Artikelilmiahs
Menampilkan 24.581-24.600 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24581 | 27611 | L1B015042 | KARAKTERISTIK SUARA IKAN Cupang (Betta sp.) SAAT PROSES PEMIJAHAN DENGAN PENDEKATAN BIOAKUSTIK | Ikan Cupang (Betta sp.) memiliki daya tarik yang cukup besar karena bentuk sirip, ekor dan warnanya yang indah serta unik. Induk jantan dapat yang siap memijah dilihat dari tingkah laku yang sudah mulai membuat buih-buih untuk sarang telur. Induk betina yang matang gonad hanya dapat diketahui secara morfologi dengan ciri-ciri perut yang membulat, namun belum tentu siap memijah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik suara induk betina Ikan Cupang yang telah matang gonad serta karakteristik suara pemijahan ikan Cupang. Metode penelitian dengan cara observasi laboratorium. Induk betina ikan Cupang dilakukan perekaman selama 1 jam dengan alat Hydrophone dan aplikasi Wavelab 06 lalu disatukan dengan induk jantan dalam wadah yang sama. Hasil perekaman induk betina matang gonad mengeluarkan 4 jenis suara yaitu : suara click dengan frekuensi 2.883,61±700,04 Hz, durasi pulsa antara 221 ms hingga 766 ms dan intensitas 71,45±35,71 dB; suara croacking dengan frekuensi 3.067±1827,16 Hz, durasi pulsa antara 302 ms hingga 952 ms dan intensitas 71,89±0,88 dB; suara squeak memiliki frekuensi 3.849,8±639,22 Hz, durasi antara 261 ms hingga 499 ms, dan intensitas 70,28±6,54 dB; suara whistle memiliki frekuensi sebesar 1.978±243,95 Hz, durasi antara 319 ms hingga 372 ms dan intensitas antara 64,47±0,57 dB. Hasil rekaman selama proses pemijahan yang dibagi menjadi 3 fase yaitu pra pemijahan, tepat pemijahan dan pasca pemijahan menghasilkan 5 jenis suara yaitu click, frog, croacking, knocking dan “clak”. Kelima suara tersebut memiliki karakteristik yang berbeda pada masing-masing fasenya. | Betta fish (Betta sp.) has considerable appeal because of its beautiful, unique fins, tail and color. Male parent can be ready to spawn seen from the behavior that has begun to make froth for egg nests. Mature female gonads can only be identified morphologically with rounded stomach characteristics, but they are not necessarily ready to spawn. The purpose of this study was to determine the characteristics of female Betta fish that have mature gonads and the characteristics of Betta fish spawning. The research method is by laboratory observation. Betta female broodstock was recorded for 1 hour with a Hydrophone device and the Wavelab 06 application and then combined with the male parent in the same container. The results of recording the mature female gonad produced 4 types of sound, namely: click sound with a frequency of 2.883,61 ± 700,04 Hz, pulse duration between 221 ms to 766 ms and intensity 71,45 ± 35,71 dB; croacking sound with a frequency of 3.067 ± 1.827,16 Hz, pulse duration between 302 ms to 952 ms and intensity of 71,89 ± 0,88 dB; squeak sound has a frequency of 3.849,8 ± 639,22 Hz, duration between 261 ms to 499 ms, and intensity of 70,28 ± 6,54 dB; Whistle sound has a frequency of 1.978 ± 243,95 Hz, duration between 319 ms to 372 ms and intensity between 64,47 ± 0,57 dB. The results of the recording during the spawning process are divided into 3 phases, namely pre-spawning, spawning right and after spawning produce 5 types of sounds namely click, frog, croacking, knocking and "clack". The five sounds have different characteristics in each phase. | |
| 24582 | 27616 | J1B015036 | ANALISIS PENYIMPANGAN STRATEGI KESANTUNAN POSITIF DAN STRATEGI KESANTUNAN NEGATIF DALAM PROGRAM TALK SHOW MATA NAJWA EPISODE SATU ATAU DUA | Penelitian ini berjudul “Analisis Penyimpangan Strategi Kesantunan Positif dan Strategi Kesantunan Negatif dalam Program Talk Show Mata Najwa Episode Satu atau Dua”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyimpangan strategi kesantunan positif dan penyimpangan strategi kesantunan negatif serta implikaturnya yang terdapat dalam program talk show Mata Najwa episode Satu atau Dua. Bentuk dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode simak. Metode simak diterapkan melalui teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik sadap dan teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan pragmatis dengan teknik dasar pilah unsur penentu dan teknik lanjutan hubung banding menyamakan dan hubung banding membedakan. Penyajian hasil analisis data pada penelitian ini dilakukan secara informal. Hasil penelitian terhadap penyimpangan strategi kesantunan dalam segmen 3 dan 4 program tersebut ditemukan 70 tuturan sebagai data yang didominasi oleh 52 tuturan yang berpotensi menjatuhkan citra positif seseorang. Sedangkan, tuturan yang berpotensi menjatuhkan citra negatif seseorang ada 18 tuturan. Hal ini dikarenakan dalam episode tersebut banyak terjadi adu opini antar narasumber yang merupakan perwakilan tim pemenangan dari kedua kubu mengenai keunggulan capres-cawapres yang mereka usung dalam pilpres 2019. Kemudian, strategi kesantunan positif yang dilanggar dalam penelitian ini terdapat 5 tipe strategi, yaitu 1) strategi memperhatikan kesukaan, keinginan, dan kebutuhan lawan tutur, 2) strategi membesar-besarkan perhatian, persetujuan, dan simpati kepada lawan tutur, 3) strategi menghindari ketidaksetujuan atau berpura- pura setuju, 4) strategi menyatakan paham atau mengerti keinginan lawan tutur, dan 5) strategi menunjukkan keoptimisan. Selanjutnya, strategi kesantunan negatif yang dilanggar dalam penelitian ini terdapat 6 tipe strategi, yaitu 1) strategi menggunakan ujaran tidak langsung, 2) strategi menggunakan pertanyaan, 3) strategi meminimalkan tekanan atau paksaan kepada lawan tutur, 4) strategi memberi rasa hormat kepada lawan tutur, 5) strategi menyertakan kata maaf ketika hendak melakukan tindak tutur, dan 6) strategi memakai bentuk impersonal. Kata kunci: strategi kesantunan positif, strategi kesantunan negatif, talk show Mata Najwa episode Satu atau Dua | This research is entitled “Analysis of Deviance Positive Politeness Strategies and Negative Politeness Strategies in Mata Najwa Talk Show Episode Satu atau Dua”. This research aims to describe the form of deviations of positive politeness strategies and deviations of negative politeness strategies and their implications contained in Mata Najwa talk show episode Satu atau Dua. The form of this research is descriptive qualitative. The data collection method is used the observation attentively method. It is applied through basic techniques and advanced techniques. The basic technique is used the tapping technique and the follow up technique is uninvolved conversation observation and note taking technique. The data analysis method is used the pragmatic matching method with the basic technique of determinants and the advanced technique of equalizing and comparative relations. Presentation of the results of data analysis in this research was carried out informally. The results of the research of politeness strategy deviations in segments 3 and 4 of the program that is found 70 utterances as data that are dominated by 52 utterances that have the potential to bring down someone's positive image. Meanwhile, there are 18 utterances that have the potential to bring down someone's negative image. It is because in that episode there were many opinion wars between the speakers who were representatives of the campaign teams from each camp about the excellence of the presidential and vice presidential candidates they supported in 2019 presidential election. Furthermore, there are 5 types of the positive politeness strategies violated in this study which are 1) a strategy of paying attention to the likes, desires, and needs of the interlocutor, 2) a strategy of exaggerating the attention, approval, and sympathy for the interlocutor, 3) a strategy of avoiding disagreement or pretending to agree, 4) a strategy of stating understand or understand the wishes of the interlocutor, and 5) the strategy shows optimism. Furthermore, there are 7 types of strategies negative politeness strategies violated in this study which are 1) the strategy of using indirect speech, 2) the strategy of using questions, 3) the strategy of minimizing pressure of coercion on the interlocutor, 4) the strategy of giving respect to the interlocutor, 5) the strategy of including the word sorry when trying to do speech acts, 6) strategy using impersonal forms, and 7) strategy using nominal forms. Keywords: positive politeness strategy, negative politeness strategy, Mata Najwa talk show episode Satu atau Dua | |
