Artikelilmiahs
Menampilkan 23.641-23.660 dari 50.268 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23641 | 26806 | I1A015047 | FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II PURWOKERTO TIMUR TAHUN 2019 | Latar Belakang: MKJP merupakan salah satu strategi pemerintah yang ditawarkan kepada masyarakat dengan memberikan manfaat secara optimal dan meminimalkan efek samping. MKJP dapat dipakai dalam jangka waktu lebih dari dua tahun efektif dan efesien untuk menjarangkan kehamilan dan mengakhiri kehamilan. Penggunaan MKJP di Indonesia masih sangat rendah yaitu sebesar 17,45% serta di Jawa Tengah sebesar 37,2%. Wilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Timur masih relatif rendah yaitu sebesar 40,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan MKJP diwilayah kerja Puskesmas II Purwokerto Timur. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian berjumlah 100 orang akseptor MKJP dan non MKJP, dipilih secara simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil Penelitian: Analisis uji regresi logistik menunjukkan variabel yang berpengaruh terhadap pengguaan MKJP yaitu paritas (OR = 6,997), sikap ( OR = 4,630) dan biaya pemasangan alat kontrasepsi ( OR = 0,202). Variabel yang tidak berpengaruh terhadap MKJP yaitu umur responden, pendapatan kepala keluarga, jenis kelamin anak, pengetahuan, dukungan suami, dan peran PLKB. Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di wilayah kerja Puskemas II Purwokerto Timur yaitu paritas dan sikap. Variabel yang paling berpengaruh dengan penggunaan MKJP yaitu paritas. Disarankan kepada Puskesmas II Purwokerto Timur untuk meningkatkan dalam memberikan informasi mengenai MKJP kepada PUS dan WUS. Kata Kunci: Faktor yang berpengaruh, akseptor, penggunaan MKJP | Background: LARC is one of the government strategies offered to the community by providing optimal benefits and minimizing side effects. MKJP can be used in a period of more than two years effective and efficient to spread pregnancy and terminate the pregnancy. The use of LARC in Indonesia is still very low of 17.45% and in Central Java of 37.2%. The use of LARC in the working area of the Puskesmas II East Purwokerto II is still relatively low of 40.8%. This study aimed to determine the factors that affect the use of LARC in the working area of Puskesmas II East Purwokerto. Method: This research was a quantitative study using a cross-sectional approach. The research subjects were 100 LARC and non LARC acceptors, selected by simple random sampling. The research instrument used a questionnaire. Bivariate analysis was performed with the Chi-Square test, and multivariate analysis with Logistic Regression. Results: The Logistics regression test analysis shows a variable that affects the LARC a parity (OR = 6,997), attitude (OR = 4,630) and the cost of installing contraceptives (OR = 0,202). Variables that have no effect on LARC are age of respondents, family head income, child gender, knowledge, husband support, and the role of PLKB. Conclusion: The variables associated with the use of LARC in the working area of Puskesmas II East Purwokerto were parity and attitude. The most influential variable on the use of LARC was parity. Suggested to Puskesmas II East Purwokerto to improve in providing information about LARC to PUS and WUS. Keywords: Factors that influence, acceptor, the use of LARC | |
| 23642 | 26797 | F2C017010 | Strategi Pengelolaan Reputasi dalam Aktivitas Kehumasan Institut Teknologi Telkom Purwokerto di Era Disrupsi | Penelitian ini membahas mengenai aktivitas kehumasan pada Institut Teknologi Telkom Purwokerto dalam mengelola dan membangun reputasi di era disrupsi. Reputasi di lembaga pendidikan tinggi dipandang sebagai aspek penting dalam menciptakan aktivitas yang berkaitan dengan komunikasi instansi dengan publik dan para pemangku kepentingan (stakeholder). Humas di era disrupsi idealnya adalah memiliki kemampuan dalam mengelola publikasi secara digital, menyusun program kehumasan yang inovatif dan kreatif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik triangulasi digunakan untuk memvalidasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas kehumasan kampus Institut Teknologi Telkom Purwokerto siap menghadapi era disrupsi melalui peningkatan pengelolaan informasi secara digitalisasi dan pembangunan strategi yang baik melalui metode penyusunan dan evaluasi pada setiap program melalui metode POAC (Plan, Organization, Actualling, Controlling). Setiap program kehumasan ITTP memiliki peran dalam membentuk opini publik positif bagi institusi serta didukung adanya implementasi kebijakan manajemen berbasis ISO 9001:2015 dan peningkatan kualitas SDM Tenaga Pendidik. | This research discusses about the public relation activity at the Institut Teknologi Telkom Purwokerto in managing and developing the reputation in the disruption era. The reputation in the university is considered as the important aspect in creating the activities that related with the department communication with the public and stakeholder. Public relation in the disruption era ideally has the capability in managing the publication digitally, creating the public relation program innovatively and creatively. This research uses the qualitative research method by conducting the technique of data collection by using observation, interview, and documentation. Triangulation techniques was applied to validate data. The result of research shows that the public relation activity in Institut Teknologi Telkom Purwokerto is ready to face disruption era through increasing the information management digitally and developing good strategy through the method of arrangement and evaluation in every program through method of POAC (Plan, Organization, Actual, Controlling). Every public relation program ITTP has role in establishing the positive public opinion for the institution and it is also supported by the implementation of management policy that based on ISO 9001:2015 and increment of Educated Officer Human Resource Quality. | |
| 23643 | 29057 | I1C016002 | FORMULASI DAN PENGARUH PENGUSAPAN TISU BASAH KOMBINASI EKSTRAK KULIT NANAS DAN KITOSAN SEBAGAI TISU DISINFEKTAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAN IRITASI | Penggunaan tisu basah merupakan alternatif yang dapat diterima untuk membersihkan toilet umum, casing handphone, jam tangan, tombol lift, dalam membunuh bakteri pada permukaannya. Kombinasi ekstrak kulit nanas 50% b/v dan kitosan 1% b/v (ratio 1:1) memenuhi KBM dan menunjukkan kematian bakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui formulasi dan pengaruh pengusapan tisu basah kombinasi ektrak kulit nanas dan kitosan terhadap aktivitas antibakteri dan iritasi.Penelitian ini meliputi pembuatan larutan Ekstrak kulit nanas 50% b/v dikombinasikan dengan kitosan 1% b/v (ratio 1:1). Kemudian mengimmobilisasi larutan kombinasi pada serat viselin, tisu wajah dan tisu makan. Dilakukan uji determinasi, identifikasi enzim, uji pH, Uji immobilisasi serat tisu, uji aktivitas antibakteri dan iritasi. Data disajikan berupa tabel dan gambar dianalisis secara deskriptif. Uji identifikasi menunjukkan kulit nanas positif mengandung enzim bromelin. Berdasarkan uji immobilasasi serat tisu yang paling bagus adalah serat viselin. Tisu basah kombinasi memiliki rerata pH 4,16 ± 0,0417. Pengusapan menggunakan tisu basah kombinasi dapat membunuh bakteri pada permukaan objek lebih baik dibanding tisu basah komersil ditandai tidak adanya pertumbuhan bakteri pada media MHA dan tidak mengiritasi kulit. Tisu basah kombinasi ekstrak kulit nanas dan kitosan dapat diformulasikan sebagai tisu disinfektan yang membunuh bakteri dan tidak mengiritasi kulit. | The use of wet wipes is an acceptable alternative for cleaning public toilets, cellphone casings, watches, elevator buttons, in killing bacteria on its surface. The combination of pineapple peel extract 50% w / v and chitosan 1% w / v (ratio 1: 1) fulfills MIC and shows bacterial death. The aim of this study was to determine the formulation and wiping effect of wet tissue using pineapple skin extract and chitosan on antibacterial activity and irritation. This research involved making pineapple skin extract solution 50% w / v combined with 1% w / v chitosan (ratio 1: 1). Then immobilize the combined solution on viselin fibers, facial tissues and eating tissues. Tests carried out are determination, enzyme identification, pH test, tissue fiber immobilization test, antibacterial activity test and irritation test. Data is presented in the form of tables and figures and then analyzed descriptively. Identification test showed positive pineapple skin containing bromelin enzyme. Based on tissue fiber immobilization test, the best is viselin fiber. Combination wet wipes have a mean pH of 4.16 ± 0.0417. Wipe using a combination of wet tissue can kill bacteria on the surface of the object better than commercial wet tissue characterized by the absence of bacterial growth on the MHA media and does not irritate the skin. Wet tissue combination of pineapple skin extract and chitosan can be formulated as a disinfectant tissue that kills bacteria and does not irritate the skin | |
