Artikelilmiahs

Menampilkan 22.461-22.480 dari 51.891 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2246125068C1C015024Pengaruh Dewan Komisaris Independen dan Struktur Kepemilikan Terhadap Manajemen LabaPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan dengan cara studi pustaka untuk mengumpulkan infromasi yang diperlukan oleh peneliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dewan komisaris independen dan struktur kepemilikan terhadap tindakan manajemen laba perusahaan. Struktur kepemilikan disini dibagi menjadi tiga yaitu kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dan kepemilikan publik. Setelah melakukan olah data, hasilnya menunjukkan bahwa dewan komisaris independen, kepemilikan institusional dan kepemilikan publik berpengaruh terhadap manajemen laba, sedangkan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.This research is a quantitative research carried out by means of literature study to gather information needed by researchers. The purpose of this study is to determine whether or not the effect of the independent board of commissioners and ownership structure on corporate earnings management actions. The ownership structure here is divided into three, namely institutional ownership, managerial ownership, and public ownership. After performing data processing, the results show that the independent commisioner, institutional ownership and public ownership has an effect on earnings management, while managerial ownership does not affect earnings management.
2246225069A1M012047LYE PEELING DAN BLANCHING KACANG KORO PEDANG (Canavalia ensiformis) PADA PEMBUATAN TEMPE KORO PEDANGPembuatan tempe dengan bahan dasar kacang koro pedang memiliki kendala pada pengupasan kacang koro yang memiliki kulit yang tebal. Metode pengupasan lye peeling menyebabkan pH yang tinggi pada kacang koro. Dalam penelitian ini dilakukan perendaman dengan larutan asam sitrat 1% serta perebusan kacang koro pedang. Tujuan dari penelitian ini adalah; 1) mengetahui pengaruh lama waktu perendaman kacang koro pedang hasil pengupasan lye peeling dalam larutan asam sitrat 1% terhadap pembuatan tempe koro pedang, 2) mengetahui pengaruh lama waktu perebusan kacang koro pedang hasil lye peeling setelah perendaman pada larutan asam sitrat dalam pembuatan tempe koro pedang, 3) mengetahui pengaruh interaksi pada lama waktu perendaman kacang koro pedang dan lama waktu perebusan kacang koro pedang dalam pembuatan tempe koro pedang, 4) mengetahui perbandingan sensori antara tempe koro pedang dengan tempe kedelai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial. Faktor yang diteliti adalah lama waktu perendaman kacang koro pada larutan asam sitrat 1% terdiri atas perendaman 15 menit; 30 menit; 45 menit, serta lama waktu perebusan kacang terdiri atas perebusan 15 menit; 30 menit; 45 menit, diulang sebanyak 3 kali sehingga menghasilkan 27 unit percobaan. Variabel kimia yang diamati yaitu kadar air, kadar abu, pH dan nilai Formol. Data dianalisis menggunakan uji F pada taraf 5% dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji pembeda (DMRT) pada taraf 5%. Perlakuan terbaik diamati kadar protein total, lemak total, total asam tertitrasi, karbohidrat by difference, serta diamati sifat sensori dibandingkan antara tempe kedelai pada rasa asam, tekstur kekompakan, aroma khas tempe, dan kesukaan. Uji sensori dianalisis menggunakan uji Beda Berpasangan Dua Perlakuan (Wilcoxon Match Pair Test) pada taraf 5%. Berdasarkan dari analisis kadar air, kadar abu, pH, dan nilai Formol diperoleh hasil terbaik yaitu tempe koro pedang dengan perlakuan perendaman larutan asam sitrat 1% selama 15 menit dan perebusan selama 15 menit. Perlakuan ini memiliki kadar protein total sebesar 11,72%; kadar lemak total sebesar 7,73%; total asam sebesar 0,58%; karbohidrat by difference sebesar 39,75%bk; serta sifat sensori tempe koro pedang dengan rasa asam pada skor 2,37 (agak asam); aroma khas tempe 2,2 (agak khas); tekstur kekompakan 2,73 (kompak); dan kesukaan 1,93 (agak suka).The making of tempeh with the ingredients of jack bean that has problem in peeling its hard skin. Lye peeling method caused high pH on the jack bean. In this study, soaking the jack bean with 1% citric acid solution and boiling the jack bean were done. The aim of this study is: 1) to find out the effect of the time of soaking the lye peeled jack bean in 1% citric acid solution on the making of the jack bean tempeh, 2) to find out the effect of the time of boiling the lye peeled jack bean after it was soaked in citric acid solution on the making of jack bean tempeh, 3) to find out the interaction effect of the time of soaking the jack bean and the time of boiling the jack bean on the making of jack bean tempeh, 4) to find out the sensory comparison between jack bean tempeh and soy bean tempeh. The method used in this study was Randomized Block Design that was arranged in factorial. The studied factors were the time of soaking the jack bean in 1% citric acid solution consisting of 15 minutes of soaking; 30 minutes; 45 minutes, and the time of boiling the jack bean consisting of 15 minutes of boiling; 30 minutes; 45 minutes, repeated 3 times to result 27 experimental units. Chemical variables observed were water content, ash content, pH, and Formol value. Data were analysed using F test at the level of 5% and if it was significantly affected, it was followed by a test Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The best treatment was observed on total protein, total fat, total titrated acid, carbohydrate by difference, and sensory evalution compared to soy bean tempeh on sour taste, compactness texture, tempeh typical aroma, and preference. Sensory test was analysed using paired different test with two treatments (Wilcoxon Match Pair Test) at the level of 5%. Based on the analysis of water content, ash content, pH, and Formol value, the best result was obatined, namely the jack bean tempeh by soaking in 1% citric acid solution for 15 minutes and boiling for 15 minutes. This treatment had total protein content of 11.72%; total fat of 7.73%; total acid of 0.58%; carbohydrate by difference of 39.75%; and the sensory of jack bean tempeh was 2.37 of sour taste (rather sour); 2.2 of tempeh typical aroma (rather typical); 2.73 of compactness texture (compact); and 1.93 of preference (rather prefer).
2246325070A1F015047PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK KELOPAK BUNGA ROSELA (Hibiscus sabdriffa Linn) DAN LAMA FERMENTASI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA, MIKROBIOLOGI, DAN SENSORI YOGHURTDiabetes melitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar. Perkembangan ilmu pengetahuan menyebabkan makin banyak penemuan baru yang mengarahkan pada pengobatan diabetes dengan menggunakan pangan fungsional, salah satunya yaitu yoghurt. Salah satu bahan alami yang dapat ditambahkan yaitu ekstrak kelopak bunga rosela. Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn) merupakan tanaman yang akhir-akhir ini cenderung terjadi peningkatan penggunaannya karena tanaman ini terbukti berkhasiat dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit-penyakit tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan variasi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela terhadap sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi yoghurt, mengetahui pengaruh variasi lama fermentasi terhadap sifat fisik, kimia, dan mikrobiologi yoghurt, mengetahui pengaruh interaksi variasi konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela dan lama fermentasi terhadap sifat fisik, kimia, mikrobiologi dan sensori yoghurt. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Dua faktor yang diteliti yaitu konsentrasi ekstrak kelopak bunga rosela (K), yang terdiri dari kosentrasi 1% (K1), 2% (K2), dan 3% (K3) dan lama fermentasi (L) yang terdiri dari lama fermentasi 10 jam (L1), 14 jam (L2), dan 18 jam (L3). Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan kosentrasi ekstrak kelopak bunga rosela tidak berpengaruh nyata. Sedangkan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata. Kombinasi perlakuan terbaik yaitu K3L3 dengan karakteristik fisik, kimia, mikrobiologi, dan sensori sebagai berikut : viskositas 248 Pa.s, pH 3,6, total asam tertitrasi (TAT) 0,853%, antosianin 1,26 mg/mL, TPC 326x 〖10〗^7 cfu/mL, warna merah muda (5), aroma khas (4), rasa sangat asam (5), tekstur agak halus (3), dan kesukaan suka (4).Diabetes mellitus (DM) is one of the major health problems. The development of science has led to more new discoveries that lead to the treatment of diabetes by using functional foods, one of which is yogurt. One natural ingredient that can be added is Roselle petal extract. Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn) is a plant that has lately tended to increase its use because it has proven efficacious in healing or preventing certain diseases. The aim of this study was to determine the effect of variations in the concentration of roselle petal extract on the physical, chemical and microbiological properties of yoghurt, to determine the effect of long fermentation variations on the physical, chemical and microbiological properties of yogurt, to determine the interaction effect of variations in roselle petal extract concentration and fermentation duration on the physical, chemical, microbiological and sensory properties of yogurt. This study used a randomized block design. Two factors studied were the concentration of rosela petal extract (K), which consisted of concentrations of 1% (K1), 2% (K2), and 3% (K3) and fermentation time (L) which consisted of 10 hours fermentation time ( L1), 14 hours (L2), and 18 hours (L3). The results showed that the addition of the concentration of rosela flower petal extract was not significant. While the fermentation time has a very significant effect. The best treatment combination is K3L3 with physical, chemical, microbiological, and sensory characteristics as follows: viscosity 248 Pa.s, pH 3.6, titrated total acid (TAT) 0.853%, anthocyanin 1.26 mg / mL, TPC 326 x 〖10〗^7 cfu / mL, pink (5), distinctive aroma (4), very sour taste (5), slightly smooth texture (3), and like likes (4).
2246425073H1D012021ANALISIS KEBUTUHAN SUMUR RESAPAN UNTUK DRAINASE JALAN (Studi kasus ruas jalan Jatilawang Kabupaten Banyumas)Daerah ruas jalan Jatilawang Banyumas memiliki kedalaman air tanah yang cukup dalam. Sehingga memerlukan suatu cara untuk mengkonservasi air tanah agar jumlah air tanah dapat terjaga dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa langkah analisis untuk mendapatkan hasil yang baik. Diantaranya adalah menentukan hujan harian maksimum dengan analisis frekuensi, mencari nilai intensitas hujan dengan Metode Mononobe, Van Breen, Haspers dan Der Weduwen, menghitung debit puncak dengan Metode Rasional, menghitung nilai permeabilitas dengan alat Falling Head Permeability, menghitung kedalaman sumur resapan dengan metode Sunjoto, mencari jumlah dan jarak antar sumur resapan dan dimensi saluran drainase menggunakan tampang ekonomis. Dari hasil penelitian diperoleh hujan harian maksimum 134,149 mm, intensitas hujan Metode Mononobe 34,20 mm/jam, Metode Van Breen 203,186 mm/jam, Metode Haspers dan Der Weduwen 39,3961 mm/jam. Debit maksimum berturut-turut 0,12635 m3/detik, 0,75072 m3/detik dan 0,14556 m3/detik. Nilai permeabilitas hasil percobaan 1,38 x 10-5 m/detik. Karakteristik sumur resapan Metode Mononobe D = 0,8 m, H = 5,0 m, X = 21,89 m, n = 160 SR, Metode Van Breen D = 0,8 m, H = 5,0 m, X = 3,68 m, n = 950 SR, Metode Hasper dan Der Weduwen D = 0,8 m, H = 5,0 m, X = 19,00 m, n = 184 SR. Dimensi saluran drainase tampang ekonomis dengan b = 0,30 m dan h = 0,15 m.

