Artikelilmiahs

Menampilkan 23.561-23.580 dari 50.262 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2356126729I1E015003HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN OLAHRAGA DENGAN PRESTASI BELADIRI POMRAYON III TEGAL TAHUN 2019Abstrak

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN OLAHRAGA DENGAN PRESTASI BELADIRI PADA ATLET PUTRA POM RAYON III TEGAL TAHUN 2019

Ririn Aryanti

Latar Belakang : Prestasi beladiri dipengaruhi oleh tingkat kecemasan olahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan olahraga dengan prestasi beladiri atlet putra POM RAYON III Tegal Tahun 2019 berjenis kelamin laki-laki.

Metodologi : Metode yang digunakan adalah studi korelasional yang termasuk pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel 20 atlet beladiri menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen tingkat kecemasan olahraga menggunakan Sport Anxiety Scale (SAS) dan prestasi beladiri dari hasil pertandingan POM RAYON III Tegal Tahun 2019. Uji Statistik menggunakan Spearman rank dan uji regresi sederhana.

Hasil : Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan olahraga dengan prestasi beladiri p = 0,001, r = 0,676. Pengaruh tingkat kecemasan olahraga terhadap prestasi atlet beladiri adalah sebesar 40,1% .

Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat kecemasan olaharaga dengan prestasi beladiri pada atlet putra POM RAYON III Tegal Tahun 2019.

Kata Kunci : kecemasan olahraga, beladiri.
















