Artikelilmiahs
Menampilkan 27.681-27.700 dari 50.190 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27681 | 31046 | A1D016015 | AKTIVITAS ENZIM KITINASE BAKTERI ENDOFIT SEBAGAI AGENS PENGENDALI HAYATI JAMUR Rhizoctonia solani PATOGEN HAWAR PELEPAH PADI | Penelitian kali ini bertujuan untuk melakukan seleksi terhadap 9 isolat bakteri endofit akar padi (KR4, KR5, KR7, SR1, SR5, SR7, SB1, SB3, SM1) dengan jamur R solani secara in vitro, mengetahui kurva pertumbuhan, produksi dan aktivitas enzim kitinase bakteri endofit hasil seleksi. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian dan Laboratorium Riset, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dimulai pada bulan Desember 2019 hingga Agustus 2020. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 3 ulangan.Variabel yang diamati adalah kemampuan penghambatan bakteri endofit terhadap patogen R. solani, kurva pertumbuhan, produksi serta aktivitas enzim kitinase bakteri endofit dan kemampuan penghambatan enzim kitinase bakteri endofit terhadap patogen R. solani. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil seleksi pada uji antagonis menggunakan koloni, isolat KR7 dan SB3 merupakan dua isolat terbaik dalam menghambat jamur R. solani . Pertumbuhan bakteri KR7 dan SB3 mencapai fase stasioner pada waktu inkubasi 12 jam. Produksi dan aktivitas enzim kitinase isolat KR7 tertinggi diketahui pada waktu inkubasi 24 jam sebesar 0,0944 U/mL. Begitu juga dengan isolat SB3, produksi dan aktivitas enzim tertinggi diketahui pada waktu inkubasi 24 jam sebesar 0,0916 U/mL. | This study was aimed to select 9 isolates of rice root endophytic bacteria (KR4, KR5, KR7, SR1, SR5, SR7, SB1, SB3, SM1) to control R. solani in vitro, to know the growth curve of the selected endophytic bacteria and to know the production curve along with the activity of the chitinase enzyme of the selected endophytic bacteria. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory and Research Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from December 2019 until August 2020. The design used was a completely randomized design (CRD) with 10 treatments and 3 replications. The variables observed were the inhibition ability of endophytic bacteria against R. solani, growth curves, production, and activity of the bacterial chitinase enzyme endophytic and the ability of endophytic bacteria chitinase enzyme inhibition against R. solani. The results showed that the isolate of KR7 and SB3 were two best isolates in inhibiting R.solani based on the antagonist assay. The growth of KR7 and SB3 bacteria reached a stationary phase at an incubation time of 12 hours. The highest production and activity of chitinase enzyme KR7 isolate was known at the 24-hour incubation time of 0,944 U/mL. As well as the SB3 isolate, the highest production and activity of chitinase enzyme was known at the 24-hour incubation time of 0,0916 U/mL. | |
| 27682 | 31048 | F2A017024 | PERENCANAAN DANA DESA (Studi Kasus di Desa Menganti dan Desa Bulupayung Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan bagaimana proses Perencanaan Dana Desa di Desa Menganti dan Desa Bulupayung Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Desain penelitian ini adalah studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara ini dilakukan kepada sekretaris desa, BPD, pendamping desa, kasi kecamatan. Untuk menguji keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi sumber membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan informasi yang diperoleh kemudian metode analisis dengan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Menganti dan Desa Bulupayung Kecamatan Kesugihan sesuai dengan visi misi dari desa melalui dana desa akan terwujud masyarakat yang sejahtera melalui kegiatan peningkatan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial. Meskipun dalam proses perencanaan dana desa, desa mengalami keterlambatan perencanaan namun desa tetap merencanakan kegiatan sesuai dengan peraturan. Selama proses perencanaan dana desa senantiasa melibatkan masyarakat melalui tahapan musyawarah dusun hingga musyawarah rencana pembangunan desa. Terbukti walaupun desa mengalami keterlambatan proses perencanaan, desa mampu melaksanakan kegiatan hingga akhir tahun. | This research aims to find out and describe how the process of Village Fund Planning in Menganti Village and Bulupayung Village, Kesugihan District, Cilacap Regency. The method used in this research is qualitative method with informant selection technique using purposive sampling technique. The design of this research is a case study. Data collection is done by observation techniques, interviews and documentation. This interview was conducted to the village secretary, BPD, village assistants, sub-district kasi. To test the validity of the data researchers used triangulation of sources comparing and re-examining the level of trust of information obtained then the method of analysis using interactive analysis models. The results of this study showed that the Government of Menganti Village and Bulupayung Village, Kesugihan Sub-District in accordance with the vision of the mission of the village through village funds will be realized prosperous communities through economic, health, education and social improvement activities. Although in the process of planning village funds, the village experienced delays in planning but the village still planned activities in accordance with the regulations. During the village fund planning process always involves the community through the stages of village deliberation to the deliberation of village development plans. It is evident that although the village is experiencing delays in the planning process, the village is able to carry out activities until the end of the year. | |
| 27683 | 31049 | J1D016043 | EKRANISASI NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER KE DALAM FILM BUMI MANUSIA KARYA HANUNG BRAMANTYO UNTUK PEMBELAJARAN ALIH WAHANA | Ekranisasi merupakan proses adaptasi dari novel ke film. Salah satu karya sastra ekranisasi yaitu Bumi Manusia. Peneliti mengkaji Bumi Manusia karena isi ceritanya meliputi perjuangan pribumi untuk bisa melawan ketidakadilan nilai budaya dan sosial dari bangsa Eropa. Tujuan penelitian yaitu mengetahui proses ekranisasi, mengetahui tanggapan penikmat karya ekranisasi, serta mengetahui penerapan teori alih wahana pada siswa kelas XII. Metode pada penelitian ini yaitu metode kualitatif. Sumber data berasal dari kutipan Novel karya Pramoedya Ananta Toer dan cuplikan Film karya Hanung Bramantyo. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif analitik dan deskriptif komparatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca, menonton, dan mencatat. Hasil dari penelitian ini menunjukan proses penciutan, penambahan, perubahan variasi (tokoh, alur, latar tempat) berjumlah 22 data yang berbentuk kutipan dari novel dan cuplikan dari film. Terdapat 12 responden mewakili penikmat karya ekranisasi Bumi Manusia merasa puas akan hasil dari karya sastra ekranisasi tersebut. Ekranisasi dapat diterapkan pada pembelajaran materi alih wahana kelas XII semester genap dengan Kompetensi Dasar yaitu 3.3 Menganalisis hasil alih wahana (konversi) dalam karya sastra, baik dari novel ke film maupun sebaliknya. | This thesis aims to examine the changes that occur in a novel into a film based on ecranisation studies. The data used are quotations from storylines and characters from the novel and film Bumi Manusia. The data analysis technique used in this research are descriptive analytics and comparative methods. Descriptive analytics method in this research is used to analyze the process of adding, shrinking, and changing the variation of characters and plot. The process of shrinking the plot consists of 3 data, 2 data for adding the plot, 6 data for changing the plot, and 5 data for shrinking the characters in the form of quotations from the novel Bumi Manusia and snippets from the film. The comparative method in this study is used by relying on data in the form of responses from readers and viewers of Bumi Manusia with a questionnaire using Google Form. The data source of this research includes 12 active students and grouped by sex, that are 5 males and 7 females. There are respondents came from various departments at Jenderal Soedirman University. Its relevance in learning Indonesian Language and Literature can be used as a learning material that can be applied to Basic Competence, which is 3.3 Analyzing the results of conversion in literary works, whether it’s from novel to film and vice versa | |
