Artikelilmiahs
Menampilkan 22.481-22.500 dari 50.192 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 22481 | 25084 | H1G014044 | MANAJEMEN SUNGAI KLAWING UNTUK KELESTARIAN IKAN SPESIES ASLI | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air di Sungai Klawing, riparian vegetasi, ikan asli dan introduksi, pemanfaatan, keberadaan pollutan reources, praktik penangkapan ikan, serta peraturan daerah terkait Sungai Klawing. Metode penelitian dengan cara survey dan penelusuran pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kualitas air di Sungai Klawing pada bagian hulu dalam kondisi baik, sedangkan bagian tengah dan hilir mengalami penurunan. Riparian vegetasi di bagian hulu masih di dominasi oleh pepohonan di bandingkan di tengah dan hilir. Di sepanjang Sungai Klawing masih banyak titik lokasi yang berpotensi erosi. Terdapat 23 spesies ikan yang ditemukan di sepanjang Sungai Klawing. Diantara spesies tersebut, terdapat 16 jenis spesies ikan asli dan 7 jenis spesies ikan introduksi. Sumber pencemaran di Sungai Klawing berasal dari limbah cair dan limbah padat. Penangkapan ikan dilakukan dengan menggunakan alat tangkap seperti pancing, jala, kurungan batu, namun masih ada yang menggunakan obat dan stroom. Peraturan yang ada di Sungai Klawing hanya mengacu pada peraturan pemerintah yang mengatur tentang sungai karena belum mempunyai PERDA khusus. | This study aims to determine the water quality in Klawing River, riparian vegetation, the original and introduction fish, utilization, the existence of pollutan reources, fishing practices, and regional regulations related to Klawing River.The research method uses survey and literature. The results showed that water quality in the upstream section was in good condition, while the middle and downstream parts had decreased. Riparian vegetation in upstream is still dominated by trees compared to the middle and downstream. Along the Klawing River there are still many potential locations for erosion. There are 23 species of fish found along the Klawing River. Among these species, there are 16 species of original fish and 7 types of introduced fish species. The source of pollution in Klawing River comes from liquid waste and solid waste. Fishing is carried out using fishing gear such as fishing rods, nets, nets, fish traps, stone cages, lanes, but there are still those who use drugs and stroom. Regulations that exist in Sungai Klawing only refer to government regulations. | |
| 22482 | 25085 | A1F015058 | APLIKASI EDIBLE COATING BERBAHAN DASAR PATI UBI JALAR, KENTANG DAN GANYONG PADA STROBERI (Fragaria x ananassa) | Stroberi (Fragaria x ananassa) tergolong buah non-klimaterik dan termasuk komoditas pertanian yang mudah rusak (perishable). Salah satu cara penanganan pascapanen buah adalah dengan mengaplikasikan edible coating. Pati merupakan bahan baku yang potensial untuk pembuatan pelapis edible. Kelompok umbi-umbian merupakan bahan pangan sumber pati yang prospektif penggunaannya sebagai bahan baku edible coating, seperti ubi jalar, kentang dan ganyong. Penggunaan edible coating pada buah stroberi segar dapat mempertahankan kualitas buah selama masa penyimpanan pada berbagai temperatur sehingga aman untuk dikonsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengetahui pengaruh pengaplikasian edible coating terhadap stroberi; 2) mengetahui perubahan buah stroberi yang telah dilapisi edible coating selama penyimpanan dalam berbagai suhu penyimpanan yang berbeda; 3) mengetahui kombinasi perlakuan aplikasi edible coating dan suhu penyimpanan yang baik untuk buah stroberi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor yang diteliti adalah jenis edible coating (P) dengan 4 jenis yaitu kontrol atau tanpa edible coating (P1), edible coating berbahan pati ubi jalar (P2), edible coating berbahan pati kentang (P3), dan edible coating berbahan pati ganyong (P4); suhu penyimpanan (Q) dengan 2 jenis yaitu suhu ruang (rata-rata 29,22°C) (Q1) dan suhu rendah (rata-rata 9,83°C) (Q2). Berdasarkan faktor tersebut diperoleh 8 kombinasi perlakuan. Variabel yang diuji diantaranya variabel kimia meliputi nilai total padatan terlarut dan vitamin C; serta variabel organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan baik faktor jenis edible coating dan suhu penyimpanan dapat mempertahankan nilai total padatan terlarut dan vitamin C. Sampel yang disimpan pada suhu rendah memiliki karakteristik organoleptik lebih baik dibandingkan sampel yang disimpan dalam suhu ruang. Kombinasi perlakuan terpilih adalah sampel dengan edible coating berbahan pati ganyong yang disimpan dalam suhu 9,83°C (P4Q2). Sampel tersebut memiliki nilai total padatan terlarut sebesar 5,50°Brix dan kadar vitamin C 7,63 mg/g. Karakteristik sampel diantaranya adalah memiliki kenampakan mengilap, menarik, tidak berjamur, warna merah, tidak berbau busuk, tekstur keras dan disukai oleh panelis. | Strawberries (Fragaria x ananassa) are classified as non-climatic fruits and considered as perishable fruits. Edible coating can be a good way of handling post-harvest fruis. Starch is a potential raw material for the manufacture of edible coatings. Among all kinds of foods, tuber group is a source of starch which is prospective for its use as a raw material for edible coatings, such as sweet potatoes, potatoes and canna. The use of edible coating on fresh strawberries can maintain the quality of fruit during storage at various temperatures making it safe for human consumption. The objectives of this study are: 1) to know the effect of the application of edible coating on strawberries; 2) to know changes in strawberries which have been coated with edible coating during storage in a various storage temperatures; 3) find out the suitable combination of edible coating application and storage temperature which is suitable for strawberry. This is an experimental and factorial research with Completely Randomized Design. The factors studied were the type of edible coating (P) with 4 kinds, they are control or without edible coating (P1), edible coating made from sweet potato starch (P2), edible coating made from potato starch (P3), and edible coating made from canna starch (P4); storage temperature (Q) with 2 kinds of room temperature (average of 29.22° C) (Q1) and low temperature (average of 9.83° C) (Q2). Based on these factors, 8 combinations of treatments were obtained. The variables tested in this research are chemical variables, such as the value of total dissolved solids and vitamin C; and organoleptic variables. The results showed that both edible coating types and storage temperature could maintain the value of total dissolved solids and vitamin C. Samples stored at low temperatures had better organoleptic characteristics than samples stored at room temperature. The combination of selected treatments is a sample with edible coating made from canna starch stored at 9.83 ° C (P4Q2). The sample has total dissolved solid value of 5.50°Brix and vitamin C of 7.63 mg/g. The sample characteristics are having a shiny and attractive appearance, no mold actities are shown, red, no foul smelling, texture is hard and liked by panelists. | |
| 22483 | 25088 | C1A014016 | ANALISIS PENDAPATAN TENAGA KERJA WANITA DAN STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI (Studi Empiris Pada Industri Bulu Mata Palsu Di Kabupaten Purbalingga) | Penelitian ini berjudul “Analisis Tenaga Kerja Wanita dan Strategi Pengembangan Industri (Studi Empiris Pada Industri Bulu Mata Palsu Di Kabupaten Purbalingga)”. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk menganalisis variabel lama bekerja, tanggungan keluarga, usia, curahan jam kerja, dan pendidikan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita pada industri bulu mata palsu Di Kabupaten Purbalingga dengan menggunakan regresi linear berganda 2) untuk menganalisis variabel yang berpengaruh dominan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita pada industri bulu mata palsu Di Kabupaten Purbalingga dengan metode elastisitas 3) untuk memberikan alternatif strategi pengembangan usaha industri bulu mata palsu Di Kabupaten Purbalingga menggunakan analisis SWOT. Data diperoleh melalui teknik wawancara dan kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) variabel lama bekerja dan curahan jam kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita sedangkan variabel tanggungan keluarga, usia, dan pendidikan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita 2) variabel curahan jam kerja memiliki pengaruh yang dominan terhadap pendapatan tenaga kerja wanita 3) Analisis strategi pengembangan pada industri bulu mata palsu di Kabupaten Purbalingga yang dihitung menggunakan matrik IFE dan EFE diperoleh hasil lebih dari 3 artinya industri tersebut sangat kuat dalam memanfaatkan kekuatan dan peluang guna mengatasi kelemahan dan ancaman. Analisis strategi pengembangan menggunakan matrik IE diperoleh hasil bahwa Bilqis Eyelash dan Wellys Eyelash terletak pada sel I, artinya bahwa pada sel tersebut strategi pengembangan bertujuan untuk memperluas pasar bulu mata palsu