ABSTRACT
THE RELATION BETWEEN SPORTS ANXIETY WITH THE ACHIEVEMENT OF MARTIAL ART ATHLETES IN POM RAYON III TEGAL 2019
Ririn Aryanti
Background: Martial art achievment influenced by the level of sport anxiety. This study aims tp know the relation between sports anxienty with the achievement of male martial art athletes in POM RAYON III Tegal 2019.
Method: The method used a correlational study that includes a cross-sectional approach and the sampling of 20 athletes used purposive sampling concerning inclusion and exclusion criteria. The instrument of sports anxiety level used Sport Anxiety Scale (SAS) and martial arts achievements from the results of the POM RAYON III Tegal 2019. Statistical analysis of this study used the Spearman rank and simple regression analysis.
Results: There is a relation between the level of sports anxiety with martial arts achievement p = 0.001, r = 0.676. The influence of the level of sports anxiety on the achievements of martial artists is 40.1% .
Conclusion: There a relation between sports anxienty with the achievement of martial art athletes in POM RAYON III Tegal 2019.
Keywords: sport anxienty, martial art.
2356226730B1A015121KETERSEDIAAN PAKAN ALAMI IKAN KAITANNYA
DENGAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP
DI WADUK PENJALIN
Organisme perairan yang berpengaruh dalam ekosistem perairan waduk antara lain plankton yang merupakan produsen dan konsumen dalam rantai makanan di perairan. Penelitian ini bertujuaan untuk Mengetahui komposisi dan kelimpahan plankton sebagai pakan alami ikan di Waduk Penjalin, Mengetahui komposisi dan kelimpahana ikan di Waduk Penjalin, Mengetahui hubungan kelimpahan plankton untuk ketersediaan pakan alami dengan kelimpahan ikan yang tertangkap di Waduk Penjalin. Hasil penelitian total plankton 12.300 ind/L. Fitoplankton sebanyak 8.260 ind/L terdiri dari 4 devisio yaitu Cyanophyta, Chlorophyta, Crysophyta, dan Phyrophyta. Jumlah zooplankton sebanyak 4.040 ind/L terdiri dari dua phylum yaitu Arthopoda dan Rotifera. Kelimpahan ikan yang tertangkap sebanyak 328 individu yang terdiri dari famili Cichlidae, Cyprinidae, Clariidae, Eleotridae, Hemiramphidae, Balitoridae, Poeciliidae, dan Osphronemidae. Hasil analisis korelasi kelimpahan plankton sebanyak 48 % mempengaruhi keberadaan ikan di Waduk Penjalin.Aquatic organisms that have an affect in reservoir ecosystem consist of plankton as producer and fish as consumer in food chain. This research aims to find out composition and abundance of plankton as natural food of fish in Penjalin Reservoir, to find out composition and abundance of fish in Penjalin Reservoir, to find out the relationship between abundance of plankton and fish that was caught in Penjalin Reservoir. The result showed the total of plankton were 12.300 ind/L. Number of phytoplankton were 8.260 ind/L that consist of 4 division, namely Cyanophyta, Chlorophyta, Crysophyta, and Phyrophyta. Number of zooplankton were 4.040 ind/L that consist of 2 phylum, namely Arthopoda and Rotifera. Abundance of caught fish were 324 individuals that consist of family Cichlidae, Cyprinidae, Clariidae, Eleotridae, Hemiramphidae, Balitoridae, Poeciliidae, and Osphronemidae. The result of correlation analysis showed the abundance of plankton were affect until 48% in the existence of fish in Penjalin Reservoir
2356326731I1C015027Pengaruh Edukasi Menggunakan Metode Kunjungan Rumah dan Modul Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pengawas Menelan Obat (PMO) Pasien Tuberkulosis di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) PurwokertoLatar Belakang : Tuberkulosis (TB) paru adalah penyakit menular yang menjadi permasalahan di dunia kesehatan. Salah satu strategi untuk mengendalikan penyakit TB paru yaitu pengawasan langsung pemberian obat oleh pengawas menelan obat (PMO). Tingkat pengetahuan PMO yang tinggi dapat meningkatkan kinerja PMO dalam mengawasi pasien agar meminum obat anti tuberkulosis (OAT) secara teratur untuk mencapai kesembuhan.
Tujuan : Mengetahui perbedaan persentase pengetahuan PMO TB Paru di BKPM Purwokerto antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi menggunakan metode kunjungan rumah dan modul.
Metodologi : Penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan one grup pre-test/post-test. PMO TB dipilih menjadi sampel dengan metode total sampling sesuai kriteria inklusi. PMO diberikan edukasi selama 2 bulan penelitian. Pada akhir penelitian dilakukan penilaian pengetahuan menggunakan kuesioner yang dibuat oleh peneliti.
Hasil Penelitian : Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 11 PMO TB. Hasil analisis Wilcoxon-signed Rank test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (p=0,008) antara sebelum dan sesudah edukasi.
Kesimpulan : Fasilitas layanan kesehatan perlu dipertimbangkan adanya program layanan kesehatan seperti pemberian edukasi menggunakan metode kunjungan rumah dan modul untuk meningkatkan pengetahuan PMO TB, sehingga dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan dan mengurangi kejadian drop out.
Background knowledge: Pulmonary tuberculosis (TB) is an infectious disease that becomes problem in the world of health. One of the strategy to control the pulmonary tuberculosis disease is direct supervision of drug administration by the treatment observer. A high level of treatment observer knowledge can improve their performance in supervising patient to take anti-tuberculosis (OAT) drugs regularly to attain recovery.
Objective: to know the difference of pulmonary tuberculosis treatment observer knowledge percentage at Purwokerto BKPM between before and after the education treatment using home visit method and module.
Methodology: this study was using quasi experimental with one group pre-test/post-test method. Pulmonary tuberculosis treatment observer were chosen as sample by total sampling method after fulfill inclusion criteria. Treatment observer was given education for two months. At the end of the study, knowledge of TB treatment observer was assessed using questionnaire.
Result of the study: sample of this study were 11 pulmonary tuberculosis treatment observer. The analysis result Wilcoxon-signed Rank test showed the significant knowlegde improvement statistically (p=0,008) between before and after giving an education.
Conclusion: health care facilities need to be considered for health service program such as providing education using home visit method and module to increase the knowledge of treatment observer, so that it can improve treatment success and reduce the drop out incidence.
2356426741A2A015004PENGARUH ASAP CAIR DAN PUPUK N, P, DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN, RESPON FISIOLOGI DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS PADI GOGOPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji: (1) Pengaruh aplikasi asap cair terhadap pertumbuhan, respon fisiologi, dan hasil beberapa varietas padi gogo. (2) Pengaruh dosis pupuk N,P, K terhadap pertumbuhan, respon fisiologi, dan hasil padi gogo. (3) Pengaruh aplikasi asap cair tempurung kelapa dan dosis pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan, respon fisiologi, dan hasil beberapa varietas padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-September 2016 di Desa Cendana, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Menggunakan rancangan petak-petak terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama merupakan tiga varietas padi gogo yaitu Situ Bagendit, Inpago Unsoed 1 dan Situ Patenggang, anak petak pertama merupakan aplikasi konsentrasi asap cair yaitu 0% (tanpa aplikasi), (0,5%) dan (1%), anak petak kedua merupakan dosis rekomendasi pupuk NPK yaitu 0% N,P,K , 25% N,P,K, 50% N,P,K dan 100% N,P,K. Variabel yang diamati diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan produktif, luas daun, klorofil a, klorofil b, prolin, panjang malai bobot 1000 biji, bobot isi, jumlah malai, gabah hampa dan bobot gabah per hektar. Hasil penelitian menunjukan aplikasi asap cair tempurung kelapa belum mampu meningkatkan pertumbuhan pada variabel tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, luas daun dan jumlah daun. Aplikasi asap cair tempurung kelapa belum mampu meningkatkan respon fisiologi varietas padi gogo, dan hasil varietas padi gogo. Pengaruh pemupukan N,P,K (100%) mampu meningkatkan pertumbuhan diantaranya tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan produktif serta kadar klorofil b, namun tidak mampu meningkatkan hasil varietas padi gogo. Aplikasi asap cair tempurung kelapa dan dosis pupuk N,P,K belum mampu mempengaruhi karakter pertumbuhan, respon fisiologi, dan hasil padi gogo.The study was aimed to: (1) effect of coconut shell liquid smoke application on growth, response of physiology, and yield on upland rice (2) effect of N, P and K fertilizer doses application on growth, response of physiology, and yield on upland rice (3) effect of coconut shell liquid smoke application and effect of N, P and K fertilizer doses application on growth, response of physiology, and yield on upland rice. The research was conducted in Cendana Village, Kutasari District, Purbalingga Regency. The design used was split – split plot with 3 replications. The main plot is upland rice varieties consisting of Situ Bagendit, Inpago Unsoed 1 and Situ Patenggang. The Subplot is application of coconut shell liquid smoke without application concentration (0,5%), and (1%). The sub-subplot is the dosage of NPK fertilizer of 0% NPK, 25% NPK, 50% NPK and 100% NPK. The variables observed were plant height, leaf number,number of productive tiller, leaf area, chlorophyll a, chlorophyll b, proline, panicle length, weight of 1000 grains,number of panicle, empty grain, filled weight per clump, and weight per hectare. The results showed that liquid smoke application had not been able to increase growth in variable plant height, number of productive tillers, leaf area and number of leaves. The application of liquid smoke has not been able to improve the response of physiology upland rice varieties, and yield of upland rice varieties. The effect of N, P, and K fertilization (100%) was able to increase growth including plant height, number of leaves, leaf area, number of productive tillers and chlorophyll b, but was not to increase the yield of upland rice. The effect of coconut shell liquid smoke application and effect of N, P and K fertilizer doses application has not been able to improve the response of physiology upland rice varieties, and yield of upland rice varieties.
2356526733F1A012008BIAS GENDER DALAM KELUARGA POLIGAMI
(Analisis Semiotika Tentang Persepsi Pelaku Poligami Terhadap Pernikahan Poligami Dalam Film “Berbagi Suami”)
Penelitian berjudul “Bias Gender Dalam Keluarga Poligami”, analisis semiotika tentang persepsi pelaku poligami terhadap pernikahan poligami dalam film “Berbagi Suami” ini berfokus pada persepsi dan perlakuan dari pelaku poligami dalam film tersebut.film Berbagi Suami mengangkat potret fenomena poligami yang terjadi di Indonesia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi pelaku poligami terhadap pernikahan poligami, serta mengetahui bentuk perlakuan pelaku poligami terhadap istri-istri mereka dalam pernikahan poligami yang tergambar dalam film ‘berbagi suami’. Dalam penelitian ini, penulis mengunakan metodologi kualitatif dengan spesifikasi penelitian deskripsi yang fokus pada analisis semiotika. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Melalui analisis semiotika Roland Barthes dengan pemaknaan denotasi dan konotasi, peneliti dapat memahami pesan atau simbol-simbol melalui dialog, pengambilan gambar dan gerak tubuh pemain Berbagi Suami.
