Artikelilmiahs
Menampilkan 20.901-20.920 dari 50.125 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 20901 | 25790 | C1C012130 | PENGARUH KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA, SISTEM PENGENDALIAN INTERN (AUDIT INTERNAL) DAN PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH DAERAH TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH (SURVEY PADA OPD KABUPATEN BREBES) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel kompetensi sumber daya manusia, sistem pengendalian internal, dan penerapan standar akuntansi pemerintah daerah terhadap kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Penelitian ini menggunakan data primer dengan populasi PNS di bagian keuangan di OPD Kabupaten Brebes yang berjumlah 178 pegawai. Metode yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian adalah metode purposive sampling, sehingga diperoleh 96 responden. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kualitas kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Penerapan standar akuntansi pemerintah daerah berpengaruh positif terhadap kualitas kualitas laporan keuangan pemerintah daerah. Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kualitas Laporan Keungan Pemerintah daerah pada OPD Kabupaten Brebes, pihak OPD Kabupaten Brebes sebaiknya memperhatikan penempatan sumber daya manusia pada posisi akuntansi agar sesuai dengan disiplin ke ilmuan pegawai dan rutin mengadakan pelatihan atau worksop tentang penyusunan laporan keuangan. Selanjutnya pada sisi pengendalian internal sebaiknya rutin dalam mengadakan inspeksi mendadak untuk meningkatkan kedisplinan agar menghasilkan laporan keuangan yang berkualitas dan tepat waktu. Kemudian, pada sisi penerapan standar akuntansi pemerintah daerah sebaiknya dilakukan monitoring berkala agar penyusunan laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi pemerintah. | SUMMARY This research aims to find out and analyze the influence of competency variables of human resources, internal control systems, and the application of local government accounting standards to the quality of Local Government Financial Reports (LKPD). This research used primary data with a population of civil servants in the finance section of the OPD of Brebes Regency, totaling 178 employees. The method used to determine the sample of the study was the purposive sampling method, so that 96 respondents were obtained. The analytical method used was Multiple Linear Regression Analysis. The result of this research indicates that the competence of human resources has a positive effect on the quality of local government financial reports. The internal control system has a positive influence towards the quality of local government financial reports. The application of local government accounting standards has positive influence to the quality of local government financial reports. The implication of the conclusion above is that in the effort in improving the quality of the Regional Government Financial Report quality on Brebes Regency OPD, the Brebes Regency OPD should pay attention to the placement of human resources in the accounting position to fulfill the discipline of employee knowledge and conduct training or workshops routinely for the preparation of financial reports. Furthermore, on the internal control side, it is advisable to routinely conduct direct inspections to improve discipline to produce quality and timely financial reports. Then, on the side of applying regional government accounting standards, it should be conducted periodic monitoring so that the preparation of financial reports is in accordance with government accounting standards. | |
| 20902 | 23833 | F1B014048 | KINERJA PENYULUH KELUARGA BERENCANA DALAM PROGRAM GENRE DALAM UPAYA MENCEGAH PERNIKAHAN MUDA DI KECAMATAN BUKATEJA KABUPATEN PURBALINGGA | Penelitian ini berjudul “Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Genre dalam Upaya Mencegah Pernikahan Muda di Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga”. Judul ini dilatarbelakangi oleh kasus penikahan muda di Kecamatan Bukateja cukup tinggi diantara Kecamatan lainnya yang ada di Kabupaten Purbalingga. Hal ini berdampak pada tingkat perceraian yang meningkat. Tujuan peneltian ini untuk mendiskripsikan kinerja Penyuluh Keluarga Berencana dalam Program Genre dalam Upaya Mencegah Pernikahan Muda di Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Metode penelitiannya adalah kualitatif deskriptif dan teknik pemilihan informannya adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Metode analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh Keluarga Berencana dalam program genre dalam upaya mencegah pernikahan muda di kecamatan bukateja ditunjukan melalui aspek-aspek kinerja yang meliputi produktivitas program GenRe dimana penyuluhan dapat dilaksanakan sesuai dengan target sasaran yakni remaja usia produktif dan target frekuensi kegiatan GenRe untuk mencegah pernikahan muda; aspek kualitas layanan meliputi relability ditunjukan oleh kemampuan penyuluh dalam melaskanakan pelayanan publik secara handal dan akurat dengan membentuk dan membina kelompok pusat informasi konseling remaja (PIKR), assurance ditunjukan oleh penyuluh dengan memiliki pengetahuan seputar program GenRe dalam mencegah pernikahan muda dan dapat melaksanakan penyuluhan secara sopan, emphaty yang ditunjukan oleh penyuluh melalui pelaksanaan kegiatan kunjungan rumah untuk melaksanakan konseling secara individu agar lebih pribadi dan tangible yang ditunjukan melalui kemampuan penyuluh menyelenggarakan pertemuan dan pembinaan dengan fasilitas narasumber yang memadai bagi program GenRe untuk mencegah pernikahan muda; aspek responsivitas diwujudkan oleh sikap penyuluh keluaraga berencana yang memiliki kemampuan menggali permasalahan remaja dan pernikahan muda, faktor penyebab dan dampak pernikahan muda, serta kemampuan membuat kegiatan GenRe untuk mencegah terjadinya pernihakan muda sebagai wujud usaha menurunkan angka pernikahan muda; aspek responsibilitas ditunjukan melalaui kinerja penyuluh dalam melaksanakan program GenRe untuk mencegah pernikahan muda yang sesuai dengan program GenRe pada bidang KB dan KS Dinsosdalduk KB dan program lainnnya di Dinsosdalduk KB; serta aspek akuntabilitas yang ditunjukan melalui kesinambungan pelaksanaan program GenRe untuk mencegah pernikahan muda, anggaran program GenRe untuk mencegah pernikahan muda yang tersedia dari dana desa untuk para kader desa wilayah binaan penyuluh dan pelaporan kegiatan oleh penyuluh KB kepada BKKBN pusat yang dilaksanakan secara online | This research is entitled "The Performance of Family Planning Extension in the GenRe Program in Efforts to Prevent Young Marriage in Bukateja District, Purbalingga Regency". This title is motivated by a young marriage case in Bukateja Sub-district which is quite high among other Districts in Purbalingga Regency. This has an impact on increasing divorce rates. The purpose of this study was to describe the performance of Family Planning Extension in the GenRe Program in Efforts to Prevent Young Marriage in Bukateja District, Purbalingga Regency. The research method is qualitative descriptive and the technique of selecting the informants is purposive sampling. Data collection is done by in-depth interviews, observation and documentation. To ensure the validity of the data, triangulation techniques are used. The data analysis method used is an interactive analysis model. The results showed that the performance of family planning instructors in the genre program in an effort to prevent young marriages in Bukateja sub-district was shown through performance aspects which included the productivity of the GenRe program where counseling could be carried out in accordance with the target targets of productive age adolescents and frequency targets for GenRe activities to prevent marriage young; service quality aspects include relability indicated by the ability of extension agents to carry out public services reliably and accurately by forming and fostering youth counseling information center groups (PIKR), assurance is shown by extension agents with knowledge about the GenRe program in preventing young marriages and being able to carry out counseling politely Empathy, which is shown by extension agents through the implementation of home visits to carry out individual counseling so that it is more personal and tangible, which is demonstrated through the ability of counselors to hold meetings and coaching with adequate resource facilities for the GenRe program to prevent young marriages; the responsiveness aspect is manifested by the attitude of the planning family counselor who has the ability to explore the problems of youth and young marriages, the impact factors and the impact of young marriages, and the ability to make GenRe activities to prevent the occurrence of young marriage as an effort to reduce the rate of young marriages; the responsibility aspect is shown through the performance of the instructor in implementing the GenRe program to prevent young marriages that are in accordance with the GenRe program in the field of Family Planning and KS Social Affairs and other programs in Social Security and Family Planning; and accountability aspects shown through the continuity of the implementation of the GenRe program to prevent young marriages, the GenRe program budget to prevent young marriages available from village funds for village counselor-assisted village cadres and reporting of activities by family planning counselors to the central BKKBN conducted online | |
