Artikelilmiahs

Menampilkan 23.481-23.500 dari 51.904 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2348126672F1A015029PERAN ORANG TUA DAN GURU DALAM MEMBANTU ANAK DISLESKIA MENGHADAPI KESULITA INTERAKSI SOSIAL DI SLB C & C1 YAKUT PURWOKERTODisleksia, yakni kondisi kesulitan belajar khususnya dalam membaca, dapat menyebabkan penyandangnya mengalami kesulitan interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran orang tua dan guru dalam membantu anak disleksi menghadapi kesulitan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan sasaran penelitian orang tua, guru, dan siswa penyandang disleksia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif Milles dan Huberman.
Hasil penelitian ini menunjukkan, masyarakat termasuk orang tua siswa disleksia dan guru di sekolah umum belum mengetahui tentang disleksia. Minimnya pengetahuan mengenai disleksia ini menyebabkan anak disleksia mudah sekali mendapatkan perspektif negatif dari orang-orang sekitarnya sehingga mereka sering di-bully dan mengalami kesulitan dalam interaksi sosial. Para orang tua siswa disleksia memilih memindahkan sekolah anak-anak mereka ke sekolah khusus (sekolah luar biasa) agar anak mereka mendapatkan pendidikan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak. Di lingkungan rumah, orang tua membantu kesulitan anak dalam berinteraksi dengan cara membawa anaknya berbaur dengan lingkungan sosialnya di sekitar rumah dan selalu menasihati anaknya untuk bersosialisasi dengan baik. Namun adakalanya mereka melarang anak bergaul ketika lingkungan sosial tidak kondusif agar anak terhindar dari perundungan. Sementara guru di sekolah membantu anak-anak disleksia dengan menggunakan metode pembelajaran khusus seperti alat peraga, film atau video dan sebagainya; melatih kepercayaan diri anak agar berani tampil di depan kelas; menggunakan metode permainan agar anak disleksia ini dapat merasa dipercaya oleh teman-temannya.
Dyslexia, which is a condition of difficulty in learning especially in reading, can cause the race to have difficulties of social interaction. The study aims to examine the role of parents and teachers in helping children to be faced with social interaction difficulties. This research uses qualitative research methods with the target of the study of parents, teachers, and students with dyslexia selected using the purposive sampling technique. Data is obtained through interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques using interactive data analysis of Milles and Huberman.
The results of this study show, the community includes parents dyslexia students and teachers in public schools have not found out about dyslexia. The lack of knowledge about this dyslexia causes the dyslexia of children to easily get a negative perspective of the surrounding people so they are often bullied and have difficulties in social interactions. Parents of dyslexia students choose to move their children's school to a special school (extraordinary school) so their children get a conducive education for children's growth. In a home environment, parents are helping children's difficulties in interacting with their child to mingle with their social environment around the house and always advise their children to socialize well. But sometimes they prohibit the child from associating when the social environment is not conducive for children to avoid bullying. While teachers in the school are helping dyslexia children using special learning methods such as props, films or videos and so on; Train the child's confidence in order to be bold in front of class; Use the method of the game so that this dyslexia child can feel trusted by his friends.
2348226673F1B012073PERAN AGEN-AGEN POS DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PT. POS INDONESIA CABANG PURWOKERTO (STUDI KASUS AGEN-AGEN POS DI WILAYAH PURWOKERTO)Penelitian ini berjudul ” Peran Agen-agen Pos Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan PT. Pos Indonesia Cabang Purwokerto (Studi Kasus Agen-agen Pos di Wilayah Purwokerto)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran Agen Pos dalam meningkatkan kualitas pelayanan PT.Pos Indonesia Cabang Purwokerto.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Hubberman, dan Saldana. Penelitian ini dilakukan di Kantor Pos Indonesia Cabang Purwokerto, dan beberapa kantor Agen Pos yang ada di purwokerto. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan yaitu karena kantor agen pos yang ada di purwokerto bisa menjadi gambaran peran agen pos terhadap kualitas pelayanan Pos Indonesia Cabang Purwokerto. Sasaran dalam penelitian ini adalah Manager Pelayanan Kantor Pos Pusat Cabang Purwokerto, Manager atau pemilik Agen Pos serta pegawai, dan masyarakat.
Dari hasil penelitian tentang peran agen-agen pos dalam peningkatan kualitas pelayanan PT. Pos Indonesia Cabang Purwokerto dapat dikatakan belum optimal perannya. Hal ini karena peran agenpos di purwokerto belum sepenuhnya agen pos yang ada di purwokerto mengalami kemajuan dalam pelayanan, atau belum bisa bersaing dengan perusahaan lain yang sudah siap berkembang. Hal tersebut diukur melalui peran impersonal, peran task bihaviour, dan peran dapat dipelajari dengan cepat dan dapat menghasilkan beberapa perubahan prilaku utama.
This study is entitled "The Role of Purwokerto Post Agencies in Improving Service Quality of PT. Pos Indonesia Purwokerto Branch (Case Study of Postal Agents in the Purwokerto Region) ". The purpose of this study is to describe the role of Postal Agents in improving the quality of service of PT. Pos Indonesia Purwokerto Branch.
This research uses descriptive qualitative research methods. The informant selection technique in this research is purposive sampling. Data collection methods used were interviews, observation, and documentation. The data analysis method uses an interactive analysis model from Miles, Hubberman, and Saldana. This research was conducted at. Purwokerto Branch Indonesia Post Office, and several Post Agent Offices in Purwokerto The selection of the research location is based on the consideration that post office agents in Purwokerto can be an illustration of the role of post agents in the quality of service in Pos Indonesia Purwokerto Branch. The targets in this study are Manager of the Central Post Office Service Purwokerto Branch, Manager or owner of the Post Agent and employees, and the community
From the results of research on the role of purwokerto post agents in improving the quality of service of PT Pos Indoneis Purwokerto Branch, it can be said that the role is not yet optimal. This is because the role of post agents in Purwokerto is not yet fully the existing post agents in Purwokerto are progressing in service, or cannot compete with other companies that are ready to develop and compete with others. This is measured through impersonal roles, bihaviour tasks, and roles can be learned quickly and can produce several major behavioral changes.
2348326675G1F014033
UJI AKTIVITAS ANALGESIK EKSTRAK ETANOL BIJI KACANG HIJAU (Vigna radiata) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT
Latar Belakang : Nyeri dapat diobati menggunakan obat-obatan opioid maupun non-opioid. Namun obat-obat tersebut menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan, sehingga perlu alternatif lain dari bahan alami. Biji kacang hijau memiliki kandungan flavonoid yang memiliki aktivitas analgesik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas analgesik ekstrak etanol biji kacang hijau.
Metodologi : Penelitian eksperimental ini diawali dengan ekstraksi biji kacang hijau menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan 1:4. Uji aktivitas analgesik menggunakan metode writhing test dilakukan dengan membagi mencit menjadi 5 kelompok yang terdiri kelompok kontrol negatif (akuades), kelompok kontrol positif (parasetamol 65 mg/kgBB), dan kelompok ekstrak etanol biji kacang hijau (250, 500 dan 1000 mg/kgBB). Ekstrak etanol biji kacang hijau diberikan secara p.o kemudian diinduksi asam asetat 1% secara i.p. Setelah itu diamati geliat mencit setiap 5 menit selama 60 menit, dan dihitung persentase proteksi dan persentase efektivitas analgesik. Analisis statistik menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney.
Hasil : Ekstrak etanol biji kacang hijau dengan dosis 250, 500 dan 1000 mg/kgBB memiliki aktivitas analgesik. Kemampuan ekstrak etanol biji kacang hijau dalam menurunkan nyeri lebih baik dibandingkan parasetamol, yang dapat dilihat berdasarkan rata-rata geliat (p>0,05), persentase proteksi (p>0,05) dan persentase efektivitas analgesik (p>0,05). Rata-rata geliat mencit menurun seiring penambahan dosis (250, 500 dan 1000 mg/kgBB), berturut-turut 8; 7,2 dan 6,7 geliat. Persentase proteksi meningkat seiring penambahan dosis, berturut-turut 53,21%; 57,89%; dan 60,76%. Persentase efektivitas analgesik juga meningkat seiring penambahan dosis, berturut-turut 137,88%; 150,01% dan 157,45%.
Kesimpulan : Ekstrak etanol biji kacang hijau memiliki aktivitas analgesik pada mencit yang diinduksi asam asetat 1%.
Kata Kunci : Ekstrak etanol biji kacang hijau, analgesik, geliat, persentase proteksi, persentase efektivitas analgesik.
Background: Pain can be treated using opioid or non-opioid drugs. However, these drugs causing adverse effects, so it need other alternatives from natural ingredients. Mung bean seeds contain flavonoids which have analgesic activity. The purpose of this study was to know the analgesic activity of ethanol extract of mung bean seeds.
Methodology: This experimental study began with the extraction of mung bean seeds using ethanol 96% as solvent in ratio of 1:4. Analgesic activity test using writhing test method. Mice were divided into 5 groups which consisted of negative control group (aquades), positive control group (paracetamol 65 mg / kg), and ethanol extract of mung beans groups (250, 500 and 1000 mg / kg ). The ethanol extract of mung bean seeds was given by p.o then induced acetic acid 1% by i.p on mice. After that observed writhing of mice every 5 minutes for 60 minutes, and calculate the percentage of protection and the percentage of analgesic effectiveness. Statistical analysis using Kruskal-Wallis and Mann-Whitney.
Results: Ethanol extract of mung bean seeds with dose of 250, 500 and 1000 mg / kg had analgesic activity. The ability of ethanol extract of mung bean seeds to reduce pain were better than paracetamol, which can be seen based on the average writhing of mice (p> 0.05), percentage of protection (p> 0.05) and percentage of analgesic effectiveness (p> 0.05). The average writhing of mice decreased with the addition of doses (250, 500 and 1000 mg / kg), respectively 8, 7.2 and 6.7. The percentage of protection increased with the addition of the dose, respectively 53.21%, 57.89%; and 60.76%. The percentage of analgesic effectiveness also increased with the addition of doses, respectively 137.88%, 150.01% and 157.45%.
Conclusion: Ethanol extract of mung bean seeds has analgesic activity in mice induced by acetic acid 1%.
Keywords: Ethanol extract of mung bean, analgesic, writhing, percentage of protection, percentage of analgesic effectiveness.
2348428795K1C015007RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM PALANG PINTU KERETA API OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK HC-SR04Rancang bangun prototype palang pintu kereta api otomatis menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 telah dibuat. Rancang bangun ini terdiri dari beberapa komponen utama yaitu sensor ultrasonik HC-SR04, buzzer, LED, Arduino UNO, dan motor servo. Sensor ultrasonik HC-SR04 digunakan untuk mendeteksi kedatangan kereta api. Sinyal kedatangan kereta api yang terdeteksi oleh sensor menghasilkan data sensor yaitu jarak, kemudian diolah oleh Arduino. Data sensor berupa jarak yang diolah oleh Arduino digunakan untuk mengontrol aktuator yaitu buzzer, LED, dan motor servo. Hasil pengujian menunjukkan LED dan buzzer bekerja sesuai perintah dari program Arduino sehingga bekerja dengan baik, namun untuk motor servo tidak bekerja dengan baik dalam menutup dan membuka palang pintu kereta api. Ketika sensor 1 mendeteksi kereta api, maka LED merah menyala. Ketika sensor 1 tidak mendeteksi kereta api, maka LED merah padam. Ketika sensor 3 mendeteksi kereta api, maka LED hijau menyala dan buzzer berbunyi. Ketika sensor 3 tidak mendeteksi kereta api, maka LED hijau padam dan buzzer tidak berbunyi. Hasil pengujian sistem diperoleh akurasi sistem sebesar 57,14%.

