Artikelilmiahs
Menampilkan 26.061-26.080 dari 50.249 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 26061 | 29419 | A1C016030 | REKAYASA DAN UJI KINERJA PEMURNIAN BIOGAS TIPE DOWN-UP PURIFIER | Biogas merupakan gas mudah terbakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri anaerob. Biogas dapat dibuat dengan dengan menggunakan digester. Digester merupakan tempat dimana proses penguraian bahan organik oleh bakteri. Hanya saja biogas yang diproduksi masih mengandung gas-gas yang dapat membuat kualitas biogas kurang baik sehingga perlu adanya usaha untuk menyaring gas-gas tersebut. Purifier merupakan alat untuk menyaring suatu gas. Penggunaan purifier dalam suatu rangkaian instalasi digester bertujuan untuk menyaring gas-gas yang tidak diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang instalasi pemurnian biogas tipe down-up purifier, melakukan uji kualitas gas metan setelah pemurnian, dan Melakukan penabungan biogas hasil pemurnian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat instalasi biogas tipe down-up purifier dirancang dan dirakit dengan menggunakan drum 150 L untuk digester dan penampung gas, paralon dan selang berukuran 1/2 inchi untuk penghubung, 2 purifier untuk pemurnian dan adsorben arang aktif. Rasio C/N untuk sampel pertama sebesar 38,84 dengan perbandingan C = 40,670 dan N = 1,047, dan untuk sampel kedua sebesar 36,37 dengan perbandingan C = 43,794 dan N = 1,204 dengan suhu substrat rata-rata 28,62oC, suhu lingkungan bola kering ratarata 27oC dan bola basah rata-rata 26oC serta pH rata-rata 5,9. Nilai BOD awal, tengah, dan akhir masing-masing sebesar 960,12 mg/l, 5.890,00 mg/l, dan 9.312,53 mg/l dan nilai COD awal, tengah, dan akhir masing-masing sebesar 313.500,00 mg/l, 19.100,00 mg/l, dan 29.100,00 mg/l. Kemudian TS turun sebesar 1,45 % dan VS naik sebesar 0,21 %. Penggunaan adsorben arang aktif didua purifier dapat menurunkan kandungan gas CO2 sebesar 83,79 %. dan kandungan gas CH4 sebesar 31,43% pada biogas dengan lama waktu pemurnian paling optimal yaitu 60 menit. Hasil proses penabungan didapat tekanan gas sebesar 2 bar atau 200 kPA. | Biogas is a combustible gas produced from the fermentation process of organic materials by anaerobic bacteria. Biogas can be made by using a digester. A Digester is a place where the process of decomposing organic matter by bacteria. It's just that the biogas produced still contains gases which can make the quality of biogas not good so there needs to be an effort to filter the gases. The purifier is a device to filter a gas. The use of purifiers in a series of digester installations aims to filter out unnecessary gases. The purpose of this research is to design a down-up purifier type biogas purification plant, conduct a methane gas quality test after purification, and conduct a purification of biogas from the purification. The results showed that the biogas installation tool-type down-up purifier was designed and assembled using 150 L drums for gas digesters and reservoirs, flanges, and 1/2 inch hoses for connecting, 2 purifiers for purification and activated charcoal adsorbents. The C / N ratio for the first sample is 38.84 with a ratio of C = 40.670 and N = 1.047, and for the second sample of 36.37 with a ratio of C = 43.794 and N = 1.204 with an average substrate temperature of 28.62oC, ambient temperature dry balls averaged 27oC and wet balls averaged 26oC and an average pH of 5.9. Initial, middle, and final BOD values are 960.12 mg / l, 5890.00 mg / l, and 9.312.53 mg / l and the initial, middle, and final COD values are 313,500.00 mg, respectively. / l, 19,100.00 mg / l, and 29,100.00 mg / l. Then TS decreased by 1.45% and VS increased by 0.21%. The use of activated charcoal adsorbents in the two purifiers can reduce CO2 gas content by 83.79%. and CH4 gas content of 31.43% in biogas with the most optimal purification time of 60 minutes. The saving process results in a gas pressure of 2 bar or 200 kPA. | |
| 26062 | 29265 | F1F016005 | Kerjasama Filipina dan Interpol dalam Menangani Kejahatan Cybersex di Filipina Tahun 2010-2016 | Filipina merupakan negara yang memiliki angka prostitusi yang tinggi dan menempatkan Filipina sebagai negara peringkat keempat di dunia dan kedua di Asia dengan tingkat prostitusi tertinggi. Banyak dari masyarakat Filipina yang memanfaatkan internet untuk melakukan tindak kejahatan dunia maya atau cybercrime, salah satunya yaitu cybersex. Kejahatan cybersex mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal tersebut mengharuskan pemerintah Filipina melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kejahatan cybersex yang terjadi di negaranya, salah satunya adalah bekerjasama dengan Interpol. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerjasama Filipina dan Interpol dalam menangani kejahatan cybersex di Filipina pada tahun 2010-2016 dengan menggunakan teori kerjasama internasional, cybercrime, dan transnasional organized crime. Fokus penelitian ini mengarah pada faktor penyebab kejahatan cybersex di Filipina dan upaya kerjasama Filipina dan Interpol dalam menangani kejahatan cybersex di Filipina tahun 2010-2016. | The Philippines is a country that has a high rate of prostitution and ranks the Philippines as the fourth country in the world and second in Asia with the highest rate of prostitution. Many Filipinos use the internet to commit cybercrime, one of which is cybersex. Cybersex crime has increased from year to year, this requires the Philippine government to make various efforts to address cybersex crimes that occur in their country, one of them is to cooperate with Interpol. This study aims to determine the cooperation between the Philippines and Interpol in dealing with cybersex crimes in the Philippines in 2010-2016 by using the theory of international cooperation, cybercrime, and transnational organized crime. The focus of the investigation is on the factors causing cybersex crimes in the Philippines and the collaborative efforts of the Philippines and Interpol in cybersex crimes in the Philippines in 2010-2016. | |
| 26063 | 29420 | A1F016004 | PERSYARATAN KONSUMEN DAN PARAMETER TEKNIS PADA PEMBUATAN KEJU CHEDDAR ANALOG BERBASIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) | Pada penelitian ini mengembangkan produk keju cheddar analog berbahan dasar virgin coconut oil. Untuk mendapatkan produk keju cheddar analog yang sesuai dengan keinginan konsumen yaitu dengan membuat rancangan produk dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) karena QFD dapat mengkomunikasikan apa kebutuhan konsumen kemudian menerjemahkannya menjadi bagaimana uraian teknis proses produksi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut persyaratan konsumen terhadap produk keju cheddar analog berbahan dasar VCO, mengetahui parameter teknis dalam pembuatan produk keju cheddar analog berbahan dasar VCO dan mengetahui prioritas persyaratan konsumen dan tingkat kepentingan dan parameter teknis dalam merancang produk keju cheddar analog berbahan dasar VCO. Hasil analisis perancangan produk keju cheddar analog diketahui bahwa terdapat 14 atribut persyaratan yang diinginkan konsumen. Dalam menerjemahkan keinginan konsumen tersebut, diperlukan 16 parameter teknis pembuatan keju cheddar analog yaitu persiapan bahan baku, pengukusan jagung manis, pembuatan susu jagung, pencampuran dengan WPC dan gum, pasteurisasi, pendinginan, pencampuran dengan VCO, emulsifier dan papain, pemanasan lanjutan pada suhu 40OC, penyaringan, pencetakan, pemeraman, pemotongan, pengemasan primer, pengemasan sekunder dan pelabelan, registrasi BPOM dan registrasi halal MUI. | In this study, developed an analog cheddar cheese product made from virgin coconut oil. To get an analog cheddar cheese product according to consumer desires, namely by making a product design using the Quality Function Deployment (QFD) method because QFD can communicate what consumers need then translate it into how to describe the proper technical production process. This study aims to determine the attributes of consumers' requirements for VCO-based analog cheddar cheese products, to know the technical parameters in the manufacture of VCO-based analog cheddar cheese products and to determine the priority of consumer requirements and the level of importance and technical parameters in designing VCO-based analog cheddar cheese products. The results of the analysis of cheddar analog cheese product design show that there are 14 attributes that the consumer wants. In translating these consumer desires, 16 technical parameters are needed for the manufacture of analog cheddar cheese, namely preparation of raw materials, steaming sweet corn, making corn milk, mixing with WPC and gum, pasteurization, cooling, mixing with VCO, emulsifier and papain, further heating at 40OC , screening, printing, curing, cutting, primary packaging, secondary packaging and labeling, BPOM registration and MUI halal registration. | |
