Artikelilmiahs

Menampilkan 24.601-24.620 dari 50.309 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2460127109I1A015027Hubungan Faktor Lingkungan dan Perilaku Pencegahan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten BanyumasABSTRAK
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN BANYUMAS
Istamala Salisa, Saudin Yuniarno, Devi Octaviana
Latar Belakang : Penyebaran tinggi rendahnya angka kesakitan DBD dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan perilaku manusia yang dapat memberi peluang tempat berkembangbiaknya vektor DBD. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan faktor lingkungan dan perilaku pencegahan dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas.
Metodelogi : jenis penelitian observasinal analitik dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian dengan teknik consecutive sampling sebanyak 39 orang pada kelompok kasus, sedangkan pada sampel kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling sebanyak 39 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah kelembaban dalam rumah, suhu udara dalam rumah, jumlah tempat penampungan air, keberadaan barang bekas, kebiasaan menggantung pakaian, kebiasaan menguras tempat penampungan air dan kebiasaan penggunaan obat anti nyamuk. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan chi-square. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan kuesioner
Hasil Penelitian : dari hasil analisis didapatkan bahwa faktor-faktor yang berhungan dengan kejadian DBD yaitu kebiasaan menggantung pakaian (P= 0,000, OR = 21,583, 95%CI = 4,554 – 102,293), faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian DBD yaitu keberadaan barang bekas di sekitar rumah (P=0,556, OR=0,487, 95%CI = 0,42-5,601), kelembaban dalam rumah (P= 0,610), Suhu udara dalam rumah (P=0,288, OR= 2,182, 95%CI = 0,505 – 9,434), jumlah tempat penampungan air (P=0,173, OR = 1,867, 95%CI= 0,758 – 4,598), kebiasaan pemakaian obat anti nyamuk (P = 0,482, OR=0,719, 95%CI = 0,286 – 1,807), kebiasaaan menguras tempat penampungan air (P = 0,644, OR=0,649, 95%CI = 0,102 – 4,113).
Kesimpulan : variabel yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kabupaten Banyumas yaitu kebiasaan menggantung pakaian. Masyarakat perlu mengurangi kebiasaan menggantung pakaian dan meningkatkan kegiatan PSN di lingkungan rumah.

ABSTRACT
THE RELATIONSHIP OF ENVIRONMENTAL FACTOR AND PREVENTION BEHAVIOR WITH THE EVENT OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DBD) IN BANYUMAS REGENCY
Istamala Salisa, Saudin Yuniarno, Devi Octaviana
Background : The spread of high and low DHF morbidity rate is influenced by environmental factors and human behavior that can provide opportunities for breeding of dengue vector. The purpose of this research is to determine the relationship of environmental factors and preventive behavior with the incidence of dengue fever (DHF) in Banyumas Regency.
Methodology : this study is analytic observasional with case control approach. The research sample with consecutive sampling technique was 39 case, while the control with purposive sampling technique was 39 people. Variable in this research were humidity in the house, temperature, amount of water containers, the existence of used good in around the house, hanging clothes habits, draining habits the water contrainer and anti-mosquito use habit. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with chi square. Data obtained by observasion and kuesioner
Results : from the research result was found that significant factor was hanging clothes habits (P= 0,000, OR = 21,583, 95%CI = 4,554 – 102,293), were not significant were the existence of used goods in around the house (P=0,556, OR=0,487, 95%CI = 0,42-5,601), humidity in the house (P= 0,610), temperature (P=0,288, OR= 2,182, 95%CI = 0,505 – 9,434), amount of water containers (P=0,173, OR = 1,867, 95%CI= 0,758 – 4,598), anti-mosquito use habits(P = 0,482, OR=0,719, 95%CI = 0,286 – 1,807), draining habits the water container (P = 0,644, OR=0,649, 95%CI = 0,102 – 4,113).
Conclusion : the variable related with the incidence of DHF in Banyumas Regency is the habit of hanging clothes. The community needs to reduce the habit of hanging clothes and increase the activities PSN in the environment around the house
2460227627I1A015019ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN BAKTERI Escherichia Coli (E. coli) PADA ES BATU DI PEDAGANG MINUMAN KECAMATAN CIAMISLatar Belakang : Bakteri E.coli dapat tumbuh dan berkembang biak salah satunya pada es batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap keberadaan bakteri E.coli pada es batu.
Metodologi Penelitian : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional, sampel sebanyak 45 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan simple ramdom sampling, teknik pengumpulan data menggunakan kuesinoner, lembar observasi dan uji labolatorium. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis multivariat faktor yang berpengaruh yaitu variabel sanitasi peralatan (p value= 0,002, Exp(B)= 10,445). Analisis bivariat menunjukan sanitasi peralatan berhubungan dengan keberadaan bakteri E.coli pada es batu (p value = 0,006).
Kesimpulan : Terdapat satu variabel yang berpengaruh yaitu variabel sanitasi peralatan. Variabel yang tidak berpengaruh terhadap keberadaan bakteri E.coli pada es batu yaitu pengetahuan, bahan baku, kebersihan perorangan dan sanitasi lingkungan.
Saran : Meminimalisir adanya cemaran bakteri E.coli pada es batu dengan menggunakan APD ketika mengolah es batu.
Kata Kunci : E.coli, Es batu, Sanitasi.
Background : E.coli bacteria enables to grow and breed in some substance and one of them is ice cube. This study is aimed to find out influential factor(s) on E.coli existence in ice cube.
Research Methodology : This study used observational analysis with cross sectional approach. Samples were taken through random sampling technique with 45 respondents. The data were collected through questionnaire, observation sheet, and laboratory test. The data analysis was done by univariate and bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis with logistic regression test.
Research Finding : Based on multivariate analysis, influential factors of E.coli existence are sanitary equipment variable (p value= 0,002, Exp(B)= 10,445). Bivariate analysis pointed out that sanitary equipment is connected to E.coli bacteria existence in ice cube (p value = 0,006).
Conclusion : There are one influential factors of E.coli existence. They are sanitary equipment variable. The variable that do not take any effect on E.coli bacteria existence in ice cube are knowledge, material, personal hygiene and sanitary environment.
Recommendation : Minimize the existence of E.coli bacteria contaminants in ice cube by using APD when producing ice cube.
Keywords : E.coli, Ice Cube, Sanitation.
2460327628F1D015018Rasisme dan Resistensi dalam Film “Straight Outta Campton”: Representasi Perlawanan Kaum Afro-Amerika terhadap Kriminalisasi Kulit Hitam
di Amerika Tahun 1986-1991
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan bentuk rasisme dan resistensi kaum Afro-Amerika dalam film “Staight Outta Compton”. 2) mengetahui dan menjelaskan rasisme dan resistensi tersebut yang merepresentasikan perlawanan Kaum Afro-Amerika terhadap kriminalisasi Kulit Hitam di Amerika Tahun 1986-1991. Melalui perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan semiotika sebagai pendekatannya. Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisa dengan menggunakan teknik analisis semiotika dari Roland Barthes dengan Pemaknaan Bertingkatnya dan Umberto Eco dengan Pohon Komposisionalnya.
Hasil dari penelitian ini menggungkapkan bahwa rasisme dan resistensi dapat ditelusuri melalui film, seperti yang terdapat dalam film “Straight Outta Compton” karya Felix Gary Gray. Selain itu, hasil penelitian tersebut juga membuktikan bahwa rasisme dan resistensi dalam film “Straight Outta Compton” merepresentasikan perlawanan kaum Afro-Amerika terhadap kriminalisasi kulit hitam di Amerika Tahun 1986-1991. Melalui adegan pilihan yang menjadi sasaran penelitian dalam penelitian tersebut, maka rasisme dan kriminalisasi orang kulit hitam di Amerika Serikat menimbulkan begitu banyak perlawanan. Rasisme adalah hasil dari kolonialisme yang terus hidup dan berkembang hingga era pascakolonial. Dalam film “Straight Outta Compton”, rasisme bahkan berubah menjadi tindakan kriminalisasi yang terus dilakukan oleh Los Angeles Police Departement (LAPD) kepada orang-orang kulit hitam Amerika—termasuk di dalamnya adalah grup hiphop Niggaz Wit Attitudes (N.W.A). Hal ini membuat N.W.A memutuskan untuk melawan. Bentuk perlawanan yang dilakukan oleh N.W.A terhadap segala tindakan rasis dan diskriminatif oleh polisi dan negara bukanlah seperti gerakan sosial lama yang mengorganisasikan begitu banyak orang lalu demonstrasi di jalanan. Lebih dari itu, perlawanan yang dilakukan oleh N.W.A adalah bentuk gerakan sosial baru yang menggunakan lagu, khususnya hiphop sebagai media dalam melawan segala bentuk rasisme dan tindakan kriminalisasi. N.W.A menjadi representasi orang-orang kulit hitam yang marah akan budaya rasisme yang terus menghantui mereka. Rasisme dan resistensi yang terdapat dalam film “Straight Outta Compton”, merupakan contoh bahwa sebuah negara yang selalu melanggengkan rasisme akan terus dihadapkan dengan konflik-konflik politik. Selain itu, film juga menjadi bukti penting dalam kajian cultural studies yang dapat membongkar praktik hegemoni budaya, ideologi, atau wacana tertentu melalui tanda.
This research aims at: 1) understanding and describing the forms of racism and resistance of the Afro-Americans in the ‘Straight Outta Compton’ film; 2) knowing and explaining the racism and resistance representing the Afro-Americans's struggle against the criminalization of the Blacks in the USA during 1986-1991. Based on the poststructuralist perspective and the paradigm of deconstructionism, this research uses a qualitative method with a semiotic approach. The data collected in this research are analyzed by using the techniques of semiotic analysis from Roland Barthes with his two-order signification and Umberto Eco with his compositional tree.
The result of this research reveals that racism and resistance can be traced through a film, such as reflected in the ‘Straight Outta Compton’ film created by Felix Gary Gray. In addition, it also proves that the racism and resistance in the ‘Straight Outta Compton’ film represent the Afro-Americans's struggle against the criminalization of the Blacks in the USA during 1986-1991. Through the selected scenes, racism and criminalization of the Blacks in the USA cause a lot of resistances. Racism is the product of colonialism that exists and grows up to the postcolonial era. In the ‘Straight Outta Compton’ film, racism has even changed to the criminalization act carried out continuously by the Los Angeles Police Department (LAPD) to Black Americans–including Niggaz Wit Attitudes (N.W.A) hip-hop group. This make N.W.A decides to resist. The form of the resistance done by N.W.A towards all of the racist and discriminative act by the police and the state is not like an old movement which organizes so many people to make a protest in the street. It constitutes a new social movement using hip hop tune as the media for struggling against any form of racism and criminalization act. N.W.A became the representation of the Blacks who are angry about the racist culture that haunts them on and on. Therefore, racism and resistance that shown in the ‘Straight Outta Compton’ film are sort of an example showing that a country which preserves the racism will always be confronted with political conflicts. Finally, the film becomes the important evidence in cultural studies that can dismantle the practice of cultural hegemony, ideology, or certain discourses through signs.
2460427630F1A013064Studi Dinamika Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Warna Bobotsari Dalam Pembangunan Desa Melalui Peran Pemuda Desa Bobotsari Purbalingga

