Artikelilmiahs

Menampilkan 27.641-27.660 dari 50.190 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2764131005G1A017076Korelasi Aktivitas Fisik dengan Kadar Testosteron Mahasiswa Kedokteran Universitas Jenderal SoedirmanLatar Belakang: Pada sebagian besar orang dewasa, termasuk mahasiswa, jumlah aktivitas fisik saat melakukan pekerjaan sehari-hari dan aktivitas pribadi tidak cukup untuk menjaga kebugaran. Tingkat aktivitas fisik mahasiswa juga tidak lebih tinggi dari populasi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa aktivitas fisik dapat memengaruhi kadar LH dan aktivitas kelenjar adrenal yang akhirnya akan memengaruhi kadar testosteron. Namun terdapat penelitian yang menunjukkan hasil yang tidak konsisten sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan metode dan instrumen serta kondisi yang berbeda.
Tujuan: Mengetahui korelasi antara aktivitas fisik dengan kadar testosteron mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman
Metode: Penelitian ini menggunakan desain crossectional dengan uji korelasi Spearman. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa laki-laki Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman yang dipilih secara consecutive. Semua subjek penelitian berusia antara 18-25 tahun. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ-LF. Salimetric Testosterone Salive Enzyme Immunoassay merupakan metode yang digunakan untuk pengukuran kadar testosteron saliva.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fisik memiliki rerata 1422,6 MET-menit/minggu, SD ±249,7 MET-menit/minggu. Kadar testosteron bebas memiliki rerata 47,2 pg/mL SD ±4,8 pg/mL. Hasil uji korelasi Spearman didapatkan p>0,05.
Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara aktivitas fisik dengan kadar testosteron pada mahasiswa kedokteran Universitas Jenderal Soedirman.
Background: In most adults, including college students, the amount of physical activity while doing daily work and personal activities is not sufficient to maintain physical fitness. The level of physical activity of students is also not higher than the population. Some studies suggest that physical activity can affect testosterone levels by affecting the LH levels and the adrenal activity that result in change of testosterone levels. However, there are studies that show inconsistent results, so further research is needed with different methods, instruments and conditions.
Objective: To dermine correlation of physical activity and testosterone levels on the students of medicine, Jenderal Soedirman University.
Methods: This study used cross-sectional design with Spearman test. The subjects of the study were 30 male students of the Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, who were choosen consecutively. All study subjects were aged between 18-25 years. Physical activity measured by IPAQ-LF questionnaire. Salimetric Testosterone Saliva Enzyme Immunoassay was a method that used to measure salivary testosterone.
Results: The results show that physical activity has a mean of 1422,6 MET-min/week, SD ±249,7 MET-min/week. Free testosterone has a mean of 47,2 pg/mL SD ±4,8 pg/mL. Spearman correlation test results get a value of 0>0.05.
Conclusion: There is no correlation between physical activity and testosterone levels on the students of medicine, Jenderal Soedirman Faculty.
2764231006D1A016141KINETIKA KADAR AIR DAN PERSENTASE RENDEMEN KOMPOS BERBAHAN BAKU FESES SAPI POTONG YANG DIPERKAYA AZOLLA SPPantura. Penelitian berjudul kinetika kadar air dan persentase rendemen kompos berbahan baku feses sapi potong yang diperkaya Azolla sp dilaksanakan pada tanggal 3 Agustus sampai dengan 28 Agustus di UD Sapi Amanah Farm (Beef and sheep fattening) desa Karang Gintung, kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kinetika kadar air selama pengkomposan, mengetahui kadar air dalam kompos dan persentase rendemen kompos feses sapi potong yang diperkaya Azolla sp. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini yaitu P0 (kontrol), dan P1 dengan menambakan Azolla sp pada perlakuan kontrol (P0) sebanyak 10 %. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu experimental. Data dianalisis dengan menggunakan Repeated Measure Analysis of Variance (RMA) untuk kadar air dan data untuk mengetahui penambahan azolla sp terhadap rendemen kompos dianalisis dengan menggunakan Uji t . Peubah yang diukur adalah kinetika kadar air dan persentase rendemen kompos. Hasil analisis pengaruh perlakuan terhadap kinetika kadar air menunjukan dimana kinetika kadar air pada saat selesai pengomposan masih di atas setandar SNI yaitu P0 sebesar 55,739± dan P1 sebesar 56,554±. Hasil rataan rendemen pada P0 sebesar 60,7617 ± 5,422 dan P1 sebesar 59,7301 ± 4,701 dalam bentuk persen rendemen segar. Untuk hasil dari rendemen berdasarkan bahan kering sendiri yaitu PO 88,1146 ± 10508 dan P1 80,2798 ± 10,276.
Kata kunci : kadar air, Rendemen, Azolla sp, kompos, Sapi potong
The research entitled kinetics of water content and percentage of compost yield made from beef cattle feces enriched with Azolla sp was carried out on August 3 to August 28 at UD Sapi Amanah Farm (Beef and sheep fattening), Karang Gintung village,Sumbang sub-district, Banyumas district, and Laboratory of Animal Foodstuff Science, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The purpose of this study was to assess the kinetics of water content during composting, determine the moisture content in the compost and the yield were beef cattle feces compost enriched with Azolla sp. The treatments given in this study were P0 (control), and P1 addedAzolla sp at control (P0) by 10%. The method used in this research was experimental. Data were analyzed by Repeated Measure Analysis of Variance (RMA) for moisture content and data to determine the addition of Azolla sp to compost yield were analyzed by t Test. The variables measured were kinetics of water content and percentage of compost yield. The result showed water the kinetics was the water level at the end of composting was still above the SNI standard, namely P0 was 55.739 ± and P1 was 56.554 ± The yield mean at P0 was 60.7617 ± 5.422 and P1 was 59.7301 ± 4.701 in the form of fresh yield percent. For the results of the yield based on dry matter,namely PO of was88.1146 ± 10508 and P1of was 80.2798 ± 10.276.
