Artikelilmiahs

Menampilkan 23.581-23.600 dari 51.904 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2358126757F1B015072Implementasi Kebijakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan Oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara (Studi di terminal Kalibening)Adanya otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab, menjadikan daerah memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. Dalam kaitannya dengan otonomi daerah Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara untuk melakukan pemungutan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan Dinas Perhubungan dan mengetahui faktor penghambat dalam Implemetasi Kebijakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan di Terminal Kalibening.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini yaitu Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah, serta pedagang (Wajib Retribusi). Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Fokus penelitian ini adalah kepatuhan Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara dalam Implementasi Kebijaka Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan di Terminal Kalibening dengan menggunakan Teori Randall B. Ripley dengan perspektif compliance. Untuk menjamin keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara sudah patuh dalam Implementasi Kebijakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan di Terminal Kalibening namun untuk standar pelaksanaan kebijakan, sanksi 2% bagi pedagang dan jangka waktu pembayaran sesuai yang tertulis dalam Surat Ketetapan Retribusi Daerah belum dilaksanakan dengan baik yang disebabkan oleh faktor penghambat seperti terminal yang sepi pengunjung sehingga pedagang tidak membuka kiosnya yang kemudian berdampak pada sulitnya petugas penarik retribusi memungut retribusi kepada Wajib Retribusi.

Kata Kunci : Implementasi, kebijakan publik, Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan.
The existence of wide-ranging and responsible regional autonomy, makes the regions have the authority to regulate and manage their own government affairs. In relation to regional autonomy, the Regional Government cooperates with the Banjarnegara District Transportation Agency to collect levies on the use of the Wealth of Land and Buildings. The purpose of this study is to determine the compliance of the Department of Transportation and determine the inhibiting factors in the Implemetation of the Policy on the Use of Property Rights of Land and Buildings in the Kalibening Terminal.
The research method used is descriptive qualitative with the technique of selecting informants, namely purposive sampling. The targets in this study are the Banjarnegara District Transportation Agency, Revenue Agency, Financial Management, and Regional Assets, as well as traders (Mandatory Retribution). While data collection techniques use interviews, observation, and documentation which are then analyzed using an interactive analysis model. The focus of this research is the compliance of the Department of Transportation of Banjarnegara Regency in the Implementation of the Policy on the Use of Land and Building Assets in the Kalibening Terminal by using Randall B. Ripley's Theory with compliance perspective. To guarantee the validity of the data using source triangulation. The results showed that the Banjarnegara District Transportation Agency had complied with the Implementation of the Levies Usage Policy of Land and Buildings in the Kalibening Terminal but for the standard implementation of the policy, 2% sanctions for traders and payment terms as written in the Regional Retribution Decree had not been implemented properly which is caused by inhibiting factors such as a terminal that is empty of visitors so that traders do not open their kiosks which in turn has an impact on the difficulty of the retractor collecting fees levies on compulsory levies.

Keywords: Implementation, public policy, levies on the use of regional assets of land and building.
2358226758F1B015097Kinerja Badan Permusyawaratan Desa dalam Perencanaan Pembangunan Desa di Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja Kabupaten BanyumasDalam penyelenggaraan pembangunan desa diperlukan pengorganisasian yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mampu berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan desa serta melaksanakan administrasi pembangunan desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan elemen yang cukup penting dalam pemerintahan desa. Sebagai elemen yang cukup penting dalam sebuah pemerintahan desa yang menjadi penggerak kehidupan demokrasi, kehadiran dan kinerja BPD ternyata masih dilingkupi sejumlah permasalahan yang berpotensi menjadi bumerang bagi proses demokratisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian sejauh mana capaian kinerja Badan Permusyawaratan Desa Karangrau Sokaraja dalam perencanaan pembangunan desa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja BPD Karangrau dalam perencanaan pembangunan dilihat dari aspek produktivitas, responsivitas, akuntabilitas, dan bekerjasama dengan pemdes belum cukup baik. Hal tersebut dikarenakan masih kurang nya koordinasi antara ketua dengan anggota BPD dan ketidakjelasan fungsi sehingga BPD dianggap hanya sekedar “pemberi tandatangan”, kurang nya kemampuan BPD dalam mengelola kebutuhan masyarakat menjadi sebuah program pembangunan dan kurang nya akuntabilitas dari BPD juga dianggap sebagai indikasi buruk nya kualitas kinerja BPD Karangrau.In carrying out village development, organizing is needed which is able to move the community to be able to participate in carrying out village development administration. The Village Consultative Agency (BPD) is a fairly important element in the village governance. As an important element in a village government that drives the life of democracy, the presence and performance of BPDs are still covered by a number of problems that have the potential to backfire on the democratization process. This study aims to describe the extent of the performance of the Karangrau Sokaraja Village Consultative Body in village development planning. The method in this study uses qualitative methods. The results of this research indicate that the performance of the Village Consultative Agency of Karangrau in development planning seen from the aspects of productivity, responsiveness, accountability, and collaboration with the village government is not good enough. This is because there is still lack of coordination between the chairman and BPD members and unclear functions so that the BPD is considered merely a "signatory", the BPD's lack of ability to manage community needs into a development programs and lack of accountability from BPD is also considered an indication of poor quality performance of the Karangrau BPD.
2358328620D1A016006PENGARUH PENAMBAHAN KUNING TELUR DALAM PENGENCER SUSU SKIM PADA SEMEN AYAM KAMPUNG TERHADAP FERTILITAS DAN MORTALITAS EMBRIO Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahann kuning telur dalam pengencer susu skim pada semen ayam kampung terhadap fertilitas dan mortalitas embrio. Materi penelitian terdiri semen segar yang berasal dari 12 ekor ayam kampung jantan, ayam niaga petelur isa brown 40 ekor, telur dari produksi ayam niaga petelur isa brown 40 ekor dikoleksi selama 8 hari untuk uji fertilitas dan mortalitas embrio. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri P0: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (100 % Susu Skim + 0 % Kuning Telur); P1: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (95 % Susu Skim + 5% Kuning Telur); P2: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (90 % Susu Skim + 10% Kuning Telur); P3: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (85 % Susu Skim + 15% Kuning Telur). Hasil penelitian diperoleh rataan fertilitas dari perlakuan P0, P1, P2, P3 dengan koleksi telur 8 hari adalah 79,73 ± 6,89; 85,29 ± 6,27; 89,11 ± 5,07; 92,86 ± 5,05 dan rataan mortalitas embrio dari perlakuan P0, P1, P2, P3 adalah 9,02 ± 13,04; 10,66 ± 15,33; 7,76 ± 10,80; 6,16 ± 8,47. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kuning telur dalam pengencer susu skim pada semen ayam kampung berpengaruh nyata (P>0,5) terhadap fertilitas, kemudian dilakukan uji lanjut orthogonal polynomial dengan persamaan y = 0,86x + 80,26 dan tidak berpengaruh nyata (P<0,5) pada mortalitas embrio. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi penambahan kuning telur dalam pengencer susu skim pada semen ayam kampung akan meningkatkan fertilitas.This study aims to examine the effect of egg yolk addition in skim milk extender on kampung rooster sperm fertility and embryo mortality. The research material consisted of fresh semen originating from 12 male native chickens, 40 isa brown laying commercial chickens, egg production of 40 isa brown laying commercial chickens was collected for 8 days for fertility and mortality testing of embryos. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of P0: 0.6 ml Fresh semen + 0.9 ml (100% Skim Milk + 0% Egg Yolk); P1: 0.6 ml Fresh Semen + 0.9 ml (95% Skim Milk + 5% Egg Yolk); P2: 0.6 ml Fresh Semen + 0.9 ml (90% Skim Milk + 10% Egg Yolk); P3: 0.6 ml Fresh Semen + 0.9 ml (85% Skim Milk + 15% Egg Yolk). The results obtained by the average fertility of treatments P0, P1, P2, P3 with a collection of eggs 8 days is 79.73 ± 6.89; 85.29 ± 6.27; 89.11 ± 5.07; 92.86 ± 5.05 and the average mortality of embryos from treatments P0, P1, P2, P3 is 9.02 ± 13.04; 10.66 ± 15.33; 7.76 ± 10.80; 6.16 ± 8.47. The results showed that the addition of egg yolk in the skim milk extender in kampung rooster sperm significantly (P> 0.5) on fertility, then orthogonal polynomial further testing with the equation y = 0.86x + 80.26 and no significant effect (P <0 , 5) on embryonic mortality. Thee conclusion from this study is that the higher the addition of egg yolk in extender skim milk to native chicken semen will increase fertility.
2358426762I1C015040HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PROLANIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH BANYUMAS TIMURAbstrak
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis dan tidak bisa disembuhkan akan tetapi dapat dikontrol kadar gula darahnya salah satunya dengan patuh dalam mengonsumsi obat anti diabetes. Karakteristik dan pengetahuan merupakan faktor penting terhadap kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pasien Prolanis Diabetes Melitus tipe 2 di wilayah Banyumas Timur yang diukur menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ), dan Medication Compliance Questionnaire (MCQ) dianalisis dengan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pasien diperoleh kategori sedang (54%) dan kepatuhan minum obat dalam kategori patuh (62%). Uji Chi square menunjukkan karakteristik tidak berhubungan terhadap kepatuhan, sedangkan pengetahuan memiliki hubungan bermakna p=0,033 (p<0,05) terhadap kepatuhan minum obat antidiabetes oral.
Abstract
Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease and can not be cured but blood sugar levels can be controlled blood sugar levels by medication adherence. The characteristics and knowledge were important factors in patient adherence. This study aimed to analyze the relationship between characteristics and knowledge to medication adherence of type 2 Diabetes Mellitus Prolanis patients in East Banyumas. The instruments used were Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ), and Medication Compliance Questionnaire (MCQ) and analyzed using Chi square. The results showed that the level of patient knowledge was in moderate category (54%) and the level of adherence medication was in adherent category (62%). The characteristics were not related to adherence, but knowledge has a significant relationship p = 0.033 (p <0.05) with medication adherence of taking oral antidiabetic drugs.
2358526761I1E015047HUBUNGAN ANTARA KELENTUKAN, KELINCAHAN DAN
KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KECAKAPAN
BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA
PJKR UNSOED ANGKATAN 2017
Abstrak