The prototype design of the automatic railroad doorstop using the HC-SR04 ultrasonic sensor has been made. The design consists of several main components, namely HC-SR04 ultrasonic sensor, buzzer, LED, Arduino UNO, and servo motor. The HC-SR04 ultrasonic sensor is used to detect train arrivals. Train arrival signals detected by sensors produce sensor data, namely distance, then processed by Arduino. Sensor data in the form of distance processed by Arduino is used to control the actuator, namely buzzer, LED, and servo motor. The test results show the LED and buzzer are working according to the instructions of the Arduino program so that it works well, but for the servo motor it does not work well in closing and opening railroad doors. When sensor 1 detects a train, the red LED lights up. When sensor 1 does not detect a train, the red LED goes out. When sensor 3 detects a train, the green LED lights up and the buzzer sounds. When sensor 3 does not detect a train, the green LED goes out and the buzzer does not sound. The results of testing the system obtained a system accuracy of 57,14%.
2348526680I1A015025ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEIKUTSERTAAN MASYARAKAT PEKERJA INFORMAL DALAM BPJS KESEHATAN DI PURWOKERTO UTARALatar belakang: Pemerintah menargetkan Universal Health Coverage (UHC) pada 2019, tetapi masih terdapat penduduk yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan. Kabupaten Banyumas memiliki 467.880 penduduk yang belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan dengan Kecamatan Purwokerto Utara menjadi kecamatan tertinggi. Capaian pekerja informal yang terdaftar dalam BPJS Kesehatan masih kecil yaitu 13,51%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor karakteristik kebutuhan dengan keikutsertaan masyarakat pekerja informal dalam BPJS Kesehatan di Purwokerto Utara.

Metode: Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel 125 orang yang diambil dengan teknik accidental sampling. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat, analisis bivariat dengan uji Chi Square, dan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik.

Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa pendapatan memiliki pengaruh paling besar terhadap keikutsertaan masyarakat pekerja informal dalam BPJS Kesehatan di Purwokerto Utara

Simpulan: Terdapat hubungan antara pendapatan, jumlah anggota keluarga, pengetahuan, persepsi, harapan, dan jenis kelamin dengan keikutsertaan masyarakat pekerja informal dalam BPJS Kesehatan di Purwokerto Utara

Saran: Meningkatkan program sosialisasi terhadap masyarakat dan penyusunan ulang regulasi kategori masyarakat tidak mampu bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas
Background: Indonesian government targets to reach Universal Health Coverage (UHC) in 2019, but there still people who don’t yet have a BPJS Kesehatan card. Banyumas Regency has 467.880 residents who haven’t been registered with BPJS Kesehatan, whereas North Purwokerto Sub-District becomes the highest. The coverage of BPJS Kesehatan for informal workers in Indonesia is still small, namely 13.51%. The purpose of the study to determine relationship of predisposing, enabling , and needs factors with informal workers participation in BPJS Kesehatan.

Method: The type of research is quantitative with cross sectional approach. Sample 125 people taken by accidental sampling technique. Data analyzed by univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square test, and multivariate analysis with a Logistic Regression test.

Results: The results of the analysis show that income has the greatest influence towards the informal workers participation in BPJS Kesehatan in North Purwokerto.

Conclusion: There is a relationship between income, the number of family, knowledge, perceptions, expectations and gender with informal worker participation in BPJS Kesehatan in North Purwokerto

Suggestion: Improve socialization programs for the people and rearranging regulations about category of incapable people together with the Regional Government of Banyumas Regency
2348626677G1I014043HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN TINGKAT KONSENTRASI DENGAN AKURASI SHOOTING SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA N 3 PURWOKERTOHUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DAN TINGKAT KONSENTRASI DENGAN AKURASI SHOOTING SISWA EKSTRAKURIKULER FUTSAL SMA NEGERI 3 PURWOKERTO

Oleh:

