Artikelilmiahs

Menampilkan 23.521-23.540 dari 50.262 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2352126742I1C015050Uji Aktivitas Gel Ekstrak Etanolik Terpurifikasi Daun Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) terhadap Luka Bakar Pada TikusLatar belakang : luka bakar masih menjadi masalah kesehatan global, dimana kejadian paling banyak terjadi di negara berkembang dan hampir setengahnya terjadi di Asia Tenggara. Secara empiris masyarakat negara China memanfaatkan kayu dan daun lindur sebagai obat luka bakar. Daun Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, steroid, dan terpenoid yang memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas pengaruh pemberian sediaan gel ekstrak etanol terpurifikasi daun lindur terhadap luka bakar pada tikus wistar jantan. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian experimental laboratorium, dengan melalui 3 tahapan penelitian, yaitu pembuatan ekstrak terpurifikasi daun lindur (Bruguiera gymnorrhiza), formulasi gel ekstrak etanol daun lindur (Bruguiera gymnorrhiza) dan uji aktivitas penyembuhan luka bakar pada tikus. Tikus dibagi kedalam 5 kelompok perlakuan. Kelompok I : luka bakar dioleskan basis gel HPMC, perlakuan II : dioleskan Neocenta® gel, perlakuan III : dioleskan Formula I, perlakuan IV : Formula II, perlakuan V: dioleskan Formula III. Hasil Penelitian : Formula I, Formula II, dan Formula III memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka bakar. Formula III merupakan sediaan gel yang paling baik, karena memiliki nilai perbandingan luas area relatif yang paling kecil yaitu 2,1 + 0,26 jika dibandingkan formula lainnya. Kesimpulan : Formula I, Formula II, dan Formula III sediaan gel ekstrak etanol terpurifikasi daun Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) memiliki aktivitas dalam proses penyembuhan luka bakar pada tikus.Background : Burns were a global health problem, the majority of these occurred in developed countries and almost half occure in South-East Asia Region. Empirically, Chinese people used wood and lindur leaves as a skin burn medicine. Lindur leaves (Bruguiera gymnorrhiza) contain flavonoid, tannin, saponin, steroid, and terpenoid compositions which have activity in healing burns. The aimed of this study to determine the activity of giving purified ethanolic extract gel from lindur leaves (bruguiera gymnorrhiza) as therapy for skin burns in male wistar rats. Methods : This research used experimental laboratory design, through three stages of research, the first was manufactured purified extracts of lindur leaves (Bruguiera gymnorrhiza), then gel formulations of ethanol extracts of lindur leaves (Bruguiera gymnorrhiza) and then activity tested of burn healing in rats. Rats were divided into 5 treatment groups. Group I: burned skin applied the base of the HPMC gel, treatment II: applied Neocenta® gel, treatment III: applied Formula I, treatment IV: Formula II, treatment V: applied Formula III. Result : Formula I, Formula II, and Formula III haved the activity of healing burned skin. Formula III’s the best gel formula, because it had the smallest relative area ratio value = 2.1 + 0.26 when compared to other formulas. Conclusion : Formula I, Formula II, and Formula III of purified ethanolic extract gel from lindur leaves (bruguiera gymnorrhiza) have activity in the process of healing burns in rats.
2352226759I1E015026HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KECEPATAN LARI
DAN KELENTUKAN TOGOK DENGAN KELINCAHAN
SISWA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT
DI SMP MBS ZAM-ZAM CILONGOK
Latar Belakang : Kelincahan dipengaruhi oleh kekuatan otot tungkai, kecepatan lari dan kelentukan togok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot tungkai, kecepatan lari, dan kelentukan togok dengan kelincahan siswa ekstrakurikuler pencak silat di SMP MBS Zam-Zam Cilongok.

Metodologi : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional dan pengambilan sampel 31 siswa ekstrakurikuler pencak silat menggunakan total sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan ekslusi. Pengukuran kekuatan otot tungkai menggunakan tes leg dynamometer, kecepatan lari menggunakan tes sprint 30 m, kelentukan togok menggunakan tes sit and reach, dan kelincahan menggunakan tes hexagonal obstacle. Uji statistik menggunakan shapiro wilk, pearson product moment, korelasi berganda dan sumbangan efektif.

Hasil Penelitian : Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai dengan kelincahan p = 0,000 , r = -0,694. Terdapat hubungan antara kecepatan lari dengan kelincahan p = 0,000 , r = 0,742. Terdapat hubungan antara kelentukan togok dengan kelincahan p = 0,000 , r = -0,617. Terdapat hubungan antara kekuatan otot tungkai, kecepatan lari, dan kelentukan togok dengan kelincahan p = 0,000 , r = 0,857 . Sumbangan efektif yang diberikan terhadap dari kekuatan otot tungkai sebesar 23,04%, kecepatan lari 30,13% dan kelentukan togok sebesar 20,18%.


Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kekuatan otot tungkai, kecepatan lari, dan kelentukan togok dengan kelincahan siswa ekstrakurikuler pencak silat di SMP MBS Zam-Zam Cilongok.

Kata Kunci : Kekuatan otot tungkai, kecepatan lari, kelentukan togok, kelincahan
Background : The agility depend on leg muscle strength, speed of run, and togok flexibility. The aim of the research to determine correlation of leg muscle strength, speed of run, and togok flexibility with the agility of martial art extracurricular student in junior high school of MBS Zam-Zam Cilongok.

Method : The method of uses in this research is the studi of correlation analytic with correlational approach and involving 31 students the with total sampling technique following inclusion and exclusion as a consideration. The measurement of the leg muscle strength uses leg dynamometer test, speed of run uses sprint 30 m, togok flexibility uses sit and reach test, the agility uses hexagonal obstacle test. Shapiro wilk, pearson product moment, multiple correlation and effective contribution are used analysis data.

Result : The correlation between of leg muscle strength with the agility were p = 0,000 , r = -0,694. The correlation between of speed of run with the agility were p = 0,000 , r = 0,742. The last correlation between of togok flexibility with the agility were p = 0,000 , r = -0,617. The correlation between of leg muscle strength, speed of run, and togok flexibility with the agility was significant were p = 0,000 , r = 0,857 . Effective contribution of agility from leg muscle strength 23,04% , from speed of run 30,13% and from togok flexibility 20,18%

Conclusion : There significant correlation between of leg muscle strength, speed of run, and togok flexibility with the agility of martial art extracurricular student in junior high school of MBS Zam-Zam Cilongok.

