Artikelilmiahs
Menampilkan 22.561-22.580 dari 50.194 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22561 | 25150 | C1J013034 | Analysis of Income Inequality Among Regencies/City in Bali Province | Penelitian ini berjudul “Analisis Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketimpangan dan trend ketimpangan antar kabupaten/kota di bali berdasarkan Index Williamson,serta untuk mengetahui apakah kurva kuznet u terbalik berlaku di bali atau tidak. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data PDRB, laju pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan PDRB per kapita atas dasar harga konstan dari tahun 2012-2017. Berdasarkan hasil dari nilai Indeks Wiliamson, ketimpangan pendapatan di Provinsi Bali tahun 2012-2017 mengalami penurunan, begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi yang juga mengalami penurunan sehingga Kurva U terbalik yaitu hubungan antara ketimpangan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi berlaku di Provinsi Bali. Hal ini menunjukkan pariwisata di Bali sudah mampu menurunkan angka ketimpangan distribusi pendapatan. Pertumbuhan ekonomi yang terus menurun karena di sektor pariwisata terjadi ketimpangan keuntungan yang diperoleh antara pemilik modal maupun pekerja kelas atas yang lebih tinggi jika dibandingkan pekerja kelas bawah. Persebaran yang tidak merata di titik-titik destinasi pariwisata juga membuat ketimpangan dalam menikmati manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata yang menyebakan pertumbuhan ekonomi menurun. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah juga dapat mengembangkan potensi sektor ekonomi baru untuk dikembangkan, untuk meningkatkan kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, dan investasi sebagai kekuatan bagi kinerja ekonomi bali.Untuk menjaga agar pendapatan tetap rendah, pemerintah dapat fokus pada partisipasi pendidikan dari sekolah menengah ke pendidikan tinggi, memperkuat kebijakan dan institusi pasar tenaga kerja. | This Research has title “Analysis of Income Inequality Among Regencies/City in Bali Province”. Research Method used in this research is quantitative research with secondary data. This study aims to determine the level of inequality and the trend of inequality between regencies / cities in Bali based on the Williamson Index, and to find out whether the inverted u kuznet curve applies in Bali or not.The data used in this research are Gross Domestic Regional Product (GDRP), Economic Growth Rate, Total Population and GDRP per capita of constant price from years 2012-2017. As the results of value Williamson index, inequality income in Bali Province in 2012-2017 has decreased so does economic growth, so interverted u curve have relationship between income inequality and economic growth applied in Bali Province. The result showed that tourism sector in Bali have qualified to decreasing the rate of inequality distribution income. Economic growth continues to decline because of the tourism sector, there is an unbalanced in profits gained between capital owners and higher upper class workers compared to lower class workers. Uneven distribution that hasn’t equal in some points tourism destination also makes inequality in enjoying and benefits of economics from tourism activities which causes of declining the economic growth The implication from this research are government can also develop the new economic sector potential to be developed, to increase the performance of household consumption, government consumption and investment as a force for Bali's economic performance.In order to keep the income in low quality, government could focus on education participation from the secondary school to tertiary education, strengthen labor market policies and institutions | |
| 22562 | 25151 | A1A015060 | EFISIENSI PEMASARAN KAPULAGA DI DESA GUNUNGLURAH KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Kapulaga merupakan salah satu jenis tanaman biofarmaka yang sebagian besar konsumennya adalah perusahaan industri obat-obatan dan kosmetik. Kegiatan pemasaran kapulaga di Desa Gununglurah melibatkan banyak lembaga pemasaran dan sebagian besar petani bergantung kepada pengepul dalam memasarkan kapulaga, sehingga hal itu menyebabkan panjangnya saluran pemasaran kapulaga di Desa Gununglurah. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui saluran pemasaran, 2) mengetahui marjin pemasaran, 3) mengetahui farmer’s share, 4) mengetahui besarnya indeks efisiensi teknis dan indeks efisiensi ekonomis. Penelitian dilaksanakan di Desa Gununglurah Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas pada Bulan Januari 2019. Metode yang digunakan untuk mengambil responden petani adalah simple random sampling diperoleh sebanyak 33 orang responden dan untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode snowball sampling yang terdiri dari 4 pengepul dan 2 pedagang besar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 1) tiga saluran pemasaran yang terbentuk, 2) marjin pemasaran terkecil yaitu saluran pemasaran III sebesar Rp3.500/Kg, 3) farmer’s share terbesar yaitu saluran pemasaran II sebesar 78%, 4) persentase biaya pemasaran terkecil yaitu saluran pemasaran II sebesar 6% dan persentase keuntungan terbesar yaitu saluran pemasaran II sebesar 94%, 5) Saluran pemasaran II merupakan saluran pemasaran yang paling efisien berdasarkan indeks efisiensi teknis sebesar 0,85 dan indeks efisiensi ekonomis sebesar 16,63. | Cardamom is one type of biopharmaca plant that most of its consumers are pharmaceutical and cosmetic industry companies. The marketing activity of cardamom in Gununglurah Village involved many marketing institutions and most farmers were dependent on middlemen in marketing cardamom, so that it caused the length of the cardamom marketing channel in Gununglurah Village. This study aims to 1) find out the marketing channel, 2) know the marketing margin, 3) find out the farmer’s share, 4) know the size of the technical efficiency index and economic efficiency index. The study was carried out in Gununglurah Village, 2 Cilongok Sub-District, Banyumas Regency in January 2019. The method used to take farmer respondents was simple random sampling obtained by 33 respondents and for marketing institutions determined by the snowball sampling method consisting of 4 collectors and 2 large traders. The results of this study indicate that there are 1) three marketing channels formed, 2) the smallest marketing margin, namely marketing channel III of Rp3,500/Kg, 3) the largest farmer's share, marketing channel II of 78%, 4) the smallest percentage of marketing costs marketing channel II is 6% and the biggest profit percentage is marketing channel II is 94%, 5) Marketing channel II is the most efficient marketing channel based on technical efficiency index of 0.85 and economic efficiency index of 16,63 | |
| 22563 | 25152 | F1C014027 | KONSTRUKSI MAKNA VAPORIZER (STUDI FENOMENOLOGI PEREMPUAN BERJILBAB PENGGUNA VAPORIZER DI PURWOKERTO) | Perkembangan tren memberikan rasa ingin tahu terhadap aroma yang dihasilkan dari cairan (liquid) atau uap memberikan rasa kenikmatan saat menggunakan vaporizer sangat berbeda dari rokok konvensional umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan motif terselubung perempuan berjilbab pengguna vaporizer, makna vaporizer bagi perempuan berjilbab pengguna vaporizer dan pengalaman komunikasi perempuan berjilbab pengguna vaporizer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi dan teknik pengambilan informan menggunakan purposive sampling. Penelitian ini memiliki tiga informan, dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua motif perempuan berjilbab pengguna vaporizer di Purwokerto, motif “karena” (because motive), aroma dan rasa yang beraneka ragam dari liquid membuat nyaman dan tidak menyengat, kemudian motif “untuk” (in order to), untuk mengurangi dan berhenti dari konsumsi rokok. Konstruksi sosial dalam masyarakat mengenai perempuan berjilbab dan ketidakadilan gender membuat adanya pandangan kurang baik terhadap perempuan berjilbab pengguna vaporizer. Perempuan berjilbab pengguna vaporizer mendapatkan pengalaman komunikasi positif yaitu bertambahnya interaksi dengan teman baru dan pengalaman