Artikelilmiahs
Menampilkan 23.581-23.600 dari 50.262 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23581 | 26750 | F1F015045 | Diplomasi kebudayaan prancis di Indonesia melalui Institut Français D’Indonesie. Studi Kasus : Warung Prancis | Studi ini membahas implementasi diplomasi kebudayaan maupun publik Prancis terhadap Indonesia melalui lembaga Institusi dengan program-programnya. Bagaimana sebenarnya strategi dan karakter diplomasi ini? Sampai seberapa jauh diplomasi budaya memperkuat tujuan dan kepentingan nasional? Apa saja upaya, tantangan dan kesempatan dalam mengimplementasikan tipe diplomasi ini? Studi ini menguatkan argumen bahwa ada hubungan secara langsung atau tidak langsung antara diplomasi pendidikan dan kepentingan nasional. Disamping beberapa beberapa capaian, masih ada beberapa kekurangan, dan kendala yang menghambat untuk dapat memaksimalkan hasil dari upaya institusi seperti warung Prancis ini. Artikel ini juga berargumen bahwa diplomasi Soft Power memperkuat signifikansi ‘new diplomacy’ atau ‘neo diplomacy’. Bentuk diplomasi ini melibatkan berbagai aktor sehingga bersifat inklusif dalam proses diplomasi saat ini dibutuhkan. Untuk menjelaskan secara lebih terperinci dari fenomena ini maka juga akan diterangkan dengan studi kasus lembaga warung Prancis oleh Institut Francais D’Indonesie. | This study discusses the implementation of French cultural and public diplomacy towards Indonesia through institutional institutions and its programs. What exactly is the strategy and character of this diplomacy? To what extent does cultural diplomacy strengthen national goals and interests? What are the efforts, challenges and opportunities in implementing this type of diplomacy? This study reinforces the argument that there is a direct or indirect relationship between educational diplomacy and national interests. Besides some achievements, there are still some shortcomings, and obstacles that hamper to be able to maximize the results of the efforts of institutions like this Warung Prancis. This article also argues that Soft Power diplomacy reinforces the significance of 'new diplomacy' or 'neo diplomacy'. This form of diplomacy involves various actors so that it is inclusive in the diplomatic process when it is needed. To explain in more detail from this phenomenon it will also be explained by a case study of a Warung Prancis institution by the Francais Institute D'Indonesie. | |
| 23582 | 26751 | F1D014047 | RELASI KUASA PEMERINTAH DESA KLOPODUWUR DENGAN LEMBAGA ADAT SEDULUR SIKEP DALAM PERENCANAAN PENGEMBANGAN WISATA LOKAL | Artikel hasil dari penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mendiskripsikan relasi kuasa antara pemerintah Desa Klopoduwur dengan Lembaga Adat Sedulur Sikep dalam perencanaan pengembangan wisata lokal serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat di dalam proses perencanaan pengembangan wisata sedulur sikep. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi dalam bingkai perspekti strukturalis dan paradigma non-positivisme khususnya konstruktivisme. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa: pertama menunjukkan bahwa di dalam proses perencanaan pengembangan pariwisata relasi kuasa yang terjadi diantara pemerintah Desa Klopoduwur dengan lembaga adat sedulur sikep didominasi oleh pemerintah desa dan lembaga adat sedulur sikep cenderung lebih mengikuti keputusan dari pemerintah desa. Hal ini dapat dilihat dari susunan anggota pokdarwis sedulur sikep yang di bentuk di dominasi oleh pilihan dari pemerintah desa. Kedua: beberapa aktor yang terlibat di dalam proses perencanaan pengembangan pariwisata adalah pemerintah desa Klopoduwur, lembaga adat sedulur sikep serta pokdarwis sedulur sikep. Ketiga: faktor pendorong di dalam perencanaan pengembangan pariwisata adalah dengan adanya SK Pokdarwis sedulur sikep dan factor penghambat dalam perencanaan pengembangan pariwisata adalah permasalahan sumber daya manusia yang masih minim pengetahuan tentang parwisata menjadi persoalan tersendiri. | The results of this research article aims to understand and describe the power relations between the Klopoduwur village government and the Sedulur Sikep Customary Institution in local tourism development planning and to know the supporting and inhibiting factors in the planning process of sikepul tourism. By using qualitative methods and phenomenological approaches in a structuralist perspective and non-positivism paradigm, especially constructivism. The informant selection technique uses purposive sampling. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation study and data analysis techniques using interactive analysis techniques. As for the validity of the data using source triangulation techniques. The results of this study reveal that: first shows that in the planning process of developing tourism the power relations that occur between the Klopoduwur Village government and the adat sedulur sikep institution are dominated by the village government and the adat sedepur sikep institution tends to follow more the decisions of the village government. This can be seen from the composition of sedulur sikep pokdarwis members in the form dominated by the choice of the village government. Second: some of the actors involved in the tourism development planning process are the Klopoduwur village government, the Sedulur Sikep traditional institution and the Sikul Sedulur Pokdarwis. Third: the driving factor in the planning of tourism development is the existence of SK Sikdarwis sedulur sikep and the inhibiting factor in tourism development planning is the problem of human resources that still lack knowledge about tourism becomes a separate issue. | |
| 23583 | 26752 | F1B112044 | EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR PADA SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN BREBES KABUPATEN BREBES | Untuk mewujudkan Standar Pelayanan Minimal pendidikan perlu adanya kriteria minimal yang harus dipenuhi baik oleh kabupaten/kota dan juga satuan pendidikan/sekolah sehingga tercipta mutu dan akses pendidikan yang merata.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar pada Sekolah-Sekolah Dasar di Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.. Teknik analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi dengan menjabarkan secara deskriptif. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan: 1. Jenis Pelayanan Sarana dan Prasarana memiliki capaian SPM sebesar 74,01 persen. 2. Jenis pelayanan pendidik dan tenaga kependidikan memiliki capaian SPM sebesar 98,88 persen. 3. Jenis Pelayanan Kurikulum memiliki capaian SPM sebesar 90 persen. 4. Jenis Pelayanan Penilaian Pendidikan memiliki capaian SPM sebesar 100 persen.5. Jenis pelayanan penjaminan mutu pendidikan memiliki capaian SPM sebesar 95,55 persen. 6. jenis Pelayanan Manajemen Sekolah memiliki capaian SPM sebesar 99,25 persen. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah pencapaian SPM Pendidikan Dasar pada Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Brebes Kabupaten masih terdapat jenis pelayanan yang berlum terpenuhi, serta perlu adanya peningkatan pada indikator indikator yang kurang pada setiap Sekolah Dasar guna terciptanya peningkatan mutu dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Untuk indikator yang sudah tercapai perlu tetap mempertahankan agar pelayanan yang diberikan tetap terjaga kualitasnya. | To realize the Minimum Service Standards for education there needs to be minimum criteria that must be met by both the district / city and also education / school units so as to create equitable quality and access to education. The purpose of this study is to evaluate the implementation of the Minimum Service Standards for Basic Education in Schools Elementary School in Brebes District, Brebes Regency. The research method used in this study is a descriptive method using a quantitative approach. The data analysis technique used is the frequency distribution by describing descriptively. The results of the analysis in this study indicate: 1. Types of Facilities and Infrastructure Services have an MSS achievement of 74.01 percent. 2. The type of service of educators and education personnel has an SPM achievement of 98.88 percent. 3. Type of Curriculum Services has an SPM achievement of 90 percent. 4. Types of Education Assessment Services have a SPM achievement of 100 percent.5. The type of education quality assurance services has an SPM achievement of 95.55 percent. 6. the type of School Management Services has an SPM achievement of 99.25 percent. The conclusion of this research is that the achievement of SPM of Basic Education in State Primary Schools in the District of Brebes Regency there are still a number of services that have not been fulfilled, and there needs to be an increase in indicators that are lacking in each Elementary School in order to create quality improvement in the implementation of teaching and learning processes. For indicators that have been achieved, it is necessary to maintain the quality of services provided. | |
