Artikelilmiahs
Menampilkan 2.301-2.320 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2301 | 12045 | C1A011002 | Dampak Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2013 Terhadap Permintaan Rokok Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok (Studi Kasus Siswa Sman 4 Kota Bekasi) | Penelitian ini berjudul “Dampak Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2013 Terhadap Permintaan Rokok Siswa dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Merokok (Studi Kasus SMAN 4 Kota Bekasi)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan permintaan rokok siswa sebelum dan sesudah penerapan Permenkes dan mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku merokok siswa. Penelitian ini menggunakan data primer dengan 76 responden. Alat yang digunakan dalam analisis ini adalah uji beda rata-rata (Paired Sample t Test) untuk mengetahui perbedaan permintaan rokok siswa dan regresi logistik untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perilaku merokok siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi perbedaan secara nyata permintaan rokok siswa. Sebelum adanya Permenkes siswa mengkonsumsi rokok sebanyak 3,38 batang per hari dan setelah adanya Permenkes mengalami penurunan menjadi 2,15 batang per hari. Sedangkan alokasi uang jajan untuk membeli rokok juga mengalami penurunan setelah adanya Permenkes. Pada awalnya alokasi uang jajan untuk membeli rokok sebesar Rp4.269 per hari turun menjadi Rp2.807. Secara Keseluruhan variabel uang jajan, persepsi harga, orang tua, teman, iklan produk rokok, iklan bahaya rokok, waktu belajar, ekstrakurikuler, larangan orang tua, jarak dan larangan pasangan secara bersama-sama berpengaruh terhadap perilaku merokok siswa. Sedangkan secara parsial variabel persepsi harga dan iklan bahaya rokok berpengaruh negatif signifikan terhadap perilaku merokok siswa dan waktu belajar berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku merokok siswa. | This study entitled " Dampak Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2013 terhadap Permintaan Rokok dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok (Studi Kasus Siswa SMAN 4 Kota Bekasi). The purpose of this study is to determine how much the cigarette demand changes of students before and after the implementation of Permenkes and determine the factors that influence smoking behavior of students. This study uses primary data with 76 respondents. The tools used in this analysis is the average difference test (Paired Sample t Test) to determine differences in cigarette demand of students and logistic regression to identify factors that influence smoking behavior of students. Based on the results of research, show that it has significant changes in student's demand for cigarettes. Prior to the Permenkes students consume as much as 3.38 cigarette cigarettes per day, and after the Permenkes decreased to 2.15 cigarettes per day. While the allocation of allowance to buy cigarettes also declined after the Permenkes. At first allocation of students’s daily money to buy cigarettes at Rp4.269 per day decreased to Rp2.807. Overall variable allowance, price perception, parents, friends, advertising tobacco products, advertising the dangers of smoking, learning time, extracurricular, prohibition of parents, distance and steady are together influence the smoking behavior of students. While partially variable perception of the dangers of smoking and ad pricing have negative significant effect on smoking behavior of students and learning time has positive significant effect on smoking behavior of students. | |
| 2302 | 12049 | A1C011043 | EFISIENSI EKONOMI USAHATANI BABY BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) PADA PETANI MITRA PT BUMI SARI LESTARI (FRUITS AND VEGETABLES EXPORTER) DI KECAMATAN KALIANGKRIK KABUPATEN MAGELANG | Baby buncis merupakan salah satu komoditas hortikultura dengan permintaan ekspor yang tinggi. Permintaan ekspor baby buncis PT Bumi Sari Lestari mencapai 1 – 1,2 ton/hari belum mampu dipenuhi karena kualitas dan produktivitas petani yang masih rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan produksi dengan penggunaan input yang efisien melalui kemitraan agar keuntungan yang diperoleh maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap produksi baby buncis, tingkat efisiensi ekonomi, dan besarnya pendapatan petani mitra PT Bumi Sari Lestari dalam usahatani baby buncis. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang pada bulan Februari 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan responden dilakukan secara sensus terhadap 35 responden. Pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Stochastic Frontier Cobb-Douglas, pengaruh faktor-faktor produksi terhadap hasil produksi, efisiensi ekonomi dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi benih, pupuk organik dan pupuk anorganik berpengaruh signifikan terhadap produksi baby buncis. Efisiensi teknik tercapai dengan nilai rata-rata ET sebesar 0,853, sedangkan efisiensi harga belum tercapai karena nilai rata-rata ratio NPMx/Px lebih besar dari satu yaitu sebesar 4,01. Oleh karena itu, efisiensi ekonomi usahatani baby buncis pada petani mitra tidak tercapai karena belum memenuhi syarat kecukupan (efisiensi harga). Pendapatan rata-rata per hektar usahatani baby buncis pada petani mitra sebesar Rp 7.015.266,27 dengan R/C ratio 1,43 menunjukkan usahatani baby buncis di daerah penelitian masih menguntungkan bagi petani mitra. | Baby french bean is one of horticultural commodities with high export demand. Export demand of baby french bean PT Bumi Sari Lestari reach 1 to 1.2 ton/day has not been able to be met because the quality and productivity of farmers is still low. Efforts to do is to increase production with the efficient use of inputs through partnerships in order to obtain maximum benefit. This research aims to know influence of using production factors to the baby french bean production, the level of economic efficiency, and the amount of income from farmers partner PT Bumi Sari Lestari in baby french bean production. The research was conducted at Kaliangkrik District, Magelang Regency in February 2015. The research method used is case study. Respondent conducted by census of 35 respondents. Data were collected by observation and interview using a questionnaire. The analyticals data method used is the analysis of the Stochastic Frontier Cobb-Douglas production function, the influence of production factors to the production, economic efficiency and income. The results showed that production factors of seed, fertilizer organic and inorganic fertilizer significantly influence the baby french bean production. Technical efficiency is achieved with an average ET value of 0,853, while allocative efficiency has not been achieved because the average value ratio of NPMx/Px is greater than one that is equal to 4,01. Therefore, the economic efficiency of baby french bean production at the farmers partners was not achieved because have not qualified sufficient condition (allocative efficiency). The average income per hectare of baby french bean production at farmers partner Rp 7,015,266.27 with R/C ratio of 1,43 indicates baby french bean production in the area of research is still profitable for farmers partner. | |