Berdasarkan data yang telah diteliti, hasil Penelitian menunjukan bahwa persepsi dan perilaku pelaku poligami yang melakukan poligami didorong oleh dua faktor yaitu 1) faktor personal yaitu faktor yang berasal dari diri sendiri.Adanya persepsi yang terbentuk dari pengalaman, lingkungan, emosi dan ingatan-ingatan masa lalu, seperti adanya larangan agama untuk menghindari zina, dan pengalaman di dunia kerja. 2) faktor situasional yaitu faktor yang berasal dari luar individu tersebut, seperti karena adanya perasaan membutuhkan seperti dorongan seksual, perasaan ingin cintai dan diperhatikan. Poligami sebagai bentuk ketidakadilan gender diantaranya karena poligami menempatkan perempuan sebagai subordinat; termajinalkan dalam pengambilan keputusan dan dunia kerja; beban ganda yang dialami perempuan yang berpoligami cenderung lebih berat; perempuan dijadikan sarana pemuas kebutuhan seksual, sehingga mudah terjangkit penyakit yang menyerang organ vital perempuan.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kesadaran pada masyarakat bahwasannya saat menonton sebuah film dibutuhkan sikap kritis untuk tidak hanya menerima cerita yang disuguhkan dengan apa adanya penonton harus lebih aktif dalam menggali pesan-pesan yang tersirat dalam sebuah cerita atau adegan sehingga penonton tidak hanya menjadi korban cerita tetapi dapat memahami cerita yang disampaikan melalui film tersebut.
The research of “Gender refraction in the Family of Polygamy”the semiotic analysis about perceptions of polygamists towards polygamy marriages in the film "Berbagi Suami" is focused on the perception and treatment of polygamists in the film. Film "Berbagi Suami" raises a portrait from the phenomenon of polygamy that occurs in Indonesia. The purpose of this research was to determine the perception of polygamists about polygamy marriages, and also to find out the form of the treatment of polygamists towards their wives in polygamy marriages which was pictured in the film ”Berbagi Suami”. In this research, the author uses a qualitative methodology with research specification descriptions that focus on semiotic analysis. In this research uses Roland Barthes's semiotic approach, through analysys of Roland Barthe’s semiotic approach with meaning denotation and connotation, the author can understand the messages or symbols through dialogue, shooting and gestures from the actors of “BerbagiSuami”.
Based on data that has been studied, the results of this research shows that the perception and behavior of polygamists who do polygamy is driven by two factors, that is1) personal factor, which come from themselves. There is a perception that is formed from experiences, environment, emotions and memories of the past, such as the prohibition of religion to avoid adultery, and experience in the world of work. 2) situational factor, the factor come from outside individual, which is due to a feeling of need, like sexual urges, the feeling be loved, and sense of want to be noticed.Polygamy as a form gender injustice, because of polygamy place women as subordinates: marginalized in decision making and world of work. Polygamous women have a double burden experienced: women made the object of satisfying sexual needs, so easily infected which attacks the vital organs of women.
The research is expected to provide awareness to the community, that when watching a movie, critical nature is needed, so not only accept stories that are presented as is. The audience must be more active in exploring the messages implicit in a story or in a scene. So the audience does not only fall victim to the story, but also can understand the message conveyed by a film.
2356628961C1B016062ANALISIS PENGARUH RISK TOLERANCE, RISK PERCEPTION, OVERCONFIDENCE DAN EMOTIONAL INTELLIGENCE TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN INVESTASI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risk tolerance, risk perception, overconfidence dan emotional intelligence terhadap keputusan investasi investor saham aktif di Purwokerto. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis menggunakan metode analisis regresi berganda. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling sehingga dapat diketahui jumlah sampel yang sesuai kriteria berjumlah 96 sampel. Berdasarkan data yang telah diolah dalam uji regresi berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa risk tolerance, risk perception, overconfidence tidak memiliki pengaruh terhadap keputusan investasi, sedangkan emotional intelligence berpengaruh positif terhadap keputusan investasi. Implikasi dari penelitian ini yaitu diharapkan dapat mengembangkan literatur dengan topik behavioral finance, dimana behavioral finance merupakan topik yang penting untuk diteliti karena anomali-anomali pasar modal di Indonesia salah satu faktornya disebabkan oleh perilaku psikologis investor yang tidak rasional. Hasil penelitian ini juga diharapkan akan memberikan gambaran bagi investor untuk memahami sikap rasional dan irasionalnya dalam pembuatan suatu keputusan investasi, apakah itu termasuk kedalam bias-bias perilaku investasi atau tidak sehingga mereka dapat lebih berhati-hati dalam membuat keputusan sehingga dapat membuat keputusan investasi yang lebih baik.This study aims to analyze the effect of risk tolerance, risk perception, overconfidence and emotional intelligence on investment decisions of active stock investors in Purwokerto. This research is a type of descriptive research with a quantitative approach that is analyzed using multiple regression analysis methods. The sampling technique uses purposive sampling method so that it can be known the number of samples that fit the criteria amounted to 96 samples. Based on data that has been processed in multiple regression tests, the results of this study indicate that risk tolerance, risk perception and overconfidence have no effect on investment decisions, but emotional intelligence has a positive effect on investment decisions. The implication of this research is expected to be able to develop literature on the topic of behavioral finance, where behavioral finance is an important topic to study because one of the capital market anomalies in Indonesia is one of the factors caused by irrational psychological behavior of investors. The results of this study are also expected to provide an illustration for investors to understand their rational and irrational attitudes in making an investment decision, whether it is included in the biases of investment behavior or not so that they can be more careful in making decisions so they can make more investment decisions well.
2356726734B1J014146STOK KARBON PADA PERKEBUNAN JAMBU BIJI (Psidium guajava) DI DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
Suhu rata-rata permukaan bumi terus meningkat setiap tahun. Peningkatan suhu tersebut sejalan dengan meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca (GRK) di atmosfer. Salah satu GRK yang dominan adalah karbondioksida (CO2). Guna menekan laju peningkatan suhu permukaan bumi perlu dilakukan penyerapan gas rumah kaca terutama CO2. Salah satu cara yang efektif untuk menyerap CO2 adalah dengan melakukan penanaman pohon. Pohon akan menyerap CO2 untuk fotosintesis serta akan penyimpan (stok) karbon dalam biomassa pohonnya. Semakin banyak jumlah pohon yang ditanam berdasarkan umur yang ditanam maka semakin banyak CO2 yang disimpan dalam biomassa pohon sebagai stok karbon.
Jambu biji (Psidium guajava) adalah pohon dengan ketinggian mencapai 10 m. Pohon itu menghasilkan buah yang sangat populer di masyarakat sebagai sumber vitamin. Jambu biji selain memberikan manfaat ekonomi, juga dapat memberikan manfaat ekologis, yakni dapat membantu mengurangi pemanasan global karena dapat menyerap dan juga menyimpan CO2 dalam biomassanya.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah stok karbon pada berbagai umur tegakan jambu biji serta untuk mengetahui hubungan antara umur tegakan jambu biji dengan stok karbonnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara cluster sampling. Sampel dikelompokkan ke dalam 3 kelompok umur yaitu umur < 2 tahun, < 5 tahun, dan < 9 tahun. Pada setiap kelompok umur dilakukan pengukuran stok karbon. Pendugaan stok karbon dilakukan dengan metode non-destruktif yakni dengan menggunakan persamaan allometrik. Data stok karbon pohon jambu dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan regresi.
Hasil pengukuran stok karbon menunjukkan bahwa jumlah stok karbon semakin meningkat dengan bertambahnya umur tegakan. Hasil pengukuran stok karbon tegakan jambu biji pada umur < 2 tahun sebesar 0,22 ton.ha-1, < 5 tahun sebesar 2,43 ton.ha-1, dan < 9 tahun sebesar 2,34 ton.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan stok karbon yaitu sebesar 87,4% dan dipengaruhi oleh faktor lain sebesar 12,6% dengan pola hubungan bentuk eksponensial.
The average temperature of the earth's surface continues to increase every year. The increase in temperature is in line with the increasing concentration of greenhouse gases (GHG) in the atmosphere. One of the dominant GHG is carbon dioxide (CO2). To reduce the rate of increase in the earth’s surface temperature, it is necessary to absorb greenhouse gases, especially CO2. One effective way to absorb CO2 is by planting trees. Trees will absorb CO2 for photosynthesis and will store (stock) carbon in the tree biomass. The more trees planted, the more CO2 stored in tree biomass as carbon stock.
Guava (Psidium guajava) is a tree with a height reaching 10 m. The tree produces fruit that is very popular in the community as a source of vitamins. Guava besides providing economic benefits, it can also provide ecological benefits, which can help reduce global warming because it can absorb and also store carbon dioxide in its biomass.
The purpose of this study was to determine the amount of carbon stock at various ages of the guava stands and to find out the relationship between the age of guava stands and their carbon stocks. The method used in this study is a survey method with a cluster sampling technique. Samples are grouped into 3 age groups namely <2 years, <5 years and <9 years old. At each age group carbon stock measurements are carried out. Estimation of carbon stocks is carried out by non-destructive methods using allometric equations. Guava tree carbon stock data were analyzed using variance analysis (ANOVA) and regression.
The result of stock carbon measurement showed that the total stock carbon increased with the increase of stand age. The results of measurement of stock carbon were at the age of < 2 years 0,22 tons.ha-1, age 5 years of 1,43 tons.ha-1, and age 9 years of 2,34 tons.ha-1. The result of this research showed that there is a correlation between the age with carbon reserves i.e. amounting to 87,4% and influenced by another factor of 12,6% and the pattern of relationship that formed that was exponential.
2356826737H1D012014PENGARUH PEMBUANGAN LIMBAH INDUSTRI
TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KUALITAS AIR PERRMUKAAN PADA DEBIT ALIRAN RENDAH