| 26064 | 29421 | A1F016015 | Persyatan Konsumen dan Parameter Teknis pada Pembuatan Minuman Teh Gula Kelapa | Pada penelitian ini mengembangkan produk minuman teh dalam kemasan mengggunakan pemanis gula kelapa dan gula tebu. Untuk mendapatkan produk minuman teh gula kelapa yang sesuai dengan keinginan konsumen yaitu dengan membuat rancangan produk dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) karena QFD dapat mengkomunikasikan apa kebutuhan dan keinginan konsumen kemudian menerjemahkannya menjadi bagaimana uraian teknis proses produksi yang tepat. QFD dilakukan dengan beberapa tahap dimulai dengan survei suara konsumen dengan cara wawancara, penentuan peryaratan konsumen dengan penyebaran kuesioner, penentuan parameter teknis ditentukan dengan studi pustaka. Hasil analisis perancangan produk minuman teh gula kelapa dengan menggunakan analisis rumah mutu dapat diketahui bahwa terdapat 19 atribut mutu yang diinginkan konsumen. Dalam menerjemahkan keinginan konsumen tersebut, diperlukan 11 paremeter teknis pembuatan minuman teh gula kelapa, yaitu water treatment, persiapan bahan baku, pembuatan sirup gula, pembuatan teh cair pahit, pencampuran teh cair pahit dengan sirup gula, penambahan perisa jasmine/melati, pasteurisasi, pengemasan, pelabelan, registrasi BPOM, dan registrasi Halal MUI. | In this research, developing packaged tea beverage products using coconut sugar and sugar cane as sweetener. To get coconut sugar tea beverage products according to consumer desires, namely by making a product design using the Quality Function Deployment (QFD) method because QFD can communicate what the needs and desires of consumers are then translate it into how to describe the proper technical production process. QFD is carried out in several stages starting with a consumer voice survey by means of interviews, determining consumer requirements by distributing questionnaires, determining technical parameters determined by literature study. The results of the design analysis of coconut sugar tea beverage products using quality house analysis can be seen that there are 19 quality attributes desired by consumers. In translating these consumer desires, 11 technical parameters are needed for the manufacture of coconut sugar tea, namely water treatment, preparation of raw materials, making sugar syrup, making bitter liquid tea, mixing bitter liquid tea with sugar syrup, adding jasmine / jasmine flavoring, pasteurization, packaging. , labeling, BPOM registration, and MUI Halal registration. | |
| 26065 | 29422 | A1F016062 | PERSYARATAN KONSUMEN DAN PARAMETER TEKNIS PADA PEMBUATAN MAYONNAISE BERBASIS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) | Pada penelitian ini mengembangkan produk mayonnaise berbahan dasar virgin coconut oil. Untuk mendapatkan produk mayonnaise yang sesuai dengan keinginan konsumen yaitu dengan membuat rancangan produk dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) karena QFD dapat mengkomunikasikan apa kebutuhan konsumen kemudian menerjemahkannya menjadi bagaimana uraian teknis proses produksi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atribut persyaratan konsumen terhadap produk mayonnaise berbahan dasar VCO, mengetahui parameter teknis dalam pembuatan produk mayonnaise berbahan dasar VCO dan mengetahui prioritas persyaratan konsumen dan tingkat kepentingan dan parameter teknis dalam merancang produk mayonnaise berbahan dasar VCO. Hasil analisis perancangan produk mayonnaise diketahui bahwa terdapat 12 atribut yang diinginkan konsumen, yaitu kekentalannya sama dengan Maestro, harga jual Rp. 24.000 untuk kemasan 1kg, rasa asam sama dengan Maestro, pencantuman tanggal kadaluarsa pada label kemasan, pencantuman logo halal MUI pada label kemasan, warna lebih putih dari Maestro, produk dikemas dalam kemasan 1kg, daya tahan simpan lebih dari 1 bulan, pencantuman komposisi produk pada label kemasan, kemasan menggunakan standing pouch dan tutupnya, pencantuman nomor registrasi BPOM pada label kemasan, dan pencantuman nilai gizi pada label kemasan. | In this study, a mayonnaise product made from virgin coconut oil was developed. To get a mayonnaise product that is in accordance with consumer desires, namely by making a product design using the Quality Function Deployment (QFD) method because QFD can communicate what the consumer needs then translate it into how to describe the proper technical production process. This study aims to determine the attributes of consumers' requirements for VCO-based mayonnaise products, to know the technical parameters in the manufacture of VCO-based mayonnaise products and to determine the priority of consumer requirements and the level of importance and technical parameters in designing VCO-based mayonnaise products. The results of the mayonnaise product design analysis show that there are 12 attributes that consumers want, namely the thickness is the same as the Maestro, the selling price is Rp. 24,000 for a 1kg package, the same sour taste as Maestro, the inclusion of an expiration date on the packaging label, the inclusion of the MUI halal logo on the packaging label, the color is whiter than Maestro, the product is packaged in 1kg packaging, shelf life of more than 1 month, the inclusion of product composition on packaging labels, packaging using a standing pouch and lid, including the BPOM registration number on the packaging label, and the inclusion of nutritional value on the packaging label. | |
| 26066 | 29423 | E1A015054 | PENERAPAN PENYIDIKAN LANJUTAN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING (STUDI TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN) | PENERAPAN PENYIDIKAN LANJUTAN OLEH JAKSA PENUNTUT UMUM DALAM TINDAK PIDANA ILLEGAL LOGGING (STUDI TERHADAP UNDANG-UNDANG NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN) Oleh: SAGITA AULIA RIZQI E1A015054 ABSTRAK Kerusakan hutan saat ini hampir terjadi diseluruh wilayah Indonesia yang diakibatkan oleh tindakan“illegal logging”. Upaya pemerintah dalam mengatasi hal tersebut dengan diaturnya penyidikan lanjutan oleh Jaksa Penuntut Umum. Namun demikian dalam penerapannya menimbulkan persoalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan penyidikan lanjutan serta mengetahui bentuk prosedur penyidikan lanjutan yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum. Jenis penelitian menggunakan yuridis normatif, dengan metode pendekatan perundang-undangan, dan pendekatan konseptual, dengan spesifikasi penelitian preskriptif, dan sumber bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penyidikan lanjutan yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum dalam hal tindak pidana illegal logging berdasarkan ketentuan Undang-Undang No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan mengatur perihal kewenangan dan jangka waktu pelaksanaan penyidikan lanjutan tersebut yaitu penuntut umum wajib melakukan penyidikan paling lama 20 (dua puluh) hari dan dapat diperpanjang paling lama 30 (tiga puluh) hari dan diaturnya jangka waktu penyidikan dan penyidikan lanjutan, maka akan mendorong terbangunnya sinkronisasi kultural antara lembaga Kepolisian dan Kejaksaan. Prosedur penerapan perpanjangan penyidikan lanjutan oleh Jaksa Penutut Umum dalam kasus tindak pidana Illegal Logging mengatur