| 23584 | 28618 | K1C016002 | Penentuan Potensi Sebaran Batubara dengan Metode Geolistrik Resistivitas Konfigurasi Wenner di Daerah Cekungan Bentarsari Kecamatan Salem | Penentuan potensi sebaran batubara di daerah Cekungan Bentarsari Kecamatan Salem telah dilakukan pada bulan Oktober 2019 hingga Maret 2020 dengan menggunakan salah satu metode geofisika yaitu metode geolistrik resistivitas konfigurasi wenner. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui struktur lapisan bawah permukaan dan potensi sebaran batubara muda berdasarkan model penampang resistivitas dan penampang litologi daerah tersebut. Akuisisi data dilakukan pada lima lintasan yaitu Line 1, Line 2, Line 3, Line 4 dan Line 5 dimana masing-masing lintasan memiliki bentangan sebesar 200 meter. Pada tahap pengolahan data, metode inversi kuadrat terkecil dilakukan untuk mendapatkan model penampang 2D. Data model penampang 2D tiap lintasan digabungkan menjadi pemodelan 3D untuk mengetahui sebaran batubara pada daerah tersebut. Hasil interpretasi terhadap model penampang 2D tiap lintasan menunjukan bawah permukaan daerah tersebut terdiri dari lempung, lempung pasiran, batubara muda dan batupasir. Setiap lintasan menunjukan adanya lapisan batubara dengan interval nilai resistivitas sebesar 86,1 - 219 Ωm. Sehingga sebaran batubara pada daerah penelitian tersebar merata dengan potensi yang lebih besar berada di sebelah selatan lintasan. | Determination of the potential distribution of coal in the Bentarsari Basin area of Salem District was carried out in October 2019 to March 2020 using one of the geophysical methods, namely the Wenner configuration resistivity geoelectric method. The purpose of this study was to determine the structure of subsurface layers and the potential distribution of lignite based on the resistivity and lithology cross-section models of the area. Data acquisition is carried out on five lines, namely Line 1, Line 2, Line 3, Line 4, and Line 5 where each line has a stretch of 200 meters. At the data processing stage, the least square inversion method is performed to obtain a 2D cross-sectional model. The 2D cross-section model data for each line is combined into 3D modeling to determine the distribution of lignite in the area. The results of the interpretation of the 2D cross-section model for each line show that the subsurface of the area consists of clay, sandy clay, lignite, and sandstone. Each line shows the presence of lignite seams with intervals of resistivity values of 86.1 - 219 Ωm. So that the distribution of lignite in the study area is spread evenly with greater potential located to the south of the line. | |
| 23585 | 51667 | E1A022090 | Perlindungan Hukum Terhadap PT Pegadaian sebagai Kreditur Gadai Efek berdasarkan Prinsip Paritas Creditorium dalam PKPU PT WMP Tbk sebagai Debitur | PT Pegadaian merupakan lembaga keuangan tertua di Indonesia yang memberikan pinjaman berbasis hukum gadai, salah satunya menyalurkan pinjaman melalui gadai efek dengan jaminan saham atau obligasi tanpa warkat (scriptless) di Bursa Efek Indonesia. Praktiknya memiliki risiko hukum saat Debitur mengalami business failure hingga masuk status PKPU, yang berdampak pada volatilitas efek. Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap PT Widodo Makmur Tbk (“PT WMP Tbk”) memiliki kredit macet yang diajukan permohonan PKPU, di mana PT Pegadaian mendaftarkan diri sebagai kreditur lain demi pelunasan piutang secara Prorate. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan prinsip Paritas Creditorium dan perlindungan hukum bagi PT Pegadaian. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, dengan analisis data secara normatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan prinsip Paritas Creditorium pada PKPU PT WMP Tbk diwujudkan melalui split tagihan yang membagi kedudukan PT Pegadaian sebagai Kreditur Separatis sekaligus Kreditur Konkuren. Perlindungan hukum terhadap PT Pegadaian terpenuhi secara Preventif melalui Pasal 1131, Pasal 1156 dan Pasal 1157 KUHPerdata Jo. Pasal 138 dan Pasal 270 ayat (1) UU K-PKPU serta Pasal 15 ayat (5) dan ayat (7) Jo. Pasal 17 ayat (1) Perjanjian Gadai Efek dan secara Represif melalui Putusan Homologasi Nomor 340/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst. | PT Pegadaian is the oldest financial institution in Indonesia that provides pawn-based loans, one of which is channeling loans through securities pawn with collateral in the form of scriptless shares or bonds on the Indonesia Stock Exchange. In practice, this carries legal risks when the debtor experiences business failure and enters PKPU status, which has an impact on securities volatility. This research is a case study of PT Widodo Makmur Tbk (“PT WMP Tbk”) which has bad debts and has filed for PKPU, where PT Pegadaian has registered itself as Other Creditors for the purpose of prorated debt repayment. This study aims to analyze the application of the Paritas Creditorium principle and legal protection for PT Pegadaian. The research method used is normative juridical with prescriptive analytical research specifications. Data collection was carried out through literature study, with normative data analysis. The results show that the application of the Paritas Creditorium principle in the PKPU of PT WMP Tbk is realized through a split bill that divides the position of PT Pegadaian as a Separate Creditor and a Concurrent Creditor. Legal protection for PT Pegadaian is fulfilled preventively through Articles 1131, 1156, and 1157 of the Civil Code in conjunction with Articles 138 and 270 paragraph (1) of the K-PKPU Law as well as Articles 15 paragraph (5) and paragraph (7) in conjunction with Article 17(1) of the Pledge Agreement, and repressively through Homologation Decision No. 340/Pdt.Sus-PKPU/2024/PN.Niaga.Jkt.Pst. | |
| 23586 | 26755 | I1E015030 | Tingkat Motivasi Berwirausaha Mahasiswa PJKR Unsoed | Latar Belakang: Tingginya jumlah pengangguran dan kurang siapnya mahasiswa PJKR Unsoed untuk menghadapi era baru dalam berwirausaha yaitu era revolusi 4.0 serta rendahnya kemauan mahasiswa PJKR Unsoed untuk mengikuti PMW. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat motivasi berwirausaha mahasiswa PJKR Unsoed. Metodologi: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survey, teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan proportionate startified random sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 34 mahasiswa angkatan 2015, 31 mahasiswa angkatan 2016, 46 mahasiswa angkatan 2017 dan 43 mahasiswa angkatan 2018 dengan jumlah total sampel adalah 154. Tehnik analisis data menggunakan analisis deskriptiv. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat motivasi berwirausaha mahasiswa PJKR Unsoed angkatan 2015, 2017 dan 2018 pada kategori “sedang” dengan prosentase berturut-turut 47%, 35% dan 44% sedangkan mahasiswa PJKR Unsoed angkatan 2016 pada kategori “Tinggi” dengan prosentase 39%. Kesimpulan: Ditinjau dari aspek motivasi yaitu aspek pengaturan diri, aspek pengarahan dan aspek tujuan tingkat motivasi berwirausaha mahasiswa PJKR Unsoed angkatan 2015, 2017 dan 2018 masuk dalam kategori sedang, sedangkan mahasiswa PJKR Unsoed angkatan 2016 masuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci: Kewirausahaan, Motivasi berwirausaha, PJKR Unsoed. | Background: There is low motivation in Physical education University of Jenderal Soedirman student that causes high unemployment. The aim of this study is to analyze the level of entrepreneurship motivation in Phsical education University of Jenderal Soedirman student Methodology: This study use quantitative description with survey method, questionnaire as a data collection technique. The research sampling used is proportionate stratified random sampling. Research Results: This study show that the entrepreneurship motivation level in Physical education University of Jenderal Soedirman student 2015, 2017, and 2018 in the category of ‘’Medium’’ motivation, whereas Physical education University of Jenderal Soedirman 2016 in the category of ‘’High’’ motivation Conclusion: The entrepreneurship motivation of Physical education University of Jenderal Soedirman student are in the level of ‘’Medium’’ category Keyword: entrepeneurship, entrepreneurship motivation, Physical education University of Jenderal Soedirman | |
