Artikelilmiahs
Menampilkan 24.541-24.560 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24541 | 28911 | G1H014043 | Hubungan Aktivitas Fisik Dan Asupan Makanan Dengan Status Gizi Penari Sanggar Tari Putra Bongas Banyumas | Latar Belakang: Penari adalah seseorang yang dapat menguasai dan memadukan 3 unsur pokok tari yaitu wiraga (gerakan), wirama (irama), dan wirasa (isi/rasa) menjadi suatu kesatuan yang utuh (Haryono, 2012). Menari meruakan aktivitas fisik berat perlu memperhatikan asupan gizi yang dikonsumsi cukup. Asupan gizi yang seimbang tidak hanya untuk mencegah terjadinya kelelahan dan cedera namun juga menunjang kesehatan fisik penari salah satunya perubahan status gizi. Metode Penelitian: Penilitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 30 orang Penari di Sanggar Seni Putra Bongas Banyumas yang ditentukan dengan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner PAQ-A dan Recall 2 x 24 Jam. Hasil: Dari penelitian ini di dapatkan 70% penari memiliki status gizi normal, 40% penari memiliki aktivitas fisik tinggi, dan 70% memiiki asupan makanan cukup. Pada penelitian ini ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi penari di Sanggar Seni Putra Bongas dan tidak ada hubungan antara asupan makanan dengan status gizi penari di Sanggar Seni Putra Bongas. Kesimpulan: Pada penelitian ini ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi penari di Sanggar Seni Putra Bongas dan tidak ada hubungan antara asupan makanan dengan status gizi penari di Sanggar Seni Putra Bongas. | Background: dancer is a person that control and combine three dance element movement, rhythm, and feeling. Dancing is a strenuous activity so that need to pay attention to eat adequate food intake. Adequate food intake isn’t just for prevent from fatigue and injury but for health support especially the change of nutritional status Method: This study was a observational study using cross-sectional design. This study involve with 30 dancers of putra bongas art studio which determine by purposive sampling methode. The instrument used for this study was PAQ-A questionnaire and recall 2 x 24 hours. Result: The result in ths study 70% dancers hasve normal nutritional status, 40% dancers have strenuous activity and 70% dancers have moderate food intake. there is correlation about physical activity with nutritional status in putra bongas art studio and there is no correlation about food intake with nutritional status in putra bongas art studio. Conclusion: In this study there is correlation about physical activity with nutritional status in putra bongas art studio and there is no correlation about food intake with nutritional status in putra bongas art studio. | |
| 24542 | 27578 | A1D015161 | RESPON FISIOLOGI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA TRICHODERMA DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK SINTETIK | Penelitian bertujuan untuk, 1) mengetahui pengaruh dosis pupuk hayati mikoriza Trichoderma terhadap fisiologi tanaman bawang merah, 2) mengetahui pengurangan dosis pupuk sintetik N,P,K yang memberikan respon optimal terhadap fisiologi tanaman bawang merah, 3) mengetahui bagaimana interaksi antara pupuk hayati mikoriza-Trichoderma sp. dan pengurangan dosis pupuk sintetik N,P,K terhadap fisiologi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei 2019 sampai bulan Juli 2019 di Desa Patikraja, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian UNSOED. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk hayati mikoriza-Trichoderma yang terdiri dari dosis, 10 g, 30 g, dan 50 g tanaman-1. Faktor kedua yaitu pengurangan dosis pupuk sintetik N,P,K 0%, 25% dan 50%. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, kehijauan daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, laju pertumbuhan, kerapatan stomata, bobot akar segar dan bobot akar kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan mikoriza-Trichoderma sp dengan dosis 50 g per tanaman dapat meningkatkan 33% bobot tanaman segar dibandingkan dosis 30 g per tanaman. Pengurangan dosis pupuk sintetik N,P,K 50% dapat meningkatkan bobot tanaman segar sebesar 30% dan luas daun sebesar 63% dibandingkan pengurangan dosis sintetik N,P,K 0%, kehijauan daun sebesar 20% dan jumlah daun 17% dibandingkan pengurangan dosis sintetik N,P,K 25%. Tanpa pengurangan dosis pupuk sintetik N,P,K dapat meningkatkan tinggi tanaman sebesar 5% dibandingkan pengurangan dosis sintetik N,P,K 50%. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan mikoriza-Trichoderma sp dengan pengurangan dosis pupuk sintetik N,P,K terhadap seluruh variabel fisiologi tanaman bawang merah. | The research aims to, 1) determine the effect of Trichoderma mycorrhizal dose of biological fertilizer on the physiology of shallot plants, 2) find out the reduction in the dose of synthetic N,P,P fertilizers that still provide an optimal response to the physiology of shallot plants, 3) find out how the interaction between mycorrhizal-Trichoderma sp. and reducing the dose of synthetic N,P,P fertilizers to the physiology of shallot plants. This research conducted from May 2019 until July 2019 in Patikraja Village, Patikraja District, Banyumas Regency and the Agronomy and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, UNSOED, Purwokerto. The experimental design used was a Complete Randomized Block Design with two factors. The first factor is the dose of mycorrhizal Trichoderma (M) biological fertilizer 10 g, 30 g, and 50 g. The second factor is the reduction in the dose of synthetic N,P,P 0%, 25% and 50%. The variables observed in this study include plant height, number of leaves, leaf area, leaf greanness, fresh plant weight, dry plant weight, growth rate, stomata density, fresh root weight, and dry root weight. The results showed that mycorrhizal-Trichoderma sp treatment with a dose of 50 g per plant can increase 33% fresh plant weight compared to dose of 30 g per plant. Reduction the dose of synthetic fertilizer N, P, K 50% could increased the weight of fresh plants by 30% and leaf area by 63% compared to reduction the synthetic dose of N, P, K 0%, leaf greenness by 20% and the number of leaves 17% compared to a reduction in the synthetic dose of N, P, K 25%. Without reduction the dose of synthetic fertilizer N, P, K could increased plant height by 5% compared to reduction the synthetic dose of N, P, K by 50%. There was no interaction between mycorrhizal-Trichoderma sp. treatment with the reduction of synthetic N, P, K fertilizer doses on all physiology variables of shallot plants. | |
| 24543 | 27580 | E1A013114 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN (Studi Putusan Pengadilan Negeri Banyumas Nomor : 34/Pid.B/2017/PN.Bms) | ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENADAHAN (Studi Putusan Nomor 34/Pid.B/2017/PN.Bms) Oleh: SULISTYO ADHY NUGROHO E1A013114 Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana merupakan bagian yang sangat penting dalam rangkaian acara di persidangan. Hal ini sangat perlu untuk menciptakan putusan yang proporsional dan mendekati rasa keadilan, baik dari segi pelaku tindak pidana, korban tindak pidana, maupun masyarakat. Untuk itu sebelum menjatuhkan sanksi pidana, hakim melakukan tindakan untuk menelaah terlebih dahulu tentang kebenaran peristiwa tindak pidana dengan melihat bukti-bukti fakta dipersidangan. Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian pada Putusan Nomor 34/Pid.B/2017PN.Bms, dasar hukum majelis hakim dalam menjatuhkan putusan perkara Nomor 34/Pid.B/2017/PN.Bms adalah telah terpenuhinya unsur-unsur tindak pidana penadahan yang dirumuskan dalam Pasal 480 ayat 1 KUHP, dan 2 (dua) alat bukti yang dihadirkan dalam persidangan yaitu keterangan saksi dan keterangan terdakwa sebagai alat bukti yang sah, penerapan hukum dalam putusan perkara nomor 34/Pid.B/2017/PN Bms oleh penuntut umum sudah tepat, penggunaan dakwaan tunggal dan Pasal 480 ayat 1 (satu) KUHP dinilai sudah tepat karena perbuatan terdakwa hanya merujuk kepada satu perbuatan saja yaitu penadahan dan tindak pidana penadahan yang dilakukan oleh terdakwa sesuai dengan rumusan Pasal 480 ayat 1 (satu) KUHP. Namun, penuntut umum dalam perkara ini hanya memberikan tuntutan selama 1 (satu) tahun penjara dan pidana penjara yang dijatuhkan majelis hakim relatif lebih ringan daripada tuntutan penuntut umum dinilai ringan untuk bisa memberikan efek jera bagi pelaku tindak pidana penadahan. | ABSTRACT JUDICIAL REVIEW OF CRIMINAL OFFENCE (Study of Decision Number 34 / Pid.B / 2017 / PN.Bms) By: SULISTYO ADHY NUGROHO E1A013114 Judges consideration in imposing a crime is a main concern in part of events at the court. It is very necessary to make a proportional decision and close to a sense of justice, wether in terms of the perpetrators of crime, victims of criminal acts, and or in the community. For this reason, prior to imposing criminal sanctions, the judge should analyze true of event and the evidence in the court. The research was conducted by using normative juridical method with descriptive analytical research. This study was used secondary data by obtaining literature review. Based on the results of research on Decision Number 34 / Pid.B / 2017PN.Bms, the legal basis of the judge on decision Number 34 / Pid.B / 2017 / PN.Bms is the fulfillment of the elements of criminal offense as formulated in Article 480 Paragraph 1 of the Criminal Code, and 2 (two) pieces of evidence presented at the trial, namely the witness' statement and the defendant's statement as legal evidence, but the application of the law in case decision number 34 / Pid.B / 2017 / PN Bms by the public prosecutor is correct , the use of a single indictment and Article 480 paragraph 1 (one) of the Criminal Code is considered appropriate because the defendant's actions only refer to one act, namely detention and criminal offense committed by the defendant in accordance with the formulation of Article 480 paragraph 1 (one) of the Criminal Code. However, the public prosecutor in this case only gave charges for 1 (one) year imprisonment and imprisonment sentenced by the judges was relatively lighter than the demands of the public prosecutor considered minor to be able to provide a deterrent effect for perpetrators of criminal offenses. | |
| 24544 | 27517 | F1A015066 | PERSEPSI MASYARAKAT MENGENAI STATUS JANDA DI KABUPATEN CILACAP | Status janda merupakan sebuah status yang diberikan masyarakat kepada seorang wanita yang pernah menikah kemudian menjadi lajang kembali. Dimasyarakat, wanita dengan status janda seringkali digambarkan dengan stereotipe negatif seperti wanita “genit”, seksi, “menggoda” dan lain sebagainya. Citra atau label negatif tersebut bisa tercipta karena berbagai faktor, bisa dari penampilan dan perilaku wanita tersebut atau lingkungan yang tidak mendukung. Sayangnya, banyak masyarakat menganggap jika image buruk tersebut berlaku pada setiap wanita yang berstatus janda, padahal terdapat seorang wanita yang sedang berjuang untuk menghidupi anaknya tanpa seorang suami. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kualitatif Deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan persepsi masyarakat terhadap status seorang janda dari berbagai kalangan masyarakat di Desa Ketanggung, Sampang, Cilacap. Berdasarkan penelitian ini menunjukkan jika masyarakat Desa Ketanggung cenderung sudah mengalami perubahan persepsi kearah yang lebih positif dalam menyikapi status tersebut. | Widow is a status given by society to woman who has been married and then becomes single again. In society, women with widow status are often depicted with negative stereotypes such as "flirty", sexy, "seductive" women and etc. The negative image or label can be created due to various factors, it can be from the appearance and behavior of the woman or the environment that is not supportive. Unfortunately, many people assume that if the bad image applies to every woman who is widowed, even though there is a woman who is struggling to support her child without her husband. This research uses descriptive qualitative research method. This study aims to describe and explain the community's perception of the status of a widow from various community groups in the Ketanggung village, Sampang, Cilacap. Based on this research shows that the people of Ketanggung Village have tended to experience a change of perception towards a more positive attitude towards this status. | |
| 24545 | 28505 | I1D015031 | HUBUNGAN RASA, AROMA, SUHU MAKANAN DAN GANGGUAN GASTROINTESTINAL TERHADAP SISA MAKANAN PASIEN RAWAT INAP KELAS II DAN III DI RS AN-NISA KOTA TANGERANG | Latar Belakang: Evaluasi makanan suatu pelayanan gizi di rumah sakit dapat dilihat dari sisa makanan pasien. Standar pelayanan minimal rumah sakit mensyaratkan bahwa sisa makanan pasien tidak boleh lebih dari 20%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasa, aroma, suhu makanan, gangguang gastrointestinal dengan sisa makanan pasien rawat inap kelas II dan III di RS An-Nisa Kota Tangerang. Metode: Desain Penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 32 pasien terpilih secara purposive sampling. Pengumpulan data meliputi penimbangan sisa makanan dan wawancara rasa, aroma, suhu makanan, gangguan gastrointestinal, dan sisa makanan. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan (p < 0,05) antara rasa makanan pokok, rasa lauk hewani, rasa lauk nabati, dan rasa sayur, dan aroma lauk nabati terhadap sisa makanan. Terdapat hubungan (p < 0,05) antara gangguan gastrointestinal dengan sisa makanan pokok, sisa lauk hewani, dan sisa lauk nabati dengan sisa makanan. Tidak terdapat hubungan (p > 0,05) antara aroma makanan pokok, lauk hewani, aroma sayur, suhu makanan pokok, suhu lauk hewani, suhu lauk nabati, dan suhu sayur terhadap sisa makanan. Tidak terdapat hubungan (p > 0,05) antara gangguan gastrointestinal dengan sisa lauk sayur dengan sisa makanan. Kesimpulan: Sisa Makanan di RS An-Nisa Kota Tangerang masih tergolong banyak (> 20%). Sisa makanan paling banyak menurut jenis makanannya adalah lauk nabati (62,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara rasa makanan dan aroma pada lauk nabati terhadap sisa makanan. Terdapat hubungan anatara gangguan gastrointestinal dengan sisa makanan pokok, lauk hewani, dan lauk nabati. Kata Kunci: Aroma, Gangguan Gastrointestinal, Rasa, Sisa Makanan, Suhu. | Background: Food evaluation in a hospital can be seen from patient’s food waste. Minimum standard of hospitals require that foods waste of patient is not more than 20%. The aim of this study was to analyze the association between food taste, aroma, temperature and gastrointestinal disorder with food waste among class II and class III inpatients in An-Nisa Hospital, Tangerang. Methodology: The study was using cross-sectional design with 32 samples were obtained by purposive sampling technique. Data of food waste were obtained by food weighing and interview with questioners for patient’s perception of food taste, aroma, temperature and gastrointestinal disorder. The data were analyzed by using chi-square test. Result: There is a relationship (p < 0,05) between food taste and the aroma of vegetable side dish with food waste. There is a relationship (p < 0,05) between gastrointestinal disorder with food waste of staple food, animal side dish, and vegetable side dish. There is no relationship (p > 0,05) between the aroma of staple food, the aroma of animal side dish, and the tempertature of foods with food waste. There is no relationship (p > 0,05) between gastrointestinal disorder with food waste of vegetable. Conclusion: The food waste in An-Nisa Hospital is classified as many (> 20%). The most food waste according to the type of food is vegetable side dish (62,5%). There is a significant relationship between food taste and the aroma of vegetable side dish with food waste. There is a relationship between gastrointestinal disorder with food waste of staple food, animal side dish, and vegetable side dish. Keywords: aroma, gastrointestinal disorder, taste, food waste, temperature. | |