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tentang Dinamika Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kampung warna Bobotsari Purbalingga bertujuan mengetahui peran pokdarwis sebagai wadah pemuda kampung warna di daerah Bobotsari. Serta potensi wisata di daerah Bobotsari dalam pembangunan desa wisata kampung warna.
Dinamika di dalam ilmu sosial dapat dikonsepsikan sebagai tingkah laku warga yang satu secara langsung mempengaruhi warga yang lain secara timbal balik (Setyadi, 2011). Oleh karena itu dinamika didefinisikan oleh Johnson (2011), sebagai interaksi dan independensi antara anggota kelompok yang satu dengan anggota lainnya secara timbal balik dan antara anggota dengan kelompok secara keseluruhan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan
Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi wisata Kampung Warna Bobotsari berkembang pesat dengan adanya peranan pemuda yang bisa mengelola serta melestarikan, berinovasi serta bersosialisasi agar terus meningkatkan kualitas wisata Kampung Warna Bobotsari berusaha untuk menjadikan wisata terbaik di Purbalingga demi meningkatkan kesejah terakan masyarakat khususnya warga masyarakat Kampung Warna Bobotsari Purbalingga.

Kata Kunci : Potensi Wisata, Peranan Pemuda Desa
The objective to be achieved in research on the Dynamics of Tourism Conscious Group (Pokdarwis) in the Bobotsari Purbalingga color village aims to find out the role of pokdarwis as a forum for the youth of the color village in the Bobotsari area. As well as the tourism potential in the Bobotsari area in the development of the kampung kampung color tourism.
The dynamics in social science can be conceptualized as the behavior of one citizen which directly influences the other people reciprocally (Setyadi, 2011). Therefore dynamics are defined by Johnson (2011), as interactions and independence between members of one group with other members reciprocally and between members and the group as a whole. Dynamics also means there is interaction and interdependence between group members and the group as a whole
The results showed that the tourism potential of Kampung Warna Bobotsari developed rapidly with the role of young people who could manage and preserve, innovate and socialize so as to continue to improve the tourism quality of Kampung Warna Bobotsari trying to make the best tourism in Purbalingga in order to improve the well-being of the community, especially residents of Kampung Warna Bobotsari Purbalingga

