Artikelilmiahs

Menampilkan 27.621-27.640 dari 50.187 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2762130996J1B016056Produksi Bahasa Verbal Penderita Skizofrenia pada Kelompok Pendampingan Jiwa Saraswati (Kajian Psikolinguistik)Skizofrenia merupakan gangguan mental yang mengakibatkan gangguan fungsi emosi dan perilaku yang mencakup persepsi, bahasa, komunikasi, pengawasan diri, produktivitas berpikir dan berbicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi bahasa verbal pada penderita skziofrenia pada Kelompok Pendampingan Jiwa Saraswati. Penelitian ini menitikberatkan dua hal utama sebagai objek penelitian: 1) Tahap produksi bahasa pada penderita skzikofrenia, 2) Gaya bahasa skizofrenia. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Istilah deskriptif ini menyatakan bahwa penelitian yang dilakukan berdasarkan fakta atau fenomena, sedangkan kualitatif berhubungan dengan masyarakat dan bahasa untuk menganalisis kajian psikolinguistik pada penderita skizofrenia. Penelitian ini menggunakan metode simak libat cakap sebagai metode pengumpulan data, serta metode padan pragmatis dan padan translasional sebagai metode analisis data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah psikolinguistik. Penulis mengambil sampel penderita skizofrenia fase akut atau aktif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Tahap produksi bahasa berupa konseptualisasi, formulasi, artikulasi dan monitor diri tidak konsisten dilalui. Hal tersebut dikarenakan adanya peralihan dan ketidakutuhan konsep ide, tidak memahami informasi yang diterima dan kesalahan dalam berpikir logis, kilir lidah, ketidaksinambungan makna ujaran, perubahan pengucapan fonem, dan kalimat yang tidak selesai. 2) Gaya bahasa skizofrenia berupa prahalusinasi dan halusinasi ditunjukkan oleh pengulangan kata, meracau, senyap atau jeda bicara, mutisme elektif dan word salad yang dialami penderita. Schizophenia is a mental disorder that causes emotional and behavioral dysfunction including perception, language, communication, self-control, productivity of thought and speech. This study aimed to find out the verbal language production of schizophrenics in the mental assistance Saraswati group. This study emphasized two main research object areas: 1) The stage of schizophrenics language production, 2) Schizophrenics language style. The form of research is qualitative. This descriptive term suggests that research is based on fact or phenomenon,, while qualitative term related to the society and language to analyze psycholinguistic studies of schizophrenics. The data were collected using simak libat cakap (involved conversation technique) method, and data analysis was done by using pragmatics matching and translational methods. The theory used was psycholinguistics. The researcher took samples by the schizophrenics acute or active phase. The result of the analysis showed that 1) Stages of language productions as conceptualization, articulation, formulation and self monitoring, were not passed consistanly. This was due to the transitional and intact concept of ideas, not understanding the information received and error in logical thingking, slip of the tongue, disconuity in the meaning of speech, the changes in pronounciation of phonemes, and incomplete sentences. 2) The schizophrenics language style in the form of pre-hallucination and hallucination was shown by words repetition, babbling, silence or pauses in speech, elective mutism and word salad experienced by the sufferer.
2762230993C1C013117ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI BERDASARKAN METODE JOB ORDER COSTING BATIK TULIS WARNA ALAMI (STUDI KASUS PADA SUNGSANG BATIK DI KABUPATEN BANTUL)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perhitungan terkait harga pokok produksi batik tulis warna alami berdasarkan metode job order costing pada salah satu UMKM yang berada di Kabupaten Bantul yaitu Sungsang Batik. Jenis peneliitan yang digunakan adalah diskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. peran metode job order costing sebagai salah satu metode dalam menentukan harga pokok produksi berperan penting untuk meningkatkan efektifitas sebuah perusahaan dalam menentukan biaya-biaya yang dibutuhkan selama proses produksi barang yang diinginkan oleh konsumen berdasarkan pesanan yang diminta. Metode ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk kedepannya sebagai bahan evaluasi yang dapat digunakan untuk menghitung harga pokok produksi untuk setiap produk yang dibuat sehingga dapat menentukan harga jual yang efektif dan menghasilkan keuntungan sesuai yang diharapkan.This study aims to determine how the calculation related to the cost of goods manufactured of natural color written batik based on the job order costing method at one of the MSMEs in Bantul Regency, namely Sungsang Batik. The type of research used is descriptive qualitative with a case study approach. The role of the job order costing method as a method in determining the cost of goods manufactured plays an important role in increasing the effectiveness of a company in determining the costs required during the production process of goods desired by consumers based on the orders requested. This method is expected to help the company in the future as an evaluation material that can be used to calculate the cost of goods manufactured for each product made so that it can determine an effective selling price and generate profits as expected.
2762330998F1C016068Komunikasi Guru Dalam Membangun Kecerdasan Emosional Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 1 Petir Kabupaten BanyumasKecerdasan emosional berperan penting dalam menunjang masa depan manusia. Melalui pendidikan diharapkan dapat menciptakan kecerdasan emosional yang baik bagi setiap orang. Adanya permasalahan secara emosional yang sering terjadi di SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas membuat peneliti ingin meneliti bagaimana komunikasi guru dalam membangun kecerdasan emosional pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi guru dengan siswa kelas VI SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas khususnya dalam komunikasi instruksional. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Sasaran penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas VI SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa membangun kecerdasan emosional pada siswa kelas VI melalui komunikasi instruksional, guru yang mengajar kelas VI SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas telah melakukan proses pembelajaran secara online dengan baik. Dalam proses membangun kecerdasan emosional melalui komunikasi instruksional terdapat 3 (tiga) tahapan. Ketiga tahapan tersebut yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi.
Pada tahap perencanaan, guru menyusun kurikulum dan menggunakan media sebagai persiapan proses pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan terjadi komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi verbal dan nonverbal. Pada tahap evaluasi, hasil pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru berdampak positif pada siswa.
Emotional intelligence has important role in supporting human future. Through education is expected to create good emotional intelligence for each person. The emotional problems that often occur in SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas make researcher want to research how teacher communication in build emotional intelligence on 5th grade students SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas.
This research aimed to describing process teacher communication on class 5th grade students SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas especially on institutional communication. The research method was used on this research was qualitative method. The subjects of this research were teacher and 5th grade students SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas. The data collection techniques that were used were interview, observation, and documentation. The data analysis on this research used was analysis Miles and Huberman model.
The research results showed that build emotional intelligence on 5th grade students through by instructional communicating, teacher who teach 5th grade students SD Negeri 1 Petir Kabupaten Banyumas has done the online learning process well. In the building process of emotional intelligence through instructional communication there are three stages. The three stages were planning stage, implementation stage, and evaluation stage.
On the planning stage, teacher arranged curriculum and used medium as preparation of the learning process. On the implementation stage, intrapersonal communication, interpersonal communication, group communication, verbal and nonverbal communication occurred. On the evaluation stage, the results of learning implementation that was done by teacher had positive impact on students.
