Artikelilmiahs

Menampilkan 22.441-22.460 dari 51.891 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2244126370F1C013065PEMANFAATAN INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMASARAN ONLINE SHOP OLEH MAHASISWA UNSOEDABSTRAK

Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi

Brigita Ratnakanyaka P.
F1C013065

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial yang digunakan oleh mahasiswa yang memiliki bisnis online sebagai media pemasaran. Pada penelitian ini, digunakan model AIDA yaitu Attention, Interest, Desire, dan Action yang menjadi model untuk membahas apa yang digunakan pada proses pemasaran bisnis online shop. Peneliti memilih 8 mahasiswa yang memiliki usaha online shop dengan berbagai produk yang dijual. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis data Miles dan Huberman.
Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa mahasiwa pemilik bisnis online menggunakan Instagram karena praktis digunakan, murah dan memiliki jangkauan yang luas untuk mencari calon konsumen potensial. Penerapan model AIDA pada proses pemasaran dioptimalkan dengan menggunakan foto dan caption yang menarik. Hal ini dilakukan untuk membuat konsumen memiliki rasa penasaran, tertarik, kemudian mereka memiliki keinginan untuk membeli produk dan akhirnya pembelian pun benar-benar dilakukan. Hambatan yang kini dialami adalah jadwal kuliah yang masih padat.
Kata kunci: bisnis online shop, mahasiswa, AIDA

ABSTRACT

Universitas Jenderal Soedirman
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jurusan Ilmu Komunikasi


Brigita Ratnakanyaka P.
F1C013065

The Use of Social Media as Marketing Media for Unsoed College Student’s Online Shops
This study aims to understand the use of social media as marketing media used by college student. This study used AIDA model which consists of Attention, Interest, Desire, and Action to analyse findings. There are 8 college students of Unsoed chosen as informants. They have online business with different products to sell. Researcher chose the informants using purposive sampling technique. To analyze the data, researcher used the analysiz technique by Miles and Huberman.
From the result of the study, it is found that the college student who own online business chose Instagram due to its efficiency, affordability, and its wide range for getting the potential customers. AIDA model application in their business can be seen as they improve their photo and caption quality, making the customers to get attracted, interested, desired to the product and finally they purchased the product. The obstacle in doing their online business is their busy schedule at college.
Keywords: online shop business, college student, AIDA model.

2244225055C1C015071Pengaruh Jenjang Pendidikan dan Sosialisasi Terhadap Pemahaman Pelaku Usaha Mengenai SAK EMKM Serta Implikasinya Terhadap Kualitas Laporan KeuanganPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenjang pendidikan dan sosialisasi terhadap pemahaman pelaku usaha mengenai SAK EMKM serta implikasinya terhadap kualitas laporan keuangan pada IKM di Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel jenuh dan data yang terkumpul berjumlah 67. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan google form, analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Berganda dan Analisis Regresi Sederhana dengan menggunakanpada IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenjang pendidikan tidak berpengaruh terhadap pemahaman pelaku usaha mengenai SAK EMKM, sosialisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman pelaku usaha mengenai SAK EMKM, dan pemahaman pelaku usaha mengenai SAK EMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan.This study aims to determine the effect of education level and socialization on the understanding of business actors regarding SAK EMKM and their implications for the quality of financial statements in SMIs in Banyumas Regency. The sampling technique used is saturated samples and the collected data amounts to 67. The method of data collection is done through questionnaires and google form, the data analysis used is Multiple Regression Analysis and Simple Regression Analysis using IBM SPSS Statistics version 22. The results of this study indicate that the education level does not affect the understanding of business actors regarding SAK EMKM, socialization has a positive and significant effect on the understanding of business actors regarding SAK EMKM, and business actors' understanding of SAK EMKM has a positive and significant effect on the quality of financial statements.
2244325056F1B114019IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 14 TAHUN 2015 TENTANG PENYELENGGARAAN IZIN REKLAME DI KABUPATEN PURBALINGGA
Pemanfaatan media iklan melalui reklame pada saat ini semakin banyak diminati. Oleh sebab itu, menimbulkan konsekuensi dalam hal perizinan penyelenggaraan reklame dan pembayaran pajaknya. Sejauh ini media reklame banyak tumbuh di wilayah Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itu dibuatlah Perda No. 14 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Izin Reklame di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini mengenai bagaimana Implementasi Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Izin Reklame Di Kabupaten Purbalingga. Tujuan penelitian ini mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Izin Reklame Di Kabupaten Purbalingga.
Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan validasi data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan Model Interaktif Analisis Data Miles, et,al (2014:13). Aspek kajian dalam penelitian ini menggunakan George C. Edward III (1980 : 10) meliputi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur organisasi.
Implementasi penyelenggaraan izin reklame di kabupaten Purbalingga sudah berjalan dengan baik. Masing-masing dinas saling berkoordinasi memberntuk tim untuk menjalankan wewenangnya masing-masing guna melaksanakan Perda No. 14 Tahun 2015 tentang Penyelenggaran Izin Reklame sesuai peraturan. Namun masih ada pelanggaran dari vendor-vendor yang kurang bertanggungjawab saat pemasangan dan sarana prasarana di Satpol PP kurang memadai namun tetap diusahakan semaksimal mungkin.
The use of advertising media through billboards is currently increasingly in demand. Therefore, it has consequences in terms of licensing the implementation of billboards and tax payments. So far, many billboards have grown in Purbalingga Regency. Therefore Local Regulation No. 14 of 2015 concerning the Implementation of Advertising Permits in Purbalingga Regency. This research is about how the implementation of Regional Regulation No. 14 of 2015 concerning the Implementation of Advertisement Permits in Purbalingga Regency. The purpose of this study is to know the Implementation of Regional Regulation No. 14 of 2015 concerning the Implementation of Advertisement Permits in Purbalingga Regency.
This study uses purposive sampling with data validation using source triangulation. Data analysis using the Interactive Model Data Analysis Miles, et, al (2014: 13). Aspects of the study in this study using George C. Edward III (1980: 10) include communication, resources, disposition, and organizational structure.
Implementation of the implementation of billboard permits in Purbalingga district has been going well. Each agency coordinated with each other for a team to exercise their respective authority to implement Perda No. 14 of 2015 concerning Admission Licensing in accordance with regulations. But there are still violations from vendors who are responsible for the installation and infrastructure in the Satpol PP, but are still trying to the maximum extent possible.
2244425057C1L015046PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN EKONOMI SISWA MAN 1 BANYUMASAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keaktifan belajar dan hasil belajar siswa kelas X IPA MAN 1 Banyumas yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran Student Teams Achievement Division terhadap keaktifan belajar dan hasil belajar, serta pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar mata pelajaran ekonomi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Teknik sampel yang digunakan adalah Purpossive Sampling, dengan jumlah sampel 61 siswa yang terbagi dalam dua kelas yaitu kelas kontrol dan kelas ekperimen. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan t-Test dan regresi linier sederhana.
Berdasarkan hasil analisis diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Terdapat perbedaan keaktifan belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Teams Achievement Division dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional; (3) Terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division terhadap keaktifan belajar; (4) Terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division terhadap hasil belajar siswa; (5) Terdapat pengaruh keaktifan belajar terhadap hasil belajar siswa.
Kata kunci: Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division, Keaktifan Belajar, dan Hasil Belajar.
Abstract
This research have a purpose to determine the differences in learning activeness and learning outcomes of students of class X IPA MAN 1 Banyumas who use the Student Teams Achievement Division learning model with students who use conventional learning models. his study also aims to analyze the influence of the use of Student Teams Achievement Division's learning model on learning activeness and learning outcomes, as well as the effect of learning activeness on the learning outcomes of economi.
The type of research is quantitative research with an experimental approach. The sample technique used was Purpossive Sampling, with a sample of 61 students divided into two classes namely the control class and the experimental class. The data analysis method used in this study was using t-Test and simple linear regression.
Based on the results of the analysis obtained the following results: (1) There are differences in learning activeness between students who use the Student Teams Achievement Division learning model with students who use conventional learning models; (2) There are differences in learning outcomes between students who use the Student Teams Achievement Division learning model and students who use conventional learning models; (3) There is the influence of the Student Teams Achievement Division learning model on student learning activeness; (4) There is the influence of the Student Teams Achievement Division learning model on student learning outcomes; (5) There is an effect of learning activeness on student learning outcomes.
Keywords: Student Teams Achievement Division Learning Model, Learning Activity, and Learning Outcomes.
2244525058I1B015041PENGARUH HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER IIIAbstrak