negatif berupa sindiran baik verbal maupun non verbal. Selain itu perempuan berjilbab pengguna vaporizer memaknai vaporizer telah memberikan dampak positif berupa mendapatkan penghasilan dari vaporizer. | The development of trends giving curiosity to the aroma produced from liquid (liquid) or steam gives a sense of pleasure when using a vaporizer is very different from conventional cigarettes generally. This study aims to determine the veiled motives of veiled users of vaporizer users, the meaning of the vaporizer for veiled women, vaporizer users and the experience of communication of veiled women with vaporizer users. The method used in this study was descriptive with a qualitative approach using the phenomenology approach and the informant taking technique using purposive sampling. This study has three informants, with data collection techniques such as observation, interviews and documentation. The results of this study indicate that there are two motives of veiled female users of vaporizers in Purwokerto, because of motives, the various scents and flavors of the liquid make it comfortable and not stinging, then the motive for (in order to), to reduce and stop consuming cigarettes. Social construction in the community regarding veiled women and gender inequality makes a poor view of women wearing veiled vaporizers. Veiled women vaporizer users get a positive communication experience that is increasing interaction with new friends and negative experiences in the form of satire both verbal and non verbal. Besides that veiled women vaporizer users interpret vaporizers to have a positive impact in earning income from vaporizers. | |
| 22564 | 26041 | L1C015056 | TINGKAT PENCEMARAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DAN KADMIUM (Cd) PADA MATRIKS AIR DAN SEDIMEN DI MUARA GEMBONG KABUPATEN BEKASI | Penelitian berjudul “Tingkat Pencemaran Logam berat Timbal (Pb) dan Kadimium (Cd) pada Matriks Air dan Sedimen di Muara Gembong Kabupaten Bekasi”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan Pb dan Cd pada Air dan sedimen antar stasiun, perbedaan kandungan Pb dan Cd tiap kedalaman sedimen, hubungan kandungan Pb dan Cd pada air dengan sedimen, hubungan ukuran sedimen dengan kandungan Pb dan Cd, serta apakah kawasan Muara Gembong tercemar oleh Pb dan Cd berdasarkan faktor konsentrasi (FK), Contaminant Factor (CF), Enrichment Factor (EF) dan Indeks Geoakumulatif (Igeo). Penelitian ini dilakukan pada lima stasiun dengan tiga kali pengulangan. Hasil yang didapat menunjukan adanya perbedaan nyata kandungan Pb dan Cd pada air dan sedimen antar stasiun, tidak terdapat perbedaan nyata pada kandungan Pb dan Cd di sedimen pada tiap kedalaman, terdapat hubungan antara kandungan Pb dan Cd pada air dengan sedimen, rendahnya persentase sedimen berukuran lumpur mengakibatkan rendahnya kandungan Pb dan Cd. Muara Gembong terdeteksi memiliki nilai FK dengan kategori tingkat akumulasi sedang untuk Pb dan Cd, CF dengan kategori kontaminasi rendah untuk Pb dan tinggi untuk Cd, EF dengan kategori sedang untuk Pb dan Cd serta Igeo dengan kategori tercemar ringan untuk Pb dan Cd. | A study entitled “Pollution rate of Lead (Pb) and Cadmium (Cd) in water and sediment media in Muara Gembong, Bekasi”. This study aims to determine the differences of Pb and Cd content in water and sedimen between station, differences of Pb and Cd content between layer of sediment, determine correlation of Pb and Cd content between water and sediment media, correlation of sediment granullametri and Pb and Cd content and determine pollution rate in Muara Gembong using Concentration factor, Contaminant Factor (CF), Enrichment Factor (EF) and Geoaccumulation Index (Igeo). This study was did in five station with three repeatation. The results showed there were difference Pb and Cd content in water and sediment media between station, there weren’t difference Pb and Cd between layer of sediment, there were correlation of Pb and Cd content between water and sediment media, low percentage of silt made Pb and Cd content became low. Muara Gembong have FK rate in medium accumulation categorize for Pb and Cd, CF rate in low contamination for Pb and high contamination for Cd, EF with medium categorize for Pb and Cd, and have light polluted categorize in Igeo for Pb and Cd. | |
| 22565 | 25155 | H1C014028 | STUDI ANALISIS PENGARUH ANTENA YAGI TERHADAP PERFORMANSI JARAK DARI LORA DRAGINO 915 MHZ | LoRa (Long Range) adalah suatu format modulasi dibuat oleh Semtech. Salah satu kelebihan dari teknologi LoRa adalah jarak jangkauannya yang dapat mencapai 5 sampai 10 Km, sehingga dapat memuat banyak node dengan satu gateway dari LoRa. Hal tersebut menjadi keunggulan tersendiri dari LoRa dibandingkan dengan teknologi IoT lainnya seperti ESP8266, ZigBee dan lain-lain. Pada penerapannya, kebanyakan LoRa memakai antena omnidirectional 3 dB. Untuk pengembangan jarak pada penelitian ini akan dilakukan perbandingkan hasil pengukuran antara LoRa Dragino 915 MHz yang memakai antena omnidirectional 3 dB dengan yang memakai antena Yagi yang dipasang pada gateway. Antena Yagi dipilih karena mempunyai pola radiasi directional atau terarah. Antena directional dapat meningkatkan kekuatan sinyal pada receiver tanpa meningkatkan daya pada transmisi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemakaian antena Yagi memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap jarak serta rating paket. Selain itu, variasi bandwidth memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap jarak. Nilai bandwidth yang divariasiakan pada penelitian ini yaitu 31,2 kHz, 125 kHz, dan 500 kHz. Penelitian dilakukan di lingkungan Fakultas Teknik UNSOED. Jarak terjauh yang terukur yaitu 2200 m dengan antena Yagi dan bandwidth 31,2 kHz.. Semakin tinggi bandwidth maka RSSI akan semakin tinggi tetapi jarak yang ditempuh pendek. Sebaliknya semakin rendah bandwidth maka RSSI akan semakin rendah tetapi jarak yang ditempuh jauh. | LoRa (Long Range) is a modulation format created by Semtech. One of the advantages of LoRa technology is its range which can reach 5 to 10 Km, so it can load many nodes with one gateway from LoRa. This is a distinct advantage of LoRa compared to other IoT technologies such as ESP8266, ZigBee and others. In practice, most LoRa use an omnidirectional 3 dB antenna. For the development of distance, this study will compare the results of measurements between the LoRa Dragino 915 MHz using an omnidirectional 3 dB antenna and the Yagi antenna installed at the gateway. The Yagi antenna is chosen because it has directional or directional radiation patterns. Directional antennas can increase the signal strength of the receiver without increasing the power of the transmission. Based on the results of the study it was concluded that the use of Yagi antennas had a significant impact on package distance and rating. In addition, bandwidth variations have a significant impact on distance. The bandwidth values varied in this study were 31.2 kHz, 125 kHz and 500 kHz. The research was conducted in the UNSOED Faculty of Engineering. The farthest distance is 2200 m with Yagi antenna and 31.2 kHz bandwidth. The higher the bandwidth, the RSSI will be higher but the distance traveled is short. Conversely the lower the bandwidth, the RSSI will be lower but the distance traveled. | |
