Artikelilmiahs
Menampilkan 27.781-27.800 dari 50.182 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 27781 | 31140 | E1A116076 | UPAYA PEMERINTAH DAERAH DALAM PERLINDUNGAN MATA AIR DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya sumber mata air yang mati didaerah Kabupaten Banyumas. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui peran apa saja yang dilakukan dan faktor-faktor apa saja yang menghambat peran dari Pemerintah Daerah dalam menanggulangi bencana alam di Kabupaten Banyumas, khususnya dalam perlindungan mata air. Penelitian yang dilakukan ini termasuk kedalam penelitian normatif. Pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah dengan melakukan pengambilan data berdasarkan hasil penelitian dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penelitian ini dilaksanakan di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas. Meningkatnya potensi sumber mata air di Kabupaten Banyumas menjadi salah satu penyebab permasalahan yang sering menyebabkan dampak terhadap masyarakat luas. Air yang merupakan sumber kehidupan manusia berpengaruh terhadap keberlangsungan hidup manusia dalam kegiatan sehari-hari. Dalam penanganannya, Pemerintah Daerah disini seperti BPBD Banyumas, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan sumber mata air. | This research is motivated by the large number of dead springs in the Banyumas Regency area. The main objective of this research is to find out what roles are carried out and what factors hinder the role of the Regional Government in overcoming natural disasters in Banyumas Regency, especially in the protection of springs. The research conducted is included in normative research. Data collection used by the author is to collect data based on the results of research from the Regional Disaster Management Agency (BPBD). This research was conducted at the Banyumas District Disaster Management Agency (BPBD) office. The increasing potential of springs in Banyumas Regency is one of the causes of problems that often have an impact on the wider community. Water which is the source of human life has an effect on the continuity of human life in their daily activities. In handling it, the local governments here such as the Banyumas BPBD, the Public Works Office of the Banyumas Regency and the Environmental Service of the Banyumas Regency have made various efforts to maintain the sustainability of the spring. | |
| 27782 | 31141 | J1B016003 | INTERFERENSI BAHASA INGGRIS KE BAHASA INDONESIA PADA ULASAN PRODUK KECANTIKAN DI SITUS FEMALE DAILY | Penelitan ini berjudul “Interferensi Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia pada Ulasan Produk Kecantikan di Situs Female Daily”. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan interferensi berupa istilah-istilah dalam bahasa Inggris pada ulasan produk kecantikan di situs Female Daily serta faktor penyebabnya. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam pengumpulan data digunakan metode simak yang diwujudkan dengan teknik dasar yaitu teknik sadap dan teknik lanjutan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Pada tahap analisis data digunakan metode padan translasional yang diwujudkan melalui teknik hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data dalam penelitian ini bersifat informal yaitu dengan menggunakan kata-kata biasa. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa faktor penyebab interferensi bahasa Inggris ke bahasa Indonesia pada ulasan produk kecantikan di situs Female Daily adalah: 1)ketiadaan padanan kosakata dalam bahasa Indonesia, 2)ketidaktahuan pemakai bahasa tentang padanan istilah bahasa Inggris dalam bahasa Indonesia, 3)kebiasaan menggunakan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia yang sedang digunakan, 4)terlalu panjangnya kosakata dalam bahasa Indonesia, 5)tipisnya kesetiaan pemakai bahasa Indonesia, dan 6)prestise bahasa Inggris dan gaya bahasa. | This research is entitled "English to Indonesian Interference on Beauty Product Reviews on the Female Daily Site". This study aims to describe the interference in the form of terms in English on beauty product reviews on the Female Daily website and the factors causing it. The form of this research is descriptive qualitative. In data collection, the observation method is used which is realized by basic techniques, namely tapping techniques and advanced techniques, namely the listening technique without proficient involvement and note-taking techniques. At the data analysis stage, the translational equivalent method was used which was realized through the comparative comparison technique. The presentation of the results of data analysis in this study is informal, namely by using ordinary words. Based on the data analysis that has been done, it can be concluded that the factors causing the interference from English to Indonesian in the beauty product reviews on the Female Daily website are: 1) absence of equivalent vocabulary in Indonesian, 2) ignorance of language users about the equivalent of English terms in Indonesian, 3) the habit of using English into the Indonesian language that is being used, 4) too long vocabulary in Indonesian, 5) lack of loyalty Indonesian language speakers, and 6) English prestige and language style. | |
| 27783 | 31142 | E1A016170 | PENERAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) BERDASARKAN PASAL 74 UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DI PT. BANK PERMATA TBK JAKARTA SELATAN | Perkembangan di dalam sektor usaha dan ekonomi tidak dapat dipisahkan dari peran pelaku usaha khususnya peran dari perusahaan itu sendiri. Menyadari akan pentingnya eksistensi perusahaan, maka perusahaan harus menjalankan suatu tanggung jawab sosial dan lingkungan atau disebut sebagai Corporate Social Responsibility (CSR) yang selanjutnya diatur dalam Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas guna ikut berperan dalam memberikan kontribusinya kepada masyarakat maupun lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian menggunakan penelitian deskriptif serta menggunakan sumber data sekunder berupa peraturan perundang-undangan dan teori hukum serta data primer melalui wawancara via daring dengan Head Corporate Social Responsibility PT. Bank Permata Tbk Jakarta Selatan, dengan model penyajian data menggunakan bentuk teks naratif dan model analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa PT. Bank Permata Tbk telah melaksanakan kegiatan CSR sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas mengenai Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Pelaksanaan program CSR ini dilakukan pada beberapa bidang yakni, bidang pengembangan manusia, perbaikan sarana, dan pemberdayaan masyarakat. | The Developments in the business and economic sectors cannot be separated from the business actor-role especially the company itself. Recognizing the importance of the company's existence, the company has to implement a Corporate Social Responsibility (CSR) which is regulated in Article 74 Act No. 40 Year 2007 about the Limited Liability Company to help in contributing to the community. The research method used is a normative legal research method with research specifications using descriptive research and using secondary data sources in the form of regulations and legal theory and primary data through online interview with head Corporate Social Responsibility of PT. Bank Permata Tbk, South Jakarta, with a data presentation model using a narrative text form and a data analysis model using qualitative normatives. Based on the results of the study, it can be concluded that PT. Bank Permata Tbk has implemented CSR activities according to Article 74 of Act 40 Year 2007 about Limited Liability Companies concerning Corporate Social Responsibility. The implementation of CSR program is carried out in several fields, the fields of human development, facility enhancement, and community outreach. | |
