Artikelilmiahs
Menampilkan 24.661-24.680 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24661 | 27684 | B1A015022 | PENGARUH pH DAN WAKTU INKUBASI TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Tyromyces chioneus SERTA DETEKSI GOLONGAN METABOLIT SEKUNDER YANG DIHASILKAN | Tyromyces chioneus merupakan salah satu jamur yang termasuk filum Basidiomycota. Jamur ini digunakan sebagai jamur pengobatan karena mampu menghasilkan metabolit sekunder yang bermanfaat sebagai senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pH medium pertumbuhan yang paling baik dan waktu inkubasi yang efektif terhadap pertumbuhan miselium jamur T. chioneus serta mengetahui golongan metabolit sekunder yang dikandung oleh jamur T. chioneus. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL faktorial) dengan dua faktor yang digunakan yaitu variasi pH dan waktu inkubasi, masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Nilai pH yang digunakan yaitu 4, 5, 6, dan 7. Waktu inkubasi yang digunakan yaitu 10, 15, 20, 25 hari. Analisis data menggunakan analisis ragam (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH yang paling baik yaitu 5 dengan masa inkubasi 25 hari yang menghasilkan bobot kering miselium rata-rata 0,62 g/100 mL. Jamur T. chioneus mengandung senyawa metabolit sekunder golongan alkaloid, flavonoid, dan terpenoid. | Tyromyces chioneus is one of fungi that includes in phylum Basidiomycota. This fungi is used a teurapeutik treatment because its ability to produce secondary metabolite as bioactive compound. The purpose of this research is to determinate of the best growth the pH medium and effective incubation time for the growth of T. chioneus mycelium, and to know the group of secondary metabolite that was produce by T. chioneus. The research was done experimentally Complete Randomized Design with Factorial Pattern with two factors that used is pH variation and incubation time, each treatment was repeated 3 times. The variation of pH used were 4, 5, 6, and 7. The incubation time used were 10, 15, 20, 25 days. Data analysis using Analysis of Variance (ANOVA) at the 5% error level when the treatment give real impact continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% error level. The results showed that the best pH was 5 with a 25 day incubation period which resulted in a dry weight of mycelium averaging 0.62 g/100 mL. T. chioneus contain secondary metabolite compounds of alkaloids, flavonoids, and terpenoids. | |
| 24662 | 27685 | K1B015065 | KOOMPUTASI PENYEDERHANAAN FUNGSI BOOLE MENGGUNAKAN METODE QUINE MCCLUSKEY | Metode Quine McCluskey merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk menyederhanakan fungsi Boole. Metode Quine McCluskey memiliki beberapa keunggulan diantaranya memiliki langkah-langkah penyederhanaan yang lebih sistematis dibanding metode lain dan lebih mudah untuk menyederhanakan fungsi Boole dengan jumlah variabel besar. Penelitian ini membahas perancangan program penyederhanaan fungsi Boole metode Quine McCluskey menggunakan Visual Basic 6.0. Program yang dihasilkan mampu menyederhanakan fungsi Boole dengan jumlah variabel kurang dari sama dengan 26 variabel dan mampu menyederhanakan fungsi Boole dalam bentuk Sum of Product (SOP), Product of Sum (POS), maupun dengan kondisi don’t care. | Quine McCluskey method is one method that can be used to simplify the Boolean function. The Quine McCluskey method has several advantages including having simpler, more systematic steps than other methods and it is easier to simplify the Boolean function with a large number of variables. This study discusses the design of a Boolean function simplification program for the Quine McCluskey method using Visual Basic 6.0. The resulting program can simplify the Boolean function with many variables less than equal to 26 variables and able to simplify the Boolean function in the form of Sum of Product (SOP), Product of Sum (POS), and don't care. | |
| 24663 | 27686 | I1A015039 | EFEKTIFITAS SERBUK BIJI ASAM JAWA (TAMARINDUS INDICA) DALAM MENURUNKAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) LIMBAH CAIR LAUNDRY | Latar Belakang : Kandungan COD yang terdapat dalam limbah laundry dapat menyebabkan pencemaran air dan ekosistem dalam air mati karena kurangnya kadar oksigen dalam air. Protein dalam serbuk biji asam jawa (Tamarindus indica) merupakan protein bermuatan positif yang berperan sebagai koagulan polieletrolit sehingga dapat menurunkan kadar COD pada limbah cair laundry. Metode : Penelitian menggunakan True experimental dengan desain pre and post test with control group design dengan rancangan acak lengkap. Populasi dalam penelitian ini di salah satu outlet limbah laundry yang ada di kelurahan Karangwangkal. Jenis perlakuan yang diberikan metode koagulasi, flokulasi serta sedimentasi menggunakan koagulan serbuk biji asam jawa (Tamarindus indica) dengan variasi dosis masing 1,5 gr/l, 2,0 gr/l, 2,5 gr/l, 3,0 gr/l, 3,5 gr/l pengulangan sebanyak 4 kali. Uji kadar COD menggunakan Spektrofometri, dan uji statistik menggunakan Kruskall Wallis dilanjutkan Mann Whitney. Hasil : Perbedaan efektivitas variasi dosis serbuk biji asam jawa (Tamarindus indica) terhadap penurunan kadar COD pada kelompok perlakuan yaitu 1,5 gr/l 76,95%, 2,0 gr/l 76,68%, 2,5 gr/l 82,52%, 3,0 gr/l 87,49%, 3,5 gr/l 71,20%. Simpulan : Koagulan serbuk biji asam jawa (Tamarindus indica) dengan dosis 3,0 gr/l paling efektif dalam menurunkan kadar COD limbah laundry dengan efektivitas 87,49%. | Background : COD which contained in laundry wastes caused water pollution and ecosystems are dead in water due to lack of oxygen levels in the water. Protein in tamarind seed powder is a positively charged protein that acts as a coagulant of polyelectrolytes which reduce COD levels in laundry liquid waste. Method : The study used a true experiment with pre and post-test design with a control group design with complete random design. the population in this study is one of the laundry waste outlets in the Karangwangkal village. the type of treatment given the coagulation, flocculation and sedimentation methods using the coagulant of tamarind seed powder with varying doses of 1.5 gr / l, 2.0 gr / l, 2.5 gr / l, 3.0 gr / l, 3.5 gr / l repeat 4 times. the COD level test uses spectrophotometry, and the statistical test using kruskal wallis is continued by mann whitney. Result : differences in the effectiveness of variations in the dose of tamarind seed powder on the reduction in COD levels in the treatment group 1,5 gr/l 76,95%; 2,0 gr/l 76,68%; 2,5 gr/l 82,52%; 3,0 gr/l 87,49%; 3,5 gr/l 71,20%. Conclusion : Coagulant of tamarind seed powder with 3.0 gr/l is most effective in reducing the level of laundry COD with the effectiveness is 87,49% | |