Keywords : water content, yield , Azolla sp , compost, beef cattle
2764331007L1A016023Study the Correlation of Macro-bioeroders Abundance with the Diversity of Coral Reef in Harapan Island, Kepulauan SeribuMakro-Bioeroders adalah biota-biota laut yang aktivitas, menembus atau menerobos, mengikis dan melemahkan kerangka kalkareus yang terbentuk oleh organisme pembentuk terumbu. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman terumbu karang, tutupan karang, kepadatan makro-bioerders, dan hubungan antara kepadatan bioeroder dan keanekaragaman terumbu karang di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. Pengambilan data tutupan terumbu karang dan keanekaragaman terumbu karang menggunakan metode Line Intercept Transect (LIT), data yang diambil dicatat dan difoto dan untuk pengambilan data kepadatan makro-bioeroders menggunakan metode Belt Transect dikombinasikan dengan metode Line Intercept Transect (LIT), data yang diambil difoto dan dihitung kepadatannya. Hasil penelitian menunjukkan nilai indeks keanekaragaman terumbu karang sebesar 2,84 dan terdapat 7 family, 15 genus dan 23 terumbu karang ditemukan. Persentase tutupan karang keras berkisar antara 39,89 – 48,19% dengan substrat berupa pasir dan batuan dan kepadatan makro-bioeroders berkisar antara 15 – 30 ind/80m2 dengan kepadatan tertinggi diperoleh Diadema setosum dan kepadatan terendah diperoleh Centrostephanus rodgersii . Hubungan antara kepadatan makro-bioerders dengan keanekaragaman terumbu karang di Pulau Harapan berkorelasi positif dengan nilai R2 sebesar 76,92%.Macro-bioeroders is any organism that, through its assorted activities, erodes and weakens the calcareous skeletons of reef-building species. This study aimed to determine the diversity of coral reef, the coral cover, abundance of Macro-bioeroders and the correlation between the diversity of coral reef and Macro-bioeroders abundance in Harapan Island, Kepulauan Seribu. The data were collected using the Line Intercept Transect for the coral cover and the diversity of coral reefs, while the data for the abundance of Macro-bioeroders were collected by using the Line Intercept Transect method combined with the method Belt Transect. The results showed that the index value of diversity coral reef was 2,84 and there were 7 families, 15 genera and 23 species found on this island. The percentage of hard coral cover ranged between 39,89 – 48,19% with sand and rocks substrata, the abundance of Macro-bioeroders ranges between 15 - 30 ind/80 m2 with the highest abundance obtained by Diadema setosum, and lowest abundance obtained by Centrostephanus rodgersii. The correlation between the abundance of Macro-bioeroders and the diversity of coral reef in Harapan Island is positively correlated, but not significant.
2764431008G1A017009Hubungan Antara Berat Badan Lahir dengan Tumbuh Kembang Anak di Desa Repoah Banyumas Jawa TengahLatar Belakang: Periode emas kehidupan akan menentukan tumbuh kembang anak di masa yang akan datang. Berat badan lahir merupakan salah satu faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak.
Tujuan: Mengetahui korelasi antara berat badan lahir dengan tumbuh kembang anak
Metode: Analisis observasional dengan pendekatan cross sectional study. Subjek penelitian yaitu anak – anak balita di Posyandu Bina Kasih I – XI Desa Rempoah pada bulan Oktober – November 2018 dengan menggunakan data sekunder. Uji bivariat dengan menggunakan analisis Spearman, uji Eta, dan Koefisien-Kontingensi. Uji multivariat dengan analisis regresi linear, ordinal, dan logistik.
Hasil: Sebagian besar subjek penelitian memiliki status gizi normal (74%) dan perkembangannya sesuai berdasar buku KIA (94,2%). Hasil korelasi bermakna secara statistik antara BBL dengan status gizi (p=0,042). Korelasi berat badan lahir (BBL) dan lingkar kepala menunjukkan nilai p 0,036. Nilai signifikansi BBL dengan perkembangan berdasar buku KIA yaitu 96,25. Nilai signifikansi antara jenis kelamin dan BBL sebesar 5,511. Nilai signifikansi antara jenis kelamin dan lingkar kepala yaitu 10,395. Hasil multivariat didapatkan jenis kelamin signifikan memengaruhi BBL dan lingkar kepala.
Kesimpulan: Terdapat korelasi signifikan antara BBL dengan status gizi, lingkar kepala, dan perkembangan berdasar buku KIA. Hasil multivariat menunjukkan jenis kelamin signifikan memengaruhi BBL dan lingkar kepala.
Background: The golden period will determine the development of children in the future. Birth weight is one of the factors that affect child development.
Aim: Knowing the correlation between birth weight and child’s growth development.
Methods: Observational analysis with a cross sectional study approach. The subjects of this study were children under five years old at Posyandu Bina Kasih I – XI, Rempoah Village in October – November 2018 based on secondary data. The bivariate tests used in this study were Spearman analysis, Eta test, and Coefficient Contingency. The multivariate tests used in this study were linear, ordinal, and logistic regression.
Results: Most of the subjects have normal nutritional status (74%) and their development are in accordance with the KIA book (94.2%). The correlation is statistically significant between low birth weight (LBW) and nutriotional status (p=0.042). The correlation of birth weight and head circumference shows p value of 0.036. The significance value between LBW and development based on the KIA book is 96.25. The significance value between sex and LBW is 5.511. The significance value between sex and head circumference is 10.395. Multivariate analysis shows that gender significantly affects LBW and head circumference.
Conclusions: There is a significant correlation between birth weight with nuritional status, head circumference, and development based on the KIA book. The multivariate analysis shows that sex significanly affect birth weight and head circumference.
2764530827C1L016045PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KINERJA DENGAN IKLIM KERJA SEBAGAI VARIABEL PEMODERASILembaga pendidikan formal memiliki struktur organisasi dengan tujuan mencapai yang sudah direncanakan, dengan kepemimpinan sekolah yang baik akan memberikan suasana sekolah yang kondusif untuk melakukan proses pembelajaran demi menghasilkan siswa yang kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. 2) Menganalisis pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru. 3) Menganalisis pengaruh iklim kerja sekolah terhadap kinerja guru. 4) Menganalisis apakah iklim kerja sekolah memoderasi pengaruh antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru. 5) Menganalisis apakah iklim kerja sekolah memoderasi pengaruh antara kompetensi profesional terhadap kinerja guru.. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru MAN 1 Banyumas sebanyak 62. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, regresi moderasi, uji F dan uji T.
Hasil penelitian menunjukkan: (1) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif terhadap kinerja guru di MAN 1 Banyumas (2) Kompetensi profesional berpengaruh positif terhadap kinerja guru di MAN 1 Banyumas (3) Iklim kerja sekolah berpengaruh positif terhadap kinerja guru di MAN 1 Banyumas (4) Iklim kerja sekolah tidak memoderasi pengaruh positif kepemimpinan kepala sekolah (5) Kompetensi profesional tidak memoderasi pengaruh kompetensi profesional terhadap kinerja guru.