HUBUNGAN ANTARA KELENTUKAN, KELINCAHAN DAN
KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KECAKAPAN
BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA
PJKR UNSOED ANGKTAN 2017

Aditya Sahdan Masaid
Latar Belakang : Kecakapan bermain bulutangkis dipengaruhi oleh kelentukan, kelincahan dan kekuatan otot punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelentukan , kelincahan dan kekuatan otot punggung dengan kecakapan bermain bulutangkis mahasiswa PJKR angkatan 2017 berjenis kelamin laki-laki.
Metodologi : Metode yang digunakan adalah studi korelasional dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dimana jumlah sampel 20. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis pearson product moment, uji korelasi ganda, uji regresi linear, uji regresi berganda, serta sumbangan efektif dan sumbangan relatif. Instrumen penelitian kelentukan menggunakan sit and reach, kelincahan menggunakan shutlle run, dan kekuatan otot punggung menggunakan leg and back dynamometer.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelentukan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,042, r = 0,458. Terdapat hubungan anatara kelincahan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,049, r = 0,445. Terdapat hubungan antara kekuatan otot punggung dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,034, r = 0,475. Hubungan antara kelentukan, kelincahan dan kekuatan otot punggung dengan kecakapan bemain bulutangkis p = 0,025, r = 0,659.
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kelentukan, kelincahan dan kekuatan otot punggung dengan kecakapan bermain bulutangkis pada mahasiswa PJKR UNSOED angkatan 2017.
Kata Kunci : Kelentukan, kelincahan, kekuatan otot punggung, kecakapan bermain bulutangkis.
Abstrack

THE CORRELATION BETWEEN FLEXIBILITY, AGILITY AND
STRENGTH OF MUSCLE BACKWITH BADMINTON
PLAYING SKILLS OF THE PJKR UNSOED
STUDENT CLASS OF 2017

Aditya Sahdan Masaid
Background : The skill of playing badminton is influenced by the flexibility, agility and strength of the back muscles. This study aims to determine the relationship between flexibility, agility and strength of back muscles with the male playing ability of PJKR badminton students in 2017.
Method : The method used is a correlational study and the sampling technique uses purposive sampling with regard to inclusion and exclusion criteria where the sample size is 20. Data were analyzed using Pearson product moment hypothesis test, multiple correlation test, linear regression test, multiple regression test, and effective contribution and relative contribution. The research instrument's flexibility uses sit and reach, agility using shuttle run, and back muscle strength using a leg and back dynamometer.
Results : The results showed that there is a correlation between flexibility and badminton playing skills p = 0.042, r = 0.458. There is a correlation between agility and badminton playing skills p = 0.049, r = 0.445. There is a correlation between back muscle strength and badminton playing skills p = 0.034, r = 0.475. The correlation between flexibility, agility and strength of back muscles with badminton skills p = 0.025, r = 0.659.
Conclution : There is a correlation between flexibility, agility and back muscle strength with badminton playing skills in the 2017 UNSOED PJKR students.
Keywords : Flexibility, agility, back muscle strength, skill in playing badminton.