Di Desa Parakan Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara, terdapat komplek industri pemrosesan singkong untuk dijadikan tepung tapioka, sedangkan limbah yang dihasilkan di buang langsung ke Sungai Parakan, sebuah aliran sungai yang membentang sepanjang Desa Parakan. Hal ini menyebabkan rusaknya ekosistem perairan di aliran sungai tersebut, yang jelas-jelas sungai tersebut merupakan sungai yang peranya sangat penting untuk kehidupan masyarakat sekitar, apalagi pada musim kemarau dimana sungai masih sering digunakan untuk kegiataan sehari-hari diantaranya mencuci, mandi, bahkan untuk di konsumsi. Untuk itu penelitian ini dilakukan, dengan tujuan untuk mengukur kadar air yang terkandung pada aliran sungai yang tercemar limbah industri tepung tapioka, diantaranya ; Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), serta Dissolved Oxygen (DO). Serta dapat merencanakan sistem pengolahan air limbah (IPAL), dan mendapatkan data kurva penyebaran limbah dari pemodelan kelenturan oksigen.


In the village of Parakan Sub-district of Banjarnegara District, there is a complex of cassava processing industry to be used as tapioca starch, while the waste produced in direct discharge to Parakan River, a stream that extends along the Parakan Village. This led to the destruction of the aquatic ecosystem in the river flow, which obviously the river is a river that is very important to the life of the surrounding community, especially in the dry season where the river is still often used for Daily activities include washing, bathing, even for consumption. Therefore, this research is done, with the aim to measure the moisture content contained in the flow of rivers contaminated with the tapioca flour industry, including; Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), and Dissolved Oxygen (DO). As well as being able to plan wastewater treatment Systems (IPAL), and obtaining waste dispersing curve data from the modelling of oxygen flexibility.


2356926747I1A015035Faktor-faktor yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pada pekerja pengangkut sampah di kecamatan purwokerto utaraLatar Belakang: Kapasitas vital paru dapat dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, riwayat penyakit paru, status gizi, riwayat pekerjaan, kebiasaan merokok, kebiasaan berolahraga, penggunaan alat pelindung pernapasan, paparan debu, masa kerja dan angka kuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pada pekerja pengangkut sampah.
Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dari total populasi 68 pekerja, sampel diperoleh sebanyak 62 pekerja.
Hasil: Variabel yang berhubungan dengan kapasitas vital paru pekerja pengangkut sampah di kecamatan purwokerto utara yaitu umur (p=0,002), kebiasaan berolahraga (p=0,012), kebiasaan merokok (p=0,004) dan paparan debu (p=0,025). Variabel yang tidak berhubungan adalah jenis kelamin (p=1,000), masa kerja (p=0,748), riwayat pekerjaan (p=0,789), penggunaan alat pelindung pernapasan (p=0,750), dan status gizi (p=0,842).
Simpulan: Terdapat hubungan antara umur, kebiasaan berolahraga, kebiasaan merokok dan paparan debu dengan kapasitas vital paru pada pekerja pengangkut sampah di Kecamatan Purwokerto Utara.
Saran: Menghentikan kebiasaan merokok, membiasakan olahraga setiap hari, menggunakan masker selama bekerja dan memeriksakan kesehatan ke pelayanan kesehatan.
Background: Pulmonary vital capacity can be influenced by age, sex, history of lung disease, nutritional status, work history, smoking habits, exercise habits, use of respiratory protective equipment, dust exposure, length of service and germ count. This study aims to determine what factors are associated with vital lung capacity in garbage transport workers.
Method: This study used a quantitative analytic observational method with a cross-sectional approach. Sampling with purposive sampling technique from a total population of 68 workers, samples were 62 workers.
Results: Variables related to lung vital capacity of garbage transport workers in North Purwokerto sub-district were age (p = 0.002), exercise habits (p = 0.012), smoking habits (p = 0.004) and dust exposure (p = 0.025). Unrelated variables were gender (p = 1,000), years of service (p = 0.748), work history (p = 0.789), use of respiratory protective equipment (p = 0.750), and nutritional status (p = 0.842).
Conclusion: There is a relationship between age, exercise habits, smoking habits and dust exposure on the vital lung capacity in garbage transport workers in Purwokerto Utara District.
Suggestion: Stop smoking, get used to exercise every day, wear a mask during work and check your health at the health service.
2357026541L1C015003KARAKTERISTIK SUARA KAPAL BERDASARKAN BOBOT, TIPE DAN DAYA MESIN KAPAL DI PERAIRAN CILACAPPenelitian ini berjudul “Karakteristik Suara Kapal berdasarkan Bobot, Tipe dan Daya Mesin Kapal di Perairan Cilacap”. Karakteristik suara tergantung pada kondisi operasional (kecepatan kapal dan keadaan laut), karakteristik desain (bobot kapal), serta peralatan yang berada di atas kapal (generator, peralatan akustik aktif, tipe dan daya mesin kapal). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui spesifikasi kapal serta hubungan karakteristik suara kapal berdasarkan bobot, tipe dan daya mesin kapal yang berlayar di perairan Cilacap. Metode yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masing-masing jenis kapal yang berlayar di Perairan Cilacap memiliki spesifikasi kapal yang berbeda, mulai dari ukuran panjang kapal (7,00-68,00 m); lebar kapal (0,85-11,00 m); bobot kapal (1-864 GT); tipe mesin (outboard dan inboard); daya mesin (5 HP hingga 2 x 6.000 HP); kecepatan kapal (7-5.144 knot), dan putaran baling-baling (750-2.500 rpm). Hubungan antara karakteristik suara kapal berdasarkan bobot, tipe dan daya mesin kapal di perairan Cilacap ini menunjukan bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada nilai intensitas dan durasi interval suara serta adanya perbedaan yang sangat signifikan pada nilai frekuensi dan durasi pulsa.This study is entitled "Characteristics of Vessel Sounds based on Gross Tonnage, Type and Ship Engine Power in Cilacap Waters". Sound characteristics depend on operational conditions (ship speed and sea conditions), design characteristics (gross tonnage), and equipment dependent on the ship (generators, active acoustic equipment, type and engine power of the ship). This study aims to determine the specifications of the ship and the relationship characteristics of the sound of the ship based on the gross tonnage, type and engine power of the ship sailing on the Cilacap ship. The method used is observation and interview. The results showed that each type of ship sailing in Cilacap waters had different ship specifications, starting from the length of the ship (7.00-68.00 m); width of the ship (0.85-11.00 m); ship weight (1-864 GT); machine type (outboard and inboard); engine power (5 HP to 2 x 6,000 HP); ship speed (7-5,144 knots), and propeller rotation (750-2,500 rpm). The relationship between sound characteristics based on weight, type and engine power of the ship in Cilacap shows a significant difference in the value of the intensity and duration of the sound interval as well as a significant difference in the frequency and duration of the pulse
2357126738F1B012011PENGARUH KOMUNIKASI, SUMBER DAYA, DISPOSISI, DAN STRUKTUR BIROKRASI TERHADAP IMPLEMENTASI KEPESERTAAN PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL BAGI KATEGORI PEKERJA BUKAN PENERIMA UPAH DI PUSKESMAS I PURWOKERTO UTARAPeserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ketagori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) adalah setiap orang yang bekerja atau berusaha atas resiko sendiri atau pekerja di luar hubungan kerja yang iuran kepesertaannya ditanggung sendiri. Puskesmas I Purwokerto Utara adalah Faskes tingkat pertama yang harus didatangi peserta BPJS Kesehatan untuk berobat. Terlaksananya Implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ketagori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) ini tidak terlepas dari pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi di Puskesmas I Puswokerto Utara.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis besarnya pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi terhadap implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ketagori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survey. Teknik penggambilan sampelnya adalah sampling jenuh atau sensus . metode analisis data yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau-b, Korelasi Konkordansi Kendall W, dan Regresi Ordinal. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan kuesioner, yang didukung dengan observasi dan dokumentasi. Hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini menunjukkan: (1) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara komunikasi (X1) terhadap implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah di Puskesmas I Purwokerto Utara (Y); (2) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara sumber daya (X2) terhadap implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah di Puskesmas I Purwokerto Utara (Y); (3) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara disposisi (X3) terhadap implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah di Puskesmas I Purwokerto Utara (Y); (4) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara struktur birokrasin (X4) terhadap implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah di Puskesmas I Purwokerto Utara (Y); (5) Ada pengaruh yang positif dan signifikan antara komunikasi (X1), sumber daya (X2), disposisi (X3), dan struktur birokrasi (X4) terhadap implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah di Puskesmas I Purwokerto Utara (Y).
Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa semua variabel inndependen mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu implementasi kepesertaan program Jaminan Kesehatan Nasional bagi Kategori Pekerja Bukan Penerima Upah di Puskesmas I Purwokerto Utara (Y).
Participants in the National Health Insurance Program (JKN) in the category of self-employed workers (PBPU) are all persons wjo work or attemt at their own risk or workers outside of employment relationships whose membership fees are in charge of themselves. Puskesmas I Purwokerto Utara is the first-level health center to which BPJS Health participants must go for treatmen. The implementation of the participation of the National Health Insurance Program (JKN) in the category of self-employed workers is inseparable from the influence of communication, resources, dispositions, and bureaucratic structure in Puskesmas I Purwokerto Utara.
The purpose of this study was to determine and analyze the extent of the influence of communicaation, resources, and bureaucratic structure on the implementation of the Health Insurance affiliation category (JKN) for categories of non-salaried workers.
This research uses quantitative research methods with a survey approach. The sampling technique is saturated or by sampling. The data analysis methods used are Kendall’s Tau-b correlation, Kendall W Concordance, and ordinal regression. The data collection methods used in this study are questionnaires, supported by observation and documentation. The result of the quantitative analysis in this indicate: (1) there is a positive and significant effect between the communication (X1) on the implementation of the participation of the national health insurance program for the category of non-salaried workers at Puskesmas I Purwokerto Utara.; (2) there is a positive and significant effect between the resources (X2) on the implementation of the participation of the national health insurance program for the category of non-salaried workers at Puskesmas I Purwokerto Utara; (3) there is a positive and significant effect between the disposition (X3) on the implementation of the participation of the national health insurance program for the category of non-salaried workers at Puskesmas I Purwokerto Utara; (4) there is a positive and significant effect between the bureaucratic structure (X4) on the implementation of the participation of the national health insurance program for the category of non-salaried workers at Puskesmas I Purwokerto Utara; (5) there is a positive and significant effect between the communication (X1), resources (X2), disposition (X3), and bureaucratic structure (X4) on the implementation of the participation of the national health insurance program for the category of non-salaried workers at Puskesmas I Purwokerto Utara.
The conclusion of result of this study is that all the dependent variables have a positive and significant effect on the dependent variable, namely the implementation of the participation of the National Health Insurance Program for the self-employed in Puskesmas I Purwokerto Utara.
2357226739F1A015109KONSEPSI CANTIK DAN MENJADI CANTIK MAHASISWA PAPUA DI UNSOED : ANTARA INSTAGRAM DAN YOUTUBEInstagram dan YouTube adalah media untuk berbagi gambar dan video yang dapat menarik perhatian setiap orang terutama perempuan yang ingin tampil cantik. Namun, pandangan perempuan berbeda-beda tentang kecantikan oleh karena itu penelitian ini diberi judul “Konsepsi Cantik dan Menjadi Cantik Mahasiswa Papua di UNSOED : Antara Instagram dan YouTube”. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pandangan mahasiswa Papua tentang perempuan cantik dalam Instagram dan YouTube, konsep cantik, upayanya menjadi cantik, dan rujukan kecantikan pada Instagram dan YouTube. Lokasi penelitian ini di daerah sekitar kampus UNSOED.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan sasaran penelitian ini adalah mahasiswa Papua. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perempuan cantik di Instagram dan YouTube sangat memberi motivasi, edukasi (proses belajar), pengalaman, adanya rasa ingin tahu dan menemukan persamaan karakter kulit dan rambut sehingga banyak selebgram cantik yang memberikan tutorial. Konsep cantik dari penelitian ini adalah perempuan dapat menerima diri, percaya akan setiap karakter apa adanya diri dan mulai mengenal produk kosmetik yang digunakan oleh selebgram. Dengan mengenal selebgram rujukan, adanya upaya yang dilakukan yaitu dengan mengaplikasikan setiap proses langkah perawatan wajah, rambut dan fashion, selebgram yang dirujuk adalah mereka yang berkulit hitam, sawo matang, rambut keriting dan rambut berombak yang berasal dari negara Afrika, Amerika, Filipina dan Indonesia.
Instagram and YouTube are media for sharing pictures and videos that can attract the attention of everyone, especially women who want to look beautiful. However, women's views differ about beauty, so this study is entitled "Beautiful Conception and Becoming Beautiful Papuan Students at UNSOED: Between Instagram and YouTube". The purpose of this study was to determine the views of Papuan students about beautiful women on Instagram and YouTube, the concept of beauty, their efforts to be beautiful, and the beauty references on Instagram and YouTube. The location of this research is in the area around the UNSOED campus.
This study uses qualitative methods and the target of this study is Papuan students. The results of this study show that beautiful women on Instagram and YouTube really provide motivation, education (learning process), experience, curiosity and finding common skin and hair characters so that many beautiful celebrities provide tutorials. The beautiful concept of this research is that women can accept themselves, believe in each character as it is and begin to recognize the use of cosmetic products used by celebrities. Recognition of the referral program, the efforts made are to apply every step of the facial, hair and fashion treatment process, the program referred to are those who are black, brown, curly hair and curly hair coming from African countries, America, the Philippines and Indonesia
2357326740E2B017018JASA HUKUM KENOTARIATAN SECARA CUMA-CUMA BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU BERDASARKAN UNDANG-
UNDANG JABATAN NOTARIS DAN KODE ETIK SERTA PENERPANNYA DI KABUPATEN CILACAP
Jasa Hukum kenotariatan secara cuma-cuma bagi masyarakat tidak mampu merupakan salah satu kewajiban Notaris yang diatur dalam Undang-Undang dan Kode Etik Notaris, padahal sebagian besar menganggap bahwa orang yang menggunakan jasa Notaris biasanya adalah mereka mampu secara finansial,sehingga jarang sekali ditemui ada orang tidak mampu yang meminta pelayanan jasa notaris secara cuma-cuma, namun demikian aturan tersebut tetap ada dan hingga kini belum terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai batasan dan tata cara penerapannya, sehingga menimbulkan berbagai pemahaman yang berbeda-beda pada masing-masing Notaris, begitupun seperti yang terjadi di Kabupaten Cilacap. Perlu diketahui apakah pengaturan tersebut telah memenuhi tujuan dibentuknya hukum serta penerapan aturan tersebut di Kabupaten Cilacap. Dibahas melalui penelitian hukum dengan pendekatan perundang-undang, pendekatan konseptual dan sosiologis, kemudian dianalisis secara kualitatif. Pemerintah seharusnya dapat segera membuat aturan pelaksana dari ketentuan tersebut, organisasi notaris juga harusnya lebih gencar menyosialisasikan. Aturan ini diharapkan jugabisa diterapkan tidak hanya untuk akta non profit.