| 20903 | 23834 | G1A015060 | UJI AKTIVITAS BAKTERI ASAM LAKTAT (Lactobacillus bulgaricus DAN Streptococcus thermophilus) PADA YOGHURT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN ISOLAT Salmonella typhi PENYEBAB DEMAM TIFOID | Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik oleh bakteri Salmonella typhi Sebagian besar kasus terjadi pada anak berusia lebih dari lima tahun dan mampu mengakibatkan peritonitis dan perdarahan saluran cerna. Antibiotik merupakan terapi lini pertama penyakit ini, namun sekarang sudah sering dijumpai kasus resistensi antibiotik sehingga perlu adanya terapi pencegahan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas bakteri asam laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada yoghurt dalam menekan pertumbuhan isolat Salmonella typhi penyebab demam tifoid. Penelitian menggunakan metode true experimental posttest-only with Control Group Design. Salmonella typhi yang dipakai berasal dari isolat penderita penyakit demam tifoid. Sampel dibagi menjadi 5 kelompok konsentrasi 0%, 20%, 40%, 60%, dan 80% lalu dibandingkan kelompok pertumbuhan Salmonella typhi yang diberi akuades sebagai kelompok kontrol negatif (0%) dengan metode Lay. Rancangan percobaan pada penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis untuk menguji perbedaan bermakna konsentrasi yoghurt menggunakan uji One Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjutan berupa Post-hoc Bonferroni. Hasil uji One Way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan karena didapat p=0,000 (p<0,05). Hasil pengujian lanjutan dengan Post-hoc Bonferroni memiliki perbedaan yang signifikan yaitu sebesar p=0,0001 (p<0,05) pada konsentrasi 20% dengan persentase penghambatan sebesar 99,89%, konsentrasi 40% dengan persentase penghambatan sebesar 99,90%, konsentrasi 60% dengan persentase penghambatan sebesar 99,92%, dan konsentrasi 80% dengan persentase penghambatan sebesar 99,94%. Kesimpulan bakteri asam laktat (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus) pada yoghurt dapat menekan pertumbuhan isolat Salmonella typhi penyebab demam tifoid dan konsentrasi hambat yoghurt minimum dalam menekan pertumbuhan isolat Salmonella typhi penyebab demam tifoid adalah 20%, karena pada konsentrasi 20% mampu menghambat lebih dari 50% pertumbuhan Salmonella typhi. | Typhoid fever is a systemic infection by Salmonella typhi bacteria. Most cases occur in children over five years old and are capable of causing peritonitis and gastrointestinal bleeding. Antibiotics are the first-line therapy of this disease, but now there are often cases of antibiotic resistance so there is a need for preventive therapy. The aim of the study was to determine the activity of lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) in yogurt in suppressing the growth of Salmonella typhi isolates causes of typhoid fever. The study uses a true experimental posttest-only method with Control Group Design. Salmonella typhi used was derived from isolates with typhoid fever. The sample was divided into 5 concentration groups 0%, 20%, 40%, 60%, and 80% then compared to the Salmonella typhi growth group given aquades as a negative control group (0%) with the Lay method. The experimental design in this study used a Completely Randomized Design (CRD) method. Analysis to test for significant differences in yogurt concentration using the One Way ANOVA test and continued with a follow-up test in the form of Post-hoc Bonferroni. The results of the One Way ANOVA test showed that there were significant differences because it was obtained p = 0,000 (p <0,05). The results of further testing with Bonferroni Post-hoc had a significant difference of p = 0.0001 (p <0.05) at a concentration of 20% with an inhibition percentage of 99.89%, a concentration of 40% with an inhibitory percentage of 99.90%, concentration 60% with an inhibition percentage of 99.92%, and a concentration of 80% with an inhibition percentage of 99.94%. Conclusion Lactic acid bacteria (Lactobacillus bulgaricus and Streptococcus thermophilus) in yogurt can suppress the growth of Salmonella typhi isolates causes of typhoid fever and the minimum yogurt inhibitory concentration in suppressing the growth of Salmonella typhi isolates causes of typhoid fever is 20%, because at a concentration of 20% can inhibit more than 50 % growth of Salmonella typhi. | |
| 20904 | 23835 | E1A014068 | TANGGUNG JAWAB KOMANDO ATAS PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL (Studi Tentang Kasus Pelanggaran Hak Asasi Manusia Berat di Timor Timur | Doktrin tanggung jawab komando telah ada sejak dahulu kala, yang kemudian diatur dalam Konvensi Den Haag IV Tahun 1907. Doktrin ini kemudian juga digunakan dalam International Military Tribunal Tokyo, International Military Tribunal Nuremberg, Statuta International Criminal Tribunal for former Yugoslavia, Statuta International Criminal Tribunal For Rwanda dan Statuta International Chamber of Commerce. Di lingkup Nasional diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang Peradilan Hak Asasi Manusia, ditinjau dari substansialnya belum mengatur kejahatan-kejahatan serius seperti genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) juga belum mengatur tentang tanggung jawab komando, dan seharusnya hukum nasional perlu mengatur mengenai tanggung jawab komando karena pada kenyataannya banyak kejahatan-kejahatan paling serius yang berhubungan dengan tanggung jawab pidana seorang komandan militer atau atasan sipil. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dan dianalisis secara kualitatif berdasarkan asas-asas, norma-norma, teori atau doktrin ilmu hukum. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah bersifat deskriptif-analitis sesuai dengan masalah serta tujuan dalam penelitian dengan menginventarisasi hukum positif. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan mengenai pengaturan tanggung jawab komando dalam hukum Internasional dan hukum positif Indonesia dan penerapan tanggung jawab komando dalam putusan peradilan Hak Asasi Manusia (HAM) Ad Hoc dalam Kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Timor Timur. Pelanggaran HAM Berat Timor Timur yang terjadi dalam kurun waktu Januari-September 1999 pada saat pra dan pasca jajak pendapat, Komisi Penyelidik Pelanggaran HAM Timor Timur berdasarkan fakta dokumen, keterangan dan kesaksian, dari berbagai pihak, pelanggaran tersebut tak hanya merupakan tindakan yang dapat digolongkan sebagai pelanggaran HAM berat atau gross violation of human rights yang menjadi tanggung jawab negara (states responsibilities), namun dapat dipastikan, seluruh pelanggaran HAM berat tersebut dapat digolongkan sebagai universal jurisdiction yaitu mencakup pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pengusiran dan pemindahan paksa serta lain-lain. Tindakan tidak manusiawi terhadap penduduk sipil ini merupakan pelanggaran berat atas hak hidup (the rights to life), hak atas intregrasi jasmani (the rights to personal integrity), hak akan kebebasan (the rights to liberty), hak akan kebebasan bergerak dan bermukim (the rights of movement and to residence), serta hak milik (the rights to property). | The Doctrine of commanders’ responsibility has exsisted long time ago, which then being regulated in the Huge Convention IV of 19907. This doctrine also used in the Tokyo International Tribunal, The International Military Tribunal Nuremburg, The Statute of The International Criminal Tribunal For Former Yugoslavia, The Statute of The Criminal Tribunal For Rwanda and The Statute of International Chamber of Commerce. In the national scope are being regulated in Law Number 26 of 2000 concerning Human Rights Courts, reviewed from the substance, it’s does not regulate the serious crimes such as genocide, war crimes, and crimes against humanity. The Criminal Code also does not regulate the responsibility of a commander, so the national law should be regulate it, because in reality there are so many serious criminals that realate with the responsibility of a militar commander or civilian superior. This study uses a normative juridical method and being analyzed qualitatively base on principles, norms, theory/doctrine of law. The research specifications used are descriptive-analytical in accordance with the problems