Artikelilmiahs
Menampilkan 23.621-23.640 dari 50.262 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23621 | 26257 | F1C014058 | Representasi Bullying dalam Film Anime (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes pada film anime A Silent Voice) | Film sebagai komunikasi massa visual memiliki fungsi yaitu sebagai media untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak karena memiliki kemampuan untuk menggerakan dan mempengaruhi khalayak secara luas. Selain itu, film juga menggambarkan isu-isu yang terjadi di masyarakat dengan membentuk realitasnya sendiri. Salah satunya yaitu isu tentang bullying. Bullying merupakan fenomena dan isu yang berkembang di masyarakat, salah satunya negara Jepang. Para kreator Jepang mewujudkan realitas bullying dalam bentuk budaya populer, yaitu animasi Jepang atau lebih dikenal dengan anime. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi bullying dalam film anime A Silent Voice. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan model semiotika Roland Barthes yang menggunakan denotasi, konotasi, dan mitos. Data pada penelitian ini merupakan adegan-adegan yang sudah dipilih dari film ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying dalam film anime A Silent Voice mengandung perilaku diskriminasi dan kekerasan fisik terhadap penyandang cacat, kemudian diikuti perilaku agresi sosial dan pencemaran nama baik. Kemudian, adapula dampak negatif dari korban bullying yang terkandung dalam film tersebut. | Film as a visual mass communication has a function, namely as a medium to convey various messages to the public because it has the ability to move and influence the audience at large. In addition, the film also describes the issues that occur in society by forming their own reality. One of them is the issue of bullying. Bullying is a phenomenon and issue that develops in society, one of them is Japan. Japanese creators embody the reality of bullying in the form of popular culture, namely Japanese animation, better known as anime. This study aims to find out how the bullying representation in the A Silent Voice anime movie. The research method used is qualitative with the Roland Barthes semiotic model approach that uses denotation, connotation, and myth. The data in this study are scenes that have been selected from this film. The results showed that bullying in the A Silent Voice anime movie contained discriminatory behavior and physical violence against persons with disabilities, followed by social aggression and defamation behavior. Then, there are also negative effects of the victims of bullying contained in the film. | |
| 23622 | 26783 | E2A017047 | ASPEK MAQASHID AL-SYARI’AH DALAM PERUMUSAN TINDAK PIDANA PERZINAAN (Analisis Pasal 446 RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Tahun 2018) | Pasal 446 ayat (1) huruf e RUU KUHP 2018 mengkriminalisasi bentuk persetubuhan yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang masing-masing tidak terikat dalam perkawinan. Kebijakan ini memiliki alasan dan dasar pertimbangan yang melatarbelakanginya. Dalam menetapkan suatu norma hukum, Islam mengenal teori Maqashid al-Syari’ah yang intinya penetapan suatu hukum dalam Islam harus bermuara pada kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan perluasan tindak pidana perzinaan tersebut ditinjau dari teori Maqashid al-Syari’ah. Penelitian ini adalah jenis penelitian yuridis normatif dengan pendekatan konseptual, dengan analisis data menggunakan metode normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan kebijakan perluasan tindak pidana perzinaan dalam Pasal tersebut dilatarbelakangi tiga faktor, yaitu pandangan dan konsep nilai dari masyarakat Indonesia mengenai nilai kesusilaan dan nilai kesucian lembaga perkawinan (pendekatan nilai), efek pencegahan terjadinya perzinaan (pendekatan kebijakan kriminal), dan mencegah pengaruh negatif dari perzinaan (pendekatan kebijakan perlindungan masyarakat). Ketiga faktor tersebut ditinjau dari aspek Maqashid al-Syari’ah memiliki kesamaan pandangan dan tujuan yaitu pada aspek-aspek hifzh al-din (menjaga agama), hifzh al-nafs (menjaga diri/jiwa), dan hifzh al-nasl (menjaga keturunan) sebagai ”titik taut selaras” (TTS). Berdasarkan ”titik taut selaras” tersebut, kebijakan perluasan tindak pidana perzinaan merupakan kebutuhan masyarakat Indonesia yang sudah mencapai tingkatan dharuriyat (kebutuhan primer). | Article 446 paragraph (1) letter e The 2018 Criminal Code Draft (RUU KUHP) has criminalized the form of intercourse carried out by men and women who are not each bound in a marriage. This policy has reasons and basic considerations underlying it. In establishing a legal norm, Islam recognizes the theory of Maqashid al-Shari'ah which is essentially the establishment of a law in Islam which must lead to the benefit of society. This study aims to analyze the policy of extending the crime act of adultery in terms of the theory of maqashid al-shari'ah. The type of this research is normative juridical research with a conceptual approach, and data analysis uses qualitative normative methods. The results of the research show that the policy of extending adultery criminal acts in the Article is based on three factors that are the basis of consideration, namely the views and conceptual values of the Indonesian people regarding the moral values and the sanctity value of marital institutions (value approach), the effect of preventing adultery (criminal policy approach), and preventing negative influences of adultery ((social defence policy approach). These three factors in terms of aspects of Maqashid al-Shari'ah have the same views and objectives, namely the aspects of hifzh al-din (guarding religion), hifzh al-nafs (protecting oneself/soul), and hifzh al-nasl (guarding offspring) as "aligned link point" (TTS). Based on the "aligned link point", the policy of extending the criminal act of adultery is the need of the Indonesian people who have reached the level of dharuriyat (primary needs). | |
| 23623 | 26784 | F1K014018 | Deiksis Persona dalam Novel Noda Tak Kasatmata Karya Agnes Jessica | Penelitian ini berjudul “Deiksis Persona dalam Novel Noda Tak Kasatmata karya Agnes Jessica (Kajian Pragmatik). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Jenis deikis persona dalam novel Noda Tak Kasatmata karya Agnes Jessica (2) Maksud penggunaan deiksis persona dalam novel Noda Tak Kasatmata karya Agnes jessica. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, karena data dalam penelitian ini berwujud kalimat atau penggalan-penggalan wacana novel yang didalamnya mengandung deiksis persona. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Noda Tak Kasatmata karya Agnes Jessica. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak, dengan menggunakan teknik dasar yaitu teknik simak, dan teknik lanjutan dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis, dengan menggunakan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP), dan menggunakan teknik lanjutan yaitu hubung banding menyamakan (HBS). Hasil analisis data dalam penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan deiksis persona dalam novel sudah tepat, peneliti hanya menemukan satu kesalahan yaitu penggunaan kata –mu dalam salah satu tuturan. Kata –mu digunakan saat penutur dan mitra tutur sudah mempunyai hubungan yang dekat/akrab atau dapat dikatakan bahwa kata –mu dapat digunakan pada situasi nonformal, namun dalam salah satu tuturan novel, kata –mu digunakan penulis pada situasi formal, yaitu situasi saat penutur dan mitratutur baru pertama kali bertemu, penggunaan kata –mu dirasa kurang tepat karena dalam situasi ini penutur dan mitra tutur belum memiliki hubungan yang dekat/akrab. Penggunaan deiksis dan novel memiliki kesesuaian/relevan untuk digunakan sebagai salah satu materi dalam pembelajaran sastra dan bahasa di SMA kelas X dalam kompetensi dasar 4.8 yaitu mengembangkan cerita rakyat dalam bentuk cerpen dan memperhatikan isi dan nilai-nilai, 4.7 menceritakan kembali isi cerita