Artikelilmiahs
Menampilkan 22.521-22.540 dari 51.892 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22521 | 25120 | E1A115075 | PENYELESAIAN KREDIT MACET PADA KREDIT RINGAN TANPA AGUNAN DI PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), TBK KANTOR CABANG BEKASI | PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi merupakan salah satu lembaga keuangan yang memberikan fasilitas kredit tanpa agunan kepada masyarakat melalui produk Kredit Ringan (KRING) BTN. Pemberian fasilitas KRING BTN mensyaratkan adanya Perjanjian Kerjasama antara Bank dan Instansi/Lembaga Pemohon. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis penyelesaian kredit macet pada kredit ringan tanpa agunan dan kekuatan hukum mengikat perjanjian kerjasama KRING BTN dengan Instansi/Lembaga Pemohon dalam menyelesaikan kredit macet pada kredit ringan tanpa agunan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer sebagai data pendukung. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, penyelesaian kredit macet pada kredit ringan tanpa agunan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi dapat dilakukan dengan cara melakukan penagihan seketika untuk pelunasan sekaligus; melakukan kebijakan restrukturisasi kredit; mengajukan klaim asuransi; penyelesaian dengan pelunasan bertahap; penyelesaian melalui Pengadilan Negeri; atau Pengadilan Niaga. Perjanjian Kerjasama berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata, Perjanjian Kerjasama berfungsi untuk memberi kuasa kepada Instansi/Lembaga pemohon untuk memotong gaji karyawan setiap bulannya sebagai pembayaran angsuran kredit. | PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Bekasi Branch Office is one of the financial institutions that provides unsecured credit facilities to the public through BTN Light Credit (KRING) products. Provision of BTN KRING facilities requires a Cooperation Agreement between the Bank and the Institution of the Applicant. The purpose of this study was to analyze the settlement of bad loans on light loans without collateral and legal force binding on the agreement between BTN KRING cooperation with the Institution of Applicants in resolving bad credit on small loans without collateral at PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Bekasi Branch Office. The method used in this study is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data and primary data as supporting data. The method of data collection is done by library research and documentary studies, the data obtained are presented with narrative texts, and the method of data analysis is done qualitatively normatively. Based on the results of the study, the settlement of bad loans on small loans without collateral at PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Bekasi Branch Office can be done by doing an instant billing for repayment at once; conduct credit restructuring policies; submit an insurance claim; settlement with gradual repayment; settlement through the District Court; or the Commercial Court. The Cooperation Agreement applies as a law for the parties making it as stated in Article 1338 paragraph (1) of the Civil Code, the Cooperation Agreement serves to authorize the requesting Agency/Institution to deduct employee salaries each month as payment of credit installments. | |
| 22522 | 25122 | C1L015037 | PENGARUH SELF EFFICACY, MOTIVASI BELAJAR, KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BACA TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR KELAS X | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survey untuk mengetahui pengaruh self efficacy, minat baca dan kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner. Dari hasil pengujian pada tabel diperoleh koefisien untuk variabel self efficacy sebesar 0,550, t hitung 6,766, t hitung lebih besar dari t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (1) self efficacy berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Koefisien untuk variabel motivasi belajar sebesar 0,355, t hitung 3,335 berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (2) motivasi belajar berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Koefisien untuk variabel kecerdasan emosional sebesar 0,214 t hitung 2,177 berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (3) kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Koefisien untuk variabel minat baca sebesar 0,171 t hitung 2,288 berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (4) minat baca berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. | This research is a quantitative study using survey research methods to determine the effect of self efficacy, reading interest and emotional intelligence on learning independence. The subject of this study was the tenth grade students of SMAN 1 Purwokerto. This study uses questionnaire instruments. From the test results on the table obtained coefficients for the variable self efficacy of 0.550, t count 6.766, t count greater than t table means that Ho is rejected and Ha is accepted so it can be concluded (1) self efficacy has a positive effect on student learning independence. The coefficient for learning motivation variables is 0.355, t count 3.335 means that Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded (2) motivation to learn has a positive effect on student learning independence. The coefficient for the emotional intelligence variable is 0.214 t count 2.177 means that Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded (3) emotional intelligence has a positive effect on student learning independence. The coefficient for reading interest variables is 0.171 t count 2.288 means that Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded (4) reading interest has a positive effect on student learning independence. | |
| 22523 | 25123 | C1A014107 | ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, PMDN, PMA, INFLASI DAN PDRB TERHADAP KEMISKINAN DI WILAYAH INDONESIA BAGIAN BARAT TAHUN 2010-2016 | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, PMDN, PMA, inflasi dan PDRB terhadap kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series dan cross section dari tahun 2010-2016. Penelitian ini menggunakan alat analisis persamaan regresi linier berganda data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengeluaran pemerintah, PMDN, PMA, investasi dan PDRB secara simultan berpengaruh terhadap kemiskinan. Secara parsial, pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap kemiskinan, PMDN berpengaruh terhadap kemiskinan, PMA berpengaruh terhadap kemiskinan, inflasi tidak berpengaruh terhadap kemiskinan dan PDRB berpengaruh terhadap kemiskinan. Kesimpulan dari penelitian, Pengeluaran Pemerintah tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. PMDN berpengaruh negatif terhadap penurunan kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. PMA berpengaruh negatif terhadap penurunan kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. Inflasi tidak berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. PDRB berpengaruh positif terhadap kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. Tingkat kemiskinan dapat diturunkan antara lain dengan cara meningkatkan investasi, baik investasi di dalam negeri maupun investasi di luar negeri. Dana investasi