Khadziq Al Amiin G1I014043


Abstrak
Latar Belakang: Permasalahan dalam penelitian ini berdasarkan hasil observasi peneliti pada tim futsal SMA Negeri 3 Purwokerto terhadap teknik shooting futsal siswa yang kurang maksimal. Shooting merupakan teknik dasar yang digunakan untuk menendang bola sekeras-kerasnya ke arah gawang lawan. Dalam melakukan shooting yang baik ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi salah satunya yaitu kecerdasan emosional dan tingkat konsentrasi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan tingkat konsentrasi dengan akurasi shooting siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 3 Purwokerto.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan metode tes dan pengukuran. Pengukuran kecerdasan emosional menggunakan tes kuisioner, pengukuran tingkat konsentrasi menggunakan grid concentration test (Maksum, 2011), pengkuran akurasi shooting menggunakan alat tes shooting (Maulana, 2009). Subjek penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler futsal SMA Negeri 3 Purwokerto yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi product moment, regresi linear, dan regresi berganda.
Hasil Penelitian: 1) ada hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan akurasi shooting futsal (p = 0,000). 2) ada hubungan yang positif antara tingkat konsentrasi dengan akurasi shooting futsal (p = 0,000). 3) ada hubungan antara kecerdasan emosional dan tingkat konsentrasi secara bersama-sama dengan akurasi shooting futsal (p = 0,000 dan Fhitung 31,093 > Ftabel 3,554)
Kesimpulan: ada hubungan kecerdasan emosional dan tingkat konsentrasi dengan akurasi shooting futsal.
Kata kunci: kecerdasan emosional, tingkat konsentrasi dan akurasi shootingi
RELATIONSHIP OF EMOTIONAL INTELLIGENCE AND LEVEL OF CONCENTRATION WITH THE ACCURACY OF SHOOTING STUDENTS EXTRACURRICULAR FUTSAL SENIOR HIGH SCHOOL 3 PURWOKERTO

By:

Khadziq Al Amiin G1I014043

Abstract

Background: The problem in this research is based on the observation of researchers in the team of Senior High School 3 futsal Purwokerto on the technique of shooting futsal students are less than maximum. Shooting is a basic technique used to kick the ball with a exceeding towards the opponent's goal. In doing good shooting there are several factors that can affect one of which is emotional intelligence and level of concentration. Therefore, this research aims to know the relationship of emotional intelligence and the level of concentration with the accuracy of shooting student extracurricular futsal Senior High School 3 Purwokerto.

Methodology: The study used correlational design with test and measurement methods. Measuring emotional intelligence using questionnaire test, concentration level measurement using grid concentration test (Maksum, 2011), accuracy shooting using test shooting equipment (Maulana, 2009). The subject of this study is an extracurricular student futsal senior high school 3 Purwokerto which amounted to 20 people. The data analysis technique used is product moment correlation, linear regression, and multiple regression.

Result Of The Research: 1) There is a positive relationship between emotional intelligence and the futsal shooting accuracy (p = 0.000). 2) There is a positive relationship between levels of concentration with futsal shooting accuracy (p = 0.000). 3) There is a link between emotional intelligence and the concentration level together with the accuracy of the futsal shooting (p = 0.000 and Fcount 31.093 > Ftable 3.554).

Conclusion: There is a link between emotional intelligence and the concentration level together with the accuracy of the futsal shooting.

Key Word: Emotional Intelegent, Levels of Concentration, Futsal Shooting Accuracy
2348726678F1B113024PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PERSALINAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP BERSALIN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJENANGABSTRAK
Kepuasan pasien merupakan salah satu indikasi adanya kualitas pelayanan yang sesuai dengan harapan pasien. Masalah yang dihadapi saat ini RSUD Majenang masih sering mendapati persepsi pasien yang merasa belum puas dan adanya beberapa ketidaktepatan pelayanan dengan SOP. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan persalinan terhadap kepuasan pasien di RSUD Majenang. Populasi penelitian ini yakni pasien rawat inap bersalin di RSUD Majenang. Penentuan sampel mengacu pada Tabel Krejcie dan Morgan dengan jumlah sampel 278 responden. Teknik analisis data yakni Kendall’s 𝜏𝑐 dan regresi ordinal. Hasil Penelitian bahwa menunjukan Ha diterima sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien di. Sementara kualitas pelayanan dan kepuasan tergolong rendah. Sebagai implementasi, RSUD Majenang perlu meningkatkan kualitas pelayanan dengan memperbaiki manajemen mulai dari sistem pelayanan administrasi sampai penanganan kesehatan. Selanjutnya RSUD majenang juga perlu meningkatkan kepercayaan pasien bahwa pelayanan kesehatannya dapat diandalkan. Ini dilakukan dengan mengidentifikasi harapan dan promosi untuk meningkatkan citra baik RSUD Majenang kepada publik.

ABSTRACT
Patient satisfaction is one indication of the quality of service in accordance with patient expectations. Majenang General Hospital still often finds perceptions of patients who are not satisfied and there are some inaccuracies in services with SOPs. Therefore, this study aims to study the quality of delivery services to patient satisfaction in Majenang General Hospital. The population was inpatients at the Majenang General Hospital. Sampling refers to the Krejcie and Morgan Tables with a sample of 278 respondents. Data analysis are Kendall's and ordinal regression. The results of the study show that Ha is accepted so that there is a positive and significant influence between service quality and patient satisfaction at. While service quality and satisfaction are relatively low. As an implementation, the Majenang General Hospital needs to improve the quality of services by improving management from the administrative service system to handling health. Furthermore, the Majenang General Hospital also needs to increase the patient's trust that his health services are reliable. This is done by identifying expectations and promotions to improve the good image of the Majenang Public Hospital to the public.
2348828616E1A116074PENERAPAN PEMBUKTIAN OBSTRUCTION OF JUSTICE OLEH ADVOKAT LUCAS DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI KASUS LIPPO GROUP (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 90/Pid.Sus/TPK/2018/PN.Jkt.Pst dan Putusan Nomor13/Pid.Sus/TPK/2019/PT.DKI)

Korupsi terjadi secara sistematis dan meluas sehingga pemberantasannya harus dilakukan dengan cara yang luar biasa. Kendala dalam penegakan pemberantasan tindak pidana korupsi salah satunya adalah banyaknya perbuatan yang bersifat menghalangi proses peradilan tindak pidana korupsi. Perbuatan mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap tersangka dalam perkara korupsi disebut Obstruction Of Justice. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan menggunkanan metode pendekatan analitis dan perbandingan, serta spesifikasi penelitian yaitu preskripif. Berkaitan dengan pembuktian, Terdakwa atas nama Lucas sebagai Advokat telah terbukti melakukan Obstruction Of Justice dalam proses penyidikan korupsi penyuapan panitera yang dilakukan oleh Eddy Sindoro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penjatuhan pidana pada Putusan No. 90/Pid.Sus/Tpk/2018/PN. Jkt Pst dan Putusan No. 13/Pid.Sus/Tpk/2019/PT.DKI. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi mengurangi hukuman agar tidak terjadi disparitas yang tinggi maka pidana yang dijatuhkan kepada Eddy Sindoro selaku Pleger dengan pidana yang dijatuhkan kepada terdakwa Lucas sebagai Medepleger tidak boleh terlalu tinggi perbedaan pidana yang dijatuhkan. Putusan ini dianggap tidak tepat karena merupakan penjatuhan sanksi pidana pada perkara yang berbeda antara Eddy Sindoro (Korupsi Lippo) dan Terdakwa Lucas (Obstruction Of Justice), sehingga justru menghilangkan esensi filosofis dibentuknya Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Termasuk dikesampingkannya aspek yuridis yang menunjukkan peranan terdakwa dalam terjadinya Obstruction Of Justice dan profesi Terdakwa sebagai Adovokat seharusnya sebagai dasar yang memberatkan, dan aspek sosiologis yakni dikesampingkannya tujuan dan manfaat hukum dalam pencegahan Obstruction Of Justice.
Corruption occurs systematically and extensively so that its eradication must be carried out in extraordinary ways. One of the obstacles in upholding the eradication of criminal acts of corruption is that there are many acts that are blocking the judicial process of corruption. The act of preventing, hindering, or failing directly or indirectly the investigation of the suspect in a corruption case is called Obstruction of Justice. The method used in this research is normative juridical by using analytical and comparative approaches, as well as research specifications, namely prescription. Based on proof, the Defendant on behalf of Lucas as an Advocate has been proven to have carried out the Obstruction of Justice in the process of investigating the corruption of bribery of court clerk by Eddy Sindoro. The results showed that there were differences in the conviction in Verdict No. 90 / Pid.Sus / Tpk / 2018 / PN. Jkt. Pst and Verdict No. 13 / Pid.Sus / Tpk / 2019 / PT.DKI of appellate Court reduced the sentence to avoid disparity is higher then the punishment imposed on the Eddy Sindoro as Pleger with the punishment imposed on the defendant Lucas as Medepleger not be too high distinction punishment imposed. This verdict is not considered appropriate for the imposition of criminal sanctions in the case of the difference between Eddy Sindoro (Corruption Lippo) and Defendant Lucas (Obstruction of Justice), so that would eliminate the essence of the philosophical establishment of Article 21 of Law No. 31 of 1999 on Corruption Eradication. Including put aside judicial aspects that show the defendant's role in the Obstruction of Justice and the defendant profession as an Advocate must base the incriminate, and put aside the sociological aspects of purpose and legal benefit in the prevention of Obstruction of Justice.