| 24546 | 28829 | I1C016008 | Isolasi Senyawa Turunan Triterpenoid dari Kulit Batang Chisocheton pentandrus | Senyawa triterpenoid merupakan golongan senyawa yang paling banyak ditemukan dalam tanaman genus Chisocheton. Penelitian isolasi senyawa golongan triterpenoid dari C. pentandrus dari Sukabumi belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa turunan triterpenoid dari fraksi kloroform kulit batang C. pentandrus yang berasal dari Sukabumi. Isolasi dilakukan dengan dua tahap yaitu pertama, isolasi senyawa triterpenoid dari kulit batang C. pentandrus dengan proses ekstraksi, fraksinasi, dan pemisahan serta pemurnian menggunakan kromatografi kolom. Kedua, karakterisasi senyawa isolat yang telah diperoleh menggunakan spektroskopi 1H-NMR. Spektrum 1H-NMR dari isolat menampilkan 16 sinyal utama pada geseran kimia 5,61 (s, 1H); 3,90 (s, 1H); 2,50 (s, 2H); 2,32 (s, 1H); 2,22 (s, 2H); 2,16 (s, 1H); 2,14 (s, 1H); 1,62 (s, 2H); 1,54 (s, 2H); 1,47 (s, 1H); 1,44 (s, 1H); 1,35 (s, 3H); 1,08 (s, 3H); 1,03 (s, 3H); 0,92 (s, 6H); dan 0,76 (s, 3H). Senyawa metabolit sekunder yang berhasil diisolasi dari fraksi kloroform kulit batang Chisocheton pentandrus merupakan senyawa kimia golongan triterpenoid. | Triterpenoid compounds are the most commonly found in genus Chisocheton. Isolation of triterpenoid compounds from C. pentandrus from Sukabumi has never been done. This study aims to isolate triterpenoid compounds from chloroform fraction of C. pentandrus stembarks from Sukabumi. Isolation of triterpenoid compounds conducted in two steps. First, extraction, fractination, separation, and purification using column chromatography. Second, characterization of triterpenoid compounds using spectroscopy 1H-NMR. In the 1H-NMR spectra, 16 main signals were obtained at 5,61 (s, 1H); 3,90 (s, 1H); 2,50 (s, 2H); 2,32 (s, 1H); 2,22 (s, 2H); 2,16 (s, 1H); 2,14 (s, 1H); 1,62 (s, 2H); 1,54 (s, 2H); 1,47 (s, 1H); 1,44 (s, 1H); 1,35 (s, 3H); 1,08 (s, 3H); 1,03 (s, 3H); 0,92 (s, 6H); and 0,76 (s, 3H). Secondary metabolite compounds that succesfully isolated from chloroform fraction of Chisocheton pentandrus stembarks is a triterpenoid. | |
| 24547 | 27582 | F1A015077 | Perspektif Orangtua Terhadap Motivasi Puteranya Menjadi Pekerja Migran (Studi Kasus di Dusun Palumbungan Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas) | INTISARI Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pekerja migran yg berasal dari Kecamatan Gumelar. Menjadi pekerja migran sudah tidak asing lagi di khalayak masyarakat luas. Migrasi dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu tempat ke tempat lain yang melewati batas administratif (migrasi internal), dan melewati batas politik atau negara (migrasi internasional). Banyak faktor pendorong yang menyebabkan adanya migrasi adalah di daerah tersebut sudah tidak tersedia sumber daya yang memadai untuk memberikan jaminan kehidupan bagi penduduknya. Sedangkan faktor penarik individu tersebut melakukan migrasi adalah upah yang didapat di daerah asal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk menggambarkan persepsi orang tua dari buruh migran laki-terhadap keputusan bekerja di luar negeri. Subjek dari penelitian ini adalah para orangtua dari anak laki-laki yang menjadi pekerja migran di luar negeri. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik purposive sampling dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah faktor ekonomi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak laki-laki tersebut menjadi pekerja migran. Keterbatasan lapangan pekerjaan di Desa Gumelar Dusun Palumbungan juga menjadi andil faktor anak laki-laki tersebut bekerja di luar negeri. Pengambilan keputusan masing2 dari orangtua juga memiliki andil, di mana para orangtua menyetujui anaknya menjadi pekerja migran. Faktor ekonomi yang menjadi faktor utama anak laki2 tersebut menjadi pekerja migran dapat dijabarkan untuk merenovasi rumah, membuka usaha di desa, serta untuk modal nikah. | ABSTRACT Over the past few years, the number of migrant worker is getting in the rise from Gumelar district. Being a migrant worker is somehow commonly recognized by the society. Migration may be necessarily defined as the movement of people from one place to another with the intentions of settling, permanently or temporarily at a new location (geographic region). The movement is often over long distances and from one country to another, but internal migration is also possible; indeed, this is the dominant form globally. People may migrate as individuals, in family units or in large groups. However, the factors that create demand of migration may vary, such as push factor and pull factor. The pull factor is migrant workers used to live in substandard, unsanitary, and dilapidated housing, and often are lack of medical care. While the push factor is the wage they have earned from their origin. The author proposes to use qualitative research method in order to describe the perception among male migrant workers’ parent on their decision to work overseas. The subject of this research is the parents of male migrant workers going abroad. Data are mainly collected through observation, interview, and documentation with the technique of purposive sampling. The result shows that financial circumstance is the main factor that creates the condition of male migrant workers. Followed by lack of employment opportunity, it becomes the second factor, which exists in the Grumbul Palumbungan village, Gumelar district. The decision created among the parents also plays an important role to authorize their son in becoming a migrant worker. The economic factor can be further explained to reconstruct their houses, build their own business in the village, and even pre-marriage capital. | |
| 24548 | 27583 | A1F015029 | OPTIMASI SUHU DAN LAMA PROSES PENGUAPAN PADA PEMBUATAN KONSENTRAT DAUN KECOMBRANG (Etlingera elatior) | Penggunaan pengawet sintetis pada bahan makanan di Indonesia menjadi suatu permasalahan yang dihadapi oleh semua pihak, baik pemerintah, konsumen maupun produsen. Penggunaan pengawet kimia sintetis masih dalam kontroversi dalam jenis maupun dosis yamg digunakan, terutama oleh industri kecil, industri rumah tangga, dan industri menengah pengolah pangan. Salah satu bahan alami yang memiliki potensi sebagai pengawet alami adalah tanaman kecombrang. Daun kecombrang (Etlingera elatior) diketahui memiliki senyawa bioaktif meliputi polifenol, alkaloid, dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: 1) pengaruh suhu penguapan terhadap karakteristik fisikokimia konsentrat dari daun kecombrang, 2) pengaruh lama penguapan terhadap karakteristik fisikokimia konsentrat dari daun kecombrang, 3) kombinasi perlakuan terbaik penggunaan suhu dan lama penguapan terhadap karakteristik konsentrat dari daun kecombrang. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan program Design Expert v10. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Central Composit Design (CCD) dengan dua faktor uji, diperoleh 13 formulasi perlakuan. Faktor yang dicobakan pada penelitian ini yaitu suhu dan lama evaporasi. Suhu terdiri atas tiga taraf yaitu 50oC, 55oC, dan 60oC, serta lama evaporasi terdiri atas tiga taraf yaitu 2; 2,5; dan 3 jam. Variabel yang diamati adalah variabel kualitatif dan kuantitatif. Variabel kualitatif yang diamati yaitu fenol, flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, glikosida, dan variabel kuantitatif yang diamati yaitu total fenol, flavonoid, dan viskositas. Formula optimum yang direkomendasikan dilakukan verifikasi dan validasi menggunakan uji t-test independent. Formula optimum ekstrak kental daun kecombrang berdasarkan respons nilai viskositas, kadar fenol dan kadar flavonoid dengan suhu 60oC, waktu 3 jam. Verifikasi dan validasi dari hasil produk formula optimum menunjukkan nilai respons viskositas 2,28 , kadar fenol 1420,736 (mg TAE/100 g), dan kadar flavonoid 152,958 (mg QE/100 g). | The use food synthetic preservatives in Indonesia is problem faced by everybody. The use of synthetic chemical preservatives is a problem that is still ini controversy in the type and dosage used, especially by small industries, home industries, and medium food processing industries. One of the narutal ingredients that has potential as a natural preservative is the kecombrang plant. Kecombrang leaves (Etlingera elatior) are known to have bioactive compounds; including polyphenols, alkaloids, and flavonoids. The purposes of this research are to study: 1) the effect of evaporation temperature on physicochemical characteristics of kecombrang leaves concentrate, 2) the effect of evaporation time on physicochemical characteristics of kecombrang leaves concentrate, 3) the best combination of treatment using temperature and evaporation time on physicochemical characteristics of kecombrang leaves concentrate. The research uses the Response Surface Methodology (RSM) method with the Design Expert v10. The experimental design used was Central Composite Design (CCD) with two test factors, obtained 13 treatment formulations. The factors thar were tried in this research are the temperature and the evaporation time. The temperature consists of three levels; 50°C, 55°C, and 60°C, and the evaporation time consists of three levels; 2; 2.5; and 3 hours. The observed variables are qualitative and quantitative variables. The qualitative variables observed were phenol, flavonoids, alkaloids, steroid, tannin, saponin, glycosides, and the quantitative variables observed were phenol content, flavonoids, and viscosity. The optimum formula that is recommended verified and validated using an independet t-test. The optimum formula kecombrang leaves concentrate is based on the response of viscosity, phenol content, and flavonoids content with a temperature of 60°C, within 3 hours. Verification and validation of the optimum formula product result direct viscosity response value of 2.28, phenol levels of 1420.736 (mg TAE/100 g), and flavonoid levels of 152.958 (mg QE/100 g). | |