tersebut ditargetkan pada peningkatan infrasturktur, sarana dan prasarana, akses jalan, peningkatan lapangan kerja di berbagai daerah terutama di daerah-daerah yang mempunyai kondisi buruk,dan dalam masalah kemiskinan. Selanjutnya dengan meningkatnya PDRB dapat menurunkan kemiskinan, perlu pemerataan pendapatan. Kata kunci: Pengeluaran pemerintah, Penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, inflasi, produk domestik regional bruto dan kemiskinan. | Abstract This study took the title "Analysis of influence of government expenditure, right domestic capital, right foreign capital, inflation and PDRB to poverty in the region of western Indonesia year 2010-2016. The reason for choosing in the western region of Indonesia because of infrastructure, facilities and Asrigita, transportation is more advanced than the territory of Indonesia in other parts. Poverty is still the greatest literary among other literature. This raises the problem of poverty, among others, increased crime access, more unemployment. The aim of the study was to analyse the influence of government spending, PMDN, PMA, inflation and PDRB on poverty in the western part of Indonesia. The data used in this research is the liquid's Time Series data and cross section from 2010-2016. This research uses a double linear regression equation analysis tool of the data panel. Products ' Research results that: Government spending, PMDN, PMA, investments and PDRB in an aerotest Simultan effect on poverty. Partially, government expenditure does not affect poverty, the PMDN affects, the PMA of poverty affects, poverty does not affect inflation and the PDRB affects poverty. The conclusion of the research, government expenditure has no effect on poverty in the region of Western Indonesia. PMDN has a negative impact on poverty reduction in the western part of Indonesia. PMA negatively affects poverty reduction in the western part of Indonesia. Inflation has no effect on decreasing poverty in the western part of Indonesia. PDRB positively affects poverty in the western part of Indonesia. Poverty level can be lowered among others by increasing investment, both domestic investment and overseas investment. The investment funds are targeted at the increase of infrastructure, facilities and Asrigita, road access, employment improvement in various regions, especially in areas that have poor conditions, and in poverty literature. Furthermore, with increasing PDRB can reduce poverty, need equitable income. With the equality of income, especially for the whole of the poor, there will be no other inequality that only enjoyed only a handful of people. Keywords: government expenditure, domestic capital investment, foreign investment, inflation, gross regional and poverty. | |
| 22524 | 25124 | C1L015019 | PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BASED LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMI | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Based Learning Terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi di MAN 1 Banyumas”. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan minat dan hasil yang menggunakan model Discovery Based Learning dan model konvensional, selain itu bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery based learning terhadap hasil dan minat belajar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling dan sampel berjumlah 65 siswa, yang terbagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas ekperimen dan kelas XI IPS 5 sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan angket, pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, homogenitas, uji t, dan regresi sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Based Learning dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model Discovery Based Learning dan model konvensional. Model pembelajaran Discovery Based Learning berpengaruh terhadap minat belajar. Model pembelajaran Discovery Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar. Minat belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa | The objectives of this research were to determine effect of discovery based learning model towards learning outcomes and learning interest in economic subjects in MAN 1 Banyumas. The purpose of this research are to understand/know the different of learning interest and learnig outcomes that use discovery based learning model and conventional model, furthermore to know the effect of discovery based learning model on learning outcomes and learning interest. This research is a quasi experiment with Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique was purposive random sampling which found 65 students as the samples, which were divided into two classes, that are XI IPS 3 grades as experiment class and XI IPS 5 grades as control class. Then, data were collected by questionnaires, pretest, and posttest, and analyzed by normality, homogeneity, t test, and simple regression test. The result of the study showed that there are differences of students`s learning interest which uses discovery based learning model and conventional model. There are differences of students`s learning outcomes discovery based learning model and conventional learning model. discovery based learning model influences towards learning interest. discovery based learning model influences towards learning outcomes. Students`s learning interest influences towards learning outcomes. | |
| 22525 | 25128 | L1A015052 | KERAGAMAN GENETIK RUMPUT LAUT Gracilaria spp. YANG DIDAPATKAN DARI PANTAI KONDANG MERAK, PANTAI NUSAKAMBANGAN DAN PANTAI SAYANG HEULANG MENGGUNAKAN GEN COX1 | Penelitian ini berjudul ‘Keragaman Genetik Rumput Laut Gracilaria spp. yang didapatkan dari Pantai Kondang Merak, Pantai Nusakambangan dan Pantai Sayang Heulang Menggunakan Gen COX1’, yang dilakukan Oktober 2018 – April 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keragaman genetik rumput laut Gracilaria spp. yang didapatkan dari Pantai Kondang Merak, Pantai Nusakambangan dan Pantai Sayang Heulang berdasarkan gen COX1. Keragaman genetik merupakan informasi yang penting karena tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Gen COX1 (cytochrome c oxidase subunit 1) merupakan salah satu gen yang baru-baru ini digunakan untuk mengetahui keragaman genetik rumput laut Gracilaria spp. Hasil identifikasi molekuler dari tujuh sampel berdasarkan analisis blast diperoleh empat spesies yaitu Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, Gracilaria firma dan Hypnea sp. Identifikasi secara molekuler lebih lanjut dapat dilihat dari pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining (NJ). Berdasarkan haplotype diversity, keragaman genetik intraspesifik Gracilaria salicornia dan Gracilaria edulis termasuk kategori sangat rendah, kemudian keragaman genetik interspesifik Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, Gracilaria firma termasuk kategori keragaman tinggi. | This study is entitled ‘Genetic Diversity of Gracilaria spp. Seaweeds obtained from Kondang Merak Beach, Nusakambangan Beach and Sayang Heulang Beach Using COX1 Genes', which was conducted in October 2018 - April 2019. The aim of this study is determine the genetic diversity of Gracilaria spp. seaweeds obtained from Kondang Merak Beach, Nusakambangan Beach and Sayang Heulang Beach based on the COX1 gene. Genetic diversity is important information because it is not influenced by environmental conditions. The COX1 gene (cytochrome c oxidase subunit 1) is one of the genes recently used to determine the genetic diversity of Gracilaria spp. Molecular identification results of seven samples based on blast analysis obtained four species, that are Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, Gracilaria firma and Hypnea sp. Molecular identification also can be seen from the phylogenetic tree using Neighbor-Joining (NJ) method. Based on the haplotype diversity, the intraspecific genetic diversity of Gracilaria salicornia and Gracilaria edulis included a very low genetic diversity category, then the interspecific genetic diversity of Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, and Gracilaria firma included a high diversity category. | |