Keywords: Tourism Potential, Role of Village Youth
2460527631F1D015052Politik Identitas Komunitas Difabel Difa City Tour and Transport di Daerah Istimewa YogyakartaArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan pola politik identitas Komunitas Difabel DCTT di Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus memahami dan menjelaskan signifikansi politik identitas Komunitas Difabel DCTT dalam pencapaian kesetaraan bidang industri jasa transportasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan etnografi dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa perjuangan Komunitas Difabel DCTT di DIY untuk memperoleh kesetaraan hak merupakan representasi politik identitas kaum difabel untuk diakui keberadaannya sebagai kelompok masyarakat yang ada di DIY dan Indonesia. Representasi tersebut dapat dilihat dari pola politik identitas Komunitas Difabel DCTT di DIY, baik melalui politics of difference maupun politics of recognition. Politics of difference Komunitas Difabel DCTT di DIY dicerminkan melalui cara hidup, nilai-nilai yang diyakini, sistem kerja, dan produk modifikasi kendaraan yang menjadi perbedaan sekaligus menguatkan keberadaannya secara internal. Politics of recognition Komunitas Difabel DCTT di DIY dicerminkan melalui sosialisasi, kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta advokasi yang menjadi metode pengenalan identitas dan membentuk cara pandang masyarakat DIY bahwa kaum difabel merupakan manusia yang setara sebagaimana masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, signifikansi politik identitas Komunitas Difabel DCTT dalam pencapaian kesetaraan di bidang industri jasa transportasi di DIY adalah dapat menjadi representasi perjuangan kaum difabel dalam melawan diskriminasi dan penindasan, mendobrak stigma negatif, mengritik pemerintah DIY, dan menjadi sarana bagi mobilitas kaum difabel yang ada di DIY.This research-based paper aims at understanding and describing a pattern of the identity politics of the DCTT diffable community in DIY as well as understanding and explaining the significance of their identity politics to achieve the equality in the industrial sector of transportation service in DIY. By using a qualitative method and with an ethnography approach in the framework of the poststructuralist perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that the struggle of the DCTT diffable community in DIY to achieve the equality of rights is a representation of the identity politics of the diffable people to be recognized as a group of the society in DIY and Indonesia. The representation can be seen from the pattern of the identity politics of the DCTT diffable community in DIY through ‘politics of difference’ as well as ‘politics of recognition’. The politics of difference of the DCTT diffable community in DIY is reflected through their way of life, cultural values, work system, and the product of vehicle modification, which internally make them difference as well as strengthen their existence. The politics of recognition of the DCTT diffable community in DIY is reflected through socialization, social and humanitarian activities, and advocacy, which become the method of identity recognition and shape the worldview of the society to accept the diffable people as equal as the other peoples in the society. Therefore, the significance of the identity politics of the DCTT diffable community in DIY to achieve the equality in the industrial sector of the transportation service in DIY is that it represents the struggle of diffable people to fight discrimination and oppression; to break in their negative stigma, to criticize the local government of DIY, and to be a medium for the mobility of the diffable people in DIY.
2460627660F2A017025KOMPETENSI PERANGKAT DESA DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN
DI KABUPATEN BANYUMAS
Ditetapkannya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi dasar otonomi desa. Otonomi desa dapat menjadi sebuah harapan baru sekaligus tantangan bagi pemerintah desa terutama di Kabupaten Banyumas dalam tata kelola pemerintahannya. Pada kenyataannya semakin kompleksnya kewenangan dan urusan yang harus dikelola desa tidak diimbangi kompetensi aparatur pemerintah desa Kabupaten Banyumas terutama kompetensi para Perangkat Desa yang ada. Masih minimnya kompetensi Perangkat Desa di Kabupaten Banyumas menjadi kendala tercapainya tujuan yang diharapkan. Hal tersebut ditunjukkan dengan masih adanya tingkat pendidikan Perangkat Desa di Kabupaten Banyumas yang belum memenuhi standar dan pelatihan yang kurang efektif. Semakin tinggi tantangan pembangunan desa yang sudah ditetapkan dengan adanya otonomi desa menuntut pengelolaan dan manajemen pemerintah desa harus lebih adaptif. Kunci keberhasilan tata kelola pemerintahan desa adalah Perangkat Desa yang memiliki kompetensi yang dapat mendukung penyelenggaraan administrasi pemerintahan desa. Kompleksitas tugas pemerintah desa dengan tidak didukung kompetensi aparaturnya juga dapat menciptakan suatu permasalahan dalam pemerintahan. Semakin kompleksnya tugas pemerintah desa salah satunya dalam pengelolaan anggaran yang cukup besar dapat menyebabkan suatu penyakit birokrasi dalam pemerintah desa yaitu korupsi. Adanya berbagai permasalahan yang sudah ditunjukkan, kajian mengenai kompetensi Perangkat Desa menjadi sesuatu yang penting untuk dikaji.The enactment of Law Number 6 of 2014 concerning Villages became the basis of village autonomy. Village autonomy can be a new hope as well as a challenge for village governments, especially in Banyumas Regency in governance. In fact, the increasingly complex authority and functions that must be managed by the village are not matched by the competence of the Banyumas Regency village government apparatus, especially the competencies of the existing village apparatus. The still lack of competence in the Village Apparatus in Banyumas Regency is an obstacle to achieving the expected goals. This is indicated by the still level of education in the Village Apparatus in Banyumas Regency that has not met the standards and training that is less effective. The higher the challenges of village development that have been set by the existence of village autonomy require the management and management of village governments to be more adaptive. The key to the success of village governance is the village apparatus that has the competence that can support the administration of village government. The complexity of village government tasks without the support of apparatus competencies can also create problems in government. The more complex task of village government, one of which is in managing a large enough budget can cause a bureaucratic disease in the village government, namely corruption. Given the various problems that have been pointed out, a study of the competencies of village officials is important to study.
2460727634F1G014066ISTILAH-ISTILAH DALAM TRADISI SEDEKAH LAUT DI CILACAP (Kajian Etnosemantik) Penelitian ini berjudul “Istilah-istilah Dalam Tradisi Sedekah Laut di Cilacap (Kajian Etnosemantik)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, makna leksikal dan makna kultural istilah-istilah dalam upacara sedekah laut. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah pada prosesi dan piranti sedekah laut dengan sumber data berupa sumber data lisan dan tulis, sumber data lisan berupa informasi yang berasal dari informan yang memahami tentang prosesi sedekah laut di Cilacap. Sumber data tulis berasal dari buku-buku dan jurnal tentang tradisi sedekah laut. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak yaitu dengan teknik simak libat cakap. Teknik dasarnya adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik rekam dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan secara formal dan informal. Tujuan sedekah laut di Cilacap adalah sebagai bentuk rasa syukur nelayan kepada Tuhan. Terdapat hal unik yang membedakan tradisi sedekah laut di Cilacap dengan yang ada di daerah lain, yaitu pada saat melakukan ziarah dan arak-arakan. Prosesi sedekah laut di Cilacap melakukan ziarah ke pulau Mejethi untuk berdoa dan memohon doa restu, sedangkan di daerah lain tidak. Arak-arakan sedekah laut Cilacap mempertontonkan kesenian Cilacap seperti tari jalungmas, ebeg kuda lumping, dan tari megat-megot.

Kata kunci: etnolinguistik, sedekah laut, makna leksikal, dan makna kultural.



