Artikelilmiahs
Menampilkan 24.561-24.580 dari 50.309 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 24561 | 27594 | H1H014037 | Differensial Leukosit, Kadar Glukosa, dan Jumlah Eritrosit Darah Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Dipelihara pada Sistem Bioflok | Penelitan ini berjudul Differensial leukosit, kadar glukosa, dan jumlah eritrosit darah ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang dipelihara pada sistem bioflok. Ikan lele dumbo merupakan komoditas air tawar yang memiliki tingkat permintaan pasar yang tinggi sehingga perlu penerapan budidaya intensif menerapkan tingkat kepadatan yang tinggi dengan pemberian pakan berkadar protein tinggi, perlu pengontrolan kualitas air yang baik diantaranya menggunakan sistem budidaya bioflok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui differensial leukosit, kadar glukosa, dan jumlah eritrosit pada ikan lele dumbo yang dipelihara menggunakan sistem bioflok yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa pemeliharan lele dumbo menggunakan sistem bioflok tanpa aerasi dan resirkulasi, dengan penambahan aerasi, dengan penambahan resirkulasi, dan dengan penambahan aerasi dan resirkulasi. Berdasarkan hasil penelitian sistem bioflok dengan aerasi dan resirkulasi, berpengaruh terhadap total eritrosit, persentase monosit dan limfosit, akan tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar glukosa darah dan persentase polymorfonuklear. Perlakuan sistem bioflok tanpa aerasi dan resirkulasi menghasilkan pengukuran kadar glukosa dan polymorphonuklear terbaik. Sistem bioflok dengan aerasi menghasilkan pengukuran jumlah eritrosit, presentase monosit, dan limfosit terbaik. | The title of this research is Differential Leukocytes, Glucose Levels, and The Number of Blood Erythrocytes of dumbo catfish (Clarias gariepinus) that are maintained in the biofloc system. Dumbo catfish is a freshwater commodity that has high level of market demand, so it is necessary to apply intensive cultivation to apply a high density level by feeding high protein levels, need to control water quality, including using the biofloc cultivation system. This study aims to determine the differential leukocytes, glucose levels, and the number of erythrocytes in dumbo catfish that are kept using different biofloc systems. This study used an experimental method with a Completely Randomized Design consisting of 4 treatments and 4 replications. The given treatments are in the form of raising catfish using biofloc system without aeration and recirculation, with the addition of aeration, with the addition of recirculation, and with the addition of aeration and recirculation. Based on the results of the biofloc system with aeration and recirculation, it affects to the total erythrocytes, the percentage of monocytes and lymphocytes, but it is not affect to the blood glucose levels and the percentage of polymorphonuclear. The treatments of the biofloc system without aeration and recirculation produce the best measurement of glucose levels and polymorphonuclear. Biofloc system with aeration produce the best measurement of the number of erythrocytes, the percentage of monocyte and lymphocytes. | |
| 24562 | 27601 | L1A015008 | JASA LINGKUNGAN KAWASAN PESISIR CILACAP | Penelitian ini berjudul ”Jasa Lingkungan Kawasan Pesisir Cilacap”. Jasa lingkungan adalah produk sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang berupa manfaat langsung (tangible) dan manfaat tidak langsung (intangible). Jasa lingkungan berarti memanfaatkan potensi lingkungan tanpa harus dengan cara yang merusak lingkungan itu sendiri dan tidak mengurangi fungsi utamanya. Tujuannya untuk mengetahui suplai/penawaran, demand/permintaan, dan budget/ketersediaan jasa lingkungan kawasan Pesisir Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan teknik pengambilan data dilakukan secara purposive dan snowball. Data dianalisis dengan pengumpulan data, analisis data, reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan melalui verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan jasa lingkungan kawasan Pesisir Cilacap menunjukan masih memungkinkan untuk mendukung sistem sosial-ekologi masyarakat saat ini tanpa menurunkan atau menghacurkan kemampuan pada generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya, namun pemanfaatannya harus mengikuti konsep konservasi agar dapat dikembangkan dengan baik dan mendukung kehidupan masyarakat selanjutnya. | The research is titled "Environmental Services in the Cilacap Coastal Wilayah". Environmental services are biological natural resource products and their ecosystems consisting of direct (tangible) benefits and indirect (intangible) benefits. Environmental services means exploiting the potential of the environment without having to damage the environment itself and not cancel the approval function. The aim is to find out the offers / requests, requests / requests, and the budget / requests for the Cilacap Coastal environmental services. The method used is a survey method with data collection techniques that are done purposively and snowball. Data were analyzed by collecting data, analyzing data, reducing data, presenting data and concluding data verification conclusions. The results show that the Cilacap Coastal environmental services show that they still need to support the socio-ecological system of the community today without reducing or destroying the ability of future generations to meet their needs, but their use needs to be discussed. | |
| 24563 | 27595 | I1E015036 | PENGARUH LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KETEPATAN SMASH SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMKN 2 PURWOKERTO PENGARUH LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KETEPATAN SMASH SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMKN 2 PURWOKERTO PENGARUH LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KETEPATAN SMASH SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMKN 2 PURWOKERTO PENGARUH LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KETEPATAN SMASH SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMKN 2 PURWOKERTO PENGARUH LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KETEPATAN SMASH SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER BOLA VOLI DI SMKN 2 PURWOKERTO | Latar Belakang: Smash merupakan salah satu teknik dasar yang ada dipermainan bola voli, dan bola gantung adalah salah satu media atau alat bantu untuk meningkatkan kemampuan ketepatan smash. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan bola gantung terhadap ketepatan smash siswa putra ekstrakurikuler bola voli di SMKN 2 Purwokerto. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan One-Group Pretest-Posttest Design. Desain ini menggunakan satu kelompok eksperimen dengan menggunakan pretest, treatment dan posttest. Instrumen penelitian dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pengukuran. Sampel yang digunakan adalah siswa putra ekstrakurikuler bola voli SMKN 2 Purwokerto dengan jumlah 25 siswa. Hasil Penelitian: Hasil uji paired t-test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna antara data pretest dan posttest dari ketepatan smash siswa ekstrakurikuler bola voli di SMKN 2 Purwokerto (P=0,00), dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh latihan bola gantung terhadap ketepatan smash siswa putra ekstrakurikuler bola voli di SMKN 2 Purwokerto, sehingga hasilnya menunjukkan bahwa nilai sig kurang dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari data pretest dan posttest. Karena p=(0,000) < 0,05, berarti Ha diterima. Kesimpulan: Terdapat pengaruh latihan bola gantung terhadap ketepatan smash siswa putra ekstrakurikuler di SMKN 2 Purwokerto. Kata Kunci: Bola Gantung, Smash, Ekstrakurikuler. | Background:Smash is one of the basic techniques that exist in the game of volleyball, and the ball hanging is one of the media or tools to improve the precision of a smash. This study aimed to investigate the effect of exercise smash the ball hanging to the accuracy of extracurricular volleyball male student in SMKN 2 Purwokerto. Research methods:This study uses the One-group pretest-posttest design. This design uses an experimental group using a pretest, and posttest treatment. Instrument research and data collection techniques used were test measurements. The samples used were male student extracurricular volleyball SMKN 2 Purwokerto with the number of 25 students. Research result: The test results paired t-test showed that there were significant differences between pretest and posttest of the data accuracy volleyball smash extracurricular student at SMKN 2 Purwokerto (P = 0.00), thus it can be concluded that there is influence of the accuracy of practice balls hanging smash extracurricular volleyball male student in SMK N 2 Purwokerto, so the result show that the sig value is less than 0,05, it can be concluded that there is a significant influence from the pretest and posttest because P=(0,00) < 0,05 means Ha be accepted. Conclusion: There is a hanging ball exercises influence the accuracy smash extracurricular male student in SMKN 2 Purwokerto. Keywords: Ball Hanging, Smash, Extracurricular . | |