| 22526 | 25129 | D1E014252 | Pengaruh Penambahan Ekstrak ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) pada Es Krim dengan Persentase yang Berbeda terhadap Nilai Sensoris | Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dengan persentase yang berbeda terhadap nilai sensoris es krim. Materi yang digunakan yaitu susu sapi murni 4 liter, ekstrak ubi jalar ungu 97,5 g, lemak susu 120 g, gula 780 g, dan agar-agar 14 g. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Data penilaian uji skoring dengan panelis semi terlatih sebanyak 15 orang dianalisiskan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Penelitian menggunakan 4 macam perlakuan yaitu penambahan ekstrak ubi jalar ungu (P1 0,5%; P2 1,5%; P3 2%; P4 2,5%) dengan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian penambahan ekstrak ubi jalar ungu dengan persentase yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna es krim dengan denganse rata-rata sebesar 2,67 (ungu muda), aroma dengan rataan sebesar 2,92 (sedikit beraroma susu), dan rasa dengan rata-rata 2,87 (ubi cukup terasa), tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap tekstur es krim dengan rataan 1,6 (tidak lembut). Kesimpulan, bahwa penambahan ekstrak ubi jalar ungu sampai dengan 2,5% menyebabkan warna es krim menjadi ungu muda, aroma es krim menjadi cukup beraroma susu, es krim menjadi cukup terasa ubi, akan tetapi tekstur es krim relatif sama yaitu tidak lembut. | The aim of the research was to determine the effect of the addition of purple sweet potato extracts ( Ipomea batatas L ) with different percentage of sensorical values of ice cream. The material used in this research was cow milk 4 liters, purple sweet potato extract 97,5 gram, milk fat 120 gram, sugar 780 gram, and agar 14 gram. The method of research are experiment with a Randomized Block Design. The data of sensory assessment using scoring test with 15 person semi trained panelists were analyzed using variance analysis, followed by Turkey HSD test. The research used 4 types of treatment namely the addition of purple sweet potato extracts (P1 0,5%; P2 1,5%; P3 2%; P4 2,5%) with each treatment repeated 5 times. Variables measured as color, flavor, smell, and texture. The results of the research additions purple sweet potato extract with different percentages had a very significant effect (P <0.01) to color of ice cream with an average values 2,67 (faded purple), smell with an average values 2,92 (quite flavorful milk) and flavor with an average value of 2,87 ( the purple sweet potato feels a little) but not significant (P> 0.05) on texture of ice cream with an average value of 1,6 (not soft). In conclusion, that the addition of purple sweet potato extract up to 2,5% causes the color of the ice cream to be light purple, the smell of ice cream becomes quite flavorful with milk, ice cream become fells a little of purple sweet potato, but the texture of the ice cream is relatively the same is not soft. | |
| 22527 | 25920 | A1D015140 | PERTUMBUHAN TANAMAN BABY KAILAN (Brassica oleraceae) PADA HIDROPONIK RAKIT APUNG DENGAN PEMBERIAN GIBERELIN (GA3) Growth of Baby Kailan (Brassica oleraceae) on floating hydroponic system with treatment of gibberellin (GA3) | Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi GA3 yang terbaik pada sistem hidroponik rakit apung untuk pertumbuhan baby kailan, mendapatkan varietas kailan terbaik yang ditanam pada hidroponik sistem rakit apung, mendapatkan interaksi konsentrasi GA3 dan varietas kailan yang terbaik pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, dimulai bulan Desember 2018 sampai Februari 2019. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial terdiri dari dua faktor dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin yang terdiri dari empat taraf : 0, 5, 10 dan 15 ppm. Faktor kedua terdiri dari tiga taraf yaitu varietas Full White (V1), varietas Sharp Leaf (V2), dan varietas New Veg Gin (V3). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah klorofil, dan bobot tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi GA3 15 ppm memberikan hasil terbaik pada panjang akar sebesar 16,78 cm, jumlah klorofil sebanyak 51,56 unit/cm2. Varietas New Veg In memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 19,01 cm, luas daun 46,75 cm2, dan bobot tanaman segar 14,83 g. Tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi hormon giberelin dengan varietas kalian. | The research aimed to obtain a concentration of the hormon gibberellin (GA3) best with floating hydroponic system in growth of baby kailan, get the best varieties of kailan were planted with floating hydroponic system, get the best interaction between concentration of the hormon gibberellin (GA3) and varieties of kailan with floating hydroponic system. This research was conducted at screen house of Karangnanas Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency, from Desember 2018 until February 2019. The experimental design used was randomiszed block design with two factors are concentration of gibberellins consisting of four levels: 0, 5, 10 and 15 ppm. The second factor was 3 varieties of kailan, there are Full White, Sharp Leaf and New Veg Gin. The variables observed were plant height, leaf number, leaf area, chlorophyll number, root lengt, plant’s fresh weight.The results showed that the effect of gibberellins 15 ppm gives best results on root length 16,78 cm, and chlorophyll number 51,56 unit/cm2. A variety of New Veg Gin was giving the highest result on the plant height 19,01 cm, leaf area 46,75 cm2, and plant fresh weight 14,83 g. There was no interactions between concentration of the hormon gibberellin with varieties of kailan. | |
