Artikelilmiahs

Menampilkan 22.521-22.540 dari 50.192 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2252125119E2A017012KONSEP RECHTERLIJK PARDON DALAM RANCANGAN KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA TAHUN 2018Perkembangan upaya pembaharuan hukum pidana dan sistem peradilan pidana nasional yang dilakukan telah berhasil menyusun konsep Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Konsep RKUHP dipandang memuat berbagai gagasan pembaharuan dalam hukum pidana. Salah satu gagasan kontemporer yang diakomodasi di dalam RKUHP tahun 2018 adalah pemberian maaf/ permaafan oleh hakim (Rechterlijk Pardon). Kewenangan ini merupakan suatu kewenangan hakim untuk tidak menjatuhkan pidana ataupun tindakan kepada pelaku yang telah terbukti melakukan tindak pidana dan dinyatakan bersalah. Saat ini Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sama sekali tidak mengatur adanya ketentuan mengenai dapatnya dilakukan permaafan oleh hakim. Akibatnya banyak kasus-kasus ringan dijatuhi pidana yang tidak sesuai, bahkan bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan yang hidup di masyarakat
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Sumber bahan hukum yang terdapat dalam penelitian ini berasal dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier dengan teknik pengumpulan data berdasarkan studi kepustakaan dan teknik analisis data menggunakan metode deduktif.
Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa Ide Rechterlijk Pardon dalam RKUHP 2018 dilatarbelakangi oleh konsepsi teori individualisasi pemidanaan dan insignificant principle. Individualisasi pemidanaan mempunyai arti bahwa pidana harus disesuaikan dengan karakteristik dan kondisi pelaku, yang berarti ada kelonggaran bagi hakim untuk memilih sanksi pidana yang dapat diterapkan. Sedangkan insignificant principle apabila suatu perbuatan walaupun sudah memenuhi unsur tindak pidana, namun apabila tidak signifikan dengan karakteristik/sifat hakiki dari suatu tindak pidana itu, dapat tidak perlu menjatuhkan pidana. Konsep tersebut sesuai dengan tujuan dan pedoman pemidanaan yang terdapat di dalam RKUHP 2018 yang dasar justifikasi adanya tindak pidana tidak hanya merujuk kepada tindak pidana sebagai syarat objektif dan kesalahan sebagai syarat subjektif, tetapi juga pada tujuan dan pedoman pemidanaan. Formulasi gagasan Rechterlijk Pardon diatur dalam Pasal 60 ayat (2) RKUHP 2018 yang merumuskan bahwa ringannya perbuatan, keadaan pribadi pembuat, atau kea¬daan pada waktu dilakukan Tindak Pidana atau yang terjadi kemudian dapat dijadikan dasar pertimbangan untuk tidak menjatuhkan pidana atau tidak mengenakan tindakan dengan mempertimbangkan segi keadilan dan kemanusiaan. Gagasan Rechterlijk Pardon dapat dipandang sebagai alternative way atas suatu perkara yang mengganggu rasa keadilan di masyarakat, atau dapat dikatakan sebagai pintu darurat/klep pengaman dari adanya sistem pemidanaan yang tidak tepat guna. Diformulasikannya gagasan Rechterlijk Pardon dengan memasukan tujuan dan pedoman pemidanaan yang diatur dalam Pasal 58, 59, 60 dan 76 RKUHP 2018 akan menjadikan sistem hukum pidana di Indonesia menjadi lebih integral, fleksibel, humanis dan berkeadilan.
The development of efforts to renew criminal law and the national criminal justice system carried out has succeeded in drafting the draft Draft Criminal Code (RKUHP). The concept of the RKUHP is considered to contain various ideas for renewal in criminal law. One of the contemporary ideas accommodated in the 2018 RKUHP is the granting of forgiveness / forgiveness by judges (Rechterlijk Pardon). This authority is a judge's authority not to impose criminal or acts against the perpetrator who has been proven to have committed a crime and found guilty. At present the Criminal Code (KUHP) does not at all regulate the provision regarding the possibility of forgiveness by judges. As a result, many minor cases have been sentenced to criminal acts that are not appropriate, even contrary to human values that live in society
The method used in this study is normative legal research. The source of legal material contained in this study comes from primary, secondary, and tertiary legal materials with data collection techniques based on literature studies and data analysis techniques using deductive methods.
Based on the results of this study, it is known that the idea of Rechterlijk Pardon in the 2018 RKUHP is motivated by the conception of the theory of individualization of punishment and the insignificant principle. Criminalization individualization means that the criminal must be adjusted to the characteristics and conditions of the offender, which means that there is leeway for the judge to choose criminal sanctions that can be applied. Whereas the insignificant principle if an act has fulfilled an element of a criminal act, but if it is not significant with the characteristics / essential nature of a criminal act, it may not be necessary to impose a criminal offense. The concept is in accordance with the objectives and guiding guidelines contained in the RKUHP 2018 which are the basis for justification of criminal acts not only referring to criminal acts as objective conditions and errors as subjective conditions, but also to the purpose and guidelines of punishment. The formulation of the Rechterlijk Pardon idea is regulated in Article 60 paragraph (2) of the RKUHP 2018 which specifies that the lightness of the act, the personal condition of the maker, or circumstances at the time of the Criminal Act or which occurs later can be used as a basis for not imposing criminal acts consider aspects of justice and humanity. The idea of Rechterlijk Pardon can be seen as an alternative way of a case that disrupts a sense of justice in the community, or it can be said as an emergency door / safety valve from the existence of an ineffective punishment system. The idea of Rechterlijk Pardon was formulated by including the purpose and guideline of punishment stipulated in Articles 58, 59, 60 and 76 of the RKUHP 2018 which would make the criminal law system in Indonesia become more integral, flexible, humane and just.