| 27784 | 31143 | E1A015088 | KEPUTUSAN GUBERNUR YOGYAKARTA TENTANG PENETAPAN UPAH MINIMUM KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI YOGYAKARTA SEBAGAI OBJEK SENGKETA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA YOGYAKARTA (STUDI PUTUSAN NOMOR: 01/G/2017/PTUN.YK) | Penelitian ini bersumber pada putusan PTUN Yogyakarta Nomor: 01/G/2017/PTUN.YK yang akan menganalisis Keputusan Gubernur Yogyakarta tentang Penetapan Upah Minimun Kabupaten/Kota di Provinsi Yogyakarta sebagai objek sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara (PERATUN). Suatu keputusan dapat diperiksa dan diputus di PERATUN apabila objek gugatan memenuhi kualifikasi sebagai Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN). Kualifikasi suatu keputusan merupakan KTUN dapat dianalisis melalui ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2009; Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan; dan SEMA Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Rumusan Hasil Rapat Pleno Kamar Mahkamah Agung Tahun 2016 Sebagai Pedoman Pelaksanaan Tugas Bagi Pengadilan. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa Peraturan Perundang-Undangan yang relevan dan buku-buku literatur. Hasil penelitian dan pembahasan penelitian ini menunjukan Majelis Hakim dalam pertimbangan hukumnya mengkualifikasikan keputusan objek sengketa sebagai suatu KTUN kurang tepat karena masih menggunakan rumusan KTUN dalam Undang-Undang Peradilan Tata Usaha Negara serta belum merujuk pada SEMA Nomor 4 Tahun 2016, walaupun dalam pertimbangan hukumnya terkait keabsahan objek sengketa sudah mempertimbangkan seluruh aspek secara tepat. | This research is based on the decision of PTUN Yogyakarta Number: 01 / G / 2017 / PTUN.YK which will analyze the Yogyakarta Governor's Decree regarding the determination of Regency / City Minimum Wages in Yogyakarta Province as the object of dispute in the State Administrative Court (PERATUN). A decision can be examined and decided at the Administrative Court if the object of the lawsuit meets the qualifications as a State Administration Decree (KTUN). The qualification of a decision constituting a State Administrative Court can be analyzed through the provisions of Law Number 51 Year 2009; Law Number 30 of 2014 concerning Government Administration; and SEMA Number 4 of 2016 concerning Enforcement of the Formulation of Results of the 2016 Supreme Court Chamber Plenary Meeting as Guidelines for the Implementation of Duties for Courts. The approach method used in this research is the normative juridical approach. The data used are secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials in the form of relevant laws and regulations and literature books. The results of the research and discussion of this research show that the Panel of Judges in their legal considerations qualifies the decision of the object of the dispute as a State Administrative Court because it still uses the State Administrative Court formula in the State Administrative Court Law and has not yet referred to SEMA Number 4 of 2016, although in legal considerations it is related to legality the object of the dispute has considered all aspects appropriately. | |
| 27785 | 31149 | F2A016018 | Strategi Peningkatan Kualitas Objek Wisata Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo Melalui Pendekatan Analytical Hierarchy Process | Kota Probolinggo mempunyai daya tarik pariwisata tersendiri. Pemerintah Kota Probolinggo tengah menggalakan Pariwisata di Kota Probolinggo dengan slogan “Impressive Probolinggo City”. Adapun objek wisata yang memberikan kontribusi PAD tertinggi ada 9 objek wisata antara lain yaitu Kolam Renang Mastrip, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL),Gereja Merah, Kolang Renang Bayuangga,Klenteng Tri Dharma, Museum Probolinggo, Museum Dr. Moh. Saleh, Bee Jay Bakau Resort dan Pelabuhan Pendaratan Pantai / Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pemerintah Kota Probolinggo merencanakan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas di TWSL. Peningkatan kualitas objek wisata TWSL membutuhkan sebuah sarana/sistem dalam mendukung keputusan dan membantu aktor pengambil kebijakan. Adapun sarana yang dapat digunakan pemerintah Kota Probolinggo untuk mencari alternatif-alternatif kebijakan dengan cara metode Proses Hirarki Analitik (Analytic Hierarchy Process/AHP). Untuk itu peneliti mencari solusi dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi kebijakan peningkatan kualitas objek wisata Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process. Hasil analisa dalam penelitian ini diperoleh ada 9 kriteria yang bisa menjadi alternatif kebijakan. Prioritas utama adalah mengembangkan dan menambah keberagaman flora dan fauna. Pemerintah Kota Probolinggo dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas objek wisata TWSL dengan memperhatikan alternatif-alternatif yang ada untuk kemudian dapat dijadikan sebuah kebijakan publik. | Kota Probolinggo mempunyai daya tarik pariwisata tersendiri. Pemerintah Kota Probolinggo tengah menggalakan Pariwisata di Kota Probolinggo dengan slogan “Impressive Probolinggo City”. Adapun objek wisata yang memberikan kontribusi PAD tertinggi ada 9 objek wisata antara lain yaitu Kolam Renang Mastrip, Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL),Gereja Merah, Kolang Renang Bayuangga,Klenteng Tri Dharma, Museum Probolinggo, Museum Dr. Moh. Saleh, Bee Jay Bakau Resort dan Pelabuhan Pendaratan Pantai / Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pemerintah Kota Probolinggo merencanakan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas di TWSL. Peningkatan kualitas objek wisata TWSL membutuhkan sebuah sarana/sistem dalam mendukung keputusan dan membantu aktor pengambil kebijakan. Adapun sarana yang dapat digunakan pemerintah Kota Probolinggo untuk mencari alternatif-alternatif kebijakan dengan cara metode Proses Hirarki Analitik (Analytic Hierarchy Process/AHP). Untuk itu peneliti mencari solusi dalam permasalahan pengambilan keputusan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis strategi kebijakan peningkatan kualitas objek wisata Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) melalui pendekatan Analytical Hierarchy Process. Hasil analisa dalam penelitian ini diperoleh ada 9 kriteria yang bisa menjadi alternatif kebijakan. Prioritas utama adalah mengembangkan dan menambah keberagaman flora dan fauna. Pemerintah Kota Probolinggo dapat mengembangkan dan meningkatkan kualitas objek wisata TWSL dengan memperhatikan alternatif-alternatif yang ada untuk kemudian dapat dijadikan sebuah kebijakan publik. | |
| 27786 | 31144 | F1D016054 | STRATEGI PEMENANGAN PARSIMIN DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA TAHUN 2019 DI DESA PURWODADI, KECAMATAN KUWARASAN, KABUPATEN KEBUMEN | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan bagaimana strategi pemenangan Parsimin dalam Pemilihan Kepala Desa Purwodadi, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen, memahami dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat kemenangan Parsimin dalam Parsimin dalam Pemilihan Kepala Desa tahun 2019. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif institusionalisme. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dan lokasi penelitian ini berada di Desa Purwodadi, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian ini adalah bahwa Parsimin melaksanakan berbagai strategi pemenangan yang berhasil mengantarkannya memperoleh kedudukan sebagai kepala desa di Desa Purwodadi. Strategi pemenangan yang dilakukan Parsimin diawali dengan melakukan penerapan tiga tahapan dalam marketing politik yakni, pemetaan (segmentasi) yaitu dengan menjadikan pemilih tradisional sebagai segmen utamanya dikarenakan mayoritas masyarakat Purwodadi merupakan pemilih tradisional. Kemudian, tahapan selanjutnya yakni sasaran (targeting) politik, dimana Parsimin menjadikan kelompok pemuda, kelompok pemberdayaan dan kelompok pemilih pragmatis yang menjadi sasaran utamanya, karena dianggap dapat memberi pengaruh terhadap masyarakat Purwodadi lainnya dalam memberikan dukungan terhadap Parsimin, khususnya terkait masyarakat pemilih pragmatis yang dianggap menarik untuk dapat merubah pola pikir kelompok tersebut menjadi kelompok rasional. Dan yang terakhir yaitu positioning politik yakni Parsimin membangun image/citra politik sebagai pelayan masyarakat dan merupakan calon kepala desa dari kalangan masyarakat kelas bawah serta membangun citra sebagai sosok yang merangkul dan membaur dengan masyarakat. Dan berdasarkan ketiga tahapan tersebut menghasilkan beberapa strategi politik diantaranya: 1) Membangun image/citra politik di masyarakat; 2) Dilakukan metode door to door; 3) Dilakukannya diskusi terbuka dengan masyarakat; 4) Memanfaatkan potensi pemuda desa; 5. Penggunaan alat peraga kampanye. Dalam pelaksanaan strategi pemenangan tersebut terdapat beberapa faktor yang mendukung dan menghambat Parsimin, faktor pendukung diantaranya: 1.) Merakyat; 2.) Memiliki pengalaman dalam pemerintahan desa; 3.) Dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat dan agama. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu 1) Minimnya Dana Kampanye; 2.) Tersebarnya berita hoax untuk menjatuhkan Parsimin; 3.) adanya cerita rakyat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut strategi pemenangan dilakukan Parsimin terbilang efektif dilakukan hingga memperoleh dukungan yang signifikan dari masyarakat Desa Purwodadi dan Parsimin juga mampu menghadapi dan mengatasi segala faktor yang mendukung maupun menghambat strategi pemenangannya. | This research-based paper aims at understand and describe how Parsimin's winning strategy was in the Head Election of Purwodadi Village, Kuwarasan District, Kebumen Regency, to Understand and describe the supporting and inhibiting factors for Parsimin's victory in the 2019 Village Head Election. This study uses a constructivism paradigm and an institutionalism perspective. The research method used in this research is qualitative with a case study approach. And the location of this research is in Purwodadi Village, Kuwarasan District, Kebumen Regency. The result of this research is that Parsimin implemented various winning strategies which succeeded in getting him to become the village head in Purwodadi Village. Parsimin's winning strategy was initiated by implementing three stages in political marketing, namely mapping (segmentation), namely by making traditional voters the main segment because the majority of Purwodadi people were traditional voters. Then, the next stage is political targeting, where Parsimin makes youth groups, empowerment groups and pragmatic voter groups the main targets, because they are considered to be able to influence other Purwodadi communities in providing support for Parsimin, especially regarding the pragmatic voter community who are considered interesting to be able to change the mindset of the group into a rational group. And the last is political positioning, namely Parsimin to build a political image / image as a public servant and as a candidate for village head from among the lower classes and build an image as a figure who embraces and mingles with the community. And based on these three stages, it produces several political strategies including: 1) Building a political image / image in society; 2) Doing door to door method; 3) Conducting an open discussion with the community; 4) Utilizing the potential of village youth; 5. Use of campaign props. In implementing the winning strategy, there are several factors that support and hinder Parsimin, the supporting factors include: 1.) People; 2.) Having experience in village government; 3.) Support from community and religious leaders. Meanwhile, the inhibiting factors are 1) Lack of Campaign Funds; 2.) The spread of hoax news to bring down Parsimin; 3.) the existence of folklore. Based on the results of this study, Parsimin's winning strategy was effective in that it received significant support from the people of Purwodadi Village and Parsimin was also able to face and overcome all the factors that supported or hindered his winning strategy. | |
| 27787 | 31145 | C1B016114 | ANALISIS PENGARUH KOMITMEN, BERBAGI INFORMASI, KEPERCAYAAN TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN (Studi Kasus Agen Gas 3kg pada PT.Mekar Abadi Lestari di Kota Bekasi) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa komitmen, berbagi informasi, kepercayaan terhadap kinerja rantai pasokan (studi kasus agen gas 3kg pada PT.Mekar Abadi Lestari di kota Bekasi). Populasi pada penelitian ini adalah pangkalan yang bekerja sama dengan agen gas 3kg PT.Mekar Abadi Lestari. Data penelitian diperoleh menggunakan kuesioner dengan metode pengambilan simple random sampling. Data populasi yang diambil adalah 46 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) komitmen berpengaruh negatif terhadap kinerja rantai pasokan, (2) berbagi informasi berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasokan, (3) kepercayaan berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasokan. Implikasi penelitian bahwa PT. mekar Abadi Lestari hendaknya melakukan penguatan komitmen dengan cara memperjelas atau memperbarui perjanjian ke pangkalan dan memberikan sosialisasi tentang betapa pentingnya kerjasama antara agen dan pangkalan yang ditulis dalam kertas perjanjian yang dibuat oleh agen dan disepakati oleh pangkalan. Kata kunci : Komitmen, Berbagi Informasi, Kepercayaan, Kinerja Rantai Pasokan | This study aims to identify and analyze commitment, share information, and trust in supply chain performance (case study of 3kg gas agent at PT. Mekar Abadi Lestari in Bekasi city). The population in this study is a base that collaborates with the 3kg gas agent PT. Mekar Abadi Lestari. The research data were obtained using a questionnaire with a simple random sampling method. Population data taken were 46 respondents. The results of this study indicate that: (1) commitment has a negative effect on supply chain performance, (2) information sharing has a positive effect on supply chain performance, (3) trust has a positive effect on supply chain performance. The research implication is that PT. Bloom Abadi Lestari should strengthen commitments by clarifying or renewing the agreement to the base and providing socialization about the importance of cooperation between agents and bases written in the agreement paper made by the agent and agreed upon by the base. Keywords: Commitment, Information Sharing, Trust, Supply Chain Performance | |
| 27788 | 31152 | F1C016010 | Strategi Komunikasi Persuasif Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banyumas Dalam Meningkatkan Partisipan Pendonor Pemula | Peningkatakan kebutuhan darah, menuntut kinerja Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banyumas dalam merekrut pendonor. Citra negatif rasa sakit donor darah pada pendonor pemula mengakibatkan potensi pendonor pemula belum optimal, sehingga perlu dirancang strategi komunikasi persuasif dalam meningkatkan partisipan pendonor pemula. Proses penelitian dilakukan bulan Juli 2020 hingga Januari 2021 menggunakan metode kualitatif studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, wawancara menggunakan purposive samping pada karyawan seksi pelayanan donor dan pendonor pemula dengan analisis SWOT. Lokasi penelitian berada di Unit Donor Darah PMI Kabupaten Banyumas dan beberapa SMA di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menemukan komunikasi persuasif berperan penting dalam merekrut pendonor pemula, sehingga diperlukan peningkatkan kapasitas bidang komunikasi pada karyawan seksi pelayanan donor agar kegiatan komunikasi persuasif dapat menyesuaikan perkembangan jaman. Terdapat perencanaan strategi komunikasi persuasif dalam meningkatkan partisipan pendonor pemula berupa : (1) model asosiasi donor (2) model integrasi (3)model icing, dan (4) model pay off. | The increase in blood needs demands the performance of the PMI Banyumas Blood Donation Unit in recruiting donors. The negative image of blood donation pain in novice donors results in the potential for beginner donors not yet optimal, so it is necessary to design a persuasive communication strategy in increasing the participation of novice donors. The research process was carried out from July 2020 to January 2021 using a qualitative case study method. Collecting data through observation, documentation, interviews, using a purposive side to employees of the donor service section and novice donors with SWOT analysis. The research location is in the Blood Donor Unit of PMI Banyumas Regency and several high schools in Banyumas Regency. The results of the study found that persuasive communication plays an important role in recruiting novice donors, so it is necessary to increase the communication capacity of the employees of the donor service section so that persuasive communication activities can adapt to the times. There is a persuasive communication strategy planning to increase participant beginner donors in the form of: (1) donor association model (2) integration model (3) icing model, and (4) pay off model. | |