2358626763F1B015048PENGARUH KEMAMPUAN PERANGKAT DESA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA
DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaran pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Banyak faktor yang mempengaruhi akuntabilitas pengelolaan dana desa diantaranya adalah kemampuan perangkat desa. Faktor lainnya yang mempengaruhi akuntabilitas pengelolaan dana desa adalah partisipasi masyarakat.
Akuntabilitas menunjukkan bagaimana kemampuan dan kewajiban serta mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya guna memberikan penjelasan kepada masyarakat. Kemudian untuk kemampuan adalah suatu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Dan partisipasi adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan serta dukungan masyarakat dari berbagai elemen dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 122 orang perangkat desa. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Korelasi Kendall C, Koefisien Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian analisis korelasi Kendall Tau-c dapat diketahui bahwa Kemampuan Perangkat Desa (X1) berhubungan positif dan signifikan dengan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y). Partisipasi Masyarakat (X2) berhubungan positif dan signifikan dengan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y), analisis Konkordasi Kendall’s W variabel Kemampuan Perangkat Desa (X1) dan Partisipasi Masyarakat(X2) memiliki hubungan secara bersama-sama yang positif dan signifikan dengan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y), regresi ordinal Kemampuan Perangkat Desa(X1) berdampak positif dan signifikan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y), Partisipasi Masyarakat (X2) berdampak positif dan signifikan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y).
Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis dapat diterima. Untuk peningkatan kemampuan perangkat desa terutama dalam hal pelatihan/sosialisasi mengenai pengelolaan dana desa Dalam hal partisipasi masyarakat perlu peningkatan dalam hal musyawarah (diskusi kecil) dengan masyarakat agar dapat menimbulkan peran aktif masyarakat.
Village Funds are funds sourced from the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) which are intended for villages that are transferred through the Regency / City Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) and are used to fund government implementation, development implementation, community development and community empowerment. Many factors affect the accountability of village fund management including the ability of village officials. Another factor influencing the accountability of village fund management is community participation.
Accountability shows how capabilities and obligations as well as responsible management of resources to provide an explanation to the community. Then for ability is a knowledge gained from education, training and experience. And participation is taking part or participation and community support from various elements in planning, implementing, evaluating.
This research uses associative quantitative research methods. The sampling technique uses random sampling. The sample of this study was 122 village officials. This research data collection method uses questionnaires, observations and documentation. The data analysis method uses Kendall C Correlation, Kendall W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression. The results of the Kendall Tau-c correlation analysis research can be seen that the ability of the Village Apparatus (X1) is positively and significantly related to the Accountability of Village Fund Management (Y). Community Participation (X2) is positively and significantly related to Village Fund Management Accountability (Y), Kendall's W Concordance Analysis of Village Apparatus Capacity (X1) and Community Participation (X2) have a positive and significant joint relationship with Village Fund Management Accountability (Y), ordinal regression Capability of Village Apparatuses (X1) has a positive and significant impact on Village Fund Management Accountability (Y), Community Participation (X2) has a positive and significant impact on Village Fund Management Accountability (Y).
Based on the results and discussion, it can be concluded that the hypothesis can be accepted. To increase the capacity of village officials, especially in terms of training / outreach on village fund management In terms of community participation, an increase in consultation (small discussion) with the community is needed in order to create an active role for the community.
2358726764F1B013013IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS)IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS)
IMPLEMENTATION OF COMMUNITY EMPOWERMENT PROGRAMS THROUGH PRODUCTIVE ZAKAT (STUDY ON AMILITY NATIONAL ZAKAT BANYUMAS DISTRICT)

Rizka Sulistiani, Wahyuningrat, Abdul Rohman
Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jenderal Soedirman
Jl. Prof. Dr. H. Boenyamin 708, Purwokerto 53122
Alamat Korespondensi:ukhtina.rizkasulistiani@gmail.com
ABSTRAK
BAZNAS Kabupaten Banyumas membuat dan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat melalui zakat produktif untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Banyumas, akan tetapi pemberdayaan masyarakat tersebut dinilai belum efektif untuk memuzakkikan mustahiq, belum efektifnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Banyumas dikhawatirkan para mustahiq penerima program pemberdayaan masyarakat tidak akan berkembang dan tidak dapat menjadikan ekonomi mereka lebih baik sehingga kesejahteraan belum sepenuhnya tercapai dan dapat terhindar dari belenggu kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisisdanmenggambarkanimplementasi program pemberdayaanmasyarakatmelalui zakat produktif yang dilakukanolehBadanAmil Zakat NasionalKabupatenBanyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini di BAZNAS Kabupaten Banyumas dengan sasaran penelitian anggota BAZNAS Kabupaten Banyumas dan masyarakat penerima bantuan program pemberdayaan masyarakat. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Banyumas sudah cukup baik, tetapi masih perlu untuk ditingkatkan. Perlu dibentuknya kelompok usaha binaan untuk seluruh mustahiq yang mendapat bantuan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan jenis usaha yang kemudian kelompok tersebut memiliki pembina untuk mendampingi dan mengontrol jalannya usaha sehingga proses emberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan maksimal. Dengan program pemberdayaan masyarakat yang diterima oleh mustahiq, maka mustahiq mempunyai usaha dan sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga mereka sudah bisa keluar dari kategori fakir miskin, akan tetapi belum mencapai kategori muzakki.
Kata kunci: Implementasi, pemberdayaan masyarakat, zakat produktif

ABSTRACT
BAZNAS Banyumas Regency makes and implements community empowerment through productive zakat to overcome poverty in Banyumas Regency, but the empowerment of the NATIONAL ZAKAT BANYUMAS DISTRICT (BAZNAS) makes and implements community empowerment through productive zakat to overcome poverty in Banyumas Regency, but the empowerment of the community is not yet effective to change the mustahiq to be muzakki. The community conducted by BAZNAS of Banyumas Regency is feared that mustahiq recipients of community empowerment programs will not develop and cannot make their economy better so that welfare has not been fully achieved and can be avoided from the shackles of poverty. The purpose of this study is to analyze and describe the implementation of community empowerment programs through productive zakat carried out by the National Amil Zakat Board of Banyumas Regency. This study used qualitative research methods. The location of this research is in the BAZNAS of Banyumas Regency with the aim of the research is the members of the BAZNAS of Banyumas Regency and the recipients of community empowerment programs. The selection of informants uses purposive sampling and snowball sampling. The results showed that community empowerment carried out by BAZNAS of Banyumas Regency was good enough, but still needed to be improved. The need for the formation of a business group for all mustahiq who get help in community empowerment programs in accordance with the type of business which then the group has a coach to assist and control the business so that the process of community empowerment can run optimally. With the community empowerment program that is accepted by mustahiq, then mustahiq has a business and has been able to make ends meet so that they can get out of the poor category, but have not yet reached the muzakki category.
Keyword: Implementation, empowerment, productive zakat
2358826765F1B013012EVALUASI DAMPAK PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) TERHADAP PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGAKeadaan perumahan adalah salah satu faktor yang menentukan keadaan kesehatan lingkungan masyarakat. Namun faktanya, masih banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki kemampuan cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik huniannya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memiliki program bantuan stimulan untuk membantu masyarakat pemilik rumah tidak layak huni. Kabupaten purbalingga telah melaksanakan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program Rehabilitasi RTLH terhadap peningkatan derajat kesehatan lingkungan masyarakat. Pendekatan evaluasi dalam penelitian ini adalah single after only dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Jumlah sampel sebanyak 69 orang penerima program Rehabilitasi RTLH tahun 2016. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi, korelasi Kendal tau-b, dan regresi ordinal.
Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara program Rehabilitasi RTLH dan kesehatan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa program Rehabilitasi RTLH memberikan dampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan lingkungan masyarakat di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga.
House condition is one of the factors that determines the state of community environmental health. However, the fact is that there are still many poor society who don’t have the ability to fulfill their physical occupancy needs. To overcome that problem, the government has stimulant assistance program to help the homeowners of non-habitable houses. Purbalingga District has implemented Non-Habitable House Rehabilitation program, so that evaluation to the impact caused is needed.
This research aims to know the impact of Non-Habitable House Rehabilitation program to the increase of community environmental health degree. The evaluation approach in this research is single after only by using quantitative method. The sampling technique uses saturated sampling technique (census). There are 69 Non-Habitable House Rehabilitation program recipients as the samples. The data analysis technique uses frequency distribution, Kendal tau-b correlation, ordinal regression.
It is known from the research result that there is a significant positive relationship between Non-Habitable House Rehabilitation program and community environmental health. Therefore it can be concluded that Non-Habitable House Rehabilitation program has a positive impact to the increase of community environmental health degree at Pengadegan Sub-District Purbalingga District.

