Artikelilmiahs

Menampilkan 26.081-26.100 dari 50.260 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2608129424E1A114076IZIN PENCATATAN KAWIN BEDA AGAMA (TINJAUAN YURIDIS PENETAPAN PENGADILAN NEGERI SURAKARTA NOMOR: 278/PDT.P/2019/PN.SKTIZIN PENCATATAN KAWIN BEDA AGAMA (TINJAUAN YURIDIS PENETAPAN PENGADILAN NEGERI SURAKARTA : NOMOR 278/PDT.P/2019/PN.SKT)
Oleh: Febriansyah
NIM: E1A114076
ABSTRAK
Perkawinan yang didasari ikatan lahir batin dapat dikatakan sah jika telah memenuhi unsur dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang menyebutkan bahwa, “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.” Dalam penjelasan pasal tersebut menyatakan bahwa tidak ada perkawinan di luar hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang plural, multikultural dan multiagama yang tidak menutup kemungkinan terjadinya perkawinan beda agama seperti yang terjadi di Kota Surakarta antara Agustinus Dwi Nugroho yang beragama Katholik dengan Ika Dede Yuniar yang beragama Islam.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hukum hakim Pengadilan Negeri Surakarta dalam penetapan Nomor 278/Pdt.P/2019/PN.Skt tentang perkawinan beda agama. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriftif analitis. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan dengan inventarisasi data. Metode analisis data menggunakan normatif kualitatif.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa pertimbangan hakim dalam penetapan Nomor 278/Pdt.P/2019/PN.Skt menggunakan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, juga Para Pemohon adalah suami isteri yang telah diteguhnya perkawinannya menurut tata cara agama Katholik pada tanggal 20 Juli 2019 yang diberkati oleh Romo Ignatius Nandy Winarta di Paroki San Inigo Dirjodipuran. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 sudah mengatur jelas larangan perkawinan beda agama dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan mengatur mengenai salah satu cara perkawinan beda agama dapat dicatatkan.

Kata Kunci : Izin Kawin Beda Agama, Perkawinan Beda Agama, Pencatatan Perkawinan.
PERMITS REGISTRATION OF INTERFAITH MARRIAGE (Juridical Review of Surakarta’s Distric Court Number: 278/PDT.P/2019/PN.SKT)

By: Febriansyah
NIM: E1A114076
ABSTRACT

Marriages based on a inner driving bond are valid if they have been meets the element in article 2 verse (1) act number 1 year 1974 of marriage that states, “Marriage is legal, when it is done according to the law of each one his religion and his belief.” The explanation of the chapter states that there is no marriage outside the law of each religion and his belief in accord with the 1945 constitution. People of Indonesian are plural, a multicultural and multireligious thing that does not preclude the possibility of separate religious marriages like the one in Surakarta town between Augustine Dwi Nugroho The Catholic with Ika Dede Yuniar The Islam.
Problem in research is how a court judge of Surakarta’s law states decided number 278/PDT.P/2019/PN.SKT about interfaith marriage. This research uses method approach of juridical normative, specification research prescriptive analytical, methods of collection data using study literature with inventory of data, methods of analysis using normative qualitative.
Research shown that the judge’s consideration of the registry number 278/PDT.P/2019/PN.SKT on the Pancasila and the constitution of the Republic of Indonesian 1945. Act number 1 year 1974 has set clear ban on interfaith marriage and Act number 26 year 2006 about population administration regulates one way marriage of interfaith marriage can be registered.

Keywords : Permits interfaith marriage, interfaith marriage, a marriage record
2608229443E1A016168PENERAPAN PERBUATAN BERLANJUT (VOORTGESZETTE HANDELING) DALAM TINDAK PIDANA PENIPUAN
(Studi Kasus Putusan Nomor: 100 K/PID/2019)
Perbuatan berlanjut atau voortgezette handeling adalah beberapa perbuatan yang dilakukan oleh orang yang merupakan kejahatan atau pelanggaran, yang memiliki hubungan sedemikian rupa dan merupakan suatu rentetan perbuatan yang terjadi serta timbul dari satu kehendak atau niat jahat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam penerapan unsur perbuatan berlanjut (voortgezette handeling) serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan sudah tepat dan sesuai dengan Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap tindak pidana penipuan pada putusan pidana nomor : 100/K/PID/2019. Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder dengan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbuatan para terdakwa telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana penipuan serta perbuatan berlanjut (voortgezette handeling) dalam Peraturan Perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana Pasal 378 tentang tindak pidana penipuan dan Pasal 64 ayat (1) mengenai perbuatan berlanjut. Pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan sudah tepat dan sesuai dengan Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terhadap tindak pidana penipuan pada putusan pidana nomor : 100/K/PID/2019.A Continuous Actions or Voortgezette handelings is several crimes or violations actions performed by somebody. The actions has relation one another and it is a serius of actions that appeared from onne will or bad intentions. The aim of this research is to find out the legal considerations of judges in the implementations of the element of continuous actions (voortgezette handeling) and the legal considerations of judges in pass the verdict has already in point and in accordance with Article 64 paragraph 1 Criminal Law to Fraud Criminal act in Criminal Verdict number : 100 K/PID/2019. Approach method used in this research is juridical normative method. The data used is seconder data with qualitative normative analytical methods. The research result shows that the actions of the accused has fulfill the elements of fraud criminal act and continuous actions (voortgezette handeling) in Laws and Regulations such as Constitution Number 1/1946 about Criminal Law Regulations Act 378 about fraud criminal act an act 64 paragraph 1 about continuous actions. The legal considerations of judges in pass the verdict has already in point and in accordance with article 64 paragraph 1 Criminal Law to fraud criminal act in Criminal Verdict number : 100 K/PID/2019.