Formal educational institutions have an organizational structure with planned goals, with good school leadership that will provide a conducive school atmosphere to carry out the learning process in order to produce competitive students. This study aims to 1) analyze the leadership leadership of the principal on teacher performance. 2) Analyzing the effect of professional competence on teacher performance. 3) Analyze the school work climate on teacher performance. 4) Analyze whether the school work climate moderates the influence of the principal's leadership on teacher performance. 5) Analyze whether the school work climate moderates the effect of professional competence on teacher performance. This research is a quantitative study using a survey method. The population in this study were 62 teachers of MAN 1 Banyumas. The data analysis technique used was multiple linear regression analysis, moderation regression, F test and T test.

The results showed: (1) Principal leadership has a positive effect on teacher performance in MAN 1 Banyumas (2) Professional competence has a positive effect on teacher performance in MAN 1 Banyumas (3) School work climate has a positive effect on teacher performance in MAN 1 Banyumas (4) )) The school work climate has no positive influence on the principal's leadership (5) Professional competence does not moderate the effect of professional competence on teacher performance.
2764631009E1A016227TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA DALAM PENJUALAN PESTISIDA PALSU TERHADAP KONSUMEN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR 33/Pid.Sus/2020/PN.BbsTanggung jawab merupakan perbuatan yang dilakukan oleh seorang sebagai wujud dari kesadaran dan kewajibannya didalam menanggung suatu akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya. Kerugian konsumen akibat mengkonsumsi atau menggunakan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan oleh pelaku usaha, membuat pelaku usaha berkewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pelaku usaha dalam melaksanakan usahanya tidak beriktikad baik karena menjual atau mengedarkan pestisida palsu yang kandungan bahan aktifnya tidak sesuai/ dibawah standar mutu.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif. Sumber data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Metode pengumpulan data adalah studi kepustakaan. Metode penyajian data yang digunakan adalah penyajian data dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data adalah normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Pengadilan Negeri Brebes Nomor : 33/Pid.Sus/2020/PN.Bbs, bahwa pelaku usaha tidak melaksanakan kewajibannya dengan baik sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 7 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan hakim dalam putusannya hanya menggunakan Pasal Pasal 123 Jo. Pasal 77 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2019 Tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana untuk menjerat pelaku usaha, sehingga Hakim dalam menjatuhkan putusan dinilai kurang cermat dalam menerapkan hukumnya.
Responsibility is an act committed by someone as a from of awarenees of his/her obligation in bearing a consequence of the actions that he/she had done. Consumer loss from consuming or using goods and/or services traded by entrepreneurs, make them obliged to be responsible for the loss. The problem in this research is that business actors in carrying out their business do not have good faith because they sell or distribute fake pesticides whose active ingredients are not in accordance with / below quality standards.
The research method used is normative juridical. The research specification is descriptive. The data sources used are primary, secondary and tertiary. Legal materials. The data method is literature study. The data presentation method used is the presentation of data in the form of narrative text. The data analysis method is normative qualitative.
Based on the results of research on the Brebes District Court Decision Number: 33 / Pid.Sus / 2020 / PN.Bbs, that business actors are not carrying out their obligations properly as stipulated in Article 7 of Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection, and judges in the decision only uses Article 123 Jo. Article 77 paragraph (1) of Law of the Republic of Indonesia Number 22 of 2019 concerning the Sustainable Agricultural Cultivation System and Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law to ensnare business actors, so that judges in making decisions are considered inaccurate in implementing the law.
2764731044A1F017036KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI BISKUIT SUBTITUSI TEPUNG SORGUM (Sorghum bicolor L.) DENGAN PENAMBAHAN SARI KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) DAN PEMANIS STEVIA (Stevia rebaudiana)Biskuit merupakan salah satu produk pangan kering yang memiliki rasa khas manis. Pada penelitian ini dilakukan pemanfaatan tepung sorgum sebagai bahan pensubtitusi tepung terigu, sari kacang koro pedang sebagai sumber protein, dan bubuk daun stevia sebagai bahan pemanis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung sorgum, dengan penambahan sari kacang koro pedang dan pemanis stevia terhadap sifat sensori dari biskuit, kemudian untuk memilih biskuit subtitusi tepung sorgum dengan penambahan sari kacang koro pedang dan pemanis stevia dengan sifat sensori terbaik, serta untuk mengetahui sifat fisik dan kimia biskuit terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan berupa rancangan acak kelompok (RAK), diulang sebanyak dua kali. Faktor yang digunakan berupa proporsi tepung terigu dan tepung sorgum dengan taraf 70:30, 60:40, dan 50:50, faktor penambahan sari kacang koro pedang dengan taraf 30%, 35%, dan 40%, serta faktor penambahan pemanis stevia dengan taraf 26%, 28%, dan 30%. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan berupa karakteristik fisik biskuit berupa uji volume pengembangan, karakteristik kimia berupa uji kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein total, kadar gula reduksi, dan kadar karbohidrat (by difference). Sedangkan sifat sensori diuji dengan menggunakan uji skoring dengan 30 panelis semi-terlatih. Pengujian diawali dengan dilakukannya uji sensori untuk mengetahui tiga perlakuan terbaik dan adanya pengaruh nyata dari tiap parameter. Parameter aroma berpengaruh nyata dengan adanya penggunaan proporsi tepung sorgum, penambahan sari kacang koro pedang, dan pemanis stevia. Tiga sampel terbaik yang diperoleh yakni sampel T3V3S1, T3V3S2, dan T2V3S3. Ketiga sampel tersebut dilakukan uji fisik dan kimia dengan nilai volume pengembangan yang diperoleh berturut-turut yaitu 42,6%, 37,4%, 55,4%. Nilai kadar air sejumlah 0,471%, 0,467%, 0,481%, nilai kadar abu sejumlah 1,30%, 1,14%, 1,17%, nilai kadar lemak 15,70%, 14,50%, 15,30%, nilai kadar protein total sejumlah 6,71%, 7,27%, 7,43%, nilai kadar gula reduksi sejumlah 0,481%, 0,471%, 0,467%, dan nilai kadar karbohidrat (by difference) sejumlah 72,07%, 73,03%, dan 73,48%.
