Artikelilmiahs

Menampilkan 27.661-27.680 dari 50.182 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2766131022H1A017092SEGMENTASI DAN PERHITUNGAN LUAS PARU-PARU DENGAN
METODE WATERSHED PADA PENDERITA COVID-19
Coronavirus disease 2019 atau dikenal Covid-19 adalah penyakit jenis baru yang diketahui berasal dari Wuhan, Tiongkok. Penyakit Covid-19 ini dapat menimbulkan gejala ringan, sedang atau berat. Untuk mendeteksi covid-19 pada umumnya dilakukan secara klinis. Selain pemeriksaan yang dilakukan secara klinis, diagnosa pasien yang terkena covid-19 dilakukan rontgen paru – paru pada pasien covid-19. Hasil dari rontgen tersebut berupa gambar x-ray paru – paru yang menunjukkan adanya bercak – bercak putih seperti awan atau kabut yang timbul bisa dikarenakan adanya infiltrat ataupun konsolidasi pada paru – paru penderita covid-19.
Untuk memudahkan dalam melakukan diagnosis gambar x-ray tersebut maka menggunakan metode segmentasi citra dengan bantuan aplikasi MATLAB untuk membuat program dan GUI untuk melakukan segmentasi terhadap paru – paru normal maupun penderita covid-19 serta mencari luas dari paru – paru, yaitu metode watershed yang dikenal sederhana, efisien untuk segmentasi citra yang kompleks. Dari penelitian menggunakan metode watershed ini, peneliti menghasilkan 89 citra tersegmentasi dengan sempurna dan 6 citra yang tidak tersegmentasi sempurna dikarenakan kondisi citra yang tidak bagus dan ada bagian citra yang terpotong serta paru-paru normal yang memiliki rata-rata luas lebih besar daripada paru-paru penderita covid-19.
Coronavirus disease 2019 or known as Covid-19 is a new type of disease that is known to have originated in Wuhan, China. This Covid-19 disease can cause mild, moderate or severe symptoms. To overcome covid-19 is generally done clinically. Clinical examinations, diagnoses of patients affected by covid-19 are carried out by X-rays of the lungs in covid-19 patients. The results of the X-ray are in the form of images of the lungs which show white patches such as clouds or fog that arise due to infiltrates or surveillance of the lungs of sufferers of Covid- 19.
To make it easier to diagnose the x-ray image, use the image segmentation method with the help of the MATLAB application to create a program and a GUI to segment normal lungs and sufferers of Covid-19 and find the area of the lungs, namely the well-known watershed method. simple, efficient for complex image segmentation. From this research using the watershed method, the researchers produced 89 perfectly segmented images and 6 images that were not perfectly segmented due to the poor image conditions and parts of the image that were cut off and normal lungs which had an average area larger than the lungs of covid-19 sufferers.
2766231023H1A017019SEGMENTASI DAN MENGHITUNG LUAS PARU-PARU MENGGUNAKAN METODE ACTIVE CONTOUR PADA CITRA X-RAY PASIEN COVID-19Desember 2019, di Wuhan, China, muncul Coronavirus jenis baru yang bernama SARS-CoV2 dan
menyebabkan penyakit bernama Covid-19. Virus ini menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat, dan membuat
dunia dalam pandemi. Covid-19 menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan gejala demam, batuk, hingga
Pneumonia. Covid-19 akan menyebabkan paru-paru dipenuhi cairan yang akan mengganggu kinerja paru-paru dan
menimbulkan bercak-bercak putih pada hasil pemeriksaan x-ray.
Penelitian ini akan melakukan segmentasi dan penghitungan luas dengan menggunakan metode Active Contour pada
citra hasil x-ray dari paru-paru pasien Covid-19 dan citra hasil x-ray dari paru-paru normal sebagai pembanding. Citra
yang digunakan berbentuk citra digital dari hasil pemeriksaan x-ray yang akan diproses sistem yang dibuat dengan
menggunakan MATLAB. Pertama citra akan melalui tahap praproses untuk menghapus objek selain paru-paru agar
mempermudah proses segmentasi. Proses segmentasi dilakukan menggunakan metode active contour dengan
pembuatan initial contour secara otomatis. Selanjutnya citra disempurnakan pada tahap pascaproses dan diakhiri
dengan penghitungan luas.
Hasil segmentasi citra normal akan lebih rapih daripada hasil segmentasi paru-paru pasien Covid-19 karena adanya
bercak putih yang mengurangi luas paru-paru pasien Covid-19 dan hal ini juga berpengaruh pada luas paru-paru hasil
segmentasi. Luas dari hasil segmentasi paru-paru pasien Covid-19 memiliki rentang dengan nilai yang lebih rendah bila
dibandingkan dengan luas dari hasil segmentasi paru-paru normal.
December 2019 in Wuhan, China, a new type of Coronavirus named SARS-CoV2 appeared and caused a
disease called Covid-19. This virus spreads throughout the world very quickly, and made the world in a pandemic.
Covid-19 attacks the respiratory system and causes symptoms of fever, cough, and Pneumonia. Covid-19 will cause the
lungs to fill with fluid which will interfere with lung performance and cause white spots on the results of the x-ray
examination.
This study will segment and calculate the area using the Active Contour method on the x-ray images of the lungs of
Covid-19 patients and the x-ray images of normal lungs, etc. The image used is a digital image form x-ray examination
that will be processed by a system created using MATLAB. First, the image will go through a preprocessing stage to
remove objects other than the lungs in order to facilitate the segmentation process. The segmentation process is carried
out using the active contour method by creating an automatic initial contour. Next, the image is perfected at the
postprocessing stage and ends with an area calculation.
The results of normal image segmentation will be tidier than the results of lung segmentation of Covid-19 patients
because of the presence of white spots that reduce the lung area of Covid-19 patients and this also affects the lung area
of the segmentation results. The area of the lung segmentation results of Covid-19 patients has a lower value range
when compared to the area of the normal lung segmentation results.