| 24549 | 27584 | A1F015069 | OPTIMASI SUHU DAN LAMA PENGUAPAN PADA PEMBUATAN KONSENTRAT BATANG KECOMBRANG (Etlingera elatior) | Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang telah lama dikenal dan dimanfaatkan karena kandungan senyawa-senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan. Hampir semua bagian kecombrang dapat dimanfaatkan, salah satunya adalah batang kecombrang. Batang kecombrang berpotensi sebagai senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan dan antimikroba yang berpotensi mempertahankan mutu produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari: 1) pengaruh variasi suhu penguapan terhadap karakteristik konsentrat batang kecombrang, 2) pengaruh variasi lama penguapan terhadap karakteristik konsentrat batang kecombrang, 3) interaksi perlakuan terbaik penggunaan variasi suhu dan lama penguapan terhadap karakteristik konsentrat batang kecombrang. Penelitian ini menggunakan metode Response surface methodology (RSM) degan program design expert v10. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Central Composite Design (CCD) dengan dua faktor uji, didapatkan 13 formulasi perlakuan. Faktor yang dicobakan adalah suhu dengan taraf 50oC, 55oC, dan 60oC, dan lama penguapan dengan taraf 2, 2,5, dan 3 jam. Variabel yang diamati yaitu kualitatif (fenol, flavonoid, saponin, alkaloid, tannin, glikosida, titerpenoid) dan kuantitatif (total fenol, total flavonoid, dan viskositas). Formula optimum yang direkomendasikan dilakukan verifikasi dan validasi menggunakan uji t-test independent. Formula optimum konsentrat batang kecombrang berdasarkan respons nilai viskositas, kadar fenol dan kadar flavonoid dengan suhu 58oC, waktu 3 jam. Verifikasi dan validasi dari hasil produk formula optimum menunjukkan nilai respons viskositas sebesar 1,565 cP, kadar fenol sebesar 1463,327 (mg TAE/100 g), dan kadar flavonoid sebesar 190,261 (mg QE/100 g). | Kecombrang (Etlingera elatior) is a type of herbs plant that has long been known and utilized because of the content of bioactive compounds that have antibacterial and antioxidant activity. Almost all parts of kecombrang can be utilized; one of which is the stem. Kecombrang stem has the potential as a bioactive compound that functions as an antioxidant and antimicrobial which has potential to maintain the quality of food products. The purposes of this research are to study: 1) the effect of evaporation temperature variations on the characteristics of kecombrang stem concentrate, 2) the effect of variations in evaporation time on the characteristics of kecombrang stem concentrate, 3) the best treatment interaction is the use of temperature variations and the evaporation time on the characteristics of kecombrang stem concentrates. The research uses the Response Surface Methodology (RSM) method with the Design Expert v10. The experimental design used was Central Composite Design (CCD) with two test factors, obtained 13 treatment formulations. The factors that were tested were temperature with a level of 50oC, 55oC, and 60oC, and the duration of evaporation with a level of 2, 2.5, and 3 hours. The observed variables were qualitative (phenol, flavonoid, saponin, alkaloid, tannin, glycoside, titerpenoid) and quantitative (total phenol, total flavonoid, and viscosity). The optimum formula that is recommended is verified and validated using an independent t-test. Verification and validation of the optimum formula product result direct viscosity response value of 1.565 cP, phenol levels of 1463.327 (mgTAE/100 g), and flavonoid levels of 190.261 (mgQE/100 g). | |
| 24550 | 27162 | K1C015048 | INTERPRETASI 3D STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DAERAH “X” PROVINSI BANTEN BERDASARKAN ANALISIS SPEKTRAL DATA GAYABERAT | Secara garis besar Daerah “X” memiliki struktur geologi yaitu berupa daerah lipatan yang terdapat di kawasan dataran tinggi pegunungan. Penelitian gayaberat telah dilakukan di Daerah “X” dengan tujuan untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan berdasarkan analisis FHD (First Horizontal Derrivative), SVD (Second Vertical Derrivative) dan pemodelan 3D Inverse Modeling pada peta anomali residual daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daerah penelitian memiliki nilai Anomali Bouguer Lengkap antara 140,1 mGal sampai 189,8 mGal dengan pola anomali tinggi terkonsentrasi pada arah Barat dan Timur bagian selatan daerah penelitian. Sementara sebaran anomali bouguer daerah rendah terkonsentrasi ke arah Utara daerah penelitian. Hasil analisis derivative pada peta anomali residual menunjukkan adanya jenis patahan turun sepanjang lintasan A-A’ dan B-B’, sedangkan inversi 3D pada peta anomali residual menunjukkan nilai densitas rendah berkisar 0,38 g/cm3 – 1,16 g/cm3, nilai densitas sedang berkisar 1,16 g/cm3 – 1,39 g/cm3 dan nilai densitas tinggi berkisar 1,39 g/cm3 – 2,57 g/cm3. | In general,“X” area has a geological structure that is in the form of a folding area found in the highlands of the mountains. The study of gravity was conducted in the “X” area with the aim to know the subsurface geological structures based on FHD (First Horizontal Derivative), SVD (Second Vertical Derivative) and 3D Inverse Modeling on the residual anomaly maps of the study area. The results showed that the research area has Bouguer Anomaly value ranged from 140,1 mGal to 189,8 mGal with the high anomaly at the west and east side of the research area. The results of the SVD and FHD analysis indicated the presence of a Normal Fault on the A-A’ and B-B’ cross-section, The results of the 3 D subsurface modeling on the residual anomaly maps showed the low density value is ranged from 0,38 g/cm3 – 1,16 g/cm3, the middle density value is ranged from 1,16 g/cm3 – 1,39 g/cm3 and the high density value is ranged from 1,39 g/cm3 – 2,57 g/cm3 | |
| 24551 | 27585 | A1F015014 | APLIKASI EDIBLE COATING DENGAN PENAMBAHAN KONSENTRAT BATANG SERAI DAPUR SEBAGAI BAHAN PENGAWET ALAMI UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU STROBERI (Fragaria sp ) SELAMA PENYIMPANAN1 | ABSTRAK Stroberi merupakan produk hortikultura non klimakterik yang mudah mengalami kerusakan karena umur simpan yang singkat. Salah satu usaha penanganan pascapanen untuk mempertahankan mutu stroberi yaitu dengan cara penyalutan stroberi dengan edible coating (EC) yang ditambahkan konsentrat batang serai dapur. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mempelajari pengaruh penambahan konsentrat batang serai dapur (KBSD) pada edible coating terhadap mutu stroberi, 2) Mempelajari pengaruh variasi suhu penyimpanan terhadap mutu stroberi, 3) Mempelajari kombinasi perlakuan terbaik dengan menggunakan Uji Indeks Efektivitas. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti terdiri atas 2 yaitu; KBSD (K) dengan 4 taraf yaitu; 0% (K0), 1% (K1), 2% (K2), 3% (K3); suhu penyimpanan (S) dengan 2 taraf yaitu; suhu ruang 28,1oC (S1), suhu rendah 5oC (S2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Meningkatnya KBSD dapat menurunkan tingkat kekerasan, tingkat kecerahan (L*), 2) Suhu penyimpanan dalam suhu ruang maupun suhu rendah dapat meningkatkan susut bobot, menurunkan tingkat kekerasan, tingkat kecerahan (L*), kadar vitamin C dan total padatan terlarut serta meningkatkan total mikroba. Penyimpanan suhu rendah dengan nilai (y=0,11x) mampu mempertahankan mutu stroberi dibanding dengan penyimpanan suhu ruang dengan nilai (y=0,16x), 3) Kombinasi perlakuan terbaik dengan menggunakan Uji Indeks Efektivitas didapatkan dari perlakuan KBSD 1% yang disimpan pada suhu rendah (K1S2) produknya memiliki karakteristik; susut bobot 4,78%, tingkat kekerasan buah 3,013 N, tingkat kecerahan warna (L*) 17,25, kadar vitamin C 3,57 mg/100 g, total asam tertitrasi 3,25%, total padatan terlarut 6,2oBrix, total mikroba 3,22x102 CFU/g, kenampakan tidak berjamur (skor 5 dari 5), warna merah (skor 3 dari 5), tekstur keras (skor 5 dari 5), aroma stroberi khas (skor 4 dari 5), aroma ekstrak serai tidak khas (skor 1 dari 5), kesukaan suka (skor 4 dari 5). Secara keseluruhan penambahan KBSD pada edible coating mampu