Home
Login.
Artikelilmiahs
29368
Update
FILDZHA RANI NURYANINGTYAS
NIM
Judul Artikel
TOXIC MASCULINITY (ANALISIS SEMIOTIK ROLAND BARTHES PADA IKLAN L-MEN VERSI ALBERN SULTAN)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Iklan pada masa ini tidak hanya berfungsi sebagai media promosi dan informasi tentang suatu produk, iklan bereperan lebih jauh sebagai pembentuk realitas. Realitas yang sering dikonstruksi melalui iklan adalah stereotip gender. Konstruksi gender dalam iklan televisi sebagai maskulinitas (kelaki-lakian) dan femininitas (keperempuanan). Seiring perkembangan masa, nilai maskulinitas kian marak diangkat menjadi ide sebuah iklan. Maskulinitas dirasa memiliki kelebihan untuk menaikkan penjualan suatu produk, salah satu produk yang selalu mengangkat isu maskulinitas adalah L-Men. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana bentuk toxic masculinity yang direpresentasikan dalam iklan L-Men 2GoGainMass 2018 versi Albern Sultan. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif yang menggunakan teknik dengan cara menetapkan ciri-ciri khusus yang sesuai dengan tujuan penelitian. Metode pengmpulan data dilakukan dengan memahami jalan cerita iklan, menyusun kategorisasi dan menyusun draft laporan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk toxic masculinity yang direpresentasikan dalam iklan L-Men lebih mengarah kepada konsep maskulinitas baru. Maskulinitas baru adalah laki-laki metroseksual yang memiliki penghasilan tinggi dan gaya hidup mewah. L-Men berusaha menyeragamkan imaji maskulinitas bahwa selain memiliki tubuh atletis, laki-laki juga harus memiliki wajah tampan dan terawat, serta penghasilan tinggi untuk menunjang gaya hidup mewah. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa mitos dominan toxic masculinity yang direpresentasikan oleh L-Men memiliki dua garis besar. Pertama, pria maskulin adalah laki-laki metroseksual bertubuh atletis dan berwajah tampan (mulus). Kedua, pria maskulin adalah laki-laki yang dominan atas kekayaan materi dan pekerjaan. Rekomendasi dari penelitian ini yaitu, diharapkan dapat memberikan gambaran serta sumbangsih pengetahuan bagi kalangan akademisi, aktivis dan masyarkat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Advertising at this time not only serves as a medium for promotion and information about a product, advertising has a further role as a reality maker. The reality that is often constructed through advertising is gender stereotyping. Gender constructions in television commercials as masculinity (masculinity) and femininity (femininity). As time goes by, the value of masculinity is increasingly being raised into the idea of an advertisement. Masculinity is felt to have the advantage to increase sales of a product, one product that always raises the issue of masculinity is L-Men. This study aims to describe how the toxic masculinity forms are represented in the L-Men 2GoGainMass 2018 advertisement version of Albern Sultan. This research is a qualitative research that uses techniques by determining specific characteristics that are in accordance with the research objectives. The method of collecting data is done by understanding the storyline of advertisements, preparing categorizations and compiling draft reports. The data analysis technique used in this study is Roland Barthes's semiotics. The results showed that the toxic masculinity form represented in L-Men advertisement was more directed to the new concept of masculinity. The new masculinity is a metrosexual man who has a high income and a luxurious lifestyle. L-Men tried to uniform the image of masculinity that in addition to having an athletic body, men also had to have a handsome and well-groomed face, as well as a high income to support a luxurious lifestyle. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that some of the dominant myths of toxic masculinity represented by L-Men have two outlines. First, masculine men are metrosexual men who are athletic and handsome (smooth). Second, masculine men are dominant men over material wealth and occupations. Recommendations from this research are expected to provide an overview and contribution of knowledge for academics, activists and society.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save