| 22528 | 25130 | C1B015028 | ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS PROFITABILITAS LEVERAGE UKURAN PERUSAHAAN DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN (Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 - 2017) | Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul analisis pengaruh likuiditas, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel likuiditas, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2017. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017 yaitu sebanyak 144 perusahaan. Sampel penelitian sebanyak 19 perusahaan dengan jumlah pengamatan sebanyak 95 pengamatan diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan alat untuk menganalisis data yang digunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen, sedangkan variabel lainnya seperti profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan dividen. | This study is an empirical study with the title of analysis the effect of liquidity, profitability, leverage, company size, and company growth on dividend policy. This study aims to analyze the effect of variable liquidity, profitability, leverage, company size, and company growth on dividend policy in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2017. The population in this study were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017, which were 144 companies. The research sample consisted of 19 companies with 95 observations taken using purposive sampling method. This study uses multiple regression analysis and a tool to analyze the data used by SPSS. The results showed that the variable liquidity, leverage, and size of the company did not affect dividend policy, while other variables such as profitability and company growth had an effect on dividend policy. | |
| 22529 | 25131 | C1A014002 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN BURUH WANITA PEMBUAT SELONGSONG KETUPAT DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA DATAR KECAMATAN SUMBANG | Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Buruh Wanita Pembuat Selongsong Ketupat dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Datar Kecamatan Sumbang”. Pendapatan perkapita keluarga masih rendah disebabkan pendapatan suami yang rendah, maka jumlah konsumsi yang dilakukan untuk kebutuhan hidup sedikit. Hal itu disebabkan pendapatan suami yang tidak dapat mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga menjadi dorongan wanita untuk berpartisipasi memenuhi kebutuhan keluarga. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ingin mengetahui variabel yang mempengaruhi pendapatan buruh wanita yaitu tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan buruh wanita di Desa Datar. (2) mengetahui variabel mana yang memiliki hubungan terhadap pendapatan buruh wanita. (3) mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan buruh wanita terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi yang dilakukan secara sensus dengan jumlah responden diperoleh 51 buruh wanita serta menggunakan alat analisis regresi berganda, analisis uji korelasi dan analisis kontribusi. Hasil penelitian ini: (1) Secara simultan tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh terhadap pendapatan buruh wanita. Secara parsial, tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan dan positif terhadap pendapatan buruh wanita. Usia tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap pendapatan buruh wanita (2) Variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap pendapatan buruh wanita yaitu curahan waktu kerja. (3) Pendapatan buruh wanita memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan keluarga. Implikasi penelitian ini: (1) Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pendapatanya, para buruh wanita pembuat selongsong ketupat sebaiknya dapat memanfaatkan sisa pembuatan selongsong ketupat berupa lidi untuk menjadi kerajinan lain seperti piring anyaman dan sapu lidi. Kerajinan tersebut dapat dijual, sehingga dapat menambah pendapatan para buruh wanita pembuat selongsong ketupat. (2)Jumlah kontribusi buruh wanita pembuat selongsong ketupat terhadap pendapatan keluarga cukup besar. Para buruh wanita diharapkan lebih banyak dalam membuat selongsong ketupat. Kata kunci: pendapatan, tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga | This research entitled “The Factors that Influence Woman’s Labor Income of Ketupat Cover Maker and Its Contribution toward the Family Income in Datar Village, Sumbang Sub-district”. Family per capita income is still low because the low income of husband, so it results in the minimum amount of consumption for life needs. It is caused by the husband income which could not fulfill the family economical needs, so it becomes the motivation for woman to participate in fulfilling the family needs. Based on that condition, this research is going to discover the variable that influence woman’s labor income, which are; the level of education, working time, age, work experience, and the numbers of family member. The aims of this research are (1) to find out the influence of education level, working time, age, work experience, and the number of family members toward the woman’s labor income in Datar Village. (2) to find out which variable that has relationship with the woman’s labor income. (3) to find out how much the contribution of woman’s labor income towards the family income. This research uses all of the populations which is done by census with the number of respondents of 51 woman laborers, it uses multiple regression analysis tool, correlation test analysis, and contribution analysis. The results of this research are: (1) simultaneously, the level of education, working time, age, work experience, and the number of family members influence the woman’s labor income. Partially, the level of education, working time, work experience, and the number of family member significantly and positively influence the woman’s labor income. Age is negatively and not significantly influences the woman’s labor income. (2) the variable that has strongest relationship with the woman’s labor income is the working time variable. (3) the woman’s labor income had big contribution towards the family income. The implications of this research are: (1) the level of education, working time, work experience, and the number of family members have positive and significant influence toward the woman’s labor income. The method to increase the education level and work experience that can be done by the government is by giving a training to make ketupat cover with different shape. The method to increase the working time is by giving the additional time so that the obtained income will be higher. Another way to get additional money is by using the palm leaf ribs to make handicrafts such as wicker plate or broomstick. Those handicrafts can be sold so that the woman laborer of ketupat cover maker will get additional income. (2) the contribution of woman laborer of ketupat cover maker toward the family income is quite high. The woman laborers are expected to make ketupat cover more efficient. Keywords: income, level of education, working time, age, work experience, and the number of family member. | |