2608329444A1F016066PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG SORGUM DAN TEPUNG ALMOND SERTA JENIS LEMAK PADA KARAKTERISTIK COOKIES BEBAS GLUTEN DAN LAKTOSAPengolahan cookies tanpa menggunakan tepung terigu dan disubstitusi dengan tepung sorgum akan menghasilkan cookies bebas gluten. Pemberian tepung almond dapat meningkatkan cita rasa cookies dan sebagai sumber protein pada cookies menggantikan penggunaan susu skim, sehingga dihasilkan cookies bebas laktosa. Penambahan lemak nabati seperti margarin dan virgin coconut oil (VCO) dalam pembuatan cookies juga dapat berpengaruh terhadap sifat akhir cookies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung sorgum dan tepung almond serta jenis lemak yang ditambahkan terhadap sifat fisik dan kimia cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu perbandingan tepung sorgum dan tepung almond (A) yang terdiri dari 1:1 (A1), 2:1 (A2), dan 3:1 (A3) serta jenis lemak yang ditambahkan (L) yang terdiri dari margarin (L1), VCO (L2), dan pencampuran margarin dan VCO (1:1 b/b) (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan tepung sorgum dan tepung almond serta jenis lemak yang ditambahkan tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan volume pengembangan cookies. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah cookies dengan perbandingan tepung sorgum dan tepung almond 1:1 (A1) dan menggunakan jenis lemak margarin (L1) dengan kadar air 3,08% dan volume pengembangan 92,04%.Processing cookies without using wheat flour and substituted with sorghum flour will produce gluten-free cookies. Adding almond flour increase cookies flavor and as a protein source replace the used of skim milk, resulting in lactose-free cookies. The addition of vegetable fats such as margarine and virgin coconut oil (VCO) in cookies processing also affect the final characteristics of cookies. This study aimed to know the effect of sorghum flour and almond flour proportion and fat variation on physical and chemical properties of cookies. This study used Randomized Block Design (RBD). The factors studied were proportion of sorghum flour and almond flour (A) consisting of 1:1 (A1), 2:1 (A2), and 3:1 (A3), and fat variation (L) consisting of margarine (L1), VCO (L2), and mixture of margarine and VCO (1:1 b/b) (L3). The results showed that the proportion of sorghum flour and almond flour and fat variation did not have a tangible effect on water content and baking expansion. The best treatment in this study was the cookies with 1:1 proportion of sorghum flour and almond flour (A1) with margarine addition (L1) which has water content 3.08% and baking expansion 92.04%.
2608429445F1I013045Pengaruh ACFTA (Asean-China Free Trade Area) terhadap ekspor
Banyumas ke Tiongkok pada tahun 2018-2019
Skripsi ini membahas tentang pengaruh dari ACFTA (Asean-China Free Trade
Area) terhadap ekspor Banyumas ke Tiongkok pada tahun 2018-2019.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pola deskriptif. Dengan
adanya ACFTA dapat dilihat bagaimana efeknya dalam ekspor Banyumas
karena dipermudah dengan tarif bea masuk ke China. Penelitian ini
memperlihatkan bahwa terdapat produk komoditi unggulan dari Banyumas
yaitu kayu olahan dan minyak atsiri yang mampu diekspor ke China dengan
jumlah cukup besar dan terus meningkat. Menggunakan teori keunggulan
komparatif diharapkan mampu menunjukan bagaimana produk komoditi
unggulan dapat terus berkembang sebagai ekspor utama Banyumas dengan
adanya ACFTA.
The focus of this study is discusses the influence of ACFTA (Asean-China Free
Trade Area) on the export of Banyumas to China in 2018-2019. This research is
a qualitative study with a descriptive pattern. With ACFTA can be seen how
the effect in the export of Banyumas because it is simplified with the tariff of
customs duties to China. This research shows that there are excellent
commodity products from Banyumas namely refined wood and essential oils
that are able to be exported to China and continue to increase. Using the
comparative theory of Excellence is expected to demonstrate how the flagship
commodity products can continue to grow as the main export of Banyumas in
the presence of ACFTA.
2608529446L1B016038DAYA TETAS, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) DENGAN LAMA WAKTU PERENDAMAN TELUR BERBEDA DALAM LARUTAN HORMON TIROKSIN Hormon tiroksin merupakan hormon yang mampu menurunkan tingginya mortalitas dan meningkatkan pertumbuhan ikan. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh lama waktu perendaman telur dalam larutan hormon tiroksin dan waktu yang baik untuk meningkatkan daya tetas, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva gurami. Metode yang digunakan adalah eksperimen di laboratorium dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan lama waktu perendaman telur dalam larutan hormon tiroksin dengan dosis 0.1 mg/L yaitu 0, 8, 16, 24 dan 32 jam. Masing-masing perlakuan dilakukan tiga ulangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa lama waktu perendaman tidak berpengaruh terhadap daya tetas, namun berpengaruh terhadap pertumbuhan panjang dan kelangsungan hidup larva gurami (O. gouramy). Lama waktu yang baik adalah 16 - 24 jam dengan nilai daya tetas 97.67 - 99.00%, pertumbuhan panjang mutlak 6.50 - 6.92 mm, pertumbuhan panjang relatif 4.93 - 5.25 %, dan kelangsungan hidup sebesar 91.26 - 92.15 %.