rakyat (hikayat) ke dalam bentuk cerpen dengan memperhatikan isi dan niali-nilai. Deiksis digunakan untuk mempermudah membuat situasi tokoh/penokohan dalam suatu cerita, pemahaman tentang deiksis juga memudahkan untuk menulis dialog antar tokohnya. Kata Kunci: Deiksis Persona, Pragmatik, Noda Tak Kasatmata. | This research is entitled " Deiksis Pesona dalam novel noda tak kasatmata". The purpose of this research is to describe; 1. Kinds of person deixis in the novel; 2. Intended use of person deixis in the novel. This research is descriptive analysis, because the form of the data in this research are sentences and discourses which contain person deixis in the novel. The primary source in this research is Noda tak kasatmata novel by Agnes Jessica. Technique data collection in this research is simak method by using basic technique that is sadap; advance technique by using simak bebas libat cakap (SLBC); and note technique. The method of data analysis used in this research is pragmatic match method by using basic technique that is pilah unsur penentu (PUP), and also advance technique that is hubung banding menyamakan (HBS). The results of this research presented by using informal presentation method. The results showed that the use of person deixis in the novel was appropriate, the researcher found only one mistake, namely the use of your words in one of the utterances. Your word is used when the speaker and the speech partner already have a close / close relationship or it can be said that your word can be used in informal situations, but in one of the novels, your word is used by the writer in a formal situation, that is the situation when the speaker and It's the first time for a partner to meet, the use of your words is deemed inappropriate because in this situation the speaker and the speech partner don't yet have a close / close relationship. The use of deixis and novels is relevant / relevant to be used as one of the materials in literature and language learning in high school class X in basic competence 4.8, which is to develop folklore in the form of short stories and pay attention to the contents and values, 4.7 retelling the contents of folklore (saga) ) in the form of short stories by taking into account the contents and values. Deixis is used to make it easier to create a character / characterization situation in a story, an understanding of deixis also makes it easy to write dialogue between characters. Keywords: Person Deixis, Pragmatic, Noda tak kasatmata. | |
| 23624 | 29055 | J0B017032 | PENERJEMAHAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) AREA HOT BLAST STOVE DIVISI BLAST FURNACE DI PT KRAKATAU STEEL DARI BAHASA MANDARIN KE DALAM BAHASA INDONESIA | Laporan praktik kerja ini berjudul “Penerjemahan Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Area Hot Blast Stove Divisi Blast Furnace di PT Krakatau Steel Cilegon dari Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia”. Kegiatan praktik kerja ini dilaksanakan di PT Krakatau Steel Cilegon, pada tanggal 6 Juli 2019 – 7 September 2019. Tujuan dilaksanakannya praktik kerja adalah melakukan kegiatan penerjemahan dokumen standar operasional prosedur divisi Blast Furnace dari Bahasa Mandarin ke Bahasa Indonesia. Pada saat melakukan penerjemahan penulis menggunakan empat tahapan yaitu tahap analisis, tahap pengalihan, dan tahap, dan tahap penyusunan kembali. Dalam melakukan penerjemahan penulis menggunakan dua metode penerjemahan, yaitu metode harfiah dan metode komunikatif. Penulis meggunakan metode harfiah sebagai metode pendukung dan metode komunikatif sebagai metode utama agar hasil terjemahan mudah dipahami oleh tenaga kerja Indonesia di PT Krakatau Steel. Hasil terjemahan telah diterima oleh pihak PT Krakatau Steel dan telah digunakan oleh tenaga kerja lokal di divisi Blast Furnace. Manfaat setelah melakukan penejemahan tersebut adalah para pekerja lokal PT Kakatau Steel menjadi lebih mudah memahami aturan-aturan yang ada didalam dokumen lalu mereka dapat bekerja sesuai dengan prosedur. | 这份实习报告的题目是 “Penerjemahan Dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) Area Hot Blast Stove Divisi Blast Furnace di PT Krakatau Steel Cilegon dari Bahasa Mandarin ke dalam Bahasa Indonesia”. 实习时间是从2019 年7月6日到2019年8月7日。实习地点在之莱贡Krakatau Steel 的公司。实习活动的目的是把中文高炉部门的标准操 作程序文件翻译成印尼语。 在翻译的过程 中,作者使用了四个阶段,即分析或理解 阶段,转移阶段,重组阶段以及评估和修订阶段。在翻译 过程中,作者 还使用两个翻译方法,用直义翻译方法与交际翻译方法。直义翻译方法是支持者方法,而交际翻译方法是为主要方法,因为使用交际翻译方法让翻译结果更适合目际语言,所以翻译结果可以让读者容易理解文件的内容,特别是为 Krakatau Steel 公司的印尼工人。翻译结果的文件由 Krakatau Steel 有限公司接收了,并且该文件已被高炉印尼工人使用了。 翻译后的好处是Krakatau Steel公司的本地工人发现更容易理解文件中包含的规则,然后他们可以按照程序进行工作。 | |
| 23625 | 26786 | G1H012040 | HUBUNGAN KEPUASAN TERHADAP BENTUK DAN RASA MAKANAN DENGAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO PASIEN RAWAT INAP DI PUSKESMAS PEKUNCEN, KABUPATEN BANYUMAS | Latar belakang : Tingkat kecukupan zat gizi pasien dapat dipengaruhi oleh kualitas makanan yang disajikan. Jika rasa dan bentuk makanan tidak diperhatikan, kemungkinan pasien menyisakan makanan yang diberikan, oleh karena itu dapat diartikan bahwa kepuasan pelayanan makanan pada pasien akan mempengaruhi tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro pasien dan merupakan salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan makanan. Metodologi : Desain penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 32 pasien diambil secara consecutive sampling. Mengisi kuesioner tingkat kepuasan bentuk dan rasa makanan serta recall 24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji Pearson. Hasil : Kebanyakan responden puas terhadap bentuk dan rasa makanan. Sebagian besar tingkat kecukupan energi dan zat gizi makro responden tergolong adekuat (Energi = 56,2%, Protein = 71,9%, Lemak = 59,4%, Karbohidrat = 50%). Kesimpulan : Ada hubungan antara tingkat kepuasan bentuk makanan dengan tingkat kecukupan energi, lemak, dan karbohidrat, namun tidak dengan tingkat kecukupan protein pasien. Tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan rasa makanan dengan tingkat kecukupan energi, dan zat gizi makro (protein, lemak, dan karbohidrat). Kata Kunci : Tingkat Kepuasan, Tingkat Kecukupan, Energi, Zat Gizi Makro, Puskesmas | Backgrounds : The level of adequacy patient’s nutrition can be influenced by food service quality. If taste and shape of food is not considered, the possibility of patient leaving food provided, therefore it can be interpreted that satisfaction of food service will affect to adequacy level of energy and macro nutrients and is one indicator of success in food service. Methods : Cross sectional research design. A sample of 32 patients were taken consecutively. Filling out questionnaire level of satisfaction shape and taste of food and recall 24 hours. Bivariate analysis used the Pearson test. Results : Most respondents were satisfied with the shape and taste of food. Most of the respondent’s energy and macro nutrients adequacy levels were classified as adequate (Energy = 56,2%, Protein = 71,9%, Fat = 59,4%, Carbohydrate = 50%). Conclusion : There is an association between the level of satisfaction of food shape with the level of adequacy energy, fat, and carbohydrate, but not with the patient’s protein. There is no association between the level of food taste satisfaction with the level of energy and macro nutrients (protein, fat, and carbohydrate) Keywords : Level of Satisfaction, Adequacy Level, Energy, Macro Nutrition, Health Center | |