| 2303 | 12050 | H1F008013 | GEOLOGI DAN POTENSI SUMBERDAYA DIORIT DAERAH GUNUNG LAWE DAN SEKITARNYA KECAMATAN BANJARMANGU, KABUPATEN BANJARNEGARA, PROVINSI JAWA TENGAH | Lokasi penelitian berada di daerah Gunung Lawe dan sekitarnya, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah dengan luas 25 km2 yang berada pada koordinat 354263.05 mE – 9193135.49 mN, 359253.78 mE – 9193135.49 mN, 354263.05 mE – 9188148.83 mN dan 359253.78 mE – 9188148.83 mN. Satuan batuan tertua pada daerah penelitian adalah satuan batulempung berumur Miosen Tengah (N9-N14) yang disetarakan dengan Formasi Rambatan dan diendapkan pada lingkungan Neritik Luar. Satuan diorit menerobos satuan batulempung pada Kala Miosen Tengah – Miosen Akhir. Pada Pliosen Tengah Satuan Breksi Laharik terendapkan secara tidak selaras dengan satuan batulempung yang setara dengan Formasi Ligung. Satuan Lava Andesit diendapkan secara selaras pada bagian atas Satuan Breksi Laharik. Satuan ini termasuk dalam Formasi Ligung. Satuan Breksi Gunungapi terendapkan diatas semua satuan yang berumur setara dengan formasi batuan Gunungapi Jembangan. Perhitungan sumberdaya diorit di daerah penelitian dihitung dengan menggunakan metode kerucut terpancung. Metode ini digunakan untuk endapan yang mempunyai geometri seperti kerucut yang terpancung pada bagian puncaknya. Variabel yang digunakan dalam perhitungan volume antara lain adalah tebal atau tinggi objek, luas penampang atas dan luas penampang bawah. Perhitungan sumberdaya pada Blok Lawe sebesar 76.890.173,1184 ton, Blok Krinjing sebesar 482.538,7984 ton dan Blok Wugul 2.209.861,3375 ton. | Research area is in the Lawe Hill and it’s surrounding, Banjarmangu District, Banjarnegara Regency, Central Java which area of 25 km2 located in coordinate koordinat 354263.05 mE – 9193135.49 mN, 359253.78 mE – 9193135.49 mN, 354263.05 mE – 9188148.83 mN and 359253.78 mE – 9188148.83 mN. The oldest rock unit in the research of area is the Middle Miocene claystone unit (N9-N14) that is equal with Rambatan Formation and environment deposited in the Low Neritik. This unit intruded by diorite unit at the Middle – Late Miocene. In the Middle Pliocene laharic breccia unit deposited as an uncomformity on claystone unit that’s equivalent to the Ligung Formation. Andesit lava unit is deposited as an comformity at the top of laharic breccia unit. This equivalent to the Ligung Formation. Volcanic breccia unit deposited over all units was equivalent to the Jembangan volcanic formation. Diorite resource calculation is using truncated cone method. This method is used for the deposition which have geometry like truncated cone at the peak. Variables used is in the volume calculation in among others are thick or tall objects, broad cross-section of the upper and lower cross-sectional area. Calculating of resources on Block Lawe with the truncated cone method had obtainable as 76.890.173,1184 ton, Block Krinjing 482.538,7984 ton and Block Wugul 2.209.861,3375 ton. | |
| 2304 | 12051 | A1H010096 | KARAKTERISTIK PENGERINGAN GULA KELAPA KRISTAL MENGGUNAKAN PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) TIPE RAK BERPUTAR DENGAN SUMBER ENERGI UDARA PANAS PADA WAKTU TERUKUR | Gula kelapa kristal merupakan salah satu produk hasil diversifikasi gula tebu yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat yang mudah rusak selama penyimpanan. Kondisi tersebut memerlukan perlakuan khusus untuk mempertahankan kualitas gula kelapa kristal agar mempunyai masa simpan lebih lama. Salah satu upaya mempertahankan kualitas adalah pengeringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengeringan gula kelapa kristal menggunakan pengering efek rumah kaca tipe rak berputar dengan sumber energi udara panas dengan perputaran rak 360+90o setiap 10 menit pada kecepatan putar kipas 1378 rpm untuk P1, 2118,5 rpm untuk P2, dan 2859 rpm untuk P3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gula kelapa kristal memiliki kadar air awal 5,52% bb atau 5,87% bk (P1), 6,26% bb atau 6,69% bk (P2), dan 5,06% bb atau 5,34% bk (P3). Kadar air akhir 3,80% bk (P1), 2,90% bk (P2), dan 1,87% bk (P3). Rata-rata suhu inlet, ruang pengering, lingkungan, dan outlet pada P1 masing-masing sebesar 44oC, 38oC, 31oC, dan 34oC. Pada P2 masing-masing sebesar 47oC, 40oC, 31oC, dan 35oC. Pada P3 masing-masing sebesar 45oC, 42oC, 32oC, dan 35oC. Susut bobot pada P1, P2, dan P3 masing-masing sebesar 1,96%, 3,54%, dan 3,29%. Kadar air kesetimbangan (Me) yaitu 2,49% bk (P1), 2,35% bk (P2), dan 1,62% bk (P3). Rata-rata laju pengeringan gula kelapa kristal pada P1, P2, dan P3 masing-masing sebesar 0,96% bk/jam, 1,75% bk/jam, dan 1,60% bk/jam. Konstanta pengeringan sebesar 0,0071, 0,0110, dan 0,0172 masing-masing pada P1, P2, dan P3. | Coconut sugar crystal is one of the diversification products of sugar cane, which is the basic primary need of people, which can be easily damaged during storage. This condition requires specific treatment in order to maintain the quality of coconut sugar crystals so that it has longer storage period. One of the efforts to maintain its quality is by drying. The aim of this research is to understand the drying characteristics of coconut sugar crystals using greenhouse effect dryer at the rotating rack type with heat air energy source with a turnover rack 360o + 90o every 10 minutes at the speed of rotating fan set to 1378 rpm for P1, 2118,5 rpm for P2, and 2859 rpm for P3. The result of this research are indicate that coconut sugar crystal has initial moisture content are 5.52% wb or 5.87% db (P1), 6.26% wb or 6.69% db (P2), and 5.06% wb or 5.34% db (P3). The final moisture content is 3.80% db (P1), 2.90% db (P2), and 1.87% db (P3). The mean temperature of the inlet, drying chamber, ambient, and outlet at P1 are 44oC, 38oC, 31oC, and 34oC. At P2 are 47oC, 40oC, 31oC, and 35oC respectively. At P3 are 45oC, 42oC, 32oC, and 35oC respectively. The weight loss during P1, P2, and P3 are 1.96%, 3.54%, and 3.29% respectively. The equilibrium of moisture content is 2.49% db (P1), 2.35% db (P2), and 1.62% db (P3). The mean drying rate of coconut sugar crystals during P1, P2, and P3 are 0.96% db/hour, 1.75% db/hour, and 1.60% db/hour respectively. The drying constant is 0.0071, 0.0110, and 0.0172 for P1, P2, and P3 respectively. | |
| 2305 | 12052 | H1D011036 | PERHITUNGAN SUSPENDED LOAD WADUK SEMPOR BERDASARKAN PREDIKSI DEBIT INFLOW DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION | Waduk Sempor terletak di Desa Sempor, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Waduk yang dibangun pada 1978 memiliki luas daerah tangkapan 43 km2. Merujuk data Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) kondisi awal Waduk Sempor tahun 1978 volume air di tampungan mencapai 52 juta m3. Namun pada pengukuran terakhir tahun 1998 volume maksimal air waduk sebesar 38,363 juta m3. Diketahui volume sedimen antara 1994-1998 mencapai 1,488 juta m3. Penelitian ini mengenai perhitungan sedimen suspended load yang masuk ke waduk berdasarkan prediksi debit menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Backpropagation. Metode berbasis Aritificial Intelegence (AI) ini menggunakan data debit inflow Waduk Sempor selama 16 tahun menggunakan jaringan optimum yang terdiri dari 8 unit masukan, 2 lapisan tersembunyi dengan masing-masing terdiri dari 24 unit dan 8 unit dan 1 unit keluaran (Jaringan 8-24-8-1). Data 13 tahun pertama sebagai data pelatihan dan 3 tahun berikutnya sebagai data pengujian. Selanjutnya data debit hasil prediksi dimasukkan ke dalam perhitungan debit dan volume sedimen bersama konsentrasi sedimen hasil pengukuran di lapangan. Hasil dari JST berupa MSE pelatihan sebesar 0,003076 sama dengan 2,112 m3/s dengan nilai koefisien korelasi 0.876, MSE pengujian 0,00127717 sama dengan 0,449 m3/s dengan nilai koefisien korelasi 0,965 dan debit inflow prediksi untuk 15 tahun yang akan datang. Selanjutnya, berdasarkan hasil pengambilan sampel diperoleh konsentrasi suspended load sebesar 14,921 mg/liter dan 347,173 mg/liter dengan rata-rata 181,047 mg/liter. Kemudian konsentrasi tersebut dihitung bersama debit inflow prediksi untuk menghitung volume suspended load yang menghasilkan volume sedimen selama 15 tahun sebesar 171.325,56 m3 dengan rata-rata 11.421,704 m3/tahun. | Sempor Reservoir is located in Sempor Village, Sempor District, Kebumen, Central Java. The reservoir was built in 1978 has 43 km2 catchment area. Based on Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS-SO) data, the initial condition of Sempor Reservoir in 1978, the water volume in reservoir was 52 million m3. But at the last measurement in 1998, the maximum volume of water reservoir was 38,363 million m3. The volume of sediment between 1994-1998 reached 1,488 million m3. This research is concerning about the calculation of suspended load sediment that enter the reservoir based on discharge prediction by using Artificial Neural Network (ANN) Backpropagation. The method that based by Artificial Intelegence (AI) use 16 years inflow discharge data, the optimum network that used consists of 8 units of input, 2 hidden layers with each consisting of 24 units and 8 units, and 1 unit of output (8-24-8-1 network). The first 13 years of data as training data and the next 3 years as test data. Then, the discharge data as results of prediction is incorporated into the calculation of the sediment discharge and volume together with the sediment concentration as results of field measurement. Results of ANN are MSE of training is 0,003076 equal to 2,112 m3/s with correlation coefficient is 0,876, MSE of testing is 0,00127717 equal to 0,449 m3/s with correlation coefficient is 0,965 and inflow discharge prediction for 15 years later. Furthermore, based on the results of sampling obtained the suspended load concentration was 14,921 mg/liter and 347,173 mg/liter with an average 181,047 mg/liter. Then, the concentration was calculated along with the inflow discharge prediction to calculate the volume of suspended load that generates volume during 15 years later is 171.325,56 m3 with an average 11.421,704 m3/year. | |