2766331024H1A017014Segmentasi Dan Perhitungan Luas Paru-Paru Dengan Metode K Means Clustering Pada Citra X-Ray Covid-19
Metode segmentasi yang diterapkan pada data citra yaitu K Means Clustering. Terdapat 3 tahapan yang digunakan untuk melakukan pengolahan citra antara lain preprocessing, segmentasi serta postprocessing. Pada tahapan preprocessing menggunakan beberapa langkah seperti memotong citra asli, merubahnya menjadi citra abuabu, merubah ukuran dari citra, dan mengatur intensitas yang dimiliki citra. Segmentasi K Means akan mensegmentasi objek berdasarkan warna abu yang hasilnya digunakan untuk tahapan selanjutnya. Tahapan postprocessing menjadi akhir pemrosesan antara lain menghilangkan gangguan citra, menyambungkan objek yang terputus, memilih objek terbesar dan menghaluskan hasil. GUI yang tersedia pada matlab digunakan sebagai UI untuk melakukan penelitian ini. Data citra Covid-19 berjumlah 45 citra dan citra normal dengan jumlah 50 citra dilakukan perhitungan luasnya. Penggunaan metode K Means Clustering mendapat persentase keberhasilan sistem sebesar 94,73%. Hasil rentang luas pada paru kiri penderita Covid-19 mulai dari 9989 sampai 47860 kemudian pada sisi kanan Covid-19 memiliki rentang dari 10257 hingga 65516. Perolehan rentang paru normal untuk sisi kiri dari 25503 hingga 54651 kemudian sisi kanan dari 31544 sampai 65379. Luasan yang diperoleh menggunakan satuan piksel.The segmentation method applied to image data is K Means Clustering. There are 3 stages used to perform image processing, including preprocessing, segmentation and postprocessing. The preprocessing stage uses several steps such as cutting the original image, converting it to a gray image, changing the size of the image, and adjusting the intensity of the image. K Means segmentation will segment the object based on the color of ash, which results are used for the next stage. The postprocessing stage becomes the end of processing, including eliminating image distraction, connecting disconnected objects, selecting the largest object and smoothing the results. The GUI provided in matlab is used as the UI for this research. The number of Covid-19image data is 45 images and 50 normal images are calculated for the area.The use of the K Means Clustering method obtained a system success percentage of 94.73%. The results of the wide range of the left lung of people with Covid-19started from 9989 to 47860 then on the right side of Covid-19it ranged from 10257 to 65516. Acquisition of normal lung ranges for the left side from 25503 to 54651 then the right side from 31544 to 65379. obtained using pixel units.
2766431027F1D016003PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN DAN STATUS EKONOMI TERHADAP PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BATANG TAHUN 2017Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik di Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan paradigma behavioralisme dan perspektif positivisme. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa H1 atau hipotesis kerja diterima, yang artinya ada pengaruh tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik. Hal tersebut dilandasi dari hasil analisis Kendall W sebesar 197.538 yang artinya ada hubungan antara tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik, serta hasil analisis dari regresi ganda dengan hasil 0.02 < 0.05 di mana terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik. Serta hasil Koefisien determinasi sebesar 0.69% untuk besaran pengaruh dari tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik, serta untuk tiap masing-masing variabel terikat yaitu 0.7% untuk pendidikan dan 68% untuk status ekonomi terhadap partisipasi politik.
Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu telah terbukti bahwa hipotesis kerja atau H1 diterima atas dasar uji analisis kendall w, regresi ganda dan koefisien determinasi. Artinya ada hubungan dan pengaruh antara tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Batang tahun 2017. Pada implikasinya besaran pengaruh dari kedua variabel seesar 0.69% maka sangat kecil dampaknya dari tingkat pendidikan dan status ekonomi terhadap partisipasi politik masyarakat Kabupaten Batang.
This research article aims to determine the effect of education level and economic status on political participation in Batang Regency. The research method used is quantitative with the paradigm of behavioralism and positivism perspective. The results of these studies reveal that H1 or the working hypothesis is accepted, which means that education level and economic status have an effect on political participation. This is based on the results of the Kendall W analysis of 197,538, which means that there is a relationship between education level and economic status on political participation, as well as the analysis results from multiple regressions with a result of 0.02 <0.05 where there is a relationship between educational level and economic status on political participation. As well as the results of the coefficient of determination of 0.69% for the magnitude of the influence of education level and economic status on political participation, and for each dependent variable, namely 0.7% for education and 68% for economic status on political participation.
The conclusion from the results of this study is that it has been proven that the working hypothesis or H1 is accepted on the basis of the Kendall w analysis test, multiple regression and the coefficient of determination. This means that there is a relationship and influence between education level and economic status on political participation in the regional head elections of Batang Regency in 2017. In implication, the magnitude of the influence of the two variables is 0.69%, so the impact is very small from the level of education and economic status on the political participation of the people of Batang Regency.
2766531028C1A015083ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA TIKET, PERSEPSI FASILITAS BUATAN, PERSEPSI BIAYA WISATA DAN DAYA TARIK WISATA TERHADAP KUNJUNGAN WISATAWAN LOKAWISATA BATURADENKabupaten Banyumas adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki potensi di sektor pariwisata untuk dikelola, dikembangkan, dan di tawarkan kepada para wisatawan. Banyumas memiliki beberapat tempat wisata andalan, berupa keindahan alam seperti goa, air terjun, wisata sejarah dan wana wisata yang tersebar di berbagai daerah.
Pada tahun 2015-2019 jumlah pengunjung obyek wisata di Kabupaten Banyumas mengalami peningkatan. Obyek wisata yang mempunyai jumlah pengunjung terbanyak yaitu Lokawisata Baturaden, Dream Land, Bale Kemambang, Andhang Pangrenan, dan Small World. Obyek wisata yang mengalami peningkatan jumlah pengunjung yang cukup signifikan yaitu pada Lokawisata Baturaden. Jumlah pengunjung Lokawisata Baturaden mengalami peningkatan jumlah pengunjung disetiap tahunnya. Jumlah pengunjung terkecil terjadi pada Tahun 2015 dan jumlah pengunjung terbesar terjadi pada Tahun 2019. Total keseluruhan jumlah pengunjung Lokawisata Baturaden pada Tahun 2015-2019 sebesar 3.094.543 pengunjung.
Tujuan penelitian ini peneliti akan mencari tahu pengaruh persepsi harga tiket, persepsi fasilitas buatan, persepsi biaya wisata dan daya tarik wisata terhadap kunjungan wisatawan Lokawisata Baturaden.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dengan menggunakan metode kuisioner. Kuisioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. Alat analisis penelitian menggunakan Pilot Tes, Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Method Succesive Interval, Statisik Deskriptif, Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linear Berganda, Uji F, Uji Partial (uji t) dan uji elastisitas.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel persepsi harga tiket tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kunjungan wisatawan Lokawisata Baturaden. Variabel persepsi biaya wisata tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kunjungan wisatawan Lokawisata Baturaden. Variabel persepsi fasilitas buatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan Lokawisata Baturaden. Variabel daya tarik wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap kunjungan Lokawisata Baturaden. Variabel yang paling berpengaruh adalah variabel daya tarik wisata.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemanfaatan digital advertisement dan influencer untuk mempromosikan daya tarik Lokawisata Baturaden. Pemerintah harus memperhatikan jumlah dan kualitas fasilitas buatan yang tersedia di Lokawisata Baturaden. Kemudian Pemerintah mempromosikan fasilitas Lokawisata Baturaden melalui iklan digital dan penggunaan influencer.
Banyumas Regency is one of the regencies in Central Java Province which has the potential in the tourism sector to be managed, developed and offered to tourists. Banyumas has several mainstay tourist attractions, in the form of natural beauty such as caves, waterfalls, historical tours and tourist attractions scattered in various regions.