The area road Jatilawang Banyumas has quite deep aquifer. It requires a way to conserve and keep quantity of ground water which can statisfy the needs of the people. In this study several steps of analysis were to get good results. They are determining the maximum daily rainfall with frequency analysis, calculating the value of rain fall intensity with Mononobe’s Method, Van Breen, Haspers and Der Weduwen’s Method, calculating the maximum flow with Rational Method, calculating the permeability using Falling Head test, absorption wells with a depth of Sunjoto Method, calculating the amount and spacing between wells and drainage channel dimension using the method of economical section. The results of the research are the maximum daily rain fall 134,149 mm, rainfall intensity with Mononobe’s Method 34,20 mm/h, Van Breen’s Method 203,186 mm/h, Haspers’s and Der Weduwen’s Methode 39,3961mm/h. The maximum flow are 0,12635 m3/s, 0,75072 m3/s and 0,14556m3/s. Permeability value is 1,38 x 10-5 m/s. The Characteristics of infiltration well with Mononobe’s Method are D= 0,8 m, H=5,0 m, X =21,89m, n=160 SR, VanBreen’s Method are D= 0,8 m, H=5,0 m, X=3,68 m, n=950 SR, Hasper’s Method and Der Weduwen’s Method are D= 0,8 m, H=5,0 m, X=19,00 m, n=184 SR. Dimensions of drainage channel with economical formare b= 0,30 m and h= 0,15 m.
2246525074A1F015003PENGUJIAN PENGAWET ALAMI NIRA MEREK TANGKIS DENGAN INTERVAL PENGAMBILAN NIRA 24 JAM TERHADAP MUTU NIRA DAN GULA KELAPA CETAKKualitas nira merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas gula kelapa yang dihasilkan. Pertumbuhan mikroorganisme dapat merusak kualitas nira kelapa. Pencegahan kerusakan nira kelapa dapat dilakukan dengan cara menambahkan bahan pengawet ke dalam penampung nira sebelum digunakan untuk menyadap nira. Pada penelitian ini digunakan pengawet alami nira merek TANGKIS. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh konsentrasi TANGKIS dengan interval pengambilan nira 24 jam terhadap mutu nira dan gula kelapa cetak 2) Mengetahui pengaruh volume larutan TANGKIS per liter nira dengan interval pengambilan nira 24 jam terhadap mutu nira dan gula kelapa cetak 3) Menentukan kombinasi perlakuan antara konsentrasi TANGKIS dan volume larutan TANGKIS per liter nira dengan interval pengambilan nira 24 jam yang menghasilkan nira dan gula kelapa dengan mutu terbaik.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang dicoba yaitu konsentrasi TANGKIS (K) yang terdiri dari : 2% (K1); 4% (K2); 6% (K3); dan volume larutan TANGKIS (J) yang terdiri dari : 50 ml (J1); 75 ml (J2). Variabel yang diamati pada penelitian ini mencakup variabel fisik, kimia dan sensori. Data variabel fisik dan kimia dianalisis dengan menggunakan Uji F pada taraf 5% apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Data variabel sensori dianalisis menggunakan Uji Friedman dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji Banding Ganda pada taraf 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi TANGKIS berpengaruh pada parameter pH nira kelapa, intensitas kecerahan (L), kadar abu dan total padatan tidak terlarut gula kelapa cetak, sedangkan volume larutan TANGKIS hanya berpengaruh pada intensitas kecerahan (L), kadar air, kadar gula reduksi dan kadar sukrosa. Konsentrasi TANGKIS 2% dan volume larutan TANGKIS 50 ml merupakan kombinasi perlakuan terbaik yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan karakteristik fisik, kimia, dan sensori sebagai berikut: intensitas browning 0,66; intensitas kecerahan (L) 24,28; intensitas kemerahan (a) +7,75, intensitas kekuningan (b) +8,80; tekstur objektif 0,00319 mm/gr/dt; kadar air 10,75%bb; kadar gula reduksi 3,30%; kadar sukrosa 77,16%; kadar abu 3,39%, total padatan tidak terlarut 1,14%; berwarna cokelat hingga cokelat kekuningan (skor 3,50); tekstur keras (skor 4,25); aroma khas gula kelapa (harum) (skor 3,68); rasa manis (skor 3,90) dan kesukaan suka (skor 3,65).
The quality of nira is an important factor in determining the quality of coconut sugar produced. The growth of microorganisms can damage the quality of nira. Prevention of damage to nira can be done by adding preservatives to the sapper before being used to tap the sap. In this research, used the natural preservative brand of TANGKIS. This study aims to: 1) To know the effect of TANGKIS concentration with the interval of taking 24-hour to the quality of nira and coconut sugar 2) T know the effect of volume of TANGKIS solution per liter of nira with the interval of taking 24-hour to the quality of nira and palm sugar 3) To know the combination of treatment between the concentration of TANGKIS and the volume of TANGKIS solution per liter of nira with the interval of taking 24-hour which produces the best quality nira and coconut sugar.
This study uses a Randomized Block Design. The experimental factor is the type of concentration of TANGKIS (K) which consisted of: 2% (K1); 4% (K2); 6% (K3); and the volume of TANGKIS solution (J) consisting of: 50 ml (J1); 75 ml (J2). The variables observed in this study included physical, chemical and sensory variables. Data on physical and chemical variables were analyzed using the F test at the level of 5% if the real difference was followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. Sensory variable data were analyzed using the Friedman Test and when significantly different continued with the Double Appeal Test at the level of 5%.
The results showed that the concentration of TANGKIS had an effect on the pH parameters of coconut sap, brightness intensity (L), ash content and total solids not dissolved in coconut sugar, while the volume of TANGKIS solution only affected the brightness intensity (L), moisture content, reducing sugar content and sucrose levels. The concentration of TANGKIS 2% and the volume of TANGKIS 50 ml solution is the best treatment combination that produces printed coconut sugar with physical, chemical, and sensory characteristics as follows: browning intensity 0.66; brightness intensity (L) 24.28; reddish intensity (a) +7.75, yellowish intensity (b) +8.80; objective texture 0.00319 mm / gr / dt; water content 10.75% bb; reducing sugar content 3.30%; sucrose levels 77.16%; ash content 3.39%, total non-dissolved solids 1.14%; brown (score 3.5); hard texture (score 4.25); distinctive aroma of coconut sugar (fragrant) (score 3.68); sweet taste (score 3.9) and likes (score 3.65).
2246625075H1E014023RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN NILAI VISKOSITAS METODE BOLA JATUH BERBASIS SENSOR PROXIMITY INDUCTIVETelah dibuat alat ukur kekentalan fluida dengan metode bola jatuh. Alat ukur viskositas ini dibuat untuk mengukur kekentalan fluida, baik fluida tembus cahaya maupun fluida tidak tembus cahaya. Sensor proximity inductive digunakan sebagai alat pendeteksi keberadaan bola logam yang bergerak di dalam fluida, dengan memanfaatkan gelombang magnetik berfrekuensi tinggi. Sedangkan mikrokontrol arduino digunakan pusat kendali sistem elektronika, sekaligus juga sebagai penghitung waktu. Jarak deteksi sensor juga diuji secara vertikal dan horizontal. Hasil pengujian menunjukkan jarak maksimal deteksi sensor secara vertikal dan horizontal berturut-turut adalah 4,67 mm dan 2 mm. Hasil pengukuran viskositas dibandingkan denga alat ukur terkalibrasi. Akurasi sistem alat ukur viskositas menunjukan nilai yang sangat baik yaitu 97,44 %. Nilai akurasi yang demikian adalah untuk jangkauan pengukuran nilai viskositas berada pada angka 50-352 sentipoise (cP). Sedangkan untuk tingkat presisi alat ukur yang dibuat mencapai angka 100 %.Fluid viscosity measurement has been made with the fall ball method. This viscosity measuring device is made to measure the thickness of a fluid, both translucent and opaque fluids. Inductive proximity sensor is used as a means of detecting the presence of metal balls that move inside the fluid, by utilizing high frequency magnetic waves. While the Arduino microcontroller is used as an electronic system control center, as well as a timer. The sensor detection distance is also tested vertically and horizontally. The test results show that the maximum distance detection of sensors vertically and horizontally is 4.67 mm and 2 mm, respectively. The viscosity measurement results are compared with a calibrated measuring instrument. The accuracy of the viscosity measuring system showed a very good value of 97.44%. Such an accuracy value is for the measurement range the viscosity value is at the number 50-352 sentipoise (cP). Whereas for the precision level the measuring instrument made reaches 100%.