kewajiban Penuntut Umum untuk melakukan penyidikan lanjutan merupakan langkah progresif dalam upaya percepatan penanganan kasus illegal logging, Prosedur mengenai jangka waktu penyidikan dan penyidikan lanjutan relatif singkat dan Belum adanya peraturan pemerintah yang mengatur mengenai tata cara pelaksanaan Undang-Undang No. 18 Tahun 2013. Penyidikan lanjutan oleh Jaksa Penutut Umum dalam kasus tindak pidana Illegal logging berdasarkan ketentuan Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan bertujuan untuk mempercepat penanganan illegal logging dan menjadi solusi dalam penanganan penumpukan perkara ini dikarenakan belum adanya peraturan pemerintah yang mengatur mengenai tata cara pelaksanaan Undang-Undang No. 18 Tahun 2013, jangka waktu penyidikan dan penyidikan lanjutan relatif sangat singkat sehingga tidak sebanding dengan kompleksitas pengungkapan dan pengumpulan alat bukti pada tindak pidana illegal logging. Perlu adanya peraturan lebih lanjut terkait prosedur perpanjangan penyidikan lanjutan itu sendiri yang diamanatkan sesuai ketentuan Undang Undang No.18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan untuk mengisi kekosongan hukum | THE IMPLEMENTATION OF FURTHER INVESTIGATION IN HANDLING CRIMINAL ACT OF ILLEGAL LOGGING BY PUBLIC PROSECUTOR (STUDY ABOUT LAW NO. 18 OF 2013 CONCERNING THE PREVENTION AND ERADICATION OF FOREST DESTRUCTION) By: SAGITA AULIA RIZQI E1A015054 ABSTRACT Forest destruction occurs in almost all parts of Indonesia as a result of illegal logging. The public prosecutor arranged further investigation as the government's efforts to overcome this problem. However, in practice, it creates problems. The purpose of this study is to determine the application of further investigations and to determine the form of further investigation procedures conducted by the Public Prosecutor. This type of research uses normative juridical, with a statutory approach method, and a conceptual approach, with descriptive research specifications and sources of primary, secondary, and tertiary legal materials. Further investigations carried out by the Public Prosecutor in the case of illegal logging crimes based on the provisions of Law No.18 of 2013 concerning the Prevention and Eradication of Forest Damage regulating the authority and duration of the further investigation, namely the public prosecutor is obliged to investigate for a maximum of 20 ( twenty) days and can be extended for a maximum of 30 (thirty) days and the stipulation of the period of investigation and further investigation will encourage the establishment of a cultural synchronization between the Police and the Prosecutors' Office. The procedure for implementing an extension of further investigations by the General Prosecutor in cases of illegal logging crimes regulates the obligation of the Public Prosecutor to carry out further studies as a progressive step in efforts to accelerate the handling of illegal logging cases. Regulates the procedures for implementing Law no. 18 of 2013. Further investigations by the General Prosecutor in cases of illegal logging crimes based on the provisions of Law No. 18 of 2013 concerning the Prevention and Eradication of Forest Damage aims to accelerate the handling of illegal logging and become a solution in handling the accumulation of these cases due to the absence of government regulations. Which regulates the procedures for implementing Law no. 18 of 2013, the period of investigation and further investigation is relatively short, so it is not comparable with the complexity of the disclosure and collection of evidence in illegal logging. Further regulations are needed regarding the procedure for the extension of the further investigation itself mandated by the provisions of Law No.18 of 2013 concerning the Prevention and Eradication of Forest Destruction to fill the legal vacuum. | |
| 26067 | 29425 | L1A016080 | POLA DISTRUBUSI IKAN LAYUR (Trichiurus savala) YANG DIDARATKAN DI TPI LOGENDING KEBUMEN JAWA TENGAH | Ikan layur (Trichiurus savala) merupakan salah satu komoditas perikanan demersal. Sebaran ikan layur di pantai selatan Jawa, salah satunya yaitu pantai kebumen, Jawa Tegah. Produksi ikan layur di TPI Logending dapat terserap seluruhnya oleh para bakul ikan yang yang melakukan transaksi di Tempat Pelelangan Ikan dengan sistem lelang. Distribusi berperan penting dalam suatu pelabuhan perikanan karena jika hasil tangkapan tidak didistribusikan, penjualan produk hasil tangkapan tidak akan sampai hingga ketangan konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola distribusi ikan Layur (Trichiurus savala) hasil tangkapan nelayan dan mengetahui kualitas ikan Layur (Trichiurus savala) di setiap saluran distribusi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan, metode survey yaitu wawancara dan observsi serta metode telaah pustaka dengan cara membandingkan penelitian terdahulu yang didapatkan dari (PPP Asemdoyong, PPP Tegalsari & PPI Rancabuaya). Hasil dari tiga lokasi yaitu di, Pola distribusi ikan Layur hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) dalam pendistribusiannya yaitu dari Nelayan–(PPP)– Pengumpul (Bakul)–Pedagang besar (Perusahaan)–Pedagang kecil (Pasar). Dan untuk nilai Kualitas ikan Layur di (PPP Asemdoyong) dan (PPP Tegalsari) berdasarkan hasil uji organoleptik dengan nilai atas rata-rata (7,31) menunjukan bahwa ikan Layur tersebut mempunyai nilai kesegaran yang baik dan masih layak untuk dikonsumsi. | Layur fish (Trichiurus savala) is a demersal fishery commodity. The distribution of layur fish on the southern coast of Java, one of which is Kebumen beach, Tegah Java. The production of layered fish at TPI Logending can be fully absorbed by fish baskets who make transactions at the Fish Auction Place using the auction system. Distribution plays an important role in a fishing port because if the catch is not distributed, the sale of the catch product will not reach consumers. The purpose of this study was to determine the distribution pattern of Layur fish (Trichiurus savala) caught by fishermen and to determine the quality of Layur fish (Trichiurus savala) in each distribution channel. This study used a combined method, survey methods namely interviews and observations as well as literature review methods by comparing previous studies obtained from (PPP Asemdoyong, PPP Tegalsari & PPI Rancabuaya). The results of the three locations are in the distribution pattern of Layur fish caught by fishermen who are landed at the Coastal Fishery Port (PPP) in the distribution, namely from Fishermen - (PPP) - Collectors (Bakul) - Large traders (Companies) - Small traders (Markets). And for the value of Layur fish quality in (PPP Asemdoyong) and (PPP Tegalsari) based on the results of the organoleptic test with an above average value (7.31), it shows that the Layur fish has a good freshness value and is still fit for consumption. | |