and the goal of this research by inventorying the positive law. Collecting data method used here is library research. This study aims to find out and explain the regulation of commanders’ respnsibility in international law and Indonesian positive law and the application of commanders’ responsibility in the decisions of Ad Hoc Human Rights Court case of gross human rights violations that occurred in East Timor. East Timor’s gross human rights violations that occured during period of January-September 1999 during the pre and post polls according to the East Timor Human Rights Violation Investigation Commision, base on the fact of documents, Statements and testimonies, from various parties, these violations were not only actions that could be classified as gross human rights violations which are belongs to the states, responsibilities, but it can be ascertained that all gross violations of human rights as universal jurisdictions, which include murder, extermination, slavery, expulsion and forced displacementand etc. This inhuman act toward the civilian populations is a gross human rights violation (the rights to life), rights of personal/fisic integrity (rights of personal integrity), Rights of freedom (Liberty rights), the rights of freedom of a movementand and settlement (movement and residence) as well as property rights (rights of property). | |
| 20905 | 23836 | F1B014044 | PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) KABUPATEN BANYUMAS DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM (STUDI KASUS BENCANA BANJIR BANDANG) | Peran adalah aspek dinamis dari kedudukan tertentu (status) apabila seseorang melaksanakan hak hak tertentu serta kewajiban sesuai dengan kedudukannya maka ia dikatakan menjalankan perannya. Berkaitan dengan pelaksanaan peran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas memiliki peran untuk menanggulangi bencana alam yang terjadi khususnya di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berfokus pada peran BPBD dalam aspek enterpreneur, koordinasi, fasilitasi, dan sosialisasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPBD Kabupaten Banyumas dalam upaya penanggulangan bencana telah ada di dalam aspek tersebut namun di dalam setiap aspek terdapat kendala yang ditemui. Maka dari itu selain meningkatkan kapasitas masyarakat, BPBD juga harus melaksanakan peningkatan kapasitas. Kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya penanggulangan bencana ini mengingat upaya penanggulangan bencana tidak dapat berhasil apabila dilakukan oleh salah satu pihak saja. | Role is a dynamic aspect of a certain position (status) if a person exercises certain rights and obligations according to his position, he is said to carry out his role. In connection with the implementation of the role, the Regional Disaster Management Agency of Banyumas Regency has a role to overcome natural disasters that occur especially in Banyumas Regency. This study focuses on the role of BPBD in aspects of entrepreneurship, coordination, facilitation, and socialization. The research method used in this study is a qualitative research method. The data analysis method used is an interactive analysis method. The results showed that the role of BPBD in Banyumas Regency in disaster management efforts was present in these aspects, but in every aspect there were obstacles encountered. Therefore, in addition to increasing community capacity, BPBD must also carry out capacity building. Good cooperation between the government and the community is very much needed in this disaster management effort considering that disaster management efforts cannot be successful if carried out by one party only. | |
| 20906 | 23837 | B1J014069 | KEANEKARAGAMAN MODEL ARSITEKTUR POHON BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI KAWASAN LERENG SELATAN GUNUNG SLAMET | Gunung Slamet merupakan gunung api tertinggi kedua di Jawa, terletak di Jawa Tengah. Hutan di gunung ini memiliki keanekaragaman pohon, dengan model arsitektur pohon pada setiap arah lereng cenderung berbeda, dimana berhubungan dengan ketinggian tempat di atas permukaan air laut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter dan hubungan antara ketinggian tempat dengan keanekaragaman model arsitektur pohon dan struktur vegetasi setiap model arsitektur pohon yang ditemukan. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik pengambilan sampel menggunakan stratified sampling. Lokasi penelitian dibedakan ke dalam 5 (lima) strata ketinggian tempat di atas permukaan air laut yakni 800, 900, 1000, 1100, dan 1200 m dpl. Pada setiap strata ketinggian tempat tersebut dilakukan analisis model arsitektur pohon dan struktur vegetasi setiap model arsitektur pohon. Hasil menunjukkan bahwa model arsitektur pohon yang mendominasi kawasan lereng selatan Gunung Slamet adalah model Massart dan Rauh. Seiring dengan pertambahan ketinggian, Indeks Nilai Penting (INP) yang dihasilkan mengalami penurunan untuk model dominan dan kenaikan pada model lainnya. Hal ini koheren dengan indeks Shannon-Wienner yang menunjukkan keragaman semakin tinggi dan nilai indeks Evennes yang semakin merata. Indeks Jaccard tertinggi pada perbandingan ketinggian 900 dan 1000 m dpl yakni 1. Persamaan regresi yang didapatkan yaitu Y = 0,004 + 0,035X dengan R square sebesar 94,9% dan sajian terbaik Kurva Eksponensial. | Mount Slamet is the second highest volcano in Java. Forest on the slope of this volcano, has variation of trees whereas tree architecture models on every routes on slope are different and depending on the height of sea level. The purpose of this research is to find out the characteristic and correlation between altitude of area and variation of tree architecture model and vegetation structure on every model of tree architectures. The method used in this study was survey with stratified sampling technique. The areas sampled include those with the altitude of 800, 900, 1000, 1100, and 1200 meters above sea level. The architecture models were observed in those areas. The result of this study shows that tree architecture models which dominate the southern slope of the Mount Slamet are Model Masssart and Rauh. As long with the addition of height, the result of Important Value Index accused the decreasing of dominant models and increasing of another models. This case coherents with the Shannon-Wienner Index that shows the variation increased and Evennes Index averaged. Highest Jaccard Index on the height comparation between 900 and 1000 m asl is 1. Resemblance of regresion that we got is Y = 0,004 + 0,035X with R square is 94,9% and best Exponentional Curve. | |
| 20907 | 25967 | C1B015065 | PENGARUH CURRENT RATIO, RETURN ON ASSETS, DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP UNDERPRICING HARGA SAHAM IPO (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2016-2018) | ABSTRAK Terjadinya underpricingmenimbulkan kerugian bagi perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO). Selain pendanaan yang diperoleh menjadi tidak maksimal, apabila underpricing terjadi, keuntungan atas selisih harga tersebut akan menjadi keuntungan bagi para investor, namun jika harga saham mengalami overpricing, maka hal tersebut akan membuat investor merugi karena initialreturn tidak diterima. Penelitian ini berjudul “Pengaruh current ratio, return on assets, debt to equity ratio terhadap underpricing harga saham IPO (Studi Empiris pada Perusahan yang Terdaftar Di BEI Tahun 2016-2018)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel independen (current ratio, return on asset ,debt to equity ratio) dan variabel kontrol (umur perusahaan, reputasi underwriter) terhadap variabel dependen (underpricing). Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji deskriptif, uji regresi berganda, uji koefisien determinasi, dan uji t. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling. Dari hasil pengujian diketahui bahwa Current ratiodan Debt to equity ratio tidak berpengaruh terhadap Underpricing. Return on asset berpengaruh negatif terhadap Underpricing pada perusahaan IPO yang ada di Indonesia yang terdaftar di BEI periode 2016-2018. | ABSTRACT The occurrence of underpricing causes losses for companies that conduct IPOs. In addition to the funding that is obtained is not optimal, if underpricing occurs, profits from the difference in price will be an advantage for investors, but if the share price experiences overpricing, then it will make investors lose because initial returns are not accepted. This study entitled "The effect of the current ratio, return on assets, debt to equity ratio on the underpricing of IPO share prices (Empirical Study of Companies Listed on the Stock Exchange in 2016-2018)". The purpose of this study was to determine the effect of independent variables (current ratio, return on assets, debt to equity ratio) and control variables (company age, underwriter reputation) on the dependent variable (underpricing). Data analysis using classical assumption test, descriptive test, multiple regression test, test coefficient of determination, and t test. The sampling technique used was purposive sampling method. From the test results it is known that the Current ratio and the Debt to equity ratio do not affect Underpricing. Return on assets has a negative effect on Underpricing of IPO companies in Indonesia that are listed on the IDX for the period 2016-2018. | |
