Artikelilmiahs
Menampilkan 22.421-22.440 dari 50.192 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22421 | 25038 | F1B012067 | IMPLEMENTASI PAJAK BUMI DAN BANGUNAN DI KELURAHAN PURWOKERTO KIDUL KABUPATEN BANYUMAS | Pajak bumi dan bangunan merupakan orang atau badan yang secara nyata mempunyai suatu hak atas bumi dan memperoleh manfaat atas bumi, dan atau memiliki menguasai dan memperoleh manfaat atas bangunan. Bumi adalah permukaan bumi dan tubuh bumi yang ada dibawahnya, sedangkan bangunan merupakan konstruksi teknik yang ditanam atau diletakan secara tetap pada tanah atas perairan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan meneliti bagaimana implementasi pajak bumi dan bangunan di Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif kuantitatif dengan menggunakan penelitian survey. Data diperoleh dengan cara mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan penyebaran kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok. Hasil penelitian menunjukan bahwa komunikasi sangat berpengaruh dalam implementasi pajak bumi dan bangunan di Kelurahan Purwokerto Kidul Kabupaten Banyumas hal ini dibuktikan dari uji Kendal tau dengan nilai p sebesar 0,004 (p<0,05). Begitu pula dengan struktur birokrasi juga berpengaruh terhadap implementasi pajak bumi dan bangunan, hal ini dibuktikan dari uji Kendal tau dengan nilai p sebesar 0,031 (p<0,05). | Land and building tax is a person or entity that actually has a right to the earth and benefits from the earth, and or has control and benefits of the building. The earth is the surface of the earth and the body of the earth beneath it, while the building is a technical construction that is planted or placed permanently on the land over the waters. This research was conducted with the aim to find out and examine how the implementation of land and building tax in Purwokerto Kidul Village, Banyumas Regency. This study uses descriptive quantitative method using survey research. Data is obtained by taking samples from a population and using questionnaires as a basic data collection tool. The results showed that communication was very influential in the implementation of land and building tax in Purwokerto Kidul Village, Banyumas Regency, as evidenced by the Kendal tau test with a p value of 0.004 (p <0.05). Similarly, the bureaucratic structure also affects the implementation of land and building tax, this is evidenced from the Kendal tau test with a p value of 0.031 (p <0.05). | |
| 22422 | 25039 | A1D015011 | RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CAISIM (Brassica juncea L.) TERHADAP PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BERBASIS AZOLLA (Azolla microphylla) DAN LIMBAH TEH | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh konsentrasi POC Azolla terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, (2) mengetahui pengaruh dosis limbah teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim, dan (3) mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi POC Azolla dan dosis limbah teh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman caisim. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan November 2018 sampai bulan Januari 2019. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organik cair (POC) Azolla yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 50 ml/L (P1), 100 ml/L (P2), dan 150 ml/L (P3). Faktor kedua adalah dosis limbah teh yang terdiri dari 3 taraf, yaitu 30 g/polibag (T1), 60 g/polibag (T2), dan 90 g/polibag(T3). Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), bobot segar tanaman (g), bobot kering tanaman (g), bobot segar akar (g), dan bobot kering akar (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa POC Azolla dengan konsentrasi 150 ml/L dapat meningkatkan luas daun sebesar 257,19 cm2 dan bobot segar tanaman caisim sebesar 238,60 g. Dosis limbah teh belum dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman caisim serta tidak terdapat interaksi antara konsentrasi POC Azolla dan dosis limbah teh. | This research aims to (1) determine the effect of Azolla liquid organic fertilizer concentration on the growth and yield of caisim, (2) determine the effect of tea waste dosage on the growth and yield of caisim, 3) determine the effect of interaction between Azolla liquid organic fertilizer concentration and tea waste dosage on the growth and yield of caisim. The research was conducted at screen house of Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from November 2018 until January 2019. The experiment design used was Completely Randomized Block Design with treatmens of 2 factors and 3 replications. The first factor was the of Azolla liquid organic fertilizer concentration which consists of 3 levels, are 50 ml/L (P1), 100 ml/L (P2), dan 150 ml/L (P3). The second factor was the tea waste dosage 3 levels, are 30 g/polybag (T1), 60 g/polybag (T2), dan 90 g/polybag(T3). Variables observed included the plant height (cm), the number of leaves (sheet), the width of leaves (cm2), the fresh weight of plant (g), the dry weight of plant (g), the fresh weight of root (g), and the dry weight of root (g). The result showed that Azolla liquid organic fertilizer with a concentration of 150 ml/L increased the width of leaves are 257,19 cm2 and the fresh weight of plant are 238,60 g. Tea waste dosage has not been able to increase the growth and yield of caisim and there was no interaction effect between Azolla liquid organic fertilizer concentration and tea waste. | |
| 22423 | 25040 | A1F015060 | KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBAHAN DASAR PATI TAPIOKA, PATI SUKUN, DAN PATI KENTANG DENGAN PLASTICIZER GLISEROL DAN SORBITOL | Plastik merupakan salah satu jenis kemasan yang sangat populer di masyarakat. Plastik memiliki keunggulan dibanding dengan bahan pengemas lain seperti sifatnya yang ringan, transparan, kuat, termoplatis dan selektif dalam permeabilitasnya terhadap uap air, O2 dan CO2. Namun dibalik semua itu plastik juga memiliki berbagai dampak negatif baik bagi kesehatan maupun lingkungan. Oleh karena itu diperlukan suatu alternatif bahan pengemas yang lebih aman untuk menggantikan kemasan plastik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik biodegradable film berbahan dasar pati tapioka, pati sukun dan pati kentang dengan 2 jenis plasticizer (gliserol dan sorbitol) pada tingkat konsentrasi yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diteliti adalah jenis pati yakni pati tapioka, pati sukun dan pati kentang; jenis plasticizer yakni gliserol dan sorbitol; konsentrasi plasticizer yakni 4%, 6%, dan 8%. Variabel yang diamati berupa variabel kimia yakni kadar air dan kadar abu; variabel fisik yakni ketebalan dan kelarutan; serta variabel organoleptik berupa warna, transparansi, aroma dan tekstur permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) film berbahan dasar pati sukun memiliki kadar abu dan ketebalan yang lebih tinggi dari film berbahan dasar pati tapioka dan pati kentang; 2) gliserol menghasilkan film dengan kadar air lebih tinggi dibandingkan film dengan plasticizer sorbitol. Sorbitol menghasilkan film dengan kadar abu dan kelarutan lebih tinggi dibandingkan film dengan plasticizer gliserol; 3) konsentrasi plasticizer 8% menghasilkan film dengan kelarutan yang lebih tinggi dibandingkan film dengan konsentrasi plasticizer 4% dan 6%; 4) interaksi jenis pati, jenis plasticizer dan konsentrasi plasticizer meningkatkan kelarutan film yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis terhadap karakteristik sensoris, kadar air dan kelarutan diperoleh perlakuan terpilih yaitu film pati tapioka dengan plasticizer sorbitol 8% (A1B2C3). Kata kunci : Biodegradable film, pati tapioka, pati sukun, pati kentang, plasticizer. | Plastic is the one of popular packaging types in the world. It has better characterictic than other packaging such as light, transparent, solid, termoplastic and selective againts water vapor, oxygen and carbon dioxide. However in the other hand plastic has negative impact on health and the environment. So packaging alternatives that more secure are needed.The purpose of this study was to determine the characteristics of biodegradable films made from tapioca starch, breadfruit starch and potato starch with 2 types of plasticizers (glycerol and sorbitol) at different concentration levels. This research used a completely randomized design (CDR). Factors examined were types of starch such as casava