2252225125E1A115060KOMULASI TUNTUTAN WANPRESTASI DAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM YANG DIKABULKAN OLEH HAKIM
(Studi Putusan Nomor: 11/Pdt.G/2013/PN.Klk)
Komulasi pada praktiknya terdapat 2 bentuk komulasi yaitu subyektif dan obyektif, walaupun pada prinsipnya setiap gugatan harus berdiri sendiri. Objek penelitian ini adalah Putusan No. 11/Pdt.G/2013/PN.Klk. yang didalamnya terdapat komulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan majelis hakim yang mengabulkan komulasi tuntutan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum serta bagaimana akibat hukum yang ditimbulkan bagi para pihak dengan menggunakan metode pendekatan yuridis. Metode yang digunakan dengan cara menginventarisasi bahan hukum seperti peraturan perundang-undangan, putusan hakim di Pengadilan Negeri Kolaka, yurisprudensi yang relevan serta peraturan perundang-undangan lainnya yang berkaitan dengan obyek penelitian kemudian dicatat menurut relevansinya dengan permasalahan yang ditemukan sebagai kesatuan yang utuh. Berdasarkan analisis pada Putusan No. 11/Pdt.G/2013/PN.Klk. ini majelis hakim mangabulkan komulasi gugatan tersebut karena syarat pokok serta unsur-unsur dari komulasi gugatan tersebut sudah terpenuhi seperti para pihaknya sama sebagai akibat hukum dari perbuatan hukum yang sama serta terdapat hubungan erat atau ikatan batin antara gugatan yang 1 (satu) dengan gugatan yang lain dan terdapat hubungan hukum sebagai akibat dari suatu perbuatan hukum tertentu dalam hal ini yaitu pembagian warisan. Akibat hukum dengan dikabulkannya komulasi tuntutan wanprestasi dan perbuatan melawan hukum dalam Putusan No. 11/Pdt.G/2013/PN.Klk. yaitu menurut hukum bahwa para Tergugat I, II, III, IV, V dan VI telah melakukan wanprestasi, Arisanto (Tergugat V) telah melakukan perbuatan melawan hukum, serta para Tergugat dihukum untuk mengosongkan dan menyerahkan rumah tersebut kepada Penggugat tanpa syarat. Penulis dalam hal ini juga memberikan saran kepada hakim-hakim dalam memutus suatu perkara yang sama atau sejenis bahwa putusan ini dapat dijadikan sebagai pedoman atau patokan untuk memutus walaupun putusan ini bersifat tidak mengikat para hakim untuk memberikan putusan.In practice, there are 2 forms of comulation, namely subjective and objective, although in principle each claim must stand alone. The object of this research is Decision No. 11 / Pdt.G / 2013 / PN.Klk. in which there is a compilation. The purpose of this study is to find out the consideration of the panel of judges who granted the commitment to the demands of default and acts against the law and how the legal consequences caused to the parties using the juridical approach method. The method used by way of inventorying legal materials such as legislation, judges' decisions in the Kolaka District Court, relevant jurisprudence and other laws and regulations relating to the object of the study are then recorded according to their relevance to the problems found as a whole. Based on the analysis on Decision No. 11 / Pdt.G / 2013 / PN.Klk. This panel of judges granted the lawsuit because the basic terms and elements of the claim lawsuit had been fulfilled like the same parties as the legal consequences of the same legal actions and there were close ties or inner ties between the 1 (one) claim and the other lawsuit. and there is a legal relationship as a result of a certain legal act in this case, namely the distribution of inheritance. Legal consequences with the granting of the commission of demands for default and illegal acts in Decision No. 11 / Pdt.G / 2013 / PN.Klk. namely according to the law that the Defendants I, II, III, IV, V and VI have defaulted, Arisanto (Defendant V) has committed an unlawful act, and the Defendants were sentenced to vacate and surrender the house to the Plaintiff without conditions. The author in this case also gives advice to judges in deciding a similar or similar case that this decision can be used as a guideline or benchmark to decide even though this decision is not binding on the judges to give a verdict.
2252325127A1F015065KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORIS KOPI MIX GULA KELAPA DARI BERBAGAI IKM DENGAN VARIASI LAMA PENYIMPANANKopi mix gula kelapa dengan penambahan minyak sawit merah merupakan alternatif minuman fungsional yang baik bagi kesehatan tubuh terutama bagi perokok karena kandungan antioksidannya yang cukup tinggi. Pengrajin atau IKM yang memproduksi dan lama penyimpanan akan mempengaruhi karakteristik fisikokimia dan sensoris kopi mix gula kelapa. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui karakteristik fisikokimia dan sensoris kopi mix gula kelapa antar IKM selama penyimpanan, 2) mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap karakteristik fisikokimia dan sensoris kopi mix gula kelapa, 3) menentukan kombinasi perlakuan terbaik antara IKM dan lama penyimpanan berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensoris kopi mix gula kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti yaitu IKM (I) yang terdiri dari IKM A (I1) ; B (I2) ; C (I3) ; D (I4) dan lama penyimpanan (L) yang terdiri dari 0 bulan (L1) ; 1 bulan (L2) ; 2 bulan (L3) ; 3 bulan (L4). Hasil penelitian menunjukkan kopi mix gula kelapa yang dihasilkan antar IKM memiliki karakteristik fisikokimia yang berbeda, namun memiliki sifat sensoris yang cenderung sama. Semakin lama waktu penyimpanan sifat fisikokimia dan sensoris kopi mix gula kelapa mengalami penurunan mutu ditandai dengan menurunnya intensitas kecerahan, dan atribut mutu sensoris, serta peningkatan kadar air, kadar asam lemak bebas, gula reduksi, dan densitas kamba. Kombinasi perlakuan terbaik setelah penyimpanan yaitu kopi mix yang dihasilkan oleh IKM C dengan lama penyimpanan 3 bulan (I3L4) dengan karakteristik fisikokimia dan sensoris sebagai berikut: densitas kamba 0,575 g/ml, intensitas kecerahan (L) 29,25, kadar air 3,65%, kadar asam lemak bebas 0,243%, gula reduksi 6,75%, dan total fenol 2,29%, aroma agak kuat (3,72), rasa agak manis (4,48), rasa agak pahit (3,60), flavor agak enak (4,44), dan off flavor sedikit kuat (2,88) serta tingkat kesukaan panelis terhadap keseluruhan kopi mix yaitu suka (4,52).The coconut sugar-mixed coffee with the addition of red palm oil is an alternative functional drink that is good for health, especially for smokers because of its high antioxidant content. Producers (IKM) that produce and storage time will influence the physicochemical and sensory characteristics of product. This study aims to: 1) determine the physicochemical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee between producers (IKM) during storage, 2) determine the effect of storage time on physicochemical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee, 3) determine the best combination between producers (IKM) and storage time based on physicochemical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee. This experiment was conducted experimentally using the Randomized Block Design (RBD) method. The factors studied were: IKM (I) consisting of IKM A (I1); IKM B (I2); IKM C (I3); IKM D (I4) and storage time (L) consisting of 0 month (L1); 1 month (L2); 2 months (L3); 3 months (L4). The results showed that coconut sugar-mixed coffee produced between producers (IKM) had different physicochemical characteristics, but had sensory properties that tended to be the same. The longer storage time, physicochemical and sensory properties of coconut sugar-mixed coffee had a quality decreased by decreasing brightness intensity, and sensory quality attributes, as well as increasing water content, free fatty acid levels, reducing sugars, and bulk density. The best combination based on the effectiveness index test was coconut sugar-mixed coffee produced by IKM C with a storage period of 3 months (I3L4) which has physicochemical and sensory characteristics as follows: bulk density 0.575 g / ml, brightness intensity (L) 29.25, water content of 3.65%, free fatty acid content of 0.243%, reducing sugar of 6.75%, and total phenol of 2.29%, slightly strong aroma (3.72), slightly sweet taste (4.48), slightly bitter taste (3.60), slightly tasty flavor (4.44), and slightly strong off flavor (2.88), and the panelist's preference for the overall coffee mix was likes (4.52).
2252425121C1L015017PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DAN PEMBERIAN REWARD TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI KELAS XI IPSHasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas XI IPS di MAN 2 Banyumas belum optimal dikarenakan proses pembelajaran masih konvensional yang menyebabkan pembelajaran monoton tanpa melibatkan partisipasi siswa secara optimal saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar ekonomi antara pembelajaran menggunakan media audio visual dibandingkan dengan pembelajaran konvensional. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil belajar ekonomi antara pembelajaran dengan pemberian reward dibandingkan pembelajaran konvensional.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan soal ¬pre test dan post test. Uji analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji t independent sample test.