| 20908 | 26082 | E1A015258 | KEKUATAN PEMBUKTIAN DIGITAL FORENSIK DALAM PENGUNGKAPAN TINDAK PIDANA UJARAN KEBENCIAN MELALUI FACEBOOK (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 1105/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Utr) | Tindak pidana ujaran kebencian melalui media sosial Facebook merupakan suatu kejahatan yang memerlukan perhatian khusus terutama dari aparat penegak hukum. Mengingat ujaran kebencian melalui Facebook berhubungan dengan penggunaan peralatan elektronik, dan tidak hanya menyasar perorangan saja melainkan terhadap Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah bangsa. Oleh karena itu diperlukan pula peran aplikasi bidang ilmu pengetahuan dan teknologi komputer yang disebut dengan digital forensik dalam pembuktian hukumnya, sebagaimana diputus dalam Putusan Nomor : 1105/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Utr, sehingga bisa mendapatkan bukti digital yang dapat digunakan untuk menjerat pelaku ujaran kebencian melalui Facebook tersebut. Peneliti menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yang disajikan dalam bentuk uraian yang disusun secara sistematis. Selanjutnya metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian peneliti terhadap Putusan Nomor : 1105/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Utr menunjukan bahwa penerapan ilmu digital forensik pada tindak pidana ujaran kebencian melalui Facebook diperlukan, meskipun tidak mengikat hakim akan tetapi digital forensik mampu memberi kontribusi terhadap penemuan barang bukti dari suatu tindak pidana melalui perangkat elektronik. Dengan demikian barang bukti tersebut dapat digunakan hakim sebagai bahan pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap diri terdakwa. | Criminal acts of hate speech using social media Facebook is a crime that requires special attention, especially from law enforcement officials. Considering the utterance of hate speech using Facebook is related electronical device and especially not only targeting individuals but also towards ethnicity, religion, racial and intergroup (termed “SARA” issues) which has the potential to divide the nation. Therefore, the role of the application of the field of computer science and technology that called forensic digital, is needed in the verification of the law, as decided in Decision Number: 1105/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Utr, so that it can obtain digital evidence that can be used to ensnare the offender of hate speech using the Facebook. The researcher used a normative juridical research method with a descriptive analytical research specification. The data used are secondary data obtained from literature. The research specifications used are analytical descriptive which are presented in the form of descriptions that are arranged systematically. Furthermore, the method of data analysis in this study uses the method of qualitative normative analysis. The results of research by researchers on Decision Number: 1105/Pid.Sus/2017/PN Jkt.Utr show that the application of digital forensic science to criminal acts of hate speech using Facebook is needed, although it does not bind judges but digital forensics is able to contribute to the discovery of goods evidence of a crime using electronic device. Therefore the evidence can be used by the judge as a legal consideration for the judge in making a decision against the defendant. | |
| 20909 | 23839 | C1L014010 | ANALYSIS OF EMPLOYEE PERCEPTION ABOUT THE WHISTLEBLOWING SYSTEM TOWARD INTENTION TO CONDUCT WHISTLEBLOWING (The Study on Employees of Purbalingga and Purwokerto Tax Offices) | Penelitian ini berjudul “Analisis Persepsi Pegawai Mengenai Sistem Whistleblowing terhadap Niat untuk melakukan Whistleblowing (Studi pada Pegawai Kantor Pajak Pratama Purbalingga dan Purwokerto)”.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor individu yang dapat mempengaruhi niat untuk melakukan whistleblowing dengan menerapkan Teori Perilaku Terencana pada pegawai Kantor Pelayanan Pajak Purbalingga dan Kantor Pelayanan Pajak Purwokerto. Dengan menggunakan variabel yang disebutkan dalam Teori Perilaku Terencana hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: (1) adanya pengaruh positif dari sikap perilaku terhadap niat pegawai untuk melakukan whistleblowing, (2) adanya pengaruh positif dari norma subjektif terhadap niat pegawai untuk melakukan whistleblowing, dan (3) ada pengaruh positif dari persepsi kontrol perilaku niat pegawai untuk melakukan whistleblowing. | This research is entitled “Analysis of Employee Perception about the Whistleblowing System toward Intention to Conduct Whistleblowing (The Study on Employees of Purbalingga and Purwokerto Tax Office)”The objective of this research is to examined individual factors that can influence intention to conduct whistleblowing by applying the Theory of Planned Behavior, namely behavioral attitudes, subjective norms and perceived behavioral on the employees of the Purbalingga Tax Office and employees of Purwokerto Tax Office. This research was conducted at the Purbalingga Tax Office and Purwokerto Tax Office. Using variable that explain in Theory of Planned Behavior, the result of this study can be conclude that: (1) there is positive effect of behavioral attitude toward the intention of employee to conduct whistleblowing, (2) there is positive effect of subjective norm toward the intention of employee to conduct whistleblowing information, and (3) there is positive effect of perceived behavioral control toward the intention of employee to conduct whistleblowing. | |
| 20910 | 25791 | F1B015005 | PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh yang signifikan antara motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Dengan sasaran penelitian pegawai Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banyumas sebanyak 47 pegawai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner, wawancara tidak terstruktur dan dokumentasi. Pengujian hipotesis pertama dan kedua menggunakan korelasi kendall tau-b didukung dengan regresi ordinal, sementara pengujian hipotesis ketiga menggunakan analisis konkordansi kendall w didukung dengan regresi ordinal. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien korelasi 0,433 df 95 persen). Sedangkan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien korelasi 0,236 df 95 persen). Sementara itu motivasi kerja dan disiplin kerja secara bersamaan berpengaruh positif secara signifikan terhadap kinerja pegawai (koefisien korelasi 0,554 df 95 persen). | This study is entitled "Effects of Work Motivation and Work Discipline on Employee Performance of the Regional Disaster Management Agency in Banyumas Regency". The purpose of this study to determine whether there was a significant effect between work motivation and work discipline on employee performance. The object of this study is employee of Banyumas Regency Regional Disaster Management Agency as many as 47 employees. This study uses associative quantitative research methods, with data collection through questionnaires, unstructured interviews and documentation. The first and second hypothesis was analyzed by using Kendall tau-b correlation and supported by ordinal regression, while the third hypothesis uses Kendall W concordance and supported by ordinal regression. Based on the results of the quantitative analysis in this study it can be concluded that work motivation has a significant positive effect on employee performance (correlation coefficient of 0.433 df 95 percent). While the work discipline has a positive and significant effect on employee performance (correlation coefficient 0.236 df 95 percent). Meanwhile work motivation and work discipline simultaneously have a significant positive effect on employee performance (correlation coefficient 0.554 df 95 percent). | |