The thyroxine hormone is a hormone that can reduce high mortality and increase fish growth. The aim of this study was to determine the effect of long immersion time in the thyroxine hormone solution and a good time to increase hatching rate, growth and survival rate of gouramy larvae. The method used was a laboratory experiment with a completely randomized design. Treatment of egg immersion time in thyroxine hormone solution with a dose of 0.1 mg / L, namely 0, 8, 16, 24 and 32 hours. Each treatment was carried out three replications. The results of the study indicated that the immersion time did not affect hatching rate, but it did affect the length growth and survival of gouramy larvae (O. gouramy). The good immersion time is 16-24 hours with hatching rate values 97.67-99.00%, absolute length growth of 6.50-6.92 mm, relative length growth of 4.93-5.25%, and survival rate of 91.26-92.15%.

Keywords: Giant gouramy fish, thyroxine hormone, hatching rate, growth, survival rate, immersion
2608629449B1A016080Preferensi Apis mellifera Terhadap Konsentrasi Gula dan Jarak dari Sumber PakanApis mellifera adalah lebah madu utama yang dibudidayakan di banyak negara, termasuk Indonesia. Lebah ini memiliki daya adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis iklim serta memiliki tingkat produksi madu yang paling banyak. Lebah madu ini pada dasarnya membutuhkan pakan berupa nektar dan polen yang diperoleh dari tanaman. Khusus sumber pakan nektar dapat diganti dengan cairan gula dan biasanya digunakan pada saat sumber pakan di alam berkurang terutama pada saat pergantian musim yang tidak menentu yang menyebabkan ketersediaan pakan alami berkurang bahkan tidak ada. Penelitian mengenai konsentrasi cairan gula dan jarak yang tepat dari sarang spesies lebah madu ini pada daerah tropis seperti di Indonesia masih jarang diteliti.
Penelitian ini dilakukan di desa Serang, kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan dengan 8 kali pengamatan tiap satu minggu. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis standar deviasi dan analisis non parametric Kruskall Wallis menggunakan software SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah konsentrasi larutan gula yang disukai oleh Apis mellifera yaitu konsentrasi gula 50 %, jarak sumber pakan yang disukai oleh A. mellifera dari sarang lebah A. mellifera yaitu jarak 1 m, arah sumber pakan yang disukai oleh Apis mellifera dari sarang lebah A. mellifera yaitu arah utara, dan waktu terbaik untuk A. mellifera beraktivitas yaitu pada waktu siang hari.
Apis mellifera is the main honey bee that is cultivated in many countries, including Indonesia. These bees have good adaptability to various types of climate, have the highest levels of honey production, and are not aggressive. Basically, honey bees need feed in the form of nectar and pollen obtained from plants. Especially for nectar feed sources, it can be replaced with liquid sugar and is usually used when natural food sources are reduced, especially during the changing seasons which cause the availability of natural food to decrease or even not exist. Research on the concentration of liquid sugar and the exact distance from the hives of this species of honey bee in tropical areas such as Indonesia are still rarely studied.
This research was conducted in Serang village, Purbalingga district, Central Java. This research was conducted for 2 months with 8 observations every one week. The data were analyzed using standard deviation analysis and Kruskall Wallis' non-parametric analysis using SPSS software. The results of this study were the concentration of sugar solution preferred by Apis mellifera, namely 50% sugar concentration, the distance of the preferred feed source by A. mellifera from the hive of A. mellifera, namely a distance of 1 m, the direction of the preferred feed source by A. mellifera from the beehive. A. mellifera is the north direction, and the best time for A. mellifera activity is during the day.
2608729457B1A016120EFEK EKSTRAK PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP KADAR β2-MIKROGLOBULIN
DAN KREATININ DARAH PADA TIKUS
PUTIH YANG DIINDUKSI KADMIUM
Kadmium merupakan logam berat yang mempunyai tingkat toksisitas tinggi ke-2 setelah Hg. Kadmium masuk ke dalam tubuh akan berikatan dengan metallotionein membentuk ikatan Cd-Mt yang memicu pembentukan ROS. Pembentukan ROS mengakibatkan peroksidasi lipid, sehingga menyebabkan disfungsi ginjal berupa penurunan LFG. Pegagan (Centella asiatica) mengandung flavonoid dan triterpenoid mampu mendonorkan H+ sehingga ROS menjadi netral. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak pegagan terhadap kadar β2-M dan kreatinin darah pada tikus putih yang diinduksi kadmium serta mengetahui dosis ekstrak pegagan yang paling berpengaruh terhadap kadar β2-M dan kreatinin darah pada tikus putih yang diinduksi kadmium. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima kelompok perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (kontrol tanpa diberi ekstrak pegagan), P1 (diberi ekstrak pegagan 100 mg.kg-1 BB), P2 (200 mg.kg-1 BB), P3 (300 mg.kg-1 BB), dan P4 (400 mg.kg-1 BB). Semua tikus diinduksi kadmium 25% LD50 sebesar 14 mg.kg-1 BB selama 10 hari, kecuali kontrol selama 24 hari. Tikus kelompok P1-P4 diberi ekstrak pegagan selama 14 hari mulai hari ke-11 sampai hari ke-24. Pengambilan darah dilakukan pada hari ke-25. Parameter yang diamati yaitu kadar β2-M dan kreatinin darah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA tingkat kesalahan 5 %, dan dilanjut uji post hoc Duncan pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dosis ekstrak pegagan mampu menurunkan kadar β2-M dan kreatinin darah pada tikus putih yang diinduksi kadmium. Dosis ekstrak pegagan yang paling berpengaruh untuk menurunkan kadar β2-M dan kreatinin darah pada tikus putih diinduksi kadmium yaitu dosis 200 mg.kg-1 BB.Cadmium is a heavy metal that has a second high level of toxicity after Hg. Cadmium that infiltrates the body will bind with metallothionein from the Cd-Mt bond that triggers the ROS formation. The ROS formation results in lipid peroxidation that causes kidney dysfunction in the form of decreasing Glomerular Filtration Rate (GFR) marked by the increasing of β2-microglobulin (β2-M) and blood creatinine. Gotu kola (Centella asiatica) contains flavonoid and triterpenoid that can donate H+ ions so that ROS becomes neutral. The purpose of the research is to know the effect of Gotu kola extract on β2-M and blood creatinine levels in cadmium induced-rat and to determine Gotu kola extract doses, which had the most effective on β2-M and blood creatinine levels in cadmium induced-rat. This research was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications, i.e. P0 (control without being given Gotu kola extract), P1 (100 mg.kg-1 BW Gotu kola extract), P2 (200 mg.kg-1 BW), P3 (300 mg.kg-1 BW), and P4 (400 mg.kg-1 BW). All rats were induced by 25% of 14 mg.kg-1 BW of LD50 cadmium for 10 days, except control for 24 days. The group P1-P4 rats were given a Gotu kola extract for 14 days from 11th day to 24th day. Rat’s blood will be taken on the 25th day. The parameters observed were the β2-M and blood creatinine levels. The data were analyzed using ANOVA with a significant level of 5%, and followed by post hoc Duncan test with a confidence level of 95%. The results showed that all Gotu kola extract doses was able to reduce β2-M and blood creatinine levels in cadmium induced-rat. Gotu kola extract dose, which had most effective of reducing β2-M and creatinine levels in cadmium induced-rat, was 200 mg.kg-1 BW.
2608829411L1B016025DAYA TETAS, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN NILEM (Osteochilus hasseltii) DENGAN PERENDAMAN TELUR DALAM DOSIS HORMON TIROKSIN BERBEDA Permintaan ikan nilem cenderung mengalami peningkatan, namun ketersediaannya belum mencukupi permintaan pasar. Pembenihan ikan nilem perlu dilakukan dengan meningkatkan daya tetas telur dan mempercepat masa pertumbuhan. Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui rangsangan hormonal dengan penggunaan hormon tiroksin. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh perendaman telur dalam hormon tiroksin dengan dosis yang berbeda terhadap daya tetas, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva ikan nilem (Osteochilus hasseltii) dan mengetahui penggunaan dosis yang baik. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian ini adalah A (kontrol), B (0.05 mg/L), C (0.10 mg/L), D (0.15 mg/L). Variabel penelitian yang diamati adalah daya tetas, pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan panjang relatif dan kelangsungan hidup. Hasil uji penelitian menunjukan perendaman telur dalam hormon tiroksin dengan dosis yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas (P>0.05) namun berpengaruh nyata pada pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva ikan nilem (P<0.05). Penggunaan dosis hormon tiroksin yang baik dalam perendaman telur terhadap pertumbuhan, dan kelangsungan hidup larva ikan nilem adalah 0.10 dan 0.15 mg/L.

Kata kunci: hormon tiroksin; ikan nilem; daya tetas; pertumbuhan panjang; kelangsungan hidup ; perendaman
Demand for nilem fish tends to increase, but its availability is not sufficient for market demand. Nilem fish hatchery needs to be done by increasing the hatchability of eggs and accelerating the growth period. Efforts that can be done are through hormonal stimulation with the use of the hormone thyroxine. The research objective was to determine the effect of immersing eggs in the hormone thyroxine at different doses on hatchability, growth, and survival of the larvae of patchouli (Osteochilus hasseltii) and to determine the use of a good dose. The research method used a completely randomized design (CRD). The treatments in this study were A (control), B (0.05 mg / L), C (0.10 mg / L), D (0.15 mg / L). The research variables observed were hatchability, absolute length growth, relative length growth and survival. The test results showed that immersion of eggs in thyroxine hormone at different doses did not significantly affect hatchability (P> 0.05) but had a significant effect on the growth and survival of patchouli larvae (P <0.05). The use of a good dose of the hormone thyroxine in immersing eggs for growth, and the survival of the larvae of nilem fish is 0.10 and 0.15 mg / L.

