Artikel Ilmiah : A1H011055 a.n. NAILA RAHMI

Kembali Update Delete

NIMA1H011055
NamamhsNAILA RAHMI
Judul ArtikelSTRATEGI PENGUATAN DAN PENGEMBANGAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (SRI) DENGAN MENGGUNAKAN ANALYTIC HIERARCHY PROCESS (AHP) DI KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kabupaten Purbalingga merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang mengembangkan metode pertanian dengan menggunakan metode system of rice intensification (SRI). Petani pengguna metode SRI yang cukup banyak, belum disertai dengan fasilitas yang memadai sehingga dapat membantu proses perkuatan dan pengembangan mertode SRI di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor, aktor, sasaran dan strategi yang berpengaruh dalam mengembangkan dan memperkuat metode SRI yang telah ada di Kabupaten Purbalingga.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode survei. Pengambilan sampel untuk petani SRI dilakukan dengan multistage random sampling. Pemilihan petani berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DINTANBUNHUT) dengan melihat peningkatan serta penurunan jumlah petani yang menggunakan SRI di tiap-tiap Kecamatan. Pengambilan sampel di instansi pemerintah yaitu Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (DINTANBUNHUT) Kabupaten Purbalingga. Metode perhitungan hasil penelitian menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP merupakan salah satu metode pengambilan keputusan yang di kembangkan oleh Thomas L. Saaty. AHP merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan dengan memperhatikan faktor-faktor persepsi, preferensi, pengalaman dan intuisi. AHP menggabungkan penilaian-penilaian dan nilai-nilai pribadi ke dalam satu cara yang logis.
Hasil dari perhitungan penelitian menunjukkan dalam perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga dalam faktor yaitu bahan baku (BB) 0.046, sumberdaya manusia (SDM) 0.115, informasi pasar (IP) 0.121, modal (MD) 0.281 dan sarana prasarana (SP) 0.439. Untuk aktor perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga dinas (DS) 0.119, petani (PT) 0.251, koperasi (KOP) 0.223 dan bank (BK) 0.411. Sasaran perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga yaitu meningkatkan daya saing (MDS) 0.101, peluang pasar (PP) 0.237 dan meningkatkan produksi (MP) 0.667. Strategi perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga adalah pengembangan pola kemitraan (PPK) 0.102, pembinaan kelompok tani (PKT) 0.321 dan sentra organik (SO) 0.581. Pengembangan SRI di Kabupaten Purbalingga untuk faktor yaitu bahan baku (BB) 0.044, sumberdaya manusia (SDM) 0.111, informasi pasar (IP) 0.128, modal (MD) 0.275 dan sarana prasarana (SP) 0.442. Aktor perkuatan SRI di Kabupaten Purbalingga adalah dinas (DS) 0.114, petani (PT) 0.232, koperasi (KOP) 0.228 dan bank (BK) 0.431. Sasaran pengembangan SRI di Kabupaten Purbalingga yaitu meningkatkan pendapatan (MP) 0.168, membuka kesempatan kerja baru (MKKB) 0.224 dan pemerataan kesempatan usaha (PKU) 0.614. Strategi pengembangan SRI di Kabupaten Purbalingga adalah pembinaan usaha kelompok tani yang baru (PUKT) 0.279, dan membuka akses pasar (MAP) 0.727.
Abtrak (Bhs. Inggris)Purbalingga is one of regencies in Central Java to develop farming methods using the system of rice intensification (SRI). User farmers SRI methods are quite a lot, yet accompanied with adequate facilities so as to help the process of retrofitting and developing mertode SRI in Purbalingga. This study aims to determine the factors, actors, targets and strategies are influential in developing and strengthening the existing SRI method in Purbalingga.
The method used in this study is is the survey method. Sampling for farmers SRI conducted by multistage random sampling. Selection of farmers based on data obtained from the Department of Agriculture, Plantation and Forestry (DINTANBUNHUT) to see an increase and a decrease in the number of farmers using SRI in each sub-district. Sampling in government agencies namely the Department of Agriculture, Plantation and Forestry (DINTANBUNHUT) Purbalingga. Method of calculating the results of studies using Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP is a decision-making method that was developed by Thomas L. Saaty. AHP is one method that can be used in decision-making by taking into account the factors of perception, preference, experience and intuition. AHP combines assessments and personal values into one logical way.
Results of the study show the calculation of the retrofitting the factor of SRI application are namely : 1) raw materials (BB) 0.046; 2) human resources (HR); 0.115 ; 3) market information (IP) 0.121, 4) capital (MD) 0.281 and 5) infrastructure (SP) 0.439. The determinant actors for SRI application based on their eigen velue are :1) government (DS) 0.119 ; 2) farmers (PT) in 0.251 ; 3) the cooperative (KOP) 0.223 and 4) the bank (BK) 0.411. SRI retrofitting target in Purbalingga are : 1) improving competitiveness (MDS) 0.101; 2) market opportunities (PP) 0.237 and 3) increase production (MP) 0.667. the development of a partnership (PPK) 0102, The dominant strategies choosen by respondent are : 1) formation of farmer groups (PKT) 0.321 and 2) centers of organic (SO) 0.581. The factor with regard to SRI development in Purbalingga are : 1) raw materials (BB) 0.044; 2) human resources (HR) 0.111; 3) market information (IP) 0128; 4) capital (MD) 0.275 and 5) infrastructure (SP) 0.442. SRI retrofitting actors in Purbalingga are: 1) government (DS) 0.114; 2) farmers (PT) in 0.232; 3) the cooperative (KOP) 0.228 and 5) the bank (BK) 0.431. The target development of SRI in Purbalingga are: 1) increase revenue (MP) 0.168; 2) opening new employment opportunities (MKKB) 0.224 and 3) equal opportunity venture (PKU) 0.614. SRI development strategies in Purbalingga are fostering new businesses farmer groups (PUKT) 0279, and open market access (MAP) 0727.
Kata kunciAHP, SRI, Purbalingga
Pembimbing 1Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D
Pembimbing 2Ropiudin, S.TP., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2015-08-13 13:47:34.237059
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.