| 20911 | 23842 | F1A014078 | Ilmuwan Perempuan Kulit Hitam di NASA (Analisis Wacana Film Hidden Figures Produksi Tahun 2016) | Film Hidden Figures produksi tahun 2016 merupakan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah buku menampilkan cerita historis mengenai perlombaan antariksa antara Amerika dengan Rusia pada masa Perang Dingin tahun 1960. Film ini mengungkapkan sosok tersembunyi di NASA dimana berkat kontribusinya Amerika dapat mewujudkan mimpi hingga mencapai luar angkasa. Sebuah film yang berbicara mengenai tiga tokoh perempuan kulit hitam yang bekerja di NASA tahun 1960-an sebagai seorang ilmuwan. Film Hidden Figures tidak hanya mengenai rasisme semata, akan tetapi lebih menekankan mengenai ketiga tokoh perempuan, yaitu Katherine Goble Johnson, Dorothy Vaughan dan Mary Jackson. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dibantu dengan teknik analisis wacana van Dijk, yakni teks, kognisi sosial dan konteks untuk menganalisis representasi ketiga tokoh perempuan dalam film serta peran ketiganya selama bekerja di dalam NASA. Hasil temuan penelitian film Hidden Figures menampilkan bentuk representasi ketiga tokoh perempuan diantaranya representasi perempuan yang cerdas, representasi perempuan yang berani memperjuangkan haknya serta representasi sebagai seorang ibu. Temuan lainnya, yakni peran ketiganya dalam pengembangan teknologi dalam film Hidden Figures, yaitu Katherine sebagai penulis laporan serta turut membantu menghitung kalkulasi jalur perlintasan roket ruang angkasa, Dorothy sebagai pengawas, dan Mary sebagai ahli teknik mesin. | Hidden Figures movie produced in 2016 is a adapted movie from a book featuring historical stories concerning the space race between America and Russia during the Cold War in 1960. The reveals a Hidden Figures movie at NASA where thanks to its contribution America can realize dreams until they reach the outside space. A movie that talks about three figures of black women who worked at NASA in the 1960s as a scientist. The Hidden Figures movie is not just about racism, but rather emphasizes the three female figures, namely Katherine Goble Johnson, Dorothy Vaughan and Mary Jackson. This study uses qualitative research methods and is assisted by van Dijk's discourse analysis techniques, namely text, social cognition and context to analyze the representation of the three female figures in the film and their three roles while working within NASA. The findings of the Hidden Figures movie research show the representation of the three female figures including the representation of intelligent women, the representation of women who dare to fight for their rights and representations as mothers. Other findings, namely the third role in the development of technology in the Hidden Figures movie, namely Katherine as the author of the report and helped calculate the calculation of space rocket crossing pathways, Dorothy as a supervisor, and Mary as a mechanical engineer. | |
| 20912 | 23843 | D1E014148 | PENGARUH PERLAKUAN PELLETING DAN ENSILASE PADA RANSUM KOMPLIT TERNAK KELINCI TERHADAP KADAR LEMAK KASAR DAN ABU | Penelitian ini bertujuan mengkaji persentase lemak kasar dan kadar abu pada pengolahan bahan pakan yang sama dan proses yang berbeda (pelleting dan ensilase). Materi yang digunakan yaitu jagung (0,940 kg), onggok (0,308 kg), bekatul (0,232 kg), bungkil kelapa (0,813 kg), limbah kubis (12,232 kg), garam dapur (0,015 kg), dan mineral mix (0,015 kg) untuk setiap sampel, serta dilakukan dua macam pengolahan ransum komplit yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di Green House dan Laboratorium Ilmu Nutrisi Makanan Ternak. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu R1 (Ransum Komplit Segar), R2 (Pelet Ransum Komplit) dan R3 (Silase Ransum Komplit) dan diulang sebanyak 6 kali. Peubah yang diamati adalah lemak kasar dan kadar abu. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan hasil pengukuran diperoleh kandungan lemak kasar R1; 9,162 ± 2,226%, R2; 8,261 ± 0,274% dan R3; 12,016 ± 0,120%, sedangkan untuk kadar abu hasilnya yaitu R1; 8,702 ± 0,182%, R2; 8,906 ± 0,148% dan R3; 7,202 ± 0,182%. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa perlakuan pelleting dan ensilase berpengaruh nyata terhadap variabel yang diukur, kemudian dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil uji Beda Nyata Jujur (BNJ) menunjukan bahwa pengaruh perlakuan pelleting terhadap kadar lemak dan abu memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) sedangkan perlakuan ensilase menunjukan pengaruh yang tidak nyata terhadap penurunan kadar lemak (P>0,05) namun menunjukan pengaruh yang nyata terhadap penurunan kadar abu (P<0,05). Kesimpulan yang didapat dalam penelitian ini menunjukan bahwa proses pelleting menurunkan lemak kasar sebesar 0,90% dan meningkatkan kadar abu sebesar 0,20% sedangkan pada proses ensilase meningkatkan lemak kasar sebesar 3,75% dan menurunkan kadar abu sebesar 1,70%. | This study aims to examine the percentage of crude fat and ash content in the processing of feed with the same ingredients and different processes, that is pelleting and ensilase. The materials used were corn (0.940 kg), onggok (0.308 kg), rice bran (0.232 kg), coconut cake (0.813 kg), cabbage waste (12.232 kg), salt (0.015 kg) and mineral mix (0.015 kg) for each sample, and carried out two different complete feed processing. The research was held at the Green House and the Laboratory of Nutrition an Animal Feed, Faculty of Animal Sciences. The research used a completely randomized design (CRD) consisting of 3 treatments, there were R1 (Fresh Complete Feed), R2 (Pellet Complete Feed) and R3 (Silage Complete Feed) and repeated 6 times. The variables observed were of crude fat and ash content. The data obtained then analyzed with analysis of variance and the measurement results obtained by the crude fat content of R1= 9.16 ± 0.27%, R2= 8.26 ± 0.27% and R3= 12.02 ± 0.12%, while percentage of ash content the result is R1= 8.70 ± 0.18%, R2= 8.91 ± 0.15% and R3= 7.20 ± 0.18%. Based on the results of analysis variance shows that the treatment pelleting and ensilase was significant for results on the measured variables. Then the significant data continued by a test of honestly significant difference (HSD). The results honestly significant difference (HSD) showed that the effect of pelleting treatment on crude fat and ash content had a significant effect (P<0.05) while ensilage treatment showed non significant effect on the decrease crude fat (P>0.05) but showed signifcant effect for decreasing ash content (P<0.05). The conclusions obtained in this research indicate that the pelleting process reduces crude fat 0.90% and increases ash content 0.20% while in ensilage process increases crude fat 3.75% and reduces ash content 1.70%. | |
| 20913 | 23841 | D1E014220 | PENGARUH INTERVAL INSEMINASI BUATAN (IB) DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA TERHADAP SALABLE CHICK DAN GRADE OUT PADA AYAM SENTUL | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui taraf optimal interval IB dan Konsentrasi Spermatozoa untuk meningkatkan Salable Chick dan menurunkan Grade Out pada ayam Sentul. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 108 ekor ayam betina dan 24 ekor ayam jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial (3x3). Factor pertama yang diuji adalah dengan interval IB dengan lama waktu 3 hari; 6 hari; 9 hari dan factor kedua pengguanaan konsentrasi spermatozoa sebanyak 50 juta; 100 juta; 150 juta. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Peubah dalam penelitian ini adalah salable chick dan garade out. Hasil dari analisis variansi menunjukan bahwa interval inseminasi buatan dan konsentrasi spermatozoa berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap salable chick dan grade out pada ayam Sentul, namun interaksi anatara interval inseminasi buatan dan konsentrasi spermatozoa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap salable chick dan grade out ayam Sentul. Rataan salable chick dan grade out yang dihasilkan pada penelitian adalah 95,56% ± 2,10% dan 4,44% ± 4,21%. berdasarkan uji lanjut orthogonal polynomial pengaruh tersebut bersifat kuadrater dengan persamaan regresi salable chick dan grade out Y i3 = 157.21 - 1.7922667 X + 0.00896133 X2 R2 = 96.8 %, Y i3 = -52.222 + 1.50072 X - 0.0075036 X2 R2 =95.63%, yang artinya pengaruh interaksi antara interval inseminasi buatan dengan konsentrasi spermatozoa yang berbeda nyata terhadap salable chick dan grade out pada ayam Sentul sebesar 96,8% dan 95,63%, serta setiap inseminasi buatan dengan konsentrasi 50, 100, 150 juta akan menaikan 3,2% salable chick dan akan menurunkan 4,37% grade out pada ayam Sentul. Jadi interaksi antara interval IB dengan konsentrasi spermatozoa berpengaruh nyata, artinya ada pengaruh bersama dari kedua perlakuan terhadap salable chick dan grade out pada ayam Sentul. | This study was conducted to determine the optimal level of IB interval and the concentration of Spermatozoa to increase Salable Chick and decrease Grade Out in Sentul chickens. The material used in this study was 108 female chickens and 24 male chickens. The method used in this study is experimental with a factorial pattern of Completely Randomized Design (CRD) (3x3). The first factor tested was the IB interval with a duration of 3 days; 6 days; 9 days and the second factor is the use of 50 million spermatozoa concentrations; 100 million; 150 million. The treatment was repeated three times. The variables in this study were salable chick and garade out. The results of the variance analysis showed that the interval of artificial insemination and spermatozoa concentration had no significant effect (P> 0.05) on salable chick and grade out on Sentul chickens, but the interaction between the intervals of artificial insemination and spermatozoa concentrations was significant (P <0.05) against the salable chick and grade out of Sentul chicken. The average salable chick and grade out produced in the study were 95.56% ± 2.10% and 4.44% ± 4.21%. based on orthogonal polynomial testing, the effect is linear with salable chick regression equation and Y i3 grade = 157.21 - 1.7922667 X + 0.00896133 X2 R2 = 96.8%, Y i3 = -52,222 + 1.50072 X - 0.0075036 X2 R2 = 95.63%, which means the interaction effect between the interval of artificial insemination and the concentration of spermatozoa significantly different from the salable chick and grade out in Sentul chickens was 96.8% and 95.63%, and each artificial insemination with a concentration of 50, 100, 150 million would increase 3.2% salable chick and will reduce 4.37% grade out on Sentul chickens. So the interaction between interval IB with the concentration of spermatozoa had a significant effect, meaning that there was a joint effect of the two treatments on salable chick and grade out on Sentul chickens. | |