| 24564 | 27596 | I1E015015 | HUBUNGAN ANTARA KECEPATAN DAN KELINCAHAN DENGAN KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA SISWA PUTRA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMAN 1 SOKARAJA | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa erat hubungan kecepatan dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola siswa putra ekstrakurikuler futsal SMAN 1 Sokaraja Metodologi: penelitian ini termasuk jenis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran, jumlah sampel sebanyak 18 siswa dan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian kecepatan menggunakan tes lari sprint 60 meter, kelincahan dengan tes doggig run, sedangkan menggiring bola dengan tes menggiring bola . Uji statistik korelasi pearson product moment dan korelasi ganda. Hasil Penelitian: ada hubungan kecepatan dengan menggiring bola atas nilai p = 0,026 dan r = 0,522, ada hubungan kelincahan dengan menggiring bola atas nilai p =0,021 dan r = 0,537, ada hubungan antara kecepatan dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola atas nilai p = 0,028 dan r = 0,615 serta nilai koefisien determinasi ketiga variabel bebas r square = 0,378 artinya kontribusi simultan sebesar 37,8%. Kesimpulan: Ada hubungan antara kecepatan dan kelincahan dengan kemampuan menggiring bola. Kata Kunci: futsal, kecepatan, kelincahan, menggiring, bola | Background: This reaserch has purpose to knowing how related speed and agility with the ability of ball dribiling on students boys in extracurricular futsal SMA N 1 Sokaraja. Method: This research including in correlation kind with cross approach sectional. Accumulation technique of the data used by test anda measuring. Total sample is 18 students and used by total sampling technique. Instrument speeding of this research used by run sprint test 60 meter, and the agility tested by doggig run test. Meanwhile, the ball dribbling tested by ball dribbling test. Correlation statistic test pearson product moment and multiple correlation. Result of the research: There is correlation of speeding by ball dribbling with value p= 0,026 and r = 0,522, there is correlation of agility by ball dribbling with value p = 0,021 and r = 0,537, there is correlation between speeding and agility with capability of ball dribbling with value p = 0,028 and r = 0,615 as well as the value of the coefficient determination by three free variabel r square = 0,378 which means is contribute simultaneous of 37,8%. Conclusion: There is correlation between speeding and agility with capability of ball dribbling. Keywords: futsal, speeding, agility, dribbling, ball | |
| 24565 | 27597 | F1A015056 | KASUS PERCERAIAN DI KOTA DEPOK (Analisis Data Sekunder Putusan Pengadilan Agama Kota Depok Tahun 2016-2018) | Artikel ini menggambarkan karakteristik dan faktor terjadinya perceraian di Kota Depok tahun 2016-2018. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran tentang karakteristik pihak-pihak yang melakukan perceraian dan faktor-faktor penyebab terjadinya perceraian di Kota Depok. Penelitian dilakukan menggunakan analisis data sekunder putusan perceraian Pengadilan Agama Kota Depok tahun 2016-2018. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 11 alasan pasangan untuk melakukan cerai talak dan 13 alasan pasangan untuk melakukan cerai gugat. Alasan kasus perceraian di Kota Depok didominasi oleh perselisihan yang terjadi terus menerus. Latar belakang pendidikan pihak yang melakukan cerai talak maupun cerai gugat pada tahun 2016-2018 didominasi pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Atas. Latar belakang pekerjaan yang melakukan cerai talak dan cerai gugat pada tahun 2016-2018, yaitu pegawai swasta dan Ibu Rumah Tangga. Adapun, usia saat melakukan pernikahan antara pihak yang melakukan cerai talak maupun cerai gugat didominasi oleh usia ideal sebagai pasangan pernikahan yaitu 21-30 tahun. Selain itu, rentang usia pernikahan 1-5 tahun mendominasi kasus perceraian di Kota Depok selama tahun 2016-2018. Perceraian merupakan salah satu dampak dari Ketidakberfungsian institusi keluarga yang menyebabkan timbulnya konflik didalam keluarga. Oleh sebab itu, dibutuhkan kerjasama antar instansi terkait dan memberikan sosialisasi terhadap kehidupan pernikahan agar terhindar dari konflik berkepanjangan yang menyebabkan terjadinya perceraian serta peran pemerintah dalam mensahkan revisi Undang-Undang perkawinan tentang batas usia minimal melakukan pernikahan, sehingga angka perceraian dapat ditekan seminimal mungkin. | This article describes the characteristics and factors of divorce in Depok during 2016-2018. This study aims to provide an overview of the characteristics of the parties to the divorce and the causes of divorce in Depok City. The study was conducted using secondary data analysis of the divorce decision of the Depok City Religious Court during 2016-2018. The results of this study indicate there are 11 reasons for couples to husband divorce and 13 reasons for wife divorce. The reason for divorce cases in Depok is dominated by ongoing disputes. The educational background of those who carried out divorce Husband divorce or wife divorce in 2016-2018 was dominated at the level of high school education. The work background for husband divorce and wife divorce is during 2016-2018, namely private employees and housewives. Meanwhile, the age of marriage between husband divorce and wife divorce parties is dominated by the ideal age as a marriage partner of 21-30 years. In addition, the age range of marriages 1-5 years dominates divorce cases in the city of Depok during 2016-2018. Divorce is one of the consequences of a family malfunction that causes conflicts within the family. Therefore, a relationship between related agencies is needed and socialization of married life in order to avoid prolonged conflict that causes divorce and the government in ratifying the revision of the Marriage Law concerning the minimum marriage limit, so that the number of divorces can be used to a minimum | |
| 24566 | 29034 | D1A016156 | KAJIAN TOTAL MIKROBA DAN DERAJAT KEASAMAN (0SH) SUSU SAPI YANG DITAMBAHKAN AIR DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA | “Kajian Total Mikroba dan Derajat Keasaman (0SH) Susu Sapi yang Ditambahkan Air dengan Persentase yang Berbeda” dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air dengan persentase berbeda terhadap total mikroba dan nilai derajat keasaman pada susu segar. Sampel susu yang digunakan berasal dari Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Pengambilan sampel dilakukan pada pemerahan pagi hari sebanyak 500 ml per perlakuan. Penelitian tersebut menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode experimental dan terdapat 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu penambahan susu segar dengan air sebanyak 5%, 10%, 15%, dan 20%. Analisis yang digunakan yaitu analisis variansi dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) Dunnett’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, susu kontrol mempunyai nilai total mikroba sebesar 3,7 x 105 cfu/ml dan susu segar yang mendapat perlakuan dengan penambahan air yang berasal dari kran pada persentase 5%, 10%, 15%, dan 20% mendapat hasil berturut-turut yaitu 7,0 x 105 cfu/ml, 5,7 x 105 cfu/ml, 4,3 x 105 cfu/ml dan 8,87 x 105 cfu/ml. Nilai