant), between the Petitioner (prospective bride) and the prospective groom there is an agreement to marry and the prospective groom's kafa'ah (equal, balanced) is associated with Javanese custom in choosing a mate based on seeds, bebet and weight. If adjusted, the applicant's husband has fulfilled the three elements. So that the judge appointed the Head of the Religious Affairs Office of Gunungsitoli District, Gunungsitoli City, as the Guardian Judge who has the right to marry. Judges based on Article 13 paragraph 2 and 3 Regulation of the Minister of Religion Number 20 of 2019 concerning Marriage Registration, the basis for the judge's consideration can be added to Article 23 Compilation of Islamic Law, Article 61 Compilation of Islamic Law and Article 2 of Regulation of the Minister of Religion Number 30 of 2005 concerning Guardian Judges. | |
| 27773 | 31137 | F1C016006 | KOMUNIKASI PEMBERDAYAAN PETANI GULA KELAPA OLEH LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA DAN LINGKUNGAN HIDUP (LPPSLH) DI DESA PRAPAGAN | Penelitian ini membahas mengenai komunikasi pemberdayaan petani gula kelapa yang dilakukan oleh LPPSLH (Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya dan Lingkungan Hidup) di Desa Prapagan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses komunikasi pemberdayaan petani gula kelapa yang dilaksanakan oleh LPPSLH, mengidentifikasi faktor penghambat dan pendukung pemberdayaan, menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dan menganalisis proses difusi serta adopsi inovasi. Teori yang digunakan adalah difusi inovasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, observasi, dokumentasi dan validitas data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian diketahui bahwa komunikasi pemberdayaan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan petani gula kelapa. Komunikasi pemberdayaan berfungsi untuk menyampaikan pesan pemberdayaan kepada petani. Media komunikasi yang digunakan berupa audio, visual dan audio visual. Selama proses pemberdayaan petani gula kelapa di Desa Prapagan tidak terlepas dari faktor pendukung dan penghambat baik dari LPPSLH, individu petani, maupun faktor eksternal lainnya. Partisipasi masyarakat ditemui dalam tahapan pengkaderan, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, sertifikasi organik dan evaluasi. Produksi gula kristal merupakan suatu inovasi dari pengolahan nira, dan inovasi tersebut didifusikan melalui program pemberdayaan. | This research discusses the communication of empowerment of coconut sugar farmers conducted by the Institute for Research and Development of Resources and the Environment (LPPSLH) in Prapagan Village, Jeruklegi District, Cilacap Regency. The purpose of this research is to describe the communication process of empowering coconut sugar farmers carried out by LPPSLH in Prapagan Village, to identify inhibiting and supporting factors for empowerment, to analyze the level of community participation and to analyze the diffusion process and innovation adoption. The study used a qualitative case study method with data collection techniques through in-depth interviews and the selection of informants was carried out by using purposive sampling technique, observation, documentation and data validity using triangulation. The results of the research show that empowerment communication was able to improve people’s lives through empowering coconut sugar farmers. Empowerment communication serves to convey empowerment messages to farmers. The communication media used are audio, visual and audio visual. During the process of empowering coconut sugar farmers in Prapagan Village, it is inseparable from supporting and inhibiting factors, both from LPPSLH, individual farmers, and other external factors. Community participation in the stages of cadre, socialization, training, mentoring, organic certification and evaluation. Crystal sugar production is an innovating from sap processing. The process of socializtion, training, mentoring is a way to convey innovation to farmers in Prapagan Village. | |