This research entitled “Istilah-istilah Dalam Tradisi Sedekah Laut di Cilacap”. It aims to describe form, lexical meaning, and cultural meaning of terms in ssedekah laut. this is a descriptive qualitative method. The data in this research there are terms of procession and things in sedekah laut with spoken and written data resources. The spoken data is information from informant who knows about the procession of Sedekah Laut in Cilacap. The written data comes from books and journals about the tradition of Sedekah Laut. the method of collecting data is simak method with simak libat cakap technique. The basic technique is sadap technique and the advanced technique is rekam catat technique. Padan method is used as the method of analysis data. The data is served informal and form. The purpose of Sedekah Laut is a fishermans’ gratitude to God. A unique term found in this research and it differenciates Sedekah Laut in Cilacap with others, that is ziarah and arak-arakan. Sedekah Laut procession in Cilacap do ziarah to Majethi Island to pray and asking for blessing. Arak-arakan of Sedekah Laut Cilacap shows some Cilacap arts such as Jalungmas dance, Ebeg Kuda Lumping, and Megat-megot dance.


Keywords: ethnolinguistics, sedekah laut, lexical meaning, cultural meaning

2460827632I1C015062Evaluasi Potentially Inappropriate Medications (PIMs) Berdasarkan Beers Criteria 2015 Pada Pasien Geriatri di Bangsal Penyakit Dalam RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Tahun 2018Geriatri berpotensi mengalami Potentially Inappropriate Medications (PIMs). Beers Criteria 2015 merupakan kriteria untuk mengidentifikasi PIMs Pengambilan sampel secara retrospektif dengan simple random sampling. Sampel yang digunakan 97. Hasil penelitian menunjukkan paling banyak berusia 75-90 tahun, jenis kelamin laki-laki, lama rawat <7 hari dengan polifarmasi ≥5 macam obat. Dari 97 pasien, sebanyak 93 mengalami kejadian PIMs dengan 261 kejadian PIMs. Obat yang dihindari adalah omeprazol (31,57%). Obat yang masih bisa digunakan dengan hati-hati adalah furosemid (45,68%). Obat yang membutuhkan penyesuaian dosis adalah ranitidin (11,11%). Interaksi obat yang paling banyak adalah ketorolak dengan metilprednisolon (42,85%) dengan kondisi gagal jantung dan ginjal (28,57%).Geriatrics has the potential to experience Potentially Inappropriate Medications (PIMs). Beers Criteria 2015 is a criterion for identifying PIMs. Sampling retrospectively with simple random sampling. The sample used 97. The results showed most aged 75-90 years, male sex, length of stay <7 days with polypharmacy ≥5 kinds of drugs. Of 97 patients, 93 experienced PIMs with 261 PIMs. The drug that was avoided was omeprazole (31.57%). The drug that can still be used cautiously is furosemide (45.68%). The drug that requires dose adjustment is ranitidine (11.11%). The most drug interaction is ketorolac with methylprednisolone (42.85%) with heart and kidney failure (28.57%).
2460927551F1B014041KINERJA UNIT USAHA JARINGAN WARUNG KAMPUNG PADA BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) KARYA KUSUMA MANDIRI DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA DI DESA WLAHAR WETAN KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMASBUMDes merupakan wadah usaha desa yang memiliki semangat kemandirian, kebersamaan, dan gotong-royong antara pemerintah desa dan masyarakat untuk mengembangkan aset-aset lokal dan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan desa. BUMDes memiliki beberapa unit usaha salah satunya adalah unit usaha jaringan warung kampung yang ada pada BUMDes Karya Kusuma Mandiri Desa Wlahar Wetan. Unit usaha jaringan warung kampung diharapkan dapat berkontribusi dalam pendapatan asli desa minimal Rp. 10.000.000 per tahun.
Lokasi Penelitian ini tepatnya di BUMDes Karya Kusuma Mandiri Desa Wlahar Wetan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Kinerja Unit Usaha Jaringan Warung Kampung pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Kusuma Mandiri Desa Wlahar Wetan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini ialah pelaksana program yang terlibat langsung dalam kepengurusan, pengelolaan serta menikmati program BUMDes Karya Kusuma Mandiri Desa Wlahar Wetan khususnya unit usaha warung kampung. Pemilihan informan dengan menggunakan teknis purposive sampling. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber.
Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja unit usaha warung kampung pada BUMDes Karya Kusuma Mandiri Desa Wlahar Wetan Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas berdasarkan aspek produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas sudah baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unit usaha warung kampung pada BUMDes Karya Kusuma Mandiri perlu memperbaiki kekurangan terutama agar distribusinya lebih merata dan memperbanyak jumlah produk yang dijual. Selain itu pemerintahan Desa dan Badan Permusyawaratan Desa perlu memberikan dukungan dan saran kepada pengurus BUMDes.

Kata kunci : Kinerja, BUMDes.
ABSTRACT
BUMDes is a village business entity that has a spirit of independence, togetherness, and mutual cooperation between the village government and the community to develop local assets and increase the economic income of the community and village. BUMDes has several business units, one of which is the village stall business unit in BUMDes Karya Kusuma Mandiri, Wlahar Wetan. The village stall network business unit is expected to contribute to the village's original income of at least Rp. 10,000,000 per year.
The exact location of this research is BUMDes Karya Kusuma Mandiri, Wlahar Wetan Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The purpose of this study was to determine the performance of the Kampung Warung Network Business Unit in Village Owned Enterprises (BUMDes) Karya Kusuma Mandiri, Wlahar Wetan Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The research method used qualitative descriptive method approach. The target of this research is program implementers who are directly involved in the management, management and enjoy the BUMDes Karya Kusuma Mandiri program, Wlahar Wetan Village, especially the village stall business unit. The selection of informants using purposive sampling technique. Data validity was tested by source triangulation.
The results showed that the performance of the warung kampung units at BUMDes Karya Kusuma Mandiri Wlahar Wetan Village, Kalibagor District, Banyumas District based on aspects of productivity, service quality, responsiveness, responsibility was good. The results showed that the warung kampung units needs to correct the deficiencies, especially so that the distribution and the number of products. In addition, the village administration and BPD Wlahar Wetan Village need to support and advice to the BUMDes management.

Keywords: Performance, BUMDes.
2461027635J1C015032Penggunaan Partikel To dalam Bahasa JepangPenelitian ini berjudul penggunaan partikel to dalam bahasa Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan dan makna penggunaan partikel to dalam bahasa Jepang. Penelitian ini merupakaan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Pada penelitian ini digunakaan 27 data yang menggunakan partikel to dari NHK Easy Web News, NHK News, Komachi Yomiuri, dan Hukumusume. Hasil dari penelitian ini terdapat enam penggunaan partikel to yang muncul yaitu partikel to yang menunjukkan kutipan sebanyak 8 data, joshi to yang terletak setelah verba dan adjektiva sebanyak 7 data, partikel to yang terletak setelah nomina sebanyak 4 data, joshi to yang terletak di antara nomina sebanyak 3 data, partikel to yang menunjukkan kegiatan yang bersama sebanyak 2 data, partikel to yang terletak setelah adverbia peniruan sebanyak 3 data. Berdasarkan penggunaan partikel to yang muncul dari 27 data terdapat 18 makna berbeda. Berdasarkan 18 makna tersebut intensitas kemunculan yang paling banyak yaitu partikel to yang menunjukkan kutipan sebanyak 8 kalimat dengan 7 makna berbeda.