Berdasarkan perhitungan menggunakan uji t diperokeh hasil thitung > ttabel sehingga kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara pembelajaran menggunakan media audio visual dibandingkan dengan pembelajaran konvensional (2) Terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara pembelajaran dengan pemberian reward dibandingkan dengan pembelajaran konvensional.
The learning outcomes of economic subjects in class XI IPS in MAN 2 Banyumas are not optimal because the learning process is still conventional which causes monotonous learning without involving optimal student participation when learning activities take place. This study aims to analyze the differences in economic learning outcomes between learning using audio-visual media compared to conventional learning. In addition, this study also aims to analyze differences in economic learning outcomes between learning and giving rewards compared to conventional learning.
This research is a quantitative research with experimental research methods. The sample in this study were 76 students which were divided into two classes namely the experimental class and the control class. Data collection in this study is using the pre test and post test questions. The data analysis test used in this study is the t test independent sample test.
Based on the calculation using the t test, the results of tcount> t table are measured so that the conclusions in this study are as follows: (1) There are differences in economic learning outcomes between learning using audio visual media compared to conventional learning (2) There are differences in economic learning outcomes between learning and rewarding compared with conventional learning.
2252525120E1A115075PENYELESAIAN KREDIT MACET PADA KREDIT RINGAN TANPA AGUNAN DI PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), TBK KANTOR CABANG BEKASIPT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi merupakan salah satu lembaga keuangan yang memberikan fasilitas kredit tanpa agunan kepada masyarakat melalui produk Kredit Ringan (KRING) BTN. Pemberian fasilitas KRING BTN mensyaratkan adanya Perjanjian Kerjasama antara Bank dan Instansi/Lembaga Pemohon. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis penyelesaian kredit macet pada kredit ringan tanpa agunan dan kekuatan hukum mengikat perjanjian kerjasama KRING BTN dengan Instansi/Lembaga Pemohon dalam menyelesaikan kredit macet pada kredit ringan tanpa agunan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer sebagai data pendukung. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi dokumenter, data yang diperoleh disajikan dengan teks naratif, dan metode analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian, penyelesaian kredit macet pada kredit ringan tanpa agunan di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Kantor Cabang Bekasi dapat dilakukan dengan cara melakukan penagihan seketika untuk pelunasan sekaligus; melakukan kebijakan restrukturisasi kredit; mengajukan klaim asuransi; penyelesaian dengan pelunasan bertahap; penyelesaian melalui Pengadilan Negeri; atau Pengadilan Niaga. Perjanjian Kerjasama berlaku sebagai undang-undang bagi para pihak yang membuatnya sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1338 ayat (1) KUHPerdata, Perjanjian Kerjasama berfungsi untuk memberi kuasa kepada Instansi/Lembaga pemohon untuk memotong gaji karyawan setiap bulannya sebagai pembayaran angsuran kredit.
PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Bekasi Branch Office is one of the financial institutions that provides unsecured credit facilities to the public through BTN Light Credit (KRING) products. Provision of BTN KRING facilities requires a Cooperation Agreement between the Bank and the Institution of the Applicant. The purpose of this study was to analyze the settlement of bad loans on light loans without collateral and legal force binding on the agreement between BTN KRING cooperation with the Institution of Applicants in resolving bad credit on small loans without collateral at PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Bekasi Branch Office.
The method used in this study is normative juridical with descriptive analytical research specifications. The data source used is secondary data and primary data as supporting data. The method of data collection is done by library research and documentary studies, the data obtained are presented with narrative texts, and the method of data analysis is done qualitatively normatively.
Based on the results of the study, the settlement of bad loans on small loans without collateral at PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Bekasi Branch Office can be done by doing an instant billing for repayment at once; conduct credit restructuring policies; submit an insurance claim; settlement with gradual repayment; settlement through the District Court; or the Commercial Court. The Cooperation Agreement applies as a law for the parties making it as stated in Article 1338 paragraph (1) of the Civil Code, the Cooperation Agreement serves to authorize the requesting Agency/Institution to deduct employee salaries each month as payment of credit installments.
2252625122C1L015037PENGARUH SELF EFFICACY, MOTIVASI BELAJAR, KECERDASAN EMOSIONAL DAN MINAT BACA TERHADAP KEMANDIRIAN BELAJAR KELAS XPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian survey untuk mengetahui pengaruh self efficacy, minat baca dan kecerdasan emosional terhadap kemandirian belajar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan instrumen kuisioner. Dari hasil pengujian pada tabel diperoleh koefisien untuk variabel self efficacy sebesar 0,550, t hitung 6,766, t hitung lebih besar dari t tabel berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (1) self efficacy berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Koefisien untuk variabel motivasi belajar sebesar 0,355, t hitung 3,335 berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (2) motivasi belajar berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Koefisien untuk variabel kecerdasan emosional sebesar 0,214 t hitung 2,177 berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (3) kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa. Koefisien untuk variabel minat baca sebesar 0,171 t hitung 2,288 berarti Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan (4) minat baca berpengaruh positif terhadap kemandirian belajar siswa.This research is a quantitative study using survey research methods to determine the effect of self efficacy, reading interest and emotional intelligence on learning independence. The subject of this study was the tenth grade students of SMAN 1 Purwokerto. This study uses questionnaire instruments. From the test results on the table obtained coefficients for the variable self efficacy of 0.550, t count 6.766, t count greater than t table means that Ho is rejected and Ha is accepted so it can be concluded (1) self efficacy has a positive effect on student learning independence. The coefficient for learning motivation variables is 0.355, t count 3.335 means that Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded (2) motivation to learn has a positive effect on student learning independence. The coefficient for the emotional intelligence variable is 0.214 t count 2.177 means that Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded (3) emotional intelligence has a positive effect on student learning independence. The coefficient for reading interest variables is 0.171 t count 2.288 means that Ho is rejected and Ha is accepted so that it can be concluded (4) reading interest has a positive effect on student learning independence.
2252725123C1A014107ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH, PMDN, PMA, INFLASI DAN PDRB TERHADAP KEMISKINAN DI WILAYAH INDONESIA BAGIAN BARAT TAHUN 2010-2016Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah, PMDN, PMA, inflasi dan PDRB terhadap kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series dan cross section dari tahun 2010-2016. Penelitian ini menggunakan alat analisis persamaan regresi linier berganda data panel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pengeluaran pemerintah, PMDN, PMA, investasi dan PDRB secara simultan berpengaruh terhadap kemiskinan. Secara parsial, pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap kemiskinan, PMDN berpengaruh terhadap kemiskinan, PMA berpengaruh terhadap kemiskinan, inflasi tidak berpengaruh terhadap kemiskinan dan PDRB berpengaruh terhadap kemiskinan.