| 23626 | 26671 | B1A015057 | KARAKTERISTIK MORFOLOGI POLEN SEBAGAI SUMBER PAKAN LEBAH Trigona sp. DI DESA SERANG, PURBALINGGA. | Wilayah dataran tinggi memiliki potensi yang sangat baik sebagai lahan perkebunan dan pertanian yang mendukung perkembangan beberapa jenis lebah penghasil madu diantaranya adalah Trigona sp. Kelimpahan sumber pakan yang tinggi berupa polen sebagai sumber protein dan nektar sebagai sumber karbohidrat akan meningkatkan produksi madu. Keragaman jenis pakan Trigona dapat diidentifikasi dari karakteristik morfologi polen yang dibawa oleh lebah ke dalam sarang serta dibandingkan dengan karakteristik morfologi polen pada beberapa bunga di sekitar sarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur morfologi polen dari bunga yang ada di sekitar sarang dan polen yang ada di sarang lebah Trigona sebagai sumber pakan. Penelitian ini dilakukan di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan metode survei, sampel polen diambil dari bunga yang ada di sekitar sarang dan yang ada di dalam sarang, sampel dipreparasi dengan menggunakan metode asetolisis. Variabel yang digunakan adalah karakteristik morgfologi polen dengan parameter: unit, bentuk, ukuran, apertura, dan ornamentasi polen. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 17 familia yang tercakup dalam 23 spesies tumbuhan di sekitar sarang lebah Trigona sp. karakter morfologinya unit polen monad, bentuk polen spheroidal sampai prolate, ukuran kecil sampai besar, apertura monosulcate, monoporate, triporate, tricolpate, tricolporate, tetracolpate dan hexacolpate serta ornamentasi clavate, scabrate, reticulate, bireticulate, baculate, psilate, echinate dan scabrate. Pengamatan polen di dalam sarang menunjukkan adanya 11 spesies polen yang dapat diamati dan 10 diantaranya identik dengan polen dari bunga dekitar sarang. Karakteristik morfologinya unit polen monad, bentuk polen spheroidal sampai prolate, ukuran kecil sampai besar, apertura monosulcate, monoporate, tricolporate, dan tricolpate serta ornamentasi scabrate, reticulate, psilate, scabrate dan echinate. | Highland areas have good potential as plantation and agriculture, which also supports the growth of some kinds of honey bee, such as Trigona sp. The huge amount of food sources increases the honey production by the Trigona. Pollens, the source of protein and nectar are the source of carbohydrates for the Trigonas. The variation of Trigona’s food may be identified through the character of the pollen’s morphology that is brought by the bees inside the hive and is compared to the character of other pollen’s morphology from the flowers around the hive. The objective of this research is to discover the pollen’s morphology structures from the flowers around the bee hive and the pollens inside the Trigona bees’ hive as their source of food. This research is conducted in Serang, Purbalingga. This research is done by using survey method as the pollens’ sample are taken from the flowers around the bee hives and inside the hives, and the samples are prepared using the acetolysis method. The variables are the characters of the pollen morphology with the following parameters: unit, shape, size, aperture, and pollens ornamentation. The obtained data were analyzed descriptively. Based on the research of 17 families in 23 plant species around the Trigona bee hive, there were various morphological characteristics namely monad pollen unit, spheroidal to prolate form, kecil to large size, monosulcate, monoporate, triporate, tricolpate, tricolate, tetracolpate and hexacolpate apertures. clavate, scabrate, reticulate, bireticulate, baculate, psilate, echinate and scabrate ornamentation. The observation for the pollens inside the hives shows there are 11 pollen species and 10 of them are identical with the pollens outside the hives. All observed pollens have monad pollen unit, meanwhile the other characteristics vary in spheroidal to prolate size, kecil to large size, monosulcate, monoporate, triporate, tricolpate, tricolporate, tetracolpate, and hexacolpate aperture, also calvate, scabrate, reticulate, bireticulate, baculate, psilate, echinate, and scabrate ornamentation. | |
| 23627 | 26617 | B1A015036 | PENGARUH Cercospora sp. TERHADAP KANDUNGAN ASAM ASKORBAT PADA MEKANISME PATOGENISITAS BERCAK DAUN TANAMAN CABAI : KAJIAN SECARA IN VITRO DAN IN PLANTA | Cabai merah merupakan salah satu komoditas sayuran yang bernilai ekonomi tinggi di Indonesia. Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Cercospora sp. merupakan salah satu faktor pembatas produksi cabai merah. Terjadinya penyakit bercak daun ditentukan oleh keberhasilan patogenesis oleh jamur Cercospora sp. Selain itu, cabai merah yang tahan terhadap penyakit bercak daun memiliki kandungan asam askorbat lebih tinggi daripada cabai merah yang rentan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kemampuan tumbuh patogen Cercospora sp. pada medium yang diberi asam askorbat dan mengetahui pengaruh inokulasi patogen Cercospora sp. terhadap kandungan asam askorbat pada daun cabai merah (C. annuum L.). Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Uji secara in vitro percobaan yang dilakukan terdiri atas medium PDA maupun PDB yang diberi asam askorbat dengan konsentrasi 0 mg.l-1, 0,25 mg.l-1, 0,5 mg.l-1, 0,75 mg.l-1 dan 1,0 mg.l-1. Uji secara in planta yaitu menggunakan varietas cabai merah hot chili, varietas cabai merah besar dan varietas cabai merah keriting. Perlakuan yang dicobakan meliputi perhitungan intensitas penyakit dan kandungan asam askorbat pada daun cabai merah. Uji in vitro parameter utama yang diamati yaitu diameter koloni jamur Cercospora sp., dan bobot kering miselium. Uji in planta parameter utama yang diamati yaitu intensitas penyakit, sedangkan parameter pendukung yaitu periode inkubasi penyakit, kandungan asam askorbat pada daun cabai merah, temperatur dan kelembapan udara. Data uji in vitro yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, kemudian perlakuan yang memberikan perbedaan nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Data uji in planta yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95%, kemudian perlakuan yang memberikan perbedaan nyata atau sangat nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen Cercospora sp. mampu tumbuh dengan baik pada medium PDA maupun medium PDB yang diberi asam askorbat. Inokulasi patogen Cercospora sp. dapat meningkatkan kandungan asam askorbat pada daun cabai merah. | Red chili is a vegetable commodity that has high economic value in Indonesia. Leaf spot disease caused by the fungus Cercospora sp. is one of the limiting factors in red chili production. The occurrence of leaf spot disease is determined by the success of the pathogenesis by the fungus Cercospora sp. In addition, red chilies that are resistant to leaf spot disease have higher ascorbic acid content than vulnerable red chilies. The purpose of this study was to determine the ability to grow pathogens Cercospora sp. on the medium which was given ascorbic acid and know the effect of inoculation of the pathogen Cercospora sp. against ascorbic acid content in red chili leaves (C. annuum L.). This study used an experimental design with a completely randomized design (CRD). In vitro tests carried out consisted of PDA and PDB medium which were given ascorbic acid with a concentration of 0 mg.l-1, 0,25 mg.l-1, 0,5 mg.l-1, 0,75 mg.l-1 and 1,0 mg.l-1. In planta testing was using hot chili red chili varieties, large red chili varieties and curly red chili varieties. The treatments that were tested included calculation of disease intensity and ascorbic acid content in red chili leaves. In vitro test the main parameters observed were the diameter colony of the fungus Cercospora sp. dan mycelium dry weight. In planta test the main parameters observed were the intensity of the disease, while the supporting parameters were the incubation period of the disease, the content of ascorbic acid in the red chili leaves, temperature and humidity. In vitro test data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level, then the treatment that gave a real or very real difference was followed by the Least Significant Difference test (LSD). In planta test data obtained were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at a 95% confidence level, then the treatment that gave a real or very real difference was followed by the Honestly Significant Difference test (BNJ). The results showed that the pathogen Cercospora sp. able to grow well on the PDA medium and GDP medium which were given ascorbic acid. Inoculation of pathogen Cercospora sp. can increase ascorbic acid content in red chili leaves. | |
