Home
Login.
Artikelilmiahs
12114
Update
VANIA RAHMAYANTI
NIM
Judul Artikel
UJI KETAHANAN KAYU KELAPA(Cocos nucifera) DENGAN SISTEM PYROLISIS BERBAHAN ANORGANIK TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH Microtermes insperatus Kemner
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tingginya permintaan terhadap kayu kelapa menyebabkan pohon kelapa yang masih muda ditebang sehingga ketahanan kayu kelapa masih rendah dan mudah diserang oleh rayap tanah. Untuk meningkatkan ketahanan kayu kelapa maka diperlukan proses pengawetan. Salah satu proses pengawetan yang dilakukan yaitu dengan asap cair (Pyrolisis). Pyrolisis adalah proses pembakaran bahan karbon tanpa oksigen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pengasapan (Pyrolisis) pada ketahanan kayu kelapa (Cocos nucifera) terhadap serangan rayap tanah Microtermes insperatus Kemner dan lama pengasapan yang baik untuk memperoleh ketahanan kayu kelapa paling baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode RAK dengan 3 kelompok (lama perebusan blok kayu) dan 5 perlakuan (lama pengasapan). Variabel utama dalam penelitian ini adalah daya serang rayap tanah dan variabel pendukung adalah rona lingkungan, kelembaban tanah, pH, dan temperatur udara. Penelitian ini dilakukan di komplek perumahan Arcawinangun Purwokerto Timur dan Laboratorium Entomologi Fakultas Biologi Unversitas Jenderal Soedirman. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, dengan tingkat kesalahan 5% dan 10%. Hasil yang diperoleh sangat nyata maka dilanjutkan Uji Duncan. Untuk mengidentifikasi rayap tanah digunakan buku kunci identifikasi rayap tanah (Ahmad,1999). Hasil penelitian menunjukan bahwa Lamanya pengasapan pyrolisis meningkatkan daya tahan kayu kelapa terhadap serangan Microtermes insperatus Kemner. Lama pengasapan yang optimum adalah P2 (30 menit) dan lama pengasapan yang efisien adalah P4 (60 menit).
Abtrak (Bhs. Inggris)
The high demand for coconut wood causing young coconut tree felled so that the resilience of coconut wood is low and vulnerable to attack by subterranean termites. To increase the resilience of coconut wood preservation process is required. One of the pickling process is made by liquid smoke (Pyrolisis). Pyrolisis is the process of combustion of carbon without oxygen. The purpose of this study was to determine the effect of curing time (Pyrolisis) on coconut wood durability (Cocos nucifera) to termite attack ground Microtermes insperatus Kemner and long curing to obtain the most excellent resistance coconut wood. The method used in this research is the method of RAK with 3 groups (long boiling wooden blocks) and 5 treatment (long fogging). The main variable in this study is the attack power of subterranean termites and is supporting variable environmental setting, soil moisture, pH, air and temperature. This research was conducted at the residential complex Purwokerto Arcawinangun East and Entomology Laboratory of the Faculty of Biology of University of General Sudirman. Data were analyzed using the F test, with an error rate of 5% and 10%. The results are real, then followed Duncan test. To identify subterranean termites use identification keys books subterranean termites (Ahmad, 1999). The results showed the duration of curing pyrolisis increase the durability of coconut wood against attack Microtermes insperatus Kemner. Long optimum curing is P2 (30 minutes) and long curing efficient is P4 (60 minutes).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save