Biscuit is known as a bakery product that has a sweet taste and produced from a various ingredients. In this study, we used sorghum flour to substitute the wheat flour. As a source of protein, we used sword jack bean milk and stevia powder as a sweetener. The purpose of this research is to determine the effects of substitution of sorghum flour, with the addition of sword jack bean milk and stevia sweetener on the sensory properties of biscuits, then to select sorghum flour substitution biscuits with the addition of sword jack bean milk and stevia sweetener with the best sensory properties, and to determine the best biscuit’s physical and chemical properties. The experimental design that we used in this study, is a randomized block design (RBD), that repeated in twice. There were three factors that we used in this study, there are the proportions of wheat flour and sorghum flour with a ratio 70:30, 60:40, and 50:50, the factor of sword jack bean milk proportions in three level, there are 30%, 35%, and 40%, and the last factor is the proportion of stevia sweetener with three level, there are 26%, 28%, and 30%. In this study, we observe the physical characteristics of biscuits by using the volume expansion tests, and we observe the chemical characteristics in various method. There are moisture content, ash content, fat content, total protein content, reducing sugar content, and carbohydrate content (by difference). While the sensory properties were tested using a scoring test with 30 semi-trained panelists. The research begins with a sensory test to determine the three best treatments and the significant effect of each parameter. The aroma parameter significantly affected the use of the proportion of sorghum flour, the addition of sword jack bean milk, and stevia sweetener. The three best samples that we obtained, were T3V3S1, T3V3S2, and T2V3S3. Those three sample were tested to physical and chemical tests with the volume expansions values that we obtained were 42.6%, 37.4%, 55.4%. The moisture content value were 0.471%, 0.467%, 0.481%, the value of the ash content were 1.30%, 1.14%, 1.17%, the fat content value were 15.70%, 14.50%, 15.30%, total protein content values were 6.71%, 7.27%, 7.43%, reduced sugar levels of 0.481%, 0.471%, 0.467%, and values of carbohydrate content (by difference) were 72.07%, 73.03%, and 73.48%.
2764831011I1A016031FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEMBUANG SAMPAH PADA ACARA CAR FREE DAY (LITERATURE REVIEW)Latar Belakang : Car Free Day adalah suatu gerakan untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan motor dan mobil. Gerakan ini dimulai dari kesadaran penduduk mengenai dampak perilaku membuang sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku membuang sampah pada acara car free day menggunakan literature review. Metodologi : Jenis penelitian ini menggunakan literature review dengan menggunakan metode pengumpulan data pustaka. Pencarian artikel menggunakan Google Schoolar, PubMed dan Willey Online Library dengan rentang waktu tahun 2016-2020 dan mendapatkan 7 jurnal untuk direview dengan prosedur penelitian Organize, Synthesize, dan Identify. Hasil Penelitian : Hasil review sebanyak 7 jurnal yang menunjukan kriteria inklusi seperti perilaku, sikap, pengetahuan, dan ketersediaan tempat sampah dapat memicu perilaku membuang sampah pada acara car free day. Kesimpulan : Faktor yang mempengaruhi perilaku masyarakat membuang sampah pada acara car free day yaitu perilaku, pengetahuan, sikap, dan ketersediaan tempat sampah.Background: Car free day is a movement to reduce people’s dependence on motorbikes and cars. This movement started from the awareness of the population abaout the impact of throwing garbage behavior. This study aims to determine the factors that influence the behavior of disposing of garbage at the car free day event using a literature review. Methodology: This type of research uses literature review using library study methods. Seacrh for articles using Google Schoolar, PubMed and Willey online library with a span of years 2016-2020 and get 7 journals for review with Organize, Synthesize and Identify research procedures. Results: The results of a review of 7 journals that show inclusion criteria such as behavior, attitudes, knowledge, and availability of trash cans can trigger the behavior of throwing garbage at the car free day event. Conclusion: : Factors that influence people's behavior in disposing of trash at the car free day are behavior, knowledge, attitudes, and availability of trash cans.
2764931065I1A016043Literature Review : Faktor-Faktor Penyebab Keberadaan Bakteri Escherichia coli Di Minuman Air TebuLatar Belakang: E. coli merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit diare.
Minuman dapat menjadi media berkembangbiaknya mikroba atau kuman.
Kontaminasi pada minuman oleh bakteri E. coli terutama dapat disebabkan oleh
kondisi higiene dan sanitasi yang kurang pada tempat pengelolaan minuman. Peluang
terjadinya kontaminasi minuman dapat terjadi pada setiap tahap pengolahan
minuman. Pengelolaan minuman yang tidak higienis dapat mengakibatkan adanya
bahan-bahan di dalam minuman yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada
konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab
keberadaan bakteri E. coli di minuman air tebu.
Metode: Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan
dan menganalisis artikel-arikel penelitian terkait. Database yang digunakan adalah
Google Scholar dan Garuda menggunakan kata kunci E. coli dalam air tebu dan E.
coli dalam minuman.
Hasil Penelitian: Berdasarkan pencarian literatur yang sudah ditemukan pada search
engine Google Scholar dan Garuda, selanjutnya literatur tersebut dilakukan proses
seleksi dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi database dan didapatkan 2
artikel untuk dilakukan review.
Kesimpulan: Terdapat 6 faktor penyebab keberadaan bakteri E. coli pada minuman
air tebu yang meliputi faktor pengolahan, faktor penyajian, faktor penyimpanan,
faktor pengangkutan, faktor sanitasi peralatan, dan faktor personal
hygiene/kebersihan pedagang.
Kata Kunci: E. coli dalam air tebu, E. coli dalam minuman.
Background: E. coli is a bacteria that can cause diarrhea disease. A drink can be a
medium for proliferating microbes and germs. Contamination of drinks by E. coli
bacteria can be caused by poor hygienic and sanitary conditions on drink
management place. The chance of drinks contamination can occur at any stage of
drink processing. Unhygienic drinks management can affect the ingredients on drinks
that can cause health problems to consumers. This study aimed to find out factors
cause the presence of E. coli bacteria on sugarcane drink.
Methods: Method used was literature review by collecting and analyzing research
articles related. Database used was Google Scholar and Garuda using keyword E. coli
on sugarcane water and E. coli on drinks.
Results: Based on the literature searching that had been found on Google Scholar and
Garuda search engine, furthermore the literature was processed selection using
inclusion and exclusion database criteria and obtained two articles for review.
Conclusion: There were six factors causing the presence of E. coli bacteria on
sugarcane drinks which include processing factor, presenting factor, storage factor,
transportation factor, equipment sanitation factor, and personal hygiene factor.
Keywords: E. coli on sugarcane water, E. coli on drinks.