2246724962A1C113053Analisis Tingkat Kepuasan Pengunjung Agrowisata Lembah Asri Desa Serang Kabupaten PurbalinggaAgrowisata Lembah Asri Desa Serang Kabupaten Purbalingga merupakan sebuah bentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Kehadirannya mampu meningkatkan ekonomi warga desa. Untuk menjaga kelangsungan agrowisata, maka kepuasan pengunjung harus diperhatikan. Kualitas merupakan faktor utama yang harus dimiliki oleh kawasan wisata untuk dapat mewujudkan kepuasan pengunjung, sehingga pengukuran tingkat kepuasan pengunjung perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui preferensi pengunjung terhadap pelayanan dan fasilitas agrowisata Lembah Asri, (2) mengukur tingkat kepuasan pengunjung terhadap pelayanan dan fasilitas agrowisata Lembah Asri. (3) mengetahui posisi Agrowisata Lembah Asri terhadap pesaing terbesar dan langkah apa yang harus dilakukan.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2018 di kawasan Agrowisata Lembah Asri. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode penelitian ini menggunakan metode survei. Metode accidental sampling digunakan sebagai metode pengambilan sampel. Jumlah sampel yang digunakan sebesar 100 responden. Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengukur keabsahan kuesioner, sementara untuk menganalisis karakteristik responden dan preferensi pengunjung digunakan analisis deskriptif. Kepuasan pengunjung diukur menggunakan importance performance analysis dan Posisi Lembah Asri terhadap pesaing diketahui dengan Boston Consulting Group.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa preferensi pengunjung mengenai jenis pariwisata yang disukai adalah pegunungan dan berpendapat bahwa kelebihan agrowisata Lembah Asri adalah pada keindahan alam, sementara pengunjung datang dengan alasan untuk menikmati pemandangan. Tingkat kepuasan pengunjung terhadap kinerja fasilitas sarana dan prasarana berada pada kategori puas. Agrowisata Lembah Asri terletak di kuadran star pada matriks Boston Consulting Group sehingga investasi, penetrasi pasar dan mempertahankan segmentasi pasar yang ada perlu dilakukan.
Lembah Asri agrotourism in Serang Village of Purbalingga regency is known as the local economical rural. Its presence able to increase the economic status of the residents. To keep the continuity of the agrotourism, visitor 'satisfaction' level is important. Therefore, quality acts as the pivotal role for the research to have to guarantee the visitor's level of satisfaction. For this reason, visitor's satisfaction scaling is necessary. The objective of this research are ; (1) To find out the visitor's preference about the service and facility of the Lembah Asri agrotourism(2) To find out the visitor's satisfaction level towards the service and facility in Lembah Asri Agrotourism. (3) To find out the positioningbetween Lembah Asri agrotourism and others .
This research was conducted in July - August 2018 in the Asri Valley agro-tourism area. This research used survey method. The sampling method uses accidental sampling. The number of samples used was 100 respondents. Validity and reliability tests are used to measure the validity of the questionnaire, meanwhile data analysis uses descriptive analysis to explain the characteristics of respondents and to understand the preferences of visitors. Visitor satisfaction was measured by using the Importance Performance Analysis and to find out the marketing strategy using the Boston Consulting Group.
This research result is that the visitors came to enjoying the view of the preferred tourism which is the mountain, the plus value of Lembah Asri is its beautiful scenery and they has prefer all of facilities as a purpose to visit Lembah Asri agrotourism. Visitor satisfaction toward the service and facility is on level good. Lembah Asri resort are in the star quadrant of the BCG matrix, so investation, market penetration and held of market segmentation.
2246825091F1F012021Necrophilia in Mo Hayder's BirdmanPenelitian yang berjudul “Nekrofilia dalam karya Mo Hayder berjudul Birdman“ ini bertujuan untuk menganalisa nekrofilia yang tergambarkan oleh dua karakter dalam novel yaitu: Malcolm dan Toby. Penelitian ini berfokuskan pada nekrofilia sebagai penyakit mental yang mempengaruhi nafsu seseorang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisa data. Data utama dari penelitian ini diambil dari novel Birdman karya Mo Hayder. Data tersebut di analisa dengan menggunakan pendekatan psikologi dan buku Anil Aggrawal yang berjudul Necrophilia: Forensic and Medico-legal Aspects. Terdapat empat langkah-langkah untuk menjawab rumusan masalah. Langkah pertama yaitu: mengumpulkan data-data dari novel, buku-buku tentang nekrofilia, serta sumber-sumber pendukung lainnya. Kedua, mengklasifikasi data sesuai rumusan masalah. Langkah ketiga yaitu menganalisa data. Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan. Hasil analisa menunjukkan, ada dua hal yang berkaitan dengan nekrofilia untuk Toby dan satu hal untuk Malcolm. Toby sebagai Permainan Peran Nekrofilia dan Pembunuhan Nekrofilia memiliki data tambahan yang dapat digunakan untuk menggambarkan nekrofilia dalam novel, mereka adalah Dasar Genetik, IQ dan Pekerjaan, Obat-obatan, Perlakuan Kasar, Kritik, dan Pengabaian selama masa Kanak-kanak. Untuk Malcolm yang seorang Oportunis Nekrofilia, juga memiliki data tambaahan seperti Ketidak puasan Seksual serta seseorang menjadi Pemerkosa Sadis. Semua itu dibutuhkan untuk membuka secara utuh nekrofilia dalam cerita. Maka dari itu, skripsi ini akan membantu pemahaman kita tentang nekrofilia dan nafsu manusia.This research entitled “Necrophilia in Mo Hayder’s Birdman“, is aimed at analyzing the necrophilia depicted within the two characters, Toby and Malcolm, in the novel. This research emphasizes on necrophilia as a mental disorder that affects human’s desire. This research uses qualitative method in analyzing the data. The main data of this research are taken from Mo Hayder’s Birdman novel, while the data are analyzed by using Psychological approach and Anil Aggrawal’s book entitled Necrophilia: Forensic and Medico-legal Aspects. There are four steps taken to answer the research question. First step is collecting data from the novel, books about necrophilia, and other supporting sources. Second, classifying the data based on research question. The third step is analyzing the data. The last step is concluding the findings. In the result, there are two classification of necrophilia for Toby and one for Malcolm. Toby as a Role Players Necrophilia and Homicidal Necrophilia have supporting data such as Genetic Basis, IQ and Jobs, Drugs, Harsh Treatment, Criticism, and Neglect during Childhood that are used to depict the necrophilia. As for Malcolm who is an Opportunistic Necrophilia, have supporting data such as Sexual Inadequacy and a person being a Sadist Rapist. Those are needed to strip bare the necrophilia inside the story. Therefore, this thesis will help our understanding of necrophilia and human’s desire.
2246925917E1A015124KEBIJAKAN PENERAPAN AUDIT MANAJEMEN KEPEGAWAIAN DI BIDANG MUTASI DAN IMPLIKASI HUKUM KESALAHAN PENERAPAN PROSEDUR MUTASI
(Studi Kasus di Kabupaten Banyumas)