| 27789 | 31153 | A1D116012 | PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JERUK CHOKUN PADA BEBERAPA DOSIS PUPUK NPK DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK DAUN | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan 1) dosis pupuk NPK terbaik, 2) frekuensi pemberian pupuk daun terbaik, 3) kombinasi perlakuan terbaik antara dosis pupuk NPK dan frekuensi pupuk daun untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jeruk chokun. Penelitian dilaksanakan mulai dari bulan November 2019-Juni 2020 di Ex-Farm Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk NPK (0, 25, 50, dan 75 g/pohon ). Faktor kedua yaitu frekuensi pemberian pupuk daun (0, 2, 4, dan 6 kali). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk NPK 25 g/pohon meningkatkan jumlah bunga, jumlah buah terbentuk, jumlah buah dan jumlah dompol buah. Dosis pupuk NPK 50 g/pohon meningkatkan tinggi tanaman, jumlah cabang kuarter dan diameter buah. Bobot per buah tertinggi dicapai melalui dosis pupuk NPK 75 g/pohon. Frekuensi pemberian pupuk daun dua kali meningkatkan diameter buah dan bobot perbuah. Frekuensi pemberian pupuk daun empat kali meningkatkan tinggi tanaman, jumlah cabang kuarter dan jumlah dompol buah. Jumlah bunga, jumlah buah terbentuk dan jumlah buah tertinggi dicapai melalui frekuensi pemberian pupuk daun enam kali. Interaksi antara dosis pupuk NPK dan frekuensi pemberian pupuk daun berpengaruh terhadap jumlah bunga, jumlah buah terbentuk, jumlah buah, dan bobot per buah. | This research aimed to obtain 1) the best dose of NPK fertilizer, 2) the best frequency of foliar fertilizer application, 3) the best combination of NPK fertilizer dose and leaf fertilizer frequency for chokun citrus plant growth and yield. The research was conducted from November 2019 to June 2020 at the Ex-farm Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design used was a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors. The first factor was the NPK fertilizer doses of (0, 25, 50 and 75 g/tree). The second factor was the frequency of folior fertilizer (0, 2, 4 and 6 times). The results showed that the NPK fertilizer dose of 25g/tree increased the number of flowers, the number of fruit formed, the number of fruit, and the number of fruit bunches. The NPK fertilizer dose 50 g/tree ncreased plant height, the number of quarter branches,and fruit diameter. The highest fruit weight were achieved through NPK fertilizer dose of 75 g/tree. The frequency of foliar application of two times increased the diameter of the fruit and the weight per fruit. The frequency of foliar application of four times increased plant height, the number of quarter branches,and the number of fruit bunches. The number of flowers, the number of fruit formed, and the number of fruit wre achieved through the frequency of six times fertilizing the leaves. The interaction between the NPK fertilizer dosage and the frequency of foliar fertilizer affected the number of flowers, number of fruit formed,number of fruits, and weight per fruit. | |
| 27790 | 30927 | I1C016038 | SYSTEMATIC REVIEW : KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI INDONESIA | Latar Belakang: Obat antihipertensi secara umum efektif dalam mengurangi tekanan darah tinggi dan perlu didukung dengan kepatuhan dalam minum obatnya. Angka kepatuhan pasien hipertensi di Indonesia telah banyak diteliti dan masing-masing menghasilkan outcome kepatuhan yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Indonesia melalui systematic review. Metodologi: Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic review. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan beberapa kata kunci dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yakni: “medication adherence, compliance, hypertension, Indonesia, kepatuhan minum obat, dan hipertensi” pada 5 database elektronik yakni Google Scholar, PubMed, Neliti, Science Direct, dan Garuda. Artikel yang dipilih dilakukan penilaian kualitas isi dengan menggunakan quality assessment tool yang dikembangkan oleh Hawker. Hasil: Proses pencarian artikel dilakukan hingga 3 Oktober 2020 menghasilkan sebanyak 317 artikel. Dari total sembilan artikel yang dianalisis, delapan artikel menggunakan instrumen kepatuhan MMAS dan satu artikel menggunakan jumlah hari ketika lupa minum obat. Hasil outcome kepatuhan minum obat dari sembilan artikel terdapat empat artikel yang menggunakan 3 kategori kepatuhan dan lima artikel lainnya menggunakan 2 kategori kepatuhan. Secara keseluruhan dari artikel yang dianalisis diketahui bahwa sebagian besarnya adalah memiliki tingkat kepatuhan yang rendah sebanyak 2 artikel dan tidak patuh dalam meminum obatnya sebanyak 3 artikel. Kesimpulan: Kepatuhan minum obat pasien hipertensi dalam penelitian ini terbagi dalam dua kategori yakni tingkat kepatuhan yang rendah dan tidak patuh, sehingga perlu dilakukan suatu upaya dalam meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi di Indonesia. | Background: Antihypertensive drugs are generally effective in reducing high blood pressure and need to be supported by adherence to taking their medication. Medication adherence of hypertensive patients in Indonesia has been widely studied and described the different results in taking their medication. The purpose of this study was to describe the adherence to taking medication for hypertensive patients in Indonesia through systematic reviews. Methodology: This study was conducted using a systematic review method. The search process for articles was carried out using several keywords in Indonesian or English namely : “medication adherence, compliance, hypertension, Indonesia, kepatuhan minum obat, and hipertensi” on 5 electronic databases, namely Google Scholar, PubMed, Neliti, Science Direct, and Garuda. Selected articles were assessed for critical appraisal using a quality assessment tool developed by Hawker. Result: The article search process was carried out until October 3, 2020 and resulting in a total of 317 articles. Of the total nine articles analyzed, eight used the MMAS-instrument and one article used the number of days when the medication was missed. The results of outcome medication adherence from nine articles were four articles using 3 adherence categories and five articles using 2 adherence categories. It was found that most of them, 2 articles had a low level of adherence and 3 articles had non-adherence to taking their antihypertensive drugs. Conclusion: Medication adherence in hypertensive patients in this study is divided into two categories, namely low levels of adherence and non-compliance, so it is necessary to take action to improve compliance with hypertension patients in Indonesia. | |
| 27791 | 31154 | B1A016125 | Pertumbuhan Koloni Lebah Heterotrigona itama dan Hubungannya dengan Jumlah Ketersediaan Polen dan Madu Dalam Sarang. | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jumlah sel polen dan sel madu terhadap pertumbuhan sel anakan. Kemampuan lebah madu dalam mengumpulkan tepung sari ke dalam sarang dan pembentukan anakan selama penggembalaan di areal pertanian Desa Serang. Materi yang digunakan adalah satu buah koloni lebah madu Heterotrigona itama dan lahan pertanian yang sudah ditanami tanaman sawi cesim (Brassica chinensis), tanaman labu siam (Sechium edule), tanaman kacang merah (Phaseolus vulgaris). Pengamatan dilakukan selama 8 minggu dan diamati perubahan pertumbuhan koloni perminggunya. Selama penelitian, semua koloni tidak mendapatkan pakan tambahan atau buatan dalam bentuk apapun sehingga sepenuhnya hanya mengandalkan pakan alam dari sumber tanaman utama maupun tanaman lain di sekitar areal penggembalaan. Parameter yang diamati meliputi: jumlah sel polen, jumlah sel madu dan jumlah penambahan sel anakan, Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji F (Anova) dan analisis korelasi dengan bantuan software SPSS. Untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara pertumbuhan sel polen, sel madu dengan hubungan pertumbuhan sel anakan digunakan analisa korelasi 2-tailed. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sel polen dan sel madu diperoleh nilai 0.911, hubungan sel madu dan sel anakan diperoleh nilai 0,807, dan hubungan sel polen dan sel anakan diperoleh nilai 0,763. Berdasarkan analisis hubungan korelasi antara sel polen dan sel madu memiliki keeratan yang tinggi, dimana nilai yang didapatkan sebesar 0,911. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara polen dan madu sangat erat dalam meningkatkan jumlah sel anakan. Korelasi sel madu dan sel anakan memiliki nilai 0,807 hal ini menunjukkan bahwa sel madu lebih mempengaruhi pertumbuhan sel anakan dibandingkan dengan korelasi antara sel polen dan sel anakan yaitu sebesar 0,763. Selisih korelasi antara (sel madu dan sel anakan) dan (sel polen dan sel anakan) adalah didapatkan nilai sebesar 0,044. Nilai tersebut kurang dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa sel polen dan sel madu berkoralasi dengan pertumbuhan sel anakan di dalam sarang. | This research aims to review the relationship between the amount of honey and pollen cell a cell to cell growth. Saplings the ability of honeybees in collecting pollen into the nest and the formation of saplings for grazing in the farming village. attackMatter used is the fruit of a colony of honeybees heterotrigona itama and farmland that had been planting the plants mustard cesim (Brassica chinensis), squash plant siam (Sechium edule), red bean plant (Phaseolus vulgaris). Observation is made for 8 weeks and the changes observable growth perminggunya colonies. During the survey, all feed colonies have additional or artificial of any kind so provided rely on feed of the nature of of major plant and other plants in the area grazing. Observed covering of parameters: the number of cells pollen tube, the number of cells honey and the number of additional saplings cells, data analyzed the research use (Anova F) and the spss correlation analysis software. To determine the level of closeness between pollen tube, cell growth the cell honey analysis used cell growth saplings 2-tailed. Correlation the result showed that the cells and the cells pollen tube of honey obtained, 0.911 value the cells and the cells obtained the honey 0,807, saplings and relationships of the children and cells obtained the pollen tube 0,763. Based on the analysis of the correlation between cells pollen tube and cells honey its high, close where the value of some of 0,911. This shows that the relationship between pollen tube and honey are closely in increasing the number of saplings. The correlation between honey and daughter cells had a value of 0.807, this indicated that honey cells influenced the growth of tiller cells more than the correlation between pollen cells and daughter cells, which was 0.763. The difference in the correlation between (honey cells and tiller cells) and (pollen cells and daughter cells) was a value of 0.044. This value is less than 0.05, so it can be concluded that pollen cells and honey cells are correlated with the growth of tiller cells in the hive. | |
| 27792 | 31163 | E1A115004 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK YANG TUMBUH DAN BERKEMBANG DI LINGKUNGAN LEMBAGA PEMASYARAKTAN (Studi di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta) | Setiap anak pada dasarnya memiliki hak yang sama, yaitu mendapatkan perlindungan dan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun demikian, dalam realitanya tidak semua anak pada kondisi sejahtera, sebagai contoh anak yang turut hidup, tumbuh dan berkembang di dalam Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) dikarenakan sang Ibu harus menjalani pidana penjara atau kurungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perlindungan hukum terhadap anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan lembaga pemasyarakatan dan faktor-faktor penghambat perlindungan hukum terhadapnya di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta. Metode penelitian yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis dan sumber data yang dipergunakan adalah data primer dan data sekunder. Penentuan informan penelitian menggunakan metode purposive sampling dan snowball sampling. Data yang diperoleh diolah dengan reduksi data, display data, dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk uraian naratif dan analisis kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Lembaga Pemasayarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta sebagian besar hak anak telah terpenuhi sesuai dengan Pasal 20 ayat (3) PP No. 32 Tahun 1999 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, meliputi hak untuk mendapat maknan yang layak dan layanan kesehatan. Adapun faktor penghambat perlindungan hukum terhadap anak yang tumbuh dan berkembang di dalam LAPAS berkaitan dengan aspek komponen substnasi hukum dan struktur hukum. Saran penulis dalam hal ini perlu adanya kebijakan yang mengatur mengenai hak-hak anak yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. | Every child basically has the same rights, namely to get protection and affection from both parents. However, in reality, not all children are in a prosperous condition, for example children who live, grow and develop in a Correctional Institution (LAPAS) because the mother has to undergo imprisonment or imprisonment. This study aims to determine how legal protection for children who grow and develop in the correctional institution environment and the inhibiting factors of legal protection against them in Class IIB Yogyakarta Women's Prison. Sociological juridical research methods with descriptive research specifications. Types and sources of data used are primary data and secondary data. Determination of research informants using purposive sampling method and snowball sampling. The data obtained were processed by data reduction, data display, and data categorization. Presentation of data in the form of narrative descriptions and qualitative analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that most of the children's rights have been fulfilled in accordance with Article 20 paragraph (3) of Government Regulation no. 32 of 1999 concerning Terms and Procedures for the Implementation of the Rights of Correctional Assistance, including the right to get proper food and health services. The inhibiting factors for legal protection for children who grow and develop in LAPAS are related to the aspects of the legal substance and legal structure. The author's suggestion in this case is that there is a need for policies regulating the rights of children who grow and develop in the correctional institution. | |
| 27793 | 31155 | H1B016080 | PENGARUH PENAMBAHAN VARIASI BAHAN TAMBAH BERBASIS INTEGRAL CRYSTALLINE WATERPROOFING TERHADAP TINGKAT KOROSI BAJA TULANGAN PADA BETON MUTU 25 MPa | Penggunaan beton bertulang untuk bangunan dengan paparan lingkungan korosif harus mampu menahan rembesan air korosif agar tidak terjadi korosi pada tulangan beton. Rembesan dapat terjadi karena adanya pori-pori di dalam beton yang saling berkaitan sehingga air dapat masuk melalui retakan pada selimut beton sehingga mengurangi umur layanan beton. Oleh karena itu, beton bertulang harus didesain kedap air sehingga mengurangi kerusakan pada tulangan beton akibat dari rembesan air. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan integral crystalline waterproofing terhadap tingkat korosi tulangan baja. Integral crystalline waterproofing yang digunakan pada penelitian ini sebesar 0, 6, 8,3, 10 kg per meter kubik beton. Hasil pengujian diperoleh penurunan tingkat korosi sebesar 31,41%, 54,94%, 83,72% untuk masing masing penambahan integral crystalline waterproofing 6, 8,3, 10, kg per meter kubik beton dibandingkan dengan penambahan integral crystalline waterproofing 0 kg per meter kubik beton. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin banyak penambahan integral crystalline waterproofing mengakibatkan turunnya tingkat korosi tulangan baja yang terjadi. | The use of reinforced concrete for buildings with exposure to corrosive environments must be able to withstand corrosive water seepage to prevent corrosion of reinforcing concrete. Seepage can occur because of the interconnected pores in the concrete so that water can enter through the cracks in the concrete blanket thereby reducing the service life of the concrete. Therefore, reinforced concrete must be designed to be water-resistant to reduce damage to the concrete reinforcement due to water seepage. The purpose of this study was to determine the effect of adding integral crystalline waterproofing on the corrosion rate of steel reinforcement. The integral crystalline waterproofing used in this study was 0.6, 8.3, 10 kg per cubic meter of concrete. The test results obtained a decrease in the corrosion rate of 31.41%, 54.94%, 83.72% for each addition of integral crystalline waterproofing 6, 8,3, 10, kg per cubic meter of concrete compared to the addition of integral crystalline waterproofing 0 kg per cubic meter of concrete. So it can be concluded that the more the addition of integral crystalline waterproofing results in a decrease in the corrosion rate of steel reinforcement that occurs. | |