2762430995C2A018012ANALISIS PERSISTENSI INFLASI DI PURWOKERTOPenelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat persistensi inflasi di Purwokerto dan menganalisis sumber-sumber dari persistensi inflasi tersebut terutama dari sisi penawaran. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk menganalisis lamanya waktu yang dibutuhkan inflasi untuk kembali ke nilai alamiahnya setelah adanya shock.
Penelitian dilakukan dengan menggunakan model univariate Autoregressive (AR) time series. Berdasarkan hasil perhitungan terhadap data inflasi periode 2012-2019, diketahui bahwa tingkat persistensi inflasi di Purwokerto tergolong tinggi dengan jangka waktu yang dibutuhkan untuk kembali ke nilai alamiahnya selama 10,11 bulan. Tingginya persistensi inflasi tersebut dipengaruhi oleh inflasi kelompok volatile foods dan administered price. Hal ini terlihat dari kontribusi inflasi terbesar pada kelompok komoditas bahan makanan; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar; serta kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode Ordinary Least Squares (OLS) pada penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Eks Karesidenan Banyumas memberikan pengaruh positif terhaadap pengendalian inflasi.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya upaya pengendalian inflasi di Purwokerto antara lain dengan meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang baik antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, dan lembaga atau instansi terkait lainnya melalui forum TPID Eks Karesidenan Banyumas.
The main objective of this study is to measure the inflation persistence level in Purwokerto and to find out the source of inflation persistence, especially from the supply side. In addition, this study also conducted to analyze inflation requires a long time to return to its natural value after shocks.The research conducted using the univariate Autoregressive (AR) time series model. The empirical result using inflation data for the 2012-2019 indicates that the level of inflation persistence in Purwokerto is high with the length of the time required to return to its natural value is 10.11 months. The high persistence of inflation mainly caused by inflation in the volatile foods and administered prices category as proxy of the foodstuff commodity group; housing, water, electricity, gas and fuel groups; and processed food, beverages, cigarettes and tobacco groups. The reaserch of the calculation using the Ordinary Least Squares (OLS) also shows that the existence of the Regional Inflation Control Team (TPID) Eks Karesidenan Banyumas Residency proved has a positive effect on controlling inflation.
The implication of the results of this research is the importance of controlling inflation in Purwokerto, by increasing coordination and cooperation between Bank Indonesia, regional government, and other related institutions or agencies through the TPID Eks Karesidenan Banyumas.
2762531000C1C016073PENGARUH PROFITABILITAS, UMUR PERUSAHAAN, DAN DIVERSIFIKASI PRODUK TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PENGUNGKAPAN AKUNTANSI SDM SEBAGAI VARIABEL INTERVENINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif profitabilitas, umur perusahaan, dan diversifikasi produk terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan akuntansi SDM sebagai variabel intervening.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 27 perusahaan. Sampel terdiri sektor aneka industri sebanyak 14 perusahaan, sektor barang konsumsi sebanyak 9 perusahaan, dan sektor industri dasar dan kimia sebanyak 4 perusahaan. Periode amatan dalam penelitian ini selama tiga periode yaitu 2016-2018. Jumlah unit analisis dalam penelitian ini adalah sebanyak 81. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan sampel penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini, menggunakan SEM (Structural Equation Modeling) berbasis varian dengan alternatif Partial Least Square (PLS).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengungkapan akuntansi sumber daya manusia, (2) Umur perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap pengungkapan akuntansi sumber daya manusia, (3) Diversifikasi produk berpengaruh positif tidak signifikan terhadap pengungkapan akuntansi sumber daya manusia, (4) Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (5) Umur perusahaan berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, (6) Diversifikasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, (7) Pengungkapan akuntansi sumber daya manusia berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan, (8) Profitabilitas berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan akuntansi sumber daya manusia sebagai variabel intervening, (9) Umur perusahaan berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan akuntansi sumber daya manusia sebagai variabel intervening, (10) Diversifikasi produk berpengaruh positif tidak signifikan terhadap nilai perusahaan dengan pengungkapan akuntansi sumber daya manusia sebagai variabel intervening.
The purpose of this study was to determine the positive effect of profitability, company age, and product diversification on firm value by disclosing HR accounting as an intervening variable.
The population in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The number of samples taken in this study were 27 companies. The sample consists of 14 companies in various industries, 9 companies in consumer goods, and 4 companies in basic and chemical industries. The observation period in this study was for three periods, namely 2016-2018. The number of units of analysis in this study were 81. Purposive sampling method was used in determining the research sample. Data analysis techniques in this study, using variant-based SEM (Structural Equation Modeling) with the alternative Partial Least Square (PLS).
The results showed that: (1) Profitability has no significant positive effect on human resource accounting disclosure, (2) Company age has no negative effect. (3) Product diversification has a positive and insignificant effect on human resource accounting disclosure, (4) Profitability has a positive and significant effect on firm value, (5) Company age has a positive and insignificant effect on firm value, (6) Product diversification has a positive and significant effect on firm value, (7) Disclosure of human resource accounting has a positive and insignificant effect on firm value, (8) Profitability has a positive and insignificant effect on firm value with disclosure of human resource accounting. as an intervening variable, (9) Company age has a negative and insignificant effect on firm value with disclosure of human resource accounting as an intervening variable, (10) Product diversification has a positive and insignificant effect on firm value with disclosure of human resource accounting as an intervening variable.