| 24583 | 27650 | G1B013075 | ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN TENTANG PERILAKU SEKSUAL BAGI SISWA TUNAGRAHITA DI SLB C DAN C1 YAKUT PURWOKERTO | Latar Belakang: Kejadian perilaku seksual bebas remaja tunagrahita lebih tinggi dua kali lipat remaja normal. Rasa keingintahuan yang tinggi tidak seimbang dengan pendidikan seksual yang masih minim. Oleh karena itu dibutuhkan media promosi kesehatan yang sesuai dengan karakteristik siswa tunagrahita. Metodologi: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari 6 informan utama siswa tunagrahita usia 16-22 tahun yang tidak memiliki keterbatasan komunikasi dan pernah mengakses media informasi. Informan pendukung terdiri dari 6 orang ibu dan 3 orang wali kelas dari informan utama. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Bogdan dan Biglen. Hasil penelitian: Pengetahuan informan utama mengenai perilaku seksual meliputi bentuk-bentuk perilaku seksual seperti berkenalan, berpegangan tangan, dan berpelukan. Sikap informan utama yaitu malu apabila memperlihatkan anggota tubuh kepada orang lain, begitupun bila disentuh atau dipegang oleh orang lain. Media yang pernah digunakan oleh informan utama yaitu media cetak seperti buku, koran, majalah, booklet, dan leaflet. Media elektronik seperti handphone, TV, radio, dan CD. Media yang dibutuhkan oleh informan utama yaitu buku, video, dan handphone. Materi yang dibutuhkan informan utama yaitu tentang anggota tubuh, khususnya organ-organ seksual beserta fungsinya. Kesimpulan: media promosi kesehatan yang dibutuhkan oleh siswa tunagrahita yaitu buku, video, handphone dengan materi tentang anggota tubuh. Kata kunci: media promosi kesehatan, perilaku seksual, remaja tunagrahita | Background: The incidence of free sexual behavior of mentally retarded adolescents is twice higher than normal adolescents. The high curiosity is not balanced with sex education that is still minimal. Therefore we need a health promotion media that is in accordance with the characteristics of mentally retarded students. Methods: the research was qualitative using descriptive approach. The subjects of research were six students of mentally retarded as main informant, aged 16-22 years who had no communication limitations and had access to information media. Supporting informants consisted of six mothers and three homeroom teachers from the main informant. Data collection techniques with in-depth interviews. Data analysis using Bogdan and Biglen models. Results: The main informant's knowledge of sexual behavior includes the forms of sexual behavior such as getting acquainted, holding hands, and hugging. The attitude of the main informant is to be ashamed if he shows his limbs to others, as well as when touched or held by someone else. The media that have been used by main informants are printed media such as books, newspapers, magazines, booklets and leaflets. mobile phones, TV, radio, CD. Electronic media such as mobile phones, TVs, radios, and CDs. The media needed by the main informants are books, videos, and cellphones. The material needed by the main informant is about limbs, especially fort sexual organs and their function. Conclusion: health promotion media needed by mentallty retarded students, using books, videos, cellphones with material about limbs. Keywords: health promotion media, sexual behavior, mentally retarded. | |
| 24584 | 27612 | F1D015022 | Konflik Politik Transportasi Ojek Konvensional Dengan Transportasi Ojek Online Di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini membahas mengenai Konflik Transportasi Ojek Konvensional dengan Transportasi Ojek Online di Kabupaten Banyumas Tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan konflik antara Transportasi Ojek Konvensional dengan Transportasi Ojek Online di Kabupaten Banyumas. Menyebutkan dan menjelaskan aktor-aktor yang terlibat dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya konflik antara Konflik Transportasi Ojek Konvensional dengan Transportasi Ojek Online di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Banyumas tepatnya distasiun dan terminal. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data. Dalam hal ini, bahwa proses konflik Transportasi Ojek Konvensional dengan Transportasi Ojek Online diawali masuknya PT gojek online ke purwokerto yang bisa di bilang tanpa izin dari pemerintah langsung menyebarkan pengemudinya untuk beroperasi di purwokerto dengan harga yang cukup dibilang merusak harga pasaran transportasi yang dulunya sudah ada dan juga ketidaktahuan pengemudi-pengemudi yang baru mendaftar menjadi pengemudi ojek online yang mengambil penumpang di wilayah ojek konvensional. Kemudian peristiwa tersebut memicu ojek konvensional protes terhadap pemerintah, mereka bersatu membentuk wadah yang diberi nama FORTAS pada tahun 2017 dan tujuan terbentuknya fortas ini untuk sebuah gerakan atau unek-unek dari masyarakat menanggapi ketika masuknya transportasi online di kabupaten Banyumas. Setelah itu demo besar-besaran baik itu taxi, dan ojek pangkalan. Terdapat tiga aktor yang terlibat dalam konflik ini. Aktor-aktor tersebut adalah pemerintah kabupaten Banyumas, paguyuban transportasi ojek konvensional, dan paguyuban transportasi ojek online. Berdasarkan analisa konflik ini, peneliti menganalisis terdapat faktor yang mendorong terjadinya perselisihan diantara pihak paguyuban transportasi ojek konvensional dengan transportasi ojek online. Yakni dari PT gojek Indonesia itu belum punya surat izin mendirikan kantor cabang di purwokerto dan membuka kantor pelayanan administrasi tanpa memiliki surat-surat dari kantor cabang yang resmi lewat dinas penanaman modal radar banyumas dan yang kedua gedung yang mereka sewa itu gedung yang berdiri tanpa IMB. Kemudian potensi konflik itu terjadi karena kesepakatan zona merah yaitu melarang mengambil penumpang dari zona merah tersebut, tetapi masih banyak yang melanggar kesepakatan tersebut, dan juga dilihat dari segi perekonomian pendapatan ojek konvensional yang semakin menurun semenjak masuknya ojek online di kabupaten Banyumas. | This study discusses Conventional Ojek Transportation Conflict with Online Ojek Transportation in Banyumas Regency 2017. This study aims to understand and describe the conflict between Conventional Ojek Transportation and Online Ojek Transportation in Banyumas Regency. Mention and explain the actors involved and the factors that encourage conflict between Conventional Ojek Transportation and Online Ojek Transportation in Banyumas Regency. The research method used is a qualitative method using a case study approach. The location of the study was carried out in Banyumas Regency precisely at the station and terminal. Data obtained from the results of observations, interviews, and documentation. To guarantee the validity of the data, this study uses triangulation data techniques. In this case, that the Conflict Ojek Transportation Conflict with Online Ojek Transportation process begins with the entry of PT Gojek online to Purwokerto, which can be said without permission from the government directly spreading its drivers to operate in Purwokerto at a price that is fairly damaging to the transportation market price that used to be there and also ignorance of drivers who have just registered to become online motorcycle taxi drivers who take passengers in