Keyword : leg muscle strength, speed of run, togok flexibility, agility
2352326772G1D013026Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Petugas Kebersihan Tenaga Harian Lepas (THL) Wilayah CiamisLatar Belakang : Petugas kebersihan merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tingkat resiko tinggi untuk terkena penyakit dan terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi lingkungan kerja yang tidak kondusif dan selalu berhubungan dengan sampah bisa mengakibatkan kecelakaan kerja. Penggunaan APD yang baik dan benar saat bekerja dapat melindungi dari potensi bahaya serta kecelakaan kerja yang kemungkinan terjadi di tempat kerja. Pengetahuan, fasilitas dan pengawasan dapat mempengaruhi perilaku penggunaan APD.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan THL Wilayah Ciamis.
Metode Penelitian :Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Besar sampel adalah 83 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dengan uji bivariat menggunakan uji Chi square.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan hubungan pengetahuan dengan perilaku penggunaan APD dengan nilai p=0,138, hubungan fasilitas dengan perilaku penggunaan APD dengan nilai p=0,668 dan juga hubungan antara pengawasan dengan perilaku penggunaan APD dengan nilai p=0,163.
Kesimpulan : Fakor pengetahuan, fasilitas dan pengawasan tidak berhubungan dengan perilaku penggunaan APD pada petugas kebersihan THL Wilayah Ciamis.
Kata Kunci :Petugas kebersihan, Alat Pelindung Diri (APD), Pengetahuan, Failitas, Pengawasan, Perilaku.
Background: The janitors is one of the high-risk jobs of disease and work accidents. The condition of the work environment is unconducive and always associated with garbage that can result in work accidents. Good and proper use of PPE in the workplace can protect against potential hazards and workplace accidents. Behavior is influenced by factors of knowledge, facilities and surveillance.
Objective: the study aims to determine the factors that associated with the behavior of PPE use in Ciamis Region THL Janitors.
Methodology: This research uses quantitative methods with sectional cross approach. The sampling technique uses total sampling. The sample size was 83 respondents who fit the inclusion and exclusion criteria. Data analysis with bivariate test using the chi square test.
Results: The results showed the relationship of knowledge with the behavior of PPE use (p= 0,138), the relationship between facilities with PPE usage behavior (p= 0,668) and also the relationship between surveillance with the behavior of PPE use (p = 0,163).
Conclusion: Knowledge, facilities and surveillance factors are not related to the behavior of PPE usage in freelance janitor ciamis area.
Keywords: janitors, self-protective devices (PPE), knowledge, facilities, surveillance, behavior.
2352426701E2B017030PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KREDITUR TERHADAP KEABSAHAN AKTA PENGIKATAN JUAL BELI DENGAN PINJAMAN TANPA HAK TANGGUNGAN
(Analisis Putusan Nomor : 34/Pdt/2017/PT. YYK dan Nomor : 214/Pdt.G/2014/PN.Jkt Sel)
Abstrak

Unsur terpenting dari kredit (utang) adalah adanya kepercayaaan dari pihak kreditur terhadap peminjam sebagai debitur. Perjanjian Jual Beli (selanjutnya disebut PJB) adalah kesepakatan antara penjual untuk menjual properti miliknya kepada pembeli yang dibuat dengan akta notaris. Kasus yang terjadi pada Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor 34/ Pdt /2017/PT.YYK dan Putusan Pengadilan Negeri Nomor 214/Pdt,G/2014/PN. Jkt.Sel adalah kasus utang piutang dengan jaminan sertifikat hak atas tanah dan para pihak menuangkan kesepakatan mereka ke dalam Akta Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan Akta Kuasa Jual, mengingat setelah kedua putusan tersebut, terdapat permasalahan utang piutang yang belum selesai, sementara debitur masih belum bisa melunasi utangnya kepada kreditur, dengan jaminan sertifikat hak atas tanah tanpa hak tanggungan.
Atas latar belakang tersebut, maka penulis akan menganalisis pertimbangan hakim terhadap putusan Nomor 34/ Pdt /2017/PT.YYK dengan Putusan Nomor 214/Pdt.G/2014/PN. Jkt Sel tentang akta pengikatan jual beli, perlindungan hukum bagi kreditur terhadap keabsahan akta perikatan jual beli dengan pinjaman tanpa hak tanggungan dan pelunasan oleh debitur yang wanprestasi terkait hutang piutang dengan pinjaman tanpa hak tanggungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa Pada Putusan Nomor 34/ Pdt /2017/PT.YYK yang menyatakan batal demi hukum dan tidak mempunyai kekuatan mengikat akta otentik mengenai “Ikatan Jual Beli” Nomor 01/2015 dan akta otentik berupa “Kuasa Menjual” Nomor 02/2015, karena berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 275K/PDT/2004, berbunyi sebagai berikut : “ Jual beli yang semula didasari utang piutang adalah perjanjian semu, dimana pihak penjual dalam posisi lemah dan terdesak, sehingga mengandung penyalahgunaan ekonomi. “ Sedangkan sebagai bahan pembanding Putusan Nomor 214/Pdt.G/2014/PN. Jkt Sel, dimana semula mempunyai hubungan hukum yaitu hutang piutang yang menyatakan bahwa Penggugat terbukti melakukan perbuatan wanprestasi terhadap Tergugat, menyatakan Akta Pengikatan Jual Beli No. 45 tanggal 11 Juli 2008 dan seluruh turunannya adalah Akta yang berlaku sah dan benar ; menyatakan Akta Pengakuan Hutang No. 46 tanggal 11 Juli 2008 dan seluruh turunannya adalah Akta yang berlaku sah dan benar; menyatakan Akta Jaminan Fiducia (Barang bergerak) No. 47 tanggal 11 Juli 2008 dan seluruh turunannya adalah akta yang berlaku sah dan benar.
Abstract