| 22566 | 25156 | H1A015048 | RANCANG BANGUN PROTOTIPE STASIUN CUACA DENGAN INFRASTRUKTUR JARINGAN LoRa | Sebuah stasiun cuaca otomatis merupakan instrumen yang mengukur dan mencatat parameter meteorologi menggunakan sensor. Sensor ini yang berfungsi sebagai alat ukur untuk mengukur setiap perubahan cuaca tersebut. Sensor-sensor akan ditempatkan di suatu area dalam jangkauan LoRa untuk memproses hasil pantauan cuaca di daerah tersebut. Data yang didapat dari sensor-sensor tersebut kemudian akan dikirimkan langsung melalui perangkat LoRa gateway yang terhubung ke server ThingSpeak. Pada penelitian ini direalisasikan alat untuk mendeteksi hujan, memantau suhu, kelembaban, tekanan udara, serta kecepatan angin dengan infrastruktur jaringan LoRa dan berbasis Internet of Things. Penggunaan jaringan LoRa berfungsi untuk meningkatkan jangkauan distribusi data yang mampu mencapai jarak hingga puluhan kilometer namun tetap memiliki konsumsi daya yang rendah. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu merancang hardware dan software sistem Arduino yang berisi Arduino UNO, sensor DHT11, sensor rain drop, sensor anemometer, sensor BMP180, LoRa shield, LoRa Gateway dan web ThingSpeak. Setelah selesai dibuat maka dilakukan uji unjuk kerja dari masing-masing sistem dan dari sistem secara keseluruhan. Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan alat-alat yang digunakan berupa Arduino UNO, sensor DHT11, sensor rain drop, sensor anemometer, sensor BMP180, LoRa shield, LoRa Gateway dan web ThingSpeak dapat berfungsi dengan baik. Pada pengujian keseluruhan sistem,data yang terbaca pada stasiun cuaca LoRa 1, stasiun cuaca LoRa 2, LoRa Gateway dan web ThingSpeak terbaca dengan nilai yang sama. Hal tersebut menunjukkan sistem yang dibuat bekerja dengan baik dan memiliki tingkat keberhasilan yang baik. | An automatic weather station is an instrument that measures and records meteorological parameters using sensors. This sensor serves as a measuring instrument to measure each change in weather. The sensors will be placed in an area within the LoRa range to process the results of weather monitoring in the area. Data obtained from these sensors will then be sent directly through the LoRa gateway device that is connected to the ThingSpeak server. In this study a tool to detect rain, monitor temperature, humidity, air pressure, and wind speed with the LoRa network infrastructure and based on the Internet of Things was realized. The use of the LoRa network serves to increase the data distribution range which can reach distances of up to tens of kilometers but still has low power consumption. The method used in this research is designing the Arduino system hardware and software that contains Arduino UNO, DHT11 sensors, rain drop sensors, anemometer sensors, BMP180 sensors, LoRa shield, LoRa Gateway and ThingSpeak web. After completion, the performance of each system and the system as a whole is carried out. The results of the tests carried out showed that the tools used in the form of Arduino UNO, DHT11 sensor, rain drop sensor, anemometer sensor, BMP180 sensor, LoRa shield, LoRa Gateway and ThingSpeak web can function properly. In testing the entire system, the data that is read at the LoRa 1 weather station, the LoRa 2 weather station, LoRa Gateway and the ThingSpeak web are read with the same value. This shows that the system created works well and has a good success rate.rate. | |
| 22567 | 25154 | D1E013077 | HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETERNAK DENGAN MINAT PETERNAK SAPI PERAH DALAM MENGGUNAKAN PISANG KEPOK SEBAGAI OBAT TRADISIONAL DI KECAMATAN CIGUGUR KABUPATEN KUNINGAN | Penelitian berjudul “Hubungan Karakteristik Peternak Dengan Minat Peternak Sapi Perah dalam Menggunakan Pisang Kepok Sebagai Obat Tradisional di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan” telah dilaksanakan pada tanggal 20 sampai 26 November 2017, bertempat di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui karakteristik peternak sapi perah di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan dilihat dari umur, pendidikan, dan lama beternak, mengetahui minat peternak sapi perah dalam pengobatan tradisional menggunakan pisang kepok sebagai obat tradisional, dan mengetahui hubungan karakterisitik dengan minat peternak sapi perah terhadap pemanfaatan pisang kapok sebagai obat tradisional. Penelitian dilakukan dengan metode survey, dengan sasaran peternak sapi perah. Teknik pengambilan sampel wilayah yang digunakan yaitu purposive sampling di Kecamatan Cigugur. Pemilihan sampel kelompok diambil sebanyak 3 kelompok dan seluruh anggota kelompok dijadikan responden penelitian (sensus) sebanyak 35 peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak sapi perah di Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan mayoritas berpendidikan SMA, mayoritas berada dalam akegori usia lansia awal dan mayoritas sudah beternak cukup lama yaitu lebih dari lima tahun. Mayoritas minat peternak sapi perah dalam menggunakan pisang kepok sebagai obat tradisional berada dalam kategori sedang. Pendidikan dengan minat peternak sapi perah memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi sedang, umur dengan minat peternak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi sedang, lama berternak dengan minat peternak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi sedang. | The research entitled "The Relationship between the Characteristics of Farmers and the Interest of Dairy Cattle Farmers in Using Kepok Bananas as Traditional Medicines in Cigugur Subdistrict, Kuningan Regency" was held on November 20 to 26, 2017, in Cigugur District, Kuningan Regency. This study aims to determine the characteristics of dairy farmers in Cigugur Subdistrict, Kuningan Regency in terms of age, education, and length of breeding, knowing the interest of dairy farmers in traditional medicine using kepok banana as traditional medicine, and knowing the characteristic relationship with dairy farmers' interest in utilization of kepok banana as traditional medicine. The study was conducted by survey method, with the aim of dairy farmers. The area sampling technique used was purposive sampling in Cigugur Sub-district. The selection of group samples was taken as many as 3 groups and all group members were used as respondents of the study (census) as many as 35 farmers. The results showed that the characteristics of dairy farmers in Cigugur Subdistrict, Kuningan Regency were mostly high school educated, the majority were in the age category of the early elderly and the majority had farmed for quite a long time, more than five years. The majority of interest in dairy farmers in using kepok bananas as traditional medicine is in the moderate category. Education with the interest of dairy farmers has a significant relationship with a moderate level of correlation, age with the interest of farmers has a significant relationship with a moderate level of correlation, the length of raising with the interest of farmers has a significant relationship with the level of moderate correlation. | |
| 22568 | 25153 | D1E014213 | KEEMPUKAN DAN pH DAGING AYAM NIAGA PETELUR AFKIR DENGAN LAMA PEMBALURAN EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica Papaya L.) | Abstrak Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama pembaluran ekstrak daun pepaya terhadap keempukan dan pH daging ayam niaga petelur afkir bagian dada.Materi yang digunakan adalah daging ayam niaga petelur afkir bagian dada dan Ekstrak daun pepaya.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu daging yang dibalur dengan ekstrak daun pepaya selama (R0) 5 menit, (R1) 35 menit, (R2) 65 menit, (R3) 95 menit.Setiap perlakuan diulang 5 kali.Variabel yang diukur berupa pH dan keempukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu pembaluran daging ayam niaga petelur afkir bagian dada dengan ekstrak daun pepaya berpengaruh sangat nyata menurunkan pH secara linier dan meningkatkan keempukan daging secara linier. Kesimpulan penelitian lama pembaluran ekstrak daun papaya sampai dengan 95 menit dapat menurunkan pH daging ayam niaga petelur afkir bagian dada dan meningkatkan keempukan daging ayam niaga petelur afkir. | Abstract The aim of the research was to determine the effect of the length of the smearing of papaya leaf extract on tenderness and pH of commercial layer chicken meat end-periods on the chest. The material used is layer chicken commercial meat end-periods parts of the chest and papaya leaf extract. The method used is the experimental method using Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments, namely meat covered with papaya leaf extract for (R0) 5 minutes, (R1) 35 minutes, (R2) 65 minutes, (R3) 95 minutes. Each treatments was repeated 5 times. The variables measured are pH and tenderness. The results of the study showed that the length of time of commercial chicken meat layer end-periods off the chest with papaya leaf extract to the very significant effect on decreasing pH.liniearly and increasing meat tendernesslinearly. The conclusion of the study is that meat sprinkling with papaya leaf extract with different lengths of time can increase meat tenderness and reduce pH. | |