| 23644 | 26798 | B1A015048 | EFEKTIFITAS ZAT AKTIF FIPRONIL PADA BERBAGAI SUBSTRAT FAGOSTIMULAN UNTUK PENGENDALIAN KECOAK JERMAN (Blattella germanica L.) | Kecoak Jerman (Blattella germanica L.), adalah serangga pengganggu permukiman dan vektor berbagai macam penyakit. Dalam rangka pengendalian populasinya, saat ini mulai dikembangkan model alternatif pengendalian kimiawi umpan beracun dengan bahan aktif Fipronil 0,03%. Guna meningkatkan efektifitas umpan dalam mengendalikan kecoak Jerman, perlu dikembangkan kombinasi fipronil 0.03% dengan umpan berfagostimulan pisang, durian, gula erythisol, dan formulasi gula, oleh karena itu kajian tentang hal ini perlu dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK), lima perlakuan berupa perlakuan A: umpan dengan kombinasi fagostimulan pisang dan 0,03% fipronil, B: umpan dengan kombinasi fagostimulan durian dan 0,03% fipronil, C: umpan dengan kombinasi fagostimulan gula erythisol dan 0,03% fipronil, D: umpan dengan kombinasi fagostimulan gula dan 0,03% fipronil, K: umpan dengan kombinasi matriks dan fipronil 0,03% (kontrol positif) digunakan untuk uji ketertarikan, serta umpan dengan matriks tanpa fipronil 0,03% (kontrol negatif) digunakan untuk uji mortalitas. Hasil pengamatan pada uji ketertarikan memproleh hasil rata-rata untuk umpan berfagostimulan durian, pisang, formulasi gula, gula erytrisol dan kontrol berturut-turut yaitu 20%, 20%, 21,6%, 12,4% dan 22,8%, sedangkan hasil pengamatan untuk bobot umpan yang dikonsumsi hasil rata-ratanya untuk umpan berfagostimulan durian 0.29g, pisang 0.31g, formulasi gula 0.28g, gula erytrisol 0.26g dan kontrol 0.24g. Namun berdasarkan uji statistik hasil uji ketertarikan dengan uji konsumsi umpan antar perlakuan menunjukan perbedaan tidak nyata (p>0.05). Hasil uji mortalitas menunjukan rata-rata kematian kecoak jerman untuk umpan dengan fagostimulan durian, pisang, formulasi gula, gula erytrisol dan kontrol berturut-turut yaitu 98%, 100%, 98%, 98% dan 20%, berdasarkan hasil uji statistik terdapat perbedaan yang nyata (p<0.05), dimana perbedaan bardasarkan uji Duncan terdapat diantara perlakuan dengan kontrol. | German cockroach (Blattella germanica L.), is a residential insect pest and vector of various diseases. In order to control its population, alternative chemical control models with Fipronil 0.03% are now being developed. Fipronil has been proven to be effective and has no resistance. In order to increase the effectiveness of the bait in controlling German cockroaches, fipronil 0.03% combination needs to be developed with a phagostimulant bait of bananas, durian, erythisol sugar, and sugar formulation, so this study needs to be done. This study used an experimental method with a randomized block design (RBD), five treatments such as A: bait with a combination of banana phagostimulant and 0.03% fipronil, B: bait with a combination of durian phagostimulant and 0.03% fipronil, C: bait with a combination erythisol phagostimulant and 0.03% fipronil, D: bait with a combination of sugar phagostimulant and 0.03% fipronil, K: bait with a combination of matrix and fipronil 0.03% (control positive) was used for the interest test, and bait with a matrix without fipronil 0.03% (control negative) was used for mortality testing. The observations the average results for durian, banana, sugar formulated, erytrisol sugar and controls, respectively 20%, 20%, 21.6%, 12.4% and 22.8%, while the results bait consumed with durian stimulation are 0.29g, banana 0.31g, sugar formulation 0.28g, erytrisol sugar 0.26g and control 0.24g. However, based on statistical tests the results of the interest test with the feed consumption test between treatments showed no significant difference (p>0.05). The test results mortality of cockroaches Germany's feed with phagostimulan durian, banana, formulations sugar, sugar erytrisol and control consecutively 98% 100 %, 98%, 98% and 20%, based on the statistical test there is a significant difference (p<0.05), where the difference based on the Duncan test is there treatment compared to control. | |
| 23645 | 26811 | G1I014037 | IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP PEMBELAJARAN PENJAS MATERI TEKNIK DASAR PASSING SEPAKBOLA KELAS VIII SMP N 1 KEMBARAN | ABSTRAK IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINTIFIK TERHADAP PEMBELAJARAN PENJAS MATERI TEKNIK DASAR PASSING SEPAK BOLA KELAS VIII SMP N 1 KEMBARAN Panji Nur Wicaksono, Indra Jati Kusuma, Rifki Festiawan Abstrak Latar Belakang : Kurikulum 2013 mengamanatkan pendekatan saintifik untuk mewujudkan cita-cita pendidikan nasional, 5M (Mengamati, Mencoba, Menalar, Menanya, Mengkomunikasikan). Melalui hal itu maka dalam penerapan pembelajaranya harus bisa mengamalkan 5M untuk mengetahui apakah penerapan pendekatan saintifik sudah berjalan dengan baik. Penelitian ini hendak menganalisis penerapan pendekatan saintifik di SMP N 1 Kembaran untuk mengetahui jalanya penerapan pendekatan saintifik melalui fokus pembelajaran yaitu materi teknik dasar passing sepakbola pada mata pelajaran penjas kelas VIII. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan secara Teknik yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling .Keabsahan data dilakukan melalui trianggulasi Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model Miles dan Huberman. Hasil Penelitian: 1. Penerapan pendekatan saintifik sudah berjalan baik dalam pembelajaran penjas materi teknik dasar passing sepakbola kelas VIII. 2. Penerapan pendekatan saintifik sudah baik dan sudah membuahkan hasil namun belum bisa dikatakan sempurna karena harus menyesuaikan kondisi siswa. 3. Keberhasilan penerapan pendekatan saintifik secara sempurna dipengaruhi oleh kondisi siswa. Kesimpulan: Penerapan pendekatan saintifik sudah baik dilakasanakan oleh guru dan sekolah dan sudah membuahkan hasil yang di inginkan namun belum bisa dikatakan sempurna karena masih harus disesuaikan dengan kondisi siswa. Kata Kunci: Penerapan Pendekatan Saintifik. Penjas , teknik dasar passing sepakbola. | ABSTRACT IMPLEMENTATION OF SCIENTIFIC APPROACH TO LEARNING MATERIAL EDUCATION BASED ON FOOTBALL CLASS VIII PASSING TECHNIQUE JUNIOR HIGH SCHOOL 1 Panji Nur Wicaksono, Indra Jati Kusuma, Rifki Festiawan Abstract Background: The 2013 curriculum mandates a scientific approach to realizing the ideals of national education, 5M (Translated:Observing, Trying, Reasoning, Asking, Communicating). Through this, the application of the learner must be able to practice 5M to find out whether the application of the scientific approach is going well. This study wanted to analyze the application of the scientific approach at SMP N 1 Kembaran to find out a way to apply the scientific approach through the focus of learning, namely the basic techniques of passing football in class VIII Physical Education subjects. Research Methods: This study uses qualitative research, the technique of data collection is done in a technique that is used in this study using purposive sampling. The validity of the data is done through triangulation The analysis used in this study is the Miles and Huberman models. Research Results: 1. The application of the scientific approach has been going well in learning Physical Education basic techniques passing material class VIII. 2. The application of the scientific approach is good and has produced results but can not be said to be perfect because they have to adjust the conditions of students. 3. The successful application of a scientific approach is perfectly influenced by the condition of students. Conclusion: The application of scientific approach has been carried out by both teachers,students, schools and produced the desired results but cannot said to be perfect because has to be adjusted to the conditions of students. Keywords : Application of scientific approach. Physical education. The basic technique of passing football | |