sampai ke luar negeri. | This research is titled “Analysis of Female Labor and Industrial Development Strategies (Empirical Studies In The False Eyelash Industry In Purbalingga District).. The purpose of this study is 1) to analyze the variables of length of work, family dependence, age, outpouring of working hours, and education on female labor income in the false eyelash industry in Purbalingga Regency by using multiple linear regression 2) to analyze variables that have a dominant influence on female labor income in the false eyelash industry in Purbalingga Regency using the elasticity method 3) to provide an alternative strategy for developing false eyelash industry business in Purbalingga Regency using SWOT analysis. Data obtained through interview techniques and questionnaires. The results of this study indicate that 1) variable length of work and outpouring of working hours have a significant effect on female labor income while family, age, and education dependent variables do not have a significant effect on female labor income 2) the working hours outflow variable has a dominant influence on female labor income 3) Analysis of development strategies in the false eyelash industry in Purbalingga Regency which is calculated using the IFE and EFE matrices obtained results of more than 3 means that the industry is very strong in utilizing strengths and opportunities to overcome weaknesses and threats. Analysis of the development strategy using the IE matrix showed that Bilqis Eyelash and Wellys Eyelash were located in cell I, meaning that in these cells the development strategy aimed to expand the market of false eyelashes to foreign countries. | |
| 22484 | 25089 | E1A014223 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN (Studi terhadap Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN. Smn) | ABSTRAK TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERJANJIAN KREDIT DENGAN JAMINAN HAK TANGGUNGAN (Studi terhadap Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN. Smn) Oleh PASCA PUJA ESTRYANA E1A014223 Penelitian ini membahasmengenai perjanjian kredit dengan jaminan Hak Tanggungan studi terhadap Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/Pn.Smn, dengan tujuan untuk menganalisis benarkah tindakan kreditur dalam melakukan eksekusi Hak Tanggungan dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum dan menganalisis dasar pertimbangan dan putusan hakim terhadap perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN.Smn. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Yuridis Normatif. Data dalam penelitian adalah data sekunder, dan dianalisis dengan metode Normatif Kualitatif. Hasil penelitian dapat diperoleh bahwa tindakan Kreditur untuk melakukan eksekusi objek Hak Tanggungan tidak benar dikategorikan sebagai Perbuatan Melawan Hukum dalam Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN.Smn dan dasar pertimbangan dan putusan hakim terhadap perjanjian kredit dengan jaminan hak tanggungan dalam Putusan Perkara Nomor 141/Pdt.G/2017/PN. Smn adalah dari fakta hukum sebagaimana diuraikan justru Penggugat yang berada dalam kondisi wanprestasi, surat teguran tunggakan kewajiban I sampai dengan III serta surat somasi Tergugat kepada Penggugat dengan konsekuensi Tergugat akan dikenakan pernyataan lalai/ingkar janji/wanprestasi/ tidak mampu membayar disertai dengan konsekuensi proses likuidasi agunan melalui lelang dan/atau proses litigasi sesuai kewenangan Bank/Tergugat, adalah hak dari Tergugat yang sudah diatur dalam perjanjian, sebagaimana asas kebebasan berkontrak yang diatur Pasal 1338 KUH Perdata. Kata Kunci : Perjanjian Kredit, Jaminan, Hak Tanggungan | ABSTRACT JURIDICAL REVIEW OF CREDIT AGREEMENTS WITH GUARANTEE OF RESPONSIBLE RIGHTS (Study of Case Decision Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN. Smn) By POST PUJA ESTRYANA E1A014223 This study discusses the loan agreement with guaranteed Mortgage Study rights against Case Decisions Number 141 / Pdt.G / 2017 / Pn.Smn, with the aim of analyzing whether the actions of creditors in executing Underwriting Rights can be categorized as illegal acts and analyzing basic considerations and decisions judge of the credit agreement guaranteed collateral rights in Decision Case Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN.Smn. This research method uses the Normative Juridical approach. The data in the study are secondary data, and analyzed by Qualitative Normative methods. The results of the study can be obtained that the creditor's actions to execute the object of Underwriting Right are not properly categorized as Unlawful Acts in Case Decision Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN.Smn and the basis for consideration and judge's decision on credit agreements with guaranteed liability in Decision Case Number 141 / Pdt.G / 2017 / PN. Smn is from legal facts as described by Plaintiffs who are in default, letters of reprimand arrears of obligations I to III and Defendant's subpoena to the Plaintiff with the consequence that the Defendant will be subject to negligent / broken promises / defaults / unable to pay along with consequences of the liquidation process collateral through auction and / or litigation process in accordance with the authority of the Bank / Defendant, is the right of the Defendant who has been regulated in the agreement, as is the principle of freedom of contract governed by Article 1338 of the Civil Code. Keywords: Credit Agreement, Guarantee, Mortgage Rights | |
| 22485 | 25087 | I1B015072 | Pengaruh Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Menjelang Persalinan Pada Ibu Hamil Trimester III | PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP KECEMASAN MENJELANG PERSALINAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Ida Marfu’ah¹, Lutfatul Latifah², Nina Setiawati² Latar Belakang : Kecemasan ibu hamil trimester III akan semakin meningkat dan intensif seiring dengan mendekatnya proses persalinan. Apabila kecemasan dibiarkan maka akan memberikan efek negatif baik pada ibu maupun janinnya. Salah satu terapi yang digunakan untuk mengurangi kecemasan ibu hamil adalah dengan memberikan relaksasi benson. Tujuan : Mengetahui pengaruh relaksasi benson terhadap kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil trimester III. Metode : Penelitian ini menggunakan quasy experimental non randomized pretest and posttest with control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling, yakni sebanyak 22 responden pada masing-masing kelompok. Instrumen kecemasan menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Analisis data menggunakan Uji Paired Sampel t Test dan Uji Independent Sampel t Test. Hasil : Rerata usia kelompok intervensi adalah 27,64 tahun dan kelompok kontrol 31,09 tahun. Mayoritas responden berpendidikan SMA/SMK, merupakan ibu rumah tangga (IRT) dan multigravida. Terdapat perbedaan skor kecemasan sebelum dan sesudah pemberian relaksasi benson pada kelompok intervensi (p=0,000) serta tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol (p=0,329). Tidak ada perbedaan skor kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum perlakuan (p= 0.260) serta terdapat perbedaan skor kecemasan antara kedua kelompok sesudah perlakuan (p=0,000). Kesimpulan : Terdapat pengaruh relaksasi benson terhadap kecemasan menjelang persalinan pada ibu hamil trimester III. Kata Kunci : Relaksasi benson, kecemasan, kehamilan | THE EFFECT OF BENSON'S RELAXATION ON PRENATAL ANXIETY OF PREGNANT MOTHERS IN THE THIRD TRIMESTER Ida Marfu’ah¹, Lutfatul Latifah², Nina Setiawati² 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman 2,3Dosen Jurusan Keperawatan, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Jenderal Soedirman Abstract Background: Anxiety of pregnant mothers will increase and become intensive towards the upcoming birth process. If the anxiety is left unchecked, it will give negative effects to the mother and her fetus. One therapy used to lessen prenatal anxiety is to give Benson's relaxation. Objective: To determine the effects of Benson's relaxation addressed to prenatal anxiety of pregnant mothers in the third trimester. Method : This research used quasy experimental non randomized pretest and posttest with control group design. The sampling technique of this research used quota sampling, which were 22 respondents in each group. The instrument used was Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) questionnaire. The data was analyzed using Paired Sampel t Test and Independent Sample t Test. Result : The mean age of the intervention group was 27,64 years old and the control group was 31,09 years old. Most respondents had high school education, were housewives and were multigravida. The result showed that there were differences in anxiety scores before and after the Benson's relaxation on the intervention group (p=0,000) and no difference on the control group (p=0,329). There were no differences in anxiety scores between the intervention and control groups before treatment (p= 0.260) and were differences in anxiety scores between the two groups after treatment (p = 0,000). Conclusion : Benson's relaxation was effective to reduce prenatal anxiety of pregnant mothers in the third trimester of pregnancy Keywords : Benson's relaxation, anxiety, pregnancy | |