In 2015-2019 the number of visitors to tourism objects in Banyumas Regency has increased. Tourist attractions that have the highest number of visitors are Lokawisata Baturaden, Dream Land, Bale Kemambang, Andhang Pangrenan, and Small World. A tourist attraction that has experienced a significant increase in the number of visitors is the Baturaden Tournament. The number of visitors to Lokawisata Baturaden has increased the number of visitors each year. The smallest number of visitors occurred in 2015 and the largest number of visitors occurred in 2019. The total number of visitors to Baturaden Lokawisata in 2015-2019 was 3,094,543 visitors.
The purpose of this research is to find out the effect of ticket price perceptions, perceptions of artificial facilities, perceptions of tourism costs and tourist attraction on tourist visits to Baturaden Lokawisata.
Data collection techniques in this study using interviews using a questionnaire method. The questionnaire is a data collection technique that is done by giving a set of questions or written statements to the respondent to answer. The research analysis tool used the Pilot Test, Validity Test, Reliability Test, Method Successive Interval, Descriptive Statistics, Normality Test, Multicollinearity Test, Heteroscedasticity Test. Multiple Linear Regression Analysis, F Test, Partial Test (t test) and elasticity test.
The results of this study indicate that the variable ticket price perception does not have a positive and insignificant effect on tourist visits of Baturaden Lokawisata. The variable perception of tourism costs has no positive and insignificant effect on tourist visits of Baturaden Lokawisata. The perception variable of artificial facilities has a positive and significant effect on the Baturaden Lokawisata visit. The variable of tourist attraction has a positive and significant effect on the Baturaden Lokawisata visit. The most influential variable is the variable of tourist attraction.
The implication of this research is the use of digital advertisements and influencers to promote the attractiveness of Lokawisata Baturaden. The government must pay attention to the number and quality of artificial facilities available at Lokawisata Baturaden. Then the government promoted the Baturaden Lokawisata facility through digital advertising and the use of influencers
2766631029L1A016066PERAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERLANGSUNGAN EKOWISATA PENYU HIJAU (Chelonia mydas) DI PENANGKARAN PENYU BATU HIU KABUPATEN PANGANDARANPantai Batu Hiu memiliki tempat penangkaran penyu yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat, yaitu Kelompok Pelestari Biota Laut (KPBL) Batu Hiu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran masyarakat terhadap upaya konservasi penyu hijau (Chelonia mydas) di Penangkaran Penyu Batu Hiu Pangandaran dan menyusun strategi pengembangan ekowisata penyu hijau (Chelonia mydas) di Penangkaran Penyu Batu Hiu. Metode pengumpulan data penelitian melalui wawancara dan kuisioner dengan analisis data menggunakan analisis SWOT. Hasil dari Skripsi ini meliputi karakteristik pengunjung KBPL Batu Hiu dan masyarakat Desa Ciliang, pengetahuan masyarakat Batu Hiu terhadap istilah ekowisata penyu sudah mengetahui sebanyak 58,5% dari 82 responden. Persepsi mengenai perlu tidaknya upaya konservasi penyu hijau dan pengembangan ekowisata penyu 100% menyetujui. Memberikan alternatif kebijakan pengembangan ekowisata penyu berdasarkan Analisis SWOT. Strategi yang menjadi prioritas dalam kebijakan pengembangan ekowsiata penyu di Batu Hiu menggunakan strategi progresif(S-O). Masyarakat Desa Ciliang sebagian besar sudah berperan dalam upaya pelestarian penyu di Batu Hiu dengan 73,17% responden menyebutkan sudah tidak ada penangkapan penyu dan 100% masyarakat Batu Hiu sudah tidak ada yang mengkonsumsi daging dan telur penyu.Batu Hiu has a turtle breeding ground that is managed independently by the local community, namely the Kelompok Pelestari Biota Laut (KPBL). The purpose of this thesis is to determine the role of the community in conservation efforts of Green Turtles (Chelonia mydas) in the Batu Hiu Turtle Conservation, Pangandaran and to develop strategies for developing Green Turtle (Chelonia mydas) Ecotourism in the Batu Hiu Turtle Conservation, Pangandaran. The method of collecting research data is done by interviews and questionnaires with data analysis using SWOT analysis. The results of this thesis include: the characteristics of visitors to the KPBL Batu Hiu and the people of Ciliang Village, the knowledge of the Batu Hiu community about the term "turtle ecotourism" for those who already know with score of 58.5% out of the 82 respondents. Perceptions of the need for green turtle conservation efforts and the development of turtle ecotourism are agreed with score of 100%. Providing alternative policies for turtle ecotourism development based on a SWOT analysis. The strategy that is a priority in the policy of developing turtle eco-tourism in Batu Hiu uses a progressive strategy(S-O). Most of the people of Ciliang Village have played a role in efforts to conserve turtles in Batu Hiu with score of 73.17% of respondents there has been no sea turtle capture and 100% of the Batu Hiu community that no one has consumed turtle meat and eggs.
2766731030H1L013040PREDIKSI JUMLAH HASIL PANEN MERICA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY ASSOCIATIVE MEMORY BERBASIS WEBMerica disebut juga lada/sahang, adalah salah satu jenis rempah yang biasa digunakan untuk memasak serta memiliki peranan sebagai salah satu komiditas perdagangan dunia, dengan 80% hasil panen merica di Indonesia di ekspor ke luar negri. Karenanya sudah banyak petani Indonesia yang mulai menanam merica terutama di Kepulauan Bangka Belitung, Kabupaten Bangka dan khususnya di Desa Mendo. Para petani biasanya akan memprediksikan berapa banyak hasil panen merica nantinya guna mengetahui keuntungan atau laba yang didapatkan, hal ini biasanya akan dilakukan perhitungan secara manual. Untuk mempermudah proses prediksi tersebut, dibutuhkannya suatu sistem yang bekerja secara otomatis dan mudah digunakan serta memiliki tingkat keberhasilan prediksi yang lebih tinggi dibandingkan prediksi yang dilakukan secara manual. Fuzzy Associative Memory yang merupakan salah satu metode gabungan logika fuzzy dan jaringan syaraf tiruan yang diyakini dapat menyelesaikan permasalahan tersebut.Pepper also called as King of Spice is one of the spices usually used as a seasoning in cooking and has a role as world trade commodity and 80% of Indonesia pepper yields is exported. Therefore many indonesian farmers already started planting pepper especially in the village of Mendo on Bangka district. The farmers will usually predict how much pepper yield their gain later in order to figure out profit, and do the calculation manually. To make the process of prediction easier, it needs a system that works automatically and easier to use and also has a higher success percentage than done it manually. Fuzzy Associative Memory which is one of the combined methods of fuzzy logic and neural networks are believed to be able to resolve these problems.