2762631042L1A016065POTENSI SENYAWA BIOAKTIF EKSTRAK RUMPUT LAUT Gelidium latifolium SEBAGAI ATTRACTANT SETTLEMENT JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis)Penelitian ini berjudul Potensi Senyawa Bioaktif Rumput Laut Gelidium latifolium sebagai Attractant Settlement Juvenil Kerang Hijau (Perna viridis). Rumput laut memiliki fungsi ekologis sebagai tempat penempelan juvenil kerang hijau. Kerang hijau merupakan komoditas perikanan yang memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan, namun apabila kondisi lingkungan tidak optimum dapat mengakibatkan migrasi massal juvenil kerang. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan benih kerang hijau. G. latifolium mengandung senyawa metabolit sekunder yang dapat menarik penempelan kerang. Tujuan dari penelitian ini yaitu menguji secara kualitatif keberadaan senyawa bioaktif terpenoid pada ekstrak kasar G. latifolium dan mengetahui pengaruh senyawa bioaktif pada ekstrak kasar G. latifolium sebagai atraktan penempelan untuk juvenil kerang hijau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan parameter penelitian berupa retention dan survival. Media dibuat sebanyak 4 perlakuan yaitu tali, tali dengan phytagel, tali dengan phytagel yang diberi metanol, dan tali dengan phytagel yang diberi ekstak kasar G. latifolium. Masing-masing perlakuan dilakukan 5 kali pengulangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat senyawa terpenoid pada ekstrak kasar G. latifolium. Retention paling tinggi yaitu sebesar 15,76 ± 8,62 % (Tukey-test, P<0,05) pada perlakuan 1 (tali), sedangkan perlakuan tidak memberikan perberbedaan nyata pada survival yaitu dari rentang 94,00 ± 4,18 % hingga 100 % (P>0.05). Pemberian ekstrak kasar rumput laut G. latifolium tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap atraktan penempelan juvenil kerang hijau.The title of this research is Potential of Seaweed Gelidium latifolium Bioactive Compound as the Attractant Settlement for Juvenile Green Mussels (Perna viridis). Seaweed has an ecological function as a settlement for juvenile green mussels. Green mussels are fishery commodities with good prospects for development, but if the environmental conditions are not optimal, it results in mass migration of juveniles mussels. This migration can result in a shortage of Green Mussels seeds. G. latifolium contains secondary metabolite compounds which can attract mussels settlement. The purpose of this research is to investigate the terpenoid bioactive compounds in the crude extract of G. latifolium qualitatively and to explain the effect of the bioactive compounds on the crude extract of G. latifolium as attractant settlement for juvenile green mussels. The method used in this studied experimental, with research parameters were retention and survival. The media was make of 4 treatments they are rope, rope with phytagel, rope with phytagel and methanol, and rope with phytagel and crude extract of G. latifolium. Each treatment was replicated for five times. The results of this study indicated that there was terpenoid compounds in the crude extract of G. latifolium. The highest retention was 15.76 ± 8.62 % (Tukey test, P<0,05) in treatment 1 (rope), however, the experimental treatments did not provide a difference in survival from the range of 94.00 ± 4.18% up to 100% (P> 0.05). The crude extract of G. latifolium did not significantly affect the attractant settlement of juvenile green mussels.
2762730994J1B016047ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA KOMENTATOR PERTANDINGAN GRAND FINAL PERMAINAN PUBG-M “Battle Online 2” (Kajian Sosiolinguistik)Penelitian ini berjudul “Alih Kode dan Campur Kode pada Komentator
Pertandingan Grand Final Permainan PUBG-M: Battle Online 2”. Penelitian ini
dibuat berdasarkan sebuah permasalahan komunikasi searah yang dapat terjadi
diberbagai bidang, salah satunya yaitu bidang olahraga elektronik atau ESports. Bidang olahraga elektronik atau ESports bila dipandang dari sudut kebahasaan, memiliki beberapa fenomena kebahasaan yang dapat terjadi, seperti alih kode dan
campur kode. Penelitian ini memfokuskan pada tuturan komentator pertandingan
olahraga elektronik, yaitu komentator pertandingan permainan PUBG-M. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peristiwa alih kode dan campur
kode yang terjadi pada komentator selama pertandingan PUBG-M. Metode
penelitian yang digunakan yaitu menggunakan teknik simak untuk memperoleh
data bahasa, teknik sadap untuk mendapatkan data bahasa, teknik simak bebas
libat cakap untuk menyimak seluruh tuturan tanpa telibat dialog dengan
komentator. Analisis data yang dilakukan menggunakan metode analisis padan
dengan teknik pilah unsur penentu serta teknik lanjutan referensial dan hubung
banding menyamakan. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode
penyajian informal, yaitu hanya menuliskan dengan kata-kata biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekurang-kurangnya 90 data yang
terindikasi sebagai campur kode. Jenis campur kode berupa campur kode ke luar
yang ditemukan pada data komentator pertandingan Grand Final PUBG-M Battle
Online 2 sebanyak 90 data. Berdasarkan faktor-faktor penyebab yang
mempengaruhi peristiwa campur kode, ditemukan sekurang-kurangnya 22 data
sebagai penyebab utama peristiwa tersebut, yaitu berupa keterpelajaran. Keterpelajaran menjadi faktor utama campur kode ke luar karena tingkat
penguasaan bahasa asing yang dimiliki oleh komentator sangat tinggi, sehingga
komentator menggunakan istilah asli dan menggunakan gabungan imbuhan dalam
bahasa Indonesia dengan istilah dalam bahasa Inggris.
The research entitled "Switching Codes and Mixing Codes in the
Commentator of the Grand Final Game of PUBG-M: Battle Online 2". This
research is based on a one-way communication problem that can occur in various
fields, one of which is the field of electronic sports or ESports. The field of
electronic sports or ESports when viewed from a linguistic perspective, has
several linguistic phenomena that can occur, such as code switching and code
mixing. This study focuses on the speech of commentators on electronic sports
competitions, namely commentators on PUBG-M games. This study aims to
describe the events of code switching and code mixing that occurred in
commentators during the PUBG-M match. The research method used is to use
listening techniques to obtain language data, tapping techniques to obtain
language data, listening techniques free to engage proficiently to listen to all
speeches without engaging in dialogue with commentators. Data analysis was
performed using the equivalent analysis method with the technique of sorting the
determining elements as well as referential techniques and comparative equate
links. The presentation of the results of the data analysis used the informal
presentation method, that is, only in ordinary words. The results showed that at least 90 data were indicated as mixed codes. The type of code mixing in the form of outgoing mixed code found in the PUBG-M
Battle Online 2 Grand Final match commentator data was 90 data. Based on the
causal factors that influenced the code mixing event, it was found that at least 22
data were found to be the main causes of the event, namely in the form of learning. Learning is the main factor in mixing the code out because the commentator's
level of language mastery is very high, so the commentator uses the original term
and uses a combination of af ixes in Indonesian with terms in English.
2762831010J1B016058ANALISIS TEMATIK DALAM NOVEL KETIKA MAS GAGAH PERGI KARYA HELVY TIANA ROSAKetika Mas Gagah Pergi merupakan salah satu novel karya Helvy Tiana Rosa yang mendapatkan predikat best seller dari penikmat sastra. Di dalam juga terdapat pesan moral yang mengingatkan tentang kehidupan di dunia dan di akhirat. Struktur sendiri, mengidentifikasi unsur-unsur tiap novelyang di tukis oleh pengarangnya. Melalui analisis tematik dalam novel " Ketika Mas Gagah Pergi", karya Helvy Tiana Rosa mencoba melihat lebih detail tentang tema yang teedapat dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang struktur novel melalui tokoh,alur, dan latar serta mendeskripsikan tentang tema yang terkandung dalam novel Ketika Mas Gagah Pergi karya Helvy Tiana Rosa, terbitan Asma Nadia Publishing House tahun 2011. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analisis dan pendekatan strukturalisme. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik membaca, mencatat, dan mengklasifikasikan data. Sumber data penelitian ini adalah novel " Ketika Mas Gagah Pergi ", karya Helvy Tiana Rosa terbitan Asma Nadia Publishing House tahun 2011. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa tema yang di angkat dalam novel ini adalah tentang ketuhanan, perjuangan, persahabatan, keadilan. Tokoh didalam novel ini ada Gita Ayu Pratiwi, Mas Gagah, Yudistira, Mama, Papa, Mbak Nadia. Novel ini ceritanya menggunakan alur maju dan cerita berlatar di Jakarta. Hal tersebut di tunjukan dengan tema dan pesan moral yang lebih dominan untuk mengingatkan manusia supaya lebih mendekatkan diri kepada Allah.