| 24664 | 27689 | G1B014067 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KENTENG KECAMATAN MADUKARA KABUPATEN BANJARNEGARA | Jumlah perkiraan timbunan sampah di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 295.971,40 Kg/hari, sedangkan timbunan sampah yang terangkut ke TPA Winong baru 8,5% dan masih ada 91,5% timbunan sampah yang belum terangkut. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pengelolaan sampah di Kelurahan Kenteng Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarengara. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian yaitu seluruh warga Kelurahan Kenteng dengan sampel sebanyak 94 responden yang diambil menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat dan diuji menggunakan uji Chi Square. Hasil yang didapat dari penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan pengetahuan dengan praktik pengelolaan sampah (p-value=0,981), tidak ada hubungan sikap dengan praktik pengelolaan sampah (p-value=0,853), tidak ada hubungan sarana dan prasarana dengan praktik pengelolaan sampah (p-value=0,670), tidak ada hubungan peran petugas kesehatan dengan praktik pengelolaan sampah (p-value=0,260). Perlu dilakukan pemberian informasi melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan pengawasan dari petugas kesehatan dan memaksimalkan sarana dan prasarana untuk peningkatan praktik pengelolaan sampah rumah tangga. | The estimated amount of landfill in Banjarnegara Regency is 294,971.40 kilo grams per day, while the landfill that is transported to final disposal area (TPA) which located in Winong is only 8,5 percent and there are still 91,5 percent of garbage not been transported. That problems had made researchers interested to determind factors that is related to garbage management practices in Kenteng Village Madukara, Banjarnegara. The study used observational analytic metodh with cross sectional design. The population in in the study was all people who was living in Kenteng village. With the sample are 94 respondents got by Cluster Random Sampling technique. Data analysis included univariate, bivariate and data were analyzed use Chi-Square test. The research result stated that there is no correlation between knowledge with garbage management practices (p-value = 0.981), there is no correlation between attitude with garbage management practices (p-value = 0.853), there is no correlation between facilities and infrastructure with garbage management practices (p-value = 0.670) and there is no correlation between the role of health workers with garbage management practices (p-value = 0.260). Information should be provided through counseling, training, assistance and supervision from health workers and maximizing facilities and infrastructure for improving household waste management practices. | |
| 24665 | 27712 | I1D015047 | HUBUNGAN PERSEN LEMAK TUBUH, AKTIVITAS FISIK, DAN JENIS KELAMIN DENGAN STATUS HIDRASI | Latar Belakang: Status hidrasi merupakan suatu kondisi yang menggambarkan jumlah cairan tubuh seseorang. Kejadian dehidrasi adalah suatu keadaan yang terjadi karena hilangnya cairan dalam tubuh melalui urin, feses, keringat, dan udara pernafasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persen lemak tubuh, aktivitas fisik, dan perbedaan jenis kelamin dengan status hidrasi. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan subjek sebanyak 56 mahasiswa yang dipilih menggunakan simple random sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Status hidrasi diukur menggunakan table grafik Periksa Urin Sendiri (PURI). Persen lemak tubuh menggunakan Bioelectrical Impendance Analysis (BIA) dan aktivitas fisik menggunakan form International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman dan uji Mann-whitney. Hasil Penelitian: Hasil Rank Spearman pada variabel persen lemak tubuh menunjukkan nilai p=0,002. Hasil Rank Spearman pada variabel aktivitas fisik menunjukkan nilai p=0,132. Hasil uji mann-whitney pada variabel jenis kelamin menunjukkan nilai p=0,123. Rerata status hidrasi pada laki-laki 4,3 ±1,68 sedangkan pada perempuan 3,3±1,5. Kesimpulan: Ada hubungan persen lemak tubuh dengan status hidrasi. Tidak terdapat hubungan aktivitas fisik dengan status hidrasi. Tidak terdapat perbedaan jenis kelamin dengan status hidrasi. | Background: Hydration status is a condition that describes the amount of body fluids in a person. The incidence dehydration is a condition that occurs due to loss of fluids in the body through urine, feces, sweat, and respiratory air. This study aims to determine the relationship of percent of body fat, physical activity, and gender difference with hydration status. Method: This study is an observational method with a cross-sectional approach. The study using a total of 56 students selected using simple random sampling with inclusion and exclusion criteria. Hydration status was measured using a Periksa Urin Sendiri (PURI) chart table. Percent of body fat using Bioelectrical Impendance Analysis (BIA) and physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) form. Data were analyzed using the Rank spearman test and the Mann-whitney test. Research Results: Rank Spearman results show the value percent body fat p=0,002. Rank Spearman results show the value of physical activity p=0,132. The results of the mann-whitney test gender significance value 0,123. The mean hydration status in men was 4,3 ± 1,68 while in women it was 3,3 ± 1,5. Conclusion: There is correlation between percent of body fat with hydration. There is no correlation between physical activity with hydration status. There is no gender difference with hydration status. | |
| 24666 | 27687 | I1C015034 | Uji Aktivitas Gel Ekstrak Etanolik Terpurifikasi Daun Mangrove Api-Api (Avicennia marina) Untuk Pengobatan Luka Bakar Pada Tikus | Latar belakang : Daun mangrove api-api (Avicennia marina) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder, antara lain saponin, flavonoid, tannin, steroid dan alkaloid yang berperan dalam proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol terpurifikasi daun mangrove api-api terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan gel, serta memiliki aktivitas untuk pengobatan luka bakar pada tikus. Metodologi : Penelitian eksperimental ini meliputi ekstraksi dan purifikasi daun mangrove api-api, formulasi sediaan gel, evaluasi sifat fisik dan stabilitas, serta uji aktivitas pengobatan luka bakar. Formula sediaan gel dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol terpurifikasi daun mangrove api-api 2,5%; 0,5%; dan 7,5%. Hasil data evaluasi sifat fisik dan stabilitas serta uji aktivitas untuk pengobatan luka bakar dianalisis secara deskriptif dan dengan uji one-way ANOVA. Hasil Penelitian : Variasi konsentrasi ekstrak etanol terpurifikasi daun mangrove api-api dapat meningkatkan daya sebar serta menurunkan viskositas dan daya lekat sediaan gel, stabil pada uji Freeze-thaw dan memiliki aktivitas pengobatan luka bakar. Kesimpulan : Sediaan gel ekstrak etanol terpurifikasi daun mangrove api-api terbaik yang memenuhi sifat fisik dan stabilitas sediaan gel serta memiliki aktivitas pengobatan luka bakar paling baik yaitu formula III dengan konsentrasi 0,75%. | Background : Mangrove leaves (Avicennia marina) contains several secondary metabolite compounds, including saponins, flavonoids, tannins, steroids and alkaloids which play a role in the process of healing burns. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of purified ethanol extract mangrove leaves (Avicennia marina) on the physical characteristic and stability of gel preparations, and also having activities for the treatment of burns in rats. Methods : This experimental research is included the extraction and purification of the mangrove leaves, gel formulation, evaluation of physical characteristic and stability, and also burn treatment activities test. The gel preparation formula was made with variations in the concentration of purified ethanol extract mangrove leaves (Avicennia marina) 2,5%; 0,5%; and 7,5%. The results of the evaluation of physical characteristic, stability and burn treatment activities test was analyzed descriptively and with one-way ANOVA test. Result : Variations in the concentration of purified ethanol extract mangrove leaves (Avicennia marina) could increase spreadability and reduce the viscosity and adhesion of gel preparations, were stable in the Freeze-thaw test and also having activities for the treatment of burns. Conclusion : The best purified ethanol extract mangrove leaves (Avicennia marina) which fulfills the physical characteristic and stability of the gel preparation and has the best burn treatment activity is formula III with a concentration of 0.75%. | |
| 24667 | 27610 | H1B015037 | METODE ANGKA EKUIVALEN KECELAKAAN DAN PEMBOBOTAN PARAMETER GEOMETRIK JALAN UNTUK MENENTUKAN PERBANDINGAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN DI KABUPATEN PURBALINGGA | Abstrak - Kabupaten Purbalingga memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang cukup tinggi. Kondisi geometrik jalan menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Perlu dilakukan penentuan lokasi rawan kecelakaan agar dapat ditentukan tindakan yang tepat untuk mengurangi tingkat fatalitas kecelakaan yang terjadi. Lokasi rawan kecelakaan ditentukan menggunakan metode Upper Control Limit (UCL) yang dibandingkan dengan nilai Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK). Namun, metode ini dapat digunakan setelah adanya korban kecelakaan lalu lintas sehingga dilakukan penentuan lokasi rawan menggunakan metode pendekatan lain yaitu metode pembobotan parameter geometrik jalan. Parameter geometrik jalan memiliki besar pengaruh yang berbeda-beda, sehingga perlu ditentukan besar koefisien yang menggambarkan besar pengaruh setiap parameter geometrik terhadap kecelakaan lalu lintas. Koefisien ditentukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil analisis menunjukan bahwa koefisien AHP memberikan pengaruh terhadap pembobotan parameter geometrik jalan dengan nilai koefisien terbesarnya adalah kecepatan kendaraan. Ruas jalan yang masuk dalam kategori rawan kecelakaan berdasarkan pembobotan koefiisen parameter geometrik jalan adalah Jalan Raya Turut Desa Tlahab, Jalan Raya turut Desa Serang, Jalan Raya Mayjend Sungkono Desa Kalimanah Wetan dan Jalan Raya AW. Sumarmo Desa Kembaran Kulon. Kata Kunci: geometrik jalan, lokasi rawan kecelakaan, Analytic Hierarchy Process (AHP), Upper Control Limit (UCL), Z-Score. | Abstract - Purbalingga Regency has a high rate of traffic accidents. The geometric condition of the road is one of the factors causing traffic accidents. Necessary to determine blackspots area so that appropriate actions can be determined to reduce the level of accident fatalities. The blackspots area is determined using the Upper Control Limit (UCL) method which is compared with the Equivalent Accident Number (EAN) value. However, this method can be used after a traffic accident victim so that the determination of prone focations is carried out using another approach method, the method of weighting the geometric parameters of the road. Traffic accident coefficient is determined using the Analytic Hierarchy Process (AHP) method. The results of the analysis show that the AHP coefficient influences the weighting of geometric parameters with the largest coefficient value being the vehicle speed. Road segments that fall into the category of accident-prone based on weighting coefficient geometric parameters are Jalan Raya Turut Tlahab Village, Jalan Raya turut Serang Village, Jalan Raya Mayjend Sungkono Kalimanah Wetan Village dan Jalan Raya AW. Sumarmo Kembaran Kulon Village. Keywords: geometric road accident prone locations, Analytic Roads Hierarchy Process (AHP), Upper Control Limit (UCL), Z-Score | |
| 24668 | 27688 | G1I014035 | HUBUNGAN ANTARA KOORDINASI MATA KAKI,KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAIDENGAN AKURASIPASSINGPADA PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL DI SMAN 1 SOKARAJA | ABSTRAK Hubungan Antara Koordinasi Mata Kaki, Keseimbangan dan Kekuatan Otot Tungkai dengan Akurasi Passing pada Peserta Ekstrakurikuler Futsal di SMAN 1 Sokaraja DewiAfriani, Indra Jati Kusuma, Rifqi Festiawan LatarBelakang: Penelitian ini dilatar belakangi oleh peserta ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Sokaraja terkait Hubungan Antara Koordinasi Mata Kaki, Keseimbangan dan Kekuatan Otot Tungkai Terhadap Akurasi Passing Menggunakan Kaki Bagian Dalam. Penelitian ini bertujuan untuk membantu dan mengetahui peserta ekstrakurikuler futsal di SMAN 1 Sokaraja untuk lebih memahami teknik dasar futsal. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan metode yang digunakan yaitu survey dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran, serta menggunakan sampel sebanyak 18 siswa menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian koordinasi mata kaki menggunakan Soccer Wall Volley, keseimbangan menggunakan Modified Test of Dynamic Balance, kekuatan otot tungkai menggunakan Leg Dynamometer, dan akurasi passing menggunakan TesMengumpanEmpatArah.Uji statistic menggunakan korelasi pearson product moment dankorelasiganda. HasilPenelitian: Terdapat hubungan antara koordinasi mata kaki dengan akurasi passing dengan nilai 0.133 (<0.05). Terdapat hubungan antara keseimbangan dengan akurasi passing dengan nilai 0.298. Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan akurasi passingdengan nilai 0.333 (>0.05). Terdapat hubungan antara koordinasi, keseimbangan dan kekuatan otot tungkai dengan akurasi passingmenghasilkan nilai signifikan sebesar 0.064 (<0.05) dan hasil koefisien korelasi sebesar 0.554. Keseimpulan: Ada hubungan antara koordinasi mata kaki, keseimbangan dan kekuatan otot tungkai terhadap akurasi passing. Kata kunci: koordinasi mata kaki, keseimbangan, kekuatan otot tungkai, akurasi passing | ABSTRACT THE RELATIONSHIP BETWEEN ANKLE COORDINATION, BALANCE AND LEG MUSCLE STRENGTH WITH PASSING ACCURACY IN FUTSAL EXTRACURRICULAR STUDENTS AT SMAN 1 SOKARAJA Dewi Afriani, Indra Jati Kusuma, Rifqi Festiawan Background: This research was formed by futsal extracurricular members in SMAN 1 Sokaraja regarding the Relationship between Ankle Coordination, Balance and Leg Muscle Strength with Passing Accuracy Using Inner Legs. The aim of the study is to help and find out futsal extracurricular participants at SMAN 1 Sokaraja to be better in understanding the basic techniques of futsal. Methodology: This research is a correlation study that namely survey with data collection techniques using tests and measurements, and using a sample of 18 students using total sampling techniques. The instrument of ankle coordination research uses Soccer Wall Volley, balance using Modified Test of Dynamic Balance, leg muscle strength using Leg Dynamometer, and passing accuracy using the Four-Way Feeding Test. Statistical tests use Pearson product moment correlation and multiplecorrelation. Results: There was a relationship between ankle coordination with passing accuracy with a value of 0.032 (<0.05), there was a relationship between balance and passing accuracy with a value of 0.298, there was a relationship between leg muscle strength and passing accuracy with a value of 0.505 (> 0.05). There is a relationship between coordination, balance and leg muscle strength with passing accuracy resulting in a significant value of 0.064 (<0.05) and the results of the correlation coefficient of 0.554. Conclusion: There is a relationship between ankle coordination, balance and leg muscle strength and passing accuracy. Keywords: ankle coordination, balance, leg muscle strength, passing accuracy. | |
| 24669 | 27692 | I1B015065 | PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PUBERTAS DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KESIAPAN REMAJA MENGHADAPI MASA PUBERTAS | Abstrak PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PUBERTAS DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP KESIAPAN REMAJA MENGHADAPI MASA PUBERTAS Azis Muchsin Hernawan¹ Mekar Dwi Anggraeni² Endang Triyanto² Latar Belakang: Masa pubertas merupakan masa seorang anak mengalami perubahan secara fisik, psikologis, sosial dan seksual. Pada masa pubertas remaja merasa dirinya tidak normal karena pesatnya pertumbuhan, konsep diri kurang baik dan prestasi menjadi rendah. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesiapan remaja dalam menghadapi masa pubertas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pubertas dengan media video terhadap kesiapan remaja menghadapi masa pubertas. Metode: Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan rancangan two group pretest and postest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik total sampling, dengan 125 resonden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berkaitan dengan kesiapan remaja menghadapi masa pubertas. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan kesiapan remaja menghadapi masa pubertas sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan media video dengan nilai p=0,000. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan pubertas dengan media video dapat meningkatkan kesiapan remaja menghadapi masa pubertas. | Abstract THE EFFECT OF PUBERTY HEALTH EDUCATION WITH VIDEO MEDIA ON ADOLESCENT AWARENESS WITH PUBERTY PERIOD Azis Muchsin Hernawan¹ Mekar Dwi Anggraeni² Endang Triyanto² Background: Puberty is period when a child experiences physical, psychosocial, social and sexual changes. At puberty, adolescent feels themselves abnormal because of rapid growth, low self concept and low achievement. Health education is one of the way to increase adolescent readiness in confronting of puberty. Purpose: The goal of this research is to determine the effect of puberty health education with video as the media on adolescent readiness in confronting puberty. Method: This research is use quasi experimental design with two groups pretest and postest design. The sampling technique is use total sampling technique, with 125 respondents who meet the inclusion criteria. The instrument is use questionnaire related to adolescent readiness in confronting puberty. Data analysis is use Chi-Square statistical test. Result: The result shows that there are differences of adolescent readiness in confronting puberty before and after health education with video as the media, where the value of p=0,000. Conclusion: Puberty health education with video as the media can increase adolescent readiness in confront of puberty. | |
| 24670 | 27690 | G1I014052 | Pengaruh model pembelajaran reciprocal style terhadap pemahaman passing atas bola voli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbang | Abstrak Pengaruh Model Pembelajaran Reciprocal Style Terhadap Pemahaman Passing Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbang Muhammad Nizam Rozaqi Latar Belakang: Hasil pengamatan yang dilakukan terhadap siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sumbang tahun 2018, dengan memberikan pembelajaran passing atas bola voli menunjukkan bahwa kemampuan passing atas siswa dalam pembelajaran bola voli sangat beragam, yaitu: sebanyak 9 anak (26,47%) memiliki kemampuan baik, sebanyak 15 anak (44,12%) memiliki kemampuan cukup, dan sebanyak 10 anak (29,41%) memiliki kemampuan kurang. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan one-group pretes-posttest design. Desain ini menggunakan satu kelompok eksperimen dengan melakukan pretest, treatment dan posttest. Instrument penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah aspek sikap, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Sampel penelitian ini menggunakan siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbang dengan jumlah 34 anak. Teknik analisis data menggunakan uji T. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penilaian aspek pengetahuan mendapatkan nilai signifikan 0,000 < 0,05, hasil penilaian aspek keterampilan mendapatkan nilai signifikan 0,000 < 0,05, hasil penilaian aspek sikap memperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan hasil penilaian aspek pemahaman memperoleh nilai signifikan 0,000 < 0,05. Maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal style terhadap pemahaman passing atas bola voli. Kesimpulan: Terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal style terhadap pemahaman passing atas bola voli pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 1 Sumbang. Kata Kunci: Gaya mengajar, reciprocal style, passing atas, bola voli | Abstract The learning model reciprocal understanding style of passing over volleyball at students son of class VIII junior high school 1 Sumbang Muhammad Nizam Rozaqi The background: This experiment in was because there was background based on the results of the observation made of students in public junior high schools 1 Sumbang 2018, shows that the ability of passing over students in learning volleyball are varied, as many as 9 of the child (26,47 %) have the ability of good, as