Kesimpulan dari penelitian, Pengeluaran Pemerintah tidak berpengaruh terhadap kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. PMDN berpengaruh negatif terhadap penurunan kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. PMA berpengaruh negatif terhadap penurunan kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. Inflasi tidak berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat. PDRB berpengaruh positif terhadap kemiskinan di Wilayah Indonesia Bagian Barat.
Tingkat kemiskinan dapat diturunkan antara lain dengan cara meningkatkan investasi, baik investasi di dalam negeri maupun investasi di luar negeri. Dana investasi tersebut ditargetkan pada peningkatan infrasturktur, sarana dan prasarana, akses jalan, peningkatan lapangan kerja di berbagai daerah terutama di daerah-daerah yang mempunyai kondisi buruk,dan dalam masalah kemiskinan. Selanjutnya dengan meningkatnya PDRB dapat menurunkan kemiskinan, perlu pemerataan pendapatan.
Kata kunci: Pengeluaran pemerintah, Penanaman modal dalam negeri, penanaman modal asing, inflasi, produk domestik regional bruto dan kemiskinan.
Abstract
This study took the title "Analysis of influence of government expenditure, right domestic capital, right foreign capital, inflation and PDRB to poverty in the region of western Indonesia year 2010-2016. The reason for choosing in the western region of Indonesia because of infrastructure, facilities and Asrigita, transportation is more advanced than the territory of Indonesia in other parts. Poverty is still the greatest literary among other literature. This raises the problem of poverty, among others, increased crime access, more unemployment.
The aim of the study was to analyse the influence of government spending, PMDN, PMA, inflation and PDRB on poverty in the western part of Indonesia. The data used in this research is the liquid's Time Series data and cross section from 2010-2016. This research uses a double linear regression equation analysis tool of the data panel.
Products ' Research results that: Government spending, PMDN, PMA, investments and PDRB in an aerotest Simultan effect on poverty. Partially, government expenditure does not affect poverty, the PMDN affects, the PMA of poverty affects, poverty does not affect inflation and the PDRB affects poverty.
The conclusion of the research, government expenditure has no effect on poverty in the region of Western Indonesia. PMDN has a negative impact on poverty reduction in the western part of Indonesia. PMA negatively affects poverty reduction in the western part of Indonesia. Inflation has no effect on decreasing poverty in the western part of Indonesia. PDRB positively affects poverty in the western part of Indonesia.
Poverty level can be lowered among others by increasing investment, both domestic investment and overseas investment. The investment funds are targeted at the increase of infrastructure, facilities and Asrigita, road access, employment improvement in various regions, especially in areas that have poor conditions, and in poverty literature. Furthermore, with increasing PDRB can reduce poverty, need equitable income. With the equality of income, especially for the whole of the poor, there will be no other inequality that only enjoyed only a handful of people.
Keywords: government expenditure, domestic capital investment, foreign investment, inflation, gross regional and poverty.
2252825124C1L015019PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY BASED LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR EKONOMIPenelitian ini berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Based Learning Terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi di MAN 1 Banyumas”. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui perbedaan minat dan hasil yang menggunakan model Discovery Based Learning dan model konvensional, selain itu bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran discovery based learning terhadap hasil dan minat belajar.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik sampel yang digunakan purposive sampling dan sampel berjumlah 65 siswa, yang terbagi ke dalam dua kelas, yaitu kelas XI IPS 3 sebagai kelas ekperimen dan kelas XI IPS 5 sebagai kelas kontrol. Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data yaitu dengan angket, pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, homogenitas, uji t, dan regresi sederhana.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan minat belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Based Learning dan model pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model Discovery Based Learning dan model konvensional. Model pembelajaran Discovery Based Learning berpengaruh terhadap minat belajar. Model pembelajaran Discovery Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar. Minat belajar siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa
The objectives of this research were to determine effect of discovery based learning model towards learning outcomes and learning interest in economic subjects in MAN 1 Banyumas. The purpose of this research are to understand/know the different of learning interest and learnig outcomes that use discovery based learning model and conventional model, furthermore to know the effect of discovery based learning model on learning outcomes and learning interest.
This research is a quasi experiment with Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique was purposive random sampling which found 65 students as the samples, which were divided into two classes, that are XI IPS 3 grades as experiment class and XI IPS 5 grades as control class. Then, data were collected by questionnaires, pretest, and posttest, and analyzed by normality, homogeneity, t test, and simple regression test.
The result of the study showed that there are differences of students`s learning interest which uses discovery based learning model and conventional model. There are differences of students`s learning outcomes discovery based learning model and conventional learning model. discovery based learning model influences towards learning interest. discovery based learning model influences towards learning outcomes. Students`s learning interest influences towards learning outcomes.
2252925128L1A015052KERAGAMAN GENETIK RUMPUT LAUT Gracilaria spp. YANG DIDAPATKAN DARI PANTAI KONDANG MERAK, PANTAI NUSAKAMBANGAN DAN PANTAI SAYANG HEULANG MENGGUNAKAN GEN COX1Penelitian ini berjudul ‘Keragaman Genetik Rumput Laut Gracilaria spp. yang didapatkan dari Pantai Kondang Merak, Pantai Nusakambangan dan Pantai Sayang Heulang Menggunakan Gen COX1’, yang dilakukan Oktober 2018 – April 2019. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui keragaman genetik rumput laut Gracilaria spp. yang didapatkan dari Pantai Kondang Merak, Pantai Nusakambangan dan Pantai Sayang Heulang berdasarkan gen COX1. Keragaman genetik merupakan informasi yang penting karena tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Gen COX1 (cytochrome c oxidase subunit 1) merupakan salah satu gen yang baru-baru ini digunakan untuk mengetahui keragaman genetik rumput laut Gracilaria spp. Hasil identifikasi molekuler dari tujuh sampel berdasarkan analisis blast diperoleh empat spesies yaitu Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, Gracilaria firma dan Hypnea sp. Identifikasi secara molekuler lebih lanjut dapat dilihat dari pohon filogenetik menggunakan metode Neighbor-Joining (NJ). Berdasarkan haplotype diversity, keragaman genetik intraspesifik Gracilaria salicornia dan Gracilaria edulis termasuk kategori sangat rendah, kemudian keragaman genetik interspesifik Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, Gracilaria firma termasuk kategori keragaman tinggi.This study is entitled ‘Genetic Diversity of Gracilaria spp. Seaweeds obtained from Kondang Merak Beach, Nusakambangan Beach and Sayang Heulang Beach Using COX1 Genes', which was conducted in October 2018 - April 2019. The aim of this study is determine the genetic diversity of Gracilaria spp. seaweeds obtained from Kondang Merak Beach, Nusakambangan Beach and Sayang Heulang Beach based on the COX1 gene. Genetic diversity is important information because it is not influenced by environmental conditions. The COX1 gene (cytochrome c oxidase subunit 1) is one of the genes recently used to determine the genetic diversity of Gracilaria spp. Molecular identification results of seven samples based on blast analysis obtained four species, that are Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, Gracilaria firma and Hypnea sp. Molecular identification also can be seen from the phylogenetic tree using Neighbor-Joining (NJ) method. Based on the haplotype diversity, the intraspecific genetic diversity of Gracilaria salicornia and Gracilaria edulis included a very low genetic diversity category, then the interspecific genetic diversity of Gracilaria salicornia, Gracilaria edulis, and Gracilaria firma included a high diversity category.