conventional motorcycle taxi areas. Then the event triggered a conventional motorcycle taxi protest against the government, they banded together to form a forum named FORTAS in 2017 and the purpose of the formation of this fortas for a movement or gossip from the public to respond when the inclusion of online transportation in the district of Banyumas. After that a large-scale demo of both taxis and motorcycle taxis. There are three actors involved in this conflict. The actors are the Banyumas district government, the conventional motorcycle taxi transportation community, and the online motorcycle taxi transportation community. Based on this conflict analysis, the researcher analyzes that there are factors that encourage disputes between the conventional motorcycle taxi transportation community and online motorcycle taxi transportation. Ie, from PT Gojek Indonesia, does not yet have a permit to establish a branch office in Purwokerto and opens an administrative service office without having documents from the official branch office through the Banyumas Radar Investment Office and the second building they rent is a building that stands without a building permit. Then the potential conflict occurred because of the red zone agreement which prohibits taking passengers from the red zone, but there are still many that violate the agreement, and also viewed in terms of conventional motorcycle taxi income which has declined since the entry of online motorcycle taxis in Banyumas district. | |
| 24585 | 27614 | F1A015042 | KOMODIFIKASI KEMISKINAN DI LAYAR KACA : ANALISIS SEMIOTIKA TERHADAP ACARA BEDAH RUMAH GLOBAL TV 2018 | Artikel ini mendeskripsikan representasi kemiskinan dikonstruksi dan bagaimana bentuk komodifikasi kemiskinan dalam acara reality Show “Bedah Rumah Global TV episode 135 tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yaitu ikon, indeks dan simbol. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan industri media televisi di Indonesia, telah menjadi sebuah kompetisi. Berbagai macam konten menarik menjadi sorotan, salah satunya reality show dengan tema kemiskinan. Program reality show “Bedah Rumah GTV” episode 135 tahun 2018, menunjukan adanya representasi dan komodifikasi kemiskinan yang dipertukarkan dengan rating dan share. | The article describes how the representation of poverty is constructed and how the form of poverty commodification in reality show Bedah Rumah Global Tv episode 135 in 2018. This research uses descriptive qualitative method, with Charles Sanders Peirce's semiotic analysis, icons, index and symbol. The results of this research indicate that the development of the television media industry in Indonesia has become a competition. Various kinds of interesting content are in the spotlight, one of them is reality shows with the theme of poverty. The reality show Bedah Rumah Global Tv episode 135 in 2018, shows the representation and commodification of poverty that is exchanged for ratings and shares. | |
| 24586 | 27615 | H1B015070 | ANALISIS PERBANDINGAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN DENGAN METODE ANGKA EKUIVALEN KECELAKAAN DAN PEMBOBOTAN FASILITAS PERLENGKAPAN JALAN DI KABUPATEN PURBALINGGA | Penentuan lokasi rawan kecelakaan pada saat ini hanya dapat ditentukan setelah terjadinya kecelakaan dengan melakukan pembobotan Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK) berdasarkan tingkat fatalitas serta jumlah kejadian kecelakaan. Pada penelitian ini dilakukan pembobotan fasilitas perlengkapan jalan dengan menentukan koefisien masing-masing parameter terlebih dahulu, karena besar pengaruh setiap parameter terhadap kecelakaan berbeda-beda. Sehingga lokasi rawan kecelakaan dapat ditentukan sebelum insiden kecelakaan terjadi. Metode yang digunakan adalah Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK), Upper Control Limit (UCL), Z-Score, dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Fasilitas perlengkapan jalan yang ditinjau yaitu marka jalan, rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas, alat penerangan jalan, serta alat pengendali dan pengaman pengguna jalan. Berdasarkan analisis metode AHP diketahui rambu lalu lintas menjadi parameter yang paling berpengaruh terhadap kecelakaan di Purbalingga. Selanjutnya, urutan koefisien yang paling mendekati urutan bobot setiap parameter dari penilaian kondisi eksisiting adalah hasil analisis AHP penilaian expert choice. Namun, karena dari metode UCL tidak diperoleh lokasi rawan kecelakaan, maka untuk menentukan lokasi rawan kecelakaan berdasarkan pembobotan fasilitas perlengkapan jalan dengan koefisien AHP penilaian expert choice dilihat dari hasil analisis metode Z-Score. Sehingga dari 15 ruas jalan yang disurvei, diperoleh 8 lokasi rawan kecelakaan yaitu Jalan Raya Turut: Desa Banjarsari, Desa Serang, Desa Karangduren, Desa Gembong, Desa Lambur, Desa Selanegara, Desa Mangunegara, dan Desa Karanganyar. | Determination of blackspot location at this time can only be determined after the occurrence of an accident by weighting the Accident Equivalent Number (AEK) based on the fatality level and the number of accident occurrences. In this research the weighting of road equipment facilities is carried out by determining the coefficients of each parameter first, because the magnitude of the effect of each parameter on the accident is different. So the blackspot location can be determined before the accident incident occurs. The method used is the Accident Equivalent Number (AEK), Upper Control Limit (UCL), Z Score, and Analytical Hierarchy Process (AHP). The road equipment facilities reviewed are traffic signs, traffic signs, traffic signal devices, road lighting tools and road user control and safety devices. Based on AHP's metede analysis, traffic signs are the most influential parameters for accidents in Purbalingga. Furthermore, the order of the coefficients which is closest to the weighting of each parameter of the assessment conditions is the result of AHP analysis of expert choice assessments. However, because of the UCL method no blackspot locations were obtained, then to determine the location of the accident cloud based on the weighting of facilities with AHP coefficient expert choice judgments seen from the analysis of the Z-Score method. So that out of the 15 road segments surveyed, obtained 8 blackspot locations are Jalan Raya Turut: Banjarsari Village, Serang Village, Karangduren Village, Gembong Village, Lambur Village, Selanegara Village, Mangunegara Village, and Karanganyar Village. | |
| 24587 | 27617 | F1C014088 | KOMUNIKASI NONVERBAL PERTUNJUKAN LENGGER LANANG DI KABUPATEN BANYUMAS | ABSTRAK Komunikasi Nonverbal Pertunjukan Lengger Lanang di Kabupaten Banyumas Oleh : Pradianta Wijaya Sakti (F1C014088) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komunikasi nonverbal berupa gerak, busana, nyanyian dan sebagainya pada pertunjukan Lengger Lanang saat berada di panggung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil penelitian, di setiap sesi pertunjukan terdapat pesan gerakan masing-masing dan memiliki makna masing-masing. Busana digunakan penari lengger lanang untuk merepresentasikan perubahan jatidiri asli penari yang tadinya seorang laki-laki menjadi seorang lengger dengan segala aura feminimitasnya. Dalam kondisi berbusana layaknya lengger perempuan tersebut para lengger lanang akan bertindak dan bersikap selakyaknya perempuan Jawa. Penari dalam pertunjukan Lengger lanang menggunakan riasan wajah untuk mempercantik penampilannya. Riasan wajah yang biasa digunakan oleh para penari lengger adalah riasan wajah yang tebal dan tegas sehingga terlihat “menor”. Hal ini mempertegas karakter seorang lengger yang identik dengan karakter yang centil dan menggoda. Lengger lanang sering menggunakan lagu “Sekar Gadung” yang menjadi lagu utama untuk mengiringi tarian. Lagu “Sekar Gadung” tersebut memiliki nilai rasa “magis” terhadap penjiwaan