Ketika Mas Gagah Pergi is one of the novels by Helvy Tiana Rosa that has won the title of best seller from literary lovers. Inside there is also a moral message that reminds about life in this world and in the hereafter. The structure itself identifies the elements of each novelty painted by the author. Through thematic analysis in the novel " Ketika Mas Gagah Pergi," by Helvy Tiana Rosa tries to look in more detail about the themes that exist in the novel. This study aims to describe the structure of the novel through the characters, plot, and setting as well as to describe the themes contained in Helvy Tiana Rosa's novel KetikaMas Gagah Pergi, published by Asma Nadia Publishing House 2011. This research uses descriptive analysis research methods and structuralism approaches . Data collection was done by reading, recording, and classifying data techniques. The data source for this research is the novel " Ketika Mas Gagah Pergi ", by Helvy Tiana Rosa, published by Asma Nadia Publishing House in 2011. The results of this research show that the themes adopted in this novel are about divinity, struggle, friendship, justice. The characters in this novel are Gita Ayu Pratiwi, Mas Gagah, Yudistira, Mama, Papa, Mbak Nadia. This novel uses a forward plot and a story set in Jakarta. This is indicated by a more dominant moral theme and message to remind people to get closer to Allah.

2762931012H1B017037PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI HUJAN JAM-JAMAN MENGGUNAKAN DATA HUJAN HARIANCurah hujan adalah salah satu input utama dalam analisis sistem hidrologi. Namun data curah hujan sering ditemukan kurang memadai dalam waktu panjang dan kelengkapan karena sedikitnya jumlah pengamatan atau kesalahan instrumen. Data curah hujan jam-jaman, atau bahkan lebih kecil sangat penting untuk aplikasi di banyak bidang, seperti hidrologi perkotaan, desain infrastruktur, dan penilaian risiko. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi persoalan keterbatasan ketersediaan data hujan dengan resolusi tinggi. Data hujan dalam skala harian umumnya lebih bagus kuantitas dan kualitas ketersediaan datanya sehingga bisa dijadikan dasar atau acuan untuk menurunkan data hujan jam-jaman. Lokasi penelitian dibatasi di Pulau Jawa dengan 25 stasiun hujan yang digunakan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa kualitas hujan tersebut kurang baik sehingga hanya dipilih dua stasiun dengan jumlah data NA (Not Available) paling sedikit yaitu Stasiun Hujan Citeko dan Dermaga. Curah hujan jam-jaman mempunyai pola siklus harian yaitu sebagian hujan terkonsentrasi terjadi di sore atau malam hari. Selanjutnya dari hasil evaluasi menggunakan RMSE, MAE, korelasi Pearson dan korelasi Spearman menunjukkan bahwa pemodelan simulasi hujan jam-jaman menggunakan data hujan harian ini dapat digunakan untuk perancangan terutama dalam bidang bangunan air.Rainfall is one of the main inputs in the analysis of the hydrological system. However, rainfall data are often found to be inadequate in length and completeness due to the small number of observations or instrument errors. Hourly rainfall data or even smaller are critical for applications in many sectors, such as urban hydrology, infrastructure design, and risk assessment. The purpose of this study was to overcome the problem of limited availability of high resolution of rainfall data. Rainfall data on a daily scale generally have better quantity and quality of data availability so it can be used as a basis or reference for deriving hourly rainfall data. The research location is limited to Java Island with 25 rain stations used. From this study, it is known that the quality of rain is not good so that only two stations were selected with the minimum number of NA (Not Available) data that are Citeko Rain Station and Dermaga. Hourly rainfall has a daily cycle pattern, where some of the rain is concentrated in the afternoon or evening. The result of the evaluation using RMSE, MAE, Pearson Correlation, and Spearman Correlation shows that the hourly rain simulation model using daily rainfall data can be used for design, especially in the field of water structures.
2763030997F1D016038Pengaruh Iklan Politik Televisi Terhadap Keputusan Memilih Masyarakat dalam Pemilihan Presiden 2019 (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas)Penelitian ini berjudul “Pengaruh Iklan Politik Televisi Terhadap Keputusan Memilih Masyarakat dalam Pemilihan Presiden 2019 (Studi Kasus Pada Masyarakat Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas)”. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas dan linearitas), analisis korelasi Pearson, dan analisis regresi linear sederhana. Penelitian ini didasarkan pada Advertising Exposure Theory dan model AIDA untuk mengetahui apakah tayangan iklan politik di televisi dapat mempengaruhi keputusan memilih masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan politik televisi berpengaruh terhadap keputusan memilih masyarakat, dalam hal ini penduduk yang tinggal di Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas berkaitan dengan pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2019. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji statistik atas data penelitian yang diperoleh sebelumnya. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel X dan Variabel Y dengan nilai 0,521 dan memiliki derajat keeratan hubungan sedang. Berdasarkan uji regresi sederhana. Hasil model summary menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 0,271 yang berarti pengaruh variabel X terhadap variabel Y sebesar 27,1% dengan sisanya sebesar 72,9% keputusan memilih masyarakat dipengaruhi oleh hal lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Kemudian berdasarkan output coefficients rumus regresi untuk hasil penelitian ini yaitu Y=2,855+0,185X. Mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% nilai variabel iklan politik televisi, maka nilai keputusan memilih masyarakat bertambah sebesar 0,185.
Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah benar terdapat pengaruh dari iklan politik televisi terhadap keputusan memilih masyarakat. Sehingga implikasi teoretis penelitian mendukung Advertising Exposure Theory yang menyatakan bahwa apabila individu terkena terpaan iklan, maka akan tercipta perasaan dan sikap tertentu terhadap produk dalam iklan, yang kemudian menggerakkan individu tersebut untuk memilih produk yang ditawarkan.
This research is entitled "The Influence of Political Television Advertising on the Decision to Choose People in the 2019 Presidential Election (Case Study on the Communities of Teluk Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency)". The method used is quantitative research methods. The data analysis techniques used in this research are validity test, reliability test, classic assumption test (normality and linearity), Pearson correlation analysis, and simple linear regression analysis This research is based on the Advertising Exposure Theory and the AIDA model to determine whether political advertising on television can influence the decision to choose society.