Keywords: thyroxine hormone; Lipped barb fish; hatchability; length growth; survival rate; immersion
2608929450I1D016015PENGGUNAAN GLUKOSA DARAH PADA AKTIVITAS ANAEROBIK
(Studi pada Hewan Coba yang diinduksi Jus Kombinasi Semangka Kuning – Pisang Raja)
Latar Belakang: Aktivitas anaerobik membutuhkan ledakan energi yang cepat dan dilakukan dalam waktu yang singkat. Glukosa memiliki peranan yang penting sebagai penghasil sumber energi yang dibutuhkan saat melakukan olahraga. Pisang raja dan semangka kuning dapat membantu mempertahankan kadar glukosa darah pada aktivitas anaerobik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan glukosa darah pada aktivitas anaerobik.
Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian true experimental dengan rancangan pretest posttest controlled group design. Penelitan ini menggunakan 28 hewan coba yang dibagi menjadi empat kelompok (K, P1, P2 dan P3) yang diinduksi dengan jus kombinasi pisang raja – semangka kuning berbagai variasi dosis. Kelompok P1 diinduksi dengan dosis 1,8 g/200gBB, kelompok P2 diinduksi dengan dosis 3,6g/200gBB dan kelompok P3 diinduksi dengan dosis 1,8g/200gBB + 0,27 g gula pasir. Hewan coba dilakukan uji renang dan pengecekan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah aktivitas anaerobik. Data dianalisis menggunakan uji One Way Anova.
Hasil Penelitian: Kelompok P2 yang diinduksi dengan dosis 3,6 g/200gBB memiliki rata-rata penggunaan glukosa darah tertinggi selama aktivitas anaerobik (p < 0,05).
Kesimpulan: Terdapat perbedaan penggunaan glukosa darah selama aktivitas anaerobik pada setiap kelompok.
Background: Anaerobic activity requires quick bursts of energy and is performed for a short time. Glucose has an important role as a producer of energy sources needed when doing sports. Plantain and yellow watermelon can help to maintain blood glucose levels in anaerobic activity. The aim of this study to determine blood glucose using in anaerobic activity.
Method: The method in this study was true experimental with a pretest posttest controlled grup design. This study used 28 experimental animals and were divided into four groups (K, P1, P2 and P3), each groups were induced with a combination juice of yellow watermelon – plantain in various dosage. Group P1 was induced at a dose 1.8 g / 200gBB, group P2 was induced at a dose 3.6g / 200gBB and group P3 was induced at a dose 1.8g / 200gBB + 0.27 g of sugar. Experimental animals did swimming test and blood glucose levels were checked before and after anaerobic activity. Data were analyzed using the One Way Anova test.
Results: Group P2 was induced at a dose 3.6g / 200gBB had the highest mean blood glucose levels using in anaerobic activity (p < 0,05).
Conclusion: There were differences in the use of blood glucose during anaerobic activity in each group.
2609029451F1F016062Peran ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) dalam Penanganan Perdagangan Manusia di Indonesia Tahun 2016-2018Perdagangan manusia merupakan proses memperbudak orang dengan ancaman kekerasan maupun penggunaan kekerasan untuk tujuan eksploitasi. Di Indonesia tingkat kasus perdagangan manusia terbilang cukup tinggi karena Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-empat di dunia. Namun, dengan populasi sebanyak itu, lapangan pekerjaan di Indonesia masih terbilang sedikit. Kurangnya lapangan pekerjaan di Indonesia membuat sebagian warga Indonesia bekerja ke luar negeri dan sebagian dari mereka menjadi korban eksploitasi manusia. Untuk itu, Indonesia bekerjasama dengan organisasi regional salah satunya ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) dalam menangani perdagangan manusia di Indonesia. Fokus penelitian ini mengarah pada faktor perdagangan manusia secara umum dan khusus, kebijakan Indonesia, dan peran AICHR dalam menangani perdagangan manusia.Human trafficking is a process of enslaving people with threats of violence and the use of force for exploitation purposes. In Indonesia, the rate of human trafficking cases is quite high because Indonesia is the fourth most populous country in the world. However, with such a population, employment opportunities in Indonesia are still relatively small. Lack of employment opportunities in Indonesia makes some Indonesians work abroad and some of them become victims of human exploitation. For this reason, Indonesia cooperates with regional organizations, one of which is the ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) in dealing with human trafficking in Indonesia. The focus of this research is aimed at general and specific trafficking factors, Indonesian policies, and the role of AICHR in dealing with human trafficking.
2609129453B1A016034IDENTIFIKASI PROTEIN E DARI SEROTIPE 1 VIRUS DENGUE MENGGUNAKAN METODE SDS-PAGEStruktur virus Dengue tersusun atas membran virus dan genom yang merupakan RNA untai tunggal positif (ss RNA +). Membran virus terdiri atas tiga protein struktural yaitu selubung virus (envelope = E), membran prekursor (prM), dan kapsid (capsid = C) serta tujuh protein non-struktural (NS1, NS2A, NS2B, NS3, NS4A, NS4B, dan NS5). Protein E pada Dengue memiliki potensi untuk dijadikan kandidat vaksin oleh sebab itu dilakukan identifikasi protein E virus Dengue serotipe 1 yang dijadikan objek pada penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis protein E virus Dengue serotipe 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengambilan sampel secara purposive yaitu dari virus Dengue serotipe 1. Pengamatan protein dilakukan dengan menggunakan teknik sodium deodocyl sulfat – polyacrilamide gel elektroforesis (SDS-PAGE) yang dijalankan pada voltase 150 Volt selama 135 menit. Variabel yang diamati yaitu protein E dri serotype 1 virus Dengue. Parameter yang diamati adalah munculnya pita (band) protein E dari kultur virus Dengue serotipe 1 yang diperoleh dari SDS-PAGE dan berat molekul protein E virus Dengue dari serotipe 1 yang diperoleh melalui perhitungan retension factor (Rf). Kemunculnya pita protein E dianalisis secara deskriptif serta berat molekul (BM) dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan nilai Rf yang dikonfersikan ke log berat molekul melalui persamaan regresi pada kurva standar dari marka protein. Hasil elektroforesis SDS-PAGE kultur virus Dengue serotipe 1 dijalankan pada tiga jalur sumuran gel menunjukan profil pita protein E virus Dengue yang berada pada posisi kisaran 55 KDa. Secara berturut-turut diperoleh berat molekul protein sampel 55,50 KDa, 54,94 KDa, dan 55,22 KDa dengan masing-masing nilai Rf 0,26562; 0,26875; dan 0,26719. Berdasarkan hasil analisis tersebut pita protein yang muncul pada BM berkisar 55 KDa diduga sebagai protein E.The structure of the Dengue virus is composed of viral membranes and genomes which are positive single-stranded RNA (ss RNA +). The viral membrane consists of three structural proteins namely the viral envelope (envelope = E), the precursor membrane (prM), the capsid (capsid = C) and seven non-structural proteins (NS1, NS2A, NS2B, NS3, NS4A, NS4B, dan NS5). Protein E in dengue has the potential to be a vaccine candidate, therefore, protein E of dengue virus serotype 1 is the object of this research. The purpose of this study is to analyze the Dengue virus E protein from serotype 1. The method used in this study is a survey method with a purposive sampling technique that is from the dengue virus serotype 1. Protein observation was carried out using the technique of sodium deodocyl sulfate - polyacrilamide gel electrophoresis (SDS-PAGE) which was carried out at a voltage of 150 volts for 135 minutes. The variables observed were E protein from serotype 1 Dengue virus. The parameters observed were the emergence of protein E bands from the serotype 1 dengue virus culture obtained from SDS-PAGE and the molecular weight of the dengue virus E protein from serotype 1 obtained through the calculation of retention factor (Rf). The emergence of the protein E band was analyzed descriptively and molecular weight (BM) was analyzed quantitatively using retention factor values converted to log molecular weight through a regression equation on the standard curve of the protein marka. The results bands of SDS-PAGE electrophoresis of serotype 1 dengue virus culture carried out in three gel well lines (2 – 4 gel wells) showed the profile of the Dengue virus E protein band which is in the range of 55 Kda. The protein molecular weights of samples obtained are 55,50 KDa; 54,94 KDa; and 52,22 KDa with each Rf value of 0,26875; 0,26875; and 0,26719. Based on these results of the analysis the protein bands that appear on BM around 55 KDa are thought to be protein E.
2609229454B1A016137PENGARUH PEMBERIAN INOKULUM FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA (FMA) TERHADAP PERTUMBUHAN PADI
GOGO (Oryza sativa L.) DENGAN MEDIA TANAM
YANG TERCEMAR LIMBAH CAIR BATIK
Lahan pertanian semakin banyak yang tercemar oleh berbagai limbah industri seperti limbah cair batik. Limbah cair batik umumnya mengandung berbagai logam berat yang mampu menghambat pertumbuhan tanaman. Cara menanggulangi menurunnya kualitas tamanan padi akibat cekaman logam berat dapat dilakukan dengan aplikasi biotekologi. Aplikasi bioteknologi dengan memanfaatkan mikroorganisme sebagai pupuk hayati adalah salah satu upaya untuk mengoptimalkan produktivitas lahan, mempertahankan serta meningkatkan produksi tanaman pertanian, salahsatunya padi gogo (Oryza sativa L.). Organisme yang dapat digunakan yaitu Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang dapat berasosiasi dengan akar tanaman dan berfungsi sebagai bioprotektor karena mampu melindungi tanaman dari cekaman biotik dan abiotik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian inokulum FMA terhadap pertumbuhan padi gogo dengan media tanam yang tercemar limbah cair batik dan mengetahui dosis optimum FMA terhadap pertumbuhan tanaman padi gogo. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari tujuh taraf diantaranya tanpa inokulasi FMA dan limbah cair batik, inokulasi FMA dengang konsentrasi 0 g, 25g, 50 g, 75 g, 100 g, dan 125 g. Masing-masing perlakuan terdiri dari 4 ulangan. Variabel bebas yaitu dosis FMA, sedangkan variabel terikat yaitu derajat infeksi akar. Parameter utama yang diamati yaitu derajat infeksi akar, dan parameter pendukungnya yaitu biomassa tajuk padi dan intensitas penyakit tanaman. Data dianalisis mnggunakan uji Analisis Ragam (ANOVA) dengan standar kesalahan 5%. Hasil penelitian diperoleh bahwa inokulum FMA memberikan pengaruh nyata pada derajat infeksi akar. Perlakuan M1 dengan dosis FMA 25g per polybag paling efektif untuk meningkatkan persentase derajat infeksi akar padi gogo dengan media tanam yang tercemar limbah cair batik.