starch, bread fruit starch and potato starch; types of plasticizer such as glicerol and sorbitol; plasticizer concentration such as 4%, 6%, and 8% 2 replication to each other. Chemical variables observed are water content and mineral content. Physical variables observed are thickness and water solubility. Sensory variables observed are color, transparency, odor, and surface texture. Chemical and physical variabeles data were analyzed using the F test, if the result of analysis are signifiacnt continued with Duncan Multiple Range Test (DMRT) test at a level of 5%. The results showed that 1) breadfruit starch based films have higher mineral content and thickness than tapioca starch based films and potato starch; 2) glycerol produces films with higher water content than films with sorbitol plasticizers. Sorbitol produces films with higher mineral content and solubility than films with glycerol plasticizer; 3) 8% plasticizer concentration produces films with higher solubility than films with a plasticizer concentration of 4% and 6%; 4) interaction of starch types, types of plasticizer and concentration of plasticizer increases the solubility of the film. Based on the results of the analysis of sensory characteristics, water content and solubility, the selected treatment was obtained, namely tapioca starch with 8% sorbitol plasticizer (A1B2C3). Keywords: Biodegradable film, tapioca starch, breadfruit starch, potato starch, plasticizer. | |
| 22424 | 25915 | D1A015063 | PENENTUAN GRADE INDUK DAN PEJANTAN DOMBA GARUT BERDASARKAN UMUR DAN VITAL STATISTIK UKURAN TUBUH DI PERBIBITAN MARGAWATI KABUPATEN GARUT | Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui vital statistik ukuran tubuh domba Garut, mempelajari pengaruh umur terhadap vital statistik ukuran tubuh domba Garut, dan menentuka grade induk dan pejantan domba Garut berdasarkan umur dan vital statistik ukuran tubuhnya. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 30% dari total populasi. Variabel yang diamati pada penelitian ini yaitu umur dan vital statistik ukuran tubuh yang terdiri dari bobot badan (BB), panjang badan (PB), tinggi badan (TB), dan lingkar dada (LD). Grade domba Garut dibuat menjadi tiga kelompok yaitu grade low, medium, dan high. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa umur berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BB dan LD pejantan domba Garut. Umur juga berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap TB pejantan domba Garut. Namun, umur tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap PB pejantan domba Garut. Rataan BB, PB, TB, dan LD pejantan domba Garut masing-masing 61,6 + 8,2 kg; 78,0 + 4,6 cm; 77,0 + 5,3 cm; dan 92,4 + 5,9 cm. Umur induk domba Garut pada penelitian ini menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap BB, PB, TB, dan LD. Rataan BB, PB, TB, dan LD induk domba Garut secara berturut-turut 34,0 + 2,9 kg; 55,8 + 2,4 cm; 66,9 + 1,8 cm; dan 75,9 + 2,6 cm. Berdasarkan data tersebut disimpulkan bahwa umur dapat mempengaruhi vital statistik domba Garut serta grade sudah sesuai dengan standar. Vital statistik tersebut lebih tinggi dari standar yang ditentukan SNI. | This research aims to know the body size vital statistics of garut sheep, to study the age effect on garut sheep’s body size , and to determine the grade of Garut ewes and bucks based on their age and body size. The method used in this research was a survey and sampling method used in this research was purposive sampling technique. Variable observed in this research were age and body size that consisted of body weight (BB), body length (PB), body height (TB), and chest size (LD). Grade of Garut sheep was made into three groups, that is grade low, medium, and high. The result from this research showed that the age had a very significant effect (P<0,01) on BB and LD of Garut bucks. The age also had a significant effect (P<0,05) on TB of Garut bucks. But age didn’t have significant effect (P>0,05) on PB of Garut bucks. The average BB, PB, TB, and LD of Garut bucks respectively 61,6 + 8,2 kg; 78,0 + 4,6 cm; 77,0 + 5,3 cm; and 92,4 + 5,9 cm. The age of Garut ewes in this research showed very significant effect (P<0,01) on body size. The average BB, PB, TB, and LD of Garut ewes respectively in a row 34,0 + 2,9 kg; 55,8 + 2,4 cm; 66,9 + 1,8 cm; and 75,9 + 2,6 cm. Based on that data, it was concluded that age can affect the vital statistic of Garut sheep and grade which is accordance with the standard. Vital statistic was higher than the standard which is determined by SNI. | |
| 22425 | 28562 | E1A116015 | PERANAN BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM DIVERSI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK (Studi di BAPAS Purwokerto) | PERANAN BALAI PEMASYARAKATAN (BAPAS) DALAM PENYELENGGARAAN PROGRAM DIVERSI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK (Studi di BAPAS Purwokerto) | THE ROLE OF THE CORRECTIONAL COMMUNITY CENTER (BAPAS) IN THE IMPLEMENTATION OF THE DIVERSION PROGRAM AS THE FORM OF PROTECTION OF CHILDREN (Study at BAPAS Purwokerto) | |
| 22426 | 25041 | H1D013026 | INTERPOLASI SPASIAL CURAH HUJAN MENGGUNAKAN MODEL THIN PLATE SPLINE DI DAS SERAYU | Analisis hidrologi merupakan satu bagian analisis awal dalam perancangan proyek pengembangan sumber daya air. Data curah hujan menjadi saah satu masukan utama dalam analisis hidrologi. Pada kenyataan di lapangan, kualitas data pengukuran curah hujan yang tercatat bisa dibilang sangat kurang atau buruk. Untuk mengatasi buruknya kualitas data curah hujan di lapangan, interpolasi spasial (ruang) data curah hujan merupakan salah satu cara alternatif untuk melengkapi kekosongan data curah hujan pada lokasi stasiun pengamatan yang rusak atau tidak terukur. Salah satu model interpolasi spasial yang ada yaitu model Thin Plate Spline (TPS) yang telah dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan data curah hujan dengan kualitas tinggi dan akurat dari keterbatasan data curah hujan yang tersedia di lapangan. Dalam pengembangan model dilakukan dengan dan tanpa memperhitungkan elevasi stasiun hujan. Hasil pemodelan dapat memberikan prediksi pada daerah yang tidak terukur oleh stasiun pencatat curah hujan. Serta pada hasil interpolasi yang ditunjau dari nilai Korelasi Person, RMSE, MAE, dan PBIAS menunjukkan bahwa model Thin Plate Spline yang dikembangkan dengan memperhitungkan elevasi stasiun hujan memberikan tingkat kehandalan yang lebih baik dibandingkan dengan model Thin Plate Spline tanpa memperhitungkan elevasi stasiun hujan. | Hydrological analysis is an initial part of the analysis in the design of water resources development projects. Rainfall data is one of the main inputs in hydrological analysis. In reality in the field, the quality of recorded rainfall data is arguably very poor or bad. To overcome the poor quality of rainfall data in the field, spatial interpolation (space) of rainfall data is one of the alternative ways to supplement the vacuum of rainfall data at damaged or unmeasured locations of observation stations. One of the existing spatial interpolation models is the Thin Plate Spline (TPS) model that has been developed to meet the needs of high quality and accurate rainfall data from the limited rainfall data available in the field. In the development of the model carried out with and without taking into account the elevation of the rain station. Modeling results can provide predictions on areas that are not measured by rainfall recording stations. As well as the interpolation results reviewed from the Correlation Person, RMSE, MAE, and PBIAS values indicate that the Thin Plate Spline model developed taking into account rain station elevation provides a better level of reliability than the Thin Plate Spline model without taking into account the rain station elevation. | |