Pasca reformasi sering kali masih ditemui bureaupathology yaitu perilaku birokrasi yang berlebihan dan bersifat kaku, hierarkis, berbelit-belit, kolusi, korupsi, dan nepotisme, tidak efisien dan efektif, dan biaya mahal. Lahirnya UU No. 5 Tahun 2014 merupakan harapan baru untuk mencetak ASN yang kompeten, handal, dan kompetitif sehingga dikenal Manajemen ASN. Pelaksanaan Manajemen ASN tersebut perlu diawasi agar tetap sesuai dengan norma, standar, dan prosedur yang mana kewenangan pengawasan tersebut diberikan kepada BKN. Pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan kebijakan dan Manajemen ASN tersebut dilaksanakan melalui Audit Manajemen Kepegawaian, oleh karena itu kebijakan Audit Manajemen Kepegawaian harus dibuat dan dijalankan di daerah agar manajemen kepegawaian dapat berjalan dengan baik.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kebijakan penerapan Audit Manajemen Kepegawaian dan implikasi hukum kesalahan penerapan prosedur mutasi pada pemerintah Kabupaten Banyumas. Adapun metode pendekatan yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual dan menggunakan spesifikasi deskriptif dan analisis kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Audit Manajemen Kepegawaian didasari Perka BKN Nomor 18 Tahun 2015 dengan tahapan rencana audit, pra pelaksanaan audit, pelaksanaan audit, pasca pelaksanaan audit, dan pelaporan audit. Implikasi hukum yang terjadi terhadap kesalahan penerapan prosedur mutasi adalah terganggunya kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah sehingga Audit Manajemen Kepegawaian memperbaiki hal tersebut dan apabila pejabat yang berwenang tidak menindaklanjuti dapat berakibat dikenakan sanksi.
Post-reform is often found in bureaupathology. Birth of Law No. 5 of 2014 is the new hope for obtaining competent, reliable, and competitive ASN which is known as ASN Management. ASN consists of PNS Management and First Aid Management, where the implementation of this ASN Management needs to be monitored so that it remains in accordance with the norms, standards, and procedures for which supervision authority is given to BKN. Supervisional control of the implementation of ASN policies and management is carried out through the Civil Service Management Audit, therefore staffing Management Audit policies must be made and carried out in regions so that staffing management can run well.
This research was carried out with the aim of implementing the policy of implementing Civil Service Management Audit and legal implications with the error of applying the mutation procedure to the Banyumas Regency government. Based on the method proceeded it is a normative juridical research method by requesting approval and using descriptive specifications and qualitative analysis.
Staffing Research Audit is based on BKN Perka Number 18 Year 2015 which planning ,conducting and implementing audits. The legal implication that occurs in the mutation implementation is the disruption of the performance of the Village Unit Work Unit therefore the Management Audit improves these matters and encourages its involvement that proceeded with not following up and can result in needing assistance.
2247025076C1C015011PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, TINGKAT PENGHASILAN WAJIB PAJAK, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI KENDARAAN BERMOTOR RODA DUA DI SAMSAT KABUPATEN KUNINGANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, tingkat penghasilan wajib pajak, dan sanksi perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi kendaraan bermotor roda dua. Populasi penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi kendaraan kabupaten kuningan yang terdaftar di SAMSAT Kabupaten Kuningan sebanyak 297.777 individu dan didapatkan sampel sebanyak 100 individu melalui metode accidental sampling. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 23.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, tingkat penghasilan, dan sanksi perpajakan berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi kendaraan bermotor roda dua di SAMSAT Kabupaten kuningan.
Kata Kunci: kualitas pelayanan, tingkat penghasilan wajib pajak, sanksi perpajakan, kepatuhan wajib pajak orang pribad kendaraan bermotor roda dua.
SUMMARY
This study aims to determine the effect of service quality, income level of taxpayers, and tax sanctions on personal taxpayer compliance with two-wheeled motorized vehicles. The population of this study was all individual taxpayers of brass district vehicles registered at SAMSAT Kuningan Regency as many as 297,777 individuals and obtained a sample of 100 individuals through the accidental sampling method. The data analysis technique in this study uses multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 23.
The results of this study indicate that service quality, income level and tax sanctions have a significant effect on the compliance of personal taxpayers of two-wheeled motorized vehicles at SAMSAT District Kuningan.
Keywords: quality of service, income level of taxpayers, tax sanctions, compliance of private taxpayers of two-wheeled motorized vehicles.
2247125077J1A015046THE MIMICRY AND HYBRIDITY DURING MEIJI PERIOD DEPICTED IN THE LAST SAMURAI MOVIEPenelitian yang berjudul “The Mimicry and Hybridity during Meiji Period Depicted in The Last Samurai Movie” dilaksanakan untuk menemukan fakta mimikri dan hibriditas dalam Periode Meiji yang direfleksikan dalam film The Last Samurai. Dalam melaksanakan penelitian, peneliti mengaplikasikan metode penelitian deskriptif kualitatif dalam analisa data. Sementara, data primer yang peneliti peroleh berasal dari film The Last Samurai, meliputi adegan dalam film dan naskah film oleh John Logan. Sementara, data primer didukung oleh data sekunder yang berasal dari buku, artikel jurnal, situs web, dll. Terlebih lagi, peneliti menerapkan teori mimikri dan hibriditas yang dikemukakan oleh Homi K. Bhaba untuk menemukan fakta mikri yang direfleksikan dalam film, serta hibriditas yang muncul karenanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mimikri dalam bentuk pakaian, militer, kebudayaan barat, politik dan teknologi ada dalam film. Sementara hibriditas dalam bentuk bahasa dan kebudayaan juga dimunculkan dalam film diakibatkan adanya mimikri.
This research entitled “The Mimicry and Hybridity during Meiji Period Depicted in The Last Samurai Movie” is conducted in order to disclose the facts of mimicry and hybridity depicted in The Last Samurai movie. In conducting the research, the descriptive qualitative research method is applied to analyse the data. Meanwhile the primary data of this research are from The Last Samurai movie, including the movie scene and script by John Logan, whilst the secondary data are from the supporting books, journals, website, etc. In addition, the theories of mimicry and hybridity by Homi K. Bhaba are applied to establish the fact of mimicry conducted during Meiji Period, and the hybridity that occurred due to this occurrence. The results of this research show that mimicry in the forms of clothing, military, western customs, politics, and technology are depicted in the movie. Meanwhile, hybridity in the forms of linguistics and cultural hybridity exist due to this mimicry.
2247225078E1A015020PENERAPAN BEBAN PEMBUKTIAN TERBALIK DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI TENTANG GRATIFIKASI
(Studi Kasus Gratifikasi Gubernur Jambi)
Pembuktian terbalik merupakan suatu mekanisme pembuktian yang membebankan kewajiban pembuktian kepada terdakwa. Pada pembuktian tindak pidana umum, beban pembuktian tidak melekat pada diri terdakwa sebagaimana rumusan Pasal 66 KUHAP. Implementasi beban pembuktian terbalik digunakan pada tindak pidana korupsi khususnya gratifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan beban pembuktian terbalik dalam tindak pidana korupsi tentang gratifikasi dan hambatan yang ditemui dalam penerapan beban pembuktian terbalik tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis sosiologis dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang telah diperoleh kemudian diolah dan dianalisis dengan metode kualitatif dan disajikan dalam bentuk uraian yang tersistematis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan beban pembuktian terbalik dalam tindak pidana korupsi tentang gratifikasi dilaksanakan dengan pembuktian berimbang atau semi terbalik, baik terdakwa dan penuntut umum melakukan pembuktian. Hambatan yang ditemui antara lain 1). adanya ketidakjelasan pengaturan hukum tentang gratifikasi, 2). penegak hukum (pengacara) yang belum memberikan pemahaman pentingnya melakukan pembuktian terbalik, dan 3). adanya persepsi bahwa beban pembuktian terbalik melanggar hak asasi manusia (HAM).
The reversal burden of proof is a proof mechanism which burden the proof obligation to the defendant. In a proof of general crime, the burden of proof is not close on the defendant as formulated in Article 66 of Criminal Procedure Code. The implementation of reversal burden of proof is used in the corruption act about gratification. The aim of this research is to know the implementation of reversal burden of proof in the corruption act about gratification and the obstacle of these implementation.