Kata Kunci : Jasa Hukum,Notaris, Secara Cuma-Cuma.
Notarial Legal Servicesfree for indigent society is one of the notary obligations which regulated in the Statute and Notary Code of Ethics, even tough most people assume that people who use Notary services are usually those who are financially capable, so it is very rare to find anyone not able to ask for free notary services, but the rule still exists and until now there has been no further explanation about the limits and procedures for its application, so giving rise to different comprehension in each of the Notaries, likewise happen in Cilacap Regency. Need to know wheter the regulation has comply the purposive of the law and the application of the regulation in Cilacap Regency. Study with the legal research with the statute approach, conceptual approach and sociological approach then analyzed qualitatively. The government should be able to immediately make implementing regulations from these provisions, the organization should also be more aggressive in socializing. This rule is expected to be applied not onlyjust to the non profit deeds.

Key words : Legal Service, Notary, Free
2357427729I1A016006ANALISIS PENENTUAN TARIF KAMAR RAWAT INAP KELAS VIP, I, II DAN III DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DI RSUD BANYUMASAbstrak
ANALISIS PENENTUAN TARIF KAMAR RAWAT INAP KELAS VIP, I, II DAN III DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DI RSUD BANYUMAS
Riska Novelasari, Arih Diyaning Intiasari, Yuditha Nindya Kartika Rizqi
Latar Belakang : Pada era saat ini perkembangan dunia usaha semakin ketat di berbagai bidang terutama kesehatan. Penentuan tarif jasa rawat inap merupakan suatu keputusan yang sangat penting, karena dapat mempengaruhi profitabilitas suatu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit cost dengan metode Actvity Based Costing untuk pasien rawat inap kelas VIP,I,I dan III RSUD Banyumas.
Metodologi : Metode analisis data yang digunakan adalah desain penelitian deskriptif komparatif kuantitatif yaitu menggambarkan metode perhitungan tarif rawat inap di RSUD Banyumas lalu membandingkannya dengan perhitungan unit cost rawat inap berdasarkan metode Activity Based Costing. Unit cost dibandingkan untuk mengetahui apakah perhitungan unit cost rawat inap dengan metode Activity Based Costing lebih menghasilkan unit cost lebih kecil atau lebih besar dari tarif RSUD Banyumas.
Hasil Penelitian : Penentuan tarif di RSUD Banyumas didasarkan pada Peraturan Bupati Nomor 79 Tahun 2014 tentang Tarif Pelayanan Non Kelas III Pada RSUD Banyumas dan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan Kelas III di RSUD Banyumas. Unit cost yang dihitung dengan metode Activity Based Costing memperoleh hasil yang lebih besar dibandingkan dengan tarif RSUD Banyumas, didapatkan perhitungan unit cost yaitu kelas VIP sebesar Rp. 619.996, kelas I sebesar Rp. 593.975, kelas II sebesar Rp. 582.059 dan kelas III sebesar Rp. 565.564.
Kesimpulan : Perhitungan unit cost dengan metode Activity Based Costing mengalami selisih kurang jika dibandingkan dengan tarif RSUD Banyumas. Metode Activity Based Costing dapat memberikan keuntungan apabila diterapkan di RSUD Banyumas yaitu dapat menghasilkan unit cost secara rinci dan akurat sesuai dengan masing-masing aktivitas pada tiap kelas kamar perawatan yang berdampak pada pendapatan rawat inap RSUD Banyumas.
Kata kunci : Activity Based Costing, Tarif, Rumah Sakit
ANALYSIS OF DETERMINATION OF VIP, I, II, and III CLASSROOM ROOMS WITH ACTIVITY-BASED COSTING METHOD IN BANYUMAS HOSPITAL
Riska Novelasari, Arih Diyaning Intiasari, Yuditha Nindya Kartika Rizqi
Background: In the current era, the development of business is getting tougher in various fields, especially in the health sector. Determination of inpatient services rates is a very important decision because it can affect the profitability of a hospital. This study aims to determine the unit cost with the Activity-Based Costing method for inpatients in the VIP, class I, II, and III in Banyumas Regional Hospital.
Methods: The method of data analysis used is a descriptive comparative quantitative research design that illustrates the method of calculating inpatient rates at Banyumas Regional Hospital then comparing it to the calculation of inpatient unit cost based on the Activity-Based Costing method. Unit costs are compared to find out whether the calculation of inpatient unit cost by using the Activity-Based Costing method produces more or less unit cost than Banyumas Regional Hospital.
Results: Determination of rates in Banyumas Regional Hospital is based on Regent Regulation Number 79 of 2014 concerning Non-Class III Service Rates at Banyumas Regional Hospital and Regional Regulation Number 12 of 2013 concerning Class III Health Services Rates at Banyumas Regional Hospital. Unit cost calculated using the Activity-Based Costing method gets more results compared to Banyumas Regional Hospital rates, which is obtained a unit cost calculation of the VIP class of Rp. 619,996, class I Rp. 593,975, class II Rp. 582,059 and class III Rp. 565,564.
Conclusion: The unit cost calculation using the Activity-Based Costing method experiences a difference when compared to the Banyumas Regional Hospital rates. The Activity-Based Costing method can provide benefits if implemented at the Banyumas District Hospital which can produce detailed and accurate unit costs according to the activities in each class of treatment rooms that have an impact on the income of the Banyumas Hospital.
Keywords: Activity-Based Costing, Cost, Hospital
2357526743F1D012047POLITIK IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG PENATAAN DAN PEMBERDAYAAN PEDAGANG KAKI LIMAPenelitian ini berjudul “Politik Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2011 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima”. Penelitan ini bertujuan untuk memahami dan mendeskripsikan proses implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2011 di Jalan Prof. Dr. HR. Boenyamin wilayah Kecamatan Purwokerto Utara serta memahami dan menjelaskan tentang aspek-aspek politik yang mempengaruhi proses implementasi Perda Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2011 tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknis pemilihan informan yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan validitas data dengan trianggulasi sumber. Sedangkan metode analisis data adalah dengan menggunakan model analisis interaktif yang memuat tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini yaitu pertama, politik implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 4 Tahun 2011 terdiri dari berbagai tahapan proses yaitu sosialisasi, pembinaan dan pendataan, dan penindakan atau razia pedagang kaki lima yang melanggar peraturan. Kedua, penelitian ini mengungkap adanya aspek politik dalam implementasi perda dimana tidak adanya pengawasan secara langsung terhadap implementator kebijakan. Selain itu tidak pernahnya Bupati ikut hadir dalam setiap penindakan yang dilakukan memunculkan sedikit anggapan bahwa adanya sedikit upaya untuk melanggengkan kekuasaan, sehingga peraturan daerah yang dibuat dan disahkan oleh Bupati yang sebelumnya berkuasa tidak dilaksanakan oleh Bupati yang sedang memimpin agar elektabilitasnya atau tingkat kepercayaan masyarakat, khususnya pedagang kaki lima tetap stabil dan bahkan bertambah seiring tidak dilaksanakannya peraturan daerah tersebut.
This study is entitled "The Politics of Implementing Regional Regulations of Banyumas Regency Number 4 of 2011 about the Arrangement and Empowerment of Street Vendors". This research aims to understand and describe the process of implementing Regional Regulation Number 4 of 2011 on Jalan Prof. Dr. HR. Boenyamin North Purwokerto Subdistrict region and understand and explain the political aspects that influence the implementation of the Banyumas Regency Regulation No. 4 of 2011 concerning Structuring and Empowering Street Vendors.
This study uses qualitative research methods with a case study approach. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observations, and documentation. The technique of checking data validity with source triangulation. While the method of data analysis is to use an interactive analysis model that contains three components, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing.
The results of this study are first, the politics of implementation of Banyumas Regency Regulation Number 4 of 2011 consists of various stages of the process, namely socialization, guidance and data collection, and action or raids on street vendors who violate regulations. Second, this research reveals the political aspects in the implementation of local regulations where there is no direct supervision of policy implementers. In addition, the Bupati was never present in every action taken, giving rise to a slight assumption that there was little effort to perpetuate power, so that regional regulations made and approved by the Regent who was previously in power were not implemented by the Regent who was leading so that his electability or level of public trust, especially street vendors remained stable and even increased as the local regulations were not implemented.
2357626744B1B015039DIVERSITY AND EVENNESS OF MEDICINAL PLANTS IN BANTARBOLANG NATURE RESERVE BLOCK 19-21, PEMALANG, CENTRAL JAVARINGKASAN
Cagar alam Bantarbolang yang terletak di desa Kebon Gede, Kecamatan Bantarbolang, Kabupaten Pemalang. Bantarbolang salah satu cagar alam yang mempunyai struktur dan komposisi vegetasi yang kompleks, sehingga memungkinkan terdapat keanekaragaman jenis tumbuhan yang dapat tumbuh di dalam kawasan konservasi, salah satunya adalah keanekaragaman jenis tumbuhan bawah yang berkhasiat obat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan obat di cagar alam Bantarbolang blok 19-21 dan untuk mengetahui kemerataan jenis tumbuhan obat di cagar alam Bantarbolang blok 19-21.
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survai dan pengambilan sampel menggunakan petak kuadrat secara sistematis. Variabel yang diamati terdiri dari Variabel terikat adalah jenis tumbuhan obat, sedangkan variabel bebas meliputi faktor lingkungan yang terdiri atas suhu, intensitas cahaya, kelembapan, tutupan kanopi pohon, pH tanah dan parameter yang diamati adalah jumlah jenis dan jumlah individu tumbuhan obat. Sampel tumbuhan obat dibuat herbarium dan disimpan di PUNS sebagai informasi di masadepan. Data yang dipeloreh dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP), Indeks Keanekaragaman (H’), Indeks Kemerataan Jenis (e) dan indeks kesamaan komunitas (IS). Hasil penelitian didapatkan keanekaragaman obat di Cagar Alam Bantarbolang Blok 19-21 termasuk tinggi (H’≥0) terdapat 48 jenis dari 33 famili tumbuhan obat. Kemerataan jenis tumbuhan obat di cagar alam Bantarbolang blok 19-21 tergolong rendah (e mendekati angka 0). Alocasia cucullata merupakan jenis tumbuhan obat yang dominan pada jarak 0-200 meter dari tepi hutan.