2765031013C1L013052THE INFLUENCE OF AUDITOR’S INDEPENDENCE, COMPETENCE, WORK EXPERIENCE, MOTIVATION, AND MORAL REASONING ON AUDIT QUALITY
(Study on Inspectorate Office in Banyumas, Purbalingga, and Cilacap Regencies)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh independensi, kompetensi, pengalaman kerja, motivasi, dan moral reasoning auditor terhadap kualitas hasil audit di Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Hipotesis yang diajukan adalah independensi, kompetensi, pengalaman kerja, motivasi, dan moral reasoning auditor berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit di Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal pada Kantor Inspektorat Kabupaten. Pemilihan sampel dengan metode sensus, populasi penelitian ini adalah 69 auditor inspektorat. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) independensi auditor berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit, 2) kompetensi auditor berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit, 3) pengalaman kerja auditor tidak berpengaruh terhadap kualitas hasil audit, 4) motivasi auditor berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit, dan 5) moral reasoning auditor berpengaruh positif terhadap kualitas hasil audit di Kantor Inspektorat Kabupaten Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap.The aim of this study is to determine the effect of auditor’s independence, competence, work experience, motivation and moral reasoning on audit quality in Banyumas, Purbalingga, and Cilacap Regional Inspectorate Offices. The proposed hypothesis is auditor’s independence, competence, work experience, motivation and moral reasoning has a positive effect towards audit quality in Banyumas, Purbalingga, and Cilacap Regional Inspectorate Offices. The type of this study is quantitative study. The population in this study were 69 auditors at Regional Inspectorate Office in Banyumas, Purbalingga, and Cilacap. Type of data was used in this study is primary data. Classical assumption test involved normality test, multicollinearity test and heteroscedasticity test. The data analyse used were multiple linear regression analysis. The result showed that : 1) auditor’s independence has positive effect on audit quality, 2) auditor’s competence has positive effect on audit quality, 3) auditor’s work experience has no effect on audit quality, 4) auditor’s motivation has positive effect on audit quality, and 5) auditor’s moral reasoning has a positive effect on audit quality.
2765130859C1H016039FINANCIAL PERFORMANCE ANALYSIS OF TOP LCC AIRLINES IN INDONESIA BETWEEN AIRASIA INDONESIA AND CITILINK (Comparison study in 2016-2018)Penelitian ini merupakan studi perbandingan kinerja keuangan pada perusahaan penerbangan berbiaya murah atau LCC di Indonesia, diantaranya Airasia Indonesia dan Citilink pada periode 2016-2018. Penelitian ini mengambil judul: “Financial Performance Analysis Of Top LCC Airlines In Indonesia Between Airasia and Citilink (Comparison Study in 2016-2018)”.
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui serta membandingkan seberapa signifkan perbedaan kinerja keuangan dengan perhitungan rasio keuangan Likuiditas, Profitabilitas, dan Solvabilitas yang diproksikan dengan Quick Ratio, Current Ratio , Debt to Equity Ratio, Debt Ratio, ROA dan ROE.
Studi ini berfokus pada pertumbuhan dan tantangan dua maskapai berbiaya murah. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu laporan keuangan Indonesia AirAsia dan Citilink pada tahun 2016, 2017 dan 2018 yang telah dipublikasikan baik di situs resmi perusahaan maupun situs lain di internet.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa: (1)Rasio Likuiditas yang diproyeksikan dengan Current Ratio dan Quick Ratio antara PT Citilink Indonesia dan PT Airasia Indonesia Tbk menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (2)Rasio Profitabilitas yang diproyeksikan dengan Current ROA dan ROE antara PT Citilink Indonesia dan PT Airasia Indonesia Tbk menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (3) Rasio Solvabilitas yang diproyeksikan dengan Debt to Equity Ratio dan Debt Ratio antara PT Citilink Indonesia dan PT Airasia Indonesia Tbk menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan.
Implikasi dari kesimpulan diatas adalah, manajemen perusahaan kedua perusahaan perlu mengkaji strategi low cost, karena sangat berdampak pada tingkat pendapatan yang diterima kedua perusahaan. Cara yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan melakukan tindakan evaluasi pada biaya operasional perusahaan agar dapat diketahui trend atau pola peningkatan maupun penurunan pengeluaran biaya operasional sehingga dapat diidentifikasi faktor pemicu yang meningkatnya tingkat pemasukan dan pengeluaran perusahaan.
This research is a comparative study of financial performance in low-cost airlines or LCC in Indonesia, including Airasia Indonesia and Citilink in the period 2016-2018. This research is titled: "Financial Performance Analysis Of Top LCC Airlines In Indonesia Between Airasia and Citilink (Comparison Study in 2016-2018)".
The purpose of this research is to find out and compare how significant the difference in financial performance with the calculation of financial ratios of Liquidity, Profitability, and Solvency ratios projected with Quick Ratio, Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Debt Ratio, ROA and ROE.
The study focuses on the growth and challenges of two low-cost airlines. The types of data used in this study are secondary data, namely Indonesia AirAsia and Citilink financial statements in 2016, 2017 and 2018 that have been published both on the company's official website and other sites on the internet.
Based on the results of research and data analysis shows that: (1) Liquidity Ratio projected with Current Ratio and Quick Ratio between PT Citilink Indonesia and PT Airasia Indonesia Tbk shows no significant difference (2) Profitability Ratio projected with current ROA and ROE between PT Citilink Indonesia and PT Airasia Indonesia Tbk shows no significant difference (3) Solvency Ratio projected with Debt to Equity Ratio and Debt Ratio between PT Citilink Indonesia and PT Airasia Indonesia Tbk shows there is no significant difference.
The implication of the conclusion above is that the management of both companies needs to review the low cost strategy, because it greatly impacts the level of revenue received by both companies. The way that can be done among others is to conduct an evaluation of the company's operational costs in order to be known trends or patterns of increase or decrease in operational expenses so that it can be identified trigger factors that increase the level of income and expenditure of the company.
2765231016J1B016043ISTILAH-ISTILAH DALAM TRADISI UJUNGAN
DI KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN BANJARNEGARA
(KAJIAN ETNOLINGUISTIK)
RINGKASAN

Penelitian ini berjudul “Istilah-istilah dalam Tradisi Ujungan di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara (Kajian Etnolinguistik)”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan data kebahasaan yang berkaitan dengan makna leksikal dan makna kultural serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi ujungan di desa Gumelem. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang terdapat pada tradisi ujungan di desa Gumelem, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari informan yaitu pegiat ujungan, pemain, sesepuh desa, perangkat desa, dan masyarakat Gumelem.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap. Teknik lanjutannya adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan catat. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah metode padan. Penelitian ini menggunakan teori etnolinguistik dengan menganalisis makna leksikal dan makna kultural serta nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi ujungan. Penelitian ini menggunakan metode penyajian hasil analisis data secara formal dan informal.