Keywords : Corruption, Obstruction Of Justice, Verdict.
2348926676G1I014007HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KELENTUKAN PERGELANGAN KAKI DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING SISWA EKSTRAKURIKULER SEPAKBOLA SMP NEGERI 2 KEMBARAN BANYUMASABSTRAK
HUBUNGAN KESEIMBANGAN TUBUH DAN KELENTUKAN PERGELANGAN
KAKI DENGAN KEMAMPUAN SHOOTING SISWA EKSTRAKURIKULER
SEPAKBOLA SMP NEGERI 2 KEMBARAN BANYUMAS

Dewonggo Sinatryo, Indra Jati Kusuma, Rifqi Festiawan
Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Email: dswonggo98@gmail.com



Latar Belakang: Kemampuan shooting dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas.

Metode Penelitian: Metode yang digunakan adalah tes dan pengukuran dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel 60 siswa peserta ekstrakurikuler sepakbola menggunakan purposive sampling dengan adamya kriteria. Instrumen penelitian keseimbangan menggunakan Diagonal Dynamic Balance Test (Roy & Ghosh, 2017) kelentukan pergelangan kaki menggunakan pita ukur (Widiastuti, 2015). Shooting ke gawang dilakukan sebanyak 4 kali dengan jarak 17m (Widiastuti, 2015). Uji statistik menggunakan pearson product moment dan korelasi ganda.

Hasil Penelitian: 1. Tidak ada hubungan signifikan antara keseimbangan dengan kemampuan shooting 2. Ada hubungan signifikan antara kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting. 3. Tidak ada hubungan antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki secara bersama-sama dengan kemampuan shooting

Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara keseimbangan dan kelentukan pergelangan kaki dengan kemampuan shooting.

Kata Kunci: Keseimbangan, kelentukan, pergelangan, kaki, shooting
ABSTRACT
CORRELATION OF BODY BALANCE AND ANKLE FLEXIBILITY WITH THE
SHOOTING SKILL FROM STUDENT OF FOOTBALL EXTRACURRICULAR
IN JUNIOR HIGH SCHOOL 2 KEMBARAN BANYUMAS

Dewonggo Sinatryo, Indra Jati Kusuma, Rifqi Festiawan
Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Email: dswonggo98@gmail.com



Background Of Study: The shooting skill influenced by a number of factors, there are the body balance ankle flexibility. The aim of this study is to study the correlation between body balance and ankle flexibility with the shooting skill from students of football extracurricular activities at SMP Negeri 2 Kembaran Banyumas

Methods Of study: The method used in this study is a test and measurement with a cross sectional approach, taking sample from 60 students of football extracurricular participants using purposive sampling with criteria. The instrument of this study are diagonal dynamic balance test test (Roy & Ghosh, 2017) and ankle flexibility test with measuring tape (Widiastuti, 2015). The Shooting to the goal was carried out 4 times with a distance of 17 m (Widiastuti, 2015). Statistical tests is using Pearson product moment and multiple correlation.

Results Of Study: 1. There is no significant correlation between body balance and the shooting skill 2. There is a significant correlation between ankle flexibility and the shooting skill. 3. There is no relation between body balance and ankle flexibility together with the shooting skill.

Conclusision: There is no correlation between body balance and ankle flexibility with the shooting skill

Keywords: Balance, body, ankle, flexibility, shooting.