| 23628 | 27024 | A1D015015 | EFEKTIVITAS Bacillus subtilis B1 FORMULA CAIR DAN TEMBAGA OKSIDA 56% TERHADAP PENEKANAN PENYAKIT KARAT DAN HAWAR DAUN PADA JAGUNG MANIS | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendiagnosis penyakit karat daun dan hawar daun pada tanaman jagung manis, dan mengetahui pengaruh pemberian Bacillus subtilis B1 formula cair dan tembaga oksida dalam menekan penyakit karat daun dan hawar daun pada tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan dan Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini dilakukan pada Bulan Maret 2019 sampai Juli 2019. Penenlitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 3 perlakuan dan 9 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah kontrol (K), Yeast Ekstrak 0,25% + Ekstrak kentang 75% + Air kelapa 25% + Bacillus subtilis B1 (B), dan tembaga oksida (C). Variabel yang diamati adalah identifikasi patogen penyakit, intensitas serangan penyakit, dan luas area di bawah kurva perkembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Puccinia polysora dan Helminthosporium turcicum merupakan patogen karat daun dan hawar daun di jagung manis. B. subtilis B1 formula cair mampu menekan penyakit karat dan penyakit hawar daun pada tanaman jagung manis. | ABSTRACT This research aimed to diagnosing leaf rust and leaf blight on sweet corn plants, and determine the effect of giving Bacillus subtilis B1 liquid formula in suppressing leaf rust and leaf blight on sweet corn plants. This research was carried out in the experimental garden and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, General Sudirman University. This research was conducted in March 2019 until July 2019. The research was conducted used complete Randomized Block Design with three treatments and nine replicates. The treatments used were control (K), Yeast Extract 0.25% + Potato extract 75% + Coconut water 25% + Bacillus subtilis B1 (B), and copper oxide (C). Variables observed were the identification of pathogenic diseases, the intensity of disease attacks, area under the disease progress curve (AUDPC). Results of the research showed that: Puccinia polysora and Helminthosporium turcicum are leaf rust pathogens and leaf blight in sweet corn. B. subtilis B1 liquid formula was able to suppress rust and leaf blight in sweet corn plants. | |
| 23629 | 27079 | A1D015095 | RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BABY KAILAN (Brassica oleracea L.) TERHADAP PEMBERIAN URIN KELINCI DAN AIR KELAPA | Kailan merupakan salah satu sayuran hortikultura yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan di Indonesia. Peningkatan produksi kailan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) dari urin kelinci. Penggunaan pupuk organik cair dari urin kelinci untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan hasil kailan dapat dibantu dengan menggunakan zat pengatur tumbuh (ZPT) dari air kelapa. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui: 1) pengaruh konsentrasi POC dari urin kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil kailan, 2) pengaruh konsentrasi ZPT dari air kelapa terhadap pertumbuhan dan hasil kailan, dan 3) pengaruh kombinasi antara konsentrasi POC dari urin kelinci dan ZPT dari air kelapa yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2019, di screen house dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAKL) dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC dari urin kelinci yaitu 20 ml/l; 40 ml/l; dan 60 ml/l. Faktor kedua adalah konsentrasi ZPT dari air kelapa yaitu 150 ml/l; 200 ml/l; dan 250 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) POC dari urin kelinci dengan konsentrasi 40 ml/l mampu meningkatkan tinggi tanaman sebesar 34,07 cm; dan bobot segar tanaman kailan sebesar 53,44 g; 2) ZPT dari air kelapa dengan konsentrasi 150 ml/l, 200 ml/l, dan 250 ml belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan; dan 3) kombinasi antara konsentrasi POC dari urin kelinci dan ZPT dari air kelapa memberikan respon yang sama pada pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. | Kailan is one of horticulture comodity has a high potential for being developed in Indonesia. To increase the production of kailan can be done using liquid organic fertilizer from rabbits urine. The application of liquid fertilizer from rabbits urine to optimize the growth and yield of kailan can be helped by using plant growth regulator from coconut water. The purpose of the research were to find out: 1) the effect of concentrations of liquid organic fertilizer from rabbits urine on the growth and yield of kailan, 2) the effect of concentrations of plant growth regulator from coconut water on the growth and yield of kailan, 3) the best combination of concentration of liquid organic fertilizer from rabbits urine and plant growth regulator from coconut water for the growth and yield of kailan. The research was conducted in May until June 2019, at screen house and laboratory of Agronomy and Horticulture, Faculty of Agricultue, Jenderal Soedirman University. The experiment design used was Completely Randomized Block Design with two factor and 3 replication. The irst factor was conctrentation of liquid organic fertilizer from rabbits urine, namely 20 ml/l; 40 ml/l; and 60 ml/l. The second factor was the concentration of plant growth regulator from coconut water, namely 150 ml/l; 200 ml/l; and 250 m/l. The results showed that: 1) the concentration 40 ml/l of liquid organic fertilizer from rabbits urine increased plant height of 34,07 cm; and fresh plant weight of 53,44 g; 2) the concrentation of plant growth regulatorfrom coconut water has not been able to increase the growth and yield of kailan; and 3) the combination of concentrations of liquid organic fertilizer from rabbits urin and concentration plant growth regulator from coconut water gives the same response to plant growth and yield. | |
| 23630 | 27208 | A1D015233 | PENGARUH PEMUPUKAN SILIKA (Si) DAN STRES KEGARAMAN TERHADAP KARAKTERISTIK AGRONOMI TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) PADA TANAH ENTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh stres kegaraman terhadap karakteristik agronomi tanaman pakcoy pada tanah entisol, 2) mengetahui pengaruh dosis pupuk silika terhadap karakteristik agronomi tanaman pakcoy pada tanah entisol, 3) mengetahui interaksi dosis pupuk Si dan stres kegaraman terhadap karakteristik agronomi tanaman pakcoy pada tanah entisol. Penelitian ini dilakukan di Screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dari bulan Mei hingga Agustus 2019. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 16 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba meliputi dua faktor yaitu stres kegaraman dengan taraf 0; 1; 2; dan 3 ds/m. Faktor kedua adalah dosis pupuk silika yaitu 0; 5; 10; dan 15 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot tajuk segar (g), bobot tajuk kering (g), bobot akar segar (g), bobot akar kering (g), panjang akar (cm), dan kehijauan daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian stres kegaraman menurunkan tinggi tanaman dan jumlah daun tetapi tidak berpengaruh terhadap luas daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk kering, panjang akar dan kehijauan daun tanaman pakcoy. Pemberian dosis pupuk silika (Si) tanaman pakcoy meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot tajuk segar tetapi tidak berpengaruh terhadap luas daun, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk kering, panjang akar dan kehijauan daun tanaman pakcoy. Stres kegaraman dan pupuk silika tidak memberikan pengaruh interaksi terhadap karakteristik agronomi tanaman yang diamati. | The purpose of this research is to: 1) to find out the effect of salt stress on the agronomic characteristics of pakchoy plants on entisol soil, 2) to determine the effect of silica fertilizer doses on the agronomic characteristics of pakcoy plants on entisol soil, 3) to find out