The research method used is sociologic juridical with descriptive research specification. The data used in this research are primary and secondary data. The primary data is obtained by interview with the informant, while secondary data is obtained by literature study. The data that has been obtained then processed and analyzed with qualitative method and displayed in systematic description.
The research results show that the implementation of reversal burden of proof in the corruption act about gratification is done with balanced reversal of proof, the defendant and the prosecutor do the proof. The obstacles that encountered are: 1). the unclear legal rules about gratification, 2). the law enforcer (lawyer) who has not given the understanding of the importance of doing the reversal of proof, and 3). the perception about reversal burden of proof is against the human rights.
2247325079E1A015072KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN AHLI KEDOKTERAN JIWA DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA
(Studi Putusan Nomor 55/Pid.B/2017/PN Pbg)
Pembuktian merupakan suatu tahapan yang memegang peranan penting dalam proses pemeriksaan di sidang pengadilan. Melalui pembuktian akan ditentukan nasib terdakwa. Apabila hasil pembuktian dengan alat-alat bukti yang ditentukan dalam Pasal 184 KUHAP tidak cukup untuk membuktikan kesalahan yang didakwakan kepada terdakwa, maka terdakwa dibebaskan dari hukuman, sehingga lat bukti keterangan ahli kedokteran jiwa memiiki peranan yang penting untuk memberi keterangan mengenai kemampuan bertanggungjawab dari terdakwa.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif yaitu dengan cara menelaah data sekunder berupa putusan pegadilan, lalu teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dari beberapa literatur dan peraturan perundang-undangan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis kualitatif.
Keterangan ahli kedokteran jiwa yaitu dr. Hilma Paramita, SP.Kj dalam Putusan Nomor 55/Pid.B/2017/PN. Pbg dalam tindak pidana pembuuhan berencana memiliki nilai kekuatan pembuktian karena telah memenuhi syarat formil yaitu ahli telah disumpah berdasarkan agama dan kepercayaan ahli dan syarat materiil yaitu ahli memberikan keterangan berdasarkan keahlian khusus sesuai dengan perkara pidana yang sedang diperiksa yaitu untuk mengetahui kemampuan bertanggungjawab dari terdakwa.
The evidentiary is a stage which plays an important role in the investigation process of court. Through the evidentiary, it will determine the defendant fate. If the evidentiary results with the determined evidences as formulated on Article 184 Criminal Procedure Law are not enough to prove the mistake which charged to the defendant, so the defendant is exempt from punishment. So that the psychiatry expert information has an important role to giving the explanation about the ability of defendant responsibility.
This research uses the normative juridical method, that is a review of secondary data that is a court verdict, then the data collection technique used is literature study from several literature and related regulations. The research method on this research used the qualitative analyze method.
The psychiatry expert information that is dr. Hilma Paramita, SP.Kj in the Verdict Number 55/Pid.B/2017/PN.Pbg on premeditated murder crime has the value of evidentiary power because has met the formil term, that is a sworn expert based on her religion and belief and material term that is the expert give an information based on her special expertise accordance with the case being examined that is to know the ability of defendant responsibility.
2247425080F1B115025PENGELOLAAN KEUANGAN PEMERINTAH “DESA JANGGOLAN” DI DESA DARMAKRADENAN KECAMATAN AJIBARANG KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pengelolaan keuangan pemerintah “desa janggolan” di Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas. Terdapat enam aspek dalam melihat pengelolaan keuangan desa janggolan di Desa Darmakradenan, yakni perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan pengawasan. Dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan desa, Pemerintah Desa Darmakradenan melaksanakan fungsi pengelolaan keungan desa sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi menunjang optimalisasi pengelolaan keuangan desa. Penelitian ini terfokus pada pengelolaan keuangan desa. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan untuk Teknik pemilihan informannya dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan Teknik triangulasi sumber. Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan fungsi pengelolaan keuangan desa sudah berjalan dengan baik. Hal ini terlihat dari fungsi perencanaan yang cukup baik, kegiatan penganggaran, penatausahaan, pelaporan, dan pengawasan yang baik, dan fungsi pertanggungjawaban yang belum baik didalam prosesnya. Terdapat beberapa kendala di dalam pengelolaan keuangan desa diantaranya belum tepat waktunya pengesahan APBDesa dan juga penyampaian laporan pertanggungjawaban kepada Bupati/Walikota.implementation of the village financial management function has been going well. This can be seen from a fairly good planning function, budgeting, administration, reporting, and good supervision activities, and accountability functions that have not been good in the process. There are a number of obstacles in managing village finances, including the inappropriate timing of ratifying the APBDesa and also the submission of accountability reports to the Regent / Mayor.
2247525082H1D013029ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN SOLDIER PILE DAN SUDUT ANGKUR SEBAGAI PERKUATAN PADA GALIAN BASEMENT
(STUDI KASUS : PEMBANGUNAN GEDUNG MABES POLRI JAKARTA)
ABSTRAK
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN SOLDIER PILE DAN SUDUT ANGKUR SEBAGAI PERKUATAN PADA GALIAN BASEMENT
Farid Mahfudz DA
Penggunaan basement pada gedung bertingkat sudah pasti memerlukan galian tanah eksisting terlebih dahulu.Perlu diperhatikan beberapa hal dalam pelaksanaan galian tanah.Pada permukan tanah yang tidak horizontal, komponen gravitasi cenderung menggerakan tanah ke bawah. Jika komponen gravitasi sedemikian besar sehingga perlawanan terhadap geseran yang dapat dikembangkan oleh tanah pada bidang longsosrnya terlampaui, maka akan terjadi longsoran.
Bahaya longsor dapat ditanggulangi dengan memberikan struktur penahan tanah.Dinding penahan tanah adalah struktur yang dirancang untuk menjaga dan mempertahankan dua muka elevasi tanah yang berbeda.Penggunaan soldier pile adalah salah satu dari penerapan struktur penahan tanah galian dalam, yaitu berupa rangkaian bore pile yang diselingi campuran semen dan pasir yang berfungsi agar tidak ada air yang masuk ke proyek yang sedang dikerjakan.
Stabilitas soldier pile ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi dan jenis tanah, kedalaman soldier pile, panjang angkur, jumlah angkur, kemiringan angkur, dan jenis material yang digunakan. Penentuan stabilitas soldier pile dapat dilakukan dengan cara melaksanakan pengujian di lapangan, pemodelan di laboratorium dan perhitungan matematis menggunakan metode elemen hingga. Pada umumnya perhitungan elemen hingga sulit untuk dilakukan secara manual, sehingga diperlukan bantuan dengan menggunakan program komputer. Salah satu program komputer yang menggunakan prinsip elemen hingga untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan geoteknik termasuk permasalahan stabilitas soldier pile adalah Program Plaxis V8.6.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui stabilitas soldier pile dengan memodelkan beberapa variasi kedalaman soldier pile dan sudut angkur. Variasi kedalaman soldier pile yang digunakan adalah 28 m, 31 m, 34 m, 37 m dan 40 m. Sedangkan variasi sudut angkur yang digunakan yaitu 41○, 42○, 43○, 44○, dan 45○. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari proyek pembangunan gedung Mabes Polri Jakarta dan data pelengkap berupa korelasi parameter tanah.
Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penambahan kedalaman soldier pile dan sudut angkur dapat meningkatkan stabilitas soldier pile. Dapat dilihat dari nilai safety factor yang semakin besar dan nilaitotal displacementyang semakin kecil.