| 27774 | 31138 | L1A016067 | POTENSI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK RUMPUT LAUT Ulva lactuca SEBAGAI INDUCER MEDIATING SETTLEMENT JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis) | Kerang hijau merupakan jenis kekerangan di Indonesia dengan jumlah permintaan pasar yang tinggi, namun penurunan jumlah produksi di Indonesia mengakibatkan permintaan pasar tidak terpenuhi. Rendahnya hasil produksi dapat dipicu sulitnya mendapatkan benih kerang hijau dari alam, sehingga diperlukan penelitian berkaitan dengan senyawa bioaktif yang dapat menstimulai juvenil untuk menempel pada tali kolektor. Senyawa terpenoid dalam rumput laut berfungsi sebagai isyarat perlekatan invertebrate. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan terpenoid pada rumput laut Ulva lactuca dan potensi senyawa bioaktif rumput laut sebagai inducer mediating settlement juvenil kerang hijau (Perna viridis). Variabel yang diukur berupa retention (jumlah juvenil menempel pada tali) dan survival (kelangsungan hidup juvenil). Terdapat 4 perlakuan pada penelitian yaitu tali, tali +phytagel, tali + phytagel + metanol, tali + phytagel + crude extract dengan 5 kali ulangan. Hasil uji senyawa bioaktif ekstrak U. lactuca poitif mengandung terpenoid. Hasil retention tertinggi ada pada tali (13,47±12,53%) dan terendah pada tali dengan phytagel dan crude extract (0,00±0,00%), perlakuan tesebut menunjukan ekstrak tidak memberi pengaruh secara signifikan sebagai inducer mediating settlement juvenile kerang hijau (p>0.05). Nilai survival yang tinggi (93,00—96,00%), menunjukan tidak adanya pengaruh buruk tehadap kelangsungan hidup juvenil kerang hijau. | Green mussels are a type of shellfish in Indonesia with a high amount of market demand, but a decrease in the amount of production in Indonesia results in unfulfilled market demand. The low yield can be triggered by the difficulty of obtaining green shellfish seeds from nature, so research is needed regarding bioactive compounds that can stimulate juveniles to stick to collector ropes. The terpenoid compounds in seaweed serve as a signal for the attachment of invertebrates. The purpose of this study was to determine the terpenoid content in Ulva lactuca seaweed and the potential of seaweed bioactive compounds as an inducer of mediating settlement for juvenile green mussels (Perna viridis). The variables measured were retention (number of juveniles attached to the rope) and survival (juvenile survival). There were 4 treatments in the study, namely rope, rope + phytagel, rope + phytagel + methanol, rope + phytagel + crude extract with 5 repetitions. The test results of the bioactive compound extract of positive U. lactuca contained terpenoids. The highest retention results were in the rope (13,47 ± 12,53%)and the lowest was in the rope with phytagel and crude extract (0,00 ± 0,00%), the treatment showed that the extract did not have a significant effect as an inducer of juvenile mediating settlement, green mussels (p>0,05). High survival value (93,00- 96,00%), indicating no adverse effect on the survival of juvenile green mussels | |
| 27775 | 31131 | E1A016093 | PERLINDUNGAN HUKUM PENYEHAT TRADISIONAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN TRADISIONAL EMPIRIS PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum penyehat tradisional dalam pelayanan kesehatan tradisional empiris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analitical Aproach), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan perlindungan hukum penyehat tradisional dalam pelayanan kesehatan tradisional empiris telah menenjukan taraf sinkronisasi secara vertikal, yakni pengaturan hukum perlindungan penyehat tradisional dalam pelayanan kesehatan tradisional empiris yang memiliki derajat lebih tinggi menjadi pedoman bagi pengaturan yang lebih rendah dan pengaturan perundang-undangan yang lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi. Bentuk perlindungan hukum bagi penyehat tradisional dalam pelayanan kesehatan tradisional empiris dalam peraturan perundang-undangan meliputi jaminan pengaturan memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris menggunakan keterampilan; jaminan pengaturan memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris menggunakan ramuan; jaminan pengaturan memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris untuk mengembangkan, meningkatkan dan menggunakan atau memberikan pelayanan kesehatan tradisional empiris. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Penyehat Tradisional, Pelayanan Kesehatan tradisional empiris | ABSTRACT The study aims to determine the synchronization of regulations and forms of traditional health care protection in empirical traditional health services The research method used in this study is anormative juridical method with the statutory approach method (Statue Approach), analitical Approach (Analitical Aproach), and conceptual approach (Conceptual Approach). The research specifications used are legal inventory, legal synchronization dan legal discovery in convention. The type of data used is secondary data obtained from literature and documentaries. Based on the results of the study, it could be concluded that the regulation of tradisional health personnel legal protection in traditional empirical health services showed a degree of vertical synchronization. It is namely the regulation of tradisional health personnel legal protection in empirical traditional health services that have a higher degree became a guideline for lower regulations, and the lower legislation did not contradict to higher regulations. Form of legal protection for tradisional health personnel in empirical traditional health services in the legislation included guarantee arrangements to provide empirical traditional health services using skills; guarantee the arrangements to provide empirical traditional health services using potion; the guarantee setting provides empirical traditional health services to develop, improve and use or provide empirical traditional health services. Keywords: Legal Protection, Traditional Health Personnel, Empirical Traditional health Services. | |
| 27776 | 31132 | E1A016216 | PERAN APOTEKER TERHADAP PENCEGAHAN PEREDARAN OBAT ILEGAL DALAM RANGKA PENINGKATAN PELAYANAN KEFARMASIAN (STUDI DI APOTEK KOTA CIREBON) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran apoteker dalam pencegahan peredaran obat ilegal terhadap peningkatan pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Cirebon dan kontribusi peran apoteker dalam pencegahan peredaran obat ilegal terhadap peningkatan pelayanan kefarmasian di Apotek Kota Cirebon. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis dan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini mengambil lokasi di apotek yang berada di wilayah Kota Cirebon. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dengan metode kuisioner,kepustakaan, dan dokumentasi. Metode pengolahan data dengan editing,coding, dan tabulasi kemudian disajikan dengan bentuk tabel distribusi frekuensi,tabel silang, dan teksnarasi. Metode analisis data menggunakan metode distribusi frekuensi analisis dan tabel silang pengaruh serta konten analisis dan analisis perbandingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran apoteker terhadap pencegahan peredaran obat ilegal di Kota Cirebon adalah tinggi. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 5(lima) indikator yang meliputi tingginya tindakan mengawasi nomor ijin edar obat, dan tindakan mengawasi terhadap obat yang terdaftar dalam Badan POM, kemudian tinggi pula tindakan dalam memeriksa label obat, tindakan dalam memberikan penjelasan terhadap pasien tentang risiko atas penggunaan obat ilegal, dan tindakan pemeriksaan terhadap obat yang beredar. Peran apoteker dalam pencegahan peredaran obat ilegal cenderung memberikan kontribusi secara positif terhadap peningkatan pelayanan kefarmasian di apotek Kota Cirebon, artinya semakin tinggi peran apoteker dalam pencegahan peredaran obat ilegal, maka cenderung semakin meningkat pelayanan kefarmasian. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian terhadap 4(empat) indikator yang meliputi baiknya pelayanan kefarmasian dalam pengadaan sediaan farmasi, baiknya pelayanan kefarmasian dalam produksi sediaan farmasi, baiknya pelayanan kefarmasian dalam distribusi sediaan farmasi, baiknya pelayanan kefarmasian dalam pelayanan sediaan farmasi. | This study is intend to determine the role of pharmacists in preventing the circulation of illegal drugs to improve pharmaceutical services at the pharmacy in Cirebon and the contribution of pharmacists roles in preventing the circulation of illegal drugs to improving pharmacy service in Cirebon pharmacies. In order toattain that purpose , this study uses a sociological juridical approach and descriptive research specifications. This research took place in a pharmacy located in Cirebon. the types and sources of data used in this studywere primary data and secondary data with questionnaires , literature and documentation. Data processing methods by editing , coding , and tabulation, then presented in the form of frequency distribution tables , cross tables , and narrative text. Data analysis method used analysis frequency distribution method and cross table of influence as well as content analysis and comparison analysis. The results showed that the role of pharmacist in preventing illegal drug circulation in Cirebon that they have an important role. This proved by the result of research on five indicators which included the high level of action in controlling the distribution permit number , the action of controlling drugs registered in the POM , then the high number of actions in checking drug labels, actions in providing explanations to patients about the risk of using illegal drugs , and actions of examining drugs in circulation. The role of the worker in preventing the circulation of illegal drugs tends to contribute positively to the improvement of pharmaceutical service in Cirebon pharmacies , meaning that the higher the role of pharmacists in preventing the circulation of illegal drugs , the more pharmaceutical service tend to be. This proved by the results of research on four indicators that can be said to be good , including pharmaceutical service in the procurement of pharmaceutical preparations , pharmaceutical services in the production of pharmaceutical preparations , pharmaceutical services in the distribution of pharmaceutical preparations , pharmaceutical services in pharmaceutical preparations services. | |
| 27777 | 31133 | L1A016062 | STIMULASI PENEMPELAN JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis) DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK RUMPUT LAUT Kappapychus striatum | Juvenil kerang hijau umumnya menempel pada rumput laut dikarenakan terdapat senyawa kimia yang merangsang juvenil untuk melakukan penempelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senyawa bioaktif ekstrak rumput laut Kappapychus striatum sebagai agen stimulan penempelan settlement juvenil kerang hijau (Perna viridis) dengan mengamati retention dan survival selama 24 jam. Tahapan penelitian yang dilakukan dimulai dari tahap pengadaan sampel, ekstraksi rumput laut, analisis senyawa bioaktif, persiapan kerang hijau, pengujian senyawa bioaktif rumput laut K. striatum sebagai agen stimulan penempelan juvenil kerang hijau dan pengamatan terhadap kerang hijau. Pada penelitian ini, perlakuan menggunakan 4 media yang berbeda yaitu tali serabut, tali+phytagel, tali+phytagel+methanol dan tali+phytagel+ekstrak dengan masing-masing 5 kali pengulangan. Hasil uji terpenoid dari rumput laut K. striatum menunjukan bahwa rumput laut tersebut positif (+) mengandung senyawa terpenoid secara kualitatif yang ditandai dengan adanya perubahan warna dari kuning menjadi ungu kecoklatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan memberikan pengaruh pada rataan retention juvenil kerang hijau pada perlakuan tali serabut (p<0,05), namun tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap rataan survival (p>0,05). Rata- rata nilai retention berkisar antara 0 ±0% - 18,36 ±26,13% (mean ± SD, n=5) dan survival berkisar antara 91 ±6,52% - 98 ±2,74% (mean ± SD, n=5). Namun, berdasarkan hasil dari penelitian ini ekstrak rumput laut K. striatum tidak memberikan pengaruh terhadap penempelan settlement juvenil kerang hijau. | The settlement of mussels is commonly associated with seaweed. One cue source suggested to be responsible for settlement induction of mussel larvae by seaweed are chemical cues. There are chemical cues that stimulate juveniles to attach. This study aims to determine the effect of the bioactive compounds from crude extracts of K. striatum as a stimulant agent juvenile settlement (Perna viridis) by observing retention and survival for 24 hours. The research stages were carried out starting from the preparing stage, seaweed extraction, bioactive compound analysis, preparation of green mussels, testing the bioactive compounds of K.striatum seaweed as a stimulant for green mussels, and observing retention and survival. In this study, the treatment used 4 different media: filamentous rope, rope+phytagel, rope+phytagel+methanol, rope+phytagel+extract, with 5 repetitions. The terpenoid test results from K.striatum showed that the seaweed was positive (+) containing terpenoid compounds that interfere with the change color from yellow to brownish-purple. The result showed that the treatment affected the average retention of juvenile mussels (p<0,05), but not for the mean of survival. The means retention values ranged from 0 ±0% – 18,36 ±26,13% (mean ± SD, n= 5) and survival ranged from 91 ±6,52% - 98 ±2,74% (mean ± SD, n= 5). However, based on the results of this study, K. striatum seaweed extract doesn’t significantly influence the settlement of juvenile mussels. | |
