Artikel Ilmiah : A1D016018 a.n. FITRIA WULAN

Kembali Update Delete

NIMA1D016018
NamamhsFITRIA WULAN
Judul ArtikelKAJIAN STATUS UNSUR HARA NITROGEN DAN SERAPANNYA PADA BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L.)) DI KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) mengetahui status unsur hara N di dalam tanah dan serapan N oleh tanaman kedelai, 2) menentukan hubungan antar N total tanah dengan serapan N oleh tanaman dan hasil tanaman kedelai, dan 3) memberikan rekomendasi takaran pupuk N yang optimal untuk meningkatkan hasil tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2019 - Februari 2020 di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan skala 1:50.000. Penentuan titik sampel dilakukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH), yang dibuat dengan cara menggabungkan (overlay) peta penggunaan lahan, jenis tanah dan peta kelas kelerengan. Penentuan titik sampel memperhatikan penyebarannya secara proposional, mengikuti metode grid yang dimodifikasi. Variabel yang diamati meliputi pH H₂O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), potensial redoks, N-total tanah, dan serapan N oleh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara nitrogen di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas termasuk sedang-sangat rendah (0,0724-0,2540). N-total tanah dan serapan N oleh tanaman memiliki nilai koefisien korelasi terbaik dengan hasil tanaman kedelai. Rekomendasi pupuk pada lokasi penelitian berbeda-beda sesuai status hara N di dalam tanah. Desa Tumiyang 1 dan 2 memiliki rekomendasi pemupupukan sebesar 391,04 dan 129,46 urea kg/ha. Desa Gambarsari 1, 2 dan 3 yaitu 197,28; 348,52 dan 303,26 urea kg/ha. Desa Kebasen 1, 2 dan 3 yaitu 389,09; 90,65 dan 99,13 urea kg/ha. Desa Kalisalak 1 dan 2 yaitu 346,96 dan 3,91 urea kg/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)The aims of the study are: 1) to determine the status of N nutrients in the soil and N uptake by soybean plants, 2) to determine the relationship between total N soil with N uptake by plants and soybean crop yields, and 3) to provide a recommendation of optimum N fertilizer for increasing soybean crop yields. The study was conducted in October 2019 - February 2020 in Kebasen District, Banyumas Regency and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The study was conducted by survey method with a scale of 1: 50,000. Determination of sample points is based on the Homogeneous Land Unit Map (SLH), which is made by overlaying land use maps, soil types and slope class maps. Determination of sample points takes into account their distribution proportionally, following the modified grid method. The observed variables included pH H2O, KCl pH, DHL, redox potential, total N-soil, and N uptake by plants. The results showed that the status of nitrogen nutrients in Kebasen Subdistrict, Banyumas Regency was moderate to very low (0.0724-0.2540). Total N-soil and N uptake by plants have the best correlation coefficient value with soybean yield. The recommendations of N fertilizer in the study are according to the status of N nutrient in the soil. Tumiyang 1 and 2 villages are 391.04 and 129.46 urea kg/ha. Gambarsari 1, 2 and 3 villages are 197.28; 348.52 and 303.26 urea kg/ha. Kebasen 1, 2 and 3 villages are 389.09; 90.65 and 99.13 urea kg/ha. Kalisalak 1 and 2 villages are 346.96 and 3.91 urea kg/ha.
Kata kunciN-total tanah, kedelai, pemupukan
Pembimbing 1Ir. Kharisun, Ph.D
Pembimbing 2Ir. Bambang Siswo Susilo, MP
Pembimbing 3
Tahun2020
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2020-08-16 12:11:40.716049
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.