| 22569 | 25399 | I1B015024 | HUBUNGAN DURASI DAN FREKUENSI PENGGUNAAN GADGET DENGAN KEBIASAAN MAKAN ANAK USIA SEKOLAH | Latar Belakang: Hasil survei pada lima negara di Asia Tenggara menyatakan bahwa 68% anak mengenal gadget melalui orang tua. Penggunaan gadget pada anak meliputi aspek durasi dan frekuensi. Hasil yang terlihat adalah perilaku anak mengalami perubahan salah satunya adalah kebiasaan makan anak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan durasi dan frekuensi penggunaan gadget dengan kebiasaan makan anak usia sekolah. Metodologi: Desain penelitian ini adalah cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Responden berjumlah 104 anak kelas 4 dan 5 Sekolah Dasar Kranji 1,2 dan 3 Kecamatan Purwokerto Timur. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner kebiasaan makan. Analisis korelasi menggunakan metode Spearman’s. Hasil Penelitian: Responden laki-laki dan perempuan sama besar (50%), mayoritas berusia 9-10 tahun (57,7%), hampir seluruh responden memiliki smartphone (94,2%). Mayoritas durasi penggunaan gadget responden berada pada kategori tidak sehat (73,1%) dan frekuensi penggunaan gadget berada pada kategori sedang (78,8%). Hampir seluruh kebiasaan makan responden berada pada kategori sedang (95,2%). Analisis korelasi Spearman’s antara durasi dan frekuensi penggunaan gadget dengan kebiasaan makan anak usia sekolah menunjukan nilai p=0,473 dan p=0,899. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara durasi dan frekuensi penggunaan gadget dengan kebiasaan makan anak usia sekolah. Kata Kunci: Anak usia sekolah, gadget, kebiasaan makan | Background: The survey results in five major country in southeast Asia is known 68% children knows gadget from their parent. The use of gadget in children include aspects of duration and frequency. The result is seen are behavior of children experiencing changes, one of which is the dietary habits of children. This research aim to know correlation between duration and frequency of use of gadget and dietary habits among school age children Methhod: This research was conducted by using cross sectional design. Consecutive sampling technique was use in this research. The total numbers of respondent were 104 children grade 4 and 5 Elementary School Kranji 1,2 and 3 sub-district Purwokerto Timur. Instrument of this research is questionnaire dietary habits. Analysis used was Spearman’s correlation. Result: Male and female respondents are equally large (50%), the majority are 9-10 years old (57,7%), almost all respondents had smartphone (94,2%). More than half respondents had duration gadget usage’s in the unhealthy category (73,1%) and frequency gadget usage’s in the medium category (73,8%). Almost all dietary habits respondents are in medium category (95,2%). Spearman’s correlation between duration and frequency of use of gadget and dietary habits among school age children showed p=0,473 and p=0,899. Conslusion: There is no correlation between duration and frequency of use of gadget and dietary habits among school age children. Keywords: Dietary habits, gadget, school age children | |
| 22570 | 26342 | A1L012024 | Pengaruh Electrical Conductivity (EC) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah (Allium cepa L.) pada Media Hidroponik Sistem Nutrient Film Technique (NFT) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) EC larutan nutrisi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dan (2) varietas bawang merah yang memberikan hasil terbaik secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di screen house Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dilaksanakan dari bulan Agustus 2016 hingga Desember 2016. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama adalah tiga varietas bawang merah yaitu Varietas Bima Curut (V1), Varietas Bima Juna (V2) dan Varietas Maja (V3). Faktor kedua adalah EC larutan nutrisi yaitu EC 2 µS (E1) dan EC 4 µS (E2). Variabel penelitian yang diamati antara lain EC larutan nutrisi, jumlah daun, panjang daun, panjang akar, jumlah umbi, diameter umbi, diameter daun, volume akar, bobot basah umbi, bobot basah tajuk, bobot basah akar, bobot kering umbi, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan EC 4 µS mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah pada media hidroponik sistem nutrient film technique (NFT). Berdasarkan hasil analisis data, varietas bawang merah yang memberikan hasil terbaik secara hidroponik pada penelitian ini adalah varietas Bima Juna yaitu jumlah daun, jumlah umbi, bobot basah umbi dan bobot kering umbi menunjukan adanya peningkatan. | The objectives of this study were (1) EC a nutrient solution that gives the best growth and crop onions and (2) varieties of onions that provide the best results in hydroponics. The study was conducted at the screen house Agronomi and Hortikultura, Faculty of Agriculture University Jenderal Soedirman, Purwokerto started in August 2016 until December 2016. The experimental design used was Randomized Complete Block Design (RCBD) of factorial pattern. The first factor is three varieties of onions is The Bima Curut (V1), The Bima Juna (V2) and Varieties Maja (V3). The second factor is EC a nutrient solution that is EC 2 µS, (E1) and EC 4 µS, (E2). Research variables observed were: EC nutrition, leaf number, leaf length, root length, tuber number, tuber diameter, leaf diameter, root volume, wet bulb weight, canopy wet weight, wet root weight, tuber dry weight, crown dry weight and dry weight of roots. The results showed that the use of EC 4 μS can increase the growth of onion crop on hydroponic media nutrient film technique (NFT) system. And based on the results of the analysis of onion varieties that gave the best results hydroponically in this study are varieties of Bima Juna where the number of leaves, the number of tubers, tuber weight and tuber weight of tubers showed an increase. | |
| 22571 | 25157 | C1A014078 | Analisis Perbandingan Pendapatan dan Persepsi Masyarakat Terhadap Ojek Pangkalan dan Ojek Online di Kota Purwokerto | Penelitian ini berjudul “Analisis Perbandingan Pendapatan dan Persepsi Masyarakat terhadap Ojek Pangkalan dan Ojek Online di Kota Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pendapatan bersih yang di peroleh ojek pangkalan dan ojek online selama sebulan, kemudian untuk mengetahui signifikansi perbedaan pendapatan antara ojek pangkalan dan ojek online dan selanjutnya untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat mengenai ojek pangkalan dan ojek online di Kota Purwokerto. Penelitian ini merupakan penelitian survei terhadap ojek pangkalan, ojek online dan masyarakat yang menggunakan jasa tersebut di Kota Purwokerto. Sampel yang digunakan sebanyak 140 responden, yang terbagi menjadi 65 ojek pangkalan, 65 ojek online dan 10 masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik analisis uji t beda dua rata-rata (independent sample t-test). Berdasarkan hasil survei diketahui rata-rata pendapatan kotor yang diterima ojek pangkalan sebesar Rp1.486.076,92 per bulan, sedangkan ojek online sebesar Rp3.742.307,69 per bulan. Kemudian berdasarkan hasil analisis diketahui rata-rata pendapatan bersih ojek pangkalan sebesar Rp794.717,95 per bulan, sedangkan ojek online sebesar Rp2.090.515,38 per bulan. Dari hasil uji independent sample t-test diperoleh masing-masing nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang berarti nilai tersebut kurang dari 0,05 maka dikatakan terdapat perbadaan yang signifikan atau yang nyata antara pendapatan ojek pangkalan dan ojek online berdasarkan pendapatan kotor, pendapatan bersih dan pendapata total. Sedangkan bagi masyarakat yang menggunakan jasa ojek, didapatkan kesimpulan bahwa sebagian besar lebih memilih menggunakan ojek online dikarenakan lebih mudah untuk dijangkau, tarif yang lebih murah, kualitas pelayanan yang cukup cepat serta banyaknya jenis layanan yang diberikan seperti go-ride, go-car, go-food dan sebagainya. Namun ada sebagian kecil masyarakat yang tidak dapat menggunakan smartphone dan masih membutuhkan adanya ojek pangkalan, sayangnya tempat ojek pangkalan sulit untuk di jangkau dan memiliki