PENGARUH HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP KECEMASAN IBU HAMIL TRIMESTER III

Qori Nur Azizah1, Lutfatul Latifah2, Nina Setiawati 2

Latar belakang: Kecemasan ibu hamil trimester III akan semakin meningkat dan intensif seiring dengan mendekatnya proses persalinan. Kecemasan yang sering muncul pada ibu hamil trimester III tidak boleh dibiarkan karena dapat menimbulkan dampak serius ketika proses persalinan. Hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap kecemasan pada ibu hamil trimester III.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasy experimental pretest and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel berjumlah 44 responden (22 kelompok intervensi dan 22 kelompok kontrol). Instrumen kecemasan yang digunakan adalah Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS). Uji yang digunakan adalah Paired t Test dan Independent Samples Test.
Hasil: Rata-rata usia kelompok intervensi yaitu 30,59 tahun dan kontrol yaitu 27,86 tahun. Kebanyakan responden berpendidikan SMP/MTS dan merupakan ibu rumah tangga. Terdapat perbedaan skor kecemasan sebelum dan sesudah pemberian hidroterapi rendam kaki air hangat pada kelompok intervensi (p=0,000) serta tidak ada perbedaan skor kecemasan pada kelompok kontrol (p=1,000). Tidak ada perbedaan skor kecemasan antara kelompok intervensi dan kontrol sebelum perlakuan dengan p=0,2 serta terdapat perbedaan skor kecemasan kedua kelompok sesudah perlakuan dengan p=0,000.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap kecemasan ibu hamil trimester III.
Kata Kunci: hidroterapi rendam kaki air hangat, kecemasan, kehamilan





1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
2Departemen Keperawatan Maternitas Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
Abstract

THE EFFECT OF HYDROTHERAPY OF WARM WATER FOOT SOAK ON THE ANXIETY OF PREGNANT MOTHERS TRIMESTER III

Qori Nur Azizah1, Lutfatul Latifah2, Nina Setiawati2

Background : Anxiety of pregnant mothers will increase and become intensive towards the upcoming birth process. The anxiety which happens quite often can not be neglected because it may give serious impact on the birth process. Hydrotherapy of warm water foot soak is a therapy for reducing anxiety. This research aims to find out the effects of hydrotherapy of warm water foot soak addressed to prenatal anxiety of pregnant mothers in the third trimester of pregnancy.
Methodology : This research used quasy experimental pretest and posttest with control group design. The sample were 44 respondents (22 from intervention group and 22 from control group). The instrument used in this research was Zung-Self Anxiety Rating Scale (ZSAS). The test used Paired t Test dan Independent Samples Test.
Result : The average age of intervention group was 30.59 years old and control group was 27.86 years old. Most respondents had junior high school education and were housewives. The result showed that there were differences in anxiety scores before and after of hydrotherapy of warm water foot on the intervention group (p=0,000) and no differences anxiety scores on the control group (p=1,000). There were no differences in anxiety scores between the intervention and control groups before treatment with p = 0.2 and were differences in anxiety scores between the two groups after treatment with p = 0,000.
Conclusion : There were effects of hydrotherapy of warm water foot soak on the anxiety of pregnant mother trimester III.
Keywords : warm water foot soak hydrotherapy, anxiety, pregnancy.