| 22486 | 25090 | E1A015099 | PENINJAUAN KEMBALI YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA PEMBATALAN PUTUSAN ARBITRASE DIKARENAKAN KEKHILAFAN HAKIM (SUATU STUDI PUTUSAN NOMOR: 33 PK/PDT.SUS-ARBT/2016 JO PUTUSAN NOMOR: 26 B/PDT.SUS-ARBT/2014 JO PUTUSAN NOMOR: 18/PDT.G/2013/PN.SRG) | PENINJAUAN KEMBALI YANG DIKABULKAN DALAM PERKARA PEMBATALAN PUTUSAN ARBITRASE DIKARENAKAN KEKHILAFAN HAKIM (Suatu Studi Putusan Nomor: 33 PK/Pdt.Sus-Arbt/2016 Jo Putusan Nomor: 26 B/Pdt.Sus-Arbt/2014 Jo Putusan Nomor: 18/Pdt.G/2013/PN.Srg) Oleh: Gusti Ernawati ABSTRAK Pasal 72 ayat (4) Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (UUAAPS) mengatur bahwa terhadap putusan Pengadilan Negeri dalam perkara pembatalan putusan arbitrase dapat diajukan permohonan banding ke Mahkamah Agung yang memutus dalam tingkat pertama dan terakhir. Mahkamah Agung dalam perkara Nomor Register 33 PK/Pdt.Sus-Arbt/2016 ternyata mengabulkan permohonan peninjauan kembali dalam perkara pembatalan putusan arbitrase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Mahkamah Agung pada tingkat peninjauan kembali yang mengabulkan Permohonan Peninjauan Kembali dalam perkara pembatalan putusan arbitrase dan akibat hukum dari dikabulkanya peninjauan kembali tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan metode pendekatan undang-undang, pendekatan kasus dan pendekatan analisis. Sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer berupa peraturan peundang-undangan serta bahan hukum sekunder berupa literatur yang relevan. Pertimbangan hukum Mahkamah Agung pada tingkat peninjauan kembali yang mengabulkan permohonan peninjauan kembali dalam perkara pembatalan putusan arbitrase adalah karena telah terbukti dalam putusan Mahkamah Agung pada tingkat banding Nomor 26 B/Pdt.Sus-Arbt/2014 terdapat kekhilafan atau kekeliruan yang nyata. Akibat hukum dari dikabulkannya permohonan peninjauan kembali adalah Putusan Mahkamah Agung tingkat Banding Nomor 26 B/Pdt.Sus-Arbt/2014 dibatalkan sehingga tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, Putusan Pengadilan Negeri Serang Nomor 18/Pdt.G/2013/PN.Srg tetap berlaku dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap serta Putusan Arbitrase BANI Nomor 442/I/ARB-BANI/2012 tetap berlaku, mengikat kedua belah pihak dan terhadapnya dapat dilakukan eksekusi. Kata Kunci: Pembatalan Putusan Arbitrase, Peninjauan Kembali. | JUDICIAL REVIEW GRANTED IN THE CASE OF ARBITRATION AWARD CANCELLATION DUE TO JUDGE’S OVERSIGHT (Study Toward Verdict Number: 33 PK/Pdt.Sus-Arbt/2016 Jo Verdict Number: 26 B/Pdt.Sus-Arbt/2014 Jo Verdict Number: 18/Pdt.G/2013/PN.Srg) By: Gusti Ernawati ABSTRACT Article 72 paragraph (4) Law Number 30 of 1999 on Arbitration and Alternative Dispute Resolution (ADR) stated that state court decisions on annulment of arbitral awards can be a subject of appeal to Supreme Court as final court of appeal. The Supreme Court in case number 33 PK/Pdt.Sus-Arbt/2016 decided to reverse the Appellate Court decision. The purpose of this research is to understand the Supreme Court’s reason for judgment in granting an appeal in case of annulment of arbitral award and its consequences by using normative juridical method. This research is yuridis normative research with law approach, case approach dan analysis approach method. The material resources that used in this research are primary of law matter such as legislation ordinances and secondary of law matter such as relevant literature. The reason of judgment that is given by the Supreme Court is that the appellate court made legal and factual errors. The consequences of the Supreme Court decision to reverse the Appellate Court decision case number 26 B/Pdt.Sus-Arbt/2014 means that the Appellate Court decision loses it binding power. On the contrary the decision made by Serang State Court case number 18/Pdt.G/2013/PN.Srg is being affirmed by the Supreme Court, resulting in arbitral reward made by Indonesian National Arbitration Board case number 442/I/ARB-BANI/2012 is legally binding for all parties and can be executed. Keywords : Annulment of Arbitral Award, Judicial Review. | |
| 22487 | 25097 | H1A015051 | PERKIRAAN BEBAN TENAGA LISTRIK DI AREA KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK (ANN) | Kebutuhan tenaga listrik saat ini sangat tinggi mengingat banyaknya peralatan rumah tangga maupun industri yang menggunakan tenaga listrik sebagai sumber tenaganya, sehingga diperlukan adanya sistem tenaga listrik yang handal namun tetap ekonomis. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan perencanaan operasi yang baik dan tepat, salah satu langkah perencanaan operasi sistem tenaga listrik yang penting yaitu prediksi kebutuhan beban tenaga listrik dengan membuat pemodelan dengan metode Artificial Neural Network (ANN), model algoritma backpropagation. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan data beban mingguan tenaga listrik area Kabupaten Banyumas dengan mengambil data beban listrik pada 2 Gardu Induk yaitu GI Kalibakal dan GI Rawalo dari tanggal 1 agustus 2015 sampai 19 januari 2019. Pemodelan jaringan syaraf tiruan dilakukan dengan menggunakan program Matlab R2017a. Sistem ini menggunakan 14 unit masukan beban tenaga listrik yaitu berupa beban listrik selama 14 minggu sebelumnya dan menghasilkan unit keluaran berupa beban tenaga listrik (MW) minggu besok (M+1). Untuk mendapatkan arsitektur terbaik maka dilakukan pelatihan data dan pengujian data menggunakan data yang berbeda dengan data latih. Arsitektur ANN terbaik adalah jaringan yang menghasilkan RMSE pengujian yang terkecil. Hasil dari penelitian ini didapatkan arsitektur ANN terbaik yaitu 40 hidden layer dengan 80000 epoch menggunakan fungsi aktivasi logsig pada hidden layer dan output layer dengan nilai momentum 0,2 dan laju pembelajaran 0,01 yang menghasilkan nilai RMSE pelatihan sebesar 0,28219 MW dan RMSE pengujian sebesar 7,9315 MW. Sehingga didapatkan hasil prediksi selama 52 minggu kedepan dengan persentase penurunan beban tenaga listrik sebesar -2,6059%. Maka ANN dengan metode Back Error Propagation (BEP) ini dapat memprediksi beban tenaga listrik Area Kabupaten Banyumas. | The need for electricity is currently very high considering the large number of household and industrial equipment that uses electricity as a source of energy, so a reliable but still economical power system is needed. This can be achieved by doing a good and proper operation planning, one of the important steps in planning the operation of the electric power system, namely the prediction of electric power load requirements by making a model using the Artificial Neural Network (ANN) method, the backpropagation algorithm model.This research was carried out in Banyumas Regency by using the weekly electric load data of the Banyumas Regency area by retrieving electrical load data on 2 Substation namely Kalibakal GI and Rawalo GI from August 1 2015 to January 19 2019. Artificial neural network modeling was done using the Matlab program R2017a.This system uses 14 electric power load input units, namely in the form of an electric load for the previous 14 weeks and produces an output unit in the form of electric power (MW) load tomorrow (M + 1). To get the best architecture, data training and data testing were carried out using different data with training data. The best ANN architecture is a network that produces the smallest RMSE test. The results of this study found that the best ANN architecture is 40 hidden layers with 80000 epoch using the logig activation function in the hidden layer and output layer with a momentum value of 0.2 and a learning rate of 0.01 which produces training RMSE values of 0.28219 MW and RMSE testing amounting to 7.9315 MW. So that the results obtained prediction for the next 52 weeks with the percentage decrease in electric power load of -2,6059%. Then ANN with the Back Error Propagation (BEP) method can predict the load of electric power in the Banyumas Regency Area. | |