Kata kunci: Padi Gogo, Fungi Mikoriza Arbuskula, Limbah cair batik.
More agricultural land is polluted by various industrial wastes such as batik liquid waste. Batik liquid waste generally contains various heavy metals that can inhibit plant growth. How to cope with the decline in the quality of rice plants due to heavy metal stress can be done with biotechological applications. The application of biotechnology by utilizing microorganisms as biological fertilizer is an effort to optimize land productivity, maintain and increase the production of agriculture, one of them is upland rice (Oryza sativa L.). Organisms that can be used are Arbuscular Mycorrhizal Fungi (FMA) which can associate with plant roots and function as bioprotectors because they are able to protect plants from biotic and abiotic stresses.
This study aims to determine the effect of FMA inoculum administration on upland rice growth with planting media contaminated with batik liquid waste and determine the optimum dose of AMF on the growth of upland rice. This research was conducted using an experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The treatments consisted of seven levels including FMA inoculation and batik liquid waste, FMA inoculation with concentrations of 0 g, 25 g, 50 g, 75 g, 100 g, and 125 g. Each treatment consisted of 4 replications. The independent variable was the FMA dose, while the dependent variable was the degree of root infection. The main parameters observed were the degree of root infection, and the supporting parameters were rice plant biomass and crop disease intensity. Data were analyzed using Variance Analysis (ANOVA) test with a standard error of 5%.The results showed that the AMF inoculum had a significant influence on the degree of root infection. The treatment of M1 with a 25g FMA dose per polybag was the most effective way to increase the percentage degree of upland rice root infection by planting media contaminated with batik liquid waste.

2609329370C1A015047FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN PENGEMUDI BECAK DAN PERBANDINGAN PENDAPATAN ANTARA PENGEMUDI BECAK BERMOTOR DENGAN MANUAL DI KECAMATAN KEBUMEN KABUPATEN KEBUMEN
Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Pendapatan Pengemudi Becak Bermotor dengan Manual di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel usai, jam kerja, dan jumlah tanggungan keluarga dengan pendapatan pengemudi becak serta mengetahui perbandingan pendapatan antara pengemudi becak bermotor dengan manual di Kecamatan Kebumen.
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan menggunakan data primer yang di peroleh dengan cara wawancara kepada pengemudi becak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi becak bermotor dengan manual di sekitar Kecamatan Kebumen. Pengambilan sampel menggunakan rumus slovin yang menghasilkan ukuran sampel sebesar 57 pengemudi becak. Sampel tersebut akan dibagi dalam sub sampel dengan menggunakan proportionate random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebesar 36 pengemudi becak bermotor dan 21 pengemudi becak manual. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah regresi linier berganda.
Hasil analisis pada penelitian ini menunjukkan bahwa variabel jam kerja dan jumlah tanggungan becak berpengaruh positif terhadap pendapatan pengemudi becak, sedangkan variabel usia berpengaruh negatif terhadap pendapatan pengemudi becak di Kecamatan Kebumen. Variabel jam kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengemudi becak di Kecamatan Kebumen. Pada hasil analisis perbandingan pendapatan pengemudi becak bermotor dengan manual manunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang nyata dengan hasil pendapatan pengemudi becak bermotor lebih tinggi dari pada pengemudi becak manual di Kecamatan Kebumen.
Implikasi pada penelitian ini adalah variabel jam kerja merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pendapatan pengemudi becak di Kecamatan Kebumen. Oleh karena itu pengemudi becak perlu meningkatkan jumlah jam kerja yang digunakan agar pendatapan pengemudi becak semakin meningkat. Selain itu pada penelitian ini juga ditemukan bahwa pendapatan pengemudi becak bermotor lebih tinggi dari pada pendapatan pengemudi becak manual, sehingga pengemudi becak manual disarankan untuk beralih menjadi pengemudi becak bermotor.

Kata Kunci : Pendapatan, Pengemudi becak, Perbandingan Pendapatan.
This study is entitled "Comparative Analysis of Motorized Rickshaw Driver Income with Manual in Kebumen District". This study aims to determine the relationship between variables after work, hours of work, and the number of dependents of families with the income of rickshaw drivers and to know the income comparison between motorized rickshaw drivers and manuals in Kebumen District.
This study uses a survey method using primary data obtained by interviewing rickshaw drivers. The population in this study were all motorized rickshaw drivers with manuals around Kebumen District. Sampling using slovin formula which produces a sample size of 57 rickshaw drivers. The sample will be divided into sub-samples using proportionate random sampling to obtain a total sample of 36 motorized rickshaw drivers and 21 manual rickshaw drivers. The analytical tool used in this study is multiple linear regression.
The results of the analysis in this study indicate that the variable working hours and the number of dependents of rickshaws have a positive effect on the income of rickshaw drivers, while the age variable has a negative effect on the income of rickshaw drivers in Kebumen District. The working hour variable is the most influential variable on the income of rickshaw drivers in Kebumen District. In the results of a comparative analysis of the income of motorized rickshaw drivers with manual shows that there is a real comparison with the results of motorized rickshaw drivers' income is higher than the manual rickshaw drivers in Kebumen District.
The implication in this study is the working hour variable is the most influential variable on the income of rickshaw drivers in Kebumen District. There fore rickshaw drivers need to increase the number of working hours used so that rickshaw driver occupancy is increasing. In addition, this study also found that the income of motorized rickshaw drivers was higher than the income of manual rickshaw drivers, so manual rickshaw drivers were advised to switch to motorized rickshaw drivers.