| 20914 | 23844 | D1E013012 | PALATABILITAS Indigofera sp. DENGAN PANJANG RANTING YANG BERBEDA PADA TERNAK SAPI PERAH | Tujuan Penelitian ini mengetahui panjang ranting Indigofera sp. yang dikonsumsi dan mengetahui tingkat palatabilitas hijauan Indigofera sp. Materi yang digunakan adalah ranting Indigofera sp. yang dipotong 20 cm, 40 cm, 60 cm dan 80 cm dan 12 ekor sapi perah milik BBPTU-HPT Baturraden. Alat yang digunakan adalah parang, penggaris, jangka sorong dan timbangan analitik. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL). Sapi perah yang digunakan dengan umur yang sama dan kandang yang bersekat. Semua ukuran Indigofera sp. diberikan pada 12 ekor sapi perah secara pengacakan terlebih dahulu. Setiap hari ada 3 ekor sapi yang diberikan Indigofera sp. dengan ukuran masing–masing 20 cm, 40 cm, 60 cm dan 80 cm. Pemberian Indigofera sp. bersamaan dengan diberikannya hijauan. Sapi diberikan hijauan Indigofera sp. sebanyak 2 kg per ekor per hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ranting tanaman Indigofera sp. dengan ukuran panjang 20 cm, 40 cm 60 cm dan 80 cm dapat habis terkonsumsi dengan tingkat palatabilitas yang sama. Kesimpulan ternak sapi perah dapat mengonsumsi ranting tanaman Indigofera sp. hingga ukuran panjang 80 cm. | The purpose of this study was to know the length of twigs of Indigofera sp. consumed and determine the level of forage palatability of Indigofera sp. The materials used are twigs of Indigofera sp. which was cut 20 cm, 40 cm, 60 cm and 80 cm and 12 dairy cows belonging to BBPTU-HPT Baturraden. The tools used are machetes, rulers, calipers and analytical scales. The method used in the study is an experimental with completely randomized design (CRD). Dairy cows are used at the same age and insulated cages. All size of Indigofera sp. given to 12 dairy cows after randomization. Every day there were 3 cows given Indigofera sp. with a size of 20 cm, 40 cm, 60 cm and 80 cm. Indigofera sp. given together with feed. Cows are given Indigofera sp. as much as 2 kg per head per day. The results showed that the plant twigs of Indigofera sp. with a length of 20 cm, 40 cm 60 cm and 80 cm can be consumed by the same level of palatability. The conclusion dairy cattle can consume Indigofera sp. up to 80 cm in length. | |
| 20915 | 23846 | F1B114031 | Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja | Judul penelitian ini adalah “Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance Dalam Pengelolaan Dana Desa di Desa Karangnanas Kecamatan Sokaraja”. Penelitian ini bermaksud untuk memberikan Informasi secara mendalam tentang pengelolaan Dana Desa di Desa Karangnanas. Hal yang melatarbelakangi peneliti untuk mengangkat permasalahan ini dikarenakan banyaknya dana APBN khususnya yang dianggarkan untuk dana desa yaitu sebesar 58,2 Triliun, dan desa karangnanas merupakan desa tertinggi dikecamatan sokaraja yang menerima anggaran dana desa tersebut yaitu sebesar 904.106.687. Dan banyaknya permasalahan yang terjadi dikabupaten banyumas salah satunya adalah belum seluruhnya mengumpulkan laporan pertanggungjawaban yang membuat pencairan dana desa menjadi terhambat dan Lemahnya penerapan prinip Good Governance pada pengelolaan dana desa sehingga rawan terhadap penyelewengan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu peneliti menggambarkan mengenai suatu fenomena, sehingga data yang dihasilkan berupa data deskriptif, ucapan, tulisan dan perilaku dari sasaran itu sendiri. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan untuk Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi Metode analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif menurut Miles & Huberman dan validitas data menggunakan triangulasi sumber yaitu dengan membandingkan dan mengecek kembali tingkat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa di Kecamatan Sokaraja telah dilaksanakan berdasarkan prinsip transparan, akuntabel dan partisipatif. Dalam pelaporan dan pertanggungjawaban sudah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme berdasarkan ketentuan.yang ada, serta tingkat partisipasi dari masyarakat yang tinggi terhadap pemerintah desa. Kendala utamanya adalah peraturan yang berubah ubah setiap tahunnya, sehingga pemerintah desa harus melakukan penyesuaian dengan peraturan pemerintah yang baru. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bahwa dalam pelaksanaan program dana desa telah menerapkan prinsip akuntabel, transparan dan partisipatif dimana perencanaannya dilaksanakan melalui forum musrembangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa). Masyarakat secara terbuka memberikan usulan-usulan dalam perencanaan pembangunan desa yang dituangkan dalam RPJMDes, RKPDes, APBDes, dan pemerintah desa pun secara terbuka menerima usulan-usulan. Selain itu masyarakat dengan mudah mengakses informasi melalui papan pengumuman/papan informasi. | The title of this study is "Application of the Principles of Good Governance in the Management of Village Funds in Karangnanas Village, Sokaraja District". This study intends to provide in-depth information about the management of Village Funds in Karangnanas Village. The background of the researchers to raise this issue is because the large amount of state budget funds specifically budgeted for village funds is 58.2 trillion, and Karangnanas village is the highest village in the Sokaraja sub-district which receives the village budget of 904,106,687. And the number of problems that occur in the Banyumas Regency is that not all of them have collected accountability reports that have made the disbursement of village funds stunted and the weak implementation of the principles of Good Governance in managing village funds so that they are susceptible to fraud. This study uses descriptive qualitative methods, namely researchers describe about a phenomenon, so that the data generated in the form of descriptive data, speech, writing and behavior of the target itself. The types of data used are primary data and secondary data. The sampling technique uses purposive sampling, while for data collection is done by in-depth interviews, observations, and documentation The analytical method used is an interactive analysis model according to Miles & Huberman and data validity using source triangulation by comparing and checking the level of trust in information that obtained. The results of the study show that the management of village funds in Sokaraja Subdistrict has been carried out based on the principles of transparency, accountability and participation. In reporting and accountability has been carried out in accordance with the mechanism based on existing provisions, as well as a high level of community participation in the village government. The main constraints are regulations that change every year, so the village government must adjust to new government regulations. The conclusion obtained in this study is that the implementation of the village fund program has implemented the principle of accountability, transparency and participation in which the planning is carried out through the musrembangdes forum (Village Development Planning Consultation). The community openly provides proposals in village development planning as outlined in the RPJMDes, RKPDes, APBDes, and the village government also openly accepts the proposals. In addition, people easily access information through bulletin boards / information boards. | |