| 2306 | 12053 | G1A011055 | FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PROLONGED HOSPITAL STAY (PERAWATAN LEBIH LAMA DI RUMAH SAKIT) PADA KASUS PNEUMONIA ANAK BERUSIA 2-59 BULAN DI RUMAH SAKIT MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Pneumonia merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia pada anak di bawah usia lima tahun. Identifikasi faktor yang berhubungan dengan luaran pneumonia sangat penting untuk mengurangi mortalitas dari penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perawatan lebih lama di rumah sakit pada kasus pneumonia anak berusia 2-59 bulan di Rumah Sakit Margono Soekarjo Purwokerto. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel penelitian sebanyak 100 orang yang memenuhi kriteria inklusi yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil analisis multivariat pada penelitian ini adalah usia anak (12-35 bulan p=0,008, 36-59 bulan p=0,039); status gizi (p=0,019); status ASI (p=0,002); status imunisasi (p=0,008); dan kepadatan hunian rumah (p=0,034). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan perawatan lebih lama di rumah sakit pada kasus pneumonia anak berusia 2-59 bulan adalah usia anak, status gizi, status ASI, status imunisasi, dan kepadatan hunian rumah. Usia ibu, pendidikan ibu, berat badan lahir, usia kehamilan saat lahir, dan polusi udara dalam ruangan tidak berhubungan dengan perawatan lebih lama di rumah sakit. | Pneumonia is leading cause of death among children under five. The identification of factors associated with the outcomes of pneumonia is critical to reduce mortality of this disease. This study aimed to investigate the factors associated with prolonged hospital stay in case of pneumonia of children aged 2-59 months in Margono Soekarjo Hospital Purwokerto. This study used an observational analytic design with a case-control approach. Sampling method of this study was purposive sampling with 100 samples. Bivariate analysis using Chi-square and multivariate analysis using logistic regression. The result of multivariate analysis in this study were age of child’s age (12-35 months with p value= 0.008, 36-59 months with p value = 0.039); nutritional (p = 0.019); breastfeeding (p = 0.002); immunization (p = 0.008); and overcrowding (p = 0.034). The factors associated with prolonged hospital stay in cases of pneumonia of children aged 2-59 months were the child's age, nutritional, breastfeeding, immunization, and overcrowding. Maternal age, maternal education, birth weight, gestational age, and indoor air pollution were not associated with prolonged hospital stay. | |
| 2307 | 12055 | A1C111004 | STRATEGI PENGEMBANGAN USAHATANI BERAS HITAM ORGANIK PADA KELOMPOK TANI RUKUN DI DESA PAKEMBINANGUN KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk (1)mengetahui profil usahatani beras hitam organik petani anggota Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, (2)menganalisis aspek finansial usahatani beras hitam organik petani anggota Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun, dan (3)menetapkan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan usaha beras hitam organik pada Kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Februari 2015, dengan sasaran penelitian petani padi hitam organik yang tergabung pada kelompok Tani Rukun di Desa Pakembinangun Kecamatan Pakem. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Penentuan responden menggunakan metode sensus terhadap 30 responden. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan, analisis R/C, analisis IFE dan EFE, analisis SWOT dan analisis QSPM. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Kelompok Tani Rukun merupakan kelompok tani yang membudidayakan padi yang berwawasan lingkungan, yaitu padi hitam organik, (2)rata-rata luas lahan garapan (0,217 hektar) memerlukan biaya produksi rata-rata per musim tanam sebesar Rp3.725.730,00 dengan penerimaan rata-rata Rp6.520.500,00 maka diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp2.749.770,00 dan usahatani beras hitam organik ini menguntungkan hal ini dibuktikan dengan nilai R/C sebesar 1,750 (R/C > 1), sehingga layak untuk diusahakan dan dikembangkan, dan (3)prioritas strategi dari analisis QSPM adalah mengarahkan pola pikir petani kearah pentingnya peran kelompok tani dalam memasarkan beras hitam organik. | This research is aimed to (1)identify the profile of organic black rice farming on Rukun Farmers Group members in Pakembinangun village, (2) analyze the financial aspects of organic black rice farming on Rukun Farmers Group members in Pakembinangun village, and (3)formulate dan estabilish strategic priorities that can be applied in developing the organic black rice farming on Rukun Farmers Group in Pakembinangun village. The research was conducted in January to February 2015, with the organic black rice farmers of Rukun farmers group as the research objectives. The research method used in this research is a case study method. The determination of respondents used the census method on 30 respondents. The data were collected through observation and interviews methods. The data analysis used are descriptive analysis, analysis of costs and revenues, the analysis of R / C, the analysis of the IFE and EFE analysis, SWOT analysis and QSPM analysis. The results showed that (1)The Rukun Farmers Group is a group of farmers who cultivate rice environmentally sound, ie organic black rice, (2)on average acreage (0.217 acres) requires an average cost of production per growing season for Rp3,725,730.00 with average reception Rp6,520,500.00 then obtained a net income of Rp2,749,770.00 and cultivation of organic black rice is profitable, we can evidenced with value of R/C is 1.750 (R/C > 1), which mean is worthy to expanded and cultivated, and (3)priorities of the strategy of QSPM analysis is directing the mindset of farmers towards the importance of the role of farmer groups in marketing organic black rice. | |
| 2308 | 12056 | H1F010040 | PEMODELAN FASIES DAN PERHITUNGAN SUMBERDAYA HIDROKARBON PADA RESERVOIR KARBONAT DI LAPANGAN AP, CEKUNGAN SALAWATI, PAPUA BARAT | Cekungan Salawati merupakan salah satu dari cekungan Tersier dengan reservoir utama adalah Formasi Karbonat Kais. Penelitian ini dilakukan dengan memodelkan reservoir untuk mengetahui penyebaran karekteristik dari reservoir. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan reservoir terbagi menjadi empat fasies, yaitu Foraminiferm Bioclasts Wackestone, Foraminiferm Bioclasts Packstone, Echinoderm Bioclasts Packstone, dan Coral Fragment Bioclasts Grainstone yang dikelompokan menjadi dua lingkungan pengendapan, yakni fasies outer ramp dan middle ramp. Dari model porositas dan permeabelitas, didapatkan fasies yang berkembang baik pada reservoir karbonat ini adalah middle ramp. Sumberdaya hidrokarbon terdapat di seluruh daerah reservoir, namun cenderung mengalami kenaikan ke bagian atas reservoir, outer ramp. Hal ini seiring dengan menurunnya tingkat saturasi air ke bagian atas reservoir. | Salawati Basin is one of the tertiary basins with the main reservoirs on Salawati Basin is Kais Carbonate Formation. The research was done by modeling the reservoirs to determine the distribution of the reservoirs characterization. Based on the research the facies on reservoir divided into four, Foraminiferm Bioclasts Wackestone, Foraminiferm Bioclasts Packstone, Echinoderm Bioclasts Packstone, dan Coral Fragment Bioclasts Grainstone, which are grouped into two depositional environment, outer ramp and middle ramp. From the model porosity and permeabelity, obtained the depositional environment are well developed in this carbonate reservoirs are middle ramp. Hydrocarbons in carbonate reservoirs of resources contained in the entire reservoir, but tend increase to the top of the reservoir that is outer ramp. This along with reduced levels of water saturation to the top of the reservoir. | |