The results showed that political television advertising had an effect on the decision to vote for the community, in this case the population living in Teluk Village, South Purwokerto District, Banyumas Regency was related to the 2019 presidential and vice presidential elections. obtained previously. Based on the results of the Pearson correlation test, it shows that there is a relationship between variable X and variable Y with a value of 0.521 and has a moderate degree of closeness. Based on a simple regression test. The summary model results show the coefficient of determination of 0.271, which means that the influence of variable X on variable Y is 27.1% with the remaining 72.9%. The decision to choose society is influenced by other things not examined in this study. Then based on the output coefficients the regression formula for the results of this study is Y = 2.855 + 0.185X. This means that every 1% addition of the variable value of television political advertising, then the value of the decision to vote for the community increases by 0.185.
The conclusion derived from this study is that television political advertising has indeed had an impact on public choice decisions. So the theoretical implications of research support advertising exposure theory that if the individual is exposed to exposure theory, certain feelings and attitudes toward the products in advertising will emerge, which then impel the individual to choose the products offered.
2763131043K1A016021EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI GIBERELIN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DARI BAKTERI Bacillus subtilis B.1 ASAL TANAH RIZOSFER PADI DESA PRATIN, PURBALINGGARizobakteri merupakan kelompok bakteri yang mengkolonisasi rizosfer. Rizobakteri mampu menghasilkan hormon pertumbuhan yang bermanfaat untuk tanaman, salah satunya adalah giberelin. Giberelin merupakan salah satu hormon pertumbuhan tanaman yang merangsang pemanjangan batang atau pertumbuhan secara keseluruhan termasuk daun dan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi optimum produksi giberelin dari B. subtilis B1 serta mengidentifikasi dan mengekstraksi giberelin dari B. subtilis B1. Tahap – tahap penelitian yang dilakukan yaitu peremajaan bakteri, pembuatan standar Mc Farland, kurva tumbuh bakteri, kurva produksi, pembuatan standar giberelin (GA3), ekstraksi giberelin dan identifikasi struktur giberelin. Hasil penelitian diketahui bahwa fase eksponensial pertumbuhan bakteri B. subtilis B1 tercapai pada jam ke 3-24, produksi optimum terjadi pada jam ke-24 dengan konsentrasi sebesar 39,4 ppm. Hasil ekstraksi giberelin dari B. subtilis B1 adalah ekstrak kasar dengan nilai konsentrasi sebesar 33,4 ppm. Nilai Rf KLT untuk standar diperoleh 0,45 dan untuk sampel diperoleh 0,43. Spektrofotometer UV menunjukkan panjang gelombang pada rentang 254 – 289 nm serta analisis FTIR untuk standar giberelin (GA3) memperlihatkan adanya gugus C-O (eter), gugus C=O (karbonil), dan gugus C-H sp3, dan ekstrak bakteri B. subtilis B1 memperlihatkan adanya gugus C=O (karbonil) dan gugus O-H (hidroksil). Rhizobacteria are a group of bacteria that colonize the rhizosphere. Rhizobacteria are capable of producing growth hormones that are beneficial to plants, one of which is gibberellin. Gibberellin is a plant growth hormone that stimulates stem elongation or overall growth including leaves and roots. This study aims to determine the optimum conditions for gibberellin production from B. subtilis B1 and to identify and extract gibberellins from B. subtilis B1. The research stages carried out were rejuvenation of bacteria, making Mc Farland standards, bacterial growth curves, production curves, making gibberellin standards (GA3), extracting gibberellins and identifying gibberellin structures. The results showed that the exponential growth phase of B. subtilis B1 was reached at 3-24 hours, the optimum production occurred at 24 hours with a concentration of 39.4 ppm. The extract of gibberellin from B. subtilis B1 was crude extract with a concentration value of 33.4 ppm. The Rf value of TLC for the standard was obtained 0.45 and for the sample obtained 0.43. The UV spectrophotometer shows a wavelength in the range 254 - 289 nm and FTIR analysis for the standard gibberellin (GA3) shows the presence of a CO (ether) group, a C = O group (carbonyl), a CH sp3 group, and an extract of the bacterium B. subtilis B1. shows the presence of a C = O (carbonyl) group and an OH (hydroxyl) group.
2763230794H1D015036RANCANG BANGUN MONITORING BUS RAPID TRANSIT
DENGAN LOCATION BASED SERVICE KABUPATEN PURBALINGGA
Monitoring merupakan aktivitas yang dilakukan untuk mengawasi suatu kegiatan yang berlangsung sampai tercapainya tujuan dengan melihat beberapa faktor yang dapat digunakan untuk perbaikan. Saat ini kehadiran monitoring sangat diperlukan untuk mempermudah pemantauan dan efisiensi. Namun, belum banyak layanan masyarakat yang memiliki sistem monitoring. Bus Rapid Transit (BRT) di kabupaten Purbalingga merupakan salah satu contoh layanan masyarakat yang belum memiliki sistem monitoring. Absennya sistem tersebut mengakibatkan pengguna BRT kesulitan menemukan lokasi halte dan lokasi bus terutama para pengguna baru. Kesulitan tersebut mengakibatkan pengguna BRT kurang nyaman dan kurang berminat menggunakan BRT. Melihat permasalahan tersebut perlu diciptakan Monitoring Bus Rapid Transit di kabupaten Purbalingga salah satunya dengan menerapkan Location Based Service. Sistem monitoring dengan location based service ini dapat mengatasi permasalahan tersebut, memberikan kenyamanan bagi penumpang, dan meningkatkan pelayanan BRT. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode pengembangan Waterfall, bahasa pemrograman PHP, Framework Code Igniter, dan menggunakan basis data MYSQL. Monitoring is an activity carried out to oversee an activity that takes place until the achievement of objectives by looking at several factors that can be used for improvement. Activities undertaken can be found in various fields, one of which is transportation. One example of transportation is BRT (Bus Rapid Transit) transportation. The use of BRT can help community activities in work and daily activities. Constraints on BRT performance occur because not everyone can find the location of bus stops and the arrival times of existing buses resulting in a lack of community interest. Monitoring Bus Rapid Transit with Location Based Service can provide improvements in improving the service of using BRT. With this system, it can provide input for BRT managers to make improvements. This can make users more comfortable when using BRT transportation. This system is made using Waterfall development method, PHP programming language, Codeigniter Framework, and using MYSQL.