The most important element of credit (debt) is the trust of the creditor towards the borrower as the debtor. Sale and Purchase Agreement (hereinafter referred to as PJB) is an agreement between a seller to sell his property to a buyer made with a notarial deed. Cases that occurred in Yogyakarta High Court Decision Number 34 / Pdt /2017/PT.YYK and District Court Decision Number 214 / Pdt, G / 2014 / PN. Jkt.Sel is a case of debt receivable with collateral for a certificate of land rights and the parties poured their agreement into the Sale and Purchase Binding Act (PPJB) and the Selling Power of Attorney, considering that after the two decisions, there was an outstanding debt problem, while the debtor was still have not been able to repay their debts to creditors, with guarantees of certificates of land rights without mortgage.
The purpose of this study was to analyze the judges' consideration of the decision Number 34 / Pdt /2017/PT.YYK with Decision Number 214 / Pdt.G / 2014 / PN. Jkt Cell regarding sale and purchase agreement. analyze the legal protection for creditors against the validity of the deed of sale and purchase agreement with a loan without mortgage. analyze repayment by defaulting debtors relating to debts and loans without mortgages. The method used in this study is a normative juridical method, analyzed Normatively Qualitatively,
The results of the study show that in Decision Number 34 / Pdt /2017/PT.YYK which states are null and void and do not have the power to bind an authentic deed regarding the "Purchase Bond" Number 01/2015 and authentic deed in the form of "Sales Authority" Number 02/2015 , because based on the Supreme Court Jurisprudence of the Republic of Indonesia number 275K / PDT / 2004 read as follows : “ the sale and purchase which was originally based on accounts receivable debts is a pseudo agreement, where the seller is in a weak and pressed position, so that it constains economic abuse”. Whereas as a comparison for Decision Number 214 / Pdt.G / 2014 / PN. Jkt Cell, which originally had a legal relationship, that is, debt and receivables which stated that the Plaintiff was proven to have committed a default on the Defendant, stated the Purchase Binding Agreement No. 45 dated July 11, 2008 and all of its derivatives are valid and correct deeds; declare the Deed of Credit Recognition No. 46 dated July 11, 2008 and all of its derivatives are valid and correct deeds; certifies Fiduciary Deed (movable property) No. 47 dated July 11, 2008 and all of its derivatives are valid and correct deeds.
2352526702F1C012087STRATEGI BRANDING ORGANISASI KEMASYARAKATAN PEMUDA PANCASILA MAJELIS PIMPINAN CABANG KABUPATEN BANYUMAS
DALAM MELAWAN STIGMA
Proses komunikasi di masyarakat dewasa ini mempunyai bentuk dan metode yang terus berkembang. Namun, jejak sejarah selalu melekat pada ingatan masyarakat sebagai bentuk pelajaran untuk menyongsong kehidupan selanjutnya. Jejak sejarah kadang pada kahirnya berbelok makna atau bahkan bertolak belakang dengan realitas yang ada. Atau bahkan yang paling sering dilihat adalah, ada mata rantai yang hilang dalam memahami sejarah. Paling buruk, kesalahan kita memahami sejarah menimbulkan efek pada stigma yang kita lihat pada sebuah identitas. Pemuda Pancasila sebagai organisasi pun tidak lepas dari stigma yang tertanam di masyarakat. Berangkat dari stigma tersebut, ada upaya untuk merubah dan memberi pemahaman pada masyarakat akan carapandang melihat organisasi. Kasus ini dijadikan sebagai bahan penelitian yang berjudul ‘’STRATEGI BRANDING ORGANISASI KEMASYARAKATAN PEMUDA PANCASILA MAJELIS PIMPINAN CABANG KABUPATEN BANYUMAS DALAM MELAWAN STIGMA’’. rumusan dalam penelitian ini dimulai dari bagaimana sejarah Pemuda Pancasila di Kabupaten Banyumas dan bagaimana strategi untuk branding melawan stigma tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui posisi dan kedudukan Ormas Pemuda Pancasila di Kabupaten Banyumas dan mengetahui strategi branding Organisasi Kemayarakatan Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Cabang Kabupaten Banyumas dalam rangka menghapus stigma yang melekat pada organisasi.
Penelitian ini neggunakan metode kualitatif. Serta teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori branding. Adapun sumber data yang akan digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari hasil wawancara lapangan dan observasi.
Berdasarkan analisis data yang sudah dilakukan, diperoleh hasil bahwa salah pemahaman masyarakat terhadap organisasi Pemuda Pancasila merupakan konsekuensi dari kurangnya beberapa anggota menerapkan nilai dan semangat dari visi dan misi Pemuda pancasila. Dari tidak diterapkannya nilai-nilai tersebut, berdampak pada terjadinya tindakan yang dalam kacamata masyarakat luas adalah negatif dan megenarisir pada seluruh organisasi. Dampak tersebut di lawan dengan program internal dan eksternal organisasi melalui pendidikan karakter dan keterlibatan Pemuda Pancasila dalam kegiatan sosial di Kabupaten Banyumas. Diharapka program tersebut dapat merubah bahkan menghilangkan stigma yang ada.
The process of communication in today's society has a form and method that continues to evolve. However, historical traces are always attached to people's memories as a form of learning to welcome the next life. Historical traces sometimes turn meaning or even contradict the reality. Or even the most frequently seen is, there is a missing link in understanding history. At worst, our misunderstanding of history has an effect on the stigma we see in an identity. Pemuda Pancasila as an organization cannot be separated from the negative stigma that is embedded in society. Departing from the negative stigma, there are efforts to change and give understanding to the public about how they see the organization. This case is used as research material entitled '‘STRATEGY BRANDING ORGANIZATION OF PANCASILA YOUTH COMMUNITY COMMUNITY LEADERSHIP LEADERS OF BANYUMAS DISTRICT IN AGAINST NEGATIVE STIGMA'. The formulation in this study starts from how the history of Pancasila Youth in Banyumas Regency and how the strategy for branding against the negative stigma. The purpose of this study was to determine the position and position of the Pancasila Youth Organization in Banyumas Regency and to know the branding strategy of the Pancasila Youth Organization of the Banyumas Regency Branch Leadership Council in order to remove the stigma attached to the organization.
This research uses a qualitative method. And the theory used in this study uses branding theory. The data sources that will be used are primary data and secondary data obtained from the results of field interviews and observations.
Based on the analysis of the data that has been done, the results are obtained that the people's misunderstanding of the Pancasila Youth organization is a consequence of the lack of some members applying the values ​​and enthusiasm of the Pancasila Youth vision and mission. From not implementing these values, the impact on the occurrence of actions in the eyes of the wider community is negative and inherits the entire organization. These impacts are opposed to the organization's internal and external programs through character education and the involvement of Pemuda Pancasila in social activities in Banyumas Regency. It is hoped that the program can change or even eliminate the negative stigma that exists.
2352626703I1B015073HUBUNGAN PENGGUNAAN AKUN KESEHATAN DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU HIDUP SEHAT PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTOLatar belakang: Kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kesehatan yang baik, berasal dari individu yang bisa melakukan tindakan pencegahan sebelum terjadinya suatu penyakit. Penggunaan media sosial dapat memudahkan mahasiswa dalam pencarian informasi, terutama terkait kesehatan. Pemanfaatan akun kesehatan di media sosial merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk mengubah perilaku hidup sehat. Tujuan: Mengetahui hubungan penggunaan akun kesehatan di media sosial terhadap perilaku hidup sehat pada mahasiswa Unsoed Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan total sampel sebanyak 445 responden. Pengambilan data penelitian menggunakan kuesioner dan hasilnya di analisis menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian: Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, rata-rata berusia 19 tahun. Skor penggunaan akun kesehatan di media sosial adalah 17,00 (dari rentang skor 8-32). Skor perilaku hidup sehat adalah 71,00 (dari rentang skor 27-108). Hasil uji statistik menunjukkan p value = 0,000 < 0,05, dengan nilai r sebesar 0,320. Kesimpulan: Penggunaan akun kesehatan di media sosial memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku hidup sehat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.Background: Health is the most important thing to human being to support their daily activity. A good condition of health comes from the one who is able to prevent disease to come. The usage of social media easies students to find out the information especially topic about health. It is one of the way to drive them onto health life behaviour. Purpose: This research was aimed to figure out the correlation of health account usage in social media toward life health behaviour of students of Jenderal Soedirman University in Purwokerto. Method: This was a quantitative research with cross sectional design. Samples were taken by accidental sampling within 445 respondents. Data were taken by questionnaire and were analyzed with Spearman analysis. Result: Based on respondents' characteristics showed that most of them were women, had the average of 19 ages. The score of health account usage in social media was 17,00 (range 8-32). Score of health life behaviour was 71,00 (fron 27-108). From statistic analysis showed that p value = 0,000 < 0,05 with r equal to 0,320. Conclusion: The usage of health account in social media had a significant correlation to health life behaviour of students of Jenderal Soedirman University in Purwokerto.
2352726704I1C015076Hubungan Estimasi Kadar Digoksin Dalam Darah dengan Kejadian Toksisitas Digoksin pada Pasien Rawat InapAbstrak
Digoksin merupakan obat indeks terapi sempit yang memerlukan pemantauan kadar dalam penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase pasien yang memiliki estimasi Css >2 ng/ml, mengetahui tanda toksisitas yang muncul dan mengetahui hubungan estimasi Css dengan munculnya tanda toksisitas di RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Penelitian bersifat prospektif melalui pencatatan rekam medis dan wawancara secara langsung kepada pasien. Jumlah pasien dengan estimasi Css >2 ng/ml sebanyak 38,2%. Tanda toksisitas muncul pada 17,6% pasien dengan tanda terbanyak yaitu perubahan EKG terkait aritmia. Estimasi Css >2 ng/ml tidak berhubungan langsung secara statistik (p value 0,513) dengan munculnya tanda toksisitas digoksin.
Abstract
Digoxin is a narrow therapeutic index drug that requires a level monitoring in use it. This study aimed to determine the percentage of patients who have a Css estimation >2 ng/ml, to know the signs of toxicity that appeared and to know the correlation of estimated Css with signs of toxicity that appears in RSUD Prof. dr. Margono Soekarjo Purwokerto. This was a prospective study by recording medical records and direct interview to patients. The number of patients with a Css estimation >2 ng/ml was 38,2%. The sign of toxicity appeared in 17,6% of patients with the most sign was arrhythmia-related ECG changes. Based on statistical results, Css estimation >2 ng/ml was not correlation with the incidence of digoxin toxicity (p value 0,513).
2352826705I1C015067Isolasi Senyawa Seskuiterpen Kerangka Humulen dari Rimpang Bangle Hantu (Zingiber ottensii)Zingiber ottensii diketahui memiliki kandungan senyawa seskuiterpen kerangka humulen. Uji aktivitas senyawa seskuiterpen kerangka humulen telah terbukti memiliki akivitas sebagai antimalaria, agen sitotoksik dan penghambat produksi nitrit oksida. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan isolasi senyawa tersebut dari rimpang Z. ottensii asal Indonesia. Isolasi dari ekstrak metanol rimpang Z. ottensii menggunakan kromatografi dan identifikasi menggunakan spektroskopi massa dan spektroskopi NMR 1 dimensi (1H-NMR, 13C-NMR) dan NMR 2 dimensi (HSQC, HMBC, COSY, TOCSY). Pada pengukuran 1H-NMR 500 MHz (CDCl3) isolat F68.59.3 didapatkan 17 sinyal utama pada δH 4,15 (dd, J=6; 2 Hz, 1H); 5,37 (dd, J=16,5; 6 Hz, 1H); 5,19 (d, J=16,5 Hz, 1H); 2 (dd, J=15; 10 Hz, 1H); 1,81 (overlaped); 5,07 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 2,11 (dd, J=15; 5 Hz, 1H); 1,86 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 1,21 (overlaped); 1,64 (m, 1H); 1,43 (m, 2H); 1,24 (m, 1H); 1,51 (s, 3H); 1,01 (d, J=7 Hz, 3H); 1,11 (s, 3H); 1,10 (s, 3H); 3,49 (s, 1H). Pada spektrum 13C-NMR 125 MHz (CDCl3) didapatkan 15 sinyal utama pada δC 76,48; 131,13; 137,27; 37,52; 40,58; 124,75; 134, 19; 40,77; 23,50; 26,37; 42,38; 16,04; 17,62; 25,02, 29,09. Pada spektra MS didapatkan [M+Na] m/z sebesar 245,1924 (calc. mass C15H`26ONa 245,1881). Senyawa seskuiterpen kerangka humulen yaitu senyawa 4,4,7,11-tetrametil-2,6-sikloundekadien-1-ol dengan rumus molekul C15H26O.Zingiber ottensii has been known to contain humulene-type sesquiterpene compounds. Activity test of humulene-type sesquiterpene coumpounds has been shown to have activity as antimalarial, cytotoxic agent and inhibitor nitric oxide production. This study aims to isolate humulene-type sesquiterpene coumpound on the rhizome of Z. ottensii from Indonesia. Isolation of Z. ottensii methanol extract used chromatography and identification used mass spectroscopy and 1-dimensional NMR spectroscopy (1H-NMR, 13C-NMR) and 2-dimensional NMR spectroscopy (HSQC, HMBC, COSY, TOCSY). In the 1H-NMR spectrum of isolate F68.59.3, 17 main signals were obtained at δH 4,15 (dd, J=6; 2 Hz, 1H); 5,37 (dd, J=16,5; 6 Hz, 1H); 5,19 (d, J=16,5 Hz, 1H); 2 (dd, J=15; 10 Hz, 1H); 1,81 (overlaped); 5,07 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 2,11 (dd, J=15; 5 Hz, 1H); 1,86 (dd, J=10; 5 Hz, 1H); 1,21 (overlaped); 1,64 (m, 1H); 1,43 (m, 2H); 1,24 (m, 1H); 1,51 (s, 3H); 1,01 (d, J=7 Hz, 3H); 1,11 (s, 3H); 1,10 (s, 3H); 3,49 (s, 1H). In the 13C-NMR spectrum, 15 main signals were obtained at δC 76,48; 131,13; 137,27; 37,52; 40,58; 124,75; 134, 19; 40,77; 23,50; 26,37; 42,38; 16,04; 17,62; 25,02, 29,09. In the MS spectra were obtained [M+Na] m/z 245,1924 (calc. mass C15H`26ONa 245,1881). Humulene-type sesquiterpene compound were isolated named 4,4,7,11-tetramethyl-2,6-cycloundecadien-1-ol with the molecular formula C15H26O.