menghambat pertumbuhan mikroba terhadap stroberi. | Strawberry is one of non-climacteric horticultural product which is susceptible of spoilage because of its short shelf life. One of the post-harvest handling efforts to maintain the quality of strawberry is by coating strawberry with edible coating (EC) with Lemongrass Stem Concentrate (LSC) addition. This research aimed to 1) Study effect of LSC on edible coating on the quality of strawberry, 2) Study effect of storage temperature variations on the quality of strawberry, 3) Study the best combination of treatment using an Effectiveness Index Test. This research is an experimental research, with completely randomized design (CRD). Factors studied consisted of; LSC (K) of; 0% (K0), 1% (K1), 2% (K2), 3% (K3); storage temperature (S) of; room temperature 28.1oC (S1), low temperature 5oC (S2). Results of the study showed that 1) The increase in LSC added EC will decrease on firmness level and color brightness (L*) level of coated strawberry, 2) Increase storage temperature in both room temperature and low temperature storage will increases weight loss, decreases brightness level (L *), vitamin C level and total dissolved solid (TDS), and increases total microbes of coated strawberry. Storage at low temperature is capable to maintain quality of strawberry with value (y=0,11x) compare to that’s at room temperature with value (y=0,16x), 3) The best combination treatment using the Effectiveness Index Test was obtained from treatment of 1% LSC stored at low temperature (K1S2);the product has characteristics of; weight loss of 4.78%, firmness level of 3.013 N, color brightness level of (L*) 17.25, vitamin C level of 3,57 mg / 100 g, total titrated acid (TTA) of 3.25%, total dissolved solid (TDS) of 6.2oBrix, total microbe of 3.22x102 CFU / g, non-moldy appearance (score 5 of 5), red in color (score 3 of 5), hard texture (score 5 of 5), typical strawberry aroma (score 4 of 5), no lemongrass aroma (score 1 of 5), Prefered by panelist (score 4 of 5). Adding of KBSD on edible coating inhibit microbial growth | |
| 24552 | 27590 | J1D015026 | Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Metode Mind Mapping dengan Bantuan Media Video Pada Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 1 Karanglewas | Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks berita setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode mind mapping dengan bantuan media video pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Karanglewas dan mendeskripsikan perubahan perilaku belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Karanglewas setelah mengikuti pembelajaran menulis teks berita menggunakan metode mind mapping dengan bantuan media video. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menerapkan tiga siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap yaitu, perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Karanglewas. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes dan nontes. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Teknik kuantitatif digunakan untuk mengetahui hasil tes menulis teks berita siswa, sedangkan teknik kualitatif digunakan untuk mengetahui hasil nontes berupa perubahan perilaku belajar siswa. Berdasarkan hasil tes, keterampilan menulis teks berita siswa mengalami peningkatan yang dapat dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh pada setiap siklusnya. Pada prasiklus, nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 61, siklus I nilai rata-rata diperoleh sebesar 71,34, dan siklus II nilai rata-rata yang diperoleh mencapai 82,94. Selain itu, berdasarkan hasil nontes yang berupa observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi juga menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar siswa ke arah yang lebih baik. Siswa menjadi lebih tertarik dan antusias mengikuti pembelajaran, siswa lebih memperhatikan penjelasan dari guru, dan siswa menjadi lebih bersungguh-sungguh dalam menulis teks berita. | This class action research aims to describe the improvement of news text writing skills after participating in learning using the mind mapping method with the help of video media for grade VIII B students at SMP Negeri 1 Karanglewas and describing changes in student learning behavior in class VIII B at SMP Negeri 1 Karanglewas after participating in text writing learning. news using the mind mapping method with the help of video media. The research design used in this study is a classroom action research design (CAR) by applying three cycles. Each cycle consists of four stages, namely, planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were students of class VIII B, SMP Negeri 1 Karanglewas. Data collection techniques used were test and non-test techniques. Data analysis techniques in this study used quantitative and qualitative techniques. Quantitative techniques are used to determine test results for writing student news texts, while qualitative techniques are used to find out the results of non-test in the form of changes in student learning behavior. Based on the results of the test, the students' news text writing skills have increased which can be seen from the average value obtained in each cycle. In pre-cycle, the average value obtained was 61, the first cycle the average value obtained was 71.34, and the second cycle the average value obtained was 82.94. In addition, based on the results of the test in the form of observation, questionnaires, interviews, and documentation also showed a change in student learning behavior towards a better direction. In pre-cycle, students look less enthusiastic in participating in learning, students pay less attention to explanations from the teacher, and students do not really write news texts. Then, in the first cycle and the second cycle experienced changes in behavior for the better, namely students become more interested and enthusiastic about learning, students pay more attention to explanations from the teacher, and students become more serious in writing news texts. | |
| 24553 | 27586 | F1F015015 | PERAN ASEAN TOURISM FORUM (ATF) TERHADAP PENINGKATAN PARIWISATA INDONESIA TAHUN 2016-2018 | Abstrak Penelitian yang berjudul “Peran Asean Tourism Forum (ATF) terhadap Peningkatan Pariwisata Indonesia Tahun 2016-2018” ini diteliti berdasarkan teori Neoliberal Institusional. Fokus penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana peran Asean Tourism Forum (ATF) dalam membantu untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia. Terdapat dua poin utama yang akan dilihat, yaitu peran Asean Tourism Forum (ATF) bagi pariwisata Indonesia dan peningkatan pariwisata di Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh, peran Asean Tourism Forum (ATF) dapat dilihat melalui agenda-agenda yang dilaksanakan di dalam ATF, dan peningkatan pariwisata Indonesia yang dapat dilihat dari peningkatan di berbagai sektor pariwisata di Indonesia selama tahun 2016-2018. | Abstract The study, entitled "The Role of the Asean Tourism Forum (ATF) on Increasing Tourism of Indonesia in 2016-2018" was examined based on Institutional Neoliberal theory. The focus of this research is to look at the role of the Asean Tourism Forum (ATF) in helping to improve the tourism in Indonesia. There are two main points in this research, that are the role of the Asean Tourism Forum (ATF) for tourism in Indonesia and increasing tourism in Indonesia. Based on the data, the role of the Asean Tourism Forum (ATF) can be seen through the agendas carried out in the ATF, and the increase of Tourism in Indonesia can be seen from improvements in many sectors of Tourism in Indonesia during 2016-2018. | |