2766839363E1A017349PENEGAKAN HUKUM TERHADAP TINDAK PIDANA PERJUDIAN TOTO GELAP HONGKONG DI WILAYAH HUKUM POLRES KOTA BANYUMASPenegakan hukum adalah suatu usaha untuk menanggulangi kejahatan secara rasional, memenuhi rasa keadilan dan berdaya guna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penegakan hukum tindak pidana perjudian toto gelap Hongkong dan faktor penghambat dalam penegakan hukum tindak pidana perjudian toto gelap Hongkong di Polres Kota Banyumas. Metode yang digunakan merupakan penelitian ini adalah pendekatan yuridis sosiologis dan data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : Penegakan hukum tindak pidana perjudian toto gelap Hongkong di wilayah hukum Polres Kota Banyumas dilakukan dengan tindakan preventif dan tindakan represip. Tindakan preventif, melalui cara : memberikan penyuluhan kepada masyarakat, mengadakan patroli. Tindakan represif adalah tindakan yang dilakukan berwujud suatu penanganan kasus yang masuk sesuai dengan aturan yang ada, antara lain : melakukan penyelidikan, melakukan penyidikan, penangkapan, penggeledahan dan penyitaan, penahanan dan melimpahkan Berkas Perkara Dan Tersangka Ke Kejaksaan. Faktor-faktor penghambat dalam penegakan hukum kasus tindak pidana perjudian toto gelap Hongkong di Polres Kota Banyumas adalah faktor hukum tidak ada hambatan, faktor penegak hukum, faktor sarana atau fasilitas, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan. Law enforcement is an attempt to tackle crime rationally, fulfill a sense of justice and be efficient. In the context of tackling crime against various means as a reaction that can be given to perpetrators of crime, in the form of criminal and non-criminal law facilities, which can be integrated with one another. This study aims to analyze and describe the law enforcement of the Hong Kong illegal toto gambling crime and the inhibiting factors in law enforcement of the Hong Kong illegal toto gambling crime at the Banyumas City Police. The method used in this research is a sociological juridical approach and the data used are secondary data and primary data. The data obtained will be connected to each other which will then be adjusted to the subject matter to be studied and analyzed using the deductive-inductive method.
The results of this study indicate that: The law enforcement of the Hong Kong illegal toto gambling crime in the jurisdiction of the Banyumas City Police is carried out by preventive and repressive measures. Preventive actions, by way of: providing counseling to the community, conducting patrols. Repressive actions are actions taken in the form of handling incoming cases in accordance with existing rules, including: carrying out investigations, carrying out investigations, arrests, searches and confiscations, detains and transfers case files and suspects to the Attorney General's Office. The inhibiting factors in law enforcement in the Hong Kong illegal toto gambling crime case at the Banyumas City Police are legal factors (legislation), law enforcement factors, facilities or facilities, community factors, and cultural factors.
2766931031L1A016061Potensi Ekonomi Sumberdaya Perikanan Waduk PB SoedirmanWaduk PB Soedirman dengan luas 8.258 ha yang terletak di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara Propinsi Jawa Tengah. Waduk ini memiliki potensi perikanan yang banyak pemanfaatan ekonominya. Pemanfaat ekonomi hasil dari potensi ekonomi terdapat banyak kegiatan diantaranya berupa perikanan tangkap, keramba jaring apung dan pengolahan hasil perikanan. Nilai ekonomi total yang didapatkan hasil pemanfaatan dari potensi perikanan yang ada di waduk PB Soedirman sebesar Rp. 1.713.780.000,00 per tahun, dengan rincian nilai ekonomi perikanan tangkap Rp. 752.400.000,00 per tahun, nilai ekonomi keramba jaring apung Rp. 810.000.000,00 per tahun, nilai ekonomi pengepul Rp.145.980.000,00 per tahun, dan nilai ekonomi pengolahan ikan Rp.5.400.000,00 per tahun. Maka Waduk PB Soedirman dapat memberikan sumberdaya perikanannya kepada pemafaat bidangnya dalam segi ekonomi untuk kebutuhan sehari-hari dan dilaksanakan secara terus menerus.PB Soedirman Reservoir with an area of 8,258 ha located in Bawang District, Banjarnegara Regency, Central Java Province. This reservoir has fishery potential which has many economic uses. The economic benefits resulting from the economic potential are many activities including capture fisheries, floating net cages and fishery product processing. The total economic value obtained from the utilization of the fisheries potential in the PB Soedirman reservoir is Rp. 1,713,780,000.00 per year, with details of the economic value of capture fisheries Rp. 752,400,000.00 per year, the economic value of floating net cages is Rp. 810,000,000.00 per year, the economic value of collectors is Rp.145,980,000.00 per year, and the economic value of fish processing is Rp.5,400,000.00 per year. So the PB Soedirman Reservoir can provide its fishery resources to its sector users in an economic perspective for daily needs and be
carried out continuously.
2767031032H1B016025Analisis Perubahan Tata Guna Lahan dan Tutupan (LULC) terhadap Bencana Kekeringan pada Das CiwulanPerubahan LULC dapat memberikan dampak terhadap lingkungan dan berpotensi menimbulkan bencana. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dampak perubahan tata guna lahan di Daerah Aliran Sungai Ciwulan terhadap debit aliran sungai atau ketersediaan air terutama pada saat musim kemarau untuk deteksi bencana kekeringan. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah model hidrologis berbasis fisik SHETRAN, dengan memanfaatkan data hidroklimatologi yang merupakan hasil perekaman pengindraan jauh melalui satelit yang kemudian di interpretasi kan ke dalam bentuk visual dan numerik mulai dari tahun 2001 sampai dengan 2017. Data input yang digunakan diantaranya adalah data perubahan tata guna lahan dan tutupan, data model digital elevasi, data properties tanah melalui HWSD, data curah hujan TRMM, dan data evaporasi.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan paling besar terjadi pada kategori lahan garapan dengan rata – rata kenaikan per-tahun sebesar 7% dari luas 12 km2 pada tahun 2001 menjadi 40,50 km2 pada tahun 2017. Sementara itu perubahan lahan yang mengalami kecenderungan semakin menurun luasnya dari tahun ke tahun yaitu hutan hijau sebesar 1% dari luas awal pada tahun 2001 sebesar 462,50 km2 menjadi 403 km2 pada tahun 2017, dan perubahan paling kecil terjadi pada lahan perkotaan yang cenderung stabil di kisaran 23,75 km2. Pengurangan luas lahan resapan ini memberikan dampak terhadap menurunnya ketersediaan air di sungai Ciwulan terutama pada saat musim kemarau. Kecenderungannya, debit sungai pada musim kemarau semakin menurun dari tahun ke tahun. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa pemodelan hidrologi berbasis fisik SHETRAN ini dapat digunakan untuk keperluan kajian mengenai dampak perubahan tata guna lahan dan tutupan terhadap debit aliran sungai atau ketersediaan air terutama pada saat musim kemarau untuk deteksi bencana kekeringan yang memperhitungkan variabilitas ruang pada suatu DAS di Indonesia yang kemudian di validasi dengan hasil rekap kejadian kekeringan yang dilakukan oleh BNPB.