2352926706I1A015066EFEKTIVITAS LARUTAN SARI TOMAT (Solanum lycopersicum) DALAM MENURUNKAN KADAR KADMIUM (Cd) PADA DAGING KERANG DARAH (Anadara granosa)Latar Belakang: Daging kerang darah yang terkontaminasi logam berat Cd dapat terakumulasi dalam tubuh manusia dan menyebabkan keracunan akut serta kronis. Perendaman menggunakan larutan sari tomat dengan variasi waktu dapat menurunkan kadar Cd yang terdapat dalam daging kerang darah.
Metodologi: Penelitian quasi experiment ini menggunakan The Non Equivalent Pre-Test and Post-Test with Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah kerang darah yang ada di Pasar Tambak Lorok, Semarang. Penelitian ini menggunakan metode perendaman dengan larutan sari tomat berkonsentrasi 50% dengan variasi waktu perendaman 10 menit, 15 menit, 20 menit, 30 menit, dan 60 menit dengan pengulangan sebanyak 4 kali. Uji statistik menggunakan uji Anova One Way dilanjutkan uji Post Hoc dan One Sample T-Test.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan efektivitas penurunan kadar Cd yang berbeda pada masing-masing kelompok perlakuan yaitu waktu perendaman 10 menit 9,91%, 15 menit 24,94%, 20 menit 29,47%, 30 menit 31,32%, dan 60 menit 37,50%.
Kesimpulan: Perendaman selama 60 menit paling efektif dalam menurunkan kadar Cd dengan efektivitas sebesar 37,50%.
Background: Blood cockle meat that contaminated with Cd can accumulate in the human body and cause acute and chronic poisoning. Submergence using solvent tomato extract with time variations can reduce the levels of Cd that contained in blood cockle meat.
Methodology: This quasi-experimental research uses The Non-Equivalent Pre-Test and Post-Test with Control Group Design. The population of the research is blood cockle in Tambak Lorok Market, Semarang. This research used a soaking method with 50% concentrated tomato extract and variation of submergence times are 10 minutes, 15 minutes, 20 minutes, 30 minutes, and 60 minutes with 4 time repetitions. Statistical tests using One Way Anova test continued with Post Hoc test and One Sample T-Test.
Result of The Research: The results showed the effectiveness of decreasing levels of Cd were different in each treatment group. In time variation 10 minutes was 9.91%, 15 minutes was 24.94%, 20 minutes was 29.47%, 30 minutes was 31.32%, and 60 minutes was 37.50%.
Conclusion: Soaking for 60 minutes was the most effective in reducing the levels of Cd with 37,50% effectiveness.
2353026707F1C012009MEDIA INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PENJUALAN TOKO DIOM CLOTHINGPada masa modern ini kemajuan teknologi banyak memberi pengaruh terhadap kemajuan teknologi komunikasi pada masa ini, pengaruh perubahan yang sangat terasa adalah pada kultur budaya masyarakat di Indonesia dalam aktifitas kesehariaannya pada masa ini yang tidak dapat lepas dari smartphone dalam memenuhi kebutuhannya. Hanya dengan alat dalam genggaman tangan ini masyarakat sudah dapat mengakses begitu banyak informasi dengan bantuan internet. Perubahan ini pun semakin banyak menimbulkan trobosan-trobosan baru dalam setiap perkembangan dari waktu ke waktu, salah satunya pada dunia perdagangan masa kini dengan kehadiran E-commerce dengan menyediakan banyak aplikasi-aplikasi yang memudahkan para pengguna internet untuk mendapatkan barang kebutuhan mereka secara Online. Selain itu semakin banyaknya kehadiran sosial media juga sangat memberi salah satu inovasi baru didalamnya. Seperti Instagram yang merupakan sosial media yang memberikan fitur berupa tampilan foto-foto yang dapat diunggah oleh penggunanya, seiring dengan perkembangan fitur-fitur ini pun semakin bertambah instagram memberikan trobosan baru berupa koneksi langsung dengan google maps, kontak person dari pengguna akun yang membuat banyak ketertarikan dari para pengusaha dalam menggunakan instagram untuk mempromosikan toko dan produk dagangnya berupa barang atau pun jasa dengan maksud untuk mempermudah komunikasi dalam pemasarannya.
Berkaitan dengan hal tersebut “Media Instagram Sebagai Media Penjualan Toko Diom Clothing” untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan Diom Clothing.
Penelitian ini metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Fokus kajian pada penelitian ini adalah strategi komunikasi yang dilakukan Toko Diom Clothing. Informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling, dalam pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi, metode analisis data yang terdiri dari empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan yang terakhir penarikan kesimpulan dengan pengembangan validitas menggunakan triangulasi model sumber.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Diom Clothing melakukan strategi komunikasi pemasaran dengan instagram, dengan strategi komunikasi dari elemen segmentasi, targetting, positioning, diferensiasi, E-Commerce dan media sosial. Dari keseluruhan elemen bauran pemasaran Diom Clothing dengan lima elemen evaluasi iklan, promosi, hubungan masyarakat, penjualan pribadi dan pemasaran langsung.
In this modern era technological advances have a lot of influence on the progress of communication technology at this time, the effect of change that is felt is the cultural culture of people in Indonesia in their daily activities at this time that can not be separated from smartphones in meeting their needs. Only with this tool in your hands can people access so much information with the help of the internet. These changes also lead to more and more new breakthroughs in every development from time to time, one of which is in the world of commerce today with the presence of E-commerce by providing many applications that make it easy for internet users to get their needs online. In addition, the increasing presence of social media also provides one of the new innovations in it. Like Instagram, which is a social media that provides features in the form of photos that can be uploaded by users, along with the development of these features, Instagram is increasingly providing new breakthroughs in the form of direct connections with Google maps, contact persons of account users who create a lot of interest from entrepreneurs in using Instagram to promote stores and trade products in the form of goods or services with a view to facilitate communication in marketing.
In this regard, "Instagram Media as a Media for Selling Diom Clothing Stores" to find out the communication strategy of Diom Clothing.
This research is a qualitative method with a descriptive study approach. The focus of this study is the communication strategy undertaken by the Diom Clothing Store. Informants in this study using purposive sampling techniques, in collecting data in this study using in-depth interviews, observation and documentation, data analysis methods consisting of four steps, namely data collection, data reduction, data presentation, and finally drawing conclusions with validity development using triangulation of source models.
The results of this study indicate that Diom Clothing conducts marketing communication strategies with Instagram, with communication strategies from the elements of segmentation, targeting, positioning, differentiation, E-Commerce and social media. Out of all Diom Clothing's marketing mix elements with five elements of evaluation of advertising, promotion, public relations, personal selling and direct marketing.
2353126708B1A015006EFEKTIVITAS PENYERBUKAN LEBAH MADU (Apis mellifera) PADA TANAMAN STROBERI (Fragaria x ananassa var Duch.) DI DESA SERANG, PURBALINGGAStroberi merupakan tanaman yang memiliki bunga hemaprodit, dimana dalam satu bunga terdapat satu pasang organ reproduktif (jantan dan betina). Tingkat kematangan organ reproduktif tersebut berbeda, sehingga peryerbukan pada bunga stroberi membutuhkan bantuan salah satunya adalah peranan dari serangga penyerbuk. Lebah madu dari jenis Apis mellifera merupakan serangga paling penting sebagai penyerbuk pada tanaman. Lebah madu dapat mengangkut serbuk sari dalam jumlah banyak dan berpengaruh terhadap jumlah produksi stroberi. Efektivitas penyerbukan serangga penyerbuk dapat dilihat dari jumlah biji dan bobot buah yang dihasilkan. Aktivitas dan efektivitas Apis mellifera dalam melakukan penyerbukan juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan diantaranya suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dengan aktivitas penyerbukan Apis melifera dan efektivitas penyerbukan Apis mellifera pada tanaman stroberi dalam meningkatkan bobot buah di desa Serang, Purbalingga.
Penelitian dilakukan di lahan pertanian Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Metode penelitian menggunakan metode survai. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah waktu kunjungan, lama kunjungan lebah, jumlah bunga stroberi. faktor lingkungan meliputi suhu, kelembapan, dan intensitas cahaya. Adapun parameter yang diamati adalah bobot buah stroberi yang dihasilkan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Regresi-Korelasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa intesitas cahaya mempunyai korelasi paling tinggi (r = 0,668) terhadap bobot buah dan aktivitas penyerbukan (r = 0,768), hal ini disebabkan karena cahaya merupakan salah satu faktor lingkungan yang penting untuk mencari makanan. Aktivitas lebah penyerbuk bergantung pada cahaya matahari. Efektivitas penyerbukan Apis mellifera pada tanaman stoberi pada aktivitas kunjungan yang tinggi menurunkan bobot buah stroberi.
Strawberries are plants that have hemaphrodite flowers, where in one flower there is one pair of reproductive organs (male and female). The maturity level of the reproductive organs is different, so that the fertilization of strawberry flowers requires help, one of which is the role of pollinating insects. Honey bees of the type Apis mellifera are the most important insects as pollinators on plants. Honey bees are can transport pollen in large quantities and affect the amount of strawberry production. The effectiveness of pollinating insect pollinators can be seen from the number of seeds and fruit weights produced. The activity and effectiveness of Apis mellifera in pollinating are also influenced by environmental factors including temperature, humidity, and light intensity. This study aims to determine the relationship between environmental factors with Apis melifera pollination activity and the effectiveness of pollination of Apis mellifera in strawberry plants in increasing fruit weight in Serang village, Purbalingga.
The research was carried out on the agricultural land of Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency, Central Java. The research method used survey method.The variables observed in this study were bee visits, bee visits, environmental factors including temperature, humidity, and light intensity. The parameters observed were the number of seeds and the weight of strawberries produced. The data obtained were analyzed using the Correlation-Regression test.
The results showed that the intensity of light had the highest correlation (r = 0.668) on fruit weight and pollination activity (r = 0.768), this is because light is one important environmental factors for finding food. activity of bee pollinators depends on sunlight. Effectiveness of pollination of Apis mellifera on strawberry plants at high visit activities reduces the weight of strawberries.
2353226760F2A015010ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BUM DESA BERSAMA KECAMATAN KERTANEGARA KABUPATEN PURBALINGGA
Yusuf Edi Prabowo, Program Studi Ilmu Administrasi-Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Analisis Strategi Pengembangan Bum Desa Bersama Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga Pembimbing I: Dr.Slamet Rosyadi, M.Si; Pembimbing II : Dr.Alizar Isna, M.Si.
BUM Desa Bersama sebagai lembaga sosial harus berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Persoalan kinerja BUM Desa sebagai salah satu organisasi publik yaitu munculnya tantangan terberat yang dihadapi dalam penerapan manajemen dan mengelola organiasi secara akuntabel.Beberapa permasalahan dalam pengelolaan BUM Desa Bersama diantaranya keterbatasan pada aspek Sumber Daya Manusia, Permodalan, Potensi
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Informan terdiri dari unsur pimpinan dan pengurus bum desa bersama yang ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling. Fokus kajian dalam penelitian mencakup pelaksanaan formulasi strategi pengembangan organisasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum BUM Desa Bersama Kecamatan Kertanegara belum memiliki faktor internal yang menjadi keunggulan organisasi, faktor yang menjadi kekuatan meliputi manajemen, sitem informasi manajemen, penelitian dan pengembangan dan SDM. Sedangkan faktor yang menjadi kelemahan adalah pemasaran, keuangan, produksi dan operasional. Kondisi faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman diantaranya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi informasi dapat menjadi peluang dalam pengembangan BUM Desa Bersama, sedangkan ancaman yang dapat menghambat pengembangan BUM Desa Bersama meliputi kebijakan pemerintah, dan kekhawatiran munculnya dampak negatif terhadap aspek Sosial Budaya masyarakat sekitar. Strategi pengembangan BUM Desa Bersama yang dapat dilaksanakan, yaitu 1) Mengoptimalkan manajemen yang lebih menggali potensi SDM serta pengelolaan data base yang akurat dengan transformasi kepada sistem pengelolaan manajemen berbasis teknologi informasi, 2) Pengelolaan manajemen berbasis ekonomi sosial masyarakat secara berkelanjutan sehingga dapat memenuhi budaya dan harapan masyarakat, 3) meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada masyarakat tentang lembaga keuangan mikro sehingga masyarakat dapat lebih berperan sebagai anggota sekaligus menjadi mitra dalam pengelolaan dan pengembangan BUM Desa Bersama 4) Membuka komunikasi dua arah antar pihak yang berkepentingan, 5) Pengelolaan keuangan secara optimal dan meningkatkan produktivitas dan sistem operasional yang lebih efektif dan efisien. 6) meningkatkan kegiatan pemasaran untuk mempublikasikan keberadaan BUM Desa Bersama pada wilayah yang lebih luas khususnya wilayah yang tingkat partisipasi masyarakatnya masih rendah, dan meningkatakan sarana prasarana yang mendukung operasional.