tarif yang relatif lebih mahal. Dengan begitu perlu adanya inovasi atau pembaharuan yang di lakukan oleh ojek pangkalan agar dapat menjadi pilihan transportasi yang disenengi masyarakat, seperti penggunaan atribut agar orang dapat mengenali adanya ojek pangkalan, dilakukannya promosi, pemasangan tarif yang tidak terlalu tinggi dan merata, serta pemilihan lokasi yang lebih tersebar ke pemukiman-pemukiman warga atau di berbagai pasar tradisional, karena pada kenyataannya ojek pangkalan masih dibutuhkan bagi konsumen-konsumen lanjut usia yang mana tidak memerlukan penggunana smartphone, atau bagi orang-orang yang tidak memiliki dan tidak dapat menggunakan smartphone. Kata Kunci : Pendapatan, Perbandingan, Persepsi, Ojek Pangkalan, Ojek Online, Kota Purwoketo | This research entitled “Analysis Comparison of Income and Public Perceptions to Ojek Pangkalan and Ojek Online in the City of Purwokerto”. The purpose of this study is to analyze the amount of net income obtained by an ojek pangkalan and ojek online in a month, then to find out the significance of the difference of income between ojek pangkalan and ojek online and then to find out how the public perception about ojek pangkalan and ojek online in the city of Purwokerto. This research is a survey research to ojek pangkalan, ojek online and people who use these services in Purwokerto City. The sample used to be 140 respondents, which were divided into 65 ojek pangkalan, 65 ojek online and 10 consumers. This study uses the t-test analysis technique two different averages (independent sample t-test). Based on the results of the survey, it was found that the average gross income received of ojek pangkalan is IDR 1,486,076.92/month, while ojek online is IDR 3,742,307.69/month. Then based on the results of the analysis it is known that the average net income of ojek pangkalan is IDR 794,717.95/month, while ojek online is IDR 2,090,515.38/month.From the test results of the independent sample t-test each sig value is obtained. (2-tailed) of 0,000, which means that the value is less than 0.05 so it is said that there is a significant difference between the revenue of ojek pangkalan and ojek online on gross income, net income and total income. As for the people who use ojek services, it was concluded that most of them prefer to use ojek online because it is easier to reach, cheaper tariffs, relatively fast service quality and many types of services provided such as go-ride, go-car, go -food and so on. But there are a small number of people who cannot use smartphones and still need a ojek pangkalan, unfortunately the base ojek pangkalan is difficult to reach and has relatively more expensive rates. With this, there is a need for innovation or renewal carried out by ojek pangkalan so that it can become a preferred transportation option for the community, such as the use of attributes so that people can recognize the existence of a motorcycle taxi, do promotions, install rates that are not too high and evenly distributed, and choose more locations spread to residential areas or in various traditional markets, because in reality ojek pangkalan are still needed for elderly consumers who do not need smartphone users, or for people who do not have and cannot use smartphones. Keywords : Income, Comparison, Perception, Ojek Pangkalan, Ojek Online, Purwoketo City | |
| 22572 | 25158 | A1D015116 | POTENSI EKSTRAK TUMBUHAN KIPAIT (Tithonia diversifolia) UNTUK MENGENDALIKAN NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne spp.) PADA TANAMAN TOMAT | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui konsentrasi ekstrak tithonia yang terbaik dalam meningkatkan mortalitas nematoda, (2) mengetahui pengaruh pemberian frekuensi aplikasi ekstrak tithonia yang terbaik dalam mengendalikan nematoda puru akar (Meloidogyne spp.) pada tanaman tomat dan (3) mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak tithonia terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman dan rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Oktober 2018 sampai dengan bulan Desember 2018. Penelitian dibagi menjadi 2 set rancangan percobaan yaitu : 1) Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf konsentrasi ekstrak daun tithonia, setiap perlakuan diulangi sebanyak 5 kali masing-masing konsentrasi tersebut adalah 0%, 40%, 50%, 60%, dan 70%. 2) Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan frekuensi dan diulang sebanyak 5 kali yaitu kontrol (K), frekuensi pemberian 6 kali (F1), frekuensi pemberian 4 kali (F2), frekuensi pemberian 2 kali (F3), dan nematisida (Ne). Variabel yang diamati yaitu mortalitas larva, populasi nematoda akhir, tingkat kerusakan akar, dan komponen pertumbuhan serta produksi tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan ekstrak tithonia pada konsentrasi 60% dan 70% mampu menimbulkan mortalitas larva masing-masing sebesar 58,50% dan 66,28%; pemberian ekstrak tithonia semua frekuensi mampu menekan populasi nematoda didalam tanah; frekuensi pemberian ekstrak tithonia 6 kali mampu memberikan skala tingkat kerusakan akar terendah yaitu sebesar 4,0; dan frekuensi pemberian ekstrak tithonia belum mampu meningkatkan komponen pertumbuhan dan hasil pada tanaman tomat | This research was aimed to know: (1)the best concentration of tithonia extract to increase nematodes mortality, (2) the effect of giving frequency the best application of tithonia extract to controlling Root-knot nematodes (Meloidogyne spp.) in tomato plants,(3) the effect of tithonia extract on the growth and yield of tomato plants. This research was conducted in Plant Protection Laboratory of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto from October 2018 until December 2018. The study was divided into 2 sets of experimental designs: 1) Completely randomized design (CRD) with 5 treatments concentration of tithonia extract, each treatment was repeated 5 times. The treatments was 0%, 40%, 50%,60% and 70%.2) Randomized Block Design (RBD) with 5 treatments and 5 replications. The treatment consisted of control (C), frequency of 6 times given (F1), frequency of 4 times given (F2), frequency of 2 times given (F3), and nematicide (Ne). The variable observed included the mortality of Meloidogyne spp., final nematode population, level of root damage, and components of growth and crop yield. The results showed that tithonia extract at a concentration of 60% and 70% was able to cause larval mortality of 58.50% and 66.28% respectively., the administration of tithonia extract in all frequencies was able to suppress the nematode population in the soil and the frequency of administration of tithonia extract 6 times was able to provide the lowest level of root damage scale of 4.0, and the frequency of administration of tithonia extract has not been able to increase the growth component and yield on tomato plants | |
| 22573 | 25162 | A1A115004 | STRATEGI PENGEMBANGAN AGROWISATA DESA SUNYALANGU KECAMATAN KARANGLEWAS KABUPATEN BANYUMAS | Jawa Tengah merupakan salah satu Provinsi di Pulau Jawa yang memiliki panorama alam yang beragam. Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas memiliki potensi yang sangat besar pada sektor wisata karena memiliki wilayah panorama indah dengan terdapatnya aliran Sungai Logawa, lahan persawahan dan kawasan hutan. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bagi pengembangan agrowisata di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas; 2) merumuskan beberapa alternatif strategi pengembangan yang dapat diterapkan pada sektor agrowisata di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas; dan 3) menentukan prioritas strategi terbaik yang dapat diterapkan pada sektor agrowisata di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis sedangkan metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Januari 2019 sampai Februari 2019. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, matriks IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), Internal-Eksternal (IE), SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa, analisis lingkungan internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang dapat mempengaruhi agrowisata Desa Sunyalangu adalah harga tiket masuk dan wahana yang sangat terjangkau (kekuatan), tidak adanya toko cinderamata (kelemahan), kecenderungan penduduk dunia melakukan wisata dan adanya trend wisata alam (peluang), perubahan iklim yang tidak menentu (ancaman). Perhitungan dengan menggunakan matriks IFE dan EFE diperoleh total skor yang dimiliki oleh agrowisata Desa Sunyalangu sebesar 2,95 dan 2,9. Gabungan antara matriks IFE dan EFE menempatkan agrowisata Desa Sunyalangu dalam kuadran V pada matriks IE. Alternatif strategi matriks TOWS menghasilkan lima strategi dan prioritas strategi terbaik dari analisis QSPM adalah menjalin kerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyumas atau instansi lainnya, travel dan agen perjalanan serta mengoptimalkan kawasan areal agrowisata tanpa mengeksploitasi secara berlebihan dengan partisipasi masyarakat desa untuk menjaga dan menciptakan agrowisata desa yang memiliki daya tarik tersendiri dengan nilai Total Attractive Score (TAS) yaitu 6,436. | Central Java is one of the provinces in Java that has a diverse natural panorama. Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas District, which has enormous potential in the tourism sector because it has a beautiful panoramic area with the presence of the Logawa River, rice fields and forest areas. The objectives of this study are: 1) identifying internal and external factors that are strengths, weaknesses, opportunities and threats for the development of agro-tourism in Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas District; 2) formulating several development strategy alternatives that can be applied to the agro-tourism sector in Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas District; and 3) determining the best strategy priority for the agrotourism sector in Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, Banyumas District. The method used in this study is descriptive analysis while the sampling method is done by accidental sampling. Data collection is carried out in January 2019 until February 2019. The analytical methods used are descriptive analysis, IFE (Internal Factor Evaluation) matrix, EFE (External Factor Evaluation), Internal-External (IE), SWOT (Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats) and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). The result of the research shows that the analysis of internal environment (strengths and weaknesses) and externals (opportunities and threats) that can affect Sunyalangu Village agro-tourism were the affordable price of admission and rides (strength), absence of souvenir shops (weakness), population trends the world is doing tourism and there are natural tourism trends (opportunities), uncertain climate change (threats). The results of the IFE and EFE matrices obtained from the total scores of Sunyalangu Village agrotourism are 2.95 and 2.9. The combination of the IFE and EFE were in quadrant V on the IE matrix. The alternative strategy of the TOWS matrix produces five strategies and the best priority strategy of QSPM analysis is to collaborate with the Tourism and Culture Office of Banyumas District or other agencies, travel and travel agents. Beside that, to optimize agro-tourism areas without over-exploiting the participation of villagers was by maintaining and creating agro-tourism village which has its own attraction with the value of the Total Attractive Score (TAS) of 6.436. | |
| 22574 | 25172 | E1A114001 | PENYELESAIAN KASUS PENCEMARAN LAUT AKIBAT TUMPAHAN MINYAK JENIS MADURA CRUDE OIL MENURUT HUKUM INTERNASIONAL (Studi tentang Kasus Tabrakan Kapal Alyarmouk dengan Kapal MV Sinar Kapuas di Perbatasan Laut Teritorial Indonesia dan Singapura) | United Nations Convention on The Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982) adalah perjanjian internasional yang dihasilkan dari Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang hukum laut. Tahun 2015, pencemaran di laut akibat tumpahan minyak jenis Madura Crude Oil yang disebabkan tabrakan kapal Alyarmouk dan kapal MV Sinar Kapuas sangat merugikan Indonesia. Tumpahan minyak tersebut menyebabkan ekosistem laut Indonesia tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari cara untuk menyelesaikan kasus pencemaran laut karena tumpahan minyak yang mencemari laut Indonesia akibat tabrakan kapal asing. Metode pendekatan penelitian yaitu dengan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitis. Jenis dan sumber data yang dipergunakan adalah data sekunder yang digunakan meneliti suatu kasus. Berdasarkan permasalahan di atas, penyelesaian kasus pencemaran laut memiliki berbagai macam dasar hokum antara lain Konvensi Brussels 1910, International Convention on Civil Liability for Oil Pollution Damage 1969 (CLC 1969), Fund Convention The International Oil Pollution Compensation Funds 1978 (IOPCFunds 1978), Konvensi Maritime Pollution 1978 (MARPOL), UNCLOS 1982 dan International Convention on Civil Liability for Bunker Oil Pollution Damage 2001 (Bunker Convention 2001). Pasal 194 ayat 2 UNCLOS 1982 menyebutkan harus adanya tindakan untuk mencegah, mengurangi dan mengendalikan pencemaran laut serta Pasal 235 ayat 1 UNCLOS 1982 tentang tanggung jawab dan kewajiban ganti rugi atas pencemaran yang terjadi karena pihak asing. Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk mengambil tindakan yang tegas untuk menjamin wilayah territorial Indonesia tetap terlindungi dari pencemaran laut. Kata Kunci : pengaturan dan penyelesaian, pencemaran laut, tabrakan kapal | The United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS 1982) is an international agreement that was produced from the United Nations Conference on the law of the sea. In 2015, Pollution in the sea due to the spill of Madura Crude Oil which caused the collision of Alyarmouk ship and MV Sinar Kapuas ship was very detrimental to Indonesia. The Oil spill made Indonesian marine ecosystem to be polluted. This research aims to found ways to resolved cases of sea pollution due to oil spills that pollute the Indonesian sea due to foreign ship collisions. Research methods that used is normative juridical. The research specifications in this study is analytical descriptive research. The type and source of data is secondary data used to research the case. Based on the problems, there are many kind legal rules to resolved oil spill case includes Brussels Convention 1910, International Convention on Civil Liability for Oil Pollution Damage 1969 (CLC 1969), Convention on International Oil Pollution Compensation Fund 1978 (IOPCFunds 1978), Convention Maritime Pollution 1978 (MARPOL), UNCLOS 1982 and the International Convention on Civil Liability for 2001 Bunker Oil Pollution Damage (2001 Bunker Convention). Article 194 paragraph 2 of UNCLOS 1982 states must had action to prevent, reduce and control sea pollution as well and Article 235 paragraph 1 of UNCLOS 1982 about liability and gave compensation for pollution from foreign parties. The Indonesian government must took action to ensure that Indonesia's territorial territories protected from marine pollution. Keywords: arrangement and settlement, marine pollution, ship collision. | |