Keywords: Income, rickshaw driver, income comparison.
2609429455B1A016043Identifikasi Jamur Patogen dan Tingkat Persentase Penyakit pada Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) di Sentra Tanaman Sayur Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten PurbalinggaSelada (Lactuca sativa L.) merupakan tanaman sayuran daun dari family Compositae (Asteraceae) yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Selada mengandung banyak mineral dan vitamin yang berguna untuk kesehatan. Tanaman selada memiliki daun yang berombak, bergerigi, berwarna hijau segar dan ada juga yang berwarna merah. Terdapat beberapa kendala dalam budidaya tanaman selada diantarnya adalah gangguan hama dan penyakit seperti siput, nematoda, busuk daun, dan busuk akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jamur patogen penyebab penyakit dan tingkat persentase penyakit pada tanaman Selada di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel yang dilakukan secara purposive random sampling di dua lokasi yang berbeda. Proses identifikasi dilakukan dengan pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis. Hasil pengamatan dideterminasi dengan buku identifikasi dan dilanjutkan dengan uji Postulat Koch. Hasil penelitian di Sentra Tanaman Sayur Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, didapatkan jenis penyakit selada adalah penyakit busuk daun (bottom rot) dan bercak daun. Penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur Rhizoctonia sp. dan penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur Nigrospora sp. Penyakit yang paling banyak muncul pada tanaman selada yaitu penyakit busuk daun oleh Rhizoctonia sp. dengan frekuensi kemunculan sebanyak 206 kali dan rata-rata persentase penyakit sebesar 52,79%. Lettuce (Lactuca sativa L.) is a leaf vegetable plant from the Compositae (Asteraceae) family that has high economic value. Lettuce contains many minerals and vitamins that are beneficial for health. Lettuce plants have wavy leaves, jagged, fresh green and some are red. There are several challenges in the cultivation of lettuce among them are pest and disease disorders such as snails, nematodes, leaf rot, and root rot. This study aims to determine the type of pathogenic fungi that cause disease and the percentage of disease in Lettuce in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. This study uses a survey method with sampling conducted by purposive random sampling in two different locations. The identification process is done by macroscopic and microscopic observations. The observations were determined by the identification book and continued with the Koch Postulate test. The results of research at the Vegetable Plant Center in Serang Village, Karangreja Subdistrict, Purbalingga Regency, obtained the type of lettuce disease is a leaf rot disease (bottom rot) and leaf spot. Leaf rot is caused by the fungus Rhizoctonia sp. and leaf spot disease caused by the fungus Nigrospora sp. The most common disease in lettuce is leaf rot by Rhizoctonia sp. with a frequency of occurrence as much as 206 times and the percentage of disease by 52.82%.
2609529452B1A016036Penentuan Kualitas Air Waduk Cacaban, Tegal, Jawa Tengah Berdasarkan Parameter MikrobiologiWaduk Cacaban terletak di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Waduk Cacaban merupakan tempat yang banyak kegiatan manusia seperti kegiatan domestik, industri, dan kegiatan lainnya yang berdampak negatif terhadap sumberdaya air dan dapat menurunkan kualitas air. Salah satu cara untuk mengetahui kualitas perairan adalah berdasarkan analisis bakteri coliform. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air Waduk Cacaban berdasarkan parameter
mikrobiologi, dan menentukan status perairan Waduk Cacaban berdasarkan Indeks Pencemaran. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah metode survei, sedangkan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling pada 3 stasiun (dermaga,
inlet, dan keramba) dengan 2 kali pengambilan setiap stasiunnya. Parameter yang diamati yaitu bakteri coliform dan fecal coli dengan parameter pendukung yaitu pH, temperatur, dan Total Dissolved Solid (TDS). Analisis dilakukan berdasarkan parameter mikrobiologi sesuai standar dari SNI 06-4158-1996 dan status Waduk Cacaban berdasarkan Indeks Pencemaran sesuai KepMen LH Nomor 115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air. Perairan Waduk Cacaban memiliki temperatur berkisar antara 29,2 – 32,6˚C, TDS 137 - 156 mg/L. pH 6, total Coliform 565 – 2850 CFU/100 mL, dan fecal coli 0 – 425 CFU/100 mL. Status pencemaran pada dermaga Waduk Cacaban (inlet, dermaga, dan keramba) dalam kondisi baik dan memenuhi baku mutu.
Cacaban Reservoir is located in the Kedungbanteng District, Tegal Regency, Central Java. The Cacaban Reservoir is a place who many human activities such as domestic, industrial, and other activities have a negative impact on water resources and can reduce water quality. One way to find out the quality of the waters is based on the analysis of coliform bacteria. The purpose of research to determine the water quality of the Cacaban Reservoir based on microbiological parameters, and determine the status of the waters of the Cacaban Reservoir based on the Pollution Index. The method used is a survey method,
while the sampling method is purposive sampling at 3 stations (dock, inlet, and cages) with 2 times taking each station. The
parameters observed were coliform and fecal coli with supporting parameters, namely pH, temperature, and Total Dissolved
Solid (TDS). The analysis was carried out based on microbiological parameters according to the standards of SNI 06-4158-1996
and the status of Cacaban Reservoir based on the Pollution Index according to the Minister of Environment Decree Number 115 of 2003 concerning Guidelines for Determining Water Quality Status. The Cacaban Reservoir waters have temperature ranging between 29,2 – 32,6˚C, TDS 137 - 156 mg/l, pH 6, total Coliform 565 – 2850 CFU/100 mL, dan fecal coli 0 – 425 CFU/100 mL. The status of pollution at Cacaban Reservoir (inlet, dock, and cage) is in good condition and meets quality standards.