| 26068 | 29426 | A1F016014 | KARAKTERISASI SIFAT FISIK DAN KIMIA TEPUNG TALAS TERMODIFIKASI SECARA BIOLOGI DAN FISIK | ABSTRAK Talas merupakan salah satu pangan lokal sumber karbohidrat tinggi pati yang berpotensi sebagai diversifikasi bahan baku produk pangan dengan menjadikannya tepung. Upaya untuk meningkatkan kandungan pada tepung talas dapat dilakukan dengan modifikasi secara biologi dan fisik. Modifikasi biologi dilakukan melalui fermentasi terkendali menggunakan starter Bimo CF dan fisik melalui pemanasan bertekanan-pendinginan secara berulang. Penelitian ini merupakan eksperimental dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 2 faktor, yaitu variasi waktu fermentasi (F): 24 (F1), 48 (F2), dan 72 jam (F3) dan variasi jumlah pemanasan bertekanan-pendinginan (S): 1 (S1), 2 (S2), dan 3 siklus (S3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu fermentasi 24 hingga 72 jam secara signifikan (p<0,05) menyebabkan penurunan kadar air dan cohesiveness (kohesifitas) sebesar 42,43% dan 32% serta peningkatan terhadap kadar amilosa, pati resisten, dan serat pangan masing-masing sebesar 19,94%; 18,64%; dan 6,97%. Variasi jumlah siklus pemanasan bertekanan-pendinginan sebanyak 1 hingga 3 siklus menyebabkan peningkatan kadar air, amilosa, pati resisten, serat pangan, dan cohesiveness (kohesifitas) secara signifikan masing-masing 0,82%; 11,42%; 35,32%; 8,80%; dan 24%. Kombinasi perlakuan F3S3 memberikan kualitas karakteristik tepung talas termodifikasi terbaik dengan kadar air 6,28%, amilosa 16,83%, pati resisten 3,57%, serat pangan 23,20%, dan cohesiveness (kohesifitas) 0,35%. | ABSTRACT Taro is a local food source of high carbohydrate starch which has the potential to diversify food by making it flour. Efforts to increase the content of taro flour can be done with biological and physical modification. Biological modification is done through controlled fermentation using a Bimo CF starter and physically through by the number of cycle of pressurized heating-cooling. This research was experimental using a Randomized Block Design (RBD) method consisting of 2 factors, variations of fermentation time (F): 24 (F1), 48 (F2), and 72 hours (F3) and variations of the number of cycle of pressurized heating-cooling (S ): 1 (S1), 2 (S2), and 3 cycles (S3). The results showed that the variation of fermentation time of 24 to 72 hours had a very significant effect (p <0.05) causing a decrease in water and cohesiveness of 42.43% and 32% and an increase in amylose content, resistant starch, and food fiber respectively 19.94%; 18.64%; and 6.97%. The variations in the number of pressurized heating-cooling 1 to 3 cycles have a very significant effect on increasing levels of water, amylose, resistant starch, food fiber, and cohesiveness, respectively 0,82%; 11.42%; 35.32%; 8.80%; and 24%. The combination of F3S3 treatment provides the best quality characteristics of modified taro flour with a moisture content of 6.28%, amylose 16.83%, resistant starch 3.57%, food fiber 23.20%, and cohesiveness 0.35%. | |
| 26069 | 29427 | F1F016049 | Upaya Memperbaiki Persepsi Publik Amerika Serikat Terkait Kegagalan Diplomasi di Libya Tahun 2012 Melalui Film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi | Penelitian berjudul “Upaya Memperbaiki Persepsi Publik Amerika Serikat Terkait Kegagalan Diplomasi di Libya Tahun 2012 Melalui Film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi” merupakan penelitian yang berfokus kepada penggunaan film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi untuk memperbaiki persepsi publik Amerika Serikat terkait kegagalan diplomasi di Libya pada tahun 2012. Adanya serangan yang dilakukan oleh kelompok militant Ansar Al-Sharia terhadap markas Amerika Serikat yang membuat terbunuhnya duta besar AS untuk Libya Christopher Stevens membuat persepsi publik AS kepada pemerintah menjadi rendah karena dinilai tidak dapat melindungi warga Negaranya yang sedang bertugas. Film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi diangkat dari kisah nyata penyerangan tersebut dengan berfokus kepada narasi para kontraktor yang ada dilapangan saat kejadian tersebut terjadi. Berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan konsep military-entertainment complex dan teori persepsi, persepsi masyarakat ternyata tidak membaik setelah dirilisnya film tersebut, salah satu faktornya adalah bahwa film ini dirilis pada tahun 2016 dimana tahun tersebut adalah tahun pemilihan presiden di Amerika Serikat, terlebih film ini dibuat terlalu cepat setelah kejadian, hanya berselang empat tahun setelahnya. | The study entitled "Efforts to Improve the US Public Perception of the Failure of Diplomacy in Libya in 2012 through the Film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi" is a study that focuses on the use of the film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi to improve the perception of the United States public regarding the failure of diplomacy in Libya in 2012. The attack carried out by the Ansar Al-Sharia militant group against the United States headquarters, which resulted in the killing of the US ambassador to Libya Christopher Stevens made the US public's perception of the government quite low because it was considered that the government was unable to protect citizens of his country that were on duty. The film 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi is based on the true story of the attack by focusing on the narrative of the contractors in the field when the incident occurred. Based on the analysis of research conducted with a qualitative descriptive method using the concept of a military-entertainment complex and theory of perception, people's perceptions did not improve after the release of the film, one of the factors is that this film was released in 2016, which was the year of the presidential election in the United States, especially since this film was made too soon after the incident, only four years later. | |
| 26070 | 29429 | L1A016075 | LAJU PEMANFAATAN WADER PARI (Rasbora argyrotaenia, Blkr.) DI WADUK PB SOEDIRMAN KABUPATEN BANJARNEGARA | Wader pari (Rasbora argyrotaenia, Blkr) di Waduk PB Soedirman dijadikan sebagai ikan. Oleh karena itu perlu diketahui sejauh mana laju pemanfaatan wader pari di Waduk PB Soedirman mengingat bahwa sumber daya ikan merupakan sumberdaya yang dapat diperbaharui. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui laju pertumbuhan dan laju pemanfaatan wader pari serta kondisi habitat wader pari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dengan teknik sampling purposive random sampling dan dianalisis dengan FISAT II. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Februari dan Maret 2020. Hasil dari penelitian ini pada Bulan Februari tertangkap 1500 ekor, sedangkan pada Bulan Maret tertangkap 4165 ekor. Hasil perhitungan hubungan panjang berat, nilai b, dan faktor kondisi diperoleh Bulan Februari yaitu 1,1850; 2,69972; 1,0370 sedangkan Bulan Maret 1,1014; 2,68909; 1,0579. Laju pertumbuhan diperoleh Bulan Februari dan Maret yaitu Lt=7,32(1–e–2,01(t+0,01)) dan Lt=7(1–e–2,01(t+0,01)). Aspek pertumbuhan berupa hubungan panjang berat, faktor kondisi dan laju pertumbuhan relafive sama. Mortalitas total, mortalitas alami, mortalitas penangkapan, dan laju pemanfaatan pada Bulan Februari dan Maret diperoleh yaitu 4,177; 3,752; 0,425; 0,102 dan 4,707; 3,760; 1,001; 0,213 yang berarti tingkat eksploitasi rendah, nilai laju pemanfaatan 0,213 perlu dipertahankan untuk eksistensi populasi sebagai ikan asli. | Wader Pari (Rasbora argyrotaenia, Blkr) in PB Soedirman Reservoir is one of the targeted fish to catch. Therefore it is necessary to know the utilization rate considering that fish is a resources that can be renewable. The purpose of this research is to determine the growth rate, utilization rate and habitat of R. argyrotaenia. This research used purposive random sampling technique and analyzed by FISAT II software as the methods. This research was conducted in February and March 2020. The results of this study were 1500 caught in February and 4165 in March. Correlation between length-weight, b value, and factor condition in February and March was 1.1850; 2.69972; 1.0370 and 1.1014; 2.68909; 1.0579. The growth rates in February and March are Lt = 7.32(1–e–2.01(t+0.01)) and Lt = 7(1–e–2.01(t+0.01)). Growth aspects of a long-weight correlation, factors condition and growth rate are relatively the same. Total mortality, natural mortality, fishing mortality, and exploitation rate in February and March were 4.177; 3,752; 0.425; 0.102 and 4.707; 3,760; 1,001; 0.213 which means that the level of exploitation is low, the value of the exploitation rate of 0.213 needs to be maintained for the existence of the population as native fish. | |