Yusuf Edi Prabowo, Administration Studies Program-Jenderal Soedirman University Postgraduate Program, Analysis of Development Strategy of Joint Village-Owned Business Entity Kertanegara Subdistrict, Purbalingga Regency Advisor I: Dr.Slamet Rosyadi, M.Si; Advisor II: Dr. Alizar Isna, M.Si.
Joint Village-Owned Business Entity as a social institution must side with the interests of the community through its contribution in the provision of social services. The problem of Joint Village-Owned Business Entity performance as one of the public organizations is the emergence of the toughest challenges faced in implementing management and managing the organization in an accountable manner. Some of the problems in managing Joint Village-Owned Business Entity include limitations on aspects of Human Resources, Capital, Local Potencies.
This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. The study was conducted in Kertanegara Subdistrict, Purbalingga Regency. Informants consisted of elements of the administrators of the village community together who were determined using purposive sampling techniques. The focus of the study in this research includes the implementation of organizational development strategy formulations. Data analysis was performed using descriptive qualitative methods and SWOT analysis. The results showed that in Joint Village-Owned Business Entity Village, Kertanegara Subdistrict did not yet have an internal factor that became an organizational advantage, factors that became strengths included management, management information systems, research and development and HR. While the factors that become weaknesses are marketing, finance, production and operations. External conditions including opportunities and threats including economic growth and information technology development can be opportunities in the development of Joint Village-Owned Business Entity , while threats that can hamper the development of Joint Village-Owned Business Entity include government policies, and fears of negative impacts on the socio-cultural aspects of surrounding communities. Strategies for developing Joint Village-Owned Business Entity that can be implemented, namely 1) Optimizing management that further explores the potential of HR and accurate data base management by transforming into an information technology-based management management system, 2) Management of community-based social economic management in a sustainable manner so that it can meet the culture and community expectations, 3) raising awareness and education to the public about microfinance institutions so that the community can play a role as a member and become a partner in the management and development of Joint Village-Owned Business Entity 4) Open two-way communication between interested parties, 5) Optimal financial management and increase productivity and operational systems that are more effective and efficient. 6) increasing marketing activities to publicize the existence of Joint Village-Owned Business Entity in a wider area, especially areas where the level of community participation is still low, and increasing infrastructure that supports operations.