2609629456B1B016006EFFECTS OF GOTU KOLA (Centella asiatica) EXTRACTS ON CYCLOOXYGENASE-2 (COX-2) LEVELS AND NEUTROPHILS PERCENTAGES IN CADMIUM INDUCED-RATKadmium adalah logam berat umumnya melalui proses antropogenik; namun cadmium akan berikatan dengan Metallothionein (Cd-Mt) setelah memasuki tubuh. Sebagai akibatnya, ROS terbentuk, meningkatkan kadar cyclooxygenase-2 (COX-2) dan persentase neutrofil selama proses peradangan. Pemberian ekstrak Pegagan (Centella asiatica) mengandung flavonoid akan menyumbangkan ion-ion H+ untuk menetralkan ROS. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efek dari ekstrak pegagan dan menentukan dosis ekstrak pegagan yang paling efektif pada kadar cyclooxygenase-2 (COX-2) dan persentase neutrofil pada tikus diinduksi kadmium. Metode penelitian menggunakan metode penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap terdiri (RAL) terdiri dari lima perlakuan dan ulangan. Tikus diindiksi kadmium 25% dari LD50 yaitu 14 mg.kg-1 BB. Tikus secara acak dibagi P0 (Kontrol); P1 (Pegagan 100 mg.kg-1 BB); P2 (Pegagan 200 mg.kg-1 BB); P3 (Pegagan 300 mg.kg-1 BB), dan P4 (Pegagan 400 mg.kg-1 BB). Hasil data penelitian dianalisis menggunakan ANOVA dengan tingkat kepercayaan 5%. Data signifikan dianalisis menggunakan uji post hoc Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak Pegagan pada dosis yang berbeda dapat mengurangi kadar cyclooxygenase-2 (COX-2) dan persentase neutrofil pada tikus yang diinduksi kadmium. Semua dosis mempengaruhi penurunan kadar cyclooxygenase-2 (COX-2) dan persentase neutrofil pada tikus yang diinduksi kadmium. Namun, dosis paling efektif yang dapat menurunkan kadar cylooxygenase-2 (COX-2) dan persentase neutrofil mendekati kadar normal adalah dosis 300 mg.kg-1 BB pada tikus putih yang diinduksi kadmium.Cadmium is a heavy metal commonly through the anthropogenic processes; however cadmium will bind to Metallothionein (Cd-Mt) after it enters the body. As a consequenced, ROS might form thus, it will increase the cyclooxygenase-2 (COX-2) levels and neutrophils percentages during the inflammation process. The administration of Gotu kola (Centella asiatica) extracts containing flavonoids will donate H+ ions to neutralize ROS. The objectives of this research will evaluate the effects of Gotu kola extracts and determine the most effective dose of Gotu kola extracts on cyclooxygenase-2 (COX-2) levels and neutrophils percentages in cadmium induced-rat. The research method conducted using the experimental research method with a Completely Randomized Design (CRD) consists of five treatments and replications. Rats induce cadmium of 25% of LD50 is 14 mg.kg-1 of BW. Rats randomly was divided into P0 (Controls); P1 (Gotu kola of 100 mg.kg-1 of BW); P2 (Gotu kola of 200 mg.kg-1 of BW); P3 (Gotu kola of 300 mg.kg-1 of BW), and P4 (Gotu kola of 400 mg.kg-1 of BW). The results data analyzed using ANOVA with a significant level of 5%. The significant data has followed by Duncan post hoc test with a confidence level of 95%. The research result shows the administration of Gotu kola extracts at different doses might decreased the cyclooxygenase-2 (COX-2) levels and decreased the neutrophils percentages in cadmium induced-rats. Although all doses have affects reduces cyclooxygenase-2 (COX-2) levels and neutrophils percentages in cadmium induced-rats. Further, it has considered the most effective dose of Gotu kola extracts affected decreases cyclooxygenase-2 (COX-2) levels and neutrophils percentages close to normal levels at 300 mg.kg-1 of BW dose in cadmium induced-rats.
2609736281J0B019047Pembuatan Buklet Lokawisata Kecamatan Garung Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan WonosoboLaporan Praktik Kerja ini berjudul “Pembuatan Buklet Lokawisata Kecamatan Garung Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo”. Praktik Kerja Lapangan dilaksanakan 6 bulan yaitu dari tanggal 18 Oktober 2021 sampai 28 Maret 2022 di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo. Tujuan dilaksanakannya kegiatan Praktik Kerja Lapangan yaitu untuk membuat buklet lokawisata Kecamatan Garung dalam bahasa Mandarin. Penulis menggunakan empat metode penelitian yaitu metode wawancara, metode observasi, metode studi pustaka, dan metode jelajah internet. Buklet ini diterjemahkan menggunakan metode penerjemahan komunikatif dan teknik penerjemahan borrowing, deskripsi, padanan lazim, reduksi dan transposisi sebagai teknik pendukung dalam penerjemahannya. Selanjutnya, ada tiga tahapan dalam kegiatan laporan praktik kerja, yang pertama yaitu persiapan, yang kedua pelaksanaan, ketiga adalah evaluasi dan hasil. Hasil dari laporan praktik kerja adalah menghasilkan buklet berbahasa Mandarin lokawisata Kecamatan Garung. Penerjemahan buklet berbahasa Mandarin diharapkan dapat membantu para pengunjung yang berasal dari negara pengguna bahasa Mandarin untuk menemukan informasi mengenai lokawisata Kecamatan Garung. 这份实习报告的题目是“Pembuatan Buklet Lokawisata Kecamatan Garung Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo (Disparbud)”。实习的时间是6个月从2021年11月22日到2022年3月28日,在Wonosobo的旅游文化局。实习的目的是做一本中文Garung区旅游景点的小册子。作者使用四种收集资料的方法就是访谈方法、观察方法、文献综述方法、和浏览互联网方法。这本小册子使用一个翻译方法就是交际翻译方法以及翻译策略就是,移借翻译策略、描述翻译策略、等价建立翻译策略、减少翻译策略和换位翻译策略是为了翻译支持。其次来,在实习报告里面有三个阶段,第一是准备。第二是实施阶段、第三是评价并结果。实习报告的结果是拥有中文的小册子Garung县旅游景点。 希望中文小册子的翻译结果能帮助中国游客们发现Garung县的旅游景点的信息
2609829459F1A016059RELASI SOSIAL SUAMI ISTRI PADA KELUARGA PEREMPUAN
PEKERJA PABRIK RAMBUT PALSU DAN BULU MATA PALSU
DI DESA TALAGENING KABUPATEN PURBALINGGA
Perubahan peran antara suami dan istri dapat terjadi ketika dalam sebuah keluarga istri bekerja di ranah publik. Terbentuk pola relasi baru antara suami dan istri dalam pembagian tugas rumah tangga dan pengambilan keputusan dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan memahami dan mendeskripsikan relasi sosial suami istri pekerja pabrik rambut palsu dan bulu mata palsu di Desa Talagening Kabupaten Purbalingga. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sementara teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Menguji keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber.
Hasil penelitian ini menunjukkan, pertama, stereotip masyarakat yang sudah menjadi kultur bahwa perempuan mengurus rumah tangga dan suami menjadi pencari nafkah ternyata masih melekat hingga saat ini. Namun modernisasi dan industrialisasi memberikan ruang bagi perempuan dapat berkontribusi di sektor publik, yaitu dengan bekerja. Kedua, pasangan suami istri membentuk sebuah relasi dalam keluarga. Dalam hal ini, menyangkut pembagian tugas dan pengambilan keputusan urusan rumah tangga. Telah terjadi perubahan pola relasi antara suami istri pada keluarga perempuan buruh pabrik bulu mata palsu dan rambut palsu. Pola relasi dalam pembagian tugas membentuk pola relasi head complement dan equal patner. Berbeda dari pola head complement pada umumnya di mana suami berperan sebagai head dan istri sebagai complement, Suami dan istri memutuskan untuk mengatur kehidupan secara bersama. Pada pola equal partner tugas suami dan istri sama-sama mengurus rumah tangga dan mendidik anak. Tidak hanya dalam pembagian tugas keluarga, pengambilan keputusan juga menggunakan pola relasi equal patner dan senior junior patner. Pada pengambilan keputusan ada keluarga yang menggunakan pola relasi equal patner karena pengambilan keputusan disepakati secara bersama .Ada pula keluarga yang menggunakan pola relasi senior junior patner namun istri memiliki kekuasaan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan.