| 22488 | 26153 | H1F012034 | PERHITUNGAN TEMPERATUR BAWAH PERMUKAAN MANIFESTASI MATA AIR PANAS BUMI DAERAH GIRITIRTA KECAMATAN PEJAWARAN KABUPATEN BANJARNEGARA PROVINSI JAWA TENGAH | Daerah penelitian secara geografis berada pada koordinat 7°.13‟.21”- 7°.14‟.50,9” LS hingga koordinat 109°.47‟.5,9”-109°49‟.11” BT. Sedangkan secara admintistratif terletak di Desa Giritirta Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Secara geomorfologi daerah penelitian dibagi menjadi empat satuan yaitu satuan perbukitan aliran Lava Andesit Giritrta, Satuan perbukitan Breksi Andesit Giritirta, Satuan lembah struktural Panusuapan. Satuan perbukitan aliran Lava Panusupan. Secara stratigrafi daerah penelitian terbagi menjadi 3 satuan yaitu satuan Batupasir berumur Pliosen, satuan Lava Andesit berumur Plistosen awal dan satuan Breksi Andesit berumur Plistosen tengah. Adanya proses tektonik di daerah penelitian menyebabkan terjadinya sesar geser kiri naik Panusupan dan sesar geser kiri turun Giritirta yang diperkirakan terjadi kala Kuarter setelah semua satuan batuan terendapkan. Manifestasi panasbumi yang muncul berupa 2 mata air panas. Kedua mata air panas yang di analisis tergabung dalam satu reservoir dan mempunyai tipe air Dilute Chloride Bicarbonate. Mata air panas Giritirta merupakan outflow dari sistem panasbumi Giritirta dengan temperatur reservoir sekitar 152-156°C berdasarkan geothermometer silika. Sistem panasbumi giritirta termasuk kedalam sistem panasbumi bertemperature sedang. | Research area was held on Banjarnegara area Coordinates at latitude 7°.13‟.21”-7°.14‟.50,9” and longitude 109°.47‟.5,9”-109°49‟.11” belong to Banjarnegara regency. Based on field observation, the geomorphology research area was divided into four units,namely Giritirta Lava Andesite Field, Giritirta Breccia Hiils, Panusupan Structural Valley, and Panusupan Lava Field. Based on lithostratigraphy, research area was divided into three units, thera are Sandstone unit on Pliosen, Andesit Lava Flow Unit, and Andesite Breccia Unit on Plistosen. The structural geology is reverse left slip fault Panusupan and normal left slip fault Giritirta on Quartery. The geothermal manifestations on the surface such as 2 hot springs. All of the two hot springs has Dilute Chloride Bicarbonat type and incorporated in the same reservoir. The hot springs thought Giritirta are outflow of Giritirta geothermal systems. Temperature of geothermal reservoir Giritirta area has about 152-156 °C by Silicca geotermometer (Giggenbach, 1988). sea level. Giritirta geothermal systems area classified as middle-temperature geothermal systems associated with volcanomagmatic activity. | |
| 22489 | 25092 | D1A015248 | Analisis Kebutuhan Investasi Usaha Ternak Sapi Perah di Kabupaten Banyumas | Penelitian berjudul analisis Kebutuhan Investasi Usaha Ternak Sapi Perah di Kabupaten Banyumas dilaksanakan mulai tanggal 14 Januari 2019 sampai dengan tanggal 21 Januari 2019. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kebutuhan investasi usaha ternak sapi perah di Kabupaten Banyumas; 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya investasi usaha ternak sapi perah di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey. Penetapan sampel wilayah penelitian dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode Sensus berdasarkan jumlah kepemilikan ternak di Kabupaten Banyumas khususnya Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang sebanyak 31 responden. Investasi yang paling dibutuhkan pada usaha ternak sapi perah dan membutuhkan modal yang besar di Kabupaten Banyumas secara berurutan adalah untuk pengadaan ternak rata-rata sebesar Rp. 31.709.677,00. Investasi untuk pengadaan kandang dan bangunan rata-rata sebesar Rp. 15.306.451,00. Investasi untuk pengadaan sarana produksi ternak membutuhkan investasi rata-rata sebesar Rp. 8.510.129,00. Hasil analisis menujukan bahwa factor yang berpengaruh terhadap kebutuhan investasi pengadaan sapronak adalah jumlah kepemilikan ternak dan pendapatan diluar beternak. Faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan investasi pengadaan kandang dan bangunan adalah jumlah kepemilikan ternak. Faktor yang berpengaruh terhadap kebutuhan investasi pengadaan ternak adalah pendidikan peternak dan pendapatan diluar | The study entitled Analysis of Investment Needed of Dairy Cattle Business in Banyumas Regency was conducted from January 14th, 2019 to January 21th, 2019. This study aims to: 1) Know the investment needs of businesses in dairy farmers in Banyumas Regency; 2) Knowing the factors that influence investment in dairy farming in Banyumas Regency. The survey method was used and the sample area of research was choosen using a purposive sampling method. The sampling technique of respondents was carried out by the Census method based on the number of livestock ownership in the District as many as 31 respondents. The most needed investment in dairy cattle business and requires large capital in Banyumas Regency sequentially is to procurement livestock an average of Rp. 31.709.677,00. Investment for the procurement of cages and buildings an average of Rp. 15.306.451,00. Finally, the investment to procure livestock production facilities requires an average investment of Rp. 8,510,129.00. The results of the analysis address the fact that the factors affecting the need for procurement livestock production facilities are the amount of livestock ownership and livestock outside income. The determining factor for the needs of investment procurement and building is the amount of livestock ownership. The determining factor for the investment needs for procurement of livestock are farmer education and livestock outside income. | |
| 22490 | 25093 | E1A014216 | PERLINDUNGAN HUKUM DOKTER TERHADAP RISIKO MEDIS DALAM PELAYANAN KESEHATAN (STUDI TERHADAP HAK-HAK DOKTER DALAM STRUKTUR PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan perlindungan hukum dan bentuk perlindungan hukum dokter terhadap risiko medis dalam pelayanan kesehatan dalam struktur peraturan perundang-undangan Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan analitis (Analytical Approach), pendekatan konseptual (Conceptual Approach). Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah inventarisasi hukum dan sinkronisasi hukum. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan dan studi dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengaturan mengenai perlindungan hukum dokter terhadap risiko medis dalam pelayanan kesehatan dalam struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia hanya terdapat dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Dokter Indonesia dan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Antara Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Dokter Indonesia dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran telah menunjukkan sinkronisasi. Artinya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Dokter Indonesia yang lebih rendah derajatnya sesuai dengan dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang lebih tinggi derajatnya. Bentuk perlindungan hukum dokter terhadap risiko medis dalam pelayanan kesehatan dalam struktur peraturan perundang-undangan di Indonesia meliputi jaminan pengaturan untuk mengeluarkan pendapat, mengikuti kegiatan organisasi, memiliki hak memilih dan dipilih khusus bagi anggota biasa, jaminan pengaturan mendapatkan manfaat upaya organisasi, jaminan pengaturan perlindungan hukum dan pembelaan, jaminan pengaturan untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan benar dari penerima pelayanan kesehatan atau keluarganya, jaminan pengaturan untuk memberikan pelayanan medis menurut standar profesi dan standar prosedur operasional, serta jaminan pengaturan imbalan jasa | This study aims to determine the synchronization of legal protection arrangements and the form of doctor’s legal protection against medical risks in health services within the structure of Indonesian legislation. The research method used in this study is a normative juridical method with the method of the Statute Approach, Analytical Approach, Conceptual Approach. The research specifications used are legal inventory and legal synchronization. The types and sources of data used are secondary data obtained through literature studies and documentary studies. Based on the results of the study, it was concluded that the regulation regarding the legal protection of doctors against medical risks in health services within the structure of legislation in Indonesia was only found in the Indonesian Medical Association Articles of Association and Bylaws and Act Number 29 of 2004 about Medical Practice. Between the Articles of Association and Bylaws of the Indonesian Medical Association with Act Number 29 of 2004 about Medical Practice has shown synchronization. This means that the Indonesian Medical Association's Articles of Association and Bylaws which are of a lower degree are in accordance with and based on Act Number 29 of 2004 concerning higher-level Medical Practice. The form of doctor's legal protection against medical risks in health services in the structure of legislation in Indonesia includes guarantees of regulation to issue opinions, participate in organizational activities, have the right to choose and be chosen specifically for ordinary members, guarantee arrangements to benefit organizational efforts, guarantee legal protection arrangements and defense, guarantee arrangements to obtain complete and correct information from recipients of health services or their families, guarantee arrangements to provide medical services according to professional standards and standard operating procedures, as well as guarantee of service compensation arrangements | |
