Artikelilmiahs
Menampilkan 23.601-23.620 dari 50.262 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23601 | 25818 | I1A015098 | Perilaku Ibu Rumah Tangga Membuang Sampah ke Bantaran Sungai di Desa Kasilib Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara | Latar Belakang : Permasalahan sampah merupakan masalah yang sangat kursial dan penanganannya optimal. Desa Kasilib merupakan satu wilayah yang memiliki permasalahan dimana sampah belum terkelola dengan baik, sebagian besar masih membuang sampah ke bantaran sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu rumah tangga membuang sampah ke bantaran sungai di Desa Kasilib Kecamatan Wanadadi Kabupaten Banjarnegara. Metodologi : Rancangan penelitian ini adalah deskripstif kualitatif dengan teknik purposive dan snowball sampling. Pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam kepada 6 subyek penelitian dan hasil wawancara di cross check dengan cara triangulasi sumber yang dilakukan kepada 1 informan tokoh masyarakat, 1 informan sanitarian puskesmas dan 1 petugas Dinas Lingkungan Hidup. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan Ibu rumah tangga tentang membuang sampah ke bantaran sungai sudah cukup baik dan sikap ibu rumah tangga tentang membuang sampah ke bantaran sungai kurang baik. Fasilitas pengelolaan sampah pada ibu rumah tangga belum memadai dan kurangnya peran serta petugas kesehatan dalam menyediakan fasilitas tersebut. Kesimpulan : Perilaku ibu rumah tangga membuang sampah ke bantaran sungai dikatakan kurang baik karena sikap ibu rumah tangga masih kurang baik dan kurangnya fasilitas dan belum menyeluruhnya peran petugas kesehatan. Kata Kunci : perilaku, membuang sampah ke bantaran sungai, ibu rumah tangga. | The Behavior Of Housewives Throw Garbage Into The River The Village Of Kasilib Sub-district of Wanadadi Banjarnegara District | |
| 23602 | 26768 | I1D015050 | HUBUNGAN ANTARA TINGKAT ASUPAN KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, SERAT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH DI SMP NEGERI 1 SOKARAJA | Pendahuluan : Gizi lebih adalah suatu permasalahan gizi yang dialami remaja yang disebabkan oleh beberapa faktor. Tujuan penelitan ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat asupan karbohidrat, protein, lemak, serat, dan aktivitas fisik dengan kejadian gizi lebih di SMP Negeri 1 Sokaraja. Metode : Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancang cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling didapatkan sebanyak 53 siswa. Pengumpulan data tingkat asupan makan menggunakan food record 3 hari dan aktivitas fisik menggunakan Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C). Analisis data menggunakan uji Pearson. Hasil : Penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan 56,6%, status gizi gemuk 77,4%, tingkat asupan karbohidrat sangat kurang 58,5%, tingkat asupan protein sangat kurang 52,8%, tingkat asupan lemak sangat kurang 41,5%, tingkat asupan serat kurang 100%, dan akivitas fisik rendah rendah 100%. Hasil uji Pearson menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan karbohidrat p=0,000, protein p=0,016, lemak p=0,004 dengan status gizi lebih. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan serat p=0,481, dan aktivitas fisik p=0,459 dengan status gizi lebih. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan karbohidrat, protein dan lemak dengan status gizi lebih. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat asupan serat dan aktivitas fisik dengan status gizi lebih. | Introduction : Excessive nutrition is a teenager’s nutritional problem which is caused by several factors. The purpose of this research is to analyze the correlation between the intake levels of carbohydrate, protein, fat, fiber, and physical activity with the occurrence of excessive nutrition in SMP Negeri 1 Sokaraja. Method : The method of this study was observational analytic with cross sectional design. The sampling technique used was purposive sampling method, there were 53 students as the sample. The data collection used for food intake using a 3-day food records and physical activity using Physical Activity Questionnaire for Older Children (PAQ-C). The data analysis used in this research was Pearson test. Results : The study showed that the majority of respondents were female 56.6%, have overweight nutritional status 77,4%, have very less intake level of carbohydrate 58,5%, have good intake level of protein 52,8%, have good intake level of fat 41,5%, have low intake level of fiber 100%, and have low physical activity 100%. Pearson test results showed that there was significant correlation between the level of carbohydrate intake p=0,000, protein p=0016 and fat p=0,004 with excessive nutrition. There was no correlation between the level of fiber intake p=0,481 and physical activity p=0,4591 with excessive nutrition. Conclusion : There was significant correlation between the intake level of carbohydrate, protein, and fat. There was no significant correlation between the intake level of fiber and physical activity with excessive nutritional status in SMP Negeri 1 Sokaraja. | |
| 23603 | 26769 | I1D015019 | PENGARUH PEMBERIAN YOGURT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN HDL PENDERITA DISLIPIDEMIA | Abstrak PENGARUH PEMBERIAN YOGURT SUSU KECAMBAH KACANG MERAH TERHADAP KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN HDL PADA PENDERITA DISLIPIDEMIA Febiana Ika Dewi Safitri, Hery Winarsi, Aisyah Tri Septiana Latar Belakang: Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler. Yogurt susu kecambah kacang merah mengandung serat dan fenol yang diketahui dapat menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan HDL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian yogurt susu kecambah kacang merah terhadap kadar kolesterol total dan HDL penderita dislipidemia. Metodologi: Penelitian ini menggunakan rancangan pretest – post test with control group design. Subjek adalah 18 orang wanita lansia dengan kadar kolesterol total > 200 mg/dl dan IMT ≥ 23 kg/m2. Kelompok perlakuan mendapatkan yogurt susu kecambah kacang merah 200 mL dan kelompok kontrol mendapatkan yogurt susu skim (plasebo) 200 mL selama 2 bulan. Pengambilan darah untuk pengukuran kadar kolesterol total dan HDL dilakukan saat sebelum intervensi dan 2 bulan setelah intervensi. Kadar kolesterol total dan HDL diukur dengan menggunakan metode CHOD-PAP. Data dianalisis menggunakan uji Paired t-test, Independent t-test, Wilcoxon, dan Mann Whitney. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan pemberian yogurt susu kecambah kacang merah 200 mL per hari selama 2 bulan dapat menurunkan kadar kolesterol total sebesar 21,8% dan meningkatkan kadar kolesterol HDL sebesar 13,7% secara bermakna (p<0,05) dibanding kontrol. Kesimpulan: Pemberian yogurt susu kecambah kacang merah 200 mL per hari selama 2 bulan menurunkan kadar kolesterol total dan meningkatkan kadar kolesterol HDL secara signifikan. Kata kunci: kolesterol total, HDL, yogurt susu kecambah kacang merah, dislipidemia | Abstract EFFECT OF THE RED KIDNEY BEANS SPROUTS MILK YOGURT ON THE LEVELS OF TOTAL CHOLESTEROL AND HDL IN PATIENTS WITH DYSLIPIDEMIA Febiana Ika Dewi Safitri, Hery Winarsi, Aisyah Tri Septiana Background: Dyslipidemia has been shown as one of the risk factors of cardiovascular disease. Red kidney beans sprouts milk yogurt contains fiber and fenol which is known in reducing total cholesterol level and increasing HDL cholesterol level. This study aims to know the consumption effect of the red kidney beans sprouts milk yogurt on the levels of total cholesterol and HDL in patients with dyslipidemia. Methods: This study uses pre-test and post-test with control group design. The subject were 18 woman with total cholesterol level > 200 mg/dl and HDL cholesterol level < 40 mg/dl. Experimental group consumed the red kidney beans sprouts milk yogurt 200 mL/day while the control group consumed skim milk yogurt (placebo) 200 mL/day for 2 months. Blood sampling was done to measure total cholesterol and HDL levels performed before intervention and 2 months after intervention. Total cholesterol and HDL levels were measured by CHOD-PAP method. The data was analyzed by Paired t-test, Independent t-test, Wilcoxon, and Mann Whitney. Results: The results of this study shows that the consumption of red kidney beans sprouts milk yogurt 200 mL/day during 2 months is significantly decrease total cholesterol level 21,8% and increase HDL cholesterol level 13,7% in a meaningful way compared with control. Conclusion: The consumption of red kidney beans sprouts milk yogurt 200 mL/day during 2 months is significantly decrease total cholesterol level and increase HDL cholesterol level. Keywords: total cholesterol, HDL, red kidney beans sprouts milk yogurt, dyslipidemia | |
| 23604 | 26770 | B1A015119 | Aktivitas Antibakteri Ekstrak Tubuh Buah Coprinus comatus dengan Pelarut dan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus | Tumbuhan, jamur, dan mikroba lain biasanya mengandung senyawa bioaktif. Jamur merupakan pusat bioaktif yang dapat ditumbuhkan dalam waktu yang relatif singkat. Salah satu jamur yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif adalah Coprinus comatus. Ekstrak dari jamur ini sering digunakan pada bidang medis. Jamur ini masih jarang dibudidayakan di Indonesia. Senyawa antibakteri dari C. comatus dapat diperoleh melalui proses maserasi. Pelarut yang digunakan, yaitu pelarut etanol dan etil asetat. Beda pelarut yang digunakan, beda pula senyawa yang ditarik. Senyawa antibakteri dapat bersifat spektrum luas dan sempit. Bakteri Gram positif dan Gram negatif memiliki komposisi dinding sel yang berbeda sehingga memungkinkan memberikan respon yang berbeda. Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan dua bakteri uji yang digunakan dalam pengujian ini. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pelarut etil asetat dan etanol terhadap ekstraksi senyawa antibakteri dari C. comatus, mengetahui konsentrasi terrendah ekstrak tubuh buah C. comatus yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus, dan mengetahui pengaruh ekstrak etil asetat dan etanol senyawa antibakteri terhadap E. coli atau S. aureus. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan simplisia berumur 7 bulan dan 4 minggu sebanyak dua kali ulangan. Ekstrak etanol dan etil asetat dari C. comatus diuji tantang terhadap E. coli dan S. aureus dengan konsentrasi yang berbeda. Ekstrak etanol memiliki rendemen lebih tinggi dibandingkan ekstrak etil asetat, namun penghambatan ekstrak etil asetat lebih baik terhadap kedua bakteri dibandingkan ekstrak etanol. Simplisia berumur 4 minggu lebih baik penghambatannya terhadap simplisia berumur 7 bulan. Konsentrasi 12,5% dari kedua ekstrak merupakan konsentrasi penghambatan terrendah yang dapat menghambat E. coli dan S. aureus. Penghambatan ekstrak secara umum lebih baik terhadap S. aureus. | Plant, fungi, and other microbes usually contain of bioactive compounds. Fungi is a center of bioactive compounds that can be grown in short time. One of fungus that can produce bioactive compounds is Coprinus comatus. Extract of this fungi usually be used for health benefits, as anti-cancer, hypoglycemic, and cardiovascular disease. This fungi still rarely grow in Indonesia. Antibacterial compounds from C. comatus can be obtained by extraction, one of them is maceration. Solvents that used on maceration are ethanol and ethyl acetate. Different compounds can be obtained from different solvents. Antibacterial compounds can be divided into narrow-spectrum and wide range spectrum. Gram positive bacteria and Gram negative bacteria have different structure of cell wall. This differences can give different responses to antibacterial compounds. Escherichia coli and Staphylococcus aureus are the bacterias that is used in these test. The aim of this study was to know the effect of ethyl acetate and ethanol to the extraction of antibacterial compounds from C. comatus, to know the lowest concentration of C. comatus’s fruiting body extract that can inhibit the growth of E. coli and S. aureus, and to know effect of antibacterial compounds from ethyl acetate and ethanol to E. coli and S. aureus. This test use survey method with two different simplicia, seven months and four weeks. This test has two repeatation. Ethanol and ethyl acetate extract from C. comatus with different concentration tested to E. coli and S. aureus. Ethanol extract have higher rendement than ethyl acetate, however ethyl acetate extract have better inhibition than ethanol. Four weeks simplicial have better inhibition than seven months simplicial. Concentration 12,5% from both extract is the lowest inhibition concentration that can inhibit E. coli and S. aureus. The inhibition is better to S. aureus. | |
| 23605 | 26771 | I1A015087 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN JENTIK AEDES SP. PADA KONTAINER DI KELURAHAN ARCAWINANGUN TAHUN 2019 | Abstrak FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERADAAN JENTIK AEDES SP. PADA KONTAINER DI KELURAHAN ARCAWINANGUN TAHUN 2019 Fena Tridiah Astuti, Sri Nurlaela, Devi Octaviana Latar Belakang: Penyakit DBD menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir di Kabupaten Banyumas. Kelurahan Arcawinangun merupakan wilayah dengan prevalensi tertinggi setiap tahunnya, dengan nilai ABJ Tahun 2018 sebesar 87,79%. Keberedaan jentik merupakan salah satu hal yang erat kaitannya dengan kejadian DBD karena Aedes sp. berperan sebagai vektor penular virus dengue. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan jentik Aedes sp. pada kontainer di Kelurahan Arcawinangun Tahun 2019. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Popolasi penelitian ini adalah seluruh penduduk Kelurahan Arcawinangun yang berjumlah 13.820 jiwa. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan menggunakan cluster sampling. Variabel yang diteliti adalah variabel jenis kontainer, letak kontainer, kondisi kontainer, warna kontainer, temperatur air pada kontainer dan pH air pada kontainer. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan observasi. Data dianalisis kedalam univariat, bivariat dengan uji Chi Square, dan multivariat dengan Regresi Logistic. Hasil Penelitian: Kepadatan jentik sedang hingga tinggi di Kelurahan Arcawinangun dengan persentase terbesar ditemukan adanya jentik adalah bak mandi yaitu 67,7%. Variabel yang berpengaruh adalah letak kontainer dan kondisi kontainer. Variabel yang tidak berpengaruh adalah jenis kontainer, warna kontainer, temperatur air pada kontainer, dan pH air pada kontainer. Kesimpulan: Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, bak mandi merupakan jenis kontainer dengan persentase ditemukan adanya jentik paling banyak yaitu 67,7%, bak mandi adalah salah satu kontainer yang tidak dimungkinkan untuk ditutup, sehingga perlu dilakukan pemantauan dan pengurasan air pada tempat penampungan tersebut secara berkala. Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Aedes sp | Abstract Factors Influencing Existence Of Aedes sp. In Containers In Arcawinangun Village in 2019 Fena Tridiah Astuti, Sri Nurlaela, Devi Octaviana Background: DHF has become one of the public health problems in the last few years in Banyumas Regency. Arcawinangun Village has the highest prevalence every year, with Larva-free Index of 2018 is 87,79%. The existence of larvae is one of the things that is closely related to the incidence of DHF because Aedes so. Acts as a vector of dengue virus transmission. The aims of this study is to determine the factors influencing existence of Aedes sp. in containers in Arcawinangun Village in 2019. Method: This research is an observational analytic with cross sectional approach. The research population arethe entire population of Arcawinangun Village with total 13,820 inhabitants. The number of samples are 100 respondents using cluster sampling. The variables were investigated is the type of containers, location of containers, condition of containers, colour of containers, water temperature of container, and pH water of container. Data collection using questionnaires and observations. Data were analyzed into univariate, bivariate with the chi square test, and multivariate with logistic regression test. Results: Medium to high larvae density at Arcawinangun which the largest percentage of larvae found was the bathtub, which was 67,7%. The influencing variables are the container location and container condition. Variables that have not influencing are type of container, container color, the water temperature in container, and pH water in the container. Conclusion: Based on the results of observations made, the bathtub is a type of container with the highest percentage of larvae found 67,7%, the bathtub is one container that is not possible to be closed, so it needs to be monitored and drained regulary at the shelter. Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF), Aedes sp. | |
| 23606 | 26773 | I1B015032 | Gambaran Mekanisme Koping Religius Pada Lansia Yang Tinggal Di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap | Latar belakang : Berbagai perubahan yang dialami lansia berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan psikologis seperti kesepian, duka cita, depresi dan lain sebagainya, termasuk kelompok lansia yang tinggal di panti. Koping religius merupakan salah satu yang dapat di gunakan untuk memecahkan masalah. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran mekanisme koping religius pada lansia yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanta Cilacap. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 45 responden lansia yang tinggal di panti yang dipilih dengan teknik total sampling. Koping religius di ukur menggunakan instrument kuesioner Brief R-Cope dan data di analisis secara univariate. Hasil : Koping religius positif pada lansia di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap nilai mediannya cenderung lebih besar di banding koping religius negative yaitu 17.00 di banding 5.00. Kesimpulan : Lansia yang tinggal di Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia Dewanata Cilacap cenderung bersifat positif. | Background : Various changes experienced by elderly people have the potential to cause various psychological problems such as loneliness, grief, depression and so forth, including the elderly group who live in social services. Religious coping appear to be a way to overcome the problems. Objective : This study aimed to describe the mechanism of religious coping in the elderly living in the Dewanta Elderly Social Service Cilacap. Method : This research was an exploratory study using a cross-sectional approach. The samples in this study were 45 elderly respondents who lived in the social service selected using total sampling technique. The instrument in this study used the Brief R-Cope questionnaire and the data were analyzed by univariate. Result : Positive religious coping in the elderly at the Dewanata Elderly Social Service Cilacap tended to have higher median value than the negative religious coping with the ratio of 17.00 compared to 5.00. Conclusion : The elderly living in the Dewanata Elderly Social Services Cilacap tended to remain positive. | |
| 23607 | 26774 | G1D014085 | Hubungan Tugas Perkembangan Keluarga dengan Sikap Remaja tentang Perilaku Berisiko Seksual pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 2 Karanglewas | Latar Belakang : Perilaku berisiko seksual saat ini semakin mengkhawatirkan. Salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu sikap. Sikap pada remaja salah satunya dipengaruhi oleh keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tugas perkembangan keluarga dengan sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Karanglewas. Metode Penelitian : Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan jumlah 46 responden. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan yaitu dengan total sampling. Hasil : Terdapat korelasi yang bermakna antara variabel tugas perkembangan keluarga dengan sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual dengan nilai p-value = 0,016. Kekuatan hubungan kedua variabel lemah dengan nilai r = 0,353. Arah hubungan kedua variabel searah, yang berarti semakin terpenuhinya tugas perkembangan keluarga maka sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual semakin baik. Kesimpulan : Tugas perkembangan keluarga memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap remaja terhadap perilaku berisiko seksual.Data dianalisis menggunakan Uji Spearman | Background: Current sexual risk behaviors are increasingly worrying. One of the influencing factors of sexual risk behaviors is attitude. The attitudes in adolescent is influenced by family. The aimed of this study was to determine the relationship between family development task with adolescent attitudes towards sexual risk behavior on VIII grades students of SMP Negeri 2 Karanglewas. Research Methods: The design of this study used a cross sectional approach with 46 respondents. The sampling technique used is total sampling. Data were analyzed by Spearman Rank Test. Results: There was a significant correlation between family development tasks with adolescent attitudes towards sexual risk behavior (p-value = 0.016). The strength of the relationship between the two variables are weak (r = 0.353). The relationship direction between two variables is positive correlation, which means the more fulfilled family development task, the adolescent attitude towards sexual risk behavior is getting better. Conclusion: Family development task has a significant relationship with adolescent attitudes towards sexual risk behavior. | |