| 24554 | 27588 | H1G013027 | PENGARUH ENDOSULFAN TERHADAP EKSPRESI GEN sGnRH PADA IKAN NILEM (Osteochilus hasseltii C. V.) JANTAN | Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh endosulfan terhadap aktifitas hipotalamus ikan nilem (Osteochilus hasselti C.V), mengetahui pengaruh endosulfan terhadap ekspresi sGnRH pada ikan nilem dan mengetahui konsentrasi dan waktu pemaparan endosulfan yang dapat mengganggu ekspresi gen sGnRH pada ikan nilem. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2017 di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Laboratorium Molekuler Fakultas Biologi dan Laboratorium Riset, Universitas Jenderal Soedirman. Digunakan metode eksperimental dengan RAL dengan 4 konsentrasi endosulfan (ppb): 0; 0,88; 1,76 dan 2,64. Tiap perlakuan terdiri dari 50 ekor ikan jantan. Selama 30 hari perlakuan, sampel ikan diambil tiap 2 minggu sekali dengan 3 ekor setiap perlakuan. Data dianalisis dengan deskripsi komparatif, One Way Anova dan uji BNT. Hasil penelitian menunjukan pengaruh paparan endosulfan terhadap nilai ekspresi sGnRH ikan nilem tidak signifikan (P>0,05). Pemberian perlakuan senyawa endosulfan pada ikan nilem seharusnya dilakukan dengan waktu yang lebih lama untuk dapat mengetahui pengaruh endosulfan terhadap nilai ekspresi gen sGnRH. | This research aims to evaluate the effect of endosulfan on the hard-lipped barb (Osteochilus hasselti C.V) hypothalamus activity, determine the effect of endosulfan on sGnRH expression in hard-lipped barb and determine the concentration and exposure duration of endosulfan which can interfere sGnRH gene expression in hard-lipped barb. The study was conducted in May 2017 at the Laboratory of Fisheries and Marine Sciences Faculty, the Molecular Laboratory of Biology Faculty and Research Laboratory, Jenderal Soedirman University. The method was experimental with CRD with 4 endosulfan concentrations (ppb): 0; 0.88; 1.76 and 2.64. Each treatment consisted of 50 male fishes. During 30 days of treatment, fish samples were taken every 2 weeks with 3 fish per treatment. Data were analyzed with a comparative description, One Way Anova and LSD test. The results showed the effect of endosulfan exposure was not significant (P> 0.05) towards the value of sGnRH expression of the hard-lipped barb. Endosulfan treatment should be done in a longer time to be able to determine the effect of endosulfan on the value of the sGnRH gene expression. | |
| 24555 | 27589 | I1E015037 | HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TANGAN, OTOT PERUT DAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KEMAMPUAN SMASH PADA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMPN 5 PURWOKERTO | Abstrak HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT TANGAN, OTOT PERUT DAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KEMAMPUAN SMASH PADA SISWAPUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI SMPN 5 PURWOKERTO Alif Nurrrohman Latar Belakang: Smash merupakan salah satu teknik dasar yang ada di permainan bola voli, yang membutuhkan kekuatan otot tangan, otot perut dan otot punggung sebagai salah satu faktor pendukung untuk meningkatkan kemampuan smash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tangan, otot perut dan otot punggung dengan kemampuan smash pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMPN 5 Purwokerto. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional. Penelitian korelasional yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kedua variabel atau beberapa variabel. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data menggunakan tes, dan pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kekuatan otot tangan, kekuatan otot perut dan kekuatan otot punggung dengan kemampuan smash siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMPN 5 Purwokerto dengan jumlah 20 siswa. Hasil Penelitian: Hasil uji korelasi pearson product moment kekuatan otot tangan dengan smash menunjukan bahwa nilai signifikan ( p 0,000 < α 0,05) menyatakan bahwa ada hubungan antara kekuatan otot tangan dengan kemampuan smash . Hasil uji korelasi pearson product moment kekuatan otot perut dengan smash menunjukan bahwa nilai signifikan (p 0,000 < α 0,05) sehingga menyatakan bahwa ada hubungan antara kekuatan otot perut dengan kemampuan smash . Hasil uji korelasi pearson product moment kekuatan otot punggung dengan smash menunjukan bahwa nilai signifikan (p 0,000 < α 0,05) sehingga menyatakan bahwa ada hubungan antara kekuatan otot punggung dengan kemampuan smash. Hasil uji korelasi ganda kekuatan otot tangan, kekuatan otot perut, kekuatan otot punggung dengan smash menunjukan bahwa nilai signifikan (p 0,017 < α 0,05) sehingga menyatakan bahwa ada hubungan antara kekuatan otot tangan, kekuatan otot perut, kekuatan otot punggung dengan kemampuan smash . Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kekuatan otot tangan, otot perut dan otot punggung dengan kemampuan smash pada siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMPN 5 Purwokerto. Kata Kunci: Kekuatan otot tangan, kekuatan otot perut, kekuatan otot punggung, Smash, Ekstrakurikuler Bola voli. | Abstract CORELLATION BETWEEN THE STRENGTH OF HAND MUSCLE, ABDOMINAL MUSCLE AND BACK MUSCLE WITH THE SMASH ABILITY OF MALE STUDENTS IN VOLLEYBALL EXTRACURRICULAR AT SMPN 5 PURWOKERTO Alif Nurrrohman Background: Smash is one of the basic techniques in volleyball, which requires the strength of the hand muscles, abdominal muscles and back muscles as one of the supporting factors to improve the ability of smashes. The purpose of this sresearch is to determine the correlation between hand muscle strength, abdominal muscles and back muscles with the smash ability of male students in volleyball extracurricular at SMPN 5 Purwokerto. Research Methods: This research uses correlational research. Correlational research is research conducted to determine whether there is a correltion between the two variables or several variables. The method used is a survey method with data collection techniques using tests, and measurements. This research aims to determine whether there is a correlation between hand muscle strength, abdominal muscle strength and back muscle strength with the smash ability of male students in volleyball extracurricular at SMPN 5 Purwokerto with a total of 20 students. Research Results: Pearson product moment correlation test of hand muscle strength with a smash shows that a significant value (p 0,000 <α 0.05) states that there is a correlation between hand muscle strength and the smash ability. Pearson product moment correlation test results abdominal muscle strength with a smash shows that a significant value (p 0,000 <α 0.05) so it states that there is a correlation between abdominal muscle strength and the ability to smash. Pearson product moment correlation test results with back muscle strength with a smash shows that a significant value (p 0,000 <α 0.05), it states that there is a correlation between back muscle strength and the ability to smash. The results of the multiple correlation test of hand muscle strength, abdominal muscle strength, back muscle strength with a smash show that a significant value (p 0.017 <α 0.05), thus states that there is a correlation between hand muscle strength, abdominal muscle strength, back muscle strength and smash ability . Conclusion: There is a correlation between the strength of hand muscles, abdominal muscles and back muscles with the smash ability of male students in volleyball extracurricular at SMPN 5 Purwokerto. Keywords: Hand muscle strength, abdominal muscle strength, back muscle strength, Smash, Volleyball Extracurricular. | |
| 24556 | 27587 | J1D015019 | Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative, Integrated, Reading, And Composition (CIRC) dengan Bantuan Media Gambar pada Siswa Kelas VIII C SMP Negeri 4 Purwokerto | ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan judul “Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Berita Menggunakan Model Pembelajaran Cooperative, Integreted, Reading, and Composition (CIRC) Dengan Bantuan Media Gambar” yang dilaksanakan pada kelas VIII C SMP Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam pembelajaran menulis teks berita menggunakan model pembelajaran cooperative, integreted, reading, and composition (CIRC) dengan bantuan media gambar dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa. Dalam pelaksanaannya penelitian ini dilakukan dengan dua siklus. Hasil penelitian ini berdasarkan pada hasil tes dan nontes pada siklus I dan siklus II. Hasil tes berdasarkan nilai yang dicapai siswa dalam menulis teks berita dan hasil nontes berdasarkan observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi foto. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif untuk hasil tes dan teknik kualitatif untuk hasil nontes. Hasil tes yang diperoleh pada siklus I yaitu dengan nilai rata-rata 80,17 sedangkan nilai rata-rata tes yang diperoleh pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,58 atau dengan persentase 10,7% sehingga nilai rata-rata yang diperoleh adalah 88,75. Berdasarkan data yang diperoleh model pembelajaran dan media yang digunakan dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa dan perubahan perilaku siswa kearah yang lebih positif pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 4 Purwokerto. Oleh karena itu pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif dalam meningkatan keterampilan menulis teks berita siswa. | This research is a classroom action research entitled “Improving Writing News Text Skill Using Cooperative, Integrated, Reading, and Composition (CIRC) Learning Model with The Help of Pictures as A Media which was held in grade VIII C SMP Negeri 4 Purwokerto. This research was conducted to improve students’ skill in writing news text using learning model cooperative learning models, integrated, reading, and composition (CIRC) with the help of pictures as a media and describe changes in student behavior. In its implementation, this research was conducted in two cycles. The results of this research are based on test and non-test in every cycle. The results of test are based on students’ scores in writing news text and the results of non-test are based on observation, questionnaire, interview, and photo documentation. This study was using qualitative technique for collecting test data and using quantitative technique for collecting non-test data. The result in the first cycle is 80.17 in the average score while the result in the second cycle increases by 8.58 or by 10.7% so the average score is 88, 75. Based on data, the use of learning model and media can improve students’ writing skill and can lead students’ behaviors be more positive in grade VIII C SMP Negeri 4 Purwokerto. Therefore, this study can be used as an alternative for improving students’ skills in writing news text. | |
| 24557 | 28704 | E1A015053 | KEDUDUKAN DAN KEPENTINGAN ORGANISASI LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA DALAM SENGKETA TATA USAHA NEGARA (STUDI KOMPARASI PUTUSAN NOMOR: 2/G/LH/2018/PTUN.DPS. DAN NOMOR: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kedudukan dan kepentingan organisasi lingkungan hidup dalam sengketa tata usaha negara dan mengetahui pertimbangan hukum hakim yang menolak gugatan organisasi lingkungan hidup Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam sengketa tata usaha negara lingkungan hidup berdasarkan putusan Nomor: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statue Approach). Kemudian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang selanjutnya dianalisis dengan metode analisis normatif kualitatif. Adapun penyajian data ini disajikan dalam bentuk teks deskriptif naratif yang disusun secara sistematis sebagai suatu kesatuan yang utuh. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa organisasi lingkungan hidup Indonesia dalam putusan Nomor: 2/G/LH/2018/PTUN.DPS. dan Nomor: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN yaitu Perkumpulan Masyarakat Indonesia Pencinta Lingkungan dan Perdamaian (Greenpeace) dan WALHI secara kimulatif memiliki full legal capacity dari organisasi lingkungan hidup sebagai mana termuat dalam Pasal 92 Ayat 3 Undang-Undang 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH), secara konkrit menunjukan peran kedua organisasi lingkungan hidup sebagai penunjang bagi pengelolaan lingkungan hidup. Pertimbangan hukum hakim yang menolak gugatan organisasi lingkungan hidup WALHI pada putusan Nomor: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN berdasar pada Pasal 53 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara juncto Pasal 92, Pasal 93, Pasal 1 Ayat 32 dan Ayat 25 UUPPLH yang dikaitkan dengan Pasal 3 Ayat 1 Huruf c Anggaran Dasar Yayasan WALHI, terdapat cukup alasan hukum bagi WALHI untuk menyatakan dirinya “merasa dirugikan secara langsung” dengan terbitnya objek sengketa sebagaimana Pasal 53 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas UU PERATUN. | This study aims to determine standing and interest of the environmental organization in state administrative disputes and to find out the legal considerations of judges who reject the lawsuit of environmental organizations Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) in environmental state administrative disputes based on decree Number: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN. The research method that used in this study is a normative juridical method with the statutory approach method (Statue Approach). Then the data used in this study is secondary data with data collection through library studies which are then analyzed by qualitative normative analysis methods. The presentation of this data is presented in the form of narrative descriptive texts that are arranged systematically as a unity. Based on the results of the study, it can be concluded that the Indonesian environmental organization based on decree Number: 2/G/LH/2018/PTUN.DPS. and Number: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN, that is Perkumpulan Masyarakat Indonesia Pencinta Lingkungan dan Perdamaian (Greenpeace) and WALHI has a cumulative full legal capacity of environmental organizations as contained in Article 92 Section 3 of Act Number 32 of 2009 Concerning Environmental Protection and Management (UUPPLH), concretely shows the role of the two environmental organizations as a support for environmental management. Legal considerations of judges who reject WALHI's environmental organization standing on decree Number: 110/G/LH/2018/PTUN-MDN based on Article 53 Section 1 of Act Number 5 of 1986 concerning Administrative Court in conjunction with Article 92, Article 93, Article 1 Section 32 and Section 25 UUPPLH related to Article 3 Section 1 Letter c of the Articles of Association of the WALHI Foundation, there are sufficient legal reasons for WALHI to declare itself "feeling directly disadvantaged" by the issuance of the dispute object as Article 53 Section 1 of Act Number 9 of 2004 concerning Amendments of PERATUN’s Act. | |
| 24558 | 27591 | F1D014024 | RELASI LEMBAGA ADAT BONOKELING DAN PEMERINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN PEMERINTAHAN DI DESA PEKUNCEN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan mengenai bagaimana relasi lembaga adat Bonokeling dan pemerintah desa dalam pengelolaan pemerintahan Desa Pekuncen di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas; mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor kontekstual yang mendukung dan menghambat relasi lembaga adat Bonokeling dan pemerintah desa dalam pengelolaan pemerintahan Desa Pekuncen di Kecamatan Jatilawang Kabupaten Banyumas. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus dalam bingkai perspektif strukturalis dan paradigm kontruktivisme, hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa, pertama, hubungan kekuasaan antara pemerintah Desa Pekuncen dengan Lembaga Adat Bonokeling terbentuk dari hasil kegiatan pilot project tentang pelestarian adat dan sosial budaya masyarakat di Kabupaten Banyumas. Pola hubungan tersebut menghasilkan pola hubungan yang setara, di mana Pemerintah Desa Pekuncen dan Lembaga Adat Bonokeling saling bekerja sama dalam pengelolaan pemerintahan di sektor peningkatan pendapatan dan kebudayaan yang berupa: pelatihan kelompok tani, pembuatan lumbung desa, pengembangan kelompok usaha kecil, pembinaan pokmas adat, pembinaan kesenian. Kedua, ada dinamika relasi kuasa yang terbentuk dalam kontestasi pemilihan kepala desa di Desa Pekuncen. Ketiga, kekuasaan pemimpin adat lebih tinggi dari pada pemerintah desa di wilayah adatnya. Oleh karena itu, pemerintah desa memerlukan legitimasi dari pemimpin adat dalam pembangunan desa di mana yang menggunakan sumber daya di sekitar lingkungan adat tersebut. Dalam hal ini, nilai budaya masyarakat Bonokeling merupakan faktor yang mendukung untuk kemitraan antara pemerintah desa dan lembaga adat dalam hubungan yang setara. Sedangkan faktor yang menghambat relasi Lembaga Adat Bonokeling dan Pemerintah Desa Pekuncen adalah pandangan hidup tradisional masyarakat adat Bonokeling yang khawatir akan kehilangan nilai-nilai leluhur apabila wilayah adat dijadikan sebagai lokasi wisata budaya. | The research article aims to understand and describe how the relationship between Bonokeling customary institutions and village government in the management of the Government of Pekuncen village in Jatilawang district of Banyumas District; Know and explain the contextual factors that support and inhibit the relationship of Bonokeling indigenous institutions and the village government in the management of the Government of Pekuncen village in Jatilawang district of Banyumas. Using qualitative methods and case-study approaches in the frame of structural perspectives and paradigm of contractivism, the results of the study revealed that, firstly, the power relationship between the government of Pekuncen village and