2349026681F1A014074MELEBUR BEDA (Studi Deskriptif Pemahaman, Penanaman Nilai dan Praktek Beragama dalam Keluarga Pasangan Pernikahan Beda AgamaKeberadaan keluarga pasangan pernikahan beda agama dengan persoalan bagaimana pemahaman nilai agama pasangan pernikahan beda agama, penanaman nilai agama dalam keluarga pasangan pernikahan beda agama serta praktek beragama dalam keluarga pasangan pernikahan beda agama kemudian menjadi fokus dalam penelitan ini. Dilakukan di Wilayah Jabodetabek dengan menggunakan metode peneltian kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi dan dianalisis dengan teknik analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; 1.) Pemahaman agama para pasangan pernikahan beda agama berbeda dari mayoritas pemeluk agama lainnya, sehingga membuat mereka mampu mengatasi perbedaan agama dengan pasangan dan menjadikan penentuan agama anak bukan sebuah masalah. 2.) Penanaman agama kepada anak oleh para pasangan pernikahan beda agama dilakukan dengan menyepakati satu agama, dengan tujuan untuk menanamkan pentingnya agama kepada anak sebelum mereka mampu memilih sendiri agamanya ketika dewasa. 3.) Praktek keagamaan yang berbeda pada pasangan pernikahan beda agama dilakukan di depan anak dengan tetap memastikan anak melakukan praktek keagamaan dari agama yang telah disepakati sebelumnya. 4.) Setiap anggota keluarga pasangan pernikahan beda agama tidak dapat dikatakan lemah dalam pemahaman maupun praktek beragama, meskipun pada anak dari pasangan pernikahan beda agama mereka dekat dengan perbedaan agama orang tua dan harus menentukan agamanya sendiri ketika dewasa.
The existence of families of interfaith marriages with the issue of how the understanding of religious values on interfaith marriages, the inculcation of religious values in interfaith marriages families and religious practices in interfaith marriages families later became the focus of this research. Conducted in the Greater Jakarta Area using descriptive qualitative research methods with data collected using in-depth interview techniques, observation and documentation and analyzed with interactive analysis techniques.
The results of this study indicate that; 1.) The religious understanding of married couples of different religions is different from the majority of other religious adherents, thus making them able to overcome religious differences with their spouses and making determining the child's religion not a problem. 2.) The cultivation of religion in children by interfaith marriage couples is done by agreeing on one religion, with the aim of instilling the importance of religion in children before they are able to choose their own religion as an adult. 3.) Different religious practices in interfaith marriages are performed in front of the children while ensuring that the children practice religious practices from the agreed religion. 4.) Every family member of a married couple of different religions cannot be said to be weak in religious understanding or practice, although in children of interfaith couples they are close to the religious differences of their parents and must determine their own religion as an adult.
2349126682F1B013056EVALUASI IMPLEMENTASI E-OFFICE DALAM RANGKA PELAKSANAAN E-GOVERNMENT.Penelitian ini berjudul Evaluasi Implementasi e-office dalam rangka pelaksanaan e-government. Judul ini dilatar belakangi karena kemajuan di bidang TIK berkembang dengan sangat pesat, hal ini merambah kedalam pemerintahan. Desa Rancamaya merupakan salah satu desa dari 20 desa di Kecamatan Cilongok, Banyumas yang pada tahun 2016 telah menerapkan dan mengikuti pelatihan penerapan e-office Desa. Dengan diterbitkan PERDA Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2012, salah satu pengembangan aplikasinya adalah e-office desa, nama aplikasi yang digunakan adalah SMARD/SIMADE (Sistem Informasi Manajemen Desa/Kelurahan). Rumusan masalah dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana evaluasi implementasi e-office desa dari segi manajemen seperti planning, organizing, assembling ressourcess, directing, dan controlling pada e-office desa.
Kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada konsep manajemen menurut Newman yakni meliputi aspek planning, organizing, directing, dan controlling. Beberapa fokus dan aspeknya adalah pemahaman mengenai e-office, pembagian jobdesk dalam e-office, memonitoring e-office dan menganalisis apabila terjadi kendala dalam e-office.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Teknik pemilihan informan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas Data diuji dengan triangulasi sumber.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya e-office Desa mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam kegiatan perkantoran. Sementara aspek planning berada pada tahap awal, organizing adanya tupoksi yang tumpang tindih, assembling resources belum adanya petugas khusus untuk e-office sehingga membutuhkan banyak pelatihan, directing dilakukan dengan melihat situasi dan kondisi, dan controlling masih lebih fokus ke budgeting dan dilakukan secara bertahap.
This study titled Evaluation of the Implementation of e-office in the implementation of e-government. The background of this title because of the advances in the field of ICT is growing very rapidly, this also penetrated into the government. Rancamaya village is a village of 20 villages in the district Cilongok, Banyumas which in 2016 has implemented and follows the implementation of e-office training village.With published PERDA Banyumas No. 4 of 2012, one of the development application is the e-office village, the name of the application is Smard or SIMADE (Sistem Manajemen Informasi Desa/Kelurahan) , The problems of this study was to determine the how the evaluation of the implementation of e-office village in terms of management such as planning, organizing, assembling resources, directing, and controlling the e-office village. The benefits of this research to enrich science and public administration expected to provide inputs and information to improve the management of e-office village.
The conceptual framework used in this study refers to the concept of management by Newman that include aspects of planning, organizing, assembling resources, directing and controlling. Focus and aspects are understanding of e-office, division of jobs in e-office, and analyzing when there are obstacles in e-office.
This research using descriptive qualitative method the informant election using purposive sampling technique. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Data validity is tested by triangulation.
The conclusion of this study is the existence of e-office village to increase effectiveness and efficiency in the activities office. While aspects of the planning at an early stage, organizing their duties overlap the cone, assembling resourcess there are no special officers who handle e-office applications, directing done by looking at the situation and conditions, and controlling still more focused on budgeting and gradually.
2349226683G1B015019PENGARUH EKSTRAK ETANOL BIJI KOPI ROBUSTA (Coffea robusta) PERORAL TERHADAP KADAR INTERFERON-GAMMA PADA PENYEMBUHAN LUKA FASE INFLAMASI PASCAPENCABUTAN GIGI (Penelitian Eksperimental In Vivo pada Tikus Galur Wistar)Pencabutan gigi merupakan tindakan pembedahan yang melibatkan jaringan keras dan lunak pada rongga mulut. Pencabutan gigi akan meninggalkan luka dan memicu proses penyembuhan luka. Interferon-Gamma (IFN-γ) merupakan sitokin proinflamasi yang menghambat proses re-epitelisasi luka dengan membatasi aktivitas kolagenase dan Transforming Growth Factor-Beta1 (TGF-β1) untuk membentuk fibroblas. Biji kopi robusta memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang membantu menurunkan kadar IFN-γ. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh ekstrak biji kopi robusta terhadap kadar IFN-γ pada fase inflamasi pascapencabutan gigi. Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design dan menggunakan 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok: 3 Kelompok Perlakuan (KP) masing-masing diberi ekstrak etanol biji kopi robusta dosis 1,25 g/kg BB), 2,5 g/kg BB, dan 5 g/kg BB, Kelompok Kontrol Negatif (KN) menggunakan DMSO 10%, dan Kelompok Sehat (KS) berupa tikus sehat tanpa perlakuan. Kelompok perlakuan berupa pencabutan gigi insisivus kanan rahang bawah yang telah dianestesi ketamin dosis 80 mg/kg BB. Ekstrak diberikan peroral sebanyak 2 mL setiap 12 jam selama 2 hari untuk diambil jaringan gingiva pada hari ke-3 dan dilakukan pengukuran kadar IFN-γ menggunakan ELISA. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok dengan nilai p=0,000 (p<0,01). Terdapat perbedaan antar kelompok perlakuan dengan kelompok KN (p<0,05) dan tidak ada perbedaan antar kelompok perlakuan dengan kelompok KS (p<0,05) serta tidak ada perbedaan antar ketiga kelompok perlakuan (p>0,05). Hasil penelitian disimpulkan bahwa ekstrak etanol biji kopi robusta mempengaruhi kadar IFN-γ pada fase inflamasi pascapencabutan gigi.Tooth extraction is a surgical procedure involves hard and soft tissue in oral. Tooth extraction causes injury will lead into wound healing. Interferon-gamma (IFN-γ) is proinflammatory cytokines in the inflammatory phase of wound healing and inhibit the process of re-epithelization by limiting collagen and suppressing Transforming Growth Factor-beta1 (TGF-β1) to form fibroblasts. Robusta coffee beans contain antioxidants and anti-inflammatory that help reduce IFN-γ level. Aim of study is determine the effect of robusta coffee bean extract on IFN-γ levels in the post-tooth extraction imflammation phase. Type of research is experimental laboratory with postest-only control group design using 30 male Wistar rats devided into 5 groups: 3 treated group treated with 1,25 g/kg BB, 2,5 g/kg BB, and 5 g/kg BB doses, KN group or negative control treated with DMSO 10%, and KS group which is normal control without treatment. Insisivus tooth of all treated group was extracted and anesthetized by ketamine 80 mg/kg BB. 2 mL extract was given by oral every 12 hours in a day. Gingival tissue was taken from each group at third day and IFN-γ was analized using ELISA. The results showed significant difference between grous p=0,000 (p<0,01). There were significant different between treated group with KN group (p<0,05) and no significant difference between treated group with KS group (p<0,05) and no significant difference between every group treatment (p>0,05). Based on results concluded robusta coffee bean ethanol extract can affect IFN-γ levels on inflammation phase post tooth extraction
2349326684F1B015017PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA DI DESA KARANGSALAM KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS PENGARUH MODAL SOSIAL TERHADAPPartisipasi Masyarakat dibutuhkan dalam pengembangan Desa Wisata. Partisipasi masyarakat dapat dipengaruhi oleh Modal Sosial. Penelitian ini dilakukan di Desa Karangsalam Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas. Program ini diterapkan karena desa tersebut memiliki potensi wisata yang tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Teknis analis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-b dan Regresi Ordinal. Hasil analisis menunjukan 1) Terdapat pengaruh positifdan signifikan antara Modal Sosial terhadap Partisipasi Masyarakat sebesar 0,507 atau 50,7 persen 2) Terdapat pengaruh positifdan signifikan antara Kepercayaan Sosial Masyarakat terhadap Partisipasi Masyarakat sebesar 0,267 atau 26,7 persen 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Jaringan Sosial Masyarakat terhadap Partisipasi Masyarakat sebesar 0,382 atau 38,2 persen 4) Terdapat pengaruh positifdan signifikan antara Norma Sosial Masyarakat terhadap Partisipasi Masyarakat sebesar 0,60 atau 60 persen. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa variabel dan indikator Modal Sosial (Kepercayaan Sosial Masyarakat, Jaringan Sosial Masyarakat, dan Norma Sosial Masyarakat) semuanya berpengaruh positif dan signifikan terhadap Partisipasi Masyarakat (Partisipasi Masyarakat dalam Tahap Perencanaan, Partisipasi masyarakat dalam Tahap Implementasi, dan Partisipasi Masyarakat dalam Tahap Pengawasan) dalam pengembangan Desa Wisata di Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas.Community participation is needed in the development of the Desa Wisata. Community participation can be influenced by Social Capital. This research was conducted in Karangsalam Village, Baturraden District, Banyumas Regency. This program is implemented because the village has high tourism potential. This research is a quantitative study using survey methods. Technical data analysts used are Kendall's Tau-b Correlation and Ordinal Regression. The results of the analysis show 1) There is a positive and significant influence between Social Capital on Community Participation of 0.507 or 50.7 percent 2) There is a positive and significant effect between Community Social Trust on Community Participation of 0.267 or 26.7 percent 3) There is a positive and significant influence between Community Social Networks on Community Participation of 0.382 or 38.2 percent 4) There is a positive and significant influence between Community Social Norms of Community Participation of 0.60 or 60 percent. The conclusion of this study is that the variables and indicators of Social Capital (Community Social Trust, Community Social Network, and Community Social Norms) all have positive and significant effects on Community Participation (Community Participation in the Planning Stage, Community Participation in the Implementation Stage, and Community Participation in the Stage Supervision) in the development of a Desa Wisata in Karangsalam Village, Baturraden District, Banyumas Regency.
2349426685G1I014042PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES 4v4 TERHADAP
KEMAMPUAN DRIBBLING SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA
(SSB) SEMPATI MUDA U11 PATIKRAJA
Abstrak