¹Student Department of Nursing Major, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman.
2Department of Maternity Nursing, Nursing Major, Faculty of Health Sciences, University of Jenderal Soedirman.
2244625071C1I015027THE ANALYSIS OF AUDIT BOARD’S FINDINGS IN FIXED ASSET
(Case Study of Brebes Local Government)
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan temuan audit BPK terkait aset tetap dan pendapat aparat Badan Pengelola Pengendalian Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Brebes khususnya aparat yang bertanggung jawab untuk aset dan penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD). Penelitian ini mengambil judul “The Analysis of Audit Board’s Findings in Fixed Asset (Case Study of Brebes Local Government). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan menganalisis pelaksanaan pengendalian internal untuk pengelolaan aset tetap di Pemerintah Kabupaten Brebes, menggali dan menganalisis kendala yang dialami dalam pengelolaan aset tetap, serta menggali dan menganalisis bagaimana meningkatkan kualitas LKPD untuk mendapatkan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pelaksanaan pengendalian internal untuk pengelolaan aset tetap di Pemerintah Kabupaten Brebes sudah tepat sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Hal ini terkait temuan BPK pada LKPD tahun anggaran 2017 yang sudah selesai ditelusuri, yaitu telah menggunakan aplikasi yang terintegrasi untuk pencatatan aset tetap, telah dilakukan rekonsiliasi aset secara bersama-sama oleh bidang akuntansi, bidang aset, dan pengurus barang, telah dilakukan penilaian dan pengukuran untuk tanah, air, dan irigasi, serta telah ditemukan perbedaan saldo aset tetap. Namun, pengendalian internal yang dilakukan oleh inspektorat masih belum optimal dalam menjalankan fungsi pengawasan. Peran inspektorat masih sebatas mereview hasil akhir pelaporan dan belum adanya pembinaan penyusunan LKPD secara langsung. Kendala dalam pengelolaan aset tetap terkait pengaplikasian sistem dan kualitas SDM pengurus barang. Maka dari itu, beberapa inovasi telah dilakukan oleh Kabupaten Brebes untuk mencapai target WTP, yaitu Klinik Layanan Aset (KLA), internal recruiting, perekrutan tenaga lepas akuntansi, bimbingan teknis, tim satuan tugas konsultasi aset dan akuntansi, dan kuliah kecil akuntansi.
This research is a qualitative descriptive study to describe Audit Board’s findings related to fixed assets and opinions of Brebes Local Government Regional Revenue, Finance and Asset Management Agency (BPPKAD), especially those responsible for assets and preparation of local government financial reports (LKPD). The title of this research is "The Analysis of Audit Board’s Findings in Fixed Asset (Case Study of Brebes Local Government). The purpose of this study is to explore and analyze the implementation of internal control in managing fixed asset in the Brebes Local Government, to explore and analyze the obstacles experienced in managing fixed asset, and to explore and analyze how to improve the quality of local government financial reports to obtain an unqualified opinion.
The results of this study indicate that the implementation of internal controls for the management of fixed assets in the Brebes Local Government is appropriate in accordance with applicable laws and regulations. This is related to the Audit Board’s finding in the 2017 fiscal year LKPD which have been traced, namely using integrated applications for the recording of fixed assets, asset reconciliation has been carried out jointly by accounting, asset fields, and goods administrators, assessment and measurement have been carried out for land, water, and irrigation, and differences in fixed asset balances have been found. However, the internal control has been done by the inspectorate is still not optimal in carrying out the supervisory function. The role of the inspectorate is still limited to reviewing the final reporting results and there is no coaching function for the LKPD preparation. The Obstacles in the management of fixed assets are related to the application of the system and the quality of human resource management. Therefore, several innovations have been made by Brebes Regency to achieve the target of Unqualified Opinion, namely The Asset Service Clinic (KLA), internal recruiting, recruitment of freelance accounting officers, technical guidance, team of assets and accounting consultation task force, and small accounting courses.
2244725059C1L015031PENGARUH MEDIA GOOGLE CLASSROOM TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR PADA PELAJARAN EKONOMIHasil belajar pada mata pelajaran ekonomi kelas X IPA Madrasah Aliyah Negeri 1 Banyumas belum optimal dikarenakan media pembelajaran saat ini berbasis media cetak yang menyebabkan pembelajaran monoton tanpa melibatkan aktivitas belajar siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media google classroom terhadap hasil belajar siswa kelas X IPA MAN 1 Banyumas melalui aktivitas belajar sebagai variabel moderator. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan peningkatan hasil belajar antara penggunaan media google classroom dan media cetak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui soal pretest, post test dan angket. Uji analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t dan analisis regresi linier sederhana.
Berdasarksan hasil analisis yang diperoleh hasil sebagai berikut : (1) Media google classroom dapat meningkatkan hasil belajar (2) Aktivitas belajar dapat meningkatkan hasil belajar siswa (3) Terdapat interaksi antara media google classroom dengan aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa.
The learning outcomes of economic class in state madrasah aliyah 1 Banyumas grade X IPA are not optimal because learning media are currently based on print media which causes monotonous learning without involving student learning activities optimally .This research have a purpose to analyzing the influence about using google classroom media in learning outcomes for state madrasah aliyah 1 Banyumas grade X IPA throgh learning aktivities as mediator variables. Futhermore, this research have a purpose to analyzing the comparison in learning outcomes using google classroom media compare with print media.
The method used in this research are quantitative research with an experimental approach. There are 60 sample from students which divides into two classes, that is Experiment class and Control Class. The data collection using pretest, post test and questionnaire. The method of analysis used in this research are t test, linear regression.
Based analysis result, we obtain result such as : (1) Google classroom media can improve learning outcomes (2) Learning activities can improve student learning outcomes (3) There is interaction between google classroom media with student learning activities on student learning outcomes.
2244825060C1L015003PENGARUH PENGGUNAAN SOFTWARE MOVIE MAKER DAN SOFTWARE PREZI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMIJenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif komparatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kedua media yaitu software Movie Maker dan media software Prezi terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPS dengan materi ekonomi dan mengetahui perbedaan hasil belajar dari kedua media tersebut. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Baturraden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal pilihan ganda dan angket.
Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil uji hipotesis terhadap data post-test pada kelas eksperimen I dengan menggunakan software Movie Maker menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel atau 2,752 > 2,032. Pada Kelas eksperimen II menggunakan software Prezi menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel atau 2,140 > 2,034. Apabila t hitung > t tabel maka Ha diterima atau kedua media tersebut berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Rata – rata hasil belajar post-test kelas eksperimen I dengan menggunakan media software Movie Maker sebesar 82,08 dan kelas eksperimen II yang menggunakan media software Prezi memiliki rata rata hasil belajar sebesar 78,71. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media software Movie Maker lebih baik dari media software Prezi.
Berdasarkan uji hipotesis menggunakan Uji t-test independent sample, menunjukkan bahwa nilai t hitung > t tabel atau 2,157 >1,994. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat perbedaan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media software Movie Maker dengan media software Prezi.
This type of research is comparative quantitative research with an experimental approach. This study aims to determine the effect of media, Movie Maker software and Prezi software media on the learning outcomes of XI IPS students with economic material and to know the differences in learning outcomes of the two media. This research was conducted at SMAN 1 Baturraden. The instruments used in this study were multiple choice questions and questionnaires.
Based on the results of data analysis, the results of hypothesis testing of post-test data in experimental class I using the Movie Maker software indicate that the value of t count> t table or 2,752> 2,032. In Class II experiment using Prezi software shows that the value of t count> t table or 2,140> 2,034. If t count> t table then Ha is accepted or both media have a positive effect on learning outcomes. The average post-test learning outcomes of the experimental class I using the Movie Maker software media were 82.08 and the experimental class II using Prezi software media had an average learning outcome of 78.71.
It shows that using Movie Maker software media is better than Prezi software media. Based on hypothesis testing using the independent sample t-test, the sample shows that the value of t count> t table or 2,157> 1,994. The conclusion of this study explains that there are differences between student learning outcomes using Movie Maker software media and Prezi software media.
2244928563F1B016033INOVASI PELAYANAN PUBLIK (Studi Kasus pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Banyumas)
Pelayanan publik di Indonesia selama ini selalu syarat dengan permasalahan. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik salah satunya adalah melalui KemenPanRB dengan menggencarkan penyelenggaraan pelayanan pada Mall Pelayanan Publik (MPP). Mall Pelayanan Publik pertama di Jawa Tengah diselenggarakan di Kabupaten Banyumas yang berdiri sejak tahun 2018 dan diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan pelayanan, namun data lapak aduan Banyumas menunjukkan peningkatan aduan pada kategori perizinan sejumlah 16 aduan di tahun 2018 dan melonjak naik pada tahun 2019 menjadi sejumlah 34 aduan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana inovasi pelayanan publik pada DPMPPTSP dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan bentuk studi kasus terpancang. Pemilihan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling dan aksidental sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan observasi serta metode analisis data menggunakan metode analisis interaktif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pada fokus inovasi secara keseluruhan baik internal dan eksternal, DPMPPTSP menunjukkan progres yang baik dengan adanya upaya pengembangan inovasi mengenai penambahan jumlah layanan dan adanya kerjasama yang baik antar instansi vertikal dan horizontal yang terlibat. Namun inovasi terkendala ada pada ketidakpastian waktu saat penggantian prosedur dan terbatasnya sumber daya manusia. Sedangkan pada hasil temuan penelitian , inovasi Mall Pelayanan Publik terlihat pada peningkatan kepuasan masyarakat karena adanya MPP memudahkan dalam melakukan pelayanan serta adanya integrasi yang dilakukan oleh DPMPPTSP dengan instansi vertikal dan horizontal lainnya. Inovasi hanya sedikit terlihat karena penyelenggaraan MPP di daerah bukan berdasar pada inisiasi dari masing-masing pemerintah daerah, MPP hanya sebagai bentuk penyelenggaraan top down dari pemerintah pusat untuk kemudian dijalankan oleh pemerintah daerah.
Public services in Indonesia have always been in line with challenges. Various attempts were made by the government to improve the quality of public services, one of which was through the Ministry of Empowerment of State Apparatus and Bureaucratic Reforms in the Public Service Mall (MPP). The first Public Service Mall in Central Java was held in Banyumas Regency which was established in 2018 and is expected to be able to solve service problems, however Banyumas's lapak data shows an increase in complaints in the licensing category by 16 complaints in 2018 and surged up in 2019 to 34 complaints. This research aims to find out how public service innovation in DPMPPTSP by using qualitative research with embedded case study forms. The selection of informants used was purposive sampling and accidental sampling techniques. Data collection using interviews, documentation and observation as well as data analysis methods using interactive analysis methods. The results of the study show that in the overall focus of innovation both internally and externally, DPMPPTSP shows good progress with efforts to develop innovations regarding the addition of services and good collaboration between the vertical and horizontal agencies involved. But innovation is constrained by the uncertainty of time when changing procedures and limited human resources. Whereas in the research findings, the Public Service Mall innovation was seen in increasing community satisfaction because the MPP made it easy to perform services as well as the integration carried out by DPMPPTSP with other vertical and horizontal agencies. Innovation is only a little visible because the implementation of MPP in the regions is not based on the initiation of each local government, MPP is only a form of top-down implementation of the central government to then be run by local governments.
2245025061A1C113039STUDI KOMPARASI FINANSIAL USAHA TANI SEMANGKA DAN MELON DI KECAMATAN MIRIT KABUPATEN KEBUMEN
Kecamatan Mirit ini terdapat usaha tani semangka dan melon. Kondisi cuaca yang tidak menentu dan pembiayaan usahatani melon yang lebih tinggi dibandingkan usahatani semangka merupakan faktor permasalahan dan keluhan dalam usahatani. Sehingga ketertarikan petani kecil untuk menanam melon rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis perbedaan biaya, 2) menganalisis perbedaan pendapatan, 3) menganalisis perbedaan keuntungan, 4) menganalisis Break Event Point dan, 5) menganalisis perbedaan R/C ratio usahatani semangka dan melon. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan September 2018 di Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen. Penentuan responden dilakukan secara sensus. Analisis data meliputi: Analisis Deskriptif, Analisis Biaya dan Pendapatan, Break Event Point (BEP), R/C Ratio dan Uji Beda t independent. Hasil penelitian menunjukan 1) biaya produksi usahatani melon lebih tinggi, 2) penerimaan usahatani melon lebih tinggi, 3) pendapatan usahatani melon lebih tinggi, 4) BEP melon lebih besar dibandingkan BEP semangka, dan 5) R/C ratio usahatani melon lebih tinggi. Meskipun biaya produksi melon lebih tinggi dibandingkan biaya produksi usahatani semangka, namun pendapatan yang diperoleh usahatani melon juga lebih tinggi. Sehingga petani tidak perlu ragu lagi untuk menanam melon dan meningkatkan produksi semangka.