| 23587 | 26756 | F1B112016 | Kualitas Pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cilacap | Kualitas pelayanan adalahpat diartikan upaya pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen serta ketepatan penyampaiannya dalam mengimbangi harapan konsumen. Kualituas pelayanan dapat diketahui dengan cara membandingkan presepsi para konsumen atas pelayanan nyata yang mereka terima / peroleh dengan pelayanan suatu perusahaan. Dalam pelayanan sendiri terdapat beberpa jenis pelayanan. Salah satunya yaitu pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan salah satu pembahasan yang cukup nyata dalam kajian birokrasi. Pelayanan publik bertujuan untuk memenuhi kebutuhan warga masyarakat agar dapat memperoleh pelayanan yang diinginnkan dan memuaskan. Pelayanan publik dapat dicontohkan seperti pelayanan administratif, pelayanan barang, dan pelayanan jasa. Salah satu pelayanan publik yang dilaksanakanoleh pemerintah adalah pelayanan administratif. Pelayanan administratif berupa ijin mendirikan bangunan (IMB), sertifikat kepemilikan / pengesahan tanah dan lain sebagainya. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu merupakan pelayanan publik yang diberikan pemerintah di bidang administratif Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan atau ketanggapan pelayanan yang diberikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpdu Satu Pintu Kabupaten Cilacap dalam memberikan pelayanan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah accidental sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 3.528 orang yang diambil dari jumlah pemohon perizinan pada tahun 2017. Sampel yang didapatkan dari jumlah populasi dengan teknik slovin adalah 99,96 yang dibulatkan menjadi 100 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah distribusi frekuensi, mean, median, modus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuessioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian kuantitatif eskriptif iini menunjukan bahwa 73% pemohon perizinan dari sampel mengatakan rendahnya indikator keandalan yang diberikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cilacap yang dimulai dengan munculnya keluhan yang diterima Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Cilacap tetapi kurang ditanggapi oleh petugas pelayanan yang ada di DPMPTSP Kabupaten Cilacap. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah kualitas pelayanan tidak hanya terdiri dari indikator tampilan fisik dan jaminan, tetapi juga dibutuhkan indicator keandalan, daya tanggap dan perhatian, yang harus seimbang agar pelayanan yang diberikan dapat menjadi lebih baik. Dalam memberikan pelayanan memerlukan ketanggapan dukungan dari dinas itu sendiri seperti lebih menegaskan peraturan atau memberikan sanksi untuk pegawai yang lalai dan membolos saat jam kerja. | Quality of service is defined as efforts to meet the needs and desires of consumers and the accuracy of their delivery in balancing consumer expectations. Service qualifications can help by comparing customers' perceptions of the services they receive / receive with services from the company. In self-service. One of them is public service. Public service is one of the real discussions in bureaucratic studies. Community services to meet the needs of the community can be accepted desired and satisfying. Public services can be exemplified such as administrative services, goods services, and services. One of the public services carried out by the government is administrative services. Building permit (IMB), certificate of ownership / ratification of land and so forth. The Investment and One Stop Integrated Services Office represents the government provided by the government in the administration sector This study discusses the quality of service or responsiveness of services provided by the Office of Investment and Integrated Services of One Door Cilacap Regency in providing services. This research uses descriptive quantitative method. The sampling technique used was accidental sampling. The total population in this study was 3,528 people taken from the number of licensing applicants in 2017. Samples obtained from the population with the 99.96 slovin technique were rounded up to 100 people. Data analysis methods used are frequency distribution, mean, median, mode. The data collecti on method in this study was by questionnaire, which was supported by observation and implementation. The results of this quantitative descriptive study show that 73% of licensing applicants from the sample said that the low indicators provided by the Cilacap Regency One-stop Investment and Integrated Services Office that began with supporting the expected Cilacap Regency One-Stop Investment and Integrated Service Office service officers in DPMPTSP Cilacap Regency. The conclusion of this research is that the quality of service does not onlconsist of physical appearance indicators and guarantees, but also indicators of questioning, responsiveness and attention, which must be met so that the services provided can be better. In providing services, the responsiveness of support from the office itself is more than the regulation or giving approval to employees who are negligent and play truant during working hours. | |
| 23588 | 26757 | F1B015072 | Implementasi Kebijakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan Oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara (Studi di terminal Kalibening) | Adanya otonomi daerah yang luas dan bertanggung jawab, menjadikan daerah memiliki kewenangan untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya. Dalam kaitannya dengan otonomi daerah Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara untuk melakukan pemungutan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepatuhan Dinas Perhubungan dan mengetahui faktor penghambat dalam Implemetasi Kebijakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan di Terminal Kalibening. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling. Sasaran dalam penelitian ini yaitu Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara, Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah, serta pedagang (Wajib Retribusi). Sedangkan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Fokus penelitian ini adalah kepatuhan Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara dalam Implementasi Kebijaka Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan di Terminal Kalibening dengan menggunakan Teori Randall B. Ripley dengan perspektif compliance. Untuk menjamin keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Perhubungan Kabupaten Banjarnegara sudah patuh dalam Implementasi Kebijakan Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan di Terminal Kalibening namun untuk standar pelaksanaan kebijakan, sanksi 2% bagi pedagang dan jangka waktu pembayaran sesuai yang tertulis dalam Surat Ketetapan Retribusi Daerah belum dilaksanakan dengan baik yang disebabkan oleh faktor penghambat seperti terminal yang sepi pengunjung sehingga pedagang tidak membuka kiosnya yang kemudian berdampak pada sulitnya petugas penarik retribusi memungut retribusi kepada Wajib Retribusi. Kata Kunci : Implementasi, kebijakan publik, Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Tanah dan Bangunan. | The existence of wide-ranging and responsible regional autonomy, makes the regions have the authority to regulate and manage their own government affairs. In relation to regional autonomy, the Regional Government cooperates with the Banjarnegara District Transportation Agency to collect levies on the use of the Wealth of Land and Buildings. The purpose of this study is to determine the compliance of the Department of Transportation and determine the inhibiting factors in the Implemetation of the Policy on the Use of Property Rights of Land and Buildings in the Kalibening Terminal. The research method used is descriptive qualitative with the technique of selecting informants, namely purposive sampling. The targets in this study are the Banjarnegara District Transportation Agency, Revenue Agency, Financial Management, and Regional Assets, as well as traders (Mandatory Retribution). While data collection techniques use interviews, observation, and documentation which are then analyzed using an interactive analysis model. The focus of this research is the compliance of the Department of Transportation of Banjarnegara Regency in the Implementation of the Policy on the Use of Land and Building Assets in the Kalibening Terminal by using Randall B. Ripley's Theory with compliance perspective. To guarantee the validity of the data using source triangulation. The results showed that the Banjarnegara District Transportation Agency had complied with the Implementation of the Levies Usage Policy of Land and Buildings in the Kalibening Terminal but for the standard implementation of the policy, 2% sanctions for traders and payment terms as written in the Regional Retribution Decree had not been implemented properly which is caused by inhibiting factors such as a terminal that is empty of visitors so that traders do not open their kiosks which in turn has an impact on the difficulty of the retractor collecting fees levies on compulsory levies. Keywords: Implementation, public policy, levies on the use of regional assets of land and building. | |