| 23646 | 26814 | I1E015029 | PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI ALAT BANTU PEMBELAJARAN SISWA KELAS V SD N 3 KALIPELUS BANJARNEGARA | PENINGKATAN HASIL BELAJAR TOLAK PELURU MELALUI ALAT BANTU PEMBELAJARAN SISWA KELAS V SD N 3 KALIPELUS BANJARNEGARA Khristian Adhi Chandra Latar Belakang: Materi tolak peluru pada sekolah dasar akan selalu mengalami perubahan untuk mendapat hasil yang lebih baik. Sehingga diperlukan upaya peningkatan hasil belajar tolak peluru melalui penelitian tindakan kelas berupa “Peningkatan hasil belajar tolak peluru melalui alat bantu pembelajaran siswa kelas V SD N 3 Kalipelus Banjarnegara. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas atau Classroom Action Research dengan cara menolak peluru 3kg sejauh mungkin kemudian diukur menggunakan roll meter. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD N 3 Kalipelus Banjarnegara sebanyak 25 orang. Hasil Penelitian: Pada kondisi awal, aspek pengetahuan terdapat 6 peserta didik (24%) yang mencapai kriteria tuntas, sedangkan sisanya 19 peserta didik (86%) belum tuntas, pada aspek keterampilan terdapat 6 peserta didik (24%) yang mencapai tuntas, sedangkan 19 peserta didik lainnya (86%) belum tuntas. Pada Siklus 1 dalam aspek pengetahuan terdapat 17 peserta didik (68%) mencapai kriteria tuntas, dan 8 peserta didik (32%) belum tuntas, pada aspek keterampilan terdapat 16 peserta didik (64%) mencapai kriteria tuntas, dan 9 peseta didik (36%) belum tuntas. Pada Siklus 2 dalam aspek pengetahuan terdapat 19 peserta didik (76%) mencapai kriteria tuntas, dan 6 peserta didik (24%) belum tuntas, sedangkan dalam aspek keterampilan terdapat 18 peserta didik (72%) mencapai kriteria tuntas, dan 7 peserta didik (28%) belum tuntas. Kesimpulan: Terdapat peningkatan hasil belajar tolak peluru pada siswa kelas V SD N 3 Kalipelus menggunakan alat bantu pembelajaraan Bola berekor dan lingkaran rotan lebih efektif dibandingkan dengan hasil belajar sebelum menggunakan alat bantu. | THE IMPROVEMENT ON THE OUTCOME OF PRACTICING SHOT PUT THROUGH LEARNING RESOURCES AT SD N 3 KALIPELUS BANJARNEGARA. Khristian Adhi Chandra Background: In order to get a better outcome, the material of shot put tends to change over the time. Therefore it needs improvement on the learning outcome through a clasroom-based research in the form of “Improvement on the outcome of Practicing Shot Put through Learning Resource at SDN 3 Kalipelus Banjarnegara”. Methodology: This research is a clasroom action research with test marks were taken by pushing a 3 kilogram weight ball calibrated using tape measure. The subjects of this research are the fifth grade students from SDN 3 Kalipelus Banjarnegara. Result: In some basic aspects of knowledge, there were 6 students (24%) who fit the criteria, on the other hand, the rest of 19 students (86%) did not. In the fisrst cycle, 17 students (68%) who met the qualifications and 8 students (32%) who did not. In the skillfulness aspect, 16 students (64%) reached all-encompassing criteria and 9 student who did not. Afterwards, there were 19 students (76%) who met the requirements and 6 students (24%) did not. However, 18 students (72%) reached all-encompassing criteria and 7 students (28%) did not. Conclusion: There was improvement on the learning outcome in practicing shot put on the fifth graders of SDN 3 Kalipelus using learning resources. The use of tail balls and rings of rattan are proven more effective than leaving them out. Keywords: Learning Outcome, Shot Put, Distance, Learning Resources. | |
| 23647 | 26812 | I1E015045 | HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN GENGGAMAN, KOORDINASI MATA TANGAN DAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS | Abstrak HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN GENGGAMAN, KOORDINASI MATA TANGAN DAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS Titik Destriana Putri Latar Belakang: Keterampilan bermain bulutangkis merupakan kemampuan pemain bulutangkis dalam menampilkan gerakan secara efektif dan efisien. Terdiri dari teknik dasar bulutangkis dan komponen biomotor yang harus dimiliki. Komponen biomotor yang diteliti adalah kekuatam, koordinasi dan daya tahan kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan mengetahui adakah hubungan antara kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan daya tahan kardiovaskuler dengan kecakapan bermain bulutangkis. Metodologi: Penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan sampel berjumlah 20 mahasiswa putra dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji shapiro wilk, uji linearitas, dan uji korelasi pearson. Hasil Penelitian: Hasil uji korelasi antara kekuatan genggaman dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,069, r = -0,415. Uji korelasi koordinasi mata tangan dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,695, r = -0,093. Uji korelasi antara daya tahan kardiovaskuler dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,735, r = -0,081. Hasil uji korelasi antara kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan daya tahan kardiovaskuler dengan kecakapan bermain bulutangkis p = 0,326, r = 0,435. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan genggaman, koordinasi mata tangan dan daya tahan kardiovaskuler dengan kecakapan bermain bulutangkis. Kata Kunci: kekuatan, koordinasi, daya tahan, kecakapan bulutangkis. | CORRELATION OF HANDGRIP STRENGTH, EYE-HAND COORDINATION, AND CARDIOVASCULAR ENDURANCE WITH BADMINTON PLAYING SKILL Titik Destriana Putri), Indrajati Kusuma2), Rohman Hidayat) Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Abstract Background : Badminton playing skill is the ability a badminton player to show various movement of badminton skill effectively and efficiently. Basic techniques of badminton and biomotor component must be owned. In this research biomotor component be inspected is handgrip strength, eye-hand coordination, and cardiovascular endurance. The purpose of this research is to determine correlation of handgrip strength eye-hand coordination, and cardiovascular endurance with badminton playing skill. Method : The method of the research is correlation analytic involving 20 sample with purposive sampling technique. Shapiro wilk, linearity test and correlation pearson test are used to analysis data. Result : The correlation between hand grip strength with badminton playing skill obtained p=0,069, r = 0,415. The correlation between eye-hand coordination with badminton playing skill obtained p = 0,695, r = 0,93. The correlation between cardiovascular endurance with badminton playing skill obtained p = 0,735, r = 0,081. The correlation between handgrip strength, eye-hand coordination, and cardiovascular endurance with badminton playing skill obtained p = 0,326, r = 0,435. Conclusion : There are not significant correlation between handgrip strength, eye-hand coordination, and cardiovascular endurance with badminton playing skill. Keyword : strength, coordination, endurance, badminton skill. | |
| 23648 | 26799 | B1A015077 | KEHADIRAN RAYAP Schedorhinotermes javanicus (F: RHINOTERMITIDAE) PADA TONGGAK POHON JATI (Tectona grandis) DAN WANGKAL (Albizia procera) DI CAGAR ALAM BANTARBOLANG PEMALANG JAWA TENGAH | Rayap menjadikan kayu sebagai sumber makanan sekaligus sebagai tempat tinggal (shelter). Di hutan, terdapat banyak tonggak kayu sebagai sumber makanan rayap. Rayap akan dihadapkan pada banyak pilihan makanan sehingga rayap akan memilih tipe makanan yang paling disukai. Salah satu faktor yang mempengaruhi kehadiran rayap pada tonggak kayu adalah komponen zat ekstraktif yang semakin berkurang. Selain faktor tersebut, faktor habitat tepi hutan dan dalam hutan juga banyak mempengaruhi kehadiran rayap. Dampak yang ditimbulkan akibat semakin dalam masuk ke hutan terhadap rayap dikenal dengan istilah efek tepi (edge effect). Salah satu kawasan hutan lindung dengan efek tepi ini adalah kawasan Cagar Alam Bantarbolang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kehadiran rayap Schedorhinotermes javanicus (familia Rhinotermitidae) pada Tonggak Pohon Jati (Tectona grandis) dan Wangkal (Albizia procera) di Cagar Alam Bantarbolang Pemalang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan teknik sampling diatur dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Sebagai plot utama adalah kedalaman masuk hutan (0 m, 50 m, 100 m, 150 m dan 200 m) dari tepi hutan, sedangkan ulangan sekaligus blok berupa kelompok umur tonggak sejak pemotongan. Spesimen rayap diambil pada tonggak kayu Jati (Tectona grandis) dan Wangkal (Albizia procera) yang terdapat pada area 0 m sampai 200 m dari tepi hutan. Dengan memperhatikan umur tonggak sejak pemotongan pohon. Analisis data menggunakan uji ANOVA dengan tingkat ketelitian 95% dan 99% bila terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari umur tonggak dan jarak tonggak dari batas tepi hutan dengan kehadiran rayap S. javanicus pada tonggak kayu Jati (Tectona grandis) dan Wangkal (Albizia procera). Kesimpulan penelitian ini kehadiran rayap S.javanicus tidak terpengaruh adanya efek tepi hutan dan umur tonggak. | Termites make wood as a food source as well as a place to stay (shelter). In the forest, there are many wooden poles as a food source for termites. Termites will be faced with many food choices so that termites will choose the most preferred type of food. One of the factors influencing the presence of termites in wood bollards is the diminishing component of extractive substances. In addition to these factors, the factors of forest edge habitat and in the forest also influence the presence of termites. The impact caused by getting deeper into the forest on termites is known as the edge effect. One of the protected forest areas with edge effects is the Bantarbolang Nature Reserve area. The purpose of this study was to determine the presence of the termites Schedorhinotermes javanicus (Rhinotermitidae family) on Teak Tree (Tectona grandis) and Wangkal (Albizia procera) stakes in the Bantarbolang Pemalang Nature Reserve, Central Java. This study uses a survey method with sampling techniques arranged with a Randomized Group Design (RBD) pattern. As the main plot is the depth of entry of the forest (0 m, 50 m, 100 m, 150 m and 200 m) from the edge of the forest, while the replication as well as blocks are in the form of milestone age groups since cutting. Termite specimens were taken on teak (Tectona grandis) and Wangkal (Albizia procera) stems that were found in an area of 0 m to 200 m from the edge of the forest. With regard to the age of the milestone since cutting trees. Data analysis using ANOVA test with a level of accuracy of 95% and 99% if there are significant or very significant differences followed by LSD test. The results showed no significant effect on the age of the milestone and the distance of the milestone from the edge of the forest with the presence of termites S. javanicus on Teak wood (Tectona grandis) and Wangkal (Albizia procera). The conclusion of this study is the presence of S.javanicus termites was not affected by the effects of forest edge and age of milestone. | |