tari lengger. Para penari lengger merasakan semangat dan kenikmatan yang berbeda saat lagu “Sekar Gadung” tersebut dinyanyikan. Makna lagu ini mengajak masyarakat pendengar untuk bersuka cita atau bergembira dengan mengingat Tuhan, alam semesta. Kata kunci: Busana, Gerak, Komunikasi, Lengger Lanang, Nonverbal, Nyanyian ,Tata Rias | SUMMARY Komunikasi Nonverbal Pertunjukan Lengger Lanang di Kabupaten Banyumas By : Pradianta Wijaya Sakti (F1C014088) This study aims to determine nonverbal communication in the form of motion, clothing, singing and so on at the Lengger Lanang show while on stage. The research method used is a qualitative research method. Data collection in this study uses the method of observation, interviews and documentation. Data analysis techniques using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data validity technique uses source triangulation. Based on the results of the study, the form of messages shown by dancers during the show is male dancers who dance like beautiful women in front of the audience. And in each session there is a message of each movement and has a meaning of each. Clothing is used by lengger lanang dancers to represent changes in the original identity of dancers who were once a man to become a lengger with all the aura of femininity. In dress conditions like the female lengger the lengger lanang will act and behave as often as Javanese women. Dancers in the Lengger lanang show use facial makeup to enhance their appearance. Face makeup commonly used by lengger dancers is thick and firm face makeup that looks "menor". This emphasizes the character of a lengger who is identical with a sassy and seductive character. Lengger Lanang often uses the song "Sekar Gadung" which is the main song to accompany the dance. The song "Sekar Gadung" has a sense of "magical" value to the sentiment of the Lengger dance. The lengger dancers feel a different spirit and pleasure when the song "Sekar Gadung" is sung. The meaning of this song invites the listener community to rejoice or be happy by remembering God, the universe. Keyword: Clothing, Communication, Lengger Lanang, Makeup Motion, Nonverbal, Song | |
| 24588 | 28977 | D1A016130 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG RUMPUT LAUT (Gracilaria sp.) DAN KROMIUM ORGANIK PADA PAKAN DOMBA TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN BODY CONDITION SCORE | Penelitian bertujan untuk mengkaji pengaruh pemberian rumput laut (Gracilaria sp. ) dan kromium organik dalam pakan domba terhadap pertambahan bobot badan dan body condition score. Penelitian telah dilaksanakan pada 9 Maret 2020 – 9 Juni 2020, di Gunung Tugel Farm, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Ilmu Bahan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini terdiri atas 18 ekor domba lokal jantan dengan rataan bobot awal 17 ± 1,8 kg, yang didapatkan dari pasar hewan sekitar Kabupaten Banyumas. Pakan diberikan dua kali dalam sehari (dalam bahan kering) terdiri atas 42% rumput lapang, 3% indigofera dan 55% konsentrat, air minum, 3,6 % tepung rumput laut (Gracilaria sp.) ,mineral kromium organik 0,3 ppm, konsentrat di taruh pada ember kapasitas 3kg, hijauan ditimbang dengan timbangan kapasitsas 60 kg ketelitian 0,05 kg, timbangan analitik dengan ketelitian 0,001gr untuk menimbang Cr organik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 6 kali. R0 : 42% rumput lapang, 3% indigoferadan 55% ; R1 : pakan R0 + 3,3% tepung rumput laut (gracilaria sp.); dan R2 : pakan R1 + 0,3 ppm Cr Organik. Hasil penelitian menunjukan bahwa suplementasi rumput laut (gracilaria sp.) dan kromium organik tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap pbbh dan tidak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap BCS. Rataan pbbh domba ekor gemuk dengan perlakuan R0 = 79,86 ± 13,86 gram/hari/ekor, R1 = 90,71 ± 6,90 gram/ekor/hari R2 = 100,70 ± 12,28. Rataan Body Condition Score (BCS) dengan perlakuan R0 = 3,00 ± 0,22, R1 = 3,15 ± 0,09, dan R2 = 3,10 ± 0,06. Kesimpulan penelitian ini suplementasi tepung rumput laut (Gracilaria sp.) dan mineral kromium organik dalam pakan domba efektif meningkatkan pertambahan bobot badan harian (pbbh), sehingga penggunaan pakan efisien, namun tidak meningkatkan Body Condition Score (BCS) | The study aims to determine the effect of seaweed dan organic chromium in sheep diet on average daily gain and body condition score.This study conducted on 9th March - 9th June, 2020, Gunung Tugel Farm, Banyumas and Animal Feed and Raw Material Laboratory, Animal Science Faculty of Jenderal Soedirman University. This study used 18 local sheep with the body average 17 ± 1,8 kg Which bought from animal market of Banyumas. The feed were fed twice in a day (as dry matter) consisted 43% field grass, 53% concentrate, 1,5% Indigofera, drinking water, 3,6 seaweed Meal (glaricia sp), organic chromiun 0,3 ppm. Concentrate was put into bucket, the forage was measured using a 60 kg capacity scale with an accuracy 0,05kg. Organic chromium was measured using an analytic scale with an accuracy 0,001 gr. This study used a completely randomized design with 3 treatments and 6 replications. R1 ( 43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal), R1 ( 43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal + 3,6 % seaweed ), R2 ( 43,5% field grass + 55% concentrate + 1,5% Indigofera meal, 3,6 % seaweed + 0,3 ppm organic chromium). The result showed that supplementation of seaweed (glaricia sp) and organic chromium had no significant effect (P>0,05) on average daily gain and body condition score. The means of average daily gain were R0 = 79,86 ± 13,86 gram/day/head, R1 = 90,71 ± 6,90, R2 = 100,70 ± 12,28. The means of Body Condition Score (BCS) were R0 = 3,00 ± 0,22, R1 = 3,15 ± 0,09, dan R2 = 3,10 ± 0,06. The conlusion of this study is seaweed and organic matter supplementatuon in sheep diet increase the average daily gain, therefore the feed was eeficient , however it did not increase bcs. | |
| 24589 | 27618 | I1C015094 | Analisis Persepsi Masyarakat terhadap Peran Apoteker pada Layanan Kefarmasian di Apotek Kecamatan Sokaraja, Baturraden, Sumbang, dan Kedungbanteng | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui general awareness, persepsi, harapan, dan pengalaman masyarakat terhadap peran apoteker pada layanan kefarmasian di Apotek Kecamatan Sokaraja, Baturraden, Sumbang, dan Kedungbanteng. Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel responden dengan accidental sampling kepada 110 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan analisis deskriptif dan kategorisasi berdasarkan nilai median. Hasil Penelitian diantaranya adalah masyarakat memiliki general awareness yang baik (65,45%), persepsi baik (63,64%), harapan yang baik (59,09%), dan pengalaman yang baik (50%). Hasil yang diperoleh cukup baik, namun apoteker perlu menggunakan atribut praktik apoteker di apotek untuk lebih memudahkan masyarakat mengenali apoteker. | Aims of this study to determine general awareness, perceptions, expectations, and experiences of general public towards role of pharmacists in pharmaceutical care in Pharmacy Region of Sokaraja, Baturraden, Sumbang, and Kedungbanteng. This research is a non-experimental research with cross sectional. Sampling respondents with accidental sampling to 110 respondents. Instrument of this research is questionnaire with descriptively analysis and categorization based on the median value. The results is the public having good general awareness (65.45%), good perception (63.64%), good expectations (59.09%), and good experience (50%). Pharmacists need to use attributes in pharmacy to make it easier for public to know pharmacists. | |