derajat keasaman pada susu kontrol yaitu 6,8 ̊SH dan susu segar yang mendapat perlakuan dengan penambahan air yang berasal dari kran pada persentase 5%, 10%, 15%, dan 20% mendapat hasil berturut-turut yaitu 6,8 ̊SH; 6,4 ̊SH; 5,95 ̊SH; dan 5,6 ̊SH. Hasil penelitian tersebut berpengaruh nyata terhadap variabel yang digunakan (P > 0,05). Berdasarkan hasil penelitian yang sudah diuji Beda Nyata Dunnett’s menunjukkan bahwa, penambahan air sebanyak 20% dari total volume susu segar yang digunakan berpengaruh nyata terhadap susu kontrol yaitu dengan total mikroba sebesar 8,87 x 106 cfu/ml dan nilai derajat keasaman sebesar 5,6 ̊SH. Hal tersebut menunjukkan bahwa, masyarakat atau konsumen dapat lebih berhati-hati dalam membeli susu karena, penambahan susu dengan air akan mengurangi kandungan gizi yang terdapat di dalam susu dan berdampak pada kesehatan masyarakat. Kata kunci : susu segar, penambahan air, total mikroba, derajat keasaman, kualitas susu | "Study of Total Microbial and Acidity (0SH) Cow's Milk Added Water with Different Percentages" conducted at the Dairy Production Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, aims to determine the effect of adding different percentages of water to total microbes and the value of acidity in fresh milk . The milk samples used were from the Experimental Farm Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. Sampling was carried out milking in the morning as much as 500 ml per treatment. The study used a completely randomized design (CRD) with experimental methods and there were 5 treatments with 4 replications. The treatment used is the addition of fresh milk with water at a percentage of 5%, 10%, 15%, and 20%. The analysis used is the analysis of variance with further testing that is Dunnett's real difference test. Based on these studies indicate that, control milk has a total microbial value of 3.7 x 105 cfu / ml and fresh milk with the addition of water from the faucet at a percentage of 5%, 10%, 15%, and 20% get results respectively 7.0 x 105 cfu / ml, 5.7 x 105 cfu / ml, 4.3 x 105 cfu / ml and 8.87 x 105 cfu / ml. The value of the acidity in control milk is 6.8 ̊SH and fresh milk that is with the addition of water from the faucet at a percentage of 5%, 10%, 15%, and 20% gets a result of 6.8 ̊SH; 6,4 ̊SH; 5.95 ̊SH; and 5.6 ̊SH. The results of these studies have a significant effect on the variables used (Fhit> 0.01). Based on Dunnett's real difference test results showed that the addition of water as much as 20% of the total volume of fresh milk used significantly affected control milk with a total microbe of 8.87 x 106 cfu / ml and a value of acidity of 5.6 ̊SH. This shows that, the public or consumers can be more careful in buying milk because, the addition of milk with water will reduce the nutritional content contained in milk and have an impact on public health. Keywords : fresh milk, addition of water, total microbes, acidity, milk quality | |
| 24567 | 27563 | F1A015060 | PEREMPUAN-PEREMPUAN PENGUBUR SENJATA (Analisis Wacana Terhadap Upaya dan Peran Perempuan dalam Menciptakan Resolusi Konflik di Film “Where Do We Go Now?”) | Perempuan seringkali dianggap sebagai kaum yang lemah dan hanya menjadi korban terpinggirkan dalam sebuah konflik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan serta mengungkap upaya dan peran perempuan dalam menciptakan resolusi konflik pada film “Where Do We Go Now?” (2011). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis wacana kritis (AWK) model Teun A. van Dijk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “Where Do We Go Now?” dalam kerangka analisis wacana kritis van Dijk merupakan produk wacana yang mengangkat tema atau topik tentang perempuan dan upayanya dalam menciptakan perdamaian atau resolusi konflik. Topik ini kemudian diperkuat oleh beberapa sub topik, antara lain perempuan dan upaya mengontrol informasi, perempuan dan upaya menyelesaikan sabotase antarumat beragama, perempuan-perempuan pengubur senjata, serta perempuan dan aksi konversi agama. Pembahasan dalam dimensi teks telah menunjukkan adanya strategi tertentu, yang bertujuan agar wacana yang diusung lebih menonjol dan mudah dipahami. Produksi wacana ini tidak luput dari pengaruh sutradara dan pandangannya terhadap film, perempuan, konflik dan komedi yang dibahas dalam dimensi kognisi sosial. Pengaruh lain juga datang dari dimensi konteks, yang membahas mengenai bagaimana wacana yang berkembang di dalam masyarakat, mengenai perempuan dan perdamaian. Selain menunjukkan semangat feminisme, wacana ini juga membantu para perempuan untuk keluar dari batasan peran domestik, dan membawanya menuju peran publik. | Women are often seen as weak and only marginalized victims in conflict. This research aims to describe and uncover the women's efforts and roles while creating conflict resolution in the "Where Do We Go Now?" (2011) Film. This research is qualitative research using critical discourse analysis (CDA) from Teun A. van Dijk's model. Based on the results of the research, it is known that the "Where Do We Go Now?" film within the framework of van Dijk's critical discourse analysis is a product of discourse that raises themes or topics about women and their efforts in creating peace or conflict resolution. This topic is strengthened by several sub-topics, such as women and efforts to control information, women and efforts to resolve interfaith sabotage, women who bury weapons, also women and religious conversion actions. The discussion of the dimensions of this text is also further strengthened by the findings of the selection of the flow, words, sentences, and figures of speech that ultimately lead to one goal, namely as a strategy, so the discourse carried is more prominent and easily understood. The production of this discourse also influenced by the director and her views on film, women, conflict, and comedy, which will be discussed in the second dimension, namely the dimension of social cognition. Other influences also come from the context dimension, which discusses how discourse develops in society about women and peace. In addition to showing the spirit of feminism, this discourse also helped women to escape the constraints of the domestic role and bring it to a broader space and still dominated by men, namely the public sphere. | |
| 24568 | 27600 | A1L013120 | PENGARUH BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DAN KEMIRINGAN LERENG TERHADAP C-ORGANIK DAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH DI PERBUKITAN SERAYU SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | Kandungan bahan organik dan Nitrogen didalam tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya (1) iklim terutama suhu dan curah hujan (2) Kelembaban tanah yang efektif (3) Pengelolaan tanah secara terus menerus menyebabkan rendahnya kandungan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk :1) Mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap kandungan C-organik dan beberapa sifat kimia tanah di perbukitan Serayu Selatan. 2) Mengetahui kandungan C-organik dan beberapa sifat kimia tanah pada bentuk permukaan lahan (lereng) yang berada di Perbukitan Serayu Selatan. Penelitian mengkaji diambil dari 5 penggunaan lahan yaitu pinus, karet, kebun campur, agroforestry dan jati dengan tingkat kemiringan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah mdtode survei. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah : 1) C-organik Tanah. 2) N-total. 3) KTK Tanah. 4) pH H_2 O dan pH KCl. 5) Daya Hantar Listrik (DHL), dilakukan dengan uji F dan DMRT. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Perbedaan penggunaan lahan berpengaruh terhadap kandungan C-Organik dan beberapa sifat kimia. 2) Perbedaan pada setiap tingkat kemiringan lereng berpengaruh terhadap kandungan C-organik dan beberapa sifat kimia tanah. 3)Kandungan C-organik tertinggi dijumpai pada penggunaan lahan jati dan agroforestry dengan rata-rata 2,68% dan 2,19%. 