| 23649 | 25766 | B1B015033 | STUDY OF MANGROVE FOREST CHANGE TOWARDS THE DIVERSITY AND CARBON STOCK OF MANGROVES IN SEGARA ANAKAN, CILACAP | Segara Anakan Cilacap, wilayah hutan mangrove terbesar di Pulau Jawa, adalah salah satu contoh daerah terdegradasi yang sebagian besar disebabkan oleh konversi lahan menjadi lahan pertanian, kolam, perumahan, dan properti industri. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik clustered sampling dan bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan cadangan karbon mangrove dalam berbagai jenis perubahan lingkungan di Segara Anakan, Cilacap serta untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor lingkungan dalam berbagai jenis perubahan lingkungan dengan keanekaragaman dan cadangan karbon mangrove di Segara Anakan, Cilacap. Hasil keanekaragaman mengungkapkan bahwa perubahan terhadap habitat mangrove menyebabkan berkurangnya keanekaragaman vegetasi yang menyebabkan munculnya spesies dominan. Hasil cadangan karbon, mengungkapkan bahwa kategori pohon menghasilkan nilai tertinggi. Nilai korelasi antara keragaman dan faktor lingkungan berkisar dari korelasi sangat lemah hingga kuat untuk kategori keseluruhan. Sedangkan hasil antara stok karbon dan faktor lingkungan berkisar dari korelasi yang sangat lemah hingga sangat kuat | Segara Anakan Cilacap, being the largest mangrove area in Java Island, is one example of a degraded area which is mostly caused by land conversion to farming lands, ponds, housing, and industrial properties. This research was conducted using clustered sampling and aimed to know the diversity and carbon stock of mangroves in different types of environmental change in Segara Anakan, Cilacap as well as to know the correlation between environmental factors in different types of environmental change with diversity and carbon stock of mangroves in Segara Anakan, Cilacap. Diversity results revealed that changes towards mangrove habitats cause depletion in vegetation diversity leading to the emergence of dominant species. Results of carbon stock revealed that tree category produced the highest value. Correlation values between diversity and environmental factors ranged from very weak to strong correlations for overall categories. Whereas results between carbon stock and environmental factors range from very weak to very strong correlations | |
| 23650 | 26800 | B1A015101 | PENGARUH PAKLOBUTRAZOL DAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN PADA TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum) | Tomat merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak manfaatnya, tidak hanya berfungsi sebagai sayuran buah tetapi juga sering dijadikan pelengkap bumbu masakan, bahan pewarna makanan dan minuman segar karena kandungan gizinya. Untuk meningkatkan produksi tomat perlu adanya paklobutrazol. Paklobutrazol memiliki fungsi untuk menghambat biosintesis giberelin, sehingga pemberian zat tersebut menyebabkan terhambatnya pemanjangan batang dan menstimulasi induksi bunga. Sementara GA3 berfungsi untuk mendorong perkembangan biji, pemanjangan batang, mendorong pembungaan dan perkembangan buah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh Paklobutrazol dan GA3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan pada tanaman tomat serta menentukan konsentrasi paklobutrazol dan GA3 yang tepat terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2 faktor. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Konsentrasi paklobutrazol yang digunakan adalah 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, dan 750 ppm, sedangkan konsentrasi GA3 yang digunakan adalah 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), waktu pembungaan (hari), dan jumlah bunga (buah). Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam dengan tingkat kepercayaan 95%, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian paklobutrazol berpengaruh dalam menghambat tinggi tanaman tomat, dan GA3 berpengaruh dalam mempercepat pembungaan tanaman tomat. Paklobutrazol dengan konsentrasi 750 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk menghambat tinggi tanaman, dan GA3 dengan konsentrasi 150 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk memacu pembungaan tomat. | Tomato is a horticultural commodity that has many benefits, it not only functions as a fruit vegetable but is also often used as a complement to spices, food coloring ingredients and fresh drinks because of its nutritional content. To increase tomato production, paklobutrazol is needed. Paklobutrazol has a function to inhibit the biosynthesis of gibberellins, so that the administration of these substances causes stunting elongation and stimulates flower induction. While GA3 serves to encourage the development of seeds, elongation of stems, encourage flowering and fruit development. This research was conducted with the aim of assessing the effect of Paklobutrazol and GA3 on growth and flowering on tomato plants and determine the concentration of Paklobutrazol and GA3 which are appropriate for the growth and flowering of tomato plants. This research was carried out experimentally using a completely randomized design (CRD) 2 factor factorial pattern. Each treatment combination was repeated 3 times so that there were 48 experimental units. The concentrations of paklobutrazol used were 0 ppm, 250 ppm, 500 ppm, and 750 ppm, while the concentration of GA3 used was 0 ppm, 50 ppm, 100 ppm and 150 ppm. The parameters observed in this study were plant height (cm), flowering time (days), and number of flowers (fruit). The data obtained were analyzed by Analysis of Variance with a confidence level of 95%, and continued with the Smallest Significant Difference test (LSD) at an error rate of 5%. The results showed that administration of paklobutrazol had an effect on inhibiting the height of tomato plants, and GA3 had an effect on accelerating flowering of tomato plants. Paklobutrazol with a concentration of 750 ppm is the best concentration to inhibit plant height, and GA3 with a concentration of 150 ppm is the best concentration to spur tomato flowering. | |
| 23651 | 26801 | B1A015116 | KEBIASAAN PAKAN DAN TINGKAT TROFIK KOMUNITAS IKAN YANG TERTANGKAP DI WADUK PENJALIN | Waduk Penjalin adalah waduk yang berlokasi di Kabupaten Brebes dan dimanfaatkan untuk lokasi pariwisata, perikanan tangkap, serta budidaya. Keberadaan ikan-ikan yang hidup di waduk yang membentuk suatu komunitas dipengaruhi oleh adanya sumber daya pendukung berupa pakan alami yang tersedia. Setiap jenis ikan memiliki pemanfaatan sumber daya (kebiasaan pakan) yang berbeda, sehingga apabila diketahui kebiasaan pakannya pakan akan dapat mengetahui bagaimana setiap ikan memanfaatkan pakan alami yang ada. Berdasarkan data kebiasaan pakan ikan, maka dapat diketahui tingkat trofik ikan tersebut disuatu ekosistem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekayaan spesies ikan yang tertangkap di Waduk Penjalin, serta mengetahui kebiasaan pakan dan tingkat trofik komunitas ikan yang tertangkap di Waduk Penjalin. Metode yang digunakan adalah survey dan pengambilan sampel secara purposive pada 5 stasiun. Data jenis ikan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data jenis pakan di lambung dianalisis menggunakan Index of Prepoderance yang dimodifikasi serta dihitung tingkat trofiknya, lalu dilanjutkan dengan dibuat komposisi ikan herbivora, karnivora, dan omnivora secara keseluruhan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat 312 individu, 6 familia, dan 11 spesies ikan yang ditemukan di Waduk Penjalin, yaitu ikan betutu (Oxyeleotris marmorata), nila gift (Oreochromis sp.), nila hitam (Oreochromis niloticus), manila (Parachromis managuensis), nilem (Osteochilus vittatus), tawes (Barbonymus gonionotus), mas (Cyprinus carpio), lele dumbo (Clarias gariepinus), lele lokal (Clarias batrachus), uceng (Nemacheilus fasciatus), dan julung-julung (Dermogenys pusilla). Ikan betutu dan lele dumbo berada pada tingkat trofik tertinggi yang merupakan karnivora, ikan manila, tawes dan lele lokal berada pada tingkat trofik sedang yang merupakan omnivora cenderung karnivora, serta ikan nila gift, nila