Hasil penelitian ini terdapat makna leksikal dan makna kultural serta nilai-nilai budaya yang terkandung di dalam tradisi ujungan. Makna leksikal adalah makna berdasarkan KDBI (Kamus Dialek Banyumas Indonesia), KBBI V dan kamus Jawa-Indonesia. Adapun makna kultural adalah makna yang ada pada masyarakat yang berkaitan dengan kebudayaan masyarakat Gumelem. Berdasarkan penelitian ini ditemukan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi ujungan berupa 1) nilai religi (kepercayaan), 2) nilai mempertahankan budaya lokal, 3) nilai pendidikan, 4) nilai gotong royong, 5) nilai sportivitas, 6) nilai selaras dengan alam sekitar. Nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi ujungan sangat penting dan bermanfaat untuk diaplikasikan oleh masyarakat Gumelem.
Kata kunci : tradisi ujungan, etnolinguistik, makna leksikal dan makna kultural, nilai-nilai budaya

SUMMARY

The title of this study is “Terms in the ‘Ujungan’ Tradition in Susukan District, Banjarnegara Regency (Etnolinguistic Studies)”. This study is aqualitative descriptive study which describes linguistic data related to lexical meanings and cultural meanings as well as cultural values contained in the ‘Ujungan’ tradition in Gumelem village. The data in this study are in the form of terms found in the ‘Ujungan’ tradition in Gumelem village, Susukan district, Banjarnegara regency. Sources of data in this study came from several informants such as ‘Ujungan’ activists, players, the Gumelem village elders, village officials, and villagers.
The data collection method used in this study is the observation method. This method has basic and further techniques. The basic technique used in this research is the tapping technique. Then, the further technique used in this study are involved conversation observation, recording, and taking notes techniques. The data analysis method in this study is the identity method. This study uses etnolinguistic theory by analyzing lexical meanings and cultural meanings as well as cultural values contained in the ‘Ujungan’ tradition. Then, the results of the data analysis in this study are presented in formal and informal method.
The results of this study revealed that there are lexical meanings and cultural meanings as well as cultural values contained in the ‘Ujungan’ tradition. Lexical meaning is the meaning based on KDBI (The Indonesian-Banyumas Dialect Dictionary), KBBI V (The Great Indonesian Dictionary V) and Jawa-Indonesia dictionary. In another hand, the cultural meaning is the meaning that exists in society related to the culture of the Gumelem villagers or community. Based on this research, it was found that there are some cultural values contained in the ‘Ujungan’ tradition such as 1) religious value, 2) local culture maintenance value, 3) educational value, 4) mutual cooperation value, 5) sportmanship value, 6) harmonious value with nature. The cultural values contained in the ‘Ujungan’ tradition are very important and beneficial to be applied by the Gumelem villagers or community.
Keywords: ‘ujungan’ tradition, etnolinguistic, lexical meanings and cultural meanings, cultural values.

2765331015L1A016074Pendapatan Nelayan Perikanan Tangkap Pantai Logending Kebumen Sebelum dan Saat Masa Pandemi COVID-19Fluktuasi pendapatan nelayan memiliki banyak faktor, salah satu faktor yang diyakini mempengaruhi pendapatan adalah nelayan yaitu pandemi COVID-19. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2020 di Pantai Logending Kebumen. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pendapatan nelayan tangkap di Pantai Logending Kebumen sebelum dan saat masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan yaitu metode survey dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan nelayan Pantai Logending Kebumen saat pandemi COVID-19 menurun jika dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19, secara keselurahan rata-rata pendapatannya menurun sebesar 39% dengan pendapatan sebelum pandemi sebesar Rp. 28.390.274/bulan menjadi Rp. 17.357.354/bulan saat masa pandemi COVID-19. Hasil tangkapan dan nilai produksinya juga menurun yaitu sebesar 37% dan 18%. Dampak dari pandemi COVID-19 terhadap pendapatan nelayan di Pantai Logending yang sangat dirasakan adalah turunnya harga jual ikan dan permintaan konsumen. Harga jual ikan mengalami penurunan sebesar 34%. The fluctuation of fishermen's income has many factors, one of the factors that is believed to affect income is fishermen, namely the COVID-19 pandemic. This research was conducted in August-September 2020 at Logending Beach, Kebumen. The purpose of this study is to determine the income of fishermen at Logending Beach, Kebumen before and during the COVID-19 pandemic. The methods used are survey and interview methods. The results showed that the average income of Logending Beach fishermen in Kebumen during the COVID-19 pandemic decreased when compared to before the COVID-19 pandemic, as a whole, their average income decreased by 39% with income before the pandemic of Rp. 28,390,274 / month to Rp. 17,357,354 / month during the COVID-19 pandemic. The catch and production value also decreased by 37% and 18%. The impact of the COVID-19 pandemic on the income of fishermen at Logending Beach that is very much felt is the decline in fish selling prices and consumer demand. The selling price of fish has decreased by 34%.
2765431025F1A016033Jaringan Sosial Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) 'Sejahtera' dalam Mengelola Sampah (Studi di Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas)Pencemaran yang disebabkan oleh kenaikan volume sampah di Kabupaten Banyumas, hingga diterapkannya pengelolaan sampah dengan paradigma baru melatar belakangi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jaringan sosial yang dibangun oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sejahtera sebagai pengelola sampah serta peran jaringan sosial tersebut di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sasaran dalam penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis interaktif atau ongoing analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya jaringan sosial yang dibangun oleh KSM Sejahtera. Hubungan sosial seperti melakukan kegiatan bersama, saling bergotong royong, simpati terhadap sesama dan solidaritas menjadi penghubung sehingga tercipta jaringan sosial. Jaringan sosial yang dibangun terdapat jaringan intra kelompok dan antar kelompok. Jaringan sosial intra kelompok dibangun antar sesama anggota KSM Sejahtera, sedangkan jaringan sosial antar kelompok dibangun antara KSM Sejahtera dengan masyarakat dan KSM Sejahtera dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Adapun peran jaringan sosial di antaranya yaitu pertukaran motivasi dan penyediaan modal serta pemasaran hasil pemanfaatan sampah. Tipe jaringan sosial antar kelompok merupakan tipe jaringan perasaan, tipe jaringan antara KSM Sejahtera dengan masyarakat merupakan tipe jaringan kepentingan, dan tipe jaringan antara KSM Sejahtera dengan DLH merupakan tipe jaringan kekuasaan.Pollution caused by the increase in the volume of waste in Banyumas Regency, and the implementation of waste management with a new paradigm is the background of this research. This study aims to describe the social networks built by the Prosperous Community Self-Help Group (KSM) as waste managers and the role of these social networks in it. This research uses qualitative methods with a descriptive approach. The research objectives were determined using purposive sampling technique. Analysis of the data used in this research is using interactive analysis techniques or ongoing analysis. The results of this study indicate that there is a social network built by KSM Sejahtera. Social relations such as carrying out joint activities, mutual cooperation, sympathy for others and solidarity serve as liaisons to create social networks. The social network built includes intra-group and inter-group networks. Intra-group social networks are built between members of KSM Sejahtera, while social networks between groups are built between KSM Sejahtera and the community and KSM Sejahtera with the Environmental Agency (DLH). The role of social networks, among others, is the exchange of motivation and provision of capital as well as marketing of waste products. The type of social network between groups is a type of feeling network, the type of network between KSM Sejahtera and the community is a type of interest network, and the type of network between KSM Sejahtera and DLH is a type of power network.