many as 15 of a child (44,12 %) have the ability enough, and another two of a child (29,41 %) have the ability less. The methodology: This research using a one-group pretest-posttest design. This design using a group of experiments by doing pretest, treatment and, posttest. Instrument research and data collection techniques used are the attitudes, knowledge, and skill. The sample uses students' son of class VIII junior high school 1 Sumbang of 34 children. Analysis techniques data using t-test. Research results: The results of t count pretest and posttest aspects of knowledge as much as 14,466 while t table as much as 2,042, t count pretest and posttest aspects of skill as much as 19,291 while t table as much as 2,042, t count pretest and posttest aspects of attitude 8.615 while t table 2,042, and t count pretest and posttest understanding as much as 22,204 while t table as much as 2,042 , it means there was a rise in of the aspect of knowledge as much as 12,424, the aspect of skill as much as 17,249, the aspect of 6,573 attitude, and understanding 20,162. Conclusions: Is the kind of classroom reciprocal style of understanding of passing on volleyball on the kid's son of class VIII junior high school 1 Sumbang. Password: teaching style, reciprocal style, passing over, volleyball | |
| 24671 | 27693 | I1C015064 | FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) DENGAN BASIS CARBOPOL 940 | Daun salam( Syzygium polyanthum) mengandung minyak atsiri 0,05%, tanin, dan flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah formula terpilih sediaan gel hand sanitizer ekstrak etanol daun salam memiliki aktivitas antibakteri tehadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji organoleptis, pH, homogenitas dan Freeze-thaw dianalisis secara deskriptif. Uji viskositas, daya lekat dan daya sebar dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji LSD. Formula terpilih diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Formula 2 dengan konsentrasi carbopol 0,75% menghasilkan persentase daya hambat antibakteri terhadap S. aureus sebesar 60% dengan zona hambat sebesar 10,33 mm. | Bay leaves (Syzygium polyanthum) contain 0.05% essential oils (citral and eugenol), tannins, and flavonoids that have antibacterial activity. This study aims to determine whether the chosen formula of bay leaves herb extract gel has antibacterial activity against Staphylococcus aureus.The result of organoleptic test, pH, homogeneity, and Freeze-thaw were examined in descriptive. Viscosity test, both adhesive and dispersive energy were examined using one way ANOVA and followed by LSD test. The selected formula was tested antibacterials activity used well diffusion method The selected formula was gel with a concentration of 0.75% had antibacterials resistor energy to S. aureus 60% with a inhibition zone of 10.33 mm. | |
| 24672 | 27694 | I1C015059 | FORMULASI PASTA GIGI KOMBINASI EKSTRAK DAUN SIRIH (Piper betle L.) DAN CANGKANG TELUR AYAM (Gallus gallus) SEBAGAI ANTIBAKTERI Sterptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI | Daun sirih pada beberapa penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri dan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karaktersitik fisik dan daya antibakteri dari sediaan pasta gigi. Pasta gigi dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun sirih dengan Formula 1 sebesar 0,5%, Formula 2 sebesar 1,5%, dan Formula 3 sebesar 3%. Masing-masing Formula dievaluasi karakteristik fisiknya selama 21 hari kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. Hasil menunjukkan bahwa masing-masing Formula memenuhi persyaratan fisik dan stabil serta memiliki daya hambat terhadap bakteri S.mutans. | Several studies have showed that betel leaf have antibacterial and antiseptic activity. This study aims to determine the physical characteristics and antibacterial power of toothpaste preparations. Toothpaste is made with a variety of betel leaf ethanol extract concentrations with Formula 1 of 0.5%, Formula 2 of 1.5%, and Formula 3 of 3%. Each Formula was evaluated for its physical characteristics for 21 days and then tested for antibacterial activity using the disc diffusion method. The results show that each formula meets the physical and stable requirements and has inhibitory properties against S. mutans bacteria. | |
| 24673 | 27652 | F1J014014 | Analisis Kanji Jukugo (熟語) Bahasa Jepang Dalam Kajian Semantik Leksikal | Kanji dapat dipandang sebagai “bentuk kompresi” dari hiragana. Satu kata yang terdiri dari beberapa karakter Hiragana dapat diwakili oleh sebuah kanji. Huruf kanji memiliki jumlah coretan yang terbilang cukup banyak, yaitu 1 sampai dengan 18 coretan bahkan lebih. Hal tersebut menjadikan sebab utama orang-orang merasa kesulitan dalam mempelajari huruf kanji. Penelitian yang berjudul “Analisis Kanji Jukugo (熟語) Bahasa Jepang dalam Kajian Semantik Leksikal” ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur pembentuk dan makna dari kanji jukugo yang terdapat pada tiga buah artikel yang diambil dari situs web berita Jepang NHK NEWS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian simak dan catat yang berguna untuk mengumpulkan dan mengelompokkan kanji-kanji jukugo. Unsur-unsur pembentuk kanji jukugo adalah kanji – kanji yang dibaca secara onyomi maupun kunyomi. Unsur pembentuk kanji jukugo dapat mempengaruhi cara baca dari kanji jukugo tersebut, kemudian kanji jukugo tersebut dapat digolongkan menurut cara bacanya. Makna dari kanji jukugo yang terdapat pada penelitian ini dimaknai menggunakan kajian semantik atau ilmu makna. Makna yang digunakan adalah makna leksikal yang terdapat dalam kamus. Unsur pembentuk dari sebuah kanji jukugo dapat menghasilkan lima cara baca kanji jukugo yaitu, kanji jukugo On-On, kanji jukugo kun-kun, kanji jukugo jubakoyomi, kanji jukugo yutouyomi, dan kanji jukugo cara baca khusus (tokubetsuna yomikata). | Kanji letters may seen as a "compression form" of hiragana. A word which consist of several hiragana characters can be represented by a kanji. Kanji letters have some strokes, there are 1 to 18 or even more strokes. Those cause the main reason why the people are difficult to learn a kanji letters. This research entitled "An Analysis Of The Japanese Jukugo (熟語) Kanjis in Lexical Semantics Study" and its aimed to describe the forming elements and meanings of the jukugo kanji found in the three articles taken from the Japanese news website NHK NEWS. This research uses a scruntinizing and noting method, that methods use for gathering and grouping jukugo kanji in the NHK NEWS news article, then record it. The forming elements of the jukugo kanji are the kanji that read as onyomi or kunyomi. Forming elements of the jukugo kanji may influence the reading technique of the jukugo kanji, then the jukugo kanji can be classified with the jukugo reading technique. The meaning of the jukugo kanji that contained in this research is understood by using semantic studies or the science of meaning. It uses the lexical meaning that contained in the dictionary. The forming elements of the jukugo kanji can make five ways of jukugo kanji’s reading techniques, On-On jukugo kanji, kun-kun jukugo kanji, jubakoyomi jukugo kanji, yutouyomi jukugo kanji, and special jukugo kanji (tokubetsuna yomikata). | |