hitam, nilem, dan mas berada pada tingkat trofik terendah yang merupakan omnivora cenderung herbivora. Berdasarkan hasil, dapat disimpulkan bahwa di Waduk Penjalin terdapat 11 jenis spesies ikan yang berbeda, yaitu tingkat trofik tertinggi adalah karnivora, lalu ikan omnivora cenderung karnivora, dan tingkat trofik terendah adalah omnivora cenderung herbivora. | Penjalin Penjalin Reservoir is a reservoir located in Brebes Regency and used for tourism locations, capture fisheries, and cultivation. Fishes existence that live in reservoirs that build a community are influenced by the presence of supporting resources as available natural feed. Each fishes has a different food resources (feed habits), so we known the feed habits of fishes we can understand how the fishes used the naturan feed resources. Based on fishes feed habits data, we can understand trophic level of fish in ecosystem. The objective of this reasearch to understand fish diversity in the Penjalin Reservoir, fish feed habits, and fishes community in Penjalin Reservoir. The method used is survey and purposive sampling at 5 stations. Data of fishs species were analyzed descriptively, data feed type in stomach were analyzed using Index of Prepoderance which modified and trophic level calculated then continued with composition of herbivorous, carnivorous and omnivorous fishes. The results showed there were 312 individuals, 6 families, and 11 fish species found in Penjalin Reservoir, namely marble goby (Oxyeleotris marmorata), tilapia gift (Oreochromis sp.), black tilapia (Oreochromis niloticus), manila (Parachromis managuensis), bonylip barb (Osteochilus vittatus), silver barb (Barbonymus gonionotus), common carp (Cyprinus carpio), african catfish (Clarias gariepinus), local catfish (Clarias batrachus), uceng (Nemacheilus fasciatus), and julung-julung (Dermogenys pusilla). Betutu and African catfish are at the highest trophic level which are carnivores, manila, silver barb and local catfish at moderate trophic levels which are omnivores tend to be carnivores, and tilapia gift, black tilapia, bonylip barb, and common carp are at the lowest trophic level omnivores tend to be herbivores. Based on the results, it can be concluded that in the Penjalin Reservoir there are 11 different types of fish, the highest trophic level is carnivores, then omnivorous tend to be carnivores, and the lowest trophic level is omnivores tend to be herbivores. | |
| 23652 | 26792 | F1D012023 | STRATEGI PEMENANGAN RAHMAT EFFENDI - TRI ADHIANTO PADA PEMILIHAN WALI KOTA BEKASI TAHUN 2018 | Pemilihan umum (pemilu) merupakan salah satu unsur penting di dalam demokrasi, karena pemilu adalah sarana masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pemerintahan, khususnya dalam proses regulasi jabatan-jabatan pemerintahan. Melalui pemilu, demokrasi yang secara singkat pemerintahan oleh rakyat, dapat dicapai. Dalam pemilu, masyarakat dapat memilih orang yang akan mewakilinya di Dewan Permusyarawatan Rakyat (DPR) atau pemimpin daerahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi kampanye yang dilakukan oleh tim kampanye pasangan Rahmat Effendi- Tri Adhianto pada Pemilihan Wali Kota Bekasi tahun 2018. Sasaran penelitian ini adalah tim kampanye Rahmat Effendi- Tri Adhianto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik penetapan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan tim sukses Rahmat Effendi- Tri Adhianto melakukan pemenangan kampanye melalui 4 langkah. Pertama, melakukan perencanaan strategi kampanye menggunakan teori marketing politik yang meliputi segmenting, targetting, dan positioning. Kedua, membangun komunikasi yang intensif antar partai pendukung. Ketiga, memaksimalkan mesin-mesin partai. Dan keempat, melibatkan secara aktif organisasi sayap partai dan organisasi masyarakat pendukung. Kampanye yang dilakukan berfokus pada metode kampanye door-to-door dengan mengerahkan kader-kader terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialasikan pasangan Rahmat Effendi – Tri Adhianto, terutama pencapaian pemerintahan Rahmat Effendi pada periode sebelumnya. | General election is one of important element in democracy, because general election act as a medium for society to actively participate in governance process, especially in regulating positions in the gorverment. By an election, democracy as government by the people can be achieved. In a general election, society can choose or elect people and party to represent them in DPR or their regional leader. The purpose of this research is to know campaign strategy which is done by Rahmat Effendi – Tri Adhianto campaign team in Bekasi Local Election in 2018. Target of this research is Rahmat Effendi – Tri Adhianto campaign team. This research uses qualitative research methods with determination technique informants using purposive samping and snowball sampling.. Result of this research shows Rahmat Effendi – Tri Adhianto campaign team winning strategy by using 4 stages. First, scheming campaign strategy using political marketing theory which is segmenting, targeting, and positioning. Second, build up and maintain intensive communication inter-party supporters. Third, maximazing parties machince. And fourth, involving actively party wing organization and community organization. They focused their campaign on door-to-door campaign methods by mobilizing their party cadres to socializing Rahmat Effendi – Tri Adhianto in the grass root of society, especially Rahmat Effendi’s achievement on his previous periode. | |
| 23653 | 26803 | B1J014142 | PERTUMBUHAN DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT AYAM BROILER YANG DIBERI BEBERAPA LEVEL VAKSIN GUMBORO | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Vaksin Gumboro dengan level yang berbeda pada pertumbuhan dan diferensial leukosit Ayam Broiler serta mengetahui level Vaksin Gumboro yang optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan diferensial leukosit Ayam Broiler. Metode yang digunakan adalah eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah level Vaksin Gumboro yang akan diberikan pada setiap perlakuan, sedangkan variabel terikatnya adalah pertumbuhan dan diferensial leukosit Ayam Broiler. Parameter utama yang diamati adalah bobot tubuh ayam dan nilai diferensial leukosit Ayam Broiler. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil pengamatan dan pengamatan yang diperoleh dibandingkan dengan pustaka yang telah ada sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin gumboro dengan level yang berbeda tidak berpengaruh pada pertumbuhan Ayam Broiler, namun pemberian vaksin mampu memperbaiki profil diferensial leukosit Ayam Broiler dibandingkan dengan tidak diberi vaksin. Pertumbuhan ayam broiler tertinggi terdapat pada kelompok perlakuan dengan pemberian vaksin yang dilarutkan dalam 200 cc akuades yaitu dengan rata-rata 1.394 gram pada usia 4 minggu. Presentase jumlah monosit tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian vaksin yang dilarutkan dalam 150cc akuades yaitu sebesar 6,31%. Presentase jumlah limfosit tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian vaksin yang dilarutkan dalam 350cc akuades yaitu sebesar 49,31%. Sedangkan presentase jumlah neutrofil tertinggi terdapat pada perlakuan pemberian vaksin yang dilarutkan dalam 150cc akuades yaitu sebesar 44,13%. | The aim of this research is to know the was to determine the effect of giving different levels of Gumboro Vaccine on the growth and differential leukocytes of Broiler Chickens and determine the optimal level of Gumboro Vaccine to increase the growth of Broiler Chickens. The method used is a completely randomized experimental design (CRD). The independent variable in this study is the level of Gumboro Vaccine that will be given at each treatment, while the dependent variable is the growth and differential leukocyte of Broiler Chicken. The main parameters observed were chicken’s weight and Broiler Chicken leukocyte differentials. The data obtained were analyzed by Analysis of Variance Analysis (ANOVA) to test differences in existing treatments. The results of observations are compared with pre-existing literature. The results showed that the measurement of gumboro vaccine with different levels did not significantly affect to the growth but the measurement of vaccines can improve the profile of broiler chicken’s differential leukocytes compared with not given vaccines. While the vaccine level which shows the highest average chicken weight is the treatment of vaccines dissolved in 200cc aquades which have avarage 1394 grams in the age of 4 weeks. The highest percentage of monocytes in the treatment of vaccines dissolved in 150cc distilled water is 6.31%. The highest percentage of lymphocytes is in the treatment of vaccines dissolved in 350cc distilled water that is equal to 49.31%. While the highest percentage of neutrophils is in the treatment of vaccines dissolved in 150cc distilled water that is equal to 44.13%. | |