The title of this research is The Use of To Particle in Japanese. Purpose is to describe using and meaning of to particle in Japanese. This is a descriptive qualitative study by collecting data through library technique. The data of this research are 27 sentences that containing to particle. The result of this research in 27 sentences containing to particle there were 6 used of to particle appearing. To particle that indicate quotation have 8 data, after adjektiva or verba have 7 data, after nomina have 4 data, between nomina have 3 data, indicates an action together have 2 data, and indicates onomatopoeic adverb have 3 data. Based on 27 data that containing to particle there were 18 different meaning appear. From 18 meaning the highest frequency that appear is 8 sentences of to particle that indicates quotation with 7 different meanings.

2461127640I1C015039EFEK KOMBINASI RIMPANG LENGKUAS DAN KUNYIT TERHADAP HISTOPATOLOGI DAN INDEKS ULKUS TIKUS YANG DIINDUKSI ETANOL–HClGastric ulcer yang disebabkan etanol-HCl menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung. Lengkuas dan kunyit berpotensi sebagai gastroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gastroprotektif dari kombinasi ekstrak etanol lengkuas dan kunyit dibandingkan ekstrak tunggalnya. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing diberikan Tween 80 1%, ranitidin 50mg/kgBB, ekstrak etanol lengkuas, kunyit dan kombinasi 100mg/200gBB. Perlakuan diberikan secara per oral selama 6 hari. Pada hari ke-7, semua kelompok diinduksi dengan etanol-HCl (1:1) 0,2ml/25gBB. Empat jam kemudian tikus dikorbankan dan dibedah serta diambil lambungnya. Indeks ulkus dihitung dari rata-rata skor ulkus melalui pengamatan mikroskopik. Skor ulkus dianalisis dengan uji statistik Saphiro-Wilk dilanjutkan uji Kruskal-Wallis dan uji Man-Whitney. Gambaran histopatologi pada kelompok perlakuan menunjukkan perbaikan ulkus dan pengurangan infiltrasi sel radang neutrofil. Indeks ulkus kelompok perlakuan masing-masing sebesar 3 ; 2,5 ; 2,25 ; 2. Namun dari hasil statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara kelompok perlakuan tersebut. Kombinasi ekstrak etanol lengkuas dan kunyit memiliki efek gastroprotektif, namun tidak lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggalnya.Gastric ulcers caused by ethanol-HCl cause gastric mucosal damage. Galangal and turmeric have the potential gastroprotective activity. This study aims to determine the gastroprotective activity of a combination of galangal and turmeric ethanol extracts compared to the single extract based on histopathological parameters and ulcer index. This study used 20 male wistar rats which were divided into 5 groups, each group was given a Tween 80 1%, ranitidine 50mg/kgBW, ethanol extract of galangal, turmeric and a combined 100mg/ 200gBW. Treatment were given orally for 6 days. On the 7th day, all groups were induced by ethanol-HCl (1: 1) 0.2 ml/25 gBW. Four hours later the rat was sacrificed and dissected and taken the gastric. Ulcer index is calculated from the average ulcer score through microscopic observations. Ulcer scores were analyzed with the Saphiro-Wilk statistical test followed by the Kruskal-Wallis test and the Man-Whitney test. Histopathological in the treatment group showed ulcer repair and reduction of neutrophil inflammatory cell infiltration. Ulcer index for each treatment group was 3; 2.5; 2.25; 2. However, the statistical results show that there were no significant differences between the treatment groups. The combination of galangal and turmeric ethanol extract has a gastroprotective effect, but it is no better than its single extract.
2461227633G1B013012HUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG CITRA KLINIK INTEGRASI DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANHUBUNGAN BAURAN PEMASARAN DENGAN PERSEPSI PASIEN TENTANG CITRA KLINIK INTEGRASI DI RUMAH SAKIT GIGI
DAN MULUT UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Surya Digita Putri1, Arih Diyaning Intiasari2, Budi Aji3
1 Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
2,3Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan,
Universitas Jenderal Soedirman

Latar Belakang : Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Jenderal Soedirman (RSGM Unsoed) memiiki angka kunjungan yang fluktuatif disetiap tahunnya. Jumlah kunjungan yang berfluktuasi tersebut dapat disebabkan karena masalah pemasaran rumah sakit, khususnya pada segi persepsi pasien tentang citra. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran dengan persepsi pasien tentang citra klinik integrasi di RSGM Unsoed.

Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 responden. Analisis data menggunakan uji chi-square.

Hasil Penelitian : Karakteristik responden didominasi perempuan (71,9%) dengan umur 17-25 tahun (65,2%), pendidikan terakhir yang ditempuh SMA/sederajat (76,4%), dan pekerjaan pelajar/mahasiswa (53,9%). Hasil penelitian menunjukan ada hubungan antara bauran pemasaran produk (p-value=0,13 < 0,05), harga (p-value=0,00 < 0,05), tempat (p-value=0,00 < 0,05), dan promosi (p-value=0,00 < 0,05) dengan persepsi pasien tentang citra.

Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara bauran pemasaran dengan persepsi pasien tentang citra klinik integrasi di RSGM Unsoed.

Kata Kunci : bauran pemasaran, persepsi, citra, RSGM.
RELATION OF MARKETING MIX WITH THE PATIENT'S PERCEPTION
ABOUT IMAGE OF CLINIC INTEGRATION IN THE DENTAL HOSPITAL
AND MOUTH OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Surya Digita Putri1, Arih Diyaning Intiasari2, Budi Aji3
1 Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman
2,3Bagian Administrasi Kebijakan Kesehatan,
Universitas Jenderal Soedirman