| 27794 | 31156 | A1A116045 | ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG DI AGROWISATA SWEETBERRY, CIANJUR, BOGOR | Agrowisata adalah aktivitas wisata yang melibatkan penggunaan lahan pertanian atau fasilitas terkait yang menjadi daya tarik bagi wisatawan. Agrowisata sweetberry merupakan salah satu obyek wisata di Indonesia yang mengutamakan aspek pertanian untuk dikembangkan menjadi tempat wisata. Agrowisata sweetberry terletak di kawasan Puncak, Cipanas Cianjur Jawa Barat. Agrowisata Sweetberry selain melakukan petik stroberi dan sayuran segar secara langsung di kebun juga memfasilitasi kegiatan edukasi tanam stroberi, memberi makan hewan, serta kegiatan lainnya yang merupakan hiburan tambahan seperti wahana permainan dan mancing ikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menganalisis tingkat kepuasan pengunjung terhadap sistem pelayanan dan fasilitas di Agrowisata Sweetberry, 2) Menganalisis atribut kepuasan pengunjung di Agrowisata Sweetberry, dan 3) Mengetahui posisi Agrowisata Sweetberry terhadap para pesaing dan langkah yang dapat dilakukan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling, teknik ini didasarkan pengambilan sampel yang tidak dipilih secara acak. Metode yang dipilih dari non probability sampling adalah convenience sampling umumnya digunakan pada situasi yang tidak memungkinkan menggunakan metode penarikan sampel dengan cara lain. Teknik pengumpulan data melalui sampling insidental. Teknik penentuan sampling insidental berdasarkan pengunjung yang bertemu dengan peneliti dapat dijadikan sebagai sampel. Berdasarkan hasil perhitungan nilai CSI berada dibawah 76 % atau sebesar 69,03 yang berarti pelanggan dalam hal ini pengunjung Agrowisata Sweetberry, Cianjur, Bogor cukup puas dengan pelayanan yang telah diberikan. Wisatawan Agrowisata Sweetberry, Cianjur, Bogor masih merasa belum puas terhadap kualitas pelayanan yang ada diberikan pengelola Agrowisata Sweetberry, Cianjur, Bogor. Berdasarkan hasil pada matriks BCG diatas dapat dilihat bahwa posisi dari Agrowisata Sweetberry, Cianjur, Bogor terletak pada kuadran Dog, yang menunjukkan bahwa Agrowisata Sweetberry, Cianjur, Bogor memiliki tingkat pertumbuhan pasar yang lambat dan pangsa pasarnya rendah. | Agrotourism is a tourism activity that involves the use of agricultural land or related facilities that attract tourists. Agrotourism Sweetberry is one of the tourist objects in Indonesia that prioritizes agricultural aspects to be developed into tourist attractions. Agrotourism Sweetberryis located in the Puncak area, Cipanas Cianjur, West Java. Agrotourism Sweetberry Apart from picking strawberries and fresh vegetables directly in the garden, also facilitates educational activities on planting strawberries, feeding animals, and other activities which are additional entertainment such as rides and fishing. This study aims to: 1) Analyze the level of visitor satisfaction with the service system and facilities in Agrotourism Sweetberry, 2) To analyze the attributes of visitor satisfaction in Agrotourism Sweetberry, and 3) to determine the position of Agrotourism Sweetberry towards competitors and steps that can be taken. Sampling is done bymethod non probability sampling, this technique is based on sampling that was not randomly selected. The method chosen from non-probability sampling is convenience sampling, generally used in situations where it is not possible to use other methods of sampling. The technique of collecting data is through incidental sampling. The technique of determining incidental sampling based on visitors meeting the researcher can be used as a sample. Based on the results of the calculation of the CSI value is below 76% or 69.03, which means that the customer in this case is Agrotourism Sweetberry, Cianjur, Bogor. Quite satisfied with the service provided. Tourists of Agrotourism Sweetberry, Cianjur, Bogor are still not satisfied with the quality of services provided by the manager of Agrotourism Sweetberry, Cianjur, Bogor. Based on the results of the BCG matrix above, it can be seen that the position of Agrotourism Sweetberry, Cianjur, Bogor is located in the quadrant Dog, which indicates that Agrotourism Sweetberry, Cianjur, Bogor has a slow market growth rate and a low market share. | |
| 27795 | 31164 | A1D016067 | PERTUMBUHAN MACAM STEK LADA (Piper nigrum L.) PADA BEBERAPA JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH | Lada (Piper nigrum L.) merupakan salah satu komoditi ekspor di subsektor perkebunan yang dapat memberikan kontribusi bagi devisa Indonesia. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi lada nasional, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam dan jenis zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan stek lada. Penelitian ini dilaksanakan pada 22 Juni sampai 4 September 2020 di Screenhouse Exfarm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Jenderal Soedirman. Penelitian berupa percobaan pot faktorial 3x3 dengan menggunakan Rangcangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah macam stek yaitu stek pucuk, stek tengah, dan stek pangkal. Faktor kedua adalah jenis zat pengatur tumbuh yaitu kontrol (tanpa ZPT), Root-up (100 ppm), dan air kelapa (25%). Variabel yang diamati yaitu persentase stek hidup, pertumbuhan tinggi tanaman, panjang tunas, pertumbuhan jumlah daun, jumlah tunas, luas daun, jumlah akar, panjang akar total, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, dan volume akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) macam stek pangkal memberikan pertumbuhan akar stek lada terbaik, stek pucuk pada tinggi tanaman, tengah dan pangkal pada pertumbuhan luas daun dan bobot tanaman kering. (2) Jenis zat pengatur tumbuh Root-up dengan konsentrasi 100 ppm memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan stek lada. (3) Jenis zat pengatur tumbuh Root-up dengan konsentrasi 100 ppm dan stek pangkal memberikan persentase hidup stek lada terbaik | Pepper (Piper nigrum L.) is one of the export commodities in the plantation sub-sector that can contribute to Indonesia's foreign exchange. Based on this, it is necessary to improve the quality and quantity of national pepper production. This study aims to: (1) determine which types of cuttings are best for the growth of pepper cuttings. (2) knowing the type of ZPT that was the best for the growth of pepper cuttings, (3) knowing the best combination between the types and types of growth regulators for pepper cuttings. This research was conducted from 22 June to 4 September 2020 at the Exfarm Screenhouse, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto and the Laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman. The research design used was a 3x3 factorial design using a Complete Randomized Block Design (RAKL) repeated three times on pepper cuttings with two factors. The first factor is the type of cuttings consisting of shoot cuttings, middle cuttings and base cuttings. The second factor is the type of growth regulator which consists of control (without ZPT), root-up (100 ppm), and coconut water (25%). The variables observed were the percentage of live cuttings, plant height, shoot length, number of leaves, number of shoots, leaf area, number of roots, length total root weight, fresh root weight, dry root weight, fresh plant weight, dry plant weight, and root volume. The results showed that (1) the base of cuttings gave the best root growth of pepper cuttings, shoot cuttings at plant height, middle and base of leaf area growth and dry weight. (2) Root-up growth regulators with a concentration of 100 ppm gave the best results on pepper cuttings' growth. (3) The growth regulators of Root-up with a concentration of 100 ppm and base cuttings gave the best percentage of life for pepper cuttings. | |