| 23654 | 26804 | F1C012086 | FENOMENA SENI GRAFFITI DI KOTA PURWOKERTO SEBAGAI KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM MENGEKSPRESIKAN DIRI | Graffiti merupakan salah satu bentuk seni visual, yang bisa berupa gambar, tulisan, maupun perpaduan gambar dan tulisan. Para penggiat seni graffiti terus berkembang di berbagai daerah, termasuk Purwokerto. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tentang bentuk/wujud simbol-simbol komunikasi yang tertuang melalui karya graffiti di Purwokerto dan untuk mengetahui gambaran tentang pesan-pesan yang disampaikan penggiat seni graffiti di Purwokerto melalui karyanya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Sasaran penelitian adalah anggota dan pengurus Bawor Street Art yang didukung informan dari warga masyarakat. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive. Validitas data menggunakan triangulasi model sumber. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa graffiti yang dibuat oleh penggiat seni graffiti di Purwokerto memuat simbol-simbol komunikasi. Bentuk/wujud simbol-simbol komunikasi yang tertuang melalui karya graffiti di Purwokerto berupa tulisan (font), gambar, dan perpaduan tulisan dengan gambar yang disertai dengan permainan warna tertentu, tema tertentu, dan sebagainya. Sebagian graffiti berisi gambar atau tulisan yang relatif dengan mudah dapat diketahui atau dimengerti oleh setiap orang. Sementara sebagian yang lain berbentuk simbol, yang membutuhkan pemikiran dan penafsiran tertentu agar dapat memahaminya. Graffiti yang dibuat oleh penggiat seni graffiti di Purwokerto berisi pesan-pesan tertentu, yang diungkapkan tersirat (implisit) maupun tersurat (eksplisit). Pesan-pesan yang disampaikan penggiat seni graffiti di Purwokerto melalui karya graffiti dapat dikategorikan sebagai berikut: a. Graffiti yang berbentuk font untuk menunjukkan eksistensi diri, b. Graffiti yang berbentuk character dua dimensi, berupa graffiti yang memuat ciri khas dari eksistensi diri pelaku, dan memuat kenangan tertentu, c. Graffiti yang yang berisikan pesan dan ajakan tertentu, yaitu: graffiti tentang isu aktual yang disertai dukungan dan ajakan, graffiti tentang kepedulian sosial, graffiti yang memuat dukungan moral bagi orang yang sedang mengalami permasalahan dan kesulitan hidup. Saran yang diajukan adalah: Pengurus maupun anggota Bawor Street Art agar meningkatkan kuantitas maupun kualitas karyanya, Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu memberikan ruang lebih luas bagi aktivitas seni graffiti guna memfasilitasi minat dan bakat warga masyarakat di bidang seni graffiti serta mereduksi dan mencegah perilaku vandalisme, Penggiat seni graffiti di Purwokerto agar bisa menjalin kerjasama dalam berkarya, tidak saling bersaing dengan cara-cara yang tidak sehat, dan terus berupaya untuk mencegah perilaku vandalisme. | Graffiti is a form of visual art, which can be in the form of images, writing, or a combination of images and writing. Graffiti art activists continue to grow in various regions, including Purwokerto. The purpose of this study is to find a picture of the forms of communication symbols as expressed through the work of graffiti in Purwokerto and to find a picture of the messages conveyed by graffiti art activists in Purwokerto through his work. This research uses the constructivist paradigm. The research method used is qualitative. The research targets were Bawor Street Art members and administrators who were supported by informants from community members. The data collection method uses in-depth interviews and observation. Determination of informants using purposive techniques. Data validity uses source model triangulation. Data analysis techniques using interactive model analysis. The results showed that graffiti created by graffiti art activists in Purwokerto contained communication symbols. The forms of communication symbols are expressed through graffiti works in Purwokerto in the form of writing (fonts), images, and the combination of writing with images accompanied by certain color games, certain themes, and so on. Some graffiti contains images or writings that are relatively easily known or understood by everyone. While some others are in the form of symbols, which require certain thoughts and interpretations in order to understand them. Graffiti created by graffiti art activists in Purwokerto contains certain messages, which are expressed implicitly or explicitly. The messages conveyed by graffiti art activists in Purwokerto through graffiti can be categorized as follows: a. Graffiti in the form of a font to show self-existence, b. Graffiti in the form of two-dimensional characters, in the form of graffiti that contains the characteristics of the existence of the perpetrator, and contains certain memories, c. Graffiti which contains certain messages and invitations, namely: graffiti about actual issues accompanied by support and solicitation, graffiti about social care, graffiti which contains moral support for people who are experiencing problems and difficulties in life. Suggestions proposed are: Management and members of Bawor Street Art to improve the quantity and quality of his work, The Banyumas Regency Government needs to provide more space for graffiti art activities in order to facilitate the interests and talents of the community members in the field of graffiti art and reduce and prevent vandalism, Graffiti art activists in Purwokerto so that they can collaborate in their work, not compete with each other in unhealthy ways, and continue to strive to prevent vandalism. | |
| 23655 | 28626 | C1C016026 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DARI PERSPEKTIF THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (Studi Empiris di Kantor SAMSAT Kota Cirebon) | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif kepada wajib pajak kendaraan bermotor di SAMSAT Kota Cirebon. Penelitian ini mengambil judul: “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Wajib Pajak Kendaraan Bermotor dari Perspektif Theory of Planned Behavior (Studi Empiris di Kantor SAMSAT Kota Cirebon)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa (1) Pengaruh behavioral belief terhadap sikap, (2) Pengaruh normative belief terhadap norma subjektif, (3) Pengaruh control belief terhadap kontrol perilaku yang dipersepsikan, (4) Pengaruh sikap terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (5) Pengaruh norma subjektif terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (6) Pengaruh kontrol perilaku yang dipersepsikan terhadap niat wajib pajak untuk patuh, (7) Pengaruh niat wajib pajak untuk patuh memediasi sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dipersepsikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. Populasi dalam penelitian ini adalah 133.324 wajib pajak kendaraan bermotor roda dua yang terdaftar di SAMSAT Kota Cirebon pada tahun 2019. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 165 responden. Accidental sampling method digunakan dalam penentuan responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan program AMOS 22.0. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Behavioral belief berpengaruh signifikan terhadap sikap, (2) Normative belief berpengaruh signifikan terhadap norma subjektif, (3) Control belief berpengaruh signifikan terhadap kontrol perilaku yang dipersepsikan, (4) Sikap berpengaruh signifikan terhadap niat untuk patuh, (5) Norma subjektif tidak berpengaruh signifikan terhadap niat untuk patuh, (6) Kontrol perilaku yang dipersepsikan berpengaruh signifikan terhadap niat untuk patuh, (7) Niat untuk patuh memediasi pengaruh sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku yang dipersepsikan yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor. | This research is a quantitative research on vehicle taxpayer in SAMSAT Cirebon Office (One Roof System Cirebon Office). This research with title: “Factors which Affecting Compliance of Vehicle Taxpayer Based on Theory of Planned Behavior Perspective (Empirical Study in SAMSAT Cirebon Office)”. The aims of this research are to analyze (1) The effect of behavioral belief toward attitude, (2) The effect of normative belief toward subjective norm (3) The effect of control belief toward perceived behavioral control (4) The effect of attitude on taxpayer's intention toward compliance, (5) The effect of subjective norm on taxpayer's intention toward compliance, (6) The effect of perceived behavioral control on taxpayer's intention toward compliance, (7) The effect of taxpayer's intention toward compliance on mediate attitude, subjective norm and perceived behavioral control toward vehicle taxpayer compliance. The population of this research are 133.324 motor vehicle taxpayer which are registered at SAMSAT Cirebon office in 2019. Total of responden in this study are 165 respondens. Accidental sampling method is used to determine the respondents. Data was analized using Structural Equation Modelling (SEM) with AMOS 22.0 programme. The result of this research indicate that: (1) Behavioral belief has a significant effect toward attitude, (2) Normative belief has a significant effect toward subjective norm, (3) Control belief has a significant effect toward perceived behavior control (4) Attitude has a significant effect toward taxpayer's intention toward compliance, (5) Subjective norms has a non significant effect toward taxpayer's intention toward compliance, (6) Perceived behavior control has a significant effect on taxpayer's intention toward compliance, (7) Taxpayer's intention toward compilance on mediate attitude, subjective norm and perceived behavioral control has a significant effect toward vehicle taxpayer compliance. | |