| 22427 | 25042 | A1F015051 | Produk Potensial Nira Kelapa Untuk Pengembangan Skala UMKM Di Banyumas | Banyumas merupakan daerah pada urutan ketiga di Jawa Tengah berdasarkan produktivitas tanaman kelapanya. Selain daging buahnya, tanaman kelapa juga dapat dimanfaatkan niranya. Pemanfaatan nira kelapa di Kabupaten Banyumas sebagian besar hanya sebatas sebagai bahan baku pembuatan gula kelapa dan gula kristal yang selama ini dilakukan UMKM. Di Filipina, Thailand, dan India, nira kelapa telah dimanfaatkan pada pembuatan berbagai macam produk olahan pangan seperti minuman segar dan sirup. Perlu dilakukan diversifikasi produk olahan nira kelapa pada skala UMKM untuk meningkatkan nilai tambah nira kelapa dan pendapatan UMKM. Dalam upaya diversifikasi produk pada UMKM perlu diketahui jenis produk apa saja yang dapat dikembangkan dari nira kelapa serta memilih produk yang potensial untuk skala UMKM berdasarkan kriteria tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui ragam jenis produk yang dapat dikembangkan dari nira kelapa; 2) Mengetahui jenis urutan prioritas alternatif produk potensial nira kelapa. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan wawancara pakar untuk pengambilan data. Analisis data menggunakan metode perbandingan berpasangan, Bayes, dan pengelompokkan data. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 30 jenis produk potensial yang dapat dikembangkan dari nira kelapa. Urutan prioritas produk potensial nira kelapa berdasarkan analisis Bayes yakni 1) gula putih kristal, 2) minuman segar, 3) jelly drink, dengan kategori potensial untuk dikembangkan dan diikuti oleh 4) sirup, 5) permen, 6) kecap asin, 7) nektar, 8) yakult, 9) yoghurt, dengan kategori cukup potensial untuk dikembangkan, serta 10) kefir, dengan kategori cukup potensial dikembangkan namun perlu perbaikan. | Banyumas is the third place in Central Java based on the productivity of its coconut plants. In addition to the flesh, coconut sap can also be used. The use of coconut sap in Banyumas Regency is mostly limited to the raw material for making coconut sugar and crystal sugar which has been carried out by MSMEs. In the Philippines, Thailand and India, coconut sap has been utilized in making various kinds of processed food products such as fresh drinks and syrup. It is necessary to diversify the processed products of coconut sap on the scale of MSMEs to increase the added value of coconut sap and MSME income. In efforts to diversify products in MSMEs, it is necessary to know what types of products can be developed from coconut sap and choose potential products to scale MSMEs based on certain criteria. This study aims to: 1) Know the variety of types of products that can be developed from coconut sap; 2) Know the priority sequence types of potential coconut product alternatives. This research uses literature study and expert interviews for data collection. Data analysis uses pairwise comparison methods, Bayes, and data grouping. The results showed that there were 30 types of potential products that could be developed from coconut sap. The priority sequence of potential products of coconut sap is based on Bayes analysis, namely 1) white crystalline sugar, 2) fresh drinks, 3) jelly drinks, with potential categories to be developed and followed by 4) syrup, 5) sweets, 6) soy sauce, 7) nectar , 8) yakult, 9) yogurt, with quite a potential category to be developed, and 10) kefir, with a category potentially enough to be developed but need improvement. | |
| 22428 | 25036 | A1F015066 | APLIKASI EDIBLE COATING BERBASIS PATI UBI JALAR, PATI KENTANG DAN PATI GANYONG PADA BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum) PADA SUHU PENYIMPANAN YANG BERBEDA | Tomat merupakan komoditas pertanian yang mudah mengalami kerusakan. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk memperpanjang masa simpan buah dan sayuran adalah aplikasi edible coating. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis edible coating terhadap karakteristik kimia dan sensori buah tomat selama penyimpanan; 2) Mengetahui pengaruh suhu penyimpanan terhadap karakteristik kimia dan sensori buah tomat selama penyimpanan; 3) Mengetahui kombinasi perlakuan antara jenis edible coating dan suhu penyimpanan yang terpilih. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yang dicoba yaitu jenis edible coating dan suhu penyimpanan. Variabel yang diamati terdiri atas variabel kimia (total padatan terlarut, vitamin C) dan variabel sensori (kenampakan, warna, aroma, tekstur, kesukaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis edible coating terhadap buah tomat menyebabkan total padatan terlarut mengalami peningkatan pada akhir penyimpanan. Perlakuan penyimpanan suhu rendah dapat menekan peningkatan total padatan terlarut buah tomat pada akhir penyimpanan. Kombinasi perlakuan yang terpilih yaitu A2B2 dengan karakteristik kimia dan sensori pada akhir penyimpanan sebagai berikut: total padatan terlarut (4,10 obrix), kadar vitamin C (3,81 mg/g), kenampakan (mengkilat, menarik dan tidak berjamur), warna (merah kekuningan), aroma off flavor (tidak kuat), tekstur (sedikit keras) dan kesukaan (suka). | Tomato is an agricultural commodity that is perishable. One of the methods to extend fruit and vegetable shelf life is an edible coating application. The purpose of this research are: 1) To know the effect of edible coating types on chemical and sensory characteristic of tomato during storage; 2) To know the effect of temperature on chemical and sensory characteristic of tomato during storage; 3) To determine selected treatment of combination between types edible coating and temperature of storage. This research used a Completely Randomized Design with 2 factors which consist of types edible coating material and temperatures of storage. The variables that observed consists of chemical variables (total dissolved solids and vitamin C), and sensory variables (appearance, colour, aroma (off flavor), texture, and level of preference. The result shows that the types of edible coating increases total dissolved solid at the end of storage. The storage at low temperature can keep the total dissolved solid at the end of storage. Selected treatment is A2B2 with physical, chemical and sensory characteristics as follow total dissolved solids (4,10 obrix), vitamin C levels (3,81 mg/100g), appearance (shiny, interesting dan not moldy), colour (yellowish red), aroma off flavor (less strong), texture (a little hard) and preference (liked). | |
| 22429 | 25043 | J1B015009 | Analisis Gaya Bahasa dan Efek Romantisisme yang Ditimbulkannya pada Kumpulan Puisi-Puisi Cinta Karya W.S Rendra | Penelitian ini berjudul “Analisis Gaya Bahasa dan Efek Romantisisme yang Ditimbulkannya pada Kumpulan Puisi-Puisi Cinta Karya W.S Rendra”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini yaitu gaya bahasa dan efek romantisisme yang ditimbulkannya pada 30 puisi yang berjudul: “Permintaan”, “Rambut”, “Kangen”, “Baju”, “Papaya”, “Sepeda”, “Rok Hijau”, “Kami Berdua”, “Kegemarannya”, “Tempramen”, “Pahatan”, “Kepada Awan Lewat”, “Tobat”, “Sepeda Kekasih”, “Dua Burung”, “Telah Satu”, “Optimisme”, “Pantun”, “Ayam Jantan”, “Janganlah Jauh”, “Kekasih”, “Angin Jahat”, “Membisi Telinga Sendiri”, “Bunga Gugur”, “Surat Seorang Istri”, “Balik Kamu Balik”, “Bukannya di Madrid”, “Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57”, “Hai, Ma!”, dan “Barangkali karena Bulan”. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara membaca secara intensif secara berulang-ulang sampai memahami 30 puisi tersebut, kemudian menginventarisasi data-data yang terdapat dalam 30 puisi selanjutnya mengklasifikasikan data berdasarkan teori yang ada. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan teori stilistika Nyoman Kutha Ratna, kumpulan Puisi-Puisi Cinta karya W.S Rendra termasuk puisi yang romantis karena pengungkapan puisi-puisinya banyak menggunakan gaya bahasa perbandingan, perumpamaan, dan hiperbola. | This research entitled "Analisis Gaya Bahasa dan Efek Romantisisme yang Ditimbulkannya pada Kumpulan Puisi-Puisi Cinta Karya W.S Rendra”. This research uses qualitative descriptive method.The focus of the research is to take the style of the language and the effect thereof on 30 romanticism poems entilted:" Permintaan"," Rambut","Kangen "," Baju "," Papaya", "Sepeda", "Rok Hijau,"Kami Berdua"," Kegemarannya","Tempramen","Pahatan","Kepada Awan Lewat", “Tobat","Sepeda Kekasih","Dua Burung","Telah Satu "," Optimisme "," Pantun","Ayam Jantan","Janganlah Jauh","Kekasih","Angin Jahat "," Membisiki Telinga Sendiri ","Bunga Gugur ","Surat Seorang Istri ","Balik Kamu Balik "," Bukannya di Madrid", "Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57", “ Hai, Ma! ", and "Barangkali karena Bulan ". Data collection techniques are used by way of intensive reading repeatedly to understand 30 poems, inventory data contained in 30 poems further classify data based on the theory. Based on the results of the research that has been done using stylistics Nyoman Kutha Ratna theory, a collection of Puisi-Puisi Cinta by W.S Rendra including romantic poems because of the disclosure of his poetry a lot using the style language by comparison, parables, and hyperbole. | |