| 23589 | 26758 | F1B015097 | Kinerja Badan Permusyawaratan Desa dalam Perencanaan Pembangunan Desa di Desa Karangrau Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas | Dalam penyelenggaraan pembangunan desa diperlukan pengorganisasian yang mampu menggerakkan masyarakat untuk mampu berpartisipasi dalam melaksanakan pembangunan desa serta melaksanakan administrasi pembangunan desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan elemen yang cukup penting dalam pemerintahan desa. Sebagai elemen yang cukup penting dalam sebuah pemerintahan desa yang menjadi penggerak kehidupan demokrasi, kehadiran dan kinerja BPD ternyata masih dilingkupi sejumlah permasalahan yang berpotensi menjadi bumerang bagi proses demokratisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsian sejauh mana capaian kinerja Badan Permusyawaratan Desa Karangrau Sokaraja dalam perencanaan pembangunan desa. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja BPD Karangrau dalam perencanaan pembangunan dilihat dari aspek produktivitas, responsivitas, akuntabilitas, dan bekerjasama dengan pemdes belum cukup baik. Hal tersebut dikarenakan masih kurang nya koordinasi antara ketua dengan anggota BPD dan ketidakjelasan fungsi sehingga BPD dianggap hanya sekedar “pemberi tandatangan”, kurang nya kemampuan BPD dalam mengelola kebutuhan masyarakat menjadi sebuah program pembangunan dan kurang nya akuntabilitas dari BPD juga dianggap sebagai indikasi buruk nya kualitas kinerja BPD Karangrau. | In carrying out village development, organizing is needed which is able to move the community to be able to participate in carrying out village development administration. The Village Consultative Agency (BPD) is a fairly important element in the village governance. As an important element in a village government that drives the life of democracy, the presence and performance of BPDs are still covered by a number of problems that have the potential to backfire on the democratization process. This study aims to describe the extent of the performance of the Karangrau Sokaraja Village Consultative Body in village development planning. The method in this study uses qualitative methods. The results of this research indicate that the performance of the Village Consultative Agency of Karangrau in development planning seen from the aspects of productivity, responsiveness, accountability, and collaboration with the village government is not good enough. This is because there is still lack of coordination between the chairman and BPD members and unclear functions so that the BPD is considered merely a "signatory", the BPD's lack of ability to manage community needs into a development programs and lack of accountability from BPD is also considered an indication of poor quality performance of the Karangrau BPD. | |
| 23590 | 28620 | D1A016006 | PENGARUH PENAMBAHAN KUNING TELUR DALAM PENGENCER SUSU SKIM PADA SEMEN AYAM KAMPUNG TERHADAP FERTILITAS DAN MORTALITAS EMBRIO | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahann kuning telur dalam pengencer susu skim pada semen ayam kampung terhadap fertilitas dan mortalitas embrio. Materi penelitian terdiri semen segar yang berasal dari 12 ekor ayam kampung jantan, ayam niaga petelur isa brown 40 ekor, telur dari produksi ayam niaga petelur isa brown 40 ekor dikoleksi selama 8 hari untuk uji fertilitas dan mortalitas embrio. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri P0: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (100 % Susu Skim + 0 % Kuning Telur); P1: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (95 % Susu Skim + 5% Kuning Telur); P2: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (90 % Susu Skim + 10% Kuning Telur); P3: 0,6 ml Semen Segar + 0,9 ml (85 % Susu Skim + 15% Kuning Telur). Hasil penelitian diperoleh rataan fertilitas dari perlakuan P0, P1, P2, P3 dengan koleksi telur 8 hari adalah 79,73 ± 6,89; 85,29 ± 6,27; 89,11 ± 5,07; 92,86 ± 5,05 dan rataan mortalitas embrio dari perlakuan P0, P1, P2, P3 adalah 9,02 ± 13,04; 10,66 ± 15,33; 7,76 ± 10,80; 6,16 ± 8,47. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kuning telur dalam pengencer susu skim pada semen ayam kampung berpengaruh nyata (P>0,5) terhadap fertilitas, kemudian dilakukan uji lanjut orthogonal polynomial dengan persamaan y = 0,86x + 80,26 dan tidak berpengaruh nyata (P<0,5) pada mortalitas embrio. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi penambahan kuning telur dalam pengencer susu skim pada semen ayam kampung akan meningkatkan fertilitas. | This study aims to examine the effect of egg yolk addition in skim milk extender on kampung rooster sperm fertility and embryo mortality. The research material consisted of fresh semen originating from 12 male native chickens, 40 isa brown laying commercial chickens, egg production of 40 isa brown laying commercial chickens was collected for 8 days for fertility and mortality testing of embryos. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD), with 4 treatments and 5 replications. The treatments consisted of P0: 0.6 ml Fresh semen + 0.9 ml (100% Skim Milk + 0% Egg Yolk); P1: 0.6 ml Fresh Semen + 0.9 ml (95% Skim Milk + 5% Egg Yolk); P2: 0.6 ml Fresh Semen + 0.9 ml (90% Skim Milk + 10% Egg Yolk); P3: 0.6 ml Fresh Semen + 0.9 ml (85% Skim Milk + 15% Egg Yolk). The results obtained by the average fertility of treatments P0, P1, P2, P3 with a collection of eggs 8 days is 79.73 ± 6.89; 85.29 ± 6.27; 89.11 ± 5.07; 92.86 ± 5.05 and the average mortality of embryos from treatments P0, P1, P2, P3 is 9.02 ± 13.04; 10.66 ± 15.33; 7.76 ± 10.80; 6.16 ± 8.47. The results showed that the addition of egg yolk in the skim milk extender in kampung rooster sperm significantly (P> 0.5) on fertility, then orthogonal polynomial further testing with the equation y = 0.86x + 80.26 and no significant effect (P <0 , 5) on embryonic mortality. Thee conclusion from this study is that the higher the addition of egg yolk in extender skim milk to native chicken semen will increase fertility. | |
| 23591 | 26762 | I1C015040 | HUBUNGAN KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN PROLANIS DIABETES MELITUS TIPE 2 DI WILAYAH BANYUMAS TIMUR | Abstrak Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis dan tidak bisa disembuhkan akan tetapi dapat dikontrol kadar gula darahnya salah satunya dengan patuh dalam mengonsumsi obat anti diabetes. Karakteristik dan pengetahuan merupakan faktor penting terhadap kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum obat pasien Prolanis Diabetes Melitus tipe 2 di wilayah Banyumas Timur yang diukur menggunakan Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ), dan Medication Compliance Questionnaire (MCQ) dianalisis dengan Chi square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan pasien diperoleh kategori sedang (54%) dan kepatuhan minum obat dalam kategori patuh (62%). Uji Chi square menunjukkan karakteristik tidak berhubungan terhadap kepatuhan, sedangkan pengetahuan memiliki hubungan bermakna p=0,033 (p<0,05) terhadap kepatuhan minum obat antidiabetes oral. | Abstract Diabetes mellitus (DM) is a chronic disease and can not be cured but blood sugar levels can be controlled blood sugar levels by medication adherence. The characteristics and knowledge were important factors in patient adherence. This study aimed to analyze the relationship between characteristics and knowledge to medication adherence of type 2 Diabetes Mellitus Prolanis patients in East Banyumas. The instruments used were Diabetes Knowledge Questionnaire (DKQ), and Medication Compliance Questionnaire (MCQ) and analyzed using Chi square. The results showed that the level of patient knowledge was in moderate category (54%) and the level of adherence medication was in adherent category (62%). The characteristics were not related to adherence, but knowledge has a significant relationship p = 0.033 (p <0.05) with medication adherence of taking oral antidiabetic drugs. | |