Kata Kunci: Tata Guna Lahan dan Tutupan, Kekeringan, SHETRAN Model, Penginderaan Jauh
Changes in LULC can have an impact on the environment and have the potential to cause disaster. The purpose of this study was to examine the impact of land use change in the Ciwulan River Basin on river flow discharge or water availability, especially during the dry season for drought detection. The method used for this research is a hydrological model based on SHETRAN's physical, by utilizing hydro-climatological data which is the result of remote sensing recording via satellite which is then interpreted into a visual and numerical form from 2001 to 2017. Input data used include land use and cover change data, digital elevation model data, soil properties data through HWSD, TRMM rainfall data, and evaporation data.
The results of the study show that the largest land use change occurs in the cultivated land category with an average annual increase of 7% from an area of 12 km2 in 2001 to 40.50 km2 in 2017. Meanwhile, land changes have a tendency The area decreases from year to year, namely green forest by 1% from the initial area in 2001 of 462.50 km2 to 403 km2 in 2017, and the smallest change occurs in urban land which tends to be stable in the range of 23.75 km2. This reduction in infiltration area has an impact on decreasing water availability in the Ciwulan river, especially during the dry season. The trend is that river discharge during the dry season decreases from year to year. From this study, it was found that SHETRAN's physical-based hydrological modeling can be used for the purposes of studying the impact of land use change and cover on river flow discharge or water availability, especially during the dry season for drought detection that takes into account the spatial variability of a watershed in Indonesia. which is then validated with the results of a recap of drought events conducted by BNPB.

Keywords: Land Use Land Cover, Drought, SHETRAN Model, Remote Sensing
2767131033E1A016073PELAKSANAAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN (MAPENALING) BAGI NARAPIDANA BARU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) PURWOKERTO (STUDI DI LAPAS KELAS IIA PURWOKERTO).PELAKSANAAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN (MAPENALING) BAGI NARAPIDANA BARU DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) PURWOKERTO
(STUDI DI LAPAS KELAS IIA PURWOKERTO)
Oleh :
Devi Tana Veranika
E1A016073
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya masa pengenalan lingkungan di lembaga pemasyarakatan, mengingat tahap ini merupakan tahap awal bagi narapidana baru sebelum disatukan dengan narapidana lainnya. Pentingnya dimaksudkan untuk memberikan bekal dan membentuk sikap mental narapidana agar menyadari kesalahannya, tidak mengulangi tindak pidana, memperbaiki diri dan menjadi insan yang berbudi luhur.
Berdasarkan latar belakang terdapat permasalahan mengenai bagaimana pelaksanaan dan hambatan pada masa pengenalan lingkungan bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan IIA Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analisis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis.
Masa pengenalan lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwokerto didasarkan pada Pasal 7 Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan. Tidak ada peraturan yang jelas mengenai pelaksanaan masa pengenalan lingkungan, namun teknisnya lebih mendasar pada kebijakan internal. Selain itu, sarana dan fasilitas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwkerto masih kurang memadai serta masih adanya budaya senioritas dan kurang patuhnya warga binaan pemasyarakatan terhadap aturan didalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Purwkerto. Sehingga ditemukan hambatan dalam pelaksanaan masa pengenalan lingkungan adalah pada faktor hukumnya.
IMPLEMENTATION OF ENVIRONMENTAL RECOGNITION (MAPENALING) FOR NEW CRIMINAL INSTITUTIONS (LAPAS) PURWOKERTO
(STUDY IN PURWOKERTO CLASS IIA PRIVATE VOCATIONAL SCHOOL)
By:
Devi Tana Veranika
E1A016073
ABSTRACT
This research is motivated by the importance of the introduction of the environment in prisons, considering that this stage is the initial stage for new inmates before being united with other inmates. Its importance is intended to provide provisions and shape the mental attitude of the prisoner so that he realizes his mistake, does not repeat the crime, improves himself and becomes a virtuous person.
Based on the background, there are problems regarding how the implementation and obstacles during the introduction of the environment for inmates at the IIA Purwokerto Penitentiary.The research method used is sociological juridical with descriptive analysis research specifications. The data used in this study are primary and secondary data. The data that has been obtained are then analyzed using qualitative methods and presented in the form of a systematic description.
The period of introduction to the environment in the Class IIA Purwokerto Correctional Institution is based on Article 7 of Government Regulation Number 31 of 1999 concerning Guidance and Guidance of Correctional Assistance Citizens. There are no clear regulations regarding the implementation of the environmental introduction period, but the technicalities are more fundamental to internal policies. In addition, the facilities and facilities of the Class IIA Purwkerto Penitentiary are still inadequate and there is still a culture of seniority and the lack of compliance of the prisoners with the rules in the Class IIA Purwkerto Penitentiary. So that it is found that the obstacle in implementing the environmental introduction period is the legal factor.
2767231034F1B016060Total Quality Management Penjaminan Mutu Internal Universitas Jenderal SoedirmanPenjaminan mutu peguruan tinggi merupakan sesuatu hal penting yang harus selalu diperhatikan supaya mutu perguruan tinggi di Indonesia dapat terus meningkat. Unsoed mengalami peningkatan Akreditasi A institusi dan berhasil masuk klaster mandiri dalam klasterisasi penilaian kinerja penelitian perguruan tinggi tahun 2018. Namun dalam pelaksanaan SPMI harus terus ditingkatkan, karena berdasarkan temuan Audit Internal Mutu Akademik 2018 masih ditemukan beberapa hal yang harus dibenahi mengenai ketidaksesuaian dalam bagian, prodi ataupun fakultas. Peningkatan dengan orientasi pada kualitas tertuju pada Total Quality Management yang merupakan konsep peningkatan mutu secara terpadu di bidang manajemen.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mendeskripsikan Penerapan Total Quality Management dalam penjaminan mutu dan menjelaskan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat penjaminan mutu di Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi. Sasaran penelitian ini adalah LP3M, GPM Fakultas, GKM Program Studi di Universitas Jenderal Soedirman.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Unsoed sudah berupaya menjalankan SPMI, karena dalam penerapan TQM di Unsoed sudah hampir kesepuluh karakteristik menurut Goetsch & Davis berjalan walaupun masih belum maksimal. Kemudian terdapat faktor yang mendukung penjaminan mutu di Unsoed yaitu Komunikasi dan Kualitas data laporan, sedangkan untuk faktor penghambatnya yaitu Komitmen Pimpinan Universitas dan Budaya Mutu pada Unit Penjamin Mutu.
Higher education quality assurance is an important matter that must always be considered so that the quality of tertiary institutions in Indonesia can continue to improve. Unsoed experienced an increase in institutional A accreditation and succeeded in entering the independent cluster in the 2018 research performance assessment cluster. However, in implementing SPMI, it must continue to be improved, because based on the findings of the 2018 Academic Quality Internal Audit there are still some things that need to be addressed regarding the discrepancies in the section, study program. or faculty. Improvement with a quality orientation aimed at Total Quality Management which is a concept of integrated quality improvement in the field of management.