| 22430 | 25044 | J1B015043 | Analisis Struktur Alur dalam Novel Gerhana Kembar Karya Clara Ng (Aspek Sintaksis Tzvetan Todorov) | Penelitian ini berjudul “Analisis Struktur Alur dalam Novel Gerhana Kembar karya Clara Ng (Aspek Sintaksis Tzvetan Todorov)”. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan struktur alur dalam novel Gerhana Kembar karya Clara Ng dan memberikan sumbangan pengembangan bidang kesusastraan. Bentuk penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan menggunakan pendekatan strukturalisme naratologi. Adapun hasil analisis penelitian novel Gerhana Kembar ini terdapat enam puluh tujuh sekuen utama dan termasuk dalam jenis cerita berseling. Selain itu, terhadap analisis aspek sintaksis, struktur alur terbagi menjadi tiga tahapan utama peristiwa, yaitu: pengenalan cerita, pertengahan cerita, dan akhir cerita. Pada bagian pertengahan cerita, masih terbagi lagi menjadi tiga tahap, yaitu: awal munculnya masalah, puncak konflik, dan penyelesaian masalah. | This research is entitled "Analysis of Plot Structure in Gerhana Kembar by Clara Ng (Syntactic Aspect Tzvetan Todorov)". The purpose of this research is to describe the structure of the plot in Gerhana Kembar by Clara Ng and contributing in literature developments. This research using qualitative research with descriptive analysis methods and uses narratology structuralism approach. The results of this research analisys is Gerhana Kembar has sixty seven of the main sequence and included in intersect stories. In addition, towards the analysis of aspects of syntactic, flow structure is divided into three main stages of the event, namely: beginning story, the middle story, and the ending story. In the middle of the story, also divided into three stages, namely: complication, climax, and problem solution. | |
| 22431 | 25045 | C1A014080 | MARJIN PEMASARAN AKAR WANGI (Vetiveria zizanioides) DI KECAMATAN SAMARANG KABUPATEN GARUT | ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian survei pada petani akar wangi, pelaku pemasaran, dan industri penyulingan minyak akar wangi di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut dengan judul “Marjin Pemasaran Akar Wangi (Vetiveria zizanioides) di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut”. Akar wangi merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang telah lama dikenal sebagai komoditas ekspor dan memiliki harga jual tinggi. Harga beli yang tinggi di tingkat konsumen perlu dikaji, apakah dapat dinikmati oleh petani atau hanya dinikmati oleh pelaku pemasaran. Petani sebagai produsen memerlukan pembagian imbalan yang adil atas jasa-jasanya, sesuai dengan sumbangan yang diberikan dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola pemasaran akar wangi, (2) menganalisis struktur dan perilaku pasar akar wangi, (3) menganalisis marjin dan tingkat efisiensi pemasaran akar wangi di Kecamatan Samarang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Metode penentuan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling untuk petani dan Snowball Sampling untuk pelaku pemasaran. Responden dalam penelitian ini terdiri dari 73 petani dan 5 pelaku pemasaran. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan pola pemasaran. Structure-Conduct-Performance dianalisis berdasarkan pangsa pasar, nilai MES, konsentrasi pasar (CR4 dan Indeks Herfindahl), pembentukan harga, kerjasama pelaku pemasaran, dan elastisitas transmisi harga. Marjin pemasaran dan efisiensi pemasaran dianalisis berdasarkan farmer’s share dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) terdapat tiga pola pemasaran akar wangi, yaitu saluran I (Petani-Pengumpul Desa-Penyuling), saluran II (Petani-Pengumpul Kecamatan-Penyuling), saluran III (Petani-Penyuling), (2) Struktur pasar pada petani akar wangi mengarah pada pasar persaingan sempurna dengan pangsa pasar 4,48%, hambatan masuk pasar rendah atau nilai MES 3,54%, dan konsentrasi pasar 14,15%. Perilaku pasar berupa penentuan harga dilakukan oleh pelaku pemasaran akar wangi, terdapat kerjasama antar pelaku pemasaran untuk menentukan harga, serta elastisitas transmisi harga 0,84, (3) Marjin pemasaran akar wangi pada saluran I Rp1.121,74 per kg, saluran II Rp1.136,17 per kg, dan saluran III Rp0 per kg. Farmer’s share dan efisiensi pemasaran pada saluran I adalah 81,07% dan 18,93%, saluran II adalah 84,08% dan 15,9%, serta saluran III adalah 100% dan 0%. Sebaiknya petani memasarkan akar wangi melalui saluran III, untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar dan farmer’s share yang paling menguntungkan petani. Diharapkan terdapat kerjasama antar pihak untuk menstabilkan harga jual akar wangi yang berlaku, dan informasi harga tersebut dapat tersampaikan hingga ke petani. Sehingga tidak terjadi fluktuasi harga yang tidak menguntungkan semua pihak. | ABSTRACT This research is a survey research on vetiver farmers, agents, and the vetiver distillery industry in Samarang Subdistrict, Garut Regency, entitled "Marketing Margin of Vetiver (Vetiveria zizanioides) in Samarang Subdistrict, Garut Regency". The purpose of this study are (1) to determine the channel marketing pattern of vetiver, (2) to analyze the structure and conduct of the vetiver market, (3) to analyze the margins and marketing efficiency of vetiver in Samarang Subdistrict. Data was collected by interview. The research method used was Proportional Random Sampling for farmers and Snowball Sampling for marketing agents. Respondents in this study were 73 farmers and 5 marketing agents. The analysis method used was descriptive analysis to describe marketing patterns. Structure-Conduct-Performance was analyzed based on market share, MES value, market concentration (CR4 and Hirschman Herfindahl Index), price formed, cooperation between marketing agents, and price transmission elasticity. Marketing margins and marketing efficiency are analyzed based on farmer's share and marketing efficiency. The results of this study indicate that: (1) there are three marketing channels for vetiver, channel I (Farmers-Village Collector-Distiller), channel II (Farmers-Subdistrict Collector-Distiller), channel III (Farmers-Distiller), (2) The market structure formed in vetiver farmers tends to perfectly competitive markets with market share 4.48%, low market entry barriers or MES value 3.54%, and market concentration 14.15%. Market conduct in price formed is carried out by marketing agents, there is cooperation between marketing agents to determine prices, and transmission elasticity prices was 0.84, (3) Marketing of vetiver in Samarang Subdistrict is classified as efficient. Farmer’s share and marketing efficiency in channel I was 81.07% and 18.93%, channel II was 84.08% and 15.9%, channel III was 100% and 0%. To obtain greater income and farmer shares that benefit farmers the most, it is recommended that vetiver farmers sell vetiver through channel III. It is expected that there will be cooperation between stakeholders to stabilize the selling price of vetiver, and the price information can be conveyed to the farmers, so that there was no price fluctuations that do not benefit all parties. | |