| 26071 | 29430 | A1F015055 | Profil Konsumen Kopi Bubuk di Kota Purwokerto | Salah satu kelompok tani yang memproduksi kopi robusta ialah kelompok tani Sido Makmur. Saat ini kelompok tani ingin mengembangkan produk kopi bubuk kepada untuk konsumen perorangan, namun kelompok tani ini belum mengetahui sebetulnya kopi bubuk seperti apa yang akan disukai oleh konsumen. Untuk dapat mengetahui hal itu maka perlu diketahui faktor-faktor yang menyebabkan konsumen mengonsumsi kopi bubuk. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui profil konsumen kopi bubuk di Kota Purwokerto. Penelitian dilaksanakan di Kota Purwokerto pada bulan oktober sampai dengan desember 2019. Sebanyak 100 responden dengan syarat dalam 3 bulan terakhir mengonsumsi 3-5 sachet¬ perminggu diberikan kuesioner dengan menggunakan metode pengambilan sampel judgment sampling. Hasil penelitian menunjukkan profil konsumen sebagai berikut : 1) Motivasi utama pembelian kopi bubuk ialah kebiasaan (45%). 2) Manfaat yang dicari ialah untuk menjaga agar tidak kantuk (53%). 3) Jenis produk pengganti ialah teh (41%). 4) Tempat biasa membeli kopi bubuk ialah warung/toko terdekat (73%). 5) keputusan pembelian kopi bubuk ialah mendadak (keinginan untuk membeli datang secara tiba-tiba) (58%). 6) Frekuensi pembelian kopi adalah jarang (seminggu kurang dari 3 sachet) (58%). 7) ukuran berat kopi yang disukai adalah 50 gram (46%). 8) Jenis kemasan yang paling disukai adalah sachet (59%). 9) Merek kopi bubuk yang sering dibeli adalah Kapal Api (38%). 10) Media tempat melihat iklan yang paling disukai adalah TV (45%). | One of the farmer groups that produce robusta coffee is the Sido Makmur, farmer group. Currently, the farmer groups want to develop ground coffee products for individual consumers, but these farmer groups have not yet seen what kind of ground coffee consumers will enter. It is not known, it is not necessary to know the factors that cause consumers to consume ground coffee. The purpose of this study was to see the profile of ground coffee consumers in the city of Purwokerto. The research was conducted in the city of Purwokerto from October to December 2019. A total of 100 respondents with the condition that in the last 3 months consume 3-5 sachets per week were given a questionnaire using the judgment sampling method. The results showed the consumer profile as follows: 1) The main motivation for purchasing habitual ground coffee (45%). 2) The benefits sought to prevent sleepiness (53%). 3) Type of product means (41%). 4) The usual place to buy ground coffee in the nearest shop/shop (73%). 5) sudden news decision to purchase ground coffee (sudden desire to buy) (58%). 6) The frequency of buying coffee is rare (less than 3 sachets a week) (58%). 7) The weight of the incoming coffee is 50 grams (46%). 8) The best type of packaging is sachets (59%). 9) The brand of ground coffee that is often purchased is Kapal Api (38%). 10) The ideal media for advertising is TV (45%). | |
| 26072 | 29431 | E1A016250 | GANTI RUGI DALAM PENGADAAN TANAH BAGI PEMBANGUNAN UNTUK KEPENTINGAN UMUM (Tinjauan Yuridis terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 474 K/Pdt/2019) | Dalam Pasal 1 Ayat (2) Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012, pengadaan tanah adalah kegiatan menyediakan tanah dengan cara memberi ganti kerugian yang layak dan adil kepada pihak yang berhak. Melalui Pasal 2 Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012, diberikan jaminan kepastian hukum tersedianya tanah untuk pembangunan serta jaminan kepada pihak yang berhak untuk mendapatkan ganti kerugian yang layak. Pelaksanaan dari pengadaan tanah berpedoman pada asas-asas dan prosedur yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, termasuk dalam pemberian ganti rugi. Meskipun begitu, dalam praktek pelaksanaannya kerap kali terdapat permasalahan. Permasalahan yang akan diteliti mengenai wewenang Penilai Pertanahan dalam menaksir nilai ganti rugi obyek pengadaan tanah dan pertimbangan Hakim Mahkamah Agung dalam mengabulkan permohonan penetapan ganti kerugian bidang tanah dalam putusan Mahkamah Agung Nomor 474 K/Pdt/2019. Metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analisis, metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, metode analisis menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim Mahkamah Agung mengesahkan nominal ganti rugi sebesar Rp. 4.425.800.000 yang ditaksir oleh KJPP Amin Nirwan Alfiantori & Rekan yang kemudian dijadikan pertimbangan musyawarah penetapan nominal ganti rugi oleh Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Cilacap sebagai ketua pelaksana pengadaan tanah serta membatalkan putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor 52/Pdt.G/2018.PN Clp. Hakim Mahkamah Agung dalam hal ini berpendapat bahwa terdapat kesalahan judex facti dalam menerapkan hukum berupa perhitungan mesin produksi sebagai objek ganti rugi pengadaan tanah yang dihitung sendiri, serta dijadikannya penilaian dari Penilai Publik PT Nilai Konsulesia yang tidak memiliki kewenangan dalam kasus ini sebagai pertimbangan perhitungan nilai objek ganti rugi. | In article 1 section (2) of Law No. 2 of 2012 land procurement is the activity of providing land in a way to compensate decent and fair losses to the eligible Parties. Through article 2 of Law No. 2 of 2012, it is given the legal certainty that the availability of land for development and guarantee to the right to obtain appropriate compensation. The implementation of land procurement is guided by the principles and procedures stipulated in the law and regulation , including in the provision of compensation. Even so, in practice, there are often problems that occur. The issues that being examined are regarding the authority of the Land Appraiser in estimating the nominal value of compensation for land procurement objects and what are the considerations of the Supreme Court Judge in granting the application for the determination of compensation for a plot of land in the Supreme Court decision No. 474/K/Pdt/2019. The method of normative juridical approach, the specification of prescriptive research analysis, methods of collecting data using literature studies, methods of analysis using qualitative normative methods. The results showed that the Supreme Court judge passed the nominal compensation of Rp. 4,425,800,000 which was estimated by KJPP Amin Nirwan Alfiantori & colleague who then was used as consideration deliberation for nominal determination of compensation by the head of land Office of Cilacap Regency as the chief executive procurement and cancel the decision of state Court of Cilacap No. 52/Pdt.G/2018.PN Clp. The Supreme Court Judge, in this case, believes that there is an error in the judex facti in applying the law in the form of calculating the production machines as objects of compensation for land acquisition which are calculated by themselves, as well as the appraisal of the Public Appraiser of PT Nilai Konsulesia who does not have the authority in this case to consider the calculation of the object value compensation. | |
| 26073 | 29435 | J1C015036 | Penggunaan Kandoushi Jenis Kandou yang Mengandung Implikatur dan Emosi dalam Anime Kimi no Na Wa | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kandoushi yang didalamnya terkandung implikatur serta emosi dalam anime Kimi no Na Wa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah anime Kimi no Na Wa. Data penelitian ini berupa tuturan-tuturan kandoushi yang menyatakan kandou dalam anime Kimi no Na Wa. Teori yang digunakan pada penelitian ini yaitu bentuk kandoushi berdasarkan dari teori Takanao (1948), implikatur berdasarkan teori dari Grice (1975), dan identifikasi bentuk emosi berdasarkan teori dari Goleman (1995). Hasil dari penelitian ini ditemukan 27 (dua puluh tujuh) bentuk kandoushi yang menyatakan kandou yaitu terdiri atas 3 (tiga) tuturan maa, 8 (delapan) tuturan e, 6 (enam) tuturan ee, 1 (satu) tuturan sora, 1 (satu) tuturan nani, 1 (satu) tuturan are, 2 (dua) tuturan a, 1 (satu) tuturan hora, dan 4 (empat) tuturan aa. Implikatur yang muncul dari bentuk kandoushi yang menyatakan kandou tersebut yaitu untuk menenangkan situasi, mengakhiri percakapan, mencari solusi, menghindar, melindungi diri, menutupi sesuatu, menutupi kesalahan, mengeluh, mengingatkan, menuduh, menunjukkan penolakkan, memperjelas jawaban, memberikan opini, meminta penjelasan sebanyak 3 kali, menanyakan maksud sebanyak 2 kali, memastikan sebanyak 3 kali, meyakinkan pernyataan sebanyak 3 kali, dan penegasan sebanyak 3 kali. Lalu selain implikatur, ada juga emosi yang terkandung di dalam bentuk kandoushi yang