| 22530 | 25132 | H1B014029 | Bigrup dan Sifat-Sifatnya | Penelitian ini membahas tentang bigrup dan sifat-sifatnya. Suatu himpunan G yang dilengkapi dengan dua operasi biner yaitu *1 dan *2, disebut dengan bigrup apabila terdapat dua himpunan bagian sejati dari G yaitu G1 dan G2, sehingga memenuhi G1UG2=G, dan (G1,*1), (G2,*2) masing-masing adalah grup. Suatu himpunan bagian dari bigrup G yang juga merupakan bigrup terhadap operasi-operasi di G disebut sub-bigrup. Suatu bigrup yang kedua operasinya bersifat komutatif disebut bigrup komutatif. Diperoleh beberapa sifat dari bigrup. Suatu bigrup dapat dibentuk dari gabungan sembarang dua grup yang saling asing atau saling beririsan. Irisan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Gabungan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Diperoleh juga sifat-sifat dari bigrup yang berkaitan dengan suatu field, yaitu setiap field merupakan bigrup komutatif dan setiap daerah integral berhingga merupakan bigrup komutatif. | Penelitian ini membahas tentang bigrup dan sifat-sifatnya. Suatu himpunan G yang dilengkapi dengan dua operasi biner yaitu *1 dan *2, disebut dengan bigrup apabila terdapat dua himpunan bagian sejati dari G yaitu G1 dan G2, sehingga memenuhi G1UG2=G, dan (G1,*1), (G2,*2) masing-masing adalah grup. Suatu himpunan bagian dari bigrup G yang juga merupakan bigrup terhadap operasi-operasi di G disebut sub-bigrup. Suatu bigrup yang kedua operasinya bersifat komutatif disebut bigrup komutatif. Diperoleh beberapa sifat dari bigrup. Suatu bigrup dapat dibentuk dari gabungan sembarang dua grup yang saling asing atau saling beririsan. Irisan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Gabungan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Diperoleh juga sifat-sifat dari bigrup yang berkaitan dengan suatu field, yaitu setiap field merupakan bigrup komutatif dan setiap daerah integral berhingga merupakan bigrup komutatif. | |
| 22531 | 25133 | D1A015227 | Analisis Finansial Kelayakan Usaha Sapi Perah (Studi Kasus di Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo) | Penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan 23 Maret 2019 di Satuan Kerja Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo bertujuan untuk mengetahui cost-benefit usaha sapi perah dan menganalisis kelayakan usaha sapi perah di Satker Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo dengan cara menghitung NPV, IRR,dan B/C Ratio. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik penentuan sampel wilayah dilakukan dengan metode Purposive Sampling (sampel yang disengaja). Data yang digunakan adalah data sekunder selama 4 tahun terakhir, serta data primer sebagai data pendukung yang diperoleh dengan cara wawancara terhadap pihak terkait. Variabel yang diamati dari kelayakan usaha secara finansial berdasarkan kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit/Cost Ratio (Gross B/C), dan Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C). Usaha ternak sapi perah di Satuan Kerja Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo memiliki nilai NPV(-) Rp 1.327.002.005,- , Gross B/C 0,8489; dan Net B/C 0,7892. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sapi perah di Satker Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo tidak layak secara finansial. Berarti perlu adanya perbaikan manajemen usaha dan mengurangi biaya operasional yang kurang diperlukan sehingga dapat meningkatkan profit dan benefit. | The research was done on January 14th, 2019 until January 20th, 2019 in Pagerkukuh Wonosobo Animal Livestock Park aims to determine the cost-benefit of dairy cattle business and analyze the feasibility of dairy cattle business in Pagerkukuh Wonosobo Animal Livestock Park Working Unit by calculating NPV, IRR, and B/C Ratio. The research method used is the survey method. The technique of determining the sample area was carried out by purposive sampling method. The data used are socondary data for the last 4 years of business, starting from 2015 to 2018 as well as primary data as supporting data obtained by means of interviews with related participants. The observed variables from business feasibility financially based on investment criteria, including Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit/Cost Ratio (Gross B/C), and Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C). The dairy cattle business in the Pagerkukuh Wonosobo Livestock Park Working Unit has an NPV value of (-) Rp 1.327.002.005,- ; Gross B/C 0,8489; and Net B/C 0,7892. The results of the study show that the business of dairy cattle at the Pagerkukuh Wonosobo Livestock Park is not financially feasible. Improving business management and reducing unnecessary operational costs should be done to increase profit and obtain benefits. | |
| 22532 | 25019 | K1C015036 | Pembuatan Dual Monitoring Denyut Nadi Radialis Menggunakan Sensor Pulse Heart Rate | Pembuatan dual monitoring denyut nadi bertujuan untuk melihat denyut nadi manusia dalam kedaan jauh. Sistem monitoring menggunakan sensor pulse heart rate. Sensor pulse heart rate bertugas sebagai pembaca setiap detakan pada pergelangan tangan selama satu menit. Sistem monitoring ini dikendalikan oleh mikrokotroler arduino nano yang diprogram menghasilkan data berupa denyut nadi. Data yang diperoleh selanjutnya dikirim ke smartphone dengan menggunakan koneksi bluetooth, sehingga smartphone dapat melakukan monitoring denyut nadi setiap saat melalui aplikasi yang telah dibuat dengan menggunakan MIT App Inventor 2. Hasil penelitian pada sistem monitoring denyut nadi diperoleh dari dua kali pengujian sistem yaitu untuk penentuan akurasi sistem monitoring yang dilakukan dengan mengambil responden sebanyak enam orang mulai dari usia 18 tahun sampai 21 tahun dan untuk mengetahui jangkauan maksimum bluetooth HC-05 untuk mengirim data denyut nadi. Hasil penelitian yang ditampilkan melalui OLED 128x32 memiliki rata-rata keakuratan sebesar 99,23 %. Sistem dapat melakukan pengiriman data dengan jangkauan maksimal sebesar 5 meter pada posisi terhalang dengan benda yang tebal seperti tembok. Sedangkan pada posisi tidak terhalang mampu menempuh jangkauan maksimal sebesar 15 meter. | Making dual pulse monitoring aims to see the human pulse in a far distance. The monitoring system uses a pulse heart rate sensor. The pulse heart rate sensor serves as a reader every beat on the wrist for one minute. This monitoring system is controlled by a nano arduino microcotroler programmed to produce data in the form of a pulse. The data obtained is then sent to the smartphone using a Bluetooth connection, so that the smartphone can monitor the pulse at any time through the application that has been made using MIT App Inventor 2. The results of research on the pulse monitoring system are obtained from two system tests, namely for accuracy determination the monitoring system carried out by taking respondents as many as six people ranging from ages 18 years to 21 years and to find out the maximum range of Bluetooth HC-05 for sending pulse data. The results of the research shown through 128x32 OLED have an average accuracy of 99.23%. The system can send data with a maximum range of 5 meters in a blocked position with thick objects such as walls. Whereas in the unobstructed position it can reach a maximum range of 15 meters. | |