Key Words : Evaluation, Impact, Non-Habitable House Rehabilitation program, Environmental Health.

2358926766F1D012034GERAKAN SOSIAL KAUM HIPPIES DALAM MENOLAK PERANG VIETNAM DI AMERIKA SERIKAT
PADA TAHUN 1965 – 1968
GERAKAN SOSIAL KAUM HIPPIES DALAM MENOLAK PERANG VIETNAM DI AMERIKA SERIKAT
PADA TAHUN 1965 – 1968
Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gerakan social kaum hippies dalam menolak perang Vietnam di Amerika Serikat pada tahun 1965 – 1968, serta menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat gerakan antiperang Vietnam di Amerika Serikat. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik dengan jenis penelitian studi pustaka, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gerakan sosial kaum hippies dalam menolak perang Vietnam di Amerika Serikat muncul selain akibat rasa solidaritas dan kemanusiaan atas intervensi politik yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap perang Vietnam juga dipelopori oleh kondisi sosial dan politik Amerika Serikat pada waktu itu. Gerakan antiperang yang dipelopori oleh kaum hippies sebagai sebuah counterculture berhasil memberikan dampak yang signifikan terhadap sudut pandang masyarakat Amerika Serikat pada waktu itu terhadap perang Vietnam dan terhadap kebijakan politik luar negeri dan militer Amerika Serikat terhadap intervensi tersebut. Strategi yang digunakan kaum hippies diantaranya yaitu membangun komunikasi dengan kelompok – kelompok penekan yang memiliki tujuan yang sama, seperti SDS (Student for a Democratic Society), aksi damai seperti longmarch dan pagelaran kesenian yang disertai simbol sebagai sarana menyuarakan penolakan, serta mengikuti aktivitas kontestasi politik sebagai sarana formal dalam menyuarakan aspirasi penolakan. Faktor pendukung meliputi dukungan dari masyarakat Amerika Serikat memberi dampak yang sangat positif terhadap gerakan antiperang, karena dengan dukungan masyarakat melalui bantuan media saat itu mampu menyebarluaskan wacana antiperang dan menarik simpati masyarakat luas. Dukungan dari kelompok penekan yang memiliki tujuan yang sama juga turut memberi dampak positif terhadap gerakan antiperang. Faktor penghambat gerakan antiperang tersebut meliputi stigma masyarakat saat itu terhadap kultur hippies yang cenderung negatif dan juga kriminalisasi dan tindakan repressif yang dilakukan aparat.This research aims to explain the social movements of the hippies in rejecting the Vietnam War in the United States in 1965-1968, and to explain all the supporting factors and the inhibiting factors of the Vietnam antiwar movement in the United States. This research using qualitative methods and a hermeneutic approach, while using literature study research as a type of research. The results of the research revealed that the social movements of hippies in rejecting the Vietnam war in the United States emerged in addition to a sense of solidarity and humanity over political intervention by the United States Government against the Vietnam war also spearheaded by the social and political conditions of the United States at that time. The antiwar movement pioneered by the hippies as a counterculture succeeded in having a significant impact on the viewpoint of the United States of America at that time on the Vietnam war and on the US foreign policy and military policy towards the intervention. The strategies used by the hippies include building communication with pressure groups that have the same goals, such as the SDS (Student for a Democratic Society), peaceful actions such as longmarchs and art performances that are accompanied by symbols as a means of voicing rejection, and following political contestation activities. as a formal means of voicing the aspirations of rejection. Supporting factors include support from the United States community which has a very positive impact on the antiwar movement, because with the support of the community through media assistance at that time able to disseminate antiwar discourse and attract the sympathy of the wider community. Support from pressure groups that have the same goals also has a positive impact on the antiwar movement. The inhibiting factors of the antiwar movement included the community's stigma at that time toward hippies culture which tended to be negative and also criminalization and repressive actions by the authorities.
2359026767I1B015057HUBUNGAN PERLAKUAN TIDAK ADIL TERHADAP DIMENSI BURNOUT PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar Belakang: Kegiatan mahasiswa di dalam dan di luar kampus dapat membuat mahasiswa mengalami kelelahan, sinisme, dan penurunan pencapaian prestasi. Salah satu faktor yang dianggap dapat menyebabkan adalah perlakuan secara tidak adil yang diterima oleh individu.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perlakuan tidak adil dengan dimensi burnout pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 148 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perlakuan tidak adil dan dimensi burnout. Data dianalisis menggunakan uji Sommers’d.

Hasil Penelitian: Mayoritas responden penelitian berjenis kelamin perempuan. Jumlah mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 hampir seimbang. Hasil uji korelasi Sommers’d antara perlakuan tidak adil dengan dimensi kelelahan menunjukkan p value 0,000 dengan nilai r 0,611, perlakuan tidak adil dengan dimensi sinisme menunjukkan p value 0,000 dengan nilai r 0,590, dan perlakuan tidak adil dengan dimensi penurunan pencapaian prestasi pribadi menunjukkan p value 0,696 dengan nilai r -0,046.

Kesimpulan: Semakin tinggi perlakuan tidak adil, maka semakin tinggi tingkat kelelahan dan sinisme yang dialami mahasiswa.
Background: Student activities inside and outside acampus can lead students experienced fatigue, cynicism, and decreased achievements. One of the factor considered as the causal factor is treated unfairly experienced by someone.

Objective: This study aimed to know the relationship between treated unfairly with burnout dimension in nursing students of Jenderal Soedirman university.

Methodology: This study used a cross sectional design. The technique used is total sampling with a total sample of 148 people. The research instrument used treated unfairly questionnaire and burnout dimensions. Data were analyzed using the Sommers’d test.