2763332247E2A019058PERJANJIAN PERDAMAIAN DALAM PENUNDAAN KEWAJIBAN PEMBAYARAN UTANG SEBAGAI BENTUK RESTRUKTURISASI UTANG DI INDONESIAPengajuan pailit dapat dilakukan apabila Debitur tidak memenuhi kewajibannya untuk membayar piutang yang telah jatuh tempo kepada dua atau lebih Kreditornya. Debitur dapat menghindari terjadi kepailitan dengan mengajukan perdamaian. Perdamaian dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) lebih ditekankan pada rencana penawaran pembayaran atau melakukan restrukturisasi pembauran utang. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan perjanjian perdamaian sebagai langkah restrukturisasi utang dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif. Perdamaian dalam proses PKPU merupakan salah satu jenis perjanjian. Perdamaian berisi salah satunya merupakan rencana debitur dalam melakukan restrukturisasi terhadap utangnya biasanya dengan Rescheduling berkaitan dengan waktu pembayaran berupa pelunasan utang pokok maupun bagi hasil, profit margin, maupun fee yang merupakan kewajiban dari debitor. Selain itu, rescheduling juga dikombinasikan dengan debt to equity swap, hair cut, pengurangan dan penundaan jumlah bunga tertunggak, asset sales dan equity carve-outs serta penambahan utang baru. Perjanjian perdamaian yang telah disahkan (homologasi) oleh pengadilan maka perdamaian tersebut telah memiliki kekuatan hukum yang mengikat bagi Debitor dan para KreditorBankruptcy application can be made if the Debtor does not fulfill his obligation to pay receivables that are due from two or more creditors. Debtors can avoid bankruptcy by proposing peace. Peace in the Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) is more emphasized on the plan for offering payments or restructuring the debt mix. This article aims to analyze the arrangement of the peace agreement as a debt restructuring step in the Postponement of Debt Payment Obligations (PKPU) in Indonesia. The research method used is normative juridical research. Peace in the PKPU process is one type of agreement. One of the reconciliations is the debtor's plan to restructure his debt, usually by rescheduling in relation to the time of payment in the form of repayment of principal debt or profit sharing, profit margin, and fees which are the obligations of the debtor. In addition, rescheduling is also combined with debt to equity swaps, hair cuts, reduction and postponement of outstanding interest, asset sales and equity carve-outs as well as additional new debt. A peace agreement that has been ratified (homologated) by the court, then the peace has binding legal force for Debtors and Creditors
2763430820C1L015044PENGARUH TEMAN SEBAYA, AKTUALISASI DIRI DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF TERHADAP MOTIVASI BELAJARBelajar merupakan kegiatan sadar dan terencana yang dilakukan oleh hampir seluruh individu demi mempertahankan kehidupan. Adaptasi adalah salah satu hasil belajar yang tanpa disadari membuat setiap individu bertahan hidup dan mampu memahami keadaan sekitar, kemudian disesuaikan dengan kemampuannya. Kegiatan beradaptasi juga didorong oleh motivasi diri baik yang bersifat ekstrinsik (dari luar diri individu) maupun intrinsik (dari dalam diri individu). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) pengaruh teman sebaya terhadap motivasi belajar (2) pengaruh aktualisasi diri terhadap motivasi belajar (3) pengaruh kemampuan berpikir kreatif terhadap motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2016-2018 sebanyak 141 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel ini menggunakan probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji F dan uji t.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) Teman seabaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar (2) Aktualisasi diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar. (3) Kemampuan berpikir Kreatif berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar.
Learning is a conscious and planned activity carried out by almost all individuals in order to sustain life. Adaptation is one of the learning outcomes that unconsciously makes every individual survive and is able to understand the surrounding conditions, then adjusted to his abilities. Adaptation activities are also driven by self-motivation, both extrinsic (from outside the individual) and intrinsic (from within the individual). This study aims to analyze (1) the influence of peers on learning motivation (2) the effect of self-actualization on learning motivation (3) the effect of the ability to think creatively on learning motivation. This research is a quantitative study using a survey method. The population in this study were 141 students of Economic Education class 2016-2018. This sampling technique uses probability sampling. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis, F test and t test.
The results showed: (1) Friends of Surabaya had a positive and significant effect on learning motivation (2) Self-actualization had a positive and significant effect on learning motivation. (3) Creative thinking ability has a positive and significant effect on learning motivation.
2763531026H1B016051STUDI EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR UNTUK MEMBANDINGKAN KEMAMPUAN MATERIAL KUSEN UPVC, ALUMUNIUM, DAN KAYU KRUING DALAM MENAHAN BEBAN LENTURKusen adalah bagian dari konstruksi pada dinding bangunan yang mempunyai fungsi perletakan dan duduknya daun pintu dan daun jendela. Kusen memang hanya sebagian kecil dari keseluruhan sebuah bangungan, namun pekerjaan kusen memiliki bagian estetika suatu gedung dan tetap perlu diperhatikan metode pengerjaan paling efisien serta memiliki kekuatan yang paling baik. Kemajuan teknologi telah berhasil membuat beberapa macam bahan sintetis untuk material kusen, ternyata belum sepenuhnya dapat menggantikan penggunaan kayu, sehingga pemakaian kayu terus melaju. Seiring waktu bermunculan alternatif yang memiliki banyak keunggulan yaitu UPVC dan aluminium. Namun, banyak masyarakat yang belum bisa membedakan mana yang paling efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan kusen dengan variasi material yaitu kayu keruing, UPVC, dan aluminium dalam menahan beban lentur. Penelitian dilakukan dengan mesin UTM (universal testing machine), dimana benda uji memiliki panjang masing-masing 1 meter dan menggunakan Data logger dengan sensor LVDT yang diletakan dibawah benda uji tepat ditengah atau sejajar beban untuk mengetahu defleksi dan kuat lentur tiap benda uji. Hasil penelitian menujukan bahwa nilai kuat lentur pada masing masing material yaitu UPVC, aluminium, dan Kayu keruing rata rata sebesar 6,2 KN/m2, 1,63 KN/m2, dan 1,86 KN/m2. Disimpulkan bahwa yang memiliki kuat lentur paling tinggi adalah UPVC. Disimpulkan bahwa yang memiliki kuat lentur paling tinggi adalah UPVC. Lendutan (defleksi) yang terjadi pada kayu kruing, alumunium, dan UPVC sebesar 34 mm, 48 mm, dan 65 mm Selain itu pola keruntuhan yang terjadi pada kayu adalah Splinter tension sedangkan pada aluminium dan UPVC mengalami compression.The frame is part of the construction on the building wall which has the function of placing and sitting doors and shutters. The frame is indeed a small part of the whole building, but the framework has an aesthetic part of a building and it still needs to be considered the most efficient and strongest working method. Technological advances have succeeded in making several kinds of synthetic materials for the frame, they have not succeeded in being used to replace wood, the use of wood continues to advance. Over time, alternatives have emerged that have many advantages, namely UPVC and aluminum. However, many people have not been able to distinguish which one is the most effective and effective. This study aims to see the ability of frames with a variety of materials, namely keruing wood, UPVC, and aluminum to withstand bending loads. The research was conducted with a UTM machine (universal testing machine), where the test objects have a length of 1 meter each and use the Data logger with sensor LVDT which is placed under the test object right in the middle or parallel to the load to determine the deflection and flexural strength of each specimen. The results showed that the flexural strength value of each material, namely UPVC, aluminum, and keruing wood an average of 6,2 KN/m2, 1,63 KN/m2, and 1,86 KN/m2. Dis that which has the highest flexural strength is UPVC. Deflection that occrurs in kruing wood, alumunium, and UPVC is 34 mm, 48 mm, and 65 mm. Besides, the collapse pattern that occurs in wood is a splinter tension, while aluminum and UPVC experience compression
2763631001I1A016080FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MENGEMUDI TIDAK AMAN (UnsafeDriving) PADA SOPIR BUS DI PO.CEBONG JAYA TRANSLatar Belakang: Perilaku mengemudi tidak aman adalah suatu perilaku berbahaya dalam mengemudi yang dilakukan oleh pengemudi kendaraan dan memungkinkan untuk terlibat dalam kecelakaan, dapat mengakibatkan cedera fatal bagi dirinya, penumpang, ataupun pengguna jalan lain seperti pejalan kaki, pengemudi lain, ataupun penumpang di dalam kendaraan lain. Faktor kecelakaan disebabkan oleh perilaku mengemudi tidak aman sebesar 65.67% prasarana jalan sebesar 12.80% kelayakan jalan sebesar 10.47% kelayakan kendaraan sebesar 9.78% dan faktor alam sebesar 1.28%.
Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini ialah 36 sopir di PO. Cebong Jaya Trans. Analisis penelitian ini menggunakan uji kolmogorov-smirnov dan uji chi square.
Hasil Penelitian: Hasil Uji Bivariat menunjukan bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap, dan motivasi berhubungan dengan perilaku mengemudi tidak aman (p-value < 0,05), sedangkan umur, masa kerja, dan lama istirahat tidak berhubungan dengan perilaku mengemudi tidak aman (p-value ≥ 0,05).
Kesimpulan: Pendidikan, pengetahuan, sikap, dan motivasi berhubungan dengan perilaku mengemudi tidak aman.
Kata Kunci: Perilaku, Mengemudi Tidak Aman, Perilaku Mengemudi Tidak Aman
Backround: Unsafe driving behavior is a dangerous behavior in driving carried out by a vehicle driver and allows him to be involved in an accident, which can result in fatal injuries to himself, passengers, or other road users such as pedestrians, other driversm or passengers in other vehicles. Accident factor caused by unsafe driving behavior amounted to 65,67% of road insfrastructure at 12,80% roadworthiness of 10,47% vehicle feasibility of 9,78% and natural factors of 1,28%.
Method: This research is an analytical study with a quantitative approach and using a cross-sectional study design. The sample in this study were 36 drivers at PO. Cebong Jaya Trans. The analysis of this study used theKolmogorov-Smirnov testand the chi square test.
Result : The result of bivariate test showed that education, knowledge, attitudes, and motivation were related to unsafe driving behavior (p-value < 0,05), while age, years of work, and length were not related to unsafe driving behavior (p-value ≥ 0,05).
Conclusion: Education, knowledge, attitudes, and motivation are related to unsafe driving behavior.
Keyword: Behavior, Unsafe Driving, Unsafe Driving Behavior

2763731002C1A013050Pengaruh Infrastruktur Fisik Terhadap Output Sektor Industri Pengolahan Di IndonesiaSektor industri merupakan leading sector dalam pembangunan ekonomi yang berarti bahwa pertumbuhannya akan memacu pembangunan sektor lain. Pada tahun 2018 sektor industri masih menjadi kontributor terbesar bagi perekonomian Indonesia. Namun pertumbuhan ekonomi sektor industri pengolahan dari tahun 2014-2018 cenderung mengalami penurunan. Selain itu, rata - rata pertumbuhan ekonomi sektor industri pengolahan lebih kecil dari pertumbuhan ekonomi nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh infrastruktur jalan, listrik, air, dan teknologi dan informasi terhadap output PDRB sektor industri pengolahan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan metode regresi linier berganda data panel.
Penelitian ini menemukan bahwa 1) infrastruktur jalan tidak berpengaruh terhadap output sektor industri pengolahan di Indonesia pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2018, 2) infrastruktur listrik, air, dan internet berpengaruh positif dan signifikan terhadap output sektor industri pengolahan di Indonesia pada tahun 2014 sampai dengan 2018. Temuan ini mengimplikasikan perlunya pembangunan infrastruktur yang merata di semua wilayah agar dapat mendorong pertumbuhan sektor industri.
The industrial sector is the leading sector in economic development, which means that its growth will spur the development of other sectors. In 2018 the industrial sector was still the largest contributor to the Indonesian economy. However, the economic growth in the manufacturing sector from 2014-2018 tended to decline. Moreover, the average growth in the manufacturing sector is smaller than the national economic growth. This study aims to analyze the effect of road infrastructure, electricity, water, technology and information on the output of the manufacturing sector. This type of research is a quantitative research. The data analysis technique used is multiple linear regression with panel data.
This research finds that 1) road infrastructure does not affect the GDP output of the manufacturing sector in Indonesia from 2014 to 2018, 2) electricity, water, and internet infrastructure have a positive and significant effect on the GDP output of the manufacturing sector in Indonesia in 2014 up to 2018. These findings imply the need for infrastructure development that is evenly distributed in all regions, to encourage growth in the industrial sector.
2763831003A1A016058EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI TUMPANGSARI STROBERI DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA
Stroberi (Fragaria sp.) merupakan buah dengan nilai ekonomis tinggi. Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani stroberi yakni dengan menggunakan faktor produksi secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi, 2) Menganalisis tingkat efisiensi harga penggunaan faktor produksi, dan 3) Menganalisis tingkat keuntungan usahatani tumpangsari stroberi di Desa Serang. Terdapat 35 sampel didapat dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisis dilakukan dengan menggunakan analisis fungsi produksi Cobb Douglass, rasio NPM/BKM dan analisis pendapatan usahatani. Hasil dari penelitian ini yaitu penggunaan faktor produksi bibit, luas lahan, tenaga kerja, dan insektisida secara parsial berpengaruh terhadap produksi tumpangsari stroberi, sedangkan faktor produksi pupuk ayam-sekam, pupuk NPK-Phonska, pupuk lainnya dan fungisida tidak berpengaruh terhadap produksi tumpangsari stroberi. Faktor produksi bibit, tenaga kerja, dan insektisida mempunyai nilai rasio NPM- BKM lebih besar dari satu dimana penggunaan input tersebut belum efisien.. Faktor produksi luas lahan memiliki nilai rasio NPM-BKM kurang dari satu dimana penggunaan input tersebut sudah tidak efisien. R/C atas biaya tunai adalah sebesar 4,57 dan R/C atas biaya total adalah 1,09. Nilai R/C baik atas biaya tunai maupun biaya total memiliki nilai lebih besar daripada satu, sehingga usahatani tumpangsari stroberi dan bawang daun di Desa Serang dapat dikatakan menguntungkan.