| 22533 | 25171 | A1L014161 | EKSPLORASI DAN UJI VIRULENSI BAKTERI Bacillus sp. ENDOFIT JAGUNG TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH (Rhizoctonia solani Kuhn.) PADA TANAMAN JAGUNG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri antagonis Bacillus sp. endofit tanaman jagung terhadap penyakit hawar pelepah yang disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani dan terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan dari April 2018 sampai Januari 2019. Eksplorasi dilakukan di Kabupaten Banyumas (Sumbang, Kembaran, Baturraden) dan di Kabupaten Purbalingga (Padamara, Bojongsari, Pratin). Pengambilan sampel tanaman menggunakan metode Purposive Random Sampling dan dengan metode Diagonal Sampling. Uji virulensi menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan terdiri atas kontrol, fungisida (mankozeb), dan 2 isolat bakteri endofit dengan aplikasi perendaman benih. Variabel yang diamati meliputi karakteristik bakteri endofit dan jamur patogen, diameter penghambatan, masa inkubasi, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot segar tajuk, bobot segar akar, intensitas penyakit, kejadian penyakit dan AUDPC. Hasil percobaan diperoleh 15 isolat bakteri endofit. Bakteri endofit PD A.4 dan BK A.1 mampu menghambat pertumbuhan jamur R. solani in-vitro masing masing sebesar 56.93% dan 55.39%. Perendaman menggunakan bakteri antagonis endofit BK A.1 mampu menekan intensitas penyakit sebesar 59.377%, dan nilai AUDPC 34.19%. Bakteri endofit berpengaruh terhadap tinggi tanaman sebesar 24,098%. | The studied is to know ability, effectiveness, and the effect for Rhizoctonia solani. and influence of Bacillus sp. corn endophytic against pathogen Rhizoctonia solani and to the growth of maize. The study was conducted from April 2018 to January 2019. was carried out in Banyumas Regency (Sumbang, Kembaran, Baturraden) and in Purbalingga Regency (Padamara, Bojongsari, Pratin). Plant samples taked by Diagonal Sampling method. The virulence test used Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and repeated 5 times. The treatment consisted of control, fungisides (propineb), and 2 isolates of endophytes bacteria with seed immersion application. The variables observed included the characteristics of endophytic bacteria and pathogenic fungi, inhibition diameter, incubation period, plant height, leaf number, root length, plant fresh weight, canopy fresh weight, root fresh weight, disease intensity, incidence of disease and AUDPC. The results of experimental obtained 15 isolates of Bacillus sp. endophytic. Endophytic bacteria PD A.4 and BK A.1 were able to inhibit the growth of pathogenic fungi in-vitro by 56.93% and 51.5%. The soak treatment using BK A1 was able to reduce disease intensity by 59.377%, and AUDPC value 34.19%. Endophytic bacteria influence tos plant height 24,098%. | |
| 22534 | 25232 | H1A015020 | RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR DAN PENYIMPAN DATA BMI (BODY MASS INDEX) BERBASIS RASPBERRY PI DENGAN METODE DEVOPS | Di era modern ini banyak orang yang yang tidak mengetahui berat badan idealnya. Body Mass Index (BMI) atau dalam Bahasa Indonesia Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah salah satu cara untuk mengetahui rentang berat badan ideal manusia. BMI merupakan alat atau cara sederhana untuk memantau status gizi orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat badan. BMI akan mengategorikan seseorang sebagai kurus, normal, atau gemuk [1]. Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengukur BMI seseorang secara otomatis. Kemudian, agar data yang dihasilkan sistem dapat diolah untuk kepentingan yang lebih besar dibutuhkan mekanisme penyimpan database yang dapat me-record data yang dihasilkan. Sistem pengukur dan penyimpan data BMI ini menggunakan sensor RFID, LIDAR, strain gauge loadcell, dan LDR serta Raspberry Pi sebagai unit kontroler sistem untuk men-generate data BMI user. Sistem akan menampilkan dan menyimpan data BMI yang dihasilkan pada laman server web hosting. Pengembangan aplikasi sistem ini menggunakan metode DevOps, untuk melakukan kolaborasi dan integrasi code menggunakan platform GitLab sedangkan untuk menerapkanya pada sistem embedded digunakan platform Jenkins dan Docker. Setelah dilakukan pengujian terhadap kinerja sistem, dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem yang dirancang dapat mengukur dan menyimpan data BMI seseorang secara otomatis. Proses release, build dan deploy metode DevOps juga memberikan pengaruh yang signifikan dalam kemudahan proses pemeliharaan dan perbaikan dalam pengembangan sistem embedded yang dirancang. | In this modern era, many people do not know their ideal weight. Body Mass Index (BMI) or Indeks Massa Tubuh (IMT) in Indonesian is one way to find out the ideal range of human weight. BMI is a simple tool or way to monitor the nutritional status of adults, especially those related to underweight and overweight. BMI will categorize someone as thin, normal, or fat [1]. Therefore we need a system that can measure a person's BMI automatically. Then, so that the data generated by the system can be used for greater importance, it requires a database storage mechanism that can record the generated data. This BMI data measuring and storing system uses RFID, LIDAR, strain gauge loadcell, and LDR sensors and Raspberry Pi as a system controller unit to generate user’s BMI data. The system will show and store the generated BMI data on web hosting server page. This system uses the DevOps method, to collaborate and integrate code using GitLab platform while applying it to embedded systems uses Jenkins and Docker. After testing the system performance, it can be concluded that the system designed can measure and store user's BMI data automatically. Release, build, and deploy process of the DevOps method also provides a significant influence on the ease of maintenance and improvements processes in the development of embedded system designed. | |
| 22535 | 25134 | E1A015206 | EFEKTIVITAS PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA MELALUI JALUR MEDIASI PADA PENGADILAN NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2017-2018 | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas prosedur penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2017-2018 dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas prosedur penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2017-2018. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 25 responden. Pengambilan data dengan metode angket dan wawancara. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing, dan tabulasi data yang secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabel silang, dan teks naratif. Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa prosedur penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2017-2018 adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan dilaksanakannya tahap pramediasi dan proses mediasi sesuai dengan Perma No. 1 Tahun 2016. Efektivitas ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu faktor pengalaman bekerja, faktor ketersediaan sumber daya manusia, faktor sarana atau fasilitas, faktor iktikad para pihak, dan faktor kerja sama. | The purpose of this study is to find out effectiveness of civil dispute settlement procedures through mediation in Yogyakarta District Court in 2017-2018 and also to find out the factors that influence the effectiveness of the procedure for resolving civil disputes through mediation in the Yogyakarta District Court in 2017-2018. To achieve that goals, this study uses a sociological juridical approach. This study was conducted at the Yogyakarta District Court. The sampling method uses 25 simple random sampling. Retrieval of data with the method of distributing questionnaires and interviews. The collected data is processed using the method of coding, editing, and tabulation of data as a whole presented in the form of frequency distribution tables, cross tables, and narrative texts. From the results of this study, it was concluded that the procedure for resolving civil disputes through mediation in the Yogyakarta District Court in 2017-2018 was effective. This can be proven by the implementation of the pre-mediation stage and the mediation process in accordance with Perma No. 1 Tahun 2016. This effectiveness is influenced by factors such as work experience factor, availability of human recources factor, facilities factor, parties intention factor, and collaboration factor. | |