Background : Dental Hospital and Mouth of Jenderal Soedirman University (RSGM Unsoed) represents the number of visits which fluctuate every year. The number of visits fluctuated that can be caused due to problems marketing the hospital, particularly in terms of the perception of the patient about the image. The purpose of this study was to determine the relationship of marketing mix with the patient's perception about the image of the clinic integration in RSGM Unsoed.
Methods : Type of research used was observational with cross sectional study. The number of samples in this study were 89 respondents. Data analysis using chi-square test.
Result : The characteristics respondents are predominantly female (to 71.9%) with the age of 17-25 years (65,2%), the last education taken by high was senior high school/equivalent (76,4%), and the work of the student (53,9%). The results showed no relationship between the marketing mix product (p-value=0,13 < 0,05), price (p-value=0,00 < 0,05), place (p-value=0,00 < 0,05), and promotion (p-value=0,00 < 0.05) with the perception of the patient about the image.
Conclusion : The conclusion of this research is there is a relationship between marketing mix with the patient's perception about the image of the clinic integration in RSGM Unsoed.
Keywords : marketing mix, perception, image, RSGM.
2461327636I1D015038HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN LUAR RUMAH SAKIT TERHADAP BIAYA SISA MAKAN PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2Latar Belakang: Diet Diabetes Melitus merupakan salah satu diet di rumah sakit dengan harapan dapat mempercepat proses penyembuhan, namun tujuan ini belum tercapai dengan baik karena masih banyaknya sisa makanan. Sisa makanan berhubungan dengan beberapa faktor, salah satunya adalah konsumsi makanan dari luar rumah sakit. Sisa makanan yang tidak dikonsumsi oleh pasien menyebabkan adanya biaya yang hilang dan akan berdampak terhadap anggaran penyelenggaraan makanan.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional di Bangsal Penyakit Dalam kelas III RSUD Banyumas. Sampel penelitian berjumlah 35 responden dengan purposive sampling. Data penelitian berupa sisa makanan, konsumsi makanan dari luar rumah sakit, dan biaya sisa makan. Analisis data dilakukan dengan Uji Rank Sperman.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan konsumsi makanan dari luar rumah sakit terhadap biaya sisa makan lauk nabati (p = 0,011), sayur (p = 0,008), dan selingan (p = 0,036). Tidak terdapat hubungan konsumsi makanan dari luar rumah sakit terhadap biaya sisa makan pokok (p = 0,230), lauk hewani (p = 0,098), dan buah (p = 0,911).
Kesimpulan: Terdapat hubungan konsumsi makanan dari luar rumah sakit terhadap biaya sisa makan lauk nabati, sayur, dan selingan.
Background: Diabetic Diet is one kind of diet in hospital to heal patients, however this purpose not reached yet. This issue can detected from the numerous of plate waste. Plate waste can be correlated from some reasons, one from food intake from the outside of hospital. Plate waste that not eaten by patients can make a wasted food cost and can impact towards the cost for supply food in hospital.
Methods: This research used cross sectional method in internal disease ward class III Banyumas Hospital. Research samples are 35 persons with purposive sampling. The research data are plate waste, food intake from the outside of hospital, and the wasted food cost. Analysis data used Rank Spearman Test.
Results: The results of this study showed that there are correlation of food intake from the outside of hospital and vegetable side wasted food cost (p = 0,011), vegetable (p = 0,008), and snack (p = 0,036). There are not correlation of food intake from the outside of hospital and stable wasted food cost (p = 0,230), animal side (p = 0,098), and fruit (p = 0,911).
Conclusion: There are the correlation of food intake from the outside of hospital and vegetable side wasted food cost, vegetable, and snack.
2461427637I1C015031Aktivitas Gastroprotektif Ekstrak Etanol Lengkuas dan Kunyit Berdasarkan pH dan Lesi Mukosa Lambung Tikus Yang Diinduksi Etanol-HClGastric ulcer yang disebabkan etanol-HCl menyebabkan kerusakan mukosa lambung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas gastroprotektif kombinasi ekstrak etanol lengkuas dan kunyit dibanding ekstrak tunggalnya berdasarkan parameter pH dan lesi mukosa lambung. Penelitian ini menggunakan 20 ekor tikus yang dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing diberikan ranitidin 10mg/200gBB, Tween 80 1%, ekstrak etanol lengkuas, kunyit dan kombinasi 100mg/200gBB. Lalu semua kelompok diinduksi etanol-HCl 0,2 ml/25grBB. Kemudian tikus dikorbankan dan dibedah, lalu diambil lambungnya. Pengukuran pH dilakukan menggunakan pH meter digital. Kemudian diukur panjang lesi menggunakan jangka sorong dan dilakukan skoring lesi serta perhitungan indeks ulkus dan rasio kuratif. Kombinasi ekstrak menunjukkan perbaikan nilai pH dan indeks ulkus dibanding kontrol negatif, namun tidak lebih baik dibanding ekstrak tunggalnya.A gastric ulcer induced by ethanol-HCl causes damage to the gastric mucosa. This study aims to determine the gastroprotective activity of a combination of galangal and turmeric ethanol extracts compared to its single extract based on pH parameters and gastric mucosal lesions. This study used 20 rats divided into 5 groups, each given ranitidine 10mg / 200gBB, Tween 80 1%, galangal ethanol extract, turmeric and a combination of 100mg / 200gBB. Then all groups induced ethanol-HCl 0.2 ml / 25grBB. Then the rat is sacrificed and dissected, then the stomach is removed. The pH measurement is carried out using a digital pH meter. Then the length of the lesion was measured using calipers and scoring of the lesion and the calculation of the ulcer index and curative ratio. The extract combination showed improvement in pH and ulcer index compared to the negative control, but no better than the single extract.
2461527638F1F015036Analisis Kepatuhan Terhadap European Union-Turkey Statement dalam Upaya Menangani Krisis Pengungsi Suriah Tahun 2016-2018Krisis pengungsi Suriah dimulai pada tahun 2013. Krisis ini berdampak pada Turki sebagai negara tetangga dan Eropa sebagai negera tujuan mereka. Pada tahun 2016, Uni Eropa dan Turki membuat European Union-Turkey Statement untuk mengakhiri migrasi yang tidak teratur dan melindungi pengungsi dari bahaya perjalanan dari Turki ke Eropa. Penelitian ini menganalisis bagaimana kepatuhan Uni Eropa dan Turki terhadap European Union-Turkey Statement dalam upaya menangani krisis pengungsi Suriah. Penulis menggunakan teori kepatuhan dari Ronald B. Mitchell. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Uni Eropa dan Turki relatif patuh terhadap European Union-Turkey Statement dalam upaya menangani krisis pengugsi Suriah. Hasil tersebut berdasarkan adopsi dari European Union-Turkey Statement pada undang-undang, kebijakan, dan regulasi di Uni Eropa dan Turki, perilaku Uni Eropa dan Turki yang lebih baik, dan dampak European Union-Turkey Statement pada pengungsi Suriah.The Syrian refugee crisis began in 2013. This crisis affected Turkey as neighbour country and Europe as their destination country. In 2016, European Union and Turkey create a European Union-Turkey Statement to end irregular migration and protect refugees from the danger of traveling from Turkey to Europe. This study analyzes how the compliance of European Union and Turkey toward European Union-Turkey Statement in effort to deal with the Syrian refugee crisis. The author use the theory of compliance from Ronald B. Mitchell. The result of this study indicate that European Union and Turkey are relatively comply toward European Union-Turkey Statement in effort to deal with the Syrian refugee crisis. This result is based on the adoption from European Union-Turkey Statement on laws, policies, and regulations in European Union and Turkey, the behavior of European Union and Turkey in a better context, and the impact of European Union-Turkey Statement on Syrian refugees.
2461628706F1D015028POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA SERANG
NO.3 TAHUN 2011 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN
DI KECAMATAN KASEMEN TAHUN 2017
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengkaji “Politik Implementasi Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penanggulangan Kemiskinan di Kecamatan Kasemen Tahun 2017” serta bertujuan untuk mendeskripsikan politik implementasi Perda Kota Serang Nomor 3 Tahun 2011, serta mengetahui faktor penghambat dan pendorong implementasi tersebut. Maka, penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif institusionalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi.