2253025129D1E014252Pengaruh Penambahan Ekstrak ubi Jalar Ungu (Ipomoea Batatas L) pada Es Krim dengan Persentase yang Berbeda terhadap Nilai SensorisTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak ubi jalar ungu (Ipomea batatas L) dengan persentase yang berbeda terhadap nilai sensoris es krim. Materi yang digunakan yaitu susu sapi murni 4 liter, ekstrak ubi jalar ungu 97,5 g, lemak susu 120 g, gula 780 g, dan agar-agar 14 g. Metode penelitian adalah eksperimen menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Data penilaian uji skoring dengan panelis semi terlatih sebanyak 15 orang dianalisiskan menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur. Penelitian menggunakan 4 macam perlakuan yaitu penambahan ekstrak ubi jalar ungu (P1 0,5%; P2 1,5%; P3 2%; P4 2,5%) dengan masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Variabel yang diukur warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian penambahan ekstrak ubi jalar ungu dengan persentase yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna es krim dengan denganse rata-rata sebesar 2,67 (ungu muda), aroma dengan rataan sebesar 2,92 (sedikit beraroma susu), dan rasa dengan rata-rata 2,87 (ubi cukup terasa), tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap tekstur es krim dengan rataan 1,6 (tidak lembut). Kesimpulan, bahwa penambahan ekstrak ubi jalar ungu sampai dengan 2,5% menyebabkan warna es krim menjadi ungu muda, aroma es krim menjadi cukup beraroma susu, es krim menjadi cukup terasa ubi, akan tetapi tekstur es krim relatif sama yaitu tidak lembut.The aim of the research was to determine the effect of the addition of purple sweet potato extracts ( Ipomea batatas L ) with different percentage of sensorical values of ice cream. The material used in this research was cow milk 4 liters, purple sweet potato extract 97,5 gram, milk fat 120 gram, sugar 780 gram, and agar 14 gram. The method of research are experiment with a Randomized Block Design. The data of sensory assessment using scoring test with 15 person semi trained panelists were analyzed using variance analysis, followed by Turkey HSD test. The research used 4 types of treatment namely the addition of purple sweet potato extracts (P1 0,5%; P2 1,5%; P3 2%; P4 2,5%) with each treatment repeated 5 times. Variables measured as color, flavor, smell, and texture. The results of the research additions purple sweet potato extract with different percentages had a very significant effect (P <0.01) to color of ice cream with an average values 2,67 (faded purple), smell with an average values 2,92 (quite flavorful milk) and flavor with an average value of 2,87 ( the purple sweet potato feels a little) but not significant (P> 0.05) on texture of ice cream with an average value of 1,6 (not soft). In conclusion, that the addition of purple sweet potato extract up to 2,5% causes the color of the ice cream to be light purple, the smell of ice cream becomes quite flavorful with milk, ice cream become fells a little of purple sweet potato, but the texture of the ice cream is relatively the same is not soft.
2253125920A1D015140PERTUMBUHAN TANAMAN BABY KAILAN (Brassica oleraceae)
PADA HIDROPONIK RAKIT APUNG DENGAN
PEMBERIAN GIBERELIN (GA3)

Growth of Baby Kailan (Brassica oleraceae) on floating hydroponic system with treatment of gibberellin (GA3)
Penelitian bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi GA3 yang terbaik pada sistem hidroponik rakit apung untuk pertumbuhan baby kailan, mendapatkan varietas kailan terbaik yang ditanam pada hidroponik sistem rakit apung, mendapatkan interaksi konsentrasi GA3 dan varietas kailan yang terbaik pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Desa Karangnanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, dimulai bulan Desember 2018 sampai Februari 2019. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial terdiri dari dua faktor dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama yaitu konsentrasi giberelin yang terdiri dari empat taraf : 0, 5, 10 dan 15 ppm. Faktor kedua terdiri dari tiga taraf yaitu varietas Full White (V1), varietas Sharp Leaf (V2), dan varietas New Veg Gin (V3). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang akar, jumlah klorofil, dan bobot tanaman segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi GA3 15 ppm memberikan hasil terbaik pada panjang akar sebesar 16,78 cm, jumlah klorofil sebanyak 51,56 unit/cm2. Varietas New Veg In memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 19,01 cm, luas daun 46,75 cm2, dan bobot tanaman segar 14,83 g. Tidak ada interaksi antara perlakuan konsentrasi hormon giberelin dengan varietas kalian.
The research aimed to obtain a concentration of the hormon gibberellin (GA3) best with floating hydroponic system in growth of baby kailan, get the best varieties of kailan were planted with floating hydroponic system, get the best interaction between concentration of the hormon gibberellin (GA3) and varieties of kailan with floating hydroponic system. This research was conducted at screen house of Karangnanas Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency, from Desember 2018 until February 2019. The experimental design used was randomiszed block design with two factors are concentration of gibberellins consisting of four levels: 0, 5, 10 and 15 ppm. The second factor was 3 varieties of kailan, there are Full White, Sharp Leaf and New Veg Gin. The variables observed were plant height, leaf number, leaf area, chlorophyll number, root lengt, plant’s fresh weight.The results showed that the effect of gibberellins 15 ppm gives best results on root length 16,78 cm, and chlorophyll number 51,56 unit/cm2. A variety of New Veg Gin was giving the highest result on the plant height 19,01 cm, leaf area 46,75 cm2, and plant fresh weight 14,83 g. There was no interactions between concentration of the hormon gibberellin with varieties of kailan.
2253225130C1B015028ANALISIS PENGARUH LIKUIDITAS PROFITABILITAS LEVERAGE UKURAN PERUSAHAAN DAN PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN
(Studi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013 - 2017)
Penelitian ini merupakan studi empiris dengan judul analisis pengaruh likuiditas, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel likuiditas, profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan perusahaan terhadap kebijakan dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2017. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2017 yaitu sebanyak 144 perusahaan. Sampel penelitian sebanyak 19 perusahaan dengan jumlah pengamatan sebanyak 95 pengamatan diambil menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan alat untuk menganalisis data yang digunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel likuiditas, leverage, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen, sedangkan variabel lainnya seperti profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan dividen.This study is an empirical study with the title of analysis the effect of liquidity, profitability, leverage, company size, and company growth on dividend policy. This study aims to analyze the effect of variable liquidity, profitability, leverage, company size, and company growth on dividend policy in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in 2013-2017. The population in this study were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2017, which were 144 companies. The research sample consisted of 19 companies with 95 observations taken using purposive sampling method. This study uses multiple regression analysis and a tool to analyze the data used by SPSS. The results showed that the variable liquidity, leverage, and size of the company did not affect dividend policy, while other variables such as profitability and company growth had an effect on dividend policy.