| 22432 | 25046 | C1A014001 | ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN TENUN SERAT ALAM DI KELURAHAN MEDONO KOTA PEKALONGAN | Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Strategi Pengembangan Tenun Serat Alam di Kelurahan Medono Kota Pekalongan”. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengidentifikasi tingkat pendapatan, keuntungan, dan efisiensi usaha pada industri tenun di Kelurahan Medono Kota Pekalongan, (2) Untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal yang yang berupa faktor-faktor kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman pada pengembangan usaha pada industri tenun di Kelurahan Medono Kota Pekalongan, (3)Memformulasikan alternatif strategi yang dapat diberikan untuk mengembangkan industri tenun di Kelurahan Medono Kota Pekalongan.Jumlah responden terdiri dari 20 unit usaha kerajinan tenun serat alam. Data dikumpulkan menggunakan metode wawancara dan kuisioner. Bedasarkan hasil penelitian dan analisis, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : (1) Rata-rata pendapatan usaha tenun serat alam di Kelurahan Medono Kota Pekalongan sebesar Rp. 31.666.100 dengan keuntungan sebesar Rp. 5.313.059 dan sudah efisien atau layak usaha dengan R/C ratio sebesar 1,20. Sebagian besar usaha tenun serat alam belum mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP) atas dasar harga sebesar Rp. 17.543.004, (2) Hasil analisis internal usaha tenun serat alam menunjukan bahwa total skor pada matriks IFE sebesar 3,3875 hal ini menunjukan bahwa usaha industri tenun serat alam cukup kuat dan perusahaan memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam memanfaatkan kekuatan dan mengantisipasi kelemahan internal. Kemudian total skor pada matriks EFE sebesar 3,2211 Hal ini menunjukan bahwa usaha industri tenun serat alam memiliki strategi yang cukup efektif untuk memanfaatkan peluang dan meminimalkan ancaman/pengaruh negatif dari lingkungan eksternal, (3) Berdasarkan hasil analisis matriks IE, dapat diketahui bahwa usaha tenun serat alam terletak pada sel 1. Strategi alternatif yang dapat diterapkan adalah strategi pertumbuhan dan pembangunan yang meliputi strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) dan strategi integratif (integrasi ke belakang, integrasi ke depan, dan integrasi horizontal). Jika dilihat dari rata-rata pendapatan para pengrajin tenun serat alam di Kelurahan Medono Kota Pekalongan, kuantitas, kualitas dan pengembangan produk perlu ditingkatkan karena memberikan keuntungan yang cukup besar untuk mencapai titik impas atau Break Even Point (BEP).Usaha tenun serat alam di Kelurahan Medono Kota Pekalongan perlu meningkatkan inovasi dan kreasi dengan cara menambah jenis bahan baku serat alami lainnya seperti, serat kapas, serat daun pandan, dan serat wol karena cukup diminatinya keunikan tenun serat alam oleh pasar luar negeri.Produk tenun serat alam sebaiknyadipasarkan di toko souvenir di hotel-hotel di Kota Pekalongan yang banyak dikunjungi wisatawan agar penjualan meningkat dan lebih luas,mengikuti pameran-pameran berskala nasional maupun internasional agar menambah jangkauan konsumen., memaksimumkan promosi dan pemasaran melalui media. | This research is entitled "Analysis of Revenue and Strategy for Development of Natural Fiber Weaving in Medono Subdistrict of Pekalongan City". The purpose of this study are (1) To identify the level of income, profits, and efficiency in the weaving industry in Medono Subdistrict, Pekalongan City, (2) To identify internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and threats) for the development of weaving industry in Medono Subdistrict, Pekalongan City, (3) Formulating alternative strategies that can be given to develop the weaving industry in Medono Subdistrict, Pekalongan City.The number of respondents were 20 natural fiber weaving craft business units. The data was collected using interview methods and questionnaires. Based on the results of research and analysis, conclusions can be taken as follows: (1) The average income of natural fiber weaving business in Medono Subdistrict of Pekalongan City is Rp. 31.666.100 with a profit of Rp. 5.313.059, and natural fiber weaving businesses in Medono Subdistrict of Pekalongan City are efficient or feasible for business with an R / C ratio of 1,20. Most of the natural fiber weaving businesses in Medono Subdistrict Pekalongan City have not yet pass the Break Even Point (BEP) on the basis price Rp. 17.543.004, (2) The results of internal factors of natural fiber weaving business in Medono Subdistrict show that the total score in IFE matrix is 3,3875, indicating that the natural fiber weaving industry is quite strong and the company has above average capabilities in utilizing strength and anticipating internal weaknesses. Then, the total score on the EFE matrix is 3,2211 This shows that the natural fiber weaving industry business has a fairly effective strategy to take advantage of opportunities and minimize the threat / negative influence of the external environment, (3) Based on the results of IE matrix analysis, it can be seen that effort natural fiber weaving in Medono Subdistrict is located in cell 1. The alternative strategies that can be applied are growth and development strategies which include intensive strategies (market penetration, market development and product development) and integrative strategies (backward integration, forward integration, and horizontal integration). Based on average income of natural fiber weaving craftsmen in Medono Subdistrict, the quantity, quality, and product development need to be increased because it provides considerable benefits to Break Even Point (BEP). Natural fiber weaving business in Medono Subdsitrict needs to increase innovation and creation by adding other types of natural fiber raw materials such as cotton fiber, pandan leaf fiber, and wool fiber because of the unique interest of natural fiber weaving by foreign markets. Natural fiber weaving products should be marketed in souvenir shops in hotels in Pekalongan City, which are visited by tourists so the sales can increase, participating in national and international exhibitions to increase consumer reach, and maximize promotion and marketing through media. | |
| 22433 | 25047 | E1A115050 | PERANAN LABORATORIUM FORENSIK POLRI DALAM PENYIDIKAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN (STUDI DI PUSAT LABORATORIUM FORENSIK MABES POLRI JAKARTA) | Ilmu forensik merupakan ilmu yang digunakan untuk kepentingan penegakan hukum. Hal tersebut telah diterapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia dengan mengadakan sebuah laboratorium forensik. Keberadaan laboratorium forensik POLRI digunakan untuk pembuktian ilmiah sehingga keberadaan laboratorium forensik POLRI sangat penting dalam proses penyidikan Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang menggunakan pendekatan yuridis sosiologis, yang menggambarkan peranan Pusat Laboratorium Forensik MABES POLRI dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan.Spesifikasi dari penelitian ini adalah deskriptif. Jenis data yang dipakai adalah data primer melalui wawancara dengan informan dan data sekunder dengan studi kepustakaan.Metode analisis yang digunakan dengan cara mengumpulkan data, mengkualifikasikan, kemudian menghubungkan teori yang berhubungan dengan masalah dan akhirnnya menarik kesimpulan untuk menentukan hasil, sehingga pada akhirnya dapat diketahui peranan dan hambatan Pusat Laboratorium Forensik MABES POLRI dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis serta dengan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa peranan dari Pusat Laboratorium Forensik MABES POLRI dalam penyidikan tindak pidana pembunuhan yaitu pemeriksaan laboratoris barang bukti, pemeriksaan teknis kriminalistik TKP, dan menjadi ahli dalam tingkat penyidikan. Hambatan yang dihadapi oleh Pusat Laboratorium Forensik MABES POLRI dikarenakan adanya hambatan dari segi fasilitas dan budaya masyarakat sekitar | Forensic science is a science used for law enforcement. This has been applied by the Indonesian National Police with the holding of a forensic laboratory. The existence of the forensic laboratory of Indonesia National Police is used for scientific evidence so that the police forensic laboratory is very important in the investigation process This research use empirical or non-doctrinal law research that uses a sociological juridical approach which describes the role of the Forensic Laboratory Center of the Indonesian National Police in investigating criminal acts of murder. The specifications of this study are descriptive. The type of data used is primary data through interviews with informants and secondary data with library studies. The analytical method used by collecting data, qualifying, then connecting theories related to the problem and finally drawing conclusions to determine the results, so that the role and the obstacle of the Indonesian Police Academy Forensic Laboratory Center in investigating criminal acts of murder. Based on the results of the research conducted by the author and with the discussion it can be concluded that the role of the Forensic Laboratory Center of the Indonesian National Police in investigating criminal acts of murder is evidence of laboratory examination, criminal investigation of crime scene, and becoming an expert at the level of investigation. The obstacles faced by the Forensic Laboratory Center of the Indonesian National Police are due to the constraints in terms of facilities and culture of the surrounding community | |