| 22491 | 25094 | K1A015051 | DEGRADASI FENOL DALAM LIMBAH BATIK SOKARAJA MENGGUNAKAN SISTEM FENTON/VISIBLE DENGAN FOTOKATALIS CuO | ABSTRAK Limbah batik merupakan salah satu penyebab pencemaran lingkungan perairan di Indonesia. Salah satu zat yang menyebabkan pencemaran pada limbah batik adalah kandungan fenol didalamnya. Fenol dapat didegradasi melalui metode advanced oxidation processes (AOPs) dengan menggunakan reagen fenton yang didasarkan pada pembentukan radikal hidroksil (•OH). Reagen fenton merupakan campuran dari hidrogen peroksida dan ion ferro yang dihasilkan dari senyawa Ferro sulfat. Produksi radikal hidroksil dapat dimaksimalkan dengan menambahkan sinar tampak pada sistem H2O2/Fe2+ serta penambahan fotokatalis CuO. Selain itu, kondisi pH larutan juga mempengaruhi pembentukan radikal hidroksil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyinaran dan penambahan fotokatalis CuO pada degradasi fenol menggunakan reagen fenton. Parameter yang divariasi adalah konsentrasi H2O2, berat FeSO4, waktu penyinaran, berat CuO, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinar tampak pada sistem fenton dapat meningkatkan degradasi fenol dalam limbah cair batik. Degradasi fenol pada limbah batik menggunakan sistem fenton/vis dengan fotokatalis CuO sebesar 86,77 % dengan penambahan H2O2 100 ppm, FeSO4 1gram, CuO 1gram dan waktu penyinaran sinar tampak selama 5 jam. Kondisi pH optimum yang diperoleh untuk sistem fenton/vis/CuO adalah pH 3. Laju kinetika reaksi menunjukan orde satu yang menjelaskan bahwa rekasi terjadi antara fenol dan radikal hidroksil. Penambahan scavenger benzokuinon, ammonium oksalat, dan isopropanol secara berturut - turut dapat menghalangi ion superoksida radikal yang dihasilkan oleh CuO, hole (h+) yang dihasilkan oleh CuO, dan radikal hidroksil yang dihasilkan oleh reagen fenton selama proses degradasi yang mengakibatkan penurunan persentase degradasi. | Batik wastewater is one of the reason of environment pollution in Indonesia. One of the substances that lead to pollution in batik wastewater is the phenol content in it. Phenol can be degraded through advanced oxidation process (AOPs) using a fenton reagent based on hydroxyl radical formation (•OH). Fenton reagent is a mixture of hydrogen peroxide and ferro ions produced from a mixture of Ferro sulfate. Hydroxyl radical production can be maximized by adding visible light to the H2O2 / Fe2+ system and adding CuO photocatalysts. Furthermore, pH of the solution also affects the formation of hydroxyl radicals. This study discusses the time of irradiation and supports CuO photocatalysts on phenol degradation using fenton reagents. The parameters that varied were H2O2 concentration, FeSO4 weight, irradiation time, CuO weight, and pH. The results showed that visible light in the Fenton system increase phenol degradation in batik wastewater. Phenol % degradation in batik wastewater using the fenton/vis system with CuO photocatalyst is 86,77 % by adding 100 ppm H2O2, 1gram FeSO4, 1gram CuO with visible light irradiation for 5 hours. The optimum pH condition obtained for the fenton/vis/CuO system is pH 3. Reactions kinetics rate shows first order which describes the reaction occurring between phenol and hydroxyl radicals. Addition of scavengers such as benzoquinone, ammonium oxalate and isopropanol in a row can block radical superoxide ions produced by CuO, hole (h+) produced by CuO, and hydroxyl radicals produced by fenton reagents during the degradation process which cause a decrease in degradation percentage.Batik wastewater is one of the reason of environment pollution in Indonesia. One of the substances that lead to pollution in batik wastewater is the phenol content in it. Phenol can be degraded through advanced oxidation process (AOPs) using a fenton reagent based on hydroxyl radical formation (•OH). Fenton reagent is a mixture of hydrogen peroxide and ferro ions produced from a mixture of Ferro sulfate. Hydroxyl radical production can be maximized by adding visible light to the H2O2 / Fe2+ system and adding CuO photocatalysts. Furthermore, pH of the solution also affects the formation of hydroxyl radicals. This study discusses the time of irradiation and supports CuO photocatalysts on phenol degradation using fenton reagents. The parameters that varied were H2O2 concentration, FeSO4 weight, irradiation time, CuO weight, and pH. The results showed that visible light in the Fenton system increase phenol degradation in batik wastewater. Phenol % degradation in batik wastewater using the fenton/vis system with CuO photocatalyst is 86,77 % by adding 100 ppm H2O2, 1gram FeSO4, 1gram CuO with visible light irradiation for 5 hours. The optimum pH condition obtained for the fenton/vis/CuO system is pH 3. Reactions kinetics rate shows first order which describes the reaction occurring between phenol and hydroxyl radicals. Addition of scavengers such as benzoquinone, ammonium oxalate and isopropanol in a row can block radical superoxide ions produced by CuO, hole (h+) produced by CuO, and hydroxyl radicals produced by fenton reagents during the degradation process which cause a decrease in degradation percentage. | |
| 22492 | 25095 | A1L014002 | RESPON FISIOLOGI, SERAPAN SILIKA DAN HASILTANAMAN PADI GOGO PADA PEMBERIAN BIOFERTILIZER DAN ARANG SEKAM | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh pemberian biofertilizer terhadap fisiologi, serapan silika dan hasil padi gogo, 2) mengetahui pengaruh pemberian arang sekam dengan berbagai ukuran partikel terhadap fisiologi, serapan silika dan hasil padi gogo, dan 3) mengetahui interaksi biofertilizer dan arang sekam terhadap fisiologi, serapan silika dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2018 di Desa Kalibagor, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah biofertilizer yang terdiri atas aplikasi biofertilizer dan tanpa aplikasi biofertilizer. Faktor kedua adalah ukuran arang sekam yang terdiri atas ukuran partikel 2, 1.5, 1, 0.5 mm dan tanpa aplikasi arang sekam. Variabel yang diamati yaitu panjang akar total, serapan silika, luas daun spesifik, klorofil a, klorofil b, kerapatan stomata, tinggi tanaman, bobot kering, laju asimilisasi bersih, laju pertumbuhan relatif, jumlah anakan total, panjang malai, jumlah anakan produktif, jumlah gabah isi rumpun-1, bobot gabah rumpun-1, bobot 1000 biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biofertilizer meningkatkan serapan silika, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah gabah isi rumpun-1. Pemberian arang sekam dengan berbagai ukuran partikel belum mampu memperbaiki fisiologi, serapan silika dan hasil padi gogo. Pengaruh biofertilizer terhadap serapan silika dan hasil padi gogo tidak bergantung kepada arang sekam. Jumlah gabah isi per rumpun, jumlah anakan produktif, bobot kering tanaman dan jumlah anakan total adalah variabel yang paling berhubungan erat dengan hasil (bobot gabah per rumpun). Kata kunci: padi, biofertilizer, arang sekam, ukuran partikel arang sekam | The aims of the research were 1) to study the effect of biofertilizer to physiology, silica absorption and yield of upland rice, 2) to study the effect of husk charcoal with various sizes to physiology, silica absorption and yield of upland rice, and 3) to study the interaction of biofertilizer and husk charcoal to physiology, silica absorption and yield of upland rice. The research was conducted from July until November 2018 at the Kalibagor Village, Kalibagor Subdistrict, Banyumas Regency. The research was arranged by randomized complete block design (RCBD) with two factors and repeated in three times. The first factor was the biofertilizer application and without biofertilizer application. The second factor was the size of the husk charcoal i.e. 2, 1.5, 1, 0.5 mm and control without rice husk charcoal application. The observed variables were root length, total absorption of silica, leaf area specific, chlorophyll a content, chlorophyll b content, stomata density, plant height, dry weight, net assimilation rate, plant growth rate, the number of tiller, panicle length, the number of productive tiller, the number of filled grain per clump, grains weight per clump, 1000 grains weight. The results showed that biofertilizer increase the silica absorption, the number of productive tiller, panicle length, the number of filled grain per clump. Application of the size of the husk charcoal does not affect to the physiology, silica absorption and yield of upland rice. The effect of biofertilizer to the silica absorption and yield of upland rice does not depended by husk charcoal. The number of filled grains per clump, the number of productive tiller, dry weight and the number of tiller were most related variables with yield (graint weight per clump). Keyword: rice, biofertilizer, husk charcoal, size of husk charcoal. | |