the interaction of Si fertilizer dosage and salinity stress on agronomic characteristics of pakchoy plants on entisol soils. This research was conducted at the Screen house of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from May to August 2019. The experimental design used was a factorial randomized block design (RBD) consisting of 16 treatments and three replications. The treatments that were tried included two factors namely stress salinity with a level of 0; 1; 2; and 3 ds/m, and the dose of silica fertilizer which varied from 0; 5; 10; and 15 g/polybag. Observation variables included plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), fresh weight of crown (g), dry weight of crown (g), fresh weight of root (g), dry weight of root (g), root length (cm), and greenness of leaves. The results showed that giving salinity stress had an effect on reducing plant height and number of leaves but did not affect leaf area, crown fresh weight, root fresh weight, root dry weight, crown dry weight, root length and leaf greenness of Pak choy plants. Giving the doses of silica fertilizer (Si) had an effect on increasing the plant height, number of leaves and crown fresh weight but did not affect leaf area, root fresh weight, root dry weight, crown dry weight, root length and leaf greenness of Pak choy plants. Salinity stress and silica fertilizer did not give an interaction effect on the agronomic characteristics of the observed plants. | |
| 23631 | 26788 | I1C015051 | Formulasi Granul Effervescent Vitamin C menggunakan Bahan Pengisi Serbuk Serat Ampas Kelapa | Ampas kelapa merupakan hasil samping pembuatan minyak kelapa dan mengandung zat gizi. Serat ampas kelapa diisolasi menggunakan larutan alkali mengandung 72,15% serat pangan. Serat termasuk bahan pengisi yang sering digunakan. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik fisik serbuk serat ampas kelapa dijadikan sebagai bahan pengisi sediaan farmasi dan diformulasikan menjadi granul effervescent. .Granul effervescent dibuat 3 formula menggunakan metode granulasi basah. Serbuk serat ampas kelapa diuji morfologi, organoleptik, distribusi ukuran partikel, pH, kompresibilitas, waktu alir, dan sudut diam. Granul effervescent diuji karakteristik fisik dan penetapan kadar vitamin C dalam sediaan menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan serbuk serat ampas kelapa memiliki bentuk partikel persegi tak beraturan, berukuran 426-600µm, pH 6,43, kompresibillitas 14,31%, kecepatan alir 4,73 g/detik, sudut diam 34,060. Hasil evaluasi granul effervscent menunjukkan ketiga formula memenuhi persyaratan. Hasil evaluasi granul effervescent menunjukkan ketiga formula memenuhi persyaratan. Kecepatan alir (4-10 g/detik), sudut diam (310-350), susut pengeringan (2%-5%), pH (5-7), waktu larut (<5 menit), indeks kompresibilitas (11%-15%), kandungan lembab (<5%), dan kadar zat aktif (90%-110%). Perbedaan konsentrasi serbuk serat ampas kelapa mempengaruhi kecepatan alir dan waktu larut sediaan. Serbuk serat ampas kelapa dapat dijadikan sebagai bahan pengisi alternatif sediaan farmasi dan dapat diformulasikan menjadi sediaan granul effervescent. | Coconut pulp is a byproduct of making coconut oil and contains nutrients. Coconut pulp fiber is isolated using an alkaline solution containing 72.15% food fiber. Fiber, including fillers that are often used. Vitamin C functions as an antioxidant and prevents free radicals. This study aims to determine the physical characteristics of coconut pulp fiber powder used as pharmaceutical filler material and formulated into effervescent granules. Effervescent granules are made in 3 formulas using the wet granulation method. Coconut pulp fiber powder was tested for morphology, organoleptic, particle size distribution, pH, compressibility, flow time, and stationary angle. Effervescent granules were tested for physical properties and determination of vitamin C levels in preparations using UV-Vis spectrophotometry. The results showed the coconut pulp fiber powder had an irregular square particle shape, measuring 426-600µm, pH 6.5, compressibility 14.31%, flow rate 4.73 g / sec, stand angle 34.060. The results of the effervscent granule evaluation showed that all three formulas met the requirements. Flow velocity (4-10 g/sec), rest angle (310-350), drying shrinkage (2%-5%), pH (5-7), dissolution time (<5 minutes), compressibility index (11%-15%), moist content (<5%), and active substance content (90%-110%). The difference in the concentration of coconut pulp fiber powder affects the flow velocity and soluble time of the preparation. Coconut pulp fiber powder can be used as an alternative filler for pharmaceutical preparations and can be formulated into effervescent granule preparations. | |
| 23632 | 26789 | I1C015011 | Formulasi Tablet Hisap Vitamin C Menggunakan Bahan Pengisi Serbuk Serat Ampas Kelapa | Eksipien farmasi di Indonesia banyak diperoleh dari luar Indonesia. Serat merupakan salah satu bahan alternatif yang dapat dijadikan sebagai bahan pengisi tablet. Ampas kelapa yang dihidrolisis dengan kalsium hidroksida memiliki kandungan serat pangan sebesar 72,15%. Tablet hisap cocok digunakan untuk orang yang sulit menelan obat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik serbuk serat ampas kelapa sebagai bahan pengisi dan diformulasikan menjadi sediaan tablet hisap vitamin C. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Serbuk serat ampas kelapa sebagai bahan pengisi diformulasikan menjadi 3 formula tablet hisap vitamin C menggunakan metode kempa langsung. Serbuk serat ampas kelapa dan tablet hisap vitamin C dilakukan beberapa evaluasi. Penetapan kadar vitamin C dalam tablet menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk serat ampas kelapa memiliki bentuk partikel persegi tidak beraturan, berukuran 426-600 μm, pH 6,43, kompresibilitas 14,31%, kecepatan alir 4,73 g/detik, dan sudut diam 34,06°. Evaluasi tablet hisap vitamin C menunjukkan hasil bahwa tablet hisap vitamin C dengan bahan pengisi serbuk serat ampas kelapa memenuhi persyaratan keseragaman ukuran, keseragaman bobot (NP<15), kekerasan (4-10 kg/cm2), kerapuhan (<1%), waktu larut (<10 menit), dan kadar zat aktif (90%-110%). Variasi jumlah serbuk serat ampas kelapa secara signifikan mempengaruhi keseragaman ukuran dan waktu larut tablet. | Pharmaceutical excipients in Indonesia are mostly obtained from outside Indonesia. Fiber is an alternative material that can be used as a tablet filler. Coconut pulp which is hydrolyzed with calcium hydroxide has a food fiber content of 72.15%. Lozenges are suitable for people who have difficulty swallowing conventional medicine. This study aims to determine the physical characteristics of coconut pulp fiber powder as a filler and formulate it into vitamin C lozenges. This research uses an experimental method. Coconut pulp fiber powder as filler is formulated into 3 vitamin C lozenges using the direct pressing method. Some coconut pulp fiber powder and vitamin C lozenges were evaluated. Determination of vitamin C levels in tablets using UV-Vis spectrophotometry. The results showed that the coconut pulp fiber powder has an irregular square particle shape, measuring 426-600 μm, pH 6.43, compressibility 14.31%, flow velocity 4.73 g / sec, and stand still angle of 34.06 °. Evaluation of vitamin C lozenges showed that vitamin C lozenges with coconut pulp fiber fillers met the requirements of size uniformity, uniformity of weights (NP <15), hardness (4-10 kg / cm2), friability (<1%), time soluble (<10 minutes), and active substance levels (90% -110%). Variation in the amount of coconut pulp fiber powder significantly influences the uniform size and solubility of tablets. | |