| 23608 | 25804 | C1I015023 | THE EFFECT OF GOOD CORPORATE GOVERNANCE, ENVIRONMENTAL PERFORMANCE, AND OWNERSHIP STRUCTURE ON THE EXTENT OF ENVIRONMENTAL DISCLOSURE IN MANUFACTURING COMPANIES | Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh struktur tata kelola perusahaan, kinerja lingkungan, kepemilikan publik, dan kepemilikan asing terhadap luas pengungkapan lingkungan. Tata kelola perusahaan menggunakan empat proksi, yaitu proporsi independensi dewan komisaris, ukuran dewan komisaris, rapat dewan komisaris, dan komite audit. Untuk mengukur sejauh mana pengungkapan lingkungan digunakan daftar indeks Global Reporting Initiative (GRI). Populasi penelitian ini adalah semua perusahan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2015-2017 dan menjadi peserta PROPER. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Ada 30 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai sampel penelitian sehingga jumlah seluruh 90 sampel. Penelitian ini menggunakan multiple linear regression analysis untuk mengukur pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi independensi dewan komisaris dan kinerja lingkungan secara signifikan berpengaruh terhadap tingkat pengungkapan lingkungan. Sementara itu, ukuran dewan komisaris, rapat dewan komisaris, komite audit, kepemilikan publik dan kepemilikan asing tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat pengungkapan lingkungan. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan, kinerja lingkungan, dan struktur kepemilikan sehingga dapat mempengaruhi perusahaan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan pengungkapan lingkungan. Peneliti selanjutnya yang berkaitan dengan pengungkapan lingkungan diharapkan dapat mencakup perusahaan yang bergerak di sektor sumber daya alam. Penting untuk memeriksa apakah hasilnya dapat bertahan di pengaturan yang berbeda | This study aims to obtain empirical evidence about the influence of corporate governance structures, environmental performance, public ownership, and foreign ownership on the extent of environmental disclosures. Corporate governance uses four proxies, namely the proportion of the board of commissioners' independence, the size of the board of commissioners, board of commissioner meetings, and audit committees. To measure the extent to which environmental disclosures are used the Global Reporting Initiative (GRI) index list. The population of this study is all manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2015-2017 and become PROPER participants. Sampling is done using the purposive sampling method. There are 30 companies that meet the criteria as research samples so that the total of all 90 samples. This study uses multiple linear regression analysis to measure the effect of independent variables on the dependent variable. The results of this study indicate that proportion of the board of commissionersindependence and environmental performance significantly influences the level of environmental disclosure. Meanwhile, the size of the board of commissioners, board of commissioners' meeting, audit committee, public ownership and foreign ownership have no significant effect on the level of environmental disclosure. The implication of this research is that the company is expected to be able to understand the influence of GCG, environmental performance, and ownership structure toward company's decision to disclose environmental disclosure. Future research is expected to include companies engaged in the natural resource sector. It is important to check whether the results are hold in different settings | |
| 23609 | 26718 | B1A015068 | Dekolorisasi Remazol Brilliant Blue R (RBBR) oleh Ganoderma sp. dari Kebun Raya Baturraden dengan Oprimasi Waktu Inkubasi dan pH | Remazol Brillliant Blue R (RBBR) merupakan salah satu pewarna antrakuinon yang umum digunakan dalam industri tekstil. Pewarna ini bersifat stabil terhadap perlakuan fisika maupun kimia, sehingga dibutuhkan metode biologi untuk mendegradasinya. Metode biologi yang dapat digunakan adalah dekolorisasi menggunakan jamur pelapuk putih karena lebih efisien dan ramah lingkungan. Salah satu jamur pelapuk putih yang diketahui mampu mendekolorisasi RBBR adalah Ganoderma sp. dari Kebun Raya Baturraden. Dekolorisasi pewarna dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti waktu inkubasi dan pH. Setiap jamur pelapuk putih memiliki waktu inkubasi dan pH optimum yang berbeda dalam mendekolorisasi pewarna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan isolat Ganoderma sp. dari Kebun Raya Baturraden dengan waktu inkubasi dan pH berbeda dalam mendekolorisasi pewarna RBBR, serta mengetahui variasi waktu inkubasi dan pH yang menunjukkan hasil terbaik. Metode dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan variasi pada waktu inkubasi 24, 48, 72, 96, dan 120 jam, serta pH 3, 4, 5, 6, dan 7. Analisis data menggunakan metode Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ganoderma sp. dari Kebun Raya Baturraden mampu mendekolorisasi RBBR pada waktu inkubasi dan pH berbeda. Persentase dekolorisasi tertinggi ditunjukkan pada waktu inkubasi 96 jam dan pH 6. Hal tersebut membuktikan bahwa Ganoderma sp. dari Kebun Raya Baturraden memiliki waktu inkubasi optimum 96 jam, serta pH optimum 6 untuk mendekolorisasi RBBR. | Remazol Brillliant Blue R (RBBR) is one of the anthtraquinone in which commonly used in textile industry. This dye is stable to physics and chemistry treatment, and biological treatment are needed to degrade it. Biological treatment can be use as decolorization by using white rot fungi because it is more efficient and environmental friendly. One of the white rot fungi is known as fungus that can decolorization RBBR is Ganoderma sp. from Baturraden Botanical Garden. Decolorization can be influenced by external factors such as incubation time and pH. Every white rot fungi have optimum incubation time and pH that differs in dye decolorization. This research purpose is to investigate Ganoderma sp.’s isolate capability in which the fungus were taken from Baturraden Botanical Garden with different incubation time and pH in dye decolorization of RBBR, and to investigate variation treatment of incubation time and pH in which resulted the best. Method in this research is experimental with Completely Randomized Design (CRD) with the treatment variation during incubation 24, 48, 72, 96, 120 hour, and pH 3, 4, 5, 6, 7. To data analysis Analysis of Variance (ANOVA), then continued with Honestly Significant Different (HSD). The resulted show that Ganoderma sp. from Baturraden Botanical Garden able to decolorization RBBR during different incubation time and pH. The highest decolorization percentage shown in incubation time 96 hour and pH 6. This proves that Ganoderma sp. from Botanical Garden Baturraden has an optimal incubation time of 96 hours, and an optimal pH of 6 to RBBR decolorization. | |
| 23610 | 28991 | C1H015052 | OWNERSHIP STRUCTURE ON COMPANIES FINANCIAL LEVERAGE DECISION: EVIDENCE FROM INDONESIA | Penelitian ini menggunakan 14 perusahaan sebagai sampel. Metode penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa: (1) kepemilikan manajerial (managerial share ownership) berpengaruh negatif terhadap finansial leverage, (2) Profitability (MSO) berpengaruh negatif terhadapa finansial leverage, (3) Share Turnover (MSO) tidak berpengaruh terhadap finansial leverage, (4) IO berpengaruh negatif terhadap finansial leverage, (5) Profitability (IO) berpengaruh positif terhadap finansial leverage, (6) Share Turnover (IO) tidak berpengaruh terhadap finansial leverage. Implikasi dari hasil diatas adalah sebagai berikut: Secara teoritis, penelitian ini memberikan wawasan untuk implementasi teori keagenan dalam keputusan pendanaan. Karena penelitian ini dilakukan di perusahaan manufaktur yang terdaftar di LQ45, untuk meningkatkan generalisasi teori di berbagai konteks, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Pada tingkat praktis, hasil ini dapat digunakan oleh investor, manajer dana sebagai referensi dalam membuat keputusan pendanaan, apakah akan memprioritaskan pendanaan internal atau eksternal | This research method uses panel data regression analysis. Based on the results of research and data analysis it is shown that: (1) Managerial Share Ownership has a negative effect on financial leverage, (2) Profitability (MSO) has a negative effect on financial leverage, (3) Share Turnover (MSO) has no effect on financial leverage, (4) IO has a negative effect on financial leverage, (5) Profitability (IO) has a positive effect on financial leverage, (6) Share Turnover (IO) has no effect on financial leverage. The implications of the results above are as follows: theoretically, this research provides insight into the implementation of agency theory in funding decisions. Because this research was carried out in manufacturing companies listed in LQ45, highlight the generalization of theories in all contexts, especially in developing countries such as Indonesia. At a practical level, this result can be used by investors, fund managers as a reference in making funding decisions, whether to prioritize internal or external funding. | |