menyatakan kandou yaitu emosi rasa malu, rasa curiga, rasa marah, rasa kagum sebanyak 3 kali, rasa bingung sebanyak 5 kali, rasa terkejut sebanyak 10 kali, rasa takut sebanyak 2 kali, rasa heran sebanyak 3 kali, rasa senang sebanyak 2 kali, dan rasa jengkel sebanyak 3 kali. Bentuk kandoushi yang menyatakan kandou yang paling banyak muncul dalam anime Kimi no Na Wa adalah bentuk tuturan e. | The aim of this descriptive qualitative research with listening and taking technique is to describe the use of kandoushi, which contains implicatures and emotions in the anime Kimi no Na Wa. Kandoushi speech form as source data are taken from anime that mention above. Takano's kandoushi (1948), Grice's implicature (1975) and Goleman's identification of emotional (1995) forms theory are used to analise the form of kandoshi speeches in anime Kimi no Na Wa. The results were found 27 (twenty-seven) forms of kandoushi which stated that the kandou consisted of 3 (three) maa utterances, 8 (eight) e-utterances, 6 (six) ee utterances, 1 (one) sora utterance, 1 (one) nani utterances, 1 (one) are utterances, 2 (two) a-utterances, 1 (one) hora utterances, and 4 (four) aa utterances. Implications that arise from the form of kandoushi which states that kandou is to calm the situation, end the conversation, find solutions, avoid, protect yourself, cover up something, cover up mistakes, complain, remind, accuse, show rejection, clarify answers, provide opinions, ask for as much explanation 3 times, asking for intent 2 times, making sure 3 times, convincing statements 3 times, and affirming 3 times. Then in addition to the implicature, there are also emotions contained in the form of kandoushi which states that kandou is the emotion of shame, suspicion, anger, awe as much as 3 times, feeling confused 5 times, feeling shocked 10 times, fear as much as 2 times, wonder 3 times, pleasure 2 times, and annoyance 3 times. The kandoushi form which states that the kandou most often appear in the anime Kimi no Na Wa is the speech form e. | |
| 26074 | 29436 | F1B014062 | PENGARUH MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BADAN PUSAT STATISTIK KABUPATEN BANYUMAS | Kinerja yang ada saat ini belum didukung dengan proses kerja yang kurang baik seperti absensi yang masih tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, judul penelitian ini adalah “Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Badan Pusat Statistik Kabupaten Banyumas”. Sasaran penelitian ini adalah pegawai BPS Banyumas dengan 50 responden. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dengan dukungan data primer dan sekunder selama proses penelitian. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji validitas dan reliabilitas, korelasi kendall tau, konkordansi kendall W dan regresi ordinal. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan (1) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kinerja. (2); terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja terhadap kinerja. (3); terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara budaya organisasi terhadap kinerja, dan (4) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai BPS Banyumas. Pengkondisian lingkungan kerja oleh organisasi dapat dilakukan dengan berusaha memperhatikan serta memenuhi kebutuhan fasilitas kerja pegawai, diantaranya dengan melakukan peningkatan kerja sistem komputer yang biasa digunakan oleh pegawai. Penguatan budaya organisasi yang positif perlu diupayakan oleh organisasi, mengingat ritme kerja organisasi sangatlah kompleks, menyangkut aspek hubungan dengan keakuratan data. | The current performance is not yet supported by unfavorable work processes such as absenteeism that is still high. Based on these conditions, the title of this research is "The Effect of Work Motivation, Work Environment, and Organizational Culture on the Employe Performance of State Civil Apparatus in the Central Statistics Agency of Banyumas". The target of this research is BPS Banyumas employees with 50 respondents. The research method used is the survey method, with the support of primary and secondary data during the research process. The analysis technique used is the validity and reliability test, Kendall Tau correlation, Kendall concordance W and ordinal regression. The results of quantitative analysis in this study indicate (1) there is a positive and significant effect between work motivation on performance. (2); there is a positive and significant effect between the work environment on performance. (3); there is a positive and significant influence between organizational culture on performance, and (4) there is a positive and significant influence between work motivation, work environment and organizational culture on the employee performance of BPS Banyumas. Conditioning the work environment by organizations can be done by trying to pay attention to and meet the needs of employee work facilities, including by increasing the work of computer systems commonly used by employees. Strengthening a positive organizational culture needs to be pursued by the organization, bearing in mind the organizational work rhythm is very complex, concerning aspects of the relationship with the accuracy of the data. | |
| 26075 | 29437 | F1B115020 | KUALITAS PELAYANAN PADA PANTI PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA DEWANATA KABUPATEN CILACAP | ABSTRAK Panti jompo adalah sebuah tempat dimana berkumpulnya orang-orang lanjut usia, baik secara sukarela ataupun diserahkan oleh pihak keluarga untuk diurus segala keperluannya. Sebuah sarana dimana lansia diberikan fasilitas, layanan 24 jam, jadwal aktivitas, dan hiburan yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan lansia. Banyaknya jumlah penghuni panti yang berjumlah 100 orang sementara tidak dimbangi jumlah petugas yang memadai dapat menyebabkan sebagian penghuni tidak mendapatkan pelayanan setiap harinya.Tujuan penelitian adalah mengetahui tingkat Kualitas Pelayanan pada Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Kabupaten Cilacap. Sasaran utama penelitian ini adalah pengguna layanan Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Kabupaten Cilacap. Teknik sampel yang digunakan adalah teknis sensus yaitu mengambil seluruh populasi sebagai sampel atau sebanyak 100 orang.Dalam penelitian ini penyajian data dapat dilakukan melalui tabel distribusi frekuensi. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada 100 responden menunjukan bahwa sebagian besar responden menyatakan kualitas pelayanan yang meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty yang diberikan Panti Sosial Lanjut Usia Dewanata Kabupaten Cilacap cukup baik. Dari hasil penelitian tentang kualitas di Panti Sosial Lanjut Usia Dewanata Kabupaten Cilacap, dapat diberikan implikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan pelayanan: 1. Melengkapi kebutuhan fisik yang dibutuhkan lansia seperti pegangan kamar mandi, peralatan kebersihan sehingga kondisi lebih terjaga serta memperbaiki berbagai kerusakan fisik agar penerima layaan lebih nyaman selama berada di panti. 2. Memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada semua penerima layanan tanpa membedakan satu dengan lainnya mengingat kondisi masing-masing peneriman dalam kategori lansia sehingga membutuhkan banyak kesabaran. 