| NIM | F1F015036 |
| Namamhs | USWATUN HASANAH |
| Judul Artikel | Analisis Kepatuhan Terhadap European Union-Turkey Statement dalam Upaya Menangani Krisis Pengungsi Suriah Tahun 2016-2018 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Krisis pengungsi Suriah dimulai pada tahun 2013. Krisis ini berdampak pada Turki sebagai negara tetangga dan Eropa sebagai negera tujuan mereka. Pada tahun 2016, Uni Eropa dan Turki membuat European Union-Turkey Statement untuk mengakhiri migrasi yang tidak teratur dan melindungi pengungsi dari bahaya perjalanan dari Turki ke Eropa. Penelitian ini menganalisis bagaimana kepatuhan Uni Eropa dan Turki terhadap European Union-Turkey Statement dalam upaya menangani krisis pengungsi Suriah. Penulis menggunakan teori kepatuhan dari Ronald B. Mitchell. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Uni Eropa dan Turki relatif patuh terhadap European Union-Turkey Statement dalam upaya menangani krisis pengugsi Suriah. Hasil tersebut berdasarkan adopsi dari European Union-Turkey Statement pada undang-undang, kebijakan, dan regulasi di Uni Eropa dan Turki, perilaku Uni Eropa dan Turki yang lebih baik, dan dampak European Union-Turkey Statement pada pengungsi Suriah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The Syrian refugee crisis began in 2013. This crisis affected Turkey as neighbour country and Europe as their destination country. In 2016, European Union and Turkey create a European Union-Turkey Statement to end irregular migration and protect refugees from the danger of traveling from Turkey to Europe. This study analyzes how the compliance of European Union and Turkey toward European Union-Turkey Statement in effort to deal with the Syrian refugee crisis. The author use the theory of compliance from Ronald B. Mitchell. The result of this study indicate that European Union and Turkey are relatively comply toward European Union-Turkey Statement in effort to deal with the Syrian refugee crisis. This result is based on the adoption from European Union-Turkey Statement on laws, policies, and regulations in European Union and Turkey, the behavior of European Union and Turkey in a better context, and the impact of European Union-Turkey Statement on Syrian refugees. |
| Kata kunci | pengungsi Suriah, European Union-Turkey Statement, kepatuhan |
| Pembimbing 1 | Nurul Azizah Zayzda, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 2 | Soni Martin Anwar, S.IP., M.A. |
| Pembimbing 3 | Nuriyeni Kartika Bintarsari, S.IP., M.A. |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2019-11-19 07:45:05.552134 |
|---|