| 22493 | 25096 | E1A114068 | KEKUATAN PEMBUKTIAN KETERANGAN SAKSI DALAM TINDAK PIDANA NARKOTIKA (Studi Putusan Nomor 733/Pid.Sus/2018/PN.JKT.SEL) | Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum wajib mengajukan seorang saksi yang dianggap dapat meringankan atau memberatkan terdakwa sebagai upaya pembuktian dakwaannya, seorang saksi harus memenuhi syarat materiil dan formil dan yang tidak dikecualikan oleh undang-undang sehingga keterangan saksi dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan bagi hakim dalam menjatuhkan putusan sehingga menjunjung tinggi kebenaran materiil. Berdasarkan alat bukti dan barang bukti tersebut dapat membuat hakim memperoleh keyakinan dalam memutus perkara narkotika Putusan Perkara Nomor 733/Pid.Sus/2018/PN.JKT.SEL. Akibat hukum Putusan Hakim dalam Perkara Nomor 733/Pid.Sus/2018/PN.JKT.SEL. yakni lahirnya suatu keadaan hukum yaitu berupa sanksi pidana akibat tindakan yang melawan hukum yang mana menjadikan hakim memperoleh keyakinan dalam memutus perkara tindak pidana narkotika. Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk meneliti dan menuangkan hasilnya dalam skripsi yang berjudul : Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi Dalam Tindak Pidana Narkotika (Studi Putusan Nomor: 733/Pid.Sus /2018/PN.JKT.SEL). Metode penelitian yang digunakan pada penulisan ini adalah yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh melalui kepustakaan dan diuraikan secara sistematis. Berdasarkan hasil penelitian dalam Putusan Nomor 733/Pid.Sus/ 2018/PN.JKT.SEL bahwa Kekuatan Pembuktian Keterangan Saksi dalam Tindak Pidana Narkotika merupakan alat bukti yang sah menurut Pasal 184 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana dan hakim bebas untuk menerima atau menyingkirkan isi keterangan saksi yang diberikan dipersidangan untuk dasar pertimbangan hukum bagi hakim dalam menjatuhkan putusan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan pidana denda sebesar Rp. 800.000.000,- (delapan ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar oleh Terdakwa maka diganti dengan pidana penjara selam 3 (tiga) bulan. | In the trial the Public Prosecutor must submit a witness who is deemed able to alleviate or incriminate the defendant as an attempt to prove his charges, a witness must fulfill material and formal requirements and which are not excluded by law so that witness testimony can be used as a consideration for judges in making decisions thus upholding material truth. Based on the evidence and evidence, it can make the judge obtain confidence in deciding a narcotics case Decision Case Number : 733/Pid.Sus/2018/ PN.JKT.SEL. Legal consequences of Judge's Decision in Case Number : 733/Pid.Sus /2018/PN.JKT.SEL. Namely the birth of a legal condition, namely in the form of criminal sanctions due to acts that violate the law which makes the judge gain confidence in deciding cases of narcotics crimes. Based on the description, the author is interested in researching and pouring the results in a thesis entitled: Strength of Proof of Witness Information in Narcotics Crime (Study of Verdict Number : 733/Pid.Sus /2018/PN.JKT.SEL). The research method used in this writing is normative juridical, with descriptive research specifications. This study uses secondary data obtained through literature and systematically described. Based on the results of the research in Verdict Number :733/Pid.Sus/2018/PN.JKT.SEL that the Strength of Proof of Witness Information in Narcotics Crime is a legal evidence according to Article 184 paragraph (1) of Law Number 8 of 1981 concerning Procedural Law Criminal and judges are free to accept or get rid of the contents of witness testimony given in court for a legal basis for judges in imposing criminal decisions on defendants with imprisonment for 4 (four) years and a fine of Rp. 800,000,000 (eight hundred million rupiahs) with the provision that if the criminal fine is not paid by the Defendant it will be replaced with a sentence of imprisonment for 3 (three) months. | |
| 22494 | 25919 | H1A015027 | RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI LENGAN ROBOT DENGAN SENSOR IMU (INERTIAL MEASUREMENT UNIT) BERBASIS RASPBERRY PI DAN INTERNET OF THINGS | Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meningkatkan posisinya dalam daya saing untuk menghadapi Industri 4.0. Hal tersebut dilakukan dengan cara mendorong perindustrian Indonesia untuk melakukan inovasi, terlebih dalam bidang Internet of Things. Lengan robot adalah salah satu komponen penting yang berada di perindustrian. Lengan robot melakukan tugas secara otomatis sesuai dengan perintah yang diberikan. Dalam hal pengontrolan lengan robot, pengoperasian masih berada di dalam lingkungan lengan robot. Dengan hadirnya teknologi Industri 4.0, diharapkan lengan robot dapat dikendalikan dari luar lingkungannya sehingga mobilitas lengan robot meningkat. Konsep dari Industri 4.0 yaitu adanya hubungan secara physic-network pada sebuah perangkat. Lengan robot yang dikendalikan oleh PLC (Programmable Logic Controller), akan diberi masukan melalui relay untuk mengontrol lengan robot. Selain mengontrol, bagian end-effector lengan robot dipasang sensor IMU (Inertial Measurement Units). Sensor tersebut digunakan untuk mengukur percepatan, yang kemudian dikonversi menjadi pembacaan perubahan sudut. Data titik koordinat dan sudut akan ditampilkan pada aplikasi website untuk pengendalian dan pengawasan. Kedua komponen tersebut, sistem lengan robot dan aplikasi website, terhubung oleh raspberry pi yang bertukar data melalui internet. Dengan terhubungnya internet, maka pengontrolan dapat dilakukan secara jarak jauh. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu didapatkan persentase error pembacaan perubahan sudut di aplikasi website untuk sumbu X dan Y masing-masing sebesar 4,55 % dan 3,51% .Kemudian delay komunikasi data untuk pengontrolan lengan robot dan pembacaan perubahan sudut end-effector masing-masing sebesar 1,60 detik dan 1,49 detik. | The Indonesian Government is committed to increasing its position in competitiveness to cope with the 4.0 industry. It is done by encouraging Indonesian industry to innovate, in the field of the Internet of Things. Robotic arms are one of the most important components in the industry. The robotic arm performs the task automatically according to the given command. In the case of robotic arm control, operation is still within the robotic arm environment. With the presence of industrial Technology 4.0, the robotic arm is expected to be controlled from outside its environment so that robotic arm mobility increases. The concept of Industrial 4.0 is a physic-network relationship on a device. The robot arm controlled by a PLC (Programmable Logic Controller), will be given input through the relay to control the robotic arm. In addition to controlling, the end-effector part of the robotic arm is attached to the IMU (Inertial Measurement Units) sensor. The Sensor is used to measure acceleration, which is then converted to a reading of the angle change. Data on the coordinates and angle will be displayed on the website application for control and supervision. Both of these components, robotic arm systems and website applications, are connected by Raspberry Pi which Exchange data over the Internet. With the connecting of the Internet, the control can be done remotely. The conclusion of this study was obtained a percentage of error readings of the angular changes in the website application for the X and Y axes respectively at 4.55% and 3.51%. Then delay data communication to control the robot's arm and the reading of the end-effector angle changes of 1.60 seconds and 1.49 seconds respectively. | |
| 22495 | 25099 | A1C015046 | KARAKTERISTIK DERET SENSOR GAS MOS DALAM PENGUKURAN GAS DAN VOLATIL MINYAK NILAM TERCAMPUR MINYAK SAYUR | Minyak atsiri adalah komoditi ekstrak alami dari jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, kayu, biji-bijian bahkan putik bunga. Minyak nilam dikenal sebagai komoditas minyak atsiri yang bernilai jual tinggi. Namun minyak nilam rawan terhadap kecurangan. Kecurangan yang dilakukan dengan cara mengoplos minyak nilam dengan komoditas lain yang memiliki harga yang lebih murah salah satunya dengan mengoplos dengan minyak sayur. Salah satu cara untuk mendeteksi adanya campuran dalam minyak nilam adalah dengan menggunakan alat pengukuran volatil dengan deret sensor MOS. Deret sensor MOS dalam sistem pengukuran volatil digunakan untuk menangkap pola yang dihasilkan dari aroma minyak nilam. Deret sensor yang digunakan adalah TGS 2600, TGS 2602, TGS 2620, MQ 3, MQ 135, MQ 137, FAQ1, FSB30, dan FIS B12A. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui respon sensor gas terhadap perbedaan konsentrasi campuran minyak sayur pada minyak nilam. 2) Mengetahui performasi metode Principle Component Analysis dalam mengklarifikasi kadar minyak sayur dalam minyak nilam. Dalam pengukuran masih ditemukan overlaping pada nilai yang ditangkap sensor. Hasil analisa menunjukan modulasi 0,25Hz dan frekuensi 75% menjadi modulasi terbaik dengan akurasi keseluruhan sebesar 86,67%. | Essential oil is a commodity of natural extracts from plant species that derived from leaves, flowers, wood, seeds, and even flower pistils. Patchouli oil is known as an essential oil commodity that has a high selling value. But patchouli oil is easy to deceit by mixing patchouli oil with other commodities that have lower prices, which is by mixing with vegetable oil. One way to detect the presence of a mixture in patchouli oil is to use a volatile measurement system with MOS sensor series. The MOS sensor series in the volatile measurement system is used to capture the pattern results from the aroma of patchouli oil. The MOS sensor series that used are TGS 2600, TGS 2602, TGS 2620, MQ 3, MQ 135, MQ 137, FAQ1, FSB30, and FIS B12A. This study objectives are : 1) To know the response of the gas sensor to the difference in the concentration of mixed vegetable oils in patchouli oil. 2) Knowing the performance of the Principle Component Analysis method in clarifying the levels of vegetable oil in patchouli oil. In the measurement, overlaping is still found in value that captured by the sensor. The results of analysis showed modulation 0.25Hz and the frequency of 75% becomes the best modulation with overall accuracy of 86.67%. | |