| 27796 | 31185 | L1A016058 | INDUKSI PENEMPELAN JUVENIL KERANG HIJAU (Perna viridis) MENGGUNAKAN SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT Sargassum polycystum | Juvenil kerang hijau umumnya menempel pada rumput laut dikarenakan terdapat isyarat kimia yang merangsang juvenil untuk melalukan penempelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif pada ekstrak rumput laut yang berperan sebagai penginduksi penempelan Kerang Hijau (Perna viridis) dengan mengamati retention dan survival salama 24 jam. Tahap penelitian dilakukan dimulai dari tahap persiapan sampel rumput laut, ekstraksi rumput laut, analisis senyawa bioaktif persiapan sampel juvenil kerang hijau, pembuatan media induksi, pengamatan terhadap kerang hijau. Pada penelitian ini perlakuan menggunakan 4 media uji yang berbeda A (tali tanpa phytagel), B (tali, phytagel), C (tali, phytagel, metanol), dan D (tai, phytagel, crude extract) dengan masing-masing 5 kali pengulangan. Hasil uji terpenoid dari rumput laut Sargassum polycystum menunjukkan bahwa rumput laut tersebut mengandung senyawa terpenoid secara kualitatif yang ditunjukan adanya perubahan warna dari hijau menjadi warna jingga. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan yang diberikan tidak berpengaruh pada rataan retention juvenil kerang (P>0,05), dan pada survival (P>0,05). Rata-rata nilai retention berkisar antara 0,0 ± 0,0% - 11,61 ± 7,39% (mean ± standar deviasi, n=5) dan survival berkisar antara 82 ± 13,04% - 93 ± 13,04% (mean ± standar deviasi, n=5). Namun berdasarkan hasil dari penelitian ini ekstrak rumput laut S. polycystum menunjukan tidak ada pengaruh terhadap induksi penempelan juvenil kerang hijau. | The green mussels juveniles generally stick to seaweed because there are chemical cues that stimulate the juveniles to attach themselves. This study aims to determine the content of bioactive compounds in seaweed extract which acts as an inducer of green mussels (Perna viridis) by observing the retention and survival for 24 hours. The research stage was carried out starting from the stage of seaweed sample preparation, seaweed extraction, analysis of bioactive compounds in the preparation of juvenile green mussels, making induction media, observing green clams. In this study the treatment used 4 different test media A (rope without phytagel), B (rope, phytagel), C (rope, phytagel, methanol), and D (rope, phytagel, crude exract) with 5 repetitions each. The results of the terpenoid test from Sargassum polycystum seaweed show that the seaweed contains terpenoid compounds qualitatively, which is indicated by a change in color from green to orange. The results showed that the treatment given had no effect on the average retention of juvenile shellfish (P> 0.05), and on survival (P> 0.05). The mean retention values ranged from 0.0 ± 0.0% - 11.61 ± 7.39% (mean ± standard deviation, n = 5) and survival ranged from 82 ± 13.04% - 93 ± 13.04 % (mean ± standard deviation, n = 5). However, based on the results of this study, the S. polycystum seaweed extract showed no effect on the induction of juvenile adhesion of green mussels. | |
| 27797 | 31170 | E1A016289 | PERLINDUNGAN HUKUM PASIEN DALAM PELAYANAN KESEHATAN TELEMEDICINE PADA STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk perlindungan hukum pasien telemedicine pada struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analitical Aproach), dan pendekatan konseptual (Conseptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum positif, sinkronisasi hukum dan penemuan hukum in concreto. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari studi kepustakaan dan studi dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum pasien dalam pelayanan kesehatan telemedicine telah menunjukkan taraf sinkronisasi. Artinya, bahwa antara peraturan yang lebih rendah derajatnya telah sesuai dengan peraturan yang lebih tinggi derajatnya dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar bagi pembentukan peraturan yang lebih rendah. Bentuk perlindungan hukum pasien dalam pelayanan kesehatan telemedicine meliputi jaminan pengaturan mendapat hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan; jaminan pengaturan mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kompetensi, kode etik, standar pelayanan, dan standar oprasional prosedur; jaminan pengaturan meminta pendapat tenaga medis atau tenaga kesehatan lain; jaminan pengaturan memperoleh informasi secara, benar, jelas, dan jujur tentang tindakan yang akan dilakukan; jaminan pengaturan menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi pasien; jaminan pengaturan memperoleh informasi tentang data kesehatan dirinya termasuk tindakan dan pengobatan yang telah maupun yang akan diterimanya; jaminan pengaturan rahasia kondisi kesehatan pribadi pasien; jaminan pengaturan kebebasan menerima atau menolak sebagian atau seluruh tindakan pertolongan yang akan diberikan; jaminan pengaturan tuntutan ganti rugi. | The study aims to determine synchronization of legal protection arrangements amd forms of legal protection for patient in telemedicine health services facilities in the structures of legislation Indonesia. The research method used in this study is a qualitative normative juridical method with the statutory approach method, analitical Approach, and conceptual approach. The research specifications used are legal inventory, legal synchronization dan legal discovery in concreto. The type of data used is secondary data obtained from literature and documentaries. Based on the research results, it can be concluded that the regulation regarding legal protection of patients in telemedicine health services has shown a level of synchronization. This means that between regulations with a lower degree of compliance with regulations of a higher degree and regulations of a higher degree, it becomes the basis for the formation of lower regulations. Forms of legal protection for patients in telemedicine health services include regulatory guarantees have the same rights in gaining access to resources in the health sector; regulatory guarantees to obtain health services in accordance with competence, code of ethics, service standards, and standard operating procedures; regulatory guarantees requesting the opinion of medical personnel or other health workers; regulatory guarantee to obtain accurate, clear, and honest information about the actions to be taken; regulatory guarantees determine their own health services needed for patients; regulatory guarantees to obtain information about their own health data including actions and treatments that have been or will be received; guarantee of confidential arrangement of the patient's personal health conditions; the guarantee of the freedom to accept or reject part or all of the relief measures to be given; guarantee of compensation claim arrangements. | |
| 27798 | 31157 | C1B017015 | Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Mediasi | Kinerja keuangan berperan penting dalam peningkatan kegiatan-kegiatan yang berada di perusahaan. Tujuan perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan yang salah satunya tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel independen (kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional) terhadap variabel dependen (return on asset) dengan corporate social responsibility sebagai variabel mediasi. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif terhadap Corporate Social Responsibility, Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif terhadap Kinerja Keuangan, Kepemilikan Institusional berpengaruh negatif terhadap Kinerja Keuangan, Corporate Social Responsibility tidak memediasi pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional terhadap Kinerja Keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2015-2019. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan sebaiknya mencari tahu mengenai variabel apa saja yang mempunyai peran yang besar dalam meningkatkan kinerja keuangan. | Financial performance plays an important role in increasing the activities that are in the company. The company's goal is to maximize company value, one of which is reflected in the company's financial performance. The purpose of this study was to determine the effect of the independent variables (managerial ownership, institutional ownership) on the dependent variable (return on assets) with corporate social responsibility as the mediating variable. The population used in this study are manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. The sampling technique used in this study was purposive sampling method. From the results of this study it can be seen that Managerial Ownership and Institutional Ownership have a negative effect on Corporate Social Responsibility, Managerial Ownership has a positive effect on Financial Performance, Institutional Ownership has a negative effect on Financial Performance, Corporate Social Responsibility does not mediate the effect of Managerial Ownership and Institutional Ownership on Financial Performance in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2015-2019. The implication of this research is that companies should find out what variables have a big role in improving financial performance. | |