Research Result : The majority of research respondents were female. The number of students in 2016 and 2017 is almost balanced. Sommers’d correlation test result between treated unfairly with exhaustion dimension showed p value 0,000 with r value 0,611, treated unfairly with cynicism dimension showed p value 0,000 with r value 0,590, and treated unfairly with low personal accomplishment dimension showed p value 0,696 with r -0,046

Conclusion: The higher treated unfairly, thus the higher the emergence level of exhaustion and cyinicism experienced by students.
2359128801F1D016047PERILAKU MEMILIH MUSLIMAT NU PADA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2018 DI DESA BALAPULANG WETAN KECAMATAN BALAPULANG KABUPATEN TEGALArtikel hasil penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan perilaku memilih Muslimat NU pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. 2) mengetahui perilaku memilih Muslimat NU Balapulang Wetan dalam menentukan pilihan politik pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Tegal tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam perspektif institusionalisme berparadigma kontruktivisme. Dengan menggunakan analisis data interaktif (Mile & Huberman). Hasil penelitian ini dapat dipahami dan dideskripsikan, diketahui bahwa : 1) pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapat menjamin semua warga khususnya perempuan untuk bebas berpartisipasi sebagai pemilih. Pada konteks pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal tahun 2018, kandidat perempuan memperoleh suara terbanyak. Perolehan suaran Pilbup Tegal tahun 2018 di Balapulang Wetan dimenangkan oleh kandidat nomor urut 3, yaitu Umi-Ardie. Dengan total perolehan nomor urut 3 yaitu 4.850, disusul kandidat nomor urut 2 yaitu dengan total 1.993 dan yang terakhir total perolehan nomor urut 1 yaitu 451. Perilaku memilih Muslimat NU cenderung mudah terpengaruh oleh agama, budaya dalam berpolitik. Menurut pendekatan sosiologis, perilaku memilih Muslimat NU Desa Balapulang Wetan memilih mempertimbangkan latar belakang agama, budaya, dengan kebudayaan Islam Nusantara, sehingga pilihannya cenderung kepada kandidat dari organisasi NU. 2) diketahui bahwa pilihanya juga berdasarkan pada ikatan emosional terhadap hasil kerja yang dicapai oleh figur kandidat petahana dan orientasi Visi, Misi yang ditawarkan beserta keberhasilan dan prestasinya.This research article aims to: 1) understand and describe the NU Muslimat voting behavior in the 2018 Regent and Deputy Regent elections in Balapulang Wetan Village, Balapulang District, Tegal Regency. 2) knowing the voting behavior of Muslimat NU Balapulang Wetan in determining political choices in the election of the regent and vice regent of Tegal Regency in 2018. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach in the perspective of institutional constructivism paradigm. By using interactive data analysis (Mile & Huberman). The results of this study can be understood and described, it is known that: 1) the implementation of regional head elections can guarantee all citizens, especially women, to freely participate as voters. In the context of the general elections of the Regent and Deputy Regent of Tegal Regency in 2018, the female candidates get the most votes. The election of 2018 Tegal Pilbup vote in Balapulang Wetan was won by candidate number 3, namely Umi-Ardie. With the total acquisition number 3 is 4,850, followed by candidate sequence number 2 with a total of 1,993 and the last total acquisition number 1 is 451. NU's Muslim voting behavior tends to be easily influenced by religion, culture in politics. According to the sociological approach, the voting behavior of Muslimat NU Balapulang Wetan village chose considering religious background, culture, and the Islamic culture of the archipelago, so the choice tends to be candidates from NU organizations. 2) it is known that the choice is also based on the emotional attachment to the work achieved by the incumbent candidate figure and the orientation of the Vision, Mission offered along with his success and achievements.
2359228621B1A015034KEANEKARAGAMAN VEGETASI TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN JATI (Tectona grandis Linn.) DI RPH CIPOROS, BKPH SIDAREJA, KPH BANYUMAS BARATTumbuhan bawah dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan tanah yang dapat dilihat secara nyata di lapangan, karena dapat meningkatkan kestabilan tanah, kesuburan tanah dan meningkatkan
produktivitas lahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan jati (Tectona grandis Linn.) dan faktor lingkungan yang berkaitan dengan keanekaragaman tumbuhan bawah pada tegakan jati pada RPH Ciporos, BKPH Sidareja, KPH Banyumas Barat Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan cara pengambilan sampel menggunakan line transect. Variabel penelitian yaitu jumlah spesies, jumlah individu, nilai suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya dan pH tanah. Parameter utama diamati terdiri atas jumlah spesies, dan jumlah individu setiap spesies tumbuhan bawah. Parameter pendukung yang diamati yaitu suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya dan pH tanah. Data keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah dianalisis menggunakan Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sedangkan data kemerataan tumbuhan bawah dianalisis menggunakan Indeks Kemerataan (E’). Untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan tumbuhan bawah digunakan analisis Software Paleontological Statistics (PAST).
Hasil penelitian menunjukan bahwa spesies tumbahan bawah yang ditemukan di RPH Ciporos terdiri atas 8 spesies dari 7 famili. Spesies tumbuhan bawah yang memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu Paspalidium flavidum (Rumput Paspalum) dari familia Gramineae (Poaceae) dengan INP 69,21% dan yang
terendah yaitu Arum maculatum (Bunga Arum) dari familia Areceae dengan INP Sebanyak 1,38%.
Keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan jati di RPH Ciporos memiliki Indeks Keanekaragaman (H’) termasuk sedang dan pola penyebaran spesies tumbuhan bawah tergolong rendah. Faktor lingkungan paling berkaitan dengan keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah yaitu pH tanah.
The undergrowth can be used to describe soil conditions that can be seen clearly in the field, because it
can increase soil stability, soil fertility and increase land productivity. The purpose of this study was to
determine the diversity of undergrowth vegetation in teak stands (Tectona grandis Linn.) and environmental
factors related to the diversity of undergrowth on teak stands at Ciporos RPH, BKPH Sidareka, KPH Banyumas
Barat, Central Java. The research method used was a survey method by sampling using line transects. Research
variables are number of species, number of individuals, air temperature, humidity, light intensity and soil pH.
The main parameters observed consisted of the number of species, and the number of individuals of each
undergrowth species. Supporting parameters observed were air temperature, humidity, light intensity and soil
pH. Data on vegetation diversity of undergrowth were analyzed using Shannon-Wiener diversity index (H ')
while the vegetation evenness data was analyzed using Evenness Index (E'). To determine the relationship
between environmental factors and undergrowth use Paleontological Statistics (PAST) software analysis.
The results showed that the lower ground species found in the Ciporos RPH consisted of 8 species from
7 families. The undergrowth species that has the highest Importance Value Index (INP) is Paspalidium flavidum
(Paspalum grass) of the Gramineae family (Poaceae) with 69.21% INP and the lowest is Arum maculatum
(Arum flower) of the Araceae family with an INP of 1.38 %. The diversity of undergrowth vegetation in teak
stands in RPH Ciporos has a Diversity Index (H ') including moderate and the pattern of distribution of
undergrowth species is classified as low. The most environmental factor related to the diversity of u
undergrowth vegetation is soil pH.