4) KTK tertinggi pada penggunaan lahan jati dan agroforestry dengan nilai rata-rata 30,68 cmol(+)kg-1 dan 20,83 cmol(+)kg-1. | The contens of organic matter and Nitrogen in the soil are influenced by several factors, including: (1) Climate, especially the temperature and rainfull. (2) The effective soil moisture, (3) Continous soil cultivation causes low organic matter contents. The goal of this research were to (1) Knowing the effect of differences land usage on the content and availability of organic-C element and some soil chemical characteristics of ultisol in the Southern Serayu Hills, (2) identy the contents of soil organic-C and some chemical characteristic in the shape of the land surface (slopes) in the Shoutern Serayu Hils. The study examined from 5 land uses, consisting of pine, rubber, mixed gardens, agroforestry, and teak with different slope levels. This research was carried out by a field survey method. The observed variables in this study are: 1) Soil organic-C, 2) The total-N, 3) Soil CEC, 4) pH H_2 O and pH KCl, and 5) electrical conductivity (EC). Data Analysis was done by F test and DMRT. The results of this research showed that: 1) Differences in land use affected the organic-C content and some soil chemical properties. 2) the difference in each slope level affected the organic-C content and some soil chemical properties. 3) highest organic-C content was obserted in teak and agroforestry with an average of 2,68 % and 2,19%. 4) the highest CEC was found in the use of teak and agroforestry land with and average value of 30,68 cmol(+)kg-1 and 20,83 cmol(+)kg-1. Keywords: organic-C, total-N, land use, slope. | |
| 24569 | 27598 | A1D015222 | Ketahanan Tanaman Kedelai (Glycine max L.) terhadap Cekaman Salinitas | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian cekaman salinitas terhadap pertumbuhan dan hasil genotip kedelai berdasarkan karakter agronomis, 2) mengkaji kemampuan tanaman kedelai dalam menghadapi cekaman salinitas berdasarkan karakter agronomis, 3) mengetahui genotip kedelai mana yang memiliki sifat ketahanan tinggi dan rendah terhadap cekaman salinitas Penelitian dilaksanakan pada bulan mei 2019 sampai bulan agustus 2019 di Screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan RAKL (Rancangan Acak Kelompok Lengkap) dengan 2 faktor dan 3 blok. Faktor pertama yaitu genotipe meliputi varietas Slamet, Galur nomor 13, galur nomor 2, galur p71. Faktor kedua yaitu cekaman salinitas dengan taraf 0 dS/m, 2 dS/m, 4 dS/m, 6 dS/m. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tajuk, bobot kering akar, bobot kering tanaman, nisbah tajuk : akar, panjang akar, jumlah buku, jumlah polong per tanaman, bobot biji per tanaman, dan bobot 100 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) cekaman salinitas menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman, panjang akar, jumlah buku, jumlah polong, bobot polong, dan bobot 100 biji, 2) keempat genotipe memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi cekaman salinitas, yang terekspresi melalui perbedaan karakter agronomi, 3) berdasarkan analisis indeks toleransi taraf 4 dS/m, varietas Slamet merupakan genotipe yang termasuk dalam golongan moderat toleran, sedangkan galur 13, galur 2 , dan galur p71 termasuk dalam golongan tidak toleran. | ABSTRACT This research aimed to 1) determined the effect of giving salinity stress to the growth and yield of soybean genotypes based on agronomic characteristics, 2) studying the ability of soybean plants to deal with salinity stress based on agronomic characteristics, 3) determined which soy genotypes have high and low resistance to salinity stress. The research was conducted in May 2019 until August 2019 at the Screenhouse of Agriculture Faculty, Jenderal Soedirman University. This research used randomized complete block design (RCBD) with treatments of 2 factors and 3 replications. The first factor was genotypes including Slamet variety, line number 13, number 2, and number p71. The second factor was salinity stress with the concentration of 0 dS/m, 2 dS/m, 4 dS/m, 6 dS/m. The observed variables were plant height, number of leaves, leaf area, shoot dry weight, root dry weight, plant dry weight, shoot : root ratio, root length, number of nodes, number of pods per plant, crop seed weight, and weight of 100 seeds. The results showed that 1) salinity stress reduced plant height, number of leaves, leaf area, plant dry weight, root length, number of books, number of pods, pod weight, and weight of 100 seeds, 2) The four genotypes had different abilities to deal with salinity stress, which expressed through differences in agronomic characters, 3) based on the analysis of stress tolerance index of 4 dS/m, Slamet varieties was the genotypes included in moderate tolerant group, while line number 13, 2, and p71 included in the intolerant group. | |
| 24570 | 27602 | G1G014027 | PENGARUH PENGGUNAAN TONGUE SCRAPER TERHADAP PENURUNAN NILAI STATUS TONGUE COATING PADA LANSIA MANDIRI (Studi Eksperimental Menggunakan Program Pengolahan Citra Digital) | Tongue coating merupakan lapisan putih hingga kecoklatan yang melekat di permukaan dorsal lidah. Lapisan ini merupakan akumulasi sel epitel mukosa oral yang terdeskuamasi, sel darah terutama leukosit dari poket periodontal, metabolit, berbagai sisa makanan, serta bakteri. Tongue coating merupakan tempat berkumpulnya bakteri dalam jumlah besar sehingga berpotensi menjadi fokus infeksi dan merupakan penyebab bau mulut atau halitosis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembersihan lidah dengan penggunaan tongue scraper terhadap nilai status tongue coating. Penelitian dilakukan pada 15 lansia yang berusia 60 sampai 70 tahun. Pengolahan citra digital untuk menilai keberadaan tongue coating dengan pengambilan citra antara sebelum dan sesudah penggunaan tongue scraper. Pengolahan citra yang digunakan menggunakan metode analisa tekstur dengan fitur smoothness dan uniformity. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perubahan status tongue coating sebelum dan sesudah penggunaan tongue scraper pada lansia mandiri yang dianalisis menggunakan program pengolahan citra digital variabel smoothness dan uniformity. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada penggunaan tongue scraper dapat menurunkan nilai status tongue coating sebelum dan sesudah penggunaan tongue scraper pada lansia mandiri yang dianalisis menggunakan program pengolahan citra digital. | Tongue coating is a white to brownish coating that adheres to the dorsal surface of the tongue. This layer is an accumulation of descuamated oral mucosal epithelial cells, blood cells especially leukocytes from periodontal pockets, metabolites, various food scraps, and bacteria. Tongue coting is a gathering place for bacteria in large numbers so it has the potential to be the focus of infection and causes bad breath or halitosis. This study aimed to determine the effect of tongue cleaning using tongue scraper on the value of the status of tongue coating. The study was conducted on 15 elderly people aged 60 to 70 years. Digital image processing was conducted to assess the presence of tongue coating by taking an image between before and after the use of a tongue scraper. Texture analysis method of image processing was done with the features of smoothness and uniformity. The results showed there was a change in the status of the tongue coating before and after the use of the tongue scraper in independent elderly that analyzed using digital image processing program on smoothness and uniformity variables. Based on this study it can be concluded that in the use of tongue scraper there is decreased value of the status of the tongue coating before and after the use of the tongue scraper in independent elderly who is analyzed using a digital image processing program. | |