| 2309 | 12057 | G1A011069 | Hubungan Berat Badan Lahir dengan Tinggi Badan Anak Usia 2 Tahun di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo | ABSTRAK Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di beberapa negara berkembang, salah satunya Indonesia. Pada bayi dengan BBLR memiliki kecenderungan tumbuh dan berkembang lebih lambat karena sejak dalam kandungan telah mengalami retardasi pertumbuhan intrauterin dan akan berlanjut sampai usia selanjutnya setelah dilahirkan. Pertumbuhan fisik bayi BBLR selama 2 tahun pertama cenderung mendekati pertumbuhan fisik bayi normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan tinggi badan anak usia 2 tahun di RSUD Margono Soekarjo. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Sampel penelitian adalah anak 2 tahun dengan riwayat bayi berat lahir rendah (BBLR) dan bayi berat lahir cukup (BBLC) yang lahir di RSUD Margono Soekarjo. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang didapatkan 56 responden terbagi atas 28 BBLR dan 28 BBLC. Analisis bivariat dengan korelasi Pearson dan korelasi Spearman. Terdapat korelasi yang bermakna (p< 0,001) dengan kekuatan korelasi sedang (0,486) antara berat badan lahir dengan tinggi badan anak usia 2 tahun. Tidak terdapat korelasi yang bermakna antara faktor-faktor perancu seperti Jenis kelamin (r=-0,066), pendapatan keluarga (r=0,00), pendidikan ibu (r=0,234), ASI eksklusif (r=0,114) terhadap tinggi badan anak usia 2 tahun. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan berat badan lahir dengan tinggi badan anak usia 2 tahun, dan tidak terdapat hubungan jenis kelamin, pendapatan keluarga, pendidikan ibu dan ASI eksklusif terhadap tinggi badan anak 2 tahun. | ABSTRACT Low birth weight (LBW) have a high incidence in some developing countries, one of which is Indonesia. Most infants with low birth weight have a tendency to grow and develop more slowly because they have experienced intrauterine growth retardation and will continue until the next age after birth. Physical growth of LBW infants during the first 2 years tend to approach the physical growth of normal infants. The aim of this study was to analyze correlation of birth weight and height in children aged 2 years Margono Soekarjo Hospital. This study was an analytical observational with retrospective cohort approach. The samples were children 2 years old with a history of low birth weight babies (LBW) and Normal Birth Weight (NBW) were born in hospitals Margono Soekarjo. Sampling method was purposive sampling. The number of samples obtained 56 respondents consist of 28 LBW and 28 NBW. Bivariate analysis with Pearson and Spearman correlation. There is a significant correlation (p <0.001) correlation with the strength of moderate (0.486) between birth weight and height in children aged 2 years. There was no significant correlation between confounding factors such as Gender (r = -0.066), household income (r = 0.00), maternal education (r = 0.234), exclusive breastfeeding (r = 0.114) in height olds 2 years. Our result suggest that there is a correlation between birth weight and height of children aged 2 years, and there is no correlation to gender, family income, mother's education and exclusive breastfeeding for height children 2 years old. | |
| 2310 | 12058 | A1C011071 | PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT MINYAK GORENG KEMASAN DI PERUMAHAN TELUK PURWOKERTO KABUPATEN BANYUMAS | Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok. Kebutuhan minyak goreng terus meningkat setiap tahunnya membuat produsen minyak goreng kemasan bersaing untuk menguasai pasar. Agar dapat menguasai pasar, produsen harus mengetahui selera konsumen dalam memilih minyak goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minyak goreng kemasan, mengetahui peringkat kepentingan atribut dalam proses pengambilan keputusan pembelian menurut konsumen, serta untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut minyak goreng kemasan di Perumahan Teluk Purwokerto Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di Perumahan Teluk Purwokerto Kabupaten Banyumas bulan Februari hingga Maret 2015. Rancangan pengambilan sampel menggunakan metode systematic random sampling. Jumlah sampel 92 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Cochran Q Test dan Analisis Konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian minyak goreng kemasan yaitu atribut harga, warna, dan merek. Atribut warna merupakan atribut terpenting. Preferensi konsumen dalam pembelian minyak goreng kemasan di Perumahan Teluk Purwokerto, Kabupaten Banyumas adalah harga yang kurang dari Rp13.000,00/liter, warna minyak goreng kuning jernih, dan merek Tropical. | Cooking oil is considered as one of the basic human needs. The demand of cooking oil increases every year, causing the cooking oil manufacturers to compete against each other in order to dominate the market. To be able to dominate the market, manufacturers need to know the consumer preferences in choosing cooking oil. The purpose of this research is to find out the attributes that are considered by consumers in decision of buying cooking oil packaging, to determine the rank of the attributes in the process of purchasing decisions according to the consumers, and to find out the consumer preference towards the attributes of cooking oil packaging in Perumahan Teluk Purwokerto Banyumas Regency. This research is located in Perumahan Teluk Purwokerto Banyumas Regency, on February until March 2015. The design of sampling used in this research is systematic random sampling method. The total sample are 92 respondents. The analysis method used in this research are Cochran Q Test Analysis and Conjoint Analysis. The result of this research showed the attributes that the consumers considered for making purchase decision of cooking oil packaging are price, color, and brand. Color attribute is the most important attribute. Consumer preference of buying cooking oil packaging in Perumahan Teluk Purwokerto is the one with price less than IDR 13.000/litre, the color of cooking oil is clear yellow, and the brand is Tropical. | |
| 2311 | 12060 | D1E011149 | PENGUJIAN IN VITRO PROTEIN KONSENTRAT BUNGKIL BIJI JARAK (Jatropa curcas) FERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN DITINJAU DARI JUMLAH MIKROBA DAN PRODUKSI GAS | ABSTRAK Penelitian Berjudul “Pengujian In-Vitro Protein Konsentrat Bungkil Biji Jarak (Jatropha curcas) Fermentasi Sebagai Bahan Pakan Ditinjau dari Jumlah Mikroba dan Produksi Gas” Telah dilaksanakan mulai tanggal 9 samapi 30 April 2015. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah biakan Lactobacillus acidophilus, protein konsentrat bungkil biji jarak, Media MRS Broth, MRS Agar, dicalsiumphospat (DCP), bungkil kedelai, tepung ikan, larutan mikromineral, larutan makromineral, larutan resazurin, larutan pereduksi, cairan rumen, ransum basal yang mengandung 80% tepung rumput gajah dan 10% lamtoro, incubator, colony counter dan seperangkat alat uji invitro. Metode penelitian adalah eksperimental menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 blok yaitu R0 (100% pakan basal), R1 (90% pakan basal + 10% CP - BBJF), R2 (90% pakan basal + 10% CP - BBJF mengandung 2,5% bungkil kedelai), R3 (90% pakan basal + 10% BBJF mengandung 2,5 % tepung ikan), R4 (90% pakan basal + 10% CP - BBJF mengandung 2,5% bungkil kedelai dan 0,45% dicalsium phosphate, R5 (90% pakan basal + 10% CP - BBJF mengandung 2,5 % tepung ikan dan 0,45% dicalsium phosphate). Peubah yang diamati adalah Jumlah Mikroba dan Produksi Gas serta dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap jumlah mikroba dan produksi gas (P<0,01). Kombinasi CP – BBJF mengandung 2,5 % tepung ikan (R3) dan 2,5 % bungkil kedelai dan 0,45% dicalsium phosphate (R5) berpengaruh terhadap jumlah mikroba dan semua perlakuan berpengaruh terhadap produksi gas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sumber N asal bungkil kedelai dan tepung ikan serta Mineral asal dicalsium phosphate dapat meningkatkan jumlah mikroba namun belum optimal dalam menurunkan produksi gas. | ABSTRACT The research entitled In vitro Testing of protein concentrates Jatropa curcas fermentation seed meal as feed stuff in terms of total microbial and gas production” has been held from 9 th till 30th April 2015. The material used in this study is Lactobacillus acidophilus, protein concentrates fermentation seed meal, Media MRS broth, MRS