| 22434 | 25126 | A1F015080 | KAJIAN SIFAT FISIK DAN SENSORIS KOPI MIX GULA KELAPA PADA BERBAGAI VARIASI SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN | Kopi mix gula kelapa dengan penambahan minyak sawit merah merupakan alternatif minuman fungsional tinggi antioksidan. Penelitian ini mengkaji tentang sifat fisik dan sensoris kopi mix gula kelapa pada berbagai variasi suhu dan lama penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1. mengetahui pengaruh variasi suhu penyimpanan terhadap karakteristik fisik dan sensoris kopi mix gula kelapa. 2. mengetahui pengaruh lama penyimpanan terhadap karakteristik fisik dan sensoris kopi mix gula kelapa. 3. menentukan kombinasi perlakuan terbaik suhu dan lama penyimpanan berdasarkan karakteristik fisik dan sensoris kopi mix gula kelapa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor yang diteliti meliputi variasi suhu penyimpanan yang terdiri atas S1= suhu ruang (27-30 ̊C); S2= suhu refrigerator (10 ̊C); dan S3= suhu freezer (-20 ̊C) dan lama penyimpanan yang terdiri atas L0= 0 bulan; L1= 1,5 bulan; dan L2= 3 bulan. Data variabel fisik dan sensoris dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu penyimpanan menyebabkan penurunan aroma, rasa pahit, dan flavor kopi mix gula kelapa makin meningkat. Makin lama penyimpanan maka intensitas kecerahan (L) kopi mix gula kelapa makin gelap, aroma dan rasa pahit kopi mix gula kelapa makin menurun, serta off-flavor kopi mix gula kelapa makin meningkat. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas adalah kopi mix gula kelapa yang disimpan pada suhu freezer (-20 ̊C) selama 1,5 bulan (S3L1). Karakteristik fisik dan sensoris produk yaitu: intensitas kecerahan (L) : 28,79; aroma agak kuat (4,20); rasa manis agak manis (4,48); rasa pahit agak pahit (3,76); flavor agak enak (4,48); off-flavor tidak kuat (2,40); kesukaan aroma agak suka (4,32); kesukaan rasa agak suka (4,24); kesukaan flavor agak suka (4,40); dan kesukaan keseluruhan suka (4,56). | Coconut sugar-mixed coffee with the addtion of red palm oil is an alternative functional drink that are high in antioxidants. This research examines about physical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee in various temperature and storage duration. This study aims to: 1. knowing the effect of storage temperature variations towards physical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee. 2. knowing the effect of storage durations toward physical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee. 3. determine the best combination of temperature and storage duration based on physical and sensory characteristics of coconut sugar-mixed coffee. This research using a Randomized Block Design (RBD). Factors studied including variations in storage temperature consisting of S1 = room temperature (27-30 ̊C); S2 = refrigerator temperature (10 ̊C); and S3 = freezer temperature (-20 ̊C) and storage duration consisting of L1 = 0 months; L2 = 1.5 months; L3 = and 3 months. The data on physical and sensory variables were analyzed using analysis of variance (F test) at the level of 5%. If it is significantly different, the test will be continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5%. The results showed that the increase in storage temperature can caused a decrease in aroma, bitter taste, and flavor of coconut sugar-mixed coffee increased. The longer the storage duration, the brightness intensity (L) gets darker, the aroma and bitter taste decreases, and the off-flavor of coconut sugar-mixed coffee. The results of this research showed that the best combination treatment based on the effectiveness index test was coconut sugar-mixed coffee stored at freezer temperature (-20 ̊C) for 1.5 months (S3L1). The physical and sensory characteristic of product was: the intensity of the brightness value (L): 28.79, the aroma slightly strong (4.20); the sweet taste slightly sweet (4.48); the bitter taste slightly bitter (3.76); the flavor slightly delicious (4.48); the off-flavor not strong (2.40); the aroma preference slightly like (4.32); the taste preference slightly like (4.24); the flavor preference slightly like (4.40); and the overall preference like (4.56). | |
| 22435 | 25170 | E1A013234 | LELANG BENDA SITAAN TINDAK PIDANA KORUPSI OLEH KEJAKSAAN NEGERI KULON PROGO | ABSTRAK LELANG BENDA SITAAN TINDAK PIDANA KORUPSI OLEH KEJAKSAAN NEGERI KULON PROGO Oleh : Armanda Jihad Adinata E1A013234 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan lelang benda sitaan tindak pidana korupsi yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Kulon Progo, serta untuk mengetahui hambatan yang ada dalam proses pelelangan benda sitaan tindak pidana korupsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis empiris, dan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Penelitian ini dilakukan di Kejaksaan Negeri Kulon Progo. Jenis dan sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan metode wawancara langsung, dokumenter dan kepustakaan. Data yang terkumpul selanjutnya disusun secara sistematis dan disajikan dalam bentuk uraian yang dihubungkan antara satu dengan yang lainya, lalu disesuaikan dengan pokok permasalahan yang diteliti sebagai satu kesatuan yang utuh dan berkesinambungan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan cara empiris kualitatif, yaitu menjabarkan dan menafsirkan data berdasarkan hasil temuan di lapangan dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan lelang tindak pidana korupsi oleh Kejaksaan Negeri Kulon Progo sudah sesuai dengan peraturan yang sudah ada dan sudah sesuai dengan tujuan utama lelang yakni megembalikan aset milik Negara. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa adanya hambatan meski pelaksanaannya sudah sesuai dengan peraturan, hambatannya yakni ada beberapa factor yang memperngaruhi didalamnya, yakni faktor hokum, faktor penegak hokum, faktor sarana dan fasilitas, faktor masyarakat, faktor budaya. | ABSTRACT AUCTION OF THE CONFISCATED OBJECTS OF CORRUPTION BY KULON PROGO STATE PROSECUTOR’S OFFICE By :Armanda Jihad Adinata E1A013234 This research purposes to discover the process of the auction of the confiscated objects of corruption by Kulon Progo State Prosecutor’s Office, also to know the obstacles of its process. This type of research is juridical empirical research, with the spesificattion descriptive analytics. This research was taken place in Kulon Progo State Prosecutor’s Office. The data sources of this research are primary and secodary datas that obtained from direct interview, also from primary legal material which are laws and regulations and secondary legal material which are literatures. The collected data then systematically arranged and presented in the form of a description that is connected between one another, then adjusted to the subject matter under study as a continuous whole. The analytical method used in this study was conducted in a qualitative empirical way, namely describing and interpreting data based on findings in the field and literature study. The result of the reseach shows the process of the auction of the confiscated objects of corruption by KulonProgo State Prosecutor’s Office is in line with the laws and regulations applied in the status quo and also in line with the purpose of the auction which to return the state’s owned assest. The result also shows there were obstacles even if the procress already appropriate that was happened because of several factors, they are laws factor, law eforcers factor, facilities factor, community factor, and tradition factor. | |