| 24571 | 27607 | F1C014047 | Peran Public Relations Dalam Meningkatkan Citra Hotel (Studi Kasus Analisis Deskriptif Kehumasan Atrium Hotel Resort Sokaraja) | Public relations bertugas menyusun suatu strategi melalui perencanaan dan pemrograman kerja dengan metode dan teknik komunikasi persuasif berbeda yang dapat memengaruhi wisatawan untuk berkunjung dan datang kembali ke hotel dan meningkatkan citra hotel. Lokasi penelitian adalah Kabupaten Purbalingga. Tujuan dari penelitian ini adalah peran public relations dalam meningkatkan citra hotel di Atrium Hotel Resort Sokaraja Purwokerto, kendala dan upaya yang dilalui public relations dalam meningkatkan citra Atrium Hotel Resort Sokaraja Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Sasaran dalam penelitian ini adalah General Manager, Dutty Manager, Public Relation. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah interaktif. Keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan citra hotel terbentuk adanya peran public relations yang ikut andil mempromosikan hotel dan kegiatan sosial di luar hotel, serta menjalin kerja sama promosi dengan media massa, masyarakat sekitar. Kendala antara lain (1) kemampuan dan kinerja karyawan hotel sendiri; (2) adanya persaingan harga dengan kompetitor lain yang akan membandingkan dengan harga hotel lainnya; (3) kondisi miss komunikasi yang terjadi di dalam kegiatan marketing dengan divisi yang lain. | Public relations is tasked with developing a strategy through work planning and programming with different methods and persuasive communication techniques that can influence tourists to visit and come back to the hotel and improve the image of the hotel. The research location is Purbalingga Regency. The purpose of this study is the role of public relations in improving the image of hotels in Atrium Hotel Resort Sokaraja Purwokerto, the obstacles and efforts that go through public relations in improving the image of Atrium Hotel Resort Sokaraja Purwokerto. The research method used is qualitative with a case study approach. The targets in this study are the General Manager, Dutty Manager, Public Relations. The selection of informants uses purposive sampling technique. The analytical method used is interactive. Data validity was tested by source triangulation. The results showed the image of the hotel was formed by the role of public relations who participated in promoting hotels and social activities outside the hotel, as well as establishing promotional cooperation with the mass media, surrounding communities. Constraints include (1) the ability and performance of hotel employees themselves; (2) there is price competition with other competitors that will compare with other hotel prices; (3) miss communication conditions that occur in marketing activities with other divisions. | |
| 24572 | 27625 | L1C015028 | Hubungan Status Trofik Dengan Kelimpahan Fitoplankton Di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap | Penelitian ini berjudul “Hubungan Status Trofik dengan Kelimpahan Fitoplankton Di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap”. Laguna Segara Anakan dihubungkan oleh dua aliran salah satunya adalah Plawangan Timur. Wilayah Plawangan Timur mendapat masukan air dari beberapa perairan seperti muara Kembang Kuning, muara Sapuregel dan muara Donan. Plawangan Timur banyak dimanfaatkan sebagai aktivitas antropogenik. Meningkatnya aktivitas alami dan aktivitas antropogenik yang terjadi dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kesuburan perairan. Tingkat kesuburan suatu perairan biasa dinyatakan dengan status trofik. Kesuburan perairan dapat diindikasikan dengan kelimpahan fitoplankton. Keberadaan fitoplankton di suatu perairan dapat memberikan informasi mengenai kondisi perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status trofik; mengetahui kelimpahan fitoplankton dan hubungan status trofik dengan kelimpahan fitoplankton di Plawangan Timur Segara Anakan Cilacap. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel Purposice Random Sampling. Penentuan status trofik dengan menggunakan metode Trophical Indexs (TRIX). Hasil penelitian menunjukan bahwa perairan Plawangan Timur tergolong kedalam perairan hipertrofik dengan tingkat kesuburan tinggi sebesar 7,8-8,2 ind/L. Kelimpahan fitoplankton tertinggi pada daerah pertemuan muara Kembang Kuning dan sapuregel dan terendah adalah daerah muara Donan dengan spesies mendominasi adalah Guinardia flaccida. Hubungan antara aD%O, klorofil-a dan Tp memiliki korelasi postif, sedangkan TN memiliki korelasi negtif. | This research entitled “The Relationship of Trophic Status and the abundance of phytoplankton in East Plawangan Segara Anakan Cilacap. Segara Anakan Lagoon connected by two streams, one of which is East Plawangan. The East Plawangan region receives water such as Kembang Kuning estuary, Sapuregel estuary and Donan estuary . East Plawangan many used as antropogenic activities. Is it feared that increas in natural and antropogenik activities will affect of water fertility. The fertility level of an ordinary waters is stated with trophic status. Water fertility can be indicated by an abundance of phytoplankton in waters can be provide information about water condition. The purpose of this research is to know trophic status; to know abundance of phytoplankton; and to know the relationship of trophic status and abundance of phytoplankton in East Plawangan Segara Anakan Cilacap. The methodology used in this research is a survey menthode with a purposive random sampling technique. The determination of trophic status was conducted by using the Trophical Index (TRIX) method. The results showed that East Plawangan is classified as Hipertrophic water with the highest fertility rate of 7,8-8,2 ind/L. The highest abundance of phytoplankton is in the confluence areas of the Kembang Kuning estuary and Sapuregel estuary, whilst the lowest is in Donan estuary area with the dominant species being Guinardia flaccida. Relationship between aD%O, chlorophyll-a and TP has a positif correlation, while TN has a negative correlation. | |
| 24573 | 27603 | B1B015012 | THE EFFECT OF Chlorella vulgaris SUPLEMENTATION ON FEED TO SERUM ALBUMIN LEVELS IN NILEM FISH(Osteochilus vittatus) | ABSTRAK Ikan nilem termasuk dalam komoditas ikan air tawar yang telah banyak dibudidayakan. Beberapa faktor yang mempengaruhi budidaya ikan adalah kualitas pakan, jumlah, ukuran, dan bentuk yang baik. Pakan berkualitas berfungsi sebagai sumber energi utama serta meningkatkan sistem pencernaan ikan, dengan harapan pertumbuhan ikan dan kesehatannya optimal. Informasi mengenai status kesehatan dalam budidaya Nilem telah digunakan sebagai referensi untuk meningkatkan metode penanaman dan mengendalikan serangan penyakit. Populasi dan produksi budidaya ikan mengalami masalah serius akibat infeksi dari berbagai jenis patogen. Oleh karena itu, diperlukan suatu alternatif yang layak untuk mencegah dan mengatasi penyakit dengan memanfaatkan zat-zat imunostimulan yang berasal dari zat-zat sintetis yang dapat meningkatkan aktivitas pertahanan kekebalan non-spesifik dan merangsang organ pembentuk antibiotik dalam tubuh ikan. Imunostimulan adalah zat yang mampu meningkatkan mekanisme respon imun non spesifik ikan salah satunya adalah dengan menambahkan ekstrak Chlorella vulgaris ke dalam pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suplementasi Chlorella vulgaris terhadap total albumin darah pada ikan nilem. Penelitian ini dilakukan dengan metode pengambilan sampel yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan lebih lanjut. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian suplemen 0 g.kg-1, 2 g.kg-1, 3 g.kg-1, 4 g.kg-1, dan 6 g.kg-1. Variabel independen dan dependen digunakan dalam penelitian ini. Variabel independen adalah dosis Chlorella vulgaris dalam pakan dan variabel dependen adalah konsentrasi albumin darah. Parameter yang diukur adalah konsentrasi albumin plasma darah pada ikan setelah pemberian imunostimulan Chlorella vulgaris. Pengukuran konsentrasi albumin plasma dilakukan menggunakan metode Dyasis kit dengan spektrofotometer. Data yang diperoleh kemudian dianalisis oleh ANOVA, diikuti oleh Least Significant Difference (LSD) pada tingkat kepercayaan 95% jika ada perbedaan nyata kemudian diikuti oleh tes Tukey pada tingkat kepercayaan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata konsentrasi albumin serum ikan nilem dari semua perlakuan adalah antara 4,2761 - 7,1826 g / dL. Konsentrasi albumin normal ditemukan dalam pengobatan suplementasi Chlorella vulgaris 4 g.kg-1 yaitu 4,77 g / dL. Sementara itu, konsentrasi tertinggi ditemukan dari suplementasi Chlorella vulgaris pada pakan 3 g.kg-1 yaitu 6.677 g / dL. | SUMMARY Nilem fish belongs to a freshwater fish commodity that has been widely cultivated. Some factors influencing fish cultivation are a good quality of feed, quantity, size, and shape. Quality feed works as a primary energy source as well