2359329032I1D015012Pengembangan Yogurt Susu Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L.) untuk Penderita Obesitas: Efeknya Terhadap Kadar Protein Terlarut dan SensoriMakanan fungsional yang dapat memicu rasa kenyang, memodulasi metabolisme lipid, dan menginduksi termogenesis cocok untuk penderita obesitas yang berusaha menurunkan berat badan. Salah satu makanan fungsional untuk penderita obesitas adalah yogurt kacang hijau, mengingat kandungan protein kacang hijau yang tinggi sebesar 22%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) dan proporsi susu skim terhadap protein terlarut dan tes sensorik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi starter LAB dan proporsi susu skim. Sampel penelitian terdiri dari 24 unit eksperimen. Data protein terlarut dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA diikuti oleh Uji Jarak Rentang (DMRT) Ducan dan tes sensorik dianalisis menggunakan Uji Friedman diikuti oleh Uji Perbandingan Ganda dengan tingkat 5%. Ada pengaruh (p <0,05) proporsi sukai-skim dan konsentrasi BAL pada protein terlarut, ada pengaruh (p <0,05) interaksi proporsi sukai-skim dan konsentrasi BAL terhadap protein terlarut. Ada efek (p <0, 05) proporsi interaksi sukai - skim dan konsentrasi BAL pada warna, rasa, aroma dan ketebalan. Produk terbaik adalah yogurt formula P4B2 dengan proporsi yang sukai-skim 85:15 dan konsentrasi BAL 4% dengan kandungan protein terlarut 20,37%. Proporsi dari sukai-skim dan konsentrasi BAL meningkatkan kandungan protein yogurt yang larut. Kombinasi proporsi sukai - skim dan konsentrasi BAL meningkatkan protein terlarut dan nilai sensor yogurt. Formula tersebut dipilih dengan proporsi sukai - skim (85:15) dan BAL 4%, dengan kandungan protein 20,37%. Dosis penyajian untuk kelebihan berat badan adalah ringan dan berat sebanyak 343 ml / hari dan 368 ml / hari.Functional foods that can induce satiety, modulate lipid metabolism, and induce thermogenesis are suitable for obese sufferers who are trying to lose weight. One functional food for obese sufferers is green bean yogurt, considering the high content of mung bean protein by 22%. This study aims to determine the effect of the concentration of lactic acid bacteria (LAB) and the proportion of skim milk to dissolved protein and sensory tests. This study used a Randomized Block Design consisting of two factors namely the LAB starter concentration and the proportion of skim milk. The research sample consisted of 24 experimental units. Dissolved protein data were analyzed statistically using ANOVA followed by a Ducan's Multiple Range Test (DMRT) and sensory tests were analyzed using the Friedman Test followed by a Double Comparison Test with a level of 5%. There was an influence (p <0.05) sukai-skim proportion and LAB concentration on dissolved protein, there was an influence (p <0.05) interaction of sukai-skim proportions and LAB concentration on dissolved protein. There was an effect (p <0, 05) preferred proportion interaction sukai- skim and LAB concentration on color, taste, aroma and thickness. The best product is the formula P4B2 yogurt with a sukai-skim proportion of 85:15 and a LAB concentration of 4% with a dissolved protein content of 20.37%. Proportion of sukai-skim and LAB concentration increases the soluble protein content of yogurt. The preferred combination sukai - skim and LAB concentration increases the level of dissolved protein and yogurt sensory value. The formula was chosen with a preferred proportion sukai - skim (85:15) and BAL 4%, with a protein content of 20.37%. The serving dose for overweight is light and heavy as much as 343 ml/day and 368 ml/day.
2359425818I1A015098Perilaku Ibu Rumah Tangga Membuang Sampah ke Bantaran Sungai di Desa Kasilib Kecamatan Wanadadi Kabupaten BanjarnegaraLatar Belakang : Permasalahan sampah merupakan masalah yang sangat kursial dan penanganannya optimal. Desa Kasilib merupakan satu wilayah yang memiliki permasalahan dimana sampah belum terkelola dengan baik, sebagian besar masih membuang sampah ke bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu rumah tangga membuang sampah ke bantaran sungai di Desa Kasilib Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara.
Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskripstif kualitatif dengan teknik purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 6 subyek penelitian dan hasil wawancara di cross check dengan cara triangulasi sumber yang dilakukan kepada 1 informan tokoh masyarakat, 1 informan sanitarian puskesmas dan 1 petugas Dinas Lingkungan Hidup. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu rumah tangga tentang membuang sampah ke bantaran sungai sudah cukup baik dan sikap ibu rumah tangga tentang membuang sampah ke bantaran sungai kurang baik. Fasilitas pengelolaan sampah pada ibu rumah tangga belum memadai dan kurangnya peran serta petugas kesehatan dalam menyediakan fasilitas tersebut.
Kesimpulan : Perilaku ibu rumah tangga membuang sampah ke bantaran sungai dikatakan kurang baik karena sikap ibu rumah tangga masih kurang baik dan kurangnya fasilitas dan belum menyeluruhnya peran petugas kesehatan.
Kata Kunci : perilaku, membuang sampah ke bantaran sungai, ibu rumah tangga.
The Behavior Of Housewives Throw Garbage Into The River The Village Of Kasilib Sub-district of Wanadadi Banjarnegara District
2359526768I1D015050HUBUNGAN ANTARA TINGKAT ASUPAN KARBOHIDRAT, PROTEIN,
LEMAK, SERAT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN GIZI
LEBIH DI SMP NEGERI 1 SOKARAJA
Pendahuluan : Gizi lebih adalah suatu permasalahan gizi yang dialami remaja yang
disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan penelitan ini untuk menganalisis
hubungan antara tingkat asupan karbohidrat, protein, lemak, serat, dan aktivitas
fisik dengan kejadian gizi lebih di SMP Negeri 1 Sokaraja.
Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancang cross
sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling
didapatkan sebanyak 53 siswa. Pengumpulan data tingkat asupan makan
menggunakan food record 3 hari dan aktivitas fisik menggunakan Physical Activity
Questionnaire for Older Children (PAQ-C). Analisis data menggunakan uji
Pearson.
Hasil : Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin
perempuan 56,6%, status gizi gemuk 77,4%, tingkat asupan karbohidrat sangat
kurang 58,5%, tingkat asupan protein sangat kurang 52,8%, tingkat asupan lemak
sangat kurang 41,5%, tingkat asupan serat kurang 100%, dan akivitas fisik rendah
rendah 100%. Hasil uji Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna
antara tingkat asupan karbohidrat p=0,000, protein p=0,016, lemak p=0,004 dengan
status gizi lebih. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan
serat p=0,481, dan aktivitas fisik p=0,459 dengan status gizi lebih.
Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan
karbohidrat, protein dan lemak dengan status gizi lebih. Tidak terdapat hubungan
yang bermakna antara tingkat asupan serat dan aktivitas fisik dengan status gizi
lebih.
Introduction : Excessive nutrition is a teenager’s nutritional problem which is
caused by several factors. The purpose of this research is to analyze the correlation
between the intake levels of carbohydrate, protein, fat, fiber, and physical activity
with the occurrence of excessive nutrition in SMP Negeri 1 Sokaraja.
Method : The method of this study was observational analytic with cross sectional
design. The sampling technique used was purposive sampling method, there were
53 students as the sample. The data collection used for food intake using a 3-day
food records and physical activity using Physical Activity Questionnaire for Older
Children (PAQ-C). The data analysis used in this research was Pearson test.
Results : The study showed that the majority of respondents were female 56.6%,
have overweight nutritional status 77,4%, have very less intake level of
carbohydrate 58,5%, have good intake level of protein 52,8%, have good intake
level of fat 41,5%, have low intake level of fiber 100%, and have low physical
activity 100%. Pearson test results showed that there was significant correlation
between the level of carbohydrate intake p=0,000, protein p=0016 and fat p=0,004
with excessive nutrition. There was no correlation between the level of fiber intake
p=0,481 and physical activity p=0,4591 with excessive nutrition.
Conclusion : There was significant correlation between the intake level of
carbohydrate, protein, and fat. There was no significant correlation between the
intake level of fiber and physical activity with excessive nutritional status in SMP
Negeri 1 Sokaraja.
2359626769I1D015019PENGARUH PEMBERIAN YOGURT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN HDL PENDERITA DISLIPIDEMIAAbstrak