The purpose of this study is to describe the application of Total Quality Management in quality assurance and to explain the factors that support and hinder quality assurance at Jenderal Soedirman University. This study used descriptive qualitative method. Data collection techniques in this study were interviews and documentation. The targets of this research are LP3M, Faculty GPM, Study Program GKM at Jenderal Soedirman University.
The results of this study indicate that Unsoed has tried to run SPMI, because in implementing TQM in Unsoed, there are almost ten characteristics according to Goetsch & Davis running even though they are still not optimal. Then there are factors that support quality assurance at Unsoed, namely Communication and Quality of Report Data, while the inhibiting factors are University Leadership and Quality Culture in the Quality Assurance Unit.
2767331035B1A016130KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI MAHALONA KECAMATAN TOWUTI LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN
Penggunaan tumbuhan sebagai obat sudah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat diseluruh wilayah Indonesia. Wilayah yang memiliki potensi keanekaragaman tumbuhan berkhasiat sebagai obat salah satunya adalah Desa Mahalona. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman spesies tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat dan mengetahui cara pemanfaatan dan pengolahan tumbuhan sebagai bahan obat oleh masyarakat di Desa Mahalona Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur Propinsi Selawesi Selatan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling). Pengambilan data diperoleh melalui wawancara dengan teknik wawancara semi struktural dengan menggunakan panduan berupa kuesioner. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat 43 spesies dari 25 famili tumbuhan berkhasiat obat di Desa Mahalona Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur. Tumbuhan yang memiliki nilai manfaat paling tinggi yaitu Momordica charantia L. dan Physalis angulata L. dengan nilai SUV sebesar 1.5. Bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat berupa daun, akar, buah, batang, biji, bunga, rimpang, dan umbi. Bagian tumbuhan yang banyak dimanfaatkan adalah daun dengan jumlah 22 spesies. Cara pengolahan tumbuhan yang digunakan bervariasi yaitu direbus, ditumbuk, diremas, dikunyah, dibakar, diparut, dan diminum langsung. Cara pengolahan Yang sering digunakan adalah direbus dengan jumlah 27 spesies. Cara pemanfaatan yang biasa diguankan adalah diminum, dimakan dan ditempel.Medicinal plants have been widely used by people throughout Indonesia. One area that has the potential for medicinal plant diversity is Mahalona Village. The purpose of this study was to determine the diversity of plant species with medicinal properties and to find out how to use and process plants as medicinal substances by the community in Mahalona Village, Towuti District, Luwu Timur Regency South Sulawesi.The research was conducted using a survey method with a random sampling technique. Data were collected through interviews with semi-structural interview techniques using a questionnaire as a guide. The research data were analyzed by using comparative descriptive analysis.The results showed that there were 43 species from 25 medicinal plant families in Mahalona Village, Towuti District, East Luwu Regency. Plants that have the highest benefit value are Momordica charantia L. and Physalis angulata L. with an SUV value of 1.5. Parts of plants used as medicine are leaves, roots, fruit, stems, seeds, flowers, rhizomes, and tubers. The part of the plant that is widely used is the leaves includes a total of 22 species. The method of processing plants used varies, namely boiling, pounding, kneading, chewing, roasting, grated, and drinking directly. Processing method Which is often used is boiled with the number of 27 species. How to use it which is usually used is to drink, eat and stick.
2767431038K1B016035ANALISIS PENGARUH FAKTOR KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS PELANGGAN PADA LAYANAN E-COMMERCE SHOPEE DENGAN STRUCTURAL EQUATION MODELING (SEM)Shopee merupakan salah satu e-commerce di Indonesia yang memiliki pengunjung terbanyak setiap bulannya. Namun demikian, masih ada ulasan-ulasan negatif yang menunjukkan ketidakpuasan pelanggan terhadap pelayanan Shopee. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas pelayanan e-commerce Shopee terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan. Teknik yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan subjek penelitian 160 mahasiswa Fakultas MIPA UNSOED yang pernah bertransaksi pada layanan e-commerce Shopee. Dimensi-dimensi untuk mengukur kualitas pelayanan yaitu Ease of Use, Website Design, Responsiveness, Customization, dan Assurance. Hasil yang diperoleh adalah faktor kualitas pelayanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan, besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan sebesar 86%. Sementara itu, variabel kualitas pelayanan dan kepuasan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Berikutnya, empat dimensi kualitas pelayanan yang terdiri dari Ease of Use, Website Design, Customization, and Assurance dapat mecerminkan variabel kualitas pelayanan. Sementara itu, satu dimensi yaitu Reponsiveness tidak memenuhi validitas model pengukuran artinya variabel tersebut tidak mencerminkan variabel kualitas pelayanan.Shopee is one of the e-commerce in Indonesia that has the most visitors every month. However, there are still negative reviews that show customer dissatisfaction with Shopee's services. Therefore, the aim of this study was to analyze the quality of Shopee's e-commerce services on customer satisfaction and loyalty. The technique used is Structural Equation Modeling (SEM) with the research subjects of 160 students the Faculty of Mathematics and Natural Sciences UNSOED who have transacted on Shopee e-commerce services. Dimensions for measuring service quality are Ease of Use, Website Design, Responsiveness, Customization, and Assurance. The results obtained are that service quality factors have a significant effect on customer satisfaction, service quality has an effect on satisfaction by 86%. Meanwhile, service quality and satisfaction variables do not have a significant effect on customer loyalty. Furthermore, there are four dimensions of service quality which consist of Ease of Use, Website Design, Customization, and Assurance can reflect service quality variables. While one, dimension Responsiveness does not meet the validity of the measurement model, meaning that the variable does not reflect the variable of service quality.