| 27778 | 31139 | C1A015084 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PEDAGANG WARUNG BURJO DI KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Pengangguran di Indonesia pada tahun 2019 meningkat sebesar 0,72 persen atau sebesar 50 ribu orang menjadi 7,05 juta orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 7 juta orang. Meningkatnya pengangguran menunjukkan bahwa perkembangan sektor formal tidak mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja. Salah satu upaya mengurangi jumlah pengangguran dengan membuka lapangan usaha pada sektor informal. Usaha warung burjo merupakan salah satu kegiatan dalam sektor informal yang bergerak di bidang perdagangan. Kecamatan Purwokerto Utara merupakan pusat pendidikan yang menjadikan warung burjo banyak bermunculan di wilayah ini. Dari banyaknya warung burjo, terdapat perbedaan pendapatan antara pedagang warung burjo satu dengan yang lain. Perbedaan pendapatan ini tentu ada faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan, jam kerja, lama usaha dan lokasi usaha terhadap pendapatan pedagang warung burjo dan untuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pedagang warung burjo di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Jumlah sampel adalah 30 orang pedagang warung burjo yang berada di Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan, jam kerja, lama usaha dan lokasi usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan adalah variabel jam kerja. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa pedagang warung burjo harus dapat meningkatkan pendapatannya dengan cara menambahkan waktu jam kerja warung burjo agar dapat lebih produktif dan memilih lokasi yang strategis seperti dekat dengan pusat pendidikan yang ramai akan calon pembeli, sehingga warung burjo dapat dijangkau dengan mudah oleh para mahasiswa. | Unemployment in Indonesia in 2019 increased by 0.72 percent or 50 thousand people to 7.05 million people compared to the same period the previous year, which was 7 million people. Increasing unemployment indicates that formal sector development has been unable to keep pace with the growth in the workforce. One of the efforts to reduce the number of unemployed by doing business in the informal sector. The burjo stalls business is one of the activities in the informal trade sector. North Purwokerto Sub-district is an educational center which has made many burjo stalls popping up in this area. Of the many burjo stalls, there is a difference in income. There are factors that influence this income difference. The aim of this research is to analyse the effect of education level, working hours, length of business and business location on the income of burjo stalls traders and to determine the variable with the greatest influence the income of burjo stalls in North Purwokerto Sub-district, Banyumas Regency. The sample consists of 30 traders of burjo stalls in North Purwokerto Sub-district, Banyumas Regency. The analytical tools are the multiple regression analysis and elasticity tests. The results of the research show that education level, working hours, length of business and business location have a positive and significant effect on income. The variable which has the gretest influence on income is the working hours. The implication of this research is that the burjo stalls must be able to increase their income by increasing the working hours so that they can be more productive and choose a strategic location as near to a busy education center for potential buyers, so that the burjo stalls can be more accessible to students. | |