| 22536 | 25135 | H1D014046 | PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP LAJU EROSI SEDIMEN DAS CISANGGARUNG HULU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2006 DAN 2017 | DAS Cisanggarung hulu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memiliki potensi erosi tinggi yang dapat diketahui dengan menganalisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan metode MUSLE. Tujuan penelitian adalah menghitung dan membandingkan laju erosi tahun 2006 dan 2017, serta memperkirakan tingkat bahaya erosi DAS Cisanggarung hulu tahun 2017. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai laju erosi DAS Cisanggarung hulu pada 2017 mengalami penurunan dibandingkan pada 2006. Nilai laju erosi DAS Cisanggarung hulu pada 2006 sebesar 715,818 ton/ha/tahun dan pada 2017 sebesar 586,560 ton/ha/tahun yang termasuk kategori erosi sangat berat. | The upstream Cisanggarung watershed in Kuningan Regency, West Java, has high erosion potential which can be identified by analyzing the rate of erosion and sedimentation using the MUSLE method. The research objective was to calculate and compare erosion rates in 2006 and 2017, and estimate the erosion hazard level of the upstream Cisanggarung watershed in 2017. The results showed that the erosion rate of the upstream Cisanggarung watershed in 2017 decreased compared to 2006. The erosion rate of the Cisanggarung watershed in 2006 was 715,818 tons/ha/ year and in 2017 amounting to 586,560 tons/ha/year which is categorized as very heavy erosion. | |
| 22537 | 25136 | C1M014032 | PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI, DISIPLIN MENGAJAR GURU, DAN FASILITAS SEKOLAH BERUPA TITIK AKSES TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA SMA NEGERI 1 PURWOKERTO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gawai, disiplin mengajar guru, dan fasilitas sekolah berupa titik akses terhadap aktivitas belajar siswa SMA Negeri 1 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X dan XI SMAN 1 Purwokerto yang berjumlah 149 siswa. Jumlah responden yang diambil sebanyak 109 siswa menggunakan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi menunjukan bahwa: 1) Penggunaan gawai berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa 2) Disiplin mengajar guru berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa 3) Fasilitas sekolah berupa titik akses berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. | This study aims to determine and analyze the impact of using mobile phone, teacher’s lecture dicipline, and hotspot facility in the school to student’s learning activities.The population in this study was all students of class X and XI Social at Senior High School 1 Purwokerto were 149 students. The method to determine the number of sample is using Proportionate Stratified Random Sampling, so the number of respondents taken in this research were 109 people. Based on the reseacrh result by using regression, it showed that: 1) using mobile phone had impact to student’s learning activities 2) teacher’s lecture dicipline had impact to student’s learning activities 3) hotspot facility in the school had impact to student’s learning activities. | |
| 22538 | 25137 | A1C015041 | ANALISIS PINDAH PANAS PADA RUANG PENGERING TIPE RAK BERPUTAR MENGGUNAKAN SISTEM HEAT RECOVERY | Pengeringan merupakan sebuah proses pengurangan kadar air dalam bahan dengan terjadinya perpindahan panas dan masa antara permukaan produk dengan lingkungan. Tujuan pengeringan yaitu mengurangi kandungan air dalam bahan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroba maupun reaksi yang tidak diinginkan. Dalam proses pengeringan, energi dalam jumlah besar dibutuhkan untuk menguapkan air. Maka efisiensi energi adalah tantangan utama bagi industri pengeringan dengan tetap mempertahankan kualitas produk. Selain itu, pengering mempunyai panas buang yang masih berpotensial untuk digunakan kembali dalam sistem pengering, Heat recovery. Melalui teknologi heat recovery, limbah panas buang tersebut dapat menambah nilai efisiensi energi yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Melakukan analisis pindah panas pada system pengering tipe rak berputar dengan tambahan panas dari panas output pengering, 2) Merumuskan model matematika dari sub sistem ruang pengering pada alat pengering, 3) Membandingkan efisiensi WHE, With Heat Exchanger dan NHE, With Heat Exchanger. Metode yang digunakan yaitu metode analisis efisiensi dan pemodelan matematika. Setelah model diperoleh, model disimulasikan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Excel VBA. Selain itu model divalidasi dengan membandingkan profil grafik model dengan hasil pengukuran, metode Root Mean Square Error dan Mean Absolute Error. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Heat exchanger sangat berpengaruh pada aliran udara, sebaran temperatur pada ruang pengering dan kecepatan pengeringan. Efisiensi yang dihasilkan pada NHE sebesar 14,57%, dan WHE sebesar 8,56%. Proses pindah panas pada heat exchanger memiliki trend perubahan temperatur yang sesuai dengan trend perubahan temperatur pada model sehingga model telah tervalidasi dan dapat digunakan dengan nilai nilai RMSE 1,6, MAE 1,4, R2 0,79 untuk WHE, RMSE 1,7, MAE 1,3, R2 0,8 untuk NHE. | Drying is a process of reducing water content in product by heat transfer and mass between the surface of the product and the environment. The purpose of drying is to reduce the water content in product that can inhibit microbial growth and unwanted reactions. In the drying process, large amounts of energy are needed to evaporate water. So energy efficiency is a major challenge for the drying industry while maintaining product quality. In addition, the dryer has exhaust which the waste heat still has potential to be reused in the drying system, Heat recovery. Through heat recovery technology, waste heat can be used to increase the value of energy efficiency. This study aims to: 1) Conduct heat transfer 2 analysis on rotating rack type drying systems with additional heat from the dryer heat output, 2) Formulate mathematical models of the drying chamber sub-system in dryers, 3) Compare efficiency of WHE, With Heat exchanger and NHE , With heat exchanger.The methods used are the method of efficiency analysis and mathematical modelling. After the model obtained, the model is simulate using the Microsoft Excel VBA programming language. In addition, the model is validated by comparing the graph profile of the model with the measurement results, the Root Mean Square Error and Mean Absolute Error methods.The results showed that the heat exchanger greatly affected the air flow, temperature distribution in the drying chamber and drying speed. The efficiency are NHE 14,57%, and WHE 8,56%. The heat transfer process in a heat exchanger has a temperature change trend that is in accordance with the temperature change trend in the model so that the model has been validated and can be used with values of RMSE 1.6, MAE 1.4, R2 0.79 for WHE, RMSE 1.7, MAE 1,3, R2 0,8 for NHE. | |