| 22575 | 25175 | F1D014012 | KONFLIK POLITIK DESA DAN SUPRA DESA (STUDI KASUS PENENTANGAN PAGUYUBAN WIRAPRAJA TERHADAP PERDA NO 3 TAHUN 2016 DI KABUPATEN PURBALINGGA) | ABSTRAK Penelitian dengan judul “Konflik Politik Desa dan Supra Desa Studi Kasus Penentangan Paguyuban Wirapraja Terhadap Peraturan Daerah No. 3 Tahun 2016 di Kabupaten Purbalingga” bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses terjadinyan konflik antara pemerintah kabupaten dengan paguyuban Wirapraja serta mengatahui dan mendeskripsikan penyebab terjadinya konflik antara pemerintah kabupaten dan paguyuban Wirapraja.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan perspektif strukturalisme dengan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan studi kasus. Teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi serta teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis interaktif. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menjelaskan proses terjadinya konflik beserta faktor penyebab terjadinya konflik terkait Peraturan Daerah No. 3 tahun 2016. Konflik politik antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga dengan pemerintah desa yang tergabung dalam paguyuban Wirapraja dilatarbelakangi adanya kepentingan dari masing-masing pihak dalam penerapan peraturan daerah No. 3 Tahun 2016 tentang tata cara pencalonan, pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa. Permasalahan diawali dengan adanya penolakan dilibatkanya akademisi dalam kepanitiaan pengisian perangkat desa yang seharusnya menjadi kewenangan pemerintah desa. Tujuan dilibatkanya akademisi yaitu sebagai pihak yang netral dan bisa meminimalisir KKN di tingkat desa. Akan tetapi langkah yang diambil bupati dalam menyelesaikan permasalahan yaitu memutuskan untuk merevisi perda tanpa melibatkan panitia khusus. Panitia khusus beranggapan ada hubungan politik yang dimiliki pemerintah desa dengan bupati karena sikap yang diambil oleh bupati. Selain itu, perpecahan antara bupati dengan panitia khusus dalam menangani permasalahan perda menyebabkan adanya konflik internal didalam pemerintah kabupaten. Penelitian ini mengungkap beberapa temuan yaitu adanya kepentingan lain yang dimiliki beberapa aktor mulai dari kepentingan politik kepala desa dan Bupati Purbalingga. | ABSTRACT The study entitled "VillagePolitical Conflict and Self-Governing Community Case Study of the Opposition of The Wirapraja AssociationagainstRegional Regulation No. 3 of2016 in Purbalingga Regency" aims to identify and describe the process and the causes of conflict between the district government and the Wirapraja association. This research uses constructivism paradigm and structuralism perspective with qualitative research methods.The approach used is a case study approach.The informant selection techniqueused purposive sampling and the snowball sampling.Data collection techniques using interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques interactive analysis techniques.The validity of the data uses the source triangulation method. The results of this study explains the process of conflict and the factors that causes of conflict related to Regional Regulation No. 3 of 2016. The political conflict between the Purbalingga Regency Government and the village government that joined in the Wirapraja Associatione specially motivated by the implementation of regional regulation No. 3 of 2016 about nomination procedures, appointment and dismissal of village apparatus. The problems have started with a denial for involving the academic authorities in village apparatus filling committee, which it is supposed to be the authority of the village government.Its purpose is to be as a neutral side and to minimize corruption, collusion and nepotism in the village. However, the way had been taken by The Regent for solving this problem is revised Regional Regulation without involves a special committees. The special committees thinks there is political ties between village government and The Regent for steps taken by The Regent. After that, disunity between The Regent and special committees for handling the Regional Regulation who caused the internal conflict in the Regency Government.In this research also found some the actors interests involved like village government political interests and the mayor of Purbalingga political interests. | |
| 22576 | 25160 | H1B014019 | Analisis Kemonotonan dan Kecekungan Fungsi Reliabilitas Berdistribusi Weibull | Reliabilitas merupakan peluang suatu objek dalam menjalankan fungsinya pada kondisi pengoperasian untuk waktu yang telah ditentukan. Pada penelitian ini, fungsi reliabilitas yang dikaji berdistribusi Weibull. Sifat-sifat fungsi reliabilitas dianalisis untuk menentukan pola perilaku dalam memprediksi kapan terjadinya kerusakan atau kegagalan suatu sistem pengoperasian. Analisis yang dilakukan menggunakan kemonotonan dan kecekungan fungsi terhadap setiap parameter skala, bentuk, dan dimensi waktu. Hasil analisis menunjukkan, nilai reliabilitas terhadap parameter skala, monoton turun dan cekung ke atas seiring bertambahnya nilai parameter skala. Nilai reliabilitas terhadap waktu monoton turun dan mengalami perubahan kecekungan dari cekung bawah ke cekung atas seiring dengan bertambahnya nilai waktu. Nilai reliabilitas terhadap parameter bentuk mengalami perubahan kemonotonan dari monoton naik ke turun seiring dengan bertambahnya nilai parameter bentuk. Reliabilitas sistem seri dan paralel secara berurutan mengalami penurunan dan kenaikan seiring dengan bertambahnya jumlah komponen n. | Reliability is the chance of an object to execute its function during operating conditions with a certain period of time. In this research, the reliability function that has Weibull distribution, is used to determine the models and estimate a broken operating system. The characteristics of the reliability function are analyzed based on the monotony and cavity of function towards scale parameters, form paramaters shape, and time dimension. The results of the analysis represent that the value of reliability for scale decreases and is upper curve as value increases. The value of reliability for time decreases and changes the curve at a certain point from bottom to upper curve as value increases. The value of reliability for shape changes the monoton at a certain point from upper to bottom as shape value increases. The reliability system for series and parallel has decreased and increased as the number of components n increases. | |
| 22577 | 25159 | C1C014070 | Pengaruh Persyaratan Kredit, Literasi Keuangan, dan Kualitas Informasi Akuntansi Terhadap Akses Kredit Bank pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persyaratan kredit, literasi keuangan, dan kualitas informasi akuntansi terhadap akses kredit bank pada UMKM di Kabupaten Banyumas. Dalam penelitian dikumpulkan dengan metode kuesioner yang berisi pertanyaan terstruktur. Sampel dipilih menggunakan proportional purposive sample dengan kriteria yang pernah mengakses kredit bank. Uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinieritas, heterokedastisitas), analisis regresi linier berganda, uji goodness of fit, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis sebagai metode analisisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel persyaratan kredit, literasi keuangan, dan kualitas informasi akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses kredit bank pada UMKM di Kabupaten Banyumas. | This research aims to analyze the the influence of credit requirements, financial literacy, and the quality of accounting information on bank credit access to MSMEs in Banyumas Regency. The research data was collected by questionnaire which contain structured questions. The sample was selected using a proportional purposive sample with criteria that has accessed bank credit. Validity test, reliability test, classic assumption test (normality, multicollinearity, heterocedasticity), multiple linear regression analysis, goodness of fit test, coefficient of determination test, and hypothesis testing as the method of analysis. The results of this study show that variable credit terms, financial literacy, and quality of accounting information have positive and significant effect on Bank Credit Access in MSMEs in Banyumas Regency. | |