as improves the digestive system of fish, with the expectation that the fish growth and health are optimal. Information concerning health status in cultivation Nilem has been used as a reference for improving cultivation methods and controlling disease attacks. The population and production of fish cultivation are experiencing serious problems due to infection from various types of pathogens. Therefore, a viable alternative is needed to prevent and overcome diseases by utilizing immunostimulant substances derived from synthetic substances that can increase the activity of non-specific immune defenses and stimulate antibiotic-forming organs in the fish body. Immunostimulant is a substance that is capable of increasing the mechanism of the non-specific immune response of fish one of them is by adding Chlorella vulgaris extract to the feed. This research objective is to determine the influence of Chlorella vulgaris supplementation on total blood albumin in nilem fish. This research was conducted by sampling method consisting of 5 treatments with further 4 replications. The treatments were feed supplementation of 0 g.kg-1, 2 g.kg-1, 3 g.kg-1, 4 g.kg-1, and 6 g.kg-1. Independent and dependent variables were used in this research. The independent variable was the dose of Chlorella vulgaris in the feed and the dependent variable was blood albumin concentration. The measured parameter was the concentration of blood plasma albumin in fish after administration of immunostimulant of Chlorella vulgaris. The measuring of plasma albumin concentration was done using the Dyasis kit method with a spectrophotometer. The obtained data were then analyzed by ANOVA, followed by the Least Significant Difference (LSD) at the 95% confidence level if there is a real difference then followed by Tukey's test at the same confidence level. The results showed that the average value of serum albumin concentration of nilem fish from all treatments was between 4.2761 – 7.1826 g/dL. The normal albumin concentration was found in the treatment 4 g.kg-1 Chlorella vulgaris supplementation which was 4.77 g/dL. Meanwhile, the highest concentration was found from the supplementation of Chlorella vulgaris at 3 g.kg-1 feed which was 6.677 g/dL. | |
| 24574 | 27604 | F1D013014 | STRATEGI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN KOMODITAS MERICA DI DESA CINGEBUL BANYUMAS TAHUN 2015-2017 | Penelitian dengan judul “Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Komoditas Merica Di Desa Cingebul, Kabupaten Banyumas Tahun 2015-2017” bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan strategi yang dilakukan dalam pemberdayaan pengembangan merica di Desa Cingebul serta mengetahui dan menjelaskan konteks yang mendasari digunakannya strategi tersebut di Desa Cingebul. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Penelitian ini berlokasi di wilayah Kabupaten Banyumas dengan situs berada di Desa Cingebul Kecamatan Lumbir. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan tidak menutup kemungkinan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini yaitu, pertama terdapat beberapa strategi dalam pemberdayaan pengembangan merica di Desa Cingebul yang dilakukan oleh pemerintah desa setempat mulai dari pengajuan proposal Desa Mandiri, pemberian bibit, dan sosialisasi serta pelatihan terkait merica. Kedua, terdapat dua konteks yang mendasari digunakannya strategi tersebut yaitu konteks internal dan konteks eksternal. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan yaitu dengan ikut campurnya pemerintah desa ke dalam pemberdayaan pengembangan merica, pengembangan pemberdayaan merica di Desa Cingebul menjadi tidak berhasil. | The research entitled "Community Empowerment Strategy in Pepper Commodity Development in Cingebul Village, Banyumas Regency in 2015-2017" aims to understand and describing the strategies that was done in empowering pepper development in Cingebul Village to know and explained the contexts that are used in Cingebul Village. . This research used a constructivist paradigm and structuralism perspective with qualitative research methods. The approach used was a case study approach. This research was located in the Banyumas Regency with the site located in Cingebul Village, Lumbir District. The informant selection technique used purposive sampling and did not rule out the possibility of using snowball sampling. The data collection techniques that used in this research was interviews, observation, and documentation and for the data analysis techniques was using interactive analysis techniques. While for the validity of the data was using source triangulation techniques. The results of this research are, first, there were several strategies in empowering pepper development in Cingebul Village that had been done by the local village government started from submitting the proposal for an Independent Village, giving seedlings, and socializing and training related to pepper. Second, there were two contexts which underlie the use of the strategy, namely internal context and external context. This research was revealed several findings, which is, by the intervention of the village government into the empowerment of pepper development, the development of pepper empowerment in Cingebul Village was unsuccessful. | |
| 24575 | 27599 | A1L013066 | PERTUMBUHAN TUNAS KENTANG VARIETAS TEDJO MZ (Solanum tuberosum L.) HASIL SUBKULTUR DENGAN PERLAKUAN PERIMBANGAN KONSENTERASI BAP DAN NAA | Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui respon pertumbuhan kentang varietas Tedjo MZ hasil subkultur terhadap pemberian perimbangan konsenterasi BAP dan NAA, 2) Mengetahui perimbangan konsenterasi zat pengatur tumbuh BAP dan NAA terbaik untuk pertumbuhan tunas kentang varietas Tedjo MZ hasil subkultur. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei 2019 sampai Agustus 2019. Planlet yang digunakan adalah planlet kentang varietas Tedjo MZ hasil subkultur yang diperoleh dengan teknik stek mikro. Perlakuan yang dicobakan terdiri dari 8 kombinasi BAP (0 ppm, 0,25 ppm, 0,50 ppm) dan NAA (0 ppm, 0,02 ppm, 0,05 ppm) serta 1 kontrol dengan tiga ulangan. Masing-masing ulangan terdiri dari lima unit, sehingga total unit keseluruhan berjumlah 135. Pengamatan dilakukan selama 30 hari, pada hari terakhir dilakukan pengukuran tinggi tunas, panjang akar, jumlah tunas, serta jumlah akar sebagai variabel yang diamati. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji F dengan taraf kepercayaan 95% (α = 5%) kemudian dilanjutkan dengan uji DMRT. Respon kultur jaringan kentang varietas Tedjo MZ hasil subkultur terhadap perimbangan BAP dan NAA terlihat pada variabel jumlah tunas, panjang akar, dan jumlah akar. Perimbangan terbaik pemberian BAP dan NAA terhadap pertumbuhan tunas kentang varietas Tedjo MZ hasil subkultur adalah perlakuan E dan H yaitu pada variabel jumlah tunas. | This research aims to 1) Determine the growth response of Tedjo MZ potato variety subculture result shoots with BAP and NAA concentration balance treatments, 2) Determine the best BAP and NAA concentration balance for the growth of Tedjo MZ potato variety subculture result shoots.This research is experimental research using completely randomized design (CDR) test in Plant Breeding and Biotechnology Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This research was done from May 2019 until August 2019. The potato variety that was used in this research is Tedjo MZ variety obtained by micro cutting. The treatments are 8 combinations of BAP (0 ppm, 0,25 ppm, 0,50 ppm), NAA (0 ppm, 0,02 ppm 0,05 ppm) and 1 control with three repetitions. Each repetitions consisted of three units, the total result is 135 units. The observasion were carried out for 30 days, on the last day shoots length, roots length, number of shoots, and number of roots were measured and counted as observed variables. The data obtain were analysed using an analysis of the variance on 95% level of convidence (α = 5%) and continued by DMRT test. The response of Tedjo MZ potato variety subculture result with BAP and NAA concentration balance was seen on the number of shoots, root length, and number of roots variables. The best BAP and NAA balance toward the growth of Tedjo MZ potato variety subculture result is E and H treatments on the number of shoots variable. | |