2767531036E1A016014ANALISIS PUTUSAN HAKIM TERHADAP PENJATUHAN SANKSI PIDANA KEPADA ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCABULAN
(Studi Putusan Nomor 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg)
Penjatuhan sanksi pidana kepada anak yang berkonflik dengan hukum harusnya, berdasar pada UU No.11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Seperti dalam Putusan Pengadilan Negeri Padang Nomor 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg tentang pencabulan yang dilakukan oleh anak, majelis hakim menjatuhkan sanksi pidana berupa pidana penjara dan denda dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan sanksi pidana kepada anak pelaku tindak pidana pencabulan pada putusan Nomor 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg serta mengetahui penjatuhan sanksi pidana kepada anak pelaku pencabulan dalam perkara Nomor 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg sudah sesuai dengan ketentuan UU No.11 Tahun 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, pertimbangan hukum hakim dalam penjatuhan sanksi pidana kepada anak pelaku tindak pidana pencabulan pada putusan Nomor 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg berupa pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis. Pertimbangan yuridis terpenuhinya unsur-unsur pasal yang didakwakan yaitu Pasal 81 Ayat (2) UU No. 35 tahun 2014. Pertimbangan sosiologis yaitu hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan terdakwa. Majelis hakim dalam menjatuhkan putusan pada perkara Nomor 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 71 Ayat (3) UU No. 11 Tahun 2012, majelis hakim seharusnya menjatuhkan putusan kepada terdakwa berupa pidana penjara dan pelatihan kerja. Imposing criminal sanctions on children in conflict with the law should be based on Law No.11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. As in the Padang District Court Decision No. 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg regarding sexual immorality commited by children. The panel of judges imposed criminal sanctions in the form of imprisonment and fines provided that if the fines are not paid then they are replaced by imprisonment. This study aimed to know the judge legal considerations in imposing criminal sanction on the children perpetrators of criminal acts of sexual immorality in case No. 20/Pid.Sus-Anak/2015/PN Pdg and to know whether the imposition of criminal sanctions on the children perpetrators of sexual immorality was in accordance with the provisions of Law No 11 of 2012 or not. Data collection was carried out by literature study and analyzed by qualitative normative methods. The results of this study indicate that legal considerations of judges in imposing criminal sanctions on children of perpetrators of criminal acts of sexual immorality in decision Number 20 / Pid.Sus-Anak/2015/ PN Pdg are judicial considerations and sociological considerations. Juridical considerations for the fulfillment of the elements of the accused article namely Article 81 Paragraph (2) of Law No. 35 of 2014. Sociological considerations namely things that are burdensome and things that lighten up. The panel of judges in making a decision on case Number 20/Pid.Sus-Anak/ 2015/PN Pdg is not in accordance with the provisions of Article 71 Paragraph (3) of Law No. 11 of 2012, the panel of judges should issue a verdict on the defendant in the form of imprisonment and job training.
2767631039D1A016212KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK JERAMI PADI VARIETAS PANDANWANGI SECARA IN-VITRO YANG DIBERI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIKTujuan penelitian ini mengkaji pengaruh pemupukan organik dan anorganik terhadap kecernaan bahan kering (KBK) dan bahan organik (KBO) jerami padi Pandanwangi. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 27 September sampai dengan 28 Desember 2019, bertempat di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Materi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah jerami padi jenis Pandanwangi yang ditanam pada lahan organik dan anorganik. Pemotongan batang jerami padi pada saat pemanenan dilakukan dengan jarak 10 cm dari permukaan tanah dan diambil sebanyak 20 titik dalam satu petak sawah secara acak, kemudian dikeringkan menggunakan oven. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen secara in-vitro dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah independent t test. Cairan rumen yang digunakan untuk mengukur kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik di ambil dari 3 ekor sapi yang berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) Bantarwuni. Hasil analisis uji T diperoleh bahwa KBK dan KBO dari jerami padi pandanwangi hasil pemupukan organik relatif sama (P > 0.05) dengan KBK dan KBO yang dihasilkan dari jenis pupuk anorganik. Jerami padi Pandanwangi hasil pemupukan organik maupun anorganik memiliki hasil KBK dan KBO yang relatif sama.The research aims to examine the influence of organic and inorganic fertilization of dry matter digestibility (DMD) and organic matter digestibility (OMD) of pandanwangi. The reaserch was conducted from 27 September to 28 December 2019, at the Laboratory of Animal Nutrition and Forage, Faculty of Animal Husbandry, Jendral Soedirman University, Purwokerto. The material used in this research was Pandanwangi rice straws which are planted in organic and inorganic fields. The straw stalks were cut at 10 cm away from the land surface and taken randomly out from 20 spots in a field, which then dried using oven. The research method was in-vitro experiment with independent t-test research design. The rumen fluid used for measuring the dry and organic matters digestibility was taken from 3 cows which come from Bantarwuni slaughterhouse. Based on the T-test analysis, it showed that the organic DMD and OMD of the pandanwangi straws with organic fertilization is relatively similar (P > 0.05) to the DMD and OMD resulted in the straws with inorganic fertilization. Pandanwangi rice straw resulting from organic and inorganic fertilization has relatively the same of DMD and OMD.
2767731040F1B013061KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM DAERAH (KPUD) DALAM PENYELENGGARAAN PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2017Pemilihan kepala daerah merupakan salah satu tugas pokok dari KPU dan dalam hal pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di beri tugas dan wewenang kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Keberhasilan penyelenggaraan Pemilu dalam rangka pemilihan pemimpin daerah secara baik tanpa menimbulkan permasalahan, menjadi ukuran kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kinerja sebagai kuantitas dan kualitas pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan oleh individu, kelompok maupun organisasi. Akan tetapi di dalam pelaksanaannya KPU Kabupaten Banjarnegara juga masih memiliki beberapa masalah yang terjadi di lapangan membuat menghambatnya kinerja dari KPU itu sendiri. Salah satunya yaitu masih rendahnya keterlibatan publik atau rendahnya tingkat voter turn out (partisipasi pemilih yang mencoblos di TPS pada hari pemilihan). Partisipasi pemilih tidak hanya dipengaruhi oleh kinerja KPU itu sendiri tetapi bisa dipengaruhi juga oleh faktor eksternal, yaitu dari partai politik dan media massa, bagaimana keduanya mempengaruhi pemikiran atau asumsi dari masyarakat. Akan tetapi, KPU sebagai pelaksana kegiatan memiliki tanggung jawab utama yang menentukan berapa banyak partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada hari pemilihan.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dimana pengumpulan datanya menghasilkan data deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling pemilihan informan yang benar-benar mengerti tentang informasi objek penelitian dan informan dapat dipercaya sebagai sumber data yang berkompeten dan untuk memperoleh data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kinerja yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Banjarnegara sudah berhasil mencapai target dan tujuan yang telah ditentukan. Keberhasilan KPUD Kabupaten Banjarnegara ini dapat dilihat dari lima aspek yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas yang sudah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
The selection of regional heads is one of the main tasks of the KPU and in terms of the election of the Regent and Vice Regent in the duties and authorities to the Regional Election Commission (KPUD). The success of the elections in order to elect regional leaders well without causing problems, became a measure of the performance of the Electoral Commission (KPU). Performance as a quantity and quality of achievement of tasks, both performed by individuals, groups and organizations. However, in its implementation KPU Banjarnegara regency also still has some problems that occur in the field makes inhibiting the performance of the KPU itself. One of them is the low public involvement or low level of voter turnout (participation of voters who vote in polling stations on election day). Voter participation is not only influenced by the performance of the KPU itself but can be influenced also by external factors, namely from political parties and the mass media, how they both affect the thinking or assumptions of the public. However, the KPU as the executor of the activities has the primary responsibility of determining how much voter participation uses their voting rights on election day.
This research uses a qualitative method where data collection produces descriptive data. The selection of informants uses purposive sampling techniques of selecting informants who truly understand the information of research objects and informants can be trusted as competent data sources and to obtain data using interviews, observations, and documentation.
The results of this study showed that the performance carried out by kpud Banjarnegara regency has successfully achieved the targets and objectives that have been determined. The success of KPUD Banjarnegara regency can be seen from five aspects, namely productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and accountability that have been running in accordance with applicable regulations.