In Mirit sub-district has watermelon and melon farming. Erratic weather conditions and higher melon farming financing than watermelon farming are factors of problems in farming. So that the interest of small farmers to plant melons is low. This study aims to: 1) analyze differences in costs, 2) analyze differences in income 3) analyze differences in profits, 4) analyze Break Event Points and, 5) analyze differences in R / C ratio of watermelon and melon farming. Data collection was carried out in September 2018 in Mirit Sub District, Kebumen District. Determination of respondents was carried out in census. Data analysis included: Descriptive Analysis, Cost and Revenue Analysis, Break Event Point (BEP), R / C Ratio and independent t Difference Test. The results showed 1) higher melon farming production costs, 2) higher melon farming receipts, 3) higher melon farming income, 4) higher BEP melon than watermelon BEP, and 5) R / C ratio higher melon farming. Although the cost of producing melons is higher than the cost of producing watermelon farming, the income obtained by melon farming is also higher. So that farmers do not need to hesitate anymore to plant melons and increase the production of watermelons.
2245125062E1A015079ALAT BUKTI ELEKTRONIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PERCERAIAN
(STUDI TERHADAP PUTUSAN NOMOR 122/PDT.G/2014/PTA.MKS)
Lahirnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik membawa pembaharuan hukum dengan diaturnya bukti elektronik sebagai alat bukti yang sah di persidangan. Penelitian ini bersumber pada Putusan Nomor 122/Pdt.G/2014/PTA.Mks mengenai bukti elektronik dalam pembuktian perkara perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ratio decidendi hakim tingkat pertama dan tingkat banding dalam menilai bukti elektronik berdasarkan UU ITE serta mengetahui kekuatan pembuktian dari bukti elektronik tersebut. Peneliti menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan kasus dan pendekatan konseptual yang merupakan metode pendekatan dalam penelitian hukum normatif. Sumber bahan hukum yang digunakan yaitu bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan serta literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ratio decidendi hakim pengadilan tinggi agama dalam menilai bukti elektronik lebih tepat daripada ratio decidendi hakim pengadilan agama, karena lebih sesuai dengan UU ITE dan prinsip dalam hukum pembuktian. Bukti elektronik dalam perkara a quo tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus dihubungkan dengan alat bukti yang lain. Kedudukan bukti tersebut dipersamakan seperti bukti surat biasa yang mempunyai kekuatan bukti bebas. The existence of Information and Electronic Transaction Law No. 11 year 2008 cause legal renewal by arranging electronic evidence as legal evidence in the trial This research was based on the decision number 122/Pdt.G/2014/PTA.Mks which electronic evidences in verification of divorce cases. The purpose of this research is to understanding about ratio decidendi of the justice court from the first degree and the appeal degree within assess the electronic evidences based on Information and Electronic Transaction Law and to understanding the power of verification from the electronic evidence itself. The researcher used the approach of law, cases, and conceptual that are approach method in the research of normative law. The material resources that used in this research are primary and secondary of law matter such as legislation ordinances and relevant literature. The results of this research shows that ratio decidendi of the justice from the Religion of High Court is more accurate rather than ratio decidendi of justice from the Religion Court, because it has been appropriate with Information and Electronic Transaction Law and the principal in law evidences. The electronic evidences in a quo cases are can not stand by itself but must be be connected with other evidence. The position of the evidenceas as a ordinary letters that have a power of freedom verification.
2245225063A1F015072KARAKTERISTIK BIODEGRADABLE FILM BERBASIS PATI GARUT (Maranta arundinacea), PATI UBI JALAR (Ipomoea batatas), DAN HYDROXYPROPYL METHYLCELLULOSE (HPMC) DENGAN PLASTICIZER GLISEROL DAN SORBITOLBiodegradable film dikembangkan sebagai alternatif pengemas plastik. Biodegradable film dapat dibuat dari pati garut, pati ubi jalar, dan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC). Biodegradable film berbasis polisakarida memiliki kelemahan yaitu mudah rapuh sehingga perlu ditambahkan plasticizer untuk meningkatkan fleksibilitas film. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh jenis bahan, jenis plasticizer, dan konsentrasi plasticizer, serta interaksi faktor jenis bahan, jenis plasticizer, dan konsentrasi plasticizer terhadap karakteristik kimia, fisik, dan sensoris biodegradable film. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diteliti meliputi jenis bahan (pati; pati ubi jalar; hydroxypropyl methylcellulose), jenis plasticizer (gliserol dan sorbitol), dan konsentrasi plasticizer (4%; 6%; 8%). Variabel yang diamati terdiri dari variabel kimia (kadar air dan kadar abu), fisik (ketebalan dan kelarutan), dan sensoris (kejernihan, warna, aroma, tekstur, dan kesukaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Film pati ubi jalar dan pati garut memiliki kadar abu, ketebalan, dan kelarutan lebih rendah dibandingkan HPMC. (2) Plasticizer sorbitol menghasilkan film dengan kadar air lebih rendah dibandingkan plasticizer gliserol. (3) Pada konsentrasi 4-8%, semakin tinggi konsentrasi plasticizer, maka kelarutan akan meningkat. (4) Interaksi antara jenis bahan, jenis plasticizer, dan konsentrasi plasticizer tidak memberikan perbedaan terhadap karakteristik kimia, fisik, dan sensori biodegradable film yang dihasilkan.Arrowroot starch, sweet potato starch, and hydroxypropyl methylcellulose are potential to be developed as the biodegradable film as an alternative to plastic packaging. The polysaccharide-based film produces a brittle biodegradable film. Therefore, it needs plasticizer to increase the flexibility of the film. The research was to study the effect of material type, plasticizer type, plasticizer concentration, and the interaction between three factors on the chemical, physical, and sensory characteristic of the film. The research used Completely Randomized Design Factorial. The factor of treatments were material type (arrowroot starch; sweet potato starch; hydroxypropyl methylcellulose), plasticizer type (glycerol; sorbitol), and plasticizer concentration (4%;6%;8%). The observation consists of a chemical variable (moisture content and ash content), physical variable (thickness and solubility), and sensory variable (clarity; color; aroma, texture; and preference). The result shows that (1) sweet potato and arrowroot starch film indicates a lower value of ash content, thickness, and solubility than HPMC. (2) Sorbitol indicates a lower value of moisture content. (3) At 4-8% concentration, the higher level of plasticizer concentration indicates a higher of solubility. (4) The interaction between the factors didn’t show any difference on chemical, physical, and sensory characteristic of the biodegradable film.
2245325072C1C015007Pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran dengan Asimetri Informasi dan Komitmen Organisasi sebagai variabel pemoderasi ( Studi pada PEMDA Kabupaten Purbalinga)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran dengan Asimetri Informasi dan Komitmen Organisasi sebagai variabel pemoderasi pada Pemerintah Daerah Kabupaten Purbalingga.
Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai pada Organisasi Perangkat daerah Kabupaten Purbalingga, dengan teknik pengambilan sampel yaitu probability sampling dengan syarat responden merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di OPD Kabupaten Purbalingga dan Pejabat Struktural serta aparat yang berkaitan dengan proses penyusunan, pelaksaan dan pertanggungjawaban anggaran. Dalam hal ini adalah perencanaan program kegiatan di setiap OPD. Sampel yang diambil berjumlah 81 Pegawai Negeri Sipil pada 27 Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Purbalingga. Data yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi linear sederhana dan Moderate Analysis Regression.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Partisipasi Anggaran tidak berpengaruh negatif terhadap Senjangan Anggaran di Kabupaten Purbalingga; (2) Asimetri Informasi mampu memoderasi pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran di Kabupaten Purbalingga; (3) Komitmen Organisasi mampu memoderasi pengaruh Partisipasi Anggaran terhadap Senjangan Anggaran di Kabupaten Purbalingga.
Implikasi dari penelitian ini yaitu bagi pemimpin dan staf OPD Kabupaten Purbalingga diharapkan selalu berpartisipasi secara sungguh-sungguh dan bekerja sama dalam proses penyusunan anggaran. Penilaian kinerja bawahan tidak hanya berdasarkan pada pencapaian target anggaran, namun harus berdasarkan berbagai aspek yang mendukung kinerja bawahan,seperti kesungguh-sumgguhan dalam mencapai target dan ketelitian melakukan suatu target. Setiap pemimpin dan staff OPD Kabupaten Purbalingga harus menyadari bahwa tujuan yang dapat dicapai dengan baik tercipta karena adanya interaksi yang baik antar pegawai yang baik.
This study aims to determine the effect of Budget Participation on Budgetary Slack with Information Asymmetry and Organizational Commitment as moderating variables in the Regional Government of Purbalingga Regency.
The population in this study were employees in the regional apparatus organization of Purbalingga Regency, with sampling techniques namely probability sampling provided that respondents were civil servants who worked in the OPD of Purbalingga Regency and Structural Officers and officials related to the process of drafting, implementing and accountability. the budget. In this case the program planning activities in each OPD. Samples taken were 81 Civil Servants in 27 Regional Organizations of Purbalingga Regency. The data obtained were analyzed by simple linear regression analysis techniques and Moderate Analysis Regression.