| 23633 | 26791 | C1L015049 | PENGARUH LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN, CARA BELAJAR, DAN KEBIASAAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X MAN 1 BANYUMAS | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey, yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lingkungan pondok pesantren, cara belajar, dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Banyumas yang berada di pondok pesantren Al – Amien. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Banyumas yang berada di pondok pesantren Al – Amien sebanyak 155 siswa dengan menggunakan teknik sampling proportionate random sampling dan menghasilkan sampel sebanyak 112 responden. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji F, uji t. hasil penelitian ini yaitu, 1) Lingkungan pondok pesantren berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Banyumas yang berada di lingkungan pondok pesantren Al – Amien, yang dibuktikan dengan nilai t_hitung 2,216 > t_tabel 1,982. 2) Cara belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Banyumas yang berada di pondok pesantren Al – Amien, yang dibuktikan dengan t_hitung 3,700 > t_tabel 1,982. 3) Kebiasaan belajar berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas X MAN 1 Banyumas yang berada di pondok pesantren Al – Amien, yang dibuktikan dengan t_hitung 3,284 > t_tabel 1,982. Nilai koefisien determinasi (R^2) kontribusi variabel lingkungan pondok pesantren, cara belajar dan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar siswa sebesar 37,1% sedangkan 62,9% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. | This research is a quantitative research with survey method. This study aims to find out and analyze the influence of the environment of Islamic boarding schools, ways of learning, and study habits on learning outcomes of grade X students MAN 1 Banyumas who study in Al - Amien boarding schools. The population in this study were all students of class X MAN 1 Banyumas who were in Al-Amien Islamic boarding school as many as 155 students by using proportionate random sampling technique and producing a sample of 112 respondents. Interviews and observations echniques are used to collect the data. Multiple linear regression, coefficient of determination, F test, and t test are used to analysed the data. The results of this study showed, 1) The environment of Islamic boarding school influences the learning outcomes of grade X students MAN 1 Banyumas who study in the Al-Amien boarding school environment, as evidenced by the value of t-count 2.216> t table 1.982. 2) The way of learning has an effect on the learning outcomes of grade X student MAN 1 Banyumas in the Al-Amien Islamic boarding school, as evidenced by the tcount of 3,700> ttable 1,982. 3) Learning habits affect the learning outcomes of class X MAN 1 Banyumas in the Al-Amien Islamic boarding school, as evidenced by t-count 3,284> t-table 1,982. The coefficient of determination (R2) contribution of environmental variables of boarding schools, ways of learning and learning habits on student learning outcomes is 37.1% while 62.9% is influenced by other variables not examined. | |
| 23634 | 28625 | A1C016001 | PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS MELALUI PROSES PEMURNIAN MENGGUNAKAN DOWN-UP PURIFIER DENGAN ARANG AKTIF DAN SILIKA GEL SEBAGAI ADSORBEN | Biogas merupakan salah satu sumber energi alternatif yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik secara anaerob untuk menghasilkan gas yang sebagian besar berupa gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2). Pada kandungan biogas terdapat gas pengotor yaitu CO2. Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas biogas agar kandungan gas metana pada biogas meningkat dan menurunkan gas-gas pengotor seperti CO2 yaitu dilakukan proses pemurnian biogas menggunakan purifier yang berisi adsorben yaitu arang aktif dan silika gel. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pada proses produksi biogas, untuk mengetahui proses peningkatan kualitas biogas melalui proses pemurnian dan mengetahui kualitas biogas setelah melalui proses pemurnian menggunakan Down-Up Purifier dengan arang aktif dan silika gel sebagai adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio C/N untuk sampel pertama sebesar 38,84 dengan perbandingan C = 40,670 dan N = 1,047, dan untuk sampel kedua sebesar 36,37 dengan perbandingan C = 43,794 dan N = 1,204 dengan suhu substrat rata-rata 28,6oC, suhu lingkungan bola basah rata-rata 26oC dan suhu lingkungan bola kering rata-rata 27 oC serta pH rata-rata 5,9. Nilai COD awal, tengah, dan akhir masing-masing sebesar 313.500,00 mg/l, 19.100,00 mg/l dan 29.100,00 mg/l dan nilai BOD awal, tengah, dan akhir masing-masing sebesar 960,12 mg/l, 5.890,00 mg/l dan 9.312,53 mg/l. Kemudian nilai total solid mengalami penurunan sebesar 0,61% dan 0,83%, dan volatile solid mengalami kenaikan sebesar 0,06% dan 0,15%. Penggunaan adsorben arang aktif dan silika gel dapat menurunkan kandungan gas CO2 sebesar 78,2% dan kandungan gas CH4 sebesar 68,4% dengan waktu pemurnian paling optimal yaitu 30 menit. | Biogas is an alternative energy source that is produced from anaerobic fermentation process to produce gas which is mostly in the form of methane (CH4) and carbon dioxide (CO2). In the biogas content there is impurity gas which is CO2. One way to improve the quality of biogas is to increase methane gas content in biogas and reduce impurities like CO2, a biogas purification process is carried out using a purifier containing an adsorbent, which is activated charcoal and silica gel. The research objective is to determine the factors that influence the biogas production process, to find out the process of improving the quality of biogas through the refining process and knowing the quality of biogas after going through the purification process using a Down-Up Purifier with activated charcoal and silica gel as an adsorbent. The results showed that the C/N ratio for the first sample was 38.84 with a comparison of C = 40.670 and N = 1.047, and for the second sample of 36.37 with a ratio of C = 43.794 and N = 1.204 with an average substrate temperature of 28.6oC, the average temperature of the wet bulb environment is 26oC and the average temperature of the dry bulb environment is 27oC and the average pH is 5.9. Initial, middle, and final COD values were 313,500.00 mg/l, 19,100.00 mg/l and 29,100.00 mg/l respectively and initial, middle, and final BOD values were 960.12 mg/l, 5.890.00 mg/l and 9.312.53 mg/l respectively. Then the total value of solid decreased by 0.61% and 0.83%, and volatile solid increased by 0.06% and 0.15%. The use of activated charcoal and silica gel adsorbents can reduce CO2 gas content by 78.2% and CH4 gas content by 68.4% with the most optimal purification time of 30 minutes. | |
| 23635 | 26790 | I1C015075 | Formulasi Tablet Kunyah Vitamin C Menggunakan Bahan Pengisi Serbuk Serat Ampas Kelapa | Sebagian besar eksipien di Indonesia masih diperoleh melalui impor sehingga diperlukan pengembangan eksipien baru dengan bahan baku berasal dari Indonesia. Kelapa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membuat santan dimana hasil samping berupa ampas kelapa. Ampas kelapa mengandung serat yang tinggi sehingga dapat digunakan sebagai bahan pengisi tablet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi serbuk serat ampas kelapa untuk dijadikan bahan pengisi dan diformulasikan menjadi tablet kunyah vitamin C. Serbuk serat ampas kelapa diuji karakteristik fisik. Tablet dibuat 3 formula dengan perbedaan jumlah serbuk ampas kelapa F1 (12%), FII (16%), FIII (20%) menggunakan metode kempa langsung. Tablet diuji karakteristik fisik dan dilakukan penetapan kadar vitamin C dalam tablet. Serbuk serat ampas kelapa memiliki bentuk partikel persegi tidak beraturan; pH 6,43; berukuran partikel 426-600m; kecepatan alir 4,54g/detik; sudut diam 34,06o; dan kompresibilitas 14,31%. Tablet formula 1 dan 2 memenuhi persyaratan fisik tablet. Serbuk serat ampas kelapa dapat digunakan sebagai eksipien tablet yang memenuhi persyaratan fisik serta dapat diformulasikan sebagai bahan pengisi dalam sediaan tablet kunyah vitamin C. | Most of the excipients in Indonesia are still obtained through imports, so it is necessary to develop new excipients with raw materials originating from Indonesia. Coconut is used by the community to make coconut milk where the byproduct is coconut pulp. Coconut pulp contains high fiber so that it can be used as a tablet filler. The aim of this study is to characterize coconut pulp fiber powder to be used as fillers and formulated into vitamin C chewable tablets. Coconut pulp fiber powder was tested for physical characteristics. Tablets were made with 3 formulas with different amounts of F1 coconut pulp powder (12%), FII (16%), FIII (20%) using the direct method. Tablets were tested for physical characteristics and vitamin C levels were determined in tablets. Coconut pulp fiber powder has an irregular square particle shape; pH 6.43; particle size 426-600µm; flow rate 4.54g/se; angle of repose at 34.06o; and compressibility 14.31%. Formulas 1 and 2 are filled the requirement. Coconut pulp fiber powder can be used as a tablet excipient and can be formulated as a filler in a vitamin C chewable tablet | |