Keywords: Joint Village-Owned Business Entity, Development Strategy, Strategic Management
2353328797H1K013003RESPON PRODUKTIVITAS SUARA LOBSTER HIJAU PASIR (Panulirus homarus) TERHADAP PERUBAHAN SALINITAS SKALA LABORATORIUMLobster adalah hewan invertebrata yang memiliki kulit keras, bersifat nokturnal dan melakukan proses pergantian kulit. Lobster memiliki tingkah laku yang unik dengan memproduksi suara, khususnya Panulirus spp.. Contoh tingkah laku meliputi cara makan, melindungi diri, maupun respon terhadap perubahan parameter lingkungan. Tingkah laku yang berbeda akan menghasilkan suara-suara yang berbeda. Suara lobster dapat diamati dengan bantuan perangkat akustik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas harian suara lobster terhadap perubahan salinitas. Metode yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium meliputi tahap persiapan, tahap akuisisi, pengolahan data dengan wavelab 6, dan analisis data menggunakan korelasi Pearson. Hasil penelitian ini ditemukan tiga jenis suara yaitu slow rattle sound, squeaking sound, dan popping sound. Masing-masing suara dihasilkan pada tingkatan salinitas yang berbeda. Hasil statistik menunjukkan bahwa adanya hubungan antara tingkat produktivitas suara dengan penurunan salinitas yang makin rendah pada masing-masing lobster. Lobster is an invertebrate animal that has hard skin, is nocturnal, and do the process of changing the skin. Lobster is having a unique behavior such as producing a sound especially Panulirus spp. lobster. The example of a lobster’s behavior is how to eat, the existence of predators, or respond to parameter of environmental changes. The different behavior will conduct different sounds. Lobster’s behavior can be observed with an acoustic device. This research aimed to found out the daily productivity of lobster’s sound to changes in salinity. The laboratory scale research method was observing the comprised preliminaries, acquisition phase, data processing with wavelab 6 and data analysis which used Pearson correlation. The result of this study was found three types of sounds namely slow rattle sound, squeaking sound, and popping sound. Each sound was conducted by different levels of salinity. Statistically was obtained a relationship between sound productivity level and on the lower of salinity level on each lobster.
2353428960G1A015103UJI AKTIVITAS KEFIR (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus DAN Saccharomyces cerevisiae) TERHADAP PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN ISOLAT Shigella sp
PENYEBAB DISENTRI
Disentri merupakan salah satu bentuk diare dengan gejala klinis BAB sering, tinja bercampur lendir, darah, disertai demam, nyeri perut, dan tenesmus yang disebabkan oleh Shigella sp. Kefir sebagai salah satuminuman probiotik mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan menguji aktivitas kefir (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus dan Saccharomyces cerevisiae) dalam mengahambat pertumbuhan isolat Shigella sp penyebab disentri. Fokus penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi hambat minimum kefir dalam menghambat pertumbuhan isolat Shigella sp. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental, dengan metode post-test only. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 dan terbagi menjadi 4 kelompok konsentrasi. K2 (20%), K3 (40%), K4 (60%), K5 (80%) dibandingkan dengan kontrol (0%). Pengujian bakteri menggunakan teknik dilusi cair. Analisa data menggunakan One Way Anova dilanjutkan dengan Post-hoc Bonferroni. Hasil penelitian ini menunjukkan pH kefir yang terbentuk pada K2 (6,3), K3 (6,1), K4 (6,0), K5 (5,7). Uji One Way Anova menunjukkan perbedaan secara signifikan pada masing-masing konsentrasi p =0,000 (p<0,005). Hasil pengujian lanjutan dengan Post-hoc Bonferroni menunjukkan perbedaan yang signifikan pada konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80% berturut-turut sebesar 70,89%, 72%, 74,26%, 79,05%. Kesimpulan penelitian ini, terdapat penghambatan BAL kefir terhadap isolat Shigella sp dengan konsentrasi hambat minimum kefir terhadap Shigella sp sebesar 20%.Dysentery is a type of diarrhea with clinical symptoms characterized by high frequency, with the stool mixed with mucous and blood, fever, abdominal pain, and tenesmus caused by Shigella sp. Kefir as one of probiotic drinks contains lactic acid bacteria (LAB) produced by fermentation process. This research examined the activity of kefir (Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilus and Saccharomyces cerevisiae) in an incline growth of Shigella sp isolates cause dysentery. The study focuses on knowing the minimum inhibitory concentration of kefir in inhibiting the growth of the isolates of Shigella sp. The research uses an experimental method, with the post-test only method. The number of samples is used as much as 30 and divided into 4 concentration groups. K2(20%), K3(40%), K4(60%), K5(80%) compared to controls (0%). Bacterial testing using liquid dilution technique. Data analysis using One Way Anova is followed by Post-hoc Bonferroni. The results of this study showed the pH of Kefir formed on K2 (6.3), K3 (6.1), K4 (6.0), K5 (5.7). Test One Way Anova shows a significant difference in each concentration p=0.000(p<0,005). The results of advanced testing with Post- hoc Bonferroni showed significant differences in concentrations of 20%,40%, 60%, 80% consecutively at 70.89%, 72%, 74.26%, 79.05%. In conclusion, there is the inhibition of BAL kefir to the Shigella sp isolates with a minimum inhibitory concentration of kefir against Shigella sp by20%.
2353526710H1H013041PROFIL HEMATOLOGIK GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG SAKIT DARI BEBERAPA DESA DI WILAYAH BANYUMASPenyakit merupakan tantangan dalam usaha budidaya gurami (Osphronemus gouramy). Infeksi penyakit akan mempengaruhi nilai profil darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai parameter profil darah gurami (Osphronemus gouramy) serta korelasi antara tingkat gejala penyakit dengan kondisi profil darah gurami (Osphronemus gouramy) yang sakit dari desa di beberapa wilayah Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi pada sampel yang diambil secara purposive random sampling dari beberapa desa di Banyumas, yaitu desa Beji, Pliken, Purwosari, Singasari, Kalikidang dan Kedungbanteng. Hasil penelitian menunjukkan nilai parameter berupa glukosa darah yang berkisar 78,1-184,75 mg/dL, hemoglobin berkisar 11,2-113 g/dL, hematokrit sebesar 33,6-36,3%, jumlah eritrosit sebesar 5.8083x106-1.3525x106 sel/mm3, sedangkan masing- masing persentase limfosit sebesar 62,4-79%, persentase monosit sebesar 19-36,2%, dan persentase polimorphonuklear sebesar 1,5-3%. Korelasi antara tingkat gejala penyakit dengan nilai profil darah yaitu mendekati nol atau rendah.Disease is a challange in the cultivation of gouramy (Osphronemus gouramy). Disease infection will affect the value of the blood profiles. This study aimed to determine the value of the parameters of the hematology profiles of diseased gouramy (Osphronemus gouramy) and the correlation between the level of disease symptom and blood profiles of diseased gouramy (Osphronemus gouramy) from several villages in Banyumas regency. The method used in this study was the observation method on samples that were selected by purposive random sampling from several villages in Banyumas areas such as Beji, Pliken, Purwosari, Singasari, Kalikidang, and Kedungbanteng. The results showed the value of blood profile parameters were: blood glucose was 78,1-184,75 mg/dL, hemoglobin was 11,2-113 g/dL, hematocrit was 33,6-36,3%, number of erithocytes was 5.8x106-1.4x106 cel/mm3, percentage of limphocytes was 62,4-79%, percentage monocytes was 19-36,2%, and percentage of polimorphonuclear was 1,5-3%. The correlation between the level of symptoms of the disease with the value of the blood profiles was very low.
2353626700I1E015010PENGEMBNGAN MODEL PERMAINAN GEMLINCER UNTUK SISWA SEKOLAH DASARAbstrak