| 23592 | 26761 | I1E015047 | HUBUNGAN ANTARA KELENTUKAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA PJKR UNSOED ANGKATAN 2017 | Abstrak HUBUNGAN ANTARA KELENTUKAN, KELINCAHAN DAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA PJKR UNSOED ANGKTAN 2017 Aditya Sahdan Masaid Latar Belakang : Kecakapan bermain bulutangkis dipengaruhi oleh kelentukan, kelincahan dan kekuatan otot punggung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelentukan , kelincahan dan kekuatan otot punggung dengan kecakapan bermain bulutangkis mahasiswa PJKR angkatan 2017 berjenis kelamin laki-laki. Metodologi : Metode yang digunakan adalah studi korelasional dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dimana jumlah sampel 20. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis pearson product moment, uji korelasi ganda, uji regresi linear, uji regresi berganda, serta sumbangan efektif dan sumbangan relatif. Instrumen penelitian kelentukan menggunakan sit and reach, kelincahan menggunakan shutlle run, dan kekuatan otot punggung menggunakan leg and back dynamometer. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelentukan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,042, r = 0,458. Terdapat hubungan anatara kelincahan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,049, r = 0,445. Terdapat hubungan antara kekuatan otot punggung dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,034, r = 0,475. Hubungan antara kelentukan, kelincahan dan kekuatan otot punggung dengan kecakapan bemain bulutangkis p = 0,025, r = 0,659. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara kelentukan, kelincahan dan kekuatan otot punggung dengan kecakapan bermain bulutangkis pada mahasiswa PJKR UNSOED angkatan 2017. Kata Kunci : Kelentukan, kelincahan, kekuatan otot punggung, kecakapan bermain bulutangkis. | Abstrack THE CORRELATION BETWEEN FLEXIBILITY, AGILITY AND STRENGTH OF MUSCLE BACKWITH BADMINTON PLAYING SKILLS OF THE PJKR UNSOED STUDENT CLASS OF 2017 Aditya Sahdan Masaid Background : The skill of playing badminton is influenced by the flexibility, agility and strength of the back muscles. This study aims to determine the relationship between flexibility, agility and strength of back muscles with the male playing ability of PJKR badminton students in 2017. Method : The method used is a correlational study and the sampling technique uses purposive sampling with regard to inclusion and exclusion criteria where the sample size is 20. Data were analyzed using Pearson product moment hypothesis test, multiple correlation test, linear regression test, multiple regression test, and effective contribution and relative contribution. The research instrument's flexibility uses sit and reach, agility using shuttle run, and back muscle strength using a leg and back dynamometer. Results : The results showed that there is a correlation between flexibility and badminton playing skills p = 0.042, r = 0.458. There is a correlation between agility and badminton playing skills p = 0.049, r = 0.445. There is a correlation between back muscle strength and badminton playing skills p = 0.034, r = 0.475. The correlation between flexibility, agility and strength of back muscles with badminton skills p = 0.025, r = 0.659. Conclution : There is a correlation between flexibility, agility and back muscle strength with badminton playing skills in the 2017 UNSOED PJKR students. Keywords : Flexibility, agility, back muscle strength, skill in playing badminton. | |
| 23593 | 26763 | F1B015048 | PENGARUH KEMAMPUAN PERANGKAT DESA DAN PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Dana Desa adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diperuntukkan bagi desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten/Kota dan digunakan untuk mendanai penyelenggaran pemerintah, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat. Banyak faktor yang mempengaruhi akuntabilitas pengelolaan dana desa diantaranya adalah kemampuan perangkat desa. Faktor lainnya yang mempengaruhi akuntabilitas pengelolaan dana desa adalah partisipasi masyarakat. Akuntabilitas menunjukkan bagaimana kemampuan dan kewajiban serta mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya guna memberikan penjelasan kepada masyarakat. Kemudian untuk kemampuan adalah suatu pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan, pelatihan dan pengalaman. Dan partisipasi adalah pengambilan bagian atau pengikutsertaan serta dukungan masyarakat dari berbagai elemen dalam merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 122 orang perangkat desa. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan Korelasi Kendall C, Koefisien Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Hasil penelitian analisis korelasi Kendall Tau-c dapat diketahui bahwa Kemampuan Perangkat Desa (X1) berhubungan positif dan signifikan dengan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y). Partisipasi Masyarakat (X2) berhubungan positif dan signifikan dengan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y), analisis Konkordasi Kendall’s W variabel Kemampuan Perangkat Desa (X1) dan Partisipasi Masyarakat(X2) memiliki hubungan secara bersama-sama yang positif dan signifikan dengan Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y), regresi ordinal Kemampuan Perangkat Desa(X1) berdampak positif dan signifikan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y), Partisipasi Masyarakat (X2) berdampak positif dan signifikan terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (Y). Berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis dapat diterima. Untuk peningkatan kemampuan perangkat desa terutama dalam hal pelatihan/sosialisasi mengenai pengelolaan dana desa Dalam hal partisipasi masyarakat perlu peningkatan dalam hal musyawarah (diskusi kecil) dengan masyarakat agar dapat menimbulkan peran aktif masyarakat. | Village Funds are funds sourced from the State Revenue and Expenditure Budget (APBN) which are intended for villages that are transferred through the Regency / City Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) and are used to fund government implementation, development implementation, community development and community empowerment. Many factors affect the accountability of village fund management including the ability of village officials. Another factor influencing the accountability of village fund management is community participation. Accountability shows how capabilities and obligations as well as responsible management of resources to provide an explanation to the community. Then for ability is a knowledge gained from education, training and experience. And participation is taking part or participation and community support from various elements in planning, implementing, evaluating. This research uses associative quantitative research methods. The sampling technique uses random sampling. The sample of this study was 122 village officials. This research data collection method uses questionnaires, observations and documentation. The data analysis method uses Kendall C Correlation, Kendall W Concordance Coefficient, and Ordinal Regression. The results of the Kendall Tau-c correlation analysis research can be seen that the ability of the Village Apparatus (X1) is positively and significantly related to the Accountability of Village Fund Management (Y). Community Participation (X2) is positively and significantly related to Village Fund Management Accountability (Y), Kendall's W Concordance Analysis of Village Apparatus Capacity (X1) and Community Participation (X2) have a positive and significant joint relationship with Village Fund Management Accountability (Y), ordinal regression Capability of Village Apparatuses (X1) has a positive and significant impact on Village Fund Management Accountability (Y), Community Participation (X2) has a positive and significant impact on Village Fund Management Accountability (Y). Based on the results and discussion, it can be concluded that the hypothesis can be accepted. To increase the capacity of village officials, especially in terms of training / outreach on village fund management In terms of community participation, an increase in consultation (small discussion) with the community is needed in order to create an active role for the community. | |