| 23636 | 26191 | B1A015058 | KETERTARIKAN DAN KESUKAAN KECOAK JERMAN, Blatella germanica L. (DICTYOPTERA: BLATTELLIDAE) TERHADAP FAGOSTIMULAN BERBEDA | Kecoak Jerman (Blatella germanica) L. termasuk dalam serangga pengganggu permukiman yang pengendaliannya cukup sulit. Salah satu alternatif upaya pengendalian kecoak Jerman yang ramah lingkungan adalah menggunakan umpan (bait). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis fagostimulan yang mempunyai kemampuan menarik dan disukai oleh kecoak Jerman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK). Jenis fagostimulan yang digunakan adalah pisang, durian, formulasi gula, dan gula eritrisol. Pengamatan ketertarikan kecoak Jerman menggunakan olfaktometer, sedangkan pengamatan kesukaan kecoak Jerman menggunakan box plastic, masing-masing pengujian diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan ketertarikan dianalisis menggunakan uji t dan perhitungan attraction index, sedangkan data kesukaan kecoak Jerman dianalisis menggunakan ANOVA dan perhitungan feeding index. Hasil penelitian yang didapat adalah kecoak Jerman tertarik terhadap pisang, durian, formulasi gula, dan eritrisol. Hasil analisis ANOVA diperoleh hasil sig 0,029 (p<0,05) yang menunjukkan adanya pengaruh jenis fagostimulan terhadap kesukaan kecoak Jerman. Hasil perhitungan attraction index dan feeding index didapat kecoak Jerman lebih tertarik dan menyukai pisang dibandingkan ketiga fagostimulan lainnya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pisang, durian, formulasi gula, dan eritrisol merupakan fagostimulan yang dapat menarik kecoak Jerman, namun yang paling disukai adalah pisang. | German cockroaches (Blatella germanica) L. are includes in settlement bugs that are hard to terminate. One alternative to control German cockroaches that are using bait. To make bait formulation, the first thing is look for the type of phagostimulant that can be interesting and attractive to German cockroaches. The purpose of this research is to study the type of phagostimulant that has the ability to attract and liked by German cockroaches. Phagostimulant types used are bananas, durian, sugar formulations, and erythrisol. Data from observations of interest in test interest were analyzed using the t test and calculation of the attraction index, while the data for German roaches favored were analyzed using ANOVA and index feeding calculations. The results obtained were that German cockroaches were attracted to bananas, durian, sugar formulations, and erythrisol. ANOVA analysis results obtained sig 0.029 (p <0.05). The results of the calculation of the attractiveness index and feeding index obtained German cockroaches are preferred by bananas compared to other phagostimulants. The conclusion of this study is the type of phagostimulant that can attract cockroaches Germany is a banana, durian, sugar formulation, and erythrisol, while the type of phagostimulant most preferred by German cockroaches is banana. | |
| 23637 | 26793 | F2A015040 | PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM PEMBANGUNAN DESA YANG BERSUMBER DARI DANA DESA DI KABUPATEN PURBALINGGA (Studi Kasus Di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari) | Distribusi Dana Desa juga dapat dilihat sebagai bentuk atau wujud good governance, dimana pemerintah dan masyarakat memiliki hubungan yang erat dan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat, sehingga mendorong akuntabilitas, transparansi dan responsivitas pemerintah desa. Karena itulah penelitian yang berjudul Partisipasi Masyarakat Dalam Program Pembangunan Desa Yang Bersumber Dari Dana Desa Di Kabupaten Purbalingga (Studi Kasus Di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari) bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosial ekonomi, persepsi masyarakat terkait perilaku birokrasi aparatur desa, persepsi masyarakat terkait gaya kepemimpinan kepala desa dan komuniaksi terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei, dengan sasaran penelitian yaitu masyarakat desa yang berjumlah 100 sampel. Metode analisis yang digunakan yaitu korelasi kendall tau dan analisis regresi ordinal.Hasil penelitian diketahui adanya pengaruh yang sedang dari faktor sosial ekonomi terhadap partisipasi masyarakat. Hasil kedua yaitu perilaku birokrasi aparatur desa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi masyarakat. Kepemimpinan kades mampu memberikan dorongan dalam proses kerja di desa dan secara statistik yaitu kepemimpinan kades mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi masyarakat. Hasil terakhir yaitu komunikasi masyarakat desa mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap partisipasi masyarakat. | The distribution of Village Funds can also be seen as a form or form of good governance, where the government and the community have a close relationship and at the same time increase community participation, thereby encouraging accountability, transparency and responsiveness of the village government. That is why the study entitled The Community Participation in the Village Development Program Sourced from Village Funds in Purbalingga Regency (Case Study in Bumisari Village, Bojongsari District) aims to analyze the influence of socioeconomic factors, community perceptions regarding the behavior of the village apparatus bureaucracy, community perceptions related to the leadership style of the chief villages and communication of community participation in village development. The research method used is the survey method, with the aim of the research being the village community numbering 100 samples. The analytical method used is Kendall Tau correlation and ordinal regression analysis. The results of the study note that there is a moderate influence of socioeconomic factors on community participation. The second result is the bureaucratic behavior of the village apparatus has a significant influence on community participation. Village leadership is able to provide encouragement in the work process in the village and statistically that village leadership has a significant influence on community participation. The final result is that village community communication has a significant influence on community participation. Keywords: Socio-economic, bureaucratic behavior, leadership, communication and participation | |