| 20916 | 26083 | E1A015121 | PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Ngawi Nomor 006/Pdt.P/2018/PA.Ngw) | ABSTRAK PERMOHONAN DISPENSASI KAWIN (Tinjauan Yuridis Terhadap Penetapan Pengadilan Agama Ngawi Nomor 006/Pdt.P/2018/PA.Ngw) Disusun Oleh : Mijil Candra Ramadlan E1A015121 Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan bertujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Tujuan perkawinan dikhawatirkan tidak dapat tercapai apabila batas usia minimal yang tercantum dalam Pasal 7 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan tidak terpenuhi, yaitu pihak pria telah mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 tahun. Apabila tidak memenuhi batas usia minimal, maka dapat dimintakan dispensasi kawin berdasarkan Pasal 7 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah terkait pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin terhadap Penetapan Pengadilan Agama Ngawi Nomor 006/Pdt.P/2018/PA.Ngw. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitian preskriptif analitis, teknik pengumpulan data studi kepustakaan dengan inventasrisasi, data yang terkumpul disajikan dalam bentuk teks naratif dan normatif kualitatif. Permohonan dispensasi kawin dalam kasus ini dikabulkan oleh Hakim hanya dengan pertimbangan menolak mudharat dan membawa mashlahat saja tanpa mempertimbangkan kemudharatan lain yang akan timbul dikemudian hari. Hakim dalam pertimbangannya tidak mempertimbangkan Pasal 7 UndangUndang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Pasal 53 Kompilasi Hukum Islam mengenai kawin hamil. | ABSTRACT APPLICATION FOR MARRIAGE DISPENSATION (Juridical Review of the Establishment of the Ngawi Religious Court Number 006 / Pdt.P / 2017 / PA.Ngw) By Mijil Candra Ramadlan E1A015121 Article 1 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage states that marriage aims to form a happy family and believe in one supreme God. The goal of marriage is feared could not be achieved if the minimum age limit listed in Article 7 paragraph (1) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage is not fulfilled, namely, the male has reached the age of 19 years and the woman has reached the age of 16 years. If it does not meet the minimum age limit, marriage dispensation can be requested based on Article 7 paragraph (2) of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. The problem in this study is regarding the legal balance of the judge in granting the request for marriage dispensation in the Establishment of the Ngawi Religious Court Number 006/Pdt.P/2018/PA.Ngw. The method used in this research is juridical normative, prescriptive analytical research specifications, data collection techniques and literature study with inventory, the data collected is presented in the form of narrative texts and qualitative normative. The request for a marriage dispensation, in this case, was granted by the Judge only with the consideration of rejecting mudharat and bringing mashlahat without considering other harm that would arise in the future. The judge in his consideration did not consider Article 7 of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage and Article 53 of the Compilation of Islamic Law concerning pregnant marriage. | |
| 20917 | 23878 | F1A014077 | Visi Kerakyatan Pemikiran Kiri Islam Hassan Hanafi dan Rekonstruksi Pemikiran Islam Indonesia | Artikel ini menampilkan pemikiran Kiri Islam Hassan Hanafi yang berupaya memecahkan problem yang dialami oleh dunia Islam sejak abad 18 yakni imperialisme, kapitalisme dan zionisme, problem dari luar, serta kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan, problem dari dalam. Tujuan penelitian ini ialah menelaah Visi Kerakyatan yang terkandung dalam pemikiran Kiri Islam Hassan Hanafi serta bagaimana Kiri Islam dapat merekonstruksi pemikiran keislaman di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis metateori dan menggunakan analisa pemahaman hermeneutika. Bahan penelitian ini ialah tiga buku Hassan Hanafi serta satu artikel ilmiah dan satu buku tentang pemikiran Islam Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pemikiran Kiri Islam Hassan Hanafi terdiri dari tiga bagian yakni revitalisasi khazanah Islam klasik, menantang peradaban Barat dan membedah realitas umat Islam. Seluruh aspek pemikiran tersebut mengandung Visi Kerakyatan yakni upaya untuk menempatkan kepentingan rakyat sebagai kepentingan utama yang harus diperjuangkan. Pemikiran Kiri Islam Hassan Hanafi dalam analisa Michel Foucault merupakan produk relasi kuasa yang terjadi di masyarakat. Di Indonesia rekonstruksi pemikiran keislaman yang digagas oleh Hassan Hanafi sulit untuk diwujudkan secara utuh, hanya sebagian pemikiran yang dapat diterima. Kiri Islam mampu menyumbangkan pemikiran untuk mengisi orientasi Visi Kerakyatan yang mulai hilang dalam wacana keagamaan di Indonesia. | This article presents the thoughts of Islamic Left Hassan Hanafi who seeks to solve the problems experienced by the Islamic world since the 18th century namely imperialism, capitalism and Zionism, external problems, poverty, backwardness and ignorance, internal problems. The purpose of this study is to examine the Populist Vision contained in the thoughts of Islamic Left Hassan Hanafi and how Islamic Left can reconstruct Islamic thought in Indonesia. This study uses a qualitative method with a type of method and uses an analysis of hermeneutical understanding. The material of this study are three Hassan Hanafi books and one scientific article and one book on Indonesian Islamic thought. The results of this study indicate that the Islamic Left Thought Hassan Hanafi consists of three parts, namely revitalizing the treasures of classical Islam, challenging Western civilization and dissecting the reality of Muslims. All aspects of this thought contain the Populist Vision, namely the effort to place the interests of the people as the main interests that must be fought for. The thinking of Islamic Left Hassan Hanafi in Michel Foucault's analysis is a product of power relations that occur in society. In Indonesia the reconstruction of Islamic thought initiated by Hassan Hanafi is difficult to realize in its entirety, only a part of the thinking can be accepted. Islamic Left was able to contribute ideas to fill the orientation of the Popular Vision which began to disappear in religious discourse in Indonesia. | |
| 20918 | 23885 | B1J014143 | Potensi Mycena pelianthina dan Tyromyces chioneus dalam Menghambat Pertumbuhan Staphyllococcus aureus dan Escherichia coli | Jamur makroskopis memproduksi berbagai jenis metabolit yang menunjukkan aktivitas antibakteri, antifungi, antivirus, antitumor, immunomodulator, anti inflamasi. Jamur liar seperti Mycena pelianthina dan Tyromyces chioneus memiliki potensi untuk menghasilkan senyawa antibakteri. Tubuh buah, miselium dan spora menyimpan dan mengakumulasi berbagai macam metabolit biokatif yang memiliki sifat antibakteri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui waktu inkubasi optimum kultur M. pelianthina dan T. chioneus yang dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli dan mengetahui konsentrasi hambat minimum ekstrak M. pelianthina dan T. chioneus dalam menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga variasi waktu inkubasi yang berbeda sehingga didapatkan 12 perlakuan dan tiap pengulangan dilakukan 3 kali ulangan. Variabel bebasnya adalah jenis jamur dan lama waktu inkubasi, sedangkan variabel tergantung yang diamati adalah aktivitas penghambatan dari ekstrak senyawa antibakteri dari masing-masing isolat jamur. Parameter utama yang diamati adalah diameter zona hambat yang terbentuk serta nilai konsentrasi hambat minimum dari ekstrak yang menghasilkan zona hambat terbaik. Parameter pendukung terdiri dari nilai bobot kering miselium dan nilai pH medium di akhir masa inkubasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu optimum isolat M. pelianthina dalam menghasilkan senyawa antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli adalah 21 hari yang merupakan ekstrak dari filtrat kultur isolat jamur tersebut dengan diameter zona hambat berturut 9,33 untuk S. aureus mm dan 7,83 mm untuk E. coli, sedangkan untuk isolat T. chioneus adalah 14 hari yang merupakan ekstrak dari filtrat kultur isolat jamur tersebut dengan diameter zona hambat berturut 27,3 untuk S. aureus mm dan 9,5 mm untuk E. coli. Konsentrasi Hambat minimum ekstrak M. pelianthina yang dapat menghambat pertumbuhan S. aureus adalah 1.000 µg/mL sedangkan untuk menghambat E. coli adalah >1.000 µg/mL. Konsentrasi Hambat minimum ekstrak T. chioneus adalah 1000 µg/mL untuk S. aureus maupun E. coli. | Macroscopic fungi produce various type of metabolite compounds that has an antibacterial activity, antifungal activity, antitumor, immunomodulator, anti-inflamation. A wild mushroom like Mycena pelianthina and Tyromyces chioneus has a potential of produce an antibacterial compound. Fruit body, misselium and the spore are saving and accumulating various metabolites that has an antibacterial activity. The purpose of this research was to know optimal