PENGARUH LATIHAN SMALL SIDED GAMES 4v4 TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING SISWA SEKOLAH SEPAKBOLA (SSB) SEMPATI MUDA U11 PATIKRAJA
Rifqi Ronggo Wardhani, Indra Jati Kusuma, Fuad Noor Heza

Latar Belakang: Semua teknik dasar dalam sepakbola harus dikuasai siswa Sekolah Sepakbola (SSB). Teknik dasar siswa SSB Sempati Muda masih banyak yang kurang maksimal khususnya di kategori usia 11 tahun, salah satunya adalah kemampuan dribbling yang kurang maksimal, mengakibatkan gerak improvisasi pemain menjadi lambat. Dan pemain cenderung kurang percaya diri dalam menguasai bola. Agar siswa dapat menguasai dan berani melakukan dribbling dengan baik maka diperlukan sebuah latihan. Latihan dengan cara small sided games 4v4 dilakukan aturan dan batasan waktu yang sudah ditentukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh latihan small sided games 4v4 terhadap kemampuan dribbling siswa SSB Sempati Muda U11 Patikraja.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan One Grup Pretest Posttest Design. Pada desain One group pretest posttest design merupakan desain yang membandingkan tes awal dan tes akhir. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dribbling test (Frank M. Verduci, 1980). Sampel penelitian ini adalah siswa SSB Sempati Muda U11 Patikraja dengan jumlah 25 anak. Teknik analisis data menggunakan uji t dengan nilai signifikan (2-tailed) 0,000.
Hasil Penelitian: Hasil nilai rerata kemampuan dribbling saat pretest adalah 18,26 detik dan saat posttest adalah 16,96 detik atau meningkat 1,30 detik. Berdasarkan hasil penelitian bahwa latihan small sided games 4v4 memiliki T hitung (11,427) > T tabel (1,708) dan memperoleh nilai sig.(2-tailed) (0,00) < (0,05). maka dapat disimpulkan latihan small sided games 4v4 berpengaruh terhadap kemampuan dribbling.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh pada latihan small sided games 4v4 terhadap kemampuan dribbling siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Sempati Muda U11 Patikraja
Kata Kunci: Small Sided Games 4v4, Dribbling
THE INFLUENCE OF SMALL SIDED GAMES 4V4 EXCERCISE TO DRIBBLING ABILITY SOCCERSCHOOL STUDENTS
SEMPATI MUDA U11 PATIKRAJA

Rifqi Ronggo Wardhani1) Indra Jati Kusuma2) Fuad Noor Heza3)
Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Email: ronggodebi@gmail.com

ABSTRACT

Background: All basic techniques in football should be controlled soccer school studients. Basic technique soccer school studients Sempati Muda are still less than maximum especially at age categories 11 years. One of them is the ability of dribbling yet optimal, there by causing motion improvised. players to be slow And players tend to be confident in possession. That students rouse and dribbling dared to do well then required an exercise. By means of training small sided games 4v4 conducted rules and time limit that had been determined. The purpose of this research is to find the exercise small sided games 4v4 of the dribbling ability soccer school students Sempati Muda U11 Patikraja.
Research Methodology: This research uses one group pretest posttest. In one group pretest posttest group is design that compares pretest posttest. Data collection that used is dribbling test (Frank M Verduci, 1980). The sample of this research are 25 students of SSB Sempati Muda U11 Patikraja. Data analysis techniques that used is T test with significat value (2-tailed) of 0,000
Research Result: The average of dribbling abilityat the pretest was 18,26 seconds. And the posttest was 16,96 seconds or increased by 1,30 seconds. Based on the result of the research that small sided games 4v4 exercise has a calculated T (11,472) > T Table (1,708) and get a sig (2-tailed) value (0,000) < (0,05). So it can be concluded that small sided games 4v4 exercise affects the dribbling ability
Conclusion : is the on exercise small sided games 4v4 dribbling school students in the ability of football (SSB) Sempati Muda U11 Patikraja
Keywords: Small Sided Games 4v4, Dribbling
2349526690G1G012060KERAGAMAN CANDIDA BERDASARKAN STATUS ORAL HYGIENE
PADA KANDIDIASIS ORAL PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2
DI RSUD MARGONO SOEKARJO
ABSTRAK
Infeksi oportunistik, yaitu Kandidiasis Oral (KO) disebabkan karena meningkatnya jumlah dan patogenitas kolonisasi Candida sp. yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu imunitas host, kondisi rongga mulut pasien, dan patogenitas dari Candida sp. itu sendiri. Faktor-faktor di atas dapat ditemui pada orang yang mengalami Diabetes Melitus (DM) tipe 2 karena adanya hiperglikemia. KO yang ditemukan pada pasien DM Tipe 2 seringkali menghambat proses pemulihan pasien, bahkan ditemukan adanya resistensi obat antifungal terhadap beberapa Candida sp. tertentu. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan Candida sp. yang ditemukan berdasarkan status oral hygiene dalam KO pasien DM tipe 2 sehingga menolong ahli medis untuk melakukan rencana perawatan yang tepat dan akurat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diperoleh dari sampel swab rongga mulut dan skoring Oral Hygiene Index (OHI) pasien DM tipe 2 dengan KO di RSUD Margono Soekarjo. Identifikasi Candida sp. dilakukan dengan observasi pada media CHROMagar Candida serta germ tube test. Hasil penelitian menunjukkan pada rentang OH di pasien DM tipe 2 dengan KO ditemukan C. albicans pada skor OH baik, ditemukan C. albicans, C. tropicalis, dan C. glabrata pada skor OH sedang, serta ditemukan C. albicans, C. tropicalis, C. glabrata, C. krusei, dan spesies Candida lainnya pada skor OH buruk. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat keragaman Candida sp. yang ditemukan berdasarkan status oral hygiene penderita DM tipe 2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang terapi yang tepat untuk menangani KO pada penderita DM tipe 2.
Opportunistic infection, Oral Candida (OC), is caused by the increase of quantity and colonization of pathogenicity from Candida species. It is caused by some factors which are the host immunity, the condition of oral cavity, and the pathogenicity of Candida species. Those factors are found in people who have Diabetes Melitus (DM) type 2 which caused by hyperglycemia. OC which is found in type 2 DM patient usually preventing te recovery of patient, moreover, there is a resistance toward anti-fungal medicine to particular Candida species. This research aims to describe Candida species which found based on oral hygiene status in OC type 2 DM patient in order to help the medical personnel expert to perfrm the right treatment. The type of this research was descriptive with study cross sectional resarch design. The data were obtained and collected by oral swab and screening the oral hygiene status by Oral Hygiene Index (OHI) of type 2 DM which have OC in Margono Soekarjo Purwokerto Hospital. Candida species were identified using CHROMagar Candida media also by germ tube test. The results showed that on scale OH in type 2 DM patients with OC were found C. albicans in good OH score, C. albicans, C. tropicalis, and C. glabrata on mild OH score and C. albicans, C. tropicalis, C. glabrata, C. krusei, and other Candida species on poor OH score. The conclusion of this research was there was many varieties of Candida species, which found based on OH in type 2 DM patients. It needs a further research about a therapy to perform the right treatment to deal with OC for tpe 2 DM patients leads to OC.