| 22496 | 25100 | A1C015044 | KARAKTERISTIK DERET SENSOR GAS MOS DALAM PENGUKURAN GAS DAN VOLATIL MINYAK CENGKEH TERCAMPUR MINYAK SAYUR | Minyak atsiri merupakan salah satu produk yang dibutuhkan pada berbagai industri seperti industri kosmetik, obat-obatan, makanan dan minuman serta sebagai bahan baku aroma terapi. Salah satu bahan yang dapat menghasilkan minyak atsiri adalah tanaman cengkeh. Keberadaan minyak atsiri di Indonesia sangat melimpah. minyak atsiri berbahan baku tanaman cengkeh memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga banyak pelaku usaha penyulingan tanaman cengkeh melakukan kecurangan (adulteration) yaitu dengan menambahkan beberapa minyak lain yang memiliki sifat yang hampir sama dengan minyak cengkeh, dengan harga bahan yang relatif murah untuk menambah keuntungan. Salah satunya adalah dengan menambahkan minyak sayur. Untuk mendeteksi kecurangan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Salah satunya yaitu menggunakan Sistem Pengukuran Volatil (SPV). Sistem Pengukuran Volatil merupakan salah satu perangkat instrumentasi yang bebrasis Electronic Nose. Electronic nose disingkat dengan e-nose yang merupakan sistem penciuman buatan untuk menganalisis, mengenali dan mendeteksi bau yang sederhana maupun kompleks dan senyawa yang menguap. SPV terdiri dari sensor suhu, kelembaban, dan 9 deret sensor gas MOS (Metal Oxyde Semiconductor) diantaranya TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, MQ-5, MQ-135, MQ-138, FIS-AQ1, FIS-SB30, dan FIS-12A. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mengetahui prosedur pengukuran menggunakan Sistem Pengukuran Volatil minyak cengkeh, 2) Mengetahui respon individu sensor dalam mengidentifikasi konsentrasi minyak cengkeh tanpa campuran dan minyak cengkeh yang telah dicampur dengan minyak sayur, 3) Mengetahui tingkat keberhasilan sensor dalam mengidentifikasi konsentrasi minyak cengkeh tercampur minyak sayur dengan metode 2D-PCA. Pada penelitian ini masih ditemukan overlapping pada pengenalan karakteristik deret sensor, namun terlihat kemampuan sensor TGS2600 merupakan sensor terbaik yang dapat mendeteksi adanya volatil . Dari analisis data, akurasi sistem tanpa perlakuan modulasi dalam membedakan minyak cengkeh mencapai 80%, sedangkan dengan perlakuan modulasi yaitu pada frekuensi 0,25 dan duty cycle 75% sebesar 82,22%. | Essential oil is one of the products needed in various industries such as the cosmetics, medicine, food and beverage industry as well as the aroma therapy raw material. One of the ingredient that can produce essential oils is clove plants. The existence of essential oils in Indonesia is very abundant. Essential oils made from raw clove plants have high economic value, so many clove plant distillers do adulteration by adding some other oils that have properties similar to clove oil, with relatively cheap material prices to increase profits. One of them is to add vegetable oil. To detect adulteration, there are several ways that can be done. One of them is using the Volatile Measurement System (SPV). The Volatile Measurement System is one instrumentation device based on Electronic Nose. Electronic nose is shortened by e-nose which is an artificial olfactory system for analyzing, recognizing and detecting simple and complex odors and yawning compounds. SPV consists of temperature sensors, humidity, and 9 gas sensor series MOS (Metal Oxyde Semiconductor) including TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, MQ-5, MQ-135, MQ-138, FIS-AQ1, FIS- SB30, and FIS-12A. This study is purposed to: 1) Know the measurement procedure using the clove oil Volatile Measurement System, 2) Know the individual response of the sensor in identifying the concentration of clove oil without mixture and clove oil mixed with vegetable oil, 3) Know the success rate of the sensor in identifying oil concentrations clove mixed with vegetable oil with 2D-PCA method. In this study, overlapping was still found in the introduction of sensor array characteristics, but the TGS2600 sensor capability is the best sensor that can detect volatility. From the data analysis, the accuracy of the system without modulation treatment in distinguishing clove oil reaches 80%, while the modulation treatment is at a frequency of 0.25 and a 75% duty cycle of 82.22%. | |
| 22497 | 26787 | I1F017023 | ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEAKTIFAN LANSIA MENGIKUTI SENAM LANSIA DI KECAMATAN KEBUMEN | Latar belakang: Salah satu predisposisi menurunnya kebugaran jasmani orang lanjut usia adalah kurangnya aktivitas fisik. Latihan senam adalah salah satu sarana untuk memperbaiki status kesehatan pada lanjut usia. Berbagai macam faktor dapat menumbuhkan kepercayaan lansia tentang manfaat latihan senam secara rutin serta menghilangkan hambatan untuk mempertahankan keaktifan senam lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, dukungan keluarga, dukungan kader dan kemudahan akses dengan keaktifan senam lansia. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 109 lansia yang diambil dengan teknik simple random sampling di Desa Candimulyo dan Desa Candiwulan Kecamatan Kebumen. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner Agustina (2017) dan Hasibuan (2014) yang dimodifikasi. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan 89 lansia (81,7%) tidak aktif dalam mengikuti kegiatan senam lansia. Hubungan antara dukungan keluarga dan dukungan kader dengan keaktifan lansia masing-masing didapati nilai p=0,043 dan p=0,045. Sedangkan tingkat pengetahuan dan kemudahan akses dengan keaktifan senam lansia masing-masing didapati nilai p=0,570 dan p=0,347 Kesimpulan: Dukungan keluarga dan dukungan kader adalah faktor yang mempengaruhi keaktifan lansia dalam kegiatan senam lansia. | Background: One of the predisposing factors to decreased physical fitness in old age is lack of physical activity. Exercise training is one means to improve the health status at risk populations such as the elderly. Variety of factors can foster the confidence of the elderly about the benefits of regular exercise and eliminate barriers to maintaining the activity of elderly gymnastics. This study aims to describe the relationship between the level of knowledge, family support, cadre support and ease of access to the activity of elderly gymnastics. Methods: This study was a descriptive quantitative using a cross sectional approach with a 109 elderly taken by simple random sampling technique in Candimulyo Village and Candiwulan Village, Kebumen District. Research data collection using the Agustina (2017) and Hasibuan (2014) questionnaire which was modified. Results: The results showed 89 elderly (81.7%) were not active in participating in elderly gymnastic activities. The relationship between family support and cadre support with the activeness of the elderly were found p=0.043 and p=0.045 respectively. While the level of knowledge and ease of access to the activity of elderly gymnastics were found p=0.570 and p=0.347 respectively. Conclusion: Family support and cadre support are factors that affect the activeness in elderly gymnastic activities. Keywords: Activity, Gymnastics, Elderly, Posyandu | |