| 23656 | 26802 | I1I017011 | EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PEMULIHAN BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KROYA I KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP | EFEKTIVITAS PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) PEMULIHAN BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KROYA I KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP Nur Azizah, Endo Dardjito, Dika Betaditya Latar Belakang : Indonesia masih menghadapi masalah gizi. Berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi balita gizi kurang 13,8 %. Untuk mengatasi kekurangan gizi pada balita, perlu diselenggarakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi. PMT P sasarannya adalah balita gizi kurang dari keluarga miskin, dengan hari makan anak (HMA) 60 hari berupa susu dengan kandungan energi 350-400 Kkal dan Protein 10-15 gram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas PMT P balita gizi kurang diwilayah kerja UPTD Puskesmas Kroya I Kecamatan Kroya Kabupaten Cilacap. Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain Quasi Eksperimental dengan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest, secara kuantitatif untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah pemberian PMT. Jumlah sampel untuk penelitian ini sejumlah 16 sampel, dengan cara Total sampling, yaitu seluruh balita gizi kurang BB/U yang mendapat PMT, terdiri dari 62,5 % laki-laki dan 37,5 % perempuan. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari, dengan pemantauan BB balita setiap minggunya, terdapat peningkatan berat badan 0,8 Kg pada laki-laki setelah pemberian PMT dan 0,7 Kg pada perempuan. Dengan nilai z score sebelum PMT P -3,3 menjadi -3,1 pada 30 hari pemberian dan -2,8 setelah 60 hari pemberian. Perubahan status gizi sebelum PMT P yaitu 87,5 % gizi buruk dan 12,5 % gizi kurang menjadi 56,25 % gizi buruk, 31,25 % gizi kurang dan 12,5 % gizi baik. Rata-rata konsumsi PMT P balita selama 60 hari adalah 77 %, artinya asupan energinya adalah 353,66 KKal dan 11 gram protein, dan ini sudah sesuai dengan standar pemberian PMT P oleh Kemenkes, 2014. Data status gizi ditentukan oleh nilai z score berdasarkan BB/U untuk mengetahui perbedaan status gizi BB/U sebelum dan sesudah PMT P dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil Penelitian :Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan BB, dan terdapat perbedaan status gizi BB/U sebelum dan sesudah pemberian PMT P. Kesimpulan : PMT P selama 60 hari efektif meningkatkan status gizi. | EFFECTIVENESS OF ADDITIONAL FOOD (PMT) RECOVERY OF NUTRITIONAL UNDER FIVE YEAR IN LESS IN WORKING AREA UPTD PUSKESMAS KROYA I KECAMATAN KROYA KABUPATEN CILACAP Nur Azizah, Endo Dardjito, Dika Betaditya Background: Indonesia still faces nutritional problems. Based on 2018 Riskesdas, the prevalence of underfive malnutrition was 13.8%. To overcome nutritional deficiencies in infants, it is necessary to organize Supplementary Feeding (PMT) which aims to improve nutritional status. PMT P is the target of under-fives nutrition from poor families, with a 60-day-old children's meal (HMA) in the form of milk with an energy content of 350-400 Kcal and 10-15 gram protein. The purpose of this study was to determine the effectiveness of PMT P underfive malnutrition in the work area of the UPTD Puskesmas Kroya I, Kroya District, Cilacap Regency Methodology: This study uses a Quasi Experimental design with a One Group Pretest Posttest research design, quantitatively to test differences before and after PMT administration. The number of samples for this study were 16 samples, by means of total sampling, namely all underweight malnourished children under five who received PMT, consisted of 62.5% men and 37.5% women. This research was carried out for 60 days, with monitoring of toddlers BB every week, there was an increase in body weight of 0.8 kg in men after giving PMT and 0.7 kg in women. With the z score before PMT P -3.3 to -3.1 at 30 days of administration and -2.8 after 60 days of administration. Changes in nutritional status before PMT P, namely 87.5% malnutrition and 12.5% malnutrition to 56.25% malnutrition, 31.25% malnutrition and 12.5% good nutrition. Under five year consumption shows that 77%. The total energy intake of children under five per day when consuming 353.66 KKal and 11 grams of protein, according to Ministry of Health standards, 2014. Nutritional status data is determined by the z score based on weight / U to determine differences in status BB / U nutrition before and after PMT P using Wilcoxon test. Results: The results showed that there was an increase in BW, and there were differences in the nutritional status of BB / U before and after PMT P. Conclusion: PMT Recovery for 60 days effectively improves nutritional status. | |
| 23657 | 26679 | G1I014014 | PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGUNNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN UNDER BASKET SHOOT SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BATURRADEN | PENGARUH PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP KETERAMPILAN UNDER BASKET SHOOT SISWA SMP NEGERI 1 BATURRADEN Fadhil Yudha Ibrahim1), Ngadiman2), Didik Rilastiyo Budi3) Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Email: fadhilyudha14@gmail.com ABSTRAK Latar Belakang: Pembelajaran bola basket kelas VIII SMP Negeri 1 Baturraden pada tes keterampilan shooting menggunakan tes under basket shoot, untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat menggunakan media pembelajaran karena dapat membuat suasana pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, media audio visual adalah media yang paling baik dari pada media yang lain karena merupakan campuran dari unsur gambar, suara, cahaya, dan gerak. Metodelogi: Pembelajaran menggunakan media audio visual menggunakan video dari Imam Turmudzi (2015), instrumen penelitian under basket shoot menggunakan tes kemampuan memasukan bola dari bawah ring yang merupakan modifikasi dari Johnson Basketball Battery, dengan memasukan bola kedalam ring sebanyak-banyaknya, dengan dipentulkan papan atau dengan cara langsung selama 1 menit. Hasil Penelitian: Terdapat pengaruh yang signifikan dalam pembelajaran menggunakan media audio visual terhadap keterampilan under basket shoot dengan nilai t-tabel 13,400 lebih besar dari t-tabel 2,052 dan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05. Media audio visual memberikan pengaruh dengan kenaikan dari nilai pretest dengan rata-rata 5,07 menjadi 10,63 pada nilai rata-rata posttest dengan persentase kenaikan rata-rata pada nilai pretest ke nilai posttest sebesar 53%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran menggunakan media audio visual terhadap keterampilan under basket shoot siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Baturraden. Kata Kunci: Audio Visual, Under Basket Shoot. | THE INFLUENCE OF LEARNING USING MEDIA AUDIO VISUAL UNDER BASKETBALL SKILLS TO SHOOT STUDENTS 1 BATURRADEN STATE SCHOOLS Fadhil Yudha Ibrahim1), Ngadiman2), Didik Rilastiyo Budi3) Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman Email: fadhilyudha14@gmail.com ABSTRACT Research background : Learning a basketball in junior high schools class VIII 1 baturraden on the test the skill of shooting using tests under basketball shoot, to achieve the purpose of learning can use the media of learning because it can make an atmosphere of learning being fun and not boring, media audio visual media is the best of the media the others because it is a mixture of elements, picture the sound of, light, and motion. Methodology: Learning uses the media audio and visual on video from the Imam Turmudzi ( 2015 ), instrumen research under basketball shoot using tests the ability of got the ball from under ring a modification of johnson basketball battery, by including the ball into ring as many time, with bounce in to board or by direct means for 1 minute. Research Results: There are significant influence in learning to use media audio visual skills under basketball shoot with a value greater than t-hitung 13,400 t-tabel 2,052 and the sig.( 2-tailed ) 0,000 < 0,05. Media audio visual impact of the score with a rise in pretest with the mean 5,07 into 10,63 posttest mean for the score with the increase for the score to mean pretest 53 %. posttest score of. Conclusion: There are significant influence audio visual learning uses the media to shoot students basketball skills under the student junior high schools class VIII Baturraden 1. Keywords: audio visual , under basketball shoot. | |