Agar, dicalsium phosphat (DCP), soybean meal, fish meal, mikromineral solution, makromineral solution, resazurin solution, a solution of reducing, rumen fluid, basal diet containing 80% elephant grass meal and 10% lamtoro meal, incubator, colony counter and a set of in vitro test equipment. The research method was experimental randomized block design (RAK) with 6 treatments and 4 blocks of R0 (100% basal feed), R1 (90% basal feed + 10% CP - BBJF), R2 (90% basal feed + 10% CP - BBJF containing 2.5% soybean meal), R3 (90% + 10% basal feed containing 2.5% BBJF fish meal), R4 (90% basal feed + 10% CP - BBJF containing 2.5% soybean meal and 0.45% dicalsium phosphate, R5 (90% basal feed + 10% CP - BBJF containing 2.5% fish meal and 0.45% dicalsium phosphate). The parameters observed are Total Microbial and Gas Production and analyzed using analysis of variance and followed by honestly significant difference test (HSD). The results showed that the treatment effect on the number of microbes and gas production (P <0.01). Combination of CP - BBJF containing 2.5% fish meal (R3) and 2.5% oilcake soybean and 0.45% dicalsium phosphate (R5) effect on the number of microbes and all treatment effect on gas production. The conclusion of this study is the addition of N sources origin soybean meal and fish meal and mineral origin dicalsium phosphate can increase the number of microbes but not optimal in lowering the gas production. | |
| 2312 | 12061 | A1C009059 | EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH (Allium Ascalonicum L) DI KECAMATAN DUKUHTURI KABUPATEN TEGAL | Kecamatan Dukuhturi merupakan daerah sentra penghasil bawang merah di kabupaten Tegal, meskipun demikian para petani bawang merah di kecamatan Dukuhturi belum mendapatkan keuntungan secara maksimal karena adanya perbedaan harga di tingkat produsen dengan harga di tingkat akhir konsumen yang relatif tinggi, sedangkan saluran pemasarannya relatif pendek. Penelitiaan ini bertujuan untuk (1)mengetahui marjin pemasaran bawang merah pada setiap saluran pemasaran di kecamatan Dukuhturi, (2)mengetahui besarnya bagian harga yang diterima oleh petani (farmer`s share), (3)mengetahui besarnya profit margin yang diterima oleh masing-masing pedagang pada setiap saluran pemasaran, (4)mengetahui elastisitas transmisi harga saluran pemasaran bawang merah di kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal. Penelitian dilakukan di desa Dukuhturi, desa Sidapurna dan desa Sidakaton, kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal dan dilaksanakan pada tanggal 15 desember 2014 sampai 17 Januari 2015. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling untuk petani dan snowball sampling untuk pedagang. Jumlah responden petani yang diambil sebanyak 29 orang dan jumlah pedagang yang dijadikan sampel sebanyak 8 orang yang terdiri dari 3 pedagang pengumpul, 2 pedagang lokal dan 3 pedagang pengecer. Metode penelitiaan menggunakan analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share, analisis profit margin dan analisis elastisitas transmisi harga. Hasil analisis menunjukan bahwa marjin pemasaran bawang merah di kecamatan Dukuhturi di setiap saluran pemasaran yaitu: saluran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp10.824,00/kg, saluran II sebesar Rp7.889,00/kg, saluran III sebesar Rp8.667,00/kg. Nilai farmer’s share paling tinggi pada saluran II yaitu sebesar 50,69 persen. Profit margin bawang merah di kecamatan Dukuhturi yang diterima paling besar diperoleh pedagang pengecer pada saluran II yaitu sebesar 47,21 persen. Nilai elastisitas transmisi harga yang terbentuk pada saluran pemasaran bawang merah tersebut yaitu memiliki nilai ET < 1 yaitu 0,31. Secara umum efisiensi harga dalam pemasaran bawang merah di kecamatan Dukuhturi kabupaten Tegal belum efisien. | Dukuhturi sub-distric is the central producer of onion in Tegal regency. Nevertheless, the farmers of onion in Dukuhturi sub-district has yet to benefit to the maximum because of the difference in price at the level of producers with the prices at the level of the final consumer is relatively high, while its marketing channels is relatively short. This research aims to (1) know the marketing margin of onion on each marketing channel in Dukuhturi sub-district, (2) know the magnitude of the part of the price received by the farmer (farmer's share), (3) knowing the magnitude of the profit margin earned by each merchant on any marketing channels, (4) knowing the price transmission elasticity marketing channels of onion in Dukuhturi sub-distric at Tegal Regency. The research was conducted in Dukuhturi, Sidakaton, and Sidapurna village, Dukuhturi sub-distric Tegal regency and was held on 15 December 2014 until 17 January 2015. Sampling was done by Stratified Random Sampling method for farmers and snowball sampling for traders. The number of respondents of farmers are taken by 29 people and the number of traders who sampled as many as 8 people consisting of three traders, two local traders and 3 retailer. The research method using marketing margin analysis, analysis of farmer's share, profit margin analysis and analysis of price transmission elasticity. Results of the analysis showed that the marketing margin of onion in the Dukuhtur sub-districi in each marketing channel, namely: channel I have a marketing margin of Rp10.824,00/kg, the second channel of Rp7.889,00/kg, and the third channel of Rp8.667,00/kg. Farmer's share value was highest in the channel II in the amount of 50.69 percent. Profit margins onion in the Dukuhturi sub-district received the greatest obtained retailers on the second line in the amount of 47.21 percent. Transmission elasticity value price formed on the onion marketing channel that has a value of ET <1 is 0.31. In general, efficiency of the marketing price of onion in the Dukuhturi sub-distric Tegal regency has not been efficien | |
| 2313 | 12062 | A1C009069 | STUDI KOMPARATIF USAHATANI PADI PROGRAM PUAP DAN NON PUAP DI DESA JATIMULYO KECAMATAN ALIAN KABUPATEN KEBUMEN | Program PUAP merupakan program dari Kementerian Pertanian dalam rangka pengentasan kemiskinan pada sektor pertanian dan merupakan upaya untuk mengatasi keterbatasan modal dan kapasitas kinerja yang dimiliki petani. Program ini memberikan bantuan modal usaha dalam upaya menumbuhkembangkan usaha agribisnis sesuai dengan potensi desa sasaran. Tujuan penelitian adalah mengetahui dan membandingkan pendapatan petani peserta program PUAP dengan Non PUAP, mengetahui efisiensi usahatani padi program PUAP dan Non PUAP serta mengetahui besarnya pengaruh penggunaan faktor produksi terhadap hasil produksi pada usahatani padi peserta program PUAP dan Non PUAP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan di Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen dari tanggal 14 Juni sampai 15 Juli 2014. Metode pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Jumlah responden 30 orang petani PUAP dan 32 orang petani Non PUAP. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, biaya dan pendapatan, uji beda, dan analisis fungsi produksi Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan pendapatan petani padi peserta program PUAP sebesar Rp17.432.910,09 dan Non PUAP sebesar Rp11.161.982,95, sehingga pendapatan petani program PUAP lebih besar dari Non PUAP. R/C Ratio yang diperoleh pada petani peserta program PUAP rata-rata 1,99 sedangkan non PUAP 1,75. Hal ini menunjukkan bahwa usahatani padi sudah efisien karena R/C Ratio lebih besar dari 1 dan usahatani padi program PUAP lebih menguntungkan daripada Non PUAP. Faktor produksi yang berpengaruh pada usahatani padi program PUAP di Desa Jatimulyo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen adalah benih sedangkan Non PUAP adalah pupuk urea dan pupuk Phonska. | PUAP Program is a program of the Ministry of Agriculture in order to alleviate poverty in the agricultural sector and is an attempt to overcome capital constraints and capacity performance owned by farmers. The program is part of the implementation of PNPM Mandiri that do counseling venture capital assistance in the effort to develop agribusiness in accordance with the potential of the target villages . The purpose of this study was to determine and compare the income of farmers participating in the program PUAP with Non PUAP, determine the efficiency of rice farming PUAP program and determine the influence of the use of factors of production to production in rice farming PUAP program participants with Non PUAP. The research method used is a case study. Retrieval of data held in the Village District of Alian Jatimulyo Kebumen from from 14 June till 15 July 2014. The sampling method using simple random sampling, the number of respondents 30 farmers PUAP and 32 farmer Non PUAP. Data were analyzed using descriptive analysis, costs and revenues, different test, and analysis of the Cobb-Douglas production function . The analysis showed income of rice farmers of program participants PUAP Rp17,432,910.09 Non PUAP of Rp11,161,982.95, so that farmers' income PUAP larger program of Non PUAP. R/C Ratio obtained in PUAP program average of 1,99 , while the Non PUAP 1,75. This shows that rice farming is efficient. Factors affecting the production of rice farming in the village Jatimulyo Alian District of Kebumen on PUAP program is seed but Non PUAP fertilizer urea and fertilizer Phonska. | |