| 23611 | 26776 | B1K014020 | IDENTIFICATION AND COLLECTION OF MACRO FUNGI (BASIDIOMYCOTA: AGARICALES) FROM BATURRADEN BOTANICAL GARDEN, BANYUMAS | Agaricales is a group of macrofungi which comprises of many edible and poisonous members. Agaricales is characterized by having a fruiting body that is fleshy in some species and few species are not fleshy, lamellae, and stipe. The group usually grows well in quite moist areas and it cannot be found in dry conditions. The Indonesian Agaricales has not been intensively studied and there is still very few information on its diversity. While in fact, the diversity of Indonesian Agaricales is high due suitable environment and humidity for these fungi to grow. However, there are only a few species that have been identified. Under the circumstances above, this research is aimed to identify the Indonesian Agaricales, particularly from Baturraden Botanical Garden, Banyumas, Central Java and to collect the specimens as dry herbarium. The research involved collection, description, identification, preservation, and documentation of specimens, and the method used a survey with purposive random sampling. The collected Agaricales were identified by using both macromorphological and micromorphological characters. The macromorphological characters as shape, size, color, margin, surface, the flesh of the pileus, lamellae, and stipe were examined. The micromorphological characters as spores and the basidium were examined. Nine specimens had been collected in Baturraden Botanical Garden and were identified to 6 genera that belong to 4 families and 2 unidentified species, namely Hydropus sp., Mycena sp., Panellus sp., Psathyrella sp., Simocybe sp., DRRE 002, DRRE 010. | Agaricales is a group of macrofungi which comprises of many edible and poisonous members. Agaricales is characterized by having a fruiting body that is fleshy in some species and few species are not fleshy, lamellae, and stipe. The group usually grows well in quite moist areas and it cannot be found in dry conditions. The Indonesian Agaricales has not been intensively studied and there is still very few information on its diversity. While in fact, the diversity of Indonesian Agaricales is high due suitable environment and humidity for these fungi to grow. However, there are only a few species that have been identified. Under the circumstances above, this research is aimed to identify the Indonesian Agaricales, particularly from Baturraden Botanical Garden, Banyumas, Central Java and to collect the specimens as dry herbarium. The research involved collection, description, identification, preservation, and documentation of specimens, and the method used a survey with purposive random sampling. The collected Agaricales were identified by using both macromorphological and micromorphological characters. The macromorphological characters as shape, size, color, margin, surface, the flesh of the pileus, lamellae, and stipe were examined. The micromorphological characters as spores and the basidium were examined. Nine specimens had been collected in Baturraden Botanical Garden and were identified to 6 genera that belong to 4 families and 2 unidentified species, namely Hydropus sp., Mycena sp., Panellus sp., Psathyrella sp., Simocybe sp., DRRE 002, DRRE 010. | |
| 23612 | 26777 | B1B015023 | Genetic Diversity Among Three Cultivars of Peanut (Arachis hypogaea L.) Based on RAPD Markers | Kacang tanah (Arachis hypogea) adalah spesies tanaman khas daerah tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Perkebunan secara luas tersebar di banyak daerah dan produksi didorong untuk memenuhi meningkatnya permintaan. program pemuliaan kacang ditujukan untuk meningkatkan kualitas genetik, terutama dengan resepct produksi dan dengan demikian informasi tentang keragaman genetik yang diperlukan sebagai dasar pertimbangan dalam pemuliaan, pengelolaan dan pemanfaatan berkelanjutan. Salah satu pendekatan untuk menganalisis keragaman genetik dari kacang tanah adalah dengan menggunakan penanda molekuler. Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) adalah penanda molekuler banyak digunakan untuk analisis keragaman genetik. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai keragaman genetik kultivar kacang tanah, yaitu Jerapah, Kancil, dan Hypoma 2, berdasarkan penanda RAPD. Penelitian dilakukan dengan metode survei, di mana tiga individu masing-masing kultivar dianalisis menggunakan teknik PCR-RAPD menggunakan dua belas primer, yaitu OPA-1, OPA-2, OPA-9, OPA-13, OPB-2, OPB-3, OPB-4, OPB-5 , OPB-7, OPB-11, OPB-12 dan OPJ-07. Analisis data berdasarkan data morfologi juga disertakan. analisis molekuler mengungkapkan bahwa hanya 7,55% Band polimorfik diperoleh, sementara sebagian besar band yang monomorfik, menunjukkan variasi yang sangat rendah di antara kultivar. Fenogram yang dibangun berdasarkan literatur menunjukkan bahwa Kancil lebih dekat dengan Jerapah kultivar, sementara dendogram berbasis RAPD menunjukkan bahwa Hypoma 2 lebih dekat dengan Kancil kultivar. | Peanut (Arachis hypogea) is a typical plant species of tropical regions that has high economic value. The plantation is widely spread over many areas and the production is being pushed to meet the increasing demand. Peanut breeding program is aimed to improve genetic quality, mainly with respect of production and thus information on genetic diversity is necessary as a basis for consideration in breeding, management and sustainable utilization. One approach to analyze the genetic diversity of peanut is by using molecular markers. Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD) is a widely used molecular marker for genetic diversity analysis. Therefore, the aim of this study was to assess genetic diversity of peanut cultivars, i.e. Jerapah, Kancil, and Hypoma 2, based on RAPD markers. The study was conducted in a survey method, in which three individuals of each cultivar were analyzed using PCR-RAPD technique employing twelve primers, i.e. OPA-1, OPA-2, OPA-9, OPA-13, OPB-2, OPB-3, OPB-4, OPB-5, OPB-7, OPB-11, OPB-12 and OPJ-07. Data analysis based on morphological data is also included. Molecular analysis revealed that only 7.55% polymorphic band was obtained, while most of the bands were monomorphic, indicating very low variation among the cultivars. The phenogram that constructed based on literature showed that Kancil was closer to Jerapah cultivar, while RAPD-based dendogram showed that Hypoma 2 was closer to Kancil cultivar. | |