The results of this study indicate that: (1) Budget Participation does not negatively affect Budgetary Slack in Purbalingga Regency; (2) Information Asymmetry is able to moderate the effect of Budget Participation on Budget Slack in Purbalingga Regency; (3) Organizational Commitment is able to moderate the effect of Budget Participation on Budget Slack in Purbalingga Regency.
The implication of this research is that the OPD leaders and staff of Purbalingga Regency are expected to always participate seriously and cooperate in the budgeting process. Evaluation of subordinates 'performance is not only based on achieving budget targets, but must be based on various aspects that support subordinates' performance, such as the earnestness in achieving targets and accuracy in carrying out targets. Every OPD leader and staff in Purbalingga Regency must realize that goals that can be achieved properly are created because of good interactions between good employees.
2245425081F1B115012COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBANGUNAN DESA DI DESA DERMAJI KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMASDalam melakukan pembangunan biasanya memerlukan suatu kerjasama dengan pihak lain, yakni dengan maksud untuk memudahkan pembangunan tersebut tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Collaborative governance merupakan suatu cara yang dapat menjembatani berbagai elemen seperti pemerintah, swasta dan masyarakat untuk bekerja sama dalam banyak hal, demikian pula pada level pembangunan desa. Setiap desa yang ada di Indonesia diharapkan dapat menerapkan pembangunan desa dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan atau menganalisis collaborative governance dalam pembangunan desa di Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Dermaji Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas, sasaran dalam penelitian ini antara lain Pemerintah (Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Seksi Kesejahteraan dan LPPM UNSOED), Pihak Swasta (GDM dan TDK) dan Masyarakat (Tokoh Masyarakat). Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis model interaktif (Interactive Models of Analysis). Dalam penelitian ini untuk menguji validitas data dengan menggunakan Triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya collaborative governance dapat mempercepat proses pembangunan desa. Proses dialog tatap muka faktanya tidak dapat dilakukan dialog (komunikasi) dan negosiasi. Karena proses-proses tersebut didominasi oleh Kepala Desa, tingkat kepercayaan dari masing-masing stakeholder terjalin dengan baik tidak ada yang ditutup-tutupi namun masih didominasi oleh Kepala Desa, komitmen atas proses yang ada antar stakeholder pun sudah berjalan dengan baik, selain itu mereka juga sudah saling mengerti dan memahami tujuan dari diadakannya kolaborasi tersebut, kondisi desa sudah terlihat sangat baik dari segi fisik maupun non fisiknya. Namun masyarakat dan stakeholder lainnya beranggapan bahwa hal tersebut masih bisa dikembangkan kembali untuk kemajuan Desa Dermaji.In carrying out development usually requires a collaboration with other parties, namely with the intention of facilitating the development to be achieved in accordance with predetermined objectives. Collaborative governance is a way that can bridge various elements such as government, the private sector and the community to work together in many ways, as well as at the village development level. Every village in Indonesia is expected to be able to implement village development properly. This study aims to describe or analyze collaborative governance in village development in Dermaji Village, Lumbir District, Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative. The objectives in this study include the Government (Village Head, Village Secretary, Head of welfare Section and UNSOED LPPM), Private Parties (GDM and TDK) and Community (Community Leaders). The selection of informants used purposive sampling technique. The analytical method used is interactive model analysis (Interactive Models of Analysis). In this study to test the validity of the data by using data triangulation. The results of the study show that the existence of collaborative governance can accelerate the process of village development. The face-to-face dialogue process is in fact unable to carry out dialogue (communication) and negotiation. Because the processes were dominated by the Village Head, the level of trust of each stakeholder was well established, there was nothing covered up but still dominated by the Village Head, the commitment to the existing processes among stakeholders was already going well, besides they also have understood each other and understood the purpose of the collaboration, the condition of the village has looked very good both physically and non-physically. But the community and other stakeholders assume that this can still be developed again for the progress of Dermaji Village.
2245525112H1K014031KONDISI PARAMETER FISIK PANTAI KOTA PALU SEBELUM DAN SESUDAH KEJADIAN BENCANA ALAM TSUNAMIPenelitian akhir ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi parameter fisik pesisir Kota Palu pada saat sebelum dan sesudah kejadian bencana alam tsunami secara deskriptif dan menggunakan Indeks Kerentanan Pantai (IKP). Parameter-parameter yang dilihat adalah geomorfologi, garis pantai, tinggi gelombang, pasang surut, elevasi, kemiringan, dan muka air laut. Penelitian ini menggunakan metode survey dan skoring parameter IKP serta dipetakan berdasarkan kelas kerentanan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kenaikan nilai IKP pada kondisi sebelum dan sesudah kejadi tsunami. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata IKP dari 2,664 menjadi 2,666 pada kelas kerentanan sedang.This final research aims to describe the condition of the coastal physical parameters of Palu City before and after the natural disaster tsunami events descriptively and using the Coastal Vulnerability Index (CVI). The parameters used are geomorphology, coastline, wave height, tides, elevation, slope, and sea level. This study used the CVI survey methods by scoring coastal parameters and mapped based on vulnerability classes. The results of this study indicate an increase in the average of the CVI before and after the condition of tsunami. The avaerage value increased from 2.664 to 2.666 in the moderate vulnerability class.
2245625064C1L015042PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI DILIHAT DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen Siswa Kelas X MIPA 5 di SMA Negeri 1 Purwokerto)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) perbedaan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Teams Games Tournament (TGT); (2) perbedaan aktivitas belajar siswa menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Teams Games Tournament (TGT); (3) pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap aktivitas belajar siswa; (4) pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap hasil belajar siswa; (5) pengaruh aktivitas belajar siswa terhadap hasil belajar siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain penelitian Non Equivalent Control Group Design. Subyek dalam penelitian ini melibatkan dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling yakni kelas X MIPA 1 (kelas kontrol) dan kelas X MIPA 5 (kelas eksperimen) di SMA Negeri 1 Purwokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Analisis data menggunakan uji independent sample t test, n-gain, dan uji regresi linear sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tidak terdapat perbedaan yang signifikan aktivitas belajar siswa menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan model Teams Games Tournament (TGT); (2) terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan model Teams Games Tournament (TGT). Model Problem Based Learning (PBL) lebih efektif untuk meningkatkan hasil belajr siswa; (3) model Problem Based Learning (PBL) tidak berpengaruh positif terhadap aktivitas belajar siswa; (4) model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa; (5) aktivitas belajar siswa berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL).
This study aims to analyze: (1) differences in student learning activities using Problem Based Learning (PBL) and Teams Games Tournament (TGT) learning models; (2) differences in student learning activities using Problem Based Learning (PBL) and Teams Games Tournament (TGT) learning models; (3) the effect of the Problem Based Learning (PBL) learning model on student learning activities; (4) the influence of the Problem Based Learning (PBL) learning model on student learning outcomes; (5) the influence of student learning activities on student learning outcomes.
This research is a quasi-experimental research (Quasi Experiment) with a Non Equivalent Control Group Design research design. The subjects in this study involved two classes selected using a purposive sampling technique namely class X MIPA 1 (control class) and class X MIPA 5 (experimental class) in SMA 1 Purwokerto. The technique of collecting data uses tests and questionnaires. Data analysis using the independent sample t test, n-gain test, and simple linear regression test.
The results showed that: (1) there was no significant difference in student learning activities using the Problem Based Learning (PBL) model with the Teams Games Tournament (TGT) model; (2) there are significant differences in student learning outcomes using the Problem Based Learning (PBL) model with the Teams Games Tournament (TGT) model. The Problem Based Learning (PBL) model is more effective in improving student learning outcomes; (3) the Problem Based Learning (PBL) model does not have a positive effect on student learning activities; (4) the Problem Based Learning (PBL) model has a positive effect on student learning outcomes; (5) student learning activities have a positive effect on student learning outcomes.