Tujuan penelitian ini menjelaskan bahwa dalam politik implementasi Perda Kota Serang Nomor 3 Tahun 2011, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Serang telah melakukan kordinasi dan kerjasama dengan baik, kordinasi dan kerjasama berkaitan dengan aspek anggaran program kemiskinan. Dalam politik implementasi Perda Kota Serang Nomor 3 Tahun 2011 terdapat faktor penghambat dan faktor pendorong yang menjadi aspek utama dalam proses berjalannya Perda Kota Serang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penanggulangan Kemiskinan.

This research article aims to examine the "Politics of the Implementation of Serang City Regulation Number 3 of 2011 concerning Poverty Reduction in Kasemen District in 2017" and aims to describe the political implementation of Serang City Regional Regulation Number 3 of 2011, as well as to find out the inhibiting and driving factors of such implementation. So, this research uses the constructivist paradigm and institutionalism perspective with qualitative research methods. The approach used is a case study approach. The informant selection technique uses purposive sampling and snowball sampling. Data collection techniques using interviews, observation and documentation. As for the validity of the data using triangulation techniques.
The purpose of this study explains that in the politics of the implementation of the Serang City Regulation No. 3 of 2011, the Regional Work Unit (SKPD) in Serang City has conducted good coordination and cooperation, coordination and cooperation related to aspects of the poverty program budget. In the politics of the implementation of the Serang City Regulation Number 3 of 2011 there are inhibiting and driving factors which are the main aspects in the running process of the Serang City Regulation No. 3 of 2011 concerning Poverty Reduction.
2461727639I1C015033Penetapan Kadar Flavonoid Total Dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Zingiber officinale Dan Zingiber ottensi Dengan Metode Frap Penelitian bertujuan untuk menentukan kandungan flavonoid ekstrak etanol Zingiber officinale dan Zingiber ottensii, aktivitas antioksidan dan korelasi flavonoid terhadap antioksidan. Uji kandungan flavonoid digunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan Alumunium Klorida (AlCl3). Uji aktivitas antioksidan digunakan metode Ferric Reducing Power (FRAP). Korelasi kandungan flavonoid terhadap antioksidan dianalisis dengan Pearson Correlation. Hasil KLT ekstrak etanol Zingiber officinale dan Zingiber ottensii menunjukkan adanya flavonoid. Kandungan flavonoid total kedua ekstrak masing-masing sebesar 55,232 ± 2,430 mgQE/g dan 14,924 ± 0,4699 mgQE/g. Nilai IC50 Zingiber officinale sebesar 15,208 ppm dan Zingiber ottensii sebesar 114,559 ppm. Korelasi flavonoid terhadap aktivitas antioksidan Zingiber officinale sebesar -0,995 dan Zingiber ottensii sebesar -0,985. Zingiber officinale dan Zingiber ottensii mempunyai aktivitas antioksidan sangat kuat dan moderat. Terdapat korelasi tinggi yang negatif dan bersifat signifikan antara flavonoid terhadap antioksidan.This study aims to determine the flavonoid content of Zingiber officinale and Zingiber ottensii, antioxidant activity and the correlation of flavonoids with antioxidant. Flavonoids content determination were used by Thin Layer Chromatography (TLC) and Aluminum Chloride (AlCl3) methods. The antioxidant activity was measured using the Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). The correlation of flavonoids with antioxidant activity in statistically test with Pearson Correlation. The results of TLC extracts of Zingiber officinale and Zingiber ottensii showed the presence of flavonoids. The total flavonoids content in both extracts were 55,232 ± 2,430 mgQE/g and 14,924 ± 0,4699 mgQE/g. IC50 Zingiber officinale and Zingiber ottensii values were 15,208 ppm and 114,559 ppm. Correlation of flavonoids to the antioxidant activity of Zingiber officinale and Zingiber ottensii were -0.995 and -0.985, respectively. Zingiber officinale and Zingiber ottensii have very strong and moderate antioxidant activity. There is a significant high negative correlation between total flavonoids and antioxidant
2461827641J1C015011Makna Budaya Pada Bikago Yang Mengandung Prefiks O- dan GO-
Dalam Bahasa Jepang
(Kajian Linguistik Antropologi)
ABSTRAK
Dhiya Fithriyana
Makna Budaya Pada Bikago Yang Mengandung Prefiks O- dan GO-
Dalam Bahasa Jepang
Universitas Jenderal Soedirman
Jurusan Sastra Jepang
2019

Penelitian ini mengkaji tentang makna budaya pada bikago yang mengandung prefiks o- dan go- dalam bahasa Jepang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna budaya yang melatarbelakangi penggunaan pefiks o- dan go- pada bikago dalam bahasa Jepang (Kajian Linguistik Antropologi). Teori yang digunakan dalam penelitian ini penelitian adalah kebudayaan, linguistik antropologi, morfologi, makna budaya, hipotesis sapir whorf, nomina dan teori prefiks o- dan go-. Jenis metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan metode pengumpulan data kepustakaan yang di ambil dari berbagai buku yakni buku Minna no Nihonggo Shokyuu I & II, Minna no Nihonggo Yasashi Sakubun dan Basic Kanji Vol II serta observasi yang divalidasi oleh native speaker. Hasil dari penelitian ini adalah kosakata yang berawalan o- dan go- sejumlah tiga puluh dua kosakata semuanya termasuk dalam kategori futsuumeishi ‘ nomina yang menyatakan suatu perkara atau benda’. Futsuumeishi ‘nomina yang menyatakan suatu perkara atau benda’ terdiri atas settogo ya setsubigo no tsuita mono (nomina yang ditambahkan prefiks o- dan go-). Data dianalisis berdasarkan arti dari kamus dan divalidasi oleh native (orang Jepang) dengan teknik wawancara secara informal. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah setiap nomina atau kata yang mengandung prefiks o- dan go- memiliki makna budaya dengan konsep kelompok dan keluarga.



Kata kunci : Prefiks o- dan go-, Bikago, Nomina, Makna budaya.
ABSTRACT
Dhiya Fithriyana
The Cultural Meaning of Bikago Containing O- and GO- Prefixes in Japanese
Jenderal Sudirman University
Japanese Literature Department
2019
Advicer I : Idah Hamidah, S.S.,M.Hum
Advicer I : Hartati, S.S.,M.Hum
Examiner : Dr.Yusida Lusiana, S.S.,M.Si.,M.Pd

This study examines the cultural significance of bikago that contains the prefix o- and go- in Japanese (anthropological linguistic studies). The purpose of this study is to describe the cultural significance that lies behind the use of the prefix o- and go- on bikago in Japanese (Anthropological Linguistic Study).Theories used in this research are culture, anthropological linguistics, morphology, cultural meaning, whorf sapor hypothesis, nouns and o- and go- prefix theories. The type of method used is a qualitative description with a method of collecting data collected from various books, namely the book Minna no Nihonggo Shokyuu I & II, Minna no Nihonggo Yasashi Sakubun and Basic Kanji Vol II and observations validated by native speakers. The results of this study are vocabularies beginning with o- and go- thirty-two vocabularies all included in the futsuumeishi category 'noun that states a matter or object'. Futsuumeishi ‘noun stating a case or object’ consists of settogo ya setsubigo no tsuita mono (nouns added to the prefixes o- and go-). Data were analyzed based on the meaning of the dictionary and validated by native (Japanese) with informal interview techniques. The conclusion from the results of this study is that every noun or word containing the prefix o- and go- has a cultural meaning with a group and family concept.