| 23613 | 26778 | B1A015114 | KARAKTERISASI ISOLAT KHAMIR GF1 TERHADAP KONDISI ASAM SALURAN PENCERNAAN UNGGAS | Probiotik merupakan mikroorganisme yang dapat memperbaiki mikroekologi usus yang berdampak positif terhadap kesehatan inang. Kandidat probiotik merupakan mikroorganisme yang memiliki potensi sebagai probiotik, seperti menghasilkan enzim fitase sehingga mampu mengoptimalkan kondisi saluran pencernaan. Mikroorganisme sebagai kandidat probiotik salah satunya adalah khamir penghasil enzim fitase. Khamir penghasil fitase telah diisolasi oleh BPTBA-LIPI Yogyakarta asal makanan fermentasi tradisional Indonesia yaitu gathot. Pengujian khamir fitase sebagai kandidat probiotik dilakukan dengan menstimulasikan kondisi saluran pencernaan seperti kondisi asam yaitu pada pH rendah dan kondisi asam lambung. Kondisi pH yang rendah dan asam lambung merupakan suatu penghalang masuknya mikroorganisme ke saluran gastrointestinal, oleh karena itu pengujian terhadap asam dilakukan untuk mengetahui karakteristik mikroorganisme yang akan digunakan sebagai kandidat probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat khamir GF1 asal makanan tradisional fermentasi mampu tahan terhadap kondisi asam karena mampu mempertahankan viabilitasnya pada pH 3 dan kondisi asam lambung. | Probiotics are microorganism which can improve intestinal microecology and give positive impact on host health. Probiotic candidates are microorganism which potential to used as probiotic, such as potential to producing phytase enzyme to optimalize gastrointestinal tract. One of microorganism as probiotic candidates is yeast producing phytase. Yeast producing phytase has been isolated by BPTBA-LIPI Yogyakarta from Indonesian traditional fermented food such as gathot. Characterization of probiotic candidates is done by stimulate gastrointestinal tract condition, include acid condition such as low pH and gastric acid. Condition of low pH and gastric acid are inhibitor microorganism entered to gastrointestinal tract. However, acid tolerance test are used to understand the potential probiotic characteristic of microorganism. The result of this study are yeast producing phytase GF1 isolated from Indonesian traditional fermented food are tolerance of acid condition because it can viable on pH 3 and gastric acid condition. | |
| 23614 | 28622 | C1C014090 | PENGARUH LATAR BELAKANG PENDIDIKAN, PELATIHAN AKUNTANSI DAN SKALA USAHA TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA BIRO HAJI DAN UMROH DI KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi dan skala usaha terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada biro haji dan umroh di Kabupaten Banyumas. Sumber data menggunakan data primer menggunakan kuisioner yang dibagikan kepada 30 biro haji dan umroh di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah sempel jenuh. Model analisis yang digunakan yaitu analisis regresi berganda. Teknik analsis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan statistic deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi dan skala usaha terhadap penggunaan berpengaruh terhadap sistem informasi akuntansi pada biro haji dan umroh di Kabupaten Banyumas. regresi ini untuk menjelaskan besarnya variasi yang terjadi dalam variabel terikat dari nilai koefisien determinasi sebesar 96,3%, sedangkan sisanya sebesar 3,7%dapat dijelaskan oleh variabel di luar dari variabel penelitian. Kata Kunci : latar belakang pendidikan, pelatihan akuntansi, skala usaha dan penggunaan sistem informasi akuntansi | Abstrak This study aims to determine the effect of educational background, accounting training and business scale on the use of accounting information systems on the hajj and umroh bureau in Banyumas Regency. The data source uses primary data using a questionnaire distributed to 30 Hajj and Umrah bureaus in Banyumas Regency. The method used is saturated sample. The analysis model used is multiple regression analysis. Data analysis technique used in this research is using descriptive statistics, data quality test, classical assumption test and hypothesis test. The results of this study indicate that the educational background, accounting training and business scale of use influence the accounting information system of the hajj and umroh bureau in Banyumas Regency. This regression is to explain the amount of variation that occurs in the dependent variable of the coefficient of determination of 96.3%, while the remaining 3.7% can be explained by variables outside of the research variable. Keywords: educational background, accounting training, business scale and use of accounting information systems | |
| 23615 | 26779 | I1D015023 | HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, SERAT, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA AWAL DI POSYANDU LANSIA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT | Latar Belakang: Memasuki masa lansia seseorang umumnya mengalami perubahan pola makan yang membuat asupan gizi tidak seimbang dan penurunan aktivitas fisik. Hal ini dapat memicu terjadinya masalah pada tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan lemak, serat, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada lansia awal. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 88 orang diambil menggunakan metode purposive sampling. Variabel asupan lemak dan serat diambil dengan Semi Quantitative-Food Frequency Questionnaire, tingkat aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire, dan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis statistik menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil Penelitian: Responden sebagian besar memiliki asupan lemak kurang (40,9%), asupan serat sangat kurang (98,9%), dan aktivitas fisik sedang (48,9%). Hasil analisis statistik didapatkan nilai p antara asupan lemak, serat, dan aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik (p=0,037; p=0,826; p=0,710) dan dengan tekanan darah diastolik (p=0,030; p=0,859; p=0,090). Kesimpulan: Asupan lemak berhubungan signifikan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik, sedangkan asupan serat dan aktivitas fisik tidak berhubungan signifikan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Kata kunci: Lemak, Serat, Aktivitas Fisik, Tekanan Darah | Background: Entering the elderly stage, there is a dietary habits change that causes nutrition unbalanced and the decrease of physical activity that may cause a blood pressure problem. This study aim to analyze the correlation of fat and dietary fiber intake, and physical activity with the blood pressure of the early elderly. Method: This was an observational analytic study with cross-sectional approach that involved 88 samples taken by purposive sampling method. Information regarding fat and dietary fiber intake were obtained using Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire, International Physical Activity Questionnaire for physical activity data, and blood pressure was measured using a sphygmomanometer. Statical analysis were used rank spearmen correlation test. Result: Most of respondents had a deficit fat intake (40,9%), a least deficit dietary fiber intake (98,9%), and a moderate level of physical activity (48,9%). Statistics analysis result showed p score between fat and dietary fiber intake, and physical activity with systolic blood pressure were (p=0,037; p=0,826; p=0,710) and diastolic blood pressure were (p=0,030;p=0,859; p=0,090), respectively. Conclusion: There was a significant correlation between fat intake with both systolic and diastolic blood pressure. On the other hand, there was no significant correlation between dietary fiber intake and physical activity with both systolic and diastolic blood pressure. Keywords: Fat, Dietary fiber, Physical activity, Blood pressure | |