This study aims to understand and describe the social relations of husband and wife workers of fake eyelashes and wigs in the village of Talagening, Purbalingga Regency. The study was conducted using qualitative research methods with a case study approach. While the informant selection technique used is purposive sampling. The data in this study were collected through interview, observation and document study techniques. The collected data is then analyzed using interactive analysis techniques. For the validity of the data, source triangulation techniques are used.
The results of this research show, first, stereotypical society that has become culture that women take care of the household and husband to be the breadwinner is still attached to the present. But modernization and industrialization make room for women to contribute in the public sector, that is by working. Secondly, married couples form a relationship in the family. In this case, the division of tasks in household management and decision-making in the family. There has been a relationship pattern change between husband and wife on the female family of false eyelash and false hair. The relationship pattern in the task Division in the family takes the form of the head complement and equal patner relationship patterns. Different from the general head complement pattern in which the husband plays the head and wife as complement, husband and wife decide to organize life together. On an equal pattern partner's duties husband and wife both take care of the household and educate the child. Not only in family work sharing, decision making also uses equal Patner and senior junior Patner relationship patterns. At decision making there is a family that uses equal patner relationship patterns because decision making is agreed together. There are also families who use the relationship pattern of a senior junior Patner but the wife has greater power in decision making.

Keywords: Relationship patterns, family, husband and wife.


2609929460B1B016027Antioxidant Activity of Ethanol Extract of Shaggy Ink Cap (Coprinus comatus) Mycelia Using DPPH MethodCoprinus comatus atau yang juga dikenal dengan shaggy ink cap merupakan jamur yang dapat dimakan dengan rasa yang enak dan juga digunakan sebagai jamur obat karena memiliki sifat bioaktif seperti flavonoid, terpenoid dan polifenol. Antioksidan adalah zat yang pada konsentrasi rendah dapat melindungi sel dari kerusakan akibat molekul radikal bebas dengan cara mendonasikan elektron H+ ke molekul radikal sehingga dapat menstabilkan radikal dan menghentikan peroksidasi lipid. Aktivitas antioksidan terhadap penghambatan senyawa radikal bebas secara in vitro dapat dideteksi dengan metode 1,1-difenil-2-picrihydazil (DPPH). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol C. comatus mycelia dan untuk mendeteksi senyawa bioaktif dalam ekstrak etanol C. comatus mycelia dalam pengujian aktivitas antioksidan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan di Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif eksperimental yang terdiri dari 4 konsentrasi (40 ppm, 60 ppm, 80 ppm dan 100 ppm) yang masing-masing konsentrasi dengan tiga ulangan. Data perubahan warna kemudian dianalisis dengan memeriksa regresi linier nilai IC50, dilanjutkan dengan menggambar grafik persentase DPPH yang terperangkap oleh miselium. Hasil ekstrak etanol C. comatus mycelia dengan metode DPPH menunjukkan persentase rata-rata hasil penghambatan dari konsentrasi 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm, dan 100 ppm adalah 44,2%, 55,61%, 61,2%, dan 67,44%. Senyawa bioaktif yang menarik ekstrak etanol C. comatus mycelia adalah flavonoid, polifenol, dan terpenoid. Uji aktivitas antioksidan yaitu nilai IC50 didapatkan sebesar 50,43 ppm dan diindikasikan sebagai kategori kuat.Coprinus comatus or also known as shaggy ink cap is an edible mushroom with delicious taste and also used as a medicinal mushroom because it has bioactive properties such as flavonoid, terpenoid and polyphenol. An antioxidant is a substance that at low concentrations can protect cells from damage caused by free radical molecules by donating H+ electrons to radical molecules so that it can stabilize the radicals and stop the lipid peroxidation. Antioxidant activity against inhibition of free radical compounds in vitro can be detected by 1,1-diphenyl-2-picrihydazil (DPPH) method. The objectives of this research are to determine the antioxidant activity from ethanolic extract of C. comatus mycelia and to detect bioactive compound in ethanolic extract of C. comatus mycelia in testing antioxidant activity. The research has been conducted at the Laboratory of Mycology and Phytopathology and Laboratory of Plant Physiology at Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. This research has conducted using an experimental quantitative descriptive methods which consists of 4 concentration (40 ppm, 60 ppm, 80 ppm and 100 ppm) that each concentration with three replications. Data of color change were then analyzed by checking the linear regression of IC50 value, followed by drawing a graph of percentage of the DPPH trapped by the mycelium. The result of ethanol extract of C. comatus mycelia using DPPH method showed average of percentage of inhibition result from concentration 40 ppm, 60 ppm, 80 ppm, and 100 ppm were 44.2%, 55.61%, 61.2%, and 67.44%. The bioactive compound attracted of ethanol extract of C. comatus mycelia were flavonoid, polyphenol, and terpenoid. Antioxidant activity test which is IC50 value was showed at 50.43 ppm and it is indicated as strong categories.
2610029461B1B016004ANTIOXIDANT ACTIVITY TEST WITH ETHYL ACETATE EXTRACT OF MYCELIUM Coprinus comatus (O.F.Mull.: Fr.) Pers. USING DPPH METHODCoprinus comatus atau yang dikenal sebagai Shaggy Ink Cap jamur adalah salah satu jamur berpotensi sebagai obat dan dapat dimakan. Jamur ini dilaporkan bisa mengurangi kadar glukosa darah dan memiliki sejumlah besar kandungan metabolit sekunder sebagai antioksidan endogen. Uji aktivitas antioksidan dapat dilakukan dengan menggunakan tubuh buah atau ekstrak miselium jamur. Untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak miselium C. comatus, metode 1, 1-diphenyl, -2-picrylhydrazyl (DPPH) dapat digunakan secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menentukan aktivitas antioksidan dari etil asetat ekstrak miselium C. comatus dengan menggunakan metode DPPH; (2) mengamati senyawa bioaktif yang terkandung dalam miselium. Penelitian ini dimulai dari pengukuran aktivitas antioksidan dari beberapa konsentrasi kemudian dimasukkan ke persentase penghambatan yang tertinggi adalah 100 ppm mencapai 58,51% dan kontrol vitamin C mencapai 67,82%. Kemudian mengukur nilai IC50 mencapai 72,77 mg/L untuk sampel miselium dan 80,97 mg/L untuk vitamin C. Senyawa bioaktif assay yang ditemukan dalam kandungan ekstrak miselium ini sangat kuat (+ + +) flavonoid dan polifenol yang diamati melalui perubahan warna, sementara terpenoid hanya 100 ppm menunjukkan (+) dan yang lainnya negatif.Coprinus comatus or known as Shaggy Ink Cap mushroom is one of the edible and medicinal potential mushrooms. This mushroom is reported could possibly reduce the level of blood glucose and have huge amount of secondary metabolite content as endogenous antioxidant. Antioxidant activity test could be done with the use of fruiting body or mycelium extract of mushroom. To examine the antioxidant activity of C. comatus mycelium extract, the 1,1-Diphenyl, -2-picrylhydrazyl (DPPH) method can be used in vitro. The purpose of this research is (1) determine the antioxidant activity from Ethyl Acetate extract mycelium of C. comatus by using DPPH method; (2) observe the bioactive compound contain in mycelium. This research started from measuring antioxidant activity from several concentrations then inserted to the inhibition percentage which the highest is 100 ppm reach 58.51% and control vitamin C reach 67.82%. Then measure the IC50 value reach 72.77 mg/L for sample mycelium and 80.97 mg/L for vitamin C. Bioactive compound assay found that this mycelium extract content very strong (+++) flavonoid and polyphenol that observed via color changing, meanwhile the terpenoid only 100 ppm show (+) and the other negatively observed.