| 2314 | 12063 | A1C011054 | STRATEGI PEMASARAN SAYURAN AEROPONIK (Studi Kasus : PT. Momenta Agrikultura Amazing Farm Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Jawa Barat) | Aeroponik merupakan salah satu cara budidaya yang hampir sama dengan hidroponik. PT. Momenta Agrikultura Amazing Farm merupakan salah satu pemasok sayuran aeroponik. Perusahaan dalam memasarkan sayuran aeroponik mendapati permasalahan yang harus dihadapi baik masalah internal dan eksternal seperti persaingan dengan perusahaan lain dalam memasarkan sayuran aeroponik. Tujuan penelitian ini untuk : 1) mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan pemasaran internal dan eksternal perusahaan, 2) mengidentifikasi alternatif strategi yang dapat dirumuskan dari faktor-faktor internal dan eksternal perusahaan, 3) memberikan alternatif rumusan strategi pemasaran sayuran aeroponik yang tepat untuk perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan matriks IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), Internal-Eksternal (IE), SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), dan QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix). Hasil penelitian menunjukkan perhitungan dengan menggunakan matriks IFE diperoleh total skor yang dimiliki oleh perusahaan sebesar 2,531. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan memiliki posisi internal rata-rata. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan matriks EFE diperoleh total skor yang dimiliki oleh perusahaan sebesar 3,195. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu merespon faktor eksternal dengan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengatasi ancaman. Gabungan antara matriks IFE dan EFE menempatkan perusahaan dalam sel II pada matriks IE artinya perusahaan berada pada posisi tumbuh dan membangun dimana strategi yang tepat adalah strategi intensif dan integrasi. Berdasarkan matriks SWOT menghasilkan enam alternatif strategi. Hasil analisis QSPM menunjukkan bahwa strategi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan yaitu menambah jaringan pemasaran dengan menambah distributor di kota-kota besar di Indonesia serta meningkatkan kerjasama dengan kemitraan untuk memenuhi permintaan dengan Total Attractive Score (TAS) 5,762. Peningkatan jaringan distribusi akan meningkatkan wilayah pemasaran perusahaan. | ABSTRACT Aeroponics is one way of cultivation which is similar to hydroponics. PT. Momenta Agrikultura Amazing Farm is one of the suppliers of aeroponics vegetables. Companies in the vegetable market aeroponics have problems that must be faced by both internal and external issues such as competition with other companies in the market of aeroponics vegetables. The purposes of this research are to: 1) identify the environmental factors of marketing from internal and external of the company, 2) identify the alternative strategy which is formulated based on the company’s internal and external factors, 3) provide the suitable alternative of marketing strategy of aeroponics vegetables for the company. This research applies case of study method and purposive sampling in collecting the data. Furthermore, in analyzing the data, the researcher employs several matrixes such as IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), Internal-External (IE), SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), and QSPM (Quantitative Strategies Planning Matrix). Based on the result of IFE matrix, the company obtains 2,531 score as total score of the calculation data. This result shows that the company’s internal factor is in the average position. Then, using EFE matrix to calculate the data, the company gets a total score of 3,195. It means that the company is capable of responding the external factor by utilizing the available opportunity to prevent risk. The combination of IFE and EFE matrixes puts the company in the cell II in the IE matrix. Moreover, integrity and intensive strategy is the suitable marketing strategy for the company, because the company keeps on developing and advancing. Based on the SWOT matrix, it creates six alternatives of marketing strategy, and QSPM analysis shows the best strategy for the company is increasing marketing network. It could be done by raising the number of distributors in the big cities in Indonesia, and improving the partnership with others to meet the demand with Total Attractive Score (TAS) 5,762. Also, the increasing of distribution network will enhance the company’s marketing area. | |
| 2315 | 12064 | A1C010107 | EVALUASI PENETAPAN HARGA POKOK PRODUK AYAM RAS PETELUR METODE VARIABLE COST DI CV. SAWUNG SARI DESA GANDATAPA KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | CV. Sawung Sari sebagai industri yang bergerak dibidang perunggasan, yang berada di Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang dalam aktifitas produksinya selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja dan mempertahankan kelanjutan usaha dimana laba atau profitabilitas perusahaan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan, terutama dalam menghadapi ketidaksempurnaan pasar. Keadaan tersebut menjadikan penetapan harga pokok produk suatu hal yang sangat penting, karena kenaikan harga pakan atau tingkat upah pada pasar oligopoli dengan cepat dapat dialihkan pada kenaikan harga pokok produk. Salah satu pendekatan yang tepat digunakan pada keadaan tersebut adalah penetapan harga pokok produk dengan metode variable costing. Tujuan penelitian ini adalah (1) menghitung harga pokok produk dengan metode variable costing, (2) menghitung biaya produksi, penerimaan dan laba usaha, (3) mengetahui harga pokok produk yang diperoleh CV. Sawung Sari terhadap perkembangan harga telur di pasaran. Penelitian dilaksanakan di CV. Sawung Sari Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Maret 2015 dengan sasaran penelitian adalah sumber data yang didapatkan dari CV. Sawung Sari yang memproduksi telur ayam ras tipe medium. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) Perhitungan harga pokok produk variabel keseluruhan sebesar Rp458.300.481,00 sedangkan harga pokok produk per unit sebesar Rp14.288,30, 2) Biaya produksi pada CV. Sawung Sari terdiri atas biaya pakan sebesar Rp402.193.401,00, biaya overhead pabrik tetap sebesar Rp8.746.200,00 dan biaya overhead pabrik variabel sebesar Rp56.107.080,00. Penerimaan CV. Sawung Sari sebesar Rp528.920.806,00. Laba yang diperoleh CV. Sawung Sari sebesar Rp21.474.125,00. 3) Harga pokok produk selama periode 2013 – 2014 selalu berada dibawah harga telur ditingkat konsumen, artinya perusahaan memiliki daya saing dari aspek biaya produksi. | CV. Sawung Sari as poultry industry in Gandatapa Village Sumbang District always try to improve performance and maintain bussines continuity which company profitability influence company performance face market distortion. Those situation makes the product cost determination a very important thing, because the increase of feed price or wage level in oligopoly market can quickly diverted to product cost increasing. One approach that that is appropriate in these circumstances is the determination of the cost of products with variable costing method. This research was aimed to (1) calculate the cost of products with variable costing method, (2) calculate the cost of production, revenue and operating income, (3) determine product cost increasing which is gotten by CV. Sawung Sari to the egg market prices progress. The research was conducted in the CV. Sawung Sari Gandatapa Village Sumbang District Banyumas Regency with case study method, on February – March 2015 with research object is data which is obtained from the CV. Sawung Sari that produces eggs type medium. The result showed that (1) The calculation of the cost variable products total Rp458.300.481,00 while the cost of the product per unit Rp14.288,30 (2) Cost of production CV. Sawung Sari consist of the cost of feed Rp402.193.401,00, fixed factory overhead costs Rp8.746.200,00 and variable factory overhead costs Rp56.107.080,00. Revenue CV. Sawung Sari of Rp528.920.806,00. Profits CV. Sawung Sari Rp21.474.125,00. (3) The cost of product on 2013 – 2014 always under consumen prices level it means the company has competitiveness of the production costs aspects. | |