PENGARUH PEMBERIAN YOGURT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN HDL PADA PENDERITA DISLIPIDEMIA
Febiana Ika Dewi Safitri, Hery Winarsi, Aisyah Tri Septiana

Latar Belakang: Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Yogurt susu kecambah kacang merah mengandung serat dan fenol yang diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt susu kecambah kacang merah terhadap kadar kolesterol total dan HDL penderita dislipidemia.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan pretest – post test with control group design. Subjek adalah 18 orang wanita lansia dengan kadar kolesterol total > 200 mg/dl dan IMT ≥ 23 kg/m2. Kelompok perlakuan mendapatkan yogurt susu kecambah kacang merah 200 mL dan kelompok kontrol mendapatkan yogurt susu skim (plasebo) 200 mL selama 2 bulan. Pengambilan darah untuk pengukuran kadar kolesterol total dan HDL dilakukan saat sebelum intervensi dan 2 bulan setelah intervensi. Kadar kolesterol total dan HDL diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test, Independent t-test, Wilcoxon, dan Mann Whitney.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pemberian yogurt susu kecambah kacang merah 200 mL per hari selama 2 bulan dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 21,8% dan meningkatkan kadar kolesterol HDL sebesar 13,7% secara bermakna (p<0,05) dibanding kontrol.
Kesimpulan: Pemberian yogurt susu kecambah kacang merah 200 mL per hari selama 2 bulan menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL secara signifikan.

Kata kunci: kolesterol total, HDL, yogurt susu kecambah kacang merah, dislipidemia
Abstract

EFFECT OF THE RED KIDNEY BEANS SPROUTS MILK YOGURT ON THE LEVELS OF TOTAL CHOLESTEROL AND HDL IN PATIENTS WITH DYSLIPIDEMIA
Febiana Ika Dewi Safitri, Hery Winarsi, Aisyah Tri Septiana

Background: Dyslipidemia has been shown as one of the risk factors of cardiovascular disease. Red kidney beans sprouts milk yogurt contains fiber and fenol which is known in reducing total cholesterol level and increasing HDL cholesterol level. This study aims to know the consumption effect of the red kidney beans sprouts milk yogurt on the levels of total cholesterol and HDL in patients with dyslipidemia.
Methods: This study uses pre-test and post-test with control group design. The subject were 18 woman with total cholesterol level > 200 mg/dl and HDL cholesterol level < 40 mg/dl. Experimental group consumed the red kidney beans sprouts milk yogurt 200 mL/day while the control group consumed skim milk yogurt (placebo) 200 mL/day for 2 months. Blood sampling was done to measure total cholesterol and HDL levels performed before intervention and 2 months after intervention. Total cholesterol and HDL levels were measured by CHOD-PAP method. The data was analyzed by Paired t-test, Independent t-test, Wilcoxon, and Mann Whitney.
Results: The results of this study shows that the consumption of red kidney beans sprouts milk yogurt 200 mL/day during 2 months is significantly decrease total cholesterol level 21,8% and increase HDL cholesterol level 13,7% in a meaningful way compared with control.
Conclusion: The consumption of red kidney beans sprouts milk yogurt 200 mL/day during 2 months is significantly decrease total cholesterol level and increase HDL cholesterol level.