| 22436 | 25206 | F1B015056 | Implementasi Program Reduce - Reuse - Recycle di Bank Sampah "Bintang Sembilan" Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas | Upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan sampah yang dihadapi masyarakat adalah melalui Program Bank Sampah. Program Bank Sampah tidak dapat terlepas dari Program Reduce – Reuse – Recycle yang bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dan mengubah perilaku masyarakat terhadap sampah. Dan yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana Implementasi Program Reduce – Reuse – Recycle di Bank Sampah “Bintang Sembilan” Kelurahan Berkoh Kecamatan Purwokerto Selatan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini merujuk pada teori implementasi menurut Smith yang secara sederhana menjelaskan bahwa implementasi kebijakan dipengaruhi oleh empat variable, yang dalam penelitian ini adalah sebagai fokus kajian penelitian yaitu: idealized policy; target groups; implementing organization; environmental. Hasil analisis yang diperkuat dengan analisis jaringan kausal menunjukan bahwa nasabah bank sampah telah paham terhadap kegiatan Reduce – Reuse – Recycle atau 3R serta pentingya kegiatan tersebut dan telah melaksanakannya. Cakupan kelompok sasaran atau nasabah bank sampah hanya sebagian dari masyarakat Kelurahan Berkoh. Kemampuan Organisasi Pelaksana sangat terbatas dari segi kuantitasnya. Budaya nasabah bank sampah dalam pengelolaan sampah sudah menganut prinsip-prinsip pengelolaan sampah yang baik melalui kegiatan Reduce – Reuse – Recycle. | The government's efforts in overcoming the garbage problem faced by the community are through the Waste Bank Program. The Waste Bank Program cannot be separated from the Reduce - Reuse - Recycle Program which aims to reduce environmental pollution and change people's behavior towards waste. And what was examined in this study was How the Implementation of the Reduce-ReuseRecycle Program in the "Bintang Sembilan" Waste Bank Berkoh, South Purwokerto District, Banyumas Regency. This study refers to the implementation theory according to Smith, which simply explains that policy implementation is influenced by four variables, which in this study are the focus of research studies, namely: idealized policy; target groups; implementing organization; environmental The analysis results reinforced by the analysis of causal networks show that garbage bank customers understand the activities of Reduce - Reuse - Recycle or 3R and the importance of these activities and have implemented them. The coverage of target groups or waste bank customers is only a part of Berkoh community. The ability of the Implementing Organization is very limited in terms of quantity. The culture of waste bank customers in waste management has embraced the principles of good waste management through the activities of Reduce - Reuse - Recycle. | |
| 22437 | 25049 | F1A013100 | Life History Ibu Tutik sebagai Mantan Buruh Migran Perempuan (BMP) di Desa Genikan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang | Dewasa ini, banyak masyarakat yang menjadi TKI di luar negeri sekalipun dapat dikatakan hasil dari sektor pertanian cukup melimpah. Salah satunya adalah Ibu Tutik yang berasal dari Desa Genikan Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang dimana beliau satu-satunya perempuan dari desa tersebut yang bekerja menjadi BMP di luar negeri. Faktor ekonomi adalah alasan utama Ibu Tutik menjadi seorang TKI ke luar negeri dengan tujuan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ekonomi sebelum, saat, dan setelah tidak menjadi buruh migran perempuan serta strategi yang dilakukan Ibu Tutik untuk menjaga keberlangsungan hidup keluarganya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan life history. Sasaran penelitian adalah Ibu Tutik sebagai mantan BMP di luar negeri adapun sasaran pendukung seperti keluarga, tetangga, dan kepala desa. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Untuk analisis data menggunakan analisis interaktif dengan komponen pokoknya adalah : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan yang dialami oleh Ibu Tutik sebelum menjadi BMP di luar negeri, bekerja sebagai petani yang penghasilannya hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Permasalahan ekonomi tersebut yang mendorong Ibu Tutik berkeinginan bekerja menjadi BMP di luar negeri. Ibu Tutik menjadi BMP selama 12 tahun dan memberikan dampak yang signifikan, secara ekonomi beliau tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan sehari-harinya saja namun juga mampu membangun rumah, membeli kendaraan, membuka usaha industri kecil, berternak, membeli tanah, dan mampu membeli barang-barang ber-branded. Namun remitansi itu hanya sementara, dilihat dari kehidupan beliau saat tidak lagi menjadi BMP kondisinya tidak jauh berbeda dibandingkan ketika sebelum menjadi BMP. Berdasarkan kondisi tersebut, Ibu Tutik membutuhkan strategi agar dapat bertahan hidup. Strategi bertahan hidup yang dilakukannya adalah membatasi jumlah kelahiran, menabung, menekan biaya hidup dan pemanfaatan pinjaman serta memanfaatkan jaringan sosial. Perlu peningkatan skill (keterampilan/keahlian) bagi Ibu Tutik agar bisa eksis dalam kehidupan sehari-hari, karena menjadi buruh migran perempuan bukanlah jaminan untuk masa depan dari keluarga Ibu Tutik. | At present, many people who are migrant workers abroad can be said to be abundant in the agricultural sector. One of them was Mrs Tutik from the Genikan Village of Ngablak Subdistrict, Magelang District, where she was the only woman from the village who worked as a BMP abroad. Economic factors are the main reason for Mrs Tutik to become a person. Indonesian migrant workers abroad with the aim of improving family economic conditions. The purpose of this study was to determine the economic conditions before, during, and after not becoming a female migrant worker and the strategies carried out by Mrs. Tutik to maintain the survival of her family. This study uses qualitative research methods research with a life history approach. The target of the study was Mrs. Tutik as a former BMP abroad as well as supporting targets such as the family then neighbors, and the headman. Collection for data is done by in-depth interviews, observation and documentation. The data sources used are primary data and secondary data. For data analysis using interactive analysis with the main components are: data reduction, data presentation, and conclusion or verification. The results showed that the life experienced by Mrs Tutik before becoming BMP abroad, working as farmers were his earnings are just mediocre to cater a meal everyday. Tutik to work as a BMP abroad. He became a BMP for 12 years and had a significant impact. He is not only able to fulfill his daily needs but is also able to build houses, buy vehicles, open small industrial businesses, raise livestock, buy land, and is able to buy branded goods. But the remittance was only temporary, judging by his life when he was no longer a BMP, his condition was not much different than when he was BMP. Based on these conditions, Mrs. Tutik needed a strategy in order to survive. His survival strategy is to limit the number of births, save money, reduce the cost of living and use loans and utilize social networks. The need to improve(skill/expertise) foe Mrs Tutik to be able to exist in everyday life, because being a female migrant worker is no guarantee for the future of the family of Mrs Tutik. | |
| 22438 | 25050 | H1A015069 | ANALISIS REKONFIGURASI UNTUK MEMPERBAIKI TEGANGAN DAN RUGI DAYA PADA JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV GARDU INDUK PURBALINGGA PT PLN (PERSERO) APJ PURWOKERTO | Suatu sistem tenaga listrik dikatakan mempunyai tingkat kehandalan yang baik apabila sistem tersebut dapat menyalurkan energi listrik secara kontinyu dari pusat pembangkit ke konsumen. Dalam proses penyalurannya sistem tenaga listrik tentunya terdapat beberapa masalah yang menyangkut kualitas tenaga listrik, diantaranya terdapat jatuh tegangan (drop voltage) dan rugi- rugi daya (losses). Sistem distribusi merupakan yang paling dekat dengan pelanggan sehingga sistem distribusi yang mempunyai kehandalan tinggi harus diusahakan, agar kualitas tegangan tetap berada pada level yang telah di tentukan, sehingga dapat mengurangi energi listrik yang terbuang pada saat pendistribusian. Salah satu cara untuk mengurangi rugi -rugi dan memperbaiki tegangan adalah dengan melakukan rekonfigurasi jaringan distribusi. Dengan dilakukan rekonfigurasi menggunakan software ETAP 12.6 pada jaringan distribusi 20 kV Gardu Induk Purbalingga diharapkan dapat mengurangi drop voltage dan losses. Terdapat 5 kondisi simulasi rekonfigurasi yang dilakukan dengan cara pelimpahan dengan melakukan beberapa operasi buka tutup switch dengan memperhatikan letak switch normally open yang berbatasan dengan penyulang lain. Dari seluruh simulasi, didapat penurunan losses sebesar 11.57 % dari 0.216 MW menjadi 0.191 MW dan kenaikan tegangan minimum untuk penyulang Purbalingga 01 dari 18.95 kV atau 94.75% menjadi 19.041 kV atau 96.12% dan untuk prnyulang Purbalingga 07 dari 18.994 kV atau 94.97% menjadi 19.61 kV atau 98.05%. | An electric power system is said to have a good level of reliability if the system can distribute electrical energy continuously from the power plant to the consumer. In the process of distributing the electric power system, of course there are several problems concerning the quality of electricity, including drop voltage and power losses. The distribution system is the closest to the customer so that the distribution system that has high reliability must be sought, so that the quality of the voltage remains at the level that has been determined, so that it can reduce the electrical energy wasted during distribution. One way to reduce losses and improve voltage is to reconfigure the distribution network. With reconfiguration using ETAP 12.6 software on the 20 kV distribution network, Purbalingga Substation is expected to reduce drop voltage and losses. There are 5 reconfiguration simulation conditions that are carried out by overlaying by performing several operations to open the switch by paying attention to the location of normally open switches that are adjacent to other feeders. From all simulations, the reduction in losses was 11.57% from 0.216 MW to 0.191 MW and the increase in minimum voltage for feeders of Purbalingga 01 from 18.95 kV or 94.75% to 19,041 kV or 96.12% and for Purbalingga 07 from 18,994 kV or 94.97% to 19.61 kV or 98.05% | |