| 2316 | 12059 | H1F009066 | GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUGAMPING FORMASI BULU DAERAH KEDUNGWUNGU DAN SEKITARNYA KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH | GEOLOGI DAN STUDI FASIES BATUGAMPING FORMASI BULU DAERAH KEDUNGWUNGU DAN SEKITARNYA KECAMATAN TODANAN KABUPATEN BLORA PROVINSI JAWA TENGAH Panduaji Damarjati Daerah penelitian terletak di daerah Kedungwungu dan sekitarnya, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Secara geomorfologi daerah penelitian terdiri dari Satuan Punggungan Sinklin Patihan, Satuan Lembah Antklin Kedungmulyo, dan Satuan Dataran Karst Gayam. Pola aliran pada daerah penelitian adalah subdendritik. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari tiga satuan litostratigrafi yang dimulai dari Satuan Batupasir pada lingkungan neritik tepi sampai neritik tengah pada awal miosen tengah. Selanjutnya pada Miosen Tengah mendekati akhir diendapkan secara selaras Satuan Batugamping di lingkungan neritik tengah sampai neritik luar, kemudian pada akhir Miosen Tengah dilanjutkan pengendapan Satuan Batulempung yang diendapkan pada lingkungan neritik tengah. Struktur geologi yang ditemukan di daerah penelitian yaitu, Antiklin Gayam, Sinklin Margolelo, dan sesar perkiraan, Sesar Naik Kedungwungu. Fasies batugamping pada Formasi Bulu pada daerah penelitian berupa fasies packstone – grainstone dengan mikrofasiesnya terdiri dari standar mikrofasies (SMF) 5. Lingkungan fasies ini berada pada daerah backreef open marine. Diagenesa yang terjadi pada batugamping Formasi Bulu ini diantaranya mikritisasi microbial, sementasi, pelarutan, dan neomorfisme. Lingkungan diagenesa nya antara lain di zona marine phreatic, zona meteoric phreatic, zona meteoric vadose. | GEOLOGY AND LIMESTONE FACIES STUDY OF BULU FORMATION KEDUNGWUNGU AND SURROUNDING AREA TODANAN DISTRICT BLORA REGENCY CENTRAL JAVA PROVINCE Panduaji Damarjati The research area is located in the Kedungwungu area and around , District Todanan , Blora regency , Central Java. Geomorphology unit of research area consist of Punggungan Sinklin Patihan, Lembah Antklin Kedungmulyo, and Dataran Karst Gayam. Drainage pattern in this area is subdendritic. Stratigraphy unit of this research area is devided into three units, starting from Sandstones Unit deposited in harmony on the edge neritic environment until middle neritic in early Middle Miocene. Later, in the Middle Miocene nearing the end deposited in harmony Limestone Unit in the middle neritic until outside neritik, then at the end of the Middle Miocene continued deposition of Mudstone Unit deposited in the middle neritik environment. Structural Geology that has been found in this research area are Gayam Anticline, Mergolelo sincline and fault estimation , Kedungwungu Thrust Fault. Bulu Formation limestone facies in the area of research is packstone – grainstone facies with mikrofacies consists of standard mikrofasies (SMF) 5. This facies environment is at backreef open marine areas. Diagenesa which occurs in limestone Bulu Formations is microbial micritization, cementation, dissolution, and neomorphism. Diagenetic environments of limestone Bulu Formation is in marine phreatic zone, meteoric phreatic zone, meteoric vadose zone. | |
| 2317 | 12065 | H1E011012 | PROBABILITAS ABSORPSI INFRAMERAH OLEH MOLEKUL KARBON DIOKSIDA (CO2) BERDASARKAN MODEL OSILATOR HARMONIK | Telah diperhitungkan estimasi kuantitatif dari kontribusi CO2 dalam menyerap atau memancarkan radiasi inframerah dalam efek rumah kaca menggunakan model osilator harmonik. Transisi tingkat energi vibrasi molekul CO2 ketika bervibrasi akan menghasilkan foton radiasi inframerah. Energi vibrasi molekul CO2 diperoleh dengan menyelesaikan persamaan Schrödinger yang dimodelkan sebagai tiga molekul linear menggunakan osilasi harmonik tergandeng. Vibrasi molekul CO2 memiliki empat modus vibrasi yaitu modus asimetrik, simetrik dan dua modus tekuk yang terdegenerasi. Total energi vibrasi merupakan penjumlahan total dari setiap modus vibrasi yang terkait dengan transisi antar tingkat dari radiasi inframerah. Dari seluruh kemungkinan transisi vibrasi dengan bilangan kuantum tertinggi adalah 5, terdapat 23,16 % dari keseluruhan yang dapat menyerap dan memancarkan foton dari energi spektrum radiasi inframerah. Kata kunci : molekul CO2, energi vibrasi, radiasi inframerah, efek rumah kaca | We present the estimation of CO2 contributing to absorption or emission of infrared radiation in the greenhouse effect using harmonic oscillator model. Here we clarify the transition number of CO2 molecule vibration producing photons with infrared energy spectrum. The vibrational energy of CO2 molecule is obtained by solving the Schrödinger equation for CO2 molecule, which are modeled as a linear triatomic with coupled quantum harmonic oscillator. CO2 have four vibrational normal modes, i.e, asymmetric stretching, symmetric stretching and two degenerated bending vibration modes. The total energy of vibration is the sum of each vibrational modes energy, which is associated with a transition between two allowed energy levels of infrared radiation. By investigating all possible transitions with highest vibrational quantum numbers 5, it is found that 23.16 % of them absorb and re-emit photons in infrared energy spectrum range. Keywords: CO2 molecule, vibrational energy, infrared radiation, greenhouse effect | |
| 2318 | 12069 | A1C007028 | Kajian Finansial Usahatani Selada Keriting Organik (Studi kasus pada Kelompok Tani Bagja Hejo di Kampung Dangdeur Desa Sukasari Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi) | Perubahan gaya hidup menuju lebih sehat membuka peluang bagi petani komoditas holtikultura organik termasuk selada keriting, untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar. Selada keriting organik merupakan komoditas pertanian yang potensial untuk dibudidayakan. Salah satu kelompok tani penghasil selada keriting organik di Kabupaten Sukabumi adalah Kelompok Tani Bagja Hejo yang membudidayakan selada keriting organik dengan teknik budidaya tanam ladang, hidroponik, dan aeroponik. Tujuan penelitian adalah: mengetahui biaya usahatani, mengetahui pendapatan bersih dan perbedaannya, dan mengetahui nilai R/C ratio pada ushatani selada keriting organik yang menggunakan teknik budidaya tanam ladang, hidroponik, dan aeroponik di Kelompok Tani Bagja Hejo. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Pengambilan data dilaksanakan pada 14 Agustus sampai 14 September 2014. Sasaran penelitian adalah Kelompok Tani Bagja Hejo yang membudidayakan selada keriting organik pada periode 14 Agustus sampai 14 September 2014. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya dan pendapatan dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: biaya usahatani per ha pada teknik budidaya tanam ladang sebesar Rp21.510.441,32, teknik budidaya hiroponik Rp53.506.959,50, dan teknik aeroponik Rp43.375.444,16. Pendapatan bersih per ha pada teknik budidaya tanam ladang sebesar Rp9.049.619,00, teknik budidaya hidroponik Rp40.212.751,00, dan teknik budidaya aeroponik sebesar Rp19.625.977,00. R/C ratio pada budidaya selada keriting organik teknik tanam ladang sebesar 1,37, teknik hidroponik sebesar 1,62, dan teknik aeroponik sebesar 1,5. Hal ini menunjukan usahatani selada keriting di Kelompok Tani Bagja Hejo menguntungkan karena R/C ratio lebih besar dari satu. Jika dilihat dari masing-masing teknik budidaya, usahatani selada keriting organik dengan teknik budidaya hidroponik lebih menguntungkan daripada teknik budidaya tanam ladang dan aeroponik | Changes towards a healthier lifestyle opportunities for organic horticultural commodity farmers to earn a greater income. One group of farmers producing organic curly lettuce in Sukabumi is Bagja Farmers Group Hejo organic curly lettuce cultivated with field crops cultivation techniques, hydroponics, and aeroponics. Organic curly lettuce is a potential agricultural commodities to be cultivated. The research objective is: to know the cost of farming, knowing net income and the difference, and knowing the value of R/C ratio in organic curly lettuce ushatani using dryland cropping cultivation techniques, hydroponics, and aeroponics at Farmers Group Bagja Hejo. The method used is a case study. Retrieval of data held on August 14th to 14th September 2014. The goal of this research Farmers Group Bagja Hejo who cultivate organic curly lettuce planting period August 14th to 14th September 2014. Data analysis method used is the analysis of costs and revenues, R / C ratio. The results of research shows that: the cost of farming in dryland cropping cultivation techniques by Rp21,510,441.32, cultivation techniques hiroponik Rp53,506,959.50, and aeroponic techniques Rp43,375,444.,16. Net income in the fields of plant cultivation techniques Rp9.049.619,00, Rp40,212,751.00 hydroponic cultivation techniques, and techniques for Rp19,625,977.,00 aeroponic cultivation. R / C ratio in the cultivation of organic curly lettuce 1,37 dryland cropping techniques, hydroponic techniques of 1.62, and 1.5 aeroponic techniques. This shows curly lettuce organic farming with hydroponics cultivation techniques more profitable than farming techniques dryland cropping and aeroponics. | |
| 2319 | 12070 | H1K011035 | STRUKTUR KOMUNITAS GASTROPODA PADA EKOSISTEM LAMUN DAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN RESORT BAMA TAMAN NASIONAL BALURAN, SITUBONDO, JAWA TIMUR | Gastropoda adalah salah satu kelas dari filum moluska yang berasosiasi baik terhadap ekosistem lamun dan terumbu karang. Gastropoda memiliki fungsi terhadap ekosistem lamun dan terumbu karang, diantaranya adalah pemakan detritus dan serasah dari daun lamun dan sebagai penyumbang kapur untuk karang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui struktur komunitas gastropoda pada ekosistem lamun dan terumbu karang di Perairan Resort Bama, Taman Nasional Baluran, Situbondo, Jawa timur. Pengambilan data gastropoda pada ekosistem lamun menggunakan metode transek kuadrat, dan pada ekosistem terumbu karang menggunakan Belt Transek. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2015. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada ekosistem lamun diperoleh kelimpahan gastropoda adalah 17-52 ind/m2 dalam kategori jarang dan sedikit, dan pada ekosistem terumbu karang 13-29 ind/m2 jarang. Indeks keanekaragaman pada ekosistem lamun dan terumbu karang rendah dengan nilai masing-masing ekosistem yaitu 2,271-2,406 dan 1,427-1,769. Indeks kemerataan pada ekosistem lamun dan terumbu karang memiliki nilai kemerataan yang tinggi dengan nilai masing-masing ekosistem yaitu 0,872-0,918 dan 0,128-0,325. Indeks dominansi pada ekosistem lamun sebesar 0,105-0,128 dan pada ekosistem terumbu karang 0,128-0,325. Pada kedua ekosistem tersebut diketahui tidak terdapatnya jenis yang mendominansi. Struktur komunitas gastropoda pada Taman Nasional Baluran tergolong baik. | Gastropods is one of a class of the phylum of mollusks associated both to seagrass and coral reefs. Gastropod has a function to seagrass and coral reefs, which are eating detritus and leaf litter from seagrass and as a contributor to coral limestone. The purpose of this study was to determine community structure gastropods in seagrass and coral reefs in the waters of Resort Bama, Baluran National Park, Situbondo, East Java. Collecting data on seagrass gastropods using quadratic transect method, and the coral reef ecosystem using belt transects. The research was conducted in January 2015. Based on the results obtained in seagrass abundance obtained gastropods is lower 17-52 ind / m2, and the coral reef ecosystem is lower 13-29 ind / m2. Diversity index on seagrass and coral reefs lower the value of each ecosystem that is 2.271 to 2.406 and 1.427 to 1.769. Evenness index on seagrass and coral reef ecosystems has a high equity value with the value of each ecosystem that is from 0.872 to 0.918 and 0.128 to 0.325. The dominance index of 0.105-0.128 seagrass and coral reef ecosystems from 0.128 to 0.325. In both the ecosystem is unknown absence of the kind that dominance. Community structure of gastropod in Baluran Natioanl Park is good. | |
| 2320 | 12071 | E1A011135 | Kedudukan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja Menurut Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara | Penyelenggaraan urusan pemerintahan negara memerlukan Aparatur Negara dalam tahap pelaksanaannya. Aparatur Negara disini diangkat sebagai abdi negara yang memberikan pelayanan publik berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dasar hukum penyelenggaraan urusan pemerintahan dituangkan pemerintah di dalam Undang Undang No.5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Pegawai Aparatur Sipil Negara terdiri dari PNS dan PPPK. Munculnya PPPK sebagai akibat banyaknya tenaga kerja kontrak yang tidak jelas status, kedudukannya dalam instansi pemerintahan dan tidak mendapatkan perlindungan hukum. Kajian dalam tulisan ini adalah kedudukan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja menurut Undang Undang No. 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara. Dalam pelaksanaan atau implementasinya PPPK ini bukan berarti tidak ada kendala dan hambatan, terdapat beberapa permasalahan yang timbul mengingat peraturan pelaksana dari Undang Undang No. 5 Tahun 2014 ini belum ada sehingga membuat kedudukan PPPK masih diragukan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Manajement PPPK diatur dalam Pasal 93 sampai dengan Pasal 107 Undang Undang No. 5 Tahun 2014, khsusnya dalam 96 Undang Undang No. 5 Tahun 2014 mengatur mengenai pengadaan PPPK. Pengadaan PNS masih menggunakan Peraturan Pelaksana yang lama yaitu PP No. 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil, PP No. 48 Tahun 2005 Tentang Pengangkatan Tenaga Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil, Peraturan Kepala BKN No. 9 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil. Pengangkatan PPPK ini dalam rekrutmentnya berdasarkan perjanjian kerja, karena PPPK merupakan pejabat publik yang bersifat kontrak. Perjanjian kerja yang digunakan merujuk kepada ketentuan perjanjian kerja dalam Undang Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan khusunya perjanjian kerja waktu tertentu. | The implementation of state government affairs require the State Apparatus in the implementation phase. State Apparatus here appointed as civil servants who provide public services based on Pancasila and the 1945 Constitution The legal basis for the implementation of government affairs at the government poured in Law No. 5 of 2014 On State Civil Apparatus. Civilian employees of the State Apparatus consists of civil servants and first-aid. The emergence of first aid as a result of the number of contract workers who do not clear the status, position in government agencies and not get legal protection. Study in this paper is the status of government employees with work agreement according to Law No. 5 2014 On the State Civil Apparatus. In the execution or implementation of this first-aid does not mean that there are no obstacles and barriers, there are some problems that arise given the implementing regulations of Law No. 5 In 2014 there has been no first-aid so as to make the position still in doubt. The method used is normative. Management of first-aid set out in Article 93 through Article 107 of Law No. 5 In 2014, khsusnya in Law No. 96 5 2014 governing the procurement of first aid. Procurement of civil servants are still using the old Implementing Regulations of the PP No. 98 Year 2000 on Procurement of Civil Servants, PP 48 Year 2005 concerning the appointment of Honorary Workers Being candidate for Civil Servants, BKN Chief Regulation No. 9 Year 2012 on Guidelines for Procurement of candidates for Civil Servants. Appointment of first aid in the rekrutment based employment agreement, because first aid is a public official who is a contract. Labor agreement that is used to refer to the provisions of an agreement in Law No. 13 Year 2003 on Manpower especially employment agreement specified time. |