PENGEMBANGAN MODEL PERMAINAN GEMLINCER
UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR

Elfani Julian Anggani

Latar Belakang: Modifikasi pada pembelajaran penjasorkes di sekolah dasar sangatlah penting untuk dilakukan, karena esensi dari modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan materi pembelajaran dengan cara membuat bentuk aktivitas belajar yang potensial dapat memperlancar siswa dalam belajarnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui permainan gemlincer layak digunakan untuk pembelajaran Penjasorkes.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) ini dilakukan dengan langkah yaitu 1). Desain Produk 2). Validasi Tahap I 3). Revisi Produk 4).Uji Coba Tahap 1 5). Revisi Produk 6). Validasi Tahap II 7). Uji Coba Skala Besar 8). Validasi Tahap III 9.) Produk Akhir.

Hasil Penelitian: Produk permainan gemlincer memperoleh nilai akhir dari ahli Permainan 81 % dengan kategori Sangat Baik, dari ahli Pendidikan mendapat nilai 84 % dengan Kategori Sangat Baik, dari Ahli Pembelajaran mendapat nilai 81 % dengan kategori Sangat Baik, dari Guru Penjasorkes mendapat nilai 71 % dengan Kategori Baik dan dari siswa mendapat nilai 97,25 % dengan Kategori Sangat Baik.

Kesimpulan: Permainan gemlincer layak digunakan untuk pembelajaran siswa Sekolah Dasar.

Kata Kunci: Pengembangan, Permainan Gemlincer.

Abstract

GEMLINCER GAME DEVELOPMENT MODEL
FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS
Elfani Julian Anggani
Background: Modifications in physical education learning in elementary schools are very important to do, because the essence of modification is to analyze and develop learning materials by designating in the form of learning activities that can potentially aid the students in their learning. The purpose of this study is to find out which Gemlincer games are suitable for Physical Education learning.
Methodology: This research uses the Research and Development (R&D) research method which is carried out in steps. Step 1). Product Design 2). Phase I Validation 3). Product Revision 4). Test Phase 1 5). Product Revision 6). Phase II Validation 7). Large Scale Trial 8). Phase III Validation 9.) Final Products.
The Results: Gemlincer game products had the final scores from Game 81 % experts in the Very Good category, from Education experts scored 84 % in the Very Good Category, from Learning Experts scored 81% in the Very Good category, from the Physical Education Teacher earned a score of 71 % in the Good Category and from students scored 97.25 % with the Very Good Category.
Conclusion: Gemlincer games are suitable for elementary school student learning.
Keywords: Development, Gemlincer Games
2353726711L1B015029Penapisan Bakteri Proteolitik pada Pencernaan Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Dibudidayakan di Desa Karangtalun Kabupaten CilacapIkan bandeng (Chanos chanos) merupakan ikan air payau yang sering dibudidayakan. Namun dalam mencerna pakan seringkali tidak maksimal. Untuk meningkatkan efisiensi pakan salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengetahui aktivitas bakteri proteolitik pada pencernaan ikan bandeng. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui keberadaan dan aktivitas bakteri proteolitik. Metode yang dilakukan menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Kelimpahan bakteri di saluran pencernaan dihitung dengan metode TPC (Total Plate Count). Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa Terdapat bakteri proteolitik pada pencernaan ikan bandeng yang ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekeliling koloni bakteri yang ditumbuhkan pada media spesifik (skim milk). Terdapat juga aktivitas bakteri proteolitik pada pencernaan ikan bandeng dengan pengukuran zona bening terhidrolisis dengan rasio ikan bandeng 1 pada usus anterior yaitu 5, pada middle yaitu 5-6, pada posterior 3,5, pada ikan bandeng 2 bagian anterior 5-6, pada middle 4, pada posterior 4, sedangkan pada air bagian inlet yaitu 2,67-4,5, middle 3-8, outlet 1,8-5 dan pada substrat yaitu 2,27-12.Milkfish (Chanos chanos) is a brackish water fish that is often cultivated. But in digesting feed is often not optimal. To improve feed efficiency, one effort that can be done is to know the activity of proteolytic bacteria in milkfish digestion. The purpose of this study was to determine the presence and activity of proteolytic bacteria. The method used is the observation method with a purposive sampling technique. The abundance of bacteria in the digestive tract is calculated by the TPC (Total Plate Count) method. Based on the research results, it is known that there are proteolytic bacteria in milkfish digestion which are indicated by the presence of a clear zone around the bacterial colony that is grown on specific media (skim milk). There is also the activity of proteolytic bacteria in milkfish digestion by measuring the hydrolyzed clear zone with a ratio of milkfish 1 in the anterior intestine that is 5, in the middle of 5-6, in the posterior 3.5, in the milkfish 2 in the anterior part 5-6, in the middle 4, posterior 4, while in water the inlet part is 2.67-4.5, middle 3-8, outlet 1.8-5 and the substrate is 2.27-12.
2353826712I1E015052HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT PERUT DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA PJKR UNSOED ANGKATAN 2017 HUBUNGAN ANTARA POWER OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN OTOT PERUT DENGAN KECAKAPAN BERMAIN BULUTANGKIS MAHASISWA PJKR UNSOED ANGKATAN 2017

