Artikel Ilmiah : A1D016070 a.n. SYIFA NAZLIAH

Kembali Update Delete

NIMA1D016070
NamamhsSYIFA NAZLIAH
Judul ArtikelPENGGUNAAN METABOLIT SEKUNDER ASAL Beauveria bassiana
UNTUK MENGENDALIKAN HAMA PENGGEREK BUAH KOPI
(Hypothenemus hampei) DI DESA PESANGKALAN KECAMATAN PAGEDONGAN, BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penggerek buah kopi Hypothenemus hampei (PBKo) merupakan serangga hama utama tanaman kopi yang menyebabkan kerusakan produksi dan kualitas kopi. Penelitian bertujuan untuk mengkaji efektivitas penggunaan metabolit sekunder asal jamur Beauveria bassiana untuk mengendalikan serangga hama PBKo pada pertanaman kopi organik.
Penelitian telah dilaksanakan pada pertanaman kopi organik di Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara mulai bulan September sampai November 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan penyemprotan larutan metabolit sekunder Bio B10. Perlakuan terdiri dari (1) penyemprotan larutan metabolit sekunder (20 ml per liter air) dan (2) tanpa penyemprotan metabolit sekunder (kontrol). Percobaan diulang 20 kali. Variabel yang diamati yaitu intensitas serangan hama PBKo dan populasi kumbang PBKo yang tertangkap perangkap botol. Data dianalisis menggunakan uji T pada taraf kesalahan 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa penyemprotan metabolit sekunder tidak menurunkan populasi kumbang dan intensitas serangan hama.
Abtrak (Bhs. Inggris)The coffee berry borer (CBB), Hypothenemus hampei is the main insect pest of the coffee plant which causes damage to coffee production and quality. This study aimed to assess the effectiveness of application raw secondary metabolite from Beauveria bassiana fungus to


control CBB pest at organic coffee crops. The research was conducted at organic coffee crops in Pesangkalan Village, Pagedongan District, Banjarnegara from September to November 2019. The research used a completely randomized design (CRD) with spraying treatment with secondary metabolite (Bio B10) solution. The treatments consisted of (1) spraying secondary metabolite solution (20 ml per litre of water) and (2) without spraying with secondary metabolite (control). The experiment was repeated 20 times. The observed variables were the intensity of insect pest attack and number off beetle that caught in the bottle traps. Data were analyzed using the T test at error level 5%. The results showed that spraying of secondary metabolite did not reduce beetle population and and the intensity of CBB attack.
Kata kunciHypothenemus hampei, Beauveria bassiana, metabolit sekunder, perangkap
Pembimbing 1Dr. Ir. Rostaman, M.Si.
Pembimbing 2: Ir. Tarjoko, M.S.
Pembimbing 3 Ir. Endang Warih Minarni, M.P.
Tahun2021
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2021-02-11 03:41:42.521111
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.