Strawberry (Fragaria sp.) is the type of fruit which have high economic value. One of the attempts to increase the income of strawberry farmers is by using production factors efficiently. This research aims to analyze 1) the effects of using the production factors, 2) the efficiency level of using the production factors, and 3) the profit level of strawberries intercropping farming in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. There were 35 samples obtained by using simple random sampling. The analysis was performed using the Cobb Douglass production function analysis, the NPM / BKM ratio, and farm income analysis. The results of this research were the use of production factors; seeds, land area, labor, and insecticides partially affected the production of strawberries intercropping, while the production factors of chicken-husk fertilizer; NPK-Phonska fertilizer; other fertilizers; and fungicides had no effect on the production of intercropping strawberries. The production factors for seeds; labor; and insecticides had an NPM-BKM ratio value greater than one which means the use of these inputs had not been efficient. Meanwhile, the production factors for land area has an NPM-BKM ratio value less than one which means the use of this input was not efficient. R / C for cash costs was 4.57 and R / C for total costs was 1.09. The R / C value for both cash costs and total costs has a value greater than one so the strawberries and leeks intercropping farming in Serang Village can be said to be profitable.
2763931014G1A017004Hubungan Kesanggupan Kardiorespirasi Dengan Kadar Hormon Testosteron Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal SoedirmanKesanggupan kardiorespirasi merupakan salah satu komponen kebugaran fisik yang menilai kemampuan jantung, paru-paru, dan pembuluh darah. Mahasiswa dengan tingkat kesanggupan kardiorespirasi yang baik dapat memberikan pengaruh positif terhadap fisiologi hormon. Kesanggupan kardiorespirasi dapat meningkatkan kadar hormon testosteron melalui mekanisme suplai O2 yang optimal sehingga menurunkan produksi ROS sebagai substansi yang menekan produksi hormon testosteron. Beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang tidak signifikan antara kebugaran fisik terhadap kadar hormon testosteron sehingga diperlukan penelitian dengan metode dan instrumen pengukuran yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kesanggupan kardiorespirasi dengan kadar hormon testosteron. Penelitian ini menggunakan desain crossectional dengan uji korelasi Pearson. Subjek penelitian adalah 44 mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih secara consecutive sampling. Semua subjek penelitian berusia antara 18-25 tahun. Metode Queen’s College Step Test digunakan untuk mengukur kesanggupan kardiorespirasi dengan satuan ml/kg/menit. Kadar testosteron saliva diukur menggunakan teknik Salimetric Testosterone Saliva Enzyme Immunoassay. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar VO2 Maks memiliki rerata 59,3±6,5 mL/kg/menit. Kadar hormon testosteron memiliki rerata 47,9±27,4 pg/mL. Uji Pearson menunjukkan nilai p=0,95 sehingga terdapat tidak terdapat hubungan signifikan antara kesanggupan kardiorespirasi dengan kadar hormon testosteron. Kesimpulan penelitian ini adalah kesanggupan kardiorespirasi tidak berhubungan dengan kadar hormon testosteron pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.Cardiorespiratory ability is one component of physical fitness that assesses the ability of the heart, lungs, and blood vessels. Students with a good level of cardiorespiratory ability can have a positive influence on hormone physiology. Cardiorespiratory ability can increase testosterone levels through an optimal O2 supply mechanism, thereby reducing the production of ROS as a substance that suppresses the production of the hormone testosterone. Several studies that have been conducted have shown insignificant results between physical fitness and testosterone levels so that research with different measurement methods and instruments is needed. The purpose of this study was to determine the relationship between cardiorespiratory ability and testosterone levels. This study used a cross-sectional design with Pearson's correlation test. The research subjects were 44 male students from the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, who were selected by consecutive sampling. All study subjects were between 18-25 years old. The Queen's College Step Test method was used to measure cardiorespiratory ability in units of ml / kg / minute. Salivary testosterone levels were measured using the Salimetric Testosterone Saliva Enzyme Immunoassay technique. The results showed that the VO2 max level had a mean of 59.3 ± 6.5 mL / kg / minute. Testosterone levels averaged 47.9 ± 27.4 pg / mL. The Pearson test showed a p value = 0.95 so that there is no significant relationship between cardiorespiratory ability and testosterone levels. It can be concluded that cardiorespiratory ability is not related to testosterone levels in students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University.
2764031004K1A016051ISOLASI DAN KARAKTERISASI EKSTRAK KASAR ENZIM BROMELIN DARI KULIT NANAS MADU (Ananas comosus L.) DESA SIWARAK KARANGREJA PURBALINGGA
Kulit nanas merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan keberadaanya. Peningkatan nilai ekonomi kulit nanas dapat dilakukan dengan menjadikannya sebagai sumber enzim bromelin. Penelitian ini bertujuan untuk mengektraksi bromelin dari kulit buah nanas madu dengan berbagai pH dan mengkarakterisasi ekstrak kasar bromelin yang diperoleh dari Desa Siwarak, Karangreja Purbalingga. Ekstrak kasar yang diperoleh selanjutnya di uji aktivitas dengan metode Kunitz dan penentuan kadar protein dengan metode Lowry. Hasil penelitian menunjukkan kadar protein dari 3 variasi buffer pH 6,7 dan 8 berturut-turut diperoleh sebesar 0,137; 0,649 dan 0,378 mg/mL. Aktivitas bromelin yang diekstrak dengan menggunakan buffer pH 6, 7 dan 8 menunjukkan aktivitas berturut-turut sebesar 0,066; 0,073 dan 0,066 U/mL. Penentuan aktivitas bromelin yang diekstrak menggunakan pH 6,7 dan 8 pada suhu optimum berturut-turut diperoleh 45, 50 dan 50 oC. Nilai Vmaks bromelin yang diekstrak menggunakan buffer pH 6,7 dan 8 berturut-turut yaitu sebesar 0,0422; 0,0746 dan 0,0443 unit/mL dan nilai KM bromelin yang diekstrak menggunakan buffer pH 6,7 dan 8 berturut-turut yaitu sebesar 0,338; 1,263 dan 0,191 %.Pineapple peel is a waste that can be used by its existence . Increasing the economic value of pineapple peels can be done by making it a source of the enzyme bromelain. This study aims to extract bromelain from honey pineapple rind with various pH and characterize the crude extract of bromelain obtained from Siwarak Village, Karangreja Purbalingga. The crude extract obtained was then tested for activity using the Kunitz method and the determination of protein content using the Lowry method. The results of the determination showed that the protein content of 3 variations of buffer pH 6.7 and 8 were 0.137; 0.649 and 0.378 mg / mL. Bromelain activity extracted using buffer pH 6, 7 and 8 showed activity of 0.066 respectively; 0.073 and 0.066 U / mL. Determination of the activity of the extracted bromelain using pH 6.7 and 8 at the optimum temperature obtained 45, 50 and 50 oC. The Vmax value of bromelain extracted using a buffer of pH 6.7 and 8 was 0.0422; 0.0746 and 0.0443 units / mL and the value of KM bromelain is extracted using a buffer pH 6.7 and 8 respectively in the amount of 0.338; 1.263 and 0.191 %.