Difagogy Pramuji Aflah 1 , Indra Jati Kusuma 2 , Rohman Hidayat 3

Latar Belakang: Permainan bulutangkis merupakan permainan yang membutuhkan kemampuan fisik yang baik untuk mendukung kecakapan bermain. Komponen biomotor seperti power otot tungkai, kekuatan otot lengan dan otot perut merupakan unsur fisik yang dibutuhkan setiap pemain bulutangkis.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan dan otot perut dengan kecakapan bermain bulutangkis mahasiswa PJKR 2017.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple purposive sampling dimana jumlah sampel sebanyak 20 orang. Data dianalisis menggunakan uji hipotesis Pearson Product Moment, uji korelasi ganda, uji regresi linear, uji regresi berganda, serta sumbangan efektif dan sumbangan relatif.
Hasil: Hasil uji korelasi antara power otot tungkai dengan kecakapan bermain bulutangkis p=0,049 (p<0,05), hasil uji korelasi antara kekuatan otot lengan dengan kecakapan bermain bulutangkis p=0,009 (p<0,05), hasil uji korelasi antara kekuatan otot perut dengan kecakapan bermain bulutangkis p=0,047 (p<0,05), dan hasil uji korelasi ganda menunjukkan p=0,027 (p<0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara power otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan otot perut dengan kecakapan bermain bulutangkis mahasiswa PJKR 2017.
THE CORRELATION BETWEEN LEG MUSCLE POWER, STRENGTHS OF ARM MUSCLE AND ABDOMINAL MUSCLE WITH BADMINTON PLAYING SKILLS OF THE PJKR UNSOED STUDENT CLASS OF 2017

Difagogy Pramuji Aflah 1 , Indra Jati Kusuma 2 , Rohman Hidayat 3

Background: Badminton are games that require good physical abilities to support playing skills. Biomotor components such as leg muscle power, arm and abdominal muscle strength are the physical elements needed by each badminton player.
Objective: This study aimed to determine the relationship between leg muscle power, arm muscle strength and abdominal muscles with badminton playing skills of the PJKR student 2017.
Method: The research design used correlational. Sampling of this study used simple purposive sampling with the samples of 20 people. Data were analyzed using Pearson Product Moment hypothesis test, multiple correlation test, linear regression test, multiple regression test, effective contribution and relative contribution.
Results: The correlation test results between leg muscle strength with badminton playing skills p = 0.049 (p <0.05), the correlation test results between arm muscle strength and badminton playing skills p = 0.009 (p <0.05), the correlation test results between abdominal muscle strength and badminton playing skills p = 0.047 (p <0.05), and the results of multiple correlation tests p = 0.027 (p <0.05).
Conclusion: There was an significant relationship between leg muscle power, arm muscle strength, and abdominal muscles with badminton playing skills PJKR students 2017.
2353926732B1A015059KEANEKARAGAMAN DAN KEMERATAAN SPESIES KUPU-KUPU (LEPIDOPTERA: NYMPHALIDAE) DI HUTAN CAGAR ALAM BANTARBOLANG, PEMALANG, JAWA TENGAHKupu-kupu (Lepidoptera) menjadi objek penelitian karena kupu-kupu merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestariannya dari kepunahan maupun penurunan keanekaragaman jenisnya. Kupu-kupu mempunyai nilai penting diantaranya adalah secara ekologis kupu-kupu berperan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem, sehingga perubahan keanekaragaman dan kepadatan populasinya dapat dijadikan sebagai salah satu indikator kualitas lingkungan. Mengingat pentingnya kupu-kupu di alam dan untuk mengantisipasi kerusakan habitatnya maka perlu diadakan penelitian mengenai keanekaragaman kupu-kupu. Metode yang digunakan yaitu sweeping. Analisis data diperoleh dengan menggunakan metode deskriptif dengan menghitung keragaman dan kemerataan. Indek yang digunakan untuk mengetahui keragaman adalah indeks Shannon-Wiener, Indeks dominansi Simpson’s, Indeks kemerataan Shannon-Evennes dan perhitungan indeks keragaman dibantu dengan software Biodiversity Pro (BDPro). Keanekaragaman famili Nymphalidae dikategorikan sedang dengan kemerataan relatif stabil. Efek tepi tidak berpengaruh terhadap kelimpahan di lokasi penelitian. Faktor lingkungan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya keanekaragaman dan kemerataan spesies dari famili Nymphalidae di Cagar Alam Bantarbolang.Butterflies (Lepidoptera) are the object of research because butterflies are part of the biological which must be preserved from extinction as well as species diversity. Butterflies have an important value because ecology is a butterfly intended for the maintenance of ecosystems, so that changes in diversity and population density can be made as an indicator of environmental quality. Given the importance of butterflies in nature and to overcome damage to their habitat, research on butterflies is needed. The method used is sweeping. Data analysis was obtained using descriptive methods by calculating diversity and evenness. The index used to determine diversity is the Shannon-Wiener index, Simpson dominance index, Shannon-Evennes evenness index, and diversification index calculation with Biodiversity Pro software (BDPro). Nymphalidae family diversity is categorized as medium with relatively stable evenness. The edge effect has no effect on abundance at the study site. Environmental factors affect the level of diversity and evenness of species of the family Nymphalidae in Bantarbolang Nature Reserve.
2354026715L1B015019PENAPISAN BAKTERI AMILOLITIK PADA PENCERNAAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) YANG DIBUDIDAYAKAN DI DESA KARANGTALUN KABUPATEN CILACAPPenelitian ini berjudul “Penapisan Bakteri Amilolitik Pada Pencernaan Ikan Bandeng (Chanos chanos) yang Dibudidayakan di Desa Karangtalun, Kabupaten Cilacap” dengan tujuan untuk mengetahui keberadaan dan aktivitas bakteri amololitik pada pencernaan ikan bandeng. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode observasi dengan teknik pengambilan sample secara purposive sampling. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ikan bandeng. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini berupa aktivitas bakteri amilolitik yang kemudian diamati, dicatat dan difoto menggunakan kamera. Data tersebut disajikan dengan gambar, tabel serta grafik secara deskriptif dan dicocokan dengan literatur. Terdapat aktivitas bakteri amilolitik pada saluran pencernaan ikan bandeng dengan adanya zona bening yang terhidrolisis. Dengan rasio berkisar antara2,8 – 10 pada bagian anterior, bagian middle berkisar antara3,3 - 10 dan bagian posterior berkisar antara 2,5 – 6,5. Adanya aktivitas tersebut membuktikan bahwa aktivitas enzim amilase pada ikan bandeng bekerja sangat baik dalam memecah pati.This study is entitled "Screening Amylolytic Bacteria in Milkfish Digestion (Chanos chanos) Cultivated in Karangtalun Village, Cilacap Regency" with the aim to determine the presence and activity of amololytic bacteria in milkfish digestion. The method used for sampling in this study uses the observation method with a purposive sampling technique. The object used in this study is milkfish. Data obtained from the results of this study in the form of amylolytic bacterial activity which was then observed, recorded and photographed using a camera. The data is presented with pictures, tables and graphs descriptively and matched with literature. There is amylolytic bacterial activity in the milk fish digestive tract in the presence of a hydrolyzed clear zone. With ratios ranging from 2.8 to 10 in the anterior part, the middle range ranges from 3.3 to 10 and the posterior portion ranges from 2.5 to 6.5. The existence of this activity proves that the activity of the amylase enzyme in milkfish works very well in breaking down starch.