2765531017C1C016088ANALISIS PENGARUH GREEN ACCOUNTING TERHADAP ROI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS SRI KEHATIPenelitian ini meneliti mengenai Green Accounting dan ROI. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Pengaruh Green Accounting Terhadap ROI Pada Perusahaan yang Terdaftar di Indeks Sri Kehati”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biaya lingkungan, kinerja lingkungan, dan pengungkapan lingkungan terhadap ROI. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar ke dalam indeks Sri Kehati pada periode 2014-2018. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 9 data perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Biaya lingkungan berpengaruh signifikan terhadap ROI, (2) Kinerja lingkungan tidak berpengaruh terhadap ROI, (3) Pengungkapan lingkungan tidak berpengaruh terhadap ROI. Hasil penelitian ini menyiratkan bahwa dalam penerapan biaya lingkungan perusahaan perlu menerapkan batas minimum dalam penerapannya agar penerapan biaya lingkungan dalam perusahaan dapat dilakukan secara efisisen dan efektif serta tidak menimbulkan kerugian atau efek negatif bagi perusahaan. Pada penerapan kinerja dan pengungkapan lingkungan perlu adanya evaluasi kembali pada perusahaan agar tetap mendukung pada bidang lingkungan dan tidak menimbulkan kerugian atau dampak negatif pada penerapannya.This research examine Green Accounting and ROI. The title of this research is: “The Analysis of The Green Accounting Effect on ROI in Companies Listed on The Sri Kehati Index”. The purpose of this research is to determine the effect of environmental costs, environmental performance, and environmental disclosure on ROI. The Population in this research is companies listed on the Sri Kehati index in the 2014-2018 period. The sampling technique is a purposive sampling method, while the number of samples used in this research is 9 data of companies listed on The Sri Kehati index. Based on the results of the research and data analysis using SPSS shows that: (1) Environmental costs have a significant effect on ROI, (2) Environmental performance has no effect on ROI, (3) Environmental disclosure has no effect on ROI. The result of this research implies that in implementing environmental costs the company needs to apply a minimum limit, so that’s the implementation of environmental costs in the company can be carried out effectively and efficiently, and doesn’t cause losses or negative effects for the company. In the implementation of environmental performance and disclosure, it is necessary to re-evaluate the company so that it remains supportive of the environmental sector and doesn’t cause harm or negative impact on its implementation.
2765631018C1H016020THE INFLUENCE OF SELF-CONTROL, FINANCIAL PLANNIING, BUDGETING AND DECISSION MAKING ON FINANCIAL BEHAVIOR PRIOR THE RETIREMENT OF THE CIVIL SERVANT (PNS)Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif di 68 PNS yang berdomisili di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh variabel perilaku keuangan terhadap pengetahuan keuangan. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah PNS yang berdomisili di Desa Paningkaban, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas dengan masa kerja lebih dari 1 tahun. Penentuan sampel menggunakan metode Rumus Slovin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel perencanaan keuangan berpengaruh negatif terhadap perilaku keuangan. Sedangkan variabel pengendalian diri, pengambilan keputusan dan penganggaran berpengaruh positif terhadap perilaku keuangan. This research is a type of quantitative research in 68 civil servants who live in Paningkaban Village, Gumelar District, Banyumas Regency. The purpose of this study was to analyze the influence of financial behavior variables on financial knowledge. The population used in this study were civil servants who live in Paningkaban Village, Gumelar District, Banyumas Regency with a work period of more than 1 year. Determination of the sample using the Slovin formula method. The results showed that the financial planning variable had a negative effect on financial behavior. Meanwhile the variables of self-control, decision making and budgeting have a positive effect on financial behavior.
2765731019E1A016124PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA PT. BERINGIN BANGUN UTAMA
TERHADAP TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG
(STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BENGKULU NO.
64/PID.SUS/TPK/2016/PN.BGL)
Konsep mengenai kesalahan yang dikenal sebagai doktrin mens rea dilandaskan pada
konsepsi bahwa suatu perbuatan tidak mengakibatkan seseorang menjadi bersalah
kecuali jika pikiran orang itu jahat. Terdapat dua persyaratan yang harus dipenuhi
untuk dapat memidana seseorang, yaitu adanya perbuatan lahiriah yang terlarang atau
tindak pidana dan ada sikap batin yang jahat. Hal ini menimbulkan permasalahan
mengenai bagaimana subjek hukum korporasi dapat dipertanggungjawabkan bila
melakukan perbuatan yang terlarang, karena korporasi tidak memiliki naluri alamiah
seperti halnya manusia. Hal ini sebagaimana terjadi dalam kasus PT. Beringin Bangun
Utama yang melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang. Masalah yang
diteliti dalam penelitian ini adalah penerapan asas culpabilitas dan asas keadilan dalam
Putusan Pengadilan Negeri Bengkulu No. 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bgl. Tipe
penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
konsepsi baru mengenai kesalahan secara keilmuan dapat diterapkan terhadap
terdakwa korporasi PT. Beringin Bangun Utama. Namun putusan Pengadilan Negeri
Bengkulu No. 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN/Bgl belum dapat dikatakan telah memenuhi
asas keadilan karena mengenyampingkan asas proporsionalitas yang sudah sepatutnya
dapat diterapkan oleh seluruh hakim dalam memutus perkara pidana.
The culpability concept also known as mens rea doctrine is based on conception which
shows that an act does not make a person guilty, unless the mind is legally
blameworthy. There are two requirements that must be fulfilled to punish someone,
that there is forbidden physical act or criminal act and also a blameworthy mind. It
resulted to the problem about how do corporation as a law subject could be liable if
they do such forbidden act, because corporation does not have natural instinct as
human did. As is occurred in the PT. Beringin Bangun Utama case which committed
corruption and money laundering criminal act. The matter researched in this study is
the practice of culpability principle and justice principle in the verdict of Bengkulu
district court number 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bgl. The research type used in this
study is normative juridical method with legislation and case approach. The result of
this study shows that the new conception about culpability could be applied to PT.