2349626686E2B017025TINDAK PIDANA PEMALSUAN AKTA OTENTIK DALAM PELAKSANAAN JABATAN NOTARISAbstrak
Notaris dalam menjalankan profesinya tidak jarang dipanggil oleh pihak aparat hukum kepolisian sebagai tersangka sehubungan dengan pemalsuan akta otentik yang dibuatnya, bahwa Notaris dapat dijadikan sebagai tersangka apabila Notaris tersebut dengan sengaja membuat akta palsu sesuai yang diminta oleh para pihak, padahal Notaris tersebut mengetahui bahwa para pihak tidak memenuhi syarat-syarat sahnya perikatan. Hal ini menunjukkan bahwa Notaris tersebut tidak berpegang teguh pada Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN) dan Kode Etik Profesi Notaris yang mengakibatkan Notaris dapat melakukan tindak pidana pemalsuan surat/akta otentik. Undang-undang Jabatan Notaris (UUJN) tidak merumuskan adanya penerapan sanksi pemidanaan tetapi suatu tindakan hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Notaris tersebut mengandung unsur-unsur pemalsuan atas kesengajaan/kelalaian dalam pembuatan surat/akta otentik yang keterangan isinya palsu maka dapat dikualifikasikan sebagai suatu tindak pidana yang dilakukan oleh Notaris yang menerangkan adanya bukti keterlibatan secara sengaja melakukan kejahatan pemalsuan akta otentik.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif. Penelitian normatif mengkaji dan menganalisis tentang norma-norma hukum yang telah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang untuk itu, sehingga tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah preskriptif, yaitu berupa proses untuk menemukan aturan hukum, pinsip-prinsip hukum, maupun doktrin-doktrin hukum guna menjawab isu yang dihadapi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akibat hukum bagi Notaris yang melakukan tindak pidana pemalsuan akta otentik adalah : dari segi hukum pidana, Notaris terancam dipidana dengan ancaman pasal 264 KUHPidana tentang pemalsuan akta otentik dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun penjara. Berdasarkan dari segi hukum Perdata, Notaris dapat digugat ganti kerugian oleh pihak yang merasa dirugikan. Selain itu Notaris yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi administratif dari organisasi Notaris (INI) yang berupa : teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara, pemberhentian dengan hormat, pemberhentian tidak hormat.


Abstract
The notary in conducting his profession is not infrequently called by the police law as a suspect in connection with the forgery of the authentic deed he made, that the notary can be used as a suspect if the notary Deliberately make a false deed as requested by the parties, when the notary knows that the parties do not meet the terms of the validity of the alliance. This indicates that the notary does not cling to the notary Act (UUJN) and the notary Public Code of ethics, which resulted in a notary criminal can perform authentic acts of fraud/deed. The Notary Law (UUJN) does not formulate the application of the sanctioned sanctions but a legal action against violations committed by the notary would contain counterfeit elements of deliberate intent/omission in the creation of Authentic letter/deed whose information is false can be qualified as a criminal offence committed by the notary who describes the evidence of involvement deliberately commit the crime of counterfeit authentic deed.
The research is a normative juridical study. Normative research examines and analyzes the legal norms that have been established by the competent authorities for that, so the type of research used in this research is prescriptive, namely the process to find the rules Legal, legal principles, and legal doctrines to address the issues faced.
The results of this research show that the legal consequences for the notary criminal who commit the crime of authentic deed are: in terms of criminal law, the notary threatened to be sentenced to the threat of article 264 Criminal Code about the counterfeiting of authentic deed with the threat Maximum sentence of eight years in jail. In terms of civil law, notaries can be sued for damages by the parties who feel harmed. In addition, the relevant notary public may be subject to administrative sanctions from a notary Organization (THIS) in the form of: Oral strikes, written strikes, temporary dismissal, dismissal termination, disrespectful termination.

Keywords: criminal acts of counterfeiting, authentic deeds, notary sanctions.
2349726687G1I014045Peran Guru Penjas dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMA Negeri se-PurwokertoAbstrak

Peran Guru Penjas dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMA Negeri se-Purwokerto

Mas’ud Setio Wibowo1), Kusnandar2), Ajeng Dian Purnamasari3)
1) 2) 3) Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Email: simplevebration@gmail.com

Latar Belakang: Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya perilaku peserta didik yang tidak sesuai dengan nilai karakter di Purwokerto. Perilaku tersebut seperti mencuri, membolos, merokok, dan berbicara kasar kepada orang yang lebih tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru penjas dalam membangun karakter peserta didik di SMA Negeri Se-Purwokerto.

Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data penelitian diperoleh dengan teknik triangulasi dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini berjumlah 5 guru penjas dari 5 sekolah. Langkah menganalisis data adalah dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data dan kemudian menyimpulkan. Data yang telah dianalisis, dijelaskan dan dimaknai dalam bentuk kata-kata untuk mendiskripsikan fakta yang ada di lapangan.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa peran guru penjas dalam membangun karakter peserta didiknya sudah terlaksana dengan baik dalam pembelajaran maupun diluar jam pelajaran. 5 Guru penjas dari 5 sekolah mampu menunjukkan keteladanannya seperti disiplin dengan datang di sekolah lebih awal. 1 guru penjas dari 5 sekolah mampu menginspirasi baik peserta didik dengan memberi arahan kepada peserta didik dengan potensi yang dimiliki. 3 guru penjas dari 5 sekolah mampu memotivasi peserta didik dengan memberikan apresiasi maupun hukuman yang membangun. 4 guru penjas dari 5 sekolah juga berperan aktif dalam menanamkan pendidikan karakter. Serta 4 dari 5 guru penjas sekolah melakukan evaluasi diakhir maupun diluar pembelajaran dengan melakukan pembiasaan pada peserta didik untuk memiliki rasa tanggung jawab. Hal tersebut memberi manfaat positif bagi lingkungan sekolah di SMA Negeri se-Purwokerto, sehingga dapat terciptanya peserta didik yang berkarakter.

Kesimpulan: Guru mampu menjadi teladan bagi peserta didik dengan memberi contoh datang ke sekolah sebelum proses pembelajaran dimulai, dan membiasakan peserta didik untuk berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran. Guru penjas belum mampu menjadi inspirator yang baik bagi peserta didik. Guru mampu memberi dorongan bagi peserta didik dengan mengingatkan ketika peserta didik melalukukan kesalahan dan memberi hukuman yang bernilai positif. Guru mampu menjadi penggerak bagi peserta didik untuk memiliki karakter kepemimpinan dengan memberi perintah kepada peserta didik untuk memimpin pemanasan. Guru mengevaluasi proses pembelajaran yang telah berlangsung, untuk dijadikan tolak ukur dalam memperbaiki dan meningkatkan pembelajaran selanjutnya.

Kata Kunci: Peran, Guru Penjas, Pendidikan Karakter
Abstract

The Role of Physical Education Teachers in The Formation of Character Students Areas Purwokerto Senior High School

Mas’ud Setio Wibowo1), Kusnandar2), Ajeng Dian Purnamasari3)
1) 2) 3) Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
Universitas Jenderal Soedirman
Email: simplevebration@gmail.com

Background: This research in the backgrounds by the behavior students cannot be based on the character in purwokerto. Such as stealing, that behavior, truant, smoking and speaking rudely to one who is older. The study aimed to identify the role of physical education teachers in character building learners in-state senior high school in purwokerto.

Methods Of Study: The research is descriptive qualitative research, with the collection of lab data obtained by the technique of triangulation data collection technique using interviews and study documentation. The subject of the study is 5 physical education teachers of 5 school. Step analyzed data is to collect the data, reduce data, provides the data and a later concluding. The data that has been analyzed, explained and understood in the form of words to decrypted the facts in the fields.
Result Of Study: The result of this research revealed that the role of teachers in build character students has to be well implemented in their experiences and out hours. 5 teachers than 5 schools were able to show exemplary as act discipline by coming at school early. 1 teacher than 5 schools were able to inspire students by giving direction to kids to potentials owned. 3 teachers than 5 schools were able to motivate students by providing appreciation and punishment who built. 4 teachers than 5 schools also play an active role in imparting character education. And four of the five teachers conduct an evaluation at the end and out of learning by doing habituation on students to have a sense of responsibility. That gives a positive benefit to school environment areas purwokerto senior high school So that it can be the creation of students characterless.

Conclusion: Teachers capable of being an example for a student by example came to school before a process learning that starts, and to familiarize students to pray before and after learning. The teacher had not yet capable of being an inspirator to what is good for students. Teachers can give a push to the school tuition by recalling when participants do primary school students in the mistakes and make known who are positive. Capable of being the driving force of the teachers for learners to have the character of leadership by commanded to kids to heating lead. Evaluate teachers the teaching process that has been going on, to a good benchmark in reform and improves learning next.