2767831041F1B016081Implementasi Strategi Pengembangan Desa Wisata Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten BanyumasKabupaten Banyumas terdapat 17 Desa Wisata yang dapat dikembangkan
untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satu Desa Wisata yang
mempunyai potensi untuk dikembangkan yaitu Desa Karangsalam. Desa
Karangsalam merupakan satu-satunya desa wisata yang mewakili Kabupaten
Banyumas dalam Lomba Desa Wisata Nusantara. Desa Karangsalam sudah masuk
kedalam 10 besar Desa Wisata Kategori Maju. Tujuan dalam penelitian ini yaitu
untuk menganalisis dan mendeskripsikan implementasi strategi pengembangan
Desa Wisata Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas dengan
menggunakan aspek program, anggaran, dan prosedur. Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pemilihan informan
menggunakan teknik purposive sampling dan snowball. Pengumpulan data
digunakan melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk
menjamin keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Metode analisis
data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa implementasi strategi pengembangan Desa Wisata
Karangsalam sudah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari program
pengembangan desa wisata mempunyai manfaat kepada masyarakat dan
mempunyai tujuan yang jelas. Anggaran yang digunakan berasal dari sumber yang
sah dan dikendalikan melalui pengawasan dan pelaporan. Prosedur pelaksanaan
sesuai dengan tugas masing-masing aktor serta mampu menyelesaikan kendala
yang terjadi.
Banyumas Regency has 17 Tourist Villages that can be develop to
improve the community's economy. One of the tourist villages that has potential to
be develop is Karangsalam Village. Karangsalam Village is the only tourist village
that represents Banyumas Regency in the National Tourist Village Competition.
Karangsalam village has been included on the top 10 developed category tourism
village. The purpose of this research is to analyze and describe the implementation
of the development strategy of Karangsalam Tourist Village, Baturraden District,
Banyumas Regency by using aspects of the program, budget, and procedures. The
research method used in this research is a qualitative method. Selection of
informants using snowball and purposive sampling technique. We use deep
interview, observation and documentation to collect the data. To ensure the validity
of the data using source triangulation techniques. The data analysis method used
is an interactive analysis method. The results shows that the implementation of the
Karangsalam Tourist Village development strategy was going well. We can see
from the tourism village development program that is beneficial for the community
and have a clear purposes. The budget used comes from legitimate sources and
controlled by monitoring and reporting. The implementation procedures are
suitable with the duties of each actor and able to solve the problems that occur.
2767931045K1B016065PUNCAK BONUS DEMOGRAFI DI JAWA TENGAH DENGAN PERHITUNGAN DEPENDENCY RATIOBonus demografi adalah perubahan struktur jumlah penduduk dengan rasio ketergantungan antara penduduk usia produktif (bekerja) lebih banyak daripada penduduk usia non produktif (tidak bekerja) dengan nilai di bawah 50. Provinsi Jawa Tengah sudah mencapai nilai dependency ratio 49,9 pada tahun 2010. Hal tersebut menandakan bahwa bonus demografi di Jawa Tengah sudah mulai terlihat namun belum diketahui secara pasti tahun puncak bonus demografi di Jawa Tengah terjadi. Berkaitan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menentukan tahun puncak bonus demografi di Jawa Tengah agar pemerintah dapat mempersiapkan perencanaan kebijakan pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, yaitu metode yang menggabungkan antara 2 metode, yang memiliki nilai MAPE terkecil. Provinsi Jawa Tengah diperkirakan mengalami puncak bonus demografi pada tahun 2020 dengan nilai dependency ratio terendah yaitu 46,3.Demographic bonus is a change in the structure of the population with productive age population is more than non productive age population has a value of under 50. The Central Java Province has achieved a value of 49,9 dependency ratio in 2010. This suggests that demographic bonus in central java is already visible but is not definetly know for the year’s peak of demographic bonus. This study purpose to seek a peak year of demographics bonuses in Central Java so that governments can prepare development policy planning. Based on calculation, the population projection method used is a mixed method, method which combines beteween two methods that have the smallest MAPE value. Central Java Province is expected to reach the peak of demographic bonus in the year 2020 because has dependency ratio value of 46,3.
Keywords: demographic bonus, dependency ratio, population projection
2768030721H1E013004PROTOTYPE TIMBANGAN DAN METER UKUR BALITA YANG TERINTEGRASI DENGAN APLIKASI ANDROID POSYANDUKegiatan Posyandu dilakukan untuk memperoleh rekam data pertumbuhan balita. Rekam data tersebut berisi data berat dan tinggi badan balita, sebagai laporan dari kegiatan Posyandu. Data berat dan tinggi badan balita diperoleh melalui pengukuran menggunakan timbangan model dacin, meteran pita, dan pembacaan serta pencatatannya dilakukan dengan cara manual. Hal tersebut membutuhkan waktu yang lebih lama dan kurang praktis. Tujuan penelitian ini adalah membuat desain protortype alat ukur berat dan tinggi badan balita yang menambah kenyamanan dan keamanan bagi balita. Prototype ini dihubungkan dengan perangkat smarthphone Android melalui Bluetooth untuk menampilkan dan merekam data hasil pengukuran pada Aplikasi Posyandu yang dibuat. Prototype ini menggunakan sensor Ultrasonik HC SR04 untuk mengukur tinggi badan balita dan 2 buah sensor Load Cell 20kg untuk mengukur berat badan balita. Apabila keluaran sensor terbaca oleh mikrokontroller Arduino Uno, maka mikrokontroller mengolah data untuk menampilkan data berat dan tinggi badan balita yang terukur pada LCD 16x2. Data tersebut juga dikirimkan melalui Bluetooth yang terhubung dengan perangkat smarthphone Android untuk ditampilkan dan dicatat pada Aplikasi Posyandu dengan waktu yang lebih singkat. Berdasarkan hasil pengujian sistem pengukuran diperoleh presentase akurasi pada saat pengukuran tinggi badan balita adalah 97,751% dan akurasi pada pengukuran berat badan adalah 96,859 %.Posyandu activities are carried out to obtain data on the growth of children under five. The data record contains data on weight and height of children under five, as a report from Posyandu activities. Weight and height data for toddlers were obtained through measurements using a dacin scale model, tape measure, and reading also recording were done manually. It takes longer and is less practical. The purpose of this study is to design a prototype measuring device for toddler weight and height that adds comfort and safety for toddlers. This prototype is connected to an Android smartphone via Bluetooth to display and record measurement data on the Posyandu Application created. This prototype uses HC SR04 Ultrasonic sensor to measure toddler's height and 2 20kg Load Cell sensors to measure toddlers' body weight. If the sensor output is read by the Arduino Uno microcontroller, the microcontroller processes the data to display the weight and height data of toddlers as measured on the 16x2 LCD. The data is also sent via Bluetooth connected to the Android smartphone to be displayed and recorded in the Posyandu Application in a shorter time. Based on the results of the measurement system test, it was found that the percentage of accuracy when measuring the toddler's height was 97.751% and the accuracy in measuring body weight was 96.859%.