Keywords : Learning Activities, Learning Outcomes, Problem Based Learning (PBL) Models.
2245725048H1D013072INTERPOLASI SPASAL CURAH HUJAN MENGGUNAKAN METODE KRIGING UNTUK DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYUData spasial curah hujan yang handal merupakan suatu kebutuhan yang mendasar dalam analisis hidrologi maupun dalam perancangan dan pengembangan sumber daya air pada umumnya. Akan tetapi, kebutuhan mendasar data spasial curah hujan tersebut tidak diimbangi dengan data yang berkualitas baik karena terbatasnya stasiun pengukur hujan dan kelalaian dari petugas pencatat curah hujan dalam pencatatannya. Untuk mengatasi rendahnya kerapatan jaringan pengukur curah hujan dan minimnya data hujan, interpolasi spasial curah hujan pada lokasi yang tidak ada pengukuran perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan metode interpolasi spasial kriging untuk memprediksi curah hujan pada lokasi yang tidak tersedia datanya. Untuk menguji kehandalan model kriging tersebut, maka digunakan beberapa metode yaitu dengan menghitung nilai korelassi, RMSE, MAE, dan PBIAS. Hasil penilitian menunjukan bahwa interpolasi kriging dengan memperhitungkan variabel elevasi memberikan ketelitian nilai estimasi yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena dengan menambahkan variabel elevasi disetiap setasiun akan memberikan nilai yang lebih nyata jika dibandingkan dengan hanya menggunakan data dari citra satelit.Reliable spatial rainfall data is a basic requirement in the hydrological analysis as well as in the design and development of water resources in general. However, basic needs of the spatial data of rainfall are not matched with good quality data due to the limited rainfall measurement station and negligence of the rainfall registrar officer in the recording. To overcome the low density of rainfall measurement networks and the lack of rainfall data, spatial interpolation of rainfall in locations with no measurement needs to be developed. This study aims to develop and apply spatial kriging interpolation methods to predict rainfall in locations where data is not available. To test the reliability of the kriging model, several methods are used namely by calculating values correlation, RMSE, MAE, and PBIAS. The results of the study show that kriging interpolation by calculating the elevation variable gives a higher accuracy of the estimated value. This is because adding an elevation variable to each station will give a more real value compared to only using data from satellite imagery.
2245825065A1C015036Analisis Perubahan Tataguna Lahan (Land use-Land Cover) di DAS Serayu Jawa Tengah, Menggunakan Metode Supervised Classification dengan data Imagery Remote Sensing Citra Satelit Landsat 8Monitoring perubahan tataguna lahan pada suatu wilayah memegang peranan penting pada pembangunan berwawasan lingkungan khususnya di negara Indonesia. Perubahan tataguna lahan akan membuat suatu wilayah DAS menjadi kritis atau sebaliknya lahan yang mendapatkan kegiatan konservatif penghijauan akan menjadi sesuatu yang baik. Monitoring yang dilakukan terhadap tataguna lahan harus bersifat berkelanjutan agar perubahan yang terjadi dalam waktu tertentu dapat terus dipantau. Sulitnya pemantauan pada luasnya wilayah di Indonesia, menyebabkan remote sensing menjadi solusi baru sebagai teknologi yang dapat melakukan monitoring dalam ruang (spatial) dan waktu (temporal). Keunggulan teknologi ini adalah resolusi spasialnya yang tinggi serta menghasilkan informasi yang lebih rinci. Selain itu, teknologi remote sensing memiliki sistem berkelanjutan yang membuat penggunanya dapat melihat suatu perubahan dalam waktu kewaktu. Salah satu alat dari teknologi remote sensing tersebut adalah Citra Satelit Landsat 8 dan MODIS yang digunakan dalam penelitian ini. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi perubahan tataguna lahan yang terjadi pada DAS Serayu, Jawa Tengah selama lima tahun (2014-2018). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Supervised Classification, dengan dua algoritmanya yaitu Minimum Distance dan Spectral Angle Mapping, untuk mengklasifikasi tutupan lahan yang ada. Hasil Penelitian, menunjukan terjadinya kenaikan pada luas lahan pemukiman dan rerumputan secara sistematis, hal tersebut diiringi dengan penurunan daerah persawahan pada tahun 2014-2015. Luas tutupan lahan pada kawasan hutan lindung dan perkebunan cenderung menurun dalam kurun waktu lima tahun. Sementara pada hasil kedua algoritma ditemukan tidak adanya perbedaan. Berbeda dengan Landsat 8 yang memiliki wilayah tertutup awan, data MODIS menunjukan daerah tutupan lahan terkoreksi awan dengan baik. Land use changes monitoring’s in an area plays an important role in environmental development especially in Indonesia. Land use changes will make a watershed area critical or land that receives conservative greening activities will be a good thing. Monitoring carried out on land use must be sustainable so that changes which occur within a certain time can be monitored continuously. The difficulty of territory monitoring in Indonesia causes remote sensing to become a new solution as a technology that can carry out monitoring in space (spatial) and time (temporal). The advantages of this technology are high spatial resolution and more specific information. In addition, remote sensing technology has a continuous system that allows users to see a change in time. Ones of the tools of the remote sensing technology that used in this study are the Landsat 8 Satellite Image and MODIS. Thus, the purpose of this study is to detect land use changes that occurred in the Serayu watershed, Central Java for five years (2014-2018). The method used in this study is Supervised Classification, with two algorithms named Minimum Distance and Spectral Angle Mapping, to classify existing land cover. The results of the study showed an increase in the area of residential land and grass systematically, this was accompanied by a decrease in rice fields in 2014-2015. The area of land cover in protected forest areas and plantations tends to decrease within five years. While the results of the two algorithms were found to have no difference. In contrast to Landsat 8 which has a cloud-covered region, MODIS data shows that the area of land cover is corrected by clouds well.