Keyword: the role, physical education teachers, character education
2349828617C1C016028PENGARUH GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP
KINERJA PERUSAHAAN YANG DIMEDIASI OLEH PENGUNGKAPAN
AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA SEKTOR PERTAMBANGAN YANG
TERDAFTAR DI BEI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tata kelola perusahaan yang baik terhadap kinerja perusahaan dengan pengungkapan akuntansi lingkungan sebagai variabel mediasi. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan perusahaan. Kinerja perusahaan ini penting karena kinerja merupakan cerminan dari kemampuan perusahaan dalam mengelola dan mengalokasikan sumber dayanya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018 dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak 57 perusahaan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan tahunan dan/atau laporan keberlanjutan. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji goodness of fit, analisis regresi sederhana, uji mediasi, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) GCG berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, (2) GCG berpengaruh positif terhadap pengungkapan akuntansi lingkungan, (3) Pengungkapan akuntansi lingkungan berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan, dan (4) Pengungkapan akuntansi lingkungan tidak dapat memediasi hubungan antara good corporate governance terhadap kinerja perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2016-2018.This study aims to determine the effect of good corporate governance on company performance with environmental accounting disclosure as a mediating variable. Company performance is a picture of the company's financial condition. The company's performance is important because performance is a reflection of the company's ability to manage and allocate its resources. This type of research is a research with a quantitative approach. The population in this study were all mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2018 with a sampling technique using purposive sampling and obtained a sample of 57 companies. The data used are secondary data in the form of annual reports and/or sustainability reports. Analysis of the data used is descriptive statistics, classic assumption test, goodness of fit test, simple regression analysis, mediation test, and t test. The results of this study indicate that (1) GCG has a positive effect on company performance, (2) GCG has a positive effect on environmental accounting disclosures, (3) Environmental accounting disclosures have a positive effect on company performance, and (4) Disclosure of environmental accounting cannot mediate the relationship between good corporate governance and the performance of companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2016-2018.
2349926689I1C015009ISOLASI SENYAWA FLAVONOID DARI RIMPANG BANGLE HANTU (Zingiber ottensii)Rimpang Zingiber ottensii telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai jamu pereda nyeri, penurun panas dan batuk pada anak-anak. Z.ottensii dapat digunakan sebagai jamu karena memiliki kandungan senyawa aktif yang berkhasiat yang salah satunya adalah flavonoid. Senyawa flavonoid yang telah diisolasi dari rimpang Z.ottensii di Malaysia adalah senyawa turunan kaempferol. Senyawa kaempferol dan turunannya memiliki aktivitas anti-inflamasi, anti diabetes, dan anti kanker. Saat ini belum ada yang melaporkan isolasi flavonoid dari Z.ottensii asal Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid dari rimpang Z. ottensii asal Indonesia. Isolasi senyawa flavonoid Z. ottensii diawali dengan proses ekstraksi dan pemisahan serta purifikasi menggunakan kromatografi kolom dan KLT preparatif. Kemudian dilakukan identifikasi senyawa flavonoid yang telah diperoleh menggunakan spektrofotometer UV, NMR satu dan dua dimensi. Spektra UV menunjukkan karakteristik flavonoid, spektra 1H-NMR dan 13C-NMR menunjukkan adanya struktur flavonoid yang memiliki gugus gula. Spektra HSQC dan HMBC menunjukkan bahwa gugus gula yang menempel pada flavonoid adalah ramnosa dan terikat pada posisi C-3. Senyawa flavonoid yang berhasil diisolasi dari Z. ottensii adalah kaempferol 3-O-α-L-ramnopiranosida atau afzelin.Zingiber ottensii usually utilized as pain reliever, and sometimes use to cure fever and cough in jamu. Z.ottensii can be used as a jamu because it contains biologically active compound, one of which is a flavonoid. Several flavonoid compounds that have been isolated from Z.ottensii rhizomes in Malaysia are kaempferol derivatives. Kaempferol and its derivatives had been proven to have anti-inflammatory, anti-diabetes and anti-cancer activities. At present there is no report of flavonoids isolation from Z.ottensii from Indonesia. This study aims to isolate flavonoid compounds from the Z. ottensii rhizome from Indonesia. Z. ottensii rhizomes were extracted with methanol. Z. ottensii extract then separated and purified with column chromatography and preparative TLC. Isolated compound was identified with UV spectrophotometer, one- and two-dimensional NMR, and mass spectrophotometer. The UV spectra showed the characteristics of flavonoids, 1H-NMR spectra and 13C-NMR showed the presence of flavonoid structures that have sugar group. The HSQC and HMBC spectra show that the sugar group attached to the flavonoid is a rhamnose and bound to the C-3 of flavonoid. Flavonoid compounds that have been isolated from Z. ottensii was determined as kaempferol 3-O-α-L-rhamnopyranoside or afzelin
2350029031D1A016125Berat Jenis dan Persentase Rendemen Kompos Berbahan Baku Feses Sapi Potong Menggunakan Aktivator Kultur Campuran dengan Dosis yang BerbedaTujuan penelitian untuk mengetahui berat jenis dan persentase rendemen kompos berbahan baku feses sapi potong dengan aktivator kultur campuran dengan dosis berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah feses sapi potong 4000kg, serbuk gergaji kayu albasia 200kg, abu 200kg, kapur dolomit 80kg, gula merah 2kg dan aktivator 8kg. Metode yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan yang diuji yaitu: A0 (kompos tanpa penambahan dosis aktivator/sebagai kontrol); A1 (kompos dengan penambahan aktivator sebanyak 0,1%); A2 (kompos dengan penambahan aktivator sebanyak 0,2%) ; A3 (kompos dengan penambahan aktivator sebanyak 0,3%); dan A4 (kompos dengan penambahan aktivator sebanyak 0,4%). Nilai rataan berat jenis kompos berdasarkan perlakuan yaitu: A0= 0,16 ± 0,01; A1= 0,16 ± 0,01; A2= 0,17 ± 0,01; A3= 0,16 ± 0,01 dan A4= 0,17 ± 0,01. Sedangkan untuk persentase rendemen kompos yaitu A0= 64,68 ± 3,96; A1= 62,63 ± 1,28; A2= 67,65 ± 3,31; A3= 61,16 ± 6,67 dan A4= 63,34 ± 4,10. Nilai rataan persentase rendemen kompos berdasarkan BK yaitu: A0 =81,99 ± 7,49; A1 =79,96 ± 7,30; A2 = 90,98 ± 11,79; A3 = 87,59 ± 9,85 dan A4 =96,38 ± 17,02. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan aktivator kultur campuran dengan dosis 0,1% sampai 0,4% menghasilkan kualitas fisik kompos berbahan baku feses sapi potong yang sama ditinjau dari berat jenis dan persentase rendemen. The purpose of research to know the bulk density and the percentage of yield compost is made from beef cattle feces using mixed culture activator with different doses. The material used in the study was a 4000kg beef feces cut, 200kg Albizia wood sawdust, 200kg of ash, dolomite limestone 80kg, 2kg of brown sugar and 8kg activator. The method used is experimental using complete random draft (CRD) with the tested treatment that is: A0 (compost without the addition of an activator dose/as a control); A1 (Compost with the addition of activator as much as 0.1%); A2 (Compost with the addition of activator as much as 0.2%); A3 (Compost with the addition of activators as much as 0.3%); and A4 (compost with the addition of activators as much as 0.4%). The value of a heavy rate of compost type based on the treatment is: A0 = 0.16 ± 0.01; A1 = 0.16 ± 0.01; A2 = 0.17 ± 0.01; A3 = 0.16 ± 0.01 and A4 = 0.17 ± 0.01. As for the percentage of a yield of compost, which is A0 = 64.68 ± 3.96; A1 = 62.63 ± 1.28; A2 = 67.65 ± 3.31; A3 = 61.16 ± 6.67 and A4 = 63.34 ± 4.10. The value of a percentage of yield compost based on BK: A0 = 81.99 ± 7.49; A1 = 79.96 ± 7.30; A2 = 90.98 ± 11.79; A3 = 87.59 ± 9.85 and A4 = 96.38 ± 17.02. Conclusion of the study is the addition of mixed culture activator with a dose of 0.1% to 0.4% produce the physical quality of compost made from the same beef cattle feces are reviewed from the bulk density and the percentage of yield.