| 23594 | 26764 | F1B013013 | IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS) | IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI ZAKAT PRODUKTIF (STUDI PADA BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL KABUPATEN BANYUMAS) IMPLEMENTATION OF COMMUNITY EMPOWERMENT PROGRAMS THROUGH PRODUCTIVE ZAKAT (STUDY ON AMILITY NATIONAL ZAKAT BANYUMAS DISTRICT) Rizka Sulistiani, Wahyuningrat, Abdul Rohman Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Jl. Prof. Dr. H. Boenyamin 708, Purwokerto 53122 Alamat Korespondensi:ukhtina.rizkasulistiani@gmail.com ABSTRAK BAZNAS Kabupaten Banyumas membuat dan mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat melalui zakat produktif untuk mengatasi kemiskinan di Kabupaten Banyumas, akan tetapi pemberdayaan masyarakat tersebut dinilai belum efektif untuk memuzakkikan mustahiq, belum efektifnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Banyumas dikhawatirkan para mustahiq penerima program pemberdayaan masyarakat tidak akan berkembang dan tidak dapat menjadikan ekonomi mereka lebih baik sehingga kesejahteraan belum sepenuhnya tercapai dan dapat terhindar dari belenggu kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisisdanmenggambarkanimplementasi program pemberdayaanmasyarakatmelalui zakat produktif yang dilakukanolehBadanAmil Zakat NasionalKabupatenBanyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini di BAZNAS Kabupaten Banyumas dengan sasaran penelitian anggota BAZNAS Kabupaten Banyumas dan masyarakat penerima bantuan program pemberdayaan masyarakat. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Banyumas sudah cukup baik, tetapi masih perlu untuk ditingkatkan. Perlu dibentuknya kelompok usaha binaan untuk seluruh mustahiq yang mendapat bantuan program pemberdayaan masyarakat sesuai dengan jenis usaha yang kemudian kelompok tersebut memiliki pembina untuk mendampingi dan mengontrol jalannya usaha sehingga proses emberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan maksimal. Dengan program pemberdayaan masyarakat yang diterima oleh mustahiq, maka mustahiq mempunyai usaha dan sudah mampu untuk mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga mereka sudah bisa keluar dari kategori fakir miskin, akan tetapi belum mencapai kategori muzakki. Kata kunci: Implementasi, pemberdayaan masyarakat, zakat produktif | ABSTRACT BAZNAS Banyumas Regency makes and implements community empowerment through productive zakat to overcome poverty in Banyumas Regency, but the empowerment of the NATIONAL ZAKAT BANYUMAS DISTRICT (BAZNAS) makes and implements community empowerment through productive zakat to overcome poverty in Banyumas Regency, but the empowerment of the community is not yet effective to change the mustahiq to be muzakki. The community conducted by BAZNAS of Banyumas Regency is feared that mustahiq recipients of community empowerment programs will not develop and cannot make their economy better so that welfare has not been fully achieved and can be avoided from the shackles of poverty. The purpose of this study is to analyze and describe the implementation of community empowerment programs through productive zakat carried out by the National Amil Zakat Board of Banyumas Regency. This study used qualitative research methods. The location of this research is in the BAZNAS of Banyumas Regency with the aim of the research is the members of the BAZNAS of Banyumas Regency and the recipients of community empowerment programs. The selection of informants uses purposive sampling and snowball sampling. The results showed that community empowerment carried out by BAZNAS of Banyumas Regency was good enough, but still needed to be improved. The need for the formation of a business group for all mustahiq who get help in community empowerment programs in accordance with the type of business which then the group has a coach to assist and control the business so that the process of community empowerment can run optimally. With the community empowerment program that is accepted by mustahiq, then mustahiq has a business and has been able to make ends meet so that they can get out of the poor category, but have not yet reached the muzakki category. Keyword: Implementation, empowerment, productive zakat | |
| 23595 | 26765 | F1B013012 | EVALUASI DAMPAK PROGRAM REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI (RTLH) TERHADAP PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN LINGKUNGAN MASYARAKAT DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA | Keadaan perumahan adalah salah satu faktor yang menentukan keadaan kesehatan lingkungan masyarakat. Namun faktanya, masih banyak masyarakat miskin yang tidak memiliki kemampuan cukup untuk memenuhi kebutuhan fisik huniannya. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah memiliki program bantuan stimulan untuk membantu masyarakat pemilik rumah tidak layak huni. Kabupaten purbalingga telah melaksanakan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, oleh karena itu perlu adanya evaluasi terhadap dampak yang ditimbulkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak program Rehabilitasi RTLH terhadap peningkatan derajat kesehatan lingkungan masyarakat. Pendekatan evaluasi dalam penelitian ini adalah single after only dengan menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh (sensus). Jumlah sampel sebanyak 69 orang penerima program Rehabilitasi RTLH tahun 2016. Teknik analisis data menggunakan distribusi frekuensi, korelasi Kendal tau-b, dan regresi ordinal. Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara program Rehabilitasi RTLH dan kesehatan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa program Rehabilitasi RTLH memberikan dampak positif terhadap peningkatan derajat kesehatan lingkungan masyarakat di Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. | House condition is one of the factors that determines the state of community environmental health. However, the fact is that there are still many poor society who don’t have the ability to fulfill their physical occupancy needs. To overcome that problem, the government has stimulant assistance program to help the homeowners of non-habitable houses. Purbalingga District has implemented Non-Habitable House Rehabilitation program, so that evaluation to the impact caused is needed. This research aims to know the impact of Non-Habitable House Rehabilitation program to the increase of community environmental health degree. The evaluation approach in this research is single after only by using quantitative method. The sampling technique uses saturated sampling technique (census). There are 69 Non-Habitable House Rehabilitation program recipients as the samples. The data analysis technique uses frequency distribution, Kendal tau-b correlation, ordinal regression. It is known from the research result that there is a significant positive relationship between Non-Habitable House Rehabilitation program and community environmental health. Therefore it can be concluded that Non-Habitable House Rehabilitation program has a positive impact to the increase of community environmental health degree at Pengadegan Sub-District Purbalingga District. Key Words : Evaluation, Impact, Non-Habitable House Rehabilitation program, Environmental Health. | |