Keywords: O- and go- prefixes, Bikago, Nomina, Cultural significance
2461927642J1B015003Penggunaan Deiksis Bahasa Indonesia pada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Acara Debat Pertama Pilpres 2019Penelitian ini berjudul “Penggunaan Deiksis Bahasa Indonesia pada Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dalam Acara Debat Pilpres Pertama 2019”. Tujuan penelitian ini ialah mendeskripsikan jenis dan fungsi dari deiksis yang digunakan oleh calon presiden dan calon wakil presiden dalam acara debat pilpres pertama 2019. Bentuk penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini yaitu tuturan calon presiden dan calon wakil presiden. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode simak dan diwujudkan dengan teknik dasar teknik sadap. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutannya teknik ganti. Metode pemaparan hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan penyajian secara informal.
Hasil penelitian ini yaitu calon presiden dan calon wakil presiden menggunakan jenis deiksis endofora dan eksofora. Jenis deiksis yang paling banyak digunakan adalah deiksis persona pertama jamak. Selain itu, jenis deiksis yang digunakan oleh calon presiden dan calon wakil presiden dalam acara debat pilpres 2019 yaitu deiksis persona pertama tunggal, deiksis persona pertama jamak, deiksis ketiga persona ketiga tunggal, deiksis persona ketiga jamak, deiksis ruang demonstrativa, deiksis waktu, deiksis yang menyebutkan nama diri, deiksis endofora pemarkah anafora bentuk persona dan deiksis endofora pemarkah anafora bukan persona.
Deiksis yang digunakan calon presiden dan calon wakil presiden memiliki fungsi yang berbeda tergantung konteksnya. Fungsi deiksis yang paling banyak digunakan adalah fungsi untuk menyatakan subyek tindakan atau pelaku. Selain itu ditemukan juga fungsi untuk menunjukan obyek tindakan, sebagai penunjuk kepunyaan, untuk menunjuk yang jauh dari pembicara, untuk menunjuk dekat dari pembicara, fungsi proksimal, fungsi distal, dan untuk menyebutkan nama diri.
The tittle of this research is “The Use of Indonesian Deixis on Presidential Candidates and Vice Presidential Candidates in the 2019 Presidential and Vice Presidential Debate”. This research aimed to describe the type dan function of Indonesian deixis on Presidential candidates dan Vice Presidential candidates in the 2019 debate. This research were using descriptive qualitative. This descriptive qualitative research collected data in form of president candidates and vice president candidates speech. The methode used to collect data are observation.the basic technique on observation data is called by tapping technique. In the data analysis, the researcher used distributional methode are technique of direct disribution and the advanced technique are substitution. The result of data analysis in this research are presented informal technique.
The results of this research was presidential candidates and vice presidential candidates used deixis eksophora and deixis endophora. The most widely used type of deixis are deixis of plural first person. Beside that, the president candidates and vice president candidates used deixis of single first persona, deixis of single third persona, deixis of plural third persona, deixis demonstrativa, deixsis of time, and deixis to mention the name, deixis anaphora markers form persona and deixis anaphora markers isn’t persona.
Deixis used by president candidates and vice president candidates has different function depends on context. The most widely function of deixis are deixis to declare subject of action or perpetrators. Beside that, there is other function of deixis are to show the object of action, to show the ownership, point to far from the speaker, point to near from speaker, proximal function, distal function and to show the self name.
Keywords : Deixis, Presidential Debate, Syntaxis
2462027643F1J013044Aspek Sosial Pada Tokoh Utama dalam Cerpen Mahou HakasePenelitian ini berjudul “Aspek Sosial Pada Tokoh Utama dalam Cerpen Mahou Hakase”. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui aspek sosial meliputi habitus, modal, ranah, dan praktik pada tokoh utama bernama Genko Sensei dalam cerpen Mahou Hakase karya Iwaya Sazanami. Teori yang digunakan adalah teori sosiologi sastra yang dipopulerkan oleh Pierre Bourdieu mengenai habitus, modal, ranah, dan praktik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif serta pengumpulan data dengan teknik simak dan catat. Data yang digunakan berupa paragraf, kalimat, dan dialog yang ada pada cerpen. Hasil penelitian ini ditemukan 38 aspek sosial meliputi 7 habitus, 11 modal, 4 ranah, dan 16 praktik yang dimiliki oleh Genko Sensei. Habitus yang ia miliki adalah relasi yang baik, dipandang baik dan jujur, serta mampu mengubah kebiasaan buruk menjadi baik. Hal tersebut ia kombinasikan dengan modal yang dimiliki berupa uang, gelar sarjana, kemampuan public speaking, tidak ragu dalam bertindak, percaya diri, kemampuan kerjasama yang baik, serta kemampuan sihir. Dengan memanfaatkan habitus dan modal tersebut, Genko Sensei mampu melakukan banyak praktik (seperti tetap hidup meskipun tanpa kaki, menumbuhkan tanduk untuk melawan musuh, dan lainnya) sehingga dapat menguasai ranah Jerman, Universitas, dan Istana. Pada akhirnya, ia mampu menjadi terkenal, memperoleh gelar, mengalahkan musuh, memperoleh kekuasan dengan memenangkan hati Raja di Istana, serta mendapat banyak hadiah. Hal di atas selaras dengan teori Pierre Bourdieu tentang hubungan habitus, modal, dan ranah, sehingga menghasilkan praktik untuk memperebutkan kekuasaan.

This research in entitled “The Social Aspects of the Main Characters in Mahou Hakase Short Stories”. The purpose of this research is to know the social aspects including habitus, capital, domain, and practice of the main character named Genko Sensei in the short story of Mahou Hakase by Iwaya Sazanami. The theory used is the theory of literary sociology popularized by Pierre Bourdieu regarding habitus, capital, domain, and practice. This research uses descriptive qualitative research methods as well as data collection by referring to and taking notes. The data used in the form of paragraphs, sentences, and dialogs in the short story. The results of this study found 38 sosial aspects including 7 habitus, 11 capital, 4 domains, and 16 practices owned by Genko Sensei. Habitus that he had was a good relationship, considered to be good and honest, and able to change bad habits into good. This he combined with capital held in the form of money, a college degree, public speaking skills, do not hesitate to act, confident, good cooperation skills and magic abilities. By utilizing the habitus and capital, Genko Sensei able to do a lot of practice (such as lingers though without legs, grow horns to fight the enemy, and others) to master the realm of Germany, the University, and the Palace. In the end, he was able to become famous, get a degree, defeat the enemy, gain power by winning the hearts of the King at the palace, and received a lot of gifts. Above aligned with Pierre Bourdieu's theory about the relationship habitus, capital, and domains, resulting in practice to seize power.