| 24576 | 27606 | F1B015021 | IMPLEMENTASI PROGRAM PUSKESMAS RAMAH ANAK DI PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT | Program Puskesmas Ramah Anak merupakan program kluster III mengenai kesehatan dan kesejahteraan untuk mendukung Kebijakan Kabupaten Layak Anak. Kabupaten Banyumas melaunching 8 Puskesmas yang dijadikan Puskesmas Ramah Anak, salah satunya Puskesmas Purwokerto Barat yang langsung memeperoleh predikat Terbaik I dalam hal Pemilihan Puskesmas Rawat Jalan Ramah Anak Tingkat Kabupaten Banyumas Tahun 2018. Dilihat dari perolehan predikat tersebut, berarti pelaksanaan sudah baik, akan tetapi terdapat kurang aktifnya aktor pelaksana, anggaran yang minim, serta fasilitas yang sudah memenuhi indikator yang sebenarnya masih kurang. Dilihat dari permasalahan tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Puskesmas Ramah Anak di Puskesmas Purwokerto Barat dengan judul penelitian Implementasi Program Puskesmas Ramah Anak di Puskesmas Purwokerto Barat. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pemlilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Puskesmas Ramah Anak di Puskesmas Purwokerto Barat secara umum sudah berjalan baik, dapat dilihat dari aspek struktur birokrasi yang dibuktikan dengan adanya kerangka acuan, aspek disposisi dibuktikan dengan adanya komitmen melalui lokakarya mini, dari segi aspek komunikasi dibuktikan dengan adanya sosialisasi lintas sektor, serta penyebaran informasi melalui media sosial. Kekurangan dalam pelaksanaan program ini, dapat dilihat dari aspek sumber daya, masih terdapat aktor yang seharusnya terlibat, belum terlibat, yaitu kurangnya koordinasi yang dilakukan oleh Dinas yang menjadi leading sector terhadap Kebijakan Kabupaten Layak Anak (DPPKBP3A) dan Puskesmas Purwokerto Barat. | Puskesmas Ramah Anak program is a part of cluster III programs about helath and funds to support Layak Anak Regency Policy. Banyumas Regency launched 8 puskesmas to become Puskesmas Layak Anak, one of them is Puskesmas Purwokerto Barat. Puskesmas Purwokerto Barat just become “Terbaik I” category for Puskesmas Rawat Jalan Ramah Anak contest in Banyumas Regency at 2018. From that achievement, Puskesmas Purwokerto Barat has good executing, but in the other hand less in executor, budgeting also facilities. The purpose of this research is to know about the implementation Puskesmas Ramah Anak program. The title is Implementation Puskesmas Ramah Anak program in Puskesmas Purwokerto Barat. This research method uses qualitative methods. The selection informants used purposive sampling and accidental sampling techniques. Data collection using interview, arrangement and observation techniques. Data analysis uses interactive analysis methods. Data validity uses source triangulation. The results showed that the implementation of the Child Friendly Puskesmas Program at the Purwokerto Barat Puskesmas would function well, but in relation to the resources that still involved the actors involved, were not yet involved, it was related to the communication aspect, as well as the related ones carried out by the responsible Office responsible for the Eligible District Policy. The disposition aspect is good, there is a good commitment, and also from the aspect of the bureaucratic structure there is an agreement. The results show that the implementating Puskesmas Ramah Anak program in Puskesmas Purwokerto Barat is already good. It can be seen from bureaucractic structure aspect with the exixting kerangka acuan, dispotition aspect with the linta sector socialitation, and information spread through the social media. The lack of this program is about human resources, less of participatism from the executor, this is happened because less coordination about leading sector. | |
| 24577 | 27605 | I1A015062 | Persepsi Stakeholder Terhadap Implementasi Program Rujuk Balik Pada Pasien Diabetes Melitus & Hipertensi di Puskesmas I Sumbang Kabupaten Banyumas | Latar Belakang : Permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan meningkatnya jumlah kasus penyakit hipertensi dan diabetes melitus di Kabupaten Banyumas tahun 2018 harus segera diatas melalui strategi peningkatan mutu, efektifitas dan efisisensi pelayanan kesehatan khususnya pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang dapat dilakukan melalui Program Rujuk Balik (PRB). Program Rujuk Balik (PRB) dilaksanakan untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan bagi peserta, meningkatkan fungsi FKTP sebagai gate keeper dan meningkatkan kompetensi penanganan medis berbasis kajian ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi stakeholder terkait implementasi PRB dari sisi komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi serta kendala dan rekomendasi kebijakan secara sederhana. Metodologi : Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi fenomenologi, penetuan informan dilakukan secara purposive sampling sebanyak 8 orang. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini menggunakan content analysis. Triangulasi data menggunakan metode triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian : Komunikasi yang dilakukan oleh stakeholder belum optimal dari segi prosedur pelayanan rujuk balik. Dalam melaksanakan layanan rujuk balik, masing-masing fasilitas kesehatan kekurangan sumber daya yang menunjang dan belum sesuainya pelaksanaan rujuk balik dengan acuan yang digunakan. Pelaksanaan rujuk balik di masing-masing fasilitas kesehatan mengalami kendala akibat rendahnya kualitas dan kuantitas sumber daya penunjang rujuk balik. Meskipun pelaksanaan rujuk balik terkendala, stakeholder berpandangan positif terkait kebijakan tersebut. Kendala dan hambatan tersebut dapat teratasi jika stakeholder mengoptimalkan komunikasi dan pemenuhan sumber daya agar program rujuk balik kedepannya dapat berjalan dengan baik. Simpulan : Implementasi program rujuk balik di masing-masing fasilitas kesehatan terkendala oleh komunikasi dan keterbatasan sumber daya yang menunjang pelaksanaan rujuk balik. | Background : Health problems related to the increasing number of hypertension and diabetes mellitus’s cases in Banyumas Regency in 2018 must be solved through strategies to improve the quality, effectiveness and efficiency of health services, especially in the First Level Health Facilities which can be done through Back Referral Program. Back Referral Program is implemented to facilitate patients to access health services, to improve the function of First Level Health Facilities as a gate keeper, to improve the competence of medical treatment based on scientific studies as well. This study aims to determine stakeholder’s perceptions related to the implementation of Back Referral Program in terms of communication, resources, disposition and bureaucratic structure as well as obstacles and simple policy recommendations. Method : This study is qualitative research with phenomenology study design. The researcher determines the informants using purposive sampling which uses 8 informants. The tabulation and analysis data use content analysis. Triangulation of data uses triangulation of source and method. Results : Communication by stakeholders is not optimal in terms of back referral procedures. In carrying out the back referral services, each health facility lacks of supporting resources and the implementation of back referral is incompatible to the reference used by the stakeholder. The implementation of back referral in each health facility experiences constraints due to the low quality and quantity of resources. Although the implementation of back referral is constrained, stakeholders have a positive view about the policy. These constraints and obstacles can be overcome if stakeholder optimize their communication and fulfil the resources so that the program can be well-run in the future. Conclusion : The constraints of implementation back referral program in each health facility constrained by the lack of communication and limited resources. | |