| 24590 | 27620 | F1C013031 | Makna Fashion Di Kalangan Anak Muda | Fashion Korea saat ini konsisten dan menjadi perhatian khusus di kalangan masyarakat salah satunya di Purwokerto, mereka mengikuti trend fashion dari Korea yang saat ini booming. Penelitian ini dilakukan di Purwokerto dengan fokus kajian pada anak muda yang tergabung pada Komunitas K-Pop Family Purwokerto (POPMI) berusia 17 sampai 22 tahun dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Metode analisis difokuskan pada penyajian data secara deskripsi melalui model interaktif. Hasil penelitian dapat ditarik tiga kesimpulan. Pertama, Fashion Korea yang dikenakan oleh anak muda dinilai sebagai sebuah upaya untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi dirinya. Anak muda merasakan kenyamanan ketika sudah menggunakan atribut Korea dengan segala pernak perniknya, terlebih lagi ketika mereka sudah berkumpul dan terlibat dalam kegiatan yang bernuansa Korea. Kedua, Fashion merupakan suatu cara bagi anak muda untuk menemukan jati diri dalam mengekspresikan cara berbusana mereka. Kiblat fashion yang ditiru merupakan fashion modern yang tren dikalangan anak muda Korea dan cocok digunakan dalam keseharian. Tetapi, tidak semua informan konsisten mengaplikasikan gaya fashion Korea di keseharian, kadang hanya menggunakannya pada kegiatan insidentil. Ketiga, Fashion merupakan elemen terpenting bagi anak muda saat ini, tentunya dengan memakai gaya berbusana yang tidak ketinggalan zaman. | Korean fashion is currently consistent and is a special concern among the people, one of them is in Purwokerto, they are following the fashion trend from Korea which is currently booming. This research was conducted in Purwokerto with a focus of study on young people who are members of the K-Pop Family Community Purwokerto (POPMI) aged 17 to 22 years with a descriptive qualitative approach. The informant selection technique in this research is purposive sampling technique. The analysis method is focused on presenting data in the description through an interactive model. The results of the study can be drawn three conclusions. First, Korean Fashion worn by young people is considered as an effort to fulfill her actualization needs. Young people feel comfortable when using Korean attributes with all their knick knacks, especially when they have gathered and are involved in activities that are nuanced in Korea. Second, Fashion is a way for young people to find their identity in expressing their dress code. The fashion mecca imitated is modern fashion that is a trend among young Korean people and is suitable for use in everyday life. However, not all informants consistently apply Korean fashion styles on a daily basis, sometimes only using them on incidental activities. Third, Fashion is the most important element for young people today, of course, by wearing a style of dress that is not out of date. | |
| 24591 | 27621 | J1D015041 | Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Eksplanasi Menggunakan Metode Mind Mapping dengan Bantuan Media Flashcard pada Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA N 1 Sokaraja | Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks ekspalanasi dan melihat perubahan perilaku belajar siswa menggunakan metode mind mapping dengan bantuan media flashcard. Penelitian ini terdiri dari prasiklus, siklus I, dan siklus II. Instumen penelitian yang digunakan ada dua, yaitu tes dan nontes. Instrumen tes, yaitu menulis teks eksplanasi sedangkan instrumen nontes berupa observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian berupa rata-rata nilai pada prasiklus, yaitu 60,58 dengan ketuntasan belajar 48,48%, siklus I meningkat menjadi 68,5 dengan ketuntasan belajar 70,58% dan siklus II meningkat lagi menjadi 76,5 dengan ketuntasan belajar 91,2%. Hasil tersebut menunjukkan pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan metode mind mapping dengan bantuan media flashcard dapat meningkatkan keterampilan menulis teks eksplanasi terbukti dari rata-rata nilai keterampilan menulis teks eksplanasi yang sudah memenuhi indikator keberhasilan penelitian. Perubahan perilaku belajar siswa menggunakan metode mind mapping dan media flashcard terlihat dari perubahan perilaku positif setiap siklusnya. Pada prasiklus siswa kurang antusias dan kurang aktif dalam pembelajaran. Namun, setelah dikenai tindakan siswa lebih aktif dan antusias dan pada siklus II siswa aktif dan berpartisipasi dalam pembelajaran. Kata kunci: teks eksplanasi, keterampilan menulis, metode mind mapping, media flashcard | The aims of the research is to improve writing skill in writing explanation text and observing the change of learning behavior students in using mind mapping method with flash card media. This research was conducted in three phases, these are pre-phase, phase 1, and phase II. Each phase consists of four stages these are planning, doing, observing, and reflexing. Instrument of the research has two ways; test and non-test. It is used for writing skill on student’s explanation text whereas nontest instrument is observation, questionnaire, interview, and documentation. The result of the research are average score of pre-phase is 60,58 with passing grade 48,48% then in phase 1 increasing to 68,5 with passing grade 70,58% and increasing significantly to 76,5 with passing grade 91,2% in phase II. Increasing average score from pre-phase to phase 1 is 8,08 and phase I to phase II is 8,0. The result indicates that learning explanation text using mind mapping method with flashcard media can improve explanation text writing skill. It can be seen from average score of explanation text writing skill that have raised the indicator of research. Student behavior change using mind mapping method with flashcard media can be seen from positive behavior change in each phase. In pre-phase students are less enthusiastic and active in learning process. However, after given action students are more active and enthusiastic in learning process, it has similarity in phase II that students are active in answering the questions and participate in learning process. Key words: mind mapping method, flashcard media, explanation text, writing skill | |
| 24592 | 27629 | F1D014048 | PERJUANGAN IKATAN DISABILITAS PURWOREJO (IDP) DALAM MENUNTUT PENGESAHAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH (RAPERDA) DISABILITAS DI KABUPATEN PURWOREJO | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, memahami, dan mendeskripsikan perjuangan Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) dalam menuntut pengesahan rancangan peraturan daerah (Raperda) disabilitas di Kabupaten Purworejo. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigma konstruktivisme, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa IDP telah melakukan sebuah gerakan sosial untuk mewujudkan perubahan berupa pengesahan perda disabilitas yang dapat mengubah stigma negatif masyarakat terhadap kaum disabilitas. Dalam upayanya, IDP menggunakan serangkaian strategi yaitu konsolidasi, framing, dan repertoire. Repertoire menjadi kekuatan gerakan IDP yang pantang menyerah dan rela melakukan berbagai macam cara agar Raperda tersebut dapat disahkan. IDP juga sangat terbantu dengan adanya kesadaran yang dimiliki penyandang disabilitas dan dukungan dari organisasi-organisasi mahasiswa dan masyarakat. Meski demikian, IDP mengalami hambatan berupa sumber daya manusia. Berdasarkan hal tersebut, IDP telah menjalankan sebuah gerakan sosial yang efektif dan efisien untuk mewujudkan perubahan, yakni pengesahan raperda disabilitas di Kabupaten Purworejo. | ABSTRACT This research-based paper aims at knowing, understanding, and describing the struggle of Ikatan Disabilitas Purworejo (IDP) in demanding the ratification draft about disability in Purworejo Regency. By using a qualitative method and phenomenology approach in the framework of the structuralist perspective and the constructivism paradigm, the result of the research reveals that IDP had been committed an social movement for realizing the change through ratifying the draft about disability which is could change the negative stigma of disability people in society. In their struggle, IDP has been using structural strategy that is consolidation, framing, and repertoire. Repertoire was the power of their movement which is never giving up and willing to doing anything for ratifying the disability draft. IDP was also very helped by the disability people’s consciousness and supported by college student organization and civil organization. Although it, IDP has getting barrier that is human resources. Based on that statements, IDP had been committed an effective and efficient social movement for realizing change, that is ratification draft about disability in Purworejo Regency. Keywords: IDP, struggle, ratification draft, disability group | |