| 23658 | 28627 | E1A016066 | RATIO DECIDENDI HAKIM PENGADILAN NEGERI CIBINONG TERHADAP PEMBATALAN AKTA JUAL BELI HAK ATAS TANAH (studi kasus putusan pengadilan nomor 56/Pdt.G/2017/PN.Cbi) | Ratio Decidendi adalah argumen atau alasan yang dipakai oleh hakim sebagai pertimbangan hukum yang menjadi dasar sebelum memutus perkara, yang mana dalam praktik pertimbangan yuridis penting ini dibuktikan. Hakim akan menarik fakta-fakta dalam persidangan yang timbul dan merupakan konklusi komulatif dari keterangan pada saksi, keterangan saksi dan barang bukti. Putusan Pengadilan Nomor 56/Pdt.G/2017/PN.Cbi., penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Penelitian ini juga menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan dokumenter serta diuraikan secara sistematis. Permasalahan yang dikaji didalam penelitian ini, mengenai Ratio Decidendi Hakim terhadap pembatalan Akta Jual Beli Nomor 327/JB/XI/1984 dan Nomor 329/JB/XI/1984 serta kekuatan pembuktian sertifikat yang lahir dari perikatan jual beli tersebut. Hasil penelitian maupun pertimbangan hakim dalam perkara aquo ini telah benar dalam mengeluarkan putusan pembatalan akte jual beli yang berimplikasi terhadap sertifikat yang lahir dari perikatan jual tersebut karena terdapatnya kesalahan didalam penerbitan sertifikat dan tidak terpenuhinya syarat sah perjanjian. | Ratio Decidendi is an argument or reason worn by a judge as a legal consideration on which is based before deciding a case, which in practice this is important juridical consideration attested. The judge will withdraw the facts in the trial arising and is a commulative conclusion of the captions on witnesses, witness captions and evidence. Court Verdict Number 56/Pdt.G/2017/PN.Cbi., the study used a normative juridical approach with prespective research specifications. The study also used secondary data obtained through librarianship and documenatries as well as systematically elaborated. The problems studied in this case, are regarding the judges decidendi ration againts the cancellation of the buy deed number 327/JB/XI/1984 and number 329/JB/XI/1984, the proving power of certificates born from the purchase bond. The results of the study in this case have been correct in issuing a verdict on the canellation of the purchase certificate that implicates the certificate born from the sale bond due to the absence of errors in the issuance of the certificate and the non-fulfillment of the terms legitimate agreement. | |
| 23659 | 28992 | A1D015134 | PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABAI MERAH (Capsicum annum L.) PADA PEMBERIAN GIBERELIN DAN PUPUK KOTORAN KAMBING | Upaya mencegah tingginya presentase gugur bunga maupun buah cabai merah dapat dilakukan salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh dan pupuk kandang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi cabai merah pada pemberian giberelin dan pupuk kotoran kambing serta mengetahui adanya interaksi pada pemberian giberelin dan pupuk kotoran kambing dalam mengurangi kerontokan bunga dan buah tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan di lahan sawah Desa Banjarsari kulon, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus-Desember 2019. Penelitian menggunakan percobaan factorial terdiri dari dua faktor dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin (GA3) terdiri dari empat taraf: G0: 0 ppm (tanpa perlakuan GA3), G1: 25 ppm, G2: 50 ppm, G3: 75 ppm. Faktor kedua terdiri dari tiga taraf: K0: 0 ton/ha (tanpa perlakuan pupuk kandang), K1: 10 ton/ha, K2: 20 ton/ha. Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, panjang buah rata-rata, jumlah buah per tanaman, bobot buah per petak, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering. Hasil penelitian menunjukkan pemberian giberelin nyata menurunkan jumlah daun dan jumlah cabang produktif, pemberian giberelin tidak menunjukkan perbedaan nyata seiring dengan semakin meningkatnya konsentrasi GA3 yang diberikan. Pemberian pupuk kandang tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian giberelin 0 ppm dengan pupuk kandang 10 ton/ha merupakan interaksi terbaik dalam menghasilkan panjang buah yaitu 8,78 cm. | Efforts to prevent the high percentage of falling flowers and red chilies can be done one of them by providing growth regulators and manure. This study aims to determine of growth and production of red chili to the application of gibberellins and goat manure as well as to know the interactions in the application of gibberellins and goat manure in reducing the loss of chilli flowers and fruit. The study was conducted in the rice fields of Banjarsari Kulon Village, Sumbang District, Banyumas Regency in August-December 2019. The study used a factorial experiment consisting of two factors with a Randomized Block Design (RBD). The first factor is the concentration of gibberellins (GA3) consisting of four levels: G0: 0 ppm (without GA3 treatment), G1: 25 ppm, G2: 50 ppm, G3: 75 ppm. The second factor consists of three levels: K0: 0 tons / ha (without treatment of manure), K1: 10 tons / ha, K2: 20 tons / ha. Variables observed were plant height, number of leaves, number of productive branches, average fruit length, number of fruits per plant, fruit weight per plot, fresh plant weight, dry plant weight. The results showed that the application of gibberellins significantly decreased the number of leaves and the number of productive branches, giving gibberellins showed no significant differences along with the increasing concentration of GA3 given. The application of goat manure does not affect all observed variables. Providing 0 ppm gibberellins with 10 tons / ha of manure is the best interaction in producing a fruit length of 8.78 cm. | |
| 23660 | 26807 | I1D015009 | HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN, PERSEN LEMAK TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS HIDRASI PADA REMAJA PUTRI DI SMKN-1 BANYUMAS | HUBUNGAN ASUPAN CAIRAN, PERSEN LEMAK TUBUH DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS HIDRASI PADA REMAJA PUTRI DI SMKN-1 BANYUMAS Maurizka Pitria Amrika P, Hesti Permata Sari, Hiya Alfi Rahmah Latar Belakang : Dehidrasi terjadi karena hilangnya cairan tubuh. Sebanyak 49,5% remaja mengalami dehidrasi karena memiliki aktivitas fisik yang tidak diimbangi konsumsi cairan cukup. Remaja putri lebih rentan dehidrasi karena memiliki persen lemak tubuh lebih tinggi dibandingkan remaja putra. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan asupan cairan, persen lemak tubuh dan aktivitas fisik dengan status hidrasi pada remaja putri di SMKN-1 Banyumas. Metodologi : Penelitian menggunakan rancangan crosssectional dengan 99 sampel. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Asupan cairan diambil dengan metode 7-Day Fluid Record, persen lemak tubuh dengan BIA, dan aktivitas fisik dengan IPAQ. Uji yang digunakan Rank Spearman. Hasil : Sebanyak 62,6% dehidrasi ringan, persen lemak tubuh sebagian besar normal (79,8%), dan aktivitas fisik yang banyak dilakukan tergolong sedang (91,9%). Berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan antara asupan cairan dan aktivitas fisik dengan status hidrasi p=0,000, namun tidak terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan status hidrasi p=0,902. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara asupan cairan dan aktivitas fisik dengan status hidrasi. Tidak terdapat hubungan antara persen lemak tubuh dengan status hidrasi. Kata Kunci : Asupan cairan, persen lemak tubuh, aktivitas fisik, status hidrasi, remaja. | RELATIONSHIP OF FLUID INTAKE, PERCENT BODY FAT AND PHYSICAL ACTIVITY WITH HYDRATION STATUS OF ADOLESCENT GIRLS IN SMKN-1 BANYUMAS Maurizka Pitria Amrika P, Hesti Permata Sari, Hiya Alfi Rahmah Background: Dehydration occurs due to the loss of body fluids. As much as 49.5% of teenagers are dehydrated because they had high physical activity without having adequate fluid consumption. Girls are more susceptible to dehydration because they have higher body fat than boy. Research aims at knowing the relationship total fluid intake, percent body fat and physical activity with hydration status of adolescent girls in the SMKN-1 Banyumas. Methodology: Research used a crosssectional design with 99 samples. Sampling techniques used with purposive sampling. Fluid intake is was taken with a 7-Day Fluid Record method, percent body fat with BIA, and physical activity with IPAQ. The analysis used Rank Spearman. Results: As much as 62.6% mild dehydration, percent of body fat mostly normal (79,8%), and physical activity was mostly as moderate (91,9%). Based on bivariate analysis, there was a relationship between fluid intake and physical activity with hydration status p =0,000, but no relationship between the percent of body fat and the hydration status p=0,902. Conclusion: There was a significant relationship between fluid intake and physical activity with hydration status, and there was no relationship between percent of body fat and hydration status. Keywords: fluid intake, percent body fat, physical activity, hydration status, adolescent |