| 22439 | 25186 | D1A015159 | KAJIAN TOTAL MIKROBA DAN KADAR ASAM LAKTAT SUSU SAPI PASTEURISASI SECARA Low Temperature Long Time (LTLT) PADA PENYIMPANAN SUHU REFRIGERATOR | Tujuan penelitian adalah mengkaji total mikroba dan kadar asam laktat susu sapi pasteurisasi secara Low Temperature Long Time (LTLT) pada penyimpanan suhu refrigerator. Materi penelitian yang digunakan adalah susu sapi perah, NaOH 0,1 N; Indikator PP 1 % ; media PCA (Plate Count Agar), Akuades, NaCl. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan diuji secara duplo. Perlakuan tersebut terdiri dari R1 : Penyimpanan susu sapi pasteurisasi selama 96 jam; R2 : Penyimpanan susu sapi pasteurisasi selama 120 jam; R3: Penyimpanan susu sapi pasteurisasi selama 144 jam; R4 : Penyimpanan susu sapi pasteurisasi selama 168 jam; R5 : Penyimpanan susu sapi pasteurisasi selama 192 jam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil rataan total mikroba dari perlakuan R1, R2, R3, R4, R5 berturut – turut adalah 4.1 × 105 ± 19361.69 cfu/ml; 3.9 × 105 ± 18026.02 cfu/ml; 2.6 × 105 ± 16904.76 cfu/ml; 2.2 × 105 ± 12938.96 cfu/ml; 1.4 × 105 ± 24822.70 cfu/ml dan rataan kadar asam laktat dari perlakuan R1, R2, R3, R4, R5 berturut – turut adalah 0.315 ± 0.0037%; 0.324 ± 0.0082%; 0.332 ± 0.0043%; 0.388 ± 0.0077%; 0.456 ± 0.0043%. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyimpanan susu sapi pasteurisasi pada suhu refrigerator berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total mikroba dan kadar asam laktat. Kesimpulan dari penelitian adalah susu pasteurisasi LTLT (Low Temperature Long Time) dengan perlakuan pada suhu refrigerator 4oC selama 192 jam dapat menurunkan total mikroba dari 4.1 × 105 menjadi 1.4 × 105 cfu/ml dan meningkatkan kadar asam laktat susu dari 0.315% menjadi 0.456% | The aim of the study was to examine microbial total and low temperature long time (LTLT) lactic acid levels at refrigerator temperature storage. The research material used was milk dairy cow, 0.1 N NaOH; Indicator PP 1%; media PCA (Plate Count Agar), Aquadest, NaCl. The study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD), with 5 treatments and 4 replications, each replication was tested in duplicate. The treatment consists of R1: Storage of pasteurized cow milk for 96 hours; R2: Storage of pasteurized cow milk for 120 hours; R3: Storage of pasteurized cow milk for 144 hours; R4: Storage of pasteurized cow milk for 168 hours; R5: Store pasteurized cow's milk for 192 hours. The data obtained were analyzed using variance analysis. The total microbial average results of treatments R1, R2, R3, R4, R5 are 4.1 × 105 ± 19361.69 cfu / ml respectively; 3.9 × 105 ± 18026.02 cfu / ml; 2.6 × 105 ± 16904.76 cfu / ml; 2.2 × 105 ± 12938.96 cfu / ml; 1.4 × 105 ± 24822.70 cfu / ml and the average lactic acid level from treatments R1, R2, R3, R4, R5 respectively are 0.315 ± 0.0037%; 0.324 ± 0.0082%; 0.332 ± 0.0043%; 0.388 ± 0.0077%; 0.456 ± 0.0043%. The results showed that the storage of pasteurized cow milk at refrigerator temperature had a very significant effect (P <0.01) on total microbes and lactic acid levels. The conclusion of the study is that LTLT pasteurized milk (Low Temperature Long Time) with treatment at refrigerator temperature 4oC for 192 hours can reduce total microbes from 4.1 × 105 to 1.4 × 105 cfu/ml and increase milk lactic acid levels from 0.315% to 0.456%. | |
| 22440 | 25226 | H1A015057 | ANALISA PENGARUH PEMASANGAN DISTRIBUTED GENERATION TERHADAP KEANDALAN PADA SISTEM DISTRIBUSI GARDU INDUK MRICA | Dalam suatu sistem distribusi terdapat hal penting yang harus diperhatikan yaitu keandalan. Sistem tenaga listrik yang andal dan energi listrik dengan kualitas yang baik atau memenuhi standar, mempunyai kontribusi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat modern. Dalam upaya meningkatkan keandalan digunakan teknologi Distributed Generation yang merupakan pengembangan teknologi sistem tenaga listrik dengan skala kecil yang mengutamakan pemanfaatan sumber-sumber energi terbarukan (Renewable Energy) yang ramah lingkungan berkelanjutan (Sustainable), dan ekonomis. Analisis pengaruh DG terhadap keandalan dilakukan untuk mengetahui nilai indeks keandalan pada penyulang MRA05 Mrica, dengan dua kondisi yaitu, DG terpasang dan DG tidak terpasang. Sehingga dapat diketahui unjuk kerja dari pengaruh DG terhadap sistem distribusi. Analisis ini dilakukan dengan memodelkan single line diagram penyulangMRA05 dengan menggunakan software ETAP (Electrical Transient Analyzer Program), setelah didesain didalam ETAP maka dilakukan pengisian data peralatan mulai dari sumber menuju beban, lalu dilanjutkan dengan simulasi dan analisis pengaruh DG terhadap keandalan. Indeks keandalan yang didapat berdasarkan perhitungan menggunakan data real dilapangan diperoleh nilai SAIFI sebesar 1,00492 gangguan/tahun, nilai SAIDI sebesar 2,77271 jam/tahun, nilai CAIDI sebesar 32,7591jam/gangguan. Lalu dari hasil simulasi penyulang MRA05 dengan 2 kondisi, dimana kondisi pertama diperoleh Indeks keandalan saat kondisi DG belum terpasang, nilai SAIFI sebesar 6,2693 gangguan/tahun, nilai SAIDI sebesar 41,8579 jam/tahun, nilai CAIDI sebesar 6.677 jam/gangguan, sedangkan kondisi kedua, diperoleh Indeks keandalan saat kondisi DG sudah terpasang, nilai SAIFI sebesar 4,2706 gangguan/tahun, nilai SAIDI sebesar 11,5078 jam/tahun, nilai CAIDI sebesar 2,695 jam/gangguan. | In a distribution system there is an important thing that must be considered is reliability. Reliable electric power systems and electrical energy with good or standard quality have a very important contribution to the lives of modern society. In an effort to improve reliability, Distributed Generation technology is used to develop small-scale electric power system technology that prioritizes the use of Renewable Energy that is environmentally friendly, sustainable and economical. Analysis of DG influence on reliability is done to determine the value of the reliability index in Mrica MRA05 feeders, with two conditions namely, DG installed and DG not installed. So that it can be seen the performance of the influence of DG on the distribution system. This analysis is done by modeling a single line MRA05 feeder diagram using ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) software, after being designed in ETAP, the data is filled in from the source to the load, then continued with simulation and analysis of DG influence on reliability. Reliability index obtained based on calculations using real data in the field obtained SAIFI value of 1.00492 disturbances / year, SAIDI value of 2.77271 hours / year, CAIDI value of 32.7591 hours / disturbance. Then from the simulation results of MRA05 feeders with 2 conditions, where the first condition obtained the reliability index when DG conditions were not installed, the SAIFI value was 6.2693 disturbances / year, SAIDI values were 41.88579 hours / year, CAIDI values were 6.677 hours / disturbance, while the second condition, the reliability index was obtained when DG conditions were installed, the SAIFI value was 4,2706 disturbances / year, the SAIDI value was 11,5078 hours / year, CAIDI value was 2,695 hours / disturbance. |