Keywords: total cholesterol, HDL, red kidney beans sprouts milk yogurt, dyslipidemia
2359726770B1A015119Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus dengan Pelarut dan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureusTumbuhan, jamur, dan mikroba lain biasanya mengandung senyawa bioaktif. Jamur merupakan pusat bioaktif yang dapat ditumbuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu jamur yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif adalah Coprinus comatus. Ekstrak dari jamur ini sering digunakan pada bidang medis. Jamur ini masih jarang dibudidayakan di Indonesia. Senyawa antibakteri dari C. comatus dapat diperoleh melalui proses maserasi. Pelarut yang digunakan, yaitu pelarut etanol dan etil asetat. Beda pelarut yang digunakan, beda pula senyawa yang ditarik. Senyawa antibakteri dapat bersifat spektrum luas dan sempit. Bakteri Gram positif dan Gram negatif memiliki komposisi dinding sel yang berbeda sehingga memungkinkan memberikan respon yang berbeda. Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan dua bakteri uji yang digunakan dalam pengujian ini. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pelarut etil asetat dan etanol terhadap ekstraksi senyawa antibakteri dari C. comatus, mengetahui konsentrasi terrendah ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, dan mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat dan etanol senyawa antibakteri terhadap E. coli atau S. aureus. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan simplisia berumur 7 bulan dan 4 minggu sebanyak dua kali ulangan. Ekstrak etanol dan etil asetat dari C. comatus diuji tantang terhadap E. coli dan S. aureus dengan konsentrasi yang berbeda. Ekstrak etanol memiliki rendemen lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat, namun penghambatan ekstrak etil asetat lebih baik terhadap kedua bakteri dibandingkan ekstrak etanol. Simplisia berumur 4 minggu lebih baik penghambatannya terhadap simplisia berumur 7 bulan. Konsentrasi 12,5% dari kedua ekstrak merupakan konsentrasi penghambatan terrendah yang dapat menghambat E. coli dan S. aureus. Penghambatan ekstrak secara umum lebih baik terhadap S. aureus.Plant, fungi, and other microbes usually contain of bioactive compounds. Fungi is a center of bioactive compounds that can be grown in short time. One of fungus that can produce bioactive compounds is Coprinus comatus. Extract of this fungi usually be used for health benefits, as anti-cancer, hypoglycemic, and cardiovascular disease. This fungi still rarely grow in Indonesia. Antibacterial compounds from C. comatus can be obtained by extraction, one of them is maceration. Solvents that used on maceration are ethanol and ethyl acetate. Different compounds can be obtained from different solvents. Antibacterial compounds can be divided into narrow-spectrum and wide range spectrum. Gram positive bacteria and Gram negative bacteria have different structure of cell wall. This differences can give different responses to antibacterial compounds. Escherichia coli and Staphylococcus aureus are the bacterias that is used in these test. The aim of this study was to know the effect of ethyl acetate and ethanol to the extraction of antibacterial compounds from C. comatus, to know the lowest concentration of C. comatus’s fruiting body extract that can inhibit the growth of E. coli and S. aureus, and to know effect of antibacterial compounds from ethyl acetate and ethanol to E. coli and S. aureus. This test use survey method with two different simplicia, seven months and four weeks. This test has two repeatation. Ethanol and ethyl acetate extract from C. comatus with different concentration tested to E. coli and S. aureus. Ethanol extract have higher rendement than ethyl acetate, however ethyl acetate extract have better inhibition than ethanol. Four weeks simplicial have better inhibition than seven months simplicial. Concentration 12,5% from both extract is the lowest inhibition concentration that can inhibit E. coli and S. aureus. The inhibition is better to S. aureus.
2359826771I1A015087FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEBERADAAN JENTIK AEDES SP. PADA KONTAINER DI
KELURAHAN ARCAWINANGUN TAHUN 2019
Abstrak
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN JENTIK
AEDES SP. PADA KONTAINER DI KELURAHAN ARCAWINANGUN
TAHUN 2019
Fena Tridiah Astuti, Sri Nurlaela, Devi Octaviana
Latar Belakang: Penyakit DBD menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat
dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Banyumas. Kelurahan Arcawinangun
merupakan wilayah dengan prevalensi tertinggi setiap tahunnya, dengan nilai ABJ
Tahun 2018 sebesar 87,79%. Keberedaan jentik merupakan salah satu hal yang erat
kaitannya dengan kejadian DBD karena Aedes sp. berperan sebagai vektor penular
virus dengue. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi keberadaan jentik Aedes sp. pada kontainer di Kelurahan
Arcawinangun Tahun 2019.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan
cross sectional. Popolasi penelitian ini adalah seluruh penduduk Kelurahan
Arcawinangun yang berjumlah 13.820 jiwa. Jumlah sampel sebanyak 100 responden
dengan menggunakan cluster sampling. Variabel yang diteliti adalah variabel jenis
kontainer, letak kontainer, kondisi kontainer, warna kontainer, temperatur air pada
kontainer dan pH air pada kontainer. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan
observasi. Data dianalisis kedalam univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan
multivariat dengan Regresi Logistic.
Hasil Penelitian: Kepadatan jentik sedang hingga tinggi di Kelurahan Arcawinangun
dengan persentase terbesar ditemukan adanya jentik adalah bak mandi yaitu 67,7%.
Variabel yang berpengaruh adalah letak kontainer dan kondisi kontainer. Variabel
yang tidak berpengaruh adalah jenis kontainer, warna kontainer, temperatur air pada
kontainer, dan pH air pada kontainer.
Kesimpulan: Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, bak mandi merupakan
jenis kontainer dengan persentase ditemukan adanya jentik paling banyak yaitu
67,7%, bak mandi adalah salah satu kontainer yang tidak dimungkinkan untuk
ditutup, sehingga perlu dilakukan pemantauan dan pengurasan air pada tempat
penampungan tersebut secara berkala.
Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Aedes sp
Abstract
Factors Influencing Existence Of Aedes sp. In Containers In Arcawinangun
Village in 2019
Fena Tridiah Astuti, Sri Nurlaela, Devi Octaviana
Background: DHF has become one of the public health problems in the last few
years in Banyumas Regency. Arcawinangun Village has the highest prevalence every
year, with Larva-free Index of 2018 is 87,79%. The existence of larvae is one of the
things that is closely related to the incidence of DHF because Aedes so. Acts as a
vector of dengue virus transmission. The aims of this study is to determine the factors
influencing existence of Aedes sp. in containers in Arcawinangun Village in 2019.
Method: This research is an observational analytic with cross sectional approach.
The research population arethe entire population of Arcawinangun Village with total
13,820 inhabitants. The number of samples are 100 respondents using cluster
sampling. The variables were investigated is the type of containers, location of
containers, condition of containers, colour of containers, water temperature of
container, and pH water of container. Data collection using questionnaires and
observations. Data were analyzed into univariate, bivariate with the chi square test,
and multivariate with logistic regression test.
Results: Medium to high larvae density at Arcawinangun which the largest
percentage of larvae found was the bathtub, which was 67,7%. The influencing
variables are the container location and container condition. Variables that have not
influencing are type of container, container color, the water temperature in
container, and pH water in the container.
Conclusion: Based on the results of observations made, the bathtub is a type of
container with the highest percentage of larvae found 67,7%, the bathtub is one
container that is not possible to be closed, so it needs to be monitored and drained
regulary at the shelter.
Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Aedes sp.
2359926773I1B015032Gambaran Mekanisme Koping Religius Pada Lansia Yang Tinggal Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata CilacapLatar belakang : Berbagai perubahan yang dialami lansia berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan psikologis seperti kesepian, duka cita, depresi dan lain sebagainya, termasuk kelompok lansia yang tinggal di panti. Koping religius merupakan salah satu yang dapat di gunakan untuk memecahkan masalah.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran mekanisme koping religius pada lansia yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanta Cilacap.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 45 responden lansia yang tinggal di panti yang dipilih dengan teknik total sampling. Koping religius di ukur menggunakan instrument kuesioner Brief R-Cope dan data di analisis secara univariate.
Hasil : Koping religius positif pada lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap nilai mediannya cenderung lebih besar di banding koping religius negative yaitu 17.00 di banding 5.00.
Kesimpulan : Lansia yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap cenderung bersifat positif.
Background : Various changes experienced by elderly people have the potential to cause various psychological problems such as loneliness, grief, depression and so forth, including the elderly group who live in social services. Religious coping appear to be a way to overcome the problems. Objective : This study aimed to describe the mechanism of religious coping in the elderly living in the Dewanta Elderly Social Service Cilacap. Method : This research was an exploratory study using a cross-sectional approach. The samples in this study were 45 elderly respondents who lived in the social service selected using total sampling technique. The instrument in this study used the Brief R-Cope questionnaire and the data were analyzed by univariate.
Result : Positive religious coping in the elderly at the Dewanata Elderly Social Service Cilacap tended to have higher median value than the negative religious coping with the ratio of 17.00 compared to 5.00.
Conclusion : The elderly living in the Dewanata Elderly Social Services Cilacap tended to remain positive.
2360026774G1D014085Hubungan Tugas Perkembangan Keluarga dengan Sikap Remaja tentang Perilaku Berisiko Seksual pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 KaranglewasLatar Belakang : Perilaku berisiko seksual saat ini semakin mengkhawatirkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu sikap. Sikap pada remaja salah satunya dipengaruhi oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tugas perkembangan keluarga dengan sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Karanglewas. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah 46 responden. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu dengan total sampling. Hasil : Terdapat korelasi yang bermakna antara variabel tugas perkembangan keluarga dengan sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual dengan nilai p-value = 0,016. Kekuatan hubungan kedua variabel lemah dengan nilai r = 0,353. Arah hubungan kedua variabel searah, yang berarti semakin terpenuhinya tugas perkembangan keluarga maka sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual semakin baik. Kesimpulan : Tugas perkembangan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual.Data dianalisis menggunakan Uji SpearmanBackground: Current sexual risk behaviors are increasingly worrying. One of the influencing factors of sexual risk behaviors is attitude. The attitudes in adolescent is influenced by family. The aimed of this study was to determine the relationship between family development task with adolescent attitudes towards sexual risk behavior on VIII grades students of SMP Negeri 2 Karanglewas. Research Methods: The design of this study used a cross sectional approach with 46 respondents. The sampling technique used is total sampling. Data were analyzed by Spearman Rank Test. Results: There was a significant correlation between family development tasks with adolescent attitudes towards sexual risk behavior (p-value = 0.016). The strength of the relationship between the two variables are weak (r = 0.353). The relationship direction between two variables is positive correlation, which means the more fulfilled family development task, the adolescent attitude towards sexual risk behavior is getting better. Conclusion: Family development task has a significant relationship with adolescent attitudes towards sexual risk behavior.