2253325131C1A014002FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN
BURUH WANITA PEMBUAT SELONGSONG KETUPAT DAN
KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA
DI DESA DATAR KECAMATAN SUMBANG
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Buruh Wanita Pembuat Selongsong Ketupat dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Datar Kecamatan Sumbang”. Pendapatan perkapita keluarga masih rendah disebabkan pendapatan suami yang rendah, maka jumlah konsumsi yang dilakukan untuk kebutuhan hidup sedikit. Hal itu disebabkan pendapatan suami yang tidak dapat mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, sehingga menjadi dorongan wanita untuk berpartisipasi memenuhi kebutuhan keluarga. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ingin mengetahui variabel yang mempengaruhi pendapatan buruh wanita yaitu tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga.
Tujuan penelitian ini (1) mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga terhadap pendapatan buruh wanita di Desa Datar. (2) mengetahui variabel mana yang memiliki hubungan terhadap pendapatan buruh wanita. (3) mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan buruh wanita terhadap pendapatan keluarga. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi yang dilakukan secara sensus dengan jumlah responden diperoleh 51 buruh wanita serta menggunakan alat analisis regresi berganda, analisis uji korelasi dan analisis kontribusi.
Hasil penelitian ini: (1) Secara simultan tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja, dan jumlah anggota keluarga berpengaruh terhadap pendapatan buruh wanita. Secara parsial, tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga berpengaruh signifikan dan positif terhadap pendapatan buruh wanita. Usia tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap pendapatan buruh wanita (2) Variabel yang memiliki hubungan paling kuat terhadap pendapatan buruh wanita yaitu curahan waktu kerja. (3) Pendapatan buruh wanita memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan keluarga.
Implikasi penelitian ini: (1) Sebagai upaya untuk terus meningkatkan pendapatanya, para buruh wanita pembuat selongsong ketupat sebaiknya dapat memanfaatkan sisa pembuatan selongsong ketupat berupa lidi untuk menjadi kerajinan lain seperti piring anyaman dan sapu lidi. Kerajinan tersebut dapat dijual, sehingga dapat menambah pendapatan para buruh wanita pembuat selongsong ketupat. (2)Jumlah kontribusi buruh wanita pembuat selongsong ketupat terhadap pendapatan keluarga cukup besar. Para buruh wanita diharapkan lebih banyak dalam membuat selongsong ketupat.

Kata kunci: pendapatan, tingkat pendidikan, curahan waktu kerja, usia, pengalaman kerja dan jumlah anggota keluarga
This research entitled “The Factors that Influence Woman’s Labor Income of Ketupat Cover Maker and Its Contribution toward the Family Income in Datar Village, Sumbang Sub-district”. Family per capita income is still low because the low income of husband, so it results in the minimum amount of consumption for life needs. It is caused by the husband income which could not fulfill the family economical needs, so it becomes the motivation for woman to participate in fulfilling the family needs. Based on that condition, this research is going to discover the variable that influence woman’s labor income, which are; the level of education, working time, age, work experience, and the numbers of family member.
The aims of this research are (1) to find out the influence of education level, working time, age, work experience, and the number of family members toward the woman’s labor income in Datar Village. (2) to find out which variable that has relationship with the woman’s labor income. (3) to find out how much the contribution of woman’s labor income towards the family income. This research uses all of the populations which is done by census with the number of respondents of 51 woman laborers, it uses multiple regression analysis tool, correlation test analysis, and contribution analysis.
The results of this research are: (1) simultaneously, the level of education, working time, age, work experience, and the number of family members influence the woman’s labor income. Partially, the level of education, working time, work experience, and the number of family member significantly and positively influence the woman’s labor income. Age is negatively and not significantly influences the woman’s labor income. (2) the variable that has strongest relationship with the woman’s labor income is the working time variable. (3) the woman’s labor income had big contribution towards the family income.
The implications of this research are: (1) the level of education, working time, work experience, and the number of family members have positive and significant influence toward the woman’s labor income. The method to increase the education level and work experience that can be done by the government is by giving a training to make ketupat cover with different shape. The method to increase the working time is by giving the additional time so that the obtained income will be higher. Another way to get additional money is by using the palm leaf ribs to make handicrafts such as wicker plate or broomstick. Those handicrafts can be sold so that the woman laborer of ketupat cover maker will get additional income. (2) the contribution of woman laborer of ketupat cover maker toward the family income is quite high. The woman laborers are expected to make ketupat cover more efficient.

Keywords: income, level of education, working time, age, work experience, and the number of family member.
2253425132H1B014029Bigrup dan Sifat-SifatnyaPenelitian ini membahas tentang bigrup dan sifat-sifatnya. Suatu himpunan G yang dilengkapi dengan dua operasi biner yaitu *1 dan *2, disebut dengan bigrup apabila terdapat dua himpunan bagian sejati dari G yaitu G1 dan G2, sehingga memenuhi G1UG2=G, dan (G1,*1), (G2,*2) masing-masing adalah grup. Suatu himpunan bagian dari bigrup G yang juga merupakan bigrup terhadap operasi-operasi di G disebut sub-bigrup. Suatu bigrup yang kedua operasinya bersifat komutatif disebut bigrup komutatif. Diperoleh beberapa sifat dari bigrup. Suatu bigrup dapat dibentuk dari gabungan sembarang dua grup yang saling asing atau saling beririsan. Irisan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Gabungan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Diperoleh juga sifat-sifat dari bigrup yang berkaitan dengan suatu field, yaitu setiap field merupakan bigrup komutatif dan setiap daerah integral berhingga merupakan bigrup komutatif.Penelitian ini membahas tentang bigrup dan sifat-sifatnya. Suatu himpunan G yang dilengkapi dengan dua operasi biner yaitu *1 dan *2, disebut dengan bigrup apabila terdapat dua himpunan bagian sejati dari G yaitu G1 dan G2, sehingga memenuhi G1UG2=G, dan (G1,*1), (G2,*2) masing-masing adalah grup. Suatu himpunan bagian dari bigrup G yang juga merupakan bigrup terhadap operasi-operasi di G disebut sub-bigrup. Suatu bigrup yang kedua operasinya bersifat komutatif disebut bigrup komutatif. Diperoleh beberapa sifat dari bigrup. Suatu bigrup dapat dibentuk dari gabungan sembarang dua grup yang saling asing atau saling beririsan. Irisan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Gabungan dua sub-bigrup belum tentu merupakan sub-bigrup. Diperoleh juga sifat-sifat dari bigrup yang berkaitan dengan suatu field, yaitu setiap field merupakan bigrup komutatif dan setiap daerah integral berhingga merupakan bigrup komutatif.