| 27779 | 31134 | G1A017092 | HUBUNGAN LINGKAR LENGAN ATAS (LiLA) DENGAN KEKUATAN GENGGAM TANGAN (HAND GRIP STRENGTH) PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang : Lingkar lengan atas (LiLA) merupakan indikator untuk mengidentifikasi berat badan lebih dan obesitas pada seseorang. Orang dengan status gizi berlebih dengan akumulasi lemak lebih banyak akan memodulasi keadaan inflamasi sistemik yang menyebabkan penurunan kekuatan otot. Evaluasi kekuatan otot dapat dilakukan dengan menggunakan tes kekuatan genggam tangan. Kekuatan genggam tangan merupakan salah satu metode untuk menilai kapasitas fungsional otot. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar lengan atas dengan kekuatan genggaman tangan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Metode : Penelitian ini merupakan jenis penilitian observasional analitik dengan metode pendekatan cross sectional. Sebanyak 27 subjek berusia 18-24 tahun diukur lingkar lengan atas dan kekuatan genggam tangan. Hasil : Rerata lingkar lengan atas Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman adalah (28,46 ± 3,89) cm yang termasuk dalam kategori status gizi baik. Rerata kekuatan genggam tangan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman adalah (36,21 ± 6,76) Kg yang termasuk dalam kategori normal. Uji korelasi antara lingkar lengan atas dengan kekuatan genggam tangan menggunakan uji Pearson menunjukkan signifikansi hasil korelasi (p˃0,05). Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara lingkar lengan atas dengan kekuatan genggam tangan pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. | Background : Mid upper arm circumference is an indicator to identify overweight and obesity. Overweight and obesity in person with more fat accumulation will modulate the systemic inflammatory state that caused decreased muscle strength. Muscle strength can be measured using a hand strength test. Hand grip strength is a method for assessing muscle capacity. Objective : To know the association between mid upper arm circumference with hand grip strength of Medical School Male Student of Jenderal Soedirman University. Method : This research was an type of analytic observational with a cross sectional approach method. There were 27 subjects aged 18-24 years, their mid upper arm circumference and hand grip strength were measured. Result : The mean mid upper arm circumference of Medical School Male Students of Jenderal Soedirman University was (28.46 ± 3.89) cm, which was well nourished. The mean hand grip strength of Medical School Male Students of Jenderal Soedirman University was (36.21 ± 6.76) Kg, include in the category of normal hand grip strength. The result of bivariate analysis between mid upper arm circumference and hand grip strength using pearson correlation test showed the findings of the research (p˃0.05). Conclusion : There was no correlation between mid upper arm circumference with hand grip strength of Medical School Male Students of Jenderal Soedirman University. | |
| 27780 | 31135 | A1D116060 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) VARIETAS LUMBU HIJAU TERHADAP PENGGUNAAN JENIS PUPUK KANDANG DAN PUPUK NITROGEN | Produksi bawang putih di Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Salah satu pemenuhan ketersediaan bawang putih dapat dilakukan dengan meningkatkan hasil melalui teknologi pemupukan yaitu dengan penggunaan jenis pupuk kandang dan jenis pupuk nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk 1) mendapatkan jenis pupuk kandang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih, 2) mendapatkan jenis pupuk nitrogen yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih, 3) mengetahui pengaruh interaksi antara jenis pupuk kandang dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah desa Karangsari, kecamatan Cimanggu, kabupaten Cilacap pada bulan Januari sampai Mei 2020. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk kandang yang terdiri dari 3 taraf yaitu pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, dan pupuk kandang kambing. Faktor kedua adalah jenis pupuk nitrogen yang terdiri dari 4 taraf yaitu tanpa nitrogen, pupuk urea, pupuk KNO3, dan kombinasi pupuk urea dan ZA. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, kehijauan daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot umbi segar, bobot umbi kering, jumlah siung per umbi, hasil umbi segar, dan hasil umbi kering. Data pengamtan dianalisis dengan uji F dan dilanjut dengan Duncans Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa: 1) Pupuk kandang kambing mampu memberikan nilai kehijauan daun tertinggi sebesar 42,08 unit. Perlakuan jenis pupuk kandang ayam memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,69 t/ha dan 0,283 t/ha) dengan persentasenya yaitu (115 % dan 108, 9 %). Pupuk kandang sapi memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,65 t/ha dan 0,258 t/ha) dengan persentasenya yaitu 100 %. Pupuk kandang kambing memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,6 t/ha dan 0,28 t/ha) dengan persentasenya yaitu (107,69 % dan 105,5%). 