| 22539 | 27672 | H1B015026 | ANALISIS PANJANG ANTRIAN DAN KAPASITAS JALINAN (WEAVING) UNDERPASS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO DENGAN METODE MKJI 1997 | Salah satu penyebab terjadinya kemacetan adalah adanya perlintasan sebidang dengan sistem buka tutup palang pintu kereta api secara berkala. Hal tersebut seperti yang terjadi di Jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Pemecahan untuk mengurangi masalah tersebut adalah dengan dibangunnya Underpass Jenderal Soedirman Purwokerto. Namun seiring berjalannya waktu, timbul masalah baru pada bagian jalinan (weaving) yang menyebabkan arus lalu lintas yang cukup besar dan menimbulkan antrian yang panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa besarnya kapasitas jalinan (weaving) menggunakan metode MKJI 1997, berapa panjang antrian yang terjadi menggunakan metode MKJI 1997 dan bagaimana solusi penanganan yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. Data yang dibutuhkan pada penelitian ini yaitu data sekunder berupa jumlah penduduk di Kabupaten Banyumas dan data primer berupa geometrik jalan, volume lalu lintas, kecepatan kendaraan dan waktu siklus. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai kapasitas jalinan (weaving) yang terbagi menjadi 2 segmen yaitu segmen A-C bernilai sebesar 0,66 dan segmen B-C bernilai sebesar 0,55, nilai panjang antriannya sebesar 294,53 m dan solusi penanganan yang direkomendasikan adalah pengaturan kembali waktu siklus pada Simpang Museum BRI, penerapan sistem buka tutup jalan dan penetapan secara permanen pemberlakuan 2 arah dan overbodden. | One of the causes of traffic jam is due to a level crossing with the railroad door with an open-close system periodically as happened on Jenderal Soedirman road, Purwokerto. One of the solutions to reduce this problem is to build an underpass on Jenderal Soedirman road, Purwokerto. But over time, another problem raised in weaving section that caused a quite large traffic flow and also caused a long queue. This research aims to determine how much the weaving capacity using MKJI 1997 method, how long the queue that happened with MKJI 1997 method and what is the right solution to handle the problems. The data that is needed in this research are a secondary data which is how many residents in Banyumas Regency and a primary data which are geometric data of the road, traffic volume, vehicle speed a cycle time. Based on the analysis result, is obtained weaving capacity score that is divided into two segment which are A-C segment of 0,66 and B-C segment of 0,55, queue length value of 294,53 m and the recommended solutions are rearrangement of the cycle time on BRI Museum crossing, open-close system on the road and a permanent determination on a two ways direction also overbodden. | |
| 22540 | 25138 | A1C015034 | Analisis Pindah Panas Sub Sistem Heat Exchanger Pada Pengering Tipe Rak Berputar Sistem Heat Recovery | Pengeringan merupakan proses pengurangan kandungan air suatu bahan hingga mencapai kadar tertentu. Tujuan pengeringan yaitu mengurangi kandungan air dalam bahan sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroba maupun reaksi yang tidak diinginkan. Proses pengeringan secara konvensional memiliki beberapa permasalahan seperti panas yang fluktuatif, kebersihan yang tidak terjaga dan memerlukan tempat yang cukup luas. Salah satu teknologi pengeringan yang sudah ada saat ini adalah pengering tipe rak berputar. Kelebihannya yaitu daya tampung yang cukup besar, tidak dipengaruhi oleh ada tidaknya panas matahari, dan kebersihan lebih terjaga. Setelah melakukan serangkaian proses pengeringan, limbah panas pengeringan dibuang ke lingkungan. Padahal limbah tersebut masih potensial untuk dimanfaatkan kembali sebagai energi tambahan pada alat pengering ini. Melalui teknologi heat recovery, limbah panas buang tersebut dimanfaatkan selain sebagai energi tambahan juga dapat meminimalkan limbah buang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Melakukan analisis pindah panas sub sistem heat exchanger pada pengering tipe rak berputar sistem heat recovery dan 2) Merumuskan model matematika dari sub sistem heat exchanger pada pengering tipe rak berputar sistem heat recovery. Metode yang digunakan yaitu metode Effectiviness-NTU dan Unteady State Modelling. Setelah model didapatkan, model disimulasikan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Excel VBA. Selain itu model divalidasi menggunakan perbandingan profil grafik pengukuran dengan grafik model yang dihasilkan, metode Root Mean Square Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas heat exchanger minimal sebesar 15,38% dan maksimal sebesar 64,29% dengan nilai NTU sebesar 1,0296. Sebaran data pada grafik suhu aktual dengan suhu pemodelan sesuai dengan pola linier dengan nilai R2 sebesar 0,7073. Perhitungan nilai RMSE, MAE, dan MAPE berturut-turut sebesar 0,7454, 0,5975, dan 1,7931%. Berdasarkan hasil tersebut, model dinyatakan telah tervalidasi dan dapat digunakan. | Drying is a process of reducing water to reach a certain level. The purpose of drying is to reduce the water content in the material that can be used for microbial growth or unwanted reactions. Conventional dry processes have several problems such as fluctuating heat, cleanliness that is not comfortable and requires a large enough space. One of the drying technologies that currently exists is a rotating rack type dryer. The advantage is that the capacity is large enough, not affected by the presence or absence of solar heat, and cleaner. After the drying process, waste heat drying is discharged into the environment. While the waste is still potential to be reused as an additional energy in this dryer. Through heat recovery technology, waste heat that can be used as an additional energy can also be used to discharge waste into the environment. This study attempts to: 1) Conduct sub-system heat transfer analysis on heat recovery system dryers and 2) Formulate a mathematical model of the sub heat exchanger system on a dryer. The method used is the Effectiviness-NTU method and Unteady State Modeling. After the model is obtained, the model is simulated using the Microsoft Excel VBA programming language. In addition, the model is validated by comparing the graph profile of the model with the measurement results, the Root Mean Square Error, Mean Absolute Error, and Mean Absolute Percentage Error methods. The results showed that the minimum effectiviness heat exchanger was 15.38% and a maximum of 64.29% with NTU value of 1.0296. The distribution of data on the graph of the actual temperature with the temperature of the modeling corresponds to a linear pattern with an R2 value of 0.7073. Calculation of RMSE, MAE, and MAPE values are 0.7454, 0.5975, and 1.7931%, respectively. Based on these results, the model is declared validated and can be used. |