2253525133D1A015227Analisis Finansial Kelayakan Usaha Sapi Perah
(Studi Kasus di Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo)
Penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan 23 Maret 2019 di Satuan Kerja Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo bertujuan untuk mengetahui cost-benefit usaha sapi perah dan menganalisis kelayakan usaha sapi perah di Satker Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo dengan cara menghitung NPV, IRR,dan B/C Ratio. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Teknik penentuan sampel wilayah dilakukan dengan metode Purposive Sampling (sampel yang disengaja). Data yang digunakan adalah data sekunder selama 4 tahun terakhir, serta data primer sebagai data pendukung yang diperoleh dengan cara wawancara terhadap pihak terkait. Variabel yang diamati dari kelayakan usaha secara finansial berdasarkan kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit/Cost Ratio (Gross B/C), dan Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C). Usaha ternak sapi perah di Satuan Kerja Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo memiliki nilai NPV(-) Rp 1.327.002.005,- , Gross B/C 0,8489; dan Net B/C 0,7892. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sapi perah di Satker Taman Ternak Pagerkukuh Wonosobo tidak layak secara finansial. Berarti perlu adanya perbaikan manajemen usaha dan mengurangi biaya operasional yang kurang diperlukan sehingga dapat meningkatkan profit dan benefit.The research was done on January 14th, 2019 until January 20th, 2019 in Pagerkukuh Wonosobo Animal Livestock Park aims to determine the cost-benefit of dairy cattle business and analyze the feasibility of dairy cattle business in Pagerkukuh Wonosobo Animal Livestock Park Working Unit by calculating NPV, IRR, and B/C Ratio. The research method used is the survey method. The technique of determining the sample area was carried out by purposive sampling method. The data used are socondary data for the last 4 years of business, starting from 2015 to 2018 as well as primary data as supporting data obtained by means of interviews with related participants. The observed variables from business feasibility financially based on investment criteria, including Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Gross Benefit/Cost Ratio (Gross B/C), and Net Benefit/Cost Ratio (Net B/C). The dairy cattle business in the Pagerkukuh Wonosobo Livestock Park Working Unit has an NPV value of (-) Rp 1.327.002.005,- ; Gross B/C 0,8489; and Net B/C 0,7892. The results of the study show that the business of dairy cattle at the Pagerkukuh Wonosobo Livestock Park is not financially feasible. Improving business management and reducing unnecessary operational costs should be done to increase profit and obtain benefits.
2253625019K1C015036Pembuatan Dual Monitoring Denyut Nadi Radialis Menggunakan Sensor Pulse Heart RatePembuatan dual monitoring denyut nadi bertujuan untuk melihat denyut nadi manusia dalam kedaan jauh. Sistem monitoring menggunakan sensor pulse heart rate. Sensor pulse heart rate bertugas sebagai pembaca setiap detakan pada pergelangan tangan selama satu menit. Sistem monitoring ini dikendalikan oleh mikrokotroler arduino nano yang diprogram menghasilkan data berupa denyut nadi. Data yang diperoleh selanjutnya dikirim ke smartphone dengan menggunakan koneksi bluetooth, sehingga smartphone dapat melakukan monitoring denyut nadi setiap saat melalui aplikasi yang telah dibuat dengan menggunakan MIT App Inventor 2. Hasil penelitian pada sistem monitoring denyut nadi diperoleh dari dua kali pengujian sistem yaitu untuk penentuan akurasi sistem monitoring yang dilakukan dengan mengambil responden sebanyak enam orang mulai dari usia 18 tahun sampai 21 tahun dan untuk mengetahui jangkauan maksimum bluetooth HC-05 untuk mengirim data denyut nadi. Hasil penelitian yang ditampilkan melalui OLED 128x32 memiliki rata-rata keakuratan sebesar 99,23 %. Sistem dapat melakukan pengiriman data dengan jangkauan maksimal sebesar 5 meter pada posisi terhalang dengan benda yang tebal seperti tembok. Sedangkan pada posisi tidak terhalang mampu menempuh jangkauan maksimal sebesar 15 meter.Making dual pulse monitoring aims to see the human pulse in a far distance. The monitoring system uses a pulse heart rate sensor. The pulse heart rate sensor serves as a reader every beat on the wrist for one minute. This monitoring system is controlled by a nano arduino microcotroler programmed to produce data in the form of a pulse. The data obtained is then sent to the smartphone using a Bluetooth connection, so that the smartphone can monitor the pulse at any time through the application that has been made using MIT App Inventor 2. The results of research on the pulse monitoring system are obtained from two system tests, namely for accuracy determination the monitoring system carried out by taking respondents as many as six people ranging from ages 18 years to 21 years and to find out the maximum range of Bluetooth HC-05 for sending pulse data. The results of the research shown through 128x32 OLED have an average accuracy of 99.23%. The system can send data with a maximum range of 5 meters in a blocked position with thick objects such as walls. Whereas in the unobstructed position it can reach a maximum range of 15 meters.
2253725171A1L014161EKSPLORASI DAN UJI VIRULENSI BAKTERI Bacillus sp. ENDOFIT
JAGUNG TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH (Rhizoctonia solani
Kuhn.) PADA TANAMAN JAGUNG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bakteri antagonis
Bacillus sp. endofit tanaman jagung terhadap penyakit hawar pelepah yang
disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani dan terhadap pertumbuhan tanaman
jagung. Penelitian dilaksanakan dari April 2018 sampai Januari 2019. Eksplorasi
dilakukan di Kabupaten Banyumas (Sumbang, Kembaran, Baturraden) dan di
Kabupaten Purbalingga (Padamara, Bojongsari, Pratin). Pengambilan sampel
tanaman menggunakan metode Purposive Random Sampling dan dengan metode
Diagonal Sampling. Uji virulensi menggunakan Rancangan Acak Kelompok
(RAK) dengan 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan terdiri atas kontrol,
fungisida (mankozeb), dan 2 isolat bakteri endofit dengan aplikasi perendaman
benih. Variabel yang diamati meliputi karakteristik bakteri endofit dan jamur
patogen, diameter penghambatan, masa inkubasi, tinggi tanaman, jumlah daun,
panjang akar, bobot segar tanaman, bobot segar tajuk, bobot segar akar, intensitas
penyakit, kejadian penyakit dan AUDPC. Hasil percobaan diperoleh 15 isolat
bakteri endofit. Bakteri endofit PD A.4 dan BK A.1 mampu menghambat
pertumbuhan jamur R. solani in-vitro masing masing sebesar 56.93% dan 55.39%.
Perendaman menggunakan bakteri antagonis endofit BK A.1 mampu menekan
intensitas penyakit sebesar 59.377%, dan nilai AUDPC 34.19%. Bakteri endofit
berpengaruh terhadap tinggi tanaman sebesar 24,098%.
The studied is to know ability, effectiveness, and the effect for Rhizoctonia
solani. and influence of Bacillus sp. corn endophytic against pathogen
Rhizoctonia solani and to the growth of maize. The study was conducted from
April 2018 to January 2019. was carried out in Banyumas Regency (Sumbang,
Kembaran, Baturraden) and in Purbalingga Regency (Padamara, Bojongsari,
Pratin). Plant samples taked by Diagonal Sampling method. The virulence test
used Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and repeated 5 times. The treatment consisted of control, fungisides (propineb), and 2 isolates of
endophytes bacteria with seed immersion application. The variables observed
included the characteristics of endophytic bacteria and pathogenic fungi,
inhibition diameter, incubation period, plant height, leaf number, root length,
plant fresh weight, canopy fresh weight, root fresh weight, disease intensity,
incidence of disease and AUDPC. The results of experimental obtained 15
isolates of Bacillus sp. endophytic. Endophytic bacteria PD A.4 and BK A.1 were
able to inhibit the growth of pathogenic fungi in-vitro by 56.93% and 51.5%. The
soak treatment using BK A1 was able to reduce disease intensity by 59.377%, and
AUDPC value 34.19%. Endophytic bacteria influence tos plant height 24,098%.