indigenous institutions Bonokeling was formed by the results of the pilot project on the preservation of indigenous and socio-cultural communities in Banyumas District. The pattern of the relationship results in a pattern of equal relationship, in which the Government of Pekuncen village and Bonokeling Adat Institute cooperate together in the management of government in the sector of increasing income and culture in the form of: Group training Farmers, the manufacture of village barns, development of small business groups, construction of traditional pokmas, art coaching. Secondly, there is the dynamics of power relations formed in the contestation of village head elections in Pekuncen village. Third, the power of the customary leader is higher than the village government in its customary territory. Therefore, the village government needs the legitimacy of the indigenous leaders in the development of the village where it uses resources around the customary environment. In this respect, the cultural value of the Bonokeling community is a supportive factor for partnerships between village governments and indigenous institutions in equal relationships. Meanwhile, the factor that inhibits the relationship between Bonokeling Adat Institute and Pekuncen Village Government is the traditional life view of Bonokeling people who are worried about losing ancestral values when indigenous territories are used as locations Cultural tourism. | |
| 24559 | 27461 | F1K014004 | PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA NYARING DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA SISWA KELAS III SD NEGERI KARANGSARI 4 CILACAP | Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III SD Negeri Karangsari 4 Cilacap. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, jurnal, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca nyaring menggunakan media cerita bergambar pada siswa kelas III SD Negeri Karangsari 4 Cilacap; (2) mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah menggunakan media cerita bergambar pada pembelajaran membaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pembelajaran membaca menggunakan media cerita bergambar dapat meningkatkan keterampilan membaca nyaring. Hal ini terlihat dari skor rata-rata keterampilan membaca nyaring pada siklus I adalah 66,91, kemudian meningkat menjadi 76,17 pada siklus II. Peningkatan skor rata-rata dari siklus I ke siklus II sebesar 9,26; (2) terdapat perubahan perilaku ke arah positif siswa kelas III SD Negeri 4 Karangsari Cilacap setelah mengikuti pembelajaran membaca nyaring dengan menggunakan media cerita bergambar pada siklus I dan siklus II. Hal tersebut dapat diketahui dari hasil nontes yaitu observasi, jurnal, wawancara dan dokumentasi foto pada siklus I dan siklus II. | This research is a class action research. The subjects in this study were third grade students of Karangsari 4 Public Elementary School Cilacap. Data collection techniques using tests, observations, interviews, journals, and documentation. Data were analyzed with qualitative and quantitative analysis techniques. This study aims to (1) describe the increase in reading skills using the media of pictorial stories in grade III students of SD Negeri Karangsari 4 Cilacap; (2) describe changes in student behavior after using pictorial story media on reading learning. The results showed that: (1) Learning to read using pictorial story media can improve reading skills aloud. This can be seen from the average score of reading skills aloud in the first cycle was 66.91, then increased to 76.17 in the second cycle. The increase in the average score from cycle I to cycle II was 9.26; (2) there is a change in behavior in the positive direction of third grade students at SD Negeri 4 Karangsari Cilacap after participating in learning to read aloud by using picture story media in cycle I and cycle II. This can be known from the results of the nontest, namely observation, journals, interviews and photo documentation in cycle I and cycle II. | |
| 24560 | 27592 | F1B014049 | IMPLEMENTASI SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU BERDASARKAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 14 TAHUN 2018 PADA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS DI KABUPATEN PURBALINGGA | Kebijakan publik adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan guna menyelesaikan masalah-masalah yang di hadapi. Salah satu permasalahan yang hari ini hadir di masyarakat adalah permasalahan pemerataan pendidikan. Oleh karena itu pemerintah berupaya menghadirkan solusi dengan mengeluarkan kebijakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 Tentang Penerimaan Peserta Didik Baru dalam rangka mendorong peningkatan layanan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan secara mendalam implementasi sistem penerimaan peserta didik baru berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 pada tingkat sekolah menengah atas di Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Purbalingga, SMA Negeri 1 Padamara, dan SMA Negeri 1 Bukateja. Metode analisis yang digunakan adalah interaktif, keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Teori yang digunakan yaitu dengan mengadaptasi model Implementasi menurut Ripley dan Franklin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses implementasi sistem penerimaan peserta didik baru berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 pada tingkat sekolah menengah atas di Kabupaten Purbalingga sudah terlaksana dengan baik. Petunjuk pelaksanaan mudah dipahami oleh para implementor. Namun, bagi masyarakat masih membutuhkan penyesuaian. Prosentase masyarakat yang sudah melakukan pendaftaran online secara mandiri di SMA Negeri 1 Padamara hanya mencapai 5% dan 40% di SMA Negeri 1 Bukateja. Persebaran calon peserta didik baru sudah tercapai namun jumlah siswa berprestasi masih di dominasi oleh SMA Negeri 1 Purbalingga dengan predikat sekolah terbaik di Kabupaten Purbalingga. Kendala eksternal organisasi yang mempengaruhi implementasi adalah Surat Keterangan Tidak Mampu tidak valid yang di keluarkan oleh kantor kecamatan, rendahnya sosialisasi dari SMP kepada murid yang akan lulus dan orang tua yang memaksa sekolah untuk menerima anaknya meskipun tidak memenuhi syarat. Kata Kunci: Implementasi, Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. | Public policy are activities carried out by a person or group of people to make the goal to solve the problems that we faced. One of the questions today in the community is the issue of educational equity. Minister of Education and Culture Regulation Number 14 of 2018 Regarding Acceptance of New Students to make sure acceptance of new students to support improvement education services. The purpose of this study is to study and discuss the carry out a new student admission system based on Minister of Education and Culture Regulation No. 14 of 2018 at the high school level in Purbalingga Regency. The research method used is descriptive qualitative research. The research locations are Public Senior High School 1 Purbalingga, Public Senior High School 1 Padamara, and Public Senior High School Negeri 1 Bukateja. The analytical method used is interactive, the validity of the data is tested by source triangulation. The theory used is to adapt the Implementation model according to Ripley and Franklin. The results showed that in general the process of implementing a new student admission system based on the Minister of Education and Culture Regulation No. 14 of 2018 at the Senior Highschool level in Purbalingga Regency was well implemented. The implementation instructions are easily understood by the implementors. However, for the community it still needs adjustments. The percentage of people who have registered online independently at 1 Senior Highschool Purbalingga only reaches 5% and 40% at 1 Senior Highschool Bukateja. The distribution of prospective new students has been achieved but the number of outstanding students is still dominated by 1 Senior Highschool Purbalingga with the title of the best school in Purbalingga Regency. The external organizational constraints affecting implementation were the invalid Statement Letters of Poverty issued by the sub-district office, the low level of socialization to junior high schools students who were about to graduate and parents who forced schools to accept their children even though they did not meet the requirements. Keywords: Implementation, New Student Admission System, Minister of Education and Culture Regulation. |