Home
Login.
Artikelilmiahs
12162
Update
FATKHUROHMAN
NIM
Judul Artikel
UJI PERFORMANSI PENGGORENGAN KACANG TANAH KULIT MENGGUNAKAN ALAT TIPE SILINDER HSF (Hot Sand Frier) D50 MANUAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penggorengan merupakan proses pemasakan yang unik, menarik, dan banyak ragam bahan makanan yang dimasak dengan cara tersebut, serta telah dilakukan sejak lama. Ditinjau dari transfer panasnya, proses penggorengan tanpa minyak dibagi menjadi dua yaitu penggorengan dengan cara sangrai dan menggunakan media berupa pasir. Penggunaan pasir sebagai media penghantar panas dalam penggorengan diharapkan dapat mengatasi permasalahan yang diakibatkan pada penggorengan menggunakan minyak. Alat penggorengan tipe silinder HSF D50 manual dengan media penghantar panas berupa pasir merupakan salah satu alternatif alat dalam proses penggorengan. Penelitian ini diujikan untuk mengetahui kinerja dari alat tipe silinder HSF D50 manual dengan bahan yang digoreng berupa kacang tanah kulit dengan kadar air 3-6% basis kering. Alat penggoreng tipe silinder HSF D50 manual mempunyai dimensi panjang 98 cm, lebar 80 cm, tinggi 148 cm, serta ruang silinder penggorengan dengan panjang 55 cm dan diameter 50 cm. Alat ini menggunakan tenaga manusia untuk menggerakan silinder alat, sedangkan sumber panas menggunakan gas LPG. Media penghantar panas yang digunakan adalah pasir sungai Logawa dengan diameter 0,5-1 mm. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis unjuk kerja penggorengan kacang tanah kulit menggunakan alat tipe silinder HSF D50 manual meliputi: kapasitas optimum, waktu pemanasan pasir, waktu pematangan kacang tanah kulit, efisiensi termal, dan daya putar silinder. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober – Desember 2014. Variabel yang diukur dan dihitung meliputi: kapasitas kerja penggoreng yang ditinjau dari profil suhu dan kapasitas optimum penggorengan, waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan pasir, waktu yang dibutuhkan untuk pematangan kacang tanah kulit, kadar air bahan dan jumlah air teruapkan. Data hasil pengukuran yang dianalisis adalah daya putar silinder dan efisiensi termal. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas optimum alat untuk menggoreng kacang tanah kulit yaitu sebesar 12,95 kg/jam dengan jumlah sekali proses penggorengan sebesar 1,53 kg/proses. Waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan pasir dari suhu lingkungan mencapai rentang suhu 171-195°C yaitu selama 14 menit, sedangkan untuk mencapai rentang suhu 196-220°C dibutuhkan waktu selama 20 menit. Pematangan kacang tanah kulit dengan kadar air yang sudah ditentukan pada rentang suhu 171-195°C diperlukan waktu selama 6,78 menit, dan pada rentang suhu 196-220°C diperlukan waktu selama 4,76 menit. Nilai efisiensi termal penggorengan kacang tanah kulit pada rentang suhu 171-220°C yaitu sebesar 20,69% dan rentang suhu 196-220°C sebesar 26,59%. Daya yang dibutuhkan untuk memutar silinder alat dengan beban pasir 5 liter sebesar 27,63 watt.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Frying is a cooking process that is unique, exciting, and a wide variety of foods cooked in this way, and have done a long time. Reviewed from the heat of the transfer , the process of frying without oil is divided into two namely fryer by means of sangrai and using media in the form of sand. The use of sand as a medium of conduction of heat in a frying pan is expected to overcome the problems resulting in frying oils. And frying appliance type cylinder HSF D50 manual media of heat in the form of sand is an alternative tool in the process of frying. The research tested to determine the performance of the fryer type cylinder HSF D50 manual with material in the form of fried peanuts with a water content of 3-6% dry basis. Fryer type cylinder HSF D50 manual has dimensions of length 98 cm , width 80 cm , height 148 cm , and the length of the cylinder chamber frying pan with a diameter of 55 cm and 50 cm. This tool uses human power to drive the tool cylinder , while the heat source using LPG gas. Heat conductive medium used Logawa river sand with a diameter of 0.5-1 mm. The purpose of this study was to analyze the performance of type cylinder HSF D50 manual in frying peanuts, includes: optimum capacity, heating time sand, ripening time peanuts, thermal efficiency, and power swivel cylinder. Research conducted at the Laboratory Equipment and Agricultural Machinery, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted of the month from October to December 2014. The variables were measured and calculated include: working capacity fryer in terms of profile and capacity optimum frying temperature , the time required to heat the sand , the time required for the maturation of peanut skin , moisture content of materials and the amount of water evaporated. Measurement data analyzed are rotary cylinder power and thermal efficiency. The results showed that the optimum capacity for frying peanuts tool in the amount of 12,95 kg / h with a number of the frying process of 1,53 kg / process. The time needed to heat the sand from the ambient temperature reaches a temperature range of 171-195°C which is over 14 minutes, while to reach the temperature range 196-220°C it takes time for 20 minutes. Maturation peanut with moisture that has been determined in the temperature range 171-195 ° C takes over 6.78 minutes , and a temperature range of 196-220 ° C takes over 4.76 minutes .Value peanut frying thermal efficiency over a temperature range 171-220°C in the amount of 20,69% and a temperature range of 196-220°C of 26,68%. Power is required to rotate a tool with a load of sand 5 liters of 27,63 watts.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save