3. Memberikan pelayanan dan mengajak komunikasi dengan semua penghuni panti karena memang salah satu kebutuhan lansia adalah diajak bercerita. Selain itu, hendakya pegawai melakukannya bukan hanya karena alasan pekerjaan sehingga penghuni panti benar-benar merasa nyaman selama berada di Panti Sosial Lanjut Usia Dewanata Kabupaten Cilacap. | ABSTRACT Nursing home is a place where the gathering of elderly people, either voluntarily or handed over by the family to take care of all their needs. A facility where the elderly are provided with facilities, 24-hour service, activity schedules, and entertainment needed according to the needs of the elderly. The large number of nursing home residents numbering 100 people while not being accompanied by an adequate number of officers can cause some residents to not get services every day. The purpose of this study was to determine the level of service quality at the Aged Institution of Social Services at the Dewanata of Cilacap Regency. The main target of this research is the users of the Cilataap District Social Service Institution. The sampling technique used is the census technique that is taking the entire population as a sample or as many as 100 people. In this study the presentation of data can be done through a frequency distribution table. Based on the results of an analysis conducted on 100 respondents showed that the majority of respondents stated the quality of services which include tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy provided by the Cilacap Regency Dewanata of Elderly Social Institutions. From the results of research on the quality of the Elderly Social Institution of the Cilacap Regency, there can be implications that can be used to improve services: 1. Completing the physical needs of the elderly such as bathroom handles, cleaning equipment so that conditions are better maintained and repairing various physical damage so that the recipient of the service is more comfortable while in the institution. 2. Providing the best possible service to all service recipients without differentiating from one another considering the condition of each recipient in the elderly category so that requires a lot of patience. 3. Providing services and inviting communication with all residents of the orphanage because one of the needs of the elderly is to be invited to tell stories. In addition, employees should do it not only because of work reasons so that the residents of the orphanage really feel comfortable while they are at the Cilacap Regency Dewanata of Elderly Social Institutions. | |
| 26076 | 29439 | C1B016022 | PENGARUH PERILAKU HERDING INVESTOR ASING DAN DOMESTIK TERHADAP RETURN PASAR (STUDI KASUS PASAR SAHAM INDONESIA PERIODE 2014-2018) | Return pasar merupakan selisih indeks harga saham periode sekarang dengan indeks harga saham pasar periode yang lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji variabel yang mempengaruhi return pasar pada pasar saham Indonesia. Perilaku herding pada investor asing dan domestik merupakan variabel yang digunakan sebagai prediktor dalam menganalisis pengaruhnya terhadap return pasar. Penelitian ini menggunakan metode Weighted Lease Square Regression (WLS Regresi), data penelitian adalah volume perdagangan net buy dan net sell tipe investor asing, indeks harga saham gabungan (IHSG) bulanan sebagai proxi untuk return IHSG secara bulanan dengan sampel menggunakan pasar saham Indonesia periode bulan Januari 2014 - Desember 2018. Alasan peneliti menggunakan pasar saham Indonesia yaitu pasar saham Indonesia merupakan salah satu emerging market di ASEAN dan memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi bila dibandingkan dengan pasar saham di ASEAN lainnya. Metode WLS Regresi digunakan untuk menganalisis pengaruh Perilaku herding pada investor asing dan domestik terhadap return pasar. Hasil dari pengujian analisis WLS Regresi menunjukan secara parsial bahwa herding investor asing secara positif signifikan mempengaruhi return pasar dan herding investor domestik secara negatif signifikan mempengaruhi return pasar. | Market retun is the difference of Composite Stock Market Index certain period and Composite Stock Market Index last period. The purpose of this study is to examine the variabels influencing market return in Indonesain Stock Market. The behavioural of foreign investors herding and local investors herding are used as predictors of market return This research using the method of Ordinary Least Square Regression (WLS Regression), is based on data net buy and net sell volume of foreign investors, Composite Stock Market Index monthly market return monthly for 2005-2014 period. The reason research using Indonesian Composite Stock Market Index is the market is one of emerging market in ASEAN with high growth intensity than other stock market in ASEAN. WLS Regression Method is applied to examine the effect of foreign investors herding and local investors herding on market return. The results of OLS Regression analysis shows that partially foreign investors herding have significant positive impact to market return but local investors herding have significant negative impact to market return. | |
| 26077 | 29440 | E1A016108 | TINDAK PIDANA PENGGELAPAN DALAM HUBUNGAN KERJA | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur - unsur Pasal 374 KUHP tindak pidana penggelapan dalam hubungan kerja dan untuk mengetahui dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Nomor : 93/Pid B/2015/PN Pwt.Untuk mencapai tujuan tersebut, dengan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian deskriptif analisis, Sumber data sekunder putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor : 93/Pid B/2015/PN. Pengumpulan data dengan studi kepustakaan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis dengan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa, Majelis Hakim telah menerapkan unsur-unsur Pasal 374 KUHP. Berdasarkan fakta hukum yang terungkap di persidangan, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan memenuhi unsur-unsur berikut: Barangsiapa, Memiliki dengan melawan hukum suatu barang yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain Barang itu ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan berhubung dengan pekerjaannya/ jabatannya atau mendapat upah. Dasar pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purwokerto menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dalam putusan Nomor : 93/Pid B/2015/PN Pwt, meliputi: 1. Pertimbangan terhadap fakta hukum yang memenuhi unsur-unsur pasal yang telah didakwakan, Pasal 374 KUHP 2. Pembuktian berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP : keterangan saksi, surat dan keterangan terdakwa 3. Pertimbangan berdasarkan ketentuan Pasal 197 ayat (1) huruf f KUHAP yaitu hal-hal yang meringankan dan memberatkan Majelis Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun dan 10 (sepuluh) bulan; Menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan. Kata kunci: Tindak Pidana Penggelapan, Hubungan Kerja | ABSTRACT This research aim to to know applying of element - Section element 374 KUHP embezzlement doing an injustice in relation work and to know Judge of district court Purwokerto consideration base drop crime to defendant in Number decision : 93 / tired Pid B/2015/PN Pwt. For of the target, with method approach of normative yuridical. Specification of descriptive research of analysis, Source of District Court Purwokerto No decision sekunder data Number decision: 93/Pid B/2015/PN Pwt. Data collecting with bibliography study, presented in the form of description and analysed with normative method qualitative. Pursuant to result of research known that, Committee Judge have applied Section elements 374 KUHP. Pursuant to expressed by law fact in conference, deed of defendant have proven validly and assure to fulfill elements following: Whomever, Owning contempted of court a[n goods which entirely or some of property of that goods others there is in its power not because of badness link with its work/ its positionor get fee. Consideration Judge of district court Purwokerto base let faal crime to defendant in Number decision : 93 / Pid B/2015/PN Pwt, covering: 1. Consideration to law fact fulfilling section elements which have been asserted, Section 374 KUHP 2. Verification pursuant to evidence appliance as arranged in Section 184 KUHAP : eyewitness boldness, defendant boldness and letter 3. Consideration pursuant to rule of Section 197 sentence (1) KUHAP f letter that is things lightening and weighing against Committee Judge let faal to Defendant with crime serve a sentence during 1 (one) year and 10 (ten) months; Specifying Defendant remain to stay in prisoner. | |
