Artikel Ilmiah : A1L008223 a.n. PUJI AFRIYANTO

Kembali Update Delete

NIMA1L008223
NamamhsPUJI AFRIYANTO
Judul ArtikelRespon PerkecambahanBenihAren (ArengaPinnataMerr. )Terhadap Perlakuan Skarifikasi Dan Stratifikas
Abstrak (Bhs. Indonesia) RINGKASAN
Tanaman aren merupakan tanaman multi manfaat, hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan. Penerapan tanaman aren dalam bidang pertanian dan kehutanan, fisiologi tumbuhan sangat penting untuk dipelajari terutama dalam teknik penanaman benih. Hal ini tidak terlepas dari kondisi fisiologis benih yang ditanam. Seringkali proses perkecambahan tersebut belum dipahami dengan baik sehingga penanaman pohon yang berasal dari benih sering kali gagal karena benih tidak tumbuh. Secara alami benih aren memiliki masa dormansi yang cukup lama, yaitu bervariasidari 4-6 bulan terutama disebabkan oleh kulit benih yang keras dan impermeable sehingga menghambat terjadinya imbibisi air kedalam benih. Permasalahan pokok pengembangan tanaman aren yaitu pada umumnya aren belum dibudidayakan secara massal. Petani masih mengandalkan tanaman yang tumbuh dibawah tegakan tanaman aren, dimana aren tumbuh bergerombol dengan jarak tanam yang tidak beraturan sehingga terjadi pemborosan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh beberapa perlakuan skarifikasi dan stratifikasi terhadap perkecambahan benih aren (Arengapinnata (wurmb) merr.).
Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas pertanian, Fakultas Pertanian, Unsoed. Penelitian berlangsung selama 90 hari dan dilaksanakan dari bulan oktober 2014 sampai. Januari 2015 . Penelitian yang dilakukan merupakan percobaan yang dilaksanakan di screen house. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuaan yang dicoba terdiri dari 2 faktor yaitu, faktor1 stratifikasi.Stratifikasi terdiri dari tiga taraf yaitu: T0 : tanpa perlakuan, T1 : perendaman KNO3 1%, T2 : perendaman HCL 1 %, T3: perendaman dengan air panas 700 C. Faktor 2 skarifikasi, skarifikasi terdiri dari 2 taraf yaitu : K0: tanpa diamplas (kontrol), K1 : diamplas. Sehingga didapat 8 kombinasi dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan, setiap unit terdiri atas 50 benih aren. Variabel yang diamati adalah daya berkecambah, laju perkecambahan, Panjang akar, Panjang tunas, bobot basah dan bobot kering.
Pemberian perlakuan kombinasi antara konsentrasi skarifikasi dan stratifikaasi, belum mampu meningkatkan perkecambahan benih aren.Pemberian perlakuan skarifikasi dapat menaikkan laju perkecambahan, pada laju perkecambahan benih aren. Pemberian perlakuan stratifikasi (perendaman HCL, KNO3, air panas) belum mampu menaikan daya kecambah di lingkungan perkecambahan panas dan terang.
Abtrak (Bhs. Inggris) SUMMARY


Sugar palm plant has multiple benefits. Almost all parts of the plant are useful. The physiological of the plant can be used in farming and forestry and important to be learnt for the seeding. It is caused by the physiological condition of the plant. Often, the germination process is not fully understood thus the plant is fail to grow. Naturally, sugar palm seed has long dormant period for about 4-6 months because of the hard seed coat and impermeable and causing the absorption of water to the seed is difficult. The main problem is because sugar palm is not yet cultivated massively. Farmer still depend on the natural seed from under the plant, whereas sugar palm plant is growing clustered and irregular. This research aims to know the influence of scarification and stratification on germination oaf sugar palm seed (Arengapinnata (wurmb) merr.)
This research is done in Screen House of Agriculture Faculty. The research takes 90 days since October 2014 – January 2015. The research is an experiment in the screen house. The treatment plan is complete randomize design (RAL). There are 2 treatments factor, which is factor 1 stratification. There are three level of stratifications: T0: no treatment, T1: submersion in KNO3, T2: submersion in HCL 1%, T3: submersion in Hot water 70oC. Factor 2 stratification consists of 2 level, K0: not sanded (control), K1: sanded. Thus, there are 8 combination and 3 repetition resulting 24 experiments, and each units has 50 sugar palm seeds. The variable observed are germination, germination growth, root length, shoot length, wet weight, and dry weight.
The combination treatment between scarification and stratification is unable to improve the germination of sugar palm seed. The scarification is able to improve the germination growth of sugar palm seed. The stratification (submersion in HCL, KNO3, and hot water) is unable to improve the sprout in the hot and bright environment.
Kata kunciRESPON, AREN, PERKECAMBAHAN, SKARIFIKASI, STRATIFIKASI
Pembimbing 1Ir. A,H. Syaeful Anwar.M.Si
Pembimbing 2Ir. Bambang Rudianto. M.P
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman46
Tgl. Entri2015-08-13 19:01:00.981918
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.