Beringin Bangun Utama corporation as defendant. But, the verdict of Bengkulu district
court number 64/Pid.Sus/TPK/2016/PN.Bgl has not yet fulfilled the justice principle as
it ignore the proportionality principle which should be applied by all of the judges in
giving court judgement.
2765831020K1B016003ANALISA SOCIAL NETWORK DENGAN MENGGUNAKAN GRAF FUZZYPada sebuah social network seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lain, peran content creator sangatlah penting bagi social network provider. Seorang content creator akan mempunyai pengikut yang selalu setia mengikuti apa saja yang disampaikan dalam social network. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis syarat ideal untuk menjadikan seorang content creator sebagai center person dan jembatan sosial dari sekelompok pengguna suatu social network, di mana social network direpretasikan sebagai graf fuzzy. Syarat seorang content creator dikatakan sebagai center person adalah number of recognition = 3, number of satisfied interaction = 3 dan star person = 5, sedangkan untuk syarat jembatan sosial yaitu dibangun oleh minimal 3 pengguna, dan memiliki nilai transfer yang paling besar. Untuk contoh kasus social network yang diteliti, hasilnya adalah pengguna v_11 sebagai center person kemudian jembatan sosial yang diperoleh adalah yang dibangun oleh 〖v_8,v_9,v_11〗 dengan nilai transfer jembatan 30,4667.On a social network such as Facebook, Instagram, Twitter, and others, the role of content creators is very important for the social network providers. A content creator has followers who are always loyal following whatever the content creator is posting on the social network. This study aims to analyze the ideal conditions of a content creator becoming a center person and social bridge from a group of users of a social network, where the social network is represented as a fuzzz graph. The requirement for a content creator to be come as a center person is to have a number of recognition = 3, number of satisfied interaction = 3 and a star person = 5, while for the social bridge requirement that is built by at least 3 users, and has the greatest transfer value. For the example of the social nework case studied, the result is the v_11 user as the center person, then the social bridge obtained is the one built by 〖v_8,v_9,v_11〗 with a bridge transfer value of 30,4667.
2765940019F1C019021Analisis Semiotika: Representasi "Budaya Asia Tenggara" di YouTube Standup Comedian Mrnigelng (Uncle Roger)Uncle Roger merupakan sebuah karakter paman Asia Tenggara yang dibuat dan diperankan oleh standup comedian Inggris berkebangsaan Malaysia, Nigel Ng. Karakter ini muncul sebagai respon dari kurangnya representasi budaya Asia di Inggris yang menyebabkan banyak orang tidak memahami dan mengerti hal-hal yang berkaitan dengan budaya Asia. Konten YouTube Uncle Roger berfokus pada video reaksi humor terhadap bentuk Cultural Appropriation di video memasak masakan Asia oleh koki dan content creator barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menganalisis tanda-tanda terkait representasi budaya Asia Tenggara dalam YouTube Mrnigelng (Uncle Roger) dengan menggunakan Semiotika Charles Sanders Peirce dan Intertekstualitas. Dengan dilakukannya penelitian ini ditemukan hasil bahwa karakter Uncle Roger merupakan bentuk stereotipe atas seseorang yang berasal dari Asia Tenggara. Meskipun demikian, karakter Uncle Roger hanya menggambarkan sebagian kecil dari kebudayaan Asia Tenggara yang ada. Karakter Uncle Roger lebih kuat dalam menonjolkan kebudayaan Asia Tenggara yang berasal dari latar belakang rasnya, Tionghoa serta negara asalnya, Malaysia. Dalam videonya, Uncle Roger tidak hanya merepresentasikan budaya Asia Tenggara melainkan sekaligus memberi kritik sosial terhadap kesenjangan representasi budaya Asia di Inggris. Uncle Roger is a Southeast Asian uncle character created and played by British Malaysian stand-up comedian Nigel Ng. This character emerged as a response to the lack of representation of Asian culture in England which caused many people to not understand and understand things related to Asian culture. Uncle Roger's YouTube content focuses on videos of humorous reactions to forms of cultural appropriation in Asian cooking videos by western chefs and content creators. This research is a qualitative research that analyzes signs related to the representation of Southeast Asian culture in YouTube Mrnigelng (Uncle Roger) by using Charles Sanders Peirce's Semiotics and Intertextuality. By conducting this research it was found that Uncle Roger's character is a stereotyped form of someone who comes from Southeast Asia. Even so, the character of Uncle Roger only describes a small part of the existing Southeast Asian culture. Uncle Roger's character is stronger in highlighting Southeast Asian culture which comes from his racial background, Chinese and his country of origin, Malaysia. In his video, Uncle Roger not only represents Southeast Asian culture but at the same time provides social criticism of the tensions in the representation of Asian culture in England.
2766031021H1A017061Segmentasi Dan Perhitungan Luas Paru - Paru Dengan Metode Deteksi Tepi Pada Penderita Covid-19Covid-19 merupakan penyakit baru yang disebabkan oleh virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan,
Tiongkok teptnya di provinsi Hubei pada bulan Desember 2019. Gejala dasar yang disebabkan oleh Covid-19 antara
lain batuk, bersin, demam dan sesak napas karena virus menyerang paru – paru manusia. Selain itu gejala dapat berupa
pneumonia. Untuk melakukan diagnosa pasien yang terkena covid-19 dilakukan rontgen paru – paru pada pasien covid-
19. Untuk memudahkan dalam melakukan diagnosis gambar x-ray dilakukan segmentasi paru – paru degan
menggunakan deteksi tepi. Segmentasi citra (image segmentation) merupakan pembagian citra menjadi beberapa bagian
objek atau wilayah dan bisa juga untuk memisahkan objek tertentu dari latar belakang. deteksi tepi merupakan pencarian
tepi – tepi atau mencari lokasi pada citra yang memiliki perbedaan intensitas secara cepat dengan tujuan untuk
meningkatkan garis batas dan untuk melakukan segmentasi terhadap suatu objek pada citra.
Covid-19 is a new disease caused by a virus that was first discovered in Wuhan, China but in Hubei
province in December 2019. The basic symptoms caused by Covid-19 include coughing, sneezing, fever and shortness
of breath because the virus attacks the lungs - human lungs. In addition, symptoms can include pneumonia. To diagnose
patients affected by covid-19, x-rays of the lungs are performed on covid-19 patients. To facilitate the diagnosis of xray
images, lung segmentation is performed using edge detection. Image segmentation is the division of the image into
several parts of the object or region and can also separate certain objects from the background. edge detection is the
search for edges or finding locations on images that have different intensities quickly in order to increase the boundary
line and to segment an object in the image.