ABSTRACT

ANALYSIS THE INFLUENCE OF SOLDIER PILE DEPT AND ANGLE OF ANCHOR AS A STRENGHT OF BASEMENT EXCAVATION
Farid Mahfudz DA
The use of basements in multi-storey buildings certainly requires the excavation of existing soil first. If the gravitational component is so large that the resistance to the shear that can be developed by the ground in the plane of the shaft is exceeded, an avalanche will occur.
Landslide hazards can be overcome by providing a soil retaining structure. Ground retaining walls are structures designed to maintain and maintain two faces of different soil elevations. The use of a soldier pile is one of the application of deep excavated soil retaining structures, namely in the form of bore pile circuits interspersed cement and sand that function so that no water enters the project being worked on.
The stability of the soldier pile is influenced by several factors, condition and type of soil, the depth of the soldier pile, the length of the anchor, the number of anchors, the angel of the anchor, and the type of material used. Determination of the stability of the soldier pile can be done by conducting tests in the field, modeling in the laboratory and mathematical calculations using the finite element method. In general, finite element calculations are difficult to do manually, so help is needed by using a computer program. One computer program that uses the finite element principle to solve geotechnical problems including the stability problem of the soldier pile is the Plaxis V8.6 Program.
This research was conducted to determine the stability of the pile soldier by modeling several variations of the soldier pile depth and angle of anchor. The variations in the depth of the soldier pile used are 28 m, 31 m, 34 m, 37 m and 40 m. While the angle variations of anchor used are 41 ○, 42 ○, 43 ○, 44 ○, and 45 ○. The data used are secondary data obtained from the Jakarta Police Headquarters building construction project and supplementary data in the form of soil parameter correlation.
From the results of the research it was found that the addition of the soldier pile depth and angle of anchor could increase the stability of the soldier pile. Can be seen from the value of the safety factor which is getting bigger and the value of the total displacement which is getting smaller.
2247625083E1A015155GUGATAN GANTI KERUGIAN YANG DIKABULKAN DALAM PENGGABUNGAN PERKARA PIDANA DAN PERDATA (Studi Putusan Nomor : 78/Pid.B/2011/PN.PRM)Gugatan Ganti Kerugian Yang Dikabulkan Dalam Penggabungan Perkara Pidana dan Perdata (Studi Putusan Nomor: 78/Pid.B/2011/PN.PRM).
Oleh:
Nadiya Shofiati
E1A015155