| 26078 | 29441 | L1B016062 | PENGARUH KEPADATAN TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN KADAR GLUKOSA DARAH BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) PADA SISTEM TRANSPORTASI TERTUTUP | Kegiatan transportasi benih ikan nila bertujuan memenuhi suplai benih dari lokasi penghasil benih ke lokasi pembesaran. Proses transportasi ini sangat berkaitan dengan jumlah kepadatan yang digunakan sehingga dapat menghasilkan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dan tingkat stres yang rendah yang akan memberikan keuntungan bagi penjual dan pembeli. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kepadatan terhadap kelangsungan hidup dan kadar glukosa darah serta mengetahui kepadatan yang tepat pada transportasi benih ikan nila sistem tertutup. Benih yang digunakan yaitu dengan panjang rataan 10.46 ± 1.15 cm dan berat rataan 18.37 ± 5.57 g. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan (kepadatan 4,6,8 dan 10 ekor/liter) dan empat ulangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan kepadatan pada proses transportasi sistem tertutup memberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup pasca transportasi dan pasca pemeliharaan selama 3 hari pada kepadatan 10 ekor/liter tetapi tidak berpengaruh nyata pada kepadatan 4,6 dan 8 ekor/liter. Kepadatan 8 ekor/liter merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kelangsungan hidup pasca transportasi sebesar 100%, nilai kelangsungan hidup pasca pemeliharaan sebesar 98.5% dan rerata kadar glukosa darah sebesar 95.40 ± 3.13 mg/dL. | Tilapia juvenile transportation activities are aimed at fulfilling the tilapia juvenile supply from the seed producing location to the rearing location. This transportation process is closely related to the amount of density used so that it can produce a high survival rate and a low stress level that will make profit to sellers and buyers. The purpose of this research was to determine the effect of survival and blood glucose levels and to monitor the proper density in closed system tilapia juvenile transportation. The tilapia juvenile used were 10.46 ± 1.15 cm long and 18.37 ± 5.57 g in weight. This research used a completely randomized design with four treatments (density 4,6,8 and 10 individuals/liter) and four repetitions. The results of this research indicate that the density in the closed system transportation process has a significant effect on the survival of post-transportation and post-maintenance for 3 days at a density of 10 individuals/liter but has no effect on populations of 4.6 and 8 individuals/liter. The density of 8 individuals/liter was the best treatment with post-transport survival of 100%, post-maintenance survival of 98.5% and mean glucose levels of 95.40 ± 3.13 mg / dL. | |
| 26079 | 29442 | F1J014032 | EKSISTENSI TOKOH MIYAZONO KAORI DALAM ANIME SHIGATSU WA KIMI NO USO KARYA NAOSHI ARAKAWA | Penelitian ini berjudul “Eksistensi Tokoh Miyazono Kaori dalam Anime Shigatsu Wa Kimi No Uso karya Naoshi Arakawa”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik (tema, alur, latar dan penokohan) anime Shigatsu Wa Kimi No Uso menggunakan teori strukturalisme serta mendeskripsikan eksistensi tokoh Miyazono Kaori dengan menggunakan teori eksistensialisme Jean Paul Sartre. Data yang digunakan berupa kutipan dialog dalam anime Shigatsu Wa Kimi No Uso. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengalisis kutipan dialog untuk mendapatkan unsur intrinsik (tema, alur, latar dan penokohan) serta eksistensi tokoh Miyazono Kaori. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan teknik catat. Analisis dilakukan terhadap 22(dua puluh dua) episode yang tiap episode berdurasi sekitar 24(dua puluh empat) menit. Dari hasil analisis data penelitian ditemukan 26(dua puluh enam) data berupa kutipan dialog yang mendeskripsikan unsur intrinsik tema 5(lima) data, alur 9(sembilan) data, latar 5(lima) data dan 5(lima)data penokohan serta 2(dua) data eksistensi tokoh Miyazono Kaori | This research titled “The existence of the figure Miyazono Kaori in the Your Lie in April anime by Naoshi Arakawa”. This research aims to interpret the intrinsic element (theme, plot, setting and characterization) in the Your Lie in April anime uses structuralism theory and to interpret the existence of the character Miyazono Kaori by using the theory of existentialism Jean Paul Sartre. The data used in this research are presented in form of dialogue quote in the Your Lie in April anime. Descriptive Qualitative method is preferred as the main method to analyze dialogue quote to get an intrinsic element (theme, plot, setting and characterization) as well as the existence of the character Miyazono Kaori. Technique of data collection in this research is content analysis. The researcher analyze 22 episodes, each of which has a duration of about 24 minutes. Based on result of analysis, the researcher finds 26 data in the form of dialogue quotations to interpret an intrinsic elements 5 data theme, 9 data plot, 5 data setting and 5 data characterization as well as 2 data the existence of Miyazono Kaori | |
| 26080 | 29447 | L1B016033 | PENGARUH PEMUASAAN SECARA PERIODIK TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN PADA IKAN NILA SULTANA (Oreochromis spp) | Penelitian berjudul Pengaruh Pemuasaan Secara Periodik terhadap Performa Pertumbuhan Ikan Nila Sultana (Oreochromis spp) . Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemuasaan secara periodik terhadap performa pertumbuhan, Feed Convertion Ratio (FCR) dan sintasan ikan Nila sultana. Ikan nila sultana yang digunakan berukuran 7-9 cm dan berat 8-10 gram yang berasal dari Balai Benih Ikan Pandak. Pemeliharaan menggunakan akuarium 100 cm x 50 cm x 47 cm dengan volume air 200 L dilakukan di Hatchery Balai Benih Ikan Pandak, Baturaden pada bulan Januari-Maret 2020. Penelitian menggunakan metode eksperimental, rancangan yang dipakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 pengulangan. Perlakuan terdiri P0 (ikan diberi pakan setiap hari), P1 (dipuasakan 1 hari diberi pakan 1 hari), P2 (dipuasakan 1 hari dan dipuasakan 2 hari) dan P3 (dipuasakan 1 hari dan diberi pakan 3 hari). Variabel adalah Laju pertumbuhan mutlak, Laju Pertumbuhan Spesifik, Feed Convertion Ratio (FCR) dan sintasan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Laju Pertumbuhan mutlak berbeda nyata dengan rata rata tertinggi pada kontrol yaitu 19,07 ± 1,04 gram. Laju pertumbuhan spesifik menunjukan hasil berbeda nyata dengan rata rata tertinggi terjadi pada P0 (diberi pakan setiap hari) yaitu 2,75 ± 1,04. Feed Convertion Ratio (FCR) menunjukan hasil berbeda nyata dengan hasil paling baik terjadi pada P2 yaitu 0,61 ± 0,05. Sintasan menunjukan hasil berbeda nyata dengan rata rata tertinggi terjadi pada P1 yaitu 77,20 ± 3,83. Kualitas air meliputi rata rata DO of 6.84-7,48 mg / L, Temperature 26-29oC and pH 6-7. | A study entitled The Effect of Periodic Satisfaction on Nila Sultana Growth Performance Performance (Oreochromis spp). The purpose of this study is to determine the effect of periodic gratification on growth performance, Feed Convertion Ratio (FCR) and fish sequel Nila sultana. The sultana tilapia used measures 7-9 cm and weighs 8-10 grams from the Pandak Fish Seed Hall. Maintenance using an aquarium of 100 cm x 50 cm x 47 cm with a volume of 200 L of water was carried out at the Hatchery of Pandak Fish Seed Hall, Baturaden in January-March 2020. repetition. Treatment consisted of P0 (fish fed daily), P1 (fed 1 day fed 1 day), P2 (fed 1 day and fed 2 days) and P3 (fed 1 day and fed 3 days). Variables are Absolute Growth Rate, Specific Growth Rate, Feed Convertion Ratio (FCR) and bypass. The results showed that the absolute Growth Rate is significantly different with the highest average in the control of 19.07 ± 1.04 grams. Specific growth rates showed significantly different results with the highest average occurring at P0 (fed daily) at 2.75 ± 1.04. Feed Convertion Ratio (FCR) shows significantly different results with the best result occurring at P2 which is 0.61 ± 0.05. Shortcuts show significantly different results with the highest average occurring at P1 which is 77.20 ± 3.83. Water quality includes an average DO of 6.84-7.48 mg / L, Temperature 26-29oC and pH 6-7. |