| 24593 | 27647 | J1B015004 | Analisis Wacana Kritis Dakwah One Minute Booster Ustaz Hanan Attaki, Lc di Instagram | ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Analisis Wacana Kritis Dakwah One Minute Booster Ustaz Hanan Attaki, Lc di Instagram”. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah wacana dakwah One Minute Booster oleh Ustaz Hanan Attaki di Instagram. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak memiliki teknik dasar dan teknik lanjutan. Teknik dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sadap serta teknik lanjutannya adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis model van Dijk, penelitian ini meneliti data berdasarkan tiga dimensi yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Setelah dianalisis, data selanjutnya disajikan secara informal. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa struktur teks dakwah One Minute Booster Ustaz Hanan Attaki di Instagram terdiri dari tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Sementara itu, berdasarkan kognisi sosial terdiri dari skema person, skema diri, skema peran, dan skema peristiwa. Terakhir, berdasarkan konteks sosial terdiri dari kekuasaan dan akses. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arah dakwah One Minute Booster oleh Ustaz Hanan Attaki di Instagram adalah untuk mengajak dan memotivasi umat Islam khususnya para kaum milenial agar tidak pantang menyerah dalam berhijrah dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan Al-Quran dan Hadis. | ABSTRACT This study is entitled “An Analysis of Critical Discource Analysis One Minute Booster by Ustaz Hanan Attaki, Lc on Instagram”. Descriptive qualitative method was adopted in this research. The data analyzed in this research was lecturing idea One Minute Booster by Ustaz Hanan Attaki on Instagram. The data was collected through observation. Basic technique and advanced technique were involved in this observation technique. Conversation observation technique and writing technique were used in this basic technique. The analysis method using in this research was Critical Discource Analysis (CDA) model of Van Dijk. This research analyzed data based on three dimensions namely text structure, social cognition, and social context. The next step was serve the data in informal. The result showed that the text structure in One Minute Booster by Ustaz Hanan Attaki on Instagram was consist of thematic, schematic, semantic, syntactic, stylistic, and rhetorical. Meanwhile, based on social cognition, it is consist of person schemes, self schemes, role schemes, and event schemes. And the last was based on social context, it consisted of power and access. As of the general result, this research showed that One Minute Booster lecturing by Ustaz Hanan Attaki on Instagram was to attract and motivate Muslims particularly millennial society not to give up in migrating and reforming to become a better individual as accord to Al-Quran and Hadiths. | |
| 24594 | 27655 | L1C015019 | PENDUGAAN KONSENTRASI TOTAL SUSPENDED SOLID BERDASARKAN CITRA SATELIT SENTINEL 2A DI MUARA SUNGAI SERAYU DAN MUARA SUNGAI DONAN CILACAP | Penelitian ini berjudul “Pendugaan Konsentrasi Total Suspended Solid Berdasarkan Citra Satelit Sentinel 2A Di Muara Sungai Serayu Dan Muara Donan Cilacap”. Total Suspended Solid (TSS) adalah partikel-partikel yang tersuspensi dalam air, berupa komponen biotik (fitoplankton, zooplankton, bakteri, fungi), ataupun komponen abiotik (detritus dan partikel-partikel anorganik) yang masuk ke perairan. Keberadaannya dapat dideteksi oleh sensor satelit yang berkaitan dengan nilai digital number atau spektral. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan nilai digital number dengan konsentrasi TSS in-situ dan mengetahui perubahan konsentrasinya secara temporal. Metode yang digunakan adalah metode survei pengambilan data secara acak berdasarkan dari data primer konsentrasi TSS in-situ dan data sekunder dari citra satelit. Hasil penelitian menunjukan nilai digital number (DN) satelit Sentinel 2A memiliki hubungan kuat dengan nilai TSS in-situ. Nilai korelasi pada Muara Sungai Serayu sebesar 0,62822 dan pada Muara Sungai Donan 0,6997. Perubahan konsentrasi dari 29 September 2017, 2 Agustus 2018 dan 5 Agustus 2019 mengalami peningkatan dan penurunan, yang tertinggi pada perairan Muara Sungai Serayu terjadi pada 5 Agustus 2019 dengan kisaran 181 – 500 mg/L, sedangkan pada Muara Sungai Donan yang paling tinggi terjadi pada 5 Agustus 2019 dengan kisaran antara 100 - 150 mg/L. | This study is entitled "The Estimation of Total concentration Suspended Solid based on Sentinel satellite imagery 2A at the estuary of Serayu River and Teluk Penyu Beach". Total Suspended Solid (TSS) is suspended particles in water which formed by a biotic component (phytoplankton, zooplankton, bacteria, fungi), or abiotic component (detritus and inorganic particles) that enter the water. Its existence can be detected by satellite sensors related to digital number or spectral values. The purpose of this study was to know the relationship between value of digital number with the concentration of TSS in situ and to know the alteration of its concentration temporally. The method used is a survey method of data collection by random sampling based on TSS in-situ concentration data and secondary data from satellite imagery. The results showed that the digital number (DN) of Sentinel 2A satellite has strong relationship with the TSS value in situ. The correlation value of Serayu estuary is 0.62822 and at the Donan estuary is 0.6997. The change in concentration from 29 September 2017, 2 August 2018 and 5 August 2019 increased and decreased, the highest in the waters of Serayu estuary occurred on August 5, 2019 with a range of 181 – 500 mg/L, while at the most high Donan estuary occurred on 5 August 2019 with a range of between 100-150 mg/L. | |
| 24595 | 27619 | I1C015081 | Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Anak Penderita Diare Infeksi Bakteri di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PELNI Jakarta Barat | Tingginya prevalensi penyakit diare infeksi bakteri pada anak menyebabkan penggunaan antibiotik meningkat. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memicu terjadinya resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi pola pemberian antibiotik, kuantitas penggunaan antibiotik dan kualitas penggunaan antibiotik pada pasien anak diare infeksi bakteri di rumah sakit tersebut. Penelitian observasional ini menggunakan 100 rekam medik secara kuantitatif menggunakan metode DDD 100 patient days dan kualitatif menggunakan kriteria gyssens, dengan metode purposive sampling. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan terdapat 4 jenis antibiotik yang digunakan dengan total nilai DDD 100 patient days sebesar 33,74. Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson dengan nilai DDD 100 patient days sebesar 22,94 (54%) dengan rute pemberian intravena sebesar 65%. Hasil evaluasi kualitatif yang masuk kriteria gyssens yaitu kategori 0 (60%). Presentase tersebut sudah cukup baik dari tahun sebelumnya, sehingga evaluasi peresepan antibiotik pada anak penderita diare infeksi bakteri di instalasi rawat inap Rumah Sakit PELNI Jakarta Barat mengalami peningkatan sehingga semakin baik. | Ohe high prevalence of diarrheal disease in bacterial infections in children causes increased use of antibiotics. Inappropriate use of antibiotics can trigger resistance. This study aims to determine and evaluate the pattern of antibiotic administration, the quantity of antibiotic use and the quality of antibiotic use in pediatric patients with bacterial infection diarrhea in the hospital. This observational study used 100 quantitative medical records using 100 patient days DDD method and qualitatively using Gyssens criteria, with purposive sampling method. Quantitative evaluation results show that there are 4 types of antibiotics used with a total DDD value of 100 patient days of 33.74. The most widely used antibiotic is ceftriaxone with a DDD value of 100 patient days of 22.94 (54%) with an intravenous route of 65%. The results of qualitative evaluations that fall into the Gyssens criteria are category 0 (60%). The percentage was quite good from the previous year, so the evaluation of antibiotic prescribing in children suffering from bacterial infection diarrhea in the inpatient installation of PELNI Hospital in West Jakarta has increased so that it is getting better. | |
| 24596 | 28705 | F1F016030 | ANALISIS PENGARUH ONE CHINA POLICY DALAM UPAYA KERJA SAMA SISTER CITY KOTA BOGOR – TAINAN (2016-2019) | Penelitian yang berjudul “Analisis Pengaruh One China Policy dalam Upaya Kerjasama Sister City Kota Bogor – Tainan (2016-2019)” merupakan penelitian yang diawali dengan membahas sejarah One China Policy atau Kebijakan Satu Cina, guna mengetahui latar belakang berdirinya Taiwan dari hasil perang sipil antara Partai Kuomintang dan Partai Komunis Cina, yang kemudian membuat Republik Rakyat Cina mendorong komunitas internasional, termasuk Indonesia dalam menekan eksistensi Taiwan. Kebijakan One China Policy tersebut kemudian dianalisis pengaruhnya terhadap kerjasama luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah daerah terhadap pemerintah daerah setingkat (non-central government) di Taiwan. Berdasarkan analisis penelitian yang dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang didukung wawancara langsung, serta menggunakan teori peran dan konsep paradiplomasi, ditunjukan bahwa kebijakan one china policy yang dikeluarkan Cina tidak hanya berdampak pada kebijakan di level pemerintah pusat saja, melainkan berdampak juga di tingkat pemerintah daerah, yaitu Pemerintah Kota Bogor. Faktor sebagian peraturan luar negeri pemerintah daerah yang masih bersumber pada kebijakan yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, menjadi faktor kunci gagalnya upaya kerjasama Government to Government (G2G) antara Kota Bogor dan Kota Tainan dalam bentuk sister city, mengingat kepatuhan Indonesia terhadap Cina dalam menjaga hubungan antara Indonesia dan Taiwan bersifat informal. Sehingga kedua kota hanya bisa melakukan kerja sama dalam bentuk informal seperti kerjasama kebudayaan, People to People (P2P) atau Business to Business (B2B) saja. | The study entitled "Analysis of the Influence of One China Policy in the City of Bogor - Tainan Sister City Collaboration Efforts (2016-2019)" is a study that began by discussing the history of One China Policy, to find out the background of Taiwan's establishment from the results of the civil war between the Kuomintang Party and the China Communis Party, which then made the People's Republic of China encourages the international community, including Indonesia in suppressing of Taiwan existence. The one china policy was then analyzed for its influence on foreign cooperation undertaken by regional governments level in Taiwan. Based on the analysis of research conducted with qualitative descriptive methods supported by direct- interviews, and using role theory and paradiplomacy concepts, it was shown that the One China Policy issued by China not only had an impact on policies at the central government level, but also at the regional government level, namely the Bogor City Government. The reason of some regional government foreign regulations which still originates from policies implemented by the central government, is a key reason in the failure of the Government to Government (G2G) cooperation efforts between Bogor City and Tainan City in the form of sister cities, given Indonesia's compliance with China in maintaining relations between Indonesia and Taiwan informal. So that the two cities can only do informal cooperation such as cultural cooperation, People toPeople (P2P) or Business to Business (B2B) only. | |
| 24597 | 27623 | F1J014030 | PEMAKNAAN PEMAKNAAN PADA TANKA DALAM NOVEL KOTO NO HA NO NIWA KARYA MAKOTO SHINKAI (SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) | Penelitian ini berjudul Pemaknaan pada tanka dalam novel Koto No Ha No Niwa karya Makoto Shinkai (semiotika Roland Barthes)”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna denotatif, konotatif dan mitos dalam tanka yang terdapat pada novel Koto No Ha No Niwa karya Makoto Shinkai dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Data yang digunakan berupa tanka dan parafrase tanka dalam novel Koto No Ha No Niwa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengalisis novel untuk mendapatkan makna denotatif, konotatif dan mitos pada tanka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi kepustakaan. Analisis dilakukan terhadap 3(tiga) bab novel yang didalamnya terdapat 3(tiga) tanka dan 3(tiga) paraphrase Tanka. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 15(empat belas) baris makna denotatif , 14(empat belas) makna konotatif namun hanya 3(tiga) makna mitos yang ditemukan di sebagian potongan tanka. | This research titled “Denotative, connotative and Myth meaning on tanka in Garden of Words novel by Makoto Shinkai (Roland Barthes Semiotic Approach)”. This research aims to interpret denotative, connotative and myth meaning of tanka through semiotic theory by Roland Barthes. The data used in this research are presented in form of tanka and tanka’s paraphrase that found in this novel. Descriptive Qualitative method is preferred as the main method to analyze meanings of the tanka. Technique of data collection in this research is through literature study. The researcher analyze 3 data that formed in tanka. Based on result of analysis, the researcher finds (15) denotative meaning, (14) connotative meaning and (3) myth meaning. | |
| 24598 | 27624 | L1C015022 | STUDI FITOPLANKTON YANG BERPOTENSI SEBAGAI HABS DI PLAWANGAN TIMUR, SEGARA ANAKAN CILACAP | Penelitian ini berjudul “ Studi fitoplankton yang berpotensi sebagai HABs di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap” Segara Anakan secara geografis terletak pada ordinat 7°35’22’’–7°47’37’’ LS dan 108°45’11’’–109°02’54” BT. Segara Anakan terhubung dengan Samudera Hindia melalui dua kanal, salah satunya kanal timur (Plawangan Timur). Plawangan Timur sebagai muara Kembang Kuning, Sapuregel dan Donan. DAS di pengaruhi faktor alami dan antropogenik. Kedua aktifitas tersebut dikhawatirkan berpengaruh pada perairan berupa akumulasi zat hara berlebih (eutrofikasi). Selanjutnya berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton dan klorofil-a, dan dikhawatirkan menyebabkan fitoplankton bloom (HABs). Tujuan penelitian adalah mengetahui kelimpahan, jenis fitoplankton HABs, konsentrasi klorofil-a, nitrat dan fosfat, serta hubungan kelimpahan fitoplankton HABs dengan klorofil-a, nitrat dan fosfat. Metode yang digunakan metode survey dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukan kelimpahan fitoplankton terbanyak dari divisio Chrysophyta. Jenis fitoplankton HABs yang di temukan Chaetosceros sp. , Coscinodiscus sp. , Pseudo-nitzschia sp. , Rhizosolenia sp. , Ceratium sp. , Peridinium sp. dan Protoperidinium sp. Konsentrasi klorofil-a tergolong kategori oligotrofik , konsentrasi nitrat fosfat dalam kondisi