This study was conducted in Bantarbolang Nature Reserve located in Kebon Gede village, Bantarbolang sub-district, Pemalang Regency. Bantarbolang is one of the nature reserves that have the structure and composition of complex vegetation so that there is a diversity of plants which can grow in a conservation area, such as medicinal plants diversity. The objectives of this study were to know the various species of medicinal plants in the Bantarbolang nature reserve block 19-21 and to know the evenness of medicinal plants in the Bantarbolang nature reserve block 19-21.
This study was conducted with survey methods and sampling using a systematic square plot. The variables observed consists of dependent variables i.e. the species of medicinal plant and independent variables include environmental factors i.e. temperature, light intensity, humidity, canopy cover, and soil pH. The parameters observed are the number of species and individual number of medicinal plants. The data were analyzed using the Important Value Index (IVI), Diversity Index (H'), Evenness Index (e) and Similarity Index (IS). The plant samples were made into voucher herbarium and stored in PUNS for future references. The results of the study showed that the diversity of medicinal plants in the Bantarbolang Nature Reserve Block 19-21 was high (H’≥0) with 48 species from the 33 families of medicinal plants. Evenness of medicinal plants in Bantarbolang nature reserve block 19-21 is low (e closer to 0). Alocasia cucullata is a dominant species of medicinal plant of a distance of 0-200 meters from the forest edge.
2357726745C1G015014THE DEMAND OF SHARIA INSURANCE (An Empirical Study at PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia, Tangerang)Empiris pada PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia, Tangerang, Banten) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beberapa faktor seperti pendapatan, harga premi, agama, dan usia terhadap permintaan asuransi syariah pada PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia dan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap permintaan asuransi syariah di PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan teknik analisis data Binary Logistic Regression dengan menggunakan data primer yang diambil dari 90 responden pemegang polisdariPT. Sunlife Financial Syariah Indonesia. Dalam menguji hipotesis menggunakan uji F dan uji t parsial dengan teknik Wald Statistik dengan taraf nyata signifikansi 0.05.
Penelitian ini memiliki kebaruan dari penelitian sebelumnya yaitu variabel yang digunakan dalam penelitian yaitu variabel agama yang digunakan dengan variabel dummy sedangkan dalam penelitian sebelumnya menggunakan skala likert. Pada penelitian ini dilakukan di PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia kantor cabang Tangerang, Banten dan penelitian ini dilakukan pada tahun 2019. Dengan demikian, penelitian Permintaan Asuransi Syariah ini masih tertarik untuk dilakukan.
Hasil analisis Binary LogisticRegressionmenunjukkan bahwa pendapatan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap permintaan asuransi syariah yang menunjukan besar kecilnya permintaan asuransi syariah dipengaruhi oleh pendapatan. Harga premi dan usia berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan asuransi syariah yang menunjukan bahwa usia dan harga premi berpengaruh terhadap permintaan asuransi syariah. Agama berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap permintaan asuransi syariah hal ini menunjukan bahwa agama apapun yang dianut pemegang polis tidak berpengaruh terhadap permintaan asuransi syariah. Dalam penelitian ini variabel yang berpengaruh adalah variabel harga premi.
This study aims to analyze the factors that influence of the demand of sharia insurance and the factors that most influence the demand of sharia insurance at PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia. This research was conducted in Gading Serpong, South Tangerang, Indonesia with a sample of 90policyholders of sharia insurance at PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia. Data analysis techniques using Binary Logistic Regression.
The dependent variable in this study is the demand of sharia insurance and the independent variables areincome, price of premium insurance, religion, and age. The results showed that income, price of premium insurace and age had an influence on the decisions of the demand of sharia insurance, while religion did not affect the demand of sharia insurance. The most influential factor is price of premium insurance.
Based on data analysis, it can be concluded that the variables of income, price of premium insurance, and age are influence the demand of choosing the product of sharia insurance at PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia, while religion variables state that there is no difference in Moslem and Non Moslem on choosing the product of sharia insurance at PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia. The most influential factor is price of premium insurance. Referring to this conclusion, it can be implied that because price of premium insurance as the most influential factor, price of premium insurance must suit for the needs and capabilities of policyholders at PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia. Price of premium insurance suggested to be more affordable and more varied. PT. Sunlife Financial Syariah Indonesia suggested to be more creative and innovative in providing sharia insurance products.
2357826746F1B112038EVALUASI MASA STUDI MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA S-1
(Studi Masa Penyusunan Tugas Akhir di Program Studi S-1 Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman)
Pada umumya setiap perguruan tinggi, mengharapakan dapat meluluskan mahasiswa program studi sarjana tepat waktu. Namun pada pelaksanaannya, masih banyak mahasiswa yang tidak lulus tepat waktu yang disebabkan oleh berbagai faktor. Berdasakan hal ini, maka penelitian ini mengkaji tentang bagaimana masa studi dan masa penyusunan tugas akhir mahasiswa program studi sarjana (S-1) berdasarkan jenis kelamin, tahun masuk, dan nilai skripsi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kohort dengan desain deskriptif. Sasaran penelitian yakni mahasiswa program studi Ilmu Administrasi Negara yang telah menyelesaikan masa studinya dalam 3 tahun terakhir yakn pada periode tahun 2015 hingga periode wisuda Juni 2019. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil tabulasi silang (crosstab) diketahui masa penyusunan tugas akhir dan masa skripsi memiliki hubungan dengan jenis kelamin dan nilai skripsi pada mahasiwa dministrasi Negara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan mahasiswa perempuan serta mahasiwa yang memperoleh nilai akumulatif skripsi A cenderung memiliki masa penyusunan skripsi dan masa skripsi yang relatif singkat. Akan tetapi, dari hasil tabulasi silang juga menunjukkan tahun masuk tidak memiliki hubungan masa penyusunan skripsi dan dan masa skripsi mahasiwa jurusan Ilmu Administrasi Negara.In general, every tertiary institution, hopes to graduate undergraduate study programs on time. But in practice, there are still many students who do not graduate on time due to various factors. Based on this, this study examines how the study period and the period of preparation of the final assignment of undergraduate students (S1) based on gender, year of entry, and thesis value. The research method used in this research is quantitative research with a cohort study approach with descriptive design. The research objectives were students of the State Administration study program who had completed their studies in the last 3 years, namely in the period of 2015 to the graduation period of June 2019. The data collection method used was documentation. Data analysis uses descriptive statistical analysis. The results showed that the results of the cross tabulation (crosstab) known the preparation of the final project and the period of the thesis have a relationship with gender and the value of the thesis in State administration students. Based on the results of the study showed that female students and students who obtained the cumulative value of thesis A tended to have a relatively short thesis preparation period and thesis period. However, the results of the cross tabulation also showed that the year of entry had no relationship between the preparation of the thesis and the thesis period of the students majoring in State Administration.
2357926748I1E015027HUBUNGAN ANTARA KELINCAHAN, KELENTUKAN PERGELANGAN KAKI, DAN KOORDINASI MATA-KAKI
TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA
PESERTA EKSTRAKURIKULER FUTSAL
SMK NEGERI 1 PURWOKERTO
Latar Belakang: Keterampilan menggiring bola dipengaruhi oleh kondisi fisik diantaranya kelincahan, kelentukan pergelangan kaki, dan koordinasi mata-kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelincahan, kelentukan pergelangan kaki, dan koordinasi mata-kaki terhadap keterampilan menggiring bola pada peserta ekstrakurikuler futsal SMK Negeri 1 Purwokerto.

Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian korelasional. Penelitian korelasional adalah tipe penelitian dengan karakteristik masalah berupa hubungan korelasional antara dua variabel atau lebih. Instrumen penelitian korelasi ini adalah dogging run untuk mengukur kelincahan, tes statis fleksibilitas pergelangan kaki untuk mengukur kelentukan pergelangan kaki, soccer wall volley untuk mengukur koordinasi mata-kaki, dan soccer dribble test untuk mengukur keterampilan mengging bola. Penelitian ini menggunakan subjek siswa ekstrakurikuler futsal putra SMK Negeri 1 Purwokerto yang berjumlah 20 orang. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, linearitas, dan pengujian hipotesis menggunakan rumus korelasi pearson product moment.

Hasil Penelitian: Terdapat hubungan kelincahan (X1) dengan keteranpilan menggiring bola (Y) sebesar 0,947, terdapat hubungan kelentukan pergelangan kaki (X2) dengan keterampilan menggiring bola (Y) sebesar 0,925, terdapat hubungan koordinasi mata-kaki (X3) dengan keterampilan menggiring bola (Y) sebesar 0,932, dan terdapat hubungan kelincahan, kelentukan pergelangan kaki, dan koordinasi mata kaki scara bersama-sama (X1X2X3) dengan keterampilan menggiring bola (Y) sebesar 0,959.

Kesimpulan: Semakin baik kelincahan maka semakin baik keterampilan menggiring bola. Semakin baik kelentukan pergelangan kaki maka semakin baik keterampilan menggiring bola. Semakin baik koordinasi mata kaki maka semakin baik keterampilan menggiring bola. Semakin baik kondisi fisik seperti kelincahan, kelentukan pergelangan kaki, dan koordinasi mata-kaki maka semakin baik keterampilan menggiring bola.

Kata Kunci: kelincahan, kelentukan pergelangan kaki, koordinasi mata-kaki, keterampilan menggiring bola
Background: Dribbling skills are influenced by physical conditions including agility, ankle fleibility, and eye-foot coordination. This study aims to determine the correlation between the agility, ankle flexibility,and eye-foot coordination on dribbling skills in futsal extracurricular participants Purwokerto State 1 Vocational School.

Methodology: This research is correlation research. Correlation research is a type of research with the characteristics of the problem of correlational relationships between two or more variables. This correlation research instrument is a dogging run to measure agility, a static ankle flexibility test to measure ankle flexibility, soccer wall volley to measure eye-foot coordination, and a soccer dribble test to measure dribbling skills. This research uses the subject of futsal etracurricular male students of Purwokerto State 1 Vocational School, amounting to 20 people. Data analysis techniques using the test for normality, linearity, and hypothesis testing using the Pearson Product Moment correlation formula.

Results: There is a correlation of agility (X1) with dribbling skills (Y) of 0,947, there is correlation of ankle flexibility (X2) with dribbling skills (Y) of 0,925, there is a correlation of eye-foot coordination (X3) with dribbling skills (Y) amounted to 0,932, and there was a correlation agility, ankle flexibility, and eye-foot coordination (X1X2X3) with dribbling skills (Y) of 0,959.

Conclusion: The better agility, the better skills of dribbling. The better ankle fleibility, the better skills of dribbling. The better eye-foot coordination, the better skills of dribbling. The better physical conditions such as agility, ankle flexibility, and eye-foot coordination, the better skills of dribbling.

Keyword: agility, ankle flexibility, eye-foot coordination, dribbling skills
2358026749I1E015048PENYUSUNAN BUKU SAKU JURUS SENI TUNGGAL PENCAK SILAT SEBAGAI PEDOMAN LATIHAN BAGI PESERTA EKSTRAKURUKULER PENCAK SILAT
SMAN 1 PURWAREJA KLAMPOK
Latar Belakang: Kategori seni tunggal adalah kategori dalam pencak silat yang menampilkan seorang pesilat memperagakan jurus seni tunggal baku. Media berlatih menggunakan video kurang cocok bagi pesilat pemula, karena sudah mengandung unsur pengembangan gerak. Penelitian ini menghasilkan buku saku jurus seni tunggal pencak silat sebagai pedoman latihan bagi peserta ekstrakurikuler SMAN 1 Purwareja Klampok.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D). Penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Uji Coba Pemakaian (Skala Kecil), (6) Revisi Produk, (7) Uji Coba Produk (Skala Besar), (8) Revisi Desain, (9) Revisi Produk, (10) Produksi Massal. Data yang diperoleh adalah data kualitatif berupa saran dan masukan dari ahli. Penelitian ini menggunakan uji coba skala kecil dan skala besar.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian dan pengembangan ini berupa produk buku saku jurus seni tunggal pencak silat. Buku saku jurus seni tunggal pencak silat yang sedang dikembangkan menurut ahli adalah sebagai berikut: a. Ahli materi adalah “layak” digunakan sebagai pedoman latihan, b. Ahli media adalah “layak” digunakan sebagai pedoman latihan, c. Ahli bahasa adalah “layak” digunakan sebagai pedoman latihan

Kesimpulan: Buku saku jurus seni tunggal pencak silat sangat layak digunakan sebagai pedoman latihan bagi pesilat kategori tunggal.

Kata Kunci: Buku Saku, Jurus Seni Tunggal Pencak Silat, Pedoman Latihan
Background: Seni tunggal is a category in pencak silat martial art which displays a fighter demonstrating the standard single stance moves. The learning media using videos is less suitable for new extracurricular participants or beginner fighters as it already contains elements of motion development. This research produced a pocket book of jurus seni tunggal pencak silat as a practice guideline for new extracurricular participants of SMAN 1 Purwareja, Klampok.

Methodology: Method used in this research is Research and Development (R&D). The research was carried out by several steps: (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Design Validation, (5) Usage Testing (Small Scale), (6) Product Revision, (7) Trial Products (Large Scale), (8) Design Revisions, (9) Product Revisions, (10) Mass Production. The data obtained are qualitative data in the form of advice and input from experts. This research uses small scale and large large Scale.

The Results: The results of this research and development are in the form of jurus pencak silat seni tunggal pocket book. The jurus pencak silat seni tunggal pocket book that is being developed according to the expert is as follows: a. Material experts are "worthy" to be used as a training guide, b. Media experts are "worthy" to be used as a training guide, c. Linguists are "worthy" to be used as a training guide

The Conclusion: Jurus seni tunggal pencak silat pocket book is very suitable to be used as a training guideline for participants focusing on tunggal category.

Keywords: Pocket Book, Jurus Seni Tunggal Pencak Silat, Practice Guidelines