| 24674 | 27695 | C1B015094 | ANALISIS PENGARUH PERSEPSI HARGA, CITA RASA, KESADARAN KESEHATAN MAKANAN, DAN INOVASI MAKANAN TERHADAP MINAT BELI PRODUK MAKANAN (Studi pada makanan cepat saji) | Makanan cepat saji merupakan suatu inovasi yang dilakukan perusahaan makanan untuk menjaga loyalitas pelanggan. Inovasi ini dapat meningkatkan minat beli masyarakat. Minat perilaku membeli merupakan dorongan untuk pemenuhan suatu produk yang dilandasi dengan adanya kepercayaan terhadap produk dan kemampuan membeli produk. Minat beli dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti persepsi harga, cita rasa, kesadaran kesehatan, dan inovasi makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh persepsi harga, cita rasa, kesehatan makanan, dan inovasi makanan terhadap minat beli produk makanan (studi pada makanan cepat saji). Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey mengunakan kuisioner. Objek dari penelitian ini adalah variabel persepsi harga, cita rasa, kesadaran kesehatan makanan, inovasi makanan dan minat beli pada makanan cepat saji dengan subjek penelitian konsumen yang pernah melakukan pembelian produk makanan cepat saji. Hasil penelitian ini dengan uji T memiliki nilai sig (0,037) dan t hitung (-2,112) > t tabel (-1,661) yang berarti H0 diterima pada hubungan persepsi harga dengan minat beli, sig (0,108) dan t hitung (1,624) < t tabel (1,661) yang berarti H0 ditolak pada hubungan cita rasa dengan minat beli, nilai sig (0,039) dan t hitung (-2,100) > t tabel (-1,661) yang berarti H0 diterima pada hubungan kesadaran kesehatan dengan minat beli, dan nilai sig (0,000) dan t hitung (7,379) > t tabel (1,661) yang berarti H0 diterima pada hubungan inovasi makanan dengan minat beli. Berdasarkan hal diatas maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pada harga, kesadaran kesehatan, dan inovasi makanan. | Fast food is an innovation made by food companies to maintain customer loyalty. This innovation can increase people's buying interest. Buying interest behavior is an impetus for the fulfillment of a product based on the existence of trust in the product and the ability to buy the product. Buying interest can be influenced by several things such as price perception, taste, health awareness, and food innovation. The purpose of this study was to determine the effect of price, taste, food health, and food innovation perceptions on buying interest in food products (studies on fast food). This type of research is quantitative research with survey methods using questionnaires. The objects of this study is the variabel price perception, taste, health consciousness, food innovation, and buying interest in fast food with the research subjects of consumers who had made purchases of fast food products. The results of this study with the T test has a value of sig (0.037) and t arithmetic (-2.112) > t tabel (-1.666), which means H0 was accepted on the relationship of perceived price with buying interest, sig (0.108) and t arithmetic (1,624) < t tabel ( 1,661) which means that H0 was rejected in relation to taste with buying interest, sig value (0.039) and t arithmetic (-2,100) > t tabel (-1,661), which means H0 was accepted in the relationship of health consciousness with buying interest, and sig value (0,000 ) and t arithmetic (7.379) > t tabel (1.661) which means that H0 was accepted in the relationship of food innovation with buying interest. Based on the above it can be concluded that there was an influence on price, health conciousness, and food innovation. | |
| 24675 | 28832 | H1B013041 | APLIKASI KOMPUTER UNTUK MENENTUKAN BASIS GROEBNER SUATU IDEAL DALAM GEOMETRI ALJABAR | Geometri aljabar merupakan cabang ilmu matematika yang salah satu masalahnya adalah menyelesaikan permasalahan geometri dengan menggunakan persamaan polinom. Salah satu konsep dalam geometri aljabar adalah basis Groebner . Basis Groebner merupakan suatu basis yang dapat digunakan untuk memecahkan persamaan-persamaan polinom. Dalam menyelesaikan permasalahan menggunakan konsep basis Groebner dengan jumlah variabel dan polinom yang tinggi diperlukan ketelitian yang tinggi agar mendapatkan hasil yang akurat sehingga aplikasi komputer diperlukan. Dengan aplikasi komputer, perhitungan- perhitungan dalam menentukan basis Groebner seperti pembagian polinom, pengurutan monomial, menentukan nilai polinom-S, dan menentukan basis Groebner akan lebih cepat dan akurat. Dengan bantuan bahasa komputer seperti HTML, JavaScript, dan CSS, sebuah aplikasi untuk menentukan basis Groebner dapat dibuat. | One of problems in algebraic geometry as one of studies in mathematics is to solve geometrical problems using polynom equations. One of concepts in algebraic geometry is Groebner basis. Groebner basis can be applied to solve polynom systems. To solve the polynom systems with many variables and polynom using Groebner basis, a computer application is needed to get accurate results. By a computer application, computations to obtain Groebner basis such as polynom division, monomials ordering, and the determination of polynom-S are done faster and more accurately. By the help of some computer languages such as HTML, Javascript, and CSS, a computer application can be created to determine a Groebner basis.. | |
| 24676 | 27697 | I1C015001 | Uji Aktivitas Antiinflamasi Senyawa Kalkon Hasil Sintesi (4’ Metoksikalkon, 4,4’ Dimetoksikalkon dan 3,4,4’ Trimetoksikalkon) Secara In Vivo | Obat golongan AINS memiliki efek samping pada saluran cerna, ginjal dan hati. Pengembangan senyawa alternative yang memiliki sifat antiinflamasi perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya sifat antiinflamasi pada senyawa 4’ metoksikalkon, 4,4’ dimetoksikalkon dan 3,4,4’ trimetoksikalkon. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan sintesis senyawa turunan kalkon (4’ metoksikalkon, 4,4’ dimetoksikalkon dan 3,4,4’ trimetoksikalkon). Senyawa hasil sintesis diidentifikasi menggunakan KLT dan spektrofotometri UV. Uji antiinflamasi dengan metode rat hind paw edema. Randemen senyawa 4’ metoksikalkon, 4,4’ dimetoksikalkon dan 3,4,4’ trimetoksikalkon yang didapatkan secara berturut-turut yaitu 86,49; 87,40; dan 71,62. Untuk % DAI dari senyawa 4’ metoksikalkon, 4,4’ dimetoksikalkon dan 3,4,4’ trimetoksikalkon yang didapat secara berturut-turut sebesar 45,45; 46,46; dan 48,37. Senyawa 3,4,4’ trimetoksikalkon memiliki aktivitas antiinflamasi lebih baik bila dilihat dari % DAI. Secara statistik ketiga senyawa kalkon memiliki aktifitas antiinflamasi yang sama. | NSAIDs have side effects on the digestive tract, kidneys and liver. Development of alternative compounds that have anti-inflammatory properties is needed to handle. The purpose of this study was to determine the anti-inflammatory properties of 4 'methoxycalcone, 4.4' dimethoxycalcon and 3,4,4 'trimethoxicalcon. This research was an experimental research which include sintesist of chalcone derived (4' methoxycalone, 4.4' dimethoxycalcon and 3,4,4 'trimethoxicalcon). The product compound is identified with TLC and UV spectrophotometry. Anti-inflammatory test is performed with rat hind paw edema method. The value of yield synthesis 4' methoxycalcone, 4.4' dimethoxycalcon and 3,4,4' trimethoxicalcon consecutively was 86,49; 87,40; and 71,62. The value of % DAI of 4' methoxycalcone, 4.4' dimethoxycalcon and 3,4,4' trimethoxicalcon consecutively was 45,45; 46.46; and 48.37. 3,4,4' trimethoxycalone have better anti-inflammatory activity when viewed from % DAI. Statistically, three chalcone have the same anti-inflammatory activity. | |