| 27799 | 31158 | E1A016038 | TINJAUAN YURIDIS ZONA UDARA TERLARANG DAN ZONA UDARA TERBATAS MENURUT HUKUM UDARA INTERNASIONAL. (Studi tentang Tanggung Jawab Negara Iran dalam Kasus Penembakan Pesawat Sipil Ukraina International Airlines PS752 oleh Militer Iran pada 2020) | Dalam penerbangan sipil internasional, sebuah pesawat akan melintasi wilayah udara negara kolong dan memerlukan izin dari negara yang bersangkutan untuk bisa melintasi wilayah negara tersebut. Demi keselamatan dan keamanan penerbangan, negara kolong berhak untuk menetapkan status zona udara terlarang dan zona udara terbatas atas wilayahnya. Pengaturan mengenai zona udara terlarang dan zona udara terbatas menjadi sangat penting mengingat sering terjadi kasus pesawat sipil melintasi zona udara terlarang dan zona udara terbatas suatu negara yang berakhir dengan tindakan intersepsi atau penembakan terhadap pesawat sipil tersebut yang dilakukan oleh otoritas negara kolong. Tindakan tersebut tentu saja tidak sesuai dengan Konvensi Chicago 1944 tentang Penerbangan Sipil Internasional yang menyebutkan bahwa suatu negara harus bisa menahan diri ketika menghadapi pesawat sipil yang berada di wilayah udaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang penerapan zona udara terlarang dan zona udara terbatas menurut hukum internasional serta tanggung jawab Negara Iran dalam kasus penembakan pesawat udara sipil Ukraina International Airlines PS752 pada 8 Januari 2020 di Kota Teheran, Iran. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis dan pendekatan perundang-undangan serta pendekatan kasus. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, data yang diperoleh disajikan dengan teks deskriptif naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa zona udara terlarang diatur secara tegas dalam Pasal 9 Konvensi Chicago 1944, sedangkan zona udara terbatas diatur dalam Annex 15 Konvensi Chicago 1944. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesalahan yang dilakukan Iran karena telah menembak pesawat sipil Ukraina International Airlines PS752 kemudian menimbulkan tanggung jawab negara bagi Iran karena secara umum telah melanggar ketentuan Pasal 3 bis Konvensi Chicago 1944 tentang amandemen Konvensi Chicago 1944. Iran harus bertanggung jawab atas kerugian materiil maupun imateriil yang timbul akibat kecelakaan tersebut. | In an international civil flight, an aircraft will certainly cross the airspace of the subjacent state and require permission from the country concerned to be able to cross the area. For the sake of aviation safety and security, subjacent state have the right to determine the status of prohibited area and restricted area over their territory. Regulations regarding the prohibited area and restricted area are very important considering that there are frequent cases of civilian aircraft crossing the restricted area and restricted area of a country which ends in interception or shooting of the civilian aircraft by the subjacent state authorities. This is not in accordance with the Chicago Convention 1944 on International Civil Aviation which states that a country must be able to exercise restraint when facing civilian aircraft in its airspace. This research aims to identify and understand the application of prohibited area and restricted area according to international law and the Iran’s responsibility in the case of shooting down the civilian aircraft Ukraina International Airlines PS752 on January 8, 2020 in Tehran City, Iran. This research is a juridical research with descriptive analytical research specifications and used statute approach also case approach. This research used secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials. The collection data method was carried out by literature study, the obtained data were presented with descriptive narrative text, and the analysis data method was carried out in qualitative normative. The results of this study indicated that the prohibited area was strictly regulated in Article 9 Chicago Convention 1944, while the restricted area was regulated in Annex 15 of the Chicago Convention 1944. The results of this study also indicated that Iran had made a mistake in shooting down a civilian aircraft Ukrainian International Airlines PS752 created state responsibility for Iran because in general it had violated the provisions of Article 3 bis of the Chicago Convention 1944 on relating amendment to the Chicago Convention 1944. Iran must be responsible for material and immaterial losses incurred arising from the accident. | |
| 27800 | 31159 | J1B016016 | ANALISIS SATUAN ISI CERITA DALAM NOVEL KUGAPAI CINTAMU KARYA ASHADI SIREGAR | Skripsi ini berjudul “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana analisis satuan isi cerita yang ditunjukkan pada sekuen. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis, dengan mendeskripsikan fakta-fakta cerita dalam novel kemudian dilanjutkan dengan analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan strukturalisme yang berfokus pada satuan isi cerita (sekuen) yang menghasilkan hubungan logis dan kronologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di dalam novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar terdapat hubungan kronologis yang terdiri dari 296 sekuen yang berada pada saat penceritaan, 17 sekuen terdapat pada sorot balik tahap pertama (169.1-169.2, 197.1-197.2, 205.1, 212.1-212.3, 222.1-222.2, 262.1-262.3, dan 263.1-263.3), serta adanya 20 sekuen deskripsi (3.1-3.2, 5.1-5.2, 24.1-24.2, 39.1, 57.1-57.2, 84.1-84.2, 134.1-134.3, 209.1-209.2, dan 242.1-242.4). Jadi secara keseluruhan berjumlah 333 sekuen. Adapun hubungan logis novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar mempunyai 42 fungsi utama. Fungsi utama tersebut membentuk kerangka cerita yang di dalamnya memiliki 8 komponen warna yang berbeda. Setiap fungsi dan komponen warna tersebut saling berkaitan satu sama lain. Hubungan logis ditampilkan menggunakan tanda panah yang menghasilkan hubungan sebab-akibat serta membentuk alur yang digambarkan melalui diagram pohon. | This research is entitled “Analisis Satuan Isi Cerita dalam Novel Kugapai Cintamu karya Ashadi Siregar”. The purpose of this research is to describe how the story unit analysis shown in the sequence. The method that is used in this research is descriptive analysis, by describing the facts of the story in the novel, which is followed by the analysis. This research uses structuralism theory that focuses on the order of story units (sequence) which produces a logical and chronological order. The results of this study indicate that in Kugapai Cintamu novel by Ashadi Siregar there are chronological orders consisting of 296 sequences in the narratives, 17 sequences in the flashbacks of the first stage (169.1-169.2, 197.1-197.2, 205.1, 212.1-212.3, 222.1-222.2, 262.1-262.3, and 263.1-263.3), as well as 20 sequences which are description sequences (3.1-3.2, 5.1-5.2, 24.1-24.2, 39.1, 57.1-57.2, 84.1-84.2, 134.1-134.3, 209.1-209.2, and 242.1-242.4). Therefore, there are 333 sequences in all. Furthermore, the logical orders in Kugapai Cintamu novel by Ashadi Siregar have 42 main functions. The main functions form a storyboard that has 8 different color components. Each function and component of that color are interrelated to each other. The logical orders are depicted with arrows that produce a cause-effect relationship and form a plot that is depicted through the tree diagram. |