2) Pupuk kombinasi urea dan ZA meningkatkan tinggi tanaman tertinggi sebesar 37,36 cm/tan., bobot tanaman segar sebesar 4,24 g/tan., bobot umbi segar sebesar 1,86 g/tan., dan hasil umbi segar sebesar 0,79 t/ha. Pupuk tanpa nitrogen memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,58 t/ha dan 0,25 t/ha) dengan persentasenya yaitu 100 %. Pupuk urea memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,62 t/ha dan 0,27 t/ha) dengan persentasenya yaitu (106,89 % dan 108 %). Pupuk KNO3 memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,6 t/h dan 0,23 t/ha) dengan persentasenya yaitu (103 % dan 108 %). Pupuk kombinasi urea dan ZA memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,79 t/h dan 0,35 t/ha) dengan persentasenya yaitu (136 % dan 140 %). 3) Pupuk kandang kambing dan pupuk KNO3 dengan dosis 30 t/ha dan 200 kg/ha mampu meningkatkan bobot tanaman segar tertinggi sebesar 5,13 g/tan. Pupuk kandang kambing dan pupuk KNO3 memberikan hasil umbi segar dan hasil umbi kering sebesar (0,73 t/ha dan 0,44 t/ha) dengan persentasenya yaitu (137,73 % dan 209,5 %). | Garlic production in Indonesia is still not able to meet the needs of the Indonesian people. One of the fulfillment of the effect of garlic can be done by increasing the yield through fertilization technology, namely by using the type of manure and the N fertilizer. This research aims to 1) get the best type of manure for growth and yield of garlic plants, 2) get the type of fertilizer nitrogen the best for the growth and yield of garlic plants, 3) know the interaction between types of manure and nitrogen fertilizer on the growth and yield of garlic plants. This research was conducted in the paddy fields of Karangsari Village, Cimanggu, Cilacap from January to May 2020. The experimental design used was a complete randomized block design with 2 factors. The first factor is type of manure which consists of 3 levels, namely chicken manure, cow manure, and goat manure. The second factor is type of nitrogen fertilizer which consists 4 levels, namely without nitrogen fertilizer, urea fertilizer, KNO3 fertilizer, and a combination of urea and ZA fertilizers. Variables observed were plant height, total leaf, leaf greenness, leaf area, fresh plant weight, dry plant weight, fretuber weight, dry tuber weight, total of cloves per tuber, yield of fresh tubers, and yield of dry tubers. Observation data was analyzed with the F test and continued with the Duncans Multiple Range Test (DMRT) an error level of 5%. The results showed that: 1) The type of goat manure was able to give greenish leaves of 42,08 units. The treatment of chicken manure give fresh tuber and dry tuber yield of (0,69 t/ha and 0,283 t/ha with the percentage namely (115 % and 108 %).Cow manure give fresh tuber and dry tuber yield of (0,65 t/ha and 0,258 t/ha) with the percentage namely 100%. Goat manure provides fresh tuber and dry tuber yield of (0,6 t/ha and 0,28 t/ha ) with the percentage namely (107,69 % and 105,5 %). 2) The combination of urea and ZA fertilizers increases the highest plant heigh of 37,36 cm/plant., fresh plant weight of 4,24 g/plant., fresh tuber weight 1,86 g/plant., and yield of fresh tubers of 0,79 t/ha. Fertilizers without nitrogen provides fresh tuber and dry tuber yield of (0,58 t/ha and 0,25 t/ha with the percentage namely 100%. Urea fertilizer provides fresh tuber and dry tuber yield of (0,62 t/ha and 0,27 t/ha) with the percentage namely (106,89 % and 108 %) . KNO3 fetilizer provides fresh tuber and dry tuber yield of (0,6 t/ha and 0,28 t/ha ) with the percentage namely (103 % and 108 %).The combination of urea and ZA fertilizer provides fresh tuber and dry tuber yield of (0,79 t/ha and 0,35 t/ha ) with the percentage namely (136 % and 140 %). 3) Goat manure and KNO3 fertilizer. with doses of 30 t/ha and 200 kg/ha was able to increase the highest fresh plant weight of 5,13 g/plant. Goat manure and KNO3 fertilizer providesfresh tuber and dry tuber yield of (0,73 t/ha and 0,44 t/ha) with the percentage namely (137,73 % and 209,5 %) |