| 23638 | 26794 | I1B015089 | Gambaran Gaya Belajar Mahasiswa asal Indonesia Timur Di Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang : Gaya belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Prestasi belajar yang kurang memuaskan dari beberapa mahasiswa Indonesia Timur yang belajar di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa kemungkinan berkaitan dengan gaya belajar. Tujuan : Mengetahui gambaran gaya belajar mahasiswa asal Indonesia Timur. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan desain deskriptif. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 78 mahasiswa. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner gaya belajar. Analisa data pada penelitian ini menggunakan uji univariat, dengan menampilkan frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan Jenis kelamin, seimbang antara laki-laki 35 orang (44,9%) dan perempuan 43 orang (55,1%), sebagian mahasiswa memilih Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan sebanyak 20 orang (25,6), mayoritas responden berasal dari NTT sebanyak 37 orang (47,4%) dan mahasiswa yang memilih fakultas sesuai minat sebanyak 63 orang (80,8%). Mahasiswa asal Indonesia Timur mayoritas menggunakan gaya belajar visual (42,3%). Gaya belajar menurut karakteristik responden baik Jenis kelamin, fakultas dan asal daerah cenderung menggunakan gaya belajar visual. Kesimpulan: Mayoritas mahasiswa asal Indonesia Timur di Universitas Jenderal Soedirman menggunakan gaya belajar visual (42,3%). Kata Kunci: Gaya belajar, mahasiswa Indonesia Timur, perkuliahan. | Background : Learning styles are influenced by internal and external factors. Less satisfying learning achievements from some students from eastern Indonesia studying in Java and outside Java may be related to learning styles. Objective : To find out about the learning styles of students from Eastern Indonesia. Methodology : This research is quantitative research with descriptive design. The design of this study was cross sectional. Sampling used total sampling with 78 respondents. This research instruments used a learning style questionnaire. Analysis of the data in this study using univariate test, by displaying the frequency and percentage. Results: The results showed gender, balanced between men 35 people (44,9%) and women 43 (55,1%), some students chose the faculty of Health sciences as many as 20 people (25,6), the majority respondents from NTT were 37 people (47,4%) and students who chose faculties according to their interests were 63 people (80,8%). The majority of students form eastern Indonesia used visula learning styles (42,3%). Learning styles according to their characteristics of respondnts both gender, faculty and regional origin tend to use visual learning styles. Conclusion: Students from Eastern Indonesia at Jenderal Soedirman university predominantly used visual learning styles (42,3%). Keywords: Learning style, Eastern Indonesian students, Lectures. | |
| 23639 | 26795 | I1B015088 | EKSPLORASI DUKUNGAN SOSIAL DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR PADA MAHASISWA KEPERAWATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Dukungan sosial adalah perilaku yang dilakukan seseorang kepada orang dengan tujuan meningkatkan motivasi ataupun semangat dalam bentuk dukungan emosional, dukungan penghargaan, dukungan informasi maupun dalam bentuk dukungan instrumental. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan metode cross sectional untuk mengeksplorasi bagaimana dukungan sosial dosen pembimbing tugas akhir pada mahasiswa Keperawatan Unsoed. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 57. Hasil: Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat 10 orang (17,5%) yang mendapatkan dukungan sosial kategori sangat tinggi, 23 orang (40,4%) mendapatkan dukungan sosial kategori tinggi dan 24 orang (42,1%) mendapatkan dukungan sosial dengan kategori sedang. Responden dengan karakteristik jenis kelamin mahasiswa mayoritas perempuan (86,0%), jenis kelamin pembimbing mayoritas perempuan (78,9%), jumlah bimbingan mayoritas sama dengan atau kurang dari lima 31 orang (48%), dan mayoritas mahasiswa menggunakan metode bimbingan tatap muka langsung individual (42%). Kesimpulan: Mahasiswa keperawatan yang sedang menyelesaikan tugas akhir merasakan dukungan sosial yang diberikan dosen pembimbing tinggi. | Background: Social support is a behavior carried out by someone to another one with the aim of increasing motivation or enthusiasm in the form of emotional, appreciation, information, and also instrumental support. Methodology: This research was a quantitative study using a cross-sectional approach. It aimed to explore the social support of the final project’s counselor to Nursing students of Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). The sampling technique in this study used total sampling with a total of 57 people. Results: The results of the analysis showed that there were 10 people (17.5%) who received very high category of social support, 23 people (40.4%) received high category of social support and 24 people (42.1%) received social support in the moderate category. The majority of the respondents were females (86.0%), the majority of the counselors’ respondents were females (78.9%), the majority of the guidance was equal to or less than five 31 people (48%), and the majority of the students used face-to-face guidance methods (42%). Conclusion: Nursing students who were completing the final project felt that the support given by their counselor was high | |
| 23640 | 26796 | I1A015086 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN PADA PENGEMUDI MINI BUS JURUSAN PURWOKERTO-CILACAP MELALUI JALUR KROYA | ABSTRAK Latar Belakang : Kelelahan sering kali terjadi saat pelaksanaan proses kerja dan mengemudi adalah salah satu jenis pekerjaan yang dikenal melelahkan karena aktivitasnya yang monoton. Di Selandia Baru kelelahan pengemudi merupakan faktor utama terjadi kecelakaan di jalan, pada tahun 2007 terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 54 kematian, 188 luka-luka berat dan 798 luka ringan dan data kecelakaan di Indonesia menyebutkan bahwa kelelahan pengemudi menyumbang lebih dari 25% dari total kecelakaan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah 52 pengemudi mini bus jurusan Purwokerto-Cilacap melalui jalur Kroya dengan sampel sebanyak 52 pengemudi. Data diambil melalui wawancara dengan kuesioner, recall dan pengukuran kelelahan dengan reaction timer. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : Variabel yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi mini bus jurusan Purwokerto-Cilacap melalui jalur Kroya yaitu usia (p=0,034). Variabel yang tidak berhubungan yaitu masa kerja (p=0,825), waktu tidur (p=0,095), waktu kerja (p=1,000), tingkat asupan energi (p=0,153). Variabel yang paling berpengaruh terhadap kelelahan yaitu usia (OR=6,315). Simpulan : Variabel yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi mini bus jurusan Purwokerto-Cilacap melalui jalur Kroya yaitu usia. Upaya yang dapat dilakukan yaitu adanya program medical check up dan lebih memperhatikan adanya batasan usia untuk mengemudi. Kata Kunci : Kelelahan, Pengemudi Mini Bus, Usia Pengemudi | ABSTRACT Background : Fatigue often occurs while working, and driving is one type of work that is known to be tiring because of its monotonous activities. In New Zealand fatigue in driving is a major factor in road accidents, in 2007 there were accidents resulting in 54 deaths, 188 seriously injured and 798 minor injuries. Accident data in Indonesia states that driver fatigue accounts for more than 25% of the total accidents that happened. This study aimed to determine what factors are associated with fatigue in the driver. Method : This research is a quantitative research with cross sectional approach. The population in this research is 52 driver minibus in route at Purwokerto-Cilacap through Kroya’s track with sample of 52 driver using total sampling technique. Data collection technique were conducted by used a Reaction Timer. The data were analyzed into univariate, bivariate and multivariate analysis. Result : Variables that associated with fatigue is age (p=0,034). Variables that not associated with fatigue are work period (p=1,000), sleep time (p=0,095), time work (p=1,000) and level of energy intake (p=0,254). The results of multivariate analysis showed influential variable is age (OR=6,315). Conclusion : The variables that associated with fatigue is age of driver minibus in route at Purwokerto-Cilacap through Kroya’s track. Efforts that can be made are the medical check-up program and pay more attention to the age limit for driving. Keyword : Fatigue, Driver Minibus, Driver’s Age |