| 23616 | 26780 | B1J014130 | PENGARUH PEMBERIAN ASAM HUMAT PADA MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KANDUNGAN POLIFENOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) | Tanaman Binahong (Anredera cordifolia) merupakan salah satu tanaman obat yang bermanfaat sebagai antioksidan. Kandungan senyawa aktif utama pada daun Binahong yaitu flavonoid yang merupakan salah satu senyawa golongan polifenol. Jenis flavonoid yang terkandung pada daun Binahong adalah flavonol. Penggunaan asam humat dapat meningkatkan kualitas media tanam sehingga pertumbuhan tanaman dapat meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan dan kandungan polifenol daun Binahong dan menentukan konsentrasi asam humat yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol daun Binahong. Penelitian ini dilakukan di Greenhouse dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan asam humat pada media pasir dengan konsentrasi 0 g. kg-1; 4 g. kg-1; 8 g. kg-1; 12 g. kg-1 dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman meliputi jumlah daun, berat basah dan berat kering tanaman, serta kandungan polifenol pada daun Binahong. Data yang diperoleh dianalisis ragam atau Analisis of variance (ANOVA) dengan taraf uji 1%, kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat pada media tanam mampu meningkatkan pertumbuhan dan kandungan polifenol daun Binahong dengan konsentrasi 12 g.kg-1. | The Binahong plant (Anredera cordifolia) is one of the medicinal plants that is useful as an antioxidant. The main active compounds in Binahong leaves is flavonoids, which are one of the polyphenol compounds. The type of flavonoids contained in Binahong leaves is flavonol. The use of humic acid can improve the quality of planting media so that plant’s growth can increase. The purpose of this study was to determine the effect of humic acid on the growth and polyphenol contents in Binahong leaves and determine the effective concentration of humic acid to increase the growth and polyphenol contents in Binahong leaves. This research was conducted at the Greenhouse and Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University. The method used in this study is an experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) consisting of four treatments of humic acid on sand media with a concentration of 0 g. kg-1; 4 g. kg-1; 8 g. kg-1; 12 g. kg-1 and repeated three times. The parameters observed in this study were plant growth including the number of leaves, wet weight and dry weight of plants, and the content of polyphenols in Binahong leaves. The data obtained were analyzed for variety or Analysis of Variance (ANOVA) with a test level of 1%, then continued with Least Significance Different (LSD) with a test level of 5%. The results showed that the addition of humic acid in the growing media was able to increase growth and the polyphenol contents in Binahong leaves with a concentration of 12 g.kg-1. | |
| 23617 | 28623 | F1F016021 | Kebijakan Luar Negeri Taiwan Terhadap Cina Dibawah Kepemimpinan Tsai Ing Wen Tahun 2016-2019 | Kebijakan luar negeri suatu negara merupakan instrumen terbesar dalam mencerminkan kepentingan nasional sebuah negara. Untuk memahami mengapa kebijakan luar negeri tertentu diambil, maka harus ada pemahaman mengenai proses pembuatan kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri tidak bisa hanya dijelaskan dengan menggunakan faktor internasional, domestik maupun birokrat tetapi juga harus mempertimbangkan kepercayaan dan nilai dari pembuat keputusan (Jerviss, 2017:28). Penelitian dengan judul “Kebijakan Luar Negeri Taiwan Terhadap Cina dibawah Kepemimpinan Tsai Ing Wen tahun 2016-2019” ini menganalisa latar belakang kebijakan luar negeri Taiwan terhadap Cina dibawah kepemimpinan Tsai Ing Wen menggunakan teori idisinkretik. Analisa kebijakan luar negeri yang dilihat melalui persepsi individu merupakan fokus utama dari penelitian ini. Terdapat 5 indikator yang berpengaruh terhadap keputusan kebijakan luar negeri oleh individu menurut Alex Mintz dan Karl DeRouen yaitu gaya kepemimpinan, kesehatan mental dan fisik, ego dan ambisi, latar belakang politik dan pribadi, persepsi dan realitas operasional. Dengan menggunakan teori idiosinkretik, penelitian ini menjelaskan latar belakang kebijakan luar negeri Taiwan terhadap Cina dilihat dari faktor individu Tsai Ing Wen. | Foreign policy is agreed to be one of the greatest instrument in reflecting a state’s national interests. To understand why certain foreign policies are taken, there must be an understanding in the process of foreign policy decision making. Foreign policy cannot only be explained by using international, domestic or bureaucrat factors but also need to reckoning the decision maker’s belief system and value (Jerviss, 2017: 28). The study entitled "Taiwan's Foreign Policy Towards China under Tsai Ing Wen’s Leadership in 2016-2019," analyzes the background of Taiwan's foreign policy towards China under the leadership of Tsai Ing Wen using the idiosyncretic theory. The main focus of this research is foreign policy analysis using the individual perceptions. There are 5 indicators that influence foreign policy decisions by individuals according to Alex Mintz and Karl DeRouen namely leadership style, mental and physical health, ego and ambition, political and personal background, perceptions and operational realities. Using idiosyncratic theory, this article explains the background of Taiwan's foreign policy towards China in terms of Tsai Ing Wen's individual factors. | |
| 23618 | 26781 | G1H012053 | HUBUNGAN BESAR UANG SAKU DAN POLA KONSUMSI MAKANAN JAJANAN DENGAN GIZI LEBIH DAN OBESITAS PADA ANAK DI SDN 4 KRANJI | Latar Belakang : Pada periode anak sekolah, salah satu faktor yang mempengaruhi status gizi adalah kebiasaan jajan, dimana pada usia tersebut anak sudah mampu memilih makanan jajanan yang mereka sukai dengan menggunakan uang saku yang diperoleh setiap harinya. Mengetahui hubungan antara besar uang saku dan pola konsumsi makanan jajanan dengan gizi lebih dan obesitas pada anak di SDN 4 Kranji.. Metodologi Penelitian : Desain penelitian menggunakan observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 54 anak dipilih secara purposive sampling. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil : Sebanyak 32,5% siswa di SDN 4 Kranji memiliki uang saku tinggi dengan status gizi overweight dan obesitas. Sebanyak 52% sering mengonsumsi makanan jajanan memiliki status gizi overweight dan obesitas. Tidak ada hubungan antara uang saku dengan gizi lebih dan obesitas pada anak (p= 1,00) dan ada hubungan antara pola konsumsi makanan jajanan dengan gizi lebih dan obesitas dengan nilai (p= 0,002). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara besar uang saku dengan gizi lebih dan obesitas pada anak. Ada hubungan antara pola konsumsi makanan jajanan dengan gizi lebih dan obesitas pada anak. | Background : One of the factors that affecting the nutritional status is the habit of eating snacks, where at that age children are able to snacks that they like by using pocket money obtained every day. The aim of this study was to know the correlation of pocket money and patterns consumption of snacks with over nutrition and obesity in children at SDN 4 Kranji. Research Methodology: The design of this study was observational with cross sectional type. The total of samples of 54 children were selected by purposive sampling. Analysis using Chi-square test. Results: 32.5% of students at SDN 4 Kranji have a high allowance with overweight nutritional status. As many as 52% of students who often consume snacks, having overweight nutritional status. There was no correlation between pocket money with over nutrition and obesity in children (p = 1.00) and there is a correlation between daily consumption of snacks with overweight nutrition and obesity with value (p = 0.002). Conclusion: There was no correlation between pocket money with over nutrition and obesity in children and there was a correlation between daily consumption of snacks with overweight nutrition and obesity. | |