| 22578 | 25161 | C1C015058 | Analisis Potensi,Efektivitas,dan Kontribusi Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyumas | Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui potensi, efektivitas, dan kontribusi pajak reklame di Kabupaten Banyumas Tahun 2013-2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif dimana dalam penelitian ini tidak menguji hubungan antara variabel, melainkan menjawab dan mendeskripsikan masing-masing variabel dalam penelitian. Data yang diambil dalam penelitian ini diantaranya data laporan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Banyumas dari tahun 2013-2017 dan data jumlah reklame yang terpasang di Kabupaten Banyumas dari tahun 2013-2017. Hasil menunjukan bahwa tingkat potensi pajak reklame di Kabupaten Banyumas dari tahun 2013-2017 masih jauh lebih tinggi dari target yang sudah ditetapkan dan juga realisasi penerimaan pajak reklame yang didapatkan oleh pemerintah daerah. Tingkat efektivitas pajak reklame dan kontribusi pajak reklame dari tahun 2013-2017 mengalami fluktuasi disetiap tahunnya, terjadi penurunan tingkat efektivitas dan tingkat kontribusi pada tahun 2014 dan 2015, dan meningkat kembali di tahun 2016 dan 2017. Namun dari rentang tahun 2013-2017 disimpulkan bahwa tingkat kontribusi pajak reklame terhadap PAD Kabupaten Banyumas masih termasuk ke dalam indikator sangat kurang. | This research is intended to determine the potential, effectivity, and contribucy advertisement tax in Banyumas Regency in 2013-2017. The research method used in this study is a quantitative descriptive analysis method wherein this study is not related to the relationship between variables, can answer and describe each variable in the study. The data taken in this study reports the Regional Original revenue data of Banyumas Regency from 2013-2017 and the amount of data installed in Banyumas Regency from 2013-2017. The results show that the potential level of advertisement tax in Banyumas Regency from 2013-2017 is still much higher than the set target and also the realization of advertisement tax revenues obtained by the regional government. The effectiveness of advertisement tax and advertisement tax contributions from 2013-2017 experienced fluctuations in each year, there was a decrease in the level of effectiveness and contribution rates in 2014 and 2015, and increased again in 2016 and 2017. However, from the 2013-2017 period it was concluded that the advertisement tax contribution to Banyumas Regency PAD is still included in the indicator is very lacking. | |
| 22579 | 26042 | C1G015029 | COMPARISON ANALYSIS OF HOME METAL INDUSTRY INCOME BETWEEN CRAFTS OF SYMBOLS WITH SMITH IN PASIR WETAN VILLAGE, KARANGLEWAS SUB-DISTRICT | Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan para pengrajin dengan angka Kebutuhan Hidup Layak di Banyumas serta menganalisis perbedaan pendapatan antara pengrajin simbol dan pandei besi di Desa Pasir Wetan Kecamatan Karanglewas Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian ini tergolong dalam penelitian kuantitatif dengan menggunakan studi kasus pada pengrajin industry rumahtangga pengolahan logam di Desa Pasir Wetan sebagai subjek penelitian ini. Untuk menentukan jumlah sampling pada penelitian ini digunakan teknik Proportional Random Sampling. Selanjutnya, untuk membandingkan pendapatan pengrajin symbol dan pandei besi dengan Kebutuhan Hidup Layak Banyumas peneliti pengacu pada data yang diperoleh untuk mengtahui angka Kebutuhan Hidup Layak Banyumas. Untuk teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis uji normalitas dan uji non-parametrik. Berdasarkan hasil dari analisis dapat disimpulkan bahwa masih terdapat pengrajin yang pendapatannya belum mencapai angka Kebutuhan Hidup Layak Banyumas. Dan untuk perbedaan pendapatan antara pengrajin symbol dengan pandei besi berdasarkan hasil tes, terdapat perbedaan pendapatan antara pengrajin symbol dan dan pendei besi di Desa Pasir Wetan. Berdasarkan pada kesimpulan ini, implikasi yang tepat sebagai upaya meningkatkan pendapatan pandei besi diharapkan pemerintah dapat membuat suatu kebijakan yang menunjang pengrajin pandei besi untuk berkembang diantaranya yaitu mengadakan pelatihan yang mengarah pada teknik produksi modern, bantuan dana atau permodalan hingga pemberian alat produksi yang modern. | The purpose of this study was to compare the income of craftsmen with the number of decent living needs in Banyumas and analyze the differences in income between symbolic craftsmen and blacksmiths in Pasir Wetan Village, Karanglewas District, Banyumas Regency. This type of research is classified in quantitative research using case studies on metal processing household industry craftsmen in Pasir Wetan Village as the subject of this research. To determine the number of sampling in this study used Proportional Random Sampling techniques. Next, to compare the income of symbolic craftsmen and blacksmiths with Banyumas Decent Living Needs researchers to refer to the data obtained to find the Banyumas Decent Living Needs figures. For data analysis techniques in this study using the analysis of normality tests and non-parametric tests. Based on the results of the analysis it can be concluded that there are still craftsmen whose income has not yet reached the Banyumas Decent Living Needs figure. And for the difference in income between symbolic craftsmen and blacksmiths based on test results, there are differences in income between symbolic craftsmen and blacksmiths in Pasir Wetan Village. Based on this conclusion, the right implication as an effort to increase BlcKmith's revenue is expected to be the government can make a policy that supports blacksmith craftsmen to develop including conducting training that leads to modern production techniques, financial assistance or capital to providing modern production equipment. | |
| 22580 | 26251 | E1A015239 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA PEMERINTAH DESA DENGAN PIHAK KETIGA DALAM PENGELOLAAN TANAH KAS DESA (Studi di Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas) | Desa memiliki otonomi desa untuk mengurus dan mengatur sendiri rumah tangga pemerintahan desa. Kewenangan pemerintah desa untuk mengatur sendiri urusan pemerintahan terkandung dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Bentuk pelaksanaan kewenangan tersebut salah satunya adalah pelaksanaan perjanjian kerja sama desa dengan pihak ketiga terhadap aset desa yaitu tanah kas desa. Permasalahan skripsi ini tentang bagaimana prosedur pelaksanaan perjanjian kerja sama desa antara Pemerintah Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan aset desa berupa tanah kas desa dan bagaimana implikasi hukum yang timbul setelah berakhirnya perjanjian kerja sama desa. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk menganalisis prosedur pelaksanaan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dengan pihak ketiga dalam pengelolaan tanah kas desa serta implikasi hukum yang timbul dari perjanjian tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan analisis (analytical approach). Spesifikasi yang digunakan adalah deskriptif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Metode analisis menggunakan normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa: (1) Prosedur pelaksanaan perjanjian kerja sama antara Pemerintah Desa dengan pihak ketiga dalam pengelolaan tanah kas desa memiliki dua bentuk, yaitu kerja sama atas prakarsa desa dan kerja sama atas prakarsa pihak ketiga. (2) Implikasi hukum yang timbul setelah dilakukan perjanjian kerja sama desa dengan pihak ketiga adalah pengelolaan tanah kas desa setelah berakhirnya perjanjian kerja sama desa dan hasil kerja sama desa yang menjadi salah satu pendapatan asli desa untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. | Villages have the autonomy right to manage and organize their own villages. The village government authority to organize their own affairs is in the law number 6 of 2014 on about villages. The implementation of such authority is a cooperation agreement between the village and the third party to the village asset which is land. The problem of this study is how is the implementation of the agreement procedure in Kebanggan village, Sumbang, Banyumas on the management of the land and what are the legal implications that arise after the agreement ends. The aim of this study is to analyse the agreement procedure as well as the legal implications that arise from the agreement. This study used juridical-normative method with the statute approach and analytical approach.The specification was descriptive. The data sources used were primary data and secondary data consisting of primary legal materials and secondary legal materials. The analysis method used was qualitative-normative. The results show that (1) the agreement procedure between the village government and the third party on the management of the land has two forms, the cooperation on the village initiative and the cooperation on the third-party initiative. (2) the legal implication that arises after the agreement is that after the end of the agreement, the result of the cooperation which becomes one of the village incomes is used to increase the shared prosperity and the life quality of the villagers. |