2245925066F1B014061PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PEKERJAAN UMUM (DPU)
KABUPATEN BANYUMAS
Kinerja dalam sebuah organisasi merupakan unsur penting dalam menjalankan tugas organisasi, terutama pada lembaga pemerintahan. Termasuk dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas yang kinerjanya belum optimal. Hal ini diduga disebabkan oleh faktor kemampuan kerja dan disiplin kerja. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara kemampuan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas. Metode penelitiannya adalah kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Sasaran penelitiannya adalah seluruh pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas sebanyak 84 pegawai. Teknik pengumpulan data melalui kuisioner dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan statistik Korelasi Kendall Tau-b, Korelasi Korkordasi Kendall W dan Regresi Ordinal. Hasil analisis menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kemampuan kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 0,537 atau 53,7 persen. (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai sebesar 0,708 atau 70,8 persen. (3) Terdapat pengaruh yang posotif dan signifikan antara kemampuan kerja dan disiplin terhadap kinerja pegawai sebesar 0,783 atau 78,3 persen. Dengan demikian maka seluruh hipotesis penelitian ini dapat diterima.Performance in an organization is an important element in carrying out organizational tasks, especially in government institutions. Included in this case is the Public Works Office of Banyumas Regency whose performance is not optimal. This is thought to be caused by factors of work ability and work discipline. For this reason, this study aims to analyze the influence of work ability and work discipline on the performance of employees of the Public Works Department in Banyumas Regency. The research method is quantitative associative with a survey approach. The research targets were 84 employees of the Public Works Department of Banyumas Regency. The technique of collecting data through questionnaires and documentation. The collected data is then analyzed by Kendall Tau-b Correlation statistics, Kendall W Correlation Correlation and Ordinal Regression. The results of the analysis show that: (1) There is a positive and significant influence between work ability on employee performance by 0.537 or 53.7 percent. (2) There is a positive and significant influence between work discipline on employee performance by 0.708 or 70.8 percent. (3) There is a positive and significant influence between work ability and discipline on employee performance by 0.783 or 78.3 percent. Thus the whole hypothesis of this study is acceptable.
2246025067C1C015104PENGARUH NPF, NOM DAN FDR TERHADAP PEMBIAYAAN MURABAHAH DENGAN DPK SEBAGAI VARIABEL MODERATINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Non Performing Financing (NPF), Net Operating Margin (NOM) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Pembiayaan Murabahah dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebagai Variabel Moderating. Populasi dalam penelitian ini adalah Bank Umum Syariah yang mempublikasikan laporan keuangannya pada Otoritas Jasa Keuangan maupun pada masing- masing website Bank Umum Syariah periode tahun 2013 hingga 2017, dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, sampel yang diambil berjumlah 8 Bank Umum Syariah di Indonesia yang didapat dianalisis dengan teknik analisis regresi moderasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Non Performing Financing (NPF) tidak berpengaruh negatif terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah; (2) Net Operating Margin (NOM) berpengaruh positif terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah; (3) Financing to Deposit Ratio (FDR) berpengaruh positif terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah; (4) Dana Pihak Ketiga (DPK) tidak memoderasi pengaruh negatif NPF terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah; (5) Dana Pihak Ketiga (DPK) memperkuat pengaruh positif NOM terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah; (6) Dana Pihak Ketiga (DPK) memperkuat pengaruh positif FDR terhadap pembiayaan murabahah pada bank umum syariah. Implikasi dari penelitian ini yaitu sebagai upaya untuk meningkatkan jumlah pembiayaan murabahah. Untuk meningkatkan jumlah pembiayaan murabahah manajerial Bank Umum Syariah di Indonesia perlu memprioritaskan kebijakan yang terkait dengan Net Operating Margin (NOM), Financing to Deposit Ratio (FDR) dan Dana Pihak Ketiga (DPK). This study aims to determine the Non Performing Financing (NPF), Net Operating Margin (NOM) and Financing to Deposit Ratio (FDR) to Murabahah Financing with Third Party Funds (TPF) as the Moderating Variable. The population in this study are Islamic Banks that publishes their financial statements to Otoritas Jasa Keuangan (OJK) and each website of Islamic Banks for the period 2013 to 2017, with a sampling technique that is purposive sampling, the samples taken were 8 Islamic Banks in Indonesia obtained were analyzed by moderating regression analysis technique. The results of this study indicate that: (1) Non Performing Financing (NPF) does not negatively affect murabahah financing at Islamic Banks; (2) Net Operating Margin (NOM) has a positive effect on murabahah financing at Islamic Banks; (3) Financing to Deposit Ratio (FDR) has a positive effect on murabahah financing at Islamic Banks; (4) Third Party Funds (DPK) do not moderate the negative influence of NPF on murabahah financing at Islamic Banks; (5) Third Party Funds (DPK) strengthen the positive influence of NOM on murabahah financing at Islamic Banks; (6) Third Party Funds (DPK) strengthen the positive influence of FDR on murabahah financing at Islamic Banks. The implication of this research is the result of this study can be used as an effort to increase murabahah financing. To increase the amount of murabahah financing, managerial in Islamic Banks in Indonesia need to prioritize policies related to Net Operating Margin (NOM), Financing to Deposit Ratio (FDR) and Third Party Funds (DPK).