incubation period of M. pelianthina and T. chioneus that produce highest antibacterial activity against S. aureus and E. coli and to know the minimum concentration of M. pelianthina and T. chioneus extract that could still inhibit S. aureus and E. coli growth. This research used Complete Randomly Design experimental method with the three variation of incubation period so it is obtained 12 treatment with 3 replication. The independent variable were mushroom isolates and incubation period, while the dependent variable was the inhibitory activity of the antibacterial extract from each mushroom on growth of S. aureus and E. coli. The main parameter was the inhibitory zone diameter of the antibacterial activity on growth of S. aureus and E. coli and the minimum concentration of antibacterial extract that had highest activity from each mushroom. The supporting parameters were dry biomass weight and medium pH value at the end of incubation period. The result of the research were the optimum incubation period of M. peliathina to produce antibacterial compound was 21 days which was an extract from that mushroom culture filtrate with inhibitory zone diameter was 9,33 mm for S. aureus and 7,83 for E. coli, while the optimum period of T. chioneus to produce antibacterial compound is 14 days which was an extract from that mushroom culture filtrate with inhibitory zone diameter 27,3 mm for S. aureus and 9,5 mm for E. coli. The minimum concentration of M. pelianthina extract that could inhibit S. aureus growth was 1.000 µg/mL, while for E. coli was >1.000 µg/mL. The minimum concentration of T. chioneus extract that could inhibit S. aureus growth was 1.000 µg/mL for S. aureus and E. coli | |
| 20919 | 23848 | C1K014045 | The Influence of Electronic Word of Mouth through Online Review in YouTube and Brand Trust toward Purchase Intention with Brand Attitude as Intervening Variable (Study on Aloe Vera Soothing Gel “Nature Republic”) | Perkembangan internet di media sosial di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun terutama di YouTube. YouTube sebagai platform media sosial paling aktif 2017 di peringkat pertama dengan penggunaan 43%. Karena itu, YouTube adalah platform media sosial yang sangat informatif bagi para penggunanya. Ada berbagai jenis informasi yang disediakan oleh YouTube, terutama ulasan tentang produk kecantikan. Informasi diperoleh dari produk yang akan membuat Anda percaya diri. Sebagian besar informasi yang sering dicari oleh konsumen adalah ulasan produk kecantikan, terutama produk dari Korea. Ulasan produk terbaru dari Korea telah diunggah ke YouTube, Aloe Vera Soothing Gel dari merek Nature Republic. Menurut pengakuan majalah Allure Korea, produk paling populer dari Nature Republic dan banyak dibeli oleh Aloe Vera Shooting Gel. Berdasarkan permasalahannya, tujuan penelitian ini adalah menganalisis komponen kata elektronik dari mulut ke mulut, dengan niat merek sebagai sikap merek sebagai variabel intervening. Metodologi penelitian yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi kasus dengan metode penelitian survei. Teknik sampling kenyamanan yang berasal dari teknik non-probability sampling digunakan untuk pemilihan sampel. Sampel dari penelitian ini adalah 125, berasal dari Aloe Vera Soothing Gel 92% dari Nature Republic yang menonton ulasan online di YouTube tentang Aloe Vera Soothing Gel 92% dari Nature Republic. Metode pengolahan data menggunakan SEM dengan AMOS digunakan untuk menganalisis data. Keterbatasan penelitian ini adalah hasil indeks kebaikan yang masih dalam kategori marginal. | The development of the internet on social media in Indonesia is increasing from year to year especially on YouTube. YouTube as the most active social media platforms 2017 in the first rank with the use of 43%. Therefore, YouTube is a social media platform that is very informative for the users. There are various types of information provided by YouTube, especially reviews about beauty products. The information is obtained from a product that will make you confident. Most of the information that is often sought by consumers is a review of beauty products, especially products from Korea. The most recent product reviews from Korea have been uploaded to YouTube, Aloe Vera Soothing Gel from Nature Republic brand. According to recognition of Allure Korea magazine, Nature Republic's most popular product and many purchased by Aloe Vera Shooting Gel. Based on the problem, the purpose of this research is to analyze the components of electronic word of mouth, with brand intention as a brand attitude as intervening variable. The research methodology used for this research is a case study with a survey research method. Convenience sampling techniques that come from non-probability sampling techniques are used for the selection of samples. The sample of this research is 125, originated from Aloe Vera Soothing Gel 92% from Nature Republic who watched online review on YouTube about Aloe Vera Soothing Gel 92% from Nature Republic. The method of processing data using SEM with AMOS is used to analyze the data. The limitation of this research is the results of the goodness index which are still in the marginal category. | |
| 20920 | 23849 | G1I014041 | HUBUNGAN POWER OTOT LENGAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN DENGAN KEMAMPUAN CHEST PASS PERMAINAN BOLA BASKET PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 1 KEDUNGBANTENG | Latar Belakang: Siswa memiliki kemampuan chest pass permainan bola basket yang sangat beragam. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor komponen fisik, antara lain: power otot lengan dan koordinasi mata-tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara power otot lengan dan koordinasi mata-tangan secara bersama-sama dengan kemampuan chest pass permainan bola basket siswa kelas IX SMP Negeri 1 Kedungbanteng. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional dan pengumpulan data menggunakan teknik survei dengan tes dan pengukuran. Sampel penelitian ini berjumlah 56 siswa dengan rincian siswa putra 28 orang dan siswi putri 28 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen power otot lengan menggunakan two hand medicine ball put test, koordinasi mata-tangan menggunakan lempar tangkap bola tenis, chest pass menggunakan chest pass test dengan sasaran tembok. Teknik analisis data menggunakan pearson product moment dan korelasi ganda. Hasil Penelitian: Terdapat hubungan antara power otot lengan dengan kemampuan chest pass (p = 0,000 dan 0,540 > 0,2632). Terdapat hubungan antara koordinasi mata tangan dengan kemampuan chest pass (p = 0,000 dan 0,754 > 0,2632). Terdapat hubungan antara power otot lengan dan koordinasi mata-tangan secara bersama-sama dengan kemampuan chest pass (p = 0,000 dan 40,416 > 3,17). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara power otot lengan dengan kemampuan chest pass. Terdapat hubungan koordinasi mata-tangan dengan kemampuan chest pass. Terdapat hubungan antara power otot lengan dan koordinasi mata-tangan secara bersama-sama dengan kemampuan chest pass permainan bola basket. | Background: Students have the ability to chest pass in basketball that are very diverse. This is influenced by several physical component factors, including: arm muscle power and eye-hand coordination. This research is aimed to understand the relation between arm muscle’s power and eye-hand coordination simultaneously with the ability to do chest pass in nine grader basketball players of Junior High School 1 Kedungbanteng. Research Method: This research is a correlational study that use cross sectional approach and survey technique with test and measurement in collecting the data. The sample of this research is 56 students with 28 male and 28 female. The technique used to collect the sample is purposive sampling with attention in inclusive and exclusive criteria. The instruments used in this research are arm muscle’s power using two hand medicine ball put test, eye-hand coordination using throwing and catching ball tennis, chest pass using chest pass with wall as the target. The technique of data analysis is using pearson product moment and multiple correlation. Research Result: There is correlation between arm muscle power and the ability to do chest pass (p = 0,000 and Tcount 0,2632). There is correlation between eye-hand coordination and the ability to do chest pass (p = 0,000 and Tcount 0,754 > Ttable 0,2632). There is correlation between arm muscle’s power and eye-hand coordination simultaneously with the ability to do chest pass (p = 0,000 and Fcount 40,416 > Ftable 3,17). Conclusion: There is a correlation between the arm muscle’s power with the ability to do chest pass. There is a correlation of eye-hand coordination with chest pass abilities. There is correlation between arm muscle’s power and eye-hand coordination simultaneously with the ability to do chest pass in basketball players. |