| 24677 | 27613 | H1D014063 | KARAKTERISTIK MARSHALL ASPAL MODIFIKASI DENGAN PENAMBAHAN PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE (LDPE) | ABSTRAK Perkerasan jalan adalah campuran antara agregat berupa batu kali, batu pecah, batu belah, dan hasil samping peleburan baja dengan bahan ikat aspal, semen, dan tanah liat, yang digunakan untuk melayani beban lalu lintas. Aspal digunakan dalam struktur perkerasan lentur karena hasil akhirnya yang baik, nyaman, dan mudah dikerjakan. Di samping kelebihan aspal tersebut, aspal memiliki kekurangan yaitu lama-kelamaan akan mengalami deformasi setelah mengalami pembebanan. Salah satu cara untuk mengatasi kekurangan aspal tersebut yaitu dengan penambahan bahan aditif. Penelitian ini menggunakan plastik jenis Low Density Polyethylene (LDPE) yang dicampur ke dalam aspal dengan penetrasi 60/70. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik marshall aspal modifikasi plastik LDPE meliputi: stabilitas, kelelehan (flow), nilai kepadatan (Density), Void in the Mix (VIM), Void Filled with Asphalt (VFA), Void in Mineral Aggregate (VMA), Marshall Quotient (MQ) serta mengetahui pengaruh penambahan plastik LDPE terhadap karakteristik marshall dan mengetahui nilai kadar plastik LDPE optimum yang tahan terhadap beban lalu lintas dan deformasi. Peneliti menggunakan variasi kadar plastik LDPE sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5% dari kadar aspal optimum. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa pengaruh penambahan plastik LDPE terhadap nilai stabilitas yaitu nilai stabilitasnya lebih besar daripada campuran aspal tanpa penambahan LDPE. Begitu pula dengan nilai MQ yang lebih besar nilainya dibandingkan campuran aspal biasa. Semakin besar kadar plastik LDPE yang ditambahkan, nilai flow, VIM, dan VMA pada campuran aspal modifikasi akan semakin kecil. Sebaliknya nilai density dan VFA akan bertambah bila kadar plastik LDPE ditambahkan pula. Berdasarkan persyaratan Bina Marga, kadar 1% hingga 5% dinyatakan memenuhi spesifikasi dan kadar plastik optimum LDPE yaitu kadar plastik 4% yang memiliki ketahanan terhadap beban lalu lintas dan deformasi yang terbesar. | ABSTRACT Pavement is a mixture of aggregate such as river stone, broken stone, split stone, and the side product of steel smelting with asphalt, cement, and clay, which is used to serve traffic loads. Asphalt is used in flexible pavement structures because the result is good, comfortable, and easy to do. In addition to the advantages of the asphalt, asphalt has the disadvantage that eventually it will have deformation after experiencing loading. One way to overcome the shortcomings of asphalt is by adding additives. This research uses Low Density Polyethylene (LDPE) plastic which is mixed into asphalt with 60/70 penetration. This study aims to determine the characteristics of marshall asphalt LDPE plastic modifications include: stability, melt (flow), density (Density), Void in the Mix (VIM), Void Filled with Asphalt (VFA), Void in Mineral Aggregate (VMA) , Marshall Quotient (MQ) as well as knowing the effect of adding LDPE plastic to the characteristics of Marshall and knowing the value of the optimum LDPE plastic content that is resistant to traffic loads and deformation. Researchers used variations in LDPE plastic content of 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5% of optimum asphalt content. From the test results it was found that the effect of adding LDPE plastic to the stability value is that the stability value is greater than asphalt mixture without the addition of LDPE. Similarly, the MQ value is greater than the ordinary asphalt mixture. The greater the LDPE plastic content added, the flow value, VIM, and VMA in the modified asphalt mixture will be smaller. Conversely the value of density and VFA will increase if LDPE plastic content is added as well. Based on Bina Marga requirements, the 1% to 5% content meets the specifications and the optimal LDPE plastic content is 4% plastic content which has the biggest resistance to traffic load and deformation. | |
| 24678 | 27699 | G1H014008 | HUBUNGAN PREFERENSI PENAMPILAN, RASA, DAN VARIASI MENU DENGAN SISA MAKANAN PADA NARAPIDANA DAN TAHANAN DI RUMAH TAHANAN NEGARA KELAS II B BANYUMAS | Latar Belakang : Salah satu jenis penyelenggaraan makanan di institusi yaitu di Rumah Tahanan Negara, agar status kesehatan narapidana dan tahanan optimal melalui pemberian makanan. Penyelenggaraan makanan berhasil apabila makanan tidak meninggalkan sisa makanan dan sisa makanan digunakan untuk mengukur keefektifan menu. Makanan yang disajikan di rutan atau lapas sangat sederhana dengan cita rasa yang kurang sehingga menyebabkan para napi dan tahanan menyisakan makanan. Tujuan : Mengetahui hubungan penampilan, rasa, dan variasi menu dengan sisa makanan pada narapidana dan tahanan di Rumah Tahanan Negara Kelas II B Banyumas. Metode : Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel penelitian 110 responden dipilih secara random sampling. Pengukuran penampilan, rasa, dan variasi menu menggunakan kuesioner penilaian, pengukuran sisa makanan menggunakan timbangan dan formulir penimbangan. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Analisis Multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil : Sebanyak 59,1% responden menyatakan baik pada penampilan makanan, responden yang menyatakan enak pada rasa makanan sebanyak 77,3%, responden yang menyatakan bervariasi pada variasi menu sebanyak 80,9%. Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan penampilan makanan (P = 0.000), rasa makanan (P = 0.000), variasi menu (P = 0.000) dengan sisa makanan. Hasil Uji multivariat menunjukkan 70,9% dipengaruhi penampilan makanan dan 29,1% dipengaruhi oleh faktor lainnya. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara penampilan makanan, rasa makanan, dan variasi menu dengan sisa makanan dan yang paling berpengaruh yaitu penampilan makanan. | Background: One of the types of food organization in the institution is in the state detention house, so that the health status of convicts and prisoners optimal through food feeding. The implementation of the food is successful if food leaves no leftover and food scraps are used to measure the effectiveness of the menu. The food served in the prison is very simple with a lack of flavor that causes the prisoner and prisoners to leave food leftover. Objective: Determine the relationship of appearance, taste, and variety to the menu with the residual of the food on the prisoners in State Detention House Class II B Banyumas.. Methode : This study belongs to an observational with cross-sectional design with 110 respondents is selected by random sampling. Measurability the appearance, taste, and variation of the menu using the assessment questionnaire, measurement food leftover use scales and weighing forms. However, the Bivariate analysis using Chi Square test also Multivariate analysis using logistic regression test. Results: As many as 59.1% of respondents stated good on the appearance of food, respondents who expressed good taste in food as much as 77.3%, respondents who stated varied on menu variations as much as 80.9%. Bivariate test results showed a relationship between food appearance (P = 0.000), food taste (P = 0.000), menu variation (P = 0.000) with food scraps. Multivariate test results showed 70.9% influenced by the appearance of food and 29.1% influenced by other factors. Conclusion: There is a relationship between the food appearance, taste, and variation in menu with the food leftover and the most influential is the appearance of food. | |
| 24679 | 27715 | I1D015030 | Korelasi Siklus Kemoterapi, Asupan Zat Besi, dan Asupan Vitamin C dengan Kadar Hemoglobin pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | Latar Belakang: Inflamasi akibat kanker payudara dan efek kemoterapi dapat menurunkan kadar Hemoglobin. Zat besi merupakan salah satu unsur utama pembentuk Hemoglobin. Vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara asupan zat besi, asupan vitamin C, dan siklus kemoterapi dengan kadar hemoglobin pada pasien kanker payudara di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metodologi: Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 57 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi, serta dipilih dengan teknik konsekutif. Siklus kemoterapi dan kadar Hb didapatkan dari rekam medis pasien, sedangkan asupan zat besi dan vitamin C diperoleh dari wawancara dengan metode SQ-FFQ selama 2 bulan terakhir. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berusia <51 tahun (52,6%) dan telah telah menjalani ≥4 siklus kemoterapi (56,1%) dengan jenis kanker payudara terbanyak adalah karsinoma duktus invasif (75,4%). Asupan zat besi (52,6%) dan vitamin C (50,9%) responden sebagian besar ≥13 mg dan ≥231,63 mg. Terdapat korelasi signifikan antara asupan zat besi dan vitamin C dengan kadar Hb (p=0,000; p=0,036). Tidak terdapat korelasi signifikan antara siklus kemoterapi dengan kadar Hb (p=-0,360). | Inflammation in breast cancer and the effect of chemotherapy can lead of decrease hemoglobin levels. Iron is one of the main components of hemoglobin. Vitamin C can help iron metabolism. The aim of this study was to evaluate correlation between iron intake, vitamin C intake, the cycle of chemotherapy, and hemoglobin levels in breast cancer patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. The research used a cross-sectional design involving 57 breast cancer patients who were taken using a consecutive sampling technique. The chemotherapy cycle and Hb levels were obtained from the patient's medical record. The iron and vitamin C intake were collected based upon 2 months Semi Quantitative FFQ. Data were analysis using the Spearman Rank test. Most of sample were aged <51 years (52,6%) and had experienced ≥4 chemotherapy cycles (56,1%) with invasive duct carcinoma (75,4%). The majority of respondents' iron and vitamin C intake was ≥13 mg (52,6%) and ≥231,63 (50,9%). There was a correlation between iron, vitamin C intake and Hb levels (p=0,000; p=0,036). There was no significant correlation between chemotherapy cycle and the hemoglobin level (p=-0,360). Hb levels correlate with iron intake and vitamin C intake, but not correlate with chemotherapy cycle. Kesimpulan: Kadar Hb berkorelasi dengan asupan zat besi dan vitamin C, tetapi tidak berkorelasi dengan siklus kemoterapi. | |
| 24680 | 28949 | C1I015034 | THE INFLUENCE OF PROFESSIONALISM, TASK COMPLEXITY, AND INDEPENDENCY TOWARD AUDITOR’S CAPABILITY ON DETECT FRAUD WITH LOCUS OF CONTROL AS MODERATING VARIABLE | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh profesionalisme, kompleksitas tugas, dan independensi terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dan dimoderasi oleh pusat pengendalian internal. Tipe penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif yaitu menggunakan data primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan survei dengan mendistribusikan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor pemeriksa di Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia yang berlokasi di Jakarta. Sampel pada penelitian ini menggunakan Slovin formula yaitu 98 auditor dengan menggunakan metode convenience sampling. Teknik data analisis yaitu Analisis Regresi Berganda dan Analisis Regresi Moderasi dengan menggunakan IBM SPSS Statistika versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme dan kompleksitas tugas tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Sedangkan, independensi memiliki hasil positif dan signifikan berpengaruh terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. Demikian, pusat pengendalian internal tidak mampu memoderasi profesionalisme, kompleksitas tugas, dan independensi terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan. | This study aims to examine the influence of professionalism, task complexity, and independency toward auditor’s capability on detect fraud and moderated by internal locus of control. The research type is quantitative which using primary data. This study using survey approach with distribute questionnaires. The population in this study is auditor examiner in The Audit Board of Republic of Indonesia which located in Jakarta. The sample in this study is using Slovin’s formula which 98 auditors with convenience sampling. The data analysis technique is Multiple Linear Regression Analysis and Moderating Regression Analysis using IBM SPSS Statistics 20. The research results showed that professionalism and task complexity has insignificant effect toward auditor’s capability on fraud detection. Meanwhile, independency has a positive and significant effect toward auditor’s capability on fraud detection. Thus, internal locus of control has incapable moderating professionalism, task complexity, and independency toward auditor’s capability on fraud detection. |