Home
Login.
Artikelilmiahs
31091
Update
FITRIA NURHALIZA
NIM
Judul Artikel
PEMBUKTIAN DIGITAL FORENSIK SEBAGAI ALAT BUKTI DIGITAL TINDAK PIDANA PENIPUAN TRANSAKSI JUAL BELI ONLINE (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2018/PN.Mks)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan ini ada satu fenomena menarik yang timbul di masyarakat, yaitu jual beli online dimana kita dapat bertransaksi membeli barang atau jasa melalui media elektronik di dunia maya atau virtual dimana pembeli dan penjual tidak bertemu secara fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alat bukti digital forensic dalam Putusan Pengadilan Negeri Makasar Nomor 1301/Pid.Sus/2018/PN.Mks. hanya menggunakan Undang-Undang Hukum Acara Pidana dan menggunakan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan untuk mengetahui apakah putusan tersebut sah jika dikaitkan dengan Pasal 184 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah normatif yang bersifat kualitatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber bahan hukum yang digunakan adalah data primer, data sekunder dan data tersier. Metode pengumpulan dan pengolahan bahan hukum adalah studi dokumen (studi kepustakaan) serta dianalisis dengan menggunakan analisis normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menganalisa alat bukti digital forensik pada Putusan Pengadilan Negeri Makasar Nomor 1301/Pid.Sus/2018/PN.Mks. Maka berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), maka Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ini memperluas dari ketentuan Pasal 184 KUHAP mengenai alat bukti yang sah. Dan hasil pemeriksaan digital forensik ini dalam persidangan disampaikan oleh Ahli, yang mana dalam Pasal 184 KUHP keterangan ahli menjadi alat bukti yang sah.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This development is an interesting phenomenon that arises in society, namely buying and selling online where we can transact to buy goods or services through electronic media in cyberspace or virtual worlds where buyers and sellers do not meet physically. This study aims to determine digital forensic evidence in the Makassar District Court Decision Number 1301 / Pid.Sus / 2018 / PN.Mks. only use the Criminal Procedure Law and use the Information and Electronic Transactions Law and to find out whether the decision is valid if it is linked to Article 184 of Law Number 8 of 1981 concerning Criminal Procedure Law and Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions. The research method used is qualitative normative with prescriptive research specifications. Sources of legal materials used are primary data, secondary data and tertiary data. The method of collecting and processing legal materials is document study (literature study) and is analyzed using qualitative normative analysis. Based on the results of the research, analyzing digital forensic evidence in the Makasar District Court Decision Number 1301 / Pid.Sus / 2018 / PN.Mks. So based on the Criminal Procedure Code (KUHAP), Law Number 11 of 2008 concerning Electronic Information and Transactions extends from the provisions of Article 184 of the Criminal Procedure Code regarding legal evidence. And the results of this digital forensic examination in the trial were conveyed by the Expert, which in Article 184 of the Criminal Code the expert's statement becomes valid evidence.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save