| 23596 | 26766 | F1D012034 | GERAKAN SOSIAL KAUM HIPPIES DALAM MENOLAK PERANG VIETNAM DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1965 – 1968 GERAKAN SOSIAL KAUM HIPPIES DALAM MENOLAK PERANG VIETNAM DI AMERIKA SERIKAT PADA TAHUN 1965 – 1968 | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan gerakan social kaum hippies dalam menolak perang Vietnam di Amerika Serikat pada tahun 1965 – 1968, serta menjelaskan faktor pendukung dan faktor penghambat gerakan antiperang Vietnam di Amerika Serikat. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan hermeneutik dengan jenis penelitian studi pustaka, hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gerakan sosial kaum hippies dalam menolak perang Vietnam di Amerika Serikat muncul selain akibat rasa solidaritas dan kemanusiaan atas intervensi politik yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap perang Vietnam juga dipelopori oleh kondisi sosial dan politik Amerika Serikat pada waktu itu. Gerakan antiperang yang dipelopori oleh kaum hippies sebagai sebuah counterculture berhasil memberikan dampak yang signifikan terhadap sudut pandang masyarakat Amerika Serikat pada waktu itu terhadap perang Vietnam dan terhadap kebijakan politik luar negeri dan militer Amerika Serikat terhadap intervensi tersebut. Strategi yang digunakan kaum hippies diantaranya yaitu membangun komunikasi dengan kelompok – kelompok penekan yang memiliki tujuan yang sama, seperti SDS (Student for a Democratic Society), aksi damai seperti longmarch dan pagelaran kesenian yang disertai simbol sebagai sarana menyuarakan penolakan, serta mengikuti aktivitas kontestasi politik sebagai sarana formal dalam menyuarakan aspirasi penolakan. Faktor pendukung meliputi dukungan dari masyarakat Amerika Serikat memberi dampak yang sangat positif terhadap gerakan antiperang, karena dengan dukungan masyarakat melalui bantuan media saat itu mampu menyebarluaskan wacana antiperang dan menarik simpati masyarakat luas. Dukungan dari kelompok penekan yang memiliki tujuan yang sama juga turut memberi dampak positif terhadap gerakan antiperang. Faktor penghambat gerakan antiperang tersebut meliputi stigma masyarakat saat itu terhadap kultur hippies yang cenderung negatif dan juga kriminalisasi dan tindakan repressif yang dilakukan aparat. | This research aims to explain the social movements of the hippies in rejecting the Vietnam War in the United States in 1965-1968, and to explain all the supporting factors and the inhibiting factors of the Vietnam antiwar movement in the United States. This research using qualitative methods and a hermeneutic approach, while using literature study research as a type of research. The results of the research revealed that the social movements of hippies in rejecting the Vietnam war in the United States emerged in addition to a sense of solidarity and humanity over political intervention by the United States Government against the Vietnam war also spearheaded by the social and political conditions of the United States at that time. The antiwar movement pioneered by the hippies as a counterculture succeeded in having a significant impact on the viewpoint of the United States of America at that time on the Vietnam war and on the US foreign policy and military policy towards the intervention. The strategies used by the hippies include building communication with pressure groups that have the same goals, such as the SDS (Student for a Democratic Society), peaceful actions such as longmarchs and art performances that are accompanied by symbols as a means of voicing rejection, and following political contestation activities. as a formal means of voicing the aspirations of rejection. Supporting factors include support from the United States community which has a very positive impact on the antiwar movement, because with the support of the community through media assistance at that time able to disseminate antiwar discourse and attract the sympathy of the wider community. Support from pressure groups that have the same goals also has a positive impact on the antiwar movement. The inhibiting factors of the antiwar movement included the community's stigma at that time toward hippies culture which tended to be negative and also criminalization and repressive actions by the authorities. | |
| 23597 | 26767 | I1B015057 | HUBUNGAN PERLAKUAN TIDAK ADIL TERHADAP DIMENSI BURNOUT PADA MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Kegiatan mahasiswa di dalam dan di luar kampus dapat membuat mahasiswa mengalami kelelahan, sinisme, dan penurunan pencapaian prestasi. Salah satu faktor yang dianggap dapat menyebabkan adalah perlakuan secara tidak adil yang diterima oleh individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perlakuan tidak adil dengan dimensi burnout pada mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Teknik yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 148 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perlakuan tidak adil dan dimensi burnout. Data dianalisis menggunakan uji Sommers’d. Hasil Penelitian: Mayoritas responden penelitian berjenis kelamin perempuan. Jumlah mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 hampir seimbang. Hasil uji korelasi Sommers’d antara perlakuan tidak adil dengan dimensi kelelahan menunjukkan p value 0,000 dengan nilai r 0,611, perlakuan tidak adil dengan dimensi sinisme menunjukkan p value 0,000 dengan nilai r 0,590, dan perlakuan tidak adil dengan dimensi penurunan pencapaian prestasi pribadi menunjukkan p value 0,696 dengan nilai r -0,046. Kesimpulan: Semakin tinggi perlakuan tidak adil, maka semakin tinggi tingkat kelelahan dan sinisme yang dialami mahasiswa. | Background: Student activities inside and outside acampus can lead students experienced fatigue, cynicism, and decreased achievements. One of the factor considered as the causal factor is treated unfairly experienced by someone. Objective: This study aimed to know the relationship between treated unfairly with burnout dimension in nursing students of Jenderal Soedirman university. Methodology: This study used a cross sectional design. The technique used is total sampling with a total sample of 148 people. The research instrument used treated unfairly questionnaire and burnout dimensions. Data were analyzed using the Sommers’d test. Research Result : The majority of research respondents were female. The number of students in 2016 and 2017 is almost balanced. Sommers’d correlation test result between treated unfairly with exhaustion dimension showed p value 0,000 with r value 0,611, treated unfairly with cynicism dimension showed p value 0,000 with r value 0,590, and treated unfairly with low personal accomplishment dimension showed p value 0,696 with r -0,046 Conclusion: The higher treated unfairly, thus the higher the emergence level of exhaustion and cyinicism experienced by students. | |
| 23598 | 28801 | F1D016047 | PERILAKU MEMILIH MUSLIMAT NU PADA PEMILIHAN BUPATI DAN WAKIL BUPATI TAHUN 2018 DI DESA BALAPULANG WETAN KECAMATAN BALAPULANG KABUPATEN TEGAL | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk: 1) memahami dan mendeskripsikan perilaku memilih Muslimat NU pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2018 di Desa Balapulang Wetan, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. 2) mengetahui perilaku memilih Muslimat NU Balapulang Wetan dalam menentukan pilihan politik pada pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Tegal tahun 2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dalam perspektif institusionalisme berparadigma kontruktivisme. Dengan menggunakan analisis data interaktif (Mile & Huberman). Hasil penelitian ini dapat dipahami dan dideskripsikan, diketahui bahwa : 1) pelaksanaan pemilihan kepala daerah dapat menjamin semua warga khususnya perempuan untuk bebas berpartisipasi sebagai pemilih. Pada konteks pemilihan umum Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tegal tahun 2018, kandidat perempuan memperoleh suara terbanyak. Perolehan suaran Pilbup Tegal tahun 2018 di Balapulang Wetan dimenangkan oleh kandidat nomor urut 3, yaitu Umi-Ardie. Dengan total perolehan nomor urut 3 yaitu 4.850, disusul kandidat nomor urut 2 yaitu dengan total 1.993 dan yang terakhir total perolehan nomor urut 1 yaitu 451. Perilaku memilih Muslimat NU cenderung mudah terpengaruh oleh agama, budaya dalam berpolitik. Menurut pendekatan sosiologis, perilaku memilih Muslimat NU Desa Balapulang Wetan memilih mempertimbangkan latar belakang agama, budaya, dengan kebudayaan Islam Nusantara, sehingga pilihannya cenderung kepada kandidat dari organisasi NU. 2) diketahui bahwa pilihanya juga berdasarkan pada ikatan emosional terhadap hasil kerja yang dicapai oleh figur kandidat petahana dan orientasi Visi, Misi yang ditawarkan beserta keberhasilan dan prestasinya. | This research article aims to: 1) understand and describe the NU Muslimat voting behavior in the 2018 Regent and Deputy Regent elections in Balapulang Wetan Village, Balapulang District, Tegal Regency. 2) knowing the voting behavior of Muslimat NU Balapulang Wetan in determining political choices in the election of the regent and vice regent of Tegal Regency in 2018. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach in the perspective of institutional constructivism paradigm. By using interactive data analysis (Mile & Huberman). The results of this study can be understood and described, it is known that: 1) the implementation of regional head elections can guarantee all citizens, especially women, to freely participate as voters. In the context of the general elections of the Regent and Deputy Regent of Tegal Regency in 2018, the female candidates get the most votes. The election of 2018 Tegal Pilbup vote in Balapulang Wetan was won by candidate number 3, namely Umi-Ardie. With the total acquisition number 3 is 4,850, followed by candidate sequence number 2 with a total of 1,993 and the last total acquisition number 1 is 451. NU's Muslim voting behavior tends to be easily influenced by religion, culture in politics. According to the sociological approach, the voting behavior of Muslimat NU Balapulang Wetan village chose considering religious background, culture, and the Islamic culture of the archipelago, so the choice tends to be candidates from NU organizations. 2) it is known that the choice is also based on the emotional attachment to the work achieved by the incumbent candidate figure and the orientation of the Vision, Mission offered along with his success and achievements. | |