2253825232H1A015020RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKUR DAN PENYIMPAN DATA BMI (BODY MASS INDEX) BERBASIS RASPBERRY PI DENGAN METODE DEVOPSDi era modern ini banyak orang yang yang tidak mengetahui berat badan
idealnya. Body Mass Index (BMI) atau dalam Bahasa Indonesia Indeks Massa
Tubuh (IMT) adalah salah satu cara untuk mengetahui rentang berat badan ideal
manusia. BMI merupakan alat atau cara sederhana untuk memantau status gizi
orang dewasa, khususnya yang berkaitan dengan kekurangan dan kelebihan berat
badan. BMI akan mengategorikan seseorang sebagai kurus, normal, atau gemuk [1].
Maka dari itu dibutuhkan sebuah sistem yang dapat mengukur BMI seseorang
secara otomatis. Kemudian, agar data yang dihasilkan sistem dapat diolah untuk
kepentingan yang lebih besar dibutuhkan mekanisme penyimpan database yang
dapat me-record data yang dihasilkan.

Sistem pengukur dan penyimpan data BMI ini menggunakan sensor RFID,
LIDAR, strain gauge loadcell, dan LDR serta Raspberry Pi sebagai unit kontroler
sistem untuk men-generate data BMI user. Sistem akan menampilkan dan
menyimpan data BMI yang dihasilkan pada laman server web hosting.
Pengembangan aplikasi sistem ini menggunakan metode DevOps, untuk melakukan
kolaborasi dan integrasi code menggunakan platform GitLab sedangkan untuk
menerapkanya pada sistem embedded digunakan platform Jenkins dan Docker.

Setelah dilakukan pengujian terhadap kinerja sistem, dapat ditarik
kesimpulan bahwa sistem yang dirancang dapat mengukur dan menyimpan data
BMI seseorang secara otomatis. Proses release, build dan deploy metode DevOps
juga memberikan pengaruh yang signifikan dalam kemudahan proses pemeliharaan
dan perbaikan dalam pengembangan sistem embedded yang dirancang.
In this modern era, many people do not know their ideal weight. Body
Mass Index (BMI) or Indeks Massa Tubuh (IMT) in Indonesian is one way to find
out the ideal range of human weight. BMI is a simple tool or way to monitor the
nutritional status of adults, especially those related to underweight and overweight.
BMI will categorize someone as thin, normal, or fat [1]. Therefore we need a system
that can measure a person's BMI automatically. Then, so that the data generated
by the system can be used for greater importance, it requires a database storage
mechanism that can record the generated data.

This BMI data measuring and storing system uses RFID, LIDAR, strain
gauge loadcell, and LDR sensors and Raspberry Pi as a system controller unit to
generate user’s BMI data. The system will show and store the generated BMI data
on web hosting server page. This system uses the DevOps method, to collaborate
and integrate code using GitLab platform while applying it to embedded systems
uses Jenkins and Docker.

After testing the system performance, it can be concluded that the system
designed can measure and store user's BMI data automatically. Release, build, and
deploy process of the DevOps method also provides a significant influence on the
ease of maintenance and improvements processes in the development of embedded
system designed.
2253925134E1A015206EFEKTIVITAS PROSEDUR PENYELESAIAN SENGKETA PERDATA MELALUI JALUR MEDIASI PADA PENGADILAN NEGERI YOGYAKARTA TAHUN 2017-2018Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas prosedur penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2017-2018 dan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas prosedur penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2017-2018.
Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis. Penelitian ini dilakukan di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 25 responden. Pengambilan data dengan metode angket dan wawancara. Data yang terkumpul diolah dengan menggunakan metode coding, editing, dan tabulasi data yang secara keseluruhan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, tabel silang, dan teks naratif.
Dari hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa prosedur penyelesaian sengketa perdata melalui jalur mediasi pada Pengadilan Negeri Yogyakarta tahun 2017-2018 adalah efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan dilaksanakannya tahap pramediasi dan proses mediasi sesuai dengan Perma No. 1 Tahun 2016. Efektivitas ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yaitu faktor pengalaman bekerja, faktor ketersediaan sumber daya manusia, faktor sarana atau fasilitas, faktor iktikad para pihak, dan faktor kerja sama.
The purpose of this study is to find out effectiveness of civil dispute settlement procedures through mediation in Yogyakarta District Court in 2017-2018 and also to find out the factors that influence the effectiveness of the procedure for resolving civil disputes through mediation in the Yogyakarta District Court in 2017-2018.
To achieve that goals, this study uses a sociological juridical approach. This study was conducted at the Yogyakarta District Court. The sampling method uses 25 simple random sampling. Retrieval of data with the method of distributing questionnaires and interviews. The collected data is processed using the method of coding, editing, and tabulation of data as a whole presented in the form of frequency distribution tables, cross tables, and narrative texts.
From the results of this study, it was concluded that the procedure for resolving civil disputes through mediation in the Yogyakarta District Court in 2017-2018 was effective. This can be proven by the implementation of the pre-mediation stage and the mediation process in accordance with Perma No. 1 Tahun 2016. This effectiveness is influenced by factors such as work experience factor, availability of human recources factor, facilities factor, parties intention factor, and collaboration factor.
2254025135H1D014046PENGARUH PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP LAJU EROSI SEDIMEN DAS CISANGGARUNG HULU KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2006 DAN 2017DAS Cisanggarung hulu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memiliki potensi erosi tinggi yang dapat diketahui dengan menganalisis laju erosi dan sedimentasi menggunakan metode MUSLE. Tujuan penelitian adalah menghitung dan membandingkan laju erosi tahun 2006 dan 2017, serta memperkirakan tingkat bahaya erosi DAS Cisanggarung hulu tahun 2017. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai laju erosi DAS Cisanggarung hulu pada 2017 mengalami penurunan dibandingkan pada 2006. Nilai laju erosi DAS Cisanggarung hulu pada 2006 sebesar 715,818 ton/ha/tahun dan pada 2017 sebesar 586,560 ton/ha/tahun yang termasuk kategori erosi sangat berat.The upstream Cisanggarung watershed in Kuningan Regency, West Java, has high erosion potential which can be identified by analyzing the rate of erosion and sedimentation using the MUSLE method. The research objective was to calculate and compare erosion rates in 2006 and 2017, and estimate the erosion hazard level of the upstream Cisanggarung watershed in 2017. The results showed that the erosion rate of the upstream Cisanggarung watershed in 2017 decreased compared to 2006. The erosion rate of the Cisanggarung watershed in 2006 was 715,818 tons/ha/ year and in 2017 amounting to 586,560 tons/ha/year which is categorized as very heavy erosion.