| 24578 | 27608 | I1E015035 | HUBUNGAN KEKUATAN OTOT PERUT DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI TERHADAP AKURASI SHOOTING PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL PUTRA DI SMA NEGERI 1 SOKARAJA | Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kekuatan otot perut dan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi shooting peserta ekstrakurikuler futsal putra di SMA Negeri 1 Sokaraja. Metodologi: Penelitian ini termasuk korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran, jumlah sampel sebanyak 18 siswa dan menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian kekuatan otot perut menggunakan tes sit up, daya ledak otot tungkai dengan tes standing board jump, sedangkan shooting dengan tes menembak 5 bola. Uji statistic korelasi person product moment dan korelasi ganda. Hasil Penelitian: Ada hubungan kekuatan otot perut terhadap akurasi shooting (p = 0.037 dan r = 0.495), ada hubungan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi shooting (p = 0.031 dan r = 0.509), ada hubungan kekuatan otot perut dan daya ledak otot tungkai terhadap akurasi shooting (p = 0.019 dan r = 0.640). Kesimpulan: kekuatan otot perut dan daya ledak otot tungkai dapat meningkatkan akurasi shooting dalam permainan futsal. Kata Kunci: kekuatan, daya ledak otot tungkai, shooting. | Background: This research has purpose to knowing correlation between the power of abdominal muscle and explosive leg power with shooting accuration boys students of the extracurricular futsal in SMA Negeri 1 Sokaraja. Method: This research including in correlation kind with cross approach sectional. Accumulation technique of the data used by test anda measuring. Total sample is 18 students and used by total sampling technique. Instrument of this research is the power of abdominal muscle used by sit up test, the explosive leg power used by standing board jump test, meanwhile the shooting test used by shoot 5 times with the ball. Correlation statistic test pearson product moment and correlation double. Result of the research: There is the correlation of the power of abdominal muscle with accuration shooting (p= 0,031 and r= 0,495), there is correlation of the explosive leg power with accuration shooting (p= 0,031 and r= 0,509), there is correlation between the power of abdominal muscle and the explosive leg power with accuration shooting (p=0,019 and r=0,064). Conclusion: The power of abdominal muscle and the explosive leg power can related to increase shooting accuration in the game of futsal. Keywords: Power, the explosive leg power, shooting. | |
| 24579 | 27609 | I1A015002 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRES KERJA PADA DOKTER MUDA DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) UNSOED TAHUN 2018 | Latar Belakang : Masa peralihan yang dialami dokter muda, mendorong dokter muda menghadapi berbagai stresor seperti beban kerja, kelelahan kerja dan kepuasan kerja. Berdasarkan studi pendahuluan di RSGM unsoed, 2 dari 10 dokter muda mengalami stres sangat berat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stres kerja pada dokter muda di RSGM Unsoed. Metode : Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah 96 orang. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa dokter muda di RSGM Unsoed yang mengalami stres kerja sedang sebanyak 34 orang (35,4%) dan stres kerja berat sebanyak 62 orang (64,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan antara beban kerja (p=0,001), kepuasan kerja (p=0,000), kelelahan kerja dengan stres kerja pada dokter muda di RSGM Unsoed. Hasil Analisis multivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh beban kerja, kepuasan kerja dan kelelahan kerja terhadap stres kerja pada dokter muda di RSGM Unsoed. Simpulan : Terdapat pengaruh beban kerja, kepuasan kerja, dan kelelahan kerja terhadap stres kerja serta tidak ada pengaruh masa kerja dan lama kerja terhadap stres kerja. Kelelahan kerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap stres kerja. Saran : Istirahat minimal 30 menit setelah bekerja 4 jam terus-menerus untuk menghindari kelelahan kerja yang tinggi. | Background : The transition period experienced by co-assistant doctors, encouraging co-assistant doctors to face various stressors such as workloads, work fatigue and job satisfaction. Based on preliminary studies at RSGM Unsoed, 2 out of 10 co-assistant doctors experience very heavy stress. This study aims to determine the factors associated with work stress on co-assistant doctors at RSGM Unsoed. Method : This type of research is quantitative with cross sectional approach. Sampling was done by purposive sampling method with a total of 96 people. Result : The results showed that young doctors at RSGM Unsoed who experienced moderate work stress as many as 34 people (35.4%) and heavy work stress as many as 62 people (64.6%). Bivariate analysis showed a relationship between workload (p = 0.001), job satisfaction (p = 0,000), work fatigue and work stress on co-assistant doctors at RSGM Unsoed. The results of multivariate analysis showed that there was an influence of workload, job satisfaction and work fatigue on work stress on young doctors at RSGM Unsoed. Conclusion : There is an influence of workload, job satisfaction, and work fatigue on work stress and there is no influence of work period and work duration on work stress. Work fatigue is the most influential factor on work stress. Suggestion: Rest at least 30 minutes after working 4 hours continuously to avoid high work fatigue. | |
| 24580 | 28703 | E1A115034 | Penerapan Corporate Social Responsibility (CSR) Berdasarkan Pasal 74 Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas di PT. Mitra Abadi Handal Cilacap | ABSTRAK Berkembangnya majunya suatu negara terpengaruh dari aktivitas pembangunan ekonomi. Salah satu aktivitas pembangunan ekonomi adalah Perusahaan Perseroan Terbatas. Majunya suatu Perseroan Terbatas pun, tak lepas dari fakto dukungan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengatur mengenai Tanggung Jawab sosial dan lingkungan Perusahaan atau lebih dulu dikenal Corporate Social Respponbility pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, untuk mewajibkan Perseroan Terbatas bertanggung jawab menjaga dan meningkatkan kesejahteraan lingkungan dan masyarakat. Pelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Data penelitian bersumber dari data sekunder dan data primer. Dengan metode pengumpulan data yaitu kepustakaan dan wawancara, data disajikan dengan teks naratif berdasarkan analisis data dengan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian Penerapan Corporate Social Responsibilty (CSR) Bedasarkan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas di PT. Mitra Abadi Handal Cilacap yaitu PT.Mitra Abadi Handal Cilacap telah melaksanakan kegiatan Corporate Social Responbility, berdasarkan Peraturan yang tercantum pada Pasal 74 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Corporate Social Responsibility yang dilakukan perusahaan terfokus pada bidang Ekonomi, Pendidikan dan Sosial Lingkungan. | ABSTRACT The development of a country from the place of economic development. One of the economic development activities is a Limited Company. The progress of a Limited Company, can not be separated from the fact of community support and the Environment. Therefore, the Indonesian Government's Corporate Social and Environmental Responsibility or earlier known as Corporate Social Responsibility in Article 74 of Law Number 40 Year 2007 concerning Limited Liability Companies, to require Limited Liability companies to be responsible and improve the welfare of society and the environment. This research uses the normative juridical method. Research data sourced from secondary data and primary data. With the data collection method of literature and documentation, the data is presented in narrative text based on data analysis with qualitative normative methods. Research Results of the Implementation of Corporate Social Responsibilty (CSR) Based on Article 74 of Law Number 40 of 2007 Concerning Limited Companies in PT. Mitra Abadi Handal Cilacap, PT. Mitra Abadi Handal Cilacap has carried out Corporate Social Responsibility activities, based on the regulations stipulated in Article 74 of Law Number 40 of 2007 concerning Limited Liability Companies. Corporate Social Responsibility by the company is focused on the field of Economics, Education and Social Environment. |