| 23619 | 26782 | B1B015041 | Diversity of Epiphytic Orchids in Bantarbolang Nature Reserve, Pemalang, Central Java | Anggrek merupakan tumbuhan berbunga yang banyak dicari karena keindahan bunganya. Spesies anggrek alam mengalami penurunan jumlah populasi karena rusaknya ekosistem hutan. Cagar Alam Bantarbolang mempunyai kekhasan tumbuhan termasuk anggrek yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Penelitian ini berfokus pada anggrek epifit yang ditemukan di tumbuhan lain. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman anggrek epifit dan karakteristik pohon inangnya di Cagar Alam Bantarbolang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survey. Teknik pengambilan sampel dengan cara jelajah. Variabel yang diamati adalah keanekaragaman anggrek epifit dan karakteristik pohon inang. Parameter yang digunakan adalah karakter morfologi anggrek meliputi akar, batang, daun dan bunga, parameter ekologi seperti jumlah spesies dan jumlah individu, spesies pohon inang, dan data lingkungan. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil yang diperoleh ditemukan 5 spesies anggrek epifit yaitu Rhynchostylis retusa, Aerides odorata, Cymbidium bicolor, Dendrobium crumenatum dan Ascocentrum miniatum. Jumlah anggrek yang ditemukan sebanyak 148 individu, spesies yang paling banyak ditemukan yaitu Rhynchostylis retusa. Pohon yang ditemukan sebagai inang yaitu jati (Tectona grandis), putat (Barringtonia acutangula), bulu (Ficus annulata) dan bungur (Lagerstroemia speciosa) dengan karakteristik memiliki batang keras, tekstur permukaan retak-retak, kasar, berlumut dan tidak mudah mengelupas. Suhu udara pada masing-masing anggrek pada pagi hingga siang hari berkisar antara 28 – 31ºC, kelembaban relatif antara 76 – 87%, dan intensitas cahaya antara 400 – 10.000 lux. | Orchid is a flowering plant that is interesting because of the beauty of its flowers. Natural orchid species have decreased in population due to the damage of forest ecosystems. The Bantarbolang Nature Reserve has specific plants including orchids that need to be protected and their development occur naturally. This research focuses on epiphytic orchids found on other plants. The objectives of this research are to find out the diversity of epiphytic orchids and their host tree characteristics in the Bantarbolang Nature Reserve. The research method was surveyed with an explorative sampling technique. The variables observed were the diversity of epiphytic orchids and host trees characteristics, the parameters used were the morphological characters of orchids such as roots, stems, leaves and flowers, ecological data such as number of species and number of individual, host trees species, and environmental data. The data were analyzed descriptively. The results of this study showed that there were 5 epiphytic orchid species, i.e. Rhynchostylis retusa, Aerides odorata, Cymbidium bicolor, Dendrobium crumenatum and Ascocentrum miniatum. The number of orchids found was 148 individuals, the most common species was Rhynchostylis retusa. The host trees are teak (Tectona grandis), putat (Barringtonia acutangula), bulu (Ficus annulata) and bungur (Lagerstroemia speciosa) with characteristics of hard stems, cracked surface texture, rough, mossy and not easy to peel. The air temperature in each orchid in the morning to afternoon ranges from 28 – 31ºC, the relative humidity between 76 – 87%, and the light intensity between 400 – 10,000 lux. | |
| 23620 | 28624 | C1A016023 | DAMPAK PEMBINAAN DAN PENGELOLAAN KLASTER UMKM CABAI DI KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN TERHADAP TINGKAT PRODUKSI DAN PENDAPATAN OLEH BANK INDONESIA YOGYAKARTA | Penelitian ini merupakan penelitian survey pada anggota klaster UMKM cabai di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta. Penelitian ini mengambil judul “Dampak Pembinaan dan Pengelolaan Klaster UMKM Cabai di Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman Terhadap Tingkat Produksi dan Pendapatan oleh Bank Indonesia Yogyakarta”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat produksi dan pendapatan sebelum dan sesudah dilakukannya pembinaan dan pengelolaan oleh Bank Indonesia. Kemudian menganalisis apakah setelah adanya pembinaan dan pengelolaan dari Bank Indonesia pendapatan keluarga anggota klaster UMKM telah mencapai KHL. Populasi dalam penelitian ini adalah anggota klaster UMKM cabai di Kecamatan Ngemplak yang berjumlah 54. Metode sampling yang digunakan adalah sensus. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan uji beda rata-rata menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan rata-rata tingkat produksi sebelum dan sesudah adanya pembinaan, (2) terdapat perbedaan rata-rata pendapatan sebelum dan sesudah adanya pembinaan, (3) pendapatan keluarga anggota klaster UMKM sudah mencapai KHL. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu diharapkan adanya keberlanjutan program yang dilakukan oleh Bank Indonesia baik dalam bentuk penambahan program, bantuan, sosialisasi maupun dalam bentuk monitoring dan evaluasi. Hal ini bertujuan agar peningkatan produktivitas maupun pendapatan tetap stabil atau bahkan terus meningkat, sehingga anggota klaster UMKM dapat meningkatkan kualitas kebutuhan hidupnya. Kata Kunci : Produksi, Pendapatan, KHL | This research is a survey research on chili UMKM cluster members in Ngemplak District, Sleman Regency, Yogyakarta Province. This study takes the title "The Impact of the Development and Management of the UMKM Chili Cluster in Ngemplak District, Sleman Regency Against the Level of Production and Income by Bank Indonesia Yogyakarta". The purpose of this study is to analyze the level of production and income before and after the guidance and management by Bank Indonesia. Then analyze whether after the guidance and management of Bank Indonesia the family income of MSME cluster members has reached KHL. The population in this study were 54 members of the chili MSME cluster in Ngemplak District, totaling 54. The sampling method used was a census. Based on the results of research and data analysis using the average difference test shows that: (1) there is a difference in the average level of production before and after the formation, (2) there is a difference in the average income before and after the formation, (3) family income of MSME cluster members has reached KHL. The implication of the conclusion above is that it is expected that the sustainability of the program carried out by Bank Indonesia in the form of additional programs, assistance, outreach and in the form of monitoring and evaluation. It aims to increase productivity and income to remain stable or even continue to increase, so that MSME cluster members can improve the quality of their living needs. Keywords: Production, Income, KHL |