ABSTRAK

Penggabungan perkara pidana dan perdata merupakan pemeriksaan gugatan ganti kerugian (yang bersifat perdata) yang diajukan pada perkara pidana yang sedang diproses di persidangan. Gugatan ganti kerugian tersebut diajukan oleh korban atau seseorang yang menderita kerugian akibat tindak pidana yang dilakukan terdakwa. Penulis tertarik untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai penggabungan perkara pidana dan perdata dalam putusan Pengadilan Negeri Pariman nomor: 78/Pid.B/2011/PN.PRM dengan Terdakwa Nursal Efendi (selanjutnya disebut NE). Putusan tersebut memuat dua putusan sekaligus yaitu putusan pidana dan perdata. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya permohonan penggabungan perkara pidana dan perdata mengenai gugatan ganti kerugian yang diajukan oleh Syafrizal David selaku ayah kandung dari korban Rahma Eka Putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim yang mengabulkan gugatan ganti kerugian pada penggabungan perkara pidana dan perdata dan konsekuensi yuridis adanya penggabungan perkara pidana dan perdata pada perkara nomor: 78/Pid.B/2011/PN.PRM.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat preskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan dianalisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif.
Pertimbangan Hakim mengabulkan gugatan ganti kerugian pada penggabungan perkara pidana dan perdata pada putusan nomor: 78/Pid.B/2011/PN.PRM telah tepat karena sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kata Kunci: Gugatan ganti kerugian, Penggabungan perkara pidana dan perdata.
Compensation Claim That Are Granted In Criminal And Civil Cases Combination (Research On Court Ruling Number 78/Pid.B/2011/PN.PRM)
By :
Nadiya Shofiati
E1A015155

ABSTRACT

Combining of criminal and civil cases are compensation claim checks that submitted for criminal cases on legitation. The compensation claim submitted by the victims or people who suffering losses due to a criminal act by the defendant. Author is interested in conducting further discussions regarding of combining between criminal and civil cases on verdict of the district court Pariman number 78/Pid.B/2011/PN.PRM with the defendant Nursal Effendi (hereinafter referred to as NE). That verdict contains criminal and civil case verdict at once. Because of a request for combining criminal and civil cases about compensation claim filed by Syafrizal David as victim’s father Rahma Eka Putri. This study aims to determine the judgement of the panel of judges to grant the compensation claim on criminal and civil cases combination and juridical consequences of this combination on cases number 78/Pid.B/2011/PN.PRM.
This research is a qualitative research with normative legal reseach methods prescriptively. The data used are secondary data obtained from the library. Then the data will be analyzed using qualitative-normative data analysis methods.
Consideration of the judge in granting of combining criminal an civil cases number 78/Pid.B/2011/PN.PRM are right because it is in accordance with applicable legal provisions.
Keyword: Compensation Claim, Combining Of Criminal And Civil Cases.
2247725084H1G014044MANAJEMEN SUNGAI KLAWING UNTUK KELESTARIAN IKAN SPESIES ASLIPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di Sungai Klawing, riparian vegetasi, ikan asli dan introduksi, pemanfaatan, keberadaan pollutan reources, praktik penangkapan ikan, serta peraturan daerah terkait Sungai Klawing. Metode penelitian dengan cara survey dan penelusuran pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air di Sungai Klawing pada bagian hulu dalam kondisi baik, sedangkan bagian tengah dan hilir mengalami penurunan. Riparian vegetasi di bagian hulu masih di dominasi oleh pepohonan di bandingkan di tengah dan hilir. Di sepanjang Sungai Klawing masih banyak titik lokasi yang berpotensi erosi. Terdapat 23 spesies ikan yang ditemukan di sepanjang Sungai Klawing. Diantara spesies tersebut, terdapat 16 jenis spesies ikan asli dan 7 jenis spesies ikan introduksi. Sumber pencemaran di Sungai Klawing berasal dari limbah cair dan limbah padat. Penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan alat tangkap seperti pancing, jala, kurungan batu, namun masih ada yang menggunakan obat dan stroom. Peraturan yang ada di Sungai Klawing hanya mengacu pada peraturan pemerintah yang mengatur tentang sungai karena belum mempunyai PERDA khusus.This study aims to determine the water quality in Klawing River, riparian vegetation, the original and introduction fish, utilization, the existence of pollutan reources, fishing practices, and regional regulations related to Klawing River.The research method uses survey and literature. The results showed that water quality in the upstream section was in good condition, while the middle and downstream parts had decreased. Riparian vegetation in upstream is still dominated by trees compared to the middle and downstream. Along the Klawing River there are still many potential locations for erosion. There are 23 species of fish found along the Klawing River. Among these species, there are 16 species of original fish and 7 types of introduced fish species. The source of pollution in Klawing River comes from liquid waste and solid waste. Fishing is carried out using fishing gear such as fishing rods, nets, nets, fish traps, stone cages, lanes, but there are still those who use drugs and stroom. Regulations that exist in Sungai Klawing only refer to government regulations.
2247825085A1F015058APLIKASI EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR PATI UBI JALAR, KENTANG DAN GANYONG PADA STROBERI (Fragaria x ananassa)Stroberi (Fragaria x ananassa) tergolong buah non-klimaterik dan termasuk komoditas pertanian yang mudah rusak (perishable). Salah satu cara penanganan pascapanen buah adalah dengan mengaplikasikan edible coating. Pati merupakan bahan baku yang potensial untuk pembuatan pelapis edible. Kelompok umbi-umbian merupakan bahan pangan sumber pati yang prospektif penggunaannya sebagai bahan baku edible coating, seperti ubi jalar, kentang dan ganyong. Penggunaan edible coating pada buah stroberi segar dapat mempertahankan kualitas buah selama masa penyimpanan pada berbagai temperatur sehingga aman untuk dikonsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh pengaplikasian edible coating terhadap stroberi; 2) mengetahui perubahan buah stroberi yang telah dilapisi edible coating selama penyimpanan dalam berbagai suhu penyimpanan yang berbeda; 3) mengetahui kombinasi perlakuan aplikasi edible coating dan suhu penyimpanan yang baik untuk buah stroberi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diteliti adalah jenis edible coating (P) dengan 4 jenis yaitu kontrol atau tanpa edible coating (P1), edible coating berbahan pati ubi jalar (P2), edible coating berbahan pati kentang (P3), dan edible coating berbahan pati ganyong (P4); suhu penyimpanan (Q) dengan 2 jenis yaitu suhu ruang (rata-rata 29,22°C) (Q1) dan suhu rendah (rata-rata 9,83°C) (Q2). Berdasarkan faktor tersebut diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Variabel yang diuji diantaranya variabel kimia meliputi nilai total padatan terlarut dan vitamin C; serta variabel organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan baik faktor jenis edible coating dan suhu penyimpanan dapat mempertahankan nilai total padatan terlarut dan vitamin C. Sampel yang disimpan pada suhu rendah memiliki karakteristik organoleptik lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam suhu ruang. Kombinasi perlakuan terpilih adalah sampel dengan edible coating berbahan pati ganyong yang disimpan dalam suhu 9,83°C (P4Q2). Sampel tersebut memiliki nilai total padatan terlarut sebesar 5,50°Brix dan kadar vitamin C 7,63 mg/g. Karakteristik sampel diantaranya adalah memiliki kenampakan mengilap, menarik, tidak berjamur, warna merah, tidak berbau busuk, tekstur keras dan disukai oleh panelis.Strawberries (Fragaria x ananassa) are classified as non-climatic fruits and considered as perishable fruits. Edible coating can be a good way of handling post-harvest fruis. Starch is a potential raw material for the manufacture of edible coatings. Among all kinds of foods, tuber group is a source of starch which is prospective for its use as a raw material for edible coatings, such as sweet potatoes, potatoes and canna. The use of edible coating on fresh strawberries can maintain the quality of fruit during storage at various temperatures making it safe for human consumption. The objectives of this study are: 1) to know the effect of the application of edible coating on strawberries; 2) to know changes in strawberries which have been coated with edible coating during storage in a various storage temperatures; 3) find out the suitable combination of edible coating application and storage temperature which is suitable for strawberry. This is an experimental and factorial research with Completely Randomized Design. The factors studied were the type of edible coating (P) with 4 kinds, they are control or without edible coating (P1), edible coating made from sweet potato starch (P2), edible coating made from potato starch (P3), and edible coating made from canna starch (P4); storage temperature (Q) with 2 kinds of room temperature (average of 29.22° C) (Q1) and low temperature (average of 9.83° C) (Q2). Based on these factors, 8 combinations of treatments were obtained. The variables tested in this research are chemical variables, such as the value of total dissolved solids and vitamin C; and organoleptic variables. The results showed that both edible coating types and storage temperature could maintain the value of total dissolved solids and vitamin C. Samples stored at low temperatures had better organoleptic characteristics than samples stored at room temperature. The combination of selected treatments is a sample with edible coating made from canna starch stored at 9.83 ° C (P4Q2). The sample has total dissolved solid value of 5.50°Brix and vitamin C of 7.63 mg/g. The sample characteristics are having a shiny and attractive appearance, no mold actities are shown, red, no foul smelling, texture is hard and liked by panelists.
2247925088C1A014016ANALISIS PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA
DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI
(Studi Empiris Pada Industri Bulu Mata Palsu Di Kabupaten Purbalingga)
Penelitian ini berjudul “Analisis Tenaga Kerja Wanita dan Strategi Pengembangan Industri (Studi Empiris Pada Industri Bulu Mata Palsu Di Kabupaten Purbalingga)”.
Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis variabel lama bekerja, tanggungan keluarga, usia, curahan jam kerja, dan pendidikan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita pada industri bulu mata palsu Di Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan regresi linear berganda 2) untuk menganalisis variabel yang berpengaruh dominan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita pada industri bulu mata palsu Di Kabupaten Purbalingga dengan metode elastisitas 3) untuk memberikan alternatif strategi pengembangan usaha industri bulu mata palsu Di Kabupaten Purbalingga menggunakan analisis SWOT. Data diperoleh melalui teknik wawancara dan kuisioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) variabel lama bekerja dan curahan jam kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita sedangkan variabel tanggungan keluarga, usia, dan pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita 2) variabel curahan jam kerja memiliki pengaruh yang dominan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita 3) Analisis strategi pengembangan pada industri bulu mata palsu di Kabupaten Purbalingga yang dihitung menggunakan matrik IFE dan EFE diperoleh hasil lebih dari 3 artinya industri tersebut sangat kuat dalam memanfaatkan kekuatan dan peluang guna mengatasi kelemahan dan ancaman. Analisis strategi pengembangan menggunakan matrik IE diperoleh hasil bahwa Bilqis Eyelash dan Wellys Eyelash terletak pada sel I, artinya bahwa pada sel tersebut strategi pengembangan bertujuan untuk memperluas pasar bulu mata palsu sampai ke luar negeri.
This research is titled “Analysis of Female Labor and Industrial Development Strategies (Empirical Studies In The False Eyelash Industry In Purbalingga District)..
The purpose of this study is 1) to analyze the variables of length of work, family dependence, age, outpouring of working hours, and education on female labor income in the false eyelash industry in Purbalingga Regency by using multiple linear regression 2) to analyze variables that have a dominant influence on female labor income in the false eyelash industry in Purbalingga Regency using the elasticity method 3) to provide an alternative strategy for developing false eyelash industry business in Purbalingga Regency using SWOT analysis. Data obtained through interview techniques and questionnaires.
The results of this study indicate that 1) variable length of work and outpouring of working hours have a significant effect on female labor income while family, age, and education dependent variables do not have a significant effect on female labor income 2) the working hours outflow variable has a dominant influence on female labor income 3) Analysis of development strategies in the false eyelash industry in Purbalingga Regency which is calculated using the IFE and EFE matrices obtained results of more than 3 means that the industry is very strong in utilizing strengths and opportunities to overcome weaknesses and threats. Analysis of the development strategy using the IE matrix showed that Bilqis Eyelash and Wellys Eyelash were located in cell I, meaning that in these cells the development strategy aimed to expand the market of false eyelashes to foreign countries.
2248025089E1A014223TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN
(Studi terhadap Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN. Smn)
ABSTRAK


TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN
(Studi terhadap Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN. Smn)



Oleh

PASCA PUJA ESTRYANA
E1A014223



Penelitian ini membahasmengenai perjanjian kredit dengan jaminan Hak Tanggungan studi terhadap Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/Pn.Smn, dengan tujuan untuk menganalisis benarkah tindakan kreditur dalam melakukan eksekusi Hak Tanggungan dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum dan menganalisis dasar pertimbangan dan putusan hakim terhadap perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN.Smn. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Normatif. Data dalam penelitian adalah data sekunder, dan dianalisis dengan metode Normatif Kualitatif.
Hasil penelitian dapat diperoleh bahwa tindakan Kreditur untuk melakukan eksekusi objek Hak Tanggungan tidak benar dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum dalam Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN.Smn dan dasar pertimbangan dan putusan hakim terhadap perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN. Smn adalah dari fakta hukum sebagaimana diuraikan justru Penggugat yang berada dalam kondisi wanprestasi, surat teguran tunggakan kewajiban I sampai dengan III serta surat somasi Tergugat kepada Penggugat dengan konsekuensi Tergugat akan dikenakan pernyataan lalai/ingkar janji/wanprestasi/ tidak mampu membayar disertai dengan konsekuensi proses likuidasi agunan melalui lelang dan/atau proses litigasi sesuai kewenangan Bank/Tergugat, adalah hak dari Tergugat yang sudah diatur dalam perjanjian, sebagaimana asas kebebasan berkontrak yang diatur Pasal 1338 KUH Perdata.


Kata Kunci : Perjanjian Kredit, Jaminan, Hak Tanggungan
ABSTRACT


JURIDICAL REVIEW OF CREDIT AGREEMENTS WITH GUARANTEE OF RESPONSIBLE RIGHTS
(Study of Case Decision Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN. Smn)



By

POST PUJA ESTRYANA
E1A014223



This study discusses the loan agreement with guaranteed Mortgage Study rights against Case Decisions Number 141 / Pdt.G / 2017 / Pn.Smn, with the aim of analyzing whether the actions of creditors in executing Underwriting Rights can be categorized as illegal acts and analyzing basic considerations and decisions judge of the credit agreement guaranteed collateral rights in Decision Case Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN.Smn. This research method uses the Normative Juridical approach. The data in the study are secondary data, and analyzed by Qualitative Normative methods.
The results of the study can be obtained that the creditor's actions to execute the object of Underwriting Right are not properly categorized as Unlawful Acts in Case Decision Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN.Smn and the basis for consideration and judge's decision on credit agreements with guaranteed liability in Decision Case Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN. Smn is from legal facts as described by Plaintiffs who are in default, letters of reprimand arrears of obligations I to III and Defendant's subpoena to the Plaintiff with the consequence that the Defendant will be subject to negligent / broken promises / defaults / unable to pay along with consequences of the liquidation process collateral through auction and / or litigation process in accordance with the authority of the Bank / Defendant, is the right of the Defendant who has been regulated in the agreement, as is the principle of freedom of contract governed by Article 1338 of the Civil Code.


Keywords: Credit Agreement, Guarantee, Mortgage Rights