| 22498 | 25107 | C1L014035 | ANALYSIS THE EFFECT OF EFFECTIVENESS AND TRUST IN USE ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM TECHNOLOGY ON INDIVIDUAL PERFORMANCE OF COOPERATIVE EMPLOYEE IN PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Analysis The Effect of Effectiveness and Trust in Use Accounting Information System Technology on Individual Performance of Cooperative Employee in Purwokerto” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan kepercayaan penggunaan sistem informasi akuntansi (SIA) terhadap kinerja individu karyawan pada koperasi di Purwokerto. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada koperasi di Purwokerto. Variabel dependen dari penelitian ini adalah Kinerja Individu Karyawan. Untuk Variabel independen meliputi: efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi dan kepercayaan penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi. Teknik penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan metode analisis yang digunakan adalah metode regresi linear berganda. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 sampel Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Teknik analisis data menggunakan program SPSS versi 25.00. Variabel efektivitas penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individu karyawan dan variabel kepercayaan terhadap penggunaan teknologi sistem informasi akuntansi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja individu karyawan. Koperasi diharapkan memperbarui sistem informasi akuntansi yang ada sehingga sistem yang akan digunakan selalu mengikuti perkembangan dan kebutuhan karyawan. Selain itu, koperasi harus melakukan pelatihan khusus dalam mengoperasikan sistem baru kepada karyawan jika ada teknologi baru. Ini penting karena teknologi sistem informasi memiliki pengaruh yang besar dan positif terhadap efektivitas dan produktivitas penyelesaian tugas karyawan. | This research titled is “Analysis of The Effect of Effectiveness and Trust in Use Accounting Information System Technology on Individual Performance of Cooperative Employee in Purwokerto”. This study aims to determine the effectiveness and trust in use of accounting information system on individual emlployee performance at cooperative in Purwokerto. The method of data collection conducted in this study is a survey method with a questionnaire. This research was conducted at cooperatives in Purwokerto. The dependent variable of this study is individual employee performance, for independent variables is effectiveness of the use accounting information system technology and trust in use of accounting information system technology. The sampling technique use a purposive sampling technique with the analytical method used is multiple linear regression method. The sample in this study amounted to 60 samples and the research method used was quantitative research. The variable effectiveness of the use accounting information system technology has a significant positive effect on individual employee performance and variable trust in use of accounting information system technology has a significant positive effect on individual employee performance. Cooperatives are expected to update the existing accounting information system so that the system will be used always follows the development and needs of employees. In addition, cooperatives must conduct special training in operating a new system to employees if there is new technology. This is important because the of information system technology has a large and positve effect on the effectiveness and productivity of employee task completion. | |
| 22499 | 25114 | C1K014050 | The effect of direct compensation and indirect compensation towards work motivation and its impact to job performance | Penelitian ini merupakan penelitian survei pada karyawan Pt. Pos Indonesia yang berada di Purbalingga. Penelitian ini mengambil judul : “ The Effect of Direct Compensation and Indirect Compensation towards Work Motivation and its impact to Job Performance ( Study on Pos Indonesia Purbalingga ) “. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi langsung dan tidak langung terhadap motivasi kerja dan pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan Pt Pos Indonesia di Purbalingga. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 50 responden. Slovin sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasaran hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Regresi Berganda (Multiple Regresion) menunjukan bahwa: (1) Direct compensation berpengaruh positif terhadap work motivation, (2) Indirect compensation berpengaruh positif terhadap work motivation. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Regresi Sederhana (Simple Regression) menunjukan bahwa: Work motivation berpengaruh positif terhadap job performance Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan Sobel Test menunjukan bahwa: (1) Work motivation memediasi lansung pengaruh direct compensation terhadap job performance, (2) Work motivation memediasi langsung pengaruh indirect compensation terhadap job performance Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan di Pos Indonesia Purbalingga, perusahaan diharapkan bisa meningkatkan kompensasi sesuai dengan kinerja yang dihasilkan oleh karyawan dikarenakan kompensasi memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan kinerja karyawan, serta menyesuaikan kompensasi tersebut dengan pencapaian karyawan yang telah diberikan kepada perusahaan, dan juga memberikan jaminan peningkatan kompensasi apabila karyawan bisa bekerja sesuai dengan target perusahaan sehingga diharapkan akan meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. | This research is a survey research on Pt. Pos Indonesia in Purbalingga. This study took the title: "The Effect of Direct Compensation and Direct Compensation towards Work Motivation and its impact to Job Performance (Study on Pos Indonesia Purbalingga)". The purpose of this study was to determine the effect of direct and non-direct compensation on work motivation and its effect on employee performance. The population in this study were all Pt Pos Indonesia employees in Purbalingga. The number of respondents taken in this study were 50 respondents. Slovin sampling method is used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using Multiple Regression, it shows that: (1) Direct compensation has a positive effect on work motivation, (2) Indirect compensation has a positive effect on work motivation. Based on the results of research and data analysis using Simple Regression (Simple Regression) shows that: Work motivation has a positive effect on job performance Based on the results of research and data analysis using Sobel Test shows that: (1) Work motivation mediates directly the effect of direct compensation on job performance, (2) Work motivation mediates directly the effect of indirect compensation on job performance The implication of the above conclusion is that in an effort to improve employee performance at Pos Indonesia Purbalingga, the company is expected to increase compensation in accordance with the performance produced by employees because compensation has a positive influence on improving employee performance, and adjusting compensation to employee achievements that have been given to the company , and also guarantees an increase in compensation if employees can work in accordance with the company's target so that it is expected to increase employee motivation at work. | |
| 22500 | 25101 | H1A013009 | PEMBUATAN SABUN CUCI PIRING CAIR ANTIBAKTERI DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BIJI MANGGA (Mangifera indica L.) | Sabun cuci piring cair berbahan dasar minyak biji nyamplung dengan formulasi terbaik telah dilaporkan, namun produk tersebut hanya dapat membersihkan sisa-sisa kotoran yang terdapat pada peralatan makan karena belum ditambahkan zat antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sabun cuci piring cair tersebut dengan menambahkan zat antibakteri berupa ekstrak biji mangga. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu isolasi minyak biji nyamplung, isolasi ekstrak biji manga (Mangifera indica L) dengan metanol, pembuatan sabun cuci piring cair antibakteri, karakterisasai sabun sesuai dengan SNI 09-06-2048-1990, penentuan formulasi sabun cuci piring antibakteri terbaik, dilakukan uji aktivitas antibakteri dan uji hedonik pada sabun cuci piring antibakteri formulasi terbaik berdasarkan nilai efektivitas pada penambahan variasi zat antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cuci piring cair antibakteri formulasi terbaik diperoleh dari penambahan ekstrak biji manga sebesar 7%, Sabun cuci piring cair formulasi terbaik dapat menghambat bakteri S. aureus dan E. coli berturut-turut sebesar 33 mm dan 11 mm. Sabun cuci piring cair antibakteri berdasarkan tingkat kesukaan menunjukkan bahwa panelis menyukai produk dengan skor sebesar 3,24. | The best formulated liquid based soap from Nyamplung seed oil has been reported, but the product can only clean up the remnants of dirt found on the tableware because antibacterial agents have not been added. This study aims to develop liquid dishwashing soap by adding antibacterial agents in the form of mango seed extract. This research was conducted in several stages, namely isolation of nyamplung seed oil, isolation of manga seed extract (Mangifera indica L) with methanol, manufacture of antibacterial liquid dish soap, characteristics of soap in accordance with SNI 09-06-2048-1990, determination of antibacterial dish soap formulations best, antibacterial activity test and hedonic test on the best formulated antibacterial dish soap based on the value of effectiveness on the addition of various antibacterial substances. The results showed that the best formulated antibacterial liquid dish soap was obtained from the addition of 7% manga seed extract, the best formulated liquid dishwashing soap could inhibit S. aureus and E. coli bacteria by 33 mm and 11 mm respectively. Antibacterial liquid dishwashing soap based on preference level shows that panelists like products with a score of 3.24. |