| 23599 | 28621 | B1A015034 | KEANEKARAGAMAN VEGETASI TUMBUHAN BAWAH PADA TEGAKAN JATI (Tectona grandis Linn.) DI RPH CIPOROS, BKPH SIDAREJA, KPH BANYUMAS BARAT | Tumbuhan bawah dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan tanah yang dapat dilihat secara nyata di lapangan, karena dapat meningkatkan kestabilan tanah, kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas lahan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan jati (Tectona grandis Linn.) dan faktor lingkungan yang berkaitan dengan keanekaragaman tumbuhan bawah pada tegakan jati pada RPH Ciporos, BKPH Sidareja, KPH Banyumas Barat Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan cara pengambilan sampel menggunakan line transect. Variabel penelitian yaitu jumlah spesies, jumlah individu, nilai suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya dan pH tanah. Parameter utama diamati terdiri atas jumlah spesies, dan jumlah individu setiap spesies tumbuhan bawah. Parameter pendukung yang diamati yaitu suhu udara, kelembapan udara, intensitas cahaya dan pH tanah. Data keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah dianalisis menggunakan Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’) sedangkan data kemerataan tumbuhan bawah dianalisis menggunakan Indeks Kemerataan (E’). Untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan tumbuhan bawah digunakan analisis Software Paleontological Statistics (PAST). Hasil penelitian menunjukan bahwa spesies tumbahan bawah yang ditemukan di RPH Ciporos terdiri atas 8 spesies dari 7 famili. Spesies tumbuhan bawah yang memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu Paspalidium flavidum (Rumput Paspalum) dari familia Gramineae (Poaceae) dengan INP 69,21% dan yang terendah yaitu Arum maculatum (Bunga Arum) dari familia Areceae dengan INP Sebanyak 1,38%. Keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah pada tegakan jati di RPH Ciporos memiliki Indeks Keanekaragaman (H’) termasuk sedang dan pola penyebaran spesies tumbuhan bawah tergolong rendah. Faktor lingkungan paling berkaitan dengan keanekaragaman vegetasi tumbuhan bawah yaitu pH tanah. | The undergrowth can be used to describe soil conditions that can be seen clearly in the field, because it can increase soil stability, soil fertility and increase land productivity. The purpose of this study was to determine the diversity of undergrowth vegetation in teak stands (Tectona grandis Linn.) and environmental factors related to the diversity of undergrowth on teak stands at Ciporos RPH, BKPH Sidareka, KPH Banyumas Barat, Central Java. The research method used was a survey method by sampling using line transects. Research variables are number of species, number of individuals, air temperature, humidity, light intensity and soil pH. The main parameters observed consisted of the number of species, and the number of individuals of each undergrowth species. Supporting parameters observed were air temperature, humidity, light intensity and soil pH. Data on vegetation diversity of undergrowth were analyzed using Shannon-Wiener diversity index (H ') while the vegetation evenness data was analyzed using Evenness Index (E'). To determine the relationship between environmental factors and undergrowth use Paleontological Statistics (PAST) software analysis. The results showed that the lower ground species found in the Ciporos RPH consisted of 8 species from 7 families. The undergrowth species that has the highest Importance Value Index (INP) is Paspalidium flavidum (Paspalum grass) of the Gramineae family (Poaceae) with 69.21% INP and the lowest is Arum maculatum (Arum flower) of the Araceae family with an INP of 1.38 %. The diversity of undergrowth vegetation in teak stands in RPH Ciporos has a Diversity Index (H ') including moderate and the pattern of distribution of undergrowth species is classified as low. The most environmental factor related to the diversity of u undergrowth vegetation is soil pH. | |
| 23600 | 29032 | I1D015012 | Pengembangan Yogurt Susu Kacang Hijau (Phaseolus Radiatus L.) untuk Penderita Obesitas: Efeknya Terhadap Kadar Protein Terlarut dan Sensori | Makanan fungsional yang dapat memicu rasa kenyang, memodulasi metabolisme lipid, dan menginduksi termogenesis cocok untuk penderita obesitas yang berusaha menurunkan berat badan. Salah satu makanan fungsional untuk penderita obesitas adalah yogurt kacang hijau, mengingat kandungan protein kacang hijau yang tinggi sebesar 22%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bakteri asam laktat (BAL) dan proporsi susu skim terhadap protein terlarut dan tes sensorik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari dua faktor yaitu konsentrasi starter LAB dan proporsi susu skim. Sampel penelitian terdiri dari 24 unit eksperimen. Data protein terlarut dianalisis secara statistik menggunakan ANOVA diikuti oleh Uji Jarak Rentang (DMRT) Ducan dan tes sensorik dianalisis menggunakan Uji Friedman diikuti oleh Uji Perbandingan Ganda dengan tingkat 5%. Ada pengaruh (p <0,05) proporsi sukai-skim dan konsentrasi BAL pada protein terlarut, ada pengaruh (p <0,05) interaksi proporsi sukai-skim dan konsentrasi BAL terhadap protein terlarut. Ada efek (p <0, 05) proporsi interaksi sukai - skim dan konsentrasi BAL pada warna, rasa, aroma dan ketebalan. Produk terbaik adalah yogurt formula P4B2 dengan proporsi yang sukai-skim 85:15 dan konsentrasi BAL 4% dengan kandungan protein terlarut 20,37%. Proporsi dari sukai-skim dan konsentrasi BAL meningkatkan kandungan protein yogurt yang larut. Kombinasi proporsi sukai - skim dan konsentrasi BAL meningkatkan protein terlarut dan nilai sensor yogurt. Formula tersebut dipilih dengan proporsi sukai - skim (85:15) dan BAL 4%, dengan kandungan protein 20,37%. Dosis penyajian untuk kelebihan berat badan adalah ringan dan berat sebanyak 343 ml / hari dan 368 ml / hari. | Functional foods that can induce satiety, modulate lipid metabolism, and induce thermogenesis are suitable for obese sufferers who are trying to lose weight. One functional food for obese sufferers is green bean yogurt, considering the high content of mung bean protein by 22%. This study aims to determine the effect of the concentration of lactic acid bacteria (LAB) and the proportion of skim milk to dissolved protein and sensory tests. This study used a Randomized Block Design consisting of two factors namely the LAB starter concentration and the proportion of skim milk. The research sample consisted of 24 experimental units. Dissolved protein data were analyzed statistically using ANOVA followed by a Ducan's Multiple Range Test (DMRT) and sensory tests were analyzed using the Friedman Test followed by a Double Comparison Test with a level of 5%. There was an influence (p <0.05) sukai-skim proportion and LAB concentration on dissolved protein, there was an influence (p <0.05) interaction of sukai-skim proportions and LAB concentration on dissolved protein. There was an effect (p <0, 05) preferred proportion interaction sukai- skim and LAB concentration on color, taste, aroma and thickness. The best product is the formula P4B2 yogurt with a sukai-skim proportion of 85:15 and a LAB concentration of 4% with a dissolved protein content of 20.37%. Proportion of sukai-skim and LAB concentration increases the soluble protein content of yogurt. The preferred combination sukai - skim and LAB concentration increases the level of dissolved protein and yogurt sensory value. The formula was chosen with a preferred proportion sukai - skim (85:15) and BAL 4%, with a protein content of 20.37%. The serving dose for overweight is light and heavy as much as 343 ml/day and 368 ml/day. |