optimal. Kelimpahan fitoplankton yang berpotensi sebagai HABs dengan klorofil-a, memiliki hubungan yang bebanding lurus, sedangkan dengan nitrat dan fosfat memilik hubungan berbanding terbalik. | This research entitled " study of Phytoplankton which has the potential as HABs in Plawangan Timur, Segara Anakan Cilacap" Segara Anakan is geographically located at ordinate 7 ° 35'22 '' - 7 ° 47'37 '' LS and 108 ° 45'11 '' - 109 ° 02'54 "BT. Segara Anakan is connected with Indian Ocean through two canals, one of which is the eastern canal (Plawangan Timur). Plawangan Timur as estuary of Kembang Kuning, Sapuregel and Donan. Watershed influenced by natural and anthropogenic factors. Both activities are feared to have an effect on waters in the form of excess nutrient accumulation (eutrophication). Furthermore, it affects the abundance of phytoplankton and chlorophyll-a, and it is feared to cause phytoplankton bloom (HABs). The purpose of this study was to determine the abundance, types of phytoplankton HABs, concentrations of chlorophyll-a, nitrates and phosphates, as well as the relationship of abundance of phytoplankton HABs with chlorophyll-a, nitrates and phosphates. The method used survey method with purposive random sampling technique. The results showed the most abundance of phytoplankton from Chrysophyta divisio. The type of phytoplankton HABs found in Chaetosceros sp. , Coscinodiscus sp. , Pseudo-nitzschia sp. , Rhizosolenia sp. , Ceratium sp. , Peridinium sp. and Protoperidinium sp. Chlorophyll-a concentrations are classified as oligotrophic, nitrate phosphate concentrations under optimal conditions. The abundance of phytoplankton that has the potential as HABs with chlorophyll-a, has an inversely proportional relationship, whereas with nitrate and phosphate there is an inverse relationship. | |
| 24599 | 28974 | L1C016010 | PENGARUH INDIAN OCEAN DIPOLE MODE (IODM) TERHADAP KARAKTERISTIK DAN STABILITAS MASSA AIR DI PERAIRAN SELATAN JAWA | Perairan selatan Jawa memiliki variabilitas massa air yang tinggi, karena mendapatkan pengaruh dari Samudera Hindia serta pengaruh dari beberapa fenomena interaksi laut-atmosfer. Salah satu fenomena yang mempengaruhi perairan tersebut adalah Indian Ocean Dipole Mode (IODM), yang berpotensi mempengaruhi massa air di permukaan, namun sedikit penelitian yang menjelaskan pengaruh IODM terhadap karakteristik dan kestabilan massa air berdasarkan stratifikasinya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui karakteristik massa air, kestabilan massa air berdasarkan nilai Brunt-Vaisala Frequency (BVF), serta pengaruh IODM terhadap karakteristik dan kestabilan massa air pada tahun 2015-2016. Sumber data merupakan hasil keluaran Hybrid Coordinate Ocean Model, dengan data pendukung berupa indeks dipole mode. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dan metode analisis statistik dengan regresi sederhana. Hasil penelitian terdapat empat jenis massa air, yaitu Bengal Bay Water (BBW), Indian Equatorial Water (IEW), Indonesian Upper Water (IUW), South Indian Central Water (SICW). Kestabilan massa air berada pada lapisan termoklin, di mana nilai BVF lebih tinggi dibandingkan pada lapisan campuran dan lapisan dalam. Shear tidak berpengaruh terhadap ketidakstabilan massa air pada lapisan dalam karena sebaran nilai shear pada lapisan tersebut relatif kecil. Ketidakstabilan massa air pada kedalaman kurang dari 50 m diduga karena adanya pengaruh mixing angin. Pengaruh IODM terhadap karakteristik massa air lebih mempengaruhi lapisan campuran, sedangkan pengaruh IODM terhadap kestabilan massa air lebih berpengaruh pada lapisan dalam. | South Java Sea has a hight variability of water mass, due to the influence of Indian Ocean and the sea-atmosphere interaction phenomenon. One of the many phenomena is Indian Ocean Dipole Mode (IODM), which has been influencing to the surface water masses, but there was a bit research that explained the influence of IODM on the characteristics and stability of water masses based on their stratification. The purpose of this research was to determined the characteristics of water mass, stability based on Brunt-Vaisala Frequency (BVF) values, and the influence of IODM on water mass characteristics and stability in 2015-2016. The HYbrid Coordinate Ocean Model data, with supported by dipole mode were used in this research. The descriptive and statistical analyzed method with simple regression were used to analyze the data. The results showed, there were four types of water mass, Bengal Bay Water (BBW), Indian Equatorial Water (IEW), Indonesian Upper Water (IUW), South Indian Central Water (SICW). Water mass stability in the thermocline layer, where the BVF value was higher than mix layer and the deep layer. Shear does not influence of the water mass instability in deep layer because of shear values in the layer was relatively small. The instability of water masses at depths of less than 50 m was thought because the influence of wind mixing. The influence of IODM on water mass characteristics more influences the mix layer, while the influence of IODM on water mass stability had more influence at the deep layer. | |
| 24600 | 27626 | I1C015060 | Uji Efek Antiinflamasi Kombinasi Ekstrak Etanol Rimpang Kunyit (Curcuma longa) dan Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga) pada Tikus yang Diinduksi Karagenan | Penggunaan obat antiinflamasi jangka waktu lama dapat menimbulkan efek samping yang serius, sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Rimpang kunyit dan lengkuas memiliki potensi sebagai antiinflamasi, tetapi aktivitas antiinflamasi kombinasi ekstrak belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antiinflamasi kombinasi ekstrak etanol rimpang kunyit dan lengkuas pada tikus yang diinduksi karagenan. Uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode rat hit paw udema dan motility score. Penelitian dilakukan dengan 25 ekor hewan uji yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Tween 1%), kontrol positif (Na-diklofenak 4,5 mg/kgBB), ekstrak etanol tunggal kunyit (500 mg/kgBB), ekstrak etanol tunggal lengkuas (500 mg/kgBB), dan ekstrak kombinasi (250:250 mg/kgBB). Analisis data menggunakan uji ANOVA dan uji LSD. Analisis statistik menunjukkan bahwa kelompok kontrol positif tidak berbeda bermakna dengan kelompok kombinasi (p>0,05), namun berbeda bermakna dengan kelompok ekstrak tunggal (p<0,05). Berdasarkan hasil % DAI dan motility score, ekstrak etanol kombinasi rimpang kunyit dan lengkuas memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih baik daripada ekstrak tunggalnya dan setara dengan Na-diklofenak. | The administration of anti-inflammatory drugs in the long term cause severe side effects, so that alternatives are needed from natural ingredients. C.longa and A.galanga have the potential as an anti-inflammatory, but the activity combination of the two extracts is unknown. The purpose of this study was to determine the anti-inflammatory effects of a combination of C.longa and A.galanga ethanol extracts in carrageenan-induced rats. Antiinflammatory activity test use the rat hit paw udema method and motility test. The study was conducted with 25 test animals divided into 5 treatment groups, negative control (Tween 1%), positive control (Na-diclofenac 4.5 mg/kgBB), single ethanol extract of C.longa (500 mg/kgBB), single ethanol extract of A.galanga (500 mg/kg), and combination extract (250: 250 mg/kg). Data analyzed by ANOVA and LSD test. Statistical analysis showed that the positive control group was not significantly different from the combination extract group (p>0.05), but it was significantly different from the single extract group (p<0.05). Based on the results of % DAI and motility score, the ethanol extract of the combination of C.longa and A.galanga e has better anti-inflammatory activity than its single extract and is equivalent to a positive control that is Na-diklofenak. |