| 27684 | 31050 | F1C016065 | MAKNA KEKERASAN DALAM HUBUNGAN PACARAN (SEBUAH STUDI: FENOMENOLOGI) | Kekerasan dalam pacaran merupakan sebuah tindakan yang sangat tidak menyenangkan, menyakiti sehingga membuat takut pasangannya dan tindakan tersebut digunakan untuk mendominasi atas kekuasaan terhadap pasangannya. Hal ini dapat dialami baik oleh laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemaknaan seperti apa yang mereka ciptakan mengenai kekerasan sehingga tindakan kekerasan dalam hubungan berpacaran terjadi. Dalam menganalisa suatu makna kekerasan dalam pacaran tersebut peneliti menggunakan Teori Manajemen Koordinasi Makna yang dikemukakan oleh W. Barnett Pearce & Vernon Cronen pada tahun 1978. Suatu makna yang hadir dari berbagai kejadian itu dihasilkan oleh percakapan untuk menentukan realitas sosial seperti Koordinasi, Koheren dan Misteri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian Fenomenologi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan teknik pemilihan informan menggunakan purposeful selection berdasarkan pertimbangan atau penilaian tertentu. Partisipan dalam penelitian ini terdapat empat orang yang dimana masing-masing merupakan pasangan yang rentang usia 18-24 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kurangnya dalam memahami kalau komunikasi yang baik dalam hubungan itu sangat penting, ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik maka sangat mudah permasalahan muncul di dalam hubungan pacaran sehingga timbul kekerasan terhadap pasangan yang dimana memiliki makna yang berbeda, ada yang memaknai seperti sesuatu yang mendidik dan ada yang menganggap sebagai sesuatu yang lumrah. | Dating violence is an act that is very unpleasant, hurting so that it scares the partner and this action is used to dominate power over the partner. This can be experienced by both men and women. This study aims to analyze how the meaning they create about violence so that acts of violence in dating relationships occur. In analyzing a meaning of dating violence, the researcher uses the Meaning Coordination Management Theory proposed by W. Barnett Pearce & Vernon Cronen in 1978. A meaning that comes from various incidents is generated by conversations to determine social realities such as coordination, coherence and mystery. This research is a qualitative research using phenomenological research methods. The data collection method was carried out by observation, in-depth interviews and informant selection techniques using purposeful selection based on certain considerations or judgments. Participants in this study were four people, each of whom was a partner aged 18-24 years. The results of this study indicate that a lack of understanding that good communication in a relationship is very important, when communication does not go well, it is very easy for problems to arise in dating relationships so that violence occurs against partners, which have different meanings, some mean something like something. who educate and some consider it commonplace. | |
| 27685 | 31051 | F1C016088 | Analisis Resepsi Iklan 3R (reduce,reuse,recycle) di Kalangan Ibu Rumah Tangga | Permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia pada saat ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi di kota-kota kecil juga permasalahan sampah sudah mulai terlihat. Untuk mengatasi permasalahan sampah ini, pemerintah mengeluarkan program pengelolaan sampah melalui program 3R yang juga diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 18 Tahun 2008. Selain mengeluarkan program tersebut, pemerintah juga melakukan kampanye dengan membuat Iklan Layanan Masyarakat (ILM), yang salah satunya diunggah ke Youtube. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Analisis Resepsi dengan metode pengumpulan data melalui Focus Group Discussion (FDG) yang diikuti oleh Ibu Rumah Tangga (IRT) di Bancar Kembar Purwokerto. FGD dilakukan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan, penerimaan, dan faktor apa saja yang menyebabkan pemaknaan dan penerimaan dapat berbeda di masing-masing individu. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa ibu rumah tangga memaknai program ini yang dikategorisasi sebagai berikut: sebagai sebuah solusi, sebagai sebuah beban tambahan, manfaat dan hobi. Setelah memaknai program tersebut, informan digolongkan lagi ke dalam spectrum of reading, posisi dominan, posisi negosiasi, dan posisi oposisi. Penelitian ini juga menemukan bahwa perbedaan tersebut dapat terjadi karena faktor pekerjaan, faktor usia, faktor pendidikan, dan faktor mengenai tingkat kesadaran kepedulian. Kata Kunci: | Waste problem in Indonesia not only happening in grand cities, but also in small cities, waste problem started to be recognized. In order to resolve this problem, the government releases waste management program through 3R program, which is also ruled in Laws of Republic Indonesia Number 18 Year 2008. Besides releasing the program, the government also do the campaign by creating Public Service Advertising (PSA), which one of those is uploaded on Youtube. In this research, researcher used Reception Analysis with collecting data method trough Focus Group Discussion (FGD), which was contributed by Housewives (IRT) at Bancar Kembar Purwokerto. FGD was done to find out how meaning, acceptance, and which factors those causes meaning and acceptance can be different in each individual. The result of this research found that housewives meant the program into four categories: as a solution, as an additional burden, benefit and hobby. After meaning the program, informants are grouped into spectrum of reading, dominant position, negotiation position, and opposition. This research also find that the differences happened because of several factors such as job, age, education, and the level of awareness of caring. | |
| 27686 | 31052 | D1A016093 | Analisis Potensi Pengembangan Ternak Kerbau di Kabupaten Banyumas | Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Maret sampai dengan 24 Juli 2020 di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) Mengetahui populasi ternak kerbau dan ternak ruminansia di Kabupaten Banyumas; (2) Mengetahui trend populasi ternak kerbau dari tahun 2014 ke tahun 2019 Kabupaten Banyumas; (3) Menganalisis potensi pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Banyumas dilihat menurut LQ. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Penetapan sampel wilayah dilakukan dengan metode purposive sampling berdasarkan populasi ternak yang ada di tiap kecamatan di Kabupaten Banyumas. Populasi ternak kerbau dan ruminansia dianalisis menggunakan analisis deskriptif, trend populasi ternak kerbau dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana, dan potensi wilayah dianalisis menggunakan analisis LQ. Hasil penelitian menunjukkan populasi ternak kerbau di Kabupaten Banyumas yaitu sebanyak 1.295 ekor dan ternak ruminansia yaitu 201.441 ekor pada tahun 2019. Trend populasi ternak kerbau selama 6 tahun terakhir (2014-2019) mengalami penurunan. Kecamatan basis untuk pengembangan ternak kerbau di Kabupaten Banyumas berdasarkan indeks LQ yaitu Kecamatan Lumbir, Pekuncen, Cilongok, Kedungbanteng, Patikraja, dan Karanglewas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui strategi pengembangan ternak kerbau di daerah basis. Kata Kunci: pengembangan ternak, trend populasi, indeks LQ, kecamatan basis, kerbau. | The research was conducted on March 19th to July 24th, 2020 in Banyumas Regency, Central Java. The objectives of this study were: (1) Finding out the population of buffalo and ruminants in Banyumas Regency; (2) Finding out the population trend of buffalo from 2014 to 2019 in Banyumas Regency; (3) Analyzing the development potential of buffalo in Banyumas Regency according to LQ. The research was conducted using a survey method. The determination of the sample area was carried out by purposive sampling method based on the livestock population in each sub-district in Banyumas Regency. The population of buffalo and ruminants were analyzed using descriptive analysis, the trend of buffalo population was analyzed using simple regression analysis, and the potential of the area was analyzed using LQ analysis. The results showed that the population of buffalo in Banyumas Regency was 1,295 and ruminants were 201,441 in 2019. The trend of buffalo population in the last 6 (six) years (2014-2019) has decreased. The base districts for buffalo development in Banyumas Regency based on the LQ index are Lumbir, Pekuncen, Cilongok, Kedungbanteng, Patikraja, and Karanglewas Sub-districts. Based on the research results, it can be suggested that further research is needed to find out the strategy for developing buffalo in base areas. Keywords: livestock development, population trend, LQ index, sub-district base, buffalo. | |
| 27687 | 30999 | G1A017080 | EFEKTIVITAS EKSTRAK SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP KADAR SUPEROXIDE DISMUTASE TIKUS PUTIH MODEL 5/6 SUBTOTAL NEFREKTOMI | Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan suatu gangguan progesif pada ginjal yang ditandai abnormalitas pada struktur dan fungsi ginjal selama lebih dari 3 bulan. Prevalensi CKD terus meningkat baik di dunia maupun Indonesia. Seledri (Apium graveolens L.) merupakan tanaman yang mempunyai efek antioksidan dan dapat menghambat progresivitas CKD. Penelitian ini bertujuan mengetahui efek ekstrak seledri dalam mencegah penurunan kadar SOD pada tikus model 5/6 subtotal nefrektomi (SN). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan post test only with control group design. Dua puluh ekor tikus putih dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok 1: kontrol sehat (SO, n=4), kelompok 2: kontrol sakit (SN, n=4), kelompok 3 (n=4), kelompok 4 (n=4), dan kelompok 5 (n=4) adalah kelompok sakit dan diberikan ekstrak etanol seledri 200, 250, dan 300 mg/kgBB 14 hari sebelum dan 21 hari sesudah operasi 5/6 SN. Kadar SOD pada kelompok 1,2,3,4 dan 5 masing-masing adalah 22,34±0,41; 19,31±2,03; 22,01±1,21; 22,90±0,75; dan 23,92±1,50 mg/dL. Hasil uji one way-ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p<0,05). Berdasarkan uji post hoc LSD, terdapat perbedaan bermakna rerata kadar SOD kelompok 2 dengan kelompok 3, 4, dan 5 dengan p<0,05. Ekstrak etanol seledri dapat mencegah penurunan kadar SOD pada tikus model 5/6 SN. Ekstrak etanol seledri dosis 250 mg/kgBB paling efektif mencegah penurunan kadar SOD tikus model 5/6 SN. | Chronic Kidney Disease (CKD) is a progesive disorder in the kidneys characterized by abnormalities in the structure and function of the kidneys more than 3 months. Prevalence of CKD continues to increase in the world especially in Indonesia. Celery has antioxidant effect that can inhibit the progression of CKD. The purpose of this study was to find out the protective effect of Apium graveolens L leaf extract in preventing decreased SOD levels in mice model 5/6 subtotal nephrectomy (SN). Twenty Sprague Dawley rats were divided into 5 groups. Group 1: positive control (SO, n=4), group 2: negative control (SN, n=4), group 3 (n=4), group 4 (n=4), and group 5 (n=4) ware the SN groups and were given ethanol extract of celery respectively 200, 250, and 300 mg/kg for 14 days before and 21 days after operation. The SOD levels in groups 1,2,3,4 and 5 were respectively 22.34±0.41; 19.31±2.03; 22.01±1.21; 22.90±0.75; dan 23.92±1.50 mg/dL. The One Way ANOVA test showed that there were significantly differences in SOD serum levels beetwen groups (p<0.05). Post hoc LSD test showed that there were significantly difference in SOD serum levels between groups 2 and groups 1, 3, 4, and 5 (p<0.05). Celery ethanol extract at a dose of 250 mg/kg BW can prevent the decrease of SOD levels in 5/6 SN rats model. | |
| 27688 | 31053 | P2D018007 | DAYA SAING BIODIESEL DAN FAKTOR - FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP VOLUME EKSPOR BIODIESEL DI WILAYAH UNI EROPA | Biodiesel adalah salah satu turunan produk minyak kelapa sawit yang didukung oleh kebijakan Pemerintah dalam pemanfaatan dan penyediaannya. Jumlah produksi biodiesel yang setiap tahun meningkat maka produk biodiesel Indonesia dapat bersaing di pasar Internasional. Tujuan pasar utama biodiesel Indonesia ada di wilayah Uni Eropa dengan kompetitor eksportir utama yaitu Negara Argentina. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji nilai daya saing komparatif dan kompetitif biodiesel Indonesia, serta mengetahui dan mengkaji faktor – faktor yang berpengaruh terhadpa ekspor biodiesel Indonesia di wilayah Uni Eropa. Pada penelitian ini alat analisis RCA (Revealed Comparative Advantage) dan ISP (Indeks Spesialisasi Perdagangan) digunakan untuk mengetahui nilai daya saing komparatif dan kompetitif biodiesel Indonesia. Alat analisis IKP (Indeks Konsentrasi Pasar) digunakan untuk mengetahui tingkat ketergantungan produk biodiesel Indonesia terhadap pasar Uni Eropa. Alat analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor – faktor yang berpengaruh terhadap volume ekspor biodiesel Indonesia di wilayah Uni Eropa yaitu regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square. Hasil analisis nilai RCA biodiesel Indonesia dalam satu dekade memiliki rerata 17,54 dengan kategori di atas rata – rata dunia (nilai RCA tersebut > 1). Hasil nilai ISP biodiesel Indonesia berada di posisi “Tahap Kematangan Produk” dengan rerata nilai ISP 0,9917 dalam satu dekade. Indonesia memiliki tingkat ketergantungan produk biodiesel di pasar Uni Eropa yaitu “Rentan” dengan rata – rata nilai IKP sebesar 0,56. Hasil uji daya saing biodiesel Indonesia memiliki kategori cukup baik, hal itu menunjukan Indonesia memiliki potensi yang besar dan bahkan dapat mendominasi pasar dunia karena jumlah produksi biodiesel yang dihasilkan masih 10% dari total bahan baku minyak kelapa sawit yang tersedia. Berdasarkan analisis regresi dengan metode Ordinary Least Square terdapat 2 faktor yang berpengaruh positif terhadap ekspor biodiesel di Uni Eropa yaitu faktor produksi biodiesel dan konsumsi biodiesel di Uni Eropa dengan nilai koefisien masing – masing sebesar 0,5494 dan 0,1449. Hasil regresi menunjukkan 5 faktor yang signifikan dan berpengaruh negatif terhadap ekspor biodiesel di Uni Eropa yaitu nilai tukar Rupiah terhadap Euro; konsumsi biodiesel Indonesia; dummy kebijakan bea anti-dumping; harga biodiesel internasional; dan konsumsi solar Indonesia, yang memiliki nilai koefisien regresi masing – masing sebesar -0,042; -0,639; -71,710; -0,272; dan -0,046. Variabel yang tidak berpengaruh nyata terhadap ekspor biodiesel yaitu produksi CPO dan luas lahan kelapa sawit. Pemerintah perlu meningkatkan produksi dan teknologi biodiesel yang efektif dan efisien. Kegiatan diplomatik bilateral Indonesia terhadap mitra dagang negara luar selain wilayah Uni Eropa juga perlu ditingkatkan agar ekspor biodiesel dapat meningkat, berkelanjutan dan tidak mengalami ketergantungan terhadap salah satu mitra dagangnya saja. | Biodiesel is one of palm oil derivative products in which its utilization and supply supported by government policies. The annual increasing of amount of biodiesel production shows that Indonesian biodiesel products has capability to compete in the International market. The main market destination for Indonesian biodiesel is in the European Union, with the main exporter competitor being Argentina. This research aims to determine and examine the value of Indonesian biodiesel comparative and competitiveness, as well as to determine and examine the factors that influence Indonesia's biodiesel exports in the European Union. In this research, analysis tools of RCA (Revealed Comparative Advantage) and ISP (Trade Specialization Index) are utilized to determine the comparative and competitive value of Indonesian biodiesel. The IKP (Market Concentration Index) analysis tool is used to determine the level of dependence of Indonesian biodiesel products on the European Union market. The analytical tool used to determine the factors that affect the volume of Indonesian biodiesel exports in the European Union in line with multiple linear regression with the Ordinary Least Square method. The results of the analysis of the RCA value of Indonesian biodiesel in a decade received mean of 17.54 with a category above the world average (the RCA value is> 1). Based on the results, the ISP value of Indonesian biodiesel is in the position of "Product Maturity Stage" with an average ISP value of 0.9917 in a decade. Indonesia has a high level of dependence on biodiesel products in the European Union market, namely “Vulnerable” with an average IKP value of 0.56. The results of the Indonesian biodiesel competitiveness test are in a fairly good category. This shows that Indonesia has great potential and can even dominate the world market because the amount of biodiesel produced reaches 10% of the total available palm oil raw material. Based on the regression analysis using the Ordinary Least Square method, there are 2 factors that have a positive effect on biodiesel exports in the European Union, namely the biodiesel production factor and biodiesel consumption in the European Union with coefficient values of 0.5494 and 0.1449 respectively. The regression results show 5 factors that are significant and have negative effect on biodiesel exports in the European Union, namely the Rupiah exchange rate against the Euro; Indonesian biodiesel consumption; dummy anti-dumping duty policies; international biodiesel prices; and Indonesian diesel consumption, which possesses a regression coefficient value of -0.042 respectively; -0,639; -71,710; -0.272; and -0.046. The variables that did not significantly affect biodiesel exports were CPO production and oil palm land area. The government needs to develop the production and technology of effective and efficient biodiesel. Indonesia's bilateral diplomatic activities towards trading partners of foreign countries other than the European Union also need to be increased so that biodiesel exports can go up, be sustainable and not impeded by dependence on just one of its trading partners. | |
| 27689 | 31047 | H1C016004 | GEOLOGY AND ANALYSIS OF EMBANKMENT SEEPAGE POTENTIALLY USING FINITE ELEMENT METHOD PULAU LAUT TIMUR DISTRICT KOTABARU REGENCY SOUTH KALIMANTAN | Kabupaten Kotabaru merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Selatan yang mempunyai potensi sumber daya alam, contohnya batubara. Pertambangan batubara rentan terjadi amblesan dan banjir yang dapat mengganggu aktivitas pertambangan, sehingga perlu dilakukan investigasi geologi teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, mengetahui daya dukung tanah, dan mendapatkan besaran debit air rembesan tanggul pada derah penelitian. Metode penelitian untuk mendapatkan daya dukung tanah menggunakan metode analitik ( Terzaghi, 1943 dan Schmertmann, 1978), dan debit rembesan menggunakan elemen hingga. Hasil penelitian menunjukkan ada dua satuan geomorfologi yaitu Satuan Dataran Teras Sungai Bekambit dan Dataran Aluvial Bekambit. Stratigrafi terdiri dari satuan batulanau sisipan batulempung, batupasir, batubara, dan juga satuan aluvial. Berdasarkan data sondir daya dukung yang diizinkan dengan faktor keamanan 3 dan kedalaman 3 m pada pondasi dangkal mempunyai beberapa nilai mulai dari 0,94 kN/m2 hingga 27 kN/m2, sementara berdasarkan data laboratorium (berat jenis, kohesi, dan sudut geser dalam) daya dukung pada kedalaman 4 m sekitar 20 kN/m2 hingga 80 kN/m2, dan pada kedalaman 9 m sekitar 36 kN/m2 hingga 160 kN/m2. Debit rembesan pada tanggul pada reservoir 13 m mempunyai besaran 4.5051 x 10^-12 m3/s, dan pada reservoir 14 m mempunyai besaran 8.4711 x 10^-12 m3/s. | Kotabaru Regency is one of the districts in South Kalimantan that has natural resources potentially, for example, coal. Coal mining is easy to subside, and flooding can be disturbed mining activity, furthermore, it is necessary to carry out engineering geology investigations. The study aims to determine geological conditions, bearing capacity and obtain the amount of water discharge from the embankment seepage. The method of study to obtain the soil bearing capacity by analytical method (Terzaghi, 1943 and Schmertmann, 1978) and seepage discharge by finite element. The result of the study showed there has two geomorphological units, the Bekambit River Terrace Plain and the Bekambit Alluvial Plain. The stratigraphy consists of siltstone intercalation claystone, sandstone, coal, and also alluvial. Based on Cone Penetration Test data, bearing capacity that allowed with safety factor 3 and 3 meters of depth on a shallow foundation has several values ranging from 0.94 kN/m2 to 27 kN/m2, meanwhile based on laboratory data (unit weight, cohesion, and internal friction) bearing capacity for depth 4 m is 20 kN/m2 to 80 kN/m2 and for depth 9 m is 36 kN/m2 to 160 kN/m2. Seepage discharge of embankment at the reservoir 13 m has magnitude 4.5051 x 10^-12 m3/s, and for the reservoir 14 m has debit 8.4711 x 10^-12 m3/s. | |
| 27690 | 31054 | B1A016004 | Keanekaragaman Tumbuhan Bambu (Subfamilia Bambusoidae) Berdasarkan Karakter Morfologi dan Pemanfaatannya di Kabupaten Banyumas | Bambu merupakan tumbuhan yang termasuk dalam subfamilia Bambusoidae dari familia Poaceae. Keanekaragaman Bambu di dunia tergolong tinggi (>1.000 spesies), dengan pemanfaatannya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman bambu berdasarkan karakter morfologi dan pemanfaatannya di wilayah Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Variabel yang digunakan yaitu morfologi dan bagian bambu yang dimanfaatkan dengan parameter yang diamati yaitu karakter morfologi akar, batang/buluh dan daun bambu serta pemanfaatannya oleh masyarakat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui keanekaragaman, hubungan kemiripan dianalisa dengan menggunakan Software MEGA 6.0 metode Unweight Pair Group Method Arithmatic Average (UPGMA), pemanfaatan bambu dianalisa secara deskriptif berdasarkan hasil wawancara. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 6 spesies dengan 2 varietas bambu yaitu yaitu Bambusa vulgaris Schrad. Ex Wendl. var. vulgaris (Bambu Ampel), Bambusa vulgaris Schrad. Ex Wendl. var. striata (Bambu kuning), Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. ex J. A. & J. H. Schult (Bambu cina/cendani/gendani), Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne (Bambu Petung), Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz (Bambu asak/ater), Gigantochloa apus (J.A. & J. H Schult.) Kurz (Bambu Tali) dan Gigantochloa atroviolacea Widjaja (Bambu Wulung/Ireng). Hubungan kemiripan terdekat dimiliki oleh G. apus dan G. atroviolacea dengan nilai disimilaritas 0,11. Hubungan kemiripan terjauh dimiliki oleh B. vulgaris var. vulgaris dengan D. asper dengan nilai disimilaritas 2,19. Masyarakat di Kabupaten Banyumas memanfaatkan bambu sebagai buluhnya bahan bangunan dan kerajinan serta rebung dan daunnya untuk konsumsi. | Bamboo is a member of Bambusoidae subfamily from Poaceae family. Bamboo has a lot of high diveristy (>1.000 species) with various benefits. This research is to determinde the diversity of bamboo based on their morphological characters and their utilization in Banyumas regency. This research was conducted in several area in Banyumas regency using survey method also with purposive sampling techniques. The variabel used were morphology and the part of bamboo utilization with parameter observed such as morphological trait of root, stem, leaf and their utilization in community. The data were collected analyzed descriptively to deterinde the diversity, similiarity relationship were analyzed by Software MEGA 6.0 using Unweight Pair Group Method Arithmatic Average (UPGMA) method, utilization of bamboo in society analyzed descriptively form data through an interview. The result of this research is there are 6 species and 2 varieties of Bamboo, such as Bambusa vulgaris Schrad. Ex Wendl. var. vulgaris (Bambu Ampel), Bambusa vulgaris Schrad. Ex Wendl. var. Striata (Bambu kuning), Bambusa multiplex (Lour.) Raeusch. ex J. A. & J. H. Schult (Bambu cina/cendani/gendani), Dendrocalamus asper (Schult.) Backer ex Heyne (Bambu Petung), Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz (Bambu asak/ater), Gigantochloa apus (J.A. & J. H Schult.) Kurz (Bambu Tali) dan Gigantochloa atroviolacea Widjaja (Bambu Wulung/Ireng). The closest similarity is owned by G. apus and G. atroviolacea with dissimilarities value 0,11. The longest distance of similarities is on B. vulgaris var. vulgaris with D. asper, with dissimilarities valueis 2,19. Moreover, people in Banyumas Regency use bamboo as reeds for building materials adn crafts as well as bamboo shoots and leaves for compsumption. | |
| 27691 | 31055 | C1C013135 | PENGARUH AKUNTABILITAS PUBLIK, PENGAWASAN INSPEKTORAT DAN PARTISIPASI ANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BREBES | Penelitian ini berjudul “Pengaruh akuntabilitas publik, pengawasan inspektorat dan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial organisasi perangkat daerah Kabupaten Brebes”. Laporan keuangan yang disajikan oleh pemerintah daerah dapat dijadikan sebagai dasar pertanggungjawabannya terhadap publik. Tujuan pelaporan keuangan untuk menyajikan informasi berguna bagi pengambilan keputusan serta untuk menunjukkan akuntabilitas terhadap pengelolaan sumber daya yang dipercayakan, sehingga akuntabilitas publik sangat penting untuk pertanggungjawaban pemerintah terhadap masyarakat.Grand teori penelitian ini menggunakan new public management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh akuntabilitas publik, pengawasan dan partisipasi anggaran terhadap kinerja manajerial Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Brebes. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini merupakan studi empiris dengan menggunakan metode survei, dimana dalam memperoleh data dari responden menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi uji validitas dan relibilitas, uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukan bahwa secara parsial akuntabilitas publik kondisi akuntabilitas publik sangat diperlukan bagi pengukuran kinerja manajerial, pengawasan inspektorat adanya pengawasan ispektorat kinerja pegawai cenderung meningkat untuk mencapaian target dan partisipasi anggaran akan memunculkan komitmen manajemen terhadap kinerja manajerial pada Ogranisasi Perangkat Daerah Kabupaten Brebes. Implikasi untuk penelitian ini yaitu untuk lebih meningkatkan kinerja demi kemajuan institusi, maka perlu ditingkatkan dalam keikutsertaan partisipasi penyusunan anggaran, desentralisasi dan akuntabilitas publik serta tak kalah penting peningkatan pengawasan internal di semua lini manajemen Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Brebes, karena dengan peningkatan pengawasan akan menjamin berjalannya manajemen yang lebih baik. | This study entitled "The effect of public accountability, inspectorate supervision and budget participation on the managerial performance of regional apparatus organizations in Brebes Regency". The financial reports presented by the local government can be used as the basis for their accountability to the public. The purpose of financial reporting is to present useful information for decision making and to show accountability for the management of entrusted resources, so that public accountability is very important for government accountability to society. Grand theory of this study uses new public management. The purpose of this study was to analyze the effect of public accountability, supervision and budget participation on the managerial performance of the Brebes Regency Regional Apparatus Organization. This type of research is quantitative research. This research is an empirical study using a survey method, where in obtaining data from respondents using a questionnaire. The data analysis techniques in this study included validity and reliability tests, classical assumption tests and multiple linear regression analysis. Based on the results of research and data analysis, it shows that partially public accountability, the condition of public accountability is very necessary for measuring managerial performance, inspectorate supervision, the supervision of the employee performance ispectorate tends to increase to achieve targets and budget participation will bring management commitment to managerial performance in the Regional Apparatus Organization of Brebes Regency . The implication for this research is that to further improve performance for the advancement of institutions, it is necessary to increase participation in budgeting participation, decentralization and public accountability and no less important to increase internal control in all lines of management of the Brebes Regency Regional Apparatus Organization, because increased supervision will ensure its running. better management. | |
| 27692 | 31056 | E1A015248 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PENGHAPUSAN MEREK “MONSTER” BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DALAM PUTUSAN NOMOR: 16/Pdt.Sus/Merek/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst. | Pada era globalisasi, berbagai produk dan jasa semakin mudah ditawarkan baik dalam skala nasional maupun internasional. Merek memiliki peranan penting sebagai pembeda suatu produk atau jasa antara satu pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya. Indonesia menganut asas first to file principle, artinya pemohon pendaftaran merek yang pertama kali baik perorangan maupun badan hukum dianggap sebagai pemilik merek dan pendaftaran tidak boleh berdasarkan itikad tidak baik, apabila diajukan pendaftaran merek berdasarkan itikad tidak baik maka harus di tolak. Merek yang telah terdaftar apabila tidak digunakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dalam perdagangan sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir dapat diajukan penghapusan merek oleh pihak ketiga yang berkepentingan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah metode yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Metode analisis data yang digunakan adalah normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa penghapusan merek “MONSTER” milik Tergugat dalam Putusan Nomor: 16/Pdt.Sus/Merek/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst. telah sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis. Gugatan didasarkan atas kepentingan penggugat sebagai pihak ketiga dan tergugat yang tidak pernah menggunakan merek “MONSTER” miliknya dalam kegiatan perdagangan selama lewat 3 (tiga) tahun berturut-turut. | In the globalization era, heterogenous products and services become easier to offer in terms of the national and international scale. Brands have an important role to differentiate a product or services of a venture against that of another venture. Indonesia is holding on to the first to file principle meaning the very first-time applicant of brand registration is considered as the owner of the trademark whether it concerns an individual or organization and the registration should not be initiated on a bad intent. If so, it should be rejected. Should the registered trademark not be used for 3 consecutive years in the market since the date of registration or its use, a brand abolishment could be filed by the third related parties. Normative juridical is used as the methodological approach for the research. As for the data, secondary data is used which consists of primary and secondary corporate law. The specification of the research used on this occasion is descriptive analysis. Meanwhile, normative qualitative is utilized for the analysis method. Based on the result and analysis, it can be concluded that the brand abolishment “MONSTER” belonging to the defendant in the verdict Number: 16/Pdt.Sus/Merek/2018/PN.Niaga.Jkt.Pst. is in terms with the Law Number 20 the Year 2016 about Brand and Geographical Indication. The sue is based on the prosecutor’s interest as the third party and the defendant who never uses their trademark “MONSTER” in the market for more than 3 consecutive years. | |
| 27693 | 31066 | C1C016085 | Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Pengukuran Kinerja (Studi Kasus pada salah satu Institusi Pendidikan Tinggi Negeri di Jawa Tengah) | Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja salah satu institusi pendidikan tinggi negeri yang ada di jawa tengah, ditinjau dari perspektif keuangan, perspektif kepuasan pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspetif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data primer dan sekunder yang didapatkan di lapangan. Subyek penelitian ini adalah para pimpinan universitas, para alumni universitas, para karyawan universitas, serta para mahasiswa. Pengambilan data pada perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilakukan dengan metode wawancara. Sedangkan pengambilan data pada perspektif keuangan menggunakan laporan keuangan yang mengacu pada laporan keuangan instansi pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Hasil dari penelitian ini adalah universitas telah melaksanakan seluruh kegiatan secara baik dan wajar yang berorientasi pada pencapaian visi dan misi universitas serta menciptakan lulusan yang unggul dan profesional. Hal ini didapatkan dari sinergitas antara unit dan divisi yang ada di universitas, mulai dari tingkat pimpinan hingga tingkat fakultas, serta antara universitas dengan pengguna universitas.Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja salah satu institusi pendidikan tinggi negeri yang ada di jawa tengah, ditinjau dari perspektif keuangan, perspektif kepuasan pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspetif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data primer dan sekunder yang didapatkan di lapangan. Subyek penelitian ini adalah para pimpinan universitas, para alumni universitas, para karyawan universitas, serta para mahasiswa. Pengambilan data pada perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilakukan dengan metode wawancara. Sedangkan pengambilan data pada perspektif keuangan menggunakan laporan keuangan yang mengacu pada laporan keuangan instansi pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Hasil dari penelitian ini adalah universitas telah melaksanakan seluruh kegiatan secara baik dan wajar yang berorientasi pada pencapaian visi dan misi universitas serta menciptakan lulusan yang unggul dan profesional. Hal ini didapatkan dari sinergitas antara unit dan divisi yang ada di universitas, mulai dari tingkat pimpinan hingga tingkat fakultas, serta antara universitas dengan pengguna universitas.Penelitian ini dilakukan untuk mengukur kinerja salah satu institusi pendidikan tinggi negeri yang ada di jawa tengah, ditinjau dari perspektif keuangan, perspektif kepuasan pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspetif pertumbuhan dan pembelajaran. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data primer dan sekunder yang didapatkan di lapangan. Subyek penelitian ini adalah para pimpinan universitas, para alumni universitas, para karyawan universitas, serta para mahasiswa. Pengambilan data pada perspektif pelanggan, perspektif bisnis internal, serta perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dilakukan dengan metode wawancara. Sedangkan pengambilan data pada perspektif keuangan menggunakan laporan keuangan yang mengacu pada laporan keuangan instansi pemerintah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor: 24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Hasil dari penelitian ini adalah universitas telah melaksanakan seluruh kegiatan secara baik dan wajar yang berorientasi pada pencapaian visi dan misi universitas serta menciptakan lulusan yang unggul dan profesional. Hal ini didapatkan dari sinergitas antara unit dan divisi yang ada di universitas, mulai dari tingkat pimpinan hingga tingkat fakultas, serta antara universitas dengan pengguna universitas. | This research was conducted to measure the performance of one of the state higher education institutions in Central Java, from a financial perspective, customer satisfaction perspective, internal business process perspective, and growth and learning perspectives. This research is a qualitative descriptive study with the support of primary and secondary data obtained in the field. The subjects of this study were university leaders, university alumni, university employees, and students. Data retrieval from the customer perspective, internal business perspective, and growth and learning perspectives were carried out using the interview method. Meanwhile, data collection from a financial perspective uses financial reports that refer to the financial statements of government agencies in accordance with Government Regulation Number 24 of 2005 concerning Government Accounting Standards (SAP). The result of this research is that the university has carried out all activities properly and fairly oriented towards achieving the university's vision and mission and creating excellent and professional graduates. This is obtained from the synergy between units and divisions in the university, starting from the leadership level to the faculty level, as well as between universities and university users. | |
| 27694 | 31068 | F1A016050 | PERGESERAN TRADISI PENINGSET DALAM ACARA LAMARAN DI DESA BANGKAL KECAMATAN BINANGUN CILACAP | Penelitian ini bertujuan mengkaji perubahan tradisi peningset dalam acara lamaran dan perubahan makna peningset dulu sebelum tahun 2010 dan setelah tahun 2010. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sasaran utama adalah laki-laki yang sudah menikah yang berasal dari Desa Bangkal yang pernah melakukan tradisi peningset dalam prosesi pernikahan adat Jawa,sasaran utama dalam penelitian ini sebanyak tiga orang. Sasaran pendukung adalah budayawan Banyumas (pemangku budaya),pranatacara dalam pernikahan,perias pengantin (dukun pengantin), orang tua mempelai laki-laki, dan perempuan yang sudah menikah yang berasal dari Desa Bangkal. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan teknik snowball, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dari Milles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perubahan bentuk dan makna social dalam acara lamarannya dari sebelum tahun 2010 dan setelah tahun 2011. Tradisi peningset dulu sebelum tahun 2010 berupa uang, makanan dari ketan, daun sirih dan kain batik atau kebaya, namun setelah tahun 2010 peningset sudah mulai modern yaitu dengan membawa peningset berupa cincin saja. Peningset sebelum tahun 2010 dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab dan kesanggupan dari calon suami kepada calon istri. Sedangkan makna peningset sekarang setelah tahun 2010 adalah sebagai pengikat suatu hubungan bahwa mereka sudah resmi bertunangan. Selain makna peningset, adapula makna sosial dulu dan sekarang dalam acara lamaran . Sebelum tahun 2010 makna sosial dalam acara lamaran (peningsetan) yaitu lebih kolektif, bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa krama,juru bicaranya adalah sesepuh, pakaiannya masih tradisional, sedangkan setelah tahun 2010 makna sosialnya adalah lebih individualis, sudah menggunakan bahasa Indonesia tidak lagi menggunakan bahasa Jawa, pakaian yang digunakan sudah modern. | This study aims to examine the tradition of peningset in applications and changes in the meaning of peningset before 2010 and after 2010. This research uses a descriptive qualitative approach with the main target being married men who come from the village Bangkal, who have practiced the peningset tradition in wedding processions. Javanese custom, the main target in this study were three people. Supporting targets are Banyumas (cultural stakeholder),wedding attendants,bridal make-up, parent of married brides and gromms who come from Bangkal village. The teqhnicue of determining the informants using purposive sampling teqhnicue and snowball technique, the data collection techniqu using depth interviews,observations and documentations. Analysis techniques using interactive analysis technique from Milles dan Huberman. The result study indicate that there was change in peningset before 2010 and after 2010,as well the meaning both ini general amd social the application program. Peningset before 2010 namely bringing peningset in the form of money,food from sticky rice,betel leaf, batik cloth or kebaya, but after 2010 peningset have begun to modernize, namely bringing peningset in the formof rings only. The meaning of peningset then and now is also different, before 2010 the meaning of peningset was form responsibility and ability of the prospective wife,while the meaning of peningset now after 2010 is the binding relationship. Apart from the meaning of peningset,there also a social meaning in the aplication program which is more collective,the languange used Javanes krama,the sopkes persons is the elder,the clothes are still traditional. While after 2010 the social meaning is individualist,already using Indonesian, no longerusing Javanes.the clothes used are modern. | |
| 27695 | 31058 | C1C016101 | PENGARUH SENSITIVITAS ETIS, IDEALISME, PENGETAHUAN ETIKA DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PERSEPSI ETIKA MAHASISWA AKUNTANSI MENGENAI PERILAKU TIDAK ETIS AKUNTAN (Studi Kasus Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel sensitivitas etis, idealisme, pengetahuan etika dan kecerdasan emosional terhadap persepsi etika mahasiswa akuntansi mengenai perilaku tidak etis akuntan. Jenis penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif. Populasi berupa mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel diperoleh sebanyak 80 mahasiswa. Sumber data yang digunakan adalah data primer. Analisis yang digunakan adalah uji kualitas data, statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji kelayakan model, uji t. Hasil penelitian ini; (1) Sensitivitas Etis berpengaruh negatif signifikan terhadap persepsi etika mahasiswa akuntansi mengenai perilaku tidak etis akuntan; (2) Idealisme tidak berpengaruh negatif signifikan terhadap persepsi etika mahasiswa akuntansi mengenai perilaku tidak etis akuntan; (3) Pengetahuan Etika berpengaruh negatif signifikan terhadap persepsi etika mahasiswa akuntansi mengenai perilaku tidak etis akuntan; (4) Kecerdasan Emosional berpengaruh negatif signifikan terhadap persepsi etika mahasiswa akuntansi mengenai perilaku tidak etis akuntan. | This study aims to determine the effect of the variables of ethical sensitivity, idealism, ethical knowledge and emotional intelligence on ethical perceptions of accounting students regarding accountant’s unethical behavior. This Type of research is quantitative approach. The population is S1 accounting students, Faculty of Economic and Business, Jenderal Soedirman University. Sampling using Purposive sampling and obtained as many as 80 students. The data source used is primary data. The analysis used is data quality test, descriptive statistics, classical assumption test, multiple linear regression analysis, model feasibility test, t test. The result of this study; (1) Ethical sensitivity has a significant negative effect on ethical perceptions of accounting students regarding accountants’ unethical behavior; (2) Idealism does not have a significant negative effect on ethical perception of accounting students regarding accountants’ unethical behavior; (3) Ethical knowledge has a significant negative effect on ethical perceptions of accounting students regarding accountants' unethical behavior; (4) Emotional intelligence has a significant negative effect on ethical perceptions of accounting students regarding accountants' unethical behavior. | |
| 27696 | 31057 | K1B016029 | Model Matematika Penyebaran Tumpahan Minyak di Laut Lepas | ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan pola penyebaran tumpahan minyak di laut lepas dengan pengaruh pergerakan angin. Model matematika diturunkan dari proses gerak acak partikel tumpahan minyak dengan bantuan transformasi Laplace dan transformasi Fourier. Penyelesaian model diperoleh juga dengan menggunakan transformasi Laplace dan transformasi Fourier. Berdasarkan analisis penyelesaian model, diperoleh bahwa tumpahan minyak cenderung menyebar dalam arah pergerakan angin. Dari animasi, diperoleh bahwa pola penyebaran partikel tumpahan minyak dapat digambarkan bahwa laju dan arah angin mempengaruhi laju dan arah penyebaran partikel minyak yang tumpah. Semakin besar laju pergerakan angin, maka pergerakan partikel minyak semakin cepat. | ABSTRACT. This study aims to model the distribution pattern of oil spills in the deep seas with the influence of wind movements. The mathematical model is derived from the process of random motion of the oil spill particles with the help of the Laplace transform and Fourier transform. The solution to the model is also obtained using the Laplace transform and the Fourier transform. Based on the analysis of the completion of the model, it is found that oil spills tend to spread in the direction of the wind movement. From the animation, it is found that the distribution pattern of the oil spilled particles can be illustrated that the speed and direction of the wind affects the rate and direction of the spread of the spilled oil particles. The greater the speed of wind movement, the faster the movement of oil particles. | |
| 27697 | 31059 | D1A016181 | ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN TERNAK DOMBA DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui populasi ternak domba dan trend ternak domba di Kabupaten Banyumas, 2) mengetahui daerah yang potensial untuk pengembangan ternak domba di Kabupaten Banyumas. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kabupaten Banyumas. Analisis yang digunakan adalah analisis Location Quation (LQ) dan regresi sederhana. Analisis LQ adalah analisis yang digunakan untuk mengetahui wilayah potensial untuk pengembangan ternak domba sedangkan analisis regresi sederhana untuk mengetahui trend populasi ternak domba. Hasil penelitian menunjukan populasi ternak domba di Kabupaten Banyumas pada tahun 2019 yaitu 17.097 dan trend domba di Kabupaten Banyumas dalam beberapa tahun terakhir cenderung mengalami penurunan. Wilayah basis pengembangan ternak domba berdasarkan indeks LQ > 1 yaitu : Kecamatan Lumbir, Wangon, Rawalo, Tambak, Kembaran, Sokaraja. Kata kunci : Ternak Domba, Populasi,Potensi Pengembangan , Indeks LQ | ABSTRACT The purpose of this study is 1) knowing the sheep population and trend of sheep in Banyumas Regency, 2) knowing the potential areas for sheep development in Banyumas Regency. The data source used in this study is secondary data obtained from BPS (Central Bureau of Statistics) banyumas regency. The analysis used is Location Quation (LQ) analysis and simple regression. LQ analysis is an analysis used to find out the potential areas for sheep development while the regression analysis is simple to find out the trend of sheep livestock populations. The results showed that the sheep population in Banyumas district in 2019 was 17,097 and the trend of sheep in Banyumas district in recent years tends to decrease. The base area of sheep livestock development based on LQ > 1 index is: Lumbir, Wangon, Rawalo, Tambak, Kembaran, Sokaraja sub-district Keywords: Sheep Livestock, Population, Development Potential, LQ Index | |
| 27698 | 31118 | C1G016002 | Determinant Of Household Fruit Consumption In Purwokerto Utara | Penelitian ini berjudul “Faktor Penentu Konsumsi Buah Rumah Tangga Di Purwokerto Utara”. Purwokerto Utara adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Purwokerto Utara dibagi menjadi tujuh desa yang disebut Bancarkembar, Bobosan, Grendeng, Karangwangkal, Pabuaran, Purwanegara dan Sumampir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pendapatan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, tingkat pendidikan kepala keluarga, jenis kelamin kepala keluarga, harga buah, pengetahuan gizi buah dan menganalisis. variabel dominan konsumsi buah pada rumah tangga di Purwokerto Utara. Data dari penelitian ini bersifat kuantitatif yang diperoleh melalui wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah 17.131 rumah tangga di Purwokerto Utara. Besar sampel dalam penelitian ini adalah 100 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi linier berganda menunjukkan bahwa secara bersama-sama pendapatan kepala keluarga, jumlah anggota rumah tangga dan pengetahuan gizi buah ditemukan berpengaruh positif signifikan terhadap konsumsi buah rumah tangga di Purwokerto Utara. Sedangkan secara parsial tingkat pendidikan kepala keluarga, jenis kelamin kepala keluarga dan harga buah tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi buah rumah tangga di Purwokerto Utara. | This research is entitled “Determinants of Households Fruit Consumption In Purwokerto Utara”. Purwokerto Utara is a subdistrict in Banyumas Regency, Central Java Province, Indonesia. Purwokerto Utara divided into seven villages called Bancarkembar, Bobosan, Grendeng, Karangwangkal, Pabuaran, Purwanegara and Sumampir. The purpose of this study was to analyze the effect of income of the head of household, total of household members, education level of the head of the family, gender of the head of the family, price of fruits, knowledge of fruit nutritions and analyze the dominant variable on fruit consumption in households in Purwokerto Utara. The data from this study are quantitative in nature obtained by interviews. The population in this study were 17,131 households in Purwokerto Utara. The sample size in this study was 100 respondents. The technique used for sampling in this study is cluster random sampling. Based on the results of research and data analysis using multiple linear regression, it shows that together the income of the head of family, the total of household members and the knowledge of fruit nutritions found to have a significant positive effect on household fruit consumption in Purwokerto Utara. As for partially, the level of education of the head of family, the gender of the head of family and price of fruits does not have a significant effect on household fruit consumption in Purwokerto Utara. | |
| 27699 | 31060 | F1B016098 | Implementasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Di TPST Kedungrandu) | Permasalahan sampah masih menjadi perbincangan hangat bagi warga Kabupaten Banyumas. Sehingga Pemerintah Kabupaten Banyumas membuat kebijakan mengenai pengelolaan sampah, dengan tujuan bahwa kebijakan yang telah dibuat tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang disebabkan oleh sampah. Berdasarkan Bab III pasal 3 Perda no 6 Tahun 2012 Nomor 3 Seri E, menyebutkan bahwa pengelolaan sampah diselenggarakan berdasarkan asas tanggung jawab, asas berkelanjutan, asas manfaat, asas keadilan, asas kesadaran, asas kebersamaan, asas keselamatan, asas keamanan dan asas nilai ekonomi. Sedangkan tujuan dari pengelolaan sampah adalah untuk menjaga kelestarian fungsi lingkungan hidup dan kesehatan serta menjadikan sampah sebagai sumberdaya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada aspek sumberdaya yang mencakup dana, sarana dan prasarana, standarisasi, dan kemampuan TPST yang mendukung untuk pengelolaan sampah di TPST Kedungrandu sudah terpenuhi walaupun belum maksimal, tetapi sudah memenuhi standarisasi. Pada aspek karakteristik agen pelaksana, seluruh agen yang terlibat langsung dalam pengelolaan sampah di TPST Kedungrandu sudah memenuhi tanggung jawabnya untuk membantu dalam upaya pengurangan masalah yang disebabkan oleh sampah. Walaupun pendapatan mereka belum dapat mencapai UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). Dari aspek karakteristik kelompok sasaran, bahwa masyarakat yang menjadi kelompok sasaran dalam kebijakan ini sudah memenuhi kewajiban mereka untuk membayar retribusi setiap bulan. Bimbingan kepada masyarakat untuk melakukan 3R (reduce, reuse, recycle) masih diperlukan. Kata Kunci : Agen Pelaksana, Implementasi, Pengelolaan Sampah, Sampah, Sumberdaya | The garbage problem is still a hot topic of conversation for Banyumas Regency citizens. That Government of Banyumas Regency makes a policy regarding waste management, with the purpose that policy has been made can solve problems caused by waste. Based on Chapter III clause 3 of Perda No. 6/2012 No. 3 series E, it states that waste management is carried out based on the principle of responsibility, the principle of sustainability, the principle of benefit, the principle of justice, the principle of awareness, the principle of togetherness, the principle of safety, the principle of security and the principle of economic value. Meanwhile, the purpose of waste management is to preserve environmental and health functions and to make waste as a resource. The results of this study indicate that the aspect of resources which includes funds, facilities and infrastructure, standardization, and the ability of TPST which supports waste management in TPST Kedungrandu has suffered, although not maximally, but has met the standardization. In terms of the characteristics of implementing agency, all agents who are directly involved in waste management at TPST Kedungrandu have fulfilled their responsibilities to assist in efforts to reduce problems caused by waste. Although their income has not been able to reach the UMK (district/city minimum wage). From the aspect of the characteristics of the target group, that people who are the target groups in this policy have fulfilled their obligation to pay fees every month. Guidance the community to carry out the 3Rs (reduce, reuse, recycle) is still needed. Keywords : Executing Agent, Implementation, Resources, Waste Management, Waste | |
| 27700 | 31269 | B1B016021 | Diversity and Prevalence of Ectoparasitic Mite in Domestic Chicken (Gallus gallus domesticus) | Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang pada permukaan luar tubuh inang. Infestasi tungau pada ayam menyebabkan reaksi perilaku yang berbeda seperti membersihkan tubuh dan menggaruk kepala pada siang dan malam hari. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui keanekaragaman tungau ektoparasit pada ayam kampung; (2) Untuk mengetahui prevalensi tungau ektoparasit pada ayam kampung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, pengambilan sampel dilakukan secara random sampling di lima desa di sekitar Purwokerto Jawa Tengah. Sampel ektoparasit yang diperoleh selanjutnya diidentifikasi menggunakan mikroskop. Ektoparasit yang menyerang ayam kampung di beberapa desa sekitar Purwokerto adalah Dermanyssus gallinae, Megninia ginglymura, Haemaphysalis sp. Indeks keanekaragaman Shanon Wienner infestasi ektoparasit tertinggi sebesar 0,462 di Desa Karangsalam. Indeks kemerataan infestasi ektoparasit adalah Karanggintung, Kedungwuluh, dan Karangsalam. Infestasi ektoparasit pada ayam kampung di Kedungwuluh mirip dengan Kedungringin sebesar 85%. Prevalensi ayam kampung yang terinfestasi tungau ektoparasit di desa sekitar Purwokerto adalah 30%. Prevalensi ektoparasit yang menyerang ayam jantan sebesar 28% sedangkan ayam betina sebesar 32%. Ektoparasit yang paling banyak menginfestasi tubuh ayam kampung adalah D. gallinae dan M. ginglymura sedangkan tungau yang jarang menginfestasi adalah Haemaphysalis sp. Sebagian besar ektoparasit menginfestasi bulu di daerah dada-kaki ayam kampung | Ectoparasite is parasites that attack the surface of the outside host body. Mite infestations in chickens cause different behavioral reactions such as self grooming and scratching the head during the day and night. This research aimed (1) to know the diversity of ectoparasitic mite in domestic chicken; (2) to determine the prevalence of ectoparasitic mites in domestic chickens. The method used in this research was a survey method, samples was taken by random sampling in five villages around Purwokerto, Central Java. Ectoparasite samples obtained were subsequently identified under a microscope. Ectoparasites that infested domestic chicken in some village around Purwokerto were Dermanyssus gallinae, Megninia ginglymura, Haemaphysalis sp. The highest Shanon Wienner diversity index of ectoparasitic infest domestic chicken is 0.462 in Karangsalam village. Evenness index of ectoparasitic infest domestic chicken are Karanggintung, Kedungwuluh, and Karangsalam. The infestation of ectoparasites on domestic chicken in Kedungwuluh was similar with Kedungringin with the similarity of 85%. Prevalence of domestic chicken infested with ectoparasitic mites in villages around Purwokerto is 30%. The prevalence of ectoparasitic infesting male chickens was 28% while female chickens were 32%. Ectoparasite most infested in body region domestic chickens were D. gallinae and M. ginglymura